Kodein, Metilmorfin yang Memiliki Banyak Khasiat

Tentang: Artikel Kedokteran

Kodein atau metilmorfin adalah opium (turunan morfin) dari golongan fenantrena. Obat ini memiliki beberapa khasiat bagi pasien, baik dewasa maupun anak. Kodein dapat dikonversikan menjadi morfin sehingga memiliki efek antinyeri (analgesik), meredakan batuk dan sesak napas (antitusif), serta anti-diare. Di antara ketiga manfaat ini, khasiat pereda batuk (antitusif) merupakan yang paling menonjol. Jenis batuk yang dapat diredakan oleh kodein adalah batuk yang kering, iritatif, dan tidak berdahak. Kodein memiliki efek anti-nyeri. Kodein dapat diindikasikan sebagai pereda atau penghilang nyeri hebat yang tidak dapat diatasi dengan analgesik non-opioid. Sebuah studi yang dilakukan oleh Glowinski menemukan bahwa kombinasi antara parasetamol 500 mg/kodein 30 mg tiga kali sehari ditambah natrium diklofenak 50 mg sehari memiliki efek analgesik yang sama dengan pemberian natrium diklofenak 50 mg dua kali sehari pada pasien artritis reumatoid. Substitusi natrium diklofenak dengan parasetamol dan kodein ini memiliki keuntungan mengurangi efek iritasi pada mukosa lambung. Secara umum, kodein dapat meredakan nyeri yang menyertai infark miokard,

Hati-hati pada dosis tinggi karena dapat menyebabkan depresi napas. Penggunaan kodein untuk pasien batuk iritatif pada anak-anak masih dianjurkan sampai kini. tanyakan pula riwayat alergi terhadap bahan lain dan riwayat alergi pada keluarga. Efek lain dari kodein yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat adalah efek antidiare. monitor setelah konsumsi.keganasan. penggunaan kodein sebagai anti-diare tidak populer. Dosis yang dibutuhkan meningkat sesuai dengan penambahan intensitas nyeri. perikarditis akut. Cara menghindari bahaya efek samping adalah anamnesis riwayat alergi secara teliti. Penghambatan ini bermanfaat meredakan batuk iritatif. dan luka pascabedah. Beberapa efek samping yang mungkin timbul adalah idiosinkrasi. Sementara. Penggunaan sebagai obat batuk bagi pasien dewasa direkomendasikan pada dosis 10 mg 3-4 kali sehari. Alkaloid morfin dan turunannya secara umum memiliki manfaat menghentikan diare dengan terlibat langsung pada otot polos kolon. Hal ini disebabkan saat ini tersedia bahan-bahan sintetik yang bekerja pada saluran cerna. tidak dapat beristirahat. Pada anamnesis. dan batuk yang sangat mengganggu. bagi anak adalah 1 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3-4 . dan nyeri pada dada. oklusi pembuluh darah perifer. perlu ditanyakan penggunaan kodein sebelumnya dan adakah efek samping alergi. kering. serta berhati-hati dalam dosis. dan intoksikasi bila diberikan berlebih. Sebagai tambahan. Buck dalam tulisannya di jurnal Pediatric Pharmacology menerangkan mekanisme aksi kodein dan penggunaanya sebagai analgesik serta antitusif pada anak-anak. alergi. Pemberian kodein sebagai antitusif dianjurkan bagi pasien dewasa dan anak-anak. Khasiat paling terkenal dari kodein adalah penghambatan terhadap refleks batuk. Namun demikian. fraktur. Dosis kodein atau morfin yang menghentikan diare (terkadang dapat menyebabkan konstipasi) kurang lebih sama dengan dosisnya sebagai obat batuk. kolik renal atau kolik empedu. Batuk seperti ini sangat mengganggu pasien karena menyebabkan pasien tidak dapat tidur. pemberian morfin harus didahului dengan pemberian garam katalitik untuk mengeluarkan racun dan mikroorganisme penyebab diare. Pada pengobatan diare yang disebabkan intoksikasi makanan atau obat lain. dan nyeri akibat trauma seperti luka bakar.

. 18(3): 189-197. Placebo-controlledstudy of the anlgesic efficacy of a paracetamol 500mg/codeine 30mg combination together with low –dose vs high dose diclofenac in rheumatoid arthritis. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 2005. 2004: 497-516.dosis. American Academy of Pediatrics. 99 No. In: Katzung BG. dan dapat hilang seiring berjalannya waktu. sebagai obat batuk. 10(4) 5. 4. serta penghambatan mekanisme neural di sistem saraf pusat. Glowinski J. Uses of codeine and dextromethorphan-containing cough remedies in children. 918-920. Efek analgesik dan antitusif bekerja sama mengurangi batuk yang menyebabkan nyeri dada. Way WL. 6 June 1997. p. Dengan demikian. Efek-efek ini hanya bersifat sementara. Therapeutic uses of codeine in pediatric patients. Farmakologi dan Terapi edisi ke-4. Kecepatan metabolisme tubuh akan berkurang dengan pemberian morfin dan turunannya. penurunan aktivitas otot. Opioid analgesics and antagonist. di samping mengedukasi pasien saat menggunakan kodein. sampai saat ini kodein masih tetap mendapat tempat bagi pasien yang merasakan gangguan (iritasi) saluran napas atas akibat batuk kering kronis. Pediatr Pharm 2004. Demikian juga bagi pasien anak-anak. editor. Buck ML. peran orang tua sangat penting dalam pengawasan. Schumacher MA. Sebagai akibat pada metabolisme. Jakarta. 2. Clin Drug Invest 1999. Pediatrics Vol. 3. Basic and Clinical Pharmacology 9th edition. tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai hal tersebut. Santoso HSO. Hiperglikemia sementara dapat terjadi akibat pelepasan adrenalin yang menyebabkan glikogenolisis. McGrawHill. Basbaum Al. dosis ini dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh. Daftar Pustaka 1. vasodilatasi perifer. Para dokter yang merawat pasien harus melakukan pengawasan. Analgesik opioid dan antagonis. Dewoto HR. Singapore. Secara umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful