BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini, sesuai dengan perkembangan jaman, muncul berbagai penyakit yang membahayakan kehidupan manusia

bahkan ada yang menyebabkan kematian. Diantaranya penyakit yang mematikan yaitu stroke, jantung, kanker, hipertensi, demam berdarah, diabetes, dan penyakit lainnya. Setiap penyakit memiliki penyebab yang berbeda. Namun, beberapa diantaranya saling berkaitan. Misalnya saja, penyakit pancreatitis, diabetes, dan gagal ginjal akut. Seseorang bisa saja memiliki ketiga penyakit tersebut. Pankreas merupakan suatu organ yang mempunyai fungsi endokrin dan eksokrin, dan kedua fungsi ini saling berhubungan. Fungsi eksokrin yang utama adalah untuk memfasilitasi proses pencernaan melalui sekresi enzim-enzim ke dalam duodenum proksimal. Endokrin pankreas bertanggung jawab untuk produksi serta sekresi glukagon dan insulin, yang terjadi dalam sel-sel khusus di pulau Langerhans. Pankreatitis adalah suatu penyakit inflamasi pankreas yang identik menyebabkan nyeri perut dan terkait dengan fungsinya sebagai kelenjar eksokrin, (meskipun pada akhirnya fungsi sebagai kelenjar endokrin juga terganggu akibat kerusakan organ pankreas). Insiden penyakit pankreatitis kronik di negara maju/ industri kira-kira 4-6 per 100.000 penduduk pertahun, dan makin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari rumah sakit di Amerika Serikat, sekitar 87.000 kasus pankreatitis terjadi setiap tahun. Mengingat semakin meningkatnya prevalensi pankreatitis setiap tahunnya maka diperlukan penanganan klinik yang sesuai dengan gejala yang timbul

Definisi Pankreatitis Pankreatitis adalah suatu penyakit inflamasi pankreas yang identik menyebabkan nyeri perut dan terkait dengan fungsinya sebagai kelenjar eksokrin. Fungsi eksokrin dan . Endokrin pankreas bertanggung jawab untuk produksi serta sekresi glukagon dan insulin. dan karbohidrat. yang terjadi dalam sel-sel khusus di pulau Langerhans. lemak. Definisi Pankreas Pankreas merupakan struktur berlobulus yang memiliki fungsi eksokrin dan endokrin. dan pseudosit. Penyakit pankreas akut (PA) adalah inflamasi pankreas yang disertai dengan rasa sakit hebat pada perut bagian atas dan peningkatan konsentrasi serum lipase dan amilase.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. akan sembuh total. Sekresi enzim pankreas yang normal berkisar dari 1500-2500 mm/hari. Sekretin dan kolesistokininpankreozimin (CCC-PZ) merupakan hormon traktus gastrointestinal yang membantu dalam mencerna zat-zat makanan dengan mengendalikan sekret pankreas. namun PA berat akan mengalami komplikasi local seperti penumpukan cairan akut. dan akhirnya ke duodenum. 2. Fungsi eksokrin yang utama adalah untuk memfasilitasi proses pencernaan melalui sekresi enzim-enzim ke dalam duodenum proksimal. Sekresi ini penting untuk pencernaan dan absorpsi protein. DESKRIPSI PENYAKIT 1. abses. (meskipun pada akhirnya fungsi sebagai kelenjar endokrin juga terganggu akibat kerusakan organ pankreas). Kelenjar eksokrin mengeluarkan cairan pankreas menuju duktus pankreatikus. Mayoritas pasien dengan PA ringan. nekrosis pancreas.

2 per 100. Kejadian tahunan di Eropa Barat sekitar lima kasus baru per 100. PA juga dapat meningkatkan penyakit pankreas yang kronik. Berdasarkan data dari rumah sakit di Amerika Serikat.endokrin pankreas merupakan akibat dari beberapa kali serangan akut.000 penduduk pertahun. dengan perbandingan laki–laki dan perempuan 1. Penyebab lainnya adalah faktor keturunan dan penyumbatan saluran pankreas yang disebabkan oleh penyempitan saluran atau kanker pankreas. pankreatitis kronis dengan . Rasio Laki-laki: wanita 7:1 dan usia rata-rata onset adalah antara 36 tahun dan 55 tahun.000 penduduk. Penyakit pankreas kronis (PK) adalah sindorm kerusakan dan inflamasi pankreas akibat kerusakan pankreas berkepanjangan. dengan tingkat Rawat Inap untuk orang kulit hitam adalah 3 kali lebih tinggi daripada kulit putih. Karakteristik PK adalah fibrosis yang irreversible dan kerusakan jaringan endokrin dan eksokrin.9:1 dimana usia rata rata 33± 13 tahun. India. dan hanya 18. penyebab paling sering dari pankreatitis kronis adalah alkoholisme. Di Asia insiden pankreatitis kronik diperkirakan 14.4 per 100. dan makin meningkat setiap tahunnya.000 penduduk dan rata-rata usia saat diagnosis adalah 46 tahun. tetapi bukan suatu penyakit yang progresif. PREVALENSI Insiden penyakit pankreatitis kronik di negara maju/ industri kira-kira 4-6 per 100. Kebanyakan pasien progresif menyebabkan gangguan pencernaan dan diabetes mellitus. penyebab pankreatitis kronis tidak diketahui. Nigeria). Pada banyak kasus.8 % disebabkan oleh alkohol. C. Di negara-negara tropis (Indonesia.000 kasus pankreatitis terjadi setiap tahun. ETIOLOGI Di Amerika Serikat.7 : 3. dimana perbandingan laki-laki dan perempuan 6.000 penduduk. sekitar 87. Pankreatitis akut jarang menyebabkan penyempitan pada saluran pankreas yang akan mengarah pada terjadinya pankreatitis kronis. B.

Penggunaan alkohol berlebihan sering disebut sebagai penyebab paling umum dari pankreatitis akut. Kehamilan juga dapat menyebabkan pankreatitis.sebab yang tidak diketahui yang terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. trauma (untuk perut atau di tempat lain dalam tubuh) termasuk pos -ERCP (yaitu. infeksi virus (misalnya. Pankreas divisum. vaskulitis (yaitu. Pankreatitis kurang umum pada populasi anak-anak. namun batu empedu sebenarnya penyebab yang paling umum. endoscopic retrograde cholangiopancreatography). suatu kelainan bawaan umum pankreas dapat mendasari beberapa kasus pankreatitis berulang. bisa menyebabkan diabetes dan penumpukan kalsium di pankreas. hiperkalsemia. tetapi dalam beberapa kasus pengembangan pankreatitis mungkin hanya cerminan dari hipertrigliseridemia yang sering terjadi pada wanita hamil. radang pembuluh darah kecil di dalam pankreas). dan pankreatitis autoimun. . Kurang penyebab umum termasuk hipertrigliseridemia (tapi tidak hiperkolesterolemia) dan hanya jika nilai-nilai trigliserida melebihi 1500 mg / dl (16 mmol / L). gondok).

Sebuah gangguan kesehatan primer. namun jauh lebih umum dari pankreatitis. Bradley membagi pankreatitis berdasarkan fisiologik. Namun. (Marseille. Gangguan autoimun. termasuk kesalahan bawaan yang mendasari tidak terdeteksi dalam metabolisme. harus selalu dipertimbangkan terlebih dahulu. Perjalanan penyakit dari ringan self limited sampai berat yang disertai renjatan gangguan ginjal dan paru-paru yang bisa berakibat fatal.1980) membuat klasifikasi sebagai berikut: 1. porphyrinogenicity dikenal banyak obat. Pankreatitis akut Pankreatitis akut adalah pankreatitis yang dikarakterisasi oleh nyeri berat di perut bagian atas dan meningkatnya level enzim pankreas di dalam darah. tes laboratorium. menggantikan komplikasi medis sekunder atau penjelasan. pembedahan. alkohol. tes laboratorium.Penyebab lebih biasa. bahan kimia dan asosiasi porfiria dengan gangguan autoimun dan batu empedu tidak mengecualikan diagnosis gangguan heme pada saat penjelasan digunakan. pankreatitis kurang umum pada anak-anak tetapi jika dilihat. Jarang. penyalahgunaan atau trauma perut harus dicurigai. seperti yang disebutkan di atas. hormon. batu empedu. Seperti disebutkan di atas. dan diagnosa. kalkuli dapat membentuk atau menjadi bersarang di pankreas atau saluran nya. reaksi obat dan pankreatitis sendiri tidak gangguan kesehatan primer. gangguan lipid. KLASIFIKASI The Second International Symposium on The Classification of Pancreatitis. Pankreatitis akut bisa ringan ataupun berat tergantung manifestasi klinis. Hal ini dapat dicapai endoskopi. Pengobatan bervariasi tetapi tentu saja ditujukan adalah penghapusan batu menyinggung. atau bahkan dengan menggunakan ESWL. dan parameter klinis menjadi: . D.

E. Secara mikroskopik. Secara mikroskopik. disertai gangguan fungsi pankreas. daerah interstisial melebar karena adanya edema ekstrasel. Biasanya tidak disertai komplikasi atau disfungsi organ Pankreatitis Akut Berat. tampak nekrosis jaringan pankreas (lemak di tepi pankres. Pankreatitis Akut Nekrosis Hemoragik. Berdasarkan patologi dibedakan menjadi: 1. Tidak terdapat nekrosis atau perdarahan. Pankreatitis Akut Interstisial. Pembuluh darah di dalam dan di sekitar daerah nekrotik menunjukkan kerusakan mulai dari inflamasi perivaskular. minimal sekali. Bentuk pankreatitis ini lebih fatal dibanding pankreatitis akut interstisial. terjadi komplikasi lokal atau sistemik Pankreatitis akut berat dapat didefinisikan sebagai pankreatitis akut yang disertai dengan gagal organ dan atau dengan komplikasi lokal (pembentukan abses.  Pankreatitis Akut Ringan. Secara makroskopik. GEJALA KLINIK PENYAKIT PANKREAS AKUT . nekrosis dan pseudocyst). disertai sebaran sel leukosit PMN. kantong infiltrat yang meradang dan berdarah. tampak abses dan timbulnya bakteri di jaringan nekrosis yang berdinding (abses purulen). Saluran pankreas diisi bahan purulen. bila ada. parenkim) disertai perdarahan dan inflamasi yang dapat mengisi ruang retroperitoneal. 2. Tidak didapatkan destruksi asinus. adanya nekrosis lemak dan jaringan pankreas. Bila penyakit berlanjut. dan trombosis pembuluh darah. vaskulitis. Secara makroskopik pankreas membengkak secara difus dan pucat.

diabetes. Sakit pada abdomen merupakan gejala utama dari epigastrik dan radiasi.  Steathorhea (kehilangan lemak melalui feses) dan azotorrhea (kehilangan protein melalui feses) sering dijumpai pada kebanyakan pasien. akibat Abdomen yang rusak bisa menimbulkan rasa sakit. gangguan pernapasan. F. kuning (jaundice) terjadi pada 10% pasien. PATOGENESIS PENYAKIT PANKREAS AKUT . hipotensi dan demam ringan. Dapat terjadi nyeri yang konsisten. Pada umumnya rasa sakit ini bisa berharihari. Serangan berat berakhir dalam beberapa hari sampai beberapa minggu dan bertambah parah dengan makan dan melemah dengan berhentinya minum alkohol. Nyeri sering terjadi malam hari yang disertai mual dan muntah. Akan terjadi kehilangan berat badan. Sakit yang banyak dilaporkan pasien adalah nyeri tumpul pada perut yang menyebar kebelakang. Gambaran awal. PENYAKIT PANKREAS KRONIS   Gambaran utama adalah sakit perut.  Gambaran klinis tergantung pada keparahan proses inflamasi pankreas atau organ lainnya disekitarnya. penurunan berat badan. shock. Neiropati kadang terjadi. Apalagi saat muntah yang selalu disertai rasa sakit.  Diabetes pankreas sering terlambat muncul dan ini umumnya berkaitan dengan klasifikasi pankreas. distensi abdomen.  Gambaran umum yang berkaitan dengan penyebaran inflamasi dan nekrosis ditandai dengan adanya epigastrik lunak. Pada kasus berat bunyi perut berkuran atau hilang. melabsorpsi. Sesak napas dan sakit takipnea adalah tanda komplikasi pernapasan akut. Gejala ini terjadi secara spontan dengan adanya intensitas yang sama.

ginjal. Lipase merusak sel-sel lemak. meningkatkan permeabilitas kapiler yang menyebabkan udem.  Pelepasan sitokin merusal sel asinar dan meningkatkan respon radang. inflamasi pancreas dan abnormalitas saraf pancreas. Tripsin akan merusak membran sel dan mengaktifkan enzim-enzim pancreas lainnya. pembentukan pseudosit dan asites pancreas. nekrosis pancreas. Penurunan bikarbonal menurunkan PH duodenal <4. . Kerusakan permanen dari kerusakan pancreas menyebabkan gangguan eksokrin dan endokrin. Pelepasan enzim pankreas yang aktif secara langsung menyebabkan kerusakan lokal dan sekitarnya. makrofag.    Infeksi pancreas mungkin akibat dari meningkatnya permeabilitas usus halus dan translokasi bakteri koloni.  Malabsorpsi protein dan lemak terjadi pada penurunan sekresi enzim sampai 90%.  PA diawali dengan aktivitas awal zymogen pankreas (enzim yang tidak aktif) dalam sel asinar. paruparu. metabolic. Sekresi lipase menurun lebih cepat daripada enzim proteolitik. atau sumbatan saluran pankreas. pendarahan dan saraf pusat. memproduksi zat yang merusak menyebabkan penyakit pancreas lanjut dan rasa sakit pada pancreas bertambah. dan sel lain ke daerah inflamasi. PENYAKIT PANKREAS KRONIS  Pk merupakan penurunan fungsi pancreas yang bersifat irreversible.  Rasa sakit pada abdomen mungkin berhubungan dengan peningkatan tekanan introduktal yang timbul akibat sekresi pancreas. istemik pankreas . Sel asinar yang rusak melepas kemotaksis dan menarik neutropil. Komplikasi local meliputi perut kembung. Komplikasi sistemik termasuk abnormalitas kardiovaskular.

Elizabeth J. EGC. 2009. Nike Budhi Subekti. corwin. Jakarta .Daftar pustaka Patofisiologi: Buku saku ed 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful