1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atom bagi ilmu kimia. Semua organisme terdiri dari sel karena sel adalah dasar dari pembentukan makhluk hidup. Kita semua memulai hidup kita dari satu sel saja. Semua aktivitas makhluk hidup selalu melibatkan sel. Mulai dari mekarnya sekuntum bunga hingga kepakan sayap lebah. Kelangsunganu kehidupan suatu sel berarti kelangsungan hidup organisme itu. Begitu pentingnya sel bagi organisme, sehingga penelitian sel semakin banyak dan terus dikembangkan (Syamsuri, 2007).
Mahluk hidup seluler baik yang bersel tunggal (unicellular) maupun yang bersel banyak (multicellular) berdasarkan pada beberapa sifatnya, antara lain ada tidaknya sistem endomembran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik, merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran, tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik terdapat pada bakteri. Sedangkan sel eukariotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran (Saefudin, 2010).

Virus adalah parasit intraseluler, berukuran sangat kecil yang dapat menginfeksi sel organisme hidup. Virus merupakan mikroorganisme terkecil dengan diameter antara 20 nm sampai dengan kira – kira 300 nm. Virus hanya dapat dilihat dibawah mikroskop elektron dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa, kecuali pox virus. Walaupun ukuran virus sangat bervariasi, namun ukuran virus jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan bakteri. Beberapa virus yang besar kira-

1

2

kira sama dengan ukuran bakteri yang terkecil seperti mikoplasma, rickettsia dan klamidia (Radji, 2010). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah adalah : 1. Apakah ada perbedaan dan persamaan sel hewan, sel tumbuhan, bakteri dan virus? 1.3 Tujuan Berdasarkan perumusan masalah, penulisan makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami tentang perbedaan dan persamaan antara sel hewan, sel tumbuhan, bakteri dan virus. 1.4 Hipotesa Sel hewan, sel tumbuhan, bakteri dan virus memiliki perbedaan dan persamaan yang mendasar bila ditinjau dari bagian-bagian sel organela-organelanya.

10 mikron. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke (1665). Meskipun demikian.bagian sel itu tidak dapat berdiri sendiri atau terpisah dari sel. Louis Pasteur. kosong tanpa isi. sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna. Jadi. 2007).bagian sel harus berada di dalam kesatuan sel agar dapat berfungsi secara normal..Misalnya. mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel.yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma). Meskipun ukuran sel sangat rumit dan tiap bagian sel memiliki fungsi khusus . ahli fisiologi Jerman. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Ukuran sel bermacam – macam. misalnya protozoa . misalnya serabut kapas. mitokrondia yang terdapat dalam sel berfungsi sebagai penghasil energi. dkk.3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagian. Teori ‘’sel berasal dari sel’’ tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis. Ada yang mencapai 30-40 mikron.saat ini telah diketahui bahwa ruangan – ruangan kecil itu bukan sel melainkan hidup.ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut. misalnya bakteri. Ruangan – ruangan kecil tersebut diberinya nama sel.Ada pula yang mencapai beberapa beberapa sentimeter. Darimana sel itu berasal ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari selsebelumnya. Hooke melihat adanya ruangan . Theodor Schwann. istilah sel tetap digunakkan hingga sekarang. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Bentuk sel sel juga bermacam. bagian. Pada tahun 1839. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. yang dilakukan antara tahun 1859-1861 (Syamsuri. Robert Brown (1831) mengemukakan bahwa “sel”merupakan suatu ruangan kecilyang dibatasi oleh oleh membran. Ada yang hanya 1.1 Sel Sel berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Antar bagian sel itu 3 . melainkan sel yang telah mati.macam.

sel disebut juga satuan fungsional makhluk hidup . Oleh karena itu.tiap sel itulah yang membentuk organisme. Organisme yang memiliki tipe sel ini antara lain hewan. tumbuhan. Organel tersebut memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan berperan penting untuk menyokong fungsi sel. dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil.dkk. 2. Secara struktural..1 Sel hewan Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan.. Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak dapat lagi dibagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. sel hewan bervariasi bentuknya (Wibowo. dkk. sel dipandang sebagai satuan unit terkecil dari makhluk hidup (Syamsuri. perombakan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain. Sel merupakan unit satuan terkecil dari suatu makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan. dan kloroplas. Semua sel hidup mampu berkembang biak untuk memperbanyak diri. 2010). dan jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler (Saefudin. karena mereka tidak memiliki dinding sel. Perkembangbiakan itu dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun oleh sel – sel organisme bersel banyak (Syamsuri. seperti sel tumbuhan.2 Sel Eukariotik Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. dkk. tubuh makhluk hidup dapat menyelenggarakan kehidupan jika sel –sel penyusunnya berfungsi . 2. kegiatan tiap.. jadi. 2007).. dkk. Sel tipe ini secara struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya. tubuh makhluk hidup tersusun atas sel –sel sehingga sel disebut satuan struktural makhluk hidup .Secara fungsional. 2007). ). Karena tidak memiliki dinding sel yang keras. melalui pembelahan sel dan peka terhadap rangsangan (Syamsuri. bahkan tidak ada.1. reproduksi. penyusunan. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti respirasi. 2007). Oleh karena itu .4 terdapat hubungan saling ketergantungan. 4 .

kristal dan pigmen. dan badan mikro merupakan kelompok organel yang dikelilingi oleh membran. kloroplas (khusus tumbuhan). dkk. lisosom.5 Sel hewan berbeda dari organisme eukariotik lain terutama tumbuhan. tiap-tiap sentiol saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menarik kromosom sehingga kromosom bergerak menuju sentriol. Hal itu disebabkan sel hewan tidak memiliki dinding sel dan kloroplas. Saat pembelahan sel. karbohidrat. dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja yang bisa masuk ke dan keluar dari sel. membran sel bersifat 'selektif permeabel'. Sel hewan umumnya tidak memiliki vakuola. Selain itu. vakuola itu berukuran kecil (Syamsuri. Akibat tidak adanya dinding sel. Organel terdiri atas: retikulum endoplasma. Organelorganel tersebut memiliki struktur dan fungsi masing masing yang khas yang membentuk satu kesatuan untuk mendukung aktivitas sel. cadangan makanan seperti lemak.. 2007). 2007). Jika ada. Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. sedangkan organel lainnya yang tidak dikelilingi oleh membran antara lain ribosom dan sentriol. Sel hewan terdiri dari : 1. dkk. Dalam sel hewan terdapat dua sentriol. dan protein. 2010). Karena fungsi ini. Substansi sitoplasma yang permanen dan berperan aktif dalam proses metabolism disebut organel. 2. Sitoplasma merupakan zat yang terdapat di antara inti sel dan membran plasma. Selain . Kedua sentriol itu terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. biasanya berupa hasil metabolisme sel atau substansi yang dimakan sel. mitokondria. sel hewan cenderung terlihat agak lonjong. misalnya butir-butir/sekret.. kompleks Golgi. Bagian yang paling besar dari sel hewan adalah nucleus (Syamsuri. membran sel dalam keadaan normal melekat pada dinding sel akibat tekanan turgor dari dalam sel (Saefudin. sitoskelet sebagai bagian dari sitoplama merupakan bagian yang cukup penting dari sel Bagian sitoplasma yang tidak termasuk organel disebut dengan sitosol. Pada sel tumbuhan. Membran sel tersusun oleh lipoprotein.

Fungsi organel ini memproses lebih lanjut protein. 2010). menyimpan protein dan enzim yang akan disekresikan. golgi complex atau dictyosome) adalah organel yang dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Lisosom primer bergabung dengan vakuola makanan membentuk lisosom skunder dan terjadilah proses pencernaan. Ukurannya berkisar 20-25 nm. 2010). Lisosom terdapat pada sel hewan. Ribosom tersusun dari RNA dan protein. Dalam bentuk vesikula (gelembung) produk dari RE ditransportasi ke badan Golgi (Saefudin. Pada sel tumbuhan badan Golgi disebut diktiosom. Retikulum endoplasma merupakan membranlipoprotein pada sitoplasma yang terdapat antara membran inti dan membran sitoplasma. bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang lebih 500nm. Lisosom mengandung enzim yang berfungsi untuk mencernakan bahan makanan yang masuk ke dalam sel baik secara pinositis (makanannya berupa cairan) maupun secara fagositis (makannya berupa padat). lipid atau bahan lainnya yang akan disekresikan sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan keperluannya. 6. 3. lisosom primer. pada hewan biasanya relatif kecil. RE halus atau non granuler bila pada membran RE tidak ada ribosom. Badan Golgi (bahasa Inggris: golgi apparatus. Bahan yang bisa dicerna dikeluarkan ke sitoplasma sedangkan sisanya di keluarkan dari sel (Saefudin.Badan Golgi berfungsi menghasilkan sekret berupa butiran getah. dan bila sel sudah tua sel didominasi oleh vakuola. Vakuola pada tumbuhan berfungsi antara lain tempat penyimpanan cadangan makanan (Saefudin. Retikulum Endoplasma (RE). misalnya ginjal. 2010). golgi body. terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Sedangkan pada tumbuhan relatif lebih besar. Sub unit besar dan sub unit kecil akan bergabung bila ribosom sedang menjalankan . Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. 4. Ribosom merupakan komponen penting di dalam sel. dari RE (Saefudin.6 itu juga ditemukan adanya vakuola. Ada dua macam RE. diolah dan akan disekresikan. 5. Organel ini menerima bahan. 2010). RE ganuler (RE kasar) bila pada permukaan membran RE ini menempel ribosom.

2010). 9. Bila sintesis protein sudah selesai maka sub unit besar dan sub unit kecil akan berpisah kembali. Mitokondria melakukan respirasi aerob. 2001). 8. Nukleolus berfungsi untuk sintesa ARN ribosom (Saefudin. Sub unit kecil merupakan tempat menempelnya mRNA yang membawa kode genetik yang akan ditranslasi menjadi polipeptida. sedangkan sub unit besar merupakan tempat menempelnya tRNA yang membawa asam amino yang akan dirangkai menjadi polipetida (Saefudin. 7. gula ribosa (pentosa). Nukleolus merupakan suatu benda berbentuk bulat terdiri dari filamen dan butiran-butiran. Badan mikro dibedakan dua kelas utama. serta nukleolus. Lapisan membran yang sebelah luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. Inti sel mengandung nukleoplasma.7 fungsinya yaitu sintesis protein. Bagian-bagian inti sel terdiri dari membran inti. . dan protein. Membran inti memisahkan inti sel dan sitoplasma. Pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromatin yang tampak jelas pada saat pembelahan sel membentuk kromosom. dan asan nukleat. Secara kimiawi nukleolus terdiri atas ADN. Fungsi kromosom yaitu mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan sifat-sifat yang diturunkan. 2010). Bahan kimia yang terdapat pada nukleoplasma antara lain larutan fosfat. yaitu peroksisom dan glioksisom. Secara umum badan mikro berfungsi di dalam mengoksidasi lemak sebagai sumber energy (Saefudin. protein. Nukleus atau inti sel. yaitu suatu cairan kental berbentuk jeli. Ribosom ada yang bebas terdapat di dalam sitoplasma dan ada juga yang menempel pada RE. nukleoplasma (kariolimp) dan kromosom. Sedangkan glioksisom umum terdapat pada endosperm biji dan berperan dalam perkecambahan selain mengandung katalase dan oksidase mengadung sebagian atau seluruh enzim daur glioksilat (proses pembentukan sumber energi untuk pertumbuhan dari lemak). Peroksisom mengandung enzim katalase dan oksidase terdapat pada hewan dan tumbuhan. sebuah proses mendapatkan energy (dalam bentuk ATP) dari karbohidrat (Pack. Membran inti terdiri atas dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya bahan kimia. ARN. nukleotida. 2010).

2 Sel Tumbuhan 1. 2. Peroksisom adalah organela yang mennguraikan berbagai zat. protein. Bahan utama dinding sel pada tumbuhan adalah selulosa sedangkan pada jamur umumnya chitin. Pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromatin yangtampak jelas pada saat pembelahan sel membentuk kromosom. Pada beberapa sel tumbuhan sel yang satu dengan sel yang lainnya dihubungkan dengan suatu celah yang disebut plasmodesmata. dan asan nukleat. 2010) 2. gula ribosa (pentosa). Bahan kimia yang terdapat pada nukleoplasma antara lain larutan fosfat. Membran inti memisahkan inti sel dan sitoplasma. bagian-bagian inti sel terdiri dari membran inti. Membran inti terdiri atas dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya bahan kimia. Peroksisom biasanya terdapat pada sel hati dan sel ginjal yang memecah zat – zat beracun. Nukleolus merupakan suatu benda berbentuk bulat terdiri dari filamen dan butiran-butiran.8 10. Secara kimiawi nukleolus terdiri atas ADN. 2001). Sepasang sentriol (berselimut dalam sentrosom) yg terletak di luar selaput nucleus menghasilkan mikrotubula yang membentuk apparatus gelendong yang digunakan saat pembelahan sel (Pack. Fungsi kromosom yaitu mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan sifat-sifat yang diturunkan. Dinding sel hanya terdapat pada tumbuhan dan jamur.2. (Pack. Fungsi dinding sel yaitu melindungi sitoplasma dan membran sitoplasma. 2001). Lapisan membran yang sebelah luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. ARN. Sentriol berperan sebagai pusat pengorganisasi mikrotubula. nukleotida. Selama proses penguraian. 2010) . yaitu suatu cairan kental berbentuk jeli. nukleoplasma(kariolimp) dan kromosom. 11. Nukleolus berfungsi untuk sintesa ARN ribosom. Nukleus. O2 bergabung dengan hydrogen untuk membentuk hydrogen peroksida (H2O2) yang beracun yang kemudian diubah menjadi H2O. (Saefudin. dan protein. Inti sel mengandung nukleoplasma. (Saefudin. serta nukleolus.

Ukurannya berkisar 20-25 nm. RE ganuler (RE kasar) bila pada permukaan membran RE ini menempel ribosom. Macam – macam plastid. Bentuk dan nisi plastida pada sel tumbuhan bermacam – macam. 2010). Sub unit kecil merupakan tempat menempelnya mRNA yang membawa kode genetik yang akan ditranslasi menjadi polipeptida. 4. atau kuning. 2010). Peroksisom biasanya terdapat pada sel hati dan sel ginjal yang memecah zat – zat beracun. lipid atau bahan lainnya yang akan disekresikan sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan keperluannya. Retikulum endoplasma merupakan membranlipoprotein pada sitoplasma yang terdapat antara membran inti dan membran sitoplasma. Sub unit besar dan sub unit kecil akan bergabung bila ribosom sedang menjalankan fungsinya yaitu sintesis protein. Bila sintesis protein sudah selesai maka sub unit besar dan sub unit kecil akan berpisah kembali. Ada dua macam RE. Terdapat dalam jaringan tumbuhan yang biasanya tidak terkena cahaya dan pada sel – . Ribosom ada yang bebas terdapat di dalam sitoplasma dan ada juga yang menempel pada RE.9 3. Dalam bentuk vesikula (gelembung) produk dari RE ditransportasi ke badan Golgi (Saefudin.Fungsi organel ini memproses lebih lanjut protein. RE halus atau non granuler bila pada membran RE tidak ada ribosom. Ribosom merupakan komponen penting di dalam sel. 6. Kromoplas adalah plastida yang bertugas mensintesis dan menyimpan pigmen merah. Peroksisom adalah organela yang mennguraikan berbagai zat. terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil. antara lain: a. Ribosom tersusun dari RNA dan protein. Plastida adalah organel yang mengandung pigmen. tergantung pada fungsinya. Selama proses penguraian. jingga. b. sedangkan sub unit besar merupakan tempat menempelnya tRNA yang membawa asam amino yang akan dirangkai menjadi polipetida (Saefudin. 2001). 5. Kromoplas terdapat antara lain pada buah tomat dan wortel. (Pack. O2 bergabung dengan hydrogen untuk membentuk hydrogen peroksida (H2O2) yang beracun yang kemudian diubah menjadi H2O. Leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen warna. Retikulum Endoplasma (RE).

2010).15 – 15μ. Dalam Brooks. Bakteri memiliki ukuran (panjang) berkisar antara 0. Struktur sel bakteri terdiri dari bagian luar sebagai penutup sel dan sitoplasma. Vakuola tersebut di batasi olah membran yang disebut tonoplas yang berfungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan (Syamsuri. sel bakteri disebut dengan sel secara umum. dan . empulur batang. Sel prokariotik terdapat pada bakteri dan ganggang biru (Saefudin.10 sel embrional. merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran. d.3 Sel Prokariotik Sel prokariotik. Bakteri merupakan organisme uniseluler yang relatif sederhana. Untuk itu mempelajari struktur dan fungsi pada sel prokariotik. dan bagian tumbuhan di dalam tanah yang berwarna putih. tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. 2007) 2. dkk. (2005). Karena masing-masing diselimuti oleh selaput membran inti. 2. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Amiloplas tidak mengandung pigmen dan berfungsi dalam penyimpanan amilum. kecuali satu: selubung sel lebih kompleks. bulat. sel bakteri terdiri atas beberapa bentuk. sel bakteri merupakan contoh yang cukup mewakili dari berbagai tipe sel prokariotik.3. c. yaitu bentuk batang. Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap yang memiliki vakuola besar biasanya adalah sel – sel parenkima dan kolenkima. dkk. dikatakan bahwa sel prokariota lebih sederhana dari sel eukariota dalam segala hal. 7.1 Bakteri Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik. hanya dijumpai pada sel autotrof yang eukariotik.

Hidup bebas atau parasit 7. 2009). 5. Bakteri umumnya bereproduksi dengan cara membelah diri menjadi dua sel yang berukuran sama. Umumnya tidak memiliki klorofil 4.3 Bentuk bakteri a. Inti disebut dengan pembelahan untuk nutrisi. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam 6. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas. Organisme multiselluler 2. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0.11 spiral. Bentuk sel bakteri Bakteri mempunyai bentuk yang sangat beragam.3. Dinding sel bakteri mengandung kompleks karbohidrat yang disebut peptidoglikan.12 s/d ratusan micron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel ) 3. Sebagian besar sel bakteri memiliki diameter 0. bakteri umumnya menggunakan bahan kimia organik yang diperoleh secara alami dari organisme hidup atau organisme yang sudah mati. Berdasarkan bentuk. beberapa bakteri yang lain memperoleh nutrisi dari substansi organik (Radji. Beberapa bakteri dapat membuat makanan sendiri dengan proses biosintesis. bakteri digolongkan menjadi 3 golongan utama yaitu (Radji. kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan 8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan (Dwisriwulan.3.2 Ciri-ciri Bakteri Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu : 1. 2009): . 2010).2 hingga 2 mikron dan panjang 2 hingga 8 mikron. 2. 2.

polisakarida. c. 2) Bakteri basil Bakteri basil adalah golongan bakteri yang memiliki bentuk seperti batang atau silinder. Kemampuan bergerak ini dimungkinkan karena adanya kontraksi yang melentur dari sumbu filamen atau flagel yang terdapat dipermukaan dinding sel bakteri. Kokus yang tetap berpasangan setelah membelah disebut dengan diplokokus (diplococcus). Bentuk basil terdiri atas diplobasius. sedangkan kokus yang membelah membentuk gugusan atau berkelompok seperti buah anggur adalah baketri staphylococcus. b. asam amino dan karbohidrat.sendiri dan berpasangan membentuk rantai panjang atau kubus tergantung cara bakteri itu membelah diri dan kemudian melekat satu sama lain setelah pembelahan. RNA.12 1) Bakteri kokus (bulat) Bakteri kokus biasanya berbentuk bulat atau lonjong. hidup sendiri. Streptokokus ( strepcoccus ) adalah kokus yang membelah dalam satu bidang dan tidak memisahkan diri sehingga berbentuk rantai. dan fosfolipida. spirilum. Bentuk morfologi kokus yang berbeda-beda ini seringkali digunakan untuk mengidentifikasi jenis bakteri golongan kokus. bakteri termasuk dalam golongan prokariotik memilki struktur sel lebih sederhana dibandingkan dengan sel . Bakteri spiral dibagi menjadi Vibrio. streptobasilus. Struktur sel bakteri Berdasarkan struktur selnya. dan kokobasilus. Makromolekul terdiri atas sub unit primer yaitu nukleotida. Kokus yang membelah dalam tiga bidang yang saling tegak lurus sehingga membentuk kubus adalah sarcinae. protein. dan spiroketa. Struktur utama makromolekul bakteri Komponen utama struktur bakteri terdiri atas makromolekul yaitu DNA. Bakteri ini mempunyai uikuran yang sangat beragam. 3) Bakteri spiral Bakteri spiral adalah bakteri yang mempunyai bentuk yang tidak lurus seperti basil tetapi mempunyai satu atau beberapa lekukan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri : 1) suhu 2) pH 3) tekanan osmotik 4) faktor kimia 5) oksigen f. Pertumbuhan bakteri Bakteri bertumbuh berarti jumlah bakteri bartambah dan berakumulasi sebagai koloni yang merupakan populasi yang miliaran sel koloni bakteri dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa mikroskop. Siklus pertumbuhan bakteri 1) pembelahan bakteri 2) waktu generasi 3) fase pertumbuhan 2. dan granula penyimpanan. Meliputi: dinding sel. DNA. e. sitoplasma. membran sitoplasma b. ribosom. membran plasma. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri). mesosom f.13 eukariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti sel. inklusi a. . area nukleus d.3. Struktur sel bakteri terdiri atas tiga bagian penting yaitu : 1) 2) struktur eksternal bakteri struktur internal bakteri d.3 Struktur Bakteri Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. sitoplasma c. ribosom e.

pilus. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu). Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. 2010). 2. dinyatakan bahwa struktur dasar bakteri adalah sebagai berikut: 1. tersusun atas protein dan RNA. flagelum. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif.14 2. 3. karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan (Dwisriwulan.3. Struktur tambahan sel bakteri adalah sebagai berikut: 1. 4. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.4 Struktur Dasar dan Struktur Tambahan Sel Bakteri Dalam Dwisriwulan (2010). klorosom. 5. bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. 2. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). 2. 2010 ). . pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek. Meliputi kapsul. fimbria. Sitoplasma adalah cairan sel. Vakuola gas dan endospora (Dwisriwulan. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Granula penyimpanan. 3.

Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis. Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah : . Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi 3. radiasi cahaya. 2010). Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu: 1. 2010 ). Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Monotrik : bila hanya berjumlah satu 2. 2010 ). Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospore tahan terhadap kekeringan.6 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi (Dwisriwulan. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru (Dwisriwulan. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri (Dwisriwulan. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.3. materi genetik. 6. 2. Endospora mengandung sedikit sitoplasma.5 Alat Gerak Bakteri Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung 4. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya (Dwisriwulan. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. suhu tinggi dan zat kimia.3. 2. 5. 2010).15 4. dan ribosom.

3.7 Cara Perkembangbiakan Bakteri Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. 2010 ). 2. Zat kimia Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya (Dwisriwulan. Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik.8 Peranan Bakteri Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan (Dwisriwulan. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya. Sumber nutrisi 5. 2010 ). 2010). Konsentrasi garam 4. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).16 1. Zat-zat sisa metabolisme 6. 2010 ). Derajat keasaman atau pH 3. 3. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: 1. 2. 2. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA (Dwisriwulan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif (Dwisriwulan. Suhu 2.3. .

7. vitamin dan hormon (dwisriwulan. Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman. 5. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie). Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotic polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif. Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negative termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotic terasiklin untuk berbagai bakteri. Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum. 2010 ). 4. 6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum. Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka. 2. Contohnya methanobacterium. misalnya enzim. 3. 8. .17 Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut : 1.

atau fag adalah virus yang hanya menyerang bakteri (Pack. . 2. Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus) dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra). Pembungkus menyatukan fosfolipid dan protein yang didapatkan dari membran sel inang (Pack.18 Bakteri yang merugikan sebagai berikut : 1. 2008). mengambil alih mesin metabolismenya.bakteriofag.sementara yang lain akan menyerang sel-sel yang serupa dari suatu kisaran spesies yang berkerabat dekat.4.merakit ratusan virus baru yang merupakan salinannya.1 Pengertian Virus Virus adalah parasit sel. Beberapa virus hanya akan menyerang satu jenis sel di dalam suatu spesies inang. 2010 ). 3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi). Virus terdiri atas satu asam nukleat yang di kelilingi oleh salut (selimut) protein yang disebut kapsid. yaitu. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat. Virus bersifat khusus untuk jenis-jenis sel yang akan di tempelinya.4 Virus 2. sel inang biasanya rusak.kemudian meninggalkan sel untuk menginfeksi sel-sel lain. terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan) (Dwisriwulan. Vibrio cholerae (penyebab kolera atau muntaber).dalam proses ini. 4. 2008). Virus memasuki sel. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC).Misal. bisa berupa virus dalam memasuki inangnya. 2. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum. Virus dikelompokkan berdasarkan jenis asam nukleat yang dikandungnya. lombok.

kemudian komplemen DNA dapat ditranskripsikan dengan segera untuk membuat mRNA. Virus yang berbentuk batang misalnya virus mozaik tembakau.19 Ada dua siklus replikasi dasar yang dilewati oleh virus (Pack. dan prosesnya berulang. Virus masih tidak aktif sampai beberapa pemicu.virus-virus lain. Dalam siklus lisis. Virus-virus baru kemudian menginfeksi sel-sel lain. Virus dalam keadaan dorman ini disebut provirus (atau. menyebabkan virus memulai siklus lisis yang merusak.4. ciri-ciri virus adalah : 1.RNA virus digunakan langsung sebagai mRNA.3 Ciri-ciri virus Dalam Radji (2010). profag). menggunakan enzim sel inang untuk memperbanyak DNA virus. DNA virus sementara waktu bergabung dengan DNA sel inang. 3. 2008). . Dalam siklus lisogen.siklus reproduksinya menyimpang dari siklus lisis dan lisogen di atas. 2008): 1. 2. Virus yang oval misalnya virus rabies.menggunakan sebuah enzim yang disebut transkripsi balik untuk membuat sebuah komplemen DNA dari RNA-nya. virus hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop elektron. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. Protein dan DNA kemudian dirakit menjadi virus-virus baru yang nantinya keluar dari sel inang. Berukuran 25-300 nanometer. virus memasuki membran sel inang.seperti retrovirus. Ada yang bulat. 2. Virus memiliki bentuk yang bermacam-macam. mentranskripsikan DNA virus menjadi RNA. jika bakteriofag. 2. dan ada yang seperti huruf T. Bulat misalnya virus influenza dan virus HIV.Pada beberapa virus RNA. biasanya rangsangan lingkungan luar (seperti radiasi atau zat-zat kimia tertentu). Virus yang berbentuk huruf T misalnya virus yang menyerang bakteri. batang.atau dapat memulai siklus lisogen dengan bergabung dengan DNA inang (Pack. Karena virus RNA menggunakan RNA untuk membawa informasi genetika. dalam prosesnya merusak inang. dan mentranslasikan RNA menjadi protein.

replikasi dan penetrasi. pematangan. Tahap Pelekatan Tahap pelekatan adalah partikel virus (viron) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat pelekatan virus pada sel inang trjadi pada reseptor (protein khusus pada membran plasma sel inang yang mengenali virus.4. sehingga dapat melewati filter bakteri. 9. Virus dapat dikristalkan. Ukurannya lebih kecil dari bakteri. Dapat memperbanyak diri pada sel/jaringan hidup. yaitu asam nukleat dan protein untuk kapsid. yaitu reproduksi. 2. sintetis. 5. 6. dan tidak ada organel). virus hanya dapat hidup secara parasit. Hanya memiliki bahan inti berupa DNA/RNA. Tahap Pematangan . Namun. 10. reproduksi hanya terjadi jika berada dalam sel organisme lain. Dengan demikian. 2007).. Tahap-tahap reproduksi virus yaitu tahap pelekatan. membran sel. 3. 7.3 Reproduksi Virus Virus menunjukkan satu ciri kehidupan. Bersifat parasit obligat (hidupnya bergantung pada inang). Daur reproduksi virus dapat melalui siklus litik atau siklus lisogenik. Merupakan organisme non selluler (tidak memiliki protoplasma. Tubuhnya dilindungi oleh kapsid. Tahap Penetrasi Tahap penetrasi adalah tahap virus atau materi genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang. 4. dan pelepasan (Aryulina.20 4. 2. dkk. 8. 1. Sel inang akan dikendalikan oleh materi genetik dari virus sehinnga sel dapat membuat komponen virus. Tahap Replikasi dan Sintesis Tahap replikasi dan sintetis adalah tahap terjadinya perbanyakan partokel virus di dalam sel inang.

2. 2006). Tahap Pelepasan Tahap pelepasan adalah tahap partikel virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel tersebut.. preparat diiris setipis mungkin dengan ketebalan tidak lebih dari 50 mikron. . 5. 5.5 Mikroskop Alat untuk mengamati sel diperlukan alat bantu yang disebut mikroskop yang dapat memperbesar bayangan objek yang diamati. a) Mikroskop cahaya. Bayangan yang diperoleh dapat diperbesar hingga mencapai 100x. 2. Mikroskop cahaya menggunakan cahaya sebagai sumber penyinaran. 1. 2006). 2. Pengamat dapat mengamati langsung melalui lensa okuler sehingga pengamat dapat menentukan bentuk . 4.400x. Mikroskop menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya. dkk. 3. Objek (sel) dapat diamati dalam keadaan hidup atau mati.. Objek yang diamati harus setipis mungkin dan berada pada ruang hampa udara agar dapat ditembus elektron. Untuk mengamati objek diperlukan preparat (sediaan) yang tembus cahaya. dan gerakan objek. Berikut akan diuraikan prinsip cara kerja kedua mikroskop tersebut (Brooks. b) Mikroskop elektron. 1. dkk. Oleh karena itu diperlukan lensa untuk pembesaran bayangan benda.Medium yang umum digunakan adalah air yang diteteskan ke atas kaca objek.21 Tahap pematangan adalah tahap penyusunan asam nukleat dan protein virus menjadi partikel virus yang utuh. Ada beberapa macam mikroskop yang dapat digunakan. Oleh karena itu. warna . atau 1000x (Brooks.

Tidak dapat mengamati secara langsung. Mikroskop fasa mempunyai kelebihan dimana gelombang cahaya berjalan melewati obyek transparan seperti sel. diperlukan suatu rekonsiliasi. . Bayangan dapat diperbesar hingga mencapai sejuta kali (Brooks. 2006).22 3. membran. atau molekul besar seperti DNA. kemudian memberikan fasa yang berbeda tergantung dari sifat obyek yang diamati (Brooks. 2006). misalnya organel. c) Mikroskop fasa. 4. Tidak dapat mengamati objek yang masih hidup biasanya digunakan untuk mengamati bagian – bagian sel . dkk.. 5. Menetukan suatu objek. dkk..

23 BAB III KONSEP MAPING SEL VIRUS EUKARIOTIK PROKARIOTIK SEL HEWAN SEL TUMBUHAN BAKTERI PERSAMAAN DAN PERBEDAAN 23 .

2010). Sitoplasma terdiri atas sel-sel khusus yang disebut organela yang mengambang dalam matriks fluida. Walaupun demikian dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara kimiawi berbeda penyusunnya. Sel tumbuhan. sel hewan. 2008). tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Membrane plasma mengelilingi sel dan menyelimuti nucleus dan sitoplasma. merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran. sebaliknya pada tumbuhan dan jamur ditemukan adanya dinding sel. Pada tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan pada jamur dan hewan tidak ditemukan. Pada sel hewan. pada bagian luar sel tidak ditemukan adanya dinding sel. tumbuhan. kecil. Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel prokariotik. hewan. . 2010). Selain perbedaan tersebut pada dasarnya baik sel hewan. Sel prokariotik terdapat pada bakteri (Saefudin. sitosol.24 BAB IV PEMBAHASAN Sel merupakam unit fungsional dasar dari semua makhluk hidup. yang terdiri atas air dan zat-zat terlarut seperti protein dan nutrien (Pack. dan jamur memiliki struktur yang serupa (Saefudin. Pada jamur didominasi oleh chitin sedangkan pada tumbuhan selulosa. Tipe sel eukariotik pada tumbuhan sedikit berbeda dengan pada hewan. dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Sel tumbuhan Sel hewan Sel bakteri Sel tumbuhan lebih Sel hewan lebih kecil daripada sel Sel bakteri sangat besar daripada sel tumbuhan.

dinding sel [cell wall] dari selulosa.25 Mempunyai bentuk Tidak mempunyai bentuk yang tetap. dan bakteri Dalam Pelczar (2008). Tidak mempunyai plastida. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein. Mempunyai bentuk yang tetap. Tabel 4. Tidak memiliki Memiliki lisosom [lysosome]. Tidak mempunyai vakuola [vacuole]. lisosom [lysosome]. Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. Menyimpan tenaga Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran dalam bentuk (granul) glikogen. yang tetap. Tidak mempunyai plastida. 2) Kemampuan memakan atau mengasimilasi nutrient dan mengubahnya dalam bentuk metabolism Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya. Mempunyai Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]. disebutkan bahwa semua organisme hidup memiliki ciri-ciri berikut yang sama: 1) Kemampuan berkembang biak. . 24 Mempunyai plastida. uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). butiran (granul) pati. daripada vakuola. sentrosom [centrosome].1 Perbedaan sel hewan. Tidak Mempunyai Mempunyai sentrosom [centrosome]. Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle]. sel tumbuhan. Nukleus lebih kecil Nukleus lebih besar daripada vesikel. Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar. Tidak mempunyai walaupun terkadang sel beberapa hewan vakuola.

binatang. 2010): Keterangan Parasit intraseluler Membran Plasma Pembelahan Biner Dapat Melalui Saringan Bakteri Terdiri dari RNA dan DNA Mempunyai Ribosom Peka Terhadap Antibiotika Sensitif Terhadap Interferon Memproduksi Energi ATP Tabel 4. 2009). sitoplasma. artinya harus hidup dalam sel inang yang sesuai: tumbuhan. dan 5) kerentanan terhadap mutasi (perubahan ciri-ciri organisme). Virus adalah parasite obligat. atau mikroba. dan berperan dalam sintesis protein (Atinirmala. plastid. dan mitokondria yang mempunyai rantai ganda. dan matriks plastid yang mempunyai rantai tunggal. 3) kemampuan mengeksresi bahan buangan. Perbandingan sifat virus dan bakteri dapat dilihat pada tabel berikut (Radji. (2007) dikatakan bahwa dalam inti sel eukariotik terdapat matriks yang disebut nukleoplasma. DNA (Asam deoksiribonukleat) terdapat di dalam inti. Dalam Syamsuri. 4) kemampuan bereaksi terhadap perubahan dalam lingkungan yang dinamakan iritabilitas.2 Perbandingan sifat virus dan bakteri DNA dan RNA adalah suatu Bakteri Tidak Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Tidak Tidak Virus Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak substansi genetik. Kromosom tersusun atas protein dan DNA yang berfungsi untuk menyampaikan . Tapi bila partikel virus memasuki sel hidup yang cocok. dan berperan sebagai pengendali faktor keturunan dan sintesis RNA. RNA. RNA (asam ribonukleat) terdapat di dalam inti. maka dapat terbentuk berates-ratus partikel virus yang identic dengan memanfaatkan energi serta perlengkapan biokimiawi sel inangnya. Organisme tidak dapat memperbanyak diri diluar sel inangnya yang sesuai. ribosom. nucleolus. dkk.26 untuk energy dan pertumbuhan. dan kromosom.

tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. di daerah inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran.27 informasi genetic dan sintesis protein. yang disebut nucleoid (Saefudin. nucleoid (berupa DNA dan RNA).. Virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA. Semua sel prokariotik mempunyai membra plasma. 2007). lipid.dkk. 2010). Sedangkan RNA berfungsi untuk sintesis protein saja. Materi genetik bakteri berupa DNA atau kromosom bakteri atau genophore terdapat dalam sitoplasma. . dan sitoplasma yang mengandung ribosom (Syamsuri. glikoprotein. atau kombinasi ketiganya.

bakteri. 1 Kesimpulan Berdasarkan diskusi yang telah kami lakukan dan membandingkan beberapa referensi yang kami peroleh kelompok kami kami mendapatkan kesimpulan bahwa sel baik sel hewan maupun tumbuhan mempunyai perbedaan dan persamaan dalam setiap organelnya begitu pula dengan virus dan bakteri.28 BAB V PENUTUP 5. 5. 28 . para pembaca jadi lebih mengerti tentang perbedaan dan persamaan antara sel hewan. sel tumbuhan. dan virus. Perbedaan dan persamaan tersebut dapat diketahui secara rinci melalui pengamatan yang biasa dilakukan dengan mikroskop.2 Saran Diharapkan setelah membaca hasil diskusi kelompok kami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful