BAB II PEMBAHASAN Kasus : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Spinal Cord Injury Tn.

Cassilas 32 Tahun datang ke RS dengan keluhan tangan dan kaki sulit digerakkan, klien adalah seorang goal keeper club sepakbola terkenal. Saat membaca tim-nya dua hari yang lalu klien jatuh dengan bertumpu pada kepala. Hasil px lab : WBC=15.10 3, Hb=14mg%, AT=200.000, TD klien 120/85 mmHg, Nadi 70 x/menit, RR=18x/menit dan suhu 37,30C. Saat ini klien mendapat tx : metal prednisolon, dan direncanakan MRI 1. Uraikan perbedaan medulla spinalis dan vertebrata Perbedaan antara medulla spinalis dan vertebra dapat dilihat dari berbagai sisi diantaranya dapat dilihat pada table di bawah ini. Perbedaan Fungsi Medulla spinalis sebagai pusat saraf (mengintegrasikan sinyal sensoris yang dating danmengaktifkan respon motorik secara langsung tanpa campur tangan otak serta sebagai pusat perantara antara saraf tepid an otak Medulla spinalis tumbuh lebih lambat dari vertebra Vertebra menopang tubuh manusia dalam posisi t egak, yang secara mekanik sebenarnya melawan pengaruh gravitasi agar tubuh secara seimbang tetap tegak.

Pertumbu han

Vertrebra melebihi kecepatan pertumbuhan medulla spinalis. Vertrebra tumbuh sekitar 25 cm lebih panjangdari medulla spinalis. Perbedaan panjang ini menyebabkan konus medularis ( bagian paling kaudal dari medullaspinalis yang berbentuk krucut dari terutama terdiri atas segmen-segmen sacral medullaspinalis) dan cauda equine ( kumpulan radiks nervus lumbaris bagian kaudal dan

radiksnervus sakralis yang mengapung Struktur Lengkung saraf (vertebra). Panjang rata-rata 42 cm Dua pembesaran. Walaupun diameter medulla spinalis bervariasi. pembesaran lumbal dan serviks. 2. Kolumna vertebra menyangga berat tubuh dan melindungi medulla spinalis. menandai sisi keluar saraf spinal besar yang mensuplai lengan dan tungkai 31 pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina invertebral Struktur internal terdiri dari sebuah inti substansi abu-abu yang diselubungi substansi putih.Medulla spinalis berbentuk silinder berongga agak pipih. Vertebra. Umumnya 33 buah. 7 tulang vertebra serviks . Kolumna ini terdiri dari vertebra-vertebra yang dipisahkan diskus fibrokartilago intervertebral. diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari kelingking. yang terbentuk dari dua pedikel dan lamina. membungkus rongga saraf dan menjadi lintasan medulla spinalis Sebuah prosesus spinosa menonjol dari lamina kea rah posterior dan inferior untuk tempat perlekatan otot Prosesus transversa menjorok kea rah lateral Prosesus pengartikulasi inferior dan prosesus pengartikulasi superior menangga faset untuk berartikulasi dengan vertebra atas dan vertebtra bawah dalam CSF) . Berapa vertebrata yang dimiliki oleh manusia dan berapa medulla spinallis yang dimiliki manusia a. Jumlahnya 32-34.

31 pasang saraf spinal keluar melalui foramina (foramen) intervertebralis diantara vertebra yang letaknya berdekatan. dan kulit kepala. yang menginervasi diafragma. Saraf terpenting yang berawal pada pleksus ini adalah saraf frenik. a. sacral dan koksigeus berasal dari kauda ekuina) Ke. C4) dan sebagian C5. di bawah setiap vertebra toraks 5 pasang saraf lumbal 5 pasang saraf sacral 1 pasang saraf koksigeus (Saraf lumbal. leher. satu di atas dan satu di bawah setiap vertebra servikalis 12 pasang saraf toraks. C3. kecuali T1 dan T11. yang merupakan awal saraf interkostal. Saraf Medulla Spinalis. Pleksus brakial . b. yaitu : 8 pasang saraf servikal. 3. C2.- 12 vertebra toraks 5 vertebra lumbal 5 vertebra sacrum yang menyatu menjadi sacrum 3-5 tulang koksigeal yang menyatu menjadi tulang koksiks b. Saraf ini menginervasi otot leher. Pleksus serviks Terbentuk dari ramus ventral keempat saraf servik pertama (C1. terdiri dari 31 pasang. serta dada. Uraikan organ-organ yang diinervasi oleh masing-masing segmen medulla spinalis Pleksus merupakan jarring-jaring serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh saraf spinal.

L3. dengan bantuan T12. 1999) Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. paha. bagian ini mentransmisikan impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden 5. Pleksus sacral Terbentuk dari ramus ventral saraf sacral. dan tungkai bawah. yang mensuplai otot fleksor paha dan kulit pada paha anterior. bokong.Terbentuk dari ramus ventral saraf serviks C5. S1 S2. C8. Tindakan refleks merupakan gerakan motorik involunter atau respon sekretorik yg diperlihatkan jaringan terhadap stimulus sensorik. 4. Saraf dari pleksus brakial mensuplai lengan atas dan beberapa otot pada leher dan bahu. C6. d. regia panggul. bersin. L5. dan L4. saraf terbesar adalah saraf skiatik e. batuk dan mengedip (Sue hinchliff. L2. c. Saraf dari pleksus ini menginervasi kulit dan otot dinding abdomen. Pleksus lumbal Terbentuk dari ramus saraf lumbal L1. seperti refleks menarik diri. Saraf terbesar adalah saraf femoral. Pleksus ini merupakan awal saraf koksisks yang mensuplai regia koksiks. dan S4. dan regia perineal. dan S3 serta kontribusi dari L4. Saraf dari pleksus ini menginervasi anggota gerak bawah. Pleksus Koksiks Terbentuk dari ramus ventral S5 dan saraf spinal koksiks. Uraikan definisi trauma medulla spinallis . dan genitalia eksterna. dengan melibatkan C4 dan T2. dan saraf toraks pertama T1. C7. dengan kontribusi dari ramus S4. Uraikan definisi reflex dan peran medulla spinalis dalam reflex manusia Refleks merupakan kejadian involunter dan tidak dapat dikendalikan oleh kemauan.

tetraparase. tetraplagia ? bagaimana pemeriksaan kekuatan otot untuk masing-masing kondisi tersebut? a. kecelakaan olahraga.338). Hemiparase adalah manifestasi dari penyakit yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak atau stroke. Cidera medula spinalis adalah suatu kerusakan fungsi neurologis yang disebabkan oleh benturan pada daerah medulla spinalis (Brunner & Suddarth. Uraikan penyebab trauma medulla spinalis Penyebab trauma medulla spinalis akibat trauma langsung yang mengenai tulang belakang dan melampaui batas kemampuan tulang belakang dalam melindungi saraf-saraf yang berada di dalamnya. 2001) 6. Pada tahap pertama hemiparesis karena lesi kontralateral sesisi. Trauma tersebut meliputi kecelakaan lalu lintas. lidah belahan kontralateral. hemiplegia. Hemiplegia : Kerusakan pada seluruh korteks piramidalis sesisi menimbulkan kelumpuhan UMN (Upper Motor Neuron) pada belahan tubuh sisi kontralateral. Pada penyumbatan cabang kortikal a.Trauma medulla spinalis diklasifikasikan sebagai komplet : kehilangan sensasi fungsi motorik volunter total dan tidak komplet : campuran kehilangan sensasi dan fungsi motorik volunter (Marilynn E. cerebri media terjadi kelumpuhan pada bagian bawah wajah sisi kontralateral. Apa yang dimaksud dengan hemiparase. Paraparese : Kelemahan tonus otot pada ekstrimitas bawah . 2008:298). luka tembak. b. luka tusuk. kejatuhan benda keras.(Arif Muttaqin. kecelakaan industry. dan otot-otot leher sisi kontralateral c. Hemiparese : Kelemahan sebagian anggota tubuh dan lebih ringan daripada hemiplegic. 7. Doenges. otot-otot wajah yang berada di atas fisura palpebrale masih dapat digerakkan secara wajar. paraparese. kecelakaan lain seperti jatuh dari pohon atau bangunan. Pada tahap ini lidah menunjukkan kelumpuhan pada sisi kontralateral. paraplegia.1999.

defekasi. Tetraplegia : Paralesis seluruh empat ekstremitas dan batang tubuh. Paralesis ini biasanya disebabkan oleh cedera medulla spinalis.d. termasuk cedera arteri vertebralis. Fungsi motoris dengan menilai : Besar dan bentuk otot. Tetraparase : Kelemahan tonus otot melibatkan salah satu segmen servikal medulla spinalis dengan disfungsi kedua lengan dan kedua kaki f. terutama di daerah vertebra servikalis kelima sampai ketujuh. tonus otot dan kekuatan otot ekstremitas (skala 0 – 5) 1) 0 = tidak ada gerakan 2) 1 = kontraksi otot minimal terasa tanpa menimbulkan gerak 3) 2 = otot dapat bergerak bila gaya berat dihilangkan 4) 3 = gerakan otot dapat melawan gaya berat tapi tidak bisa thd tahanan pemeriksa 5) 4 = gerakan otot dg tahanan ringan pemeriksa dan dapat melawan gaya berat 6) 5 = gerakan otot dg tahanan maksimal pemeriksa Pada pemeriksaan kekuatan otot digunakan skala dari 0-5. Pasien-pasien ini memiliki sedikit . : Kelumpuhan yang diakibatkan oleh lesi yang mengenai lumbal torakal atau bagian sacral medulla spinalis dengan disfungsi ekstrimitas bawah. Bagaimana manifestasi klinis trauma medulla spinallis pada organ-organ tubuh manusia? Uraikan berdadasarkan segmen yang mengalami cedera Manifestasi klinis pada trauma medulla spinalis a. Servikal Penderita cedera pada tingkat C1 biasanya disertai dengan cedera yang terjadi bersamaan. dan e. 8. Untuk pemeriksaan kekuatan otot menggunakan “skala low vat” Penilaian status motorik dilakukan dengan melihat : 1. Paraplegia berkemih.

leher. dan kadang-kadang dapat sedikit mengendalikan siku. dan dapat menegndalikan sebgian jari tanngan C8 sampai T1 dapat mengendalikan jari tanngannya dengan cukup baik b. Lumbal L1 sampai L5 mungkin masih dapat mengendalikan tungkainya dengan sempurna bergantung pada tingkat cederanya.T9-T12 : kehilangan parsial fungsi otot abdominal dan batang tubuh c. . C6 pengendalian pergelangan tangan masih dapat dipertahankan sebagian C7 penderita dapat melakukan ekstensi siku dengan sempurna. C5 dapat mengendalikan kepala. Penderita pada tingkat C4 mengalami kapasitas ventilasi yang tidak normal karena pusat pernapsan terletak terutama pada tingkat ini sehingga penderita tidak bisa mengendalikan voluntary terhadap ventilasi. diafragma. lutut. Torakal T2 sampi T12 tetap dapat mengendalikan anggota gerak atas dengan sempurna T1 : gangguang fungsi tangan T1-T8 : gangguan fungsi pengendalian otot abdominal. sehingga penderita sedikit banyak masih dapat menegakkan kepakla. L1-L2 : gangguan ejakulasi dan gerakan pinggul . fleksi pergelangan tangan. pergelangan kaki dan kai. penderita dapat mengendalikan panggul. Persarafan otot-otot pernapasan tambahan sebagian masih dapat dipertahan kan sehingga penderita akan tetap bergantung pada ventilator tetapi kadang-kadang mampu tidak memakai ventilator untuk beberapa saat. Penderita pada tingkat C2 dan C3 masih dapt mengendalikan lehernya. sehingga bergantung pada ventilator. gangguan stabilitas tubuh. sehingga penderita dapat berjalan denngan bantuan tongkat. pengaturan suhu. bahu.atau tidak memiliki control motorik pada kepala.

Frankel B = Incomplete.S2-S3 : gangguan gangguan aktivitas kandung kemih dan usus . Frankel C = Incomplete. Cedera pada segmen lumbal dan sakral dapat mengganggu pengendalian tungkai. fungsi motoris dan sensoris hilang sama sekali di bawah level lesi.S1 : gangguan gerakan kaki . sistem saluran kemih dan anus. Sacral S1 sampai s5 penderita dapat cukup mengendalikan kaki tetapi mengalami disfungsi kandung kemih dan usus. C. Selain itu gangguan fungsi sensoris dan motoris. fungsi motris dan sensoris masih terpelihara tetapi tidak fungsional. cedera vertebra dapat berakibat lain seperti spastisitas atau atrofi otot Secara singkat manifestasi akibat cedera yaitu sebagai berikut.- L3 : gangguan ekstensi lutut. D. Frankel A = Complete.E ? Injury Franklel yaitu menyatakan klasifikasi derajat kerusakan medulla spinalis yaitu sebagai berikut. L4 : gangguan gerakan kaki L5 : gangguan fleksi lutut Gangguan motorik yaitu kerusakan medula spinalis thorakal sampai dengan lumbal memberikan gejala paraparese d. fungsi motoris hilang sama sekali. • • • • 9. sensoris masih tersisa di bawah level lesi. Penurunan fungsi pernapasan Lumbal : Paraplegi Sakral : Disfungsi ekstremitas bawah. Kegagalan Penapasan akut Torakal : Paraplegia. . . B. gangguan defekasi dan berkemih Apa yang dimaksud injury frankel A. Cervical : Quadriplegia.S2-S4 : gangguan ereksi penis Gangguan motorik kerusakan medula spinalis sacral menyebabkan gangguan miksi & defekasi tanpa para parese.

Selama pengobatan di departemen kedaruratan dan radiologi. Memindahkan pasien.Frankel D = Incomplete. fungsi sensoris dan motorisnya normal tanpa deficit neurologisnya. untuk mencegah cedera komplet • Salah satu anggota tim harus mengontrol kepala pasien untuk mencegah fleksi. jatuh. Pemindahan pasien ke tempat tidur menunjukkan masalah perawat yang pasti . Bagaimana tranportasi dan penanganan awal trauma medulla spinallis? Apa justifikasi pemberian metal prednisoloon? Korban kecelakaan berkendara. Sebaiknya pasien dirujuk ke cedera spinalis regional atau pusat trauma karena personel multidisiplin dan pelayanan pendukung dituntut untuk menghadapiu perubahan dekstruktif yang terjadi pada beberapa jam pertama setelah cedera. 10. Frankel E = Normal. atau trauma langsung pada kepala dan leher harus dipertimbangkan mengalami cedera medulla spinalis sampai bukti cedera ini disingkirkan. • Di tempat kecelakaan. fungsi sensorik dan motorik masih terpelihara dan fungsional. rotasi atau ekstensi kepala • Tangan ditempatkan pada kedua sisi dekat telinga untuk mempertahankan traksi dan kesejajaran sementara papan spinal atau imobilisasi servikal di pasang • Paling sedikit empat pasang harus mengangkat korban dengan hati-hati ke atas papan untuk memindahkan ke rumah sakit. dengan kepala dan leher dalam posisi netral. cedera olahraga kontak. Adanya gerakan memuntir dapat merusak medulla spinalis ireversibel yang menyebabkan fragmen tulang vertebra terputus. patah atau memotong medulla komplet. pasien dipertahankan di atas papan pemindahan. korban harus dimobilisasi pada papan spinal (punggung).

(KMB vol. jika tidak boleh pasien dibiarkan mengambil posisi duduk.B. 3) a. stabilisasi leher. yaitu : 1.E) 2. mencegah komplikasi atau respiratorik dan thrombosis vena-vena profunda Terapi metil prednisolon bereperan dalam mengurangi cedera sekunder dan telah disetujui oleh FDA AS untuk mengobati ceder medulla spinalis pada tahun 1990. Tidak ada bagian tubuh yang terpuntir atau tertekuk. Pasien harus ditempatkan di atas sebuah Stryker atau kerangka pembalik lain ketika merencanakan pemindahan ke tempat tidur. Selanjutnya. Imobilisasi (neck collar dan long spine board) untuk mempertahankan tekanan darah. Diyakin bahwa metil prednisolon menekan respon peradangan pada lokasi cedera sehingga mengurangi pembentukan edema.• Pasien harus selalu dipertahankan dalam posisi ekstensi. Pemantauan EKG kontinu merupakan indikasi karena bradikardi dan assistole umum terjadi pada cedera medulla spinalis. Jika Stryker atau kerangka pembalik lain tidak tersedia. jika sudah terbukti bahwa itu bukan cedera medulla. pernapasan. suatu riset dilakukan untuk cedera lain karena trauma spinal sering bersamaan dengan cedera lain. pertahankan usaha bernapas (A. 3 fokus utama penangan awal cedera spinalis. yang biasanya dari kepala dan dada. mencegah syok 3. pasien dapat dipindahkan ke tempat tidur biasa tanpa bahaya.C. Selain itu. Uraikan pemeriksaan penunjang pada pasien dengan trauma medulla spinallis? Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan sinar-x (sinar-x pada spinal servikal lateral dan pemindaian CT).D. metilprednisolon menghambat pembentukan radikal bebasyang berperan dalam cedera sekunder karena mampu mengurangi dinding sel dan berperan lebih lnjut dalam edema dan iskemia medulla 11. pasien harus ditempatkan di atas matras padat dengan papan tempat tidur di bawahnya. X-Ray Spinal : Menetukan lokasi dan jenis cedera tulang (fraktur atau dislokasi) .

stress pada kleuarga dan pernikahan.b. kehilanngan pendapatan. mengevaluasi gangguan structural : Untuk mengidentifikasi kerusakan saraf spinal. Mielografi : Untuk menentukan tempat luka/jejas. kerusakan kulit dan perkembangan dekubitus. dan biaya medis yang besar adalah beberapa komplikasi psikososial. Cedera medulla spinalis yang berat sebenarnya memepngaruhi semua system tubuh sampai beberapa derajat. MRI d. . Pemeriksaan fungsi paru : Mengukur volume inspirasi maksimal khususnya pada : Mengetahui keadaan paru (contohnya perubahan pasien dengan trauma servikal bagian bawah atau pada trauma torakal dengan gangguan pada saraf frenikus/ototinterkostal. infeksi ginjal dan saluran kemih. Corwin. Hiperrefleksia otonom ditandai dengan tekanan darah yang tinggi disertai bradikardi serta berkeringat dan kemerahan pada kulit wajah dan torso bagian atas. pernapsan dapat terhenti karena kompresi saraf prenikus yang terletak antara C3 dan C5 dan mengontrol gerakan diafragma. AGD : Menunjukkan kefektifan pertukaran gas dan upaya ventilasi 12. edema dan kompresi : Untuk memperlihatkan kolumna spinalis (kalan vertebral) jika faktor patologisnya tidak jelas atau dicurigai adanya dilusi pada ruang subarachnoid medulla spinalis (biasanya tidak akan dilakukan setelah mengalami luka penetrasi) e. Biasanya. Foto rontgent toraks diafragma. atelektasis) f. Uraikan komplikasi trauma medulla spinallis Komplikasi yang dapat timbul dari trauma medulla spinalis (Elizabeth J. 2007:249) : Apabila kerusakan dan pembengkakan disekitar medulla spinalis terletak di spina servikal (ke bawah sampai sekitar C5). CT-scan c. g. Depresi. dan atrofi otot terjadi.

Pasien PVT berisiko mengalami embolisme pulmonal (EP) suatu komplikasi yang mengancam hidup. keringat banyak. Keadaan ini menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah visceral serta ektremitas bawah. piloereksi. Syok spinal merupakan depresi tiba-tiba aktivitas reflex pada medulla spinalis (arefrexia) di bawah tingkat cedera. bradikardia. dan local pada tempat pin). Hiperefleksia autonomik (dikarakteristikkan oleh sakit kepala berdenyut. infeksi (Infeksi urinarius. bradikardia dan hipertensi. 3. pernafasan dapat berhenti . A Sylvia.Komplikasi yang dapat timbul (Price. Dalam kondisi ini otot-otot yang dipersarafi bagian segman medulla yang ada dibawah tingkat lesi menjadi paralisis komplet dan flaksid dan reflek-refleksnya tidak ada. 2. Menurut Brunner dan Sudarth. kongesti nasal. Trombus Vena Profunda (TPV/PVT) adalah komplikasi umum dari imobilitas dan umumnya pada pasien cedera medulla spinalis.  Apabila kerusakan dan pembengkakan disekitar medulla spinalis terletak di spina servikal (ke bawah sampai sekitar C5). keringat banyak. 2006) adalah: 1. Kondisi mengakibatkan kehilangan tonus vasomotor dan kehilangan persarafan simpatis pada jantung. dan nilai gas darah abnormal (Peningkatan PCO2 dan penurunan PO2).. Manifestasi EP meliputi nyeri dada pleuritis. pneumonia) dan hiperefleksia autonomic (dikarakteristikan oleh sakit kepala berdenyut. pernapasan dan local pada tempat pin) dan juga dapat terjadi konstipasi .pernapasan. komplikasi lain yang terjadi meliputi dekubitus dan infeksi (infeksi urinarius. piloereksi. terjadi penumpukan darah dan sebagai konsekuensinya terjadi hipotensi sebagai akibat kehilangan cardiac sympatik tone. Syok neurogenik merupakan hasil dari kerusakan jalur simpatik pada medulla spinalis yang dikaitkan dengan cedera medulla spinalis yang umumnya dikaitkan sebagai syok spinal. dan hipertensi). cemas. dan bagian dari tubuh dibawah tingkat lesi medulla spinalis. Penderita akan mengalami bradikardia atau setidak-tidaknya gagal untuk menjadi takhikardia sebagai respon dari hipovolemia. komplikasi lain yaitu berupa dekubitus. Tekanan darah turun. beberapa komplikasi tambahan yaitu : • Komplikasi lainnya selain komplikasi pernapasan (gagal napas . kongesti nasal. napas pendek.

dan atrofi otot terjadi. sakit kepala berat. Biasanya. • Autonomic Dysreflexia Terjadi adanya lesi diatas T6 dan Cervical Bradikardia. . stress pada keluarga dan pernikahan. berkeringat banyak. infeksi ginjal dan saluran kemih. individu yang mengalami transeksi di C2 atau lebih tinggi selalu meninggi akibat henti nafas.  Cedera medulla spinalis yang berat sebenarnya mempengaruhi semua system tubuh sampai beberapa derajat.  Hiperrefleksia otonom ditandai dengan tekanan darah yang tinggi disertai bradikardia (frekuensi jantung rendah). pada wanita kenikmatan seksual berubah Komplikasi lain trauma medulla spinalis meliputi: • • Neurogenik shock. Walaupun hal ini masih terjadi pada banyak individu. menurunnya sensasi dan kesulitan ejakulasi. Depresi. kemajuan modalitas terapi yang terbaru dan respon layanan penyelamatan kedaruratan yang lebih baik menimbulkan harapan hidup pada banyak individu yang mengalami transeksi medulla spinalis yang tinggi. goose flesh. Hipoksia. kerusakan kulit dan perkembangan dekubitus. serta berkeringat dan kemerahan pada kulit wajah dan torso bagian atas. yang terletak antara C3 dan C5 dan mengontrol gerakan diafragma.karena kompresi saraf frenikus. nasal stuffness • Fungsi Seksual Impotensi. hipertensi paroksimal.  Apabila kerusakan dan pembengkakan disekitar medulla spinalis terletak di spina servikal (ke bawah sampai sekitar C5). dan biaya medis yang besar adalah beberapa komplikasi psikososial. kehilangan pendapatan. yang terletak antara C3 dan C5 dan mengontrol gerakan diafragma. pernafasan dapat berhenti karena kompresi saraf frenikus.  Dahulu.

Uraikan intervensi berdasarkan NIC untuk diagnose yang mungkin muncul Terlampir .• • • • • • • • • Gangguan paru-paru Instabilitas spinal Orthostatic Hipotensi Ileus Paralitik Infeksi saluran kemih Kontraktur Dekubitus Inkontinensia blader Konstipasi 13. Buatlah pathway dan munculkan berbagai respons manusia dalam bentuk diagnose keperawatan yang muncul dari patofisiologi manifestasi klinis trauma medulla spinalis 15. Uraikan tujuan dan criteria hasil yang SMART berdasarkan NOC untuk semua diagnose yang mungkin muncul Terlampir 16. Uraikan research apa yang sedang dikembangkan pada perawatan pasien dengan trauma medulla spinallis 14.

Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia . Cedera Medulla Spinalis.Dapus : Buku Pengantar Asuhan Keperawatan Dgn Gangguan Sistem Persarafan Oleh Arif Muttaqin Dapus : Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula. 2009.( Patofisiologi konsep klinis proses proses penyakit Sylvia a price dan Lorraine m wilsson) . Oleh Ethel Slonane (Patofisiologi konsep klinis proses proses penyakit Sylvia a price dan Lorraine m wilsson) Asyiyah. Umi.

2004. Ethel. Anatomi dan Fisiologi.Sloane. Jakarta: EGC .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful