Gangguan Orientasi Realita

DEPARTEMEN KEPERAWATAN JIWA STIKes Hang Tuah Surabaya
antoen_cs@yahoo.com

Definisi 1. Ketidakmampuan klien menilai dan berespon terhadap realitas 2. Ketidakmampuan membedakan rangsangan internal dan eksternal 3. Ketidakmampuan membedakan lamunan dan kenyataan

Muncul perilaku yang sukar dimengerti danmungkin menakutkan

Gangguan fungsi Otak 1. Fungsi kognitif / proses pikir 2. Fungsi persepsi 3. Fungsi emosi 4. Fungsi Motorik 5. Fungsi Sosial

Muncul respon neurologik yang maladaptif

Sensori Internal 1. Biokimia 2. Emosi Perhatian pada informasi yang masuk Diskriminasi informasi Gerakan motorik Proses pikir Respons sosial Sensori Eksternal 5P -Pengorganisasian Pengorganisasian -Informasi Informasi menjadi respon Respon emosional Respon Perilaku Masuk informasi Proses di Otak Proses Informasi .

Proses pikir/waham Halusinasi Tdk mampu mengalami emosi Perilaku tdk terorganisir Isolasi sosial .ADAPTIF MALADAPTIF Pikiran logis Persepsi akurat Emosi konsisten dengan pengalaman Perilaku cocok Hub.sosial positif Kadang proses pikir terganggu Ilusi Emosi berlebih/ /berkurang Perilaku yg tidak b iasa Menarik diri Gangg.

Proses informasi merproses masuknya informasi yang akurat. 4. Reseptor penerima stimulus Talamus Lanus frontal Ganglia basal Ketidakseimbangan neurotranmiter dan neuromodular 3. 5. 3. Disfungsi anatomi dan neurofisiologi otak 1. Pengalaman belajar yang lalu (termasuk termasuk pengalaman emosional) . 2. Jumlah dan akurasi informasi 2.penyimpanan informasi dan pemakaian informasi kembali Penyebab gangguan informasi 1.

Faktor predisposisi Faktor presipitasi Sumber koping Respon koping ◦ Fungsi kognitif ◦ Fungsi persepsi ◦ Fungsi emosi ◦ Fungsi motorik ◦ Fungsi sosial .

1.lesi pada korteks frontal. frontal. perinatal. Biologis .kembar 1 telur lebih beresiko dibanding kembar 2 telur .temporal dan limbik .gangguan tumbang pada prenatal. neonatal dan anak2 .temporal.gangguan otak frontal dan temporal .

ibu/ pengasuh yang cemas.komunikasi “double bind” .konflik pernikahan .2.gangguan identitas . cemas overprotektif.hubungan dengan ayah yang tidak dekat/berlebihan . tidak sensitif .ketidakmampuan menggapai cinta . Psikologis . dingin.koping dalam menghadapi stress tidak konstruktif/tdk adaptif .

Kemiskinan Ketidakharmonisan sosial budaya Hidup terisolasi Stres yang menumpuk Tempat tinggal .

Sumber Asal Waktu Jumlah Biologis. sendiri lingkungan eksternal Lama dan frekuensi stimulus Stimulus yang dialami Kondisi kesehatan Kondisi lingkungan Kondisi klien/ sikap &perilaku Presipitasi Umum .psikologis.sosial budaya Diri sendiri.

waktu dan tenaga keluarga yg tersedia .identifikasi koping .pengetahuan keluarga .kemampuan keluarga memberikan asuhan . Sumber daya dan dukungan sosial . Klien .kekuatan dan kemampuan yg dmiliki klien 2.1.finansial keluarga .

By: Antonius Catur S. S. Ns .Kep S.Kep..

PANCA INDRA PERSEPSI STIMULUS HALUSINASI .

1993). persepsi palsu (Lubis.Halusinasi Suatu penghayatan yang dialami seperti suatu persepsi melalui panca indera tanpa stimulus ekstern.1998). . Suatu pencerapan panca indera tanpa ada rangsangan dari luar (Maramis.

ILUSI & HALUSINASI .

Bunyi angin didengar sebagai orang yang memanggil namanya ??? Merasa mendengar seseorang memanggil namanya ??? Jemuran didekat pohon dilihat sebagai setan / genderuwo ??? Mengobrol dengan adiknya yang sudah meninggal ??? Daun pisang jatuh dilihat sebagai seorang penjahat/pencuri yang menyelinap ??? Sebuah gambar wajah nenek2 dilihatnya seorang wanita cantik ???? Merasakan ada yang memegang pundaknya berulangulang ??? .

Jenis-jenis Halusinasi (STUART DAN LARAIA) Pendengaran (auditory) Penglihatan (visual) Penghidu (olfactory) Pengecapan (gustatory) Perabaan (tactile) Cenesthetic Kinesthetic Hipnogogik Hipnopompik Perintah Visceral .

Fase I Fase II Fase III Fase IV . 2. 4. 3.Fase Halusinasi (STUART & LARAIA) 1.

Memberi rasa nyaman ansietas. Secara umum rasa takut halusinasi/pengalama 2.kesepian 2.kesepian. Ansietas sedang rasa bersalah. Diam dan berkonsentrasi Tahap I 1. Mencoba n sensori menjadi memfokuskan pikiran suatu kesenangan yang dapat menghilangkan ansietas 3. Pikiran dan pengalaman sensori masih ada dalam kontrol kesadaran 4. Menggerakkan bibir tanpa suara 3. Respon verbal yang lambat 5. Mengalami 1.Level Karakteristik Perilaku klien 1. Non psikotik . Pergerakkan mata yang cepat 4. ansietas. tersenyum/tertawa sendiri 2. bersalah dan 3.

Mulai merasa 3. Merasa dilecehkan antipati oleh pengalaman sensori tersebut 4. Pengalaman sensori 1. Rentang perhatian menyempit 3. Menarik diri dari orla 5. Peningkatan SSO.Level Karakteristik Perilaku klien 1.dan tekanan darah 2. Tingkat ansietas berat 2. pernafasan. peningkatan denyut jantung. Non psikotik . Konsentrasi dengan pengalaman sensori Tahap II 1. Halusinasi kehilangan kontrol menyebabkan rasa 3. Menyalahkan menakutkan 2.

Menyerah/menerima Menyerah 1. Halusinasi tidak dapat sensorinya ditolak 2. Tingkat ansietas berat pengalaman 3. tdk mengikuti perintah Tahap III 1. Rentang perhatian hanya beberapa detik/menit 5. Isi halusinasi mjd atraktif 3. Perintah hal ditaati 3. Kesepian bila halusinasi berakhir 4.Level Karakteristik Perilaku klien 1. Sulit berhubungan dgn orla 4. Berkeringat. Mengontrol halusinasi/ halusinasi 2.tremor. Kehilangan kemampuan membedakan hal dgn realita 2. Psikotik .

Panik 2.ketakutan 4. Halusinasi menjadi 1. Tindak kekerasan. Panik 2. menarik diri. Menguasai ancaman 2.Level Karakteristik Perilaku klien 1. Resiko bunuh diri/ membunuh orla 3. Diatur dan bbrp jam/hari jam/ (jika dipengaruhi halusinasi tdk diintervensi) diintervensi 3. Halusinasi bisa trjadi 3. agitasi. Psikotik . Tdk mampu berespon lebih dari satu orang Tahap IV 1. Tdk mampu berespon thd perintah yg komplek 5.

. Keluarga mengingkari masalah yang dialami oleh klien 1. Menarik diri 4. Proyeksi 3.Mekanisme Koping Regresi 2.

.

Perilaku KECEWA MALAS PERAN PERAWAT .

Validasi informasi…!!!! informasi…!!!! Isi halusinasi Waktu dan frekuensi halusinasi Situasi pencetus halusinasi Respon klien .

Orla dan Lingk b.d Harga Diri Rendah . Orang lain dan Lingkungan Perubahan Sensori Persepsi : Halusinasi… Isolasi Sosial : Menarik Diri Diagnosa keperawatan : 1. PSP : Halusinasi… b.Pohon Masalah Resiko Mencederai Diri Sendiri Sendiri.d Halusinasi… 2. Isolasi Sosial : Menarik Diri b. Resiko Mencederai Diri.d Menarik Diri 3.

Klien dapat membina hubungan saling percaya Klien dapat mengenal halusinasi yang dialaminya Klien dapat mengontrol halusinasi Klien mendapat dukungan keluarga untuk mengontrol halusin Klien dapat memanfaatkan obat untuk mengatasi halusinasi . 5. 4.Tujuan Asuhan Keperawatan 1. 2. 3.

Tindakan keperawatan Menghardik halusinasi Berinteraksi dengan orang lain Beraktivitas secara teratur dengan menyusun kegiatan harian (ADL) Menggunakan obat .

EVALUASI Klien menunjukkan kemampuan mandiri untuk mengontrol halusinasi dengan cara efektif yang dipilihnya Klien mampu melaksanakan program pengobatan berkelanjutan Keluarga menunjukkan kemampuan menjadi sistem pendukung yang efektif untuk klien mengatasi masalah gangguan jiwanya .

EVALUASI….. Keluarga mampu menciptakan lingkungan kondusif bagi klien dirumah Pemahaman keluarga untuk merujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai jika muncul gejala-gejala relaps .

Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur 3. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam mera pasien 2.inasi Pasien SP I p 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2. 2. Mengidentifikasi respons pasien terhadap halusinasi 7. Menjelaskan pengertian. Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien 4. Menjelaskan cara-cara merawat pasien halusinasi SP II k II p 1. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian . SP 1. Mengidentifikasi isi halusinasi pasien 3. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi 8. 2. SP Keluarga SP I k 1. 3. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien 5. Membantu keluarga membuat Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan jadual aktivitas di rumah terma kegiatan (kegiatan yang biasa dilakukan pasien) minum obat (discharge plannin Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan 2. dan jenis halusinasi yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien 2. 3. Melatih keluarga melakukan car Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan merawat langsung kepada pasie harian Halusinasi III p SP III k Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 1. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian SP 1. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang harian IV p 1. tanda gejala halusinasi. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi 6. Melatih keluarga mempraktekka engevaluasi jadwal kegiatan harian pasien cara merawat pasien dengan Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara Halusinasi bercakap-cakap dengan orang lain 2.

SELESAI SIAP MENUJU KE WAHAM TERIMA KASIH .

S. N antoen_cs@yahoo.Kep.com .A SU H A N K E P E R A WA T A N J I WA WAHAM OLEH ANTONIUS CATUR S.

WAHAM .

PENGERTIAN Keyakinan yang salah dan kuat dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan (Gail W Stuart. 2006) .

PENGERTIAN Keyakinan seseorang berdasarkan penilaian realistis yang salah. 1998) 1998 . keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya (Kelliat. .

Terkait dengan ekonomi Kesenjangan reality dan self ideal Life span history .Proses Terjadinya Waham Fase Lack of Human Need Terbatasnya kebutuhan2 klien baik fisik/psikis.

Fase Lack of Self Esteem Tidak ada pengakuan dr lingkungan Kesenjangan self ideal dan self reality Fase control internal eksternal Klien mencoba rasional bhw apa yg ia katakan. Diterima lingkungan mrpkn prioritas Koreksi lingkungan kurang/ tdk adekuat . tetapi untuk mnghadpi kenyataan berat. menutupi kekurngan. tdk sesuai kenyataan.yakini adlh bohong.

Fase environment support Lingkungan mendukung kung dan tdk ada pembenaran Fase comforting Nyaman dgn keyakinan dan kebohongan dan menganggap semua org mendukungnya Fase improving Tdk ad konfrontasi dn pembenaran Keyakinan semakin meningkat .

Tema Waham Traumatik masa lalu Kebutuhan-kebutuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi .

dll Saya adalah ”roh” .Tangan saya terkena tumor ganas. “FBI mengikuti saya” Saya adalah seorang guru. “tidak aneh” hanya sangat tidak mungkin. misal.raja.

. yang secara logis dan teoritis tidak mungkin. konsisten berdasarkan pemikiran mungkin terjadi walaupun hanya secara teoritis. Waham nonsistematis : tidak konsisten.KATEGORI WAHAM Waham sistematis : konsisten.

Waham Agama Waham Kebesaran Waham Somatik Waham Curiga Waham Nihilistik Waham Dosa Siar pikir Sisip pikir Kontrol pikir . 9. 8. 4. 3. 5.1. 7. 6. 2.

MACAM-MACAM WAHAM Waham Agama adalah keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan. . Waham Kebesaran adalah keyakinan klien secara berlebihan bahwa klien memiliki kebesaran / kekuasaan khusus. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.

Waham dosa adalah klien yakin bahwa dirinya merasa berdosa dan selalu dibayangi perasaan bersalah dengan perbuatannya. Waham Nihilistik adalah klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal meninggal yang dinyatakan secara berulang yang tidak sesuai dengan kenyataan.Waham Curiga adalah klien yakin bahwa seseorang / kelompok yang berusaha merugikan / mencederai dirinya. Waham Somatik adalah klien yakin bahwa bagian tubuhnya terganggu/ terserang penyakit. .

Siar pikir : percaya bahwa pikirannya disiarkan ke dunia luar Sisip pikir : percaya ada pikiran orang lain yang masuk dalam pikirannya Kontrol pikir : merasa perilakunya dikendalikan oleh pikiran orang lain .

PTM WAHAM .

3. 6.1. 4. 7. 8. Klien bicara kacau Mudah tersinggung/ / mudah marah Mudah curiga Sukar berkonsentrasi Tidak merasa dirinya sakit Kontak mata kurang Merasa rendah diri Pemalu TANDA DAN GEJALA . 2. 5.

16. . 11. 14. 13. 17. kaya Curiga/ klien yakin bahwa sesuatu yang terjadi di lingkungannya mempunyai arti khusus bagi dirinya Pikiran yang aneh 18. 15. Tidak kooperatif / sukar bekerja sama 10. Aktifitas meningkat Mengatakan sedih putus asa disertai perilaku apatis Bicara berbelit-belit Penampilan tidak serasi Menolak makan Cemburu berlebihan Merasa dirinya pandai.9. 12.

.

POHON MASALAH Kerusakan komunikasi verbal Perubahan proses pikir : waham ……. Isolasi sosial: : menarik diri .

d waham …. Perubahan proses pikir : waham…. . waham b.Kerusakan komunikasi verbal b.d menarik diri 1. 2.

Pemenuhan kebutuhan dasar klien Klien dapat mengontrol waham Klien mendapat dukungan keluarga untuk mengatasi wahamnya Klien dapat minum obat sesuai program . Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yg tidak terpenuhi. 6. 3. 2.1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. 5. 4.

Bina hubungan saling percaya dengan klien Diskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi Bantu klien mengontrol waham Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk mengatasi waham klien Jelaskan dan fasilitasi minum obat .

tepati kontrak yg telah disepakati Dengarkan ekspresi perasaan klien Tdk mencoba menjelaskan/membantah membantah klien .Bersikap tenang Emphati terhadap klien Pertahankan kontak mata Perkenalkan diri Buat kontrak yang jelas dengan klien.

Diskusikan harapan-harapan klien selama ini Diskusikan harapan yang tercapai dan tidak tercapai Diskusikan perasaan klien terhadap harapan yang tidak tercap tersebut Diskusikan hubungan antara perasaan klien dengan keyakinan (waham) klien

Diskusikan perasaan takut, takut cemas, dan marah yang dirasakan oleh klien. Diskusikan kaitan perasaan klien dengan keyakinan klien (yang salah) Diskusikan konsekuensi keyakinan klien terhadap kehidupan sehari-hari klien. klien Paparkan klien pada realita sesuai kondisi lingkungan.

Jelaskan masalah waham yang dialami oleh klien Jelaskan adanya kebutuhan / harapan klien yang tidak terpenuhi sehingga muncul waham Jelaskan cara berkomunikasi verbal dan non verbal dengan klien Jelaskan perlunya dukungan keluarga agar klien minum obat secara teratur

Jelaskan jenis obat yang digunakan oleh klien Jelaskan manfaat masing-masing masing obat Jelaskan efek samping yang mungkin terjadi Jelaskan cara benar mengkonsumsi obat (5benar) Jelaskan cara mendapat informasi terkait dengan penggunaan obat dan bila efek samping terjadi .

perawat terbuka untuk ekspresi waham Klien menyadari kaitan kebutuhan yg tdk terpenuhi dg keyakinannya (waham) saat ini Klien dapat melakukan upaya untuk mengontrol waham Keluarga mendukung dan bersikap terapeutik terhadap klien Klien menggunakan obat sesuai program .Klien percaya dengan perawat.

Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2. Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga . Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya 4. dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. tanda dan gejala waham. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi 3. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki 3. Menjelaskan pengertian. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga Waham SP I k 1. Melatih kemampuan yang dimiliki SP III p 1. Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat 2. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan waham 2. Membantu orientasi realita 2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien waham SP III k 1.Masalah Keperawatan Tindakan Keperawatan Untuk Pasien SP I p 1. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham SP II k 1. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian SP II p 1.

Setelah itu Nn. Kadang Nn.N mengatakan dia mengobrol dengan temannya. Ketika di tanya bicara dengan siapa Nn. Dia menjadi seperti sekarang setelah cerai dengan suaminya.KASUS Nn. Premorbid ? Masalah utama ? Fase keberapa ? Pencetus? 1. N adalah orang yang pendiam. N sering melamun. menangis sendiri. N bicara sendiri seakan-akan akan ada orang disebelahnya yang diajak bicara. N masuk RS pada tanggal 30 Oktober 2008 karena dirumah Nn. N senyum-senyum. Sebelumnya Nn. . senyum tertawa.

H berteriak-teriak berteriak memojok ke sudut ruangan. Klien ketakutan mengatakan kalau ada yang menyuruh.H 35 tahun masuk RS karena memecah barang-barang dirumah dan marah-marah.2. Masalah Keperawatan yang ditemukan ? Termasuk dalam fase ke ? . Tn. Di rumah sakit Tn.membentak klien untuk membunuh anaknya yang bungsu kalau klien tidak mau maka klien yang akan dibunuh.

Gejala tersebut timbul sejak pasien bangkrut karena tidak panen. Pada saat makhluk halus itu datang badannya terasa panas dan tangannya bergerak-gerak serta keluar keringat dingin. Y (45 thn) MRS dengan alasan tidak bisa tidur sejak 2 bulan yang lalu sampai saat ini. setelah kejadian itu pasien mikir terus kalau ada orang yang iri pada usaha tambaknya.3. Sebelumnya pasien belum pernah mengalami gangguan jiwa. . Keadaan ini diperberat dengan masalah anaknya karena kecelakaan spd motor 3 bulan yang lalu. Badan terasa panas dan leher terasa seperti ada orang yang mencekiknya. padahal badannya tidak panas. Tn. Pasien bekerja sebagai seorang petani. Ia mengatakan bahwa ia sering diganggu oleh makhluk halus (jin).

Perawatan diri klien kurang. Pasien mendapat terapi Trifluoperazine 2x5 mg dan Lorazepam 2x2. PAsien mengatakan kalau penyakitnya diguna-guna orang.Istri pasien mengatakan bahwa pasien sering marah-marah sama isterinya sejak bangkrut dan tangannya bergerak-gerak mau memukul istrinya karena ada jin yang masuk ketubuhnya. pasien jarang bergaul dengan pasien yang lain. sering menyendiri di kamar atau berjalan disekitar ruangan. apalagi pada malam hari karena takut ada jin yang mau mencekiknya. Ketika ditanya mengapa tdk kumpul dengan yang lain klien mengatakan malu karena sudah tua dan malu karena tdk bisa mencari nafkah utk keluarga. Sehingga pasien sering mondar-mandir mandir karena tidak bisa tidur. . jarang mengikuti kegiatan kelompok.5mg. Di RS pasien mengatakan kadang tidak bisa tidur.

Y ! Buatlah pohon masalah dan diagnosis keperawatan yang terjadi pada Tn.Analisis data dan masalah keperawatan yang dialami Tn. Y ! .