15

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Pendekatan/Perspektif Kualitas Produk Perspektif kualitas merupakan pendekatan yang digunakan untuk mewujudkan kualitas suatu produk. Garvin (dalam Lovelock, 1994:89-99) mengidentifikasikan adanya lima perspektif kualitas yang biasa digunakan yaitu : 1) Transcendental Approach Menurut pendekatan ini kualitas dapat dirasakan dan diketahui, tetapi sulit didefinisikan dan dioperasionalkan. Sudut pandang ini biasanya diterapkan dalam seni music, drama, tari, dan rupa. Selain itu, perusahaan dapat mempromosikan produknya dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti tempat belanja yang menyenangkan (pasar swalayan), elegan (mobil), kecantikan (kosmetik), dan kelembutan kulit (lulur). Dengan demikian, fungsi perencanaan, produksi, dan pelayanan suatu perusahaan sulit sekali menggunakan definisi seperti ini sebagi dasar manajemen kualitas. 2) Product Based Approach Pendekatan ini menganggap kualitas sebagai karakteristik atau atribut yang dapat dikuantifikasikan dan dapat diukur. Perbedaan dalam

yang seringkali didorong oleh tujuan peningkatan produktivitas dan penekanan biaya. Perspektif yang subjektif dan demand oriented ini juga menyatakan bahwa konsumen yang berbeda memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula. Jadi yan menentukan kualitas prduk adalah standarstandar yang ditetapkan perusahaan. maka tidak dapat menjelaskan perbedaan dalam selera. Dengan demikian. 3) User based Approach Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas produk tergantung pada orang yang menggunakannya dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Dalam sektor jasa dpat dikatan bahwa kualitas dapat bersifat operations driven. kebutuhan dan preferensi individual. kualitas produk bagi seseorang adalah sama dengan kepuaasan maksimum yang dirasakannya. Karena pandangan ini sangat objektif. . 4) Manufakturing Based Approach Perspektif ini bersifat supply-based dan terutama dalam memperhatikan praktek-praktek perekayasaan dan pemanufakturan. serta mendefinisikan kualitas sama dengan persyaratannya. bukan konsumen yang menggunakan.16 kualitas produk mencerminkan perbedaan dalam jumlah unsure atau atribut yang dimiliki suatu produk. Pendekatan ini berfokus pada penyesuaian spesifikasi yang dikembangkan secara internal.

17 5) Value Based Approach Pendekatan ini memandang kualitas dari segi nilai dan harga. Dari beberapa definisi terdahulu. Kualitas produk dalam perspektif ini bersifat relative. Teori Kualitas Produk Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi. sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu yang paling bernilai. Akan tetapi yang paling bernilai adalah produk atau jasa yang paling tepat dibeli (best buy). 2. Dengan mempertimbangkan trade off antara kinerja produk dan harga. dapat dikatakan bahwa secara garis besar kualitas adalah keseluruhan ciri/ karakteristik produk/ jasa dalam tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan/konsumen. .2. kualitas didefinisikan sebagai “affordable excellence”. Banyak ahli yang mendefinisikan kualitas software produk yang secara garis besar orientasinya adalah kepuasan pelanggan yang tujuan perusahaan atau organisasi yang berorientasi pada kualitas. Dalam definisi strategis dinyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan (meeting the needs of customers).

paada dasarnya Mc Call menitikberatkan faktorfaktor tersebut menjadi 3 aspek penting. Faktor yang mempengaruhi kualitas perangkat lunak dapat dikategorikan kedalam 2 kelompok besar. Faktor yang tidak dapat secaralangsung diukur. Kualitas perangkat lunak adalah gangguan yang kompleks dari berbagai faktor yang akan bervariasi pada aplikasi dan pelnaggan yang berbeda yang membutuhkannya.18 2. Daya adaptasi / penyesuaian software terhadap lingkungan baru (product transition).3. Mc Call dan kawan-kawan mengusulkan suatu faktor-faktor atau kriteria yang mempengaruhi kualitas suatu software . 2. 2. yaitu yan berhubungan dengan : 1. Kemampuan software dalam menjalani perubahan (product revition). Sifat-sifat operasional dari software / produt operation. 3. Faktor yang dapat secara langsung diukur. Kualitas Software Software dikatakan baik apabila dapat secara utuh dan “sempurna” memenuhi kriteria spesifik dari organisasi perusahaan yang membutuhkan. Hal ini sering diistilahkan sebagai pemenuhan terhadap “user requirement” (kebutuhan pengguna software yang telah terlebih dahulu didefinisikan secara jelas dan detail). yaitu : 1. .

menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran oleh software. tingkat kemampuan program yang diharapkan dapat menampilkan fungsi yang dimaksud dengan presisi yang ditetapkan. usaha yang diperlukan untuk mempelajari. Reliability. Integrity. jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang diperlukan oleh program untuk melaksanakan fungsi tersebut. yakni sejauh mana suatu software memenuhi spesifikasi dan mission objective dari user. Efficiency. mengoperasikan. ditinjau dari sisi kebutuhannya. 3.19 Tetapi dalam skripsi ini penulis hanya membahas satu faktor/dimensi saja yaitu faktor-faktor/dimensi-dimensi yang berkaitan dengan sifat-sifat operasional software. 5. Maintanability. data pada suatu isi (content) sebuah software berbasis web harus selalu di update. . 6. Correctness. 4. 2. tingkat kemampuan pengawasan akses terhadap data atau software oleh orang-orang tertentu. Usability. yang dapat diuraikan sebagai berikut : a) Faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat-sifat operational software adalah sebagai berikut : 1.

.20 b) Kemampuan software menjalankan perubahan (Product Revision) Faktor-faktor yang berkaitan dengan kemampuan software untuk menjalankan perubahan adalah : 1. berkaitan dengan paket dan lingkup dari fungsi yang dilakukan oleh program. 3. 2. Testability. c) Daya adaptasi atau penyesuaian software terhadap lingkungan baru (Product Transition) Faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat adaptibilitas software terhadap lingkungan baru meliputi : 1. 2. usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari hardware/lingkungan sistem software tertentu agar dapat berfungsi pada hardware / sistem software yang lainnya. usaha yang diperlukan untuk menggabungkan satu software dengan yang lainnya. usaha yang diperlukan untuk melakukan modifikasi terhadap software yang operasional. Reusability. Interopability. tingkat kemampuan program/ bagian dari program yang dapat dipakai ulang dalam aplikasi lainnya. Flexibility. usaha yang diperlukan untuk menguji suatu software untuk memastikan apakah melakukan fungsi yang dikendalikan atau tidak. Portability.

21 2. Instruksi-instruksi perangkat lunak ditulis oleh manusia untuk mengaktifkan fungsi dari perangkat lunak ditulis oleh manusia untuk mengaktifkan fungsi dari perangkat lunak komputer. yaitu meliputi : 1) Software Sistem Operasi (Operating System) yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer. 3) Software aplikasi (Application Software) yaitu. Operating system berfungsi seperti mamnager dalam sebuah perusahaan yaitu bertanggung jawab.4. . Konsep Dasar Perangkat Lunak (Software) Perangkat keras (Hardware) tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa adanya perangkat lunak (software). 2) Software Bahasa (Language Software) yaitu program yang dibuat untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer. program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan aplikasi tertentu. Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan berfungsi bila instruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya. dan mengkoordinasi semua operasi kegiatan dalam peerusahaan. Menurut Jogiyanto Hartono software dapat dikategorikan dalam tiga bagian. mengendalikan.

Terdapat dua cara untuk memperoleh software aplikasi. Kualitas software didefinisikan sebagai “konformasi terhadap kebutuhan fungsional dan kinerja yang dinyatakan secara eksplisit. dan karakteristik implisit yang diharapkan bagi semua perangkat lunak yang dikembangkan secara professional”. Secara prinsip sebuah software dikatakan baik apabila dapat secara utuh dan sempurna memenuhi criteria spesifik dari organisasi/perusahaan yang membutuhkannya. standar perkembangan yan didokumentasikan secara eksplisit.22 Language software sebagai penterjemah antara program yang ditulis dengan bahasa awam sehari-hari menjadi bahasa mesin (mechine language) yang dimengerti oleh komputer. Application software merupakan program yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan adlam aplikasi tertentu. . yaitu dengan cara mengmbangkan program aplikasi ang dibuat oleh orang lain. Kebutuhan perangkat lunak meupakan pondai yang mana meleluinya kualitas diukur. Hal ini sering diistilahkan sebagai terhadap “user requirement” (kebutuhan pengguna software yang terlebih dahulu telah didefinisikan secara jelas dan detail). Definisi tersebut berfungsi untuk menekankan 3 hal penting. yaitu : 1.

kita harus membandingkan perangkat lunak tersebut (dokumen. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi. maka laju roda pun akan berjalan kencang. Bila perangkat lunak dapat berhasil menyesuaikan dengan kebutuhan eksplisitnya. Kepuasan Kerja Setiap karyawan suatu perusahaan selalu memiliki pengharapan atas apa yang akan mereka berikan ke organisasi. maka kualitas perangkat lunak tersebut perlu diragukan.23 2. Pada masing-masing kasus. Kontribusi karyawan terhadap organisasi dan insentif yng diberikan organisasi atas prestasi kerja karyawannya akan berdampak terhadap kepuasan kerja dan semangat kerja karyawan. tetapi gagal memenuhi kebutuhan implisitnya. Standar yang teah ditentukan menetapkan serangkaian kriteria pengembangan yang menuntun cara perangkat lunak direkayasa. Terdapat serangkaian kebutuhan implisit yang sering tidak dicantumkan (misal kebutuhan akan pemeliharaan yang baik. 3. Jika criteria tersebut tidak diikuti. 2. hamper pasti menimbulkan kualitas yang baik. Di sisi lain. pengukuran harus terjadi. program. dan apa yang akan organisasi berikan kepada mereka. bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik. artinya karyawan tidak memiliki . kalau karyawannya bekerja tidak produktif. data) dengan berbagai fakta hingga sampai padaa indikasi mengenai kualitas.5. yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan.

Namun motivasi ini kadang terbendung oleh berbagai ragam kerutinan. Orang akan puas bila dia menikmati pekerjaannya. (Eddy Soeryanto Soegoto 2009:231). demikian pula sebaliknya. Kepuasan kerja dalam teori motivasi Maslow menempati peringkat yang tinggi. atau situasi dan perangkat kerja yang secara ergonomis tidak mendukung peningkatan produktivitas kerja. Sebab ia berkaitan dengan tujuan manusia untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan potensi dirinya dalam pekerjaan. dan kurang puas bila ia tidak menikmati pekerjaannya. .24 semangat kerja yang tinggi. tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah. hambatan lingkungan kerja yang kurang seimbang. Karyawan yang puas cenderung memiliki semangat kerja yang tinggi. Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah tingkatan kenikmatan yang diterima seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful