BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masa dewasa merupakan rentangan kehidupan manusia yang paling panjang dibanding dengan masa anak-anak atau remaja. Boleh dikatakan ¾ rentangan kehidupan manusia adalah masa dewasa dan ¼ sisanya sebagai anak-anak dan remaja. Dewasa dalam tinjauan umum, termasuk dalam tinjauan psikologi adalah sempurnanya pertumbuhan fisik dan mental seseorang. Pertumbuhan fisik yang normal mudah diketahui karena dapat dilihat oleh panca indra. Akan tetapi pertumbuhan mental yang sempurna dan matang merupakan hal yang berbeda. Dewasa secara mental dapat dilihat dari sikap yang matang dan rasional serta tidak emosional dalam membuat penilaian, dalam bersikap, dalam mengatasi suatu masalah diri sendiri maupun persoalan orang lain. Kalau pertumbuhan fisik akan berhenti pada usia sekitar 20-an tahun, maka kedewasaan adalah proses yang berkembang dalam waktu lama. Oleh karena itu, dewasa secara fisik dan umur belum menjamin seseorang menjadi dewasa secara mental, pola pikir dan pola sikap. Pada wanita dewasa, umumnya mereka mengharapkan kehamilan. Seorang wanita akan merasa bangga apabila mempunyai anak, melahirkan secara normal dan melewati masa nifas berjalan dengan bahagia dan selamat. Agar sehat dan bahagia dibutuhkan pengetahuan dan perawatan yang baik, sehingga dapat melewati masa kehamilan, persalinan dan nifas. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penulisan ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud wanita dewasa? 2. Bagaimana masa kehamilan yang biasa dilalui wanita dewasa? 3. Bagaimana masa persalinan yang biasa dilalui wanita dewasa?

1

Menjelaskan pengertian wanita dewasa 2. Menjelaskan tahapan-tahapan yang dilalui wanita dewasa pada masa persalinan. Menjelaskan tahapan-tahapan yang dilalui wanita dewasa pada masa kehamilan. 2 .1. 3.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1.

khususnya pada masa awal dewasa madya (40-50 tahun) kondisi ini menimbulkan sikap penolakan (denial) yang ditunjukkan dengan sikap over acting.com/.2 Fase-fase Masa Dewasa 1) Masa Dewasa Dini (18-40 tahun) Pada masa ini perubahan-perubahan fisik relative sudah tidak sepesat masa sebelumnya (puber dan remaja). bahkan di awal usia dewasa dini (sekitar 18 tahun) kondisi fisik cenderung sudah menetap.BAB II PEMBAHASAN 2.blogspot. Pada masa ini yang sedang terjadi adalah masa reproduktif. dan akan mengalami penurunan kualitas di usia pertengahan tiga puluhan. 18.1 Wanita Dewasa 2. untuk menunjukkan kepada orang lain. dengan berusaha mencari pasangan • baru yang berusia jauh 3 . Makna dari istilah adult/dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan proses pertumbuhan fisiknya.1. (http://midwifecommunity. 2) Masa Dewasa Madya (40 . dan siap menerima peran dan kedudukan di masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. yang mulai sempurna di awal usia dua puluhan. dan siap menerima peran dan kedudukan di masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya.1 Pengertian Dewasa sendiri berasal dari kata Latin bentuk past participle dari kata kerja Adultus yang berarti telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Pada sebagian individu.07) Jadi. bahwa dirinya masih potensial•dan tetap muda seperti dua puluh tahun lalu. dalam arti bila terjadi perubahan tidak signifikan lagi. 19 maret.60 tahun) Pada masa ini mulai terjadi penurunan kemampuan fisik dan psikologis yang akan tampak semakin menonjol pada setiap individu. wanita dewasa adalah seorang wanita yang telah menyelesaikan proses pertumbuhan fisiknya.1. 2.

Pada masa ini baik kemampuan fisik maupun psikologis cepat mengalami penurunan.3 Ciri-ciri kematangan 1) Berorientasi pada tugas. serta bekerja secara terencana menuju arah tertentu. 5) Menerima kritik dan saran. Orang matang memiliki kemauan yang realistis. 18. 4) Objektif. paham bahwa dirinya tidak selalu benar. 6) Pertanggung jawaban terhadap usaha-usaha pribadi. dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendiri atau untuk kepentingan pribadi. Secara realistis diakuinya bahwa 4 . 3) Masa Dewasa Lanjut (60 – dan seterusnya) Masa ini sering diistilahkan senescence atau usia lanjut. Individu yang telah matang secara psikologis. 2) Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efisien. Orang yang matang mau member kesempatan pada orang lain membantu usaha-usahanya untuk mencapai tujuan.1. dan cenderung untuk terus-menerus menurun. tetapi telah mampu mempertimbangkan perasaan perasaan orang lain. 19 maret. (http://midwifecommunity.blogspot. 3) Mengendalikan perasaan pribadi. bukan pada diri atau ego. Minat orang yang sudah matang berorientasi pada tugas-tugas yang dikerjakannya. Seseorang yang telah matang akan melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefinisikan secara cermat dan tahu mana yang pantas dan tidak.com/.07) 2. Orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan. Mereka cenderung tidak lagi hanya mementingkan dirinya sendiri. atau menutupi kerut-kerut wajah dengan menebalkan kosmetik yang digunakan.di bawah individu (usia dua puluhan). akan mampu menyetir dan menguasai perasaan-perasaannya sendiri ketika mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain dem peningkatan dirinya.

2 Masa Kehamilan Kehamilan merupakan periode krisis yang akan berakhir dengan dilahirkannnya bayinya. Selama kehamilannya. 19 maret.wordpress. Selama kehamilan kebanyakan wanita mengalami perubahan psiklologis dan emosional. pada umumnya ibu mengalami perubahan baik fisik maupun psikis yang tampaknya hal tersebut berhubungan dengan perubahan biologis atau hormonal yang dialaminya. sehingga untuk itu dia perlu batuan orang lain tetapi tetap dia bertanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya. Persoalan dalam kehamilan itu sendiri dapat menjadi pencetus berbagai reaksi psikologis mulai dari reaksi emosional yang ringan hingga ketingkat gangguan jiwa yang berat. namun sebagian lagi menganggapnya sebagai peristiwa yang menentukan kehidupan selanjutnya.com/. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan bahwa dia memilihkan sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya namun tidak jarang ada wanita yang merasa khawatir jika terjadi masalah kehamilannya. Reaksi yang ditunjukan terhadap kehamilan dapat saja berlebihan dan mudah berubah-ubah. Suami bersiap diri untuk menjadi seorang ayah. 5 . Seiring persipannya untuk menghadapi peran baru. 18.beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sungguh. Sebagian besar kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah kodrati yang harus dilalui.wanita tersebut mengubah konsep dirinya agar ia siap menjadi orang tua. Orang matang memiliki cirri fleksibel dan dapat menempatan diri dengan kenyataankenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru. (http://psychologymania. Kehamilan merupakan Episod Dramatis dari kondisi biologis maupun psikologis yang tentunya memerlukan adaptasi dari seorang wanita yang sedang mengalaminya. 7) Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru. Perubahan fisik dan emosional yang kompleks. Emosi ibu hamil cenderung labil.20) 2. memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi. begitu pula halnya denga suami.

6 . Perubahan umum pada perempuan hamil: 1) Ketergantungan dan butuh perhatian. Tahap-tahap psikologis yang biasa dilalui oleh calon ibu dalam mencapai peran nya: 1) Anticipatory stage Seorang ibu mulai melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak yang lain.khawatir jika ada kemungkinan dia kehilangan kecantikannya atau khawatir akan adanya kemungkinan bayinya tidak normal. Dengan demikian. seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-harapan antara lain: 1) Kesejahteraan ibu dan bayi 2) Penerimaan dari masyarakat 3) Penentuan identitas diri 4) Mengetahui tentang arti memberi dan menerima. 2) Membutuhkan sosialisasi. Pada tahap ini ibu memerlukan bantuan dari anggota keluarga yang lain. (Herawati. Menurut Reva Rubin. 2012) 2. seorang wanita terutama calon ibu dapat mempelajari peran yang akan di alaminya kelak sehingga ia mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikologis dalam kehamilan dan setelah persalinan.2. Pada tahap ini ibu memerlukan waktu beberapa minggu sampai ibu kemudian melanjutkan sendiri. 2) Honeymoon stage Ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasar yang dijalaninya.1 Teori Reva Rubin Menekan pada pencapaian peran sebagai ibu. untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktivitas atau latihan. 3) Plateu stage Ibu akan mencoba apakah ia mampu berperan sebagai seorang ibu.

tantasi. Hubungan ibu dengan janin yang berkembang c. pasif. 7 . egosentrik dan self centered. Hubungan ibu dengan individu yang unik 4) Ibu tidak pernah lagi menjadi sendiri 5) Tugas yang harus di lakukan ibu atau pasangan dalam kehamilan: a. khawatir. c. Arti dan efek kehamilan pada pasangan: 1) Pasangan merasakan perubahan tubuh pasanganya pada kehamilan 8 (delapan) bulan sampai dengan 3(tiga) bulan setelah melahirkan. Penyelesaian dan identifikasi kebinggungan dengan peran transisi. TM II : Ambivalen. takut. Aspek-aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu adalah gambaran tentang idaman. gambaran diri dan tubuh. introvent. 3) Anak-anak akan di lahirkan merupakan gabungan dari tiga macam perbedaan: a. menjadi introvert. b.4) Disengagement Merupakan tahap penyelesain latihan peran sudah berakhir. TM I b. yaitu : a. Percaya bahwa ia hamil dan berhubungan dengan janin dalam satu tubuh. semberono. TM III : berperasaan aneh. : Perasaan enak memenuhi kebutuhan untuk mempelajari perkembangan dan pertumbuhan janin menjadi narsistik. jelek. 6) Reaksi yang umum pada kehamilan. 2) Lelaki juga mengalami perubahan fisik dan psikososial selama wanita hamil. Persiapan terhadap pemisahan secara fisik pada kelahiran janin c. merefleksikan terhadap pengalaman masa kecil. sedangkan gambaran tubuh adalah berhubungan dengan perubahan fisik yang tejadi selama kehamilan. Hubungan ibu dengan pasangan b. Gambaran diri seorang wanita adalah pandangan wanita tentang dirinya sendiri sebagai bagian dari pengalaman dirinya.

lebih lanjut mercer menyebutkan tentang stress anterpartum terhadap fungsi keluarga. Stress anterpartum d. Hubungan Interpersonal b.wordpress. Rasa percaya diri f. (http://viniezharachma. 2) Pencapaian peran ibu Peran ibu dapat dicapai bila ibu menjadi dekat dengan bayinya termasuk mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran. gambaran ketika hamil dan setelah nifas. Penguasaan rasa takut. 19 maret. baik yang positif ataupun yang negative.Aspek yang di identifikasi dalam peran ibu: 1) Gambaran tentang idaman bayi sehat. asuhan yang di berikan adalah memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi ketidak percayaan ibu. marcer membagi teorinya menjadi dua pokok bahasan: 1) Efek stress Anterpartum Stress Anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negative dari hidup seorang wanita.2 Teori Ramona Mercer Teori ini lebih menekan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam pencapaian peran ibu. Penilitian mercer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan status kesehatan ibu. Dukungan social e.com. 2) Gambaran tentang diri memandang tentang pengalaman yang dia lakukan. 18. 3) Gambaran tubuh. Peran keluarga c.31) 2. Bila fungsi keluarganya positif maka ibu hamil dapat mengatasi stress anterpartum. yaitu: a. stress anterpartum karena resiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi terhadap status 8 .2. ragu dan depresi Maternal role menurut mercer adalah bagaimana seorang ibu mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penjabaran yang lengkap dengan dirinya sendiri.

Perubahan yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan (Trimester I. Ibu memerlukan sosialisasi c. sehingga bidan harus memberikan asuhan kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani kehamilannya secara fisiologis (normal). Perubahan yang di alami oleh ibu. di mana wanita mulai melakukan penyesuaian social dan psikologis dengan mempelajari segala sesuatu yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu. bimbingan peran di butuhkan sesuai dengan kondisi system social. dan monopouse merupakan hal yang fisiologis. nifas. II dan III) merupakan hal yang fisiologis sesuai dengan filosofi asuhan kebidanan bahwa menarche. perubahan yang di alami oleh ibu hamil antara lain adalah: a. b. Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan dapat memperhatikan perkembangan bayinya. selama kehamilan terkadang dapat menimbulkan stress anterpartum. kehamilan. d.kesehatan. b. c. dengan dukungan keluarga dan bidan maka ibu dapat mengurangi atau mengatasi stress anterpartum. Informal Di mana wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya. d. Personal 9 . Anticipatory Saat sebelum wanita menjadi ibu. Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima bayinya. Ibu cenderung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menurut Mercer: a. Formal Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya.

Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor sebagai berikut: a. Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri 10 . Faktor bayi a) Temperament b) Kesehatan bayi c. mercer mengidentifikasikan adanya empat factor pendukung: a) Emotional support Yaitu perasaan mencintai.Merupakan peran terakhir. tetapi menurut Mercer mulainya peran ibu adalah setelah bayi lahir 3-7 bulan setelah dilahirkan. Faktor-faktor lainnya a) Latar belakang etnik b) Status pekawinan c) Status ekonomi d. b. dimana wanita telah mahir melakukan perannya sebagai ibu. penuh perhatian. Reva Rubin menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan pada masa 6 bulan setelah melahirkan. b) Informational support. Dari faktor social support. Sebagai bahan perbandingan. percaya dan mengerti. Faktor ibu a) Umur ibu pada saat melahirkan b) Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali c) Stress social d) Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya e) Dukungan social f) Konsep diri g) Sifat pribadi h) Sikap terhadap membesarkan anak i) Status kesehatan ibu.

(http://deetha-nezz.3 Masa Persalinan Banyak dokter psikolog dan seniman yang berspekulasi mengenai arti dari peristiwa kelahiran. Ada beberapa pendapat spekulatif mengenai peristiwa kelahiran anak manusia ini. menghirup udara.com/. menghisap air susu. 20 maret. 17. status perkawinan.c) Physical support Misalnya dengan membantu merwat bayi dan memberikan tambahan dana d) Appraisal support Ini memungkinkan indifidu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaiaan peran ibu Mercer menegaskan bahwa umur. status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaiaan peran ibu. Ia harus melatih semua fungsi jasmaniah dan rokhaniahnya agar bisa mempertahankan hidupnya. Bayi tersebut dicabut dari kehangatan perlindungan dalam rahim ibunya. ras. yang akan dibawa sepanjang hayat. Misalnya saja: Tangis seorang bayi pada saat kelahirannya itu merupakan suatu mekanis disebabkan oleh peristiwa terhirupnya udara untuk pertama kalinya dalam paru-paru.3.blogspot.13) 2. Dan sejak kelahirannya.wordpress.30) 2. akan tetapi banyak pula diwarnai proses psikologis.com/.1 Adat Kebiasaan Melahirkan Peristiwa kelahiran bukan hanya merupakan proses murni fisiologis semata. Jika seandainya kelahiran itu cuma fisiologis semata saja sifatnya dan kondisi organisnya juga normal maka pasti proses berlangsungnya akan sama saja dimana-mana dan 11 . Peran bidan yang di harapkan oleh mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan adaptasi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian peran ini dan kontribusi dari stress antepartum. 17. ia harus belajar dengan kemampuan sendiri untuk hidup. saat kelahiran itu menimbulkan akibat psikologis yang mengejutkan bagi si bayi. tingkat pendidikan. 20 maret. (http://anto1987.files. Terjadilah semacam trauma psikis. Dengan sendirinya.

sebab wanitawanita dengan kebudayaan primitif hidupnya sangat aktif dan kerjanya lebih berat guna mengatasi tantangan alam. bahwa masih banyak terdapat adat kebiasaan dan kepercayaan takhayul di Indonesia. Lagipula wanita primitif memiliki toleransi yang lebih besar terhadap penderitaan dan rasa sakit ketika melahirkan bayinya.tidak akan mempunyai banyak variasi. Patut dicatat. terutama di jawa. maka pada umumnya anak gadisnya kelak juga akan mudah melahirkan bayinya. Banyak orang berspekulasi tentang mudah atau sulitnya aktivitas melahirkan bayi itu dengan memperbandingkan prosesnya diantara berbagai suku bangsa yang mempunyai bermacam kebudayaan. misal peristiwa “mitoni” atau menujuh bulani wanita hamil dan selamatan tradisional untuk menyambut bayi. 4) Kondisi psikis wanita yang bersangkutan. Orang menyebutnya beberapa faktor penyebab dari mudah sulitnya aktivitas melahirkan bayi antara lain : 1) Perbedaan iklim dan lingkungan sosial yang mempengaruhi fungsi-fungsi kelenjar endokrin. Banyak peneliti menyatakan bahwa otot panggul wanita primitif lebih efisien dari pada otot panggul wanita modern yang serba manja. Pada umumnya upacara tradisional bertujuan untuk : 12 . jika ibunya mudah melahirkan. 3) Kondisi otot panggul wanita. 2) Cara hidup yang baik atau cara hidup yang sangat ceroboh dari wanita yang bersangkutan. Biasanya proses melahirkan itu banyak dipengaruhi oleh proses identifikasi wanita yang bersangkutan dengan ibunya. Sedang pada kenyataannya. sebab cara hidup tersebut terutama cara hidup seksualnya mempengaruhi kondisi rahim dan organ genitalnya. sehingga sepintas lalu tampak bahwa proses kelahiran pada wanita primitif lebih mudah dan cepat. aktivitas melahirkan bayi cukup bervariasi dari yang amat mudah dan lancar sampai pada yang sangat sukar. berlangsung normal ataupun yang abnormal dll. Kerja berat dan kehidupan aktif jelas memperkuat otot panggulnya sehingga memudahkan proses kelahiran. kelenjar endokrin ini sangat penting fungsinya pada saat melahirkan bayi. Dengan demikian pengaruh psikologis ibu ikut memainkan peranan dalam fungsi reproduksi anak perempuannya.

com/. yaitu relasi tadi menjadi lebih rasional sifatnya. 20 maret. yaitu sejak turunnya bibit kedalam rahim ibu sampai kelahiran bayi itu senantiasa saja dipengaruhi (distimulir atau justru terhambat) oleh pengaruh-pengaruh psikis tertentu maka ada: 1) Interdependensi di antara faktor-faktor somatis (jasmaniah) dan faktorfaktor psikis.1) Menjauhkan pengaruh buruk dari lingkungan.2 Faktor Somatis dan Psikis yang Mempengaruhi Kelahiran Bayi Setiap proses biologis dari fungsi keibuan dan reproduksi. (http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran. 2) Menghindarkan godaan setan atau tenaga gaib. sebab mereka selanjutnya mengundang seorang wanita yang berpengalaman atau dukun dan dikemudian hari memanggil seorang bidan. Adat kebiasaan ini lambat laun mengalami modifikasi atau perubahan. sebab secara anatomis dan fisiologis kesulitan pada peristiwa partus bisa dijelaskan dengan alasan patologis atau sebab abnormalitas. 13 .3. konflik batin dan materil psikis lainnya. akan tetapi lebih banyak didorong oleh relasi kekeluargaan dan sebab emosional tertentu. ketakutan.blogspot. 17. mertua atau nenek bukan disebabkan oleh karena mereka memiliki banyak pengalaman. Asistensi oleh seorang kawan. Pada zaman modern ini kepercayaan pada kekuatan gaib selama proses reproduksi sudah mulai berkurang. 2) Jadi pada fungsi reproduksi yang sifatnya biologis itu selalu dimulai pula oleh elemen-elemen psikis. ibu.46) 2. 2) Menjamin keselamatan ibu dan bayinya. Pada intinya relasi mereka itu mempunyai tujuan yang sama yaitu : 1) Memperlancar proses kelahiran bayi. namun semua kemajuan ini dibarengi dengan kecemasan dan ketakutan pada desa dan kesalahan sendiri sehingga menimbulkan rasa tegang. 3) Mengundang roh yang baik untuk merestui ibu hamil berserta bayinya.

2) Trauma kelahiran Trauma kelahiran ini berupa ketakutan akan terpisahnya bayi dari rahim ibunya yaitu merupakan ketakutan hipotesis untuk dilahirkan di dunia dan takut terpisah dari ibunya. harapan penuh kegembiraan dan kecemasan yang semuanya menjadi semakin intensif pada saat mendekati masa kelahirannya bayinya. seolah-olah ibu tidak mampu menjamin keselamatan bayinya. 14 . baik kematian dirinya sendiri maupun bayinya. Peristiwa inilah yang menimbulkan ketakutan khususnya takut mati. (http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran. yang hubungan ini tidak jelas. Hal ini disebabkan oleh : 1) Takut mati Sekalipun peristiwa kelahiran itu adalah suatu fenomena fisiologis yang normal namun hal tersebut tidak kalis dari resiko dan bahaya kematian. takut. Pada saat sekarang perasaan takut mati tidak perlu dilebih-lebihkan karena majunya ilmu pengetahuan.3. Cemas mungkin emosi positif sebagai perlindungan menghadapi stres. Bahkan pada wanita paling sehat sekalipun kondisi somatis menjelang kelahiran bayi ini dirasakan sangat berat dan tidak menyenangkan. kegelisahan dan rasa tenang bahagia. keraguan dan kepastian. Penderitaan fisik dan beban jasmaniah selama berminggu-minggu terakhir masa kehamilan itu banyak menimbulkan gangguan psikis. yang bisa menjadi masalah apabila berlebihan.46) 2. ngeri. kita harus menjenguk sejenak fase terakhir dari masa kehamilan. 17. Pada setiap wanita baik yang bahagia maupun yang tidak. benci. apabila dirinya hamil pasti akan dihinggapi campuran perasaan yaitu rasa kuat dan berani menanggung segala cobaan dan rasa lemah hati.Untuk memperoleh sedikit pengertian tentang situasi psikologis kelahiran. 20 maret. rasa cinta.com/.blogspot. Bahkan pada proses kelahiran yang normal sekalipun senantiasa disertai perdarahan dan kesakitan yang hebat.3 Emosi pada Saat Hamil dan Proses Melahirkan Cemas adalah suatu emosi yang sejak dulu dihubungkan dengan kehamilan.

keresahan hati dan ketakutan.3. 4) Ketakutan riil Pada setiap wanita hamil. ketakutan itu menjadi semakin intensif. beban hidup makin bertambah. pubertas sampai usia adolescen. Jika identifikasi itu menjadi salah satu bentuk dan wanita tadi banyak mengembangkan mekanisme rasa bersalah dan rasa berdosa terhadap ibunya. sejak mula pertama kehamilannya senantiasa diombang ambingkan diantara keinginan instinktif untuk memiliki seorang anak melawan rasa keengganan 15 .46) 2. suaminya dan semua orang yang bersimpati padanya ikut-ikutan menjadi panik dan resah memikirkan keadaannya.4 Reaksi Wanita Hypermaskulin dalam Menghadapi Kelahiran Wanita yang sangat aktif dan hypermaskulin bersifat kejantanan ekstrim. Oleh karena itu kita sering menjumpai adat kebiasaan dimana orang lebih suka dan merasa lebih mantap kalau ibunya/nenek sang bayi menunggu dikala ia melahirkan bayinya.blogspot. jika ibunya. sebab selalu saja ia bebani atau dikejar-kejar rasa berdosa. ketakutan untuk melahirkan bayinya itu bisa diperkuat oleh sebab-sebab konkrit lainnya. Oleh karena itu sikap menghibur dan melindungi dari suami dan keluarganya sangat besar artinya karena bisa memberikan support moril pada setiap konflik batin. maka peristiwa tadi membuat dirinya menjadi tidak mampu berfungsi sebagai ibu yang bahagia. baik yang riil maupun yang tidak. wanita itu banyak melakukan identifikasi terhadap ibunya. gadis cilik. misal takut bayi lahir cacat. maka menjadi sangat pentinglah kehadidran ibu tersebut pada saat anaknya melahirkan oroknya. 20 maret. (http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran. Ketakutan mati yang sangat mendalam dikala melahirkan bayinya itu disebut ketakutan primer.com/. Dalam semua aktifitas reproduksinya. selalu saja gadis yang bersangkutan diliputi emosi cinta kasih pada ibu yang kadangkala juga diiringi rasa kebencian. takut dipisahkan. takut kehilangan bayinya. bayi bernasib buruk. 17.3) Perasaan bersalah/berdosa Pada setiap fase perkembangan menuju pada feminisme sejati yaitu sejak masa kanak-kanak.

ia merasa tidak perlu mengetahui secara detail keadaan dirinya yang tengah hamil karena 16 . karena anak tersebut dianggap menghambat karier dan kebahagiaannya. Sebagai akibatnya wanita tersebut tidak mempunyai kepercayaan diri dan sering dikacau oleh gangguan syaraf antara lain berupa migraien. Bertandingnya konflik yang lebih fundamental yaitu dorongan maskulinitas melawan dorongan feminitas. akan tetapi oleh karena usaha tersebut sifatnya sangat maskulin agresif maka kegiatan tersebut justru mengacaukan kelahiran normal dan semakin mempersulit kelahiran bayinya dengan kemampuan sendiri. Selanjutnya alam yang harus bertanggung jawab akan kelahiran bayinya kelak.46) 2.3. Dorongan maskulinitas lebih memberatkan prestasi karier dan jabatan sedang dorongan feminitas secara naluri menginginkan anak sendiri.untuk melahirkan anak sendiri. (http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran. 17. Kehidupan emosionalnya senantiasa goyah dilanda kerinduan cinta pada seorang anak kontrak kebencian akan mendapatkan keturunan. 20 maret. Dia juga dimuati oleh macam-macam kecemasan yaitu cemas kalau sang bayi akan menghambat profesinya.5 Reaksi Wanita Total Pasif dalam Menghadapi Kelahiran Wanita yang mengalami proses kelahiran bayinya secara total pasif. cemas kalau tidak mampu memelihara bayinya.com/. Kedua gejala tersebut akan memuncak. Wanita tersebut tidaktahu bagaimana ia seharusnya bersikap dan bertingkah laku.blogspot. lalu meletus jadi fenomena neoritis yang obsesif. Ia cuma tahu bahwa perutnya secara kebetulan ketempatan satu buah janin yang kelak akan lahir dari dirinya. selama kehamilannya wanita ini sama sekali tidak menyadari keadaan dirinya dan merasa tidak bertanggung jawab pada segala sesuatu yang terjadi pada dirinya. Lalu dia bersikap hiperpasif dan membiarkan dokter/bidan melahirkan bayinya melalui pembedahan. juga banyak konflik batin dalam dirinya. Kehamilan dirasakan sebagai suatu peristiwa mimpi atau dirasakan sebagai pengalaman somnabolistis seperti mimpi berjalan dan selalu dikejar oleh emosi yang antagonis. Selanjutnya pada saat kelahiran bayinya wanita yang bersifat hipermaskulin ini akan berusaha mengatasi ketakutannya dan kesakitan jasmaniah dengan usaha sendiri dan menganggap kelahiran bayinya sebagai suatu prestasi pribadi.

2) Ia menyuruh suaminya sebanyak mungkin melakukan semua tugasnya. (http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran. 5) Di tengah kelincahan dan kegembiraannya dan kondisi perutnya yang semakin membesar penampakkan dirinya menyerupai seorang gadis cilik yang tengah bermain dengan bonekanya. ia banyak mengeluh dan mendesak lingkungannya agar kelahiran bayinya bisa dipercepat. 7) Wanita ini mengalami kehamilan dan kelahiran bayinya sebagai suatu peristiwa magis yang menakjubkan. sebab sejak kehamilannya wanita itu ingin menyerahkan semua tanggung jawab sendiri kepada ibunya.blogspot. Secara membuta ia mengikuti saja semua sugesti dan instruksi orang lain dan bagikan anak kecil yang masih senang bermain-main ia memusatkan segenap minat pada upaya menghilangkan semua bentuk ketakutan dan bentuk kesalahan jasmaniah. 8) Sama sekali ia tidak merasa bertanggung jawab akan mati atau hidupnya benda yang dititipkan di rahimnya itu.com/. 3) Pada umumnya semua tingkah lakunya sangat infantil. 17. 6) Jika kehamilannya semakin tua wanita ini menjadi tidak sabaran dan sedikit pasif. Otomatis ia menyatakan kepada dunia luar adanya sesuatu benda yang diinjeksikan ke dalam rahimnya melalui coitus secara sadar atau tidak sadar. 10) Ia mengharapkan agar ibunya bersedia terus menerus menunggui dirinya di saat hamil dan melahirkan bayinya untuk memberikan atensi pada kelahiran janinnya. Tingkah laku wanita total pasif selama kehamilannya sangat khas yaitu : 1) Selalu bergantung dan menempel pada ibunya. 9) Semua sikap bermusuhan terhadap ibunya sendiri menjadi lenyap.menganggap sesuatu yang tidak berguna atau itu urusan suaminya/ibunya dan bisa mengganggu ketenangan batinnya.46) 17 . kekanak-kanakan 4) Tetap saja ia bersikap sangat pasif. 20 maret.

Biasanya wanita total pasif selalu bergantung dan menempel pada ibunya. Pada wanita total pasif. Masa persalinan sering kali dikaitkan dengan adat kebiasaan persalinan. Pada masa kehamilan. emosi dalam masa persalinan seperti perasaan takut mati. dan siap menerima peran dan kedudukan di masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. dia lebih goyah dalam menghadapi persalinan. biasanya psikologis wanita dewasa cenderung berubah drastic. Pada wanita hypermaskulin. hal ini tentu membutuhkan orang lain untuk mendampingi dan membantunya hingga dia merasa mampu menjalankan perannya sebagai ibu. perasaan bersalah dan ketakutan rill. kita dapat lebih mengontrol segala tindakan yang dapat merugikan pada masa-masa tersebut. karena adanya pertandingan konflik yang lebih fundamental yaitu dorongan maskulinitas melawan dorongan feminitas. 18 . dan dia lebih sering mengeluh kapan janin yang ada didalam kandungannya akan keluar. trauma kelahiran.BAB III PENUTUP 3. harus mengetahui kondisi psikologis wanita dewasa terutama saat kehamilan dan persalinan.1 Kesimpulan Wanita dewasa adalah seorang wanita yang telah menyelesaikan proses pertumbuhan fisiknya.2 Saran Baik pada petugas kesehatan dan wanita dewasa. Masa persalinan merupakan masa yang terberat yang harus dilalui oleh wanita dewasa. dia cenderung bersikap lebih cuek terhadap kehamilannya dan mempercayakan kepada orang yang dipercayainya untuk menjaganya. Sehingga jika kita sudah mengetahui apa yang biasanya terjadi. terutama dia akan cenderung memulai perannya seolah-olah menjadi ibu. 3. factor somatic dan psikis yang mempengaruhi kelahiran bayi. Sehingga pada masa kehamilanlah biasanya seorang wanita akan belajar menjadi seorang ibu. Karena kondisi psikologis juga dapat mempengaruhi.

Herawati.blogspot.com/ 19 .wordpress.DAFTAR PUSTAKA Mansur.com/ http://deetha-nezz. 2012. Jakarta: Salemba Medika http://midwifecommunity.com/ http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran.com/ http://viniezharachma.files. Psikologi Ibu dan anak Untuk Kebidanan.wordpress.wordpress.blogspot.com/ http://anto1987.blogspot.com/ http://psychologymania.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful