BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sistem Kendali Istilah sistem kendali dalam teknik listrik mempunyai arti suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi kerja mesin tersebut mencakup antara lain menjalankan (start), mengatur (regulasi), dan menghentikan suatu proses kerja. Pada umumnya, sistem kendali merupakan suatu kumpulan peralatan listrik atau elektronik, peralatan mekanik, dan peralatanlain yang menjamin stabilitas dan transisi halus serta ketepatan suatu proses kerja. Sistem kendali mempunyai tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

INPUT
Gambar 2.1 Unsur-unsur kendali Input pada umumnya

P R O S E S

OUTPUT
sistem

berupa yaitu alat

sinyal dari sebuah transduser, tekan, saklar batas,

yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol termostat, dan lain-lain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang diukur, kemudian informasi ini diproses

oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC. Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang

2

Dengan PLC. Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Dengan program yang disimpan dalam memori PLC. sinyal dari berbagai peralatan luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali.1 Sistem Kendali PLC Hingga akhir tahun 1970. dan sebagainya. Disamping itu. PLC dapat memonitor kemudian PLC keadaan sistem melalui sinyal dari atas logika didasarkan dapat program menentukan rangkaian aksi pengendalian peralatan output luar.3 dapat berupa motor listrik. timbul respon yang sesuai. sistem otomasi mesin dikendalikan oleh relai elektromagnet. kontaktor. Respon ini umumnya meng-ON-kan sinyal output pada peralatan output. memori. PLC merupakan ‘Jantung’ sistem kendali. Dalam sistem otomasi. besaran listrik diubah kembali menjadi besaran fisik. digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang. lampu. Sistem operasi sesungguhnya software systemn yang . Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal input dari peralatan input ON.1. kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem. atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks. 2. Dengan peralatan output. 1. memproses sinyal input/ output. CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar. dapat Dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi. modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. dalam eksekusinya. Ia mengeksekusi program. peralatan input. PLC PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit). (Programmable Logic tugas-tugas pengendalian dibuat dalam bentuk pengendalian terprogram yang dilakukan antara lain menggunakan PLC Controller). katup selenoid.

Ada dua jenis memori yaitu: ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory).  Berbagai jenis sensor. Interface adalah modul rangkaian yang digunakan untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar.4 mengkordinasikan PLC. maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM. saklar level. misalnya tombol. sensor level. 2. sensor suhu. Interface output menyesuaikan sinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatan output. Peralatan input itu antara lain:  Berbagai jenis saklar. Interface input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yang dibutuhkan untuk operasi sistem. saklar togel. misalnya sensor cahaya. ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. Peralatan Input Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatan output. Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen. saklar batas.  Rotary encoder Digital Input : Input Point Digital DC 24 Volt Input DC 5 Volt Input / TTL Input AC/DC 24 Volt Input AC 110 Volt Input AC 220 Volt Input Analog Input : Input Point Linier . saklar proximity. saklar tekan. Program kendali disimpan dalam memori pemakai. yaitu EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer.

peralatan ini digunakan untuk keperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitas pegendalian.2 Proximiti sensor Gambar 2.5 - 1 – 10 Volt DC -10 Volt DC --.4 Photoelec sensor 3. antara .3 Sound sensor Gambar 2. Peralatan penunjang itu. Peralatan Output Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC.+ 10 Volt DC 2 – 20 mA DC Beberapa jenis sensor dapat kita lihat seperti dibawah ini : Gambar 2. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. Peralatan output itu misalnya:     Kontaktor Motor listrik Lampu Buzer 4. Maksudnya.

2. Jenis Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan elektronik. yaitu: disket. atau dari dalam PLC itu sendiri. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia .2 Komponen Unit PLC Unit PLC dibuat dalam banyak model/tipe.  Berbagai jenis memori luar. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC. dan sebagainya. LSS. Dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. Catu daya ini dapat dicatu dari luar. Syswin. software ladder. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar. Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiap peralatan digital membutuhkan catu daya DC.  Berbagai software ladder. 2. dan CX Programmer. Jumlah I/O (Input / Output) Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. sedangkan pada PLC tipe compact catu daya tersedia pada unit. konsol pemprogram. 5.6 lain :  berbagai jenis alat pemrogram. misalnya printer. yaitu: SSS. programmable terminal. yaitu komputer. plotter. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan: yang dibedakan menurut:  Jenis catu daya  Jumlah terminal input/output  Tipe rangkaian output 1.1. CD .  Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer. flash disk.

20. PLC dengan terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 dan terminal output 4. Penjelasan Komponen 1. Jadi.7 terminal I/O sebanyak 10. jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu.5 Beberapa Jenis PLC dan terminal In dan Out. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan. output transistor singking dan output transistor soucing. yaitu 3 : 2. Di bawah ini diberikan tabel yang menunjukkan jenis catu daya. 40 atau 60. tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu: output relay. Tipe Rangkaian Output PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali. Gambar 2. Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O. Pada umumnya. 3. jumlah I/O. 30.b dan tipe rangkaian output. Terminal input catu daya Hubungkan catu daya (100 s.d 240 VAC atau 24 VDC) ke terminal ini .

Terminal Output Sambunglah peralatan output luar ke terminal output ini 7. Terminal Ground Fungsional Pastikan untuk membumikan terminal ini (hanya untuk PLC tipe AC) untuk meningkatkan kekebalan terhadap derau (noise) dan mengurangi resiko kejutan listrik 3.1 Indikator status PLC Indikator PWR (Hijau) RUN (Hijau) Status ON OOF ON OFF Berkedip OFF ON Berkedip OFF Arti Daya sedang dicatukan ke PLC Daya tidak sedang dicatu ke PLC PLC dalam mode RUN atau MONITOR PLC beroprasi dalam mode PROGRAM. Terminal input Sambunglah peralatan input luar ke terminal input ini 6. seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini: Tabel 2. misalnya CPM2A dilengkapi dengan terminal output catu daya 24 VDC untuk mencatu daya peralatan input 5. atau terjadi kasalahan fatal Data sedang diteransfer melalui port peripheral atau port RS-232C Data tidak sedang ditransfer melalui port peripheral atau port RS-232C Terjadi kesalahan fatal Terjadi kesalahan tidak fatal Operasi berlangsung normal COMM (Kuning) ERR/ALM (Merah) . Terminal catu daya luar PLC tertentu. Terminal Ground Pengaman Pastikan untuk membumikan terminal ini untuk mengurangi resiko kejutan listrik 4. Indikator status PLC Indikator ini menunjukkan status operasi PLC.8 2.

. Jika terjadi kesalahan fatal.2 Indikator Kesalahan Kesalahan Fatal Kesalahan unit CPU. Indikator input Indikator input menyala saat terminal input yang sesuai ON. Saklar komunikasi Saklar ini untuk memilih apakah port peripheral atau port RS-232C akan menggunakan setting komunikasi pada PC Setup atau setting standar 14. Batere Konsol Pemrogram.9 8. Port peripheral Sambungan PLC ke peralatan pemrogram: Konsol Pemrogram. Indikator input menyala selama refreshing input/output. Analog Control Putarlah control ini untuk setting analog (0 s. Indikator output Indikator output menyala saat terminal output yang sesuai ON 10. Port RS 232C Sambungan PLC ke peralatan pemrogram: komputer. tetapi status input tidak akan diubah pada memori Padam Indicator input 9. atau komputer 12. atau terlalu banyak unit I/O Indikator akan berubah sesuai status Kesalahan memori atau kesalahan FALS (sistem fatal) sinyal input. kesalahan bus I/O.d 200) pada IR 250 dan IR 251 11. indikator input berubah sebagai berikut : Tabel 2. atau Programmable Terminal 13.

Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC yang terdiri atas spesifikasi umum. unit sensor suhu) 2. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). . Konektor ekspansi Tempat sambungan PLC ke unit I/O ekspansi atau unit ekspansi (unit I/O analog.1.3 Spesifikasi Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. spesifikasi input. dan spesifikasi output.10 Batere ini mem-back-up memori pada unit PLC 15.

4 Spesifikasi output Butir Kapasitas Switching maksimum Kapasitas minimum Listrik Usia kerja relay Tunda ON Tunda OFF Konfigurasi rangkaian output : 150. 5 VDC Spesifikasi 2 A.000 operasi (beban resistif 24 VDC) 100.3 Spesifikasi Input Butir Tegangan input Impedansi input Arus input Tegangan/arus on Tegangan/arus off Tunda on Tunda off Konfigurasi rangkaian input Spesifikasi 24 VDC +10%/ -15% 2. 250 VAC (cos φ = 1) .6 Spesifikasi digital Point Input Tabel 2.11 Gambar 2. 1 mA 10 ms 10 ms Tabel 2.7 kΩ 8 mA 17 VDC input.000 operasi 15 ms maks 15 ms maks 2 A.000. 5 mA 5 VDC maks. 24 VDC Switching 10 mA.000 operasi (beban induktif) Mekanik : 20.

maka akan terjadi kesalahan sistem kendali.1.12 2. panel kendali hanya cocok untuk proses yang sangat khusus. Ia tidak dapat dimodifikasi menjadi sistem yang baru dengan segera. Dari uraian di atas.4 Perbandingan Sistem Kendali Elektromagnet dan PLC Pada kasus panel sistem kendali terlalu relay besar elektromagnetik sehingga (kontaktor). dan lagi boleh jadi ruangan tidak tersedia serta pengawatan harus dilacak untuk mengakomodasi perubahan. Tiap sambungan dalam logika relay pengawatan tidak sempurna. Dengan kata lain. mesin harus diistirahatkan. 2. dapat disimpulkan adanya kelemahan sistem kendali relay elektromagnetik sebagai berikut: • • • • Terlalu banyak pengawatan panel Modifikasi sistem kendali sulit dilakukan Pelacakan gangguan sistem kendali sulit dilakukan Jika terjadi gangguan mesin harus diistirahatkan untuk melacak kesalahan sistem Kesulitan-kesulitan di atas dapat diatasi dengan menggunakan sistem kendali PLC. lama. panel kendali elektromagnetik tidak fleksibel. semua pengawatan ditempatkan dalam sebuah panel kendali. Dan jika diperlukan modifikasi. Jadi. . Dalam beberapa kendali memakan banyak ruang harus disambung. Pada Jika (tempat). perlu waktu cukup umumnya. Untuk melacak kesalahan ini. kontaktor memiliki jumlah kontak terbatas.1.5 Keunggulan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut: • • Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan sejauh cara mengganti program kendali tanpa merubah pengawatan tidak ada tambahan peralatan input/output.

Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak. Penerapan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan: • • • • • • • • 2. PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem . Memilih kendali.6 Sistem kendali PLC lebih andal.1. • • Kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat.1. 2.7 Traffic light Lift Konveyor Sistem pengemasan barang Sistem perakitan peralatan elektronik Sistem pengamanan gedung Robot Pemrosesan makanan Langkah-Langkah Desain Sistem Kendali PLC Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkah- langkah sistematik sebagai berikut: 1. • • 2.13 • Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik. Memasang Sistem Komunikas. Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat.

Memasang unit 6. yaitu menyulut saklar dengan menggunakan tegangan. berfungsi sebagai hambatan dan penunjang dalam suatu susunan rangkaian. fungsi dari kapasitor disesuaikan dengan jenis bahan dan penggunanya. Menjalankan program 2. ada beberapa jenis kapasitor seperti kapasitor elektrolit dan keramik. Alat ukur Alat ukur merupakan perangkat penting dalam sebuah control otomatisasi. Menyambung pengawatan I/O 7. tegangan. Membuat program kendali 4. Mentransfer program ke dalam PLC 5. relay biasa digunakan pada control otomatis yang hanya memiliki output atau keluaran daya yang kecil. maka ditambah rangkaian relay agar rangkaian utama tidak rusak. Relay Relay merupakan saklar elektronik. 3. 4. karena tegangan dipergunakan dalam PLC Adalah arus DC untuk mensuplai daya ke sistem PLC dan sensor serta actuator.2 Elektronika Dasar 1. 5. Resistor (Hambatan) Hambatan merupakan salah satu komponen yang paling sering dipergunakan dalam berbagai rangkaian elektronika. ada beberapa jenis alat ukur . Kapasitor Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi sebagai filter dan penyimpan arus dalam suatu rangkaian elektronika terutama rangkaian catu daya. Menguji coba program 8. hambatan dan dioda pada suatu rangkaian dan sistem control.14 3. alat ukur digunakan untuk mengukur besarn arus. menyearahkan dari arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) dioda dipergunakan dalam rangakaian catu daya. Dioda (Penyearah) Dioda digunakan sebagai penyearah. 2.

15 yang dipakai. Oleh karena itu. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram ladder dan kode mneumonik. Teknik Pemograman PLC 1. Contoh diagram ladder ditunjukan pada gambar di bawah ini : . a. intruksi. dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk suatu instruksi. Alamat adalah nomor yang menunjukan lokasi. 2. Volt meter. Sepanjang garis instruksi. diagram blok fungsi. Bahasa pemograman tersebut antara lain : diagram ladder. 2. diantaranya multimeter yang mencangkup Ohm meter. Instruksi harus disusun secara berurutan dan menempatkanya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam program. juga dapat mengukur kutub pada dioda dan transistor. atau data dalam daerah memori. Unsur-unsur Program Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu : alamat. instruksi. Diagram Ladder Diagram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar. Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di sebelah kanan dieksekusi.3. pembuat program harus memperhatikan tata cara penulisan instruksi. Intruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. teks terstruktur. PLC hanya dapat melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. dan operand. Ampere meter. kode mneumonik. Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemograman yang digunakan. Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan nilai angaka nyata atau merupakan alamat data dalam memori. ditempatkan kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan. Bahasa Pemograman Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebut bahasa pemograman.

Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan bagisn yang lebih kompleks. Ada dua kontak.16 Gambar 2. b. Instruksi Diagram Ladder Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan. program yang disimpan di dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik memori PLC dalam bentuk diagram ladder. Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika. Sepasang arus vertikal disebut kontak (kondisi). yaitu kontak NO (Normaly Open) yang digambar tanpa garis diagonal dan NC (Normaly Closed) yang digambar dengan garis diagonal. . Kode Mneumonik Kode Mneumonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya diagram ladder.7 Contoh diagram ladder Terlihat dari gambar diatas bahwa garis instruksi dapat bercabang kemudian menyatu kembali. Angka di atas kontak menunjukan bit operand. Sesungguhnya. memahami kode mneumonik itu sangat penting. Instruksi LOD dimulai dengan dengan barisan logic yang dapat diterapkan menjadi ladder diagram rung. 3. Instruksi LOD digunakan setiap kali rung baru dimulai. Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan kontak-kontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet. Oleh karena itu.

Konsole Pemrograman .5 Gerbang Logika 4.17 Tabel 2.

b. Untuk posisi ini. memeriksa hubungan input dengan input device. c. kondisi/status output kontak. Mode MONITOR Mode ini digunakan untuk mengubah nilai setting dari counter dan timer ketika PLC sedang beroperasi. CPU PLC dapat diset ke 3 mode/posisi PROGRAM. MONITOR.8 Contoh Program console Console pemrograman merupakan bagian penting. . Mode PROGRAM Mode ini digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi atau perbaikan ke program yang sudah ada. dengan kata lain console merupakan alat yang dipergunakan untuk memasukkan program ke dalam memori PLC. console merupakan alat yang dipergunakan untuk menginput program yang telah ditulis ke dalam PLC. a. atau RUN yang dapat dilihat dari tampilan Programming Console (PC). kita perlu ekstra hati-hati sebab kesalahan operasional Programming Console dapat menyebabkan berubahnya program yang ada di dalam memori PLC. memeriksa hubungan output dengan output device. Mode RUN Mode ini digunakan untuk mengoprasikan/menjalankan program yang telah kita buat tanpa dapat mengubah nilai setting timer dan counter. Pada mode ini kita dapat menuliskan program yang kita buat dan akan langsung disimpan di RAM oleh PLC. adapun bentuk dari console dapat dilihat pada gambar di atas yang kanan. dan lain-lain. Pada mode ini kita dapat memonitoring program. Kita juga dapat merubah isi DM. serta akan sangat membantu dalam pelacakan kesalahan sistem.18 Gambar 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful