Teori

Suspensi Defenisi Suspensi ; FI III : 32 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. ; DOM : 537 Suspensi adalah proses penyiapan bahan homogen yang terdiri dari fase terdispersi atau fase internal yaitu padatan dan fase kontinyu yaitu cairan. ; Farfis : 477 Suatu suspensi dalam bidang farmasi adalah kasar dimana partikel zat padat yang tidak aktif dalam suatu medium cair. ; RPS 18th : 1538 Fisika kimia mendefinisikan kata “suspensi” sebagai sistem dua fase yang terdiri dari serbuk terbagi halus yang didispersikan dalam padatan, cairan atau gas. ; Lachman : 479 Suspensi adalah sistem heterogen dari 2 fase. Fase kontinyu atau eksternal biasanya berupa cairan atau semipadat dan fase terdispersi atau internal terdiri dari bahan partikulat yang tidak larut tetapi terdispersi dalam fase kontinyu, bahan tidak larut dapat ditujukan untuk absorbsi fisiologis atau fungsi penyalutan internal atau eksternal. ; Parrot : 341 Suspensi farmasetik adalah suatu dispersi dari serbuk terbagi halus dalam medium cair suatu larut dispersi terdisperi

1

;

Scoville : 298 Suspensi adalah sediaan farmasi dimana cairan mengandung zat/bahan yang tidak larut

;

Prescription : 201 Suspensi farmsetik mungkin didefenisikan sebagai dispersi kasar yang mana partikel padat (obat) terbagi halus tidak larut, biasanya lebih besar daripada 0,1 mikron diameternya, didispersikan dalam medium cair ( air atau cairan minyak).

Kesimpulan : Suspensi adalah sistem heterogen yang terdiri dari dua fase. Fase kontinyu atau eksternal biasanya cairan atau semi padat dan fase dispersi atau internal terdiri dari partikulat atau serbuk padat terbagi halus yang diameternya lebih besar dari pada 0,1 mikron yang didispersikan dalam padatan, cair atau gas yang ditujukan untuk absorbsi fisiologis atau untuk fungsi penyalutan internal atau eksternal. Keuntungan Suspensi ; RPS18th : 1539 a Beberapa obat yang tidak larut dalam semua media penerima, oleh karena itu harus dibuat sebagai padatan, bentuk sediaan bukan larutan (tablet, kapsul dll) atau sebagai suspensi. b Rasa yang tidak enak dapat ditutupi dengan penggunaan suspensi dari obat atau derivatif dari obat sebagai contoh yang terikat kloramfenikol palmitat. c Suspensi dibuat dari pertukaran ion damar yang mengandung obat bentuk ion dapat digunakan tidak hanya untuk meminimalkan rasa dari obat tetapi juga untuk menghasilkan

2

produksi

beraksi

lama,

sebab

obat-obatan

mengalami

pertukaran yang lambat untuk ion-ion lain dalam saluran pencernaan. d e Suspensi juga secara kimia lebih stabil dibanding larutan Suspensi merupakan bentuk sediaan yang ideal untuk pasien untuk pasien yang sulit menelan tablet atau kapsul yang mana penting dalam pembuatan obat untuk anak-anak. ; Scoville: 298 a Cairan yang mengandung bahan tidak larut memberikan keuntungan baik untuk pemakaian dalam maupun untuk pemakaian luar untuk aksi perlindungan dan juga aksi diperpanjang. Kedua efek ini dapat dicapai secara relatif dari obat yang tidak larut. Dalam kasus suspensi untuk injeksi intramuskular bahan pensuspensi diinginkan sebagai cadangan untuk menyakinkan aksi diperpenjang dari obat. b c Suspensi juga mempunyai keuntungan dalam kestabilannya dibanding dengan bentuk larutan Rasa bergantung pada pH larutan. Suspensi dari quinin pahit tetapi tidak dalam bentuk larutan obat terlarut dan memperluas luas permukaan dari obat yang dapat bersentuhan dengan lidah sehingga lebih pahit daripada bentuk suspensi (obat tidak larut). ; Parrot : 344 Suspensi oral merupakan bentuk sediaan yang menguntungkan untuk penggunaan pada anak-anak atau orang dewasa yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet atau kapsul. Kerugian suspensi ; Modern Pharmaceutical : 339

3

a

Keseragaman dan keakuratan dari dosis saat sediaan digunakan untuk pengobatan tidak mungkin dibandingkan rasanya yang diperoleh dengan menggunakan tablet atau kapsul.

b c d

Sedimentasi

atau

endapan

yang

kompak

menyebabkan

masalah dimana tak berarti selalu mudah untuk dilarutkan. Produknya cair dan secara relatif massanya berat. Sifat ini tidak menguntungkan bagi farmasis dan pasien Keefektifan dari formulasi dan suspensi secara farmasetik bagus biasanya sulit untuk dicapai dari sediaan tablet/kapsul pada obat yang sama. ; Prescription : 201 a. Masalah yang ditimbulkan dalam pencampuran atau industri farmasi dalam formulasi keduanya baik suspensi maupun emulsi sangat berhubungan erat dengan kestabilan termodinamik dari bentuk sediaan ini. b. Pengaruh gravitasi menyebabkan sedimentasi fase padat terdispersi dari suspensi. c. Pemisahan fase dalam emulsi harus dicegah jika pasien diberikan dengan dosis yang seragam dari obat yang terkandung di dalamnya. Sifat termodinamika tidak stabil o Bentuk suspensi dikatakan termodinamika tidak stabil (Farfis:478) Kerja harus dilakukan untuk megurangi padatan menjadi partikel kecil dan mendispersikannya dalam suatu pembawa. Besarnya luas permukaan partikel yang diakibatkan oleh mengecilnya zat padat berhubungan dengan energi bebas permukaan yang membuat sistem tersebut tidak stabil secara termodinamik., dimana dimaksudkan di sini bahwa partikel-partikel tersebut berenergi tinggi dan cenderung untuk

4

mengelompok kembali untuk mengurangi luas permukaan total dan memperkecil energi bebas permukaan. Kenaikan dalam kerja W atau energi bebas permukaan total ∆ F diperoleh dengan membagi zat padat menjadi partikel yang lebih kecil dan mengakibatkan meningkatnya luas permukaan total ∆A yang digambarkan dengan : ∆ F = γSL . ∆A dimana γSL adalah tegangan antar muka antara medium cair dan partikel padat. Tegangan antar muka dapat dikurangi dengan penambahan suatu surfaktan . sistem tersebut cenderung untuk mengurangi energi bebas permukaan: keseimbangan dicapai bila ∆F = 0 keadaan ini dapat dicapai dengan pengurangan tegangan permukaan atau mungkin dapat didekati dengan pengurangan luas antar muka. Kemungkinan terakhir ini. mengakibatkan flokulasi atau agregasi yang diinginkan atau tak diinginkan dalam suatu suspensi farmasi seperti yang dipertimbangkan dalam bagian terakhir. Pada keadaan tertentu misalnya dalam suatu lempeng padat partikel tersebut dapat melekat dengan gaya yang lebih kuat membentuk suatu gumpalan (aggregates). 5 . Oleh karena itu partikel-partikel dalam suspensi cair cenderung untuk berflokulasi yakni membentuk suatu gumpalan yang lunak dan ringan yang bersatu karena gaya van der Walls yang lemah. tapi biasanya mempunyai suatu tegangan antar muka positif tertentu dan partikelpartikel tersebut cenderung untuk berflokulasi. Pembentukan setiap jenis gumpalan (agglomerates). apakah itu flokulat atau aggregat dianggap sebagai suatu ukuran dari suatu sistem utnuk mencapai keadaan yang lebih stabil secara termodinamik. Agar mencapai suatu keadaan stabil. o Kestabilan fisika suspensi (Farfis: 545) Untuk tujuan farmasetik stabilitas secara fisika dari suspensi dapat didefenisikan sebagai kondisi dimana partikel tidak membentuk aggregate dan dimana partikel tetap terdistribusi secara seragam di seluruh dispersi.

semestinya untuk menambah pernyataan ini bahwa jika partikel mengendap partikel tersebut harus dengan mudah disuspensikan kembali dengan sejumlah pengocokan sedang. RPS 18th : 296 Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi dalam formulasi suspensi yang baik : 1 2 Partikel yang terdispersi harus memiliki ukuran yang sama dimana partikel ini tidak mengendap dengan cepat dalam wadah. Bagaimanapun juga. RPS 18th: 1538 Batas terendah dari ukuran partikel mendekati 0. Farmasi fisika : 477 Suatu suspensi yang dapat diterima mempunyai kualitas tertentu yang diinginkan: 6 . . sedimen harus tidak membentuk endapan yang keras. Ukuran Partikel Suspensi . dalam peristiwa terjadinya sedimentasi. .1 µm Parrot : 344 Ukuran partikel suspensi 1-50 µm Scoville : 295 Partikel padat sekecil 1 µm dalam diameter mengandung lebih dari 100 juta molekul setiapnya. Kriteria Suspensi yang ideal . memiliki rasa yang menyenangkan dan tahan terhadap serangan mikroba. Produk harus mudah untuk dituang. Endapan tersebut harus dapat terdispersi kembali dengan usaha yang minimum dari pasien 3 .karena situasi ideal ini jarang terjadi.

. produk tersebut harus cukup cair sehingga dapat tersebar dengan mudah ke seluruh daerah yang sedang diobati tetapi juga tidak boleh sedemikian mudah bergerak sehingga gampang hilang dari permukaan dimana obat tersebut digunakan. d adalah diameter partikel dalam cm. 7 .1 2 Zat yang tersuspensi tidak boleh cepat mengendap Partikel-partikel tersebut walaupun mengendap pada dasar wadah tidak boleh membentuk suatu gumpalan padat tetapi harus dengan cepat terdispersi kembali menjadi suatu campuran homogen bila wadahnya dikocok dari botolnya atau untuk mengalir melewati jarum injeksi. RPS 18 th : 295 Jumlah partikel yang mengendap dalam suspensi berhubungan dengan ukuran partikelnya dan berat jenis dan kecepatan dari medium suspensi. Gerak Brown atau acak mungkin memberikan efek yang signifikan. g adalah percepatan gravitasi medium pendispersi dalam poise. 4 Cairan tersebut dapat kering dengan cepat dan membentuk suatu lapisan pelindung yang elastis sehingga tidak akan mudah terhapus. 3 Untuk cairan obat luar. Farmasi fisika : 547 Kecepatan pengendapan dijelaskan dengan hukum Stoke’s : V = d2 (ρs – ρo)g 18 ηo dimana v adalah kecepatan pengendapan dalam cm/sec. ρs dan ρo adalah berat jenis dari fase terdispersi dan medium pendispersi berturut-turut. akan ada atau tidaknya flokulasi dalam sistem. Hukum Stoke’s . juga harus mempunyai warna dan bau yang nyaman.

g adalah percepatan gravitasi (980. ρ1 dan ρ2 berturut-turut adalah berat jenis (g/cm3) dari fase terdispersi dan medium pendispersi. r adalah jari-jari dari partikel dalam cm.7 cm/sec 2) dan η adalah viskositas Newtonian dari medium pendispersi dalam poise (g/cm sec).ρ2) g 9η dimana v adalah kecepatan pengendapan dalam cm/sec. yang ditunjukkan oleh gambar : 8 . Pertimbangan “block” dari cairan yang terdiri dari molekul dengan lempeng sejajar sama dengan kartu deck. Tipe-tipe aliran (Farmasi Fisika : 522) 1 Sistem Newtonian Aliran hukum Newton. Kesimpulan : Keceparan pengendapan tergantung dari ukuran partikel dan viskositas dimana ukuran partikel yang kecil maka partikel lambat untuk mengendap dan cenderung untuk membentuk agregat dan flokulasi dan jika mengendap dapat menyebabkan caking dan bila viskositas besar sulit dibuang dari botol.Hukum Stoke’s kecepatan sedimentasi yang seragam dari partikel spheris diatur oleh hukum stoke’s dijelaskan sebagai berikut : V = 2r2 (ρ1.

Newton adalah orang pertama yang mempelajari sifat-sifat aliran dari cairan secara kuantitatif. ini disebut shearing stress. rate of shear harus berbanding langsung dengan shearing stress atau : F A Dimana 2 = η dv dr η adalah koefisien viskositas. Non 9 . Oleh karena itu. Jika cairan pada bagian atas dipindahkan pada kecepatan konstan.Lapisan di bawah dijelaskan untuk pencampuran dalam tempat. Sistem Non. biasanya dinyatakan hanya sebagai viskositas saja. setiap lapisan lebih rendah dipindahkan dengan kecepatan yang proporsional secara langsung sampai jarak pembentukan lapisan stationer paling dasar. Dia menemukan bahwa makin besar viskositas suatu cairan akan makin besar pula gaya per satuan luas (shearing stress) yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu.Newtonian Farmasis mungkin lebih sering menyertai bahan non-Newtonian daripada larutan sederhana dan farmasis seharusnya mempunyai metode yang cocok untuk memepelajari substansi yang kompleks ini. Gaya per satuan luas F’/A diperlukan untuk menyebabkan aliran. Perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang cairan dipisahkan oleh suatu jarak yang kecil sekali (dr) adalah perbedaan kecepatan atau rate of shear dv/dr.

pseudoplastis. 10 . Ahli reologi menggolongkan Bingham Bodies sebagai suatu bahan yang memperlihatkan nilai yield. Sedang zat-zat yang mulai mengalir pada shearing stress terkecil didefinisikan sebagai cairan nilai yield adalah suatu sifat yang terpenting dari dispersi-dispersi tertentu. salep dan produk-produk serupa masuk dalam kelas ini. Pada harga stress dibawah nilai yield zat bertindak seperti bahan elastis. emulsi suspensi cair. yang sama dengan aliran dalam sistem newtonian dan aliran ini kebalikan dari viskositas plastik. koloid. Slop dari reogram diistilahkan dengan mobility. Bingham bodies tidak akan mengalir sampai shearing stress dicapai sebesar nilai yield tersebut. dan dilatan. dispersi heterogen cairan dan padatan seperti larutan.Newtonian bodies adalah zat-zat yang tidak mengikuti persamaan aliran Newton. Jika bahan-bahan non-Newtonian dianalisis dalam suatu viskometer putar dan hasilnya diplot. Persamaan aliran plastik dijelaskan : (F–f) U= G untuk mempelajari bahan plastik dalam suatu cara yang sistematik. sepeti halnya zat padat. diperoleh berbagai kurva konsistensi yang menggambarkan adanya 3 kelas aliran yaitu plastis. a Aliran Plastis Seperti material diketahui sebagai Bingham bodies dalam mengambil reologi modern yang utama dan pemasukan pertama Kurva aliran plastis tidak melalui titik asal tetapi memotong sumbu shearing stress (atau akan memotong jika bagian lurus dari kurva tersebut diekstrapolarisasikan ke sumbu) pada suatu titik tertentu yang dikenal sebagai nilai yield .

natrium alginat. aliran pseudoplastis diperlihatkan oleh polimer-polimer dalam larutan yang merupakan kebalikan dari sistem plastis yang tersusun dari partikel-partikel yang terflokulasi dalam suspensi kurva konsistensi. Viskositas pseudoplastis dari bahan menurun dan meningkatnya rate of shear. Akibatnya berlawanan dengan Bingham Bodies tidak ada nilai yield. termasuk bahan alam dan gum sintetik seperti dispersi cairan dari tragacan. Viskositas zat pseudoplastis berkurang dengan meningkatnya rate of shear viskositas nyata bisa diperoleh pada setiap kurva rate of shear dan kemiringan tangga (garis singgung) pada kurva pada titik yang tertentu (khas). c Aliran dilatan Suspensi-suspensi tertentu dengan persentse zat padat terdispersi yang tinggi menunjukkan peningkatan dalam daya hambat 11 . viskositas yang nyata diperoleh dari rate of shear yang membentuk tangen-slope dari kurva pada titik spesifik. Tetapi karena tidak ada bagian kurva yang linier maka kita tidak dapat menyatakan viskositas dari suatu bahan pseudoplastis dengan suatu harga tunggal. metilselulosa. bagaimanapun mungkin kurva konsistensi keseluruhan diplot.Dimana f adalah nilai yield atau intersep pada sumbu shear stress dalam dynes cm-2 dan F dan G telah didefinisikan sebelumnya. Sebagai aturan umum. b Aliran pseudoplastis Produk farmasetik dalam jumlah besar. Untuk bahan pseudoplastis mulai pada titik asal atau paling tidak mendekatinya pada rate of shear rendah. Tipe yang paling baik diwakili oleh pseudoplastis pada waktu yang sama. dan natirum karboksimetilselulosa. menunjukkan aliran pseudoplastis.

system seperti itu sebenarnya volumenya meningkat jika terjadi shear dan oleh karena itu diberi istilah dilatan. suatu sistem dilatan kembali ke keadaaan fluiditas aslinya. Sementara bahan pseudoplastis seringkali diberi “shear thickening system”. shearing stress ( aliran newtonian) plastis shearing stress (aliran sederhana) shearing stress (aliran pseudoplastis sederhana) shaering stress (aliran dilatan) 12 . Jika stress dihilangkan.untuk mengalir dengan meningkatnya rate of shear. Zat-zat yang mempunyai sifat-sifat aliran dilatan adalah suspensi-suspensi yang berkonsentrasi tinggi (kira-kira 50% atau lebih) dari partikel-partikel kecil yang mengalami deflokulasi. Seharusnya tangen segera terlihat bahwa tipe aliran ini adalah kebalikan dari tipe yang dipunyai oleh sistem pseudoplastis.

struktur ini mulai memecah apabila titik-titik hubungan tersebut memisah dan partikel-partikel menjadi lurus. Ketika digunakan shear dan aliran dimulai. Aliran yang diinginkan 13 .volume rongga pembawanya cukup konsentrasinya relatif tinggi Thiksotropi (Farfis : 527) Sistem thiksotropi biasanya mengandung partikel-partikel asimetris yang melalui berbagai titik hubungan menyusun kerangka 3 dimensi diseluruh sampel tersebut. Bahan tersebut mengalami transformasi dari gel ke sol dan menunjukkan shear-thinning.Gambar Aliran Dilatan (Farfis : partikel yang sangat berdekatan volume rongga minimum maksimum pembawanya tidak cukup konsentrasi relatif rendah ) partikel berjauhan . Pada keadaan diam struktur ini mengakibatkan suatu derajat kekakuan pada sistem tersebut dan menyerupai suatu gel.

Salah satu yang biasa digunakan adalah pembawa berstruktur untuk menjaga deflokulasi partikel dalam suspensi. karboksimetilselulosa. partikel membentuk struktur gel jika dikocok suspensi akan mengalir dengan mudah. ♥ (Parrot : 344) Kombinasi dan aliran pseudoplastis dan bahan pesuspensi thiksotropik seperti natrium. yang kedua tergantung pada flokulasi terkontrol yang berarti mencegah pembentukan “cake”. memberikan karakteristik yang diinginkan dalam suspensi. partikel penambahan pembasah dan medium pendispersi partikel terdeflokulasi secara seragam A B C 14 . Selama penyimpanan.] Cara Formulasi Suspensi (RPS 18 th : 296) Formulasi suspensi yang mempunyai stabilitas fisika yang optimal tergantung pada partikel dalam suspensi apakah menjadi flokulasi atau deflokulasi. hasilnya adalah produk dengan stabilitas yan optimum. yang ketiga kombinasi dari dua metode sebelumnya. dan bentonit.♥ (Farfis : 530) Thiksotropi adalah suatu sifat yang diinginkan dalam suatu sistem farmasetis cair yang idealnya harus mempunyai konsistensi tinggi dalam wadah namun dapat dituang dan disebar dengan mudah.

Flokulasi 1) Partikel membentuk agregat bebas 15 .penambahan struktur penambahan bahan pembawa suspensi terdeflokulasi dalam struktur pembawa sebagai hasil akhir. pembawa penambahan bahan pengflokulasi suspensi flokulasi sebanyak produk akhir penambahan berstruktur flokulasi suspensi flokulasi suspensi flokulasi dalam struktur pembawa sebagai hasil akhir Perbedaan suspensi flokulasi dengan deflokulasi (RPS 18 th : 295) 1 Deflokulasi Partikel berada dalam suspensi dalam wujud yang memisah 2 Laju pengendapan lambat karena partikel mengendap terpisah dan ukuran partikel minimal. Laju pengendapan tinggi karena partikel mengendap sebagai flokulasi yang merupakan komposisi partikel. 2).

Endapan mudah untuk didispersikan kembali dalam bentuk suspensi aslinya. Partikel tidak mengikat kuat dan keras satu sama lain tidak terbentuk lempeng. bentonit. 297) Pembawa berstruktur secara umum pada larutan yang mengandung air dari bahan polimer seperti hidroklorida yang mana biasanya bermuatan negatif dalam larutan berair. 5 Suspensi penampilan menarik karena tersuspensi untuk waktu yang lama supernatannya juga keruh bahkan ketika pengendapan terjadi. Konsentrasi yang digunakan tergantung pada konsistensi yang diinginkan pada suspensi.akan disesuaikan dengan ukuran dan berat jenis partikel tersuspensi. idealnya volume endapan harus meliputi volume suspensi. Fungsinya sebagai bahan pensuspensi yang memberikan kekentalan dan mengurangi rata-rata pengendapan dari partikel terdispersi.3 4 Enadapan yang terbentuk lambat Endapan biasanya menjadi samgat padat karena berat dari lapisan atas dari bahan endapan yang mengalami gaya tolakmenolak antara partikel dan cake yang keras terbentuk dimana merupakan kesulitan jika mungkin didispersi kembali.0 Pembawa Berstruktur (RPS 18th . Parameter Pengendapan Suspensi (RPS 18th :296) Suspensi deflokulasi Fn = 0. Endapan yang terbentuk cepat 4). Hal ini dapat dikurangi jika volume endapan dibuat besar. 16 . dan karbopol. Suspensi menjadi keruh karena pengendapan yang optimal dan supernatannya jernih.15 Suspensi terflokulasi F = 0. selanjutnya . 5).75 = 5. contoh dari tipe ini adalah metil selulosa. karboksi metilselulosa. 3).

Reologi bahan-bahan pensuspensi dipertimbangkan di tempat lain (bab 20). pembentukan sistem pseudoplastis atau plastis yang sedang mengalami shear thinning. Tujuan umum untuk mengontrol proses flokulasi dengan penambahan sejumlah bahan pengflokulasi yang menghasilkan jumlah sedimen maksimum. formulator mengambil bahan terdispersi yang terdeflokulasi dan terbasahi berusaha membawa ke sekitar flokulasi dengan penambahan bahan pengflokulasi yang sangat umum. dispersi kembali tidak mungkin terjadi. pendispersiannya kembali dibantu oleh pembawa thinning jika dikocok. . polimer atau surfaktan. maksud awal bahwa partikel-partikel terdeflokulasi belum membentuk cake. karena partikel-partikel yang 17 . Ketika pengocokan tidak dilanjutkan pembawa memperoleh konsistensi awalnya dan partikel yang terdispersi kembali tetap tersuspensi. Jenis-jenis agregat (Lachman 482-483) Pertama perlu dicatat agregat jaringan terbuka atau flokula. jika menggunakan pendekatan formulasi suspensi. dibantu oleh pembawa shear thinning. agregat ini dikarakteristikkan dengan suatu jaringan terbuka. lunak. Beberapa derajat dari thiksotropi juga dinginkan bahan-bahan non-Newton pada tipe ini lebih dipilih dari sistem NonNewtonian karena jika partikel-partikel akhirnya mengendap pada dasar wadah.Jika sedimentasi dan packing telah terbentuk menjadi caking yang terjadi. Flokulasi Terkontrol (RPS 18th: 297) Flokulasi terkontrol. bahan pengflokulasi ialah elektrolit. strukturnya kaku sekali maka agregat – agregat ini mengendap dengan cepat membentuk sedimen yang tinggi dengan mudah dapat didispersikan kembali. Proses ini didispersi kembali. Idealnya. dan berserat dari partikel-partikel yang teragregasi.

yang sulit untuk terdispersi kembali (jika mungkin). Suatu gambaran agregat suatu gambaran agregat bentuk suspensi gambaran 18 . Lapisan tipis permukaan yang mengakibatkan pembentukan koagula seringkali adalah surfaktan. Jelaslah bahwa suspensi farmasi harus dapat terdispersi kembali hanya dengan pengadukan ringan untuk menjaga keseragaman pemberian dosis. seseorang harus mengetahui tentang bentuk teragregasi atau bentuk terdispersi sebagai kesatuan diskret. Afinitas dari lapisan tipis permukaan satu dengan lainnya bertanggung jawab untuk keuletan agregat. Seperti digambarkan dalam gambar. Catatan kedua. tak hanya dalam agregat cenderung membentuk suatu agregat tunggal besar yang terikat lapisan. Selain 2 tipe agregasi yang baru dibicarakan. Agregat ini mengendap perlahan-lahan ke ketinggian sedimen rendah yang mendekati kerapatan sedimen dari suatu sistem partikel kecil yang terdispersi yang dibicarakan dalam paragraf berikut. agregat tertutup atau koagula. karena mudahnya pembentukan jembatan kristal yang meluas.membentuk agregat masing-masing cukup jauh terpisah dengan lainnya untuk menghindarkan caking. Dilihat dari sifatnya endapan yang tersusun dari agregat tertutup tidak didispersikan kembali. gas. sedimen sedimen dari tipe suspensi ini secara perlahan-lahan (jika dibandingkan dengan tipe agregat terbuka dan tertutup) mencapai ketinggian sedimen yang rendah dan karena permukaan partikel berdekatan dengan sedimentasi maka memiliki potensial tinggi untuk caking. cairan-cairan yang tidak saling bercampur dengan air (dalam hal suspensi bukan air). yang disebutkan nanti dalam bab ini. agregat ini dikarakteristikkan oleh suatu kemasan kuat yang dihasilkan oleh pengikatan lapisan permukaan.

i. natrium sulfasuksinat dan natrium lauril sulfat. Sebagai contoh telah ditemukan dalam penambahan 1 fl. h.oz dari 10 % larutan dioktil natrium sulfasuksinat ke galon sanagt meningkatkan kualitas larutan kalamin. walaupun rata-rata tidak toksik. 19 . pengaroma dan pengharum pengawet untuk mengontrol pertumbuhan mikroba Cairan pembawa 2 Komponen dari pembawa suspensi e.Suspensi jaringan terbuka Komposisi suspensi Lachman PDF (180) 1 suspensi tertutup terdispersi Komponen dari sistem suspensi a b c d Bahan pembasah Bahan pendispersi atau deflokulasi Bahan pengflokulasi Bahan pengental pengontrol pH/buffer bahan osmotik bahan pewarna. Penmbahan bahan yang menurunkan tegangan permukaan dari air sangat membantu dalam peningkatan dispersi bahan tidak larut. dioktil. f. g. sangat sering digunakan dalam sediaan eksternal. Scoville: Bahan pensuspensi Bahan pembasah Tambahan suspensi Pengawet Bahan Pembasah Scoville : 306 Bahan pembasah.

penggantian udara dari matriks dari blok kapas dan perlu sehingga larutan obat dapat diabsorbsi untuk aplikasinya ke berbagai area tubuh. arang dan serbuk-serbuk lain untuk tujuan dari dispersi obat-obatan ini dalam larutan pembawa. Lachman : 168 Tehnik farmasetika sering membantu untuk memodifikasi karakteristik pembasahan dari serbuk meliputi dengan pengunaan surfaktan (kadangkadang dengan pengadukan) untuk menurunkan tegangan antar muka padatcair. menurunkan kemajuan sudut kontak dan membantu dalam mengganti tempat dari fase udara pada permukaan dan menggantinya dengan fase cairan. Tahap ini ekuivalen dengan perubahan dari tahap a ke tahap b dalam gambar. 20 .Farfis : 465 Bahan pembasah adalah surfaktan bahwa ketika dilarutkan dalam air. Kerja pembasahan penyebaran sama dengan kerja untuk membentuk antar muka padat-cair dan cair-gas dikurangi hilangnya antar muka padatgas. Partikel kemudian ditekan di bawah permukaan cairan ketika pembasahan pencelupan terjadi ( b ke c) selama tahap ini terbentuk antar muka padat-cair dan antar muka padat-udara hilang. Akhirnya cairan menyebar ke seluruh permukaan zat padat apabila pembasahan penyebaran terjadi. contoh aplikasi dari pembasahan dalam afrmasi dan obat yang termasuk penggantian dari udara dari permukaan sulfur. pemindahan dari kotoran dengan menggunakan deterjen dalam pencucian luka-luka dan penggunaan larutan obat dan disemprotkan ke permukaan kulit dan membran mukosa. Mekanisme pembasahan (RPS 18th: 254) Tahap pertama dalam pembasahan suatu serbuk adalah pembasahan adhesional dimana permukaan padat berhubungan dengan permukaan cairan.

Catatan bahwa harga HLB didaftarkan dalam tabel untuk pembasahan optimum yang lebih besar daripada range normal yang direkomendasikan. Bahan pembasah adalah surfaktan yang menurunkan tegangan antar muka dan sudut kontak antara partikel padat dan cairan pembawa. Ini sulit untuk disuspensikan dan sering terflokulasi pada permukaan air dan larutan polar untuk memerangkap udara dan kurang terbasahi. Padatan hidrofobik menolak air tetapi dapat dibasahkan dengan larutan non polar.Bahan pembasah (Lachman PDF : 181) Menurut Idson dan Scheer (62) .5 % dan tergantung pada bahan padat yang dimaksudkan untuk suspensi. bahan pembasah adalah kehadiran di saat serbuk ditambahkan dengan cairan pembawa. tentu zat padat sangat mudah dibasahi dengan cairan. Sejumlah surfaktan mungkin digunakan sebagai bahan pembasah farmasetik didaftarkan dalam tabel 8. Jika menurut Hienstan (8). Ketika pembasahannya tepat. Padatan hidrofilik sangat mudah dibasahkan dengan air dan dapat meningkatkan viskositas dari cairan pensuspensi. Penetrasi dari fase cair ke dalam serbuk dengan kecepatan yang cocok untuk mengeluarkan udara dari partikel dan dihasilkan pembasahan partikel akan tercelup atau terbagi dengan sedikit pengadukan. meskipun ada yang lain tidak. Konsentrasi dari surfaktan biasanya bervariasi dari 0. Menurut teori HLB (9). 21 . Obat mayoritas dalam cairan suspensi adalah hidrofobik.05 s/d 0. Sudut pembasahan tergantung pada afinitas obat terhadap air dan sebaliknya bahan padatan hidrofilik atau hidrofobik. Selanjutnya biasanya dapat digabungkan dalam suspensi tanpa menggunakan bahan pembasah . Range yang paling baik untuk pembasahan dan penyebaran dengan surfaktan non ionik antara 7 dan 10.

busa tidak diinginkan selama pembasahan dari formulasi suspensi.015% Natrium USP dalam air yang mana konsentrasi misel kritik di atas surfaktan. Ukuran waktu yang diperlukan untuk terbasahi secara sempurna dan serbuk tercelup. Meskipun demikian polisorbat 80 masih paling digunakan secara luas sebagai surfaktan untuk formulasi suspensi karena kurang toksik dan kecampuran dengan zat tambahan formulasi. 22 . Jumlah pembasahan sering ditentukan dengan ukuran tempat dari sejumlah serbuk yang permukaannya tidak terganggu oleh air yang dikandung memberikan konsentrasi surfaktan. tuntutan lebih efektif pada range konsentrasi daripada tipe nonionik. Pada lain pihak.5 % surfaktan mungkin melarutkan partikel-partikel yang lebih halus dan peran penting akhirnya untuk muatan dalam distribusi ukuran partikel dan pembentukan kristal. Carino dan Morlet (64) menemukan waktu pencelupan yang cepat untuk padatan hidrofobik (SpG > 1) dengan konsentrasi 0. Surfaktan paling banyak kecuali polimer rasa pahit sering melawan peraturan surfaktan digunakan sebagai suspensi oral. adalah pertimbangan kepekaan pH dan ketidakcampuran dengan banyak zat tambahan. Konsentrasi yang lebih besar dari 0. tipe oinik. Surfaktan HLB tinggi juga bahan pembusa. Nonoksinal dan polimer juga ditemukan menjadi bahan yang efektif di bawah konsentrasi misel kritiknya. Sebagai contoh. Penulis juga menunjukkan bahwa proses pembasahan melalui penetrasi air masuk ke dalam pori-pori serbuk dengan penyebaran dari pembasahan agregat serbuk yang utama dari pencelupan. Sterik stabilisasi dari suspensi dengan poloxamer telah diterima kembali oleh Rawlins dan kayes (63). bagaimanapun.05 % dapat menghasilkan pembasahan yang tak sempurna.Penggunaan surfaktan sebagai bahan pembasah juga akan memperlambat pembentukan kristal. Tambahan. konsentrasi surfaktan kurang dari 0.

Darvan(RT.. pendispersi yang hanya dapat 23 . New York. Bahan pendeflokulasi adalah garam organik polimerisasi dari asam sulfonat dari kedua tipe alkil aril atau aril alkil dapat mengubah permukaan muatan dari partikel melalui absorbsi fisika. Maras pere (Marathon Corp. Polielektrolit spesial ini mengikuti trade names “ Daxad (Dewey and almay chemical Co. Rothschild. Wi) dan orzan (Crown zeiter-bach. telah ditemukan (65) untuk menurunkan konsentrasi misel kritikal dan tegangan antar muka dari larutan surfaktan dan kemudian memperbaiki pembasahan. NY). bagaimanapun lebih mudah membentuk agregat atau flok. MA). Vanderbit Co. Istilah yang diperkenalkan oleh W. WA). Mekanisme aksinya tidak begitu dipahami. Cambridge. Bahan deflokulasi dan dispersi sejati (Lachman PDF: 183) Mitsui dan katada (60) menunjukkan bahwa kemampuan terdispersi dari serbuk dalam air tergantung dari besarnya jarak dari permukaan muatan dan berat jenis partikel. Suspensi yang dihasilkan . Tidak seperti surfaktan. bagaimanapun secara umum tidak semuanya dianggap aman untuk penggunaan internal dan sebagai hasilnya. tetapi polielektrolit ini ada untuk berfungsi memproduksi muatan negatif atau meningkatkan muatan negatif yang sudah ada untuk membantu meningkatkan pendispersian. apakah serbuk telah terdispersi dengan penampakan pengadukan mekanik atau tidak. camas.Penambahan sejumlah kecil elektrolit netral seperti KCl. Kebanyakan deflokulan. Griffin untuk menjelaskan keseimbangan hidrofilik lipofilik atau bagian dari surfaktan non ion yang telah memiliki nilai numerik antara 1 dan 20. Pengurangan gaya kohesiv antara partikel primer melalui gaya tolak menolak dari muatan sejenis membantu menghancurkan flok dan aglomerat dan juga membantu dispersi. bahan ini tidak menurunkan tegangan antarmuka. Sebab itu mereka tidak atau sedikit memiliki tendensi untuk menghasilkan busa atau partikel basah.

yang berhubungan dengan aktivitas untuk mendeflokulasi dijelaskan di atas . Sejak lecithin adalah substansi yang alami terjadi dan bervariasi dalam kelarutan airnya dan sifat kemampuan terdispersinya agar memperoleh hasil yang reprodusibel.01-1%) dari ion divalen atau trivalen larut air. gum (tragakan. tidak larut air. sering garam-garam ini digunakan berssama-sama dalam formula sebagai pH buffer dan bahan pengflokulasi. Xantin dll) dan derivat selulosa (Na-CMC. hidroksi profil selulosa. dan fosfat. sering cukup untuk menginduksi flokulasi dari muatan yang lemah. dan hidroksi propil metil selulosa) yang diserap meningkatkan kekuatan dari bentuk lapisan hidrasi sekeliling partikel yang tersuspensi melalui ikatan hidrogen dan interaksi molekul . polimer tidak larut dan jenis elektrolit pada konsentrasi yang sama (0. sitrat. non elektrolit organik.terdispersi untuk produk internal adalah lecithin (secara alami terjadi campuran dari fosfomida dan fosfolipida) . seperti NaCl atau KCl. seperti garam kalsium dan aluminium atau sulfat . biasanya diterima untuk mencapai bentuk flok tergantung muatan partikel .01-1%) dari elektrolit netral. Pengental dan Pelindung koloid Koloid pelindung atau hidrofilik seperti gelatin. positif atau negatif. Pada kasus ini dari muatan yang lebih tinggi. spesifikasi bahan mentah yang pantas dari lecithin harus dikontrol keras. Konsentrasi kecil (0. Sejak bahan-bahan ini mengurangi tegangan antar muka 24 . Bahan pengflokulasi Elektrolit netral sederhana (1:1) dan (2:1 atau 3:1) dalam larutan mampu mengurangi zeta potensial dari muatan partikel tersuspensi menjadi nol dianggap sebagai bahan pengflokulasi primer. Mekanisme dari aktivitasnya membentuk flok yang stabil telah dijelaskan secara gamblang dalam bab ini. seperti steroid.

fungsinya menjadi sangat baik dengan adanya surfaktan .1%).Banyak bahan-bahan pelindung koloid dalam konsentrasi rendah (< 0. 25 .dan tegangan permukaan lebih besar.1 %) dan penambah kekentalan dalam konsentrasi yang relatif tinggi (> 0.

yng tidak memiliki muatan formal. Normal diterima sebagai quality control untuk menentukan pH spesifik yang diinginkan. manitol atau sorbitol untuk garam inorganik dan elektrolit untuk menyeimbangkan osmolaritas dan tonisitas dalam suspensi opthalmik dan injeksi akan sering mengurangi variasi batch 26 . Bahan osmotik dan penstabil Diskusi selanjutnya juga menuliskan tentang kegunaan bahan osmotik (NaCl. Ini khusus nyata saat ion polivalen seperti sitrat dan fosfat digunakan sebagai sistem pembuffer. seperti kortikosteroid biasanya insensitif kepada perubahan pH. jika nilai pH yang spesifik ditemukan penting untuk menghasilkan stabilitas yang optimum dan atau kelarutan minimal dalam pembawa suspensi. obat-obat netral . Beberapa efek dapat garam dan buffer dan bagaimanapun. Suspensi stabil.Bahan Pengontrol pH dan buffer Suatu formulasi suspensi farmasetis yang pantas seharusnya stabilitas fisikanya baik selama range yang luas dari nilai pH. Kontrol pH oleh pembuffer dari suspensi. Penggantian non elektrolit organik seperti dekstrosa . kemudian pH dari pembawa sering mempengaruhi kestabilan obat atau kelarutannya. dll) dan penstabil ( dinatrium edetat dll) kebanyakan adalah yang elektrolit atau partikel elektrolit dalam produk suspensi. Pada pihak lain. komponen pembuffer dan konsentrasinya sering dipilih dalam suatu percobaan dasar agar tidak berefek samping pada stabilitas fisika dari suspensi. Dan lagi. akan sering mengubah muatan mempengaruhi kealamian dan stabilitas dari suspensi terflokulasi.Sistem dapat dipertahankan pada nilai pH yang diinginkan dengan penggunaan konsentrasi yang spesifik dari buffer farmasetik yang diterima. Ini khusus penting untuk obat yang mempunyai ionisasi asam atau gugus dasar. Kurangnya permukaan atau dari perawatan atau indiskriminasi kegunaan dari partikel tersuspensi.

sejak banyak bahan pengaroma dan pewangi tidak larut dalam air. yang secara berangsur-angsur mengurangi zeta potensial dari sistem. Jika beberapa sistem telah disiapkan secara tepat. pengaroma dan pewangi Bahan organoleptis seperti pewarna. Pada pihak lain. pengaroma dan pewangi seharusnya tidak mempengaruhi stabilitas fisika dari suspensi topikal atau oral sepanjang formulator menyatakan bahan kationik akan berinteraksi dengan muatan negatif partikel suspensi dan dengan cara demikian berefek samping pada kestabilan fisika. mereka tidak akan mempunyai aglomerasi tetapi telah meninggalkan keadaan koloidal dalam suspensi. Pengawet Pengawet melawan pertumbuahn mikroba merupakan anggapan penting tidak hanya dalam istilah dari efeknya pada stabilitas kimia dari bahan-bahan tetapi juga integritas fisika dalam sistem. Hal yang sama mungkin dikatakan dari sistem yang disiapkan pada awalnya dengan prosedur flokulasi terkontrol dan kemudian deflokulasi dengan tidak 27 . formulator harus berjaga-jaga pada kemungkinan bahwa bahan berminyak dapat diserap pada pemukaan partikel tersuspensi dan dengan cara demikian berpengaruh pada kestabilan fisika dari suspensi akhir. Riddick mengindikasikan bahwa banyak sistem dispersi koloidal dinilai tidak stabil karena mereka beraglomerasi dalam waktu itu. Pewarna.yang berhubungan dengan stabilitas fisika ketika bahan-bahan ini digunakan sebagai bahan osmotik dan penstabil. Efek ini rupanya tidak disebabkan oleh pengadukan tetapi untuk melanjutkan aktivitas mikroba. Cairan berminyak biasanya ditambahkan ke dalam batch dalam fase terakhir setelah stabilitas fisika primer dari suspensi telah di susun.

sifat rasa kurang 0. gum alam dan derivat selulosa adalah bagian suspensi yang cenderung untuk pertumbuhan mikroba. aktif dalam melawan jamur dan ragi. tidak stabil dalam 28 . 0. stabilitas kurang Keterangan dalam air. Penyiapan yang baik pada suspensi oral atau topikal tidak harus steril untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Penggunaan bahan antimikroba kationik seperti benzalkonium klorida . diinaktivasi oleh konsentrasi tinggi dari surfaktan. sebagai pengawet seperti paraben.1 %) atau pengurangan pH semuanya telah digunakan untuk meningkatkan efisiensi dari sistem pengawet tanpa mengurangi stabilitas fisika dari suspensi farmasetik. dan sorbat.2 Asam sitrat Pensensitisasi rendah. Kemampuan pengawet merupakan masalah serius dalam suspensi antasid dimana nilai pH lebih besar dari 6 atau 7 sering berkompromi dengan keefektifan yang umum digunakan secara oral diterima. gelatin. biasanya dikontraindikasikan karena bahan kationik dapat diinaktifkan oleh komponen formulasi atau mereka dapat mengubah muatan dari partikel tersuspensi. lecithin. benzoat. Pemanis surfaktan nonionik dan bahan pensuspensi seperti tanah liat. Penggunaan sejumlah kecil dari propilenglikol (5-15%) dan dinatrium edetat (sekitar 0. waktu membunuh lambat. aktivitas kurang di atas pH 7. Et. Daftar pengawet antimikroba yang umum diguanakan dalam suspensi farmasetik terdapat dalam tabel berikut: Bahan Konsentrasi (%) Paraben (Me. Pr. potensial yang kurang di aktivitas bawah pH 6.adanya pengawet yang cukup.2 Bu) Pensentisisasi potensial.

sifat rasanya baik. waktu membunuh lambat. besar parenteral dibatasi .keadaan polietilen. dengn borat. diinaktivasi oleh EDTA.larut dalam air. untuk membunuh cepat. larut dalam air. aktivitas baik pada pH 7. diinaktivasi oleh surfaktan anionik dan polimer. aktif pada pH rendah. untuk membunuh 0. akan mempengaruhi muatan negatif partikel .0 0. incomp optahlmik Meningkatkan aktivitas paraben . Pensensitisasi penggunaan potensial dakam yang volume rendah.01 Garam kuartener amonium kompatibel dengagn aksi surfaktan. digunakan dalam injeksi. pengawet cepat. pengawet injeksi dan topikal 0. Pensensitisasi potensial. pengawet 29 .0 Benzilalkohol optalmik. diinaktivasi dengan konsentrasi tinggi dari surfaktan .2 Asam benzoat Glukonat klorheksida 1. Pensensitisasi kuat.sifat rasa baik Aktif pada pH 7. aktivitas kuat oleh EDTA. larut dalam air.01 Aktivitas kurang di atas pH 5. larut dalam air. pada pH netral.01 Thimerasol 1. 0. larut dalam air.

garam amonium kuartener. sudut kontak dapat juga mempunyai beberapa nilai antara batasannya. Pada persamaan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dapat dinyatakan dalam: γs = γSL + γL cos θ 30 . Sepeerti ditunjukkan pada gambar berikut. dimana pembasahan tidak sempurna. larut dalam air. Sudut kontak antara padatan dengan cairan dapat 0 o. terbasahi secara sempurna atau ini dapat kira-kira 180o. pengawet topikal dan opthalmik. Sudut kontak adalah sudut antara tetes cairan dan permukaan yang mana partikel itu akan menyebar. Sudut kontak ♠ (Farfis:384) Aksi yang paling penting dari suatu bahan pembasah adalah menurunkan sudut kontak antara prmukaan dan cairan pembasah. dan Fenil etanol klorheksidin. seperti digambarkan dalam sketsa.

saat cairan yang digunakan.Yang dikenal sebagai persamaan Young Saat persamaan (14. Saat satu tetes air ditempatkan dalam permukaan gelas yang bersih secara cermat ini akan menyebar secara spontan dan tidak ada sudut kontak. dengan kata lain. ini seharusnya mempunyai HLB sekitar 6-9. Persamaan di atas adalah hal yang sangat berguna sejak tidak mengandung atau . Jika bahan pembasah yang tepat ditambah dalam air. Sudut kontak antara suatu tetesan air dengan permukaan berlemak. untuk menunjukkan sudut kontak yang rendah. air. θ = 0o θ = 180o γs θ < 90o ♠ (Lachman: 118) θ = 90o θ >90o Sudut kontak antara 0o – 180o γSL 31 .Hasil ini dapat dijelaskan dengan menempatkan air suatu koefisien penyebaran yang tinggi pada gelas bersih. membasahi permukaan berlemak tidak sempurna. Untuk bahan pembasah agar berfungsi efisien . atau dengan menetapkan sudut kontak antara air dan gelas adalah nol.59) disubstitusikan ke dalam persamaan akan menjadi: S = γL ( cos θ – 1 ) Penggabungan persamaan dihasilkan : ωa = ωSL = γL( 1+ cos θ ) Yang adalah suatu bentuk pilihan dari persamaan Young. yang dapat lebih mudah diukur dengan tepat. larutan akan menyebar secara spontan pada pemukaan berlemak.

Suatu sistem dimana F = 0. 32 . Garis pedoman umumnya adalah padatan yang siap dibasahi jika sudut kontaknya dengan fase cair adalah kurang dari 90 o . NaCl dan laktosa yang mempunyai sudut kontak 125o mengindikasikan suatu prubahan menjadi utnuk dibasahi seperti polietilen Bahan KCl NaCl Laktosa Kofein Acetaminofen Kloramfenikol Fenobarbital Kloramfenikol palmitat Volume sedimentasi (RPS 18th : 296) Volume sedimentasi – volume sedimentasi. F. dimagnesium stearat Bahan Sulfadiazin Aspirin Fenasetin Heksobarbital Polietilen (densitas tinggi) Asam salisilat Mg stearat 103 121 Sudut kontak (o) 71 75 78 88 100 memiliki sudut kontak lebih besar dari 90o. jika interaksi antara padatan dan cairan lebih besar daripada interaksi antara padatan dan udara. sehingga : F = Vu/Vo Volume suspensi dimana tampak didiami atau ditempati oleh peningkatan endapan. Vo. merupakan perbandingan keseimbangan volume dari sedimen. dengan volume total dari suspensi .75 sebagai contoh. Sudut kontak yang menarik dari kloramfenikol meningkat dari 59 opermukaan yang tidak terbasahi ketika ester palmitat dibentuk. 75 % dari total Sudut kontak (o) 21 28 30 43 59 59 70 125 paling rendah. saat padatan diketahui mudah dibasahi. pembasahan terjadi. Di bawah kondisi ini..Persamaan Young menyatakan bahwa sudut kontak akan <90 o . misalnya γ S/ L > γs/A. seperti KCl . Tabel ini menunjukkan aturan ini. nilai dari F dimana range yang normal peningkatannya mendekati 0 sampai 1. Vu. Bahan lain yang diketahui susah densitas tinggi.

serta pada fase padat dan fase uap.23. Suspensi yang ideal ini di bawah kondisi. secara spesifik.Tetapi bila afinitas ini tidak ada atau lemah. Pembasahan (Lachman: 163) Kesulitan yang banyak ditemui. caking juga kadang tidak ada. Sejauh itu. yang merupakan faktor yang amat penting dalam formulasi suspensi. suspensi pada pokoknya adalah suatu sistem yang tidak dapat bercampur. dan pembasahan bahan-bahan tersuspensi dengan baik sangat penting dalam pencapaian akhir ini. Secara defenisi. maka cairan akan sulit untuk memindahkan udara atau substansi lain di sekitar zat padat tersebut dan di sana ada suatu kontak antara cairan dan zat padat. yang bereaksi pada antar muka antara fase cair dan fase uap. supernatannya keruh. tetapi untuk keberadaannya suspensi memerlukan beberapa derajat kompatibilitas. tidak ada endapan. ketika F= 1. pada fase padat dan fase cair. suspensi merupakan mempunyai estetik yang menyenangkan tidak nampak. Sudut kontak. tidak ada endapan yang terjadi. rupanya melewati sistem yang terflokulasi.volume dalam wadah rupanya didiami secara bebas. Tegangan ini disebabkan karena ketidakseimbangan gaya antar molekul dalam berbagai 33 . Bila antara cairan dan zat padat ada suatu afinitas kuat cairan akan dengan mudah membentuk lapsan tipis pada permukaan zat padat. adalah pembasahan fase padat oleh medium suspensi. Bentuk pori-pori flok sedimen. Dapt diilustrasikan pada gmbar 9. dihasilkan dari kesetimbangan yang melibatkan tiga tegangan antar muka .

Pembuat formulasi lebih mudah mencoba beberapa surfaktan untuk mendapatkan bahan pembasah yang baik. Zatzat hidrofilik dibasahi dengan mudah oleh air atau cairan-cairan polar lainnya. Dalam batasan suspensi air. tetapi data yang diperlukan biasanya tidak tersedia untuk menjadikan tiap persamaan berguna. Perlakuan matematis yang terlibat tentang pembasahan adalah memungkinkan.tetepi bahan-bahan hidrofobik sangat sukar untuk mendispersi kantung-kantung udara yang kecil. Zat padat hidrofilik biasanya dapat digabung menjadi suspensi tanpa menggunakan zat pembasah .fase yang sama dengan fenomena yang terkenal analog dari pembentukan “kulit” konveks di atas permukaan segelas air yang diisi sampai ke bibir gelas tersebut. atau adanya surfaktan (kadang-kadang dengan shearing) untuk mengurangi tegangan antar muka padat-cair. dan bahan-bahan hidrofilik tertentu 34 . Tehnik farmasi yang seringkali dari berguna serbuk untuk meliputi memodifikasi penggunaan karakteristik-karakteristik pembasah dan sering kali mengambang pada permukaan cairan karena pembasahan yang buruk dari partikel .Zat-zaat hidrofobik menolak air. Mekanisme aksi surfaktan diperkirakan meliputi adsorpsi pilihan dari rantai hidrokarbon oleh permukaan hidrofobik. Ada zat padat yang mudah dibasahi dengan cairan dan ada pula yang tidak. Bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk membantu dispersi zat padat hidrofobik adalah polimer-polimer hidrofilik seperti Na-CMC. zat-zat hidrofilik ini bisa meningkatkan viskositas suspensi-suspensi air dengan besar. tetapi biasanya dapat dibasahi oleh cairan-cairan non polar. kadang-kadang disebut liotropik) atau hidrofobik (liofobik). zat-zat hidrofobik ini biasanya tidak mengubah viskositas dispersi air. zat padat dikatakan hidrofilik (liofilik atau suka pelarut. Konsep sudut kontak adalah penting karena ia menghasilkan metode pertimbangan derajat pembasahan dan menunjukkan bahwa sifatsifat permukaan adalah sangat penting. dengan bahan polar dari surfaktan kemudian diarahkan ke fase air.

pada salah satu ujungnya ditaruh serbuk. sedangkan larutan zat pembasah ditempatkan pada ujung yang lain. aluminium magnesium silikat. batasan terakhir menunjukkan pembentukan struktur seperti gel yang pecah dengan mudah daan menjadi cair pada pengadukan.3 dyne cm-3 untuk menunjang partikel-partikel padat yang mempunyai garis tengah 1. zat-zat yang lebih baik menunjukkan laju yang lebih cepat. dan silika koloid. Laju penetrasi relatif dari zat yang berbeda dapat langsung diamati. menyarankan penggunaan palung (bak) liofobik yang sempit. menarik utnuk dicatat bahwa sudah dikembangkan serbuk metode pembandingan pembasah dengan pembawa cair bukan air. Turunan lanolin yang ada dalam 35 . Secara rheologis. pembasah yang lebih baik sanggup berfungsi lebih efektif sebagai pembawa dan membawa lebih banyak serbuk melewati gauze dibandingkan dengan pembasah yang lebih buruk. Berbagai tehnik penyeleksian telah dirancang untuk membantu pembandingan dari alternatif-alternatif yang mungkin selama pemisahan zat pembasah.yang tidak larut dalam air seperti bentonit. tergantung pada tipe dan konsentrasi spesifik yang digunakan. Tehnik lain melibatkan pengukuran kemampuan relatif larutan dari zat pembasah yang berbeda untuk membawa serbuk melalui suatu gauze (kassa) ketika larutan tersebut jatuh ke atas gauze yang menopang serbuk. Dengan melihat pada penentuan daya membasahi. baik sendiri atau dalam bentuk kombinasi. cairan tersebut dikatakan mempunyai suatu yield value. menyebabkan pembentukan gel yang tidak dikehendaki dan bukannya derajat viskositas atau thiksotropi yang dikehendaki . pembasahan seperti itu dapat ditambah dengan turunan lanolin tertentu. Secara sekilas Carless dan Ocran melepaskan bahwa yang mempunyai kerapatan air harus kira-kira 0. Beberapa contoh berikut: dalam suatu ulasan yang baik sekali tentang suspensi. Zat-zat hidrofilik ini jika digunakan dalam konsentrasi yang terlalu tinggi. Bahan-bahan ini juga mempengaruhi pembentukan viskositas.5.Jelaslah.

Suatu titik basah rendah bersama dengan suatu titik alir rendah (dan perbedaan kecil antara keduanya) menunjukkan deagregasi atau dispersi yang baik. Metode titik basah meliputi penggabungan aditif dalam serbuk dengan menggosokkan campuran tersebut pada suatu lempeng gelas dengan sebuah sudip. Titik alir mengukur jumlah pembawa yang diperlukan untuk menghasilkan kemampuan tuang. Titik akhir dicapai bila cukup pembawa digunakan membentuk massa yang saling melengket.tipe-tipe lipofilik dan hidrofilik banyak digunakan pada preparat yang dipakai secara topikal. Titik akhir dicapai bila cukup pembawa ditambahkan untuk menyebabkan campuran tersebut mengalir dari sudip dalam aliran yang seragam. Pembawa kemudian ditambahkan tetes demi setetes dan dikerjakan pada seluruh massa sesudah penambahan masing-masing. makin kecil harga titik basahnya. Titik basah mengukur jumlah pembawa yang diperlukan untuk membasahi seluruh serbuk. Pembawa ditambahkan dan digabungkan dengan pencampuran menyeluruh. bukan di atas lempeng. Dalam penentuan titik akhir dapat diperoleh hasil ulang yang baik. Yang tidak pecah atau memisah. pembawa. Ketajaman harga titik akhir tergantung padsa serbuk. Dua tehnik yang dikembangkan oleh industri cat yang dapat diterapkan secara farmasi meliputi penentuan apa yang disebut titik basah dan titik alir. Titik basah dinyatakan sebagai mm per 100 gram atau sebagai contoh . tetapi dalam suatu gelas piala (beaker gelas). yakni menghambat pembentukan struktur seperti jaringan oleh fase padat. Titik alir 36 . Biasanya titik alir suatu sistem serbuk-pembawa dikurangi oleh suatu zat aktif permukaan yang mengukur derajat kemana zat tersebut mendeagregasi sistem itu. bisa mempunyai harga 15 sampai 45 dengan konsentrasi bahan penambah 10 % > makin baik zat pembasah. dan aditif yang digunakan. Titik alir juga diukur dengan mencampur bahan penambah dengan serbuk. Pengurangan titik basah oleh suatu bahan penambah menunjukkan pembasahan permukaan awal dengan zat itu dalam kombinasi serbuk pembawa.

yakni dalam kedua uji. Tititk akhir bisa mempunyai harga dalam kisaran 50 sampai 250 pada level penambah 10 %.bisa dinyatakan sebagai mm per 100 gram. pembawa dan penambah. Bahan pembasah (Scoville : 323) 37 . titanium dioksida atau feri oksida. air ditambahkan ke campuran bahan yang akan dibasahkan dan berbagai bahan pembawa yang akan dievaluasi. karena berkurangnya titik alir dan titik basah secara dramatis yang mungkin disebabkan oleh perubahan konsentrasi dari hanya suatu persentase kecil adalah bijaksana apabila beberapa konsentrasi bahan penambah diteliti dahulu sebelum menarik kesimpulan sehubungan dengan penggunaan zat tertentu. Tehnik serupa dapat diterapkan ke sistem air dalam metode yang sama. bila digunakan zat pembasah yang lebih baik akan menghasilkan harga yang lebih rendah. yang kemudian diuapkan dari bubur tersebut. Ketajaman titik akhir bervariasi seperti dalam penentuan titik basah. Beberapa modifikasi metode uji dibutuhkan untuk menjamin bahwa serbuk dan bahan penambah dicampur dengan baik. harga untuk titik alir dan titik basahnya berada dalam kisaran umum yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya. Bila turunan lanolin digunakan dengan serbuk-serbuk seperti talk. Ini mungkin paling baik dicapai dengan melapisi serbuk tersebut dengan bahan penambah dengan alkohol. bahan penambah dan serbuk harus kontak dengan baik. Menguji suatu bahan penambah hanya pada satu konsentrasi mungkin tidak menampilkan evaluasi tepat dari efektivitasnya sebagai suatu dispersi. tergantung pada serbuk. walaupun cenderung terlihat harga-harga yang agak lebih rendah.

Zat padat hidrofilik biasanya tidak dapat tergabung ke dalam suspensi tanpa menggunakan bahan pembasah. bahan pembasah anionik mempunyai molekul dengan bagian non polar atau aktif membawa muatan negatif. Bahan pembasah kationik membawa muatan positif pda gugus non polar atau aktif. senyawa amonium kuartener seperti benzelonium klorida. Derajat dari pembasahan tergantung pada afinitas dari obat untuk air dimana zat padat berupa hidrofilik. aerosol adalah contoh kelas ini. Hal ini sangat susah untuk disuspensikan dan sering mengapung pada permukaan air dan cairan polar menjadi tergantikan oleh udara dan pembasahan buruk. cetil piridin klorida dan benzalkonium klorida adalah contoh dari kelas ini. Bahan pembasah anionik dan kationik incompabilitas satu sama lain dan dengan sabun. Zat padat yang hidrofobik air tetapi dapat terbasahi oleh cairan nonpolar. Zat padat yang hidrofilik lebih mudah terbasahi oleh air dan dapat meningkatkan kekentalan dari cairan suspensi. Substansi-substansi ini bervariasi dalam keefektifannya tergantung dari pH dari medium. Gugus hidrofilik berupa –SO 4 H. Gugus lipofilik biasanya berupa hidrokarbon rantai lurus atau bercabang. Ketika dengan pantas terbasahi. Senyawa ini dikarakteristikkan dengan adanya baik gugus hirofilik dan lipofilik. belakangan terakhir biasanya tidak akan mengubah viskositas dari cairan suspensi. dimana bahan lain tidak. Bahan nonionik seperti tween dan spans tidak terionisasi. 38 . 1.. -NH2 dan lain-lain. -SO3H. -PO4H2 –COOH. beberapa dari substansi ini lebih efektif dalam larutan asam daripada dalam larutan alkali dan sebaliknya. Kebanyakan dari obat dalam cairan suspensi kadang-kadang berupa hidrofobik. padatan tertentu siap terbasahi oleh cairan. Bahan pembasah : Menurut Idson dan Scheer (62).Banyak bahan pengemulsi dan pendispersi telah digunakan secara luas dalam sediaan eksternal.

dipertimbangkan pada PH sensitive dan tidak sempurna dengan banyak zat tambahan. Sebagai tambahan. Meskipun polisorbat 80 masih digunakan secara luas sebagai 39 . meskipun pembusa merupakan sifat yang tidak diinginkan karena pembasahan dari formulasi suspensi . Biasanya konsentrasi dari surfaktan bervariasi dari 0. kecuali polixamer. Jumlah surfaktan mungkin digunakan sebagai bahan pembasah farmasi yang digambarkan dalam tabel 8. Dipihak lain penggunaan surfaktan pada konsentrasi yang rendah berkisar 0. Konsentrasi yang lebih besar dari 0. Jika menurut Hiestand (8) suatu bahan pembasah ada ketika serbuk ditambahkan ke dalam pembawa caior.Bahan pembasah berupa surfaktan dimana tegangan antar mukanya lebih rendah dan sudut kontak antara partikel padat dan pembawa cair. Surfaktan dengan HLB juga sebagai bahan pembusa.5% dari surfaktan dapat melarutkan partikel yang sangat halus dan menyebabkan penggantian di dalam distribusi ukuran partikel dan tumbuhnya kristal. mempunyai rasa yang lebih pahit dan aturan sering berlawanan dengan penggunaan dalam suspensi oral. Data bahwa nilai HLB digambarkan dalam tabel untuk pembasahan optimum yang lebih besar daripada range normal yang direkomendasikan.5% dan tergantung pada kandungan padatan yang termasuk dalam suspensi. Penggunaan surfaktan sebagai bahan pembasah juga akan mencegah adanya kristal. range terbaik untuk pembasahan dan penyebaran dengan surfaktan nonionic antara 7 – 10.05 – 0. Kebanyakan dari surfaktan. Menurut teori HLB (9). tipe ionic lebih efektif disukai dengan konsentrasi daripada tipe nonionic.05% dapat menghasilkan pembasahan yang tidak sempurna. Penetrasi dari fase cair ke dalam serbuk akan cukup cepat untuk membolehkan udara ke permukaan dari partikel dan hasil partikel yang terbasahi akan tenggelam dan berkumpul/bergabung atau pemisahan dengan pengadukan yang rendah.

HLB permukaan (dyne/cm dalam 0. surfaktan yang digunakan sebagai bahan pembasah farmaseutikal. rasa pahit Sifat toksik rendah.7 29 33 30 29 44 42 41 42 37 50 Rasa pahit Rasa pahit Rasa pahit Rasa pahit Paling banyak digunakan.5 12. rasa baik Rasa pahit Bahan pembusa lauril >24 40 41 43 Rasa pahit.2 14. Stabilisasi steril dari suspensi dengan piloxamer yang juga telah ditemukan sebagai bahan yang efektif dengan konsentrasi micel yang kritis. sebagai contoh (SP 6. Kecepatan pembasahan sering ditentukan dengan jumlah yang tepat yang diukur dari serbuk pada permukaan yang tidak terganggu dari kandungan air yang memberikan konsentrasi surfaktan ukuran waktu yang diperlukan utuk terbasahi secara sempurna dengan serbuk yang tercelup .2 13. Tegangan Surfaktan Bil.6 16 16. rasa pahit Sifat toksik rendah. bahan pembusa Keterangan 40 .1).0 15. Table 8.surfaktan utuk formulasi suspensi karena kurang toksik dan cocok dengan kebanyakan bahan formulasi.9 Polisorbat 60 USP Polisorbat 80 USP Polisorbat 40 USP Polixamer 235 15.8 b/v air) Tipe Anionik Sodium Sodium sulfat Tipe Non ionic Polisorbat 65 10. bahan pembusa Rasa pahit.

Polisorbat 20 USP Polisorbat 80 USP . Keseluruhan sistem bersifat listrik netral. lapisan listrik ganda pada permukaan pemisah antara 2 fase. 466) Anggaplah suatu permukaan padatan berhubungan dengan larutan polar yang mengandung ion-ion misalnya larutan air dari suatu elektrolit. Hasilnya kejelasan seimbang tercapai dengan sejumlah kelebihan anion mendekati permukaan sementara sisanya terdistribusi dalam jumlah yang menunjukkan makin menjauh dari permukaan yang bermuatan. Anion-anion inin ditarik ke permukaan yang bermuatan positif oleh gaya listrik yang juga bekerja untuk menolak pendekatan kation lebih lanjut. anggaplah bahwa sejumlah kation diabsorbsi di permukaan memberikan muatan positif untuk permukaan tersebut. Gambar 16. Lenih lanjut. 41 . Penting untuk mengingat bahwa keseluruhan sistem adalah bersifat netral. menunjukkan distribusi ion-ion. Yang tertinggal dalam larutan adalah sisa kation ditambah jumlah anion yang ditambahkan. Ion-ion teradsorbsi yang membuat permukaan tersebut bermuatan positif disebut ion-ion penentu potensial. begitu absorbsi permukaan telah sempurna.22. Bila jarak tertentu dari permukaan konsentrasi kation dan anion sama yaitu keadaan dimana penetralan listrik tercapai. walaupun ada daerahdaerah dengan distribusi anion dan kation yang tidak sama. pergerakan yang disebabkan oleh panas cenderung menghasilkan distribusi yang sama dari semua ion dalam larutan.22 dimana aa’ adalah permukaan padatan. Lapisan Listrik Ganda (Physphar. Sebagai tambahan pada gaya listrik ini. Keadaan tersebut ditunjukkan pada gambar 16.

karena seperti telah dijelaskan sebelumnya terdapat sedikit anion dalam lapisan yang terikat erat dibandingkan kation yang diadsorbsi pada permukaan padatan. Ion-ion ini yang memiliki muatan berlawanan dengan ion penentu potensial disebut counter ion atau gegenion. distribusi listrik pada antar muka ekuivalen dengan muatan lapisan ganda. Lapisan pertama (memanjang dari aa’ ke bb’) terikat erat dan lapisan kedua (dari bb’ ke cc’) lebih memungkinkan.Tepat setelah lapisan permukaan tersebut adalah daerah molekulmolekul terlarut. Jadi. Diluar cc’ distribusi ion-ion seragam dan kenetralan listrik tercapai. bersama dengan ion-ion negatif juga terikat erat pada permukaan. ion positif berlebih harus ada pada daerah bb’ ke cc’. bukan aa’ yang merupakan permukaan sebenarnya. Pada daerah yang dibatasi oleh garis bb’ dan cc’ ada kelebihan ion negatif. Potensial pada bb’ ini positif. yang terikat erat.22 yaitu : 1) Bila Counterion dalam lapisan terionisasi yang terikat erat dengan muatan positif pada permukaan padatan. Bila mauatn total caonterion pada daerah aa’-bb’ melebihi muatan bersih pada bb’ akan negatif. 42 . dan bukan kurang positif. bidang irisnya adalah bb’. Derajat penarikan molekulmolekul ini dan counter ion sedemikian rupa jika permukaan bergerak relatif terhadap cairan. Batas daerah ini ditunjukkan oleh garis bb’. Oleh karena itu lapisan listrik ini menghambur dari aa’ ke cc’. maka kenetralan listrik terjadi pada bb’ bukan cc’. Hal ini berarti dalam contoh ini untuk memperoleh kenetralana listrik pada cc’. Terdapat dua kemungkianan keadaan selain yang yang ditunjukkan pada gambar 16.

Potensian zeta memiliki penerapan praktis dalam stabilitas sistem yang mengandung partikel terdifusi karena partikel potensial minilah yang mengatrur derajat tarik menarik antara partikel terdispersi bermuatan yang saling berdekatan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 16. potensial nerst. dan bukanlah potensial nesrt jika jika potensial zeta dikurangi hingga dibawah nilai tertentu (tergantung pada sistem yang digunakan). dan didefinisikan sebagai perubahan potensial permukaan sebenarnnya dan daerah netral listrik larutan. Potensial Nerst dan Potensial Zeta (Physphar. potensial pada permukaan padatan aa’ akibat ion penentu potensial adalah potensial akibat elektrotermodinamika. Potensial yang terletak pada bidang bb’ disebut potensial elektrokinetik.23.. E. sering dengan peningkatan dari permukaan. Fenomena ini dikenal sebagai flokulasi. Potensial Zeta didefinisikan sebagai perbedaan potensial antar permukaan lapisan yang terikat lemah dan daerah netral listrik dari larutan. potensial menurun dengan cepat pada mulanya. 43 . Gaya tarik menarik melebihi gaya tolak menolak dan partikel-pertikel menjadi bersatu. Diikuti dengan penurunan yang lebih perlahan. Hal ini disebabkan karena counterion yang dekat dengan permukaan bertindak sebagai penahan yang mengurangi gaya tarik menarik elektrostatik antara permukaan yang bermuatan dengan conterion tersebut yang lebih jauh dari dindind permukaan.23.467) Perubahan potan sial terhadap jarak dari permukaan pada berbagai keadaan ditunjukkan pada gambar 16.

Kurvakurva ditunjukkan untuk tiga hal karakteristik ion atau molekul dalam fase cair. Walaupun E sama dengan 3 hal tersebut. Zeta 2 adalah nol dan zeta satu adalah negatif.23 Potensial elektro kinetik pada batas padat-cair. 44 . potensial zeta adalh positif.Gambar 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful