Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR

)

SKENARIO
Seorang bayi laki-laki lahir spontan di puskesmas dari seorang ibu berumur 40 tahun. Berat lahir 1500 gram, skor Ballard 20. Saat lahir bayi segera menangis, ketuban pecah saat lahir, jernih dan tidak berbau. Bayi mulai disusui 2 jam setelah lahir, tetapi isapan bayi tampak lemah. Empat jam setelah lahir bayi tampak sesak, frekuensi napas 70 x per menit, retraksi di daerah subcostal, tidak tampak biru, dan pada auskultasi terdengar expiratory grunting. Suhu aksiler 36,3 C. Dua hari kemudian wajah dan daerah dada bayi tampak kuning. KATA SULIT Skor Ballard : Cara menentukan umur kehamilan berdasarkan kematangan fisik  Retraksi subcostal : tarikan otot-otot bantu pernafasan subcostal Expiratory grunting : Bunyi seperti dengkuran pada saat melakukan expirasi  Lahir spontan : lahir normal atau lahir biasa dimana saat proses persalinan tidak menggunakan alat-alat bantu seperti forcep, vakum, dan lain-lain serta ibu dan bayi tidak mengalami gangguan dimana persalinannya berlangsung. Kata/kaliat Kunci : 1. Bayi laki-laki lahir spontan di puskesmas 2. Ibu berumur 40 tahun 3. Berat lahir 1500 gram, skor Ballard 18 4. Saat lahir bayi segera menangis 5. Ketuban pecah saat lahir, jernih dan tidak berbau 6. Bayi mulai disusui 2 jam setelah lahir 7. Isapan bayi tampak lemah 8. 4 jam setelah lahir bayi tampak sesak, frekuensi nafas 70 x per menit 9. Retraksi daerah subcostal 10. Expiratory grunting pd auscultasi bayi 11. Suhu axiller 36,3 °C 12. 2 hari kemudian wajah dan daerah dada bayi tampak kuning. Klarifikasi kata kunci : - Score Ballard 20 maka taksiran Umur kehamilan 32 minggu. - Berat Badan bayi 1500 gram ( normal : 2500-4000 gram).diagnosis BBLR (BKB-SMK) suhu bayi pada scenario tidak stabil.- Hipotermi 36,3 °C (normal : 36,5-37,5 °C) bayi mengalami ikterus patologis karena ikterus yang dianggap patologis bila waktu kemunculannya,lamanya,atau pola kadar bilirubin serum yang ditentukan secara seri berbeda secara bermakna dari pola ikterus fisiologis.Dengan score Kramer untuk memperkirakan kadar bilirubin bayi BKB wajah = 4,1-7,5 mg %,dada = 5,6-12,1 mg%.- 2 hari kemudian wajah dan daerah dada bayi tampak kuning - Evaluasi gawat napas dengan score Down nilai yang didapat 4 artinya bayi tersebut mengalami gawat napas.

Perbedaan Ikterus fisiologis dan patologis ? 5. Komplikasi BBLR ? Jawaban : 1. BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang 2. Definisi Hipotermi. hal ini karena mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (Ester. WHO (1961) mengganti istilah bayi prematur dengan Berat Badan Bayi Lahir Rendah. Mengapa isapan bayi lemah dan hubungannya dengan imaturitas ? 6. 2006). Etiologi Expiratory Grunting ? 7. Definisi dan faktor-faktor penyebab BBLR ? 2. Dismaturitas Dismaturitas adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan. Masalah yang dapat timbul bila bayi disusui 2 jam setelah lahir ? 9.Skor < Tidak ada gawat napas4 Gawat napasSkor 4 -7 Skor > Ancaman gagal napas (pemeriksaan gas darah harus dilakukan) 7 Pertanyaan : 1. Masalah yang dapat timbul pada BBLR ? 10. 2003).500 gram tanpa memandang masa kehamilan. yaitu: a.500 gram pada waktu lahir bayi prematur. (Prawirohardjo. Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya. Diferensial Diagnosis ? 12. Bayi dengan berat badan lahir rendah dibagi 2 golongan. Langkah-langkah diagnostic ? 11. 2003). yaitu bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badan sesuai dengan berat badan untuk usia kehamilan (Ester. Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat badan kurang dari 2. b. Hubungan BBLR dengan gejala pada scenario ? 8. Prematur Murni Prematur Murni. Bayi Berat Lahir Rendah dibedakan dalam: .gejala dan patomekanisme ? 4. Penanganan dan Pencegahan BBLR sesuai scenario ? 13. Mekanisme sesak pada bayi dalam scenario ? 3.

faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya BBLR adalah: 2) Faktor Ibu a. Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang. 1995). dan lain-lain. 1994). dan lainlain. ibu yang masih muda masih tergantung pada orang lain. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR). kelahiran mati maupun kematian neonatal dini. anemia dan ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (Ilyas. Sebab lain termasuk karena ibu adalah seorang perokok dan peminum minuman beralkohol atau pengguna narkotika. yaitu: 1) Faktor ibu. 2002). 1996). Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah (BBLER). Faktor usia ibu bukanlah faktor utama kelahiran BBLR. sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur dan dapat meningkatkan kejadian BBLR (Cuningham. Etiologi BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor (Jumarni. 2) Faktor janin. tetapi kondisi badannya serta kesehatannya sudah mulai menurun sehingga dapat mempengaruhi janin intra uterin dan dapat menyebabkan kelahiran BBLR (Setyowati. Gizi saat hamil yang kurang Kekurangan gizi selama hamil akan berakibat buruk terhadap janin seperti prematuritas. 2001). kelainan kromosom. multi gravida yang jarak kelahirannya terlalu dekat. golongan sosial ekonomi dan perkawinan yang tidak sah. Usia ibu saat hamil lebih dari 35 tahun. 1998). perdarahan antepartum. 3) Faktor Kehamilan a.500 gram. Kelahiran bayi BBLR lebih tinggi pada ibu-ibu muda berusia kurang dari 20 tahun (Doenges. meliputi hidramnion. 1996). c. termasuk karena alasan placenta previa. Paritas ibu Jumlah anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan perdarahan saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah (Departemen Kesehatan. berat lahir 1.000 gram. Hidromnion dapat menimbulkan persalinan sebelum kehamilan 28 minggu. Pada ibu yang tua meskipun mereka telah berpengalaman. 1996). gangguan pertumbuhan janin.500 gram. kehamilan ganda. Hamil Dengan Hidramnion Hidramnion yang kadang-kadang disebut polihidramnion merupakan keadaan cairan amnion yang berlebihan. d. 1995 : 106). berat lahir < 1. b. b.dkk. tetapi kelahiran BBLR tampak meningkat pada wanita yang berusia di luar usia 20 sampai 35 tahun (Departemen Kesehatan. selain pendidikan pada umumnya rendah. 1998).a. Keadaan sosial ekonomi. diabetes melitus. Komplikasi utama dari . Ibu yang melahirkan anak dengan jarak yang sangat berdekatan (dibawah dua tahun) akan mengalami peningkatan resiko terhadap terjadinya perdarahan pada trimester III.500 – 2. berat lahir < 1. meliputi tempat tinggal. radiasi dan zat-zat beracun. toxemia gravidarum. Faktor-Faktor Penyebab BBLR 1) Menurut Manuaba (1998). persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan karena keadaan rahim belum pulih dengan baik (Departemen Kesehatan. Penentuan status gizi yang baik yaitu dengan mengukur berat badan ibu sebelum hamil dan kenaikkan berat badan selama hamil (Setyowati. meliputi penyakit yang diderita ibu misalnya. Perdarahan Antepartum Perdarahan antepartum merupakan perdarahan pada kehamilan diatas 22 minggu hingga mejelang persalinan yaitu sebelum bayi dilahirkan (Saifuddin. 3) Faktor lingkungan. c. nefritis akut. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan janin kurang baik. trauma fisik dan psikologis. dan lain-lain.. b.

sehingga aliran nutrisi ke janin dapat terganggu atau berkurang. Kematian perinatal anak kembar lebih tinggi daripada anak dengan kehamilan tunggal dan prematuritas merupakan penyebab utama (Wiknjosastro. cacat bawaan dan kematian janin (Mochtar.2000). 1998). Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital. Komplikasi Hamil 1. 1996). 1999). 1999). dengan adanya perkapuran di daerah placenta. b. Bila janin dapat diselamatkan. Ketuban Pecah Dini Ketuban dinyatakan pecah sebelum waktunya bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Ibu dengan hipertensi akan menyebabkan terjadinya insufisiensi placenta. pengaruh infeksi hepatitis menyebabkan abortus atau persalinan prematuritas dan kematian janin dalam rahim (Manuaba. Wanita hamil dengan infeksi rubella akan berakibat buruk terhadap janin. dapat terjadi berat badan lahir rendah. sedangkan bayi memperoleh makanan dan oksigen dari placenta. dapat berbeda antara 50 sampai 1. c. sehingga melewati batas toleransi dan sering terjadi partus prematus. 1999). c. 1999). Ketuban Pecah Dini (KPD) disebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membran yang diakibatkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks (Mansjoer. suplai makanan dan oksigen yang masuk ke janin berkurang (Ilyas. Keadaan ini yang menyebabkan gangguan ke placenta yang mengakibatkan anemia pada janin bahkan terjadi syok intrauterin yang mengakibatkan kematian janin intrauterin (Wiknjosastro. 1999).perdarahan antepartum adalah perdarahan yang menyebabkan anemia dan syok yang menyebabkan keadaan ibu semakin jelek. hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab penting dari kelahiran mati dan kematian neonatal (Sukadi. Hipertensi Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan persalinan. Pada persalinan normal selaput ketuban biasanya pecah atau di pecahkan setelah pembukaan lengkap. 1995). Pada kehamilan ganda distensi uterus berlebihan. 1998). Bayi Berat Lahir Rendah dengan kelainan kongenital yang mempunyai berat kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya (Wiknjosastro. 1999). 4) Faktor Janin a. hipoksia sehingga pertumbuhan janin terhambat dan sering terjadi kelahiran prematur (Sukadi. Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan ganda bertambah yang dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain. 1999). Hal ini disebabkan karena Pre-eklampsia / Eklampsia pada ibu akan menyebabkan perkapuran di daerah placenta. Infeksi Dalam Rahim Infeksi hepatitis terhadap kehamilan bersumber dari gangguan fungsi hati dalam mengatur dan mempertahankan metabolisme tubuh. Cacat Bawaan (kelainan kongenital) Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur (Wiknjosastro. Regangan pada uterus yang berlebihan kehamilan ganda salah satu faktor yang menyebabkan kelahiran BBLR (Departemen Kesehatan. 3. Oleh karena itu. Pre-eklampsia/Eklampsia Pre-eklampsia/Eklampsia dapat mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan janin dalam kandungan atau IUGR dan kelahiran mati. apabila ketuban pecah dini. sindrom gagal napas dan komplikasi asfiksia (Mansjoer. Hamil Ganda Berat badan kedua janin pada kehamilan kembar tidak sama. 2000). 2. Infeksi ini dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah. .000 gram. merupakan masalah yang penting dalam obstetri yang berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi ibu (Mansjoer. 1999). umumnya akan dilahirkan sebagai Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau bayi kecil untuk masa kehamilannya. sehingga sering lahir bayi yang kecil. karena pembagian darah pada placenta untuk kedua janin tidak sama (Wiknjosastro.

sedative.Sianosis.Takipneu. sesak. pengembangan kurang sempurna karena dinding thorax masih lemah. Hal tersebut menyebabkan perubahan fisiologi paru sehingga daya pengembangan paru (compliance) . Selain itu Pada kasus ini pematangan paru dan fungsi surfaktan belum sempurna sehingga akn mengganggu tegangan paru dan stabilisasi saluran napas kecil selama ekspirasi sehingga timbul gawat napas.O2 berlebih. Penyakit yang terkait 1. Respirasi distress syndrome Etiologi : Pematangan Paru belum sempurna atau defisiensi surfaktan pada premature. mekonium. Diferensiasi pnemosit alveolar tipe 2 Periode saculer ( 24-38 minggu ) c. Periode Pseudoglandula 5-17 minggu perkembangan percabangan bronkhius.Retraksi suprasternal. antibiotic 2. penebalan septa. epigastrium pada pernapasan dan Diameter anteroposterior toraks membesar Diagnosis : Foto toraks Terapi : beri O2. Patofisiologi : Faktor2 yang memudahkan terjadinya RDS pada bayi prematur disebabkan oleh alveoli masih kecil sehingga sulit berkembang. dan makrofq dalam alveoli Terapi : Tidak spesifik dan beri oksigen Prognosis : Mortalitas 20-25 % penderita meninggal karna gagal napas tiba-tiba 3.2.pengembangan paru berlebih . alveoli tidak mengembang. penipisan mesenkim. pem kapiler paru Mekanisme Sesak Pada kasus dimana bayi mengalami berat lahir rendah sehingga mempunyai dinding dada lemah sehingga FRC menurun. lendir saat lahir maka akn menyebabkan obstruksi parsial di daerah bronkus dan terjadilah ball valve mechanism sehingga saat inspirasi terjadi ruang udara di distal dari obstruksi makanya saat ekspirasi udara tidak dapat dikeluarkan dan apabila terjadi inspirasi kuat maka ruang udara pecah akhirnya masuk dalam rongga pleura. Sindrom Wilson-Mikity Etiologi belum pasti Manifestasi : Pada bayi BB < 1500 gr. infiltrasi sel mononulkeus. Pnemotoraks/Pnemomediastinum Predisposisi : . tubulusasiner b. Mekanisme sesak pada bayi sesuai kasus Proses Pematangan Paru a.Komplikasi penyakit paru Patogenesis Karena pengembangan paru berlebih sehingga alveolus pecah atau robekan dinding mediastinum sehingga udara mengisi rongga pleura/mediastinum dan apbila ada aspirasi darah.Grunting. . dan terjadi kelainan rasio ventilasi perfusi yang besar sehingga kalau ini menetap lama maka gas akan terperangkap akibatnya PaO2 Menurun dan Pa CO2 meningkat sehingga terjadi ahaipoventilasi dan akibatnya terjadi sindrom gawat napas. produksi surfaktan kurang sempurna. ekpansi rongga udara Awal pembentukan septum alveolar d. Terjadi perkembangan. atelektasis. Periode Canalicular 16-26 minggu terjadi proliferasi kapiler.Aspirasi mekonium massif . retraksi dinding toraks pada pernapasan Diagnosis : Radiologi paru Patologi dimana paru membesar.Gangguan Pernapasan hari pertama kelahiran. Manifestasi : bayi gelisah. Periode Alveolaris 36 minggu-lebih 2 tahun Penipisan septum alveolar.Masa gestasi 30-32 minggu.Kekurangan surfaktan mengakibatkan kolaps pada alveolus sehingga paru-paru menjadi kaku.Sianosis.

shunting intrapulmonal meningkat dan terjadi hipoksemia berat. adanya atelektasis yang luas dari rongga udara bagian distal menyebabkan edem interstisial dan kongesti dinding alveoli sehingga menyebabkan desquamasi dari epithel sel alveoli type II. pneumopericardium. Membran hyaline yang meliputi alveoli dibentuk dalam satu setengah jam setelah lahir.Rontgen toraks . dan atau hipotermi. 2.Telah diketahui bahwa surfaktan mengandung 90% fosfolipid dan 10% protein . Pada RDS yang tanpa komplikasi maka surfaktan akan tampak kembali dalam paru pada umur 36-48 jam. Gambaran radiologi tampak adanya retikulogranular karena atelektasis.Subcostal dan interkostal retraksi . Oleh sebab itu paru-paru memerlukan tekanan pembukaan yang tinggi untuk mengembang. antibiotik Komplikasi Komplikasi jangka pendek ( akut ) dapat terjadi : 1. Secara makroskopik.Pemeriksaan fungsi cardiologi .Takipnea diatas 60x/menit . pada bayi dengan RDS yang tiba2 memburuk dengan gejala klinis hipotensi.dan air bronchogram Gejala klinis yang progresif dari RDS adalah : . Infeksi dapat timbul karena tindakan invasiv seperti pemasangan jarum vena. Dengan adanya atelektasis yang progresif dengan barotrauma atau volutrauma dan toksisitas oksigen. 3. 4 PDA dengan peningkatan shunting dari kiri ke kanan merupakan komplikasi bayi dengan RDS terutama pada bayi yang dihentikan terapi surfaktannya. kateter.Cyanosis . Komplikasi jangka panjang dapat disebabkan oleh toksisitas oksigen.Nasal flaring Pada bayi extremely premature ( berat badan lahir sangat rendah) mungkin dapat berlanjut apnea. paru-paru tampak tidak berisi udara dan berwarna kemerahan seperti hati. pneumomediastinum.Grunting ekspiratoar . Proses penyembuhan ini adalah komplek. Perdarahan intrakranial dan leukomalacia periventrikular : perdarahan intraventrikuler terjadi pada 20-40% bayi prematur dengan frekuensi terbanyak pada bayi RDS dengan ventilasi mekanik.lipoprotein ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan dan menjaga agar alveoli tetap mengembang. pernafasan menjadi berat. apnea. Dapat timbul infeksi yang terjadi karena keadaan penderita yang memburuk da adanya perubahan jumlah leukosit dan thrombositopeni. Dan sembuh pada akhir minggu pertama. tekanan yan tinggi . Diagnosis : . Secara histologi. hipoventilasi yang menyebabkan asidosis respiratorik.Gambaran patologi Terapi Pertahankan suhu tubuh hangat dengan incubator Beri oksigen dengan hati-hati Beri cairan.Ruptur alveoli : Bila dicurigai terjadi kebocoran udara ( pneumothorak.menurun 25 % dari normal.Pemeriksaan darah . menyebabkan kerusakan pada endothelial dan epithelial sel jalan napas bagian distal sehingga menyebabkan eksudasi matriks fibrin yang berasal dari darah. emfisema intersisiel ). Gejala dapat memburuk secara bertahap pada 24-36 jam pertama. Dilatasi duktus alveoli.Pemeriksaan fungsi paru . glukosa. dan alat-alat respirasi. tetapi alveoli menjadi tertarik karena adanya defisiensi surfaktan ini. Selanjutnya bila kondisi stabil dalam 24 jam maka akan membaik dalam 60-72 jam. elektrolit. Epithelium mulai membaik dan surfaktan mulai dibentuk pada 36-72 jam setelah lahir. pada bayi yang immatur dan mengalami sakit yang berat dan bayi yang dilahirkan dari ibu dengan chorioamnionitis sering berlanjut menjadi Bronchopulmonal Displasia (BPD). atau bradikardi atau adanya asidosis yang menetap.

letargis b.dalam paru. Aktifitas berkurang. Contoh : angin dari tubuh bayi baru lahir Gejala hipotermia bayi baru lahir a. Tanda – tanda hipotermia sedang : a. Kaki teraba dingin f. Bayi tidak mau minum / menetek b. baru lahir berkisar 36. Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir : 1. Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 360C. Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata) d. menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema). Tangisan lemah c.50C (suhu Axilla). Pernafasan lambat d.50C – 37. baru lahir. Dalam keadaan berat. Evaporasi : karena penguapan cairan yang melekat pada kulit. tidak cepat dikeringkan. Pernafasan tidak teratur e. 3. Kemampuan menghisap lemah e. Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin Tanda – tanda hipotermia berat a.Suhu normal bayi. Bunyi jantung lambat f. Aktifitas berkurang. 3. Bibir dan kuku kebiruan c. Contoh : pakaian bayi yang basah tidak cepat diganti. Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metabolik g. Contoh : air ketuban pada tubuh bayi. Resiko untuk kematian bayi . Tubuh bayi teraba dingin d. memberatnya penyakit dan kurangnya oksigen yang menuju ke otak dan organ lain. letargis b. Radiasi: dari objek ke panas bayi Contoh : timbangan bayi dingin tanpa alas 2. denyut jantung bayi. 4. Konduksi : panas tubuh diambil oleh suatu permukaan yang melekat ditubuh. Bayi tampak lesu atau mengantuk c. Konveski : penguapan dari tubuh ke udara.

Memerlukan lebih banyak waktu untuk menghilang sampai dengan 2 minggu 5.penurunan BB yang cepat.Peningkatan bilirubin > 5 mg % /hari .Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan . Kurang gizi.Kadar puncak lebih tinggi .letargis. Perbedaan Ikterus Fisiologis dan Patologis. Faktor lingkungan b. Penyebab utama Kurang pengetahuan cara kehilangan panas dari tubuh bayi dan pentingnya mengeringkan bayi secepat mungkin b.selain itu juga disebabkan oleh imaturasi susunan saraf pusat untuk koordinasi reflex mengisap pada bayi premature. Bagian tubuh lainnya pucat c.Awitan terjadi lebih dini . Ikterus yang nyata : Bilirubin serum > 5 mg/dl I.malas menetek. Muka.suhu yang tidak stabil) III. Infeksi d.Ikterus menetap setelah 2 minggu . IKTERUS PADA BAYI PREMATUR .Ikterus fisiologis berlebihan ketika bilirubin serum puncak adalah 7-15 mg/dl pada bayi baru lahir . Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung. Aneka cuaca 4.Perhatikan riwayat penyakit ikterus fisiologis pada BCB o Awitan terjadi setelah 24 jam o Memuncak pada 3 s/d 5 hari o Menurun setelah 7 hari .Selalu pertimbangkan usia bayi dan kadar bilirubin II. Faktor pencetus terjadinya hipotermia : a. 5) Bayi asfiksia. sindrom dengan pernafasan. sepsis.takipnea. ujung kaki dan tangan berwarna merah terang b. .Kadar bilirubin direk > 1 mg % .BCB rata-rata kadar bilirubin serum puncak 5-6 mg/dl .Adanya tanda-tanda penyakit yang mendasari pada setiap bayi (muntah. hipoglikemia perdarahan intra kranial.apnea. Karena adanya imaturasi atau kurang berfungsinya alat-alat tubuh untuk melakukan isapan. IKTERUS FISIOLOGIS . energi protein (KKP) f. resusitasi yang lama.Puncak lebih lambat . Syok c. kaki dan tangan (sklerema) Penyebab dan Resiko a. Gangguan endokrin metabolik e. Obat – obatan g.Tanda – tanda stadium lanjut hipotermia a. Resiko untuk terjadinya hipoermia 1) Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir 2) Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir 3) Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur 4) Tempat melahirkan yang dingin (putus rantai hangat). hipoksia. IKTERUS PATOLOGIS .

Tanda klinis khas bayi dengan gawat napas ialah bunyi ekspirasi atau merintih. . Biasanya didahului dengan upaya inspirasi kuat. mrintih membantu mencegah atelektasis. Yang lain pada mulanya mengembangkan parunya tetapi mngalami atelektasis progresif dan bernapas semakin berat pada beberapa jam perrtama. Pada waktu inhalasi. Hal ini disertai dengan pelebaran cuping hidung selama inspirasi. terutama pada bayi yang dilahirkan dengan seksio sesaria dan yang mempunyai cairan paru berlebihan. Dengan memprtahankan tekanan intrapulmonal positif selama sebagian besar siklus pernapasan. Misalnya : pada keadaan disfungsi kelenjar tiroid. memperbesar rongga abdomen. Peningkatan panas yang hilang Terjadi bila panas tubuh berpindah ke lingkungan sekitar dan kehilangan panas. dan mereka yang terkena penyakit berat paling sering mrintih. Adapun mekanisme kehilangan panas tubuh : . ada ronki halus. . Saat tidak merintih. Hubungan BBLR dengan gejala pada skenario Ikterus pada BBLR Keadaan ini disebabkan karena imaturitas hepar ( pembentukan hepar belum sempurna) dan dapat menyebabkan konjugasi bilirubin indirek menjadi bilirubin direk belum sempurna sehingga terjadi hiperbilirubinemia dan akan terjadi ikterus Hipotermi pada BBLR Bayi prematur dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi hipotermia. Selama ekspirasi yang lama. Expiratory grunting Bayi dengan keukarangan surfaktan gagal mengembangkan parunya pada saat lahir walau dengan usaha pernapasan yang kuat dan menderita gawat napas sejak lahir. Bayi tidak merintih pada tiap napas.Konveksi : Transfer panas terjadi secara sederhana dan selisih suhu antara permukaan kulit bayi dan aliran udara yang dingin di permukaan tubuh bayi.Radiasi : Perpindahan suhu dari suatu objek panas ke objek yang dingin.Konduksi : Perpindahan panas yang terjadi sebagai akibat perbedaan suhu antara kedua objek . dan sianosis. 2. mereka sering mempunyai gerakan pernapasan pardoks. Retraksi ini terutama terlihat pada bayi preterm yang amat kecil dengan dinding dada yang lentur. bayi yang kekurangan surfaktan mempunyai volume tidal yang kecil dan frekuensi pernapasan yang cepat. dinding dada terisap ke dalam sementara penurunana diafragma meningkatkan volume paru pada arah sefalokaudal. adrenal maupun pituatiria. dada membentuk gua dalam sementara lingkar abdomen bertambah. 7. selama masa tersebut. Periode apnea dan ketidakteraturan irama pernapasan lazim karena kerja pernapasan bertambah dan bayi menjadi lelah. Penurunan produksi panas Kegagalan dalam sistem endokrin dan terjadi penurunan basal metabolisme tubuh sehingga timbul proses penurunan produksi panas. Dengan demikian.Evaporasi : Panas terbuang akibat penguapan melalui permukaan kulit dan traktus . Pernapasan merintih disebabkan oleh upaya ekspirasi lama melawan glottis yang tertutup sebagian. Karena dinding dada begitu lentur dan bayi bernapas terutama dengan diafragma. retraksi interkosta dan sternum. karena pusat pengaturan panas badan belum berfungsi dengan baik dan metabolismenya rendah. Tekanan intratoraks negatif besar yang dihasilkan saat bayi mengembangkan parunya menyebabkan jaringan lunak kerangka dada tertarik ke dalam. Pada bayi hipotermia juga penjelasannya bisa dibagi 3 : 1. tekanan intratoraks dipertahankan di atas tekanan atmosfer.6. tekanan intratoraks turun di bawah tekanan atmosfer. Suara napas meredup dan mempunyai kualitas tubular yang kasar dan kadang-kadang. takipnea.

Sistem Pencernaan •Poor gastrointestinal function–poor motility e. Langkah langkah diagnosis : a. akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh persediaan glikogen hyang sangat kurang pada BBLR dan bayi prematur. Sistem Urologi •Hiponatremia •Hipernatremia •Hiperkalemia h. Sistem Endokrin Metabolik •Hypocalcemia •Hypoglycemia •Hypothermia f.Other •Infections 10. Hipoglikemia pada BBLR Keadaan ini terutama terdapat pada bayi laki-laki.respiratorius 3. Hematologi •Hyperbilirubinemia–indirect •Subcutaneous. mencari etiology dan factor-factor yang berpengaruh terhadap terjadinya BBLR • Umur ibu • HPHT • Riwayat persalinan . Penyebabnya belum terlalu jelas. Masalah yang dapat limbul pada BBLR a. organ (liver. Sistem Nervous Sentral •Hypotonia g. Kegagalan termoregulasi Kegagalan hipotalamus dalam menjalankan fungsinya. Masalah yang timbul apabila ASI diberi 2 jam setelah lahir adalah gangguan motilitas usus karna bayinya masih premature sehingga ususnya belum sempurnya serta dapat memperbesar terjadinya infeksi nasokomial pada bayi. Anamnesis : Riwayat yang perlu ditanyakan pada ibu dalam anamnesis untuk menegakkan. Sistem Respiratorik •Respiratory distress syndrome (hyaline membrane disease) •Apnea b. adrenal) hemorrhage d. Gangguan pernafasan pada BBLR Keadaan ini karena pematangan paru dan fungsi surfaktan belum sempurna dan dinding dada masih lemah sehingga menyebabkan penurunan FRC akan menyebabkan gangguan pernafasan pada BBLR. 8. 9. Sistem Kardiovaskular •Patent Ductus Arteriousus •Bradikardi dengan apnea c.

11. Diet etik : pemberian ASI personde b.jarak kelahiran sebelumnya Kenaikan BB selama hamil Aktivitas Penyakit yang diderita selama hamil Obat obat yang di minum selama hamil b. cairan dan elektrolit 12.pemeriksaan kadar elektrolit dan analisa gas darah (bila diperlukan ).glukosa darah. Pantau kecukupan nutrisi.• • • • • Paritas. Pemeriksaan fisis : • Berat badan • Tanda-tanda prematuritas (score Ballard) • Tanda bayi cukup bulan atau lebih bulan (bila Bayi KMK) c. Pemeriksaan penunjang : 1.Supportif : Pantau Jalan napas :inkubator u/ mempertahankan suhu pada keadaan normal. Hipotermia . 2. Penanganan a. Gangguan pernapasan/paru-paru d. Gangguan hati e. Darah rutin. Medikamentosa . 13. Foto dada /babygram 3. USG kepala. Komplikasi yang dapat terjadi pada BBLR c. Pencegahan terjadinya BBLR •Pemeriksaan kehamilan secara berkala •Penyuluhan kesehatan kesehatan pertumbuhan janin •Perencanaan persalinan pada usia reproduksi sehat (20-34 tahun) •Dukungan sektor lain untuk peningkatan pendidikan Ibu dan status ekonomi keluarga.Vitamin K1 injeksi IM dosis tunggal 1mg.

f. Retinophaty. KESIMPULAN Segala manifestasi klinik yang terjadi pada skenario merupakan akibat dari kelahiran bayi yang prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu ) . Intraventricular hemorage g.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful