KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNyalah kami dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam kesempatan ini kami mendapatkan kesempatan untuk menulis sebuah paper dalam memenuhi tugas “CHARACTER BUILDING” yang mengambil tema “Mengenal,Menerima dan Mengembangkan Diri Sendiri”. Penulisan paper ini dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan dan kerjasama semua pihak diantaranya: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan karunia dan kesehatan kepada kita semua. 2. Bapak 3. SMA Plus PGRI Cibinong yang telah memberikan kesempatan dan waktunya untuk kita melakukan riset dengan siswa-siswanya. 4. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami berharap paper yang kami buat dapt dijadikan salah satu pertimbangan dan ukuran untuk pihak-pihak yang ingin menyusun sebuah paper. Kurang dan lebihnya dari dari paper yang kita buat ini tidak lain tidak bukan karena kurangnya informasi atau jangkauan pengetahuan kami,mohon untuk dimaklumi kritik dan saran yang diberikan akan sangat membantu kami dalam hal pengembangan kemampuan kami selanjutnya.

Hormat Kami,

Penyusun

.

lalu apakah itu murni kesalahan mereka?. Pemberian penyuluhan kepada si remaja mengenai tahap-tahap perkembangannya sangat penting untuk memastikannya agar tidak salah langkah. peran guru. Suatu masa transisi tidak hanya akan memberikan dampak negatif bagi seorang remaja. masa remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat. emosi. sehingga dalam fase ini benar-benar dibutuhkan peran orang tua. dimana akan terjadi perombakan besar terhadap hidupnya. masa transisi tersebut juga bisa memberikan keuntungan kepada remaja yaitu suatu masa yang lebih panjang untuk mengembangkan berbagai keterampilan serta mempersiapkan masa depannya.1 Latar Belakang Masa SMA yang memiliki rentan usia 15-18 tahun bisa dikatakan merupakan masa peralihan seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah masa remaja. Kemandirian dalam menentukan jalan hidupnya. disaat mereka membutuhkan sesuatu untuk bergantung namun mereka sendiri masih mengalami kebimbangan dalam perasaannya kemungkinan besar dapat membuat mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Perasaan yang masih labil tersebut juga dapat menimbulkan rasa ketergantungan terhadap orang lain karena rasa ketidak mampuan yang mereka miliki. dan peran teman-teman sebayanya untuk membawa dia ke arah yang positif dari kehidupan. termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. baik perubahan-perubahan yang datang dari dalam diri individu remaja maupun perubahan dari luar individu (lingkungan sekitar) seringkali dapat menimbulkan konflik. Terjadinya suatu perubahan yang bisa dikatakan cepat tersebut. Sifat ketergantungan yang diiringi dengan kebimbangan tersebut dapat membahayakan diri remaja itu sendiri. Konflik yang sering kali terjadi di dalam diri remaja bisa juga dikarenakan kelabilan emosi yang masih belum terkontrol sepenuhnya.BAB I PENDAHULUAN 1. peran lingkungan. Sering kali kita melihat banyak sekali tindakan kriminal yang dilakukan terutama oleh remaja di tingkat SMA. dengan sikap awasnya tersebut akan menjadikannya sebagai sosok yang memiliki rasa kemandirian. menentukan . Masa remaja merupakan suatu tahap transisi menuju ke status yang lebih tinggi yaitu status sebagai orang dewasa. sehingga tidak heran mereka akan mengalami kesulitan dan rasa bimbang dalam menentukan arah jalan hidup ke depan. Masa-masa ini dapat dikatakan sebagai masa badai bagi seseorang. sosial dan pencapaian (Fagan. kebimbangan maupun rasa ketergantungan. Berdasarkan teori perkembangan. 2006). Seorang remaja yang sadar betul akan pentingnya tahap ini akan lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan.

3 Tujuan Mendeskripsikan karakteristik dari siswa SMA Mengetahui perkembangan diri dari siswa SMA Mengetahui factor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi perkembangan diri siswa SMA Mengetahui cara yang tepat untuk mendukung perkembanngan diri dari siswa SMA . sehingga dalam makalah ini akan di bahas bagaimana karakteristik remaja terutama siswa SMA dalam tahap perkembangannya.mana yang terbaik bagi masa depannya kelak. Berbagai faktor juga dapat memegang kendali dalam tahap ini baik faktor yang datang dari dalam maupun luar individu remaja.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah karakteristik dari siswa SMA? Bagaimanakah perkembangan diri dari siswa SMA? Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan diri siswa SMA? Bagaimanakah cara mendukung perkembangan diri dari siswa SMA? 1. 1. faktor-faktor yang berpengaruh dalam tahap ini. beserta bagaimana cara mendukung tahap perkembangan tersebut .

Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Monks. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. (2004) dibatasi antara usia 12-21 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang dan remaja yang diperpendek. dkk. Monks. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. Fase-fase masa remaja menurut Monks dkk. Papalia. 2003. Dari beberapa pengertian di atas masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. 2000.BAB II PEMBAHASAN 2. 1988). dan identity achieved (Santrock. oleh karena itu sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai karakteristik siswa SMA atau karakteristik seorang remaja kita akan bahas terlebih dahulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan usia remaja itu. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. 15-18 tahun termasuk masa remaja . Muss. Berikutnya kita akan mulai membahas karakteristik dari remaja. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. dkk. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak.1 Karakteristik Siswa SMA Usia siswa SMA secara umum berada pada rentang 15/16-18/19 tahun yang disebut sebagai usia remaja. foreclosure. 2001. Berikut merupakan batasan usia remaja menurut para ahli: Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama akan tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. moratorium.

pertengahan. sesuatu yang dipuja itu belum memiliki bentuk tertentu. .Seorang anak akan memerlukan teman yang dapat memahami. Dalam proses tersebut ia akan melewati tiga langkah. 1) Karena belum memiliki pedoman hidup. pantas dihargai. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil. mencari sesuatu yang dipandang bernilai. Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing. yaitu: . atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. menolong. Senang membandingkan kaidah-kaidah.Seorang anak mengalami goncangan batin. serta menjelaskan mengenai hal-hal yang dirasakannya. dan dipanuti. pantas dijunjung tinggi dan dipuja. Mulai timbulnya ciri-ciri sekunder. tetapi ia juga belum mempunyai pedoman hidup yang baru. . Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan. - . Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas.Ia mulai mencari dan membangun pendirian atau pandangan hidupnya. Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah sebagai berikut: Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan. . . Keadaan seperti ini biasanya melahirkan sajak-sajak alam. dan turut merasakan suka-duka yang dialaminya. memahami dirinya. Dia merasa mampu untuk melakukan suatu hal tetapi tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya. Pada awalnya. menerlantarkan. Si remaja sendiri hanya tahu bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang diinginkannya. . Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua.Mulai tumbuh dorongan untuk mencari pedoman hidup. Dia tidak mau lagi memakai pedoman hidup di masa kanak-kanaknya. seorang remaja akan memerlukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai sesuatu yang bernilai. - Oleh Suryabrata (2002) fase remaja ini disebut sebagai masa merindu-puja yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: Anak merasa kesepian dan menderita. dan tidak mau mengerti terhadapnya.Reaksi pertama seorang anak pada tahap ini adalah protes terhadap sekitarnya yang dirasa tiba-tiba memusuhi. nilai-nilai etika. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu. Dia menganggap tidak ada orang yang mau mengerti.Merasa tidak tenang dan banyak kontradiksi dalam dirinya.

serta 3) menanamkan semangat patriotik dan semangat luhur lainnya karena ini memang masanya. 2004. 1990. Menurut Hunkins (1980). Kajian terhadap perkembangan peserta didik usia PMU menunjukkan bahwa secara biologis. Hamachek. Pada masa ini tumbuh dengan subur rasa kebangsaan. 2) menunjukkan simpati bukan otoritas. Kenyataan menunjukkan bahwa setiap anak baik yang berjenis kelamin sama ataupun berbeda. Dalam pemujaan. Pada dasarnya. Penentuan ini biasanya berkali-kali melalui proses jatuh bangun karena ia menguji nilai yang dipilihnya dalam kehidupan nyata. sehingga dapat memperoleh kepercayaan dari remaja dan memberinya mereka bimbingan. sampai diperoleh pandangan/pendirian yang tahan uji.Secara fisik: 1) umumnya individu telah mempunyai kematangan yang lengkap. keseluruhan ciri umum tersebut lebih bersifat konseptual. Suryabrata. Karakteristik-karakteristik tersebut akan mendatangkan implikasi bagi kehidupannya. . . Pendidik hendaknya: 1) berdiri ’di samping’ mereka. Sukmadinata. tidak di depannya melalui dikte dan instruksi. remaja laki-laki dan perempuan memiliki cara yang berbeda dalam mengkespresikannya. 2005). Pribadi pendidik (sebagai pendukung nilai) berpengaruh langsung terhadap perkembangan pendirian hidup remaja. 1994. menghayati masa remajanya dengan cara yang tidak persis sama. Desmita. didaktis. salah satu implikasi dari karakteristik siswa SMA tersebut terhadap pendidikan adalah sebagai berikut: Remaja memerlukan orang yang dapat membantunya mengatasi kesukaran yang dihadapi. siswa SMA cenderung berkarakteristik berikut. mereka berada dalam periode berikut (Hunkins. yaitu pribadi-pribadi yang mendukung personifikasi nilai-nilai tertentu yang diinginkan anak. sehingga tibalah waktunya bagi si remaja untuk menentukan pilihan atau pendirian hidupnya. dan psikologis.2) Pada tahap kedua objek pemujaan kian jelas. segala sikap dan perilaku pendidik harus dapat dipertanggungjawabkan dari segi pendidikan. 3) Pada tahap ketiga si remaja telah dapat menghargai nilai-nilai lepas dari pendukungnya dan nilai sebagai hal yang bersifat abstrak. Karena itu. 2002. Santrock. 1980.

2. tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. dan individu-individu itu sangat memperhatikan popularitas.Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. Sebaliknya. serta 3) meningkatnya energi gerak pada setiap individu.2 Perkembangan Karakteristik Siswa SMA Menurut ilmu psikologi yang dimaksud dengan perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. dari yang kooperatif hingga yang suka memberontak. pelbagai individu ini kerap memperlihatkan perubahan mood yang ekstrem. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. . 3) dalam melepaskan ketergantungan dari orang dewasa.Secara mental: 1) individu dilanda kerisauan untuk menemukan jati diri dan tujuan hidup mereka. para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. dan sosoknya kian tinggi. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus. dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.2) individu-individu ini kian menyerupai orang dewasa: tulang-tulang tumbuh kian lengkap. bagi para remaja. . Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. terutama bagi kalangan yang berbeda kelamin. 2) keadaan mental remaja itu terus berlanjut dan untuk berusaha keras suntuk menjadi mandiri. sebaik atau seburuk apapun saat itu. serta 5) berbagai individu kerap mengalami beberapa masalah dengan membuat penilaian sendiri. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas yakni remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. 4) kendali untuk dapat diterima lingkungan masih kuat.

Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah. Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. begitu pula dengan perkembangan karakteristik remaja terutama siswa SMA.Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang terjadi secara kontinue. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Pada masa remaja. Sedangkan pada anak perempuan. Kedua proses ini berlangsung secara interdependent. warnanya pucat dan pori-porinya meluas. Suara menjadi lebih penuh dan merdu. otot-otot tubuh bertambah pesat (kekar). Perkembangan karakteristik berupa perkembangan fisik. serta otot-otot tubuh berkembang pesat. 1979). Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. A. saling bergantung satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan (tidak bisa berdiri sendiri). Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. diwajahnya mulai tumbuh jerawat. Perubahan ukuran akibat bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel (Edwina. bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. . tulang kaki dan tangan. Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. Pertumbuhan dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni. hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Berikut merupakan perkembangan karakteristik dari siswa SMA: 1. agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. 1991).. 2004) Misalnya bertambahnya tinggi badan. Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih. Perkembangan seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. akan tetapi dapat dibedakan (Kartono. bertambahnya berat badan. 2. K. ketiak. dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut. Pada anak perempuan. Perkembangan menunjukkan pada perubahanperubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju (Ahmadi. ia mengalami masa mimpi yang pertama.. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. tidak jernih. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit. didaerah wajah. kulit menjadi lebih kasar. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar.

Perkembangan kognitif remaja. Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. prediksi. lingkungan. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak memahami cara berfikir remaja. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. dll. Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. cara berfikir kausalitas. masih menganggapnya sebagai anak kecil. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada kenyataan. kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Pada periode ini. Pada anak lelaki. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH) 2). Perkembangan berpikir. Misalnya. guru. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif .Pada masa pubertas. Pada anak perempuan. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. Luteinizing Hormone (LH). tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. otot. 3. remaja makan didepan pintu.

kenakalan remaja. tindakan kekerasan. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. yaitu operasional konkrit. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. dikucilkan dari pergaulan. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. . tindakan kriminal. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Ketrampilan-ketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. Emosi pada remaja masih labil. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. 4. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anakanak. Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.perkembangan dalam kehidupan sosialnya Sebagai makhluk sosial. dsb. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak.operasional formal ini. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak. dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. Perkembangan emosi yang cenderung meluap-meluap. karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Semestinya. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. 5. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. dsb. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial).

menjalin hubungan dengan orang lain. perang. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. memberi atau menerima kritik. Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan. Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuk satu kelompok. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. misalnya: politik. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. kemanusiaan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. misalnya mengikuti kegiatan remaja dikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itu dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi. Contohnya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. menghargai diri sendiri & orang lain. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan. Secara kritis. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. 6. apabila seorang remaja dihadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan temanteman. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehingga remaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. dia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung ke arah perilaku negatif. maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman. mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. sederhana. dsb. sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. keadaan sosial. memberi atau menerima feedback. bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang . Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik pada lawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. Jadi tidak mengherankan jika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya dan berusaha mendapatkan status atau peranan.Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri. dsb. Perkembangan moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Anak perempuan secara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki.

Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan.selama ini diketahui dan dipercayainya. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. 7. Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Misalnya. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Perkembangan kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan semata. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. . jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. namun sebenarnya tidak. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam.

kecukupan gizi. dan teman sebayanya. menurut Gunarsa (1989) terdapat beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja itu sendiri. Mempunyai banyak fantasi. Senang bereksplorasi. Senang bereksperimentasi. dan bualan. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. sehingga membuat mereka takut untuk bereksplorasi dan mencoba sesuatu yang baru. Ketidakstabilan emosi. salah satu faktor yang memiliki andil cukup besar dalam menentukan perkembangan karakteristik adalah faktor lingkungan. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Kondisi lingkungan dengan berbagai karakter tiap kelompok masyarakat yang berbeda-beda dimana pasti ada yang baik dan ada yang buruk. Sekarang yang menentukan adalah pikiran mereka sendiri. yaitu: Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan Sifat-sifat tersebut dapat membuat seorang remaja menjadi lebih tertutup terhadap lingkungan. dan hal itu bisa dikategorikan dalam 2 faktor besar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. .3 Faktor-faktor Yang Menghambat Perkembangan Diri Siswa SMA Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan karakteristik siswa SMA. guru. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. Faktor internal juga bisa berupa karakter remaja itu sendiri. dan pikiran orang itu sendiri. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah lingkungan dimana dia hidup yang juga bisa mencakup orang-orang dalam lingkungan tersebut seperti orang tua. Emosi yang cenderung meluap-luap bisa menyebabkannya tidak berhati-hati atau tidak berpikir secara matang saat mengambil sebuah keputusan. Hal inilah yang membuat perkembangan karakternya terhambat. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. sehingga faktor eksternal dan internal itu tidak bisa berdiri sendiri karena keduanya saling mempengaruhi.2. khayalan. yang termasuk faktor internal adalah genetika. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. apakah pikiran mereka bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

atau sibuk sendiri dengan tugas-tugas lainnya. daripada di masa lalu (anak sekarang lebih cepat mengalami masa pubertas). . .2. dari orang tua dan guru.Hindari melihat orang tua sebagai musuh. . . Cinta dan saling menghormati dapat hidup berdampingan dengan sudut pandang yang berbeda. rata-rata. Kemungkinannya adalah bahwa mereka mencintai Anda dan memiliki kepentingan terbaik Anda dalam pikiran. . . dan perasaan. tapi semua orang harus dihargai.Bantulah anak Anda membangun kepercayaan diri dengan mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan pilihan mereka (bukan milikmu). tetapi dengan mendengarkan dan kemudian menawarkan pemandangan Anda sendiri jelas dan jujur mungkin. Menjaga pintu terbuka pada subjek. Masa pubertas sinyal awal remaja dan pubertas sekarang terjadi sebelumnya. . dengan ketidakamanan mereka sendiri. dan perubahan perkembangan sosial. . Oleh sebab itu dalam tahap ini benar-benar dibutuhkan dukungan baik dari remaja itu sendiri. 1) Orang Tua . bahkan jika Anda tidak selalu setuju dengan cara mereka menunjukkan bahwa.Dorong anak Anda untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan keluarga untuk bekerja keluar masalah keluarga bersama-sama dengan Anda.Memahami perasaan anak Anda – bahkan jika Anda tidak selalu menyetujui perilaku mereka. Jangan membaca. Jadilah “askable” orang tua. . kita mengambil hal-hal baik untuk diberikan dan fokus pada yang buruk. Memahami bahwa anak-anak Anda perlu untuk menantang pendapat Anda dan cara Anda melakukan sesuatu untuk mencapai pemisahan dari Anda yang penting untuk identitas orang dewasa mereka sendiri. dari teman sebaya serta dari lingkungan dimana ia berada. yang melibatkan beberapa fisik.Berikan perhatian penuh saat anak Anda ingin berbicara. kebutuhan. menonton televisi.Bicaralah dengan anak Anda sebagai sopan dan menyenangkan seperti yang Anda lakukan kepada orang asing. Akhir masa perkembangan terikat lebih sehingga untuk faktor sosial dan emosional dan dapat agak ambigu.Hindari anak-anak Anda meremehkan dan menghina dan menertawakan apa yang tampaknya Anda menjadi pertanyaan naif atau bodoh dan pernyataan. intelektual. . kepribadian.4 Cara Mendukung Perkembangan Diri Siswa SMA Masa SMA atau yang berkaitan dengan masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Nada suara Anda dapat mengatur nada percakapan.Dengarkan dengan tenang dan berkonsentrasi pada pendengaran dan pemahaman anakanak Anda titik pandang.Dorong anak Anda untuk “test” ide-ide baru dalam percakapan dengan tidak menilai ideide mereka dan pendapat. Cobalah untuk tidak membuat penilaian.Buatlah upaya untuk memuji anak-anak Anda sering dan tepat. .Cobalah untuk memahami bahwa orang tua adalah manusia. Terlalu sering.

. 2) Teman Pergaulan Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. pengalaman. dan peranan). Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia. Orang tua bisa dikatakan orang yang memiliki hubungan terdekat dengan si remaja sebelum ia mengalami masa pubertasnya. Oleh sebab itu. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. dan mencoba untuk melihat situasi dari sudut pandang mereka. Jadilah seperti yang sopan dan perhatian kepada orang tua sendiri dan orang tua dari teman-teman. Berbagi perasaan Anda dengan orang tua Anda sehingga mereka dapat memahami Anda lebih baik. namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. dalam kelompok bermain. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk karakteristik seorang individu.- - Dengarkan orang tua Anda dengan pikiran terbuka. Seorang anak akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan kedua orang tua mereka. Seorang anak akan menganggap kedua orang tuanya sebagai panutan sebelum ia mengenal yang namanya dunia luar. teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif. Pada awalnya. Oleh karena itu peran orang tua disini sangatlah dibutuhkan terutama dalam mendukung perkembangan diri remaja. sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orangorang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.

Sebuah karakter akan terbentuk dari sebuah proses yang panjang. Dalam kasus ini peran dari diri sendiri itu memang penting tapi kita juga tidak bisa melupakan peran dari Orang Tua.http://translate.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en. dimana dalam fase ini seorang remaja dituntut untuk bersikap lebih dewasa disbanding dirinya di masa kanakkanak dulu.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://parenthood. teman sebaya.org/wiki/Chil d_development (diakses tanggal 15 Oktober 2011).edu/Berkowitz/Berkowitz. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di usia SMA ini merupakan fase metamorphosis seorang anak menjadi sosok yang lebih dewasa. guru. http://translate. Jika komponen-komponen pembentuknya baik maka karakter yang baiklah yang akan terlahir. Dalam fase remaja ini dikenal yang namanya tahap atau fase pengembangan diri.html (diakses pada 15 Oktober 2011) . Wikipedia. diperlukan cara-cara dan faktor-faktor pendukung untuk keberhasilan dalam fase pengembangan diri ini.”Perkembangan Anak”.google.co. dan karakter itu sendiri akan terbentuk sesuai dengan komponen-komponen yang telah membentuknya.google.1 KESIMPULAN Masa remaja bisa dikatakan sebuah masa penuh badai yang harus dilewatinya untuk mengarungi samudera kehidupan. namun jika ia malah terseret dalam badai itu maka ia tidak akan selamat. Fase pengembangan diri itu sendiri tidak dapat berjalan dengan mudah maupun semulus seperti yang diharapkan. dibutuhkan sebuah perjuangan bukan hanya dari remaja itu sendiri tapi juga dari lingkungan dan orang-orang sekitar untuk membentuk sebuah karakter dari individu tersebut.library.”Orang Tua Sebagai Pengajaran Untuk Memfasilitasi Perkembangan Moral”. dan sebaliknya.wikipedia. juga masyarakat yang selama ini berada disekitarnya. DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.co.BAB III PENUTUP 3. wisc. Jika ia berhasil melewati badai tersebut maka dipastikan ia akan selamat atau dalam artian telah berhasil dalam menjalani kehidupan.

Yusuf.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.blogspot.2011.”Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Karakter”.Kumara.com/2007/05/pengaruh-lingkunganterhadap.http://febykumara.Bndung.PT Remaja Rosdakarya .html (diakses pada 15 Oktober 2011) Syamsu.Febi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful