BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini. Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

1

Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu. Makkah). Akan tetapi. wukuf. Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi.B. Tujuan Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberi gambaran tentang ibadah haji secara umum. Ritual sa'i. sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam. Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat). terutama berkaitan dengan hal-hal yang umum dilakukan dalam melakukan ibadah haji. Untuk itu. juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. sebagaimana hadis berikut yang artinya: 2 . seperti thawaf. sa'i. bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada. Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ibadah Haji Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. BAB II PEMBAHASAN A. yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia. yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram. terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). dan melontar jumrah.

Dalam hal ini. yang didahulukan adalah ibadah haji. baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Menurut Abu Hanifah. ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar. 3 . mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji. berarti menyendiri. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama. berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i. disini adalah menyatukan menyatukan atau atau menyekaliguskan. mengandung Yang arti menggabungkan. • Haji qiran. untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan. • Haji tamattu'. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji. dimaksud menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Diantara kami ada yang berihram. Apabila ibadah haji sudah selesai. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai. ditahun yang sama. tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal. maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah. lain bertahallul. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. melaksanakan haji qiran. Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud: • Haji ifrad. meskipun mungkin akan memakan waktu lama. orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Artinya.Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah.

Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani. yakni pakaian yang menutupi aurat. Pakaian Ihram Untuk pria Bagi laki-laki terdiri atas 2 lembar kain yang tidak dijahit. yang satu lembar disarungkan untuk menutupi aurat antara pusat hingga lutut. yang satu lembar lagi diselendangkan untuk menutupi tubuh bagian atas.B. Ihram. b. Tempat-tempat Ihram • • • • • • • 4 Zul Hulaifah Juhfah Yalamlam Qarnul Manjil Zatu Irqin Makkah . a. Untuk wanita Mengenakan pakaian yang biasa. Rukun Haji Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut : 1. Ihram. Kedua lembar kain disunatkan berwarna putih. Ihram adalah niat memasuki manasik (upacara ibadah haji) haji dan umrah atau mengerjakan keduanya dengan menggunakan pakaian ihram. dan tidak boleh berwarna merah atau kuning. Amalan Umrah yang pertama adalah Ihram. serta meninggalkan beberapa larangan yang biasanya dihalalkan.

Selesai shalat. Innal hamda wannimata lak (a). 3. dan singgah dahulu di Namirah. Adapun praktik pelaksanaan ibadah sa’i adalah sebagai berikut: • • • Dilakukan sesudah tawaf Berlari-lari kecil atau berjalan cepat dari bukit Safa menuju bukit Marwah Dikerjakan sebanyak tujuh kali putaran: dari Safa ke Marwah satu putaran. imam kemudian menyampaikan khutbah dari atas mimbar. para jemaah haji menghabiskan/mengisi waktunya untuk memahasucikan Allah dengan meneriakan talbiyah. dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah 4. Sa'i. berzikir dan berdoa sebagai berikut: Labbaika Allahumma labbaik (a). Sa'i. jemaah haji berangkat dari Mina ke Arafah sambil menyerukan Talbiyah. wal mulka laka la syarika lak (a). zikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Setelah shalat subuh tanggal 9 Zulhijjah. Para jemaah sampai di Padang Arafah tepat pada waktu Zuhur dan ashar dengan jama’ taq’dim dan qasar dengan satu kali azan dan dua ikamah. 5 . dilakukan sesudah Tawaf Ifadah. Wukuf Wukuf di Arafah. Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. dan dari Marwah Sa’I hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang mengerjakan haji atau umrah saja. yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali. Tawaf Ifadah Tawaf Ifadah. Selama wukuf di Arafah. labbaika la syarika laka labbaik (a). yaitu berdiam diri.2.

Laki-laki disunnahkan mencukur habis rambutnya. Kemudian. mereka bermalam lagi 3. “Allahu Akbar. yaitu bercukur atau menggunting rambut sesudah selesai melaksanakan Sa'i. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina). Yang termasuk wajib haji adalah. yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal. Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap. untuk haji atau umrah dari Miqat Makani. yakni dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala paling sedikit tiga helai rambut. kecuali menggauli istri sebelum melakukan tawaf ifadah. wanita mencukur ujung rambut sepanjang jari. Tertib Tertib. Setelah melontar Jumrah ‘Aqabah. Niat Ihram. jamaah kemudian bertahallul (keluar dari keadaan ihram). 1. Setelah melaksanakan tahallul. perkara yang sebelumnya dilarang sekarang dihalalkan kembali. yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). dan untuk orang-orang yang berkepala botak dapat bertahallul secara simbolis saja. dilakukan setelah berpakaian ihram 2. Di Mudzalifah para jemaah haji menunaikan shalat magrib dijamak dengan shalat isya dengan satu kali azan dan dua iqamah. 6. Tahallul Tahallul. Wajib Haji Wajib Haji Adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji.5. C. Allahummaj ‘alhu hajjan 6 .

6.” 2. Yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah. Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11. BERIHRAM Pakailah pakaian ihram pada hari ke-8 (delapan) bulan Dzulhijjah di Mekkah dengan berdiri menghadap qiblat seraya mengucapkan. Pelaksanaan Ibadah Haji 1. 5. 12 dan 13 Zulhijah). Ashar dan Isya dengan dua rakaat di setiap waktunya. 12 dan 13 Zulhijah). dan dirikanlah shalat Zhuhur dan Ashar secara qashar dan jam’u taqdim (mengumpulkan dua waktu shalat tersebut di waktu shalat yang lebih awal (dzhuhur). dan bermalamlah di Mina sehingga dapat melaksanakan shalat Shubuh di sana. pent.) dengan satu azan dan dua iqamat tanpa ada shalat sunnahnya. “Labbaikallahumma hajjatan (Aku penuhi panggilan-Mu “Ya Allah” dengan mengerjakan haji). Melontar Jumrah Ula. Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram D. Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11. yaitu melakukan shalat Zhuhur. Hukumnya adalah sunnah. sambil melakukan talbiyah dan takbir. MABIT DI MINA Berangkatlah menuju Mina setelah matahari terbit dan laksanakanlah shalat fardhu 5 (lima) waktu secara qashar (diringkas). WUKUF DI ARAFAH Berangkatlah menuju Arafah pada hari ke-9 (kesembilan) setelah matahari terbit. Dan pastikan bahwa anda benar-benar berada di dalam batas wilayah Arafah karena wukuf di 7 . Tawaf Wada'. 4. 7. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.mabruran wa zanban magfura(n)”. 3.

Berdiri menghadap qiblat sambil mengangkat kedua belah tangan untuk berdoa hanya kepada Allah semata. 8 .Arafah merupakan rukun penting dalam pelaksanaan haji. pent. pent) untuk meninggalkan Muzdalifah setelah lewat tengah malam. MELONTAR Bertolaklah dari Muzdalifah sebelum matahari terbit menuju Mina pada hari ‘Iedul Adhha sambil mengucapkan talbiyah. 5.) dengan satu azan dan dua iqamat tanpa ada shalat sunnahnya. sekalipun sampai malam –jadikanlah posisi Mekkah (qiblat) di sebelah kiri anda dan posisi Mina di sebelah kanan anda. dan dilarang untuk berdoa kepada selain-Nya. Lakukankanlah lontaran ke Jamrah Kubra (yaitu Jamrah terakhir yang paling dekat dari Mekkah.) setelah terbit matahari. Selanjutnya berzikir di Masy’aril Haram dengan menghadap qiblat sambil mengangkat kedua belah tangan anda untuk berdoa. Pastikan anda mengetahui bahwa kerikil tersebut telah jatuh ke dalam cawan tempat lontaran (al-marma). dan shalatlah Maghrib dan Isya secara qashar dan jam’u ta`khir (mengumpulkan dua waktu shalat tersebut di waktu shalat yang lebih akhir (Isya). maka hentikanlan bacaan talbiyah pasca pelaksanaan pelontaran berakhir. Bermalamlah (mabit) di Muzdalifah sebagai kewajiban haji hingga anda melaksanakan shalat Fajar. bertahmid. bertahlil mentauhidkan Allah dan (tempat mana saja di) Muzdalifah semuanya adalah Masy’aril Haram.dengan 7 (tujuh) kerikil yang anda ambil sejak di Muzdaliah. Dan hendaklah anda kerjakan secara tenang. MABIT DI MUZDALIFAH Bertolaklah secara tenang dari Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah. pent. Seandainya lontarannya tidak ada yang meleset. barangsiapa meninggalkannya maka hajinya menjadi tidak sah. Diperkenankan bagi orang yang lemah (seperti wanita dan orang tua renta. Seraya melakukan talbiyah dan ucapan : 4. seraya melakukan takbir pada setiap batu kerikil yang dilontarkan.

makanlah dan berilah makan orangorang faqir. bahkan seharusnya dipotong pendek seluruh bagiannya. Maka anda dapat membayar harga hewan qurban kepada orang yang anda percayai untuk melaksanakannya. dan mencukur habis lebih utama (afdhal) dari sekedar memendekkan.Kenakanlah pakaian anda dan pakailah wangi-wangian . lalu bertawaflah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) putaran. Dari sembelihan tersebut. dipotong rambutnya sedikit saja. maka berpuasalah selama 3 (tiga) hari pada masa haji dan 7 (tujuh) hari jika ia telah kembali ke keluarganya. Karena memotong pendek menempati posisi mencukur. 7. TAWAF DAN SA’I Bertolaklah menuju Mekkah. Bersa’ilah antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 (tujuh) kali sebagaimana yang dijelaskan dimuka pada “Rangkaian Pelaksanaan Umrah”. Dan ini hukumnya adalah wajib untuk haji tamattu’ dan qiran. Diperkenankan untuk mewakilkannya. Dan bagi wanita berlaku hukumnya seperti pria. MENCUKUR Cukurlah habis rambut anda seluruhnya atau potong pendeklah sekalian semuanya. 9 . sementara cukuran berlaku untuk seluruh rambut dibagian kepala. Jangan merasa puas dengan apa yang dilakukan oleh banyak orang dengan memendekkan sebagian rambut kepalanya. 6. maka dihalalkan bagi anda segala (yang dilarang waktu berihram) kecuali bersetubuh. Seandainya ia tidak berkemampuan untuk membayar harga hewan qurban. Sedangkan bagi wanita. baik kepada personal-personal atau lembaga-lembaga tertentu yang dipercaya. Setelah melakukan tawaf dan sa’i. SEMBELIH HEWAN QURBAN Sembelih dan kulitilah hewan qurban di Mina atau di Mekkah pada harihari “Ied. 8. maka bagi anda dihalalkan istri anda setelah sebelumnya dilarang untuk “didekati”.

Kemudian lakukanlah lontaran Jamrah al-Kubra dengan menjadikan posisi Mina di sebelah kanan anda dan Mekkah (qiblat) di sebelah anda. Dan bertolaklah dari Mina sebelum terbenamnya matahari –jika 10 . 5. dengan 7 (tujuh) butir kerikil (yang dipungut dari Mina) di setiap Jamrah. Lakukanlah lontaran ke 3 (tiga) Jamrah pada hari ketiga dari hari ‘Ied. lalu d. Serta berdirilah menghadap qiblat setelahnya sambil mengangkat kedua belah tangan untuk berdoa sebanyak-banyaknya kepada Allah semata. pent). 9. Lakukanlah lontaran di 3 (tiga) Jamrah secara tertib. 2. persis seperti yang anda lakukan di hari ke-2 (dua)nya dari hari ‘Ied. maka di hari-hari Dzulhijjah. 3. lalu b. maka dapat dilakukan pada hari-hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah.Seandainya tidak memungkinkan bagi anda untuk melakukan tawaf dan sa’i pada hari ini. Kemudian lakukanlah lontaran Jamrah al-Wushtha persis seperti yang dilakukan di ash-Shugra dan berdirilah setelahnya untuk berdoa. seraya bertakbir di setiap batu yang dilontarkan. waktunya setelah Zhuhur hingga terbenam matahari dan dapat diperpanjang hingga malam hari pada kondisi-kondisi yang darurat. Dan tidak berdiri untuk berdoa setelahnya. sebagai berikut : a. Melontar Jumrah Al-Aqabah (qubra). MABIT DI MINA DAN MELONTAR 1. 6. lalu c. Jika belum bisa juga. Sunnah untuk melaksanakan rangkaian amal secara tertib di Hari ‘Ied. Melontar. Kembalilah ke Mina pada hari-hari ‘Ied dan bermabitlah di sana sebagai wajib hukumnya. dimulai dari ashShughra (yang kecil). Menyembelih hewan qurban. lalu e. Bertawaf Ifadhah. Melakukan sa’i bagi haji tamattu’. Mencukur rambut. 4.

Di luar musim haji. yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim 11 . Arafah Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji.namun jika tidak maka wajib bagi anda untuk mabit di Mina dan melontar ke-3 Jamrah di hari ke-4. yang berada di pusat Masjidil Haram. 10. orang yang sakit. 2. Maka wajib untuk menyembelih binatang bagi yang meninggalkannya. Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji. orang-orang yang renta. juga anak-anak. daerah ini tidak dipakai. dan menjadualkan acara perjalanan (as-safar) setelahnya. Makkah Al Mukaromah Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia. Dan diperbolehkan pula untuk mewakilkan pelaksanaan lontaran bagi wanita yang lemah. yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Ka'bah. yiatu tempat wukuf dilaksanakan.situasi menuntut anda untuk menyegerakan. Diperbolehkan bagi orang yang beruzur syar’i (al-ma’dzur) untuk mengakhirkan lontaran di hari ke-2 (dua) dari hari ‘Ied ke hari ke-3 (tiga)nya. Yang demikian itu adalah lebih utama (afdhal). Dan dari hari ke-3 (tiga) ke hari ke-4 (empat)nya. atau meninggalkan pelaksanaan lontar. 7. TAWAF WADA’ Hukumnya wajib kepada selain wanita yng haid dan nifas. atau tarkib mabit di Mina. Dalam ritual haji. Tempat Istimewa dalam Ibadah Haji 1. Mina Tempat berdirinya tugu jumrah. 3.

Muzdalifah Tempat di dekat Mina dan Arafah. 4. Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. dan Jumrah Wustha. 2. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah. Jabal Tsur Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji. Madinah Adalah kota suci kedua umat Islam. 5. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam. 12 . Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama.ketika mengusir setan. Jumrah Ula. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1. Tempat Bersejarah 1. Di gunung inilah Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah. Di tempat inilah panutan umat Islam. dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina. yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.5 jam. Jabal Nur dan Gua Hira Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram.

dan para sahabat dimakamkan. Peristiwa pentingnya adalah turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad saw. Jabal Rahmah Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. para istri Nabi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra. paman Nabi Muhammad saw. 5. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia.3. Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi. membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib. putra dan putrinya. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi'. 4. terutama dalam hal peletakan batu nisan lihat Hikmah Ziarah ke Makam Baqi'. Makam Baqi' Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. yaitu surat Al-Maidah ayat 3. kaum muslimin melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem. 6. letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Jabal Uhud Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. 13 . tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat shalat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram. Masjid Qiblatain Pada masa permulaan Islam. Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud. Untuk itu. Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad saw melakukan shalat Zuhur di masjid ini.

sehingga tidak sempurna agama seorang hamba kecuali dengannya. (2) Ittiba’un Nabiy (mengikuti Nabi) Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berujar dan bersikap. a. Sedangkan upaya untuk ittiba’un Nabiy tidak mungkin terealisasi kecuali dengan mengetahui sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. dimana syarat.  Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua E. ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Sementara itu ibadah yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla tidak menjadi sempurna dan tidak dapat diterima.  Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya. yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji. Karenanya menjadi wajib bagi siapa saja yang hendak melaksanakan ibadah kepada Allah untuk mempelajari petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai tuntunannya. Indikator Saat Ibadah Haji  Motivasi atau niat Ibadah Haji.  Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi. Ibadah yang dilakukan tidak bermaksud untuk dipamerkan (riya’) dan digembargemborkan (sum’ah) dan tidak ada tendensi kepentingan duniawi. 14 . Haji Mabrur Ibadah haji termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang paling agung. kecuali dengan dua perkara yaitu (1) Ikhlash karena Allah Azza wa Jalla dengan mengarahkan maksud ibadah hanya semata-mata kepada Allah dan kampung akhirat. ia adalah salah satu rukun Islam yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. sehingga amalnya bersesuaian dengan sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. syukur. konsekuen membayar zakat. bid'ah dsb. terutama dosa-dosa besar. 7. sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat. Indikator Setelah Ibadah Haji 1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. 3.a. sayang kepada sesama makhluk Allah SWT. tawadlu dsb. zina. membunuh orang. Gemar melakukan ibadah wajib. khamr. menyakiti orang lain. korupsi. Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT. keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain. Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya. 2. Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul Islam wal Muslimin". Aktif berkiprah dalam memperjuangkan. menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf. 6. pemaaf. tasamuh. Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam. Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar. seperti syirik. tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa. tawakkal. 8. 15 . selalu rukun dengan sesama umat manusia. riba. sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah. bunuh diri. bertengkar. tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa. 10. melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar. patuh melaksanakan sholat. 4. judi. khurafat. 5. 9.

sebaiknya mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental atau spiritual sebab ibadah haji merupakan ibadah yang sangat menguras tenaga disamping mental dan bathin. yang memiliki kandungan makna. Haji adalah salah satu rukun islam. 16 . dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). fisik. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material.BAB III PENUTUP A. Saran Bagi umat islam yang hendak melaksanakan ibadah haji. shalat. dan haji adalah salah satu ibadah yang paling agung. haji adalah ibadah yang tergabung padanya antara amalan badan dan pengorbanan harta. dan hikmah yang sangat luas lagi mendalam. B. zakat dan puasa. Kesimpulan Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat.

17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful