Drowning (Tenggelam) Diseluruh dunia, kasus tenggelam adalah kasus kematian terbanyak no. 2 dan no.

3 yang menimpa anak-anak dan remaja.Pada umumnya kasus tenggelam ini sering terjadi di Negara-negar yang beriklim panas dan Negara dunia ketiga.Insiden terjadinya kasus tenggelam pada anak-anak ini berbeda-beda tingkatan pada tiap-tiap Negara.Dibandingkan dengan Negara-negara berkembang yang lain reputasi Australia kurang baik, karena kasus tenggelam di Negara ini masuk dalam urutan terbanyak. Tenggelam merupakan salah satu kecelakaan yang dapat berujung pada kematian jika terlambat mendapat pertolongan. 1 Badan Kesehatan Dunia (WHO), mencatat, tahun 2000 di seluruh dunia ada 400.000 kejadian tenggelam tidak sengaja. Artinya, angka ini menempati urutan kedua setelah kecelakaan lalu lintas. Bahkan Global Burden of Disease (GBD) menyatakan bahwa angka tersebut sebenarnya lebih kecil dibanding seluruh kematian akibat tenggelam yang disebabkan oleh banjir, kecelakaan angkutan air dan bencana lainnya. Ditaksir. selama tahun 2000, 10 persen kematian di seluruh dunia adalah akibat kecelakaan, dan 8 persen akibat tenggelam tidak disengaja (unintentional) yang sebagian besar terjadi di negara-negara berkembang 2 Dari catatan itu, Afrika menempati posisi terbanyak kasus tenggelam di dunia. Dan lebih dari sepertiga kasus terjadi di kawasan Pasifik. Sementara, Amerika merupakan kawasan yang mengalami kasus tenggelam terendah. Kejadian di negara berkembang lebih tinggi dibanding negara maju. Tapi di negara berkembang, seperti Indonesia angka kejadiannya belum dapat diketahui. 2 Rata- rata angka kematian tenggelam di Afrika adalah 8 kali lebih tinggi dibanding Amerika dan Australia.Di kedua negara maju tersebut, rata-rata kematian akibat tenggelam lebih tinggi pada penduduk pribumi daripada penduduk kulit putih. Sementara itu, di Cina dan India rerata kematian akibat tenggelam sangat tinggi, yaitu 43 persen dari seluruh kasus di dunia. 2 Tenggelam merupakan penyebab yang signifikan dari kecacatan dan kematian. Tenggelam telah didefinisikan sebagai kematian kedua setelah asfiksia dimana terisi dengan cairan, biasanya air, atau dalam 24 jam of submersion. Pada Kongres Dunia Tenggelam tahun 2002, yang diadakan di Belanda, sekelompok ahli menyarankan consensus untuk mendefinisikan tenggelam agar menurunkan kebingungan dari penggunaan dan definisi (>20) merujuk kepada proses ini yang telah timbul dalam literature. Kelompok ini mempercayai bahwa keseragaman definisi akan membuat analisis lebih akurat dan perbandingan studi, dimana para peneliti bisa menggambarkan kesimpulan yang lebih bermakna dari data yang dikumpulkan, dan meningkatkan kemudahan surveillance serta aktivitas pencegahan. 3 I. Definisi Definisi baru menyatakan bahwa tenggelam merupakan proses yang dihasilkan dari kerusakan tractus respiratorius primer dari adanya penumpukkan dalam medium cair. Definisi implicit adalah bahwa adanya cairan yang timbul dalam jalan nafas korban. Hasilnya dapat termasuk menghambat morbiditas atau kematian. 3 Tenggelam dapat menyebabkan kematian atau kecacatan. Menurut Kongres Tenggelam Sedunia tahun 2002, tenggelam adalah suatu kejadian berupa gangguan respirasi akibat tenggelam atau terendam oleh cairan. Menurut Dr. Boedi Swidarmoko SpP, tenggelam (drowning) adalah kematian karena asfiksia pada penderita yang tenggelam. Istilah lain, near drowning adalah untuk penderita tenggelam yang selamatdari episode akut dan merupakan berisiko besar mengalami disfungsi organ berat dengan mortalitas tinggi. Efek fisiologis aspirasi pun berbeda antara tenggelam di air tawar dan air laut. Pada tenggelam di air tawar, plasma darah mengalami hipoktonik, sedangkan pada air laut adalah hipertonik. Aspirasi air tawar akan cepat diabsorbsi dari alveoli sehingga menyebabkan hipervolemia intravaskular, hipotonis, dilusi elektrolit serum, dan hemolisis intravaskular. Aspirasi air laut menyebakan hipovolemia, hemokonsentrasi dan hipertonis. 3 Pada kontak awal cairan dengan saluran napas atas kerap memicu spasme laring berat. Hal ini menyebabkan hipoksia tanpa aspirasi cairan yang signifikan. Aspirasi cairan ke dalam trakea dan bronkus menyebabkan obstruksi jalan napas, bronkokonstriksi, hilangnya surfaktan, kerusakan alveolar dan endotel kapiler. Aspirasi cairan lambung sering terjadi pada penderita tenggelam dan secara dramatis menambah beratnya kerusakan saluran napas. Hipoksemia lebih sering terjadi sebagai akibat pirau intra pulmer. Paling tidak 50 persen penderita tenggelam menjadi acute respiratory distress sindrome (ARDS), pada banyak kasus reversibel. Patofisiologi cedera otak dihubungkan dengan hipoksia dan cedera neuron difus, dengan akibat edema otak dan peningkatan tekanan intrakranial serta lebih memperburuk perfusi serebri. Sementara aritmia atrium dan ventrikel yang terjadi pada penderita tenggelam disebabkan oleh hipoksia, asidosis metabolik dan respiratorik, reflekvagal, dan gangguan elektrolit. Dan nekrosis tubular akut pada penderita tenggelam diakibatkan oleh hipotensi dan hipoksemia, sedang gagal ginjal diakibatkan oleh rhabdomyolisi dan haemolisis akibat disseminated intravascular coagulation (DIC).4 Fruekuensi International Setiap tahunnya, sekitar 150,000 kematian dilaporkan global, dengan insiden tahunan hamper mendekati 500,000. Beberapa populasi di Negara paling padat di dunia gagal untuk melaporkan insiden hampir near-drowning. Hal ini, dengan fakta bahwa banyak kasus yang tidak perhnah diberikan perhatian media, membutuhkan penjumlahan insiden didunia yang lebih akurat secara virtual adalah hal yang tidak mungkin. Insiden near drowning mempunyai angka penjumlahan sekitar 20-500 kali. 4

000). per data CDC. sekitar 2822 individu ditangani akibat tenggelam di US Emergency Departments. atau immerse air garam. 4 Ras Angka kesemuanya dari anak African American adalah 1. dysrhythmia Fisik4 Seorang korban dengan insiden submerse dapat diklasifikasikan secara awal kedalam 1 dari 4 kelompok berikut ini : • Asymptomatis • Symptomatic o Vital signs yang berubah (contoh. remaja sering ditemukan mengambang dalam air. • Angka mortalitas dewasa lebih susah untuk dikuantifikasi karena buruknya laporan dan penjagaan record yang tidak konsisten. deficit neurologis • Cardiopulmonary arrest o Apnea o Asystole (55%). • Pada kelompok pediatric yang lebih tua. dimana individu tanpa busana memproduksi padanas seimbang dengan kehilangan panas adalah 33°C. Tampilan Klinis4 . atau hypoxia: jika dyspnea timbul. serta respon terhadap resusitasi awal merupakan factor yang relevan. • Resiko tinggi kematian sekunder karena perkembangan adult respiratory distress syndrome (ARDS). Morbiditas sesuai dengan gangguan neurologis sama halnya dnegan gagal system organ multiple. angka relative bervariasi sesuai dengan umur. tipe dan waktu penyelamatan dan bantuan resusitasi. adanya co-ingestants. • 35% dari episode immerse pada anak-anak bersifat fatal. bradycardia) o Timbulnya anxious o Tachypnea. tachycardia. kemungkinan sekunder akibat sedikitnya akses kolam. o Resiko signifikan dari hipotermia biasanya timbul dalam suhu air kurang dari 25°C. tidak perduli bagaiamanpun lembutnya. riwayat psikiatris. diare o Adanya penggunaan obat atau alkohol o Riwayat medis masa lalu. susah bernafas. tonisitas air. wheezing o Danau. apnea o Batuk persisten. o Asidosis Metabolic (dapat timbul pada pasien asimptomatik) o Perubahan tingkat kesadaran. mungkin ditemukan aspirasi material asing o Tingkat kesadaran dalam presentasi. derajat kontaminasi air. pasien dimasukkan kedalam simptomatis. hypothermia. Pada tahun 2002. 33% menghasilkan beberapa derajat kerusakan neurologis dan 11% pada sekuel neurologis berat. diabetes mellitus. gejala. kondisi medis yang mendasarinya.Mortalitas/Morbiditas Morbiditas dan kematian pada immersion injuries sesuai akibat laringospasme dan kerusakan pulmoar. bagaimanapun. Seks • Rasio laki-laki sekitar 12:1 untuk tenggelam terkait dengan perahu dan 4:1 untuk tenggelam tidak terkait dengan perahu. o Latihan fisik meningkatkan kehilangan panas sekunder akibat konveksi atau konduksi 35-50% lebih cepat. atau korban penyelam dan tidak sempat ke permukaan. dimana suhu ditemukan pada kebanyakan air alami di US selema tahun-tahun utama. insidensi adalah 2-5 kali lebih tinggi. 4 • Anak-anak African American berumur 0-4 tahun mempunyai angka yang rendah dari tenggelam (2. arthritis berat atau kerusakan neuromuskular • Bradycardia atau tachycardia. ansietas o Muntah. o Konduksi termal air adalah 25-30 kali dari udara. • Hanya insiden di bathtub yang wanita lebih sering dalam insidennya. riwayat kehilangan kesadaran.32 per 100. Suhu dari air netral. • Faktor riwayat penting lain termasuk berikut ini : o Nafas pendek. dyspnea. dan efeknya terhadap otak dan system organ lain. waktu submerse. Umur Insiden puncak dari kerusakan submerse timbul dalam 2 kelompok umur : 4 • Anak-anak berusia lebih muda dari 4 tahun • Dewasa muda berusia 15-24 tahun Riwayat4 • Insiden tipikal melibatkan toddler yang ditinggalkan secara temporer atau dibawah dari supervise saudara yang lebih tua. 4 Pencegahan merupakan hal penting dalam mengukur apa yang bisa diambil setelah fakta. suhu air. kecelakaan terkait (terutama tulang servikal dan kepala).7 kali lebih tinggi daripada anak-anak berkulit putih. kecelakaan submerse mempunyai bentuk berbeda dari penganiayaan anak-anak. yang digunakan pada postimmersion syndrome atau drowning seconder. Sedikit kurang. terutama kerusakan kejang. menghasilkan hipovolemia dan asidosis. ventricular tachycardia/fibrillation (29%). bradycardia (16%) o syndrome immersi • Secara jelas meninggal o Normothermic with asystole o Apnea o Rigor mortis o Tidak adanya fungsi CNS II. • Umur korban.

meskipun aspirasi pada kebanyakan pasien keurang dari 4 mL/kg cairan. reflex menyelam dapat timbul dan menghasilkan apnea. Sekitar 10-20% individu menjaga keketatan laryngospasm sehingga timbul cardiac arrest dan bantuan inspirasi have ceased. agitasi dan rigiditas . Oleh karena ada periode laten sebelum terjadinya ARDS. oleh karena itu intubasi endotrakeal harus segera dilakukan jika ada disfungsi paru. Penambahan gangguan CNS dari hasil kerusakan tulang belakang atau kepala. Pada pasien yang dirawat di RS hanya 11 persen mengalami kematian. dan pada beberapa kasus hemodialisis. dan Burkholderia. dan vasokonstriksi jaringan vascular non esensial dengan sambungan darah ke sirkulasi koroner dan serebral. dan kerusakan inflamasi hingga membrane kapiler alveolar. dan individu dapat sembuh dengan sekuel neurologis minor. Kemudian ciculation (sirkulasi). Target organ dari kerusakan submerse adalah paru. cardiac arrest. Keberhasilan tindakan di atas bergantung pada beberapa faktor. riwayat kejadian dan pernah menyelam dengan tabung oksigen. hipermagnesemia dan hiperkalsemia juga dapat terjadi pada penderita tenggelam di air laut yang memerlukan tindakan hemodialisis. Hal pertama yang mesti dilakukan adalah membersihkan jalan napas dari material yang menghalangi (airway). Seperti dilaporkan bahwa penderita tenggelam tanpa defisit neurologis ada 58 persen yang selamat. Aspirasi 1-3 mL/kg cairan menyebabkan pertukaran udara rusak secara signifikan. menghasilkan instabilitas alveolar. Pada penderita tenggelam air laut dapat terjadi kenaikan yang kritis dari natrium dan klorida serum. Gangguan elektrolit tidak signifikan pada penderita tenggelam di air tawar. Aspirasi air kotor dan benda asing dapat menyebabkan cedera paru yang lebih parah. Hasil usaha penyelamatan penderita tenggelam bergantung pada koreksi awal dari hipoksia. menyebabkan porsi yang signifikan dari pneumonia pada pasien tersebut. Komplikasi lanjut pada paru dapat berupa ARDS dan pneumonia aspirasi. Hipertensi pulmoner dapat timbul sekunder akibat pelepasan mediator inflamasi. Asfiksia menimbulkan relaksasi jalan nafas. Setelah itu. kerusakan mungkin terbatas. Diperlukan diuresis yang agresif. Status asam basa ditangani dengan mengoptimalkan status ketersediaan cairan. sehingga paru mengambil air pada banyak individu (sebelumnya disebut dengan “wet drowning”). Dalam persen yang kecil. Korban ini tidak mengaspirasi cairan (sebelumnya dinamakan “dry drowning”). membrane dasar alveolus-kapiler resak dan sambungan menjadi timbul. disertai dengan hilangnya surfaktan dan cedera kapiler langsung. Surfactant menjadi hancur. Setelah gasping awal dan kemungkinan aspirasi. seperti Aeromonas. JIka periode iskemia terbatas atau secara cepat individu timbul hipotermia. Hiperventilasi mekanis dapat dilakukan untuk memungkinkan alkalosis respiratorik sebagai kompensasi dari asidosis metabolik berat. maka ventilasi mekanis dengan positive end expiration pressure (PEEP) harus dilaksanakan. Pada penatalaksanaan di rumah sakit. takikardia. Pseudallescheria. Banjir alveoli oleh air. Tergantung akan derajat hipoksemia dan resultasi asidosis. sangat penting dilakukan. diikuti kemudian munculnya infiltrat 48-72 jam setelah itu. diaphoresis. koreksi cairan intravena. Pneumonia dapat timbul akhir dan atipikal. atelektasis. pneumonia. Oleh karena itu pertolongan pra hospital dengan prinsip ABC: Airway.Diagnosa tenggelam sangat bergantung dengan riwayat kejadian. Hasil ini akan menginduksi cepat dari hipoksia serius. Postobstruksi edema pulmonum yang diikuti dengan spasme laring dan kerusakan saraf hipoksik dengan edema pulmonum neurogenik tetap dapat juga memberikan peranan. aspirasi dari batuk dan pasir dapat timbul bronchi. dan penurunan compliance dengan tanda ketidakcocokkan ventilasi/perfusi (V/Q). menyebabkan atelektasis dan edema paru. Pada anak-anak usia muda yang tenggelam dalam air yang dingin (<20°C). breathing (pernapasan). PATOFISIOLOGI4 Prinsip konsekuensi fisiologis dari tenggelam adalah adanya pemanjangan hipoksemia dan asidosis. pH awal. Hal ini akan menuju hipoksemia. dan protein kaya cairan eksudat secara cepat kedalam alveoli dan interstisium pulmoner. bradycardia. maka korban tenggelam sebaiknya dirawat di rumah sakit. Ketidakmampuan otonom tetap dapat menimbulkan hipertensi. Compliance menurun. antara lain lamanya dalam air. formasi abscess. Air segar pindah denga cepat melalui membrane alveoli-kapiler kedalam mikrosirkulasi. dan Circulation. Brething. Patogen yang tidak biasa. diikuti dengan apneu volunteer dan durasi laringospasme. evaluasi neurologis awal. emboli udara yang dapat menimbulkan disfungsi neurologik dan kardiovaskular. Pada near drowning air garam. III. Saturasi oksigen arteri dipertahankan pada tingkat di atas 90 persen. bronchospasme. Kerusakan system saraf pusat telah dibuktikan untuk menjadi determinan utama dari hasil berlanjut. tingkat asidosis metabolik dan respiratorik. Foto toraks pada mulanya mungkin normal. abnormalitas elektrolit dan hipovolemia. jika ini tidak dapat dicapai dengan pemberian oksigen konsentrasi tinggi atau continous positive airways pressure (CPAP). suhu air. Kerusakan terhadap system paling besar adalah sekunder pada hipoksia dan asidosis dan iskemik. waktu sampai bernapas lagi. Cairan yang menginduksi bronchospasm juga menjadi hipoksia. Cairan diaspirasikan kedalam paru menghasilkan vasokontriksi pulmonary yang dimediasi oleh vagal. iskemia system saraf pusat. pembersihan surfaktan timbul. Faktor utama yang memperbaiki keberhasilan adalah terabanya detak jantung dan hipotermia pada saat kedatangan di rumah sakit. Penderita tenggelam dengan hipotensi memerlukan resusitasi adekuat dengan cairan bila tidak menunjukan respon dilakukan pemasangan central venous pressure (CVP). Pada penderita tersebut. korban akan timbul disfungsi miokardium dan instabilitas elektris. beratnya cedera ditentukan oleh evaluasi fungsi paru dan neurologis. immersion menstimulasi hiperventilasi. menjadi pertimbangan untuk diagnosa barotrauma dengan pneumotoraks. Sebanyak 75% dari aliran darah dapat bersirkulasi melalui paru yang hipoventilasi. Pada banyak kasus pemberian bikarbonat tidak diperlukan.

Tubuh dalam keadaan istirahat pebuh dengan oksigenasi dengan nafas normal dan tidak mengambil lagi. Pada bedah terbuka jantung. Refleks bernafas pada tubuh manusia adalah lemah terkait dengan jumlah oksigen dalam darah tetapi terkait dengan kuat pada penjumlahan carbon dioxide. korban akan berusaha untuk membatukkan air atau mengunyahnya maka akan menambah air secara tidak sadar. Sebaliknya. Hal ini dapat timbul pada kedalaman berapa saja dan sering pada penyelam dalam kolam renang. Hiperventilasi sebelum penyelaman dan dalam membuat karbodn dioksida dalam darah menghasilkan abnormalitas kadar karbondioksida yang rendah. akibat hemolisis. dan kadar dari karbondiokasida akan menjadi kuat dan semakin kuat reflek bernafasnya. sekitar 10-15% korban tetap hingga cardiac arrest. Jika korban diresusitasi kematian dapat timbul beberapa jam kemudian akibat gagal ginjal. Hiperventilasi sering digunakqan oleh penyelam jarak bebas atau kedalaman untuk mengeluarkan karbondioksida dari paru untuk menekan reflex nafas lebih lama. Maka. restriksi aliran darah ke ekstremitas untuk meningkatkan supply oksigen dan darah ke organ vital. terutama ke otak. Selama hemolisis. Pada kebanyakan korban. hingga melewati titik akhir pernapasan akhir. Hal ini mencegah air untuk memasuki paru. plasma menjadi terlarut dan lingkungan hipotonis menyebabkan sel darah merah hemolisis. Rhabdomyolysis dan acute tubular necrosis juga dikenal sebagai sekuel akibat berenang. Aksi reflex otomatis dan menjadi orang sadar dan tidak sadar untuk bertahan lebih lama tanpa adanya oksigen dibawah air daripada situasi yang dibandingkan dengan tanah kering. merubah aktivitas listrik jantung. Respirasi buatan juga lebih efektif jika dilakukan dalam beberapa menit. Sehingga. hindari kolapsnya paru dibawah tekanan tertinggi semasa penyelaman dalam. Tidak Sadar4 Kesinambungan kekurangan oksigen didalam otak. termasuk rapid body movement. teknik dari campuran salin dingin ke hati digunakan untuk mencegah aksi jantung. dan terutama pada mamalia laut seperti paus dan hiu. hal ini dapat dibiaskan dengan adanya udara yang juga memasuki paru. laringospasmus relaksasi sementara setelah tidak sadar dan air mengisi paru-paru menghasilkan wet drowning. Refleks ini didesain untuk melindungi tubuh dengan menaruhnya kedalam mode penyimpanan energy untuk memaksimalkan waktu dimana dapat tetap dalam air. Sebagai tambahan. Fibrilasi ventricular sering timbul sebagai hasil dari perubahan elektrolit. Korban ini secara sadar akan menahan nafasnya untuk beberapa waktu. Hal ini secara umum timbul pada tekanan parsial arteri dari karbondiokasida sebanyak 55 mm Hg. b. Pada kebanyakan korban. Sayangnya. dimana korban tidak dapat lagi secara sadar menahan nafasnya. Untuk itu. oksigen dalam tubuh digunakan oleh sel dan diekskresikan sebagai karbondioksida. Hal ini ditemukan paa semua mamalia. Adalah hal yang penting untuk tidak melakukan kesalahan pada keadaan ini dalam meningkatkan cadangan oksigen tubuh. hemoglobin juga dilepaskan kedalam plasma dimana dapat berakumulasi dalam ginjal menjadi gagal ginjal akut. air didalam paru mengindikasikan bahwa korban masih hidup saat tenggelam. Selama apnea. Hal menggunakan oksigen lebih banyak dalam aliran darah dan mengurangi waktu sadar. ambilan dari air dingin kedalam system vascular dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak. c. Hasilnya adalah peningkatan kadar plasma K+ dan depressi dari kadar Na+. hal ini ddidorong kedalam sirkulasi pulmonary melalui alveolus karena tekanan hidrostatik kapiler yang rendah dan tingginya tekanan osmotic koloid. Reaksi tubuh akibat Tenggelam 4 Tenggelam wajah dalam air memicu reflex menyelam mammalian. tetapi dapat berbeda secara signifikan dari individu ke individu dan dapat meningkat melalui latihan. Reaksi Penurunan Oksigen4 korban akan menahan nafasnya dan akan mencoba untuk mendapatkan udara. Sambungan darah kedalam kavitas thoraks. Titik akhir bernafas dapat ditekan atau dihambat baiksecara langsung maupun tidak langsung. seringkali menjadi panic. ketidakhadiran dari air dalam paru bisa menyebabkan baik dry drowning atau mengindikasikan kematian sebelum tenggelam. Heart rate yang menurun dari lebih 50% pada manusia • VasoconstrictionPeripheral. Pada patologi forensic. tenggelam dalam air asin tidak membawa air yang diserap kedalam system vascular karena darah isotonic. Reaksi terhadap Inhalasi Air4 Jika air memasuki jalan nafas dari korban sadar. Hipoksia laten merupakan kondisi khusus dimana tekanan parsial oksigen pada paru dibawah tekanan pada dasar penyelaman bebas . d. Selama air memasuki jalan nafas. penyebab kematian tidak sejalan dengan hipoksia atau edema pulmonum. sebuah kondisi berbahaya yang dikenal dengan nama hipokapnea. yang dinamakan “dry drowning” dimana tidak ada air yang memasuki paru. kedua keadaan yang sadar dan tidak sadar mengalami laringospasmus. Menahan nafas dalam air harus selalu diawasi oleh orang kedua. dimana laring dari vocal cords berkontriksi dan menutup saluran udaraa. Efek dari reflex ini lebih besar dalam air dingin daripada air hangat dan mempunyai 3 efek yang principal : • Bradycardia. Kadar karbondioksida dalam darah setelah hiperventilasi dapat tidak cukup untuk mencetuskan reflex nafas pada penyelaman dan titik hitam mungkin akan dapat timbul tanpa adanya peringatan dan sebelum penyelam merasakan kebutuhan mendesak untuk bernafas. meskipun ketika tenggelam. laringospasmus berelaksasi terkadang setelah tidak sadar dan air dapat masuk kedalam paru menyebabkan “wet drowning”. wilayah dada diantara diafragma dan leher. dimana hiperventilasi. • Sambungan Darah.otot. a. satu meningkatkan resiko dari shallow water blackout karena tidak cukupnya kadar karbondiokasida dalam darah gagal untuk mencetuskan reflex nafas. jika tenggelam terjadi pada air yang sangat dingin ( <10o C). Ketika air tawar memasuki paru. akan mempercepat korban untuk tidak sadar biasanya disekitar tekanan parsial darah oksigen 25-30mmHg. e. Air Garam Vs Air Tawar 4 Meskipun tenggelam dalam air tawar sering dikaitkan dengan aspirasi air kedalam paru. kadar oksigen dalam darah menurun. Bagaimanapun. tetapi reflex bernafas akan meningkat hingga korban akan mencoba untuk bernafas. tidak ada darah merah hemolisis timbul dan penyebab kematian adalah asphyxia. Korban tidak sadar yang ditolong dengan jalan nafas yang tetap tertutup dari laryngospasmus mempunyai kesempatan yang baik untuk pemulihan yang penuh.

seperti aspirasi debris atau muntah dari jalan nafas. darah tipis dibutuhkan lebih banyak kerja jantung menuju cardiac arrest dalam waktu 8-10 menit. Tenggelam Sekunder 4 Air. seperti terlihat dengan arthritis yang signifikan. rivers. rigor mortis akan timbul dan menetap sekitar 2 hari lamanya tergantung pada banyak factor termasuk suhu. tanpa bukti dari kecelakaan yang . jika tersedia. dimana biasanya ringan (serum creatinine level 80 mm Hg pada anak) dengan oksigen 100% masker wajah o DAlam keadaan sadar. alveoli kollaps dan menyebabkan edema di paru dengan penurunan kemampuan untuk menukarkan udara.kedalaman yang adekuat untuk mendukung kesadaran tetapi jatuh dibawah batas hitam sebagaimana tekanan air menurun hingga ke asken. o Kriteria lain dari intubasi ET termasuk berikut ini: ♣ Perubahan tingkat kesadaran dan ketidakmampuan dalam menjaga jalan nafas atau menangani sekresi. pasien yang kooperatif. tidak mempertimbangkan kandungan garam. • Mengambil darah untuk menghitung glukosa darah. akan menghancurkan permukaan dalam paru. Arrhythmia. cardiac arrest akan menghentikan aliran darah dan meka akan menghentikan transport oksigen ke otak. ditandai dengan asidosis metabolic. • Inisiasi penganan yang diperlukan dari hipoglikemia dan ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini disebut dengan secondary drowning. biasanya menutup permukaan sebagaimana tekanan atmosfer normal. bronchospasmus. Cardiac arrest & Kematian4 Otak tidak dapat bertahan lebih lama tanpa danyanya oksigen dan kekurangan berlanjut dalam darah dalam darah dikombinasikan dengan cardiac arrest akan menjadi deteriorasi dari sel otak dan menyebabkan kerusakan otak pertama kali dan akhirnya kematian otak dimana pemulihan dipertimbangkan secara umum adalah mustahik. terlihat adanya kecelakaan terkait. dan dysrhythmias serta hypotension sebagaimana diperlukan. o Depressi utama/bunuh diri o Ansietas/panik o Diabetes. Cardiac arrest biasanya merupakan point traditional dari kematian. Penyebab5 • Tenggelam dalam bathtub merupakan hal tersering pada anak-anak usia lebih muda dari 1 tahun • In preschool-aged children. menggunakan ujicoba dari bilevel positive airway pressure (BiPAP)/CPAP. kadar elektrolit. penyakit Parkinson. Air yang segar mengandung sedikit garam daripada darah dan untuk itu akan diserap kedalam darah dengan cara osmosis. dan (4) peningkatan diameter dari kedua jalan nafas baik besar dan kecil untuk meningkatkan distribusi ventilasi. Tanda hitam paa ascent seperti ini dinamakan deep water blackout. drownings occur most commonly in residential swimming pools. ♣ Gradien alveolar-arterial (A-a)tinggi – PaO2 of 60-80 mm Hg atau kurang dari 15 L oxygen masker nonbreathing ♣ Gagal respirasi PaCO2 >45 mm Hg ♣ Hasil ABG yang memburuk o Korban intubasi dari kecelakaan submersi dapat membutuhkan PEEP dengan ventilasi mekanik untuk menjaga oksigenasi yang adekuat. urinalisis abnormal. hypoglycemia Diagnosis5 Masalah Lain untuk Dipertimbangkan Kepala. Air laut lebih asin daripada darah. Kumpulkan urine untuk urinalisis. dan profile koasgulasi. Kekurangan oksigen atau perubahan kimia didalam paru dapat menyebabkan jantung berhenti untuk berdetak. jika diindikasikan. Dengan menginhalasi kandungan racun atau gas akan timbul efek yang sama. Bagaimanapun. Pada percobaan pada binatang hal ini dibuktikan dengan merupah kimia darah dan menjadi cardiac arrest pada 2-3 menit. o ECMO telah dibuktikan bisa menolong dalam individu yang tetap hipoksik meskipun ventilasi mekanis agresif. tetapi pada ini masih ada kesempatan untuk pemulihan. Otak akan mati setelah sekitar 6 menit tanpa adanya oksigen tetapi kondisi khusus dapat memperpanjang hal ini. menyediakan oksigenase yang adekuat sebelum intubasi dilakukan. • Disposisi tergantung akan riwayat. f. atau penyakit neurologis lain. dan derajat dari cedera immerse. lakes. kadar laktat. Setelah mati. Approximately 90% of drownings occur within 10 yards of safety. • Young adults typically drown in ponds. hitung darah lengkap. termasuk (1) Membawa air pulmoner interstisial kedalam kapiler (2) peningkatan volume paru melalui kolapsnya jalan nafas ekspirasi (3) Memberikan ventilasi alveolar yang lebih baik dan penurunan aliran darah kapiler. • Pertimbangkan penyakit yang mendasarinya pada semua kelompok usia o Kejang o Myocardial infarction (MI) atau episode sinkop o Kontrol neuromuscular yang buruk. Meskipun osmosis air akan meninggalkan aliran darah dan memasuki paru menipiskan darah. dan. Pada binatang percobaan. PEEP telah dibuktikan untuk meningkatkan pola ventilasi pada paru noncompliant dalam beberapa cara. atau limfositosis yang signifikan. otopsi dari korban tenggelam menunjukkan tidak ada indikasi dari efek ini dan timbul sedikit perbedaan tenggelam antara di air garam dan air segar. Kejang Studi Lab5 • Analisis Gas Darah Arteri o Analisis gas darah arteri merupakan parameter klinis terpercaya pasien yang asimptomatis atau simptomatis ringan o Derajat hipoksia dapat timbul tanpa tanda klinis. Trauma Kepala . penjumlahan serial dari kreatinin serum harus dilakukan. kejang. o Kerusakan ginjal akut diketahui untuk timbul lebih sering pada near drowning. Kondisi ini menyebabkan kematian lebih 72 jam setelah insiden near drowning. and oceans. o Pasien bisa untuk menghambat riwayat baik dari kecelakaan immerse minor. o Bronchoscopy diperlukan untuk memindahkan benda asing. o Jika tes awal menghasilkan level kreatini yang meningkat.

may use if benefits outweigh risk to fetus Precautions Caution in hyperthyroidism. pasien dapat mempunyai keuntungan dari masuknya ia kedalam fasilitas rehabilitasi. factor rersebut harus dimasukkan kedalam pertimbangan perencanaan pulang. takipneu/dyspneu. Dengan kerusakan neurologis yang berat. cardiovascular effects may increase with MAOIs. o Managemen ARDS akibat submerse adalah sama dengan bentuk penyebab ARDS lain. Bagaimanapun. bukti hemolisis. • Pasien bisa untuk mengukang riwayat dengan baik dari kerusakan immerse minor. diabetes mellitus. • Monitoring invasive dari tekanan intracranial telah ditunjukkan baik itu berguna maupun tidak. • Memulai lebih cepat dan rehanilitasi yang aggressive untuk mencegah kerusakan lebih jauh. batuk. inhaled anesthetics. • Penggunaan monitoring invasive diperlukan (arterial catheter.signifikan dan tanpa bukti bronchospasm. tachypnea/dyspnea.25-2. atau tidak adekuatnya oksigenasi (dengan analisis ABG dan Oksimetri) dapat dikeluarkan dari ED setelah 6-8 jam observasi. • Melihat bukti ARDS. yang tidak mempunyai gejala ringan yang meningkat selama observasi dan tidak mempunyai abnormalitas dalam analisis ABG atau radiograf dada. ECMO telah digunakan dengan sukses dalam penanganan insufisiensi pulmonal. pulmonary artery catheter. Derajat bervariasi neurologis sama halnya dengan gangguan pulmoner yang akan komplikasi. Memasukkan pasien ini kedalam rumah sakit untuk observasi. central venous pressure catheter) menggambarkan derajat ketidakmampuan hemodinamik atau respirasi dan adanya gagal ginjal. Ventolin) Description Relaxes bronchial smooth muscle by action on beta 2-receptors and has little effect on cardiac muscle contractility. pelayanan intensif yang terkait dengan umur. gagal system organ multiple. tricyclic antidepressants. Derajat variasi neurologis sama halnya dengan gangguan pulmonary berkomplikasi dalam perjalanannya. tanpa bukti dari kerusakan signifikan dan tanpa adanya bukti dari bronchospasm. inhaled ipratropium may increase duration of bronchodilatation. bukti dari insufisiensi ginjal. ifeksi nosokomial. • Hati-hati bahwa keluar dari ED lebih awal belum dipelajari pada individu yang lebih tua atau pada mereka dengan kondisi medis mendasarinya yang dapat membuat mereka dalam resiko kerusakan hipoksik yang meningkat. bukti dari kerusakan cerebral hipoksik. atau oksigenasi yang inadekuat (dengan analisis ABG dan pulse oximetry) dapat secara aman dipindahkan dari ED setelah 6-8 jam observasi. terutama pneumonia. Pencegahan6 . o Masukkan pasien yang membutuhkan intubasi dan ventilasi mekanis ke ICU. o Korban dengan submerse ringan hingga sedang berat. Masukkan pasien ini kerumahsakit untuk pengamatan. harus diamati dengan waktu yang lama pada unit ED. dan atau demam. • Memberi tahu pada pasien untuk kembali dengan cepat jika timbul dyspnea. o Beberapa pasien dapat terlihat hipoksemia ringan hingga sedang berat yang bisa teratasi dengan mudah dengan oksigen. perburukan dispneu dengan intubasi potensial. Mereka dapat dikelurakan setelah resolusi hipoksemia atau jika mereka tidak mempunyai komplikasi lebih jauh. Pelayanan Pasien Luar6 • Pasien luar didiktatkan dengan derajat dan alami dari kerusakan fungsional residual. and cardiovascular disorders FOLLOW-UP5 Pelayanan Pasien Dalam ED • Beberapa pasien dapat timbul hipoksemia ringan hingga sedsang berat yang bisa dikoreksi dengan mudah dengan bantuan oksigen. o Penggunaan hiperkapnia permissive hingga menurunyya barotraumas pada banyak pasien dengan ARDS dapat tidak diperlukan dalam keadaan dari kerusakan CNS iskemia hipoksik. Transfer6 • Pasien yang menimbulkan hipoksia yang signifikan hipoksia yang membutuhkan intubasi. dapat dikeluarkan setelah masa yang lama dari observasi pada ED atau unit observasi. MEDIKASI5 Kategori Obat : Sympathomimetic agents Agen ini merelaksasikan otot polos bronchial selama bronchospasm Drug Name Albuterol (Proventil. atau hipotermia yang berat yang membutuhkan cardiopulmoner bypass harus berada didalam fasilitas yang siap dalam memberikan yang diperlukan. mereka yang hanya mempunyai gejala ringan yang dapat meningkat semasa observasi dan tidak ada abnormalitas dalam analisis ABG atau oksimetri pulse dan radiografi dada. • Korban dengan ringan hingga sedang berat submerse. Adult Dose Nebulizer: 1.5 mg diluted in 2-5 mL sterile saline or water Pediatric Dose Nebulizer 5 years: Administer as in adults Contraindications Documented hypersensitivity Interactions Beta-adrenergic blockers antagonize effects. hatihati bahwa studi ini tidak mengikutsertakan individu yang lebih tua atau mereka dengan kondisi medis yang mendasarinya yang menempatkan mereka dalam resiko kecelakaan hipoksik dan acidosis.dan/atau ulserasi stress lambung. • Memanage pasien yang membutuhkan tulang belakang servikal atau trauma kepala yang signifikan untuk berada dalam fasilitas yang bisa untuk memonitor neurologis menyeluruh serta intervensi bedah saraf. Hal seperti ini. Mereka dapat dipindahkan setelah resoli=usi dari hipoksemia jika mereka tidak mempunyai komplikasi yang lebih jauh. and other sympathomimetic agents Pregnancy C – Fetal risk revealed in studies in animals but not established or not studied in humans. • Pada pasien dengan penyakit paru yang signifikan tetapi mempunyai penyembuhan neurologis yang beralasan. • Memasukkan pasien yang membutuhkan intubasi dan ventilasi mekanis dalam ICU.

atau mereka yang telah jelas dan dilatasi pupil dan tidak adany respirasi spontan mempunyai prognosis yang buruk.com.uny. 35-60% individu yang membutuhkan CPR terus menerus dalam perjalanan menuju ED meninggal. • Individu tidak boleh berenang sendirian. Edukasi komunitas merupakan kunci pencegahan.9). seperti kejang. • Varon J. dan anak mereka. • Orang dewasa harus menjaga diri mereka sendiri. Resuscitation.%20Pembicara%20Pelatihan%20LIfeguard%20Penanganan%20KOrban %20Paska%20Tenggelam%20(Kondisi%20Henti%20Jantung%20Paru)_0.farmacia.id/sites/default/files/tmp/3.wordpress. digunakan alat pengambang personal ketika berada dalam perahu atau dalam air. arthritis berat. • Semua anak-anak harus diajarkan untuk memeriksa kedalaman dan jika memungkinkan benda-benda yang akan dapat menimbulkan cedera sebelum menyelam. 11 2008. Mar 2006. dan menghindari penggunaan alcohol atau obat-obat lain. dan batas berenang. dan suhu air dan untuk menggunakan baju protektif dan baju lain jika berada dalam cuaca yang dingin. • Anak-anak harus diajarkan keselamatan disekitar air dan selama didalam perahu dan skiing air atau jet. Anak-anak juga musti diajarkan batas berenang dan tidak bermain yang bahaya didalam kolam atau padadek-dek disekeliling kolam. mereka yang mendapatkan CPR di ED. • http://www. Dalam beberapa studi.6 No. gelombang. Complete neurological recovery following delayed initiation of hypothermia in a victim of warm water near-drowning.ac. GERAI – Edisi April 2007 (Vol. 1992 • Poseidon. harus diawasi setiap waktu ketika berada disekitar air. • Penggunaan alcohol atau obat tidak cocok ketika berenang atau olah raga air lain. DAFTAR PUSTAKA • (http://en. 2006 • http://www. • Orang tua harus diperingatkan untuk tidak berenang jika tidak ada yang melihat dan selalu menjaga anaknya dengan hati-hati jika berada disekeliling air. Marik PE. • Semua individu yang terlibat dalam aktivitas dengan perahu harus bisa berenang. Komplikasi6 • Neurologic injury • Pulmonary edema and ARDS • Secondary pulmonary infection • Multiple organ system failure • Acute tubular necrosis (secondary to hypoxemia) • Myoglobinuria • Hemoglobinuria Prognosis6 • Pasien yang sadar atau sadar secara ringan pada presentasi mempunyai kesempatan yang baik untuk bisa pulih sempurna.68(3):421-3 http://satriaperwira. diharuskan berenag dalam pengawasan orang dewasa lain yang bisa menyelamatkan mereka ketika mereka mendapatkan masalah.• Anak-anak. Penghuni perahu harus diajarkan untuk mengantisipasi angin.Tatalaksana Penderita Tenggelam.php?title=Drowning&action=edit) • Derrick J Pounder. • Pasien yang komatose.pdf . Studi Pediatric mengindikasikan bahwa anak-anak yang membutuhkan penanganan spesialisasi karena tenggelam di pediatric intensive care unit (PICU) sedikitnya mempunyai angka mortalitas 30%dan penambahan 10-30% mengalami kerusakan otak yang berat. • Semua individu harus diajarkan untuk tidak meminum alcohol atau menggunakan obat lain ketika berenang. Lecture Notes. Feb. • Individu dengan kesakitan medis dasar yang mungkin bisa menempatkan resiko mereka ketika berenang.eMedicine – Drowning : Article by Suzanne Moore Shepherd.com/2008/06/03/drowning-tenggelam/ http://staff. dan 60-100% yang selamat dalam kelompok ini mengalami sekuele neurologis jangka panjang. terutama balita. Mereka sebaiknya mempunyai alat seperti pelampung.wikipedia. Drowning statistics – Drowning facts file.org/w/index. dan kerusakan fungsi neuromuscular. The Lifeguard’s Third Eyes. termasuk didalam bathtub atau keranjang yang berisi penuh dengan air. University of Dundee. Edukasi Pasien 6 • Pencegahan merupakan kunci. diabetes mellitus. penyakit arteri koroner yang signifikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful