BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Mikrobia merupakan organisme berukuran kecil dimana individu dari tiap mikrobia hanya dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Organisme yang termasuk mikrobia adalah virus, jamur/fungi, bakteri, protozoa dan mikroba. Dalam kehidupan sehari-hari, mikrobia memainkan peranan penting baik dari segi positif maupun negatif. Sebagai contoh digunakan dalam bidang industri pangan, bidang mikrobiologi dan bahan penelitian. Namun tak jarang menjadi pathogen bagi mahluk hidup. Salah satu fungi/jamur terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok yaitu kapang,khamir dan mushroom. Fungi sendiri terbagi menjadi division-divisio diantaranya divisi Zygomycota, divisi Ascomycota dan divisi basidiomycota (Gerard.J.Tortora dkk,2010). Mikroba sendiri dalam kehidupannya tidak lepas dari kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan itu mempengaruhi morfologi, fisiologi dan genetik dari mikroba.Mikrobia memiliki ketahanan hidup yang berbeda-beda pada setiap individunya. Tak jarang pula terdapat mikrobia yang membentuk spesialisasi kekebalan untuk mempertahankan hidupnya sehingga dalam kehidupan yang selanjutnya ia menjadi mikrobia yang kebal dari kondisi lingkungan apapun dan nantinya akan menyebabkan bencana bagi mahluk hidup. Adapun faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti PH, kadar aram,suhu, nutrisi,lingkungan mikrobia, gas oksigen dan aktivitas air ( Charles W.Bamforth.2005). Kadar garam yang tinggi banyak digunakan dalam pengawetan makanan. Berbagai mikrobia memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap kadar garam di lingkungannya. Salah satunya dari divisi ascomycotyna yaitu Saccharomyces cerevesiae yang termasuk dalam kelompok fungi jenis khamir. Sachharomyces cerevisiae memiliki karakter khusus diantaranya adalah memiliki askopora yang menghasilkan ascus dimana secara umum diketahui bahwa hal ini berpengaruh pada kelanjutan hidup Sachharomyces cerevisiae itu sendiri termasuk ketahanan hidupnya (Lansing M.Presscott dkk,2003). Kinerja dan ketahanan hidup dari Sachharomyces cerevisiae ini dimanfaatkan untuk pembuatan bahan pangan alternative seperti bir dan keju. Kadar garam mempengaruhi kerja khamir ini.Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang faktor-faktor pengaruh kadar garam terhadap ketahanan hidup dan morfologi,fisiologi sel khamir Sachharomyces cerevisiae. 1.2 TUJUAN Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah agar mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup, bentuk sel dan jumlah sel yang bertahan hidup pada sel khamir Saccharomyces cerevisiae terutama terhadap faktor peningkatan konsentasi NaCl.

1

Organisme yang termasuk mikrobia adalah virus. terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. bakteri.2010). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dunia mikrobia adalah suatu kerajaan biologi yang terdiri dari mikroorganisme dan virus.Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang mikrobia tersebut. Salah satu organismenya yaitu jamur/fungi merupakan sesuatu yang sudah tidak asing dalam aspeknya di kehidupan sehari-hari.1. Berdasarkan kemampuan pengawet untuk memperpanjang daya simpan atau membuat pangan lebih awet caranya yaitu kadar air pangan harus diturunkan.2006).3 MANFAAT Manfaat yang dapat diambil dari dibuatnya makalah ini adalah mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi ketahanan hidup pada mikroba.cerevisiae dalam memecah tekanan osmotic yang tinggi selama produksi. Diantara semua bentuk kehidupan dibumi. Organisme ini terbagi menjadi beberapa kelompok lagi yaitu kapang.Salah satu dari kelompok sel khamir adalah Saccharomyces cerevisiae. sehingga kedepannya kita bisa menerapkan dalam kehidupan terutama bagi biologist yaitu bidang penelitian serta bioteknologi. tetapi keberadaannya umumnya tidak dihargai dikarenakan ukurannya yang kecil dan membutuhkan mikroskop untuk melihat sel secara individual. mikroorganisme mendominasi dalam jumlah spesies dan biomassa. galaktosa dan sukrosa dan sedikit diketahui bahwa itu adalah efek dari kadar konsentrasi NaCl yang tinggi ( Nadir Trainotti et al. koloni mikrobia dan komunitasnya dapat dilihat di alam (Kenneth Todar. membatasi serta membunuh aktivitas mikroba perusak pangan. Meskipun mikroskop cahaya biasanya dibutuhkan untuk melihat suatu sel mikrobia tunggal. Kadar konsentrasi yang tinggi merubah metabolisme sel khamir sehingga berpengaruh pada hidup dan struktur sel. Penggunaan NaCl yang diketahui sebagai bahan pengawet dalam industrial. Konsentrasi NaCl mempengaruhi proses Saccharomyces cerevisiae dalam memproduksi maltose dan gliserol bahkan ditemukan tidak ada gliserol yang terbentuk. Tingkat stress yang tinggi salah satunya adalah kadar konsentrasi NaCl yang tinggi. khamir(yeast) dan mushroom. Kebanyakan industri menggunakan s. Pengawet memiliki kemampuan untuk memperpanjang daya simpan. Mengurangi kadar air dalam pangan dapat dilakukan dengan berbagagai cara antara lain melalui proses pengeringan atau pemberian bahan (senyawa) pengawet yang dapat mengikat air bebas.Mikroorganisme merupakan organisme uniseluler (atau sekurangkurangnya mampu terdapat sebagai sel tunggal). Berdasarkan penelitian ini terlihat oleh pertumbuhan sel dan fermentasi secara relativ membatasi sumber karbon termasuk glukosa .Metabolisme Intraselular akan lemah karena adanya konsentrasi NaCl dan berpengaruh terhadap kehidupan Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae dikenal dengan kemampuannya untuk bertahan dalam kondisi lingkungan yang cenderung berada dalam tingkat stress yang tinggi. Molar yang tinggi didesak oleh kadar Nacl yang tinggi. Prinsip pengawetan 2 . protozoa dan mikroba. Penggunaan NaCl dalam mikrobia terutama sel khamir merupakan suatu yang tidak asing lagi pada saat ini. jamur/fungi.

zat pengawet akan menghambat aktivitas pertumbuhan jamur. 3. 10%. Garam atau NaCl sejak berabad-abad lampau hingga saat ini garam digunakan sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. gelas penutup. 3.2 ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktikum yaitu sel khamir Saccharomyces cerevisiae. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan.15% . Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Dasar.05. 5%. atau sekaligus keduanya. 400x. kapang dan khamir. Pengamatan dilakukan melalui 3 sudut 3 . Sebagai antioksidan. Sel khamir Saccharomyces cerevisiae biakan umur 48 jam diambil di agar PDA miring dengan bantuan jarum ose ujung bulat. bahan atau zat pengawet yang digunakan akan berperan sebagai anti mikroba atau antioksidan. Sementara produk segarnya hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari. tisu.3 LANGKAH KERJA Pertama bahan yang paling penting adalah sel khamir Saccharomyces cerevisiae. Jurusan Biologi. metilen biru yang mengandung NaCl dengan konsentrasi 0 % . telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam. BAB III METODOLOGI 3. Produk pangan hasil pengawetan dengan garam memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan. Malang. Universitas Brawijaya. Setelah itu ditetesi dengan metilen biru yang mengandung NaCl dengan konsentrasi 10% sebanyak 1 tetes kemudian ditutup dengan gelas penutup. sel khamir Saccharomyces cerevisiae diletakkan pada gelas objek yang sebelumnya telah dibersihkan dengan larutan etanol 70% dan dikeringkan dengan tisu. mikroskop cahaya gelas obyek .1 TEMPAT DAN WAKTU Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2010 pada pukul 12. Preparat yang sudah siap dietakkan di meja obyek pada mikroskop dan diamati dengan perbesaran 100x .2010). Larutan garam yang masuk kedalam jaringan produk pangan akan mengikat kandungan air bebas yang terdapat dalam produk pangan tersebut. etanol 70% . 20% . Dalam produk pangan. Ikan pindang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sebagai antimikroba. bakteri dan enzim yang menyebabkan pembusukan pangan. (Lucky Kobandaha. counter dan timer. zat-zat pengawet akan menekan reaksi yang terjadi pada saat pangan menyatu dengan oksigen. ikan asin.05-14.bertujuan untuk menghambat terjadinya pembusukan dan menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin. sinar panas dan beberapa logam sehingga dapat mencegah terjadinya ketengikan. penciklatan dan munculnya noda-noda hitam pada produk pangan.

BAB IV PEMBAHASAN Tabel 4.1 Perbandingan konsentrasi NaCl dengan jumlah sel khamir Saccharomyces cerevisiae pada setiap waktu pengamatan Berdasarkan gambar grafik 4.2 Pengaruh Konsentrasi NaCl pada struktur sel khamir ( dalam jumlah ratarata) Konsentrasi 0% 2% 5% 10% 15% 20% Silinder (bulat) 186 0 67 109 54 59 Elips(oval) 183 0 51 70 44 66 4 . Grafik dengan garis biru menunjukkan jumlah sel khamir Saccharomyces cerevisiae yang mati dan dari grafik tersebut diketahui bahwa dengan semakin bertambahnya konsentrasi NaCl semakin banyak pula jumlah sel khamir yang mati meskipun jumlahnya tidak selalu stabil.1 dapat dijelaskan tentang perbandingan konsentrasi NaCl dengan jumlah sel khamir Saccharomyces cerevisiae pada setiap waktu pengamatan. Tabel 4.pandang yang berbeda dengan interval waktu 0 menit.15 menit dan 30 menit. Kemudian hasilnya dicatat dalam tabel pengamatan.1 Pengaruh Konsentrasi NaCl pada ketahanan hidup sel khamir (dalam jumlah rata-rata) Konsentrasi Berwarna Biru (mati) Berwarna bening (hidup) 0% 116 394 2% 10 307 5% 44 131 10% 53 145 15% 30 59 20% 76 59 Gambar 4. Grafik dengan garis merah menunjukkan sel khamir Saccharomyces cerevisiae yang hidup dan dari grafik tersebut diketahui bahwa dengan semakin bertambahnya konsentrasi NaCl maka semakin sedikit pula sel khamir Saccharomyces cerevisiae yang dapat bertahan hidup.

Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0. tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi.2 dijelaskan tentang perbandingan konsentrasi NaCl dengan struktur sel khamir Saccharomyces cerevisiae pada setiap waktu pengamatan Grafik dengan garis biru menunjukkan bahwa dengan seiring bertambahnya konsentrasi NaCl maka semakin meningkat jumlah sel khamir yang berbentuk silinder/bulat meskipun tidak dalam nilai yang stabil. Begitu pula sebaliknya.Gambar 4. sel khamir.1 mm.001 mm. garam menjadi ion Cl. Hal ini disebabkan oleh penurunan nilai aktivitas air (aW) dan terionisasi serta terjadi peningkatan tekanan osmotik. 1995). 5 . penambahan garam (NaCl) pada substrat organik menimbulkan rangkaian fermentasi secara spontan dan mengakibatkan terjadinya seleksi mikrobia yang mengarah pada suksesi mikrobia. Grafik dengan garis merah menunjukkan bahwa dengan seiring bertambahnya konsentrasi NaCl maka semakin sedikit pula jumlah sel yang berbentuk elips/oval meskipun nilainya tidak stabil juga. Jasad hidup yang berukuran kecil disebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Ukuran mikrobia biasanya dinyatakan dalam mikron. 1996). Sel mikrobia umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop. Semakin kecil jumlah atau konsentrasi garam yang ada.2 : Perbandingan konsentrasi NaCl dengan struktur sel khamir Saccharomyces cerevisiae pada setiap waktu pengamatan Berdasarkan grafik 4. maka semakin banyak pula jumlah sel khamir yang hidup. NaCl merupakan salah satu ingredient yang paling sering digunakan sebagai bahan pengawet pada daging. Semakin besar konsentrasi garam maka semakin kecil jumlah sel khamir yang hidup.yang bersifat toksik. Hal ini dikarenakan pada konsentrasi tertentu. 1 mikron adalah 0. Perlakuan dengan garam tinggi di satu sisi memberikan efek pengawetan dan pembentukan aroma (Fardiaz. Garam dalam konsentrasi tinggi dapat menghambat pertumbuhan sel khamir pembusuk dan patogen. walaupun demikian ada mikrobia yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar(Madigan. Jasad renik disebut sebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil. sehingga sukar dilihat dengan mata biasa.

Sedangkan apabila dilihat dari bentuk sel. terdapat dua macam sel yang dapat diamati. penyediaan sumber daya karbon dan mineral serta penyuplaian nitrogen dan vitamin(Chriss Bell et all. Seperti banyak diketahui bahwa Saccharomyces cerevisiae termasuk dalam kelompok khamir(yeast) atau dalam bahasa Indonesia ragi. sel akan mati seiring dengan bertambahnya waktu.Ragi adalah organisme heterotrof yang habitatnya terdapat di jaringan tumbuhan seperti kebanyakan pada bunga dan buah Kebanyakan dari organisme ini adalah organisme aerob meskipun ada pula yang anaerob fakultatif. Dengan tersuspensinya NaCl dalam sel Saccharomyces cerevisiae maka sifat NaCl yang cenderung mengikat oksigen bebas dalam air akan mempengaruhi metabolisme dari sel. yaitu sel berbentuk sirkuler (bulat) dan sel yang berbentuk elips (oval) (Cappucinno. Sherman. Organisme aerob cenderung membutuhkan suplai oksigen ketika berada di lingkungan yang miskin akan oksigen dimana oksigen itu nantinya akan digunakan untuk berkembang ataupun memproduksi makanan bagi kebutuhan metabolik. Apabila konsentrasi garam dalam sel tinggi maka akan menyebabkan perubahan pada struktur sel. Perubahan bentuk sel juga disebabkan oleh peristiwa deplasmolisis yaitu dimana ketika sel khamir Saccharomyces cerevisiae berada dalam lingkungan dengan konsentrasi yang tinggi sehingga sel menyerap NaCl yang ada disekitarnya. Dalam hidupnya organisme ini sangat sederhana dalam bermetabolisme untuk kelangsungan hidupnya seperti pembentukan nutrisi.Seperti yang telah dijelaskan bahwa NaCl yang kita gunakan adalah dari metilen biru sehingga sel akan terisi oleh metien biru yang mengandung NaCl sehingga sel terlihat menggembung dan berwarna biru. 2001). Sel akan beradaptasi dengan lingkungannya. Penyunspensian NaCl berkonsentrasi tertentu pada Sacharomyces cerevisiae mengakibatkan metabolisme sel Saccharomyces cerevisiae berubah. Namun karena oksigen telah diikat oleh NaCl maka sel akan kehabisan suplai oksigen. Sel Saccharomyces cerevisiae yang bersifat aerob atau membutuhkan oksigen dalam melangsungkan hidupnya akan terganggu.Pertumbuhan dan perkembangbiakan sel akan terhambat dan akhirnya.1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 6 . Dilihat dari segi tipe sel. maka dapat diketahui bahwa sel yang berwarna biru merupakan sel yang sudah mati dan sel yang tidak berwarna adalah sel yang masih hidup. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. tingkat stress lingkungan makin tinggi dan kebutuhan oksigenuntuk bermetabolisme guna menjaga kelangsungan hidupnya tidak dapat terpenuhi lagi. Saccharomyces cerevisiae merupakan contoh mikroba yang sering digunakan sebagai agen penghasil pangan dan bioetanol. Sel khamir.2007). Pada menit-menit awal sel masih bisa beradaptasi namun seiring bertambahnya waktu dan makin banyak oksigen yang diikat oleh NaCl maka suplai oksigenpun berangsur menipis.

Food Microbiology and Labory Pratice.1. 2. Kematian sel disebabkan karena sel khamir Saccharomyces cerevisiae tidak terpenuhi kebutuhan oksigennya untuk tumbuh dan berkembang disebabkan karena diikatnya oksigen bebas oleh NaCl yang terkandung di metilen biru 5. N. Neaves. Microbiology a Laboratory Manual. Anthony. 6. Sifat sel khamir yang cenderung aerob dimanfaatkan dalam kehidupan industrial sebagai bahan pengawet pangan 5. Semakin tinggi konsentrasi NaCl dan semakin lama menit maka makin tinggi tingkat kematian pada sel khamir Saccharomyces cerevisiae 3.Paul . Semakin tinggi konsentrasi NaC dan semakin lama menit maka makin sedikit jumlah sel khamir yang berbentuk oval/ellips sebaliknya jumlah sel yang berbentuk bulat semakin banyak 4. Perubahan bentuk sel terjadi karena adanya peristiwa osmosis antara sel khamir Saccharomyces cerevisiae dengan lingkungannya yang berupa NaCl dengan kadar konsentrasi tertentu.Blackwell publishing : United Kingdom J. Selain itu sebaiknya berkonsentrasi penuh karena ketelitian ketika mengamati sel khamir Saccharomyces cerevisiae di bawah mikroskop cahaya terutama ketika penghitungan antara jumlah sel bewarna biru dan bening serta pengamatan bentuk sel dari yang bulat dan ellips sangatlah berpengaruh pada hasil pengamatan yang akurat. Secara umum kondisi lingkungan berpengaruh pada ketahanan hidup dan struktur sel khamir Saccharomyces cerevisiae misal tingkat konsentrasi NaCl.2007.Williams. DAFTAR PUSTAKA Bell.2 SARAN Sebaiknya sebelum melakukan praktikum kesterilan alat diperhatikan terutama pada gelas objek dan kaca penutup karena sel khamir sangat rentan kondisinya terhadap lingkungan.P. Cappucinno. 2001.G.Chriss. Sherman. Benjamin 7 .

Inc : New Jersey. Funke. .2010.2003.pdf . Harley. Prentice Hall.Fromhttp://wimamadiun. 1996.Lansing M. . NaCl stress inhibits maltose fermentation by Saccharomyces cerevisiae Biotechnology Letters 23: 1703–170. Prescott.php? option=com_content&task=view&id=33&Itemid=9 .2010. Diakses tanggal 16 oktober 2010.Nadir.2006. Gerard J. Madigan et al. Rajawali Press : Jakarta. Tortora . 1995.Microbiology International Edition fifth edition.2001.com/materi/aguspur/mikrobiologi/bab%201% 20%pengenalan%20Dunia%20Mikrobia. Stambuk .Pearson Education Inc : United State of America Trainotti .Microbiology an introduction tenth edition. Biology of microorganisms.Cumming Publisher : New York KennethTodar. Fardiaz. Kluwer Academic Publishers : Netherlands 8 .com/index.Mc Graw Hill : San Fransisco S.John P.rsawalbrospku. Diakses 17 oktober 2010 Lucky Kobandaha. Analisa Mikrobiologi Pangan.Berdell R. http://www.Boris U.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful