• •

arsip About

adamsmile73
Just another WordPress.com site PEDOMAN AKREDITASI POKJA KEPERAWATAN Tulisan Sebelumnya

PARA AHLI TEORI KEPERAWATAN
By: rifkifauzan
Sep 29 2011

Kategori: Uncategorized Tinggalkan Sebuah Komentar PHYLOSOFICAL THEORY Hildegard E. Peplau MODEL KEPERAWATAN HUBUNGAN INTERPERSONAL A. Pandangan Teoritis 1. Teori ini menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri & orang lain dengan menggunakan dasar huungan antar manusia (HAM 2. Menurut Peplau, Keperawatan adalah proses interpersonal karena melibatkan interaksi antara dua atau lebih individu dengan tujuan bersama. B. Fase-fase Hubungan Interpersonal : 1. Fase Orientasi ; Perawat dan pasien melakukan kontrak awal untuk menjalin trust, terjadi proses pengumpulan data 2. Fase Identifikasi ; Perawat sebagai fasilitator untuk memfasilitasi expresi perasaan pasien, melaksanakan asuhan keperawatan 3. Fase Eksplorasi ; Perawat telah membantu pasien dalam memberikan gambaran kondisi pasien 4. Fase Resolusi ; Perawat berusaha secara bertahap untuk membebaskan pasien dari ketergantungan terhadap nakes & menggunakan kemampuan yang dimilikinya C. Asumsi Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal Oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. 1. Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa ¬ Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan, ¬ Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan ¬ Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal. 2. Asumsi implisit

Mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien. D. Komponen Dasar Dalam kaitannya dengan perpektif paradigma keperawatan, Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar : 1. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang hidup dalam equilibrium yang tidak stabil yang berjuang dengan caranya sendiri untuk megurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal 2. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana Budaya, adat istiadat dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu 3. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif 4. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna, bersifat therapeutic. E. Peran Perwat Peplau secara terperinci menguraikan beberapa peran perawat : 1. Stranger ; menerima pasien secara baik-baik untuk dapat beradaptasi dengan situasi kehidupan yang berbeda, sehingga tercipta hubungan saling percaya, 2. Teacher ; sebagai guru dalam memberi pengetahuan sesuai kebutuhan, 3. Resource Person ; Sebagai narasumber atau pemberi informasi yang spesifik dalam memahami masalah atau situasi yang baru, 4. Counselors ; Membantu individu untuk memahami dan mengintegrasikan makna kehidupan saat ini sambil memberikan bimbingan dan dorongan untuk melakukan perubahan, 5. Surrogate; bertindak sebagai advokasi, yaitu atas nama pasien untuk membantu memperjelas domain saling ketergantungan dan kemandirian 6. Leader ; memimpin pertemuan dengan cara yang saling memuaskan PHYLOSOFICAL THEORY FLORENCE NAIGHTINGALE MODEL NURSING A. Pandangan Teoritis 1. Filosofi Florence Nightingale sangat dipengaruhi oleh pandangan tentang interaksi pasien dan lingkungannya yaitu lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial. 2. Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. 3. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat 4. Model dan konsep ini memberikan inspirasi dalam perkembangan praktik keperawatan, sehingga akhirnya dikembangkan secara luas, paradigma perawat dalam tindakan keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan kurang benar, akan tetapi lingkungan

dapat mempengaruhi proses perawatan pada pasien, sehingga perlu diperhatikan. 5. Teori Nightingale memandang Pasien dalam kontek lingkungan keseluruhan : Lingkungan fisik, Psikologis, dan Sosial. 6. Perawat adalah orang yang membantu proses penyembuhan pasien, dimana perawta lebih dituntut harus bisa membuat lingkungan fisik, psikologis, dan sosial pasien selalu nyaman dengan lingkungan yang bersih. 7. Sebagai contoh : berdasarkan teori ada beberapa hal yang pelu di lakukan perawat pada saat memberikan nutrisi kepada pasien adalah : a. Jelaskan pentingnya nutrisi yang baik b. Posisikan pasien merasa nyaman saat makan c. Buat lingkungan sekitar nyaman B. Fenomena Keperawatan 1. Florence Nigtingale yang mengamati fenomena bahwa pasien yang dirawat dengan keadaan lingkungan yang bersih ternyata lebih cepat sembuh. 2. Karena masalah munculnya dari dunia empirik, maka proses berpikir tersebut diarahkan pada pengamatan objek dalam dunia empirik. 3. Dalam menghadapi masalah perawat memunculkan reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan cara berpikirnya. 4. Ilmu dimulai dengan fakta dan kemudian akan diakhiri dengan penemuan fakta pula. Fakta akan menghasilkan suatu teori yang menjelaskan tentang gejala yang terdapat dalam dunia nyata dan memberikan prediksi terhadap permasalahan tersebut. 5. Teori keperawatan merupakan abstraksi intelektual yang merupakan gabungan antara pendekatan rasional dengan pengalaman empirik perawat dalam praktik keperawatan. Dalam hal ini teori merupakan suatu penjelasan yang bersifat rasional yang sesuai dengan objek yang dijelaskan. C. Kaji dan analisis fenomena Analisis masalah mencakup langlah-langkah berikut : 1. Langkah pertama dalam analisa suatu fenomena adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang kemunkinan menjadi pencetus terjadinya suatu fenomena tersebut. 2. Rumusan ini mengandung pertanyaan mengenai objek empiris dan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. Rumusan masalah didapat melalui pengamatan terhadap objek empiris yang menjadi fokus utamanya D. Solusi 1. Mempelajari dan menentukan masalah prioritasnya 2. Menyusun alternatif penyelesaian 3. Menentukan tindakan yang mempunyai kemungkinan paling besar akan berhasil dengan akibat yang paling menguntungkan 4. Bertindak (modifikasi lingkungan) ciptakan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman 5. Menilai / evaluasi PHYLOSOPHYCAL THEORY JEAN WATSON Philosophy and Science of Caring A. filosofis keperawatan 1. Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human science and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan

1985). Meminta persetujuan klien (inform consent) 5. TINJAUAN KONSEP a. dokumentasi F. Mengkaji kebutuhan klien akan kebutuhan tindakan infus 2. solusi terkait fenomena Membuat standar operasional prosedur: 1. Pemberian pelayanan kesehatan berdasarkan pada ilmu pengetahuan 4.estetika. Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya atau kalarifikasi 4. Fenomena keperawatan yang ada di tempat kerja • Tindakan pemasangan infus kepada pasien D. Memandang manusia sebagai makhluk yang utuh 4. menunjukkan rasa empati dan tujuan tindakan dan melibatkan keluarganya dan mempersilahkan klien untuk berdoa’ E. Secara umum dapat didefinisikan sebagai model konseptual atau kerangka kerja yang menyediakan kerangka acuan bagi perawat untuk membimbing pemikiran mereka. Menjelaskan pada klien tentang tindakan pemasangan infus 3. Kesimpulan Falsafah keperawatan menurt jean watsen adalah human care is the heart of nursing : Aplikasi caring menurut weatson: 1. dalam tindakan pemberian infus berdasarkan kebutuhan klien. Berfokus pada harga diri individu 2. pengamatan. salah satu teori filosofis keperawatan 1. menunjukkan rasa empati dan tujuan tindakan dan melibatkan keluarganya dan mempersilahkan klien untuk berdoa’  Manusia dipandang sebagai sosok yang utuh. Manusia dipandang sebagai sosok yang utuh. humanities dan kiat/art (Watson. Berfokus pada harga diri individu. meminta persetujuan klien 2. 2. respon klien berbeda-beda terhadap tindakan infus 3. Pemberian pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan 5. Menjaga privasi klien 7. Melihat manusia adalah unik 3. Memandang klien sebagai subjek TEORI FILOSOFI KEPERAWATAN PATRICIA BENNER FROM NOVICE TO EXPER “EXELLENCE AND POWER IN CLINICAL NURSING PRACTICE” A. Menjelaskan kepada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan serta melibatkan keluarga saat tindakan dilakukan 6. Manusia adalah unik (memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kondisi sakit) 3. defenisi dan usulan yang memproyeksikan sebagai . Teori filosofis keperawatan Teori merupakan kumpulan konsep. Sebelum tindakan klien dipersilhkan untuk bedoa’ 8. 2000) www. interpretasi dan praktek perawat (seadhouse.com B. Analisis fenomena 1. Memandang klien sebagai subjek dan bukan sebagai objek C. Memandang manusia sebagai aspek yang utuh 4. Lotsofessays. Memandang manusia sebagai individu yang unik. Berfokus pada harga diri individu (menghargai kelebihan dan kekurangan klien) 2. dalam tindakan pemberian infus berdasarkan kebutuhan klien.

Secara umum level ini diaplikasikan untuk mahasiswa keperawatan. Konsisten. . Competent harus mengetahui alasan dalam pembuatan perencanaan dan prosedur pada situasi klinis. advance beginner akan menjadi competent. dan moral yang mendasari sifat. etik. competent harus diizinkan untuk memandu respon terhadap situasi. etik. Tahap competent dari model Dreyfus ditandai dengan kemampuan mempertimbangkan dan membuat perencanaan yang diperlkan untuk suatu situasi dan sudah dapat dilepaskan. sebelumnya mereka mempunyai lebih banyak pengalaman. Filosofis keperawatan merupakan keyakinan yang berasal dari nilai. dan (5) expert. Situasi klinis ditunjukkan oleh perawat pada level advance beginner sebagai ujian terhadap kemampuannya dan permintaan terhadap situasi pada pasien yang membutuhkan dan responnya. kemampuan memprediksi. penjelasan. Advance beginner mempunyai responsibilitas yang lebih besar untuk melakukan manajemen asuhan pada pasien.pandangan sistematis atas penomena dengan merancang hubungan-hubungan khusus diantara konsep. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. Advance beginner mempunyai pengalaman yang cukup untuk memegang suatu situasi. Kecuali atribut dan ciri-ciri. Novice Tingkat Novice pada akuisisi peran pada Dreyfus Model. 2. (2) Advance Beginner. b. Perintah yang jelas dan atribut yang obyektif harus diberikan untuk memandu penampilannya. perkiraan atau pengendalian fenomena. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yang membutuhkan Jadi teori filosofi keperawatan merupakan konsep keyakinan yang berasal dari nilai . Mereka akan kesulitan memegang pasien tertentu pada situasi yang memerlukan perspektif lebih luas. Tingkat competent adalah tingkatan yang penting dalam pembelajaran klinis.konsep untuk keperluan penggambaran. Benner menempatkan perawat yang baru lulus pada tahap ini. Di sini sulit untuk melihat situasi yang relevan dan irrelevan. Teori From Novice to Expert menjelaskan 5 tingkat/tahap akuisisi peran dan perkembangan profesi meliputi: (1) Novice. B. Fungsi perawat pada situasi ini dipandu dengan aturan dan orientasi pada penyelesaian tugas. Perawat competent dapat menunjukkan reponsibilitas yang lebih pada respon pasien. perilaku. karena pengajar harus mengembangkan pola terhadap elemen atau situasi yang memerlukan perhatian yang dapat diabaikan. Untuk dapat menjadi proficient. (4) proficient. lebih realistik dan dapat menampilkan kemampuan kritis pada dirinya. 3. tetapi Benner bisa mengklasifikasikan perawat pada level yang lebih tinggi ke novice jika ditempatkan pada area atau situasi yang tidak familiar dengannya. Competent Menyelesaikan pembelajaran dari situasi praktik aktual dengan mengikuti kegiatan yang lain. Contoh teori filosofis keperawatan Teori “From Novice To Expert” yang dikembangkan oleh Patricia Benner diadaptasi dari “Model Dreyfus” yang dikemukakan oleh Hubert Dreyfus dan Stuart Dreyfus. dan manajemen waktu adalah penampilan pada tahap competent. aspek tidak dapat dilihat secara lengkap karena membutuhkan pengalaman yang didasarkan pada pengakuan dalam konteks situasi. perilaku dan tindakan keperawatan. (3) competent. Penjelasan dari ke lima tingkatan tersebut adalah sebagai berikut 1. adalah seseorang tanpa latar belakang pengalaman pada situasinya. Advance Beginner Advance Beginner dalam Model Dreyfus adalah ketika seseorang menunjukkan penampilan mengatasi masalah yang dapat diterima pada situasi nyata.

RR : 36 x/mnt. meliputi pengakuan dan mengimplementasikan respon keterampilan dari situasi yang dikembangkan. Proficient Perawat pada tahap ini menunjukkan kemampuan baru untuk melihat perubahan yang relevan pada situasi. Ida adalah seseorang tanpa latar belakang pengalaman pada situasinya. tampak berbaring posisi semi fowler. Suhu : 36’70C. terpasang 02 via kanula nasal 4 l/m. Menunjukkan pegangan klins dan sumber praktis 2. Pasien nampak gelisah. Clinical Instruktur (CI) adalah orang yang berperan dalam meberikan petunjuk dan perintah tersebut. 5. Aspek kunci pada perawat expert adalah: 1. Pada tingkatan ini mereka banyak terlibat dengan keluarga dan pasien. BABAK I (Novice) (Setting) (scene1) Tn A. Melihat gambaran yang luas 4. Expert Benner menjelaskan pada tingkatan ini perawat expert mempunyai pegangan intuitiv dari situasi yang terjadi sehingga mampu mengidentifikasi area dari masalah tanpa kehilangan pertimbangan waktu untuk membuat diagnosa alternatif dan penyelesaian. Solusinya Dalam tatanan pelayanan hendaknya dibuat pembagian tugas yang jelas untuk setiap tingkat/ jenjang dari novice – expertVsesuai dengan kemampuan dan wewenang SKENARIO PATRICIA BENNER : FROM NOVICE TO EXPERT : EXCELLENCE AND POWER IN CLINICAL NURSING PRACTICE Tn A. 4. dalam hal ini diwakili dalam peran sebagai mahasiswa keperawatan yang sedang praktik. . Nadi : 120x/mnt. batuk. CI memberikan petunjuk cara perawatan pasien. pasien sesak. Mereka akan mendemonstrasikan peningkatan percaya diri pada pengetahuan dan keterampilannya. Mewujudkan proses know-how 3. Odem pada kaki. (scene2) Mahasiswa perawat dengan pembimbing klinik (CI) memasuki ruang pasien. dengan diagnosa CHF NYHA IV Keluhan pada saat dikaji. dan hasil EKG ditemukan Q Patologis dan OMI. Melihat yang tidak diharapkan C. Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan : Albumin 2. Perubahan kualitatif pada pada expert adalah “mengetahui pasien” yang berarti mengetahui tipe pola respon dan mengetahui pasien sebagai manusia. Perintah yang jelas dan atribut yang obyektif harus diberikan untuk memandu penampilannya. dan sangat lemas serta susah BAB Dari pemeriksaan fisik didapat TD : 180/100 mmHg. Narrator : Situasi pada babak ini menggambarkan bagaimana seorang perawat dalam level NOVICE bekerja. umur 50 tahun dirawat di ruang CVCU RSWS .Point pembelajaran yang penting dari belajar mengajar aktif pada tingkatan competent adalah untuk melatih perawat membuat transisi dari competent ke proficient.1 mg/dl.

Competence Selamat pagi Tn A. Tn A sedang tiduran. Ns. Competence (mendengarkan laporan Ns Beginner dengan mengangguk-angguk. kepala pusing terus. Ns.) Kamu betul Ns Gin. Compi saya lihat kondisi Tn A semakin memburuk. Beginer melakukan pengecekan. Beginner membantu memasangkan mansetnya. Benner menempatkan perawat yang baru lulus dalam level ini…. dan keadaan umum Tn A karena berdasarkan teori. urin output 40 ml dalam waktu 3 jam) BABAK II (Beginner & Competent) (scene 3) (Setting) Kamar Tn A. Ns Competence He-eh… Baik Tn A kita periksa dulu ya. Hasil pengukuran TD 180/100 mmHg. Tn A Selamat Pagi Suster (duduk di tepi tempat tidur. Menurut saya Tn A perlu dilakukan pemeriksaan ulang laboratorium protein urine. Ns.CI Selamat pagi Tn A. karna sesak. Coba Saya cek dulu. apa yang bapak rasakan hari ini ? bagaimana tidurnya semalam pak? Tn A Sy tdk bisa tdr sus. (kemudian Ns. Kaki ini rasanya tambah besar saja (sambil menunjuk kaki). Competence (mengamati tingkah laku Tn A) bagaimana perasannya pagi ini pak? sepertinya ada yang mengganggu? Tn A (mengambil napas dalam. dan ternyata benar. TD semakin tinggi. dan mengeluh kepala pusing serta mata berkunang-kunang. Setiap hal yang berkaitan dengan peningkatan tekanan darah di tanyakan pada Tn A dengan penuh perhatian) . Sementara Ns Competence melakukan pemeriksaan fisik pada kepala dan selanjutnya melakukan pemeriksaan tekanan darah. menunjukkan penampilan mengatasi masalah yang dapat diterima pada situasi nyata. Ns. Ida Baik Bu. urin output 30 ml dalam 3 jam dan berwarna sangat pekat. Saya pikir Tn A perlu penanganan lebih lanjut lagi. Rapi sekali hari ini. dalam hal ini diperankan Ns Beginner. Beginer melanjutkan melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan hasil oedem (+). Ns Competence mengecek kantung urin yang ada. kemudian meminta catatan medis yang dipegang Ns Beginner. urine output hanya 30 ml dalam 3 jam. Ns. tampak berfikir) Kok perkembangan Tn A seperti ini ? TD semakin meningkat (190/100 mmHg). nanti berakibat buruk. Ns Beginer (kening berkerut. observasi secara ketat TD. tetapi terlihat lebih lesu dari biasanya. (sambil mengambil tensimeter dan stetoskop. (kemudia ida mengukur tanda vital Tn A. Mari kita cek bersama-sama… (Ns Competent dan Ns Beginner bersama-sama ke ruangan Tn A. dan tidur dengan memejamkan mata. Ns Beginner sedang memeriksa catatan medis laporan hari sebelumnya (Scene 3) Ns Beginer membaca catatan perkembangan Tn A dengan kondisi TD meningkat menjadi 190/100 mmHg. Tn A mengeluh sangat pusing dan mata berkunang-kunang. Setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah. (Narrator) : Babak ini menggambarkan bagaimana perawat dalam level ADVANCE BEGINNER. urine output. masih sambil memicingkam mata seperti orang silau) Ini. Kemudian memejamkan matanya… sebentar Ns. Ns. CI Ida (mahasiswa perawat) coba kamu ukur tanda – tanda vital nya Tn A dan takar urinnya. Beginer (melaporkan kepada perawat competent). Peristiwa ini terjadi pada hari berikutnya…. mengamati urin yang ditampung sejak 3 jam sebelumnya.

(kemudian Ns. diperiksa protein urin ulang. (Scene 5) (Setting) Ruang perawatan Tn A Ns. Coba dilihat terapi diuretiknya. oh iya Tn A. Konsisten. selama ini apakah bapak pernah dirawat dengan gejala yang sama? Bagaimana pola makan dalam keluarga ibu/bapak? Apakah sering/senang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam dan berlemak? Apakah ada anggota keluarga lain yang mempunyai penyakit jantung? bagaimana aktifitas bapak sehari-hari ? Dll (kaji hal-hal yang terkait dengan jantung). . karena tekanan darahnya masih tinggi. ibu. Proficience dan Expert) (Narrator) Perawat pada level PROFICIENT menunjukkan kemampuan baru untuk melihat perubahan yang relevan pada situasi. Saya sangat sibuk dikantor mulai pagi sampai sore dan saya jarang berolahraga. Mereka akan mendemonstrasikan peningkatan percaya diri pada pengetahuan dan keterampilannya. Proficient Ns Compi. meliputi pengakuan dan mengimplementasikan respon keterampilan dari situasi yang dikembangkan. dan manajemen waktu adalah penampilan pada tahap competent. Tahap competent dari model Dreyfus ditandai dengan kemampuan mempertimbangkan dan membuat perencanaan yang diperlukan untuk suatu situasi dan sudah dapat dilepaskan. tanyakan langsung hasilnya. lesu). Apa yang Tn A rasakan sekarang? Tn A (lemah. Pada tingkatan ini mereka banyak terlibat dengan keluarga dan pasien. Competence 15 menit yang lalu. pemeriksaan urin terakhir Tn A sudah dilakukan? Ns. kemudian dari hasil pemeriksaan albumin masih 2. Perawat competent dapat menunjukkan reponsibilitas yang lebih pada respon pasien. (hasil pemeriksaan protein urin ).Proficient menjelaskan tentang proses penyakitnya kepada pasien dan keluarganya). Proficient oh begitu ya? Memang kondisi Tn A masih Sangat lemah. Saya suka makan coto. Kemudian Ns Proficient datang ke ruang rawat Tn A untuk berinteraksi/berdialog dengan Tn A dan keluarganya. Tn A ya.(Narrator) Aktivitas yang dilakukan Ns Competent menunjukkan penguasaanya pada kasus yang sedang dihadapi. lebih realistik dan dapat menampilkan kemampuan kritis pada dirinya. dan keluarga. saya pernah masuk RS sekitar 2 tahun yang lalu dengan keluhan yang sama dgn sekarang. air kencing yang keluar juga masih sedikit ya pak. (Lasix 2 x 10 mg). Proficient Selamat Siang Tn A. Level ADVANCE BEGINNER akan menjadi COMPETENT dengan menyelesaikan pembelajaran dari situasi praktik aktual dengan mengikuti kegiatan yang lain. Profocient Coba kita telp petugas lab.1. BABAK III (Competent. Situasi berikut ini menggambarkan bahwa Ns Competence berkonsultasi dengan Ns Proficient sebagai penanggung jawab utama perawatan pasien atau Perawat Primernya. (Setting) Nurse Station (Scene 4) Ns. Badan saya bengkak-bengkaknya tidak berkurang Sus? Ns. kemampuan memprediksi. Saya masih pusing suster dan rasanya sakit saya semakin berat. Ns. bapak saya meninggal karna penyakit jantung. tetapi hasilnya belum ada.

bagaimana perkembangan kondisi Tn A? Ns. Tn A Iya suster. Ns. Expert oh….bagus. Tadi perawat Ns Profi sudah banyak bertanya dan menjelaskan tentang kondisi Tn A..(Narrator) : Perawat dengan kemampuan level PROFICIENT memerlukan pembelajaran terus menerus dengan berdiskusi dengan koleganya baik yang setingkat maupun konsultasi dengan level EXPERT. Saya harap Tn A dan keluarga bisa menerima situasi dan kondisi ini dengan terbuka. Saya kira itu saja Tn A. berarti kita perlu menindak lanjuti kasus Tn A ini. Ert ? Ns. istirahat yang cukup dan melakukan kontrol secara teratur serta hal paling penting adalah lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT. Expert Selamat siang bapak dan ibu keluarga Tn A. Perawat Expert dalam hal ini dapat berperan sebagai penyelia maupun juga sebagai sejawat Perawat Primer atau bisa juga pembimbing seniornya.begitu. jangan terlalu memforsir tenaga. (Scene 7) Ns. Saya hanya berpikir masih ada Allah SWT. Memang saat ini kondisi Tn A benar seperti apa yang sudah dijelaskan oleh perawat teman kami. Saya juga mendapatkan data bahwa Tn A memang memiliki riwayat penyakit jantung dan mempunyai kebiasaan pola makan yang banyak mengandung lemak dan garam. saya pasrah. Saya tidak akan memaksakan pilihan Tn A dan keluarga. Bagaimana menurut Ns. Expert Baiklah…saya akan menjelaskan hal-hal yang sebaiknya bpk dan keluarga bisa lakukan. Scene berikut menggambarkan bagaimana proses belajar seumur hidup itu berjalan. Perawat level PROFICIENT berdiskusi dengan perawat EXPERT. Istri Tn A Saya dan keluarga juga pasrah menyerahkan semua pada Yang Kuasa. Proficient saat ini kondisi Tn A masih lemah sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik maupun laboratorium. Kemudian Ns. Saya akan memberikan gambaran / alternatif yang dapat Tn A dan keluarga lakukan. Expert mengunjungi Tn A dan keluarganya di ruang rawat Tn A. hindari stres. Perawat EXPERT dalam hal ini memulai proses pembelajaran. ikhlas. Expert Ns. segala sesuatu memang harus kita serahkan kepada Allah SWT.. proficient berdialog dengan Ns. . olahraga ringan secara teratur misalnya jalan pagi. . Perawat EXPERT dalam cerita ini adalah perawat senior di ruang rawat ini. Tn A sebaiknya berusaha untuk mulai melakukan pola hidup sehat dengan cara mengurangi makanan berlemak seperti coto kurangi juga makanan yang banyak mengandung garam. Expert Ya. Kami disini sebagai tim kesehatan/keperawatan hanya berusaha. dan lapang dada. Riwayat keluarga klien dengan penyakit jantung. Expert untuk membicarakan kasus Tn A Ns. Profi. yang akan membantu saya. Selanjutnya kira-kira apa yang akan bpk lakukan terkait dengan masalah yang bpk hadapi sekarang? Tn A/istri Kami tidak tahu suster. sebaiknya bagaimana ya? Ns. (Scene 6 (Setting) Nurse Station Ns. dan yang menentukan Allah SWT.

inform consent. Berhubungan dengan tanggung jawab dan tanggung gugat yang selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip hukum b. Physical • Faktor fisik sangat berpengaruh terhadap biologis dan mental karena pikiran & tubuh merupakan suatu kesatuan yang saling mempengaruhi. Expert dan Ns. budaya. Politik. Caring dalam suatu budaya/sosial termasuk budaya individu maupun budaya dalam organisasi misalnya rumah sakit.. keluarga dan tenaga profesional 7. interaksi sosial. terapi dan penggunaan komputer dalam pendokumentasian 8. sebagai gambaran yang komplek. sebagai penunjang. Sosial Budaya • Contoh sosial budaya adalah etnik. 4. Contoh prosedur tindakan. Teknologi • Dalam perawatan menggunakan teknologi modern seperti penggunaan mesin untuk diagnostik test. dukungan. penderitaan dan keadaan lain. Semoga gambaran tersebut mewakili pemahaman yang sesuai. sistem asuransi. Legal a. terhadap kondisi transkultural. Ekonomi • Caring berhubungan dengan faktor keuangan. struktur keluarga. privasi dan hal-hal yang terkait dengan keadaan malpraktek yang menjadi tanggung gugat terhadap klien. b. berhubungan dengan proses mencakup etika dan spiritual yang berhubungan dengan budi dan perilaku yang baik yang didasarkan atas kasih sayang sebagai respon terhadap suatu kebutuhan. dimana pasien tidak mampu membayar administrasi rumah . Proficient meninggalkan ruangan…. (narrator) Demikian tadi cerita yang menggambarkan perkembangan kemampuan perawat dari tingkat NOVICE – EXPERT yang merupakan teori Patricia Benner. Contoh. Kasus Seorang pasien masuk rumah sakit dengan kondisi emergency tetapi disisi lain pasien mengalami kesulitan ekonomi. komunikasi.Tn A Terimakasih atas sarannya sus… Ns. 9. • Sebagai kekuatan yang mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan dan bagaimana perawat melakukan pelayanan kesehatan. Caring a. PHYLOSOFICAL THEORY Marylin Anne Ray Theory of Bureaucratic caring 1. 5. 2. seorang perawat tidak berhak memaksakan suatu kepercayaan tetapi hanya menjadi fasilitator terhadap hal-hal yang terkait dengan masalah spiritual etik 3. Spiritual a. 6. Dalam konteks Spiritual dibutuhkan kreativitas dan pilihan dalam konteks komunitas b. Pendidikan • Program pendidikan formal dan informal dengan menggunakan media audiovisual sebagai sumber informasi dan melalui bentuk-bentuk lain pengajaran yang berhubungan dengan caring. hubungan antara teman dan keluarga.

Spiritual • Secara etis perawat seharusnya memberikan dukungan moral dan mengerjakan kewajibannya 3. Politik • Membuat keputusan harus melibatkan tim kesehatan seperti dokter dan tenaga rekam medik administrasi Tindakan 1. Ekonomi • Menyelesaikan pengambilan keputusan terkait pendanaan oleh pasien 9. Pendidikan • Sharing informasi tentang sistem pelayanan rumah sakit sebagai bentuk pendidikan kepada pasien 4. tulus dan adil serta bertanggung jawab 2. Caring • Memberikan perhatian kepada pasien berdasarkan kebutuhan berdasarkan kasih sayang. Teknologi • Tindakan harus dikerjakan sesuai prosedur melalui pemeriksaan dari sederhana sampai .sakit sedangkan pasien ini butuh pelayanan cepat sementara perawat yang bertugas menolak untuk melakukan tindakan karena menunggu administrasi selesai 1. tulus dan adil serta bertanggung jawab 2. Sosial kultur • menghormati nilai sosial pasien • menjelaskan dengan sikap terapeutik (ramah 6. Spiritual • Secara etis perawat seharusnya memberikan dukungan moral dan mengerjakan kewajibannya 3. Legalitas • Perawat harus bekerja berdasarkan standar • Melibatkan tim kesehatan yang lain 7. Sosial kultur • menghormati nilai sosial pasien • menjelaskan dengan sikap terapeutik (ramah dan akrab) 6. Physical • Perawat harus memberikan pelayanan keperawatan untuk memberikan kepuasan secara psikis 5. Physical • Perawat harus memberikan pelayanan keperawatan untuk memberikan kepuasan secara psikis 5. Teknologi • Tindakan harus dikerjakan sesuai prosedur melalui pemeriksaan dari sederhana sampai kompleks 8. Legalitas • Perawat harus bekerja berdasarkan standar • Melibatkan tim kesehatan yang lain 7. Pendidikan • Sharing informasi tentang sistem pelayanan rumah sakit sebagai bentuk pendidikan kepada pasien 4. Caring • Memberikan perhatian kepada pasien berdasarkan kebutuhan berdasarkan kasih sayang.

Yang dimaksud dengan teori filosofis keperawatan (Phylosophical Theories) a. memprediksi atau mengontrol suatu fenomena. ide yg kreatif yg sangat teliti untuk memproyeksikan suatu pandangan sistematis kemudian dijadikan keyakinan yang berasal dari nilai. pelaksanaan (playing). dalil. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yg membutuhkan. etik.kompleks 8. Salah satu yang termasuk dalam teori filosofi keperawatan adalah TEORI KATIE ERICKSON (Caritative Caring) Konsep dasar dari caritative caring oleh Erikson adalah : 1. etik. c. Caring comunion terdiri dari intensitas dan vitalitas. ketenangan. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. Caritas merupakan motif dasar dari ilmu caring. Caring comunion adalah apa yang menyatukan dan mengikat individu/manusia tersebut sehingga membuat caring itu berarti 3. keyakinan dan nilai dari teori tersebut dan merupakan pegangan bagi setiap orang yang menggunakannya. keakraban. defenisi dan dalil yang memproyeksikan pandangan yang sistematis terhadap suatu fenomena dengan merancang suatu hubungan yang spesifik antara konsep-konsep dan bertujuan untu menjelaskan. Caring Communion Caring comunion mengandung konteks pengertian dari caring dan menjadi struktur yang menentukan realitas caring. ketanggapan. dan pembelajaran 2. perilaku. B. Kesimpulan : Teori filosofi Keperawatan è Kumpulan konsep. Filosofi Keperawatan è Keyakinan yang berasal dari nilai. harapan dan cinta dicapai dengan perantaraan caring melalui tindakan pemeliharaan. Dalam caring comunion memungkinkan hubungan antara seseorang dengan orang lain dimana individu memiliki perasaan bahwa suatu saat dia bisa saja mengalami keadaan yang sama dengan orang lain. b. Menurut Chinn & Kramer (1991) teori adalah suatu struktur ide yang kreatif yang sangat teliti untuk memproyeksikan suatu pandangan sistematis dan mempunyai maksud tertentu terhadap suatu fenomena yang bersifat sementara. Caritas Mengandung makna. Ekonomi • Menyelesaikan pengambilan keputusan terkait pendanaan oleh pasien 9. kejujuran dan toleransi. Plotik • Membuat keputusan harus melibatkan tim kesehatan seperti dokter dan tenaga rekam medik administrasi PHYLOSOPHYCAL THEORIES KATIE ERICKSON Theory of Caritative Caring. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. Etika Caritatve Caring . cinta dan kemurahan hati. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yg membutuhkan. kehangatan. Filosofi adalah pandangan (view point) dari suatu teori yang meliputi asumsi. Tindakan caring Erikson mengatakan bahwa tindakancaring merupakan suatu seni/cara menjadikan sesuatu yang kurang spesial menjadi sangat special 4. artinya bahwa keyakinan. Teori adalah kumpulan konsep. d. perilaku. A.

7. Mengidentifikasi dan memilih fenomena keperawatan Kasus : Tn. perawat berusaha memberikan yang terbaik dengan memenuhi kebutuhan dasar pasien. ritual dan nilai-nilai dasar. Penderitaan yang dihubungkan dengan kondisi sakit dimana pasien mengalami penderitaan karena kondisi sakitnya tersebut. Budaya caring menunjukkan sikap tanggap terhadap manusia. A berumur 68 tahun. dimana saat perawat menemui pasien memenuhi batasan-batasan etika yang jelas. Dalam hal ini. Menerima panggilan/undangan/invitasi Perawat datang mengunjungi pasien dan memberikan tindakan perawatan atas permintaan atau undangan dari pasien/keluarga sendiri. kurangnya keramahan petugas. budaya menjadi lebih menarik. Rekonsiliasi Rekonsiliasi merupakan suatu bentuk drama dari penderitaan dimana seseorang yang menderita ingin memastikan penderitaan yang dialaminya dan diberi kesempatan dan mencapai rekonsoliasi/kedamaian 10. seorang pensiunan guru datang seorang diri ke RS untuk memeriksakan diri dengan keluhan pusing.dan hasil laboratorium GDS 50 mg/dl. Budaya yang berbeda memiliki dasar perubahan nilai etos. klien mengatakan bahwa ia merasa hidup sendiri walaupun ia tinggal bersama 2 orang anaknya. Ada dua jenis martabat. Awalnya klien menolak namun dengan pengertian dari perawat akhirnya ia memberikan nomor anggota keluarganya. 6. Penderitaan manusia Pasien dalam hal ini manusia yang mengalami penderitaan.jantung berdebar-debar. Martabat Dalam berinteraksi dengan pasien perlu diperhatikan martabat pasien. Keadaan yang digambarkan oleh pasien saat dia mengalami sakit dimana pada saat itu ia memikul penderitaan 9. Sikap yang ditampakkan dilakukan melalui pendekatan. adanya kesalahan tindakan. Dari komunikasi tersebut ternyata keluarga sangat . Hal tersebut menimbulkan penderitaan dalam kehidupan pasien 8.keringat dingin. dan kehidupan. Penderitaan yang dihubungkan dengan perawatan. kurang dipertimbangkan masalah martabat pasien. Etika caring menitik beratkan pada hubungan dasar antara pasien dan perawat. dan terapi latihan yang menyiksa. Bila suatu comunion muncul berdasarkan etos. kita akan berkorban sesuatu dari diri kita demi orang lain. Dalam komunikasi antara klien dan perawat. Penderitaan Penderitaan ada yang dihubungkan dengan kondisi sakit. kemudian Perawat meminta nomor keluarga yang dapat dihubungi.pandangan berkunang-kunang. A. dimana kadang pasien mengalami penderitaan akibat pada saat diberi tindakan perawatan. Martabat yang relatif dipengaruhi/dapat diperoleh dari budaya. Dalam hal ini.Etika caritative caring terdiri dari etika caring itu sendiri yang ditetapkan oleh motif caritas. martabat dan kesuciannya dalam membentuk tujuan communion C. Klien mengatakan bahwa anakanak hanya sibuk dengan urusan masing-masing bahkan untuk berkumpul dengan anaknya sangat jarang terjadi. perawatan. Perawat kemudian menghubungi keluarga dan menceritakan kondisi Tn. Dari pengkajian diketahui bahwa klien ini sudah menderita DM sejak 4 tahun terakhir. 5.pendekatan yaitu tanpa ada prasangka dan tetap melihat manusia sebagai makhluk yang bermartabat. Akhirnya klien dirawat di RS. yaitu martabat yang mutlak dan martabat yang relatif. Budaya caring Budaya caring merupakan konsep dimana Erikson menggunakan lingkungan berdasar pada elemen budaya sebagai tradisi. tetapi mereka tidak mempedulikan dirinya.

Support keluarga membuat klien bersemangat dan menjalani hidupnya dengan lebih damai. dengan hati-hati meminta kepada Tn. Kemudian perawat. Ketika berbincang-bincang dengn klien. 10. A untuk memberikan pendapatnya tentang keluarga Tn. Ketika klien mendengar pendapat perawat. ketenangan. keluarga menjenguk klien di RS. Kemudian klien meminta perawat untuk memanggil anaknya dan meminta maaf kepada mereka demikian pula sang anak meminta maaf kepada ayahnya dan berjanji akan selalu menyayangi dan memperhatikan klien. Rekonsiliasi : memberikan kesempatan kpd klien untuk mendapatkan kedamaian. 9. Perawat juga mengatakan akan membantu keluarga bagaimana cara merawat klien ketika nanti pulang ke rumah sehingga nantinya klien tidak marasa terabaikan. Menerima panggilan : ketika klien membutuhkan perawat. A karena ia tidak memberitahukan keluarga ketika akan meninggalkan rumah. . sehingga anak tidak memahami kebutuhan klien. apalagi berkata kasar kepadanya. Melihat kondisi tersebut akhirnya perawat mengajak klien berkomunikasi membicarakan masalah tersebut. Martabat : perawat perlu memperhatikan martabat pasien 6. Seperti kejadian pagi itu ia ingin makan namun harus disuap karena kelemahan yang dialami ketika keluarga menawarkan bantuan klien tidak menerima ia lebih memilih memanggil perawat. Tindakan caring : menjadikan klien sebagai orang yang sangat penting diperhatikan 4. Budaya caring : ketika sakit. ketika seorang sakit mereka sangat membutuhkan support dari klg. namun klien tidak menunjukkan respon yang baik. Caritas : klien tidak mendapatkan perhatian dari keluarga dan mengannggap perawat lebih dapat memberikan perhatian kepada klien 2. Penderitaan manusia : klien merasa beban yang dirasakan tidak mendapat perhatian dari keluarga sehingga dirinya merasa sendiri. seandainya keluarganya bias bersikap seperti perawat tentu ia sangat bahagia. Namun keluarga berjanji akan berusaha mengatur waktu agar mereka dapat bergantian merawat bapak. aman dan tentram. Analisa dari fenomena tersebut berdasarkan teori Katie Erickson: 1. Mereka sangat ramah dan berusha sabar menghadapi klien yang diakui klien sering membuat anak-anaknya bingung. Perawat bahwa sebenarnya keluarga sangat menyayangi klien dan ingin selalu menemani klien namun kesibukan mereka yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kadang keluarga tidak ditempat ketika klien membutuhkan. A dan ia bersedia untuk mendengar pendapat perawat. klien tersebut menunduk dan menangis serta mengatakan bahwa memang sebenarnya anak-anaknya sayang kepadanya. ketanggapan. Kedamaian mulai dapat dirasakan klien ketika ia mulai menyadari kasih saying dan perhatian dari keluarga yang selama ini ia rindukan. D. kejujuran dan toleransi 3. Penderitaan : klien sedang menderita sakit DM yang berdampak pada penurunan kondisi kesehatannya. Setelah komunikasi tersebut. Caring communion : perawat menyadari pentingnya kehangatan. Keluarga mengatakan sejak ditinggal istri klien lebih banyak diam dan kadang marah tanpa jelas penyebabnya.mencemaskan Tn. Etika caritative caring : melihat klien sebagai seorang yang bermartabat. Keramahan perawat membuat klien dapat merasa lebih nyaman di RS disbanding di rumah bersama keluarga 8. maka perawat segera menemui klien 7. maka berdasarkan budaya. Ketika ia membutuhkan sesuatu ia tidak ingin dibantu keluarga. perawat rela berkorban demi orang lain 5. klien mengatakan bahwa ia sangat nyaman di RS karena perawat lebih memahami perasaannya di banding keluarganya sendiri. Mereka tidak pernah mengeluh.

AHLI TEORI MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN 1.E. Keberhasilan dalam menghadapi lingkungan tergantung dari adekuatnya adaptasi (Levine. dan progresif yang sama antara fungsi-fungsi yang beraneka ragam dan bagian secara keseluruhan.1986) yang menyatakan : “wholeness emphasizes a sound. artinya bahwa pada perilaku individu memiliki pola stimulus respon yang spesifik dan unik dalam aktivitas kehidupan sehari-hari c) Redundancy Adaptasi bersifat redundancy yang berarti pilihan akan selamat atau gagal oleh individu untuk memastikan terjadinya adaptasi yang berkelanjutan. Perawat menunjukkan etika caring yang begitu menghargai klien dan melakukan pendekatan-pendekatan tanpa adanya prasangka-prasangka buruk terhadap klg ataupun klien 3. usia. Jika suatu sistem tubuh tidak mampu beradaptasi. ketanggapan. serta batasan-batasan yang bersifat terbuka (Levine dalam Parker.Redundancy dipengaruhi oleh trauma. Untuk menerapkan caritative caring. Ketika terjadi konflik antara klien dan keluarga maka perawat berperan dalam menyatukan klien dan keluarganya 4.2001). Konsep teory Levine terdiri : Adaptasi (adaptation) Wholeness Konservasi (concerpatin) 1) Adaptasi (adaptation) Adaptasi adalah proses dimana klien memelihara integritas di dalam lingkungan yang nyata baik internal maupun eksternal (Levine. different between total and whole (1984. membina hubungan saling percaya dan mampu melihat keadaan dan situasi kapan kita dapat memberikan masukan kepada klien agar apa yang kita sampaikan dapat diterima oleh klien. 1989 dalam Tomey & Alligood. organik. Fokus teory Mira Lestin Levine adalah Konservasi Model b. Levine menganggap bahwa Wholeness merupakan system terbuka dan menggabungkan bagian-bagian untuk sebuah keutuhan untuk menghadapi perubahan lingkungan. Wholeness didasarkan pada uraian keseluruhan sebagai satu sistem terbuka yang berarti wholeness menekankan suatu bunyi. dimana respon didasarkan pada pengalaman masa lalu baik itu dari segi personal maupun genetik. . maka perawat dituntut mampu melakukan komunikasi terapeutik. 1990) Levine (1991) dalam Parker (2001) dan Tomey & Alligood (2006) mengemukakan 3 (tiga) karakteristik dari adaptasi yaitu a) Historicity Adaptasi merupakan proses historis. Solusi terkait fenomena tersebut 1. organic. Perawat mampu memberikan caring kepada klien berupa kehangatan.98) Dari definisi yang dikemukakan oleh Erikson diatas. mutuality between diversified fungtion and parts within an intirety. the boundaries of which open and fluen” (P. progressive. ketenangan. maka sistem yg lain akan mengambil alih & melengkapi tugasnya. 1966. penyakit atau kondisi lingkungan yang membuat individu tersebut sulit untuk mempertahankan hidup 2) Wholeness Konsep Wholeness dari Levine didasari dari teori Erikson. Mira Lestin Levine : The conservation Model (1921-1996) a. b) Specifity Adaptasi juga bersifat spesifik. 2006) Adaptasi adalah konsekuensi dari interaksi antara orang dengan lingkungan. serta keakraban shg membuat caring itu berarti 2.

Selain itu. Perhatian utama pada konservasi adalah menjaga keutuhan individu(Levine dalam Parker. Model Konsep Keperawatan Martha Elizabet Roger Martha E. menyapa dengan sopan. Model Konsep Keperawatan Martha Elizabet Roger BAB I PENDAHULUAN A. Perawat membantu menghadirkan anggota keluarga dan menggunakan hubungan interpersonal untuk menjaga integritas sosial. c) Konservasi Integritas personal Menyadari pentingnya harga diri dan identitas diri klien serta penghormatan terhadap privasi. Melalui konservasi ini individu mampu menghadapi tantangan. d) Konservasi Integritas sosial Keterlibatan anggota keluarga dalam pemenuhan kebutuhan keagamaan atau spiritual dan penggunaan hubungan interpersonal. Contohnya bila menghadapi individu pasca amputasi. b) Konservasi Integritas struktural Penyembuhan adalah proses perbaikan integritas struktur dan fungsi dlm mempertahankan keutuhan diri. perawat harus membantu individu tersebut untuk menuju tingkat adaptasi baru. Contoh lain adalah istirahat yang adekuat. 2007): a) Konservasi energi Merupakan keseimbangan dan perbaikan energi yang dibutuhkan individu untuk melakukan aktivitas. Konservasi juga menjelaskan suatu sistem yang kompleks yang mampu melanjutkan fungsi ketika terjadi tantangan yang buruk. dan bidang utama dari perhatian perawat dalam pemeliharaan individu secara keseluruhan. yaitu (Levine dalam Ruddy. 2001 dan Tomey & Alligood. Beliau memulai . Model Levine menekankan pada proses interaksi dan intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk peningkatan kemampuan beradaptasi dan mempertahankan keutuhan tersebut. Intervensi keperawatan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemenuhan kebutuhan. mempertahankan personal hygiene klien. Model Konservasi “Levine” berfokus pada individu sebagai makhluk yang holistik. Texas. perawat dalam melakukan intervensi keperawatan harus menghargai keberadaannya seperti menghargai nilai dan norma yang dianut serta keinginannya. Contoh tindakan lain adalah membantu klien dalam latihan ROM. Dalam hal ini bahwa individu mampu untuk berkonfrontasi dan beradaptasi demi mempertahankan keunikan mereka. Individu mendapatkan makna kehidupan melalui komunitas sosial. Hal tersebut juga termasuk keseimbangan energi input dan output untuk menghindari kelemahan yang berlebihan.3) Konservasi (conservation) Konservasi berarti cara yang kompleks untuk melakukan fungsinya pada saat tantangan berat menghalanginya. Contohnya adalah proses penyembuhan dan proses penuaan. 2006). Dalam hal ini. Tindakan keperawatan berdasar pada empat prinsip. Roger : Unitary Human Being. melakukan adaptasi dan tetap mempertahankan keunikan pribadi. menghargai dan melindungi kebutuhan akan jarak (space). meminta izin sebelum melakukan tindakan dan melakukan tahapan terminasi setelah melakukan tindakan dan sebelum meninggalkan klien. Polit & Henderson (1995) mendefinisikan ilmu keperawatan sebagai dukungan dan intervensi terapeutik berdasar pada ilmu pengetahuan atau terapeutik (Ruddy. mempertahankan nutrisi yg adekuat & aktivitas. perawat juga memahami. Latar Belakang Martha Elizabeth Roger lahir pada tanggal 12 Mei 1914 di Dallas. 2007).

Beliau menjadi Eksekutif Direktur dari pelayanan keperawatan di Phoenix. dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia / individu seutuhnya. Baltimre MD dg memperoleh gelar MPH tahun 1952 dan Sc.1994). Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan. alam dan perkembangan manusia secara langsung. mempertimbangkan manusia ( kesatuan manusia) sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam semesta. Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia. Beliau di tetapkan menjadi Kepala Bagian Keperawatan di New York University pada tahun 1954. Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan. sosiologi. intervensi. seni dan imaginasi. Selain itu. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian.S dari George Peabody College di Masville pada tahun 1937. Manusia yang utuh merupakan ” Empat sumber dimensi energi yang diidentifikasi oleh pola dan manisfestasi karakteristik spesifik yang menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat di tinjau berdasarkan bagian pembentuknya” (Maminer – Toey.D tahun 1954. dan hati nurani. keteraturan dan pengorganisasian. Defenisi Keperawatan Menurut Martha E. Manusia berada dalam interaksi yang terus menerus dengan lingkungan (lutjens. Rogers serta dapat mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan. keterbukaan. dan empat dimensionalitas manusia digunakan untuk menentukan prinsip mengenai bagaimana berkembang. Beliau meninggalkan Arizona pada tahun 1951 dan kembali melanjutkan sekolah di Universitas Johns Hopkins. agama.1995). Keempat dimensi yang di gunakan oleh Martha E. Martha Rogers (1970). Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas. Rogers. filosofi. B. dan teknologi. B. Keperawatan adalah ilmu humanistic/humanitarian yg menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip – prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. Pada tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar Professornya dan terus aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau meninggal pada 13 maret 1994. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak. Rogers sumber energi. AZ. perkembangan sejarah dan mitologi. Asumsi Dasar : Dasar teori Rogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi. manusia merupakan satu kesatuan utuh memiliki integritas diri dan menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar gabungan dari beberapa bagian (Rogers 1970). New York. Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia. Beliau menerima gelar Diploma Keperawatan pada tahun 1936 dan menerima gelar B. BAB II TINJAUAN TEORI A. Beliau masuk sekolah keperawatan di RSU Knoxville pada September 1933. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Teori Model Keperawatan menurut Martha E.karir sarjananya ketika beliau masuk di Universitas Tennessee di Knoxville pada tahun 1931. Dalam teorinya. Pada tahun 1945 beliau mandapat gelar MA dalam bidang pengawasan kesehatan masyarakat dari Fakultas Keguruan Universitas Columbia. . pemikiran intelektual.

antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian. Resonansi dapat dijelaskan sebagai suatu pola-pola gelombang yang ditunjukkan dengan perubahan-perubahan dari frekuensi terendah ke frekuensi yang lebih tinggi pada gelombang perubahan. 2. Resonansi (Resonancy). 2. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif. Manusia akan terlihat saat bagiannya tidak dijumpai. 3. Berdasar pada asumsi-asumsi terdapat 4 batasan utama yg ditunjukkan oleh Martha E Roger : 1. Rogers mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya. Sumber energi. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Secara signifikan mempunyai sifat-sifat yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. sensasi dan emosi. Prinsip hemodinamika yaitu helicy dibandingkan pada prinsip equifinalli dan negetropi. yaitu : 1.Berdasarkan pada kerangka konsep yang dikembangkan oleh Roger ada 5 asumsi mengenai manusia. Untuk memperkuat teorinya Martha E. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. bertutur bahasa dan berfikir. Perbandingan dengan Teori Lain : Prinsip hemodinamika lebih mudah daripada teori sistem pada umumnya. Prinsip-prinsip Hemodinamika Teori menyatakan bahwa dalam keperawatan dipergunakan prinsip hemodinamika untuk melayani manusia. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal. Dari seluruh bentuk kehidupan didunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan mempertimbangkan luasnya dunia. Disini terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah manusia dan lingkungannya. C. 4. ditunjukkan dengan peningkatan jenis pola-pola perilaku manusia dan lingkungan yang menimbulkan kesinambungan. Pola-pola perilaku. 5. merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan lingkungan bukan menyatakan ritmitasi. 3. yaitu : 1. 2. 4. Akibatnya seorang individu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang diharapkan semula. Karena pertukaran ini individu adalah sistem terbuka yang mendasari dan membatasi asumsiasumsi utama Martha E Roger. 3. Equifinally merupakan sistem terbuka yang mungkin dicapai tergantung pada keadaan dan ditentukan . adalah proses berhubungan yang menguntungkan antar manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik. Prinsip ini membicarakan tentang alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan. Integritas (Integrality). Helicy. membayangkan. inovatif. menguntungkan. Menurut Martha E Roger ilmu tentang keperawatan berhubungan langsung dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. Keterbukaan. Ukuran – ukuran 4 dimensi. Manusia bercirikan mempunyai kemampuan untuk abstrak. Sebagai sistem hidup dan sumber energi. Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami dan hubungan manusia dan lingkungan adalah berkesinambungan. individu mampu mengambil energi dan informasi dari lingkungan dan menggunakan energi dan informasi untuk lingkungan.

Tahun 1980 mendapat gelar penghargaan dari alumni Universitas Katolik Amerika tentang teori keperawatan. Orem meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah. Dorothea E. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul “Nursing Conceps of Practice Self Care”. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. pendidik. baik sehat maupun sakit” (Orem’s 1980). Lulus Sarjana Muda tahun 1930. kelompok dan masyarakat. USA. Tahun 1980 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang edisi pertama diperluas pada keluarga. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson’s units (keluarga. Lulus Master tahun 1939 pendidikan keperawatan. keperawatan dan kesehatan. Selanjutnya Orem mengembangkan konsep keperawatan tentang perawatan diri sendiri dan dipulikasikan dalam keperawatan (Concept of Pratice tahun 1971). Tahun 1968 membentuk kelompok konferensi perkembangan keperawatan. teori self care deficit dan teori nursing system. Orem Self-care dificit Theory of Nursing. Model Konsep Keperawatan Dorothea E. Tahun 1945 bekerja di Universitas Katolik di Amerika sebagai asisten direktur. Orem memulai karir keperawatannya sejak terdaftar sebagai siswa di Providence di Washington DC. Dorothea E Orem. perawat tugas pribadi. theory system keperawatan. yaitu : Theory self care. Orem adalah anak terakhir dari dua bersaudara. medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan. Pada dasarnya . Tahun 1985 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang tiga teori. Dorothea E. theory self care deficit. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara. merasakan. Beliau menghadirkan lima asumsi tentang manusia. Dalam bidang keperawatan dapat dikatakan bahwa ahli Keperawatan dari Amerika. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Orem meninggal pada umur 93 tahun. Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem’s adalah : “Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. Latar Belakang Dorothea Elizabeth Orem lahir pada tahun 1914 di Baltimore. Manusia mempunyai empat dimensi. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. Tahun 1976 mendapat gelar Doktor Honoris Causa. administrasi keperawatan dan sebagai konsultan (1970). Teori dan Empat Konsep Dasar Roger Martha E. Selama perjalanan kariernya ia telah bekerja sebagai staf perawat. kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. Tahun 1959 konsep perawatan Orem dipublikasikan pertama kali. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. berfikir.oleh suatu pengukuran yang mempunyai tujuan. Dorothea E. Roger mengemukakan empat konsep besar. yang menghasilkan kerja sama tentang perawatan dan disiplin keperawatan. membayangkan dan memisahkan. Orem. Dunia keperawatan telah kehilangan seorang ahli dan dianggap sebagai orang terpenting serta memiliki wawasan yang sangat luas di bidang keperawatan. A. emosi. termasuk salah seorang yang terpenting diantara orang yang mengembangkan pandangan dalam bidang Keperawatan. Tahun 1958-1959 sebagai konsultan di Departemen kesehatan pada bagian pendidikan kesejahteraan dan berpartisipasi pada proyek pelatihan keperawatan. Maryland. D. Tahun 1965 Orem bergabung dengan Universitas Katolik di Amerika membentuk model teori keperawatan komunitas.

pemulihan dari sakit atau trauma atu koping dan efeknya. perawat membantu klien untuk mempertahankan perawatan diri dengan melakukannya sebagian. kecuali bila tidak mampu. Ketika perawatan diri tidak dapat dipertahankan akan terjadi kesakitan atau kematian. tetapi tidak seluruh prosedur.diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. Individu/Klien Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. KEYAKINAN DAN NILAI – NILAI Keyakinan Orem tentang empat konsep utama keperawatan adalah : 1. Perawatan diri sendiri dibutuhkan oleh setiap manusia. Orem membagi dalam konsep kebutuhan dasar yang terdiri dari: 1. Rest and Activity (Istirahat dan kegiatan): keseimbangan antara istirahat dan aktivitas. 2. Dorothea orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Hazard Prevention (pencegahan risiko): kebutuhan akan pencegahan risiko pada kehidupan manusia dalam keadaan sehat . Orem’s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. baik laki-laki perempuan dan anakanak. 6. Keperawatan berupaya mengatur dan mempertahankan kebutuhan keperawatan diri secara terus menerus bagi mereka yang secara total tidak mampu melakukannya. Orem menggambarkan filosofi tentang kaperawatan dengan cara seperti berikut : Keperawatan memiliki perhatian tertentu pada kebutuhan manusia terhadap tindakan perawatan dirinya sendiri dan kondisi serta penatalaksanaannya secara terus menerus dalam upaya mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Keperawatan Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Air (udara): pemeliharaan dalam pengambian udara. Promotion of Normality B. fungsi dan perkembangan Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. 3. Lingkungan Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik. 4. Universal Self-Care Requisites . KONSEP UTAMA 1. 8. Water (air): pemeliharaan pengambilan air 3. Elimination (eliminasi): pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi 5. dan mengatasi hendaya yang ditimbulkannya. atau cidera. Solitude and Social Interaction (kesendirian dan interaksi sosial) : pemeliharaan dalam keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial 7. 2. C. Sehat Kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan perkembangan. melainkan pengawasan pada orang yang membantu klien dengan memberikan instuksi dan pengarahamn secara individual sehingga secara bertahap klien mampu melakukannya sendiri. Dalam situasi lain. Food (makanan): pemeliharaan dalam mengkonsumsi makanan 4. integritas struktural. penyembuhan dari penyakit. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang mencakup. Dalam pemahaman konsep keperawatan khususnya dalam pandangan mengenai pemenuhan kebutuhan dasar.

memvalidasi dan proses dalam memvalidasi mengenai anatomi dan fisiologi manusia yang berintegrasi dalam lingkaran kehidupan. termasuk ketidakmampuan dan penyandang cacat juga yang berada sedang dirawat dan menjalani terapi. 4. Perawat harus mampu melakukan pemilihan alat dan bahan yang bisa dipakai untuk . Developmental self-care requisites Berhubungan dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Adanya gangguan kesehatan terjadi sepanjang waktu sehingga mempengaruhi pengalaman mereka dalam menghadapi kondisi sakit sepanjang hidupnya. Kompleksitas dari self-care atau system dependent-care (ketergantungan perawatan) adalah meningkatnya jumlah penyakit yang terjadi dalam waktu-waktu tertentu.231) 3. self-care (perawatan diri) digunakan sebagai alat dalam pengobatan dan terapi kesehatan.Tujuan universally required adalah untuk mencapai perawatan diri atau kebebasan merawat diri dimana harus memiliki kemampuan untuk mengenal. fisiologi dan psikologi tetapi juga konsep diri seutuhnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perawat ketika memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien diantaranya : a. Pencegahan resiko-resiko untuk hidup. Perawat harus mampu mengidentifikasi faktor pada pasien dan lingkunganya yang mengarah pada gangguan pemenuhan kebutuhan dasar manusia b. h. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi e. Mencegah atau mengatasi dampak dari situasi individu dan situasi kehidupan yang mungkin mempengaruhi perkembangan manusia. Therapeutic self-care demand Terapi pemenuhan kebutuhan dasar berisi mengenai suatu program perawatan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan dasar pasien sesuai dengan tanda dan gejala yang ditampilkan oleh pasien. Mengatur dan mengontrol jenis atau macam kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh pasien dan cara pemberian ke pasien b. Ketika konsep diri manusia mengalami gangguan (termasuk retardasi mental atau autisme). Situasi yang mendukung perkembangan perawatan diri b. Tiga hal yang berhubungan dengan tingkat perkembangan perawatan diri adalah: a. Pemeliharaan kecukupan pemasukan makanan c. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat f. Peningkatan promosi fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok social sesuai dengan potensinya 2. Dinegara-negara yang warganya banyak mengalami gangguan kesehatan. Penyakit atau trauma tidak hanya pada struktur tubuh. Terlibat dalam pengembangan diri c. 1980. Beberapa pemahaman terkait terapi pemenuhan kebutuhan dasar diantaranya : a. Dibawah ini terdapat 8 teori self care secara umum yaitu : a. Meningkatkan kegiatan yang bersifat menunjang pemenuhan kebutuhan dasar seperti promosi dan pencegahan yang bisa menunjang dan mendukung pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien sesuai dengan taraf kemandiriannya. Health deviation self-care requisites Istilah perawatan diri ditujukan kepada orang-orang yang sakit atau trauma. perkembangan individu akan memberikan dampak baik permanen maupun sementara. yang mengalami gangguan patologi. (Orem. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi social g. Pemeliharaan kecukupan pemasukan cairan d. fungsi usia dan kesehatan manusia. Pemeliharaan kecukupan pemasukan udara b. Perawatan diri (self-care) adalah komponen system tindakan perawatan diri individu yang merupakan langkah-langkah dalam perawatan ketika terjadi gangguan kesehatan.p.

dimana pemenuhannya dipengaruhi dari faktor dari dalam pasien ataupun dari lingkungan 2. Perawatan yang diberikan bisa bersifat promoting. 11. ASUMSI DASAR Orem (2001) mengidentifikasi beberapa hal mendasar dari teori keperawatan terkait kebutuhan dasar manusia : 1. memanfaatkan segala sumberdaya yang ada disekitar pasien untuk memberikan pelyenana pemenuhan kebutuhan dasar pasien semaksimal mungkin. memiliki dan menjalankan standar kerja dll. Sistem Keperawatan Merupakan serangkaian tindakan praktik keperawatan yang dilakukan pada satu waktu untuk kordinasi dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien untuk mengetahui dan memenuhi komponen kebutuhan perawatan diri klien yang therapeutic dan untuk melindungi serta mengetahui perkembangan perawatan diri klien D. Agent Pihak atau prerawat yang bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien adalah perawat dengan keahlian dan ketrampilan yang berkompeten dan memiliki kewenangan untuk memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik.memenuhi kebutuhan dasar pasien. Pemenuhan kebutuhan pasien hampir semunay tergantung pada pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan utamanya perawat. Perawatan yang dilakukan biasanya kuratif dan rehabilitatif. prevensi dan lain-lain 8. ketrampilan intrapersonal. 514) 6. Nursing Design Penampilan perawat yang dibutuhkan untuk bisa memberikan asuhan keperawatan yang bisa memenuhi kebutuhan dasar pasien secara holistik adalah perawata yang profesioanl. 7. Pemberian kebutuhan dasar tetap menekankan pada kemandirian pasien sesuai dengan tingkat kemampuannya. pasien yang memiliki tingkatan ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya 3. memahami konsep dasar manusia dan perkembangan manusia baik secara holistik ( orem. pemberdayaan sumberdaya di sekitar lingkungan perawat dan pasien untuk bisa memberikan pelayanan yang profesional. Human agency. Nursing Agency Perawat harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuanya secara terus menerus untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik sehingga mereka mampu membuktikan dirinya bahwa mereka adalah perawat yang berkompeten untuk bisa memberika pelayanan profesional untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien. mampu berfikir kritis. 9. Beberapa ktrempilan selain psikomotor yang juga harus dikuasai perawat adala komunikasi terapetik. 5. 10. p. Kebutuhan dasar manusia bersifat berkelanjutan . Dependent Care Agent Dependent care agency merupakan perawat profesional yang memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat dalam upaya perawatan pemenuhan kebutuhan dasar pasien termasuk pasien dalam derajat kesehatan yang masih baik atau masih mampu atau sebagain memenuhi kebutuhan dasar pada pasien. Self Care Deficit Perawat membantu pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Pengalaman dan pengetahuan perawat diperlukan untuk bisa memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara profesional . Self Care Agency Pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara holistik hanya dapat dilakukan pada perawat yang memiliki kemampuan komprehensif. utamanya pada pasien yang dalam perawatan total care. 2001.

konsep diri. organisasi sosial. b. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Komunikasi Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. e. King adalah Human Being dengan prinsip Goal Attainment ( Pencapaian tujuan ) yang berfokus pada system interpersonal. sistem pelayanan kesehatan. g. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga. i. Tumbuh kembang mencakup sel. Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. dll) . sosial ekonomi. Fokus teory Imogene M. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. KONSEP DASAR 1. King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang dikenal dengan Dynamic Interacting Systems. Interaksi King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. 3. Pertumbuhan dan perkembangan Perubahan yang kontinue dalam diri individu. Persepsi Diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. Transaksi Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. h. sekolah. Waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. Konsep teory Imogene M. Jarak Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masingmasing. dapat dilihat pada skema berikut ini : Dynamic Interacting Systems . meliputi: Personal systems (individuals). individu dengan kelompok. c. Stress Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. industri.Model Konsep Keperawatan Imogene King Interacting systems Frameworkand Middle range theory of goal attainment A. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. Peran Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. f. d. genetika dan latar belakang pendidikan. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. 2. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. molekul dan tingkat aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan. j.King terdiri : a.

1) Peran : Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. interaksi. 2) Interaksi : King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. Sistem personal dapat dipahami dengan memperhatikan konsep yang berinteraksi yaitu: 1) Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. mampu berinteraksi. Sistem personal adalah individu atau klien yang dilihat sebagai sistem terbuka. system terbuka dan orientasi pada tujuan. dan informasi dengan lingkungannya. 3) Pertumbuhan dan perkembangan : Tumbuh kembang meliputi perubahan sel. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. Sistem interpersonal adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi. Interaksi ini dapat dipahami dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran. Sistem sosial merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. mengontrol. mempunyai perasaan. dan dapat diprediksikan walaupun individu itu bervariasi. menerima. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis. koping. Ada . mengubah energi. transaksi. b. sosial ekonomi. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. 2) Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. 4) waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. konsep diri. individu dengan kelompok. rasional. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. Individu merupakan anggota masyarakat. 4) Stress : Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. stress. 3) Transaksi : Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. 5) Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. komunikasi. Perubah ini biasanya terjadi dengan cara yang tertib. Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. molekul dan perilaku manusia. Komunikasi : Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. genetika dan latar belakang pendidikan. mempunyai maksud-maksud tertentu sesuai dengan hak dan respon yang dimilikinya serta berorientasi pada tindakan dan waktu. dan sumbangan fungsi genetic. dan kemampuan dalam bereaksi.a. 6) Jarak : Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. 5) Koping : c. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. pengalaman yang berarti dan memuaskan.

5. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan. dan kewajiban. penerimaan. persepsi. King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. rasional. dengan tujuan untuk kesehatan manusia 2. Asumsi King King mengasumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun implisit. tujuan. kebutuhan. dan nilai klien serta perawat. Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi. Asumsi eksplisit meliputi : 1. persepsi. proses yang terus menerus. 4. 1) Organisasi Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. situasional. B. Pandangan King terhadap keperawatan 1. dan kesehatan. Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil keputusan. nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi. otoritas/wewenang . C. subjektif. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang. posisi ketergantungan. tugas-tugas. Individu adalah social. bahwa wewenang itu aktif. proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang. 5) Status Status bercirikan situasional. 3. 4. Asumsi implicit meliputi : 1. berpartisipasi dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupannya.beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. status dan pengambilan keputusan. situasional. reaksi. universal. 2) Otoritas . 2. orang. Tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama. atau bukan sumbangan personal. dinamis dan orientasi pada tujuan. Pasien sadar. mengirim. Sistem sosial dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep organisasi. 6. Focus sentral dari keperawatan adalah interaksi dari manusia dan lingkungannya. dan berorientasi pada tujuan. dan pelayanan komunitas dan menerima atau menolak keperawatan. aktif. Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan. interaksi. berorientasi pada kegiatan waktu. dapat diubah. 4) Pembuatan keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. energi. control. Konsep Manusia King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan yang memungkinkan benda. 3. King mendefinisikan otoritas atau wewenang. Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. kesehatan. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. 3) Kekuasaan Kekuasaan adalah universal. personal. dan informasi dengan leluasa . esensial dalam organisasi. kekuasaan. individual.

tingkatan pencegahan.sehari yamg maksimal. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu.mempengaruhinya. reaksi. Manusia tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan internal dengan penukaran energi yang diatur secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan eksternal. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut : a. Misalnya : ekspektasi peran c. Konsep Keperawatan King menyampaikan pola intervensi keperawatannya adalah proses interaksi klien dan perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi. Misalnya : sosial politik. Jika itu terjadi. dengan menggunakan sumber. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. 2. lima variabel sistem klien. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. 3. Dalam kerangka konsepnya meliputi tiga system interaksi yang dinamis sebagai individu disebut sebagai system personal. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. intervensi dan rekonstitusi (Fitzpatrick & Whall. yang secara berkelanjutan melakukan penyesuaian terhadap stressor internal dan eksternal melewati rentang sehat sakit. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. struktur dasar. ketika individu ini bersatu dalam kelompok disebut system interpersonal. meliputi: stresor. 1989) 1. Lingkungan merupakan suatu system terbuka yang menunjukkan pertukaran masalah.sumber yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai kehidupan sehari. energi. Garis pertahanan dan perlawanan Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. Teori Model Betty Neuman Konsep utama yang terdapat pada model Neuman. Konsep Lingkungan Menurut King lingkungan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan system lainnya secara terbuka. informasi dengan keberadaan manusia. Stressor Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. dan jika ada gangguan. Konsep Sehat King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis. 4. System social tercipta ketika kelompok mempunyai ketertarikan dan tujuan yang sama dalam satu komunitas atau masyarakat. 2. Misalnya : respons autoimmun b. gaya hidup dan tahap perkembangan. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. garis pertahanan dan perlawanan. . menetapkan tujuan dengan maksud tercapainya suatu persetujuan dan membuat transaksi. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Model Konsep Keperawatan Betty Neuman System model. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan internal.

b. komunitas atau sosial issue (Tomey & Alligood. sosiokultur. maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. Strateginya mencakup : immunisasi. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakantindakan yang tepat sesuai gejala. memiliki lima variabel yang membentuk sistem klien yaitu fisik. Pencegahan sekunder. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Elemenelemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran energi informasi dalam organisasi kompleksnya. perkembangan dan spiritual. a. olah raga dan perubahan gaya hidup. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. keluarga. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien. meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. maka sistem depan berkonstitusi. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance. jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian. sosiokultur. komunitasnya. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor. sekunder dan tersier. . 4. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). kelompoknya. sehingga dapat mempertahankan energi. bahkan lingkungan sosialnya. Pencegahan primer : Terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. psikologis.Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. Tingkatan pencegahan Tingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi. Klien sebagai sistem bisa individu. 3. psikologis. Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut. c. Sistem klien Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan lingkungannya. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensiintervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat. 1998). Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman’s merupakan serangkaian lingkaran putusputus yang mengelilingi struktur dasar. kelompok. Stress dan reaksi terhadap stres merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. Klien sebagai suatu sistem memberikan arti bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut. Neuman meyakini bahwa klien adalah sebagai suatu sistem. Kesehatan klien akan dipengaruhi oleh keluarganya. pendidikan kesehatan. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. Misalnya mekanisme sistem immun tubuh.

Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem.Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor dalam lingkungan internal dan eksternal. Konsep diri. ekstrapersonal dan lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis. Rekonstitusi dapat dimulai menyertai tindakan terhadap invasi stressor. perubazhan dapat mempertahankan kesehatan secara adekuat. Rekonstitusi bisa memperluas normal line defense ke tingkat sebelumnya. Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis. Dengan kata lain bahwa untuk memeliki keseluruhan bagian-bagian yang saling berhubungan. dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem. 5. Struktur dasar Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik. Manusia Sebagai System Adaptive. Namun apabila terjadi ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system. intrapersonal. Disamping itu klien atau sistem dapat menangani stressor dengan baik. Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ). adalah suatu set dari beberapa bagian yang berhubungan dengan keseluruhan fungsi untuk beberapa tujuan dan demikian juga keterkaitan dari beberapa bagiannya. TINJAUAN TEORITIS THE ROY ADAPTATION MODEL 1. Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. 6. Fungsi peran. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. sekunder dan tertier. Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). genetik. serta proses feedback.hari. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang secara keseluruhan. . Rekonstitusi Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor. 7. Yang termasuk rekonstitusi adalah faktor-faktor interpersonal. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Dimana secara wholistik klien dipandang sebagai keseluruhan yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis. sistem juga memiliki input. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. 2005).. perkembangan dan spiritual. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan masing-masing dalam mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari. dan control. out put. Model Konsep Keperawatan Sister Callista Roy Adaptation Model A. psikologis. Sistem. maka akan terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi.tan atau stabilitasasi system. hal ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. sehingga sakit atau kematian. dan Interdependensi. meningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan. sosiokultural.Selanjutnya juga dijelaskan oleh Neuman bahwa klien merupakan cerminan secara wholistik dan multidimensional (Fawcett. psicho. Intevensi Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untuk memperoleh. Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan integritas sistem. terdiri dari pencegahan primer.

Respon maladaptif. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai tingkat adaptasi yang berbeda dan sesuai dari besarnya stimulus yang dapat ditoleransi oleh manusia. Sedangkan mekanisme koping yang dipelajari. manusia sebagai suatu sistim adaptive adalah espon adaptive (dapat menyesuaikan diri) dan respon maldaptive (tidak dapat menyesuaikan diri). Koping yang tidak konstruktif atau tidak efektif berdampak terhadap respon sakit (maladaptife). Adalah tiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress. terbuka dapat menyesuaikan diri dari perubahan suatu unsur. kimia tubuh. yaitu Mekanisme koping bawaan dan dipelajari. manusia dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan antara unit unit fungsionil atau beberapa unit fungsionil yang mempunyai tujuan yang sama. termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan untuk melindungi diri (stuart. Sebagai sistim yang dapat menyesuikan diri manusia dapat digambarkan dalam karakteristik sistem. Jika pasien masuk pada zona maladaptive maka pasien mempunyai masalah keperawatan adaptasi (Nursalam. ditentukan oleh sifat genetic yang dimiliki. Regulator dan Kognator adalah digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat effektor atau cara penyesuaian diri yaitu: Fungsi Phisiologis. 1989). Psikhologis dan social. umumnya dipandang sebagai proses yang terjadi secara otomatis tanpa dipikirkan sebelumnya oleh manusia. zat. Responrespon yang adaptive itu mempertahankan atau meningkatkan intergritas. Mekanisme koping bawaan. Control. Proses Feedback. Subsistim regulator merupakan mekanisme kerja utama yang . 1995). perilaku seseorang berhubungan dengan metode adaptasi.Dalam model adaptasi keperawatan menurut Roy manusia dijelaskan sebagai suatu sistim yang hidup. 1) Input (Stimulus) Pada manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri: yaitu dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri (Faz Patrick & Wall. 4) Subsistem Regulator dan Kognator Adalah mekanisme penyesuaian atau Koping yang berhubungan dengan perubahan lingkungan. yaitu segala sesuatu yang tidak memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan “human system. yang dibedakan menjadi 2 (dua). Perilaku adaptasi yang muncul bervariasi. 2003). (Baca Poin 1. respon-respon itu selanjutnya akan menjadi Input (masukan) kembali pada manusia sebagai suatu sistim. adalah keseluruhan yang meningkatkan itegritas dalam batasan yang sesuai dengan tujuan “human system”. sedangkan respon maladaptive dapat mengganggu integritas. diperlihatkan melalui perubahan Biologis.4: Sistem Regulator dan Kognator) 3) Output Faz Patrick & Wall (1989). Input atau stimulus yang masuk. Melalui proses feedback. Respon adaptif. Dua Mekanisme Coping yang telah diidentifikasikan yaitu: Susbsistim Regulator dan Susbsistim Kognator. Subsistim Regulator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan pada sistim saraf. dan Output. Manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri disebut mekanisme koping. sundeen. 2) Mekanisme Koping. dimana feedbacknya dapat berlawanan atau responnya yang berubah ubah dari suatu stimulus. materi yang ada dilingkungan. fungsi peran. dan Interdependensi. dikembangkan melalui strategi seperti melaui pembelajaran atau pengalaman-pengalaman yang ditemui selama menjalani kehidupan berkontribusi terhadap respon yang biasanya dipergunakan terhadap stimulus yang dihadapi. Sebagai suatu sistim manusia dapat juga dijelaskan dalam istilah Input. dan organ endokrin. konsep diri.

Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi autonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat (George. Hal ini dijadikan dasar pernyataan .membuat alasandanemosional AHLI TEORI KEPERAWATAN APLIKASI TEORI IDA JEAN ORLANDO NURSING PROCCES THEORY A. menanyakan untuk validasi atau perbaikan. 1995 . yaitu perilaku pasien. (Tomey. Ia juga menjabat sebagai pimpinan graduate program dalam kesehatan mental dan psikiatri nursing di Yale. prinsip dan proses. proses informasi pembelajaran. serta di ruang emergenci. Ia juga telah menjabat sebagai suvervisor dan menjabat sebagai asisten dua direktur keperawatan. reaksi perawat dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan pasien 2. Pada tahun 1954 menerima MA di mental health consultation dari Universitas Colombia. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan ( nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Orlando juga aktif dibebagai organisasi seperti pada Massachusetts Nurses’ Associations dan di Harvard Community Health Plan. medapat gelar Bachelor of Nursing pada tahun 1951 dari Universitas di Brooklyn New York. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. Ia juga sebagai dosen dan konsultan pada berbagai institusi keperawatan. 2006: 434). Dalam teorinya Orlando mengemukanan tentang beberapa konsep utama. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. namun demikian Schmieding (1993) mendapatkan dari tulisan Orlando mengenai empat area yang ditekuninya : 1. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Itu merupakan tanggung jawab perawat untuk mengetahui kebutuhan pasien dan membantu memenuhinya. termasuk didalamnnya persepsi. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan pasien yang bersifat segera. Subsistim Kognator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan kognitif dan emosi.berespon dan beradaptasi terhadap stimulus lingkungan. Biografi Ida Jean Orlando Pelletier lahir pada tanggal 12 Agustus 1926 di New Jersey. Ia telah aktif berkarir sebagai pelaksana . pendidik. Buku pertamanya yang dipublikasikan pada tahun 1961dan diprint ulang pada tahun 1990 yaitu hubungan dinamis perawat-pasien : fungsi. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. Orlando juga menggambarkan mengenai disiplin nursing proses sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. Ia diterima di Diploma Keperawatan di New York tahun 1947. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya asumsinya tidak spesifik. Pada awal karirnya ia bekerja sebagai staf keperawatan diberbagai bidang seperti obstetri. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. perawatan penyakit dalam dan bedah.162) B. Manusia Manusia bertindak atau berperilaku secara verbal dan nonverbal. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. Paradigma Keperawatan Teori Proses Keperawatan Orlando Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. peneliti dan konsultan dalam bidang keperawatan. perilaku pasien.

Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan therapeutik dalam mencapai tujuannya. Sehat Orlando tidak medefinisikan tentang sehat. Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu 1. dan keduanya mempersepsikan. ide dan perasaan perawat dan pasien. 3. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Ketika perawat menggunakan proses ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. C. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. dan merasakan dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien . aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu pasien. fungsi perawat profesional. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. 4. 4. Orlando menyebutnya sebagai ”nursing procces discipline”. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. disiplin proses keperawatan 5. 2. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan pasien berinteraksi. Mengenal perilaku pasien Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun perilaku nonverbal yang ditunjukkan pasien. 2. 3. berfikit. Perawat harus mengetahui kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. Tanggung jawab perawat Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam mendapatkan pengobatan atau dalam pemantauan. 1. Perawat harus mengetahui benar peran profesionalnya. Konsep Utama Dalam Teori Proses Keperawatan Orlando PERSON A PERSON B Reaction Reaction Secret Secret Teori keperawatan Orlando menekankan ada hubungan timbal balik antara pasien dan perawat. Proses aktual interaksi perawat-pasien sama halnya dengan interaksi antara dua orang . Dan sebagai orang pertama yang mengidentifikasi dan menekankan elemen-elemen pada proses keperawatan dan hal-hal kritis penting dari partisipasi pasien dalam proses keperawatan. 2. kemajuan.bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. mengenal perilaku pasien. sebaiknya hal ini dikurangi agar perawat lebih terfokus pada aktivitas-aktivitas yang benar-benar menjadi kewenangannya. berfikir dan . respon internal atau kesegaran. Reaksi segera Reaksi segera meliputi persepsi.

kebutuhan dan lain sebagainya. reaksi ini terdiri dari 3 bagian yaitu pertama perawat merasakan melalui indranya. Perilaku verbal yang menunjukan perlunya pertolongan seperti keluhan. (Tomey. ketidakakuratan dalam mengidentifikasi kebutuhan pasien yang diperlukan perawat. Hal ini akan membantu dalam menganalisis reaksi yang menentukan mengapa ia berespon demikian. 5. aktivitas motorik: senyum. berfikir. Disiplin Proses Keperawatan Dalam Teori Proses Keperawatan Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa disiplin proses keperawatan dalam nursing procces theory dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Perilaku pasien dapat verbal dan non verbal. Inkonsistensi antara dua perilaku ini dapat dijadikan faktor kesiapan perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien. Displin proses keperawatan menentukan bagaimana perawat membagi reaksinya dengan pasien. Peningkatan perilaku pasien merupakan indikasi dari pemenuhan kebutuhan sebagai hasil yang diharapkan. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. Orlando menekankan hal ini pada prinsip pertamanya ” dengan diketahuinya perilaku pasien . seluruh perilaku pasien yang tidak sesuai dengan permasalahan dapat dianggap sebagai ekpresi yang membutuhkan pertolongan.merasakan. Perilaku Pasien Disiplin proses keperawatan dilaksanakan sesuai dengan perilaku pasien . Reaksi dan tindakan perawat harus dirancang untuk menyelesaikan perilaku seperti halnya memenuhi kebutuhan yang emergenci 2. atau reaksi negatif pasien terhadap tindakan perawat. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. Contoh perawat melihat pasien merintih. permintaan. kedua yaitu perawat berfikir secara otomatis. atau tidak diketahuinya yang seharusnya ada hal tersebut menunjukan pasien membutuhkan suatu bantuan”. perilaku pasien. 4. D. perawat berfikir bahwa pasien mengalami nyeri kemudian memberikan perhatian Persepsi. Disiplin proses keperawatan Menurut George (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. pasien menjadi lebih berguna dan produktif. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. menghindar kontak mata dan lain sebagainya. 2006 hlm 434). Sedangkan perilaku nonverbal misalnya heart rate. menanyakan untuk validasi atau perbaikan. Reaksi Perawat Perilaku pasien menjadi stimulus bagi perawat . Oleh karena itu perawat harus belajar mengidentifikasi setiap bagian dari reaksinya. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. berjalan. edema. Orlando menawarkan prinsip untuk menjelaskan penggunaan dalam hal berbagi “ . dan merasakan terjadi secara otomatis dan hampir simultan. Tidak efektifnya perilaku pasien merupakan indikasi dalam memelihara hubungan perawat-pasien. Disiplin proses keperawatan didasarkan pada ” proses bagaimana seseorang bertindak”. Perawat harus dapat menggunakan reaksinya untuk tujuan membantu pasien. dan ketiga adanya hasil pemikiran sebagai suatu yang dirasakan. ini sangat berarti pada pasien tertentu dalam kondisi gawat harus dipahami. Walaupun seluruh perilaku pasien dapat menjadi indikasi perlunya bantuan tetapi jika hal itu tidak dikomunikasikan dapat menimbulkan masalah dalam interaksi perawat-pasien. pertanyaan. Tujuan dari proses disiplin ketika digunakan antara perawat dan pasien adalah untuk membantu pemenuhan kebutuhan pasien. Kemajuan / peningkatan Peningkatan berari tumbuh lebih. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. Penyelesaian masalah tidak efektifnya perilaku pasien layak diprioritaskan. 1.

Perawat menjelaskan maksud tindakan kepada pasien dan sesuai untuk memenuhi kebituhan pasien. Tindakan Perawat Setelah memvalidasi dan memperbaiki reaksi perawat terhadap perilaku pasien. Perawat harus menanyakan kembali kepada pasien langsung untuk perbaikan atau klarifikasi. Perawat harus tetap menyadari bahwa aktivias termasuk profesional jika aktivitas tersebut direncanakan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan pasien. perawat meyakinkan bahwa perawat bebas terhadap stimulasi tambahan yang bertentangan dengan reaksinya terhadap pasien. Beberapa contoh tindakan otomatis tindakan rutinitas. yaitu . berfikir dan merasakan. Sedangkan tindakan otomatis dilakukan bila kebutuhan pasien yang mendesak. perawat segera katakan kepada pasien jika tindakannya berhasil . Prinsip yang menjadi petunjuk tindakan menurut Orlando yaitu perawat harus mengawali dengan mengekplorasi untuk memastikan bagaimana mempengaruhi pasien melalui tindakan atau kata-katanya. Disiplin proses keperawatan adalah serangkaian tindakan dengan suatu perilaku pasien yang membutuhkan bantuan. Orlando menyatakan bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan oleh perawat dengan atau untuk kebaikan pasien adalah merupakan suatu tidakan profesional perawatan. Tindakan merupakan hasil dari indetifikasi kebutuhan pasien dengan memvalidasi reaksi perawat terhadap perilaku pasien. Fungsi profesional Tindakan yang tidak profesional dapat menghambat perawat dalam menyelesaikan fungsi profesionalnya. Perawat memvalidasi efektifitas tindakan.beberapa observasi dilakukan dan dieksporasi dengan pasien adalah penting untuk memastikan dan memenuhi kebutuhannya atau mengenal yang tidak dapat dipenuhi oleh pasien pada waktu itu “. segera setelah dilakukan secara lengkap d. Setelah perawat bertindak . a. Orlando (1972) menyampaikan 3 kriteria untuk memastikan keberhasilan perawat dalam mengeksplor dan bereaksi dengan pasien. Perawat harus segera menemui pasien dan konsisten terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya kepada pasien b. c. tindakan perlindungan kesehatan secara umum. dan dapat menyebabkan tidak adekuatnya perawatan pasien. perawat dapat melengkapi proses disiplin dengan tindakan keperawatan. Semua itu tidak membutuhkan validasi reaksi perawat 4. Perawat membagi aspek reaksinya dengan pasien. misalnya tindakan pemberian obat atas intruksi medis. Perawat harus menentukan tindakan yang sesuai untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien. melaksanakan instruksi dokter. Secara keseluruhan interaksi . . Dibawah ini merupakan kriteria tindakan keperawatan yang direncanakan: a. Selanjutnya tindakan yang sesuai untuk menyelesaikan kebutuhan adalah saling menguntungkan antara pasien dan perawat. 3. b. perawat mengunjungi pasien untuk memvalidasi reaksinya dan perawat membantu pasien dengan menggunakan proses yang sama agar komunikasi lebih efektif . dan mengidentifikasi reaksi sebagai dirinya sendiri. Perawat harus bereaksi terhadap perilaku pasien dengan mempersepsikan. Tindakan otomatis tidak akan memenuhi kriteria tersebut. Perawat harus dapat mengkomunikasikannya dengan jelas terhadap apa yang akan diekspresikannya c. Hanya tindakan terencana yang memenuhi fungsi profesional perawat. Perawat membebaskan stimulasi yang tidak berhubungan dengan kebutuhan pasien ketika melakukan tindakan. Perawat dapat bertindak dengan dua cara yaitu : tindakan otomatis dan tindakan terencana. meyakinkan bahwa tindakan verbal dan nonverbalnya adalah konsisten dengan reaksinya.

3. Kejelasan (Clarity) Kesederhanaan (Simplicity) Keadaan Umum ( Generality ) Ketepatan Empirik ( Empirical Precision ) Konsekuensi untuk diturunkan ( Derivable Consequences) 1.oleh karena itu perawat dapat fokus pada hal ini untuk menentukan kebutuhan pasien dan mengobservasi perubahan perilaku non verbal setelah tindakan perawatan.E. keefektifan ditentukan oleh ada atau tidak hasil yang bermanfaat .Orlando memperkenalkan konsep dengan jelas. adalah laporan dari proyek penelitiannya untuk menguji ketepatan rumusan perawatannya. Program pelatihan ini berdasarkan rumusannya sudah berjalan selama 3 tahun sebelum proyek penelitian dimulai. Yang lain selain perubahan ini. an evaluative study ” (1972).Penilai ini membandingkan antara perilaku awal dari subjek dengan perilaku akhirnya 5.Aplikasi dari teorinya tetap dapat dikerjakan dengan mudah. dapat berkomunikasi dan memerlukan pertolongan. menggambarkan arti untuk digunakan. banyak dari grand teori tidak dapat diuji pada kondisi sekarang.Ia secara konsisten menggunakan terminologi yang sama pada teorinya. praktis teori memberikan kerangka kerja untuk menetapkan kapan menerapkan pedoman. sebab ia dapat membuat beberapa pernyataan prediksi dan tidak hanya menggambarkan dan menjelaskan . Meskipun tidak fokus pada pasien yang tidak sadar ataupun berkelompok .tetapi berdasarkan atas sifatnya yang umum dan keabstrakannya.kesederhanaan dari teori Orlando menguntungkan pada panggunaan penelitian. Perilaku non verbal adalah unsur dari perumusannya .beberapa kali pengulangan memudahkan pemahaman. Meskipun tulisannya jelas dan ringkas.maka teorinya sederhana. 4. Kesederhanaan ( simplicity ) Karena teori Orlando berhubungan dengan sedikit konsep dan hubungan antar masing-masing konsep. Perkembangan dari teorinya mengharuskan pembaca untuk lebih familiar dengan kedua buku. Ketepatan Empirik ( empirical Precision ) Pada buku Orlando yang kedua ” The discipline and Teaching of nursing process . an evaluative study (1972) Ia menggambarkan kembali proses keperawatan yang berhati-hati adalah proses keperawatan yang disiplin. Analisis Teori Orlando. Walker dan Avant ( 1995) menggunakan teori Orlando sebagai satu contoh dari grand nursing teori . Perawat dilatih untuk menggunakan proses keperawatan secara disiplin pada hubungan perawat – pasien. Konsekuensi untuk diturunkan ( Derivable Consequences) . mereka menetapkan bahwa grand nursing teory memberikan pandangan secara global. Teori Orlando juga digambarkan sebagai praktis teori . Teorinya juga dapat dilihat secara sederhana. meskipun tidak semua grand teori berada pada level abstrak yang sama. Tujuan dari proyek adalah untuk mengevaluasi keefektifan disiplin proses perawatan pada kontak perawat di tempat kerja dan keefektifan program pelatihan. Kejelasan (Clarity ) Pada buku pertamanya ”The dynamic Nurse patien relation ship function. Keadaan Umum ( Generality ) Orlando mengilustrasikan kontak perawat – pasien pada keadaan pasien sadar.process and principles of professional nursing practice” (1961). Pada buku keduanya ” The Discipline and teaching of nursing prosess . 2.1995). dan menetapkan tujuan yang akan digunakan untuk mengevaluasi hasil (George. Orlando menggambarkan konsep yang minimal pada mulanya dan kemudian mengembangkannya di seluruh buku.Orlando secara konsisten menggunakan kata yang sama untuk komponen prosesnya. yang dinilai oleh 2 penilai dari luar yang dapat dipercaya .

Menggunakan teori Orlando menguntungkan pasien. 1978). Paradigma Keperawatan Teori Keperawatan Leininger Paradigma keperawatan transkultural adalah cara pandang. pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi dalam aktivitas sehari-hari (Andrew & Boyle. tapi konsep teori ini relevan untuk keperawatan. Tujuan dari transkultural dalam keperawatan adalah kesadaran dan apresiasi terhadap perbedaan kultur. manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun dia berada. Teori Leininger Teori Leininger berasal dari disiplin ilmu antropologi. pandangan dunia. 1995). Kesehatan Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi kehidupannnya. nilai cultural. nursing care dan nilai sehat-sakit. terletak pada rentang sehat sakit Leininger. Andrew & Boyle. 1. keperawatan. Hal ini berarti perawat yang professional memiliki pengetahuan dan praktek yang berdasarkan kultur secara konsep perencanaan dan untuk praktek. konteks lingkungan. . Leininger mengembangkan teorinya dari perbedaan kultur dan universal berdasarkan kepercayaan bahwa masyarakat dengan perbedaan kultur dapat menjadi sumber informasi dan menentukan jenis perawatan yang diinginkan dari pemberi pelayanan yang professional. 1995). 1984 dalam Barnum. Keteraturan proses perawatan membuat perawat dapat melihat pasien dari sudut pandang keperawatan daripada orientasi penyakit medisnya. karena kultur adalah pola kehidupan masyarakat yang berpengaruh terhadap keputusan dan tindakan. termasuk sosial struktur. Manusia / klien Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini yang berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan (Leininger. 1995). kesehatan dan lingkungan (Leininger. B. 1998. 1995 . 1998. kepercayaan dan pola tingkah laku dengan tujuan perkembangan ilmu dan humanistic body of knowledge untuk kultur yang spesifik dan kultur yang universal dalam keperawatan. nilai. 1984 dalam Barnum. AHLI TEORI KEPERAWATAN APLIKASI TEORI MADELEINE LEININGER TRANSKULTURAL NURSING A. Menurut Leininger (1984). Leininger mendefinisikan “Transkultural Nursing” sebagai area yang luas dalam keperawatan yang mana berfokus pada komparatif studi dan analisis perbedaan kultur dan subkultur dengan menghargai prilaku caring. 2. Andrew & Boyle. ekspresi bahasa dan etnik serta sistem professional. Culture care adalah teori yang holistic karena meletakkan didalamnya ukuran dari totalitas kehidupan manusia dan berada selamanya.Teori Orlando tetap efektif dan efisien dalam mencapai hasil yang bernilai segera mengidentifikasi kebutuhan pasien dan kemampuan perawat untuk menentukan kebutuhan pasien adalah kemajuan dari praktek keperawatan. meningkatkan profesionalisme perawat dan memajukan profesi perawat. keyakinan. Giger & Davidhizar. Pemahaman perawat terhadap paradigma keperawatan transkultural merupakan acuan terlaksananya penerapan asuhan keperawatan transkultural. nilai-nilai dan konsepkonsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral yaitu : manusia. Kesehatan merupakan suatu keyakinan.

karena melibatkan peran serta klien yang lebih dominan. hiasan dinding atau slogan-slogan. anting. Negosiasi budaya (cara II) yaitu intervensi dan implementasi keperawatan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan kesehatannya. bahasa atau atribut yang digunakan. (Andrew & Boyle. 1995) 4. Terdapat tiga bentuk lingkungan yaitu fisik. 1995). 1978). komunitas dan tempat ibadah. Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai latar belakang budayanya. Sehat yang dicapai adalah kesehatan yang holistic dan humanistic. Asuhan keperawatan diberikan sesuai dengan karakteristik ruang lingkup keperawatan. Lingkungan sosial adalah keseluruhan struktur sosial yang berhubungan dengan sosialisasi individu atau kelompok kedalam masyarakat yang lebih luas seperti keluarga. kalung.Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang adaptif (Leininger. kepercayaan dan prilaku klien. sosial dan simbolik (Andrew & Boyle. Keperawatan Keperawatan dipandang sebagai suatu ilmu dan kiat yang diberikan kepada klien dengan berfokus pada prilaku. Pola rencana hidup yang dipilih biasanya yang lebih menguntungkan dan . 1995). Penggunaan lingkungan simbolik bermakna bahwa individu memiliki tenggang rasa dengan kelompoknya seperti : penggunaan bahasa pengantar. Lingkungan dipandang sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling berinteraksi. Perawat membantu klien agar dapat memilih dan menentukan budaya lain yang lebih mendukung peningkatan kesehatan. Lingkungan Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi perkembangan. Di dalam lingkungan sosial individu harus mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. 3. dikelola secara profesional dalam konteks budaya klien dan kebutuhan asuhan keperawatan Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatan adalah perlindungan /mempertahankan budaya. Untuk memilih budaya yang sesuai dengan status kesehatannya. Perawat berupaya merestrukturisasi gaya hidup klien yang biasanya merokok menjadi tidak merokok. Lingkungan fisik dapat membentuk budaya tertentu misalnya bentuk rumah di daerah panas yang banyak lubang dengan bentuk rumah orang Eskimo hampir tertutup rapat (Andrew & Boyle. Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk atau symbol yang menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik. Asuhan keperawatan yang diberikan bertujuan meningkatkan kemampuan klien memilih secara aktif budaya yang sesuai dengan status kesehatannya. seni. maka ikan dapat diganti dengan sumber protein hewani yang lain. telepon. misalnya budaya berolah raga setiap pagi. Asuhan keperawatan ditujukan memandirikan sesuai dengan budaya klien. 1995). Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau yang diciptakan oleh manusia seperti daerah katulistiwa. Restrukturisasi budaya klien (cara III) dilakukan bila budaya yang dimiliki merugikan status kesehatannya. pegunungan. Mempertahankan budaya (cara I) dilakukan bila budaya pasien tidak bertentangan dengan kesehatan. fungsi dan proses untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan atau pemulihan dari sakit (Andrew & Boyle. Seluruh perencanaan dan implementasi keperawatan dirancang sesuai latar belakang budaya sehingga budaya dipandang sebagai rencana hidup yang lebih baik setiap saat. misalnya klien yang sedang hamil mempunyai pantangan makan yang berbau amis. pemukimam padat dan iklim. riwayat hidup. identifikasi nilai-nilai dan norma serta penggunaan atribut-atribut seperti pemakaian ikat kepala. mengakomodasi/menegosiasi budaya dan mengubah/mengganti budaya klien (Leininger. 1984). dicapai melalui belajar dengan lingkungannya. Perencanaan dan implementasi keperawatan diberikan sesuai dengan nilai-nilai yang relevan yang telah dimiliki klien sehingga klien dapat meningkatkan atau mempertahankan status kesehatannya.

mengarahkan dan menjawab fenomena yang dijumpai pada diri klien dan keluarganya. 6. 1995). Culture and Social Structure Dimention Pengaruh dari factor-faktor budaya tertentu (sub budaya) yang mencakup religius. mendukung. World View Cara pandang individu atau kelompok dalam memandang kehidupannya sehingga menimbulkan keyakinan dan nilai. Terlaksananya asuhan keperawatan transkultural amat ditentukan oleh pemahaman pengetahuan perawat pelaksana tentang teori asuhan keperawatan transkultural. Generic Care System Budaya tradisional yang diwariskan untuk membantu. 5. pendidikan. 7. teknologi dan nilai budaya yang saling berhubungan dan berfungsi untuk mempengaruhi perilaku dalam konteks lingkungan yang berbeda 4. memperoleh kondisi kesehatan. perawat perlu memahami landasan teori dan praktik keperawatan. Culture Congruent / Nursing Care Suatu kesadaran untuk menyesuaikan nilai-nilai budaya / keyakinan dan cara hidup individu/ golongan atau institusi dalam upaya memberikan asukan keperawatan yang bermanfaat. Culture Care Preservation Upaya untuk mempertahankan dan memfasilitasi tindakan professional untuk mengambil keputusan dalam memelihara dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai pada individu atau kelompok sehingga dapat mempertahankan kesejahteraan. Model konseptual asuhan keperawatan transkultural dikembangkan dalam Leininger’s Sunrise Model untuk menggambarkan teori asuhan keperawatan yang diberikan pada . Cultural Care Repattering. serta mampu menghadapi kecacatan dan kematian. 9. 8.sesuai dengan keyakinan yang dianut C. sembuh dan sakit. norma. 3. karena pengetahuan yang dimiliki tersebut akan mengklarifikasi fenomena. politik dan legal. Menyusun kembali dalam memfasilitasi tindakan dan pengambilan keputusan professional yang dapat membawa perubahan cara hidup seseorang. Profesional system Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki pengetahuan dari proses pembelajaran di institusi pendidikan formal serta melakukan pelayanan kesehatan secara professional. memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup untuk menghadapi kecacatan dan kematiannya. Culture Care Acomodation Teknik negosiasi dalam memfasilitasi kelompok orang dengan budaya tertentu untuk beradaptasi/berunding terhadap tindakan dan pengambilan kesehatan. Culture Care Nilai-nilai. ekonomi. keyakinan. kekeluargaan. D. Konsep Utama Teori Transkultural Konsep utama transkultural adalah sebagai berikut : 1. 2. Transkultural Care Dengan Proses Keperawatan Dalam memberikan asuhan keperawatan transkultural. Keberhasilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat tergantung pada kemampuannya mensintesis berbagai ilmu dan mengaplikasikannya ke dalam bentuk asuhan keperawatan yang sesuai latar belakang budaya klien (Andrew & Boyle. pandangan hidup yang dipelajari dan diturunkan serta diasumsikan yang dapat membantu mempertahankan kesejahteraan dan kesehatan serta meningkatkan kondisi dan cara hidupnya.

1990. Penilaian terhadap nilai kepercayaan. intervensi dan implementasi sampai evaluasi Sunrise Model yang dikemukakan oleh Leinenger merupakan teori yang sangat memiliki kesesuaian dengan penerapan proses keperawatan karena merepresentasikan dari proses pemecahan masalah. pengetahuan budaya harus dimiliki sebelum mengideintifikasi kondisi klien. Pengelolaan asuhan keperawatan transkultural dengan menggunakan proses keperawatan mulai pengkajian. sosial struktur. Model konseptual asuhan keperawatan transkultural tersebut dapat dilihat pada gambar berikut. Selanjutnya dibutuhkan informasi tentang bahasa dan lingkungan. Analisis Teori Transcultural Nursing Teori trancultural Nursing and ethnonursing care yang dipresentasikan dalam Sunrise Model. Fokus proses keperawatan adalah klien sebagai penerima layanan kesehatan. dua dan tiga yang meliputi : Level satu : World view and Social system level Level dua : Individual. Pemahaman perawat tentang Sunrise Model membantu perawat untuk mencegah terjadi culture shock dan culture imposition (shock dan pemaksaan budaya) Penerapan teori Leineger (Sunrise Model) pada proses keperawatan dapat dijelaskan sebagai berikut : Proses Keperawatan Sunrise Model Pengkajian dan Diagnosis Pengkajian terhadap Level satu. Proses keperawatan digunakan oleh perawat sebagai landasan berfikir dan memberikan solusi terhadap masalah klien ( Kelley & Frisch. nilai budaya dan kepercayaan. professional system and nursing Perencanaan dan Implementasi Level empat : Nursing care Decition and Action Culture Care Preservation/maintanance Culture Care Accomodation/negotiations Culture Care Repatterning/restructuring Evaluasi Dalam penerapan proses keperawatan. agama. teknologi. menegakkan diagnosa. ekonomi dan pendidikan. 1995). tingkah laku klien. filosophi dan kebangsaan. sedangkan klien dalam pandangan Sunrise model difokuskan pada pengetahuan dan pemahaman akan budaya yang dimiliki oleh klien sebagai suatu kekuatan utama. Geisser. Culture shock dapat dialami oleh klien pada suatu kondisi dimana klien tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya dan kepercayaan. kelompok. Selajutnya setelah ditetapkan suatu diangnosa keperawatan maka disusunlah perencanaan dan implementasi keperawatan (level empat) yang dalam model ini sebagai nursing care decition and action. keluarga.berbagai budaya. terhadap sistem kesehatan diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan klien dalam rangka merumuskan diagnosa keperawatan (level tiga). legal sistem. Families. sehingga memunculkan perasaan ketidaknyaman. Pada level satu dikaji pengetahuan dan informasi tentang struktur social dan pandangan dunia terhadap budaya klien. comunitas dan institusional (level dua). politik. . E. ketidakberdayaan dan beberapa mengalami disorientasi. Walaupun demikian teori transcultural nursing makna penting dalam rangka pemenuhan kebutuhan perawatan yang memberikan keuntungan bagi klien. Pengetahuan ini dibutuhkan dalam rangka mengaplikasikan keperawatan pada klien dalam konteks individu. Pendekatan dengan menggunakan proses keperawatan digunakan oleh perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan transkultural. Groups communities and Institution in diverse health system Level tiga : Folk system. 1991 dalam Andrew & Boyle. Sunrise Model secara spesifik tidak menjabarkan evaluasi sebagai suatu bagian khusus.

4. 6. 5. sistem profesional dan keperawatan dalam sistem kesehatan.selanjutnya teori tersebut oleh Leineger disebut sebagai Cultural Care Diversity and Universality. keluarga. kelompok. Kemanfaatan Teori pada Pengembangan Praktek Keperawatan Teori ini sangat relevan dan dapat diterapkan secara nyata dalam praktek keperawatan. Namun demikian memasukan terminologi “cultural” pada level kedua dalam teorinya merupakan sesuatu yang berbeda dengan teori-teori keperawatan lainnya. namun demikian teori ini dapat didemontrasikan dan diaplikasikan sehingga dapat diberikan justifikasi dan pembenaran bagaimana konsep-konsep yang dikemukakan saling berhubungan. 3. masyarakat) yang berbeda sebagai bagian penting dalam rangka pemberian asuhan keperawatan. Tingkat Kelogisan Teori Kelogisan teori Leininger adalah pada fokus dari pandangganya dengan melihat bahwa latar belakang budaya klien (individu. Dan dalam aplikasinya teori ini sangat relevan dengan penerapan praktek keperawatan . Pada level ketiga perbedaan teori ini dapat dilihat dengan memandang folk system (sistem perorangan). Teori ini cukup logis untuk dipahami karena memberi pemahaman yang luas dan komprehensif tentang sistem kesehatan klien. jika dibahas dengan memperhatikan karakteristik suatu teori dapat kita dapat lihat pada gambaran berikut. Beberapa penelitian tentang konsep perawatan dengan memperhatikan budaya telah memberikan arti akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang perbedaan dan persamaan budaya dalam praktek keperawatan. Teori ini dikemukakan dengan menampilkan contoh-contoh yang sangat baik sehingga untuk teori ini kemudian dapat digeneralisasi. Pada beberapa bagian teorinya memiliki kesamaan pola pandang dengan teori lain seperti memandang bahwa fokus dari perawatan adalah individu. Kemampuan teori menghubungkan konsep dalam melihat penomena Leininger mengembangkan Sunrise Model untuk mendemontrasikan hubungan antara konsep dalam teorinya dengan melihat perbedaan dan persamaan dalam budaya. Selama perkembangan teori banyak studi yang behubungan dengan pengaplikasian teori yang dapat dijadikan sebagai dasar riset. karena teori ini mengemukakan adanya pengaruh perbedaan budaya terhadap perilaku hidup sehat. faktor sosial. Leininger telah mengembangkan teorinya melalui beberapa hipotesisnya yang telah dipresentasikan yang tentu saja masih memungkinkan untuk diuji. agama dan kepercayaan. accommodating or repatterning adalah sesuatu yang spesifik dari teori Leininger. kelompok maupun masyarakat. keluarga. Tingkat Generalisasi Teori Teori dan model yang dikemukan oleh Leininger relatif tidak sederhana. 2. ekonomi maupun pendidikan. politik. 1. Teori Transcultural Nursing yang digambarkan dalam Sunrise Model menunjukan bahwa level satu dan dua dari teori memilki banyak kesamaan dengan beberapa teori keperawatan lainnya sedangkan pada level ketiga dan keempat memiliki perbedaan spesifik dan bersifat unik jika dibandingkan dengan teori lainnya. Pada level empat dari model melihat decisions and action sebagai bagian dari model sebenarnya relatif sama dengan beberapa teori keperawatan lainnya namun penggunaan terminologi action kedalam supporting. Kemanfaatan Teori bagi Peningkatan Body Of Knowledge Riset yang berhubungan dengan transkultural nursing memberikan kontribusi yang secara umum bagi pengembangan body of knowledge dari ilmu keperawatan. Perbedaan budaya yang ada pada klien dapat dipahami sebagai pengaruh dari beberapa faktor yang saling berhubungan seperti faktor teknologi. Testabilitas teori Teori Cultural care diversity and Universality dikembangkan berdasarkan atas riset kualitatif dan kuantitatif. sehingga konsep-konsep yang dikemukakan dalam teori dapat diaplikasikan pada situasi yang berbeda.

Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. b. meliputi: stresor. lima variabel sistem klien. Newman Health as Expanding Consciousness. Jika itu terjadi. gaya hidup dan tahap perkembangan. A. Leininger menyampaikan pentingnya pemahaman budaya dalam rangka hubungan perawat klien yang juga sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Imoge King yang menekankan pentingnya persamaan persepsi perawat pasien untuk pencapaian tujuan dan juga sejalan dengan teori Watson yang melihat bahwa aspek caring adalah hal utama dalam pemberian keperawatan. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. Misalnya : ekspektasi peran c. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman’s merupakan serangkaian lingkaran putusputus yang mengelilingi struktur dasar. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. tingkatan pencegahan. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Garis pertahanan dan perlawanan Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. Teori Model Betty Neuman Konsep utama yang terdapat pada model Neuman. struktur dasar. intervensi dan rekonstitusi (Fitzpatrick & Whall. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor. garis pertahanan dan perlawanan. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut : a. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi. Stressor Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. sosiokultur. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. AHLI TEORI KEPERAWATAN Margaret A. Misalnya : respons autoimmun b. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. 7. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan internal. 1989) a.komunitas. maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan . Konsistensi Teori Teori Leininger consisten dengan semua teori yang memandang pentingnya pengetahuan klien sebagai seorang yang lebih mengetahui masalahnyanya. psikologis. Misalnya : sosial politik.

Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. Klien sebagai suatu sistem memberikan arti bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut. keluarga. Misalnya mekanisme sistem immun tubuh. sekunder dan tersier. jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian. kelompoknya. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensiintervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian.(normal line of defense). Neuman meyakini bahwa klien adalah sebagai suatu sistem. c. kelompok. perkembangan dan spiritual. Strateginya mencakup : immunisasi. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. sosiokultur. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang secara keseluruhan.tan atau stabilitasasi system.hari. Pencegahan sekunder Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Sistem klien Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan lingkungannya. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Elemenelemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran energi informasi dalam organisasi kompleksnya. psikologis. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan masing-masing dalam mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari. Klien sebagai sistem bisa individu. komunitas atau sosial issue (Tomey & Alligood. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. Disamping itu klien atau sistem dapat menangani stressor dengan baik. bahkan lingkungan sosialnya. komunitasnya. maka sistem depan berkonstitusi. Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut. sehingga sakit atau kematian. . olah raga dan perubahan gaya hidup. Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan integritas sistem. perubazhan dapat mempertahankan kesehatan secara adekuat. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance. Kesehatan klien akan dipengaruhi oleh keluarganya. 2005). c. b. 1998). sehingga dapat mempertahankan energi. Tingkatan pencegahan Tingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. a. meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. pendidikan kesehatan. Stress dan reaksi terhadap stres merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. Selanjutnya juga dijelaskan oleh Neuman bahwa klien merupakan cerminan secara wholistik dan multidimensional (Fawcett. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Dimana secara wholistik klien dipandang sebagai keseluruhan yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis. memiliki lima variabel yang membentuk sistem klien yaitu fisik. d. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Pencegahan primer Terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakantindakan yang tepat sesuai gejala.

berdasarkan Neuman’s Systems Model. c. 3. perkembangan dan spiritual. Yang termasuk rekonstitusi adalah faktor-faktor interpersonal. intrapersonal. Kami mencoba untuk mendidik keluarga mereka pada pentingnya memiliki nutrisi yang . Rekonstitusi Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor. hal ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu. maka akan terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi. Kondisi yang membawa stres intrapersonal adalah : • Istri juga hamil pada waktu itu dengan kondisi gizi-nya yang kurang (underweight) dan emosional yang labil (kesedihan dan kemarahan) menciptakan stres intrapersonal. Si ibu. sekunder dan tertier. Kondisi yang membawa stres interpersonal adalah : • Harapan ibu terhadap suami sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga tidak terpenuhi sehingga kondisi ini menimbulkan stres interpersonal. Rekonstitusi bisa memperluas normal line defense ke tingkat sebelumnya. intervensi kami fokuskan pada mengembalikan stabilitas sistem. terdiri dari pencegahan primer. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Kondisi yang membawa stres extrapersonal adalah : • Kondisi pengangguran dari suami sehingga sumber keuangan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. psikologis. B. ekstrapersonal dan lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis. Garis normal pertahanannya juga menjadi tidak dapat diandalkan karena sikap tidak peduli terhadap kehamilannya dan kemampuannya juga terpengaruh karena ia terkadang sibuk dengan masalah hubungannya dengan ibu mertua. genetik. 2. f. karena kendala keuangan. mengakibatkan penderitaan dengan status gizi buruk. bahwa reaksi terhadap stres akan tergantung pada kekuatan garis pertahanan. Stressor a. Kondisi ini menempatkan tidak hanya klien tapi juga anaknya yang belum lahir di ambang mengembangkan berbagai penyakit. Namun apabila terjadi ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system. Tingkatan pencegahan Dimulai dengan pencegahan primer : a. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. dengan membantu sistem klien untuk beradaptasi dengan stres.Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis. Dia biasanya tidak memiliki cukup tidur karena sifat dari pekerjaannya. Rekonstitusi dapat dimulai menyertai tindakan terhadap invasi stressor. Struktur dasar Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik. sosiokultural. Kajian dan analisis fenomena tersebut dengan mengaitkan pada landasan grand teori yang sesuai 1.. g. e. dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem. b.Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor dalam lingkungan internal dan eksternal. Garis pertahanan dan perlawanan Kita ketahui. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem. Hal ini menimbulkan pelanggaran terhadap garis pertahanannya. Intervensi Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untukmemperolehmeningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan.

dan memanfaatkan layanan yang tersedia di pusat kesehatan terdekat. c. lebih lanjut mercer menyebutkan tentang stress anterpartum terhadap fungsi keluarga. Kami juga mencoba memberi saran terhadap pekerjaan alternatif yang mungkin tidak akan membahayakan kesehatan pada bayi yang belum lahir. ragu dan depresi Maternal role menurut Mercer adalah bagaimana seorang ibu mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penjabaran yang lengkap dengan dirinya sendiri. Efek stress antepartum 2. Kami menyarankan agar ibu melakukan pre-natal check-up. Peran keluarga c. Pasangan itu juga telah belajar untuk menanam dan makan makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran. Penilitian Mercer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan status kesehatan ibu. • Kami juga memberi penguatan terhadap atribut positif dari keluarga. seperti keteguhan iman mereka kepada Allah. Bila fungsi keluarganya positif maka ibu hamil dapat mengatasi stress anterpartum. Penguasaan rasa takut. kami benar-benar mendapatkan perbaikan yang nyata dalam kondisi kesehatan mereka. Wanita itu mulai menunjukkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. Efek stress Anterpartum stress Anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negative dari hidup seorang wanita. Pencapaian peran ibu 1. Hubungan Interpersonal b. baik yang positif ataupun yang negative. Marcer membagi teorinya menjadi dua pokok bahasan: 1. Kami belajar dari pengalaman ini bahwa tidak ada masalah yang tak terpecahkan dengan penggunaan asuhan keperawatan yang konsisten. tujuan asuhan yang di berikan adalah : memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi ketidak percayaan ibu. Pencapaian peran ibu Peran ibu dapat di capai bila ibu menjadi dekat dengan bayinya termasuk mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran. sehingga istrinya dapat beristirahat dari pekerjaan lamanya. Setelah sekitar 1 bulan kunjungan konstan pada keluarga ini. yaitu: a. dan pengabdian yang kuat diantara mereka satu sama lain. stress anterpartum . Rasa percaya diri f. AHLI TEORI MIDDLE RANGE & PRACTICE THEORIES TEORI RAMONA T MERCER Maternal Role Attainment : becoming a mother Teori ini lebih menekan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam pencapaiaan peran ibu. Stress anterpartum d. b. Dukungan social e. kami melakukan pencegahan tersier : • Mendukung dan memuji perubahan perilaku positif yang ditunjukkan oleh pasangan. Untuk pencegahan sekunder : a. Sebelum tugas kami dimasyarakat berakhir. 2. Suami mulai bekerja sebagai operator produksi di pabrik terdekat.baik. Kami menyarankan beberapa pilihan makanan murah tapi bergizi.

perubahan yang di alami oleh ibu hamil antara lain adalah: a. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan (Trisemester I. Sebagai bahan perbandingan. sehingga perawat harus memberikan asuhan kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani kehamilannya secara fisiologis (normal). nifas. kehamilan. Di mana wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya d. b. ibu cenderung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya d. Faktor-faktor lainnya • Latar belakang etnik • Status pekawinan • Status ekonomi . selama kehamilan terkadang dapat menimbulkan stress anterpartum. bimbingan peran di butuhkan sesuai dengan kondisi system social c. Faktor ibu • Umur ibu pada saat melahirkan • Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali • Stress social • Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya • Dukungan social • Konsep diri • Sifat pribadi • Sikap terhadap membesarkan anak • Status kesehatan ibu. Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan dapat memperhatikan perkembangan bayinya. Informal. b. Anticipatory Saat sebelum wanita menjadi ibu. II dan III) merupakan hal yang fisiologis sesuai dengan filosofi asuhan keperawatan bahwa menarche. dengan dukungan keluarga dan perawat maka ibu dapat mengurangi atau mengatasi stress anterpartum. Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menurut Mercer: a. Formal Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya. tetapi menurut Mercer mulainya peran ibu adalah setelah bayi lahir 3-7 bulan setelah dilahirkan. dan monopouse merupakan hal yang fisiologis. di mana wanita mulai melakukan penyesuaian sosial dan psikologis dengan mempelajari segala sesuatu yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu. Perubahan yang di alami oleh ibu. di mana wanita telah mahir melakukan perannya sebagai ibu. ibu memerlukan sosialisasi c. Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor sebagai berikut: a. Personal merupakan peran terakhir.karena resiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi terhadap status kesehatan. b. Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima bayinya. Reva Rubin menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan 6 bulan. Faktor bayi • Temperament • Kesehatan bayi c.

Sifat pribadi 8. Konsep diri 7. Status kesehatan ibu. Karakteristik umum 5. Informational support Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri c. Memisahkan ibu pada anak secepatnya 5. Stress sosial 4. 4. Temperament 2. Faktor bayi 1. Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali 3.Dari faktor social support. . Umur ibu pada saat melahirkan 2. Sikap terhadap membesarkan anak 9. Emotional support yaitu perasaan mencintai. Physical support Misalnya dengan membantu merawat bayi dan memberikan tambahan dana d. mempengaruhi dan dipengaruhi oleh peran ibu serta pasangan dan bayinya Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor berikut: a. percaya dan mengerti. mercer mengidentifikasikan adanya empat factor pendukung: a. ras. Status pekawinan 3. Penampilan. Status ekonomi Sumber Teori Model pencapaian peran maternal yang oleh Mercer dengan menggunakan konsep Bronfenbrenner. Kesehatan bayi Faktor-faktor lainnya 1. Temperamen bayi 2. Kesehatan umum. b. status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaiaan peran ibu.s (1979) memperlihatkan bagaimana lingkungan berpengaruh terhadap pencapaian peran ibu. status perkawinan. Dukungan sosial 6. Faktor ibu 1. Appraisal support Ini memungkinkan individu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaiaan peran ibu Mercer menegaskan bahwa umur. Kemampuan memberikan isyarat 3. ® Asumsi Mercer berkaitan dengan pengembangan model maternal role attainment ini adalah ® bayi baru lahir sebagai parner yang aktif dalam proses pencapaian peran ibu. Mercer mengidentifikasi bahwa komponen emosional bayi yang mempengaruhi peran ibu adalah: 1. Peran perawat yang di harapkan oleh Mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan adaptsi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum. tingkat pendidikan. penuh perhatian. Latar belakang etnik 2. b.

Fungsi keluarga b. Perawatan sehari-hari b. T4 kerja d. Kepercayaan keluarga dan stressor bayi baru lahir. mesosystem dan macrosystem.Mesosistem meliputi. Dukungan sosial d. Sekolah c. 3. T4 ibadah dan lingkungan yang umum berada dalam masyarakat.KONSEP UTAMA DAN DEFENISI Mercer menggunakan konsep-konsep utama dalam mengembangkan model konseptualnya yaitu: Pencapaian peran ibu (maternal role attainment) Maternal identity Self esteem Konsep diri Fleksibilitas Childrearing attitude Kecemasan Depresi Role strain-role conflict (konflik peran) Gratification-satisfaction Attachment Infant temperament Status kesehatan bayi (infant health status) Karaktersitik bayi (infant characterize) ® Isyarat-isyarat bayi (infant cues) ® Keluarga (family) ® Fungsi keluarga (family functioning) ® Ayah atau pasangan intim (father or intimate partner) ® Stress ® Dukungan sosial (social support) ® Hubungan ibu-ayah (mother-father relationship) Pencapaian Peran Ibu : Mercer’s Original Model ® Maternal Role Attainmen yang dikemukakan oleh Mercer merupakan sekumpulan siklus microsystem. Makrosistem terdiri atas: a. Status ekonomi e. yaitu : 1. mempengaruhi dan berinteraksi dengan individu di mikrosistem. 2. Sosial . Mencakup: a. Hubungan ibu-ayah c. Model ini dikembangkan oleh Mercer sejalan pengertian yang dikemukakan Bronfenbrenner’s. Makrosistem adalah budaya pada lingkungan individu.Mikrosistem adalah lingkungan dimana peran pencapaian ibu terjadi al: a.

Reed A. Reed: Self. Formal 3. Antisipatori Dimulai selama kehamilan mencakup data sosial. penyesuaian selama hamil. psikologi. pengambil keputusan klinik. Yankes Maternal Role Attainment adalah proses yang mengikuti 4 tahap penguasaan peran. Formal tahapan ini dimuai dari kelahiran bayi yang mencakup proses pembelajaran dan pengambilan peran menjadi ibu. ¬ Pamela G. Antisipatory 2.b. Model konseptual keperawatan diharapkan dapat menjadi kerangka berpikir perawat. sehingga dalam menjalankan tugas tersebut perawat harus mempunyai kerangka berpikir yang sama. peneliti dan pendidik. 3. harapan ibu terhadap peran. Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan tentang keperawatan. Informal 4. Pengalaman yang dirasakan harmonis.Transcendence Theory. hubungan dengan janin dalam uterus dan mulai memainkan peran. advokat. Menjadi seorang ibu ¬ Merle H. Tindakan keperawatan secara langsung berfokus pada sumber-sumber yang berasal dari dalam diri seseorang terhadap transendensi atau berfokus pada beberapa . kemampuan dalam menampilkan perannya dan pencapaian peran ibu. Perawat memiliki berbagai peran seperti pemberi perawatan. Personal atau Identitas peran yang terjadi 1. 4. Salah satu ahli dalam keperawatan adalah Pamela G.yaitu: 1. sebagai perawat primer. Perawat seringkali harus melakukan berbagai peran lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. 2. belajar untuk berperan. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Keperawatan sebagai profesi adalah unik karena keperawatan ditujukan ke berbagai respon individu dan keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapinya. Informal tahap dimulainya perkembangan ibu dengan jalan atau cara khusus yang berhubungan dengan peran yang tidak terbawa dari sistem sosial.G. Politik c. terdapat dua poin intervensi. Outwardly (lahiriah) dan Temporally (duniawi). Personal adalah internalisasi wanita terhadap perannya. Reed yang termasuk ke dalam teori Middle Range dengan teorinya self transendensi. percaya diri. Lingk. MIDDLE RANGE THEORY SELF-TRANCENDENCE Pamela. Berdasarkan teori transendensi diri. Sehingga perawat perlu memahami beberapa konsep ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Mishel : Uncertainty in Illness Trajectory. Teorinya mengatakan bahwa pengembangan konsep diri dibatasi secara mulitidimensi yaitu Inwardly (batiniah).

kelahiran. 2) Tujuan khusus : a. terdapat dua poin intervensi. 3) Well-Being Didefiniskan sebagai perasaan sehat secara menyeluruh baik fisik. b. kemamapuan kognitif.pengalaman yang telah dialami. Konsep vulnerable meningkatkan kesadaran akan situasi mendekati kematian termasuk di dalamnya adalah keadaan gawat seperti disabilitas. lingkungan sosial.Reed. jenis kelamin. Transendensi diri berarti suatu gerak melampaui apa yang telah dicapai. Tujuan penulisan 1) Tujuan Umum Secara umum tujuan penulisan makalah ini untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan teori self transedensi oleh Pamela G.Reed. Menjelaskan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. Tindakan keperawatan secara langsung berfokus pada sumber-sumber yang berasal dari dalam diri seseorang . Variable kontekstual dan personal dapat memperkuat dan memperlemah hubungan vulnerabilities dan transendensi diri dan antara transendensi diri dan keadaan baik/sejahtera (well being). Diartikan sebagai konteks bagi perkembangan atau kematangan di usia senja atau pada akhir kehidupan. dan pengasuhan. 2) Self Transcendence Bernard Lonergan. ¬ Temporally (duniawi) : menggunakan keterampilan atau pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman masa lalu sehingga menjadi pelajaran untuk mencapai tujuan masa depan yang terintegrasi dengan menerapkannya pada masa kini/sekarang. pengalaman hidup. budaya dan spiritual yang menunjukkan suatu kesejahteraan dan keadan yang baik. ¬ Outwardly (lahiriah) : tampak dari luar. Reed. psikologis. TINJAUAN TEORI 1. Menganalisa alasan mengapa teori self transcendence termasuk ke dalam kelompok middle range theory B. Menganalisa kekurangan Model konsep dan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. hubungan antar transendensi diri dan keadaan baik/sehat. Diartikan bahwa pentingnya melakukan hubungan dengan dunia luar dalam hal ini berinteraksi dengan lingkungannya. dan riwayat masa lalu. 2. 5) Point of Intervention Berdasarkan teori transendensi diri. filsuf dan teolog. d. Contoh dari variabel tersebut adalah usia. Menganalisa kelebihan Model konsep dan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. Self Transcendence didefiniskan sebagai pengembangan konsep diri dibatasi secara mulitidimensi yaitu : ¬ Inwardly (batiniah) : melakukan refleksi introspeksi diri terhadap pengalaman. Menurut Pamela G Reed.Reed. penyakit kronik.faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan antara transendensi diri dan vulnerable. c. sosial. 4) Moderating-Mediating Factors Variabel kontekstual dan personal dan interaksinya bisa mempengaruhi proses transendensi diri yang berkontribusi terhadap kondisi yang baik. dalam bukunya Method in Theology (1975) menulis bahwa manusia mencapai keotentikannya dalam transendensi diri (self-transcendence). Konsep Kunci 1) Vulnerability Kesadaran seseorang akan adanya kematian. Suatu gerak dari yang kurang baik menjadi baik dan dari yang baik menjadi lebih baik. persepsi spiritual.

transendens diri. Pernyataan Teoritis Model teori self transcendence mengusulkan tiga macam hubungan : 1) Peningkatan vulnerability dihubungkan dengan peningkatan self transcendence. bahwa ada tiga konsep utama dari teori self transcendence yaitu vulnerabel. yang didefinisikan secara mutlak sebagai proses kehidupan dari dua hal yaitu pengalaman negatif dan positif dimana individu menciptakan lingkungan dan nilai-nilai yang unik yang mendukung kesejahteraan (well. merupakan awal proses model. 2.being. hubung an antar transendensi diri dan keadaan baik/sehat.being). 4) Environment Keluarga.terhadap transendensi atau berfokus pada beberapa faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan antara transendensi diri dan vulnerabel . lingkungan fisik dan komunitas adalah lingkungan yang secara signifikan berkontribusi pada proses kesehatan dimana perawat mempengaruhinya dengan mengatur interaksi yang terapeutik antara orang-orang. 2) Nursing Peran keperawatan adalah untuk mendampingi orang-orang (persons) (melalui proses interpersonal dan manajemen terapeutik pada lingkungannya) dengan membutuhkan keterampilan untuk mendukung kesehatan (health) dan kesejahteraan (well-being). Health Well-being Person Self Enviroment Nursing Pointof intervensi Skema 1. dan kesejahteraan (well-being). Asumsi Mayor 1) Health Sehat. jaringan sosial. Vulnerability + Self-transcendence + Well-Being +++ Factor-faktor personal danKontextual yang berhubungan dengan secara media atau hubungan moderate Point intervensi + – untuk meningkatkan self Transcedence Skema 2 : Teori Model Self-Trancendence Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas. objek dan aktivitas keperawatan. self transcendence merupakan kehebatan seseorang saat menghadapi akhir . 3) Person Person dipahami sebagai perkembangan masa kehidupannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam perubahan lingkungan yang kompleks dan bersemangat yang dapat berkontribusi secara positif dan negative terhadap kesehatan dan keadaan baik. 3) Faktor-faktor personal dan eksternal bisa mempengaruhi hubungan antara vulnerability dengan self transcendence dan antara self transcendence dan well. dimana terdapat 3 dalil yang berkembang menggunakan tiga konsep dasar tersebut. Penjabaran Teori Reed ke dalam metapardigma 3. antara lain : 1) Dalil Pertama. 2) Self transcendence berhubungan secara positif dengan kesejahteraan (well-being).

11) Mudah diaplikasikan ke dalam praktik. dan 4) Merupakan cerminan praktik (administrasi. dan kualitas hidup. salah satu contohnya adalah : middle range theory dari “self care deficit” diturunkan dari grand theory “self care” oleh Orem (1980).dari kehidupan dibanding ia tidak mengalaminya. 3) Membahas fenomena atau konsep yang lebih spesifik. retroduktif. Contoh khusus tentang pengaruh negative yaitu inabilitas/ketidakmamapuan untuk mencapai atau menerima orang lain (berteman) yang akan mengarah pada depresi sebagai indicator kesehatan mental. peningkatan penampilan dan perilaku self transcendence diharapkan berkaitan secara positif dengan kesehatan mental sebagai indicator kesejateraan/well-being pada seseorang yang sedang menghadapi isu akhir dari kehidupan. dimana timbul dengan adanya kejadian dalam kehidupan. dan bagian yang abstrak merupakan hal ilmiah yang menarik (Walker and Avant (1995)). 12) Middle range theory berfokus pada hal-hal yang menjadi perhatian perawat. I. a theory of uncertainty in illness (ketidakpastian saat sakit). mid-range theory memiliki cirri-ciri sbb : 1) Ruang lingkup terbatas. transendensi diri dan keadaan sejahtera (well being). hal yang lainnya termasuk martabat. Misalnya. atau mediator yang menghubungkan antara vulnerable. kondisi sakit. Teori Self Transcendence Termasuk dalam Kelompok Middle Range Theory Ciri Middle Range Theory menurut Mc. A. kenyamanan. 2) Dalil yang kedua yaitu batasan-batasan konseptual yang dihubungkan dengan kesejahteraan (well-being). 2) Memiliki sedikit abstrak. teori “family care-giving”. (1997). a theory of the peri-menopausal process (proses menopause). Sama halnya dengan nyeri. pengajaran) . Batasan-batasan konseptual dan fluktuasi yang mempengaruhi secara positif atau negatif kesejahteraan/well being sepanjang masa kehidupan. 14) Ada juga mid-range theory yang tumbuh langsung dari praktik. 15) Chinn and Kramer (1995) menyatakan bahwa ada 8 mid-range theory yaitu teori perawatan mentruasi. theory of relapse among ex-smokers (kekambuhan di antara mantan perokok). Misalnya. moderator. Swansons (1991) mid-range theory tentang “caring in perinatal nursing” dikembangkan secara induktif dari tiga perinatal setting. a theory of personal risking and a theory of illness trajectory Menurut Meleis. klinik. 3) Dalil yang ketiga adalah proses person dengan lingkungan. 4. Kenna h. duka cita. Lebih sering secara induktif menggunakan studi kualitatif (Merton (1968)). Isu dari akhir kehidupan diinterpretasikan secara luas.p. a theory of selftranscendence. harga diri. empati. penuaan dan pengalaman-pengalaman lain yang meningkatkan kesadaran akan kematian. harapan. Faktor personal dan lingkungan berfungsi sebagai korelasi. (1997) : 1) Bisa digunakan secara umum pada berbagai situasi 2) Sulit mengaplikasikan konsep ke dalam teori 3) Tanpa indikator pengukuran 4) Masih cukup abstrak 5) Konsep dan proposisi yang terukur 6) Inklusif 7) Memiliki sedikit konsep dan variabel 8) Dalam bentuk yang lebih mudah diuji 9) Memiliki hubungan yang kuat dengan riset dan praktik (Robert Merton (1968)) 10) Dapat dikembangkan secara deduktif. 13) Beberapa di antaranya memiliki dasar dari grand teori.

K bahwa kematian adalah merupakan hal yang akan dialami oleh setiap orang yang masih hidup dan akan disertai kesedihan serta kedukaan berlanjut sampai berbulan-bulan setelah masa kehilangan tersebut. namun setelah suaminya meninggal dia merasa sangat kesepian karena ditinggal seorang diri di rumahnya. misalnya perawat. Sedangkan menurut Kolcaba. K. yang satu masih usia pra sekolah dan yang satunya lagi SMP. K adalah dengan menerapkan konsep-konsep kunci dari Pamela yaitu : 1) Vurnerabel yaitu meningkatkan kesadaran Ny.Reed menitikberatkan pada konsep self transcendence yang terdiri atas konsep kunci yaitu vulnerabel. Suami Ny. Selain itu. Dua orang anaknya bertempat tinggal sangat jauh dari rumah Ny. 2) Analisis Kasus Berdasarkan kasus di atas. K yaitu : 1) Ny. sejahtera/sehat. moderating-mediating factors. 2) Seharusnya berorientasi pada hasil yang akan diperoleh untuk kepentingan pasien. Seharusnya menggambarkan fenomena keperawatan-sensitif yang siap dihubungkan dengan tindakan keperawatan yang direncanaka C. K. pengalaman yang sama terjadi pada dirinya sedangkan . TINJAUAN KASUS DAN ANALISA KASUS 1) Kasus Ny. K telah berusia lanjut. Ia menghabiskan banyak waktu dan mengalami kelelahan dalam merawat suaminya. K sendiri yang merawatnya. bukan hanya menggambarkan apa yang dilakukan perawat. tinggal tidak jauh dari rumah Ny. K. kriteria sebuah mid-range theory yaitu : 1) Konsep dan proposisi spesifik tentang keperawatan 2) Mudah diterapkan 3) Bisa diterapkan pada berbagai situasi 4) Proposisi bisa berada dalam suatu rentang hubungan sebab akibat Menurut Nolan & Grant (1992). berdasarkan teori self transcendence maka yang perlu dilakukan oleh perawat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Ny. dia juga kehilangan selera makan sehingga tidak memiliki kekuatan untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta berinteraksi dengan anak dan keluarganya.G. Sedangkan seorang anak perempuan bersama dengan suaminya dan dua orang anak. Pernikahan mereka telah berusia 40 tahun pada saat suaminya meninggal. baru saja meninggal 7 bulan yang lalu karena menderita penyakit kronis. Selama suaminya sakit. hasil analisa mennunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh Ny. usia 60 tahun memiliki 3 orang anak yang saat ini sudah berusia di atas 30 tahun.Menurut Whall (1996). Dalam kasus tersebut. ada dua kriteria sebuah teori bisa diterapkan ke dalam praktik yaitu : 1) Seharusnya relevan dengan potensi pengguna teori tersebut. transendensi diri. Ny. K. Bagaimana jika seandainya keadaan menjadi terbalik. dan inti intervensi. 2) Respon berduka yang berkepanjangan akibat kematian Suaminya 3) Interaksi dengan lingkungan sosial terganggu 4) Interaksi dengan anggota keluarga terganggu 5) Penurunan selera makan 6) Kelemahan fisik 7) Penurunan aktivitas 8) Merasa kesepian tinggal seorang diri 9) Tinggal terpisah dari anak-anaknya 3) Pembahasan Teori Pamela.

perawat juga perlu mempertimbangkan faktorfaktor yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara vulnerable dan transendensi diri. perasaan kesepian. perawat akan membantu Ny. K dengan menjalankan agama dan kepercayaannya serta memahami kematian dengan lebih baik yang akan mengurangi kedukaan yang dialaminya dengan menganggap bahwa suatu saat dia juga akan . 3) Dari segi outwardly (lahiriah). nafsu makan. Selain itu. Refleksi dan instrospeksi yang dilakukan oleh Ny. sebagai seorang perawat perlu mengontrol faktor-faktor tersebut dengan memberikan penguatan pada setiap faktor tersebut sehingga tidak memberi dampak negatif bagi Ny. Pada Ny. Bila kebahagiaan dan kesenangan telah terbangun. lingkungan keluarga yang berada jauh dari tempat tinggalnya membuat interaksinya dengan anak-anaknya menjadi kurang yang mengakibatkan perasaan kesepian dan kurangnya semangat. masalah fisik. Vulnerabel dan transendensi diri di atas akan sangat membantu Ny. Dengan menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya. Disamping itu. K yang kemudian dapat menjadi fasilitas memperoleh kepulihan dan kesehatannya kembali. dan mimpi-mimpi yang ingin dicapai yang nantinya akan menjadi penyemangat atau motivator untuk mencapai kondisi yang sehat secara utuh (well being). membuat Ny. misalnya. 2) Dari segi inwardly (batiniah). dan lingkungan sosial. kemamapuan kognitif. Usia Ny. perawat menekankan adanya proses introspeksi terhadap pengalaman masa lalu yang dialami oleh Ny. pengalaman hidup. K bisa menggunakan pengetahuan dan keterampilannya di masa lalu itu untuk mencapai apa yang dia harapkan di masa yang akan datang dengan melakukan/menerapkannya pada masa kini. di usia senja. lingkungan sosialnya dan kembali beraktivitas serta dapat menikmati masa tuanya dengan penuh kebahagian. K akan merasa puas telah membantu anak dan menantunya menjaga anak-anaknya. pengalaman hidup. K mengalami kehilangan banyak kekuatannya terkait dengan penurunan berbagai fungsi tubuh yang dapat menyebabkan ia menjadi kurang bisa melakukan aktivitas lagi di luar rumah yang akan membatasinya dengan lingkungan sosialnya. nilai-nilai pribadi. anak dan menantunya akan lebih membuatnya menikmati kebahagiaan dan kesenangan. jenis kelamin. K memperoleh keadaan sehat dan sejahtera (well being). Faktor pendukung lainnya bisa berupa adanya penguatan spiritual yang dilakukan oleh Ny. K dapat memperoleh kebahagiaan. Introspeksi diri bisa meliputi menggali kembali kepercayaan dan keyakinan dalam diri. seperti usia. Semua komponen tersebut akan berintegrasi dan berproses untuk mencapai suatu kondisi yang baik. K. K yang kini telah mencapai 65 tahun.faktor tersebut yang bisa memperlemah hubungan-hubungan di atas. introspeksi/refleksi diri yang bisa membangun konsep diri Ny. K adalah merupakan inti dari self transcendence. perawat memberikan dorongan untuk memulai kembali hubungannya dengan dunia luar termasuk berinteraksi dengan anak dan keluarganya. Sehingga. dari hasil refleksi dan introspeksi dari pengalaman masa lalunya. Dalam hal ini. dengan cara tersebut. Ny.Suaminya sendiri yang mengalami hal yang saat ini dia alami. sehingga Ny. hubungan antara transendensi diri dan keadaan sejahtera. Sehingga. K sehingga akan menjadi faktor yang mendukung tercapainya pemulihan dan kondisi yang sejahtera (well being). dengan memberikan latihan-latihan yang bisa dilakukan Ny. akan sangat berbeda dan bahkan lebih sulit bagi Suaminya untuk menerima hal tersebut. Selain itu. lingkungan sosial dan riwayat masa lalu. Ny. K untuk melakukan refleksi terhadap dirinya dan terhadap pengalaman tersebut. persepsi spiritual. Ny. K dalam rangka mempertahankan kebugaran. K banyak dari faktor. Faktor-faktor ini disebut faktor penengah (moderating-mediating factors) seperti usia. K akan memperoleh kesehatannya kembali 4) Dari segi temporally (duniawi/saat ini). dan perasaan berduka yang dialaminya selama ini berangsur-angsur akan hilang.

Selama suaminya sakit. Suami Ny. Arsad Suni Perawat : Ns. Sedangkan seorang anak perempuan bersama dengan suaminya dan dua orang anak. Dua orang anaknya bertempat tinggal sangat jauh dari rumah Ny. Ketidakjelasan dan keabstrakan teori self transcendence dapat menjadi pemicu dilakukannya penelitian-penelitian yang bisa menjadi bahan perbaikan bagi teori tersebut. K. Anak III : Ns. Ny.mengalami hal yang sama sehingga perlunya memperbaiki kondisi hidup saat ini menjadi lebih baik. seperti vulnerability dan transendensi diri serta kondisi sejahtera yang masih abstrak. Fatimah Cucu : Ns. K. Kekurangan ¬ Banyak variabel dalam teori. SKENARIO Narator : Ns. menggali sumber-sumber yang ada pada diri Ny. ¬ Pembahasan teori tidak mudah untuk dipahami sehingga sulit dicerna oleh para perawat yang akan mengaplikasikannya ke dalam praktik. Khaeruni Anak I : Ns. usia 60 tahun memiliki 3 orang anak yang saat ini sudah berusia di atas 30 tahun. 3. Mardiah Narator : Ny. KESIMPULAN Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa teori memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yaitu sebagai berikut : 1. sebahagian masih bersifat abstrak. K (Nenek) : Ns. ¬ Terbatas digunakan hanya pada kasus-kasus yang berhubungan dengan adanya masalah psikologis dengan kurang mempertimbangkan penangan fisiknya. ada dua poin yang secara umum menjadi inti intervensi keperawatan yaitu. 2. ¬ Faktor spiritual cukup dipertimbangkan dalam penyelesaian masalah klien. Nurlina Pasien Ny. Adam Ns. sehingga masih terdapat kesulitan diterapkan dalam praktik. Pernikahan mereka telah berusia 40 tahun pada saat suaminya meninggal. dapat digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi kesehatan manusia. K. dan berfokus pada fenomena yang lebih spesifik. Kelebihan ¬ Baik digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan masalah psikososial. tinggal tidak jauh dari rumah Ny. D. K dan berfokus pada faktor-faktor yang berpengaruh pada hubungan vulnerabel dan transendensi diri. 4. K. hubungan antara transendensi diri dan kondisi sejahtera. K. K sendiri yang merawatnya. yang satu masih usia pra sekolah dan yang satunya lagi SMP. Ia menghabiskan banyak waktu dan mengalami kelelahan dalam merawat suaminya. dia juga kehilangan selera makan sehingga tidak memiliki kekuatan untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta berinteraksi dengan anak dan keluarganya.St. Dari beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh perawat dalam menyelesaikan masalah Ny. . Selain itu. Teori self transcendence termasuk dalam kelompok mid-range theory karena memiliki kriteria : konsep dan variabel sedikit. bersumber dari grand theory dan pengalaman-pengalaman praktik. baru saja meninggal 7 bulan yang lalu karena menderita penyakit kronis. namun setelah suaminya meninggal dia merasa sangat kesepian karena ditinggal seorang diri di rumahnya.

Narator: Berdasarkan kasus di atas, hasil analisa mennunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh Ny. K yaitu : ¬ Ny. K telah berusia lanjut. ¬ Respon berduka yang berkepanjangan akibat kematian suaminya ¬ Interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungan sosial terganggu ¬ Penurunan selera makan ¬ Kelemahan fisik ¬ Penurunan aktivitas ¬ Merasa kesepian tinggal seorang diri karena terpisah dari anak-anaknya Narator : Dari beberapa masalah dalam kasus tersebut diatas terungkap ketika anak III bersama cucunya Ny. K berkunjung ke rumah emaknya dengan membawakan makanan kesukaannya. Saat tiba disana, anak III melihat rumahnya seperti tidak ada penghuninya, salam juga tidak ada jawabannya. Dengan perasaan cemas anak III bersama cucunya Ny. K memanggil-manggil neneknya, juga tidak ada suara menyahut sama sekali. Kemudian mereka mencari dan mencoba menengok ke kamar ternyata mamanya tampaknya duduk termenung di kamar tidurnya. Melihat kondisi seperti itu, anak III dan cucu Ny. K segera masuk ke kamar neneknya dan diajak bicara, tetapi Ny. K tidak mau diajak ngomong, bahkan mengajak Ny. K untuk tinggal bersama mereka. Namum ajakan tersebut tidak membuahkan hasil karena Ny. K tidak pernah mengucapkan satau katapun. Dengan perasaan cemas pula karena tidak berhasil membujuk Ny. K tinggal bersama mereka, akhirnya anak III bersama cucu Ny. K pamit pulang ke rumah mereka. Bagaimana selengkapnya?, mari kita saksikan pertujukannya………! Segmen I Anak III : Assalamualikum ………, mama ………. mama……….., dimanaki ? (sang mama tidak menjawab Cucu : Nenek oh nenek, dimanaki ? (Neneknya tetap tidak menjawab paggilan cucunya) Anak III : Oh disiniki pale mama, mama, ini makanan kesukaan mama saya bawakanki, makanki dulu na…. (Sang mama tidak berespon) Cucu : Iye nek, makan meki dulu, nanti tambah kuruski (nenek tetap terdiam) Anak III : Kanapaki mama setiap saya datang, pasti duduk teruski di kamar? Ah pasti mi itu kita terlalu banyak berpikirki ! Ny. K : Kuingatki kodong bapakmu nak (sambil berlinang air matanya) Anak III : Astagfirullah mama, jangan meki ingat-ingat terus bapak kah, itu semua sudah kehendak Allah, semua orang juga pasti kesana tapi tudak tahu kapan waktunya. Yang perlu kita lakukan sekarang tu harus banyak-banyak meki berdoa, suapaya bapak juga merasa tenang disana. Cucu : Iye nek, betul apa yang dikatakan mama tadi, kata ustadzku, orang beriman itu harus selalau sabar menghadapi ujian dari Allah. Nah, bagaimana kalau sekarang nenek ikut tinggal bersama saya dan mama dirumah saja, biar nenek tidak merasa kesepian lagi. Saya pasti senang dech kalau setiap pulang sekolah selalu ketemu nenek di rumahku( sang cucu mencoba membujuk neneknya tinggal bersama) Anak III : Iye, benar…benar, sebaiknya mama sekarang tinggak bersama kami saja, bagaimana mama..? Ny. K : Tidak usahmi nak, biar disini saja (sambil Ny. K meninggalkan anak dan cucunya, pindah duduk di tempat lain) Anak III : Ma, kalau begitu saya pulang dulu, jangki lupa makan dih, nanti besok saya

& Cucu datang lagi, (sambung cucunya) iye nek, saya juga pulang, mau kah sekolah, Ass………… Segmen II Narator : Setibanya di rumah, anak III langsung meminta bantuan anak I sebagai anak tertua melalui telpon genggamnya, untuk mencari solusi menyelesaikan masalah yang sedang dialami mama mereka. Bagaimana percakapan anak III dan anak I?, mari kita ikuti selanjutnya………! Anak III : Assalamualikum kaka……….., bagaimana kabarta……………? Anak I : Waalakumussalam, Alhamdulillah baik-baik ji, bagaimanami keadaan disitu? Trus bagaimana kabarnya mama ? Anak III : Itumi kak saya telponki, kak mama kodong, tinggal terusmi dikamar, tidak mauki makan, tidak mauki keluar rumah, apalagi kalau diajak ngomong tidak mauki menjawab Anak I : Kenapa dek, bisa begitu mama…? Anak III : Itu semenjak bapak tidak ada, mama terlihat berubah sekali kak, jadi bagaimanami ini kak ? Anak I : Bagaimana kalau kita bawami saja ke Pantai Jompo ? Anak III : Tegata itu kak, mama ditinggal disana? Nanti dibilang anak tidak tahu berbalas budi ka lagi Anak I : Bukan begitu maksudku, kalau di Panti Jompo kan banyak teman-teman seusianya, trus selalu ada kegiatan-kegiatan yang diikutkanki, sehingga mama nati tidak selalu merasa kesepian. Anak III : atau beginimi kak, bagaimana kalau saya bawami konsultasi ke Puskesmas dih? Anak I : Oh iye pale begitumi saja, salam untuk mama nah…., Assalamualikum…… Anak III : Waalaikumussalam ……………………………… Segmen III Narator : Sesuai kesepakatan anak III dan anak I melalui telpon tadi, maka esok harinya anak III kembali ke rumah mamanya untuk mencoba mengajak mamanya ke Puskesmas terdekat dengan maksud berkonsultasi, namun lagi-lagi ajakan itu pun tidak berhasil. Akhirnya sang anak III tadi berinisiatif untuk meminta bantuan Perawat yang bertugas di Puskesmas tersebut, dan dengan perasaan sedikit lega ketika anak III menemui Perawat Nurlina (Ns. Lina) karena sudah lama sering berkonsultasi dengan Ns. Lina. Selanjutnya terjadilah proses konsultasi di ruangan kerja Ns. Lina. Bagaimana proses selanjutnya ?, mari kita saksikan bersama……………! Fatimah : Assalamualaikum………. suter Lina Ns Lina : Waalaikumussalam, eh…. bu Fatimah, Pagi-pagi sekali sudahmi datang, bagaimana kabarta? Ada yang bisa saya bantu? Fatimah : Maaf, tidak mengganguki suster Lina? Ns Lina : Ah tidak ji…., ayo masuk meki dulu? Silahkan duduk Fatimah : Begini suster, itu mamaku semenjak meninggalki bapakku, berubah sekalimi kehidupannya, jadi pendiamki, tidak mauki makan, duduk terusji di kamar diam-diam, karena bingungma ka liat kondisi mamaku, makanya kutelpon kakaku, minta bagaimanami pendapatnya supaya mama bisa berubah seperti dulu. Terus na bilangin kakakku bawami saja ke Puskesmas, atas saran itu sudahmi kuajak kesini mamaku, tatapki juga tidak mau, makanya saya sendirimi langsung kesini. Bagaimana mi itu suster ? mau ka minta bantu suster Lina ke rumah, bisa tidak kita ikut ke rumah mamaku sekarang ? Ns Lina : Ohhh begitu dih ceritanya, iye bisa ji, kebetulan belum ada pasien sekarang, mari

bu Fatimah, kita kerumah mamata sekarang (Ns. Lina dan Anak III meninggalkan Puskesmas menuju rumah Ny. K). Segmen IV Narator : Dari hasil wawancara dengan anak III, Ns. Lina pun segera berespon langsung bersama anak III berkunjung ke rumah Ny. K untuk mencoba memberi pertolongan. Apakah upaya Ns. Lina berhasil menyelesaikan masalah Ny. K?, mari kita saksikan setelah pariwara yang satu ini ……………! Anak III : Ass…. (sambil mengajak Ns. Lina masuk di kamar mamanya), mama, ini suster Lina Ns Lina : Ass….. bu…. Ny. K : Eh suster lina, Waalaikumussalam, masukki. Ns Lina : Bagaimana kabarta….?, sakitki? Ny. K : Begini suster, sebenarnya saya baik-baik saja, tapi itumi hidupku seperti tidak punya keluarga (terasa sepi), apalagi setelah meninggal bapaknya, jarangmi kesini anak-anakku. Ns Lina : Ohh…. begitu masalahnya, tapi benar tidak sakitki to? Ny. K : Tidak suster, sepertimi suster lihatki to?. Oh iya suster, sampai lupaki, kubikinkan teh suster! Ns Lina : Tidak usahmi, saya sudah sarapan baru ke Puskesmas?, nah, sekarang agar ibu tidak merasa sepi, tinggal maki bersama anakta fatimah?, biar bisa bermain-main sama cucuta. Ny. K : Kasian kodong rumahku suster, tidak ada yang urus, jadi biar disinimi saja, asal mereka sering bawakan cucu-cucuku bermain disisni. Ns Lina : Ohh..begitu ya bu, apa kegiatanta sekarang, masih sukaki bikin-bikin kue? Ny. K : Tidakmi suster. Ns Lina : Itumi bu, harus ada kegiatanta, misalnya ikut-ikutmi pengajian, apalagi saya lihatmi disisni aktif sekali ibu-ibu melakukan pengajian setiap hari kamis sore, ohh..iya, ibu juga bisa ikut kegiatan di Posyandu Lansia, kebetulan saya juga sering ikut melati senam disana. Ny. K : Ohh..ya, begitu ya suster, setiap hari apa itu suster orang senam disana? Ns Lina : Setiap hari Jumar pagi, ikut maki bu! Bagus kalau ikutki bu, disana juga banyak teman yang bisa kita ajak bicara Ny. K : Iye suster Lina, maaf sudah bikin repotki pagi-pag begini Ns Lina : Nah, sudahmi to, Ima ingatki sering jenguk-jenguk mamata dik, kalau perlu nginapki sekali-sekali dirumah mamata, sekarang saya mau kembali dulu ke Puskesmas, mungkin sudah ada pasien yang menunggu. Jangki lupa kasi ingat mamata ikut posyandu lansia setiap hari Jumat. Anak III : Iye suster, untung kita datang, kalau tidak pusing kepalaku, bagaimana mengatasi masalahnya mamaku, terima kasih banyak suster, jangki bosan-bosan kalau saya minta tolongki lagi Ns Lina : Insya Allah tidak ji, ayo saya pamit dulu nah, Ass……………………….. Anak III : Nah, sekarang mama main-main sama cucuta disini, saya mau ke pasar dulu, saya mau masak makanan kesukaan mama disini, dan kita makan sama-sama, bagaimana menurut mama??? Ny. K : Iye, senang sekali hari ini, biar bermain-main bersama cucuku sambil menunggu kamu pulang dari pasar. Narator : Demikianlah tadi ”Role Play” dari kelompok satu, yang menggambarkan penerapan Midle Rang Teori oleh Pamela G Reed pada kasus pasien masalah ”Berduka Disfungsional”, dimana Ny. K. merasa kehilangan anggota keluarga dan kesepian setelah minggal suaminya 7

http://www.sandiego. Saran. Suatu Grand Teory terdiri dari suatu kerangka konseptual global yang menggambarkan perspektif luas untuk praktik dan termasuk cara yang berbeda mengamati fenomena keperawatan berdasar pada perspektif-perspektif tersebut (Tomey & Alligood. 2006.kaiser. 2006. Nurses’ Engagement with Feminist/Poststructuralist Theory : Im Possibility. Fear. Sarah Wall. DARDIN 2. Grand teory memiliki kemampuan untuk menyatukan semua pengetahuan yang kita miliki mengenai komunikasi menjadi sebuah kerangka teory (West.edu/ACADEMICS/nursing/theory/midrange/midrange. Leland R. Nursing Models and Theories. KELOMPOK III 1. ……… Wassalam………………… DAFTAR PUSTAKA Tomey and Alligood. Konseptual model dan Grand Teory mempunyai ciri-ciri : .net/seriesdetail. 13 November 2008. 08 November 2008.htm GRAND TEORY KEPERAWATAN IMOGENE M. Nursing theoriest.H. Mosby : Elsevier. 18 November 2008. What is self transcendence. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. IKRAM BAUK 4. Sixth edition.___ _____. Sebuah Pencarian Keotentikan Diri. McKenna H. http://www. KING OLEH .cfm?article_id=457 Saur. Nursing theorists and their work. 1995. (1997). GRACIA HERNI PERTIWI 7. Mosby : Elsevier. masukan dan kritikan sangat kami harapkan demi perbaikan kita bersama.ca/ journal /art icle /view Fil e/w al l/183 Kaiser. ELIATI PATURUNGI 5.P. 46 – 47) b. Grand Teory Keperawatan adalah pemaknaan perilaku dengan cara yang benar secara universal. 8 November 2008. Wilhelmus. Tomey and Alligood. 2002.thirds pac e. 2006) c. JUNAIDI 3. Pengertian Grand Teory a.http://w w w .L. INDRA GAFFAR PROGRAM ALIANSI MAGISTER KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA – UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 1. “Self-Transcendence”. and Hope. R & Turner. utilization and application. GRACE TEDY TULAK 6.bulan yang lalu.

¬ Komunikasi Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. genetika dan latar belakang pendidikan. Konsep teory Imogene M. individu dengan kelompok. Filosofi teory memproyeksikan sebuah pandangan sistematis atas fenomena-fenomena yang masih bersifat abstrak dalam menjelaskan suatu konsep keilmuwan keperawatan. molekul dan tingkat aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. d. konsep diri. ¬ Persepsi Diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. ¬ Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. King c. Tumbuh kembang mencakup sel. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. ¬ Waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. ¬ Peran Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. ¬ Stress Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. ¬ Transaksi Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. King adalah Human Being dengan prinsip Goal Attainment ( Pencapaian tujuan ) yang berfokus pada system interpersonal. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. ¬ Jarak Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing- .1) Cakupannya luas dan kompleks 2) Merupakan rumusan teoritis pada tingkat abstraksi yang sangat umum 3) Sering dijumpai kesulitan dalam mengaitkan suatu rumusan dengan realita 4) Membedakan disiplin ilmu keperawatan dengan ilmu medis. ¬ Pertumbuhan dan perkembangan Perubahan yang kontinue dalam diri individu. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. dapat membantu perawat dalam menemukan dan mencapai tujuan perawatan 2. Imogene M. Sedangkan Grand teory menggabungkan pengetahuan menjadi suatu kerangka teory dalam menjelaskan suatu fenomena keperawatan Penerapan Grand Teory Keperawatan menurut para ahli : 2.King terdiri : ¬ Interaksi King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. Fokus teory Imogene M. sosial ekonomi.

mengontrol. ¬ Peran : Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. dapat dilihat pada skema berikut ini : Dynamic Interacting Systems a) Sistem personal adalah individu atau klien yang dilihat sebagai sistem terbuka. ¬ Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. menerima. Individu merupakan anggota masyarakat. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis. ¬ waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. dan informasi dengan lingkungannya. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. interaksi. b) Sistem interpersonal adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi. rasional. dll) . Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. ¬ Jarak : Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing. Interaksi ini dapat dipahami dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. individu dengan kelompok. Perubah ini biasanya terjadi dengan cara yang tertib. ¬ Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. mengubah energi. konsep diri. sekolah. system terbuka dan orientasi pada tujuan. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. Sistem personal dapat dipahami dengan memperhatikan konsep yang berinteraksi yaitu: ¬ Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. dan kemampuan dalam bereaksi. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang dikenal dengan Dynamic Interacting Systems. e. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut.masing. ¬ Pertumbuhan dan perkembangan : Tumbuh kembang meliputi perubahan sel. genetika dan latar belakang pendidikan. mempunyai perasaan. ¬ Interaksi : King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. meliputi: Personal systems (individuals). Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. komunikasi. molekul dan perilaku manusia. stress. mempunyai maksud-maksud tertentu sesuai dengan hak dan respon yang dimilikinya serta berorientasi pada tindakan dan waktu. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga. dan dapat diprediksikan walaupun individu itu bervariasi. Komunikasi : Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada . koping. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. transaksi. sosial ekonomi. dan sumbangan fungsi genetic. pengalaman yang berarti dan memuaskan. mampu berinteraksi. organisasi sosial. sistem pelayanan kesehatan. industri.

interaksi. ¬ Transaksi : Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. subjektif. kesehatan. ϖ Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu . nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi. proses yang terus menerus. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. situasional. dan pelayanan komunitas dan menerima atau menolak keperawatan. proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang. mengirim. ¬ Koping : c) Sistem sosial merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. kebutuhan. rasional. dan berorientasi pada tujuan. universal. dengan tujuan untuk kesehatan manusia ϖ Individu adalah social. dan kesehatan. dinamis dan orientasi pada tujuan. persepsi. ¬ Stress : Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. orang. tugas-tugas. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. individual. reaksi. ¬ Status Status bercirikan situasional. tujuan. Sistem sosial dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep organisasi. ϖ Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. personal. Asumsi eksplisit meliputi : ϖ Focus sentral dari keperawatan adalah interaksi dari manusia dan lingkungannya. ϖ Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi. otoritas/wewenang . Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. ¬ Pembuatan keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. berorientasi pada kegiatan waktu. esensial dalam organisasi. penerimaan.orang lain secara langsung maupun tidak langsung. ¬ Kekuasaan Kekuasaan adalah universal. Asumsi King King mengasumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun implisit. bahwa wewenang itu aktif. situasional. dan nilai klien serta perawat. Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. dan kewajiban. King mendefinisikan otoritas atau wewenang. atau bukan sumbangan personal. dapat diubah. ¬ Otoritas . kekuasaan. status dan pengambilan keputusan. berpartisipasi dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupannya. persepsi. control. f. King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. ¬ Organisasi . posisi ketergantungan. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang.

energi. Konsep Lingkungan Menurut King lingkungan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan system lainnya secara terbuka. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri.tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil keputusan. reaksi. Manusia tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan internal dengan penukaran energi yang diatur secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan eksternal. dengan menggunakan sumber. 2) Konsep utamanya : kebutuhan dasar manusia yang terdiri dari ¬ Air (udara) : pemeliharaan dalam pengambilan udara ¬ Water (Air) ¬ Food (makanan) ¬ Eliminasi ¬ Rest and activity ¬ Solutitue and social interaction . Pasien sadar. 8. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. Pandangan King terhadap keperawatan Konsep Manusia King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan yang memungkinkan benda. Sedangkan asumsi implicit meliputi : 5. Menurut Orem’s 1) Fokus teorinya adalah Practise self care kemudian Dorotea mengembangkan teorinya menjadi self care deficit dan teory nursing system yang berpandangan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan dalam memenuhi kemampuan dasarnya secara mandiri. yang secara berkelanjutan melakukan penyesuaian terhadap stressor internal dan eksternal melewati rentang sehat sakit.sumber yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai kehidupan sehari. 6. aktif. energi. Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan. 7. 3. System social tercipta ketika kelompok mempunyai ketertarikan dan tujuan yang sama dalam satu komunitas atau masyarakat. ϖ Tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama. dan informasi dengan leluasa mempengaruhinya. dan jika ada gangguan. Konsep Sehat King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis. Dalam kerangka konsepnya meliputi tiga system interaksi yang dinamis sebagai individu disebut sebagai system personal. informasi dengan keberadaan manusia. Konsep Keperawatan King menyampaikan pola intervensi keperawatannya adalah proses interaksi klien dan perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi. g. menetapkan tujuan dengan maksud tercapainya suatu persetujuan dan membuat transaksi.sehari yamg maksimal. Lingkungan merupakan suatu system terbuka yang menunjukkan pertukaran masalah. ketika individu ini bersatu dalam kelompok disebut system interpersonal. dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan.

Kehamilan pertama ketika dia berusia 16 tahun dan kehamilan yang kedua saat berusia 18 tahun. Tindakan keperawatan berdasar pada empat prinsip yaitu konservasi energy. keberhasilan dalam menghadapi lingkungan tergantung dari adekuatnya adaptasi • Tujuan utama dalam proses adaptasi adalah tercapainya suatu kebutuhan dalam diri individu • 3 karakteristik dari adaptasi adalah : historicity. berusia 29 tahun masuk ke unit keperawatan onkologi dengan keluhan nyeri pelvic dan pengeluaran cairan pervagina. Suaminya seorang pengangguran. 4. Levine 1) Model Konservasi Levine difokuskan dalam mempromosikan keseluruhan adaptasi dan pemeliharaan dengan menggunakan prinsip-prinsip konservasi. Hasil pemeriksaaan Pap Smear didapatkan menderita Ca Cerviks stadium II dan telah mengalami Histerektomy radikal dengan bilateral salpingooophorectomy. ¬ Adaptation • Proses dimana klien memelihara integritas di dalam lingkungan yang nyata baik internal maupun eksternal. Dia menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap masa depannya dan kedua anaknya. Sebagai tambahan. Ny D mengatakan bahwa tidak pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Sejak saat itu dia menggunakan kontrasepsi oral secara teratur. Ny D sangat sedih. dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. analgetik untuk nyeri dan antiemetic untuk mualnya. spesifity dan redundancy ¬ Wholeness Merupakan system terbuka dan menggabungkan bagian-bagian untuk sebuah keutuhan dalam menghadapi perubahan lingkungan. Hal itu mengharuskan dia untuk menggunakan kateter intermitten di rumah. Biasanya dia memiliki BB 110 pound. Dia menikah dan tinggal dengan suaminya bersama 2 orang anaknya dirumah ibunya. Obat yang digunakan adalah antibiotic. Dalam hal ini individu mampu berkonfrontasi dan beradaptasi demi mempertahankan keunikan mereka. Model Levine menekankan pada Proses interaksi dan intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk peningkatan kemampuan beradaptasi dan mempertahankan keutuhan tersebut. Fenomena Keperawatan dikaitkan dengan Teory Imogine King Ny. Pengkajian dan analisa fenomena . Dia sudah memiliki 2 orang anak. Dia masih merasakan nyeri dan mual post operasi. Dia menggambarkan suaminya seorang yang emosional dan kasar. Dia seorang perokok dan menghabiskan kurang lebih 2 pak sehari dan berlangsung selama 16 tahun. Ny D telah mengikuti pembedahan dengan baik kecuali satu hal dia belum mampu mengosongkan kandung kemihnya. • Konsekuensi dari interaksi antara orang dengan lingkungan. Dia percaya bahwa penyakit ini adalah sebuah hukuman akibat masa lalunya. D. Tinggi badan 5 kaki 4 inci dan BB 89 pound. konservasi integritas personal dan konservasi integritas social. dia akan mendapatkan terapi radiasi sebagai pengobatan rawat jalan.¬ Hazard frekuention (pencegahan resiko) ¬ Promotion of normality 4. konservasi integritas structural. 2) Konsep utamanya adalah ¬ Conservation Cara yang kompleks untuk melakukan fungsinya pada saat tantangan berat menghalanginya. Riwayat kesehatan masa lalu : jarang melakukan pemeriksaan fisik secara teratur. 3.

concern. Koping seseorang dan stress interpersonal keduanya dapat mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Beberapa persepsi perawat didasarkan atas beberapa kumpulan dan interpretasi informasi. pengetahuan tentang pengobatan dan diagnosis. memprioritaskan kestabilan pasien dan bergerak pada proses untuk mencapai tujuan. Stressor fisik didapat dari penyakit dan tindakan pembedahan. interaksi. pengobatan dan prognosis cancer dengan stadium V. Perawatan pada Ny D sudah mencakup praktek keperawatan keseluruhan. sekarang dan yang akan datang mempengaruhi respon verbal dan nonverbal. dimulai dengan interpersonal system dengan Ny. stress. keduanya merupakan stressor utama juga berpengaruh untuk kesehatannya. debby diidentifikasi ada jarak dan sering mengalami kekerasan dengan suami.D mungkin mempengaruhi tingkat emosional. Kesalahan masa lalu mempengaruhi kesehatannya dan perasaannya. Menurut King 1881. Perawatan Ny D dimulai dengan pengkajian termasuk pengumpulan data. Penilaian keperawatan terletak pada situasi dalam keluarga debby dengan perawatan post operatif. Komunikasi adalah kunci kestabilan mutu dan kepercayaan antara Ny D dan perawat berarti memvalidasi persepsi. sifat. Banyak hal yang saling mempengaruhi perilaku dan kesehatannya. dan pengobatan radiasi bisa menjadi masalah lain dari status fisiknya. validasi dengan persepsi Ny D dan interpretasi pada persepsi Ny D. mental action. Juga kemungkinan bahwa kelemahan seseorang dan kemungkinan keluarga berkontribusi cepat menyebabkan stress. Sumber datanya dirinya sendiri dan persepsi utama tentang dirinya dan sikapnya dan pengalamannya kemudian pengetahuan sebagai konsep dalam kerangka kerjanya. Isi kandung kemih. yg tentunya menjadi kelemahan utama dalam dukungan emosi selama melewati masa-masa yang sulit. Persepsi Ny. nilai. Dia menangis dan mengekspresikan ketakutannya. dan reaksi kedua individu. yang mencakup promosi kesehatan. situasi dan masa depannya. bersama-sama menentukan tujuan dan membuat keputusan tentang maksud pencapaian tujuan. model. Debby membutuhkan sumber-sumber untuk menolong dirinya. Pengkajian perawat dan aplikasi pengetahuan tentang konsep dan proses. Ny D mengharapkan partisipasi dalam pencapaian tujuan tersebut. Proses transaksinya dimulai dengan persepsi. diri sendiri. stress dan nyeri. pertimbangan. keraguan dan menyalahkan diri sendiri. Persepsi yang akurat penting dalam proses interaksi. Dalam system interpersonal. power dan pengambilan keputusan. inilah yang menyebabkan terjadinya masalah keuangan yang menjadi sumber stressor. Diagnosa dari servikal kanker kelas V dan pengobatan berikutnya. usia dan pengetahuan (pengobatan dan diagnose Ny D) dan keterampilan yang professional. Perawat dalam situasi ini. diri adalah konsep utamanya termasuk total subyektif. status social ekonomi.D. konsep kritikal terdiri dari persepsi.Pada model konseptual system King. merawat orang sakit dan perawatan pasien terminal (King. Perasaan tentang diri dan situasinya yang tidak jelas merupakan penyebab stress. komunikasi. Persepsi Ny D yang lalu. Suaminya tidak mampu menyediakan dukungan emosional yang baik dan juga materi yang berkontribusi terhadap anak-anak mereka terutama yang akan mengubah tugas dari mereka. Suaminya tidak bekerja ( pengangguran) dan debby tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Meskipun semua konsep King dalam kerangka kerjanya sepertinya akan mengkontribusi dalam perawatan Ny D. gangguan dalam fungsi kandung kemih. Situasi kehidupannya menjadi stressor lain serta Lingkungannya yang tidak kondusif dan bising. 1981). Debby mengambil informasi penting tentang diri. Interaksi bersama Ny D dan perawat. Ny D sebagai konsep personal system yang saling berinteraksi dengan system lain. Debbie mengalami stress fisik dan interpersonal. kemampuan dalam menggunakan proses keperawatan. pengalaman. ketrampilan berpikir kritis. Persepsi perawat dipengaruhi oleh budaya. interpretasi dan verifikasi data. . komitmen dan kesadaraan individu. nyeri dan mual adalah identifikasi masalahnya. koping. pemulihan kesehatan.

kurang pengetahuan . Sebagai tambahan. Satu cara untuk dapat melakukan ini mungkin dengan menyusun rencana perawatan dirumah yang akan mendasari tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan .D harus menjalani pengobatan rawat jalan. 1981). yang semuanya dapat mendorong kearah perubahan status kesehatannya. Ny. keterbatasan. Keputusan tentang tujuan harus berdasarkan kemampuan. Pencapaian tujuan memerlukan evaluasi yang berkelanjutan. jika kesepakatan telah dibuat.D dalam pengambilan keputusan mungkin akan membutuhkan tantangan yang besar karena merasa bahwa tidak berdaya. Sebagai contoh keseluruhan tujuan keperawatan adalah membantu fungsi dalam tugas mereka (King. Jika semua masalah ini bertentangan dimensi pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan konsultasi psikologis. Ketika Ny. Menurut king. control penyakit. validasi dari perkembangan pencapaian tujuan keperawatan dan memodifikasi rencana tindakan untuk mencapai tujuan keperawatan. 5. Sangat penting untuk menentukan sejauhmana kekhawatiran dan kecamasan yang dialami Ny. dan sejumlah penghalang lainnya yang biasa berasal dari perawat. gangguan perkemihan. Ungkapan Ny D yang terpenting adalah anakanaknya. Sangat memungkinkan tujuan perawatan dan pasien tidak sejalan berlanjut sampai pada analisa sintesa. untuk menjalani penyakitnya. Role Play Tugas Pengatur laku: Skenario ini menceritakan tentang grand teori : model konseptual Imogene King.D mengharapkan untuk dilibatkan dalam diskusi tentang tindakan untuk mencapai tujuan. kurangnya interaksi dalam berhubungan. tujuan akan tercapai. D bisa saja menjadi sumber dukungan emosional dan pertolongan / bantuan langsung seperti transportasi dari dan ke RS. Ny. Bagaimanapun Ny D berstatus sebagai pasien. Asumsi dasar yang lain adalah bahwa perawat membantu pasien untuk mengubah status kesehatan mereka. Perawat dapat menemukan petunjuk untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi tujuan berdasarkan asumsi Konseptual system menurut King.D mungkin tidak akan menjadi Ibu rumah tangga yang baik. dengan hadirnya seorang tenaga professional dirumah juga dapat memberikan kontribusi untuk melakukan penilaian lebih lanjut terhadap keluarga. berfikir kritis. Dalam situasi ini. . atau membimbing untuk meninggal dengan tenang. prioritas psien dan situasi. pengobatan. Melibatkan Ny. D khususnya dukungan keluarga meskipun Ny. Yang bertentangan dengan kemampuannya untuk berperan dalam menentukan tujuan dari keberhasilan pengobatan atau mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam rangka mencapai tujuan. Ini mungkin mengenai tugas seorang ibu. Pencapaian tujuan dapat meningkatkan atau memelihara status kesehatan. D. dan kemampuan untuk menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Follow up terhadap rasa nyeri. salah satu dasar yang dapat mengubah pemulihan dari penyakit. Jika tujuan tidak tercapai. perlu adanya diskusi tentang tujuan bersama. perawat perlu untuk melakukan pengkajian kembali. mual. tindakan penting lainnya mungkin lebih diarahkan pada pengarahan sumber daya yang dimiliki Ny. yang pada gilirannya dapat mengurangi stress. tujuan prioritas adalah mengontrol rasa sakit dan rasa mual post operasi walaupun ini membutuhkan validasi dengan Ny D. meningkatkan mekanisme koping. pasien dan sistim penghambat lainnya. segera setelah dilakukan tindakan sangat diperlukan. D untuk meningkatkan percaya dirinya.Bagaimanapun Ny D membutuhkan perlindungan lebih dan memerlukan petunjuk dari perawat terutama dalam menyusun tujuan menengah. Namun usaha ny. dan perjanjian antara perawat dan klien. persepsi yang salah. merubah persepsi. Tujuan selanjutnya mempersiapkan Ny D untuk pemasangan kateter sementara. Tidak tercapainya tujuan dapat diperoleh dari tidak sempurnanya data focus. validasi pada situasi yang kritis. konflik dalam pencapaian tujuan.

.R : “ Pusiiiing…. Keadaan rumah berantakan. dan diterima oleh Ns. sementara Ny. Tn.R baru pulang dalam keadaan mabuk berat. anak-anak siap berangkat kesekolah. “(sambil membanting gelas) Ny.G Ns. bukuku belum saya bayar. Ns.I dan Ns.R : “ Apako…. silahkan duduk “ Ny. sakit sekali perutku Tn.G : “ Bapak uangta duluE. bosannnnn An.G : “ SPP ku juga pak “ Tn.D menjalani perawatan rumah sebagai akibat post operatif seperti nyeri.R : “ Emak. tidak ada sarapan. “ Ny.R : “ ke rumah sakitmi sendiri…… ( Ny.G : “ Selamat pagi bu…” Ny.D Tanggal 1 april 2011 jam 07.I : “ Pak saya juga.G :” apa yang bisa kami bantu ?” Ny. aduh … Bapak.G : “ bagaimana perasaannya. berhenti saja sekolah An.D) : Eliati Paturungi o Anak (An.D tiba di rumah sakit diruang perawatan onkologi. dimanaki….D 29 tahun.D merintih kesakitan Tn.00 Ny.Para pemain dalam skenario ini adalah : • Pelaku : o Suami (Tn. “ Ns. Tn.D : “ Bapak……… bapak” janganki begitu pada anak-anak.D : “ Aduh. sakiiiiit terus. Mana kopiku… Ny.. kalo tidak dibayar tidak boleh masuk kelas lagi “ An.30.D :“ sesuai jadwal control hari ini adalah jadwal control saya dan ada beberapa keluhan . mauka control “ Tn.R : “ Ah… kamu itu tiap hari mengeluh.D : “ Pagi suster..R : “ Ahhhhhh……tidak ada uang.D : “ bapak. D dengan Diagnosis Ca Servix Stage V yang menjalani pengobatan dan terapi radiasi di unit keperawatan onkologi rumah sakit X. Saat ini telah menjalani operasi hysterectomy radikal dan harus menjalani perawatan dirumah/rawat jalan.. suami Tn.D usia 32 thn mempunyai 2 orang anak.J) : Indra Gaffar o Ns I : Ikram o Ns G : Gracia o Narator : Junaidi Situasi : Ny.G) : Grace o Anak (An. mauka kesekolah An. Ny. antarKa kodong ke Rumah sakit. Ny. ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sehingga dilakukan kateterisasi secara intermitten Setting 1 : Di Rumah Ny. social ekonomi rendah serta sanitasi lingkungan yang buruk Ny. disamping itu situasi keluarga dengan suami yang tidak memiliki pekerjaan dengan perilaku kekerasan dalam RT.D : “ terima kasih suster.G : “ Tidak bisa begitu pak ” (sambil menangis) Tn.R) : Dardin o Istri (Ny. D dalam situasi ini menghadapi stress & memikirkan masa depan dirinya dan anakanaknya.D akhirnya kerumah sakit sendiri) Situasi II : Rumah Sakit Pukul 09.

D : Sudah tidak ada suster.I : Baiklah. begini… saya khawatir dan kadang takut dengan kondisi saya saat ini penyakit yang saya alami saat ini rasa-rasanya sebagai bentuk hukuman bagi saya atas perbuatan saya dimasa lalu” Ns.G : “ Baiklah kalo begitu mari saya periksa “ Ny. D : Ya.G : “ baiklah apa yang ibu keluhkan ?” Ny.. suami saya pengangguran dan sering marah dan temperamen kepada saya” Ns I : oh yah… ada lagi yang ingin ibu sampaikan kepada kami?? Ny. Ns I : Masih ada yang ingin ibu ceritakan?? Ny. D : Bagaimana melibatkan suami saya. misalnya dengan melibatkan anak-anak. Saat ini saya tinggal dengan suami dan 2 orang anak dirumah orang tua.G :” Baiklah kalo begitu. sekarang apa yang ingin ibu bicarakan dengan saya “ Ny. suami atau orang tua dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan mereka.D : “ Sendiri Ka suster “ Ns. Dirumah saya tidak mampu mengerjakan pekerjaan rumah karena keterbatasan kondisi saya saat ini.ya..I :” Oh. I : Untuk itu.I : “ nah. Nah. bagaimana pendapat ibu?? Ny. Kita akan membicarakan bersama kondisi yang ibu alami saat ini. D : iya suster.I : Nah untuk masalah ibu yang kedua. Betul seperti itu bu??? Ny. masukan kami adalah ibu bisa melibatkan orang dirumah untuk membantu peran ibu selama ibu sakit. Menurut saya untuk permasalahan kondisi fisik ibu saat ini cukup diselesaikan dengan ibu teratur berobat jalan sesuai dengan jadwal dan ibu memperhatikan hal-hal yang menjadi larangan selama ibu menjalani pengobatan dan perawatan. mual ka juga… ini kateternya sudah 10 hari mi suster” Ns. setelah pemeriksaaan kita akan berbincang diruang perawat ” (Selanjutnya perawat melakukan pemerisaan fisik.G) Ns.I dan Ns. ada lagi yang ingin ibu sampaikan kepada kami?” Ny. mendengar cerita ibu tadi saya mengambil kesimpulan bahwa ibu mempunyai masalah yang pertama adalah kondisi fisik ibu akibat penyakit yang ibu alami.. perawatan luka dan kateter serta melaporkan kondisi klien keDokter. Ny. Setelah itu perawat mempersilahkan Ny. Apakah ibu sudah mengetahui apa saja yang harus ibu lakukan??? Ny. dan tak berdaya menjalani kondisi saya saat ini tanpa dukungan orang-orang disekitar saya. D : Selain itu dirumah saya tidak mampu menjalankan peran saya sebagai ibu rumah tangga semaksimal mungkin. saya sudah tahu suster. saya akan mencoba membicarakannya dengan suami saya. Pertamatama kita membuat prioritas dari masalah ibu sendiri.yang ingin saya sampaikan” Ns. Saya merasa sangat sedih. Apa yang harus saya lakukan suster?? Ns I : Baiklah bu. Di Ruang konsul perawat ini terjadilah dialog anatara Ny.D : “ Suster.D keruangannya.D : “saya merasa sangat sendiri. tapi bagaimana dengan masalah saya yang lain?? Ns. .D dan Ns. ibu membawa suami ibu agar suami dapat memahami kondisi ibu yang sebenarnya. D : Iya suster Ns.D : “ sakit ki lagi perutku. setelah pemeriksaan sebentar bisa saya cerita sedikit tentang kondisi saya?” Ns. sementara suami saya seorang yang emosional dan temperamen??? Ns. Nah. sebaiknya setiap kali berobat. Kedua dari kondisi ibu itu membuat ibu tidak dapat menjalankan peran ibu di keluarga dan ketiga komunikasi ibu dengan suami yang kurang baik karena sifat suami ibu yang temperamen yang secara langsung menjadi stressor bagi ibu.D :” iya suster. Yang pertama mari kita membicarakan kondisi ibu saat ini.G : “ Ibu datang dengan siapa kesini ?” Ny.

(2006). Ruland & Shirley M.Ns. ¬ Georgene Gaskill Eakes.R (2006). Selamat siang Ns I : Selamat siang!!!!! ¬ Carolyn L. ¬ Kristen M. Wiener & Marylin J. Permisi Suster. (4th ed) Philadelphia: Lippincott: Raven Publisher Pearson A. ada lagi yang bisa kami bantu? Ny. Mosby : Elsevier. ¬ Katherine Kolcaba : Theory of Comfort. Fourth Edition. D : Saya rasa sudah cukup suster. USA : Appleton & Lange. I : ok ibu. (1986).(1998). Moore : Peaceful End of Life Theory. Swanson :Theory of caring ¬ Cornelia M. Vaughan B. ¬ Phil Barker : Tidal Model of Mental Health Recovery. Nursing Theorists And Their Works. Nursing Theorists and Their work. Mary Lermann Burke. & Margareth A.Hainsworth : Theory of Chronic Sorrow.R.. (1995). Nursing Model For Practice. William Heinemann Medical Books Tomey and Alligood M. Nursing Theories (The Base for Profesional Nursing Practice). Mariner. DAFTAR PUSTAKA George. A. Nursing theoriest. US Share this: • • • Twitter Facebook9 Like this: Suka Be the first to like this. ¬ Cheryl Tatano Beck : Post partum depression Theory. › ‹ Tinggalkan Balasan . Dodd : Theory of Illnes Trajectory. 6 Ed. Tomey Ann Marriner and Alligood M. terima kasih atas bantuaannya. utilization and application. Bedford Square London.

com. Cari Ikuti Follow “adamsmile73” Get every new post delivered to your Inbox. Powered by WordPress. Tema: Duotone oleh Automattic.Blog pada WordPress.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful