PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN

1.1

Pentanahan Pentanahan (Grounding system) adalah sistem proteksi untuk mengamankan sistem

apabila terjadi hubung singkat pada peralatan. Arus hubung singkat tersebut akan disalurkan ke tanah dan tidak membahayakan bagi manusia dan peralatan, terutama pada peralatan listrik yang rangka (bodi) terbuat dari logam. Dalam perencanaan Grounding terdapat beberapa parameter yang dapat mempengaruhi nilai tahanan, antara lain : 1. Resistivitas tanah 2. Resistivitas air tanah 3. Dimensi elektroda pengetanahan 4. Ukuran elektroda pengetanahan  Tanah Resistansi jenis tanah berbeda-beda sesuai dengan keadaan, struktur, dan komposisi tanah tersebut. Berdasarkan PUIL 3.18.3.1 nilai resistansi jenis tanah ditunjukkan pada tabel berikut :

Elektroda Elektrode bumi ialah penghantar yang ditanam dalam bumi dan membuat kontak langsung dengan bumi. Berdasarkan ketentuan PUIL 3.18.2 terdapat beberapa jenis elektroda yang dapat digunakan dalam pentanahan. a. Elektroda Pita, berupa pita atau kawat berpenampang bulat yang ditanam di dalam tanah umumnya penanamannya tidak terlalu dalam. (0,5 --- 1 m) dan caranya ada bermacam-macam.

Radial

Grid

Lingkaran 1

Gb.4 Cara Penanaman elektroda pelat 1.Gb. Elektroda Batang. Elektroda pelat.2 Metode Pentanahan Pemasangan pentanahan pada suatu system kelistrikan (Grounding System) bisa dilakukan dengan beberapa cara : a. Gb. Pentanahan dengan Driven Ground Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara menancapkan batang elektroda ke tanah.3 Cara penanaman Elektroda batang Agar tahanan pentanahan cukup kecil elektroda batang tersebut ditanam lebih dalam atau menggunakan beberapa batang elektroda c.5 Cara Pentanahan Driven Ground 2 . berupa pelat yang ditanam tegak lurus dalam tanah seperti pada gambar Gb. 2 Macam-macam penanaman elektroda pita b. berupa batang yang ditanam tegak lurus dalam tanah.

6 Cara pentanahan Counter Poise c.90 cm). Pentanahan dengan counter poise biasanya digunakan apabila tahanan tanah terlalu tinggi dan tidak dapat di kurangi dengan cara pentanahan driven ground. Pentanahan Dengan Counter Poise Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara menanam kawat elektroda sejajar atau radial. Sistem pentanahan Mesh biasanya dipasang di gardu induk dengan tujuan untuk mendapatkan harga tahanan tanah yang sangat kecil (kurang dari 1 ohm). Gb. Gb.3 Pengukuran Tahanan Pentanahan Dalam pelaksanaan pengukuran pentanahan. beberapa cm di bawah tanah (30 cm . biasanya karena tahanan jenis tanah terlalu tinggi. Pentanahan Dengan Mesh atau Jala Adalah cara pentanahan dengan jalan memasang kawat elektroda membujur dan melintang di bawah tanah. a. saluran (kawat) dari elektroda ke rangka peralatan harus dilepas.7 Cara pentanahan Mesh atau Jala 1. yang satu sama lain dihubungkan di setiap tempat sehingga membentuk jala (Mesh).b. Pengukuran dengan Volt meter dan Amper meter 3 .

Antara titik sirkit setelah amper meter dengan elektroda bumi bantu dipasang volt meter. Setelah sakelar dimasukkan. Pengukuran Resistansi Pembumian Penghantar bumi dari elektroda bumi yang akan diukur dihubungkan dengan penghantar fasa instalasi melalui sakelar. Pengukuran ini harus dilakukan dengan alat yang mempunyai sumber tegangan sendiri. resistans yang dapat diatur dari 20 Ohm sampai 1000 Ohm. radial atau kombinasi ). Pengukuran dengan alat ukur resistans pembumian ( earth tester ).Pengukuran denga cara ini dapat dilakukan seperti terlihat pada gambar . reristans variabel harus dalam posisi maksimum. Pelaksanaan pengoperasian Earth Tester sebagai berikut : Prop (A) di hubungkan dengan elektroda (di bak kontrol).8 Pengukuran Resistansi Pembumian Gambar 1. b. Maka alat ukur akan menunjukan besar dari R-tanah. R S T N A V ?? 20 m elektroda bumi bantu RN RP Gb . resistans variabel diatur sedemikian rupa hingga amper meter dan volt meter menunjukkan simpangan secukupnya. Elektroda bantu yang diperlukan untuk pengukuran ini harus berjarak minimum 20 meter jika elektroda bumi terdiri dari elektroda batang. Pada saat sakelar dimasukkan. Hasil bagi dari tegangan dan arus yang ditunjukkan oleh alat-alat ukur tersebut adalah resistans pembumian yang diukur. 4 . dan amper meter. Prop (B) dan (C) ditancapkan ketanah dengan jarak antara 5 sampai dengan 10 m. dan berjarak kira-kira 3 kali diameternya jika elektroda bumi terdiri dari elektroda pita ( dalam bentuk cicncin.

apabila belum mencapai nilai 5 Ω. 5 .4 Apabila hasil pengukurannya belum mencapai 5 Ω.Gb.9 Pengoperasian Earth Tester Standar besar R-tanah untuk elektroda pentanahan ± 5 Ω. Berdasarkan ketentuan PUIL 20003. maka Ground rood ditambah. Pentanahan paling ideal apabila elektroda bisa mencapai sumber air atau R-tanah = 0. maka elektroda bisa ditambah dan dipasang diparalel.1.19. dengan jarak 2 x panjangnya.

2007. Modul Praktek Pembumian. Bandung : POLBAN 6 . Jakarta : Badan Standarisasi Nasional 3) 2011.PLN (Persero) 2) 2000.com/2011/04/pengukuran-tahanan-pentanahan.blogspot. http://akintakin. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000). Pusat Pendidikan dan pelatihan PT.DAFTAR PUSTAKA 1) Grounding Sistem.html 4) Sunarto. Pengukuran Tahanan Pentanahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful