TINJAUAN PUSTAKA

1. Definisi Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Penyebab penyakit ini adalah bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. Kompleks Mycobacterium tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.6 2. Etiologi Penyebab tuberkulosis paru adalah kuman Mycobacterium tuberculosa, yang berbentuk batang dan mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat gelap dan lembab. Oleh karena itu dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dorman (tidur), tertidur lama selama beberapa tahun.6 Mycobacterium Tuberculosis adalah sejenis kuman berbentuk batang, berukuran panjang 1-4 mm dengan tebal 0,3-0,6 mm. Sebagian besar komponen M.Tuberculosis adalah berupa lemak/lipid sehingga kuman mampu tahan terhadap asam serta tahan terhadap zat kimia dan faktor fisik. Mikroorganisme ini adalah bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak oksigen. Oleh karena itu M. Tuberculosis senang tinggal di daerah apeks paru yang kandungan oksigennya tinggi. Daerah tersebut menjadi tempat yang kondusif untuk penyakit tuberkulosis.3

6 Proses yang paling ringan ini menyebabkan sekret akan terkumpul pada waktu penderita tidur dan dikeluarkan saat penderita bangun pagi hari.Nellsen tampak berwarna merah dengan latar belakang biru. zat asam. 3. alkohol.6 mm. sekret dikeluarkan terus menerus sehingga batuk menjadi lebih dalam dan sangat mengganggu penderita pada waktu siang maupun malam hari. yaitu batuk tanpa tenaga dan disertai suara serak. Pewarnaan Ziehl. 7. Pertumbuhan sangat lambat. Merupakan jenis kuman berbentuk batang berukuran panjang 1-4 mm dengan tebal 0. batuk akan terdengar sangat keras. 6. suatu pertahanan yang dihasilkan dari komplek mikolat fuksin yang terbentuk di dinding. batuk terdengar sebagai hollow sounding cough. Pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron dinding sel tebal. lebih sering atau terdengar berulang-ulang (paroksismal).3-0.Karakteristik Mycobacterium Tuberculosis adalah sebagai berikut :1 1. alkalis dan germisida tertentu. mesosom mengandung lemak (lipid) dengan kandungan 25%. 5. Bakteri sulit diwarnai dengan Gram tapi jika berhasil hasilnya Gram positif.et al (1992) pedoman untuk menegakkan diagnosis didasarkan atas gejala klinis dan kelainan fisik8 :  Gejala utama Gejala klinis yang penting dari TB dan sering digunakan untuk menegakkan diagnosis klinik adalah batuk terus menerus selama 3 (tiga) minggu atau lebih yang disertai dengan keluarnya sputum dan berkurangnya berat badan. Bila laring yang terserang. Sifat tahan asam karena adanya perangkap fuksin intrasel. Bakteri tidak berspora dan tidak berkapsul. Bila yang terkena trakea dan/atau bronkus. 4. Gejala Klinis Menurut Crofton. 2. dengan waktu pembelahan 12-18 jam dengan suhu optimum 37oC 3. Bila proses destruksi berlanjut. kandungan lipid memberi sifat yang khas pada bakteri yaitu tahan terhadap kekeringan. .

yaitu a. Panas badan meningkat atau menjadi lebih tinggi bila proses berkembang menjadi progresif sehingga penderita merasakan badannya hangat atau muka terasa panas. Batuk darah jarang merupakan tanda permulaan dari penyakit tuberculosis atau initial symptom karena batuk darah merupakan tanda telah terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kavitas. Gejala tambahan Gejala tambahan yang sering dijumpai. di ujung skapula atau tempat-tempat lain). e. c. Demam Merupakan gejala paling sering dijumpai dan paling penting. Batuk darah pada pemerisaan radiologis tanpak ada kelainan. Batuk Darah Darah yang dkeluarkan penderita mungkin berupa garis atau bercak-bercak darah. Penderita yang sesak napas sering mengalami demam dan berat badan turun. Sesak napas Sesak napas pada tuberkulosis disebabkan oleh penyakit yang luas pada paru atau oleh penggumpalan cairan di rongga pleura sebagai komplikasi TB Paru. Sering kali panas badan sedikit meningkat pada siang maupun sore hari. Batuk darah juga dapat terjadi pada tuberkulosis yang sudah sembuh karena robekan jaringan paru atau darah berasal dari bronkiektasis yang merupakan salah satu penyulit tuberkulosis paru. Bila nyeri bertambah berat berarti telah terjadi pleuritis luas (nyeri dikeluhkan di daerah aksila. Sering kali darah yang dibatukkan pada penyakit tuberkulosis bercampur dahak yang mengandung basil tahan asam. d. Menggigil . Pada saat seperti ini dahak tidak mengandung basil tahan asam (negatif). Ringan Sedang Berat Nyeri dada Nyeri dada pada tuberkulosis paru termasuk nyeri pleuritik yang ringan. Hemoptosis (batuk darah) diklasifikasikan menjadi : b. gumpalan-gumpalan darah atau darah segar dalam jumlah sangat banyak (profuse).

menyebabkan peningkatan metabolisme energi dan protein. dan lain-lain. Rendahnya asupan makanan yang disebabkan oleh anoreksia.1 Gejala-gejala tersebut dapat juga dijumpai pada penyakit paru selain TB. maka setiap orang yang datang ke UPK (Unit Pelayanan Kesehatan) dengan gejala tersebut. Pemeriksaan dahak untuk menegakkan diagnosa dilakukan dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak . kecuali pada orang-orang dengan vasomotor labil. Prevalensi TB paru di Indonesia saat ini masih tinggi. Anoreksia Anoreksia yaitu tidak selera makan dan penurunan berat badan merupakan manifestasi toksemia yang timbul belakangan dan lebih sering dikeluhkan bila proses progresif. Oleh sebab itu gangguan menstruasi sering terjadi bila proses tuberkulosis paru sudah lanjut.Dapat terjadi bila panas badan naik dengan cepat. Nausea. Status gizi yang buruk menyebabkan meningkatnya kasus penyakit tuberkulosis karena daya tahan tubuh yang rendah. bronkitis kronis. Keringat malam umumnya baru timbul bila proses telah lanjut. Keringat malam Keringat malam bukan gejala yang patognomonis untuk penyakit tuberkulosis paru. tetapi tidak diikuti pengeluaran panas dengan kecepatan yang sama atau dapat terjadi sebagai suatu reaksi umum yang lebih erat. Gangguan menstruasi Hasil penelitian Indra di Kabupaten Purbalingga tahun 2001 dengan menggunakan penelitian explanatory dengan pendekatan cross sectional menyatakan bahwa status gizi yang tidak normal merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan siklus menstruasi.1 h.6 Pemeriksaan dahak berfungsi untuk menegakkan diagnosa. Asupan yang tidak kuat menimbulkan pemakaian cadangan energi tubuh yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis dan mengakibatkan terjadinya penurunan berat badan dan kelainan biokimia tubuh. kanker paru. takikardi dan sakit kepala timbul bila ada panas. seperti bronkiektasis. keringat malam dapat timbul lebih dini. menilai keberhasilan pengobatan dan menentukan potensi penularan. f. dianggap sebagai tersangka pasien TB paru dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskospis langsung. g. asma.

artinya orang yang tinggal serumah dengan penderita atau kontak erat dengan penderita yang mempunyai risiko tinggi untuk terkena TB. 3) Penularan melalui makanan/minuman Penularan TB dalam hal ini dapat melalui susu (milk borne disease) karena susu merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mikro organisme penyebab. Cara Penularan Tuberkulosis adalah penyakit menular. Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 . Sumber penularannya adalah pasien TB paru dengan BTA positif terutama pada waktu batuk atau bersin. 2) Penularan melalui udara Penularan ini terjadi tanpa kontak dengan penderita dan dapat terjadi dalam bentuk droplet nuclei yang keluar dari mulut atau hidung. sedangkan pada susu yang mengalami kontaminasi oleh bakteri tidak memperlihatkan tanda-tanda tertentu. dimana pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei).yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan berupa sewaktu-pagisewaktu (S-P-S).6 4. 1997 dalam Woro (1997). Sedangkan debu adalah bentuk partikel dengan berbagai ukuran sebagai hasil dari resuspensi partikel yang terletak di lantai. Droplet nuclei merupakan partikel yang sangat kecil sebagai sisa droplet yang mengering. maupun dalam bentuk debu. juga karena susu sering diminum dalam keadaan segar tanpa dimasak atau dipasteurisasi. penularan penyakit TB dapat terjadi secara:9 1) Penularan langsung Penularan yang terjadi dengan cara penularan langsung dari orang ke orang yaitu dalam bentuk droplet nuclei pada orang yang berada pada jarak yang sangat berdekatan. Menurut Nur Nasri. Penularan melalui udara memegang peranan yang cukup penting dalam penularan penyakit TB. di tempat tidur serta yang tertiup angin bersama debu lantai/ tanah.

kuman tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit. saluran nafas atau penyebaran langsung ke bagian. Inkubasi Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat gelap dan lembab. penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dorman.6 Adanya ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan. melalui sistem peredaran darah.bagian tubuh lainnya. Sebagian besar kuman TB menyerang paru. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). diperkirakan sekitar 6 bulan. tetapi juga mengenai organ tubuh lainnya. mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan hidup di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. makin menular pasien tersebut. Setelah kuman masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan.percikan dahak dan umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama.  Tahap Patogenesis a. . Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernafasan.6 5.4 Sumber penularan adalah penderita TB BTA positif. sementara keberadaan sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. tertidur lama selama beberapa tahun. sistem saluran limfe. Kuman tuberkulosis berbentuk batang. Perjalanan Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Pada waktu batuk dan bersin. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB paru ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak.

Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di paru.11 c. Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pemebentukan kompleks primer adalah sekitar 4-6 minggu. maka penderita tersebut dianggap tidak menular. yang mengakibatkan peradangan didalam paru. misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang yang buruk. dan ini disebut sebagai kompleks primer. yang bersangkutan akan menjadi penderita TB. Penyakit Dini Daya penularan dari seseorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya.11 Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atu tahun sesudah infeksi primer. ada beberapa kuman akan menetap sebagai kumanper sist er ataudorm ant (tidur). Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak. Penyakit Lanjut Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). akibatnya dalam beberapa bulan. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya. Tahap akhir penyakit • Sembuh sempurna . Kemungkinan seseorang terinfeksi TB ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosiler bronkus. Meskipun demikian. Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengentikan perkembangan kuman. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman). makin menular penderita tersebut. Saluran limfe akan membawa kuman TB ke kelejar limfe disekitar hilus paru. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif.10 d. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.b.

Tindak lanjut : penderita diberitahu apabila gejala muncul kembali supaya memeriksakan diri dengan mengikuti prosedur tetap. pengobatan dengan OAT tidak diperlukan.Penyakit TB akan sembuh secara sempurna bila penderita telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap. Bila perdarahan berat.7 • Karier Penderita yang telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap tapi tidak ada hasil pemeriksaan ulah dahak 2 kali berturut-turut negatif. • Sembuh tapi cacat Komplikasi berikut sering terjadi pada penderita stadium lanjut : − Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat mengakibatkan karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan nafas. − Insufisiensi KardioPulmoner (Cardio Pulmonary Insufficiency) Penderita yang mengalami komplikasi berat perlu dirawat inap di rumah sakit. − Kolaps dari lobus akibat retraksi bonkial. tulang. Keadaan ini seringkali dikelirukan dengan kasus sembuh. ginjal dan sebagainya. • Kronik Penderita BTA positif yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada satu bulan sebelum akhir pengobatan atau pada akhir pengobatan. Penderita TB paru dengan kerusakan jaringan luas yang telah sembuh (BTA negatif) masih bisa mengalami batuk darah. penderita harus dirujuk ke unit spesialistik. − Bronkiektasis (pelebaran bronkus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru. − Pneumotoraks (terdapat udara di dalam rongga pleura) spontan : kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru. Tindak lanjut : Penderita BTA positif baru dengan kategori 1 diberikan kategori 2 muali dari awal. Penderita BTA positif pengobatan ulang . − Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak. dan pemeriksan ulang dahak (follow up) paling sedikit 2 kali berturut-turut hasilnya negatif yaitu pada akhir dan/atau sebulan sebelum akhir pengobatan. tapi cukup diberikan pengobatan simtomatis. Pada kasus ini. persedian. Seharusnya terhadap semua penderita BTA positif harus dilakukan pemeriksaan ulang dahak. dan pada satu pemeriksaan follow up sebelum nya.

dan ini disebut sebagai kompleks primer. 25% akan sembuh sendiri sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi. sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus. misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan komplek primer adalah sekitar 4-6 minggu. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. diperkirakan sekitar 6 bulan.6 Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). • Meninggal Dunia Penderita yang dalam usia masa pengobatan diketahui meninggal karena sebab apapun. Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman. Meskipun demikian. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di paru. Tindak lanjut : berikan pengobatan kategori 2 muali dari awal. Klasifikasi Diagnosis . ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persisten atau dorman (tidur). Kedua tuberkulosis paska primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer. dan 25% sebagai kasus kronik yang tetap menular. Ciri khas dari tuberkulosis paska primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura. yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit. setelah lima tahun 50% dari penderita TBC akan meninggal. Penderita BTA negatif yang hasil pemeriksaan dahaknya pada akhir bulan kedua menjadi positif. Tanpa pengobatan. dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap di sana. akibatnya dalam beberapa bulan. yang bersangkutan akan menjadi penderita TBC.ulang dengan kategori 2 dirujuk ke UPK spesialistik atau diberikan INH seumur hidup. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar limfe di sekitar hilus paru. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya. Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC.6 6.5 Menurut Depkes RI (2002) riwayat terjadinya TB paru ada dua yaitu infeksi primer dan pasca primer. Masa inkubasi.

ditujukan terhadap kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas dan kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori I. TB tersangka ini sudah harus dipastikan apakah termasuk TB paru (aktif) atau bekas TB paru. Kategori I. Dalam 2-3 bulan. mikroskopik sputum BTA (langsung). 3. atau 1 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan foto rontgen dada menunjukkan gambaran Tuberkulosis aktif. TB paru tersangka yang tidak diobati. Bekas TB paru 3. alat kelamin. Disini sputum BTA negatif dan tanda-tanda lain juga meragukan. ginjal. usus. serta Penderita Tuberkulosis Extra Paru. radiologis dan mikrobiologis:8 1. Di Indonesia klasifikasi yang banyak dipakai adalah berdasarkan kelainan klinis. saluran kencing. dan lain-lain. pemeriksaan fisik.selaput jantung kelenjar limfe. Disini sputum BTA negatif. TB paru tersangka yang diobati. pemeriksaan lanjutan dapat berupa pemeriksaan bakteri. radiologi dan tes tuberkulin. persendian. status radiologis (kelainan yang relevan untuk tuberkulosis paru). tetapi tandatanda lain positif. selaput otak.tulang. b. ditujukan terhadap kasus baru dengan sputum positif dan kasus baru dengan bentuk TB berat. status kemoterapi (riwayat pengobatan dengan obat anti tuberculosis). Dalam klasifikasi ini perlu dicantumkan status bakteriologi. Kategori II. WHO 1991 berdasarkan terapi membagi TB dalam 4 kategori yakni: 1. TB paru 2. Penetapan diagnosis tuberkulosis paru berdasarkan hasil pemeriksaan dahak menurut Depkes RI (2002) dikelompokkan menjadi :6 Penderita TB paru BTA positif yakni sekurang kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif. TB paru tersangka a. kulit. 2. yakni Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain selain paru.Dalam rangka menegakkan diagnosis penyakit TB paru maka dilakukan serangkaian tindakan yang dimulai anamnesa. dan Penderita TB paru BTA Negatif yakni pemeriksaan 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA negatif dan foto rontgen dada menunjukkan gambaran tuberkulosis aktif.misalnya. . ditujukan terhadap kasus kambuh dan kasus gagal dengan BTA positif. biakan sputum BTA. Kategori III.

Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi). mencegah kekambuhan. 2RHZE/ 4R3H3. yaitu tahap intensif dan lanjutan. ditujukan terhadap TB kronik. Kategori II : 3. Pengobatan Penyakit Tuberkulosis paru  Tujuan Pengobatan Pengobatan TB bertujuan untuk menyembuhkan pasien.  Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap. BTA -. dilakukan pengawasan langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO). Pemakaian OAT-Kombinasi Dosis Tetap (OAT-KDT) lebih menguntungkan dan sangat dianjurkan.5 7.  Paduan obat TB Paru dapat dibagi atas 4 kategori.  Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat. mencegah kematian. Kategori IV: Kasus: Kronik Pengobatan: RHZES/ sesuai hasil uji resistensi (minimal OAT yang sensitif) + obat lini 2 (pengobatan minimal 18 bulan). Kategori I : Kasus: TB paru BTA +. Kasus: Kambuh Kasus: Gagal pengobatan Kasus: TB Paru putus berobat Pengobatan: HRZE/5H3R3E3 . Kategori IV. yaitu: 1. lesi luas Pengobatan: 2 RHZE/ 4 RH atau 2 RHZE/ 6 HE. Kategori III : Kasus: TB paru BTA – lesi minimal Pengobatan: 2HRZ/4H3R3 4. memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT.6  Prinsip pengobatan  OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat. dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan.4. 2.

.- Kasus: MDR TB Pengobatan: Sesuai uji resistensi+ OAT lini 2 atau H seumur hidup. sifat dan dosis OAT yang digunakan untuk TB paru sebagaimana tertera dalam Tabel 1.6 Adapun Jenis.

Tabel 2 menjelaskan efek samping OAT dari yang ringan maupun berat dengan pendekatan gejala.Pengobatan TB paru dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan efek samping baik yang bersifat ringan maupun yang berat. Penatalaksanaan pasien dengan efek samping “gatal dan kemerahan kulit” dilakukan dengan menyingkirkan dulu kemungkinan penyebab lain. Sementara dapat .

Bila keadaan seperti ini terjadi maka OAT yang diberikan harus dihentikan. persendian. Efek samping hepatotoksisitas bisa terjadi karena reaksi hipersensitivitas atau karena kelebihan dosis. tapi cukup diberikan pengobatan simtomatis. dan ditunggu sampai kemerahan kulit tersebut hilang. Pada kasus seperti ini pengobatan dengan OAT tidak diperlukan. tulang. Hemoptisis berat (pendarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan nafas. Insufisiensi Kardio Pulmoner (Cardio Pulmonary Insufficiency). d. Gatal – gatal tersebut pada sebagian pasien akan hilang. namun pada sebagian pasien malahan terjadi kemerahan kulit. Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak. penderita harus dirujuk ke unit spesialistik. Bila pendarahan berat. e. Penderita yang mengalami komplikasi berat perlu dirawat inap di rumah sakit. Pneumotorak (terdapat udara di dalam rongga pleura) spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada penderita stadium lanjut: a. Bronkiektasis (peleburan bronkus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau retraktif) pada paru. Jika gejala efek samping ini bertambah berat.6 8. b. sambil meneruskan OAT dengan pengawasan ketat. Keadaan ini seringkali dikelirukan dengan kasus sembuh. ginjal dan sebagainya. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial c. pasien perlu dirujuk. Penderita TB paru dengan kerusakan jaringan luas yang telah sembuh (BTA negatif) masih bisa mengalami batuk darah.diberikan anti-histamin.6 . f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times