4/24/2013

Analisa Struktur & Manajemen Konstr…

Open Sour c e Content Management

Í 0S&0R , È$1R (V
Kelas Gambar Desain Grafis Komputer Desain Grafis Materi Portofolio Desain Grafis Web Design Animasi & Multimedia

Í 0S&0R , H $* V(*
ManufakturCAD Analisa Struktur & Manajemen Konstruksi Plaxis - Geoteknik

Í 0S&0R , ‡ H
Programmer EDP Web Design & Programming Web Mapping GIS Programmer GIS Autocad Map GIS Programmer Gis /ArcGIS

Analisa Struktur dan Manajemen Kontruksi Durasi pertemuan : Paket 40 Jam , 20 x 2 Jam

Paket Training Analisa Struktur dan Manajemen Konstruksi adalah program unggulan pelatihan komputasi Teknik Sipil yang Piksi Megatama selenggarakan. Setelah mengikuti paket training Komputasi Teknik Sipil ini , diharapkan para peserta selain mempunyai kemampuan dalam modeling dan analisa struktur bangunan, juga mampu membuat optimasi perancangan biaya dan SDM dalam membangun sebuah proyek bangunan.
Tool aplikasi komputasi yang digunakan : 1. Analisa Struktur - SAP 2000 ( 16 Jam )

C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K…

1/37

4/24/2013

Analisa Struktur & Manajemen Konstr…

2. Analisa Struktur - ETAB ( 16 Jam ) 3. Manajemen Konstruksi - Ms.Projec Planner (8 Jam )

Studi Kasus Menghitung optimasi analisa pemodelan struktur untuk Gedung Parkir dan Jembatan berdasarkan parameter SNI.

Soal : Sebuah gedung parkir sebagai bagian dari komplek perniagaan akan dibangun di kota Bandung. Komponen struktur direncanakan menggunakan material beton bertulang dengan spesifikasi sebagai berikut. Beton Kuat desak beton fc’ = 25 Mpa atau K-300 Modulus elastisitas beton Ec = 4700 √fc’ = 23500 Mpa Poisson ratio beton νc = 0,2

Berat jenis beton, λc = 2400 kg/m 3

Baja Tulangan Tulangan longitudinal, BJTD 40 (ulir) fy = 400 Mpa Tulangan transversal/sengkang, BJTP 24 (polos) fys = 240 Mpa Poisson ratio baja νs = 0,3 Berat jenis baja λs= 7850 kg/m 3

Penentuan Dimensi Elemen Struktur a. Balok Induk Balok merupakan elemen struktur pemikul momen yang berfungsi mentransfer beban dari pelat ke kolom. Dimensi tinggi balok induk ditentukan berdasarkan rule of thumb sebagai berikut : Untuk bentang antar kolom 8 m, maka tinggi balok induk = 8000 mm/12 = 666,67 ~ 700 mm. Lebar balok diambil= h/2 = 700 mm/2 = 350 mm. B1-350x700 mm. b. Balok Anak Dimensi tinggi balok anak ditentukan berdasarkan rule of thumb sebagai berikut : Untuk bentang antar balok induk 8 m, maka tinggi balok anak = 8000 mm/16 = 500 mm.
C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 2/37

4/24/2013

Analisa Struktur & Manajemen Konstr…

Lebar balok diambil = h/2 = 500 mm/2 = 350 mm. B2-250x500 mm c. Sloof Sebagai pengikat struktur diatas tanah digunakan sloof SL1-300x600 dan SL2-250x500. Sloof ini diharapkan dapat menahan beban dinding diatasnya serta meningkatkan kekuatan serta kekakuan lentur pondasi. d. Pelat Pelat yang digunakan merupakan pelat dua arah. Pelat dua arah memiliki kelebihan diantaranya dalam hal kekakuan lantai yang lebih besar dalam dua arah pembebanan gempa. Meskipun begitu, perencana struktur juga biasa menggunakan tipe pelat satu arah untuk menghemat volume tulangan dalam arah tertentu. Dimensi pelat ditentukan berdasarkan rule of thumb sebagai berikut : Untuk bentang pelat diantara pendukungnya sebesar 4 m, maka tebal pelat = 4000 mm/30 = 130 mm~150 mm. PL1-150 mm Pelat atap diasumsikan memiliki beban yang lebih ringan daripada pelat lantai. Tinggi pelat atap dimabil sebagai PL2-120 mm. e. Kolom Kolom merupakan elemen vertikal yang menerima transfer beban dari pelat dan balok, kemudian meneruskannya ke tanah melalui kontruksi pondasi. Gaya aksial yang bekerja pada kolom dikondisikan memiliki nilai >> 0.1 Ag fc’ . Perkiraan gaya aksial kolom dapat diperoleh dari hasil running analysis software SAP 2000 dengan dimensi kolom yang diasumsikan terlebih dahulu. Kriteria Pembebanan Pembebanan yang digunakan dalam melakukan analisis struktur sesuai dengan kriteria desain. Beban-beban ini sesuai dengan Pedoman Pembebanan Indonesia untuk rumah dan gedung (SKBI-1987) dan fungsi dari masing masing elemen struktur a. Beban Sendiri (Self Weight Load, SW) Berat sendiri adalah berat sendiri elemen struktur yaitu balok, kolom, dan pelat yang menggunakan material beton bertulang biasa. Namun berat sendiri ini belum termasuk beban partisi/tembok dan beban mati tambahan lainnya. Proses perhitungan otomatis berat sendiri struktur dapat dilakukan oleh software SAP 2000. b. Beban Mati Tambahan (Super Imposed Dead Load, SIDL) Komponen gedung yang diperhitungkan sebagai beban mati tambahan adalah beban partisi/tembok, finishing, ducting, lighting, ceiling dan mechanical electrical. Beban SIDL selain beban tembok diambil sebesar: Lantai Dasar – Lantai 2 : 150 kg/m2 Lantai Atap : 100 kg/m2 Pada perimeter gedung parkir terdapat dinding setinggi 1 m dengan material beton
C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 3/37

Berat jenis beton = 2400 kg/m3 dan tebal dinding diasumsikan sebesar 15 cm. beban dinding diaplikasikan sebagai beban garis pada balok. c. Faktor Keutamaan (I) dipakai untuk memperbesar beban gempa rencana agar struktur mampu memikul beban gempa dengan periode lebih panjang atau dengan kata lain dengan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Beban dinding dapat dihitung sebagai 1 m x 0.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… bertulang. Pada pemodelan struktur menggunakan software SAP 2000 .15 m x 2400 kg/m3 = 360 kg/m. maka beban hidup diambil sebagai berikut : Lantai Dasar – Lantai 2 : 400 kg/m2 Lantai Atap : 100 kg/m2 Beban Gempa (Earthquake. Pembagian wilayah ini didasarkan atas percepatan puncak batuan dasar akibat pengaruh Gempa Rencana dengan perioda ulang 500 tahun. LL) Beban hidup tiap lantai disesuaikan dengan fungsi dan peruntukannya. semakin penting struktur tersebut maka semakin besar perlindungan yang harus diberikan. Oleh karena itu. Percepatan puncak muka tanah untuk wilayah gempa 4 untuk masing-masing jenis tanah ditunjukkan dalam table berikut ini. Beban Hidup (Live Load. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 4/37 . Berdasarkan peraturan yang digunakan. Tingkat kepentingan suatu struktur terhadap bahaya gempa dapat berbeda-beda tergantung pada fungsinya. Kota Bandung termasuk dalam wilayah gempa 4. E) Indonesia ditetapkan terbagi dalam 6 wilayah gempa dimana wilayah gempa 1 adalah wilayah dengan kegempaan paling rendah dan wilayah gempa 6 dengan kegempaan paling tinggi.

jembatan 4. Menentukan geometri model struktur 5/37 C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… . jembatan dan pondasi. Pelatihan ini lebih banyak diorientasikan secara langsung untuk mengerjakan proyek-proyek bangunan sipil seperti mendesain gedung. karena software hanyalah tools untuk membantu penggunanya mengerjakan pekerjaan desain struktur bangunan. Materi utama dalam pelatihan ini adalah sistematika pengerjaan desain struktur bangunan teknik sipil yang tertera dalam materi pelatihan di bawah ini. 2. beban angin. dll. Software yang diajarkan tidak hanya SAP2000 tapi juga ETABS karena menyangkut studi kasus yang kedua software memiliki kelebihan di dalamnya. Diharapkan para peserta sudah memahami secara komprehensif dan sistematis langkah-langkah yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan teknik sipil. Tidak semua jenis struktur dapat didesain oleh software SAP2000 dan ETABS Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan tentang penggunaan output yang diperoleh dari kedua software tersebut untuk mendesain struktur bangunan yang tidak diakomodasi oleh keduanya seperti pelat lantai. Mengetahui langkah-langkah pembebanan dari perhitungannya sampai aplikasi pada model struktur dalam software SAP2000 atau ETABS. Secara garis besar. Software teknik sipil bukanlah yang utama dalam pelatihan ini. perancangan model struktur frame dengan menggunakan SAP 2000 melalui 7 tahapan: 1. beban bergerak di atas jembatan seperti beban hidup dan beban truk. portal 3D. Memahami aplikasi teori-teori teknik sipil seperti properti material beton dan baja serta peraturan LRFD dan ACI maupun penggunaanya dalam software teknik sipil.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Deskripsi Analisa Struktur Bangunan Pelatihan yang diselenggarakan oleh Megatama ini menawarkan materi-materi yang mencakup pemahaman penggunaan software serta teori-teori yang dirangkum dari kuliah maupun pekerjaan aplikatif. analisis dinamis dan sebagianya. 5. shear connector.SAP 2000 BAB 1 PENDAHULUAN Fasilitas yang disediakan SAP 2000 antara lain adalah kemampuan untuk mendesain model struktur dari yang paling sederhana sampai yang rumit seperti frame 2D. beban bergerak. 3. Mengetahui langkah-langkah analisis dan desain struktur bangunan sipil seperti gedung. pondasi. Para peserta memahami secara komprehensif kegunaan software teknik sipil terutama SAP2000 dan ETABS. beban yang bekerja pada pondasi serta daya dukungnya. tidak hanya perintah-perintahnya saja. TUJUAN : 1. dan lain-lain. ANALISA STRUKTUR . Tipe beban yang akan diajarkan adalah perhitungan beban gempa (statis dan dinamis).

dan beton. Susun geometri. Karena model yang akan digunakan adalah berasal dari template maka kita hanya tinggal mengganti frame yang sudah ada dengan frame yang akan digunakan. 5. misalnya dengan template yang telah disediakan dan dimodifikasi sesuai dengan model yang diinginkan. Melengkapi data geometri dengan data material (SAP 2000 menyediakan pilihan material yaitu alumunium. kita perlu medefinisikannya secara manual) dan penampang. Susun data pembebanan Beban yang diberikan dalam problem perencanaan di atas sudah dalam bentuk beban terfaktor. selain itu berat sendiri sudah dimasukkan dalam parameter beban yang diberikan. Tugas : Desain penulangan menurut SNI 03-2847-2002. dan lain-lain. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 6/37 . yaitu kN-m. 4. tetapkan Unit Satuan. Modifikasi Struktur / ReDesign AB 2 STRUKTUR BALOK DUA TUMPUAN SEDERHANA Balok Dua Tumpuan sederhana (Gb. 4. Jika digunakan mutu beton f’c 28 MPa dan mutu baja tulangan fy 400 MPa (lentur) dan fy 240 MPa (sengkang). 5.1) bentang 4. Pendesaianan struktur baja dan beton sesuai aturan yang ada 7. Memeriksa input data Analisis mekanika teknik 6. Pemodelan Untuk menggambar dapat menggunakan perintah Draw – Draw frame/cable atau dengan bantuan Toolbar.2. Untuk mendefinisikan jenis material yang lain seperti kayu.5 m mempunyai penampang berbentuk persegi. 2. berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung dengan bantuan program SAP 2000. karena unit satuan yang digunakan kN-m sedangkan parameter material dalam MPa maka dalam memasukkan parameter tersebut unit satuannya diubah terlebih dahulu dengan N-mm. Aktifkan program SAP 2000. yang memikul beban merata dan beban terpusat terfaktor (dianggap berat sendiri sudah termasuk dalam spesifikasi beban yang diberikan).4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Mendefinisikan data-data 3. 3. Jawab : 1. baja. Menempatkan data-data yang telah didefinisikan ke model struktur 2.

4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 6. Lalu Analyze – Run (gb. penampang dan pembebanan sudah diberikan maka selanjutnya dapat dilakukan analisa struktur. 7. dilakukan melalui menu: Analyze – Set Analysis Options klik X-Z plane (karena hanya 2 dimensi). Desain Penampang Balok Dua Tumpuan Sederhana. Jika geometri. Analisa Struktur Balok Dua Tumpuan Sederhana. material. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 7/37 .13).2. Jika proses berjalan baik (dapat ditampilkan Diagram Gaya Geser dan Bending Moment) maka proses desain penampang dapat dimulai.

C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 8/37 .4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Jika tombol Summary digunakan maka akan ditampilkan hitungan perancangan penampang pada element yang sedang dipilih secara lebih detail (lihat gambar dibawah).

(Jumlah tulangan geser (7) /1000 mm).962 mm2. Dan jika kita akan menggunakan tulangan geser φ-10 (luas tulangan = 78.5 mm2) dibutuhkan sekitar 7 buah sengkang dalam setiap 1 meternya (503 mm2/m /78.1 mm2) dibutuhkan sekitar 3 buah tulangan (542.962 mm2/200. Dan kebutuhan tulangan geser adalah 0.1 mm2) didaerah lapangan.503 mm2/mm = 503 mm2/m (didaerah tumpuan).4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Dari data-data diatas dapat dilihat bahwa tulangan longitudinal yang dibutuhkan adalah 542. Jadi jika kita akan mengunakan tulangan longitudinal dengan D-16 (luas tulangan = 200. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 9/37 . Konfigurasi tulangan dapat dilihat pada gambar dibawah.5 mm2). Spasi tulangan gesernya adalah ≈ 150 mm (tumpuan).

4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… BAB 3 STRUKTUR PORTAL 2-D SEDERHANA Struktur portal sederhana (Gb. Jika digunakan mutu beton f’c 28 MPa dan mutu baja tulangan fy 400 MPa (lentur) dan fy 240 MPa (sengkang).3. yang memikul beban hidup merata. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung dengan bantuan program SAP 2000. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 10/37 . Tugas : Desain penulangan balok dan kolom menurut SNI 03-2847-2002.1) bentang 6 m dan tinggi 3 m mempunyai penampang berbentuk persegi.

dilakukan melalui menu: Analyze – Set Analysis Options klik X-Z plane (karena hanya 2 dimensi). C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 11/37 . Pemodelan Untuk menggambar dapat menggunakan perintah Draw – Draw frame/cable atau dengan bantuan Toolbar . material. Susun geometri. Susun data pembebanan. Melengkapi data geometri dengan data material dan penampang. karena unit satuan yang digunakan N-m sedangkan parameter material dalam MPa maka dalam memasukkan parameter tersebut unit satuannya diubah terlebih dahulu dengan N-mm.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Jawab : 1. gaya-momen pada batang (Display – Show Member Forces/Stress Diagram – Frame/Pier/Sprandel Forces) serta reaksi tumpuan yang terjadi Analisa struktur (Display – Show Member Forces/Stress Diagram – Support/Spring Reactions). Lalu Analyze – Run (gb. Karena model yang akan digunakan adalah berasal dari template maka kita hanya tinggal mengganti frame yang sudah ada dengan frame yang akan digunakan 5. penampang dan pembebanan sudah diberikan maka selanjutnya dapat dilakukan analisa struktur.3. misalnya dengan template yang telah disediakan dan dimodifikasi sesuai dengan model yang diinginkan. tetapkan Unit Satuan. Jika geometri. Beban yang diberikan dalam problem perencanaan di atas yaitu beban hidup dan bukan merupakan beban terfaktor. 2. Analisa Struktur Balok Dua Tumpuan Sederhana. selain itu berat sendiri sudah dimasukkan dalam parameter beban yang diberikan. 3. Untuk mengetahui deformasi (Display – Show Deformed Shape). Aktifkan program SAP 2000. 4. yaitu N-m. 6.12).

4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 7. Desain Penampang Portal Sederhana. Jika proses berjalan baik (dapat ditampilkan Diagram Gaya Geser dan Bending Moment) maka proses desain penampang dapat dimulai. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 12/37 .

Sehingga konfigurasi tulangan dapat dilihat pada gambar C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 13/37 .503 mm2/mm.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Dari data diatas dapat dilihat bahwa tulangan longitudinal balok yang dibutuhkan adalah 578.89 mm2 untuk tulangan lapangan dan 466.85 mm2untuk tulangan tumpuan dan kebutuhan tulangan geser yang dibutuhkan adalah 0. Sedangkan kebutuhan tulangan longitudinal kolom adalah 1225 mm2 dan kebutuhan tulangan gesernya adalah 0 mm2/mm (tidak perlu geser).

1) panjang bentang 10 m dan tinggi 3 m mempunyai penampang berbentuk siku / Equal Angle (profil baja). Tugas : Jika digunakan mutu baja fy 240 MPa dan fu 370 MPa (lentur). dan beban angin.4. desain kuda-kuda tersebut C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 14/37 .4/24/2013 / berikut ( p g ) Analisa gg Struktur & Manajemen Konstr… g g p p g BAB 4 STRUKTUR KUDA-KUDA SEDERHANA Struktur kuda-kuda sederhana (Gb. yang memikul beban hidup merata.

Aktifkan program SAP 2000. tetapkan Unit Satuan. 2. yaitu KN-m.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… dengan memilih profil baja yang paling optimum dengan bantuan program SAP 2000. Susun geometri. Melengkapi data geometri dengan data material dan penampang. Jawab : 1. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 15/37 . karena unit satuan yang digunakan KN-m sedangkan parameter material dalam MPa maka dalam memasukkan parameter tersebut unit satuannya diubah terlebih dahulu dengan N-mm. Pemodelan Untuk menggambar dapat menggunakan perintah Draw – Draw Frame/Cable atau dengan bantuan Toolbar. 4. 3. misalnya dengan template yang telah disediakan dan dimodifikasi sesuai dengan model yang diinginkan.

Susun data pembebanan. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 16/37 . Beban yang diberikan dalam problem perencanaan di atas yaitu beban hidup dan bukan merupakan beban terfaktor. selain itu berat sendiri sudah dimasukkan dalam parameter beban yang diberikan.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 5.

Jika digunakan mutu beton fc’ 28 Mpa (untuk pelat) dan mutu baja fy 240 MPa dan fu 370 MPa (lentur).4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… BAB 5 STRUKTUR JEMBATAN SEDERHANA Struktur jembatan sederhana (Gb. dan beban angin. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 17/37 . yang memikul beban hidup merata. Tugas : desain jembatan tersebut dengan memilih profil baja yang paling optimum dengan bantuan program SAP 2000.5.1) panjang bentang 10 m dan tinggi 5 m mempunyai penampang berbentuk double siku / double Angle (profil baja).

3. dilakukan melalui menu: Analyze – Set Analysis C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 18/37 . 6. karena unit satuan yang digunakan KN-m sedangkan parameter material dalam MPa maka dalam memasukkan parameter tersebut unit satuannya diubah terlebih dahulu dengan N-mm. Aktifkan program SAP 2000. 4.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Jawab : 1. 2. Pemodelan Untuk menggambar dapat menggunakan perintah Draw – Draw Frame/Cable atau dengan bantuan Toolbar. tetapkan Unit Satuan. Analisa Struktur Balok Dua Tumpuan Sederhana. material. Melengkapi data geometri dengan data material dan penampang. yaitu KN-m. Susun geometri. misalnya dengan template yang telah disediakan dan dimodifikasi sesuai dengan model yang diinginkan. penampang dan pembebanan sudah diberikan maka selanjutnya dapat dilakukan analisa struktur. Jika geometri.

Lalu Analyze (Display – Show Deformed Shape ). Struktur & Manajemen Konstr… y y – Run (gb. Desain Penampang Struktur jembatan Sederhana. Analisa . Jika proses berjalan baik (dapat ditampilkan Diagram Gaya Geser dan Bending Moment) maka proses desain penampang dapat dimulai. Member Forces/Stress Diagram – tumpuan yang terjadi Analisa struktur Diagram – Support/Spring Reactions).4/24/2013 p Options klik Space Truss.15). Untuk mengetahui deformasi gaya-momen pada batang (Display – Show Frame/Pier/Sprandel Forces) serta reaksi (Display – Show Member Forces/Stress 7. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 19/37 .3.

yang memikul beban merata (jenis beban live load) 100 KN/m Jika digunakan mutu beton f’c 20 MPa dan mutu baja tulangan fy 400 MPa (lentur) dan fy 240 MPa (sengkang). desain penulangan menurut SNI 03-2847-2002. memikul beban sebagai berikut: • • Beban hidup Beban SIDL : 250 Kg/m2 : 100 kg/m2 Jika digunakan mutu beton f’c 30 MPa dan mutu baja tulangan fy 400 MPa (lentur) dan fy 240 MPa (sengkang). desain dan rencanakan balok dan kolom serta penulangan menurut SNI 032847-2002.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… BAB 6 LATIHAN SOAL Balok dengan panjang antar bentang 5 m mempunyai penampang berbentuk persegi (250/400). Portal 3-D dengan jarak antar bentang 5 m dan tinggi tiap lantai 3m. Diharapkan dengan cara mendesain ini siswa dapat mempelajari cara analisa struktur menggunakan program ETABS. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung dengan bantuan program SAP 2000. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung dengan bantuan program SAP 2000. Sebelumnya akan dijelaskan bagaimana program ETABS menganalisa struktur dengan system beton C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 20/37 . Perancangan Struktur Beton Bertulang-ETABS Pada Modul ETABS ini siswa akan diajarkan bagaimana cara mendesain suatu gedung dengan diberikan suatu permasalahan (Studi Kasus).

serta pelat adalah menggunakan sistem beton bertulang. Tinggi tiap lantai bangunan ini adalah 3.5 Peraturan yang Digunakan C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 21/37 .4/24/2013 j bertulang. Pendahuluan 1.1 Deskripsi Singkat Bangunan Bangunan yang akan didesain pada kali ini adalah bangunan perkantoran 3 lantai yang berlokasi di Bandung. dan pelat. Material bangunan yang digunakan untuk seluruh balok.3 Bagian Struktur yang Didesain Struktur yang didesain yaitu struktur bagian atas. Struktur bagian atas terdiri dari perencanaan kolom.5 m. 1. serta untuk rumah kepala tangga adalah 2.4 Mutu Bahan Mutu bahan yang digunakan terdiri dari: Mutu tulangan baja ulir ⇒ fy = 400 MPa Mutu tulangan baja polos ⇒ fy = 240 MPa Mutu beton ⇒ f’c= 30 Mpa 1. g Analisa Struktur & Manajemen Konstr… p g g g y STUDI KASUS : Bangunan Perkantoran 3 Lantai 1.5 m untuk lantai dasar dan 3 m untuk lantai tipikal.2 Denah Bangunan Denah bangunan yang akan didesain digambarkan sebagai berikut: 1. Jarak antar kolom dan panjang bentang balok dapat dilihat pada gambar denah bangunan. 1. kolom. balok.

Estimasi tinggi minimum balok diperoleh dengan rumus: h = L / 12 dimana.3. perhitungan dimensi balok dilakukan secara tabelaris dengan bantuan microsoft excell. dimensi kolom. Menurut SK SNI 1991.53. Pembebanan dilakukan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung SKBI-1. Peraturan dapat dilihat melalui tabel 1. Perencanaan Awal Dimensi Balok Tinggi minimum balok (h) diperoleh dengan mengikuti peraturan SNI 03-2847-2002 pasal 11.53.1987 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2003) Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002) 2. balok. Tebal pelat yang diambil adalah 12 cm 3. 2. Perencanaan Awal Dimensi Pelat Tebal minimum pelat harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Beban mati ini bergantung pada berat jenis material bangunan. dan dimensi pelat.5 mengenai tinggi minimum balok dan pelat yang diizinkan. Pembebanan Pembebanan yang dimaksudkan pada bangunan perkantoran 3 lantai ini adalah bebanbeban yang akan dipikul oleh struktur bangunan.2. h = tinggi balok (mm) L = panjang bentang (mm) Sedangkan estimasi lebar balok diperoleh dengan rumus: b = h / 12 Untuk mempermudah. Preliminary Design Perencanaan awal ini meliputi perencanaan awal dimensi balok. dan pelat.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Peraturan yang digunakan dalam mendesain keseluruhan struktur terdiri dari : Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung SKBI-1. C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 22/37 .3. Menurut PBI tahun 1971 Tebal pelat lantai minimum = 12 cm b.1 Beban Mati (DL) Beban mati adalah berat dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap. Berikut akan ditampilkan contoh perhitungan perencanaan awal untuk dimensi. kolom. c. 2.1987 dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2003). 3.1.

2 Balok Beban mati yang diperhitungkan untuk dipikul oleh balok meliputi: Berat sendiri pelat = 288 kg/m2 Berat sendiri balok = 2400 kg/m2 3. Beban mati super imposed pada struktur bangunan ini terdiri dari beban keramik.Adukan semen 2 cm = 0.1Pelat Lantai dan Pelat Atap Beban mati yang diperhitungkan untuk dipikul oleh pelat pada setiap lantai dan atap terdiri dari: Berat sendiri pelat = 0.Beban rangka + plafond . mekanikal dan elektrikal (ME).1.1 Pelat Lantai Pembebanan yang diperhitungkan untuk dipikul oleh pelat lantai terdiri dari: .04x1800 = 18.Beban M dan E Total qSDL pada pelat lantai = 0.1.12 x 2400 = 288 kg/m2 3.2.2 Kolom Beban mati yang diperhitungkan untuk dipikul oleh kolom meliputi: Berat sendiri pelat = 288 kg/m2 Berat sendiri balok = 2400 kg/m3 Berat sendiri kolom = 2400 kg/m3 3.00 kg/m2 = 143.1. spesi.6x24 .00 kg/m2 = 14. Berat sendiri beton = 2400 kg/m3 Beban mati yang dipikul dapat dirincikan sebagai berikut : 3.Pasir tebal 3 cm = 11+7 = 0.2.2 Pelat Atap Pembebanan yang diperhitungkan untuk dipikul oleh pelat atap terdiri dari: C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 23/37 . Beban mati super imposed yang dipikul dapat dirincikan sebagi berikut : 3.2 Beban Mati Super Imposed ( SDL ) Beban Mati Super Impose dapat didefinisikan sebagai beban mati tambahan .00 kg/m2 = 42.40 kg/m2 ≈ 150 kg/m2 3.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Beban mati pada struktur bangunan ini terdiri dari : a.02x2100 . dan dinding bata. plafond.Keramik 6 mm .40 kg/m2 = 15.00 kg/m2 = 54.

00 kg/m2 = 85. Beban hidup yang dipikul dapat dirincikan sebagi berikut : 3.50 kg/m2 = 15.5 cm . dan kedalamnya termasuk beban-beban pada lanatai yang berasal dari barangbarang yang dapat berpindah.00 kg/m2 3.90 kg/m2 Total qSDL pada tangga 3.025x2100 = 52. mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu.6x24 = 14.3 Balok Pembebanan yang diperhitungkan untuk dipikul oleh balok terdiri dari: qSDL pada pelat lantai untuk balok tiap lantai =150 kg/m2 = 100 kg/m2 = 250.Adukan semen 2.3 Beban Hidup ( LL ) Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung.2.Adukan semen 2.Beban hidup = 250 kg/m2 3.1 Pelat Lantai Pembebanan yang diperhitungkan terhadap perencanaan pelat terdiri dari: . beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air hujan.2.4 Kolom Pembebanan yang diperhitungkan untuk dipikul oleh kolom meliputi: qSDL pada pelat lantai untuk kolom tiap lantai = 150 kg/m2 qSDLpada pelat atap untuk kolom paling atas = 100 kg/m2 Dinding ½ bata = 250.5 cm .Keramik 6 mm = 0. sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan pada lanatai dan atap tersebut.00 kg/m2 qSDLpada pelat atap untuk balok atap Dinding ½ bata 3.5 Tangga Pembebanan yang diperhitungkan terhadap tangga terdiri dari: .50 kg/m2 ≈ 100 kg/m2 3.Beban rangka + plafond . Khusus pada atap.00 kg/m2 = 0.40 kg/m2 = 66.025x2100 = 52.2 Pelat Atap Pembebanan yang diperhitungkan terhadap perencanaan pelat terdiri dari: C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 24/37 .Beban M dan E Total qSDL pada pelat atap = 11+7 = 18.2.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… .3.3.50 kg/m2 = 0.

Beban angin yang dipikul dapat dirincikan sebagi berikut : .5 kg/m2.4 x 25 kg/m2 = 10 kg/m2 3.di pihak angin . .Faktor Keutamaan (I) Nilai faktor keutamaan diperoleh dari tabel 1 SNI 03-1726-2006 1.4/24/2013 y Konstr… gAnalisa p Struktur g & Manajemenp p p .di belakang angin = 0.sejajar dengan arah angin = 0.Beban hidup atap 3. Mengenai jenis dan besarnya beban akan dibahas di subbab berikutnya C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 25/37 . Struktur ini akan memikul beban. = 0. Pemodelan 4. Pembebanan dilakukan berdasarkan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2003).4x25kg/m2 = 10 kg/m2.5 m.5 m. Beban gempa dihitung dengan mempertimbangkan parameter-parameter berikut ini: Wilayah gempa Kondisi tanah = Zone 4 (Bandung) = Sedang Analisis yang dilakukan = Statik ekivalen dan Respon Spectrum Analysis .5 Beban Gempa (E) Beban gempa untuk bangunan irrergular dapat didefinisikan sebagai gaya-gaya di dalam struktur yang terjadi oleh gerakan tanah akibat gempa itu.1 Pemodelan dengan Menggunakan ETABS Struktur dimodelkan memiliki tinggi antar lantai adalah 3. Pada pemodelan ditambahkan rumah untuk kepala tangga dengan ketinggian 2. dan 3m.9x25 kg/m2 = 22.4 Beban Angin (W) = 100 kg/m2 Beban angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara.

beban angin (W). dan beban gempa (E). Pendefinisian Arah Angin C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 26/37 . beban hidup (LL). Beban-beban tersebut terdiri dari beban mati (DL).2 Penempatan Pembebanan Beban-beban yang diperhitungkan adalah beban-beban yang telah dibahas pada bab pembebanan sebelumnya. beban SDL.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 4.

Pemeriksaan perilaku struktur Pada bab ini akan dibahas mengenai pemeriksaan perilaku struktur setelah struktur menerima beban gempa metode Respons Spektra. Contoh : Tinjau Frame B1.2003. frame ini akan memikul beban angin tiup/tekan maka W3 =25x(2+2)= 100 kg.1 Perilaku Struktur Akibat Gempa dengan Respon Spektra Berdasarkan pasal 7. Lalu dimasukkan sebagai beban frame.2 dalam SNI 03-1726-2003 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung. 5. Disamping itu juga. panjang bentang balok di kanan dan kiri frame yang ditinjau adalah 2 m dan 2 m (Luas daerah bagian yang diarsir).4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Besarnya beban angin tiup dan hisap = 25 kg/m2 x lebar daerah yang dikenai angin. bangunan gedung yang tidak C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 27/37 .2 Analisis ragam spektrum respons. Perilaku struktur yang ditinjau adalah besarnya gaya geser dasar nominal dalam suatu arah tertentu akibat respon spektra yang nilainya terhadap gaya geser nominal sebagai respon ragam yang pertama (gaya geser dasar akibat respon statik) harus memenuhi ketentuan pasal 7. 5. perilaku struktur yang ditinjau adalah kinerja struktur bangunan yang telah dipengaruhi gempa dengan metode respon spektra yang hasilnya harus sesuai dengan ketentuan pasal 8 dalam SNI 03-1726.

R1R+ RVU R( #(Î $0(* RV &R4R4RV& Î $1R0V4R Î $0Î $#R¦ Î $#RU (R. U (#R* Î $0&$0R* žÎ $0#(0( 2U 2' Ð D$. $0' (U 2V&RV 4RV& U $+ R' #(RU 20 S+ $' l Ë! š l V(Ï $01R+Ë2(+ #(V& ! S#$1Ž Ð C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 28/37 . + RVU R( 1$12R( #$V&RV "R0R. TAMBAHAN RVR+ (1(1 B@ kÍ.Á@ J Í R#RRVR+ (1(1 1U RU (* žÎ RV&2VRV #(RV&&R.2 Kinerja Struktur Kinerja Struktur ditinjau terhadap 2 hal yaitu kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit 6.6 detik. 2#(RV . 21RU.1 SNI 03-1726-2003. Sehingga fungsi respon spektrum didefinisikan sebagai berikut : 6. dimana I adalah faktor keutamaan menurut Tabel 1 SNI 03-1726-2003. U (U (* .G H -H ‡ D@ D‡ I . sedangkan R adalah faktor reduksi gempa representatif dari struktur bangunan yang bersangkutan. ¦ U (R.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… beraturan terhadap gempa nominal dapat dilakukan dengan metode analisis ragam spektrum respons dengan memakai spektrum respons gempa rencana menurut Gambar 2 SNI 03-17262003 yang nilai ordinatnya dikalikan dengan faktor koreksi I/R. kinerja batas layan struktur bangunan gedung ditentukan oleh simpangan antar tingkat akibat pengaruh gempa nominal untuk membatasi terjadinya pelelehan baja disamping untuk mencegah kerusakan non-struktur.2.1. R#RU (R. Untuk bangunan hotel ini ditetapkan nilai : Nilai I untuk kantor = 1 Nilai R diambil = 5.5 Dengan menggunakan Gambar 2 Respons Spektrum Wilayah Gempa untuk Wilayah Gempa 4 pada SNI gempa dengan kondisi tanah lunak dan T>0.1 Kinerja Batas Layan Berdasarkan pasal 8.

C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 29/37 . termasuk jika timbul torsi. Jika dalam kenyataannya perlu perancangan lentur dalam arah minor (penampang bi-aksial) maka perencana harus menghitung tersendiri. Untuk profil baja semua balok hanya dirancang terhadap momen lentur dan geser pada sumbu mayor saja. Untuk struktur baja program ETABS tidak dapat mengeluarkan sambungan yang terjadi di tiap-tiap joint. Akan tetapi program ETABS akan mengeluarkan gaya-gaya dalam yang dapat digunakan untuk perencanaan secara manual. sedangkan dalam arah minor balok dianggap menyatu dengan lantai sehingga tidak dihitung. Rasio tegangan tersebut berdasarkan harga momen dan geser maksimum dari kombinasi beban dan juga kriteria-kriteria perencanaan lain yang ditetapkan untuk setiap Code yang diikuti.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Perancangan Struktur Baja Program ETABS akan menghitung dan melaporkan rasio tegangan kekuatan profil baja dalam menahan beban rencana.

225 tt KN/mm e) Kriteria perencanaan ≤ φRnw 0.tw)] + [ 2 x (d .75 .73.24 mm 30/37 C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… .6 fuw = 0.d + = 175.7)] + [ 2 x (350-22)] = 1342 mm2 b) Menentukan modulus penampang S = B.2tf)] = (2x175) + [ 2 x (175 . 0.33 mm3 c) Menentukan komponen teganga d) Menentukan kuat rencana geser las φRnw = 0.1 tt ≤ 0. 500 = 225 tt N/mm = 0.75 tt 0.350 + = 102083.225 tt KN/mm ≥ 3. tt .4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Perhitungan : a) Menentukan besar geometrik kelompok las Asumsi tebal efektif las (tt = 1 mm) Aw = (2xB) + [ 2 x (B .6 .

karena apabila sambungan ini terjadi pada titik yang momennya maksimum akan sangat membahayakan.24 / 0.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… tw tw ≥ 3.47 m dengan besar momen sebesar 110701. 1.59 mm Diambil tebal las (tw) = 5 mm Maka pada perencanaan sambungan pada titik yang mempertemukan balok B11 – A/B dan kolom K1A – base/1 direncanakan sambungan las sudut dengan tebal las 5 mm. Oleh karena itu.31 Nm. Dari ETABS dapat diketahui bahwa nilai momen yang minimum adalah pada jarak 2. Efisiensi ini terjadi bila ada profil baja yang telah digunakan pada suatu bentang lalu dpotong dan digunakan pada bentang yang lain namun tidak mencukupi bila dipasang di bentang yang baru.20): B = 300 mm d = 600 mm tf = 12 mm tw= 20 mm b = 150 mm fy= 240 Mpa E = 2 x 105 Mpa r = 28 mm Ixb = 118000 x 104 mm4 Iyb = 9020 x 104 mm4 ix = 248 mm iy = 68. Sambungan antar balok ini harus memperhatikan besarnya gaya dalam. Misalkan sambungan antar balok ini terjadi adalah balok IWF 600.12. sambungan sebaiknya terletak pada titik yang momennya minimum.20 dengan panjang bentang 8 m. Sambungan Antar Balok Sambungan antar balok ini terjadi karena keterbatasan panjang balok yang terdapat di pasaran dan juga karena efisiensi pemakaian profil baja. Data penampang balok (balok IWF 600.300.31 KNmm C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 31/37 .707 ≥ 4.5 mm Gaya-gaya dalam yang bekerja (dari ETABS): Mu = 110701.12.300.

C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 32/37 .tw)] + [ 2 x (d .6 fuw = 0.707 ≥ 2. Manajeman Kontsruksi : Microsoft Project Planner Semua jenis proyek membutuhkan perencanaan waktu.8. dan biaya. sumber daya. 500 = 240 tt N/mm = 0. tt .d + = 300.37.12)] + [ 2 x (700-40)] = 2496 mm 2 b) Menentukan modulus penampang S = B.2tf)] = (2x300) + [ 2 x (300 .24 tt KN/mm e) Kriteria perencanaan ≤ φ Rnw 0.55 / 0.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Vu = 86.6 .600 + = 300000 mm3 c) Menentukan komponen tegangan d) Menentukan kuat rencana geser las φ Rnw = 0.55 mm ≥ 1.7 KN Perhitugan : a) Menentukan besar geometrik kelompok las Asumsi tebal efektif las (tt = 1 mm) Aw = (2xB) + [ 2 x (B .19 mm Diambil tebal las (tw) = 4 mm Maka pada perencanaan antar balok direncanakan sambungan las tumpul dengan tebal las 4 mm.1 tt tw tw ≤ 0.24 tt KN/mm ≥ 1.8 tt 0. 0.

mengestimasi biaya yang dibutuhkan. jumlah material. penjadwalan. Membantu dalam pengorganisasian aktivitas proyek dengan menggunakan kode Work Break Down Structure (WBS). Hasil perencanaan dengan primavera ini dapat dijadikan pedoman pelaksanaan proyek. tenaga kerja perlatan. dll. merencanakan penggunaan sumber daya. Tools ini adalah software Microsoft Project Planner atau Primavera Project Planner. 2. 6. Untuk pekerjaan perencanaan poyek dibutuhkan tools untuk memudahkan para project planner merencanakan waktu pekerjaan proyek. TUJUAN : 1. Secara umum time schedule berfungsi untuk (1) pedoman pelaksana proyek dalam pelaksanaan proyek. 2. Biasanya dikenal dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). apakah sesuai dengan rencana sehingga apabila terjadi keterlambatan. dan biaya yang harus dikerjakan dan (3) alat evaluasi prestasi pelaksana proyek. dan peralatan. material. Pengontrolan biaya proyek dengan fasilitas kurva S Materi training Microsoft Project Planner ( Durasi 8 Jam ) 1. 4. Sedangkan perencanaan sumber daya dan biaya merupakan bagian penting lainnya selain perencanaan waktu dalam perencanaan proyek. tenaga kerja peralatan dan biaya yang harus dikeluarkan. sumber daya. (2) referensi untuk mengestimasi jadwal pekerjaan.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Perencanaan waktu biasanya diistilahkan dengan time schedule berisi urutan macam-macam pekerjaan sebagai fungsi dari waktu. 5. Dasar manajemen proyek Membuat daftar pekerjaan dan menjadwal pekerjaan 33/37 C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… . Membantu pihak yang terlihat dalam manajemen proyek dalam pengaturan aktivitas proyek. 3. Dari jumlah dan biaya per unit penggunaan sumber daya tersebut akan dihasilkan total anggaran yang dibutuhkan untuk proyek. Hal-hal yang harus direncanakan untuk perencanaan sumber daya adalah manusia. Membantu perencana proyek untuk menyusun dan memonitor penjadwalan (time schedule) dengan tujuan supaya proyek dapat sesuai dengan target waktu yang diinginkan. dengan segera dapat dicarikan jalan keluarnya. referensi untuk mengestimasi jadwal pekerjaan. dan melakukan pengontrolan pelaksanaan proyek agar sesuai dengan perencanaan sebelumnya. jumlah material. Membantu untuk menentukan aktivitas-aktivitas yang kritis dengan mengunakan tools critical path.

Materi Primavera Project Planner ( 8 x 2 Jam = 16 Jam) 1. Penyusunan skedul dimudahkan software Primavera dengan menggunakan tampilan Bar Chart dan PERT. sehingga Pengguna tidak hanya dapat melihat hasil akumulasi penggunaan volume resources atau biaya per aktivitas dalam perencanaan saja. Membuat relasi pekerjaan dan SDM Menampilkan jadwal kerja dan informasi proyek Membuat kemajuan dan Estimasi Proyek Memasukan biaya proyek: SDM. 7. Penentuan anggaran biaya dalam Primavera dimudahkan dengan berbagai cara apakah langsung memasukan biaya untuk setiap aktivitas (lump sum) atau dengan memerinci penggunaan resources (tukang. Lalu hasil anggaran biaya tersebut dapat dibuat rekapitulasinya berdasarkan organisasi (mis. tapi juga dapat digunakan untuk tracking progress selama pelaksanaan proyek. 8. Sedangkan pada tampilan PERT. 4. dan peralatan) untuk setiap unitnya (jumlah) dan harga per unit setiap resources tersebut.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 3.PENGENALAN PRIMAVERA PROJECT PLANNER ( 2 jam ) Manajemen Proyek Membuat proyek baru Menambahkan aktivitas dalam proyek Tampilan Bar Chart Tampilan PERT C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 34/37 . pengguna dapat menentukan critical activities. Departemen) yang diinginkan Pengguna. 5. Sehingga Pengguna dapat membandingkan penggunaan biaya selama proyek berjalan dengan perencanaan proyek tersebut. Pengguna dapat juga menyusun aktivitas dengan tampilan WBS (Work Breakdown Structure) atau diorganisasikan sesuai dengan keinginan pengguna. Dari tampilan Bar Chart. 6. Mesin. Bahan Menghitung RAB proyek Membuat Kurva S Alternatif tool aplikasi manajemen proyek lainnya : Primavera Project Planner Primavera merupakan software yang memudahkan para perencana proyek (tidak terbatas teknik sipil saja) untuk menyusun jadwal maupun rencana anggaran biaya (RAB) proyek tersebut. material. Kurva S merupakan salah satu output dalam Primavera.

assign to activities Assign Resources and Cost : calculation.Manajemen Resources dan Cost ( 2 jam ) Manajemen Resources dan Proyek Resources : define.Mendefinisikan Activity Relationship ( 2 jam ) Diagram Network Activity Relationship : Finish to Start.Menambah dan Mengorganisasikan Aktivitas ( 2 jam ) Menambah Aktivitas dalam tampilan Bar Chart Form Aktivitas Menambah Aktivitas dalam Tampilan PERT Mengorganisasikan Aktivitas : berdasarkan Activity Code 5. Finish to Finish Relationship with Lag Membuat Relationship dalam PERT 6.MEMBUAT PROJECT DAN Struktur Kode ( 2 jam ) Grup Proyek : Grup proyek dan member proyek Activity code : define. Metode untuk mendefine Nonworktime Assign Calendars to Activities 4. Start to Start. budget (RAB) Resource Profile (Kurva S) C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 35/37 . define. assign to activities.Mendefinisikan Kalendar ( 2 jam ) Calendars : karakteristik. lump sum.4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 2. Start to Finish. standard global and daily information. organizing 3. unit price.Kalkulasi Skedul ( 2 jam ) Forward Pass Backward Pass Float Format Relationship Trace Logic Critical Activities 7.

Update Skedul.Target Plan. Resource dan Cost( 2 jam ) Tracking dan Recording Progress Koleksi Artikel Artikel Desain Grafis Lowongan Kerja Loker Administrasi Loker Drafter Loker Akunting Loker Desain Grafis C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 36/37 .4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… 8.

37.92 Server Time: 2012-12-20 15:33:14 Visitors Counter 123 280 1126 32704 4497 5753 35449 Jumlah Tamu Online Kami memiliki 5 tamu dan tidak ada anggota online C:/…/Analisa Struktur & Manajemen K… 37/37 .4/24/2013 Analisa Struktur & Manajemen Konstr… Daftar Alumni Alumni Programer EDP Alumni Web Mapping GIS Alumni Analisa Struktur Alumni DrafterCAD Alumni Desain Grafis Alumni Multimedia Alumni Komputer Perkantoran Alumni Animasi Alumni ManufakturCAD Alumni Akuntansi Alumni Teknisi Komputer Statistik Pengunjung Hari Ini Kemarin Minggu Ini Minggu Lalu Bulan Ini Bulan Lalu Seluruhnya Your IP: 202.93.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful