LAPORAN PRAKTIKUM PESTISIDA PERTANIAN ACARA II DOSIS DAN KEPEKATAN (KONSENTRASI

)

Disusun oleh : Nama NIM : Jatu Barmawati : 11481

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

Sebagian lagi bersifat sistemik. 2003). maupun bahan yang . TINJAUAN PUSTAKA Sebagian besar petani di negara berkembang yang memproduksi untuk pasar internasional bergantung pada pemakaian pestisida (Maumbe and Swinton. Iklim tropis yang hangat dan lembab memperburuk masalah hama dan penyakit (Okello. TUJUAN Mengenal cara mempersiapkan dosis dan kepekatan (konsentrasi) pestisida sebelum aplikasi II. 2011). dosis pestisida dan frekuensi penyemprotan serta kapan terakhir kali penyemprotan dilakukan sebelum panen. Sebuah produk pestisida terdiri dari 2 bagian yaitu bahan aktif dan pembawa. Nah. Sebagian pestisida bersifat lokal. Bahan pembawa bisa berupa cairan yang dapat melarutkan bahan aktif. Ada pestisida yang mudah terurai (nonpersisten) sehingga kadarnya cepat berkurang. Terakhir pestisida akan mengendap di daun atau bagian lain tanaman. yaitu presentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air Konsentrassi formulasi. Hama akan mati setelah tubuhnya mengalami kontak langsung dengan zat racun tersebut. Bahan pembawa umumnya merupakan pelarut ataupun zat pembawanya yang membantu melancarkan kinerja bahan aktif ke hama sasaran sehingga mempertinggi kemampuan produk tersebut.ACARA II DOSIS DAN KEPEKATAN (KONSENTRASI) I. ada juga pestisida yang dapat bertahan lama di alam (persisten) (Murtiyarini. yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram per liter air yang mempertahankan produk tersebut agar tidak terpencar atau mengendap. Bahan aktif adalah senyawa kimia yang bekerja langsung untuk mengendalikan hama. Tinggi rendahnya residu dipengaruhi oleh jenis tanaman. Ada tiga macam konsentrasi yang perhatikan dalam penggunaan pestisida : • • Konsentrasi bahan aktif. disemprotkan tanaman yang terserang hama. masuk melalui tanah. senyawa kimia dapat membantu pestisida tepat sasaran walaupun setelah diaplikasikan (Martin. 2005). serangga yang memakan tanaman ini akan keracunan dan mati. 2008). jenis pestisida. air atau udara lalu menyebar ke seluruh jaringan tanaman mengikuti alur transportasi.

• Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida. 1991). . yaitu presentase kandungan pestisida dalam larutan jadi (Sudarmo.

timbangan analitik. Ditentukan formulasi bahan pestisida yang akan dilarutkan EC. corong. pipet ukur dan penyedotnya.2% berdasarkan persentase bahan. Pertama-tama bahan dan alat praktikum dipersiapkan. Bahan dan alat yang digunakan adalah pestisida (Decis 25EC dan Folicur 25WP) dan aquades. METODOLOGI Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat.1% dan 0. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. gelas ukur. dan WP. Universitas Gadjah Mada. 12 Oktober 2012 di Laboratorium Toksikologi. labu takar 100ml. Fakultas Pertanian. kamera.III. Yogyakarta. Masing-masing bahan tersebut diamati dan didokumentasikan. . berat/volume. volume/volume. Dibuat larutan dengan konsentrasi 0.

6 ml/l x 500 l/ha x 0. Lahan jagung yang dimiliki petani 1500 m2.1% 0.2 gr/l x 500 l/ha = 100 gr Maka untuk 1 hektar lahan membutuhkan 2 bungkus pestisida Folicur. A. Persentase konsentrasinya? Butuh berapa gram per hektar? Butuh berapa bungkus folicur 25WP (1 bungkus 50 g) 0. Maka untuk lahan jagung 1.2% HASIL PENGAMATAN Kelarutan Larut sempurna Larut sempurna Larut tidak sempurna Larut tidak sempurna Warna Putih-bening Putih-pekat Putih-bening Putih agak keruh B. c.IV.2gram/1000ml = 0.2% 0. b.6 ml/l =0. Butuh berapa kaleng Decis? (1 kaleng 300ml) Jawaban: a. Konsentrasi = = 0. 2.1% 0. Perhitungan 1.5 ha maka butuh = 0.06% b. Hitunglah: a. Konsentrasinya? b.2 g/l dan volume semprotnya 500l/ha. Hitunglah: a. c. Pestisida Folicur untuk bawang merah memiliki konsentrasi 0. Tabel Pengamatan Jenis Pestisida Decis Decis Folicur Folicur Konsentrasi 0.02 gram/100ml = 0. Dosis Decis untuk jagung 300ml/ha dilarutkan dalam air dengan volume semprot 500 l/ha. Jawaban: . Butuh berapa ml Decis untuk lahan tersebut? c. Untuk lahan 1.2 g/l 0. a. b.15 ha = 45 ml c.02% Untuk 1 hektar lahan maka membutuhkan = 0.5 ha butuh 1 kaleng pestisida decis.

1. WSG. Pada praktikum ini kita dapat mengenal beberapa jenis formulasi pestisida yaitu WP. sedangkan jika berlebih maka akan terjadi resistensi. 1991). Pengaplikasiannya di semprotkan. Hasil pengamatan mengenai dosis dan konsentrasi yaitu bahwa apabila pestisida yang memiliki formulasi EC dilarutkan ke dalam air maka pestisida tersebut akan larut sempurna. konsentrasi penyemprotan adalah jumlah pestisida yang disemprotkan dalam satu liter air (atau bahan pengencer lainnya) untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) tertentu. Hal ini penting untuk diketahui sehingga dalam pengaplikasian pestisida di lapangan disaat kita harus mengaduk pestisida yang berformulasi WP secara berkala sehingga pestisida tercampur sempurna dengan air dan juga sebaiknya setelah diaduk langsung diaplikasikan karena jika dibiarkan terlalu lama akan mengendap.2%) lebih pekat dibandingkan dengan konsentrasi yang rendah (0. resurgensi pada OPT yang bersangkutan. Dosis dan konsentrasi merupakan komponen penting yang harus dipahami sebelum mengaplikasikan pestisida. dan WSC. PEMBAHASAN Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu aplikasi atau lebih. EC. apabila dosis dan konsentrasinya kurang maka toksisitas pestisida menurun sehingga tidak dapat mengontrol OPT sasaran sesuai yang diharapkan. (Sudarmo. serta rusaknya ekosistem setempat..1%). Banyak sekali jenis formulasi pestisida yang dijual di pasaran. pelarut dan atau pembawa. Sedangkan. SD. Warna pada konsentrasi yang lebih tinggi (0. sedangkan untuk pestisida berformulasi WP apabila dilarutkan ke air maka pestisida tersebut tidak larut sempurna dan apabila ditunggu agak lama akan terbentuk sedikit endapan pada dasar tabung.V. WP (Wettable Powder) WP merupakan tepung yang berukuran partikel hanya beberapa mikron dengan bahan aktif relatif tinggi (50-80%) yang jika dicampurkan dengan air akan membentuk suspense. Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Sementara dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. . Konsentrasi adalah perbandingan (presentase) antara bahan aktif dengan bahan pengencer. Dosis dan konsentrasi yang tidak sesuai berpengaruh pada tingkat toksisitas.

volume semprot 600 l/ha. WSG (Water Soluable Granule) Merupakan formulasi dari butiran granule yang umumnya berukuran 0.7-1 mm yang dapat dengan mudah dilarutkan dalam air. EC v/v. dan butiran. minyak. SD (Soluable Dust) Merupakan formulasi antara dust yang berbentuk seperti debu dengan ukuran partikel yang lebih kecil (10-30 mikron) dan di larutkan dengan bahan pelarut sehingga lebih mudah terlarut dan apabila diaplikasikan dapat masuk kedalam pori-pori yang kecil. Jika diketahui pestisida dengan konsentrasi 0.dusting. Suspensi minyak dalamair ini merupakan emulsi. Diketahui luas lahan 8000m2. Bila partikel air diencerkan dalam minyak (kebalikan dariemulsi) maka hal ini disebut emulsi invert EC yang telahdiencerkan dan diaduk hendaknya tidak mengandung gumpalanatau endapan setelah 24 jam 3. Hitunglah berapa kg pestisida yang dibutuhkan dan berapa dosis dalam kg/ha? 3. suspensi air.7 gr/ha. langkah lebih lanjut yaitu disemprotkan.2. Perhitungan: 1. Insektisida Confidor 2%. 4. WSC (Water Soluable Concentrates) Larutan ini terdiri dari bahan aktif larut yang mudah larut dalam air dan didilusikan pada pelaru. Pada umumnya digunakan untuk penyemprotan skala luas. volume semprot 500l/ha. konsentrasi 0. dosisnya 0.2% dibuat larutan sebanyak 100 ml akan menjadi? a. Hitunglah jumlah insektisida confidor yang dibutuhkan! Dan hitunglah berapa banyak yang disemprotkan? . Diketahui Luas areal 15 ha.untuk WP g/v 2. Cara pemakaiannya granule tersebut di larutkan dalam air terlebih dahulu agar dapat terlarut dengan sempurna 5. EC (Emulsible atau Emulsifiable Concentrates) Merupakan larutan pekat pestisida yang diberi emulsifier (bahan pengemulsi) untukmemudahkan penyampurannya yaitu agar terjadi suspensi daributiran-butiran kecil minyak dalam air. b. Secaratradisional insektisida digunakan dengan cara penyemprotanbahan racun yang diencerkan dalam air. Bahan pengemulsi adalah sejenisdetergen (sabun) yang menyebabkan penyebaran butirbutirkecil minyak secara menyeluruh dalam air pengencer.15%.

7g/ha Vs: 500 l/ha a.15% = 1. a.5 kg b. Insektisida yang dibutuhkan: 20 gr/l x 500 l/ha x 0.2 g/100 ml maka jika dibuat larutan 100 ml maka : 0. untuk WP → 0. Diket: Luas lahan: 8000m2 Konsentrasi 2% = 20gr/l Dosis : 0.2 g/100 ml x 100 ml = 0. LAMPIRAN .2% = 2 ml/100 ml maka jika dibuat larutan 100 ml maka : 2 ml/100 ml x 100ml = 2 ml b. untuk EC → 0.• Jawaban: 1.2 g 2.8 ha = 8000 gr = 8 kg b.2% = 0. Pestisida yang diperlukan: 1.5 g/l a. Insektisida yang disemprotkan: 500 l/ha x 0. Diket: Luas lahan: 15 ha Vs: 600 l/ha Konsentrasi 0.9 kg/ha 3.5 g/l x 600 l/ha x 15 ha = 13500 gr = 13.8 ha = 400 liter larutan pestisida VI.5 kg / 15 ha = 0. Dosisnya: 13.

KESIMPULAN .Kiri : Decis konsentrasi 0.1% dan 0.1% dan 0.2% Endapan yang terdapat pada larutan Folicur VII. Kanan : Folicur konsentrasi 0.2%.

Pestisida dengan formulasi EC dapat larut sempurna dibandingkan dengan WP yang hanya terlarut sebagian dan beberapa mengendap DAFTAR PUSTAKA . 3.1. Pemahaman tentang dosis dan konsentrasi pestisida sangat penting untuk petani sebelum mengaplikasikannya di lapangan Semakin tinggi konsentrasi maka semakin pekat warna larutan pestisida. 2.

. Social Science & Medicine.com/tag/my-article/. Yogyakarta. A. A Race to the Top. Purdue University. Maumbe. 57:1559-1571. and S. M. J. Kanisius. 2005. & Swinton. Providence.M. B. Swinton. but at What Cost? Kenyan Green Bean Farmers’ Struggle to Comply with International Food Safety Standards. http://murtiyarini. Sudarmo. Murtiyarini. 2008. Pesticide and Formulation Technology. Hidden Costs of Pesticide Use in Zimbabwe's Smallholder Cotton Growers.blogdetik. M. American Agricultural Economics Association meeting.2003. Pestisida. 2011.Martin. 1991. Menyiasati Residu. Rhode Island. Diakses tanggal 15 Oktober 2012. Okello.J. S. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.