Aliran-aliran Filsafat, Tokoh dan Idenya BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata : philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. Secara umum filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Orang Yunani senang akan kebijaksanaan yang selalu diarahkan kepada kepandaian secara teoretis dan praktis. Kepandaian yang bersifat teoretis adalah upaya manusia mencari pengetahuan yang penuh dengan gagasan dan ide yang tentunya sejalan dengan cara pikir mereka. Kepandaian yang bersifat praktis adalah upaya mencari pengetahuan yang diarahkan untuk menemukan kegunaan pengetahuan itu. Berbicara mengenai ilmu maka tidak akan terlepas dari filsafat. Semua ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial bertolak dari pengembangannya sebagai filsafat. Filsafat merupakan olah pikir sehingga segala sesuatu yang dihasilkan adalah melalui proses berpikir. Perkembangan ilmu pengetahuan terbagi menjadi beberapa periode sejarah yang setiap periodenya memiliki ciri khas masing-masing. Periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan dimulai dari peradaban Yunani Kuno, Zaman Pertengahan, Zaman Renaissance, Zaman Modern, dan zaman Postmodern yang masing-masing zaman tersebut berkembang beberapa aliran filsafat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah perkembangan aliran filsafat dari zaman Yunani kuno hingga saat ini?

BAB II PEMBAHASAN 1. Zaman Yunani Kuno Secara historis kelahiran dan perkembangan sistem berpikir tidak dapat dilepaskan dari keberadaan, kelahiran dan perkembangan filsafat. Pada masa periodisasi awal atau masa Yunani Kuno, yaitu sekitar 600 SM – 400 SM, para pemikir pada masa itu sudah mulai mempermasalahkan dan mencari unsur induk (arché) yang dianggap sebagai asal mula segala sesuatu/semesta alam dengan suatu metode berpikir untuk mencari sebab awal dari segala sesuatu dengan merunut dari hubungan kausalitasnya (sebab-akibat). Jadi unsur

ia selalu bergerak.penting berpikir ilmiah sudah mulai dipakai. Sebab yang merupakan realitas bukanlah yang berubah dan bergerak serta beralih dan bermacam-macam. Implikasi pernyataan tersebut amat hebat. Alasannya. kita menyadari bahwa kehidupan kosmos itu dinamis. semuanya berubah. Filsafatnya dikenal dengan aliran dialektik. karena air sungai yang pertama telah mengalir . Demikian juga dengan segala yang ada. Arena. berganti dengan air yang berada di belakanganya. kalau ia benar maka sesuailah ia dengan realitas. Peremenides Permenides lahir di kota Elea. Ia berpendapat bahwa yang ada adalah ada dan yang tidak ada adalah tidak ada. melainkan yang tetap. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan . Menurut Heraclitos alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah . Kosmos itu tidak pernah berhenti (diam). 1. Dan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah. Pengetahuan budi itulah yang dapat dipercayai. Konsekwensi dari pernyataan ini adalah yang ada: 1) satu dan tak terbagi 2) kekal. tidak bisa ditambah atau diambil darinya. tidak tetap. Ia memiliki murid yang sangat . yang panas berubah menjadi dingin. sesuatu yang dingin berubah menjadi panas. Itu berarti kita hendak memahami kehidupan kosmos. Dua nama penting pada masa ini yaitu Permenides dan Heraclitos yang memiliki pemikiran yang bersebrangan. Permenides dianggap sebagai peletak dasar metafisika. kota perantauan Yunani di Italia Selatan. Akhirnya dikatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu adalah menjadi. Socrates memiliki pemikiran yang merupakan jalan tengah dari pemikiran Permenides dan Heraclitos. maka filsafatnya dikatakan filsafat menjadi. Ia mengemukakan bahwa segala sesuatu (yang ada itu) sedang menjadi dan selalu berubah. tidak mungkin ada perubahan 3) sempurna. itulah sebabnya ia sampai pada konklusi bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini adalah prosesnya. Plato dan Aristoteles. Ia dikatakan sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat. 4) mengisi segala tempat. tidak ada yang tetap. Puncak filsafat Yunani dicapai pada Socrates. Heraclitos Heraclitos memiliki pemikiran yang berbeda dengan Permenides. a. Ia berpendapat bahwa hanya pengetahuan yang tetap dan umum (pengetahuan budi) yang dapat dipercaya. dan bergerak berarti berubah. Sehingga ucapannya yang terkenal : Panta rhei kai uden menci yang artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus sungai dan tudak satu orangpun yang dapat masuk ke sungai dua kali. akibatnya tidak mungkin ada yang bergerak b. yakni: rasio dan logika (konsekuensi). Penyataan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernayatan yang sederhana.

Aristoteles Setelah Plato ada filsuf Ariatoteles yang merupakan murid dari Plato. Ide-ide menurut Aristoteles tidak terletak dalam suatu "surga" diatas dunia ini. jiwa sudah berada dan memandang ide-ide. Filsafat Socrates ini berkembang pada 470-399 SM. Socrates memulai filsafatnya dengan bertitik tolak dari pengalaman keseharian dan kehidupan kongkret. Ia juga berpendapat bahwa sebelum dilahirkan dalam tubuh jasmani. sekarang jiwa merasa terkurung dalam tubuh dan senantiasa rindu akan memandang bahagia yang dinikmatinya sebelum lahir dalam tubuh. Socrates mengajar bahwa akal budi harus menjadi norma terpenting untuk tindakan kita. Perbedaannya terletak pada penolakan Socrates terhadap relatifisme (pandangan yang berpendapat bahwa kebenaran tergantung pada manusia) yang pada umumnya dianut para sofis. Aristoteles lebih kearah ilmu pengetahuan yang sedapat mungkin menyelidiki dan mengumpulkan data kongkret (realisme). Idea merupakan sesuatu yg obyektif. Aristoteles ada pada tahun 384-322 SM. Sehingga filsafat Plato dikenal dengan nama idealisme. yaitu materi("hyle") dan bentuk("morfe"). Idea hadir didalam benda. inilah pengenalan yg sebenarnya. namanya idea. Menurut Plato realitas terbagi menjadi dua yaitu inderawi yg selalu berubah dan dunia idea yg tidak pernah berubah. Setiap benda terdiri dari dua unsur yang tak terpisahkan. Yang baik mempunyai nilai yang sama bagi semua manusia dan harus dijunjung tinggi oleh semua orang. terutama melalui karya Plato. 2. dan tidak berubah. tetapi dalam eksistensi jasmani sekarang. Menurut Socrates tidak benar bahwa yang baik itu baik bagi warga Athena dan lain bagi warga negara Sparta. Menurut Plato kebenaran umum memang ada. Pembagian dunia ini pada gilirannya juga memberikan dua pengenalan. Pengajaran Socrates ini harus dibayar mahal dengan hukuman mati yautu dengan meminum racun. pertama pengenalan tentang idea. idea-idea berpartisipasi dalam konkret dan idea merupakan model atau contoh (paradigma) bagi benda konkret. melainkan didalam benda-benda sendiri. ia ada dalam alam idea. 3. Plato yang merupakan muridnya memperkuat pendapat gurunya. jelas. Dunia “idea” itulah yang tetap tidak berubah/abadi sedangkan kenyataan yang dapat diobservasi sebagai sesuatu yang senantiasa berubah. Sokrates sendiri tidak menulis apa-apa. Sebagaimana para sofis. Filsafat Plato menganut aliran idealisme. Walaupun ia murid dari Plato namun pendapatnya sering bertentangan dengan Plato. Bentuk-bentuk dapat dibandingkan . Pengenalan yg dapat dicapai oleh rasio ini disebut episteme (pengetahuan) dan bersifat teguh. tidak diciptakan oleh pikiran dan justru sebaliknya pikiran tergantung pada idea-idea tersebut. Idea ada sebelum manusia ada. Plato Walaupun Socrates sudah meninggal namun pemikirannya tetap bekerja. Idea-idea berhubungan dengan dunia melalui tiga cara.setia yaitu Plato. Pikiran-pikirannya hanya dapat diketahui secara tidak langsung melalui tulisan-tulisan dari cukup banyak pemikir Yunani lain. Aristoteles menganut aliran realisme.

Zaman renaisans terkenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam berpikir seperti pada zaman Yunani kuno. induksi mengandalkan panca indera yg "lemah". Mengenai pengetahuan. politik. Inilah merupakan zaman kegelapan bagi filsafat ilmu pengetahuan dimana filsafat benar-benar telah mati dan tertutup dari abad 12 sampai abad 13. metafisika. Tetapi pada Aristoteles ide-ide ini tidak dapat dipikirkan lagi lepas dari materi. Zaman Pencerahan (Abad 15 dan 16) Adanya dominasi gereja dan kungkungan gereja terhadap ilmu pengetahuan menimbulkan suatu kebangkitan atau revolusi yang dinamakan dengan rennaisance atau kelahiran kembali. Manusia dikenal sebagai animal rationale. 2. Karena itu dalam logikanya Aristoteles sangat banyak memberi tempat pada deduksi yg dipandangnya sebagai jalan sempurna menuju pengetahuan baru. Tulisan-tulisan Aristoteles meliputi bidang logika. Terlihat di sini bahwa dominasi gereja sangat kuat. sedangkan deduksi lepas dari pengetahuan inderawi. Materi tanpa bentuk tidak ada. Sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besa sekali. 3. karena semuanya diatur oleh doktirndoktrin gereja yang berdasarkan kenyakinan. Filsafat Aristoteles sangat sistematis. Pada zaman ini berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis. psikologi dan ilmu alam. filsafat semakin lama semakin merosot dominasinya dan semakin kalah. maka filosof tersebut dianggap murtad dan akan dihukum berat sampai pada hukuman mati. Pada masa ini pihak gereja membatasi pemikiran para filosof sehingga ilmu pengetahuan terhambat dan tidak bisa berkembang. sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat. Zaman kegelapan (Dark Ages) Pada ujung tarikh sebelum masehi atau masa menuju Masehi (0 Masehi). karena pada masa ini pemikiran manusia mulai bebas dan berkembang. Aristoteles mengatakan bahwa pengetahuan dapat dihasilkan melalui jalan induksi dan jalan deduksi. etika. Spektrum pengetahuan yg diminati oleh Aristoteles luas sekali. barangkali seluas lapangan pengetahuan itu sendiri.dengan ide-ide dari Plato. Pada masa ini tokoh gereja telah mengakui dan memberikan kebenaran mutlak pendapat dari Ptolomeus dengan teori geosentris yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat dari tata surya. Apabila terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dari keyakinan para gerejawan. Salah satu cara Aristoteles mempraktekkan deduksi adalah Syllogismos (silogisme). Pokok-pokok pikirannya antara lain bahwa ia berpendapat seseorang tidak dapat mengetahui suatu obyek jika ia tidak dapat mengatakan pengetahuan itu pada orang lain. bentuk-bentuk"bertindak"didalam materi. Manusia ingin mencapai . bentuk-bentuk memberi kenyataan kepada materi dan sekaligus merupakan tujuan dari materi. Filsafat pada abad ini dikuasai oleh keagamaan (Kristiani).

Teori itu disebut heliocentric menggeser teori geosentris. Francis Bacon (1561-1626) Francis Bacon adalah seorang filosof dan politikus Inggris. Walaupun ia tidak mengambil studi astronomi. Ia belajar di Cambridge University dan kemudian menduduki jabatan penting di pemerintahan serta pernah terpilih menjadi anggota parlemen. namun ia mempunyai koleksi buku-buku astronomi dan matematika. 2. sehingga ada kesatuan yang memberi semangat yang diperlukan pada abad-abad berikutnya. Galileo Galilei (1564-1642) Galileo Galilei adalah salah seorang penemu terbesar di bidang ilmu pengetahuan. Ia menerima pandangan bahwa matahari adalah pusat jagad raya. Ia mengembangkan teori bahwa matahari adalah pusat jagad raya dan bumi mempunyai dua macam gerak. Ia sering disebut sebagai Founder of Astronomy. Selain itu. Bacon telah memberi kita pernyataan yang klasik tentang kesalahan-kesalahan berpikir dalam Idols of the Mind. ia berpendapat bahwa pengakuan tentang pengetahuan pada zaman dahulu kebanyakan salah. . bukan gerak horizontal yang kemudian berubah menjadi gerak vertikal. Ia menemukan bahwa sebuah peluru yang ditembakkan membuat suatu gerak parabola.kemajuan atas hasil usaha sendiri. yaitu: perputaran sehari-hari pada porosnya dan perputaran tahunan mengitari matahari. Di antara tokoh-tokohnya adalah: 1. tidak didasarkan atas campur tangan Ilahi. Ia dihukum kurungan seumur hidup. Ia adalah pendukung penggunaan scientific methods. tetapi lebih dahulu harus membersihkan fikiran dari prasangka yang ia namakan idols (arca). Zaman Modern (Abad 17-18) Pada abad ke-17 pemikiran renaisans mencapai kesempurnaannya pada diri beberapa tokoh besar. yang dipandang sebagai sumber pengetahuan hanyalah apa yang secara alamiah dapat dipakai manusia. Pada abad ini tercapai kedewasaan pemikiran. 3. Dengan teleskopnya. Namun karena masa itu dominasi gereja masih kuat maka pendapat Copernicus yang menentang gereja ini mendapatkan hukuman. ia mengamati jagad raya dan menemukan bahwa bintang Bimasakti terdiri dari bintang-bintang yang banyak sekali jumlahnya dan masing-masing berdiri sendiri. Polandia dan belajar di Universitas Cracow. ia juga berhasil mengamati bentuk Venus dan menemukan beberapa satelit Jupiter. Bruno yang merupakan pendeta yang sependapat dengannya pun ikut dihukum. Nicolaus Copernicus (1473-1543) Ia dilahirkan di Torun. tetapi ia percaya bahwa orang dapat mengungkapkan kebenaran dengan inductive method. Pada zaman renaisans ada banyak penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Pada masa ini. 4. Saat itu manusia Barat mulia berpikir secara baru dan berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan Gereja yang selama ini telah mengungkung kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu pengetahuan.

Ia berpikir. maka pada abad ini lahir dua aliran yang saling bertentangan. Pemikiran merupakan bagian dari bidang psikologi. ada tiga hal yang jelas dan tegas (clare et distincte) yaitu Allah. ia menyusun argumentasinya dalam sebuah metode yang sering yaitu “kesangsian metodis”. Hal ini disebabkan perasaan tidak puas terhadap perkembangan filsafat yang amat lamban dan banyak memakan korban. Ragu pada pengetahuannya. Rasionalisme Rasionalisme adalah corak berpikir yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam filsafat. tokoh pertama rasionalisme adalah Rene Descartes (1595-1650). empirisme adalah lawan rasionalisme. Dalam diri manusia. Adanya dia karena ia berpikir dan sangsi. Dia pula orang pertama di akhir abad pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat dan tegas yang menyimpulkan bahwa dasar filsafat haruslah akal. Istilah empirisme diambil dari bahasa yunani empeiria yang berarti pengalaman. Akan tetapi tidak berarti bahwa rasionalisme ditolak . Empirisme Para pemikir di Inggris bergerak ke arah yang berbeda dengan tema yang telah dirintis oleh Descartes. Sebagai akibat dari kecenderungan berbeda dalam memberi penekanan kepada salah satu dari keduanya. yaitu aliran empirisme. Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri dan mengecilkan peran akal. Sebagai suatu doktrin. done je suis. Juga ragu pada pengalamannya. ergo sum”. Pada zaman modern filsafat. Mereka lebih mengikuti Jejak Francis Bacon. yaitu rasionalisme yang memberi penekanan pada rasio dan empirisme yang memberi penekanan pada empiri. b. Je pense. Dengan demikian jelas bagi Descartes bahwa satu-satunya hal yang tidak dapat diragukan adalah dia yang meragu. Ia ragu pada kenyataan disekitarnya. Hal itu adalah dirinya yang sedang ragu. selanjutnya kembali kepada semangat filsafat Yunani. Descartes yang ragu adalah kenyataan yang tidak terbantahkan. Ia ragu. yaitu filsafat yang berbasis pada akal. pemikiran (cogito) dan keluasan (extensio). kedua hal itu menyatu. Keluasan adalah bidang dari ilmu alam. Ketika ia ragu pada segala sesuatu. bukan ayat suci dan bukan yang lainnya.yaitu akal (rasio) dan pengalaman (empiri). ia berpikir. bukan iman. ada satu hal yang tidak dapat diragukan. akal budi atau rasio dapat mencapai kepastian akan kebenaran tanpa membutuhkan bantuan apapun. Descartes meragukan segala sesuatu. Descartes adalah orang pertama pada zaman modern yang membangun filsafat berdasarkan atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan akliah. maka saya ada. Descartes menegaskannya dalam kalimat “Cogito. maka ia ada. Saya berpikir. a. Ia melihat tokohtokoh Gereja yang mengatasnamakan agama telah menyebabkan lambannya perkembangan itu. bukan perasaan. Untuk ini. Dalam konstruksi rasionalisme Descartes. Dalam kesangsian metodis. Ia ingin filsafat dilepaskan dari dominasi agama Kristen. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal.

Kedua. Pengalaman hanya memberi kita urutan gejala.1804). Dua hal dicermati oleh Hume. sebab yang dialami hanya kesankesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada bersama-sama. Pemikiran Hume ini menggelisahkan Immanuel Kant (1724. syarat dan sebagainya hanya dapat diamati melalui kombinasi ide-ide tunggal. Hume merupakan pelopor para empirisis. aku sebagai pusat pengalaman. kesimpulan itu tidak berdasarkan pengalaman. Maka Hume menolak kausalitas. Empirisme memuncak pada David Hume (1711-1776). Pertama. Dari kesan muncul gagasan. misal batu yang disinari matahari menjadi panas. Kant berupa membuat sintesa atas perang dua aliran filsafat ini. Ide yang kedua merupakan hubungan dari ide-ide yang pertama. Menurut Lock isi otaknya terdiri dari ideide. pengetahuan yang berasal dari akal budi yang disebutnya verstand. atau rasionalisme dilihat dalam bingkai empirisme. Menurut Kant. sedang gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. Ide yang peertama berhubungan langsung dengan pengalaman inderawi. Yang pertama adalah kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya dengan indera kita. Hume tidak menerima substansi. Francis Bacon (1561-1626) dan Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lock menjadikan paham empirisme begitu mendominasi periode ini. yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Ketiga. akibat. Bagi Hume. Ia membagi tiga tingkatan pengetahuan manusia. tetapi tidak memperlihatkan kepada kita urutan sebab-akibat. Bagi Kant empirisme benar. Kesadaran hanyalah deretan kontinyu dari kesan-kesan. Ada ide-ide tunggal (simple idea) dan ada ide-ide jamak (complex idea). Kesan adalah hasil penginderaan langsung. Namun rasionalisme tidak dapat serta merta dibuang. Menurut Hume Jika gejala tertentu diikuti oleh gejala lainnya. yaitu substansi dan kausalitas. sebab harapan bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri. pengetahuan yang berasal dari pengalaman yang disebutnya Sinneswahrnehmung. Dapat dikatakan bahwa rasionalisme dipergunakan dalam kerangka empirisme. Karena itu. Misalnya sebab. Kant menunjukkan bahwa pegetahuan adalah hasil perpaduan antara pengalaman inderawi dan kemampuan pikiran.sama sekali. Karenanya. kesadaran manusia bukanlah suatu jiwa. Ruang dan waktu adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik. Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita. relasi. Itu materi pengetahuan. Kesan merupakan bahan darimana pengetahuan tersusun. ada dua unsur yang memberi sumbangan kepada pengetahuan manusia tentang dunia. pengetahuan yang berasal dari intelektual atau rasio yang disebutnya vernunft. Yang kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam manusia mengenai proses-proses yang tunduk kepada . namun hanya dalam gagasan kita. kesadaran dan pikiran hanyalah kesan (impression) semata-mata.

perbandingan. Metode positif juga mempunyai sarana-sarana bantu yaitu pengamatan. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta 2. Perkembangan ini diletakkan dalam hubungan statika dan dinamika. eksperimen dan metode historis. 5. yang merupakan sebuah ensiklopedi mengenai evolusi filosofis dari semua ilmu dan merupakan suatu pernyataan yang sistematis yang semuanya itu tewujud dalam tahap akhir perkembangan. Pendiri filsafat positivis yang sesungguhnya adalah Henry de Saint Simon yang menjadi guru sekaligus teman diskusi Comte. tetapi metode historis khusus berlaku bagi masyarakat yaitu untuk mengungkapkan hukum-hukum yang menguasai perkambangan gagasan-gagasan. Metode positif ini mempunyai 4 ciri. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. sedangkan dinamika adalah urutan gejala-gejala. August Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Metode ini berusaha ke arah kepastian 4. Perbedaannya. Metode ini berusaha ke arah kecermatan. Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. dan Herbert Spencer (1820-1903). hukum-hukum yang menguasai proses perubahan. Tiga yang pertama itu biasa dilakukan dalam ilmu-ilmu alam. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. yaitu : 1.hukum kausalitas yang tak terpatahkan. Comte menuangkan gagasan positivisnya dalam bukunya the Course of Positivie Philosoph. Bagi Comte untuk menciptakan masyarakat yang adil. diperlukan metode positif yang kepastiannya tidak dapat digugat. sedangkan empirisme menerima juga pengalamanpengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif. John Stuart Mill (1806-1873). positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif. Menurut Simon untuk memahami sejarah orang harus mencari hubungan sebab akibat. Zaman Posmodern (Abad 19) Zaman posmodern dimulai dengan munculnya aliran positivisme. metode . dimana statika yang dimaksud adalah kaitan organis antara gejala-gejala. Comte melihat masyarakat sebagai suatu keseluruhan organik yang kenyataannya lebih daripada sekedar jumlah bagian-bagian yang saling bergantung. tetapi untuk mengerti kenyataan ini. Kant meletakkan dasar bagi aneka aliran filsafat masa kini. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup 3. Tokoh terpenting dari aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857).

tanpa ada halangan dari pertimbangan-pertimbangan lainnya. ilmu pengetahuan hanya berurusan dengan hal-hal yang berulang kali. Bahwa kebenaran tidaklah melekat dalam ide-ide. ada kemungkinan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan jalan mengukur isinya yang positif. hedonisme dan filsafat analitik. antara lain : Pertama. Hal yang menonjol dari sistem Comte adalah penilaiannya terhadap sosiologi yang merupakan ilmu pengetahuan yang paling kompleks. dan merupakan ilmu pemnegtahuan yang akan berkembang dengan pesat.penelitian empiris harus digunakan dengan keyakinan bahwa masyarakat merupakan suatu bagian dari alam seperti halnya gejala fisik. ilmu pengetahuan bersifat positif apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan konkret. asal bermanfaat praktis. Zaman Posmodern Posmodernisme adalah suatu pergerakan ide yang menggantikan ide-ide zaman modern (yang mengutamakan rasio. William James mengajukan prinsip-prinsip dasar terhadap pragmatisme. ilmu pengetahuan harus bersifat obyektif (bebas nilai dan netral) seorang ilmuwan tidak boleh dipengaruhi oleh emosionalitasnya dalam melakukan observasi terhadap obyek yang sedang diteliti. dan kemajuan). patokan pragmatisme adalah manfaat bagi kehidupan praktis. posmodern menganggap media yang ada saat ini hanya berkutat pada masalah yang sama dan saling meniru satu sama lain. Sosiologi merupakan studi positif tentanh hukumhukum dasar dari gejala sosial. Posmodern memiliki cita-cita. ingin meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial. Kebenaran mistis diterima. 6. 2. Selain itu. Jadi. utilitarian. Kedua. Pragmatis mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang akibat-akibatnya bermanfaat secara praktis. Pengalaman pribadi yang benar adalah pengalaman yang bermanfaat praktis. ilmu pengetahuan menyoroti tentang fenomena atau kejadian alam dari mutualisma simbiosis dan antar relasinya dengan fenomena yang lain. objektivitas. sebagai berikut: 1. . Posmodern mengkritik modernisme yang dianggap telah menyebabkan desentralisasi di bidang ekonomi dan teknologi. tetapi sesuatu yang terjadi pada ideide dalam proses yang dipakai dalam situasi kehidupan nyata. Ketiga. kesadaran akan peristiwa sejarah dan perkembangan dalam bidang penyiaran. serta sampai sejauh mana ilmu tersebut dapat mengungkapkan kebenaran yang positif. kapitalis. apalagi hal ini ditambah dengan pengaruh globalisasi. Aliran-aliran terpenting yang berkembang dan berpengaruh pada abad XX adalah pragmatisme. berhenti dan tak dapat diprediksi tetapi dunia benar adanya. Asumsi-asumsi ilmu pengetahuan positiv itu sendiri. Bahwa dunia tidak hanya terlihat menjadi spontan. Dengan demikian. Menurut Comte. Comte membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Sebagian besar ahli filsafat analitik mencari cara untuk memperjelas bahasa. Salah satu perkembangan terbaru dalam ilmu filsafat disebut “Filsafat Analitik”. Postmodernisme menyangkal bahwa kemunculan suatu wacana baru pasti meniadakan wacana sebelumnya. Filsafat analitik bukan suatu filafat sistematik sebagaimana idealism. popularisme. atau pragmatism. gerakan ini dipengaruhi oleh berbagai aliran pemikiran yang meliputi Mrxisme Barat. Untuk itu postmodernisme menghimbau agar kita semua berusaha keras untuk mengakui adanya identitas lain yang berada di luar wacana hegemoni.3. tetapi juga melihat pada hal-hal yang berada pada alur vulgar material yang selama ini dianggap sebagai penyakit dan obyek pelecehan saja. 4. Sungguh. Postmodernisme mengajak kaum kapitalis untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan keuntungan saja. Bahwa manusia betas untuk meyakini apa yang menjadi keinginannya untuk percaya akan dunia. etnometodogi. Postmodernisme bukanlah suatu gerakan homogen atau suatu kebulatan yang utuh. mereka berpendapat bahwa pendekatan sistem dalam filsafat lebih banyak membawa masalah daripada memberikan solusi kepada masalah-masalah manusia (Knight:1982) . tetapi mempunyai banyak “sentral”). Posmodernisme mencoba mengingatkan kita untuk tidak terjerumus pada kesalahan fatal dengan menawarkan pemahaman perkembangan kapitalisme dalam kerangka genealogi (pengakuan bahwa proses sejarah tidak pernah melalui jalur tunggal. Bahwa nilai akhir kebenaran tidak merupakan satu titik ketententuan yang absolut. Usaha-usaha filsafat analitik diperluas dalam bidang lain seperti pendidikan. realism. Sebaliknya gerakan baru ini mengajak kita untuk melihat hubungan antar wacana sebagai hubungan “dialogis” yang saling memperkuat satu sama lain. Dalam wujudnya yang bukan merupakan suatu . dan hermeneutika. romantisisme. konsep-konsep. Heterogenitas inilah yang barangkali menyebabkan sulitnya pemahaman orang awam terhadap postmodernisme. tetapi semata-mata terletak dalam kekuasaannya mengarahkan kita kepada kebenaran-kebenaran yang lain tentang duinia dimana kita tinggal di dalamnya Posmodernisme muncul untuk “meluruskan” kembali interpretasi sejarah yang dianggap otoriter. kebanyakan ahli filsafat analitik bekerja dengan hati-hati untuk menanggalkan identitas sebagai filsafat sistematis. misalnya dalam bidang sains. Postmodernisme sebagai suatu gerakan budaya sesungguhnya merupakan sebuah oto-kritik dalam filsafat Barat yang mengajak kita untuk melakukan perombakan filosofis secara total untuk tidak lagi melihat hubungan antar paradigma maupun antar wacana sebagai suatu “dialektika” seperti yang diajarkan Hegel. sepanjang keyakinannya tidak berlawanan dengan pengalaman praktisnya maupun penguasaan ilmu pengetahuannya. Sebaliknya. dan metode-metode yang digunakan secara lebih tepat untuk aktifitas kehidupan . struktualisme Prancis. nihilisme.

Tokoh yang terkenal adalah Immanuel Kant. Filsafat dapat diibaratkan berkembang dari mata air hingga kini telah menjadi suatu laut yang dalam. Tokoh filsafat yang terkenal yaitu Permenides dan Hiraclitos mereka menganut aliran filsafat yang bertentangan. Zaman ini disebut sebagai zaman pencerahan atau rennaisance yang berarti kelahiran kembali. Setelah memasuki abad 12 filsafat mengalami zaman kegelapan karena adanya dominasi dari gereja. Setelah Socrates meninggal muncul Plato yang merupakan murid Socrates dan beraliran idealisme. postmodernisme tidak dapat dianggap sebagai suatu paradigma alternatif yang berpretensi untuk menawarkan solusi bagi persoalan-persoalan yang ditimbulkan oleh modernisme. Perkembangan filsafat dimulai sejak peradaban Yunani kuno. melainkan lebih merupakan sebuah kritik permanen yang selalu mengingatkan kita untuk lebih mengenali esensi segala sesuatu dan mengurangi kecenderungan untuk secara sewenang-wenang membuat suatu standar interpretasi yang belum tentu benar. Masa ini berlangsung hingga abad 15 dimana mulai ada pencerahan. . Pada penghujung tarikh sebelum masehi atau awal masehi berkembang filsafat dari Socrates yang beraliran dialectik yang merupakan pertengahan dari pendapat Permenides dan Heraclitos.kebulatan. Zaman ini merupakan awal dari zaman modern. Filsafat berkembang terus hingga lhir aliran Hegelianisme dan Marxisme yang merupakan awal zaman postmodern. Filsafat Plato ini bertentangan dengan filsafat Aristoteles yang beraliran realisme. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya yaitu mengenai sejarah perkembangan aliran filsafat dapat disimpulkan mengenai perkembangan aliran filsafat. Barang siapa yang menentang kebenaran dari gereja maka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Pada zaman modern muncul dua aliran yang bertentangan yaitu aliran rationalisme yang dicetuskan oleh Rene Descartes dan empirisme yang dicetuskan oleh David Hume. Kemudian filsafat berkembang terus hingga saat ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat dalam kehidupan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful