You are on page 1of 4

Kurva Pola Demam 1.

Demam Kontinyu Demam kontinyu atau sustained fever ditandai oleh peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0,4oC selama periode 24 jam. Fluktuasi diurnal suhu normal biasanya tidak terjadi atau tidak signifikan.

Gambar 1. Pola demam pada demam tifoid (memperlihatkan bradikardi relatif) 2. Demam Remiten Demam remiten ditandai oleh penurunan suhu tiap hari tetapi tidak mencapai normal dengan fluktuasi melebihi 0,5oC per 24 jam. Pola ini merupakan tipe demam yang paling sering ditemukan dalam praktek pediatri dan tidak spesifik untuk penyakit tertentu . Variasi diurnal biasanya terjadi, khususnya bila demam disebabkan oleh proses infeksi.

Gambar 2. Demam remiten

Demam quotidian . disebabkan oleh P. Demam quotidian Demam quotidian.3. ditandai dengan paroksisme demam yang terjadi setiap hari. Vivax. Demam Intermiten Pada demam intermiten suhu kembali normal setiap hari. umumnya pada pagi hari. Gambar 4. dan puncaknya pada siang hari. Demam intermiten 4. Gambar 3. Pola ini merupakan jenis demam terbanyak kedua yang ditemukan di praktek klinis.

5. Gambar 5. Pola demam malaria 6. Hanya sedikit pasien dengan penyakit Hodgkin mengalami pola ini. sugestif untuk LH. Demam Periodik Demam periodik ditandai oleh episode demam berulang dengan interval regular atau irregular. pada awalnya dipikirkan khas untuk limfoma Hodgkin (LH).)dan ditularkan oleh kutu (louseborne RF) atau tick (tick-borne RF). Demam Relapsing Relapsing fever adalah istilah yang biasa dipakai untuk demam rekuren yang disebabkan oleh sejumlah spesies Borrelia (Gambar 6. Gambar 6. Contoh yang dapat dilihat adalah malaria (istilah tertiana digunakan bila demam terjadi setiap hari ke-3. tetapi bila ada. beberapa minggu atau beberapa bulan suhu normal. Pola terdiri dari episode . kuartana bila demam terjadi setiap hari ke4) dan brucellosis. Demam Pel-Ebstein Demam Pel-Ebstein digambarkan oleh Pel dan Ebstein pada 1887. Pola demam Borreliosis (pola demam relapsing) 7. Tiap episode diikuti satu sampai beberapa hari.

2005. Moffet’s Pediatric infectious diseases: A problem-oriented approach. Penyebab jenis demam ini mungkin berhubungan dengan destruksi jaringan atau berhubungan dengan anemia hemolitik. Dalam: Fisher RG.2006. Jenson HB. 2007. Fever. Dalam: El-Radhi SA. Boyce TG. Edisi ke-4. Behrman RE. Pola demam penyakit Hodgkin (pola Pel-Ebstein). Barry W. Stanton BF. Thermometry in paediatric practice. Abbas A. Nelson textbook of pediatrics. 4. penyunting. Carroll J. Philadelphia: Saunders Elsevier . Fisher RG. El-Radhi AS. New York: Lippincott William & Wilkins. Arch Dis Child. Berlin: Springer-Verlag 2. Klein N. Edisi ke-18. Fever and shock syndrome. Clinical manual of fever in children. Fever. Gambar 7. Carroll J. Powel KR. penyunting. 3. diikuti oleh periode afebril dalam durasi yang serupa. Klein N. El-Radhi AS. Edisi ke-9. penyunting. 2009. Dapus : 1.rekuren dari demam yang berlangsung 3 – 10 hari. Boyce TG. Dalam: Kliegman RM.