You are on page 1of 4

I.Koreksi Cairan (Guillot) a.

Defisit/ Dehidrasi • Dewasa  Ringan = 4% x BB x 1000 cc  Sedang = 6% x BB x 1000 cc  Berat • Anak-anak  Ringan = 6% x BB x 1000 cc  Sedang = 8% x BB x 1000 cc  Berat b. Maintenance • Dewasa  BB x 40 cc • Anak-Anak  10 kg pertama -100cc/kg  10 kg kedua - 50cc/kg  Sisanya - 20cc/kgBB c. Cara Pemberian a. 6 Jam pertama = ½ D + ¼ M b. 18 Jam Kemudian= ½ D + ¾ M II. Koreksi Elektrolit- Asidosis Metabolik a. Asidosis Metabolik NaHCO3 = BE x 30%x BB ( BE = Base Excess, Jumlah asam dan basa yang harus ditambahkan supaya pH a Co3 menjadi 40) BicNat diberikan 100 meq dalam 2 jam pertama , dan sisanya diberikan dalam 22 jam setelahnya Contoh: HCO3 = 9 (normal 22-30), BE berarti 13(22-9) = 10% x BB x 1000 cc = 8% x BB x 1000 cc

parese. sedangkan NaCl 0. Koreksi Hipokalium Koreksi = 0.9 % hanya 154 meq/L Cara Pemberian 1/ 2 dosis koreksi diberikan dalam 2 jam .5 cc/kg/BB dalam larutan D5 dengan pengenceran 1:1 1 ampul (10 ml) diberikan secara bolus pelan dalam 15 menit.5) Jika butuh cepat diberikan KCl ( 1 ampul 25 cc=25 meq  1 cc/meq) Diberikan habis dalam 8 jam d.weakness. diberikan 15 menit kemudian.Koreksi = 13 x 50kg x 30 % = 195 meq b.lalu sisanya diberikan dalam 12 jam kemudian Koreksi Na tidak boleh terlalu cepat karena dapat menyebabkan demyelinisasi cerebral pontine dengan gejala seizures.6x BB x Defisit Na (normal nilai Na = 135-145) Cairan NaCl 3 % memiliki kandungan Na ebanyak 513 meq/ L. Jika akan diulang pemberiannya . ( Misal butuh diberikan 4 ampul. Koreksi Hiponatrium Koreksi = 0. Insulin • • • 15 UI insulin dalam 500 cc D10%.5-4. akinetic movement. Koreksi HiperKalemia • Untuk stabilisasi membran dan melindungi otot jantung akibat efek hiperkalemia 1. dengan dosis 15 gtt/menit Tujuan memasukkan K+ intrasel Awas hipoglikemiapasang D5% tetesan maintenance . maka pemberian diberikan 4 kali dengan interval 15 menit) 2. unresponsive Maximal pemberian Na = 12 meq/ 24 jam - c. Ca Glukonas • • Dosis= 0.3 x BB x defisit K ( normal 3.

1-0. 2 spuit 5 cc c. SIO 2 rangkap III. tujuan sama untuk memasukkan K+ intrasel 4.3. Botol aquabidest WSD b. Hemodialisa. Spuit 3cc g. Persiapan Alat CTT a. BicNat • Dosis sama dengan koreksi asidosis metabolic di atas. RL p.2-0 k. Lidocain 5 m. ada beberapa rumah sakit yang memiliki alat yang sudah terinfeksi hepatitis B. Chest tube no 28 untuk pneumothorax atau no 32 untuk hematothorax e. Plester n. Urine bag d. Persiapan CVC a. Medifix line dan scale masing –masing 1 b. Syarat sudah di rehidrasi dan hbsag (-) ( syarat untuk mesin hemodialisa. Spuit 10cc . jika semua cara diatas tak berhasil. 2 botol NaCl 0. C dan HIV ) II. Bisturi no 15/ 23 Silk 0. Ketorolac 2 ampul o. j. Hipafix 20 cm l. Glove steril 2 buah f. CTT set i.9% d. NGT 18F c. Spuit 10 cc h. Silk 2-0 e.

Sofratulle . 5 ampul Lidocain h.f. j. Needle 23/27 Hecting set k. Ketorolac 1 ampul g. Certofix i. Hypafix m. Glove steril l.