BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi, para ahli berlomba-lomba melakukan berbagai macam penelitian dalam bidang teknologi. Sekarang sangat banyak hal- hal yang menarik yang membuat para ilmuan penasaran untuk mengetahui berbagai macam hal tentang teknologi, dan khususnya tentang bahan- bahan kimia, reaksi maupun manfaatnya. Pada makalah ini, kami akan membahas tentang benda- benda atau unsurunsur kimia yang berkaitan dengan senyawa aromatik atau benzena tersebut. Banyak sekali hal yang sangat menarik yang perlu diketahui dan di pelajari tentang senyawa aromatik. Michael Farady dapat mengisolasi senyawa benzena dari gas yang ditekan. Senyawa ini merupakan induk dari kelompok senyawa aromatik. Nama aromatik digunakan bukan karena aroma (bau) senyawanya melainkan karena sifat- sifatnya yang istimewa. B. Rumusan Masalah Adapun perumusan masalahnya yaitu: 1. Apa yang dimaksud dengan senyawa benzena ? 2. Apakah senyawa aromatik ? 3. Apa saja yang termasuk senyawa aromatik dan bagaimana strukurnya? 4. Apa yang dimaksud dengan senyawa aromatik heterosiklik? 5. Apa saja syarat senyawa aromatic? 6. Apa saja turunan benzena? 7. Bagaimana penamaan senyawa benzena? 8. Seperti apa model resonansi benzena? 9. Bagaimana kesetabilan benzena? 10. Apa sifat fisika dan kimia senyawa aromatik? 11. Cara pembuatan benzena? 12. Apa kegunaan senyawa benzena dan dampaknya?

C. Tujuan

Menjelaskan mamfaat dan dampak dari penggunaan senyawa benzena bagi kehidupan. Menjelaskan dan mendeskripsi tentang senyawa aromatik benzena dan turunannya.Tujuan dalam pembuatan makalah ini antara lain : 1. 2. BAB II .

oksidasi. Perkiraan tersebut ternyata jauh berbeda dengan kenyataannya. biasanya lebih dari 7 ppm. Perkembangan kimia pada tahap berikutnya menyadarkan para kimiawan bahwa klasifikasi senyawa kimia haruslah berdasarkan struktur dan kereaktifannya. dan bukan atas dasar sifat fisikanya. Senyawa Aromatis Dan Strukturnya . dan pereaksi-pereaksi lain yang lazimnya dapat bereaksi dengan alkena.PEMBAHASAN Senyawa benzena mempunyai rumus molekul C6H6. Senyawa benzena dan sejumlah turunannya digolongkan dalamsenyawa aromatik. karena benzena tidak dapat bereaksi seperti alkena (adisi. A. Sifat-sifat kimia yang diperlihatkan oleh benzena memberi petunjuk bahwa senyawa tersebut memang tidak segolongan dengan alkena ataupun sikloalkena. dan reduksi). Energi resonansi suatu senyawa aromatik merupakan uluran diperolehnya kestabilan Cara paling mudah untuk menentukan apakah suatu senyawa itu aromatik ialah dengan menentukan posisi absorpsi dalam mspektrum nomor oleh proton yang terikat pada atom-atom cincin. Senyawa Aromatik Benzena merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa aromatik. maka dapat diduga bahwa benzena mempunyai derajat ketidakjenuhan yang tinggi. Saat ini istilah aromatik masih dipertahankan. B. Penggolongan ini dahulu semata-mata dilandasi oleh aroma yang dimiliki sebagian dari senyawa-senyawa tersebut. tetapi mengacu pada fakta bahwa semua senyawa aromatik derajat ketidakjenuhannya tinggi dan stabil bila berhadapan dengan pereaksi yang menyerang ikatan pi (π). Lebih khusus lagi benzena tidak dapat bereaksi dengan HBr. yakni senyawa yang cukup distabilkan oleh delokalisasi elektron-pi. misalnya heksana (C6H14) dan sikloheksana (C6H12). Bila dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon lain yang mengandung 6 buah atom karbon. Dengan dasar dugaan tersebut maka dapat diperkirakan bahwa benzena memiliki ciri-ciri khas seperti yang dimiliki oleh alkena. Proton yang terikat ke arah luar cincin aromatik sangat kuat terperisai dan menyerap jauh ke bawah-medan dibandingkan kebanyakan proton. dan termasuk dalam golongan senyawa hidrokarbon.

Jadi.Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.139 nm. Saat ini sumber utama benzena. Kekulé menggambarkan struktur benzena dengan atom-atom karbon dihubungkan satu dengan yang lain membentuk suatu cincin. ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal.134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0. a) August Kekulé pada tahun 1865 : Struktur tersebut menggambarkan bahwa struktur benzena tersusun 3 ikatan rangkap di dalam cincin 6 anggota. Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama. benzena tersubtitusi dan senyawa aromatic adalah petroleum : sebelumnya dari ter batubara hamper 90% senyawa aktif bahan obat adalah senyawa aromatik : rumus struktur mempunyai inti benzena. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule. Dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. a. sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi. tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Benzena Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825. Contoh: Reaksi adisi Reaksi substitusi : C2H4 + Cl2 --> C2H4Cl2 : C6H6 + Cl2 --> C6H5Cl + HCl Menurut Friedrich August Kekule. yaitu 0. Struktur Benzena Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. .1. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).154 nm.

Benzena merupakan molekul simetris. Sebagai contoh. ada beberapa jenis senyawa lain yang menunjukkan sifat aromatik. semua atom penyusunnya terletak dalam bidang datar (planar) 2. yaitu senyawa yang memiliki lebih dari satu jenis atom dalam sistem cincinnya. 1. yaitu mempunyai ketidakjenuhan tinggi dan tidak menunjukkan reaksi-reaksi seperti alkena. Senyawa-senyawa heterosiklik beranggota lima seperti furan. b. yaitu cincin yang tersusun dari satu atau lebih atom yang bukan atom karbon. Senyawa benzena termasuk dalam golongan senyawa homosiklik. memiliki elektron pi dalam susunan siklik dari orbital-orbital 2p sebanyak 4n+2 (n= 0. D.b) Ketiga ikatan rangkap tersebut dapat bergeser dan kembali dengan cepat sedemikian sehingga 2 bentuk yang mungkin tersebut tidak dapat dipisahkan. dan dalam pirimidina dua unit CH digantikan oleh atom-atom nitrogen yang terhibridisasi sp2. 3. yaitu senyawa yang memiliki hanya satu jenis atom dalam sistem cincinnya. Syarat Senyawa Aromatik Persyaratan Senyawa Aromatik: . 2. Orbital pakan mengalami tumpang suh (overlapping) membentuk awan elektron sebagai sumber elektron. tiofena. pirol. Orbital benzena Setiap karbon pada benzena mengikat 3 atom lain menggunakanorbital hibridisasi sp2 membentuk molekul yang planar. suatu senyawa yang mengandung cincin beranggota lima atau enam bersifat aromatik jika: 1. berbentuk heksagonal dengan sudut ikatan 120º Setiap atom C mempunyai orbital ke empat yaitu orbital p. Dalam piridina satu unit CH dari benzena digantikan oleh atom nitrogen yang terhibridisasi sp2. piridina dan pirimidina adalah senyawa aromatik seperti benzena. C. dan imidazol juga termasuk senyawa aromatik. Terdapat senyawa heterosiklik. Senyawa Aromatik Heterosiklik Menurut Erich Huckel. setiap atom yang membentuk cincin memiliki satu orbital 2p 3. …) Di samping benzena dan turunannya.

Jadi sikooktatetraena tidak akan bersifat aromatik.suatu cincin dengan elektron pi sebanyak 2. maka n=2.π2. Senyawa aromatis harus memenuhi kriteria: • • • • siklis mengandung awan elektron p yang terdelokalisasi di bawah dan di atas bidang molekul ikatan rangkap berseling dengan ikatan tunggal mempunyai total elektron p sejumlah 4n+2. dan π3 akan terisi dengan enam elektron pi.Dua elektron pi sisanya masing-masing akan menempati orbital berdegenerasi π4 dan π5 (aturan Hund).sehingga dimungkinkan overlapping (tumpang tindih) yang optimal sehingga terjadi delokalisasi sempurna. 3.tetapi cincin dengan 8 atau 12 elektron pi. Aturan Huckel Dalam tahun 1931 seorang ahli kimia Jerman Erich Huckel.tidak dapat.10 atau 14 dapat bersifat aromatik.6. (Fessenden dan fessenden.sedangkan 8 elektron pi tidak? Agar bersifat aromatik.1.464-464:1982). Mengapa dengan 6 atau 10 elektron pi bersifat aromatik.maka orbital π1.5 maka bukan senyawa aromatis . Siklooktatetraena (dengan 8 elektron pi) tidak memnuhi aturan Huckel untuk aromatisitas. memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron pi) 4. 2. memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron pi). Molekul harus siklik dan datar . semua elektron pi harus berpasangan. Seandainya siklooktatetraena datar dan memiliki sistem pi yang serupa dengan sistem pi benzena.monosiklik (satu cincin) harus memilki elketron pi sebanyak 4n + 2. 1.dengan n adalah sebuahn bilangan bulat.Maka tidak semua elektron pi akan berpasangan dan tumpang tindih tidak akan maksimal. siklooktatetraena tidak aromatik 8 elektron pi. dimana n harus bilangan bulisal: bila jumlah elektron p suatu cincin siklik = 12.mengusulkan bahwa untuk menjadi aromatik suatu senyawa datar. Menurut aturan Huckel.

Alasan utama mengapa tidak aromatik adalah bahwa satu atom karbonnya adalah sp3. Ion Siklopentadiena Siklopentadiena adalah suatu diena konjugasi dan tidak aromatik.Karbon sp3 ini tidak mempunyai orbital p un tuk ikut berikatan pi. F.tetapi bila diambil satu ion hidrogen dari dalam siklopentadiena maka hidrodisasi karbon tersebut akan berubah menjadi sp2 dan akan memiliki orbital p yang berisi sepasang elektron.Maka elektron pi ini tak akan semuanya berpasangan. Tatanama Senyawa Benzena Semua senyawa yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai senyawa turunan benzena. Senyawa Turunan Benzena Kemudahan benzena mengalami reaksi substitusi elektrofilik menyebabkan benzena memiliki banyak senyawa turunan. Jika gugus alkil berukuran kecil (atom C6) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai induknya. Apakah salah satu atau kedua ion ini bersifat aromatik? Masing-masing ion memiliki lima orbital molekul π (terbentuk dari lima orbital p. sebagai gugus induknya adalah benzene Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen.Jadi kation itu tidak bersifat aromatik. atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil.tidak sp2.Maka anion itu bersifat aromatik. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil. Menurut IUPAC. benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. diklasifikasikan sebagai golongan arena. Dengan tata nama IUPAC.satu per karbon).2. ada tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran. Semua atom karbon dari kation siklopentadiena juga akan bersifat sp2. .mengisi tiga orbitalnya dan semua elektron pi ini berpasangan.Anion siklopentadiena dengan enam elektron pi (4n +).Tetapi kation itu hanya mempunyai empat elektron (4n) yang harus mengisi tiga orbital. Semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena. E. Penataan nama senyawa turunan benzena sama seperti pada senyawa alifatik.

b. m. terikat pada rantai benzen. Ini agar anda dapat mengerti bahwa klorin adalah bagian dari metil dan bukan berikatan dengan . Contoh: Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–). Nama lama dari metilbenzen adalah toluen. meta–(m-). maka sistem o. disingkat –ph). Benzen dengan metil terikat padanya. Setiap kalo anda menggambar cincin benzen dengan sesuatu terikat padanya sebenarnya anda menggambar fenil.(klorometil) . Formula sederhananya C6H5NO2. Golongan alkil yang lain juga mengikuti cara penamaan yang sama. rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan (posisi 1 dan 2). etilbenzen. Klorobenzen Ini merupakan contoh sederhana dimana sebuah halogen terikat pada cincin benzen. a. aldehida. (Klorometil)benzen Variasi dari metilbensen dimana satu atom hidrogen digantikan dengan atom klorida. p tidak dapat diterapkan lagi dan hanya dapat dinyatakan dengan angka. Semua senyawa aromatis berdasarkan benzen. yang memiliki enam karbon. d. 1. Benzena sebagai substituen diberi nama fenil– (C6 H5–. dan para– untuk substituen dengan posisi 1 dan 4. Untuk mengikat sesuatu anda harus membuang sebuah hidrogen sehingga menghasilkan fenil. c. Nomor terkecil diberikan kepada gugus fungsional (alkohol. NO2. dan para– (p–). Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih. Setiap sudut dari segienam memiliki atom karbon yang terikat dengan hidrogen. C6H6. Nitrobenzen Golongan nitro. Penyederhanaannya menjadi C6H5Cl. Perhatikan tanda dalam kurung. penataan nama menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet. Sedangkan jika terdapat tiga substituen atau lebih pada cincin benzena.Jika gugus alkil berukuran besar (atom C 6) maka benzena dinyatakan sebagai substituen dan alkil sebagai rantai induknya. Metilbenzen Satu lagi nama yang jelas. anda mungkin masih akan menemui itu. Penamaan sudah sangat jelas. meta– untuk posisi 1 dan 3. atau karboksilat) atau gugus dengan nomor paling kecil. Kasus dimana penamaan didasarkan pada benzen.Contoh. Sehingga anda dapat (walau mungkin tidak!) menamainya fenilklorida.nFormula sederhananya C6H5CH3.

C6H5. Setiap kalo anda menggambar cincin benzen dengan . dengan menghilangkan sebuah hidrogen dari benzen. Apapun sebutannya terdapat asam karboksilik. Golongan aromatik dengan suatu golongan terikat pada cincin benzen. yang memiliki enam karbon dan simbol sebagai berikut: Setiap sudut dari segienam memiliki atom karbon yang terikat dengan hidrogen. Dan anda mendapatkan Fenil . Sekali lagi perhatikan pentingnya tanda kurung. Seringkali lebih dari satunama dapat diterima dan tidak langka jika nama lama masih digunakan. e. Cincin Benzene Semua senyawa aromatis berdasarkan benzen. Fenil Ingat bahwa anda mendapatkan metil . Sehingga anda dapat (walau mungkin tidak!) menamainya fenilklorida. Penyederhanaannya menjadi C6H5Cl. CH4. terikat pada cincin benzen. C6H6. dengan mengingkkirkan sebuah hidrogen pada metan.cincin. Penamaan sudah sangat jelas. -COOH. Kasus dimana penamaan berdasarkan Fenil Penamaan senyawa aromatis tidak secara langsung seperti pada rantai karbon. namun masih umum digunakan -lebih mudah diucapkan dan ditulis. Fenil selalu terikat pada yang lain. C6H6. Kasus dimana penamaan didasarkan pada benzen Klorobenzen Ini merupakan contoh sederhana dimana sebuah halogen terikat pada cincin benzen. asam benzoik (benzenacarboxylic acid) Asam benzoik merupakan nama lama. 2. CH3. Jika lebih dari satu hidrogen digantikan dengan klorin. Seperti metil atau etil . penamaan akan menjadi (diklorometil)benzena atau (triklorometil) benzen.

Sekali lagi perhatikan pentingnya tanda kurung. terikat pada cincin benzen. (Klorometil)benzen Variasi dari metilbensen dimana satu atom hidrogen digantikan dengan atom klorida. Formula sederhananya C6H5CH3. namun masih umum digunakan -lebih mudah diucapkan dan ditulis. Nama lama dari metilbenzen adalah toluen. Ini agar anda dapat mengerti bahwa klorin adalah bagian dari metil dan bukan berikatan dengan cincin. NO2. terikat pada rantai benzen.(klorometil) . penamaan akan menjadi (diklorometil)benzene atau (triklorometil) benzen. Benzen dengan metil terikat padanya.Contoh. anda mungkin masih akan menemui itu. Golongan alkil yang lain juga mengikuti cara penamaan yang sama. Nitrobenzen Golongan nitro.sesuatu terikat padanya sebenarnya anda menggambar fenil. Jika lebih dari satu hidrogen digantikan dengan klorin. Apapun sebutannya terdapat asam karboksilik. Metilbenzen Satu lagi nama yang jelas. asam benzoik (benzenecarboxylic acid) Asam benzoik merupakan nama lama. -COOH. . etilbenzen. Perhatikan tanda dalam kurung. Untuk mengikat sesuatu anda harus membuang sebuah hidrogen sehingga menghasilkan fenil. Formula sederhananya C6H5NO2.

Merupakan golongan adalah keton sehingga ada C=O pada bagian tengah. . Nama lama dari fenilamin adalah anilin. Terikat pada rantai karbon adalah fenil. Atom hidrogen pada -COOH digantikan dengan golongan fenil. fenileten Molekul eten dengan fenil berikatan padanya. Karena itu fenileten berupa: Nama lamanya Stiren -monomer dari polystyren. feniletanoat Ester dengan dasar asam etanoik. fenilamine Fenilamin adalah amin primer yang mengandung -NH2 terikat pada benzen.Kasus dimana penamaan berdasarkan Fenil Ingat bahwa golongan fenil adalah cincin benzen yang kehilangan satu atom karbon – C6H5. Eten adalah rantai dengan dua karbon dengan ikatan rangap. feniletanon Mengandung rantai dengan dua karbon tanpa ikatan rangkap. dan anda juga dapat menamakanya aminobenzene.

Menomori cincin Salah satu golongan yang terikat pada cincin diberi nomor satu. Ada -COOH terikat pada cincin dan karena penamaan berdasarkan benzoik maka golongan benzoik menjadi nomor satu. . Senyawa Aromatik dengan lebih dari suatu golongan terikat pada cincin benzen. Posisi yang lain diberi nomor 2 sampai 6. asam benzene-1. Mengapa 2-Klorometilbenzen dan bukan 6-klorometil benzen? Cincin dinamai searah jarum jamdalam kasus ini karena angka 2 lebih kcil dari angka 6.fenol Fenol memiliki -OH terikat pada benzen sehingga formulanya menjadi C6H5OH. Pada posisi disampingnya terdapat hidroksi -OH dengan nomor 2. asam 2-hidrobenzoik Juga disebut sebagai asam 2-hidroksibenzenkarbolik.4-dikarboksilik “di” menunjukkan adanya dua asam karboksilik dan salah satunya berada diposidi 1 sedangkan yang lainnya berada pada posisi nomor 4. Lihat contoh untuk lebih jelas Contoh: Menambah atom klorin pada cincin Lihat pada senyawa berikut: Semuanya berdasar pada metilbenzen dan dengan itu metil menjadi nomor 1 pada cincin. Sehingga menghasilkan nomor yang terkecil. Anda dapat menomorinya searah atau berlawanan arah dengan jarum jam.

metil 3-nitrobenzoat Nama ini merupakan nama yang akan anda temui pada soal-soal latihan me-nitrat-kan cincin benzen.34 Å ikatan tunggal C – C adalah 1. Ester ini berdasarkan asam T. Dan metil tertulis terpisah. .4.53 Å.6-trikloofenol Berdasarkan dengan fenol dengan -OH terikat pada nomor 1 dari rantai karbon dan klorin pada posisi nomor 2.2. 2. asam 3-nitrobenzoik -dan kita mulai dari sana. Panjang ikatan rangkap C = C adalah 1. yaitu: pertengahan antara panjang ikatan tunggal dan ikatan rangkap. Metil 3-nitrobenzoat menjadi: G.4 dan 6 dari cincin karbon.6-triklorofenol adalah antiseptik terkenal TCP. Model Resonansi Benzena Panjang ikatan karbon-karbon pada benzena adalah sama. Dari namanya ditunjukkan bahwa metil 3-nitrobenzoat merupakan golongan ester (akhiran oat).4. untuk menghasilkan ester sebuah hidrogen pada -COOH degantikan dengan metil. Akan ada cincin benzen dengan -COOH pada nomor satu dari cincin dan nitro pada nomor 3.

Reaksi Benzena (R. cepat Benzena Tidak bereaksi Br2/CCl4 (dlm gelap) Terjadi Adisi.39 Å. Akan tetapi analisis dengan difraksi sinar-X menunjukkan bahwapanjang ikatan C – C pada benzena sama. Panas hidrogenasi dan pembakaran benzena lebih rendah dari pada harga perhitungan. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena.34 Å) dan 3 ikatan yang panjang (1. 1500 lb/in. cepat Tidak bereaksi Tidak bereaksi H2 + Ni Terjadi hidrogenasi. benzena tidak mudah mengalami reaksi adisi Reagen KMnO4 encer Sikloheksena Terjadi oksidasi. cepat HI Terjadi Adisi. Reaksi Nitrasi Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Kestabilan Benzena Berbeda dengan senyawa-senyawa yang mengandung ikatan rangkap lainnya.lambat. akan terjadi reaksi eksotermal. maka akan didapati 3 ikatan yang pendek (1.2 • • Kestabilan cincin benzena secara kuantitatif dapat dilihat dari panas hidrogenasi dan pembakarannya. Substitusi) 1. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena.Apabila benzena dianggap mempunyai 3 ikatan rangkap dan 3 ikatan tunggal seperti pada struktur Kekulé. 20 lb/in. I. yaitu 1.2 100-200oC.53 Å). 25oC. H. Terjadi hidrogenasi. suatu cairan berwarna kuning pucat. .

seperti eter dan tetraklorometana Larut dalam berbagai pelarut organik. Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air. J. FeX3 (misalnya FeCl3) adalah suatu asam Lewis yang berfungsi sebagai katalis. misalnya FeCl3.Sebagai elektrofil dalam reaksi alkilasi Friedel-Crafts adalah ion karbonium (R+). Reaksi Friedel-Crafts Reaksi Friedel-Crafts meliputi reaksi alkilasi dan reaksi asilasi. Sebagai elektrofil dalam reaksi asilasi Friedel-Crafts adalah ion asilium. Karena melibatkan ion karbonium.88 . 5. Dalam reaksi alkilasi dan asilasi Friedel-Crafts juga digunakan katalis asam Lewis. 3. Contoh persamaan reaksi: 4. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts. Densitas : 0.2. dihasilkan dari reaksi antara X2 + FeX3. Reaksi halogenasi Sebagai elektrofil adalah X+. Sifat Fisika Dan Kimia Sifat Fisik: • • • • • • • • Zat cair tidak berwarna Memiliki bau yang khas Mudah menguap Benzena digunakan sebagai pelarut. AlBr3. tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar. Reaksi ini terjadi apabila benzena dipanaskan dengan asam sulfat pekat sebagai pereaksi. maka seringkali terjadi reaksi penyusunan ulang (rearrangement)membentuk karbonium yang lebih stabil. Reaksi Sulfonasi Sulfonasi merupakan reaksi substitusi atom H pada benzena oleh gugus sulfonat. Katalis asam Lewis lain yang dapat digunakan adalah AlCl3. FeBr3. Pada reaksi asilasi Friedel-Crafts tidak terjadi reaksi penataan ulang. Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air. Alkilasi Benzena Penambahan katalis AlCl3 anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis. AlCl3. AlBr3.

karet buatan dan pewarna. 3. 2. Cara Pembuatan 1. Mereduksi fenol dengan logam seng akan menghasilkan benzena. hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena) Merupakan senyawa nonpolar Tidak begitu reaktif. L.25 . Asam Salisilat . 4. Mengalirkan gas asetilena ke dalam tabung yang panas dengan katalis Fe-Cr-Si akan menghasilkan benzena. Kegunaan a. tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi. Benzena digunakan sebagai pelarut. Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Memanaskan natrium benzoat kering dengan natrium hidroksida berlebih akan menghasilkan benzena.48 13 Titik Didih 80 111 144 139 138 K. 1 2 3 4 5 Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut. Titik didih dan leleh lihat tabel berikut: Nama BENZENA TOLUENA o-XILENA m-XILENA p-XILENA Titik Leleh 5. b. d. c. Selain itu benzena juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan membuat sejenis karet sintetis) dan nilon–66. e.5 . Benzena digunakan untuk menaikkan angka oktana bensin. plastik. Mereaksikan asam benzenasulfonat dengan uap air akan menghasilkan benzena.Sifat Kimia: • • • • No. Benzena juga digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan obat. Kegunaan Dan Dampak Benzena Dalam Kehidupan 1.95 .

sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan menaikkan detak jantung. Benzena sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik). sol sepatu.b. Natrium Benzoat Seperti asam benzoat. Asam Benzoat Asam benzoat digunakan sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan. natrium benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng. StirenaJika stirena mengalami polimerisasi akan terbentuk polistirena. suatu jenis plastik yang banyak digunakan untuk membuat insulator listrik. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan menghasilkan garam diazonium. f. c. g. b. dan dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat menyebabkan denaturasi protein. bonekaboneka. Toluena Kegunaan toluena yang penting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena (TNT) d. Benzena dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi. b. a. Benzaldehida Benzaldehida digunakan sebagai zat pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang sedap. 2. e. dan proses ini disebut diazotisasi. Dampak a. Asam salisilat adalah nama lazim dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal. serta piring dan cangkir. . Anilina Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Fenol Fenol (fenil alkohol) dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol.

ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal karena terkonjugasi. Saran Berhati-hatilah menggunakan senyawa benzena karena senyawa benzena bersifat “karsinogenik”. .BAB III PENUTUP A. Di samping benzena dan turunannya. Gunakanlah secukupnya jika diperlukan. ada beberapa jenis senyawa lain yang menunjukkan sifat aromatik. Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. B. Senyawa benzena memiliki tiga buah ikatan tunggal dan rangkap dan membentuk cincin yangikatannya berselang-seling. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. yaitu mempunyai ketidakjenuhan tinggi dan tidak menunjukkan reaksi-reaksi seperti alkena. pengawet makanan dan sebagainya. Sedangkan dampak senyawa benzena karena sangat beracun dapat menyebabkan kanker bahkan kematian apabila terhirup dengan konsentrasi tinggi. karena ikaan rangkap pada benzena tidak mengalami reaksi adisi. Menurut Friedrich August Kekule. Senyawa benzena dan turunannya termasuk senyawa aromatik yang dulu dikarenakan aromanya dan sekarang dapat ditentukan oleh struktur dan sifat fisika kimianya. Kesimpulan Kesimpulan dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa senyawa benzena yang mempunyai enam atom karbon (C) dan mempunyai derajat ketidakjenuhan yang tinggi.Pada umumnya benzena digunakan sebagai pelarut dan namun ada juga yang berfungsi sebagai obat.

2009. 1982. Wikipedia. Aromatisitas Dan Reaksi Substitusi Elektrofilik Senyawa Benzena. Struktur. Tatanama.DAFTAR PUSTAKA Budimarwanti. Senyawa Organik. Jogjakarta: Ebook digital Fessenden & Fessenden. Senyawa Aromatik. 2008. Jakarta: Erlangga. Kimia Organik. Senyawa Aromatik . Tim Dosen Universitas Airlangga. Surabaya: Universitas Airlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful