Edisi 3 - Maret 2013

6 Tahun Program 1.000 Tower
1.000 Tower 1.001 Masalah
Berbincang dengan

Duo Jusuf

Jusuf Kalla

“Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.

Yusuf Asy’ari

“Program ini harus dilanjutkan”...

Program 1.000 Tower
Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower

5 April 2007 - 5 April 2013
Selamat Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”

Sukseskan

2

Dewan Pembina: Cosmas Batubara, Siswono Yudho Husodo, Akbar Tandjung, Theo Sambuaga, Erna Witoelar, Soenarno, M. Yusuf Asy’ari dan Suharso Manoarfa. Dewan Penasehat: Djoko Kirmanto, Djan Faridz, Gamawan Fauzi dan Gembong Priyono Pemimpin Umum/Usaha/ Penanggung Jawab: Zulfi Syarif Koto. Wakil Pemimpin Umum: F. Teguh Satria, Indra Utama, Martin Roestamy dan Endrawan Natawiria Wakil Pemimpin Usaha: Endang Kawidjaja, Djaja Roeslim dan Reddy H. Sekretaris Pemimpin Umum/Usaha: M. Amry Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Redaktur: Nursalim, Hadist GP. Konsultan Hukum: Muhammad Joni Artistik dan Koordinasi Produksi: Agus Sumarno Manajer Iklan & Keuangan: Herawati. Administrasi dan Umum: Eduardo H, Asep Deni Kusnadi, Yuliandi Diterbitkan oleh: Yayasan LP P3I/The HUD Institute

Redaksi
S

dari

Edisi 3-Maret 2013

elamat bertemu kembali pembaca kami yang setia. Sudah cukup lama HUDmagz tidak hadir di hadapan Anda. Semuanya bukan tanpa maksud, tetapi kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan terhadap tampilan dan substansi dari majalah kita ini. Sekaligus juga kehadiran kami kali ini menunggu momen 6 tahun Program 1.000 Tower Rumah Susun yang diinisiasi oleh Jusuf Kalla ketika itu. Ya, sudah 6 tahun sejak dilaksanakannya ground breaking program 1.000 Tower pada tahun 2007. Namun kemajuan program ini masih belum sebagaimana yang diharapkan. Data terkini menunjukkan hanya 78 Tower yang berhasil dibangun. Ada apa dengan program 1.000 Tower ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada edisi kali ini kami menyajikan tema “Program 1.000 Tower. 1.000 Tower 1.001 Masalah”. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menyelami secara obyektif permasalahan seputar belum berhasilnya program 1.000 Tower ini. Secara tersirat, hambatan utama yang dihadapi adalah terkendalanya perijinan, tidak terwujudnya insentif seperti keringanan pajak, dan rumitnya urusan pertanahan. Memahami akar masalah tentu akan bermakna ketika kita mendapat informasi dari tangan pertama baik sebagai penggagas, pelaksana, maupun pemerhati. Untuk itu, wawancara dengan Jusuf Kalla dan Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009) sangat membantu membuka pemahaman kita akan latar belakang dan inisiatif awal yang dilakukan. Sementara wawancara dengan para pengembang semakin memperdalam pemahaman kita terhadap kendala dan hambatan di lapangan. Tulisan dari pemerhati pun memberi warna tersendiri. Apapun, pada akhirnya program 1.000 Tower ini harus dilanjutkan. Angka backlog perumahan yang sedemikian besar membuat semua pihak seharusnya menyukseskan program ini. Kekurangan, kendala, dan hambatan mari kita pecahkan bersama dengan dilandasi semangat ingin membantu saudara kita yang belum beruntung bisa menempati rumah yang layak huni. Sudah saatnya kita bekerja cerdas, dan menggunakan hati nurani. Semoga keberadaan HUDmagz kali ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk menyukseskan program 1.000 Tower. Semoga. Selamat membaca. Jabat erat, Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa

Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. 14A Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.com
Redaksi menerima kiriman naskah de­ ngan panjang tulisan maksimal 1.600 kata, melalui hudmagz@gmail.com, disertai data diri. Redaksi berhak melakukan perubahan naskah tanpa mengubah isi.

3

...................................................................................... n Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial oleh Drs............... Firdaus.. Kota Pekanbaru menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera ............ n Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung .............................. 5 Laporan Utama 6 Tahun Program 1............................................. n 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit.................. 72 75 77 79 79 Profil n Bapertarum PNS .............000 Tower .....000 Tower ....................... 22 28 36 38 n Puncak HUT REI ke-41Berkarya Membangun Negeri .................................... n Wawancara Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Ir....... n Jas Merah: Landasan Kebijakan Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) oleh Zulfi Syarif Koto ................. n HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua ........................ n Bersinergi dengan Berbagai Pihak..... 57 59 62 64 Dari Redaksi ..........000 Tower ............................................................................. n Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Membangun Bangunan di Atas Sungai Pencapaian dan Agenda ke Depan oleh Oswar Mungkasa ........................................... .......................................... 89 n Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional......................................T......... Berbincang dengan Jusuf Kalla........ 90 Pendapat Serba Serbi Ragam Info n Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia........................... S.............000 Tower 1.................. Hayu Parasati................................................................................................ n Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? oleh Tjuk Kuswartojo ............................... n Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis oleh Adrianus Meliala................ n Info Situs .........................000 Tower........................ Hairul Sitepu dan HR Sidjaba ................................ Winaktoe........ . n n n Konsep n Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau oleh Hari Nugraha Nurjaman.......... Nursalim Msi .. 42 “Gotong Royong Peduli Air”........... H....... n Inventarisasi Prinsip 67 6 12 Green Building dalam Desain Rumah Susun oleh Wied W................ n Info Regulasi ........................ 4 Sekapur Sirih...................................... n Rapat Kerja Daerah REI Batam. n Info Buku ..................................................................................................... 1................... Laporan Khusus n Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan ............................................. M........................................ “Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”........................................ n Hari Air Dunia 2013 di Indonesia Agenda ............................... Liputan 15 19 n Bank BTN Memasuki Usia ke-63 ........................ 3 Daftar Isi ..... Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah........................................................000 Tower ....................................................... 91 92 93 94 4 .......... n Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru.................... 13 n Wawancara Jusuf Asy’ari “Program Ini Harus DIlanjutkan” ....................... Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan .001 Masalah ............. n Pandangan Pemangku Kepentingan tentang Program 1.... 44 50 53 oleh Budi Prayitno ................ Saling Silang Urusan 1................................................. n MRT Atasi Macet Jakarta? oleh Harun al-Rasyid Lubis ...T....................Daftar Isi Edisi 3-Maret 2013 n Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta Bagian Kedua (Tamat) oleh Yayat Supriatna............................ n Metamorfosa AP2ERSI ............................................................ 81 85 87 88 “Tahun 2030.. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1......................... MPS: “Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini” ....... n Kajian Teknis dan Teknologi Program 1......

sebenarnya kita semua sudah sewajarnya melihat pembangunan perumahan bukan sekedar pembangunan fisik. Sebagai akibatnya. Pada periode sebelumnya. (ii) mewujudkan subsidi silang untuk penyediaan prasarana. hunian berimbang dalam satu hamparan adalah suatu keniscayaan. keharmonisan kota membentuk keharmonisan wilayah. Sehingga bukan sesuatu yang luar biasa ketika seluruh pemangku kepentingan melaksanakan konsep hunian berimbang bukan karena keterpaksaan akibat adanya ancaman sanksi. banyak hal baru yang juga tercantum dalam undang-undang yang baru ini. Namun perlu juga disepakati luasan minimal yang dapat dikategorikan sebagai satu hamparan yang memenuhi standar kelayakan minimal terbentuknya suatu komunitas yang heterogen. padahal filosofi utamanya adalah menjaga keserasian sosial dalam masyarakat melalui hidup berdampingan di antara beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian. hunian berimbang mendorong terjadinya dekomodifikasi tanah. 648/3868/SJ.Maret 2013 Hunian Berimbang Bukan Sekedar Pengurangan Angka Backlog Zulfi Syarif Koto Pemimpin Umum/Penanggung jawab ejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. dan 3 rumah sederhana. sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan sosiologis masyarakat. yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang dan SE Mendagri No. Menteri Negara Perumahan Rakyat) Nomor 648-384 Tahun 1992. rumah menengah dan rumah mewah atau dalam bentuk rumah susun antara rumah susun umum dan rumah susun komersial (Pasal 1 Permenpera Nomor 10/2012). Tetapi lebih sebagai ‘sumbangan’ pemangku kepentingan bagi perkembangan keharmonisan bangsa kita tercinta ini. Konsep hunian berimbang telah dikenal lama dalam ilmu perencanaan kota maupun sosiologi perkotaan. Keharmonisan komunitas membentuk keharmonisan kawasan. keharmonisan sebuah komunitas dapat tercapai ketika konsep hunian berimbang dilaksanakan dengan benar. peninjauan kembali terhadap konsep lingkungan hunian berimbang agar lebih membumi dan dapat diterapkan. Menteri Pekerjaan Umum. tingkat ekonomi dan status sosial dalam perumahan. banyak agenda yang harus dilaksanakan. tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembangunan bangsa. pemukiman. Di atas semua itu. Namun yang sepertinya kurang disadari bersama oleh kita semua bahwa tujuan hunian berimbang tidak sekedar mengurangi backlog tetapi selain itu juga untuk (i) mewujudkan kerukunan antarberbagai golongan masyarakat dari berbagai profesi. konsep hunian berimbang juga diterjemahkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pelaku usaha. Ide dasarnya bahwa keberadaan beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian akan menjamin terciptanya kerukunan di antara berbagai strata yang ada. sehingga upaya mengefektifkannya tidak dapat hanya pada tataran pembaharuan regulasi setingkat undang-undang maupun peraturan menteri. Banyak hal yang menjadi penyebab sulitnya penerapan konsep hunian berimbang.Sekapur Sirih Edisi 3 . lingkungan hunian dan kawasan pemukiman. hunian berimbang hanya diartikan sekedar membangun 1 rumah mewah. Di antaranya adalah tercantumnya lingkungan hunian berimbang dalam pasal 34 sampai 37. Tentunya juga akan menjamin tersedianya rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. Sebagai akibatnya. Selain penegasan dan pembaharuan terhadap materi-materi dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. sarana dan utilitas umum serta pembiayaan pembangunan perumahan. dan akhirnya keharmonisan wilayah berujung pada terbentuknya keharmonisan bangsa. Terkait dengan penguasaan tanah. 2 rumah menengah. Tetapi lebih jauh lagi. Semoga (ZSK). Selain itu. (iii) menciptakan keserasian tempat bermukim baik secara sosial dan ekonomi (pasal 3 Permenpera Nomor 10/2012). yaitu mengemukanya fungsi sosial tanah yang terjamin melalui distribusi dan struktur penguasaan tanah yang berkeadilan. Konsep hunian berimbang banyak disalahpahami sebagai hanya sekedar mengurangi backlog. lingkungan hunian berimbang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri. Ide ini yang kurang banyak dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan bahkan di kalangan pemerintah sendiri. sekaligus juga sebagai bentuk kemitraan pemerintah dan pelaku usaha (pengembang) dalam penyediaan perumahan umum/publik. 5 . Hunian berimbang didefinisikan sebagai perumahan dan kawasan pemukiman yang diba­ ngun secara berimbang dengan komposisi tertentu dalam bentuk rumah tunggal dan rumah de­ ret antara rumah sederhana. Pada akhirnya. Nomor 739/KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/ 1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang Pencantuman lingkungan hunian berimbang dalam undang-undang ini ditengarai merupakan upaya pemerintah untuk lebih mengefektifkan penerapan konsep hunian berimbang. keharmonisan kawasan membentuk keharmonisan kota. tanggal 3 Oktober 2011.

dengan konsekuensi meningkatnya volume perjalanan dari dan ke daerah pinggiran kota. Pemerintah menyadari hal ini sehingga berinisiatif untuk memasilitasi pembangunan rumah susun secara masif di perkotaan. Setelah terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2006. koordinasi. Perkembangan perkotaan yang sedemikian pesat mem­ bawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan perumahan di perkotaan sementara ketersediaan lahan perumahan semakin berkurang.000 Tower ini.000 Tower berjalan tersendat-sendat kalau tidak mau dikatakan mati suri. pengaturan.001 Masalah Saat ini kita telah memasuki usia 6 tahun perjalanan program 1.000 Tower 1. sarana.000 Tower terhitung dari saat pelak­ sanaan pemancangan pertama rusunami tanggal 5 April 2007. yang kemudian dikenal dengan nama Program 1. ditunjukkan dengan pertam­ bahan penduduk yang sangat tinggi.000 Tower. Untuk itu. terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama. pengawasan. laporan utama ini pada intinya akan mengantar kita memahami ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dengan program 1. dan tanah bersama (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) 6 . telah terjadi peningkatan lebih dari 2 kali lipat. sehat dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Keppres ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di perkotaan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman serta mempercepat pembangun­ an rumah susun yang layak. Sebagai gambaran. benda bersama. Kondisi ini mendorong penduduk yang tidak mampu untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi kerja yang kemudian berkembang menjadi kawasan kumuh di perkotaan. Langkah ini diawali dengan ditan­ datanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pemba­ ngunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan pada tang­ gal 9 Desember 2006. 22 Tahun 2006 memiliki fungsi pengarah­ an.000 Tower erkembangan perkotaan di Indonesia saat ini sangat signifikan. Tidak seperti harapan ketika awal pencanangan. dengan intensitas bangunan tinggi. meningkatnya polusi. diperkirakan pada periode akhir Program Jangka Panjang Nasional tahun 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia bermukim di perkotaan. dan utilitas (PSU) yang lebih efisien dan efektif. Hanya sekitar 70-an Tower yang berhasil terbangun. Keppres No. Selain itu. Salah satu jalan keluar dari kondisi ini adalah dengan menyediakan perumahan vertikal atau dikenal sebagai ru­ mah susun (rusun) atau apartemen. pada Rumah susun diartikan sebagai bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional. dan seterusnya. Apabila kecenderungan pertumbuhan perkotaan ini terus berlangsung.Laporan Utama 6 Tahun Program 1.000 Tower 1. Inilah kemu­ dian yang menimbulkan terjadinya fenomena kemacetan. pembinaan. fasilitasi. Jika dibandingkan kon­ disi 30 tahun lalu. berdasar Sensus Penduduk Indone­ sia tahun 2010. baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.6 juta jiwa dan tidak kurang dari 54% penduduk In­ donesia bermukim di perkotaan. penduduk Indonesia mencapai 237. Sementara penduduk yang relatif mampu memilih untuk bertempat tinggal di daerah ping­ giran kota. sumber foto: istimewa P Kronologis Program 1. program 1. Pembangunan rusun di pusat kota atau dekat dengan lokasi bekerja dan berakti­ fitas. pengendalian dan pengembangan teknologi. diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana.

sampai Februari 2013. (ii) segera matangkan rencana dan program pencanangan paling lambat awal Maret 2007. minat pengembang untuk mem­ bangun masih cukup tinggi. Menko Perekonomian Boediono. Makassar. Apartemen rakyat ini memiliki luas 21-36 m² (tipe studio dan tipe dengan dua kamar). lahan milik PT. Apartemen rakyat ini merupakan rumah susun sederhana milik yang dibangun dengan dukungan berbagai subsidi dari Pemerintah. Bodetabek (3). direncanakan program ini sampai tahun 2011 akan di­ laksanakan setidaknya di 10 kawasan perkotaan (seleng­ kapnya pada peta berikut). dalam tahapan topping off mencapai 30 Tower. lahan milik PT. tepatnya di atas lahan milik Perum Perumnas yang dikerjasamakan dengan PT.000 tower serta mendorong minat para pelaku berpartisipasi dalam program Pemerintah. (iv) program Menpera harus ambisius (dalam pengertian yang baik) dan progresif. dan sejumlah pejabat BUMN. Jakarta Timur.000 Tower. serta mengiden­ tifikasi bakal calon lokasi potensial. Rumah susun sederhana dapat diperoleh melalui status milik maupun sewa (rusunami/wa). Palembang. Pada acara pemancangan tersebut juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Menpera de­ ngan Mendagri dan Mensos. Jakarta Timur. Gubernur DKI Ja­ karta Sutiyoso. Yusuf Asy’ari. dan Banjarmasin. yang ditandai dengan peman­ cangan pertama (ground breaking) Rusunami di Pulo Ge­ bang. Ja­ karta Timur. Padang. Skenario Awal dan Pencapaian Program 1. sehingga total yang telah serah terima kunci hanya 71 Tower. lahan milik PT Cawang Housing Development – Bahama Group. Namun dalam perjalanannya.000 Tower di 9 kota lain­ nya yaitu Surabaya. Bina Kualita Teknik di Jalan Binamarga. antara lain Menteri Negara (Meneg) Perumahan Rakyat M. hanya terwujud pada beberapa lokasi saja yatu DKI Jakarta (67 Tower). Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. yaitu lahan milik BPLIP-DKI di Pulo Gadung. dan penggunaan yang tepat.Edisi 3 . Sejum­ 7 . Primaland Internusa Develop­ ment. sumber foto: istimewa Januari 2007 dilaksanakan Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden be­ serta anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur DKI Jakarta bertempat di Kantor Kementerian Negara Pe­ rumahan Rakyat. (iii) Menpera mengoordinasi­ kan semua pemangku kepentingan. dilakukan So­ sialisasi dan Kunjungan Lapangan ke 10 Kota Metropoli­ tan untuk menjaring informasi secara langsung tentang kesiap­ an Pemerintah Daerah dalam mendukung Pemba­ ngunan 1. sehingga muncul kemudian istilah lainnya yaitu Apartemen Bersubsidi (subsidi bebas PPN. Sepanjang Juli hingga September 2007. subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan pinjaman uang muka) bagi calon konsumen sebagai bentuk kemudahan. Cipayung.Maret 2013 lah menteri tampak hadir mendampingi presiden. Bandung Raya (1). Jakarta Timur. Batam. Pintu Air Mas Group (PAM Group) di Jalan I Gusti Ngurah Rai. pemancangan pertama dan dalam pembangunan sebanyak 30 Tower. Secara bersamaan juga dilakukan pemancangan di lokasi-lokasi lain di Jakarta. Akhirnya peresmian program terlaksana pada tanggal 5 April 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pulo Gebang. Semarang. Klender. khususnya bagi mereka yang belum mampu memiliki hunian di kawasan perkotaan. sehingga dalam waktu Rumah susun sederhana atau biasa disebut juga dengan nama apartemen rakyat yang dimaksud adalah hunian vertikal yang dibangun di daerah perkotaan yang ditujukan bagi MBM sebagai sasaran utama. di Jalan SMA 14 Kelurahan Cawang. tentang Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Sosial Sederhana di kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Ka­ wasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah. subsidi. karena membangun rumah membuka lapangan kerja yang luas yang akan mengurangi pengangguran dan kesenjang­ an sosial atau salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Presiden memberikan 4 (empat) arahan pada saat itu yaitu (i) pastikan dengan benar besaran harga jual. Peresmian ini sekaligus juga menandai pemancangan pertama pembangunan rusun 1. terlihat dari pernyataan mi­ nat dari pengembang untuk setidaknya membangun 654 Tower lagi. Meneg BUMN Sugiharto. dengan harga yang dipasarkan mulai dari 99 juta-144juta. Dari jumlah tersebut. Bandung. Rapat tersebut membahas Strategi Per­ cepatan Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan serta persiapan pemancangan proyek percontohan rumah susun sederhana milik (rusunami) di DKI Jakarta. Walaupun demikian. Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bak­ rie. kualitas yang baik.000 Tower Pada saat awal dicanangkannya program 1. serta Menpera dengan Me­ neg BUMN dan Kepala BPN. Medan. Sangat jauh dari target awal pen­ canangannya.

000 Tower per Tahun 2013 No Lokasi 1 Peminatan 2 Serah Terima Kunci (STK) 3 Topping off (TO) Pelaksanaan pembangunan 4 fisik (konstruksi) dan groundbreaking (KONS) 5 Perijinan dan penyusunan DED TOTAL (STK+TO+KONS+DED) Sumber: Kemenpera. Un­ dang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun telah berlaku. Lalu kemudian melalui Permenpera Nomor 7 Tahun 2007 8 .Laporan Utama Rencana Alokasi Target Program Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan 2007-2011 sumber: presentasi Zulfi Syarif Koto. Dari sisi regulasi. 144 juta dengan luasan minimum 36 m2. setidaknya terselesaikan seba­ nyak 131 Tower. 2013 JUMLAH TOWER DKI Bandung Surabaya Batam Makasar Balikpapan Jambi TOTAL Jakarta Bodetabek Raya 384 94 86 36 114 4 4 3 725 67 20 12 165 264 3 4 9 52 68 1 3 8 49 61 2 28 30 1 30 31 1 1 1 1 3 3 71 30 30 328 dekat akan bertambah lagi sebanyak 60 Tower. yang sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin dan penyusunan DED. dan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 15/KPTS/M/2007 dan Nomor 19/KPTS/M/2008 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pem­ bangunan Rumah Susun di Perkotaan.EKON/03/2007 dan Nomor KEP-09/M. serta beberapa keputusan tingkat menteri lainnya. telah juga dikeluarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor KEP-07/M. Tabel Pencapaian Target Program 1. Menjadi­ kan sampai akhir tahun 2013. yang menetapkan batas maksimum harga jual rusunami yang mendapatkan fasilitas bebas PPN ada­ lah Rp. telah banyak yang dihasilkan. 2012.EKON/02/2008 tentang Tim Pelak­ sana Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan. Kementerian Keuangan kemudian melengkapi regulasi yang ada melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2007. Distribusi lokasi selengkapnya pada Tabel di atas. Sementara itu terdapat potensi tam­ bahan setidaknya dalam setahun kedepan sebanyak 328 Tower. menindaklanjuti Keppres Nomor 22 Tahun 2006. Selain itu. walaupun kemudian peraturan pemerintahnya belum terselesaikan.

Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Per­ de­ penyesuaian harga jual rusunami mulai didengungkan. dan ber­ di Kebagusan (PT Perdana Gapuraprima Tbk).I. 1. upaya Kementerian Perumahan Percepatan Pembangunan Rusuna di Kawasan Perkotaan. Walaupun belum berfungsi optimal. kesehatan.juga me­ sumber foto: istimewa rekomendasikan beberapa hal yang dapat membuat desain bangunan menjadi ekonomis.di daerah pun an mulai disadari perlunya melakukan pro­ Susun tertanggal 25 Oktober 2007. Pembangunan rusun di perkotaan menghadapi dilema Jeruk (PT Anggana Development) dan 4 Tower di Cibubur terkait ketersediaan lahan. serta sanaan program ini mulai terkendala. 9 . dan kemudahan. pada bagian Isu dan Kendala Pelaksanaan Program 1. 1 Tower di Kebun dampak pada tertundanya pembangunan rusun.Maret 2013 ditetapkan skema penyaluran KPR sarusun bersubsidi dan bantuan uang muka bagi kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. memasuki tahun 2008 pelak­ akhir peraturan ini disertakan contoh desain bangunan rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. Se­ telah dilahirkan ses internalisasi program 1.yang meliputi persyaratan keselamat­ an. dan kota kau harganya. berupa kebutuhan akan Tim Koordinasi Daerah (TKD) telah terbentuk di DKI lokasi yang dekat ke tempat kerja untuk mengurangi biaya Jakarta. Hal ini agaknya sedikit terlam­ Keputusan Gubernur Nomor 1. D. lokasi yang terpilih cenderung ‘jauh’ dari lokasi kerja. Jawa Barat. Akibatnya. Sumatera Utara. Sementara sebagai upaya mendorong pemerintah dae­ Dampak kebijakan kenaikan BBM pada Mei 2008 mu­ rah memberikan insentif bagi pelaku pembangunan rumah lai dirasakan para pengembang rusuna. kota Palembang. kenyamanan. estimasi biaya pembangunannya. khususnya MBR.000 Tower ini da­ hingga kemudian mendorong terlaksana­ nya pemancangan Rusuna/Apartemen beberapa regulasi lam rencana tata ruang yang ada.. penyempurnaan rencana tata ruang meru­ Rakyat Tahap II di DKI Jakarta yang ter­ pendukung.000 Tower Seiring perjalanan waktu. Pe­ dari Kementerian Keuangan. namun tercatat merintah adalah paradoks lokasi. 10 Tower di Cengkareng (PT Reka Rumanda). maupun perubahan gaya an Rumah Susun tertanggal 4 Oktober 2007 dan hidup masyarakat. Akibatnya.478 Tahun bat disadari oleh pemerintah. Ambil contoh.Edisi 3 . pakan suatu keniscayaan agar pembangunan laksana pada tanggal 14 Desember 2007 di rumah susun tidak ‘menabrak’ aturan dalam lahan DP3K Kemayoran (3 Tower) oleh Gu­ rencana tata ruang yang telah disahkan melalui bernur DKI Jakarta bersamaan dengan peman­ perda masing-masing daerah. Menariknya. transportasi.001 masalah”. Pembangunan rumah susun di perkotaan mempunyai merintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta multi dampak terhadap perkembangan kota. yang kemudian kita kenali dengan jargon “1. terutama terkait ngan naiknya harga material bangunan. namun lokasi dimaksud sudah tidak terjang­ Jawa Tengah. keberadaan rumah susun Makassar. barulah kemudi­ Daerah Percepatan Pembangunan Rumah . Regulasi terkait persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi juga dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. Kedua peraturan ini selain menetapkan persyaratan keandalan bangunan gedung . Rakyat untuk menaikkan patokan harga maksimum ru­ Tidak hanya di tingkat pusat. Untuk itu. Hal pertama yang dihadapi pe­ (PT Rajawali Core Indonesia).000 Tower. Sumatera Selatan.. baik berupa Nomor 136 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangun­ perubahan bangkitan lalulintas (volume kendaraan dari dan ke tujuan tertentu). Setelah program 2007 tentang Pembentukan Tim Koordinasi berlangsung beberapa lama. di daerah pun telah di­ mah susun bersubsidi masih belum mendapat tanggapan lahirkan beberapa regulasi pendukung. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Yogyakarta. Proses penyesuaian ini cangan pada 4 (empat) lokasi lainnya yaitu 5 Tower tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. mendagri Nomor 74 Tahun 2007 tentang Pedoman Pem­ berian Kemudahan Perijinan dan Insentif dalam rangka Bahkan sampai saat ini. sehingga isu susun.

pembebasan pa­ jak. Proses sertifikasi tanah pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. yang ternyata juga tidak mudah prosesnya. Di­ antara insentif yang dibutuhkan adalah keringanan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). Disamping. Belum lagi tidak adanya pembedaan antara proses program 1. mendorong pengembang melaku­ kan berbagai cara memperoleh dana segar dari konsumen. Hambatan yang masih banyak dikeluh­ kan diantaranya lamanya proses perijinan. Selain itu. sanitasi. perubahan skema subsidi menjadi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditengarai tu­ rut mendorong terhambatnya pembangunan rusun.000 Tower masih belum ada. harga jual melonjak di atas ketentuan peme­ 10 . Terjadi ba­ nyak kekisruhan dalam pembentukannya. Hal yang senada pun terjadi antara berbagai ins­ titusi pemerintah pusat sendiri. Sebenarnya terdapat pilihan lain berupa pemanfaat­ an tanah milik BUMN/BUMD. khususnya bagi pemerintah daerah.000 Tower dengan proses pembangunan apartemen mewah. Istilahnya belum ‘clear’ dan ‘clean’. Termasuk pem­ bentukan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang masih menghadapi kendala dalam prosesnya. terutama dengan belum tersedianya pedoman terkait aspek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Sebagai ilustrasi.000 Tower Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiner­ gikan program 1. Maka lengkap lah kesulitan yang dihadapi terkait ketersediaan lahan dan prosesnya. penyediaan kredit konstruksi. sehingga upaya pengurangan biaya pembangunan rusun melalui penyediaan prasarana dan sarana tidak ter­ capai. Strategi Pembenahan Program 1. Akibatnya. Perhatian terhadap aspek lingkungan masih perlu di­ tingkatkan. Akibatnya sebagian biaya terbebankan kepada kon­ sumen. Bahkan ternyata lahan milik BUMN/ BUMD banyak yang masih disewakan atau bahkan disero­ bot pihak lain. bahkan kemudian menjadi ceruk pasar tersendiri yang dikenal sebagai Apartemen Sederhana Milik (anami). tetapi juga mencakup paska pembangunannya. yaitu ma­ halnya biaya transportasi ke tempat kerja. Salah satu yang selalu menjadi pertanyaan dari pengem­ bang adalah kepastian adanya insentif bagi mereka se­ hingga pengembang tetap tertarik membangun rusun. banyak kegiatan penyediaan air minum. Permasalahan pembangunan rumah susun tidak hanya terfokus pada proses pembangunan fisiknya saja.000 Tower dengan program terkait baik sumber foto: istimewa sumber foto: istimewa menimbulkan masalah baru bagi penghuninya. penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi tanah Negara (saat ini sedang direvisi PP Nomor 6 Tahun 2006). Terli­ hat tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. koordinasi masih menjadi hambatan besar. Disamping itu. penyediaan kredit konstruksi. sementara harga jual di­ patok oleh pemerintah. dan tarif listrik. penetapan PPH Final 1%. Dapat dikatakan bahwa keberpihakan terhadap program 1. Sekedar contoh. keringanan biaya sambungan air. Sebagaimana yang sering terjadi dengan program pe­ merintah. kemudahan proses Kredit Pemilikan Sarusun. terjadinya penyegelan beberapa kegiatan pembangunan rusun oleh pemerintah DKI Jakarta. dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pe­ mantauan Lingkungan (UPL). Terlihat dari masih kurangnya insentif yang diberikan ke­ pada pengembang.Laporan Utama rintah. lahan yang tersedia pun masih banyak yang belum terbebas dari ‘masalah’. listrik yang dibia­ yai APBN tidak bersinergi dengan kegiatan pembangunan rusun.000 Tower ini belum menjadi perhatian. Sepertinya memang program 1. Sementara prasarana dan sarana yang dibangun oleh pengembang ternyata kualitasnya kurang memadai. belum termasuk biaya proses perijinan yang cukup besar yang perlu dike­ luarkan. Ketiadaan insentif baik berupa subsidi. Termasuk juga masih banyak daerah yang belum menyiapkan regulasi berupa perda tentang rumah susun. Rumah susun sederhana (rusuna) masih dianggap sama dengan apartemen mewah.

nya tanah negara/BUMN/ Pembangunan Pembangunan rusunami melalui revisi pera­ rusunami membu. se­ hingga dibutuhkan pembinaan dan pem­ oleh pihak swasta antara lain pembebasan Pajak Pertamba­ berdayaan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) oleh han Nilai (PPN). dan lainnya.000 Tower sehingga pemahaman untuk penghuni/pemilik sarusunami. Kunci utama ke­ nota bene berasal dari kelompok MBR dapat terakomo­ berhasilan dari program 1. disikapi dengan mengada­ dari penetap­ an harga rusun yang lebih optimal mem­ kan sosialisasi dan advokasi secara berkala dan berkesi­ pertimbangkan kepentingan kelompok MBR/M dan nambungan. dukungan Pemerintah untuk memasyarakatkan ‘grand design’. dan lainnya.000 mendo­ rong peremajaan kawasan kumuh perkotaan (saat Tower. pemerintah daerah. Perhatian khusus perlu gunan (BPHTB). perbankan. Forum ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas dari Ketersediaan lahan yang terkendala. terutama untuk pem­ an­ tara pihak pemerintah an­ tara pihak pedengan swasta. Untuk itu. Beberapa bentuk insentif yang diinginkan berkelanjutan. Forum dapat dijadwalkan bertemu secara an bagi Kepentingan Umum. mekanisme insentif an bagi semua pemangku kepentingan. yang menarik bagi pihak berikan kepastian hukum kepada swasta untuk bisa terlibat. kemam­ menyediakan perumahan bagi saudara kita yang masih be­ puan membayar. sudah seharusnya dikem­ merintah dengan membangun dan memiliki bangkan pola-pola insentif tanah dengan status yang mem­ swasta.000 Tower. dan (iii). BS sebagai dasar pembentukan bank tanah. Penyempurnaan dapat dimulai hadap program 1. seperti minimalisasi jarak ke tempat kerja. percepat pencapaian tujuan program 1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban­ pemerintah/pemerintah daerah. Untuk itu. Prinsip dasar yang perlu dipertahankan pengembang. 11 . perlu pengambil keputusan di tingkat daerah menjadi lebih segera dipersiapkan RPP tentang Konsolidasi Tanah untuk baik. sumber foto: istimewa salah satunya insentif dalam Program 1.000 dasi Tanah Perkotaan). berian kemudahan mengakses.000 Tower akan tetap terkendala Hal yang terkadang terlupakan adalah kepentingan para oleh 1. dan berujung pada pemihakan pada program 1.Edisi 3 . mudah. Tentunya program 1. Diikuti dengan Revisi Perpres No­ Tower. dan masyarakat. masuk peraturan pemerintah amanat Undang-Undang Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah ter­ Nomor 20 Tahun 2011. Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari upaya pengembang.Maret 2013 yang dibiayai APBN maupun APBD. dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Disamping itu. aan. masyarakat dan seluruh pemang­ adalah menjaga agar kepentingan penghuni rusun yang ku kepentingan belum saling bersinergi. ‘road map’. fnd. Tentunya ini dapat dan kesiapan masyarakat kelompok sasaran untuk tinggal dilakukan jika tersedia suatu ‘grand design’ program 1. Penyiapan ‘grand yang dapat diberikan untuk meningkatkan akses kelom­ design’ dan ‘road map’ didahului dengan pemetaan kondisi pok sasaran terhadap rusunami. dibutuhkan suatu forum komunikasi diantara pe­ mor 65 Tahun 2006 tentang perubahan Perpres Nomor 36 mangku kepentingan yang dapat menjadi ajang penyele­ Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangun­ saian masalah. penghuni rusun. rah).BUMD membutuhkan kerjasama turan perundangan terkait per­ tuhkan kerjasama tanahan. Tidak yang harus dianalisis terlebih dahulu. ter­ insentif.000 Tower diharapkan hal perpajakan. disertai keleng­ Diperlukan penyempurnaan regulasi yang dapat mem­ kapan yang dibutuhkan baik kebijakan. pedoman. beberapa hal lum beruntung dapat menghuni rumah yang layak. pengembang.000 di rumah susun.001 masalah ketika pemerintah. dan infor­ memberikan kepastian hukum jangka panjang atas tanah masi terkait program 1. dan mu­ terkait menjadi suatu keniscayaan.000 Tower. Untuk itu. ini baru berupa Keputusan Kepala BPN tentang Konsoli­ Untuk mempermudah pelaksanaan program 1. dengan memasukkan pem­ berkala atau sesuai kebutuhan. regulasi. Forum ini sekaligus men­ bangunan Rusuna sebagai Kepentingan Umum serta revisi jadi ajang pertemuan Tim Koordinasi Pusat.000 Tower adalah kesamaan visi dasi. yaitu: (i) kemauan ada pilihan lain (om. (ii) tingkat kemampuan masyarakat yang Tower yang dilengkapi ‘road map’ yang dapat menjadi acu­ menjadi kelompok sasaran. masyarakat menengah ke bawah. pembi­ Selain itu insentif juga harus diberikan pemerintah dalam naan dan pemberdayaan institusi pemerintah daerah yang bentuk kemudahan perizinan (cepat. perbankan. Selanjutnya. dari berbagai sumber). diberikan kepada rusunami campuran. kesiapan seluruh pemangku kepentingan. Badan Pelaksana Penyelenggaraan Rumah Susun yang disikapi dengan melakukan upaya pe­ akan dibentuk sesuai mandat Undang-Undang Nomor manfaatan tanah terlantar khusus­ 20 Tahun 2011. Tim Koor­ PP Nomor 80 Tahun 1999 tentang KASIBA dan LISIBA dinasi Daerah.

“Nanti akan saya cek dulu seperti apa peraturannya. Hingga akhir Desember 2010 sudah diserahterimakan sebanyak 12 ribu unit rusunami. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya. “Jadi masih dibahas di internal mereka. Dengan kata lain. Hal ini menggambarkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kebijakan KLB 6 yang ditetapkan pusat ternyata dengan mudah dipatahkan oleh pemerintah daerah sebagai “penguasa” setempat.000 Tower P sumber foto: istimewa embangunan Rusunami.” ujarnya. pihak Kemenpera sudah meminta revisi agar persoalan perizinan dipermudah.” katanya. Surabaya. saat terjadi penyegelan terhadap proyek Kalibata City (Agung Podomoro Group) oleh Pemda DKI Jakarta. Buruknya Koordinasi Program 1. “Kalau itu disederhanakan saya yakin pengembang akan kembali membangun Rusunami. seperti dikutip tabloid PRIORITAS. Djan Faridz telah melayangkan empat surat usulan kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan patokan harga maksimum rumah susun bersubsidi dari Rp 4 juta per meter persegi menjadi Rp 7 juta per meter persegi atau setara Rp 252 juta per unit. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang membuat target pembangungan 1. Akibatnya.000 Tower memang kurang dalam urusan koordinasi. tantangan lain yang dihadapi adalah soal per­ izinan. Alasannya. Sejak April 2012. kita sebagai pengusaha tetap ingin bisnis terus berjalan. Menurut Marpaung kendala yang dihadapi bukan hanya dari sisi koefisien lantai bangunan tetapi juga proses sertifikasi. menjanjikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah benar ada masalah pajak yang menghambat pembangunan rumah susun.5. Sementara Direktur Jenderal Pajak. Menteri Perumahan Rakyat. Maka kita pun bermain di kelas menengah dengan harga di atas rusunami. Djan Faridz. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purmana juga belum bersedia berkomentar. “Saya belum memikirkan memberi insentif. patokan harga maksimum rusun milik bersubsidi yang bebas PPN adalah Rp 4 juta per meter persegi atau Rp 144 juta per unit. yang kini bernama Rumah Susun Sejahtera. Di Jabodetabek pada saat ini ada sekitar 149 tower rusunami yang sudah mendapatkan izin dengan jumlah total jumlah unit sekitar 90 ribu. banyak pengembang mengonsep kembali rusunami menjadi apartemen sederhana hak milik (anami). Apartemen Sederhana Milik (Anami) Untuk menyiasati situasi sulit.” ujarnya. menurut Marpaung juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan. mereka juga telah menggelar rapat beberapa kali.” terang Setyo Maharso Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia. tentunya faktor lokasi jadi salah satu pemicu. Kemenpera juga telah menyurati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kendala-kendala yang terkait dengan perizinan. bahwa KLB tidak boleh lebih dari 3. Agus Martowardojo. Diantaranya insentif pembebasan pajak pertambahan nilai dari Kementerian Keuangan. persoalan insentif perlu dimintakan pendapat ke Badan Kebijakan Fiskal dan Moneter. Selain di Jakarta. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut justru mempertanyakan pengekangan seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov.Laporan Utama Saling Silang Urusan 1. dan Makassar karena permintaannya cukup tinggi. Karena boleh dikatakan sudah tidak ada lagi pengembang yang menjual produk apartemen sederhana dengan harga patokan maksimal Rp 144 juta. Fuad Rahmany. Namun informasi yang diperoleh Marpaung. khususnya di Jakarta. Sejak 2007. “Paska beberapa permasalahan soal rusunami yang terus menggerogoti program ini. “Kami terus melakukan koordinasi dengan Menpera untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan rusunami sekaligus mencari solusinya. Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengakui banyak sekali hambatan program rusunami di lapangan yang dikeluhkan pengembang sebagai pelaku. khususnya di DKI Jakarta. Dan lucunya program ini oleh Pemerintah DKI Jakarta yang saat itu dinakhodai oleh Fauzi Bowo seolah tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Contohnya. Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut usai menghadiri rapat di Kementerian Perekonomian. Dan ternyata banyak peminatnya. Agus hanya berkomentar singkat. Surat itu belum ditanggapi. rusunami juga akan dikembangkan di Bandung. Selain Menkeu. kini mulai banyak pengembang tidak tertarik membangun rusunami subsidi. yang sebenarnya hanya terjangkau oleh kelas menengah. Alasannya. Namun Fuad menggarisbawahi tidak pernah ada niat dari Kemenkeu untuk menghambat.” katanya. mati suri.” terang Maharso (fnd/aan) 12 .” katanya. “Jadi apabila mau memberikan insentif pun harus ada dasar hukumnya di UU. Maklum permintaan Rusunami di Jakarta jumlahnya mencapai 728 menara hingga 2012 tapi realisasinya sangat jauh. Selain insentif. program yang di label pro rakyat ini tak sejalan antara maksud pemerintah pusat dan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Khusus untuk DKI Jakarta. Ketika dikonfirmasi. “bonus keuntungan luas” tidak lagi menarik pengembang.000 menara terhambat. Produk ini dijual dengan harga Rp200 hingga Rp500 juta.

berbeda sifatnya dengan kebutuhan pangan yang habis terpakai sedangkan nilai perumahan terus menerus berkembang. Memang bukan hal yang mudah tetapi harus diingat bahwa petumbuhan pembangunan perumahan juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Di kota dimana terjadi pertumbuhan industri.Edisi 3 . EN : Berkenaan dengan besaran angka backlog perumah­ an kita yang tahun ini diperkirakan mencapai angka 15 juta. pertumbuhan ekonomi 6 % dengan hasrat untuk memiliki rumah baru yang terus menerus pada tiap tahunnya. Kewajiban negara adalah mem- sumber foto: istimewa ebagai negarawan. Pembangunan perumahan bukan usaha sosial tapi menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. pemerintah menyandarkan pada produkti­ fitas para pengembang swasta. Keduanya adalah tugas Pemerintah. mantan wakil Presiden RI. perumahan harus dibangun terus menerus namun yang harus dicari solusinya adalah akibat pertumbuh­ an ekonomi yang berdampak pada kecenderungan migrasi penduduk ke kota. Saat ini 51 % penduduk Indonesia tinggal di kota. harus dibuat hunian vertikal minimum empat lantai sekalipun di luar kota. tidak mengherankan jika kita butuh 2.5 juta rumah baru per tahun. perdagang­ an yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan hunian.5 %.000 Tower. Pada masa pemerintahannya mendampingi SBY. pengusaha dan masyarakat banyak. Singkatnya. Hunian vertikal pun jadi solusi dari alih fungsi lahan dari persawahan atau pertanian menjadi perumah­ an. Berikut wawancara Endrawan Natawiria dengan Pak JK ditengah persiapan ke­ berangkatannya ke negeri jiran. Harus ada solusi sosial-ekonomi dalam hal ini. Jika pertumbuhan penduduk 1. Jika tidak ditata dengan baik dan didukung infrastruktur yang memadai maka hancurlah kota itu.Maret 2013 Berbincang dengan Jusuf Kalla “Sedemikan Pentingnya Perumahan Hingga Pemerintah pun Membuat Kementerian Perumahan Rakyat” perumahan meningkat setiap tahun. EN : Menurut UDD 45 pasal 28 H bahwa hak bermukim ini adalah hak dasar. tumpah di sekitar kota. Artinya ada unsur sosial yang menjadi tugas pemerintah dan unsur ekonomi yang menjadi tugas perbankan dan pengusaha. jika dirunut kebelakang angka backlog ini semakin bertambah tahun demi tahun. bagaimana pendapat bapak? JK : Kita tentu sepaham bahwa kebutuhan perumahan itu adalah kebutuhan pokok setelah pangan. Sifatnya yang “bankable” membuat bidang perumahan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan perbankan. katakanlah ada pertumbuhan 5 sampai 6 % per tahun maka diperkirakan dibutuhkan 2. akibatnya tanah mahal dan perlu penataan infrastruktur yang baik. kedua unsur digabung untuk menjadi solusi untuk mengatasi kecenderung­ an migrasi penduduk ke kota. kebutuhan yang sangat penting yang menjadi kewajiban Pemerintah. Penataan perkotaan tentu berbeda dengan di desa. sementara itu dalam soal pemenuhan kebutuhan rumah. penatagunaan tanah dan infrastruktur. banyak menyurahkan perhatiannya pada bidang sosial dan bidang yang berkenaan dengan kebutuhan dasar rakyat. JK tetap peduli pada bidang perumahan dalam konteks hak bermukim sebagai kebutuhan dan hak dasar warga bangsa. dimana peran negara ? JK : UUD 45 tidak mengatakan bahwa semua perumahan harus dibangun oleh negara. Jusuf Kalla yang lebih sering disebut dengan inisial­ nya JK. Akibat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lainnya maka pertumbuhan kebutuhan 13 . Solusi kemahalan lahan adalah hunian vertikal. Kini ditengah masa “istirahatnya” sebagai pejabat negara.5 juta rumah baru per tahun. Jusuf Kalla. Wawancara ini ditayangkan pada perhelatan Musyawarah Besar Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (MUBES AP2ERSI) di Grand Preanger – Bandung pada tanggal 17 April 2013. menggagas dan mendorong konsep perumahan vertikal dengan program 1.

justru hal ini akan memberikan peluang pada pihak swasta. Dulu. Nilai tanah dan bangunan rumah Faktanya solusi yang bapak pernah lakukan di banyak bidang untuk MBR tentu lebih murah daripada rumah mewah semasa menjadi pejabat pemerintah terasa sangat manfaat­ maka tarif atau biaya perijinannya pun harus lebih murah. rusunawa atau rusunami. Pengusaha Real Estate wajib membangun Rumah bersedia ? Sederhana. Kementerian manfaatnya oleh rakyat. EN : Pertanyaan terakhir pak. Perbup. Akronim JK saat ini mulai diartikan sebagai “Jalan Keluar”. Diantaranya peralihan dari Bahan Bakar Minyak Tanah Pemerintah Pusat pun memiliki Undang-undang. Peraturan menjadi gas yang semula banyak ditentang kini mulai terasa Pemerintah yang mengatur tentang hal ini. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum. Saya sebelum itupun perijinan perumahan telah ingin mengingatkan satu hal lagi berkenaan dan negara… diiatur oleh Pemerintah Daerah. rumah susun. tugas pemerintah untuk menyiapkannya. menyiapkan dan membangun infrastruktur. kalangan perbankan yang percepatan pemenuhan kebutuhan rumah menyiapkan KPR/kredit jangka panjang serta …. dibutuhkan kerjasama semua fihak hal perijinan. peran negara bukan berarti mengambil alih seluruh peran bidang perumahan. Sekarang ada konsep hunian 1:2:3. Solusinya kedepan adalah perubahan pola fikir para terapan aturan yang baik akan menghindarkan kota dari keku. Anda yang telah memilih profesi sebagai pengembang perumahan. dan menyediakan lahan yang terjangkau daya beli rakyat. bangun infrastrukturnya seperti jalan. Pemerintah Daerah hendaknya mempunyai perangkat regulasi baik berupa Perda. dengan Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi terutama dalam Oleh karena itu. Kerjasama banyak pihak ini akan berbuat baik JK : Memasuki era otonomi daerah. adalah tugas semua orang untuk menyiapkannya. nya perijinan perumahan harus dipermudah sekaligus harus persawahan hingga kita harus mengimpor beras seperti sekadisiplin dalam menegakkan aturan. Kewajiban pemerintah yang lainnya adalah menyiapkan pendanaan berupa kredit jangka panjang. Jika pengusaha bang? berbuat baik dalam bidang usahanya maka saya yang memiliki JK : Bukan hanya sepakat tetapi harus. Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi agar Pemerintah Daerah yang mengeluarkan perijinan mereka lebih berkontribusi dalam mendorong dan infrastruktur. Pertanyaannya adalah jika rakyat Perumahan punya konsep proporsi perumahan 1:3:6. yaitu menyiapkan kredit jangka panjang. fungsi dan proporsinya. sesuatu yang sudah kita fahami bersama. tangkan keuntungan bagi semua pihak. pasar. nilai ekonominya pun akan terus menerus meningkat. Hak dasar untuk bermukim tidak berarti pemerintah harus langsung membangun perumahan. dalam hal ini Kemenegpera. yang lebar antara “The Have” and “The Have not” yang akan Setiap orang harus selalu siap jika diminta untuk berbuat baik memicu konflik sosial. 14 . alih fungsi kekacauan namun harus di ingat oleh para Kepala lahan terus menerus dari lahan pertanian menjadi Pemerintahan Daerah bahwa demi kepentingan rakyatperumahan yang menganggu sediaan lahan pertanian.Laporan Utama EN : Apa saran dan Petuah Pak Jk kepada para pengem­ bang yang peduli dan konsisten membangun rumah bagi MBR ? JK : Seperti yang telah saya sampaikan bahwa kebutuhan terhadap perumahan adalah kebutuhan pokok. apakah Bapak saat itu. Bahwa dengan semakin terbatasnya lahan. JK : Mesti ada pembeda. Ketidakseimbang­ pengalaman dalam bidang pemerintahan jika diminta untuk an hunian akan berdampak sosial adanya jurang pemisah berbuat baik bagi bangsa dan negara maka saya harus siap. JK : Menjadi satu pertimbangan. menata perencanaan/planologinya dan lain-lain. Bidang ini memang membutuhkan kejelian usaha dan memiliki dampak ekonomi-sosial jangka panjang. pertumperijinan itu keharusan untuk menghindari buhan penduduk kian meningkat.kita harus bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan para pengembang penggiat perumahan selalu siap untuk Rendah)? rakyat. berdampak sosial ekonomi yang mendakepada bangsa peranan Pemerintah Daerah lebih kuat. tugas pengusaha. diluar bidang perumahan. Pergub yang mengatur perijinan perumahan sesuai lokasi. nya. Tiga hal yang harus dilakukan pemerintah dalam bidang perumahan. Pada meminta Bapak untuk memimpin negeri ini. Ini adalah sebuah jawaban ketika lahan makin mahal maka ongkos membangun EN : Apakah Bapak setuju adanya pembeda perlakuan perumahan pun (rumah tapak-EN) makin mahal. Sedemikan pentingnya hingga pemerintah pun membuat Kementerian EN : Para pengembang saat ini langsung bersentuhan Perumahan Rakyat. Bagaimana mengoptimalkan peran antara Pemerintah. bidang usaha yang memiliki misi sosial yang memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat di sekitar maupun bagi pengusahanya sendiri. Memang dan biaya perijinan bagi perumahan MBR dan perumahan dibutuhkan penguasaan teknis dan kemitraan yang baik untuk mewah? menyelenggarakannya. Perencanaan kota dengan rang ini.pengembang perumahan untuk mulai dan selalu membangun muhan. bagi bangsa dan negaranya (EN). saya selalu mengatakan bahwa kita harus selalu siap untuk berbuat baik kepada bangEN : Jadi Bapak sepakat dengan konsep hunian berim­ sa dan negara di bidang kita masing-masing.

dan Dirut Perum Perumnas. yang kala itu mengenakan kemeja putih.Maret 2013 Wawancara Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009) sumber foto: nasional. M. Ia pasti tidak akan pernah melupakannya. Pokoknya. lahan ada.co. kawasan kumuh berat dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK). Karena itu. mengerti. Iqbal Latanro. Itu artinya pasarnya ada.. Wakil Presiden RI (2004-2009) tampak serius. Tak tanggung-tanggung. dan ditanyakan lagi soal itu. dan kesejahteraan masyarakat miskin. Uang ada. Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara. Bapak kan Menteri Perumahan Rakyat. “Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. Mereka yang terkena semprot diantaranya: Menteri Perumahan Rakyat. Padahal. senin depan harus teken!” tegas pria kelahiran Bone. Yusuf. pasar pun ada. “Kalau tahun ini (2008-red) bisa dibangun 100 tower. kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto. dan Dirut PT Bank Tabungan Negara. 15 Mei 1942 itu. Jadi. Direktur Jakarta Auction. Menurut Yusuf. saya malah senang diingatkan. tetapi sudah 70 persen yang dipesan. Hikayat Duo Jusuf di Rumah Susun K emayoran. Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. karena itu memang bagian dari tanggung jawab saya. Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun. Ini tanah rakyat yang punya.000 tower. Yusuf Asy’ari. penggunaan lahan. pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. “Pak Gubernur. saya waktu itu optimistis 2011 dapat dicapai 1. dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun. karena semuanya ada. dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK. Kepada HUDmagz. Saya kira bisa. Yusuf. pada para pejabat yang hadir.” kenang Yusuf yang waktu itu memang menakhodai Kemenpera. karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang. “Jadi. Kalau peresmian rusun baru hadir. kalau diundang meresmikan kondomonium. Gubernur DKI Jakarta. berarti Agustus sudah diserahkan. kejengkelan sang wapres (wakil presiden-red) waktu itu. sepulang menunaikan ibadah umroh. Ditemui di kediamannya. Percepat ya. banjir. bukan menteri perumahan elite. Di DKI Jakarta saja. lengan pendek.000 tower rusunami.news. Yusuf mengatakan paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. “Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. “ tegas Jusuf. Pada 2008 lalu. polusi. seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota. Kala itu pemerintah sangat optimis program yang dipelopori oleh Jusuf Kalla tersebut akan berjalan mulus. Anda pasti akan melanjutkan tidur. Tak cukup hanya pejabat yang dia semprot.”ujar Yusuf. “Saya tidak malu. “Sekiranya saya tidak datang. medio Maret 2008. kapan MoU ditandatangani. Agustus bisa kan?” desak Kalla.viva. percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan.000 menara rusunami ini. tersenyum.” katanya. pencemaran. Yusuf Asy’ari. Waktu itu. tiap dua hari. kontraktor ada. lahan bekas bandara Kemayoran itu memang disewakan ke swasta. bercelana biru. Himawan Arief. Hanya semangatnya yang harus ditambah. ingat betul waktu itu. Ini tugas Bapak. setahun sebelum pencanangan program rusun. “Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja.Edisi 3 . disambut tawa hadirin. Tak lupa. gak usah hadirlah. disemprot Wapres di depan umum. yakni transportasi. salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran waktu itu juga dia tanya. sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pak Jusuf perhatiannya memang luar biasa soal program 1. Tadi pengembangnya bilang walau fisik baru selesai 30 persen. tiap minggu Bapak harus datang ke sini. Fauzi Bowo. M. kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. Tapi. ” semprot-nya. Raut muka Jusuf Kalla. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering.id “Program Ini Harus Dilanjutkan” begini“ lanjut Kalla di depan tamu yang waktu itu hadir Menteri BUMN Sofyan Djalil. Ternyata masih I tulah sekelumit cerita bagaimana seriusnya sang wakil presiden menangani soal pembangunan 1. Menpera pertama di era reformasi tersebut kembali berkisah 15 . mereka semua. Sulawesi Selatan.

Itu yang banyak dilakukan untuk rusunami. Itu kesatu. Peran pemerintah ini berbeda dalam rusunawa dan rusunami. Dengan koordinasi wakil presiden. 16 . Itu menyebabkan kita nyaman berdiskusi. mendorong dan memfasilitasi agar orang lain atau rakyat itu membangun sendiri. pemerintah menyediakan langsung. pembangunan perkotaan tidak ada yang melebar. khususnya dalam hal ini adalah DKI yang selalu diajak ramairamai rapat. mengatur. di kota-kota besar di dunia ini yang tinggal di pusat kota orang miskin. tidak ada provider. setuju dan menyanggupkan diri dalam hal memberikan keringanankeringanan. Tapi. Kalau kita nggak cocok. Artinya. Mungkin struktur perekonomian sudah sesuai. Karena itu di DKI. beliau akan menerima meskipun beliau punya argumentasi balik. Dan memang karena rakyat belum mau dan pihak swasta belum mau terjun ke situ. tidak terhambat oleh faktor transportasi. Mestinya waktu Pak Sutiyoso menjadi Gubernur kan Pak Fauzi Bowo menjadi wakil Gubernur. dan yang mau didebat. Apakah dia menjadi enabler atau provider. Tapi memang waktu itu kami intensif diskusi dengan Pak JK (Jusuf Kalla-red). orang yang paling gampang diajak bicara. Banyak toko-toko besar ada di pinggirpinggir kota sehingga tidak memacetkan lalu-lintas. Kalau dia jadi enabler. mau tidak mau harus dipelopori oleh pemerintah. kalau kita kembali kepada peran pemerintah. Dari berbagai diskusi. begitu dia menjadi Gubernur. Pak JK itu orang yang paling gampang ditemui. Kita melihat peran pemerintah dibagi dua dalam masalah perumahan ini. Dua periode yang tidak ada ini sudah memporak-porandakan struktur yang ada. Ini karena rakyat belum mau terjun ke situ. Jadi dari diskusi itu akhirnya cikal bakal program itu lahir? Kalau kita bicara cikal bakal program itu.Laporan Utama tentang Jusuf Kalla. Saya mau tanya Indonesia ini belum jelas pemerintah sebagai enabler atau provider. Di dunia. Tapi. Kemudian. dia mencoba. dia ubah segala sesuatunya dengan pertimbangan kita lihat ketakutan bahwa dengan banyaknya rusunami akan ada kekumuhan baru. Di awal pembentukan kementerian. Cuma belakangan setelah Pak Sutiyoso diganti Pak Fauzi Bowo. kita debat. sebagai salah satu dari seluruh kota yang akan diupayakan digerakkan rusunami ini. Pada 2004 akhir. policy ini diganti. Kita mesti kembali kepada situasi tahun 2005/2006. karena kita menyadari ada aspek-aspek swasta belum mau masuk dan ini perlu kita pionir maka kita mengusahakan supaya Kementerian Perumahan Rakyat diberi fungsi operasi terbatas. panjang ceritanya. Kalau rumah-rumah kalangan menengah bawah ini dikembalikan ke pusat-pusat dan dekat dengan tempat kerja diharapkan akan memberikan keuntungan pada kesejahteraan mereka dan juga memurahkan biaya transportasi yang selama ini mahal mereka biayai. Itulah kemudian kenapa di Kementerian Perumahan Rakyat ada anggaran rusunawa. Saya lupa waktu itu kapan persisnya dia bilang soal itu. Kemudian juga proyek perumahan swadaya. tapi naik karena di manapun juga tanah yang ada tidak diciptakan lagi sehingga makin lama semakin mahal. upaya untuk memperbanyak hunian. ya ke atas. Jadi harus dibangun kembali. tanah luas. seperti mobil. dan berbagai sengkerut yang terjadi plus perubahan kebijakan penggantinya yang tidak lagi melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. peran pemerintah lebih berat ke enabler. Dia mestinya terikat dong. Kutipannya: Bagaimana ide awal program 1. Kementerian Negera Perumahan Rakyat baru ditimbulkan kembali setelah dua periode tidak ada. Orang-orang yang tinggal di pinggiran kota itu orang kaya yang punya fasilitas. Karena itu. Kedua. Tapi sebagai provider itu sebaliknya. bos-nya waktu itu. kesimpulannya marilah kita galakkan pembangunan rusuna baik sewa maupun milik. didapat beberapa usulan antara lain yang terkait dengan rusuna ini. policy itu didukung oleh baik Kementerian Perumahan Rakyat dan pemerintah daerah.000 tower itu tercetus? Kalau soal ide itu memang usulan dari Jusuf Kalla.

Sekarang setelah pengembang mau bangun. Sehingga saya di daerah dapat bantuan gratis dari teman-teman REI karena setiap Musda (musyawarah daerah-red. Saya melihat dengan ketiadaan anggaran. ganti prioritas. Tetapi intinya. tidak semuanya bisa efektif. Dia bisa saja tidak suka dengan keputusan seorang menteri dan tidak menjalankannya. kita dorong semua masuk dulu rusunami. Terakhir. waktu dia beli mungkin hidupnya tidak seperti sekarang. Istilahnya jadi pionir saja. dia bilang nggak ada orang kaya yang menghuni rumah susun yang sempitsempit.) akan dirasakan. Saya melihat. itu kalau terpaksa saja. Tidak bisa sekaligus seluruh aturan dibikin. Bagaimana tanggapan Anda? Iya itu yang saya sayangkan. Tapi bagaimana rakyat harus dibiasakan membuat rumah 2 lantai 3 lantai supaya secara kultural mereka terbiasa hidup di rumah susun. Itu karena kebutuhan kawasan perkotaan. bagaimana Anda menanggapi peran Kemenpera sekarang yang sepertinya mulai mengarah menjadi penyedia (provider)? Fungsi itu bisa saja diemban. Terpaksa kalau masyarakat belum bergerak ke situ. Menurut saya. Cuma keuntungannya bisa diatur. kalau Kementerian Perumahan Rakyat mau jadi penyedia (provider). Oleh karena itu. Jadi upaya kita bagaimana semua program kementerian itu di dukung juga oleh swasta. Bagaimana masalah di daerah lain di luar DKI Jakarta? Untuk menggerakkan rusunami di daerah perlu upaya yang lebih kencang.) REI sebagai kanwil-kanwil Kementerian Perumahan. kemudian ada semacam kesepakatan bahwa saya untuk sementara akan memfungsikan DPD-DPD (dewan pimpinan daerah-red. Kita banyak bicara. Hal itu karena setiap ganti menteri. Masih banyak daerah yang tidak mengerti aturan rumah susun. program ini harus dilanjutkan. 17 . saya mendekati teman-teman pengembang. Lalu apa saran Anda terhadap Gubernur DKI yang baru agar program rusunami dapat berlanjut dan bisa diterapkan di lapangan? Kita berharap supaya beliau mau menengok kembali kebijakan yang diterapkan Pak Sutiyoso. Jadi menurut Anda sebaiknya program ini lanjut atau tidak? Kalau kita bicara masa sekarang.Maret 2013 Apakah soal kekumuhan itu tidak dipikirkan juga dimasa Sutiyoso? Sudah dan rapat itu dihadiri oleh Fauzi Bowo sendiri sebagai Wakil Gubernur waktu itu. Kenapa ini terjadi? Karena tidak ada kepastian hukum. Bahkan dengan seorang wakil presiden pun dia berani tidak menjalankan perintah beliau karena merasa dia dipilih rakyat di daerahnya. ganti kebijakan. Tetapi karena program ini program baru. Semua itu sebetulnya dari diskusidiskusi kami dengan Pak Jusuf Kalla. Tidak ada dukungan akhirnya program ini mati suri. regulasi yang dulu dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang akhirnya program ini tidak jalan. pada umumnya saya datang. tergantung pada pasar (fnd). operasional ke daerah sangat terbatas. peraturan perda-nya sendiri masih harus dibuat. Kedua. membatasi pada enabler saja juga tidak efektif. Kalau saya lihat sekarang ini mandek di jalan. Karena itu kemudian Anda dekat dengan pengembang karena mau membujuk mereka bangun Rusunami? Saya memang harus mendekati pengembang. Salah satunya. Saya melihat winwin solution di situ. Mau tidak mau kebutuhannya (rusun-red. 20 lantai atau 30 lantai. Kenyataannya bahwa sekarang mati suri.Edisi 3 . Bahkan ada yang bilang sudah mati suri. waktu saya tanya pada beberapa orang. kalau kita bicara undang-undang rumah susun jangan bergelut yang 10 lantai. kita jangan merasa sayang atau merasa tidak boleh misalnya pihak swasta mendapat keuntungan. Menurut saya yang lebih liberal lagi itu pendapat Pak JK. Demikian juga dengan pemerintah daerah di era otonomi daerah. Maksud saya.) saya minta saya mau datang asal teman-teman mengundang seluruh bupatibupati di ibukota propinsi untuk rapat kerja. Ini cuma masalah waktu saja. Hanya sebagai pendorong tadi. Kalau dibeli orang kaya pasti dipakai buat supirnya untuk pegawainya dan itu biarkan saja kata Pak JK. mau tidak mau dilanjutkan. Rasanya dalam setiap musyawarah kerja DPD REI. sumber foto: fnd Banyak yang kemudian bilang rusunami itu akhirnya salah sasaran? Kadang-kadang salah sasaran itu istilah manis yang nggak jelas maknanya. kebutuhan di daerah belum sekencang di DKI. Kenyataannya itu bisa terjadi. Kalau kita ingin swasta mau masuk rusunami maka kita juga harus bisa mendorong mereka. Pertama. meneruskan dan memperbaikinya karena sangat perlu.

pada lahan seluas 2. AMPERA RAYA NO.com entosa Worldwide Resort menghadirkan kembali proyek terbaru di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat dengan nama Sentosa Residence Jakarta. 18 . S LUXURY LIVING HOLIDAY STYLE JAKARTA NOW SELLING HEAD OFFICE JL. Sentosa Residence Jakarta akan mencakup tujuh menara terintegrasi yang terdiri dari lima menara apartemen.LUXURY LIVING. +62 21 42 888 000 f.7 Ha. 1 JAKARTA INDONESIA t. Kehadiran proyek ini merupakan kerja sama strategis Sentosa Worldwide Resort dengan Bahama Group. satu serviced residence dan satu menara perkantoran. +62 21 42 887 000 www. HOLIDAY STYLE. 62 SITE OFFICE JL.sentosajakarta. Total jumlah unit apartemen Sentosa Residence Jakarta adalah 687 unit. CEMPAKA PUTIH RAYA NO.

Pembangunan rusun oleh Perumnas ini merupakan kelanjutan dari program yang pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai program pembangunan 200 tower di atas lahan Perumnas. Proyek ini dikonsep sebagai Central Bussines District (CBD) baru di wilayah timur Jakarta. Dan tak semuanya dijual pada masyarakat karena sebanyak 122 akan dijadikan unit yang disewakan sebagai subsidi silang pengelolaan rusun setelah beropera­ si. Untuk itu. juga pena­ taan kawasan kumuh dan padat di tanah Perumnas. Tower A4 dan A5 rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus. terlihat a­ ngin segar terkait pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Percepatan 19 . Tentunya akan mendapat tanggapan pasar yang tinggi. Hutama Karya (Persero).000 Tower Rusun.” imbuhnya. Yudhoyono.000 Tower J sumber foto-foto: perumnas elang 6 tahun Program 1. Program Rusunami dapat terwujud apabila ada kerjasama antara Perum Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta dalam penyediakan lahan baik milik Pemda maupun milik Perumnas. Selain program kawasan baru. Jakarta Pusat. Himawan Arief. telah berdiri Sentra Timur Residence yang dalam pembangunannya Perumnas berko­ laborasi dengan (PT Bakrie Pangripta Loka ) Bakrieland Development. Program ini juga dapat bergulir untuk membangun Tower berikutnya. secara berkesinambungan. Saat ini di tanah tersebut. Lebih jauh Himawan mengutarakan bahwa.Maret 2013 Bersinergi dengan Berbagai Pihak. ditetapkan kriteria-kriteria terten­ tu agar peruntukanya tepat sasaran. program 200 tower dapat dikerjakan dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun dengan total 80 ribu unit hunian atau 320 ribu jiwa dapat dirumahkan. Program ini didu­ kung oleh Kementerian BUMN melalui program PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) BUMN. peremajaan rumah susun tua dan pemanfaatan lahan Perumnas yang banyak dihuni para penggarap. Direktur Utama Perumnas menyata­ kan program pembangunan Rusunami Tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran ini terwujud dari sinergi Kemente­ rian BUMN.000 Tower ini tak lepas dari peran Perumnas. Perumnas merupakan lokomotif pembangunan perumah­ an untuk masyarakat Indonesia. Perumnas dia­ manatkan untuk membangun rumah murah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Perjalanan pro­ gram 1. Pertengah­ an Maret lalu. Mengingat kawasan ini sangat strategis dan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan akan dijual dengan harga dibawah ketetapan pemerintah. Pemprov DKI Jakarta dan PT. Kementerian Perumahan Rakyat. Ditengah mati surinya pembangunan rusunami ternya­ ta ruang untuk hunian bagi masyarakat kecil di kota masih terakomodir walau jumlahnya terbatas. di lahan milik Perumnas Pulogebang Jakarta Timur. ”Program ini merupakan terobos­ an yang sangat baik bagi masyarakat menengah ke bawah untuk tinggal di rumah yang relatif dekat dengan tempat kerjanya. Saat pertama kali program ini dicanangkan oleh Jusuf Kalla dan kemudian diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang. Unit-unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Perum Perumnas melakukan prosesi ground­ breaking atas pembangunan rusunami tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran. Sinergi Perumnas Sebagai BUMN yang bergerak pada bidang properti. Perjalanannya sedari tahun 1974 saat pertama kali didirikan. Program ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. Himawan menambahkan. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1.Edisi 3 .

Konsep rusun ini memin­ dahkan masyarakat yang berada di kawasan kumuh dan padat. Sedangkan Tosca Tower akan siap diluncur­ kan pada Mei 2013 mendatang. Rencananya di Sentra Timur Residence akan dibangun 17 Tower atau lebih kurang 8. juga merupakan bagian dari program 200 Tower yang digagas Perum Perumnas kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah diusulkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. dukungan pemerintah daerah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. Melalui konsep sinergi ini. Bahkan juga diharapkan da­ pat merubah wajah kota menjadi lebih baik dengan memindahkan masyarakat yang berada di ka­ wasan kumuh dan padat ke rusu­ nami (aan).” jelas Himawan. dan Tosca Tower.900 unit hunian atau setara dengan meru­ mahkan 35.600 jiwa. di Cengkareng Perumnas juga mengembangkan rusunami dengan nama CityPark yang berkolaborasi dengan PT Reka Rumanda Agung Abadi. dan Yellow tower (20 lantai. Sentra Timur ini merupakan kawasan yang prospektif mengingat lokasi yang sangat strate­ gis di pinggir Tol JORR. akti­ fitas di pusat Jakarta. Selain itu. Selain membangun 20 tower Rusunami di Cengkareng.Laporan Utama pengembangan Sentra Timur Super Blok ini bertujuan un­ tuk membuat kawasan bisnis baru di Jakarta Timur yang dilengkapi dengan hunian dan berbagai pembangunan highrise building untuk menarik konsentrasi bisnis ke arah timur Jakarta. Topping off yang dilakukan pada awal April lalu tersebut menandakan proyek ini akan segera melaku­ kan serah-terima kunci yang dijadwalkan pada Desember 2013. Perumnas ten­ tunya akan mempercepat pembangunan hunian vertikal. Selain bagian dari program pembangunan 1.” terang Himawan. Di tempat ini. Proyek ini berdiri di kawasan Bumi Indah Cengkareng mi­ lik Perumnas. “Proyek ini akan jalan tahun ini.000 Tower. 20 sumber foto: perumnas . Di CityPark ini telah terbangun 3 ribu unit rusunami dan sudah beroperasi sejak 2009 lalu. pemerintah provinsi DKI Jakarta akan lebih memberikan ru­ ang kemudahan terkait hunian bagi masyarakat berpenghasilan ren­ dah. sehingga mengurangi beban mobilitas. Dan beberapa waktu lalu baru saja dilakukan topping off Tower 4. peresmi­ annya langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ruby Tower. Sebelumnya. Saat ini kita minta izin perubahan peruntukannya saja. Perumnas juga akan membangun puluhan tower Rusunami di Pondok Kopi. Diharap­ kan di era Jokowi ini. 534 unit).393 unit. Kita punya kawasan 400 hektar di Bumi Cengkareng dan kita akan bangun 20 tower untuk dihuni warga. Green Tower (20 lantai 428 unit). 431 unit) dengan total keseluruhan unit sebanyak 1. Jakarta Timur. Perumnas juga akan merevi­ talisasi rusunami tua yang sudah dihuni puluhan tahun. Kondisi terkini pembangunan proyek Sentra Timur ini terfokus pada Sentra Timur Residence tahap II yang terbagi atas 3 menara yaitu Orange Tower. Sedangkan untuk Ruby Tower telah diluncurkan pada Desember 2012 lalu dengan penjualan mencapai 70 persen hingga saat ini. dan Stasiun Kereta Api Cakung. berdampingan dengan terminal terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didukung sarana Bus Way koridor 11. Bakrieland dan Perumnas juga sukses menjual 3 tower di tahun 2008 di Sentra Timur Residence Tahap I yang terdiri dari Grey Tower (24 lantai. Orange Tower yang memiliki 20 lantai dengan 390 unit hunian sudah terjual habis. Ke depan di kawasan ini Perumnas berencana mem­ bangun 20 tower rusunami. Selain Pulogebang.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Primaland Internusa 21 Sukseskan .Sukseskan Edisi 3 .5 April 2013 PT.5 April 2013 Program 1.5 April 2013 PT.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Maret 2013 Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 . REKA RUMANDA AGUNG ABADI Program 1.

” Bukan berarti untuk rusunami REI juga sudah kibarkan ben­ dera Putih? Waktu dulu HUT REI ke 40 di Manado kami katakan kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat ben­ dera putih atau menyerah. Berikut petikan wawancara dengan beberapa nara sumber. Kami sudah membangun lebih dari 3 juta unit rumah bersubsidi. mereka tetap komit untuk itu. Nah sekarang harga memang sudah dinaikan jadi Rp. Jadi kalau pembangunannya tidak jalan di lapangan bukan berarti pengembang tidak berminat. REI itu dengan pemerintah adalah mitra. Selama belum. Ketua Umum DPP REI 2010-2013 etua Umum DPP REI ini boleh dikatakan adalah salah satu pelopor sekaligus merasakan sendiri bagaimana tidak kondusifnya berbagai aturan yang diterapkan pemerintah terkait program 1. Program ini sejak awal mendapat dukungan REI. Itulah yang harus diperbaiki. Tetapi kan REI tetap komit akan janjinya membantu program Pemerintah? Iya pasti. yang digawangi PT. Untuk Jakarta sumber foto: dok pribadi misalnya. kembalikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang pernah diberikan pada zaman Gubernur DKI Sutiyoso menjadi 6. Lukas Sartono (Direktur Utama PT.216 juta. Bagaimana tanggap­ an Anda?Apakah anggota REI juga sudah tidak berminat lagi membangunnya? Saya rasa teman-teman tetap komit untuk itu. Padahal. miliknya.) misalnya belum disesuaikan. agar secara bisnis kami tidak dirugikan dan kami punya tanggung jawab untuk membantu pemerintah. Kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan sendiri. Tidak mungkin pengembang masuk. Cakra Sarana Persada. PPN (pajak pertambahan nilai-red. Dengan catatan. Setyo Maharso. Tentu sebagai pebisnis kami harus berpikir ulang. Bally Saputra Datuk Jano Sati (CEO Riyadh Group Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). Presiden Direktur Bahama Development.5 yang menurut teman-teman jelas tidak menarik. Anggota kami sebagian besar kan terlibat membangun rumah bersubsidi program pemerintah. Jika regulasi yang ada mendukung. bagaimana dengan target REI? Kami yakin program rusunami 1. adalah salah satu rusunami pelopor. Sehingga. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi. kembali. Reddy Hartadji (Chief Executive Officer/CEO Bahama Group. menjadi menarik untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan tentang pelaksanaan program 1. Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Terkait hal tersebut. pria kelahiran Semarang. khusus untuk rumah tapak sejahtera. regulasi yang lama dapat dikembalikan oleh Gubernur Jokowi sekarang.000 tower akan rampung 2 tahun yang akan datang.000 Tower Perjalanan program 1. Kepada HUD Magazines. Data terbaru menunjukkan. Program 1. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. pasarnya besar. Sanggar Hurip). mari kita carikan jalan keluar bersama-sama kalau ingin program ini berlanjut. swasta pasti juga tidak mau. 22 . REI selama ini selalu di depan. Mereka mau mengerjakannya.000 Tower sejak dicanangkan oleh Presiden RI tahun 2007 lalu nyaris mati suri.. Kita yakin kok. tidak ada gebrakan. Tetapi tentu ada yang salah. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). sejak tahun 2007 hingga sekarang. Sampai saat ini.000 Tower. Lalu aturan lainnya.) misalnya di DKI Jakarta masih aturan lama maksimal 3. REI sudah banyak menyampaikan usulan baik lisan maupun tertulis agar program ini betul-betul berjalan dan dinikmati masyarakat. Tidak ada insentif buat pengembang rusunami. Pandangan Pemangku Kepentingan K “Program Rusunami Bisa Jalan Lagi Asalkan….000 Tower yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2007 silam belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Berikut petikannya. kebutuhan terhadap rusun sangat besar dan dapat membantu mengurangi backlog perumahan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) 2010-2013. tetapi kan tetap tidak bisa eksekusi (bangun-red). yaitu Setyo Maharso. Tentu karena kami pebisnis kacamatanya adalah bagaimana supaya regulasi­ nya juga menguntungkan bagi kami pengembang. Termasuk saya tegaskan lagi REI tetap komit untuk membangun rusunami tentu dengan regulasi yang jelas dan mendukung. Dan itu saya rasa dirasakan oleh semua pengembang yang awalnya mau membangun rusunami. Itu sudah kami buktikan dengan banyaknya pengembang yang membangun apartemen milik begitu rusunami ini tidak jalan. tapi rugi.Laporan Utama tentang Program 1. 4 November 1958 ini menceritakan bagaimana komitmen REI untuk tetap ingin membantu pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Proyek rusunami ”East Park” di Jakarta Timur.000 Tower di lapangan dan peluangnya ke depan. Belum lagi di luar Jakarta. di DKI Jakarta hanya terbangun 79 menara dari target awal 258 menara atau sebanyak 32 proyek. yang saya dengar dari rekanrekan. tentu Setyo mengerti benar dan jelas geram dengan berbagai langkah yang tidak pro bisnis yang kemudian diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta semasa gubenur Fauzi Bowo. Soal KLB (Koefisien Lantai Bangun­ an-red.

Bahwa dengan KLB 3. Itu lebih penting. kalau itu tidak didasari oleh studi juga nggak ada gunanya. Walaupun dia mengaku babak belur tetapi ia selalu bersyukur. REI merekomendasikan tidak lebih dari Rp. Sebenarnya kalau bicara rusunami itu adalah alat untuk menyelesaikan daerah kumuh.2 juta itu kan. ya ditingkatkan. Bisa dijual Rp. Bagaimana dengan permintaan rusunami? Banyak. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. kemudian ada sebagian untuk dijadikan stadion atau untuk lapangan apa yang sosial tapi yang 6 hektar dijadikan rusunami. Nah lahan ini harus ada satu kerja sama yang baik antara pengembang dan tanah-tanah di DKI.216 juta itu sudah cukup bagus. Sekarang kalau tanah nggak bisa dapat Rp. BUMN-nya mau apa nggak?. Tapi. Tanggapan Anda mengenai penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Coba itu dievaluasi. tinggal ketersediaan lahan. Di kelas hunian jangkung bagi MBR. Bagaimana menggairahkan kembali pengembang untuk membangun rusunami? Kalau pengembang kan very simple bahwa kembali lagi pengembang itu bisa bangun.Maret 2013 Reddy Hartadji. Presiden Direktur Bahama Development. Dari sisi konsumennya pun harus ada suatu proses belajar. Reddy Hartadji bangkit kembali melalui usaha impor anggur. masalah lahan pemprov DKI harus turun tangan. Apa penyebab mandek-nya program 1. Kita semua kalau ingin memajukan rusunami. Sekarang aturannya sudah ada. Ini kan sebenarnya dari rumah tapak (landed) ke rumah susun (vertical) kan perlu perubahan gaya hidup. Tidak hanya suplai saja dan tidak hanya demand-nya saja. kemudian bisa jualan dan bisa bangun. pria bertubuh tambun ini menceritakan banyak masukan soal program populis bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan ini. Tapi perlu edukasi. Menteng Square. dibalik perjalanan 6 tahun program 1. Nah. Ia juga mengaku korban bujukan. tapi kita jangan bicara untung dulu lah. siapa yang punya tanah Rp. Ada satu proses evaluasi dari sisi suplai.1 juta. dari sisi pengembang. sumber foto: dok pribadi Bagaimana dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait rusunami? Justru kalau boleh dikatakan. CEO Bahama Group. Dan orang-orang ini tidak tergusur karena akan tinggal di rusunami. sekarang dengan Rp. dari sisi harga. tanahnya harus berapa. Sebut saja Latumenten. Saya kira dengan harga Rp. “Tinggal tunggu Gubenur.Edisi 3 . Dulu. Menara Cawang. dan beberapa kondotel. simbolik. Menara Kebun Jeruk. seperti Sea Sentosa di Pulau Dewata.2 juta bagaimana bisa bangunnya. Reddy adalah pelopornya. Harus di evaluasi lima tahun terakhir ini apakah yang KLB 3. kita menganggap bahwa proses ini harus dijadikan suatu proses belajar. Di tarik ke belakang.000 Tower? Kembali lagi 1. Dan ketika ditanya apakah mau membangun rusunami lagi. proyek kerjasama dengan almamaternya. sebelum akhirnya mendapatkan sejumlah momentum terbaik di dunia properti. Pak Foke dengan KLB 6 ditakutkan akan ada daerah-daerah kumuh di rumah susun karena ketinggian. demikian nama proyek rusunaminya.5 atau 5 itu berjalan atau tidak. Entah siapa yang membujuk dia. Harapan Anda mengenai program rusunami? Yang punya kewenangan mengenai KLB (Koefisien Luas Bangunan) itu adalah di DKI. Hipotesanya benar apa nggak? Kalau hipotesanya itu bahwa ini bisa ditingkatkan.000 to­ wer sejak diluncurkan tahun 2007 silam? Ya sebenarnya begini dari 2007 atau enam tahun terakhir ini kan istilahnya rusunami adalah proyek pasang surut. Dalam hal ini pengembang/deve­ loper (pemda DKI) dan sebagainya. disela-sela kesibukannya. Itu tidak Rp. daerah kumuh sekarang ada 13 hektar atau 20 hektar. Yang dulu berubah-berubah (aturannya).5 atau yang dulu itu kumuh apa nggak. IPB.  Ia-lah pengusaha dibalik sukses proyek Botani Square.2 juta per meter.Kita harus sepakat dulu ini harus dievaluasi semua jangan sampai salah-salahan. Kini dibawah grup Bahama.Ia hanya menjawab pendek. selalu ada hikmah dibalik itu. Sudah ada rumusnya”. perlu pendidikan dan perlu tahapan. Reddy juga memiliki setumpuk portofolio di proyek residensial sampai hunian jangkung. Proses belajar ini tidak hanya kepada suplai (penawaran red. pelan tapi pasti benderanya kian berkibar kencang. Tidak bisa dengan keputusan menteri. Proyek ini berhasil kalau ada titik temu (antara) suplai dan demand. Itu baru di titik berhasil.). Tanyakanlah kepada BUMN. Bukan hanya sosialisasi. Artinya. rusunami yang ada sekarang di evaluasi terlebih dahulu.1 juta harganya kan. 23 . Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 “Evaluasi Menyeluruh Program Rusunami” S empat terpuruk akibat tergiur bisnis perkebunan. Berikut pe­ tikan wawancaranya. Begitu sajalah. Nah.000 tower itu sifatnya hanya pencanangan.000 menara ia banyak terlibat sejak awal. yang paling siap itu DKI Jakarta. Nah. tapi evaluasi bahwa harus ada satu titik rumah susun itu layak atau bahwa itu adalah alternatif yang baik. Karena itu.2 juta itu. Berarti ujungnya adalah kita harus mendapatkan tanah yang Rp. Misalnya.2 juta per meter kalau itu full residence.

punya fasilitas umum. memang sama sekali tidak ada keseriusan peme­ rintah dalam hal pembangunan rumah susun milik di Indonesia. yang meliputi 3.200 unit rusun dan sisanya apartemen komersial. Jenis properti yang digarap pun semakin beragam. Terobosan langsung dari Presiden? Ya. Portofolio vertikal perdananya itu berlokasi di kawasan Kalibata. Di Indonesia untuk masyarakat bawah tidak dipikirkan oleh pemerintah. insentif pemerintah itu nggak ada yang jalan semua.). Bukan lagi Jalan di Tempat” Bagaimana Anda melihat permintaan rusunami? Sangat tinggi sekali. Dulu udah oke masih Pak JK (Jusuf Kalla red. dulu kan RI 1 langsung ditindaklanjuti RI 2 kan Pak Jusuf Kalla.Laporan Utama Bally Saputra Datuk Jano Sati Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia. Sejatinya ini adalah proyek apartemen sederhana atau yang dikenal sebagai rusunami. termasuk harga jual. tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peran presiden nggak jalan. keseriusan Presiden untuk memulai lagi (program rusunami). swasta nyari yang menguntungkan karena program rumah murah ini kan program pemerintah.000 To­ wer sejak diluncurkan Tahun 2007 silam? Masih jalan di tempat. untuk sementara rusunami stop dulu. sumber foto: dok pribadi Anda melihat ke depan apakah ada ti­ tik terang program rusunami kembali berjalan? Sampai saat ini gelap. perizinan yang sulit. kecuali Presiden dalam beberapa bulan ini terbuka matanya. Saat ini sudah tidak ada lagi pembangunan rusunami? Sudah nggak ada lagi. Ini untuk jangka panjang demand-nya sangat besar sekali. Kita harapkan buka mata dan buka hati untuk Presiden bagi program rusunami. masuk ke segmen apartemen menengah de­ ngan harga Rp 250-600 juta/unit. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1.Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Itulah yang dialami dan tengah dirintis Riyadh Group Indonesia. Kita kan swasta.Malahan jalannya mundur ke belakang. Riyadh Group Indonesia melalui anak usahanya PT Graha Rayhan Tri Putra menggarap Pancoran Riverside. BUMN diambil tanahnya dibayar seharga Rp. Apa solusi agar pembangunan rusu­ nami kembali bergairah? Bukan hanya Kemenpera yang turun tangan. Usai menancapkan taji di kota Padang dan beberapa daerah di Sumatera Barat. Menurut Anda bagaimana penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Itu sudah lama usulannya. Jakarta Selatan. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 S “Program Rusunami Mundur. Jadi.). Jadi. Pendapat Anda mengenai bebagai kendala seperti regulasi. 24 . Kuncinya. sehingga kami masuk pasar komersial juga. minimal Presiden karena Menpera sendiri nanti nggak disetujui sama Menteri Keu­ angan. tak hanya perumah­ an  tapak juga hunian vertikal dan beberapa ruang komersial.Kalau orang kaya saja dipikirin pemerintah. Justru dengan (tinggal) di rumah susun sosialisasi lebih terarah de­ ngan baik karena tinggal berde­ katan. Soal keseluruhan aturan. tapi nanti bisa dibangun rumah susun baik sewa maupun milik. rencananya akan diba­ngun 7 menara apartemen dengan total 3. Melalui Keppres bisa kan tinggal menindaklanjuti memperbarui Keppres yang ada mengenai harga jual dan semua.  Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia Berikut petikan wawancara dengan Bally Saputra. ebuah pencapaian. terutama Presiden harus turun tangan bahwa ketersediaan lahan di Indonesia akan semakin berkurang. harus ada keseriusan dari pejabat yang lebih tinggi dari Menpera.” kata Bally Saputra Datuk Jano Sati. Tidak hanya soal perijinan. Dan siapa bilang hidup dirumah susun orang tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Jadi kita kerjain yang low cost apartemen saja. pengembang “urang awak” yang membangun apartemen Pancoran Riverside dengan jargon “Apartemen for Rakyat” itu. fasilitas olah raga sehingga lebih bagus sosialisasinya daripada tinggal di landed (rumah tapak-red. Di Jakarta. Apalagi ada beberapa yang sudah berdiri dan orang sudah merasakan manfaatnya tinggal dan hidup di rumah susun dan apartemen.600 unit. Harapan Anda terhadap program rusunami? Harapan saya Presiden turun tangan. Tetapi di te­ ngah jalan perseroan harus berputar haluan. Kalau nggak ada untung ngapain kita kerjain. tidak hanya Menpera. biaya tinggi dan harga patokan rusunami? Karena nggak ada regulasi yang dibikin pemerintah. Di atas lahan seluas 5 Ha. Ini karena tidak adanya peran serta atau keseriusan dari pemerintah untuk mendukung terjadinya pembangunan rusunami ini baik dari Menpera maupun dari presiden sendiri. tetapi kondisi pasar dan masyarakat minta kuali­ tasnya ditingkatkan. terbuka hatinya baru bisa terang lagi cahaya rusunami. bukan jalan di tempat lagi. Kalau tanpa ada campur tangan Presiden jangan harap rusunami bisa bergerak lagi. Tidak ada satupun yang jalan. Tapi kalau masih sibuk dengan yang lain-lain masih belum bisa. pengembang ini  menorehkan jejak ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kalau hanya mengandalkan pasar. Jadi. Itu semua di bawah instansi presiden. ”Semula seluruh unit dijadikan rusunami. Jangan dibebankan ke swasta.2 juta per meter.

Persoalan pembiayaan memang disini sangat harus diperhatikan.000 tower yang digulirkan sejak 2007 silam mengalami mati suri. Kalau tanah menurut saya kalau di Jakarta agak ke pinggir. Dari evaluasi sampai keluar itu kan butuh waktu paling nggak setengah tahun sampai setahun. adalah lakon dibalik kesuksesan perusahaan. Bagaimana Anda melihat perkem­ bangan program 1. Dan pada saat keluar harga itu sudah nggak bisa cocok lagi dan sudah harus naik lagi. Harapan terhadap program ini? Ini kan program pemerintah jadi nggak ada istilahnya untuk berhenti. cukup hanya melihat pokok kre­ ditnya masuk FLPP atau tidak. di samping itu harga terjangkau untuk masyarakat. terasa sangat jauh berbeda. Lukas Sartono. “Apartemen ini menunjang kebutuhan akan hunian di wilayah Bandung Timur yang sangat besar yaitu hunian dengan fasilitas lengkap serta dekat dengan pusat keramaian/kota. Saat ini yang saya tahu FLPP itu sangat sulit untuk dimohonkan. kualitas pengembangnya juga.000 Tower. PT Sanggar Hurip adalah salah satu pengembang terkemuka di Bandung. juga harus mengeluarkan insentif yang konkrit bukan hanya diatas kertas. Komprehensif dukungan. Sasaran pemerintah juga sa­ ngat bagus.Edisi 3 . kenyataannya di daerah insentif tidak ada sama sekali. (fnd) Lukas Sartono. Tetapi sekarang aturan yang bagus itu dirubah lagi jadi setiap tahun pemerintah harus revisi harga. Seharusnya mendapat dukungan yang benar-benar penuh. Nggak akan mungkin turun. Contohnya pada saat kita mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Kepada HUD Magazines. Demand nggak akan bisa berku­ rang se­ iring dengan perkembangan kota. Kedua. sang pelopor Rusunami di Ka.000 to­ wer sejak di­ luncurkan tahun 2007 silam? Sejak program 1. agak ke tengah kota. Lukas Sartono.). saat ini dirasa kurang. Petikannya. keberpihakan dulunya sangat memperhatikan sekali kesulitan-kesulitan pengembang untuk menggolkan 1. Sekarang. kemudahan dalam hal pembiayaan. bagaimana prospek pemba­ ngunan rusunami? Betul. tapi harus komprehensif. Yang jadi masalah dukungannya. Di samping konsumen juga susah mau ambil KPR FLPP. Kalau istilah turun atau berkurang itu nggak mungkin karena demand akan semakin banyak. apapun keputusan dari kementerian itu satu step (langkah-red. khusus untuk rumah susun apalagi. Tanggapan Anda mengenai sulitnya mencari lahan? Dari kementerian banyak memberikan solusi.000 Tower”. Dengan permintaan yang tinggi. di mana pun kesulitan toh nantinya akan ada. Perseroan telah memiliki beragam portfolio pengembangan properti dari berbagai segmen. Bagaimana Anda melihat masa depan program ini? Harusnya kalau program untuk rakyat nggak boleh berhenti.sumber foto: dok pribadi wasan Bandung ini mengeluhkan berbagai hal. Apalagi Apartemen Sanggar Hurip . Sanggar Hurip erdiri sejak tahun 1980. Misalnya harga rusun itu dievaluasi. kita harus memodernisasi hunian terhadap MBR ini. Pada tahun 2009. rusun itu kan ada FLPP-nya yang digulirkan pemerintah yang disalurkan oleh perbankan. Perumahan Margahayu Permai. Kalau di daerah. dari kementerian itu satu step posisinya selalu terlambat. Sayangnya akibat berbagai regulasi yang tidak mendukung proyek yang semula khusus untuk MBR dengan kepemilikan melalui KPR FLPP terpaksa harus disesuaikan dengan mekanisme pasar. Cuma kita harapkan juga dukungan dari pemerintah semakin lama semakin so­ lid.000 Tower ini dijalankan pertama kali. Ijin-ijin memang harus dimudahkan ka­ rena ini kan untuk MBR. Itu masih dimungkinkan.Maret 2013 B “Kementerian Satu Step Selalu Terlambat” gori bersubsidi konsumen tetap tidak bisa akses. Ini yang kita lihat sangat terlambat. pemerintah tidak perlu harus merevisi harga. Direktur Utama PT Sanggar Hurip. Jadilah kemudian “Apartemen Sanggar Hurip .Sekarang harga rusun walaupun masuk dalam kate- 25 .Soekarno Hatta” sebagai proyek rumah susun milik pertama di Bandung. Direktur Utama PT. program rusunami 1. Dulu ada aturan yang bagus.Jadi ini bagaimana? Maksud saya begini. Perlu diperhatikan pengembangpengembang yang serius dalam hal penyuksesan 1. Misalnya dalam hal menda­ patkan izin. Sanggar Hurip Estate. Tapi. Perumahan Cihanjuang Estate. antara lain Kompleks Ruko di Tegalega. Di mana lahan pemerintah yang bisa diaktifkan. Jawa Barat. dan masih banyak lagi. Ini yang harus dikejar oleh orang yang benar-benar ingin tepat sasaran sebab masyarakat ini bisa hidup ditatanan modern.Soekarno Hatta  juga termasuk dalam kawasan pengembangan kota Satelit Gede Bage yang mempunya prospek luar biasa bagus untuk segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bandung karena letaknya berdekatan dengan Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage (stadion olah raga bertaraf internasional). terutama dukungannya.” cetus Lukas.000 Tower ini. tapi bukan artinya tidak bisa di realisasikan.)posisinya selalu terlambat. Pemerintah harus pro (mendukungred. Sekarang. “Soal harga. Pasti tinggi demand-nya. Buat saya yang lebih penting bukan dari tanahnya. Menurut saya. PT. Artinya perlu revisi regulasi ? Regulasinya awalnya sudah bagus. Tetap bisa direalisasi.” cetusnya. Itu kan penting sekali sehingga siapapun akan tertarik untuk menyukseskan program ini. Kita juga minta wujud nyata dukungannya. Karena itu kami sangat bersemangat membangunnya. Perumahan Cisaranten Indah. Sehingga tidak menarik lagi. Akibatnya. Sanggar Hurip mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk ikut serta dalam menyukseskan “Program 1.

Endang Kawidjaja menceri­ takan. Direktur Utama PT. investor rusunami juga kerap memindahtangankan kepemilikan unit dengan harga jual setara apartemen menengah atas. kemudian disewakan kembali dengan tujuan agar imbal hasilnya dapat melebihi keuntungan deposito. di antaranya uang muka. Tapi bagi mereka yang ingin memiliki hunian murah di tengah kota ini tak masalah. ketimbang membeli secara tunai. Dia menjelaskan dalam urusan ini ada jalan keluar lain bagi masyarakat bawah untuk memiliki rusunami. konsep ini hanya sebatas ucapan saja tak sesuai harapan dan tak berjalan. Sayang. Selanjutnya dengan ketinggian yang minim ini. Namun dalam perjalanannya setelah adanya subsidi fasilitas lift barulah dioperasikan lift. 26 .5 juta Rupiah/bulan. karena potensi sewanya memang ada dan juga besar. pengembang rusunami Delta Cakung. Sewa-Beli Bisa Jadi Solusi D sumber foto: dok. karena dari sisi perawatan tentunya akan lebih mudah dan juga mengurangi biaya tinggi. Maka tak heran kondisi di lapangan justru kian menyulitkan MBR untuk memiliki rumah tapak murah atau rusunami. Bahkan untuk tujuan lain. tingginya minat masyarakat bawah untuk menyicil atau mengangsur kredit hunian tanpa memperhitungkan suku bunga kredit. masyarakat bawah dapat memiliki rusunami dengan syarat membayar 4 komponen. Kita pun akhirnya menggunakan fasilitas ini dengan bantuan dari Kemenpera. Salah satu solusi ditawarkan oleh Endang Kawidjaja.” tegas Endang (aan). investor tentunya akan lari karena bentuknya kurang menarik. Hal ini memang banyak terjadi dalam penjualan rusunami. Rencananya kita akan melakukan prosesi topping off dalam waktu dekat ini. Instalasi air dan listrik yang dibalut pipa disusun rapi di dinding bagian atas dan samping. pemerintah juga berjanji akan memasilitasi kepemilikan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ironisnya. “Dengan skema sewa-beli. berbagai elemen yang bisa disiasati diantaranya bangunan diminimalkan bentuk dan fungsinya. “Ini juga karena tuntutan masyarakat. masyarakat bawah mengembalikan uang hasil akad untuk dikembalikan kepada penyandang dana. Faktor verifikasi perbankan selalu menjadi ganjalan MBR tidak lolos uji kelayakan sebagai syarat memiliki hunian.” kata Endang. Terbukti dari 520 unit yang ada semuanya sudah terjual dan 90 persen penjualannya menggunakan FLPP. Untuk itu. dan selama itu masyarakat bawah dapat menyelesaikan proses perbankan. Delta Pinang Mas/ Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Rumah Susun DPP APERSI 2010 – 2013 Agar Tak Salah Sasaran.” jelas Endang. Siasati Bangunan Sebenarnya banyak cara agar program merumahkan MBR khususnya yang berada di tengah kota mendapatkan hunian yang layak. program rusunami yang semula diperuntukkan bagi masyarakat bawah justru bergeser membidik pasar kalangan yang tak semestinya. Namun ini tak mengurangi estetika ruangan. Rusunami yang dibeli oleh kalangan mene­ ngah atas pun disewakan dengan nilai yang berlipat-lipat dari nilai kredit. Pada tahun ketiga sewa-beli. konsumen Delta Cakung. terkait kedalaman pondasi bangunan yang tentunya akan mengurangi biaya pembangunan. Idenya berangkat dari kenyataan bahwa dari sepuluh calon pembeli rusunami dari masyarakat bawah. melalui skema sewa-beli. Direktur Utama PT. Ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan. ternyata ada hal lain yang patut jadi pemikiran baru agar konsep rusunami ini tepat sasaran. Berbagai urusan kredit yang membelit masyarakat bawah dalam proses kepemilikan rusunami justru menjadi celah bagi masyarakat menengah atas dalam memperoleh rusunami yang ditujukan untuk tujuan investasi. “Dengan bentuk desain interior demikian. saat pertama kali merencanakan pembangunan rusunami ini berpatokan pada ide awalnya bahwa rusunami ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Nah. pribadi alam berbagai kesempatan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa selain rumah murah tapak. umpama pekerja katakanlah Jamsostek. serta biaya charge dan biaya administrasi selama sistem sewa-beli ini berlangsung. hanya sekitar dua hingga tiga calon pembeli rusunami masyarakat bawah yang lolos verifikasi. Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Delta Pinang Mas yang merupakan pengembang rusunami Delta Cakung adalah dengan menyiasati bentuk bangunan. Hampir 100 persen masyarakat menengah atas membeli unit rusunami dengan cara tunai. Padahal. dengan konsepnya yang sederhana ini. Endang mengatakan sebagian besar masyarakat bawah bia­ sanya tidak lolos verifikasi perbankan karena berbagai urusan administrasi tidak terpenuhi seperti data sumber pendapatan yang mengharuskan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4.Laporan Utama Endang Kawijaya. bunga kepada penyandang dana talang­ an. Delta Pinang Mas. Dan yang paling memangkas pengeluaran adalah dalam setiap unit rusunami tak menggunakan plafon. tak memerlukan lift untuk mengangkut penghuni rusunami ke lantai-lantai atas. tingginya hanya 6 lantai yang terdiri dari 2 tower dengan total unit sebanyak 520. Konsep sewa-beli dapat berlangsung selama tiga tahun. Rusunami Delta Cakung tidak dikembangkan dalam ketinggian kebanyakan rusunami. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat bawah sebagai pengguna langsung masih sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan kredit yang diharapkan dapat lebih berpihak pada MBR.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.PT.5 April 2013 Sukseskan Program 1.Maret 2013 Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 27 .000 Tower 5 April 2007 . GRAHA RAYHAN TRI PUTRA Edisi 3 .

seperti terlihat pada Gambar 2 dalam ku­ run waktu 1979 – 1995. Pemerintah sudah mulai meng­ antisipasi fenomena ini dengan membuat suatu program pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lebih sistematis. hal ini merupakan antisipasi jauh ke depan bahwa masyarakat perkotaan akan tinggal di rumah vertikal. karena meru­ pakan terobosan baik dari aspek kebijakan maupun dari aspek teknis dan teknologis. yang didampingi oleh beberapa menteri terkait dan kepala daerah. kecepatan. Palembang dan Medan. dan biaya yang ekonomis. rusun-rusun itu menjadi terletak di pusat-pusat kota. karena menentukan keseimbangan antara keandalan bangunan dan harga ba­ ngunan. program ini terus dilanjutkan sampai saat ini. Salah satu persyaratan keberhasilannya adalah pemenuh­ an persyaratan teknis dan teknologis.000 Tower DR. Pembangunan dilakukan dengan mengguna­ kan suatu prototipe desain gedung 4 lantai yang dibangun dengan teknologi sistem prefab “Brecast” yang berasal dari Inggris. Hari Nugraha Nurjaman. Pada tahun 2000. Sistem precast saat ini memang merupakan pilihan utama.4% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. namun melihat esensi dan urgensinya ke masyarakat. yang saat itu masih merupa­ kan teknologi impor. Dari aspek kebijakan. regulasi khusus yang dibuat untuk mendukung pro­ gram 1. dan memberi gambar­ an ba­ gaimana seharusnya program 1. pasang surut penerapan di lapangan. melalui Keppres 22 Tahun 2006. dilakukan ground breaking di Rumah Susun Milik Pu­ logebang Jakarta yang dilakukan sendiri oleh Presiden. Menjelang 6 tahun berlangsungnya program ini.000 tower. penduduk perkotaan sudah mencapai 40%. pada pelak­ sanaannya mengalami pasang surut. padahal sampai tahun 1980 baru 22. Pada tahun 1995. Gambar 1 Rumah Susun Sarijadi Bandung dengan Sistem Brecast Perum Perumnas melanjutkan program pembangunan rusun di kota-kota besar lain seperti di Jakarta. Saat ini. Teknologi yang digunakan pada u­ mumnya juga sistem prefab. Tulisan ini menyajikan kaji aspek teknis dan teknologis yang dimulai dari kilas balik program rusun dari sejak pertama kali secara formal diterapkan pada tahun 1974. Sistem precast adalah sistem yang memang mempunyai keunggulan in­ trinsik yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu. Pada tanggal 5 April 2007.000 tower pada saat ini dilaksanakan. serta masukan untuk pelaksanaan program ini ke depan. juga merupakan terobosan karena menggunakan suatu proto­ tipe desain dan sistem pembangunan prefab. bangsa dan negara. MT* Kajian Teknis dan Teknologis P rogram 1000 Tower adalah program percepatan pembangunan rumah susun untuk masyarakat ber­ penghasilan menengah bawah perkotaan yang diga­ gas Pemerintah pada masa kabinet Indonesia Bersatu jilid I. karena belum ada industri konstruk­ si nasional yang menguasai teknologi ini pada bangun­ an gedung secara utuh. Momen ini adalah sangat penting.Ir.Laporan Utama Program 1. Kilas Balik Aspek Teknis dan Teknologi Rumah Susun Program rumah susun secara sistematis dimulai dari sejak tahun pembangunannya di Sarijadi Bandung pada tahun 1974 oleh Perum Perumnas. namun pada tahun itu boleh dikatakan pertama kali diterapkan di In­ donesia untuk bangunan gedung. Dari aspek teknis dan teknologis. Gambar 2 Rusun Terbangun Tahun 1979 – 1995 di Kota-kota Besar (Jakarta dan Palembang) Urbanisasi di Indonesia terus meningkat dengan cepat. yang secara realitas menentukan pasang-surutnya program ini. seperti terlihat pada Gambar 1. dengan Perum Pe­ 28 .

Dari segi teknis dan teknologis. paten pertama dihasilkan oleh industri kon­ struksi nasional. dengan kapasitas produksi massal dengan harga yang ekonomis. diikuti oleh beberapa sistem lain. Proses dimulai dari alih teknologi pada pembangunan rusun Cengkareng (1995). peneliti. Surabaya. Gambar 4 Sistem Pracetak yang Berkembang pada Kurun Waktu 1995 – 2002 Gambar 5 Pelaksanaan Rusuna pada 2002 . terjadi perubahan be­ sar pada pihak yang menangani rusun untuk MBR. desain dilaku­ kan secara khusus untuk tiap lokasi. Pelaksanaan rusun pada era ini dapat dilihat pada Gambar 5. sehingga sampai tahun 2002 tersedia 6 sistem pracetak tahan gempa untuk bangunan gedung bertingkat medium. yang saat itu sudah itu terdiri dari sistem pracetak dan sistem formwork.Edisi 3 . Pelaksanaan program ini dilaku­ kan dalam kondisi negara yang berubah secara drastis. seperti terlihat pada Gambar 3. teru­ tama dalam aspek hubungan pemerintah pusat dan daerah serta metoda pengadaan barang jasa yang harus mengikuti aturan implementasi APBN. Peresmian program ini langsung dipimpin oleh Presiden. maka dibuatlah prototipe desain rusunawa Kementerian Pekerjaan Umum T-24 (2006). lewat program uji coba rumah susun di 10 kota besar di Indonesia.2002 Pada fase inilah pemerintah mendorong pihak industri konstruksi nasional untuk mengembangkan sistem pra­ cetak secara mandiri. penemu dan indus­ tri konstruksi nasional sehingga secara teknis dan teknolo­ gis kemampuan industri konstruksi nasional berkembang Pada era reformasi yang mulai menampakkan kesta­ bilannya pada tahun 1999 – 2004. dalam menghasilkan rusun untuk MBR yang berkuali­ tas. yang lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan sistem pracetak tahan gempa oleh beberapa industri konstruksi nasional dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per­ mukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum. Pe­ merintah Pusat mengambil alih peran utama lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum (dengan berbagai variasi namanya). namun seiring dengan kebutuhan yang semakin besar. Pada fasa ini lah terintis suatu sinergi yang baik antara pemerintah. seperti terli­ hat pada Gambar 4. di lokasi pembangunan rusun di Cengkareng. yang saat itu dijabat oleh Soeharto. serta beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelindo.Maret 2013 rumnas menjadi ujung tombaknya. Program ini di sokong oleh beberapa pemerintah kota be­ sar seperti Jakarta. dan Batam. Jamsostek dan lainnya. masing-ma­ sing menggunakan desain prototipe antara 4 – 6 lantai dan menggunakan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional.2006 Gambar 3 Pembangunan Rusun Era Tahun 1995 . Pada tahun 1998. Program secara efektif dimulai tahun 2002. Pada awalnya. 29 .

Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. kesehatan.000 Tower Untuk mendukung program 1. 15 dan 20 lantai seperti terli­ hat pada Gambar 7. Peraturan teknis dan teknologis ini menjadi bagian terintegrasi dari seperangkat peraturan lain dari berbagai Gambar 7 Prototipe Rusun Bertingkat Tinggi dari Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 Kementerian dan Pemerintah 1 3 30 . misal­ nya direkomendasikan peng­ gunaan beton pracetak untuk dinding fasad serta beton ri­ ngan atau kalsiboard/gipsum untuk dinding partisi dalam. juga merekomen­ dasikan beberapa hal yang da­ pat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. serta estimasi biaya pembangunan­ nya untuk rusun bertingkat 8. Regulasi Khusus untuk Mendukung Program 1. Pada aspek konstruksi. kenyamanan. misalnya direkomendasikan menggunakan sistem pem­ bangunan yang lebih baik dari konvensional. Suatu studi dari berbagai penerap­ an sistem pracetak di berbagai daerah. penghawaan dan kendali bau dilakukan secara alami. yang meli­ puti persyaratan keselamatan. Pada aspek material. sistem pracetak tetap menjadi andalan implementasi program. Kedua peraturan ini. juga disam­ paikan contoh desain bangun­ an rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi.Laporan Utama Pada era ini. Kementerian Pekerjaan Umum mener­ bitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi.000 Tower dalam as­ pek persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi agar mendapatkan bangunan yang memenuhi persyaratan na­ mun ekonomis. Nunukan dan Entikong. walaupun dalam jumlah 1 blok rusun saja di berbagai daerah jauh dan terpencil seperti Jayapura. Pada aspek arsitektur dan Mechanical Engineering (ME) Gambar 6 Prototipe Rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum misalnya direkomendasikan pencahayaan. dan kemudahan. terbukti dapat di­ terapkan dengan harga yang tidak lebih mahal dari sistem konvensional. selain menetap­ kan persyaratan keandalan bangunan gedung. seperti sistem pracetak dan sistem formwork. agar secara desain lebih efisien dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara kontinu ber­ dasarkan desain yang standar. Pada bagian akhir. Berdasarkan studi dari berbagai desain dan penerapan sistem pracetak. disusunlah proto­ tipe rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum seperti terlihat pada Gambar 6.

Hal ini diperlukan karena program 1. karena secara finansial cukup menarik dan banyak insentif yang ditawarkan.000 tower dengan penghuni yang tidak masuk kategori MBR. serta mengisi rusu­ nami program 1.000. seluruh asumsi dasar per­ hitungan yang digunakan dalam membuat regulasi pendu­ kung menjadi mentah.000 tower pada dasarnya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi. ko­ ridor lebih sempit.000. yaitu krisis moneter yang mengakibatkan kenaikan drastis harga besi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga menaikkan hampir seluruh komponen harga bangunan. yaitu “apartemen murah’ de­ ngan harga dibawah Rp.05/PRT/M/2007 (tipe yang lebih kecil. yang jelas hanya bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.000. harga khusus untuk posisi tertentu) bahkan sampai penurunan kualitas desain sampai dibawah standar yang ditetapkan dalam Per­ men PU No. Secara faktual.000 tower diresmikan oleh Presiden pada tanggal 5 April 2007. apartemen umumnya berharga Rp. Sejak itu pengembang swasta mulai banyak yang masuk ke pembangunan rusunami. Keseluruhan desain dan metoda pelaksanaan memenuhi persyaratan teknis dan teknologis dalam Permen PU No.500.Edisi 3 .bahkan oleh para pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun -. seper­ ti terlihat pada Gambar 8. agar swasta dapat terlibat untuk mendukung program pengadaan perumah­ an bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di kota-kota besar.-. Program ini mulai menghadapi cobaan berat pada akhir 2007 dan awal 2008.Maret 2013 Daerah yang menyangkut harga jual. Penerapan di Lapangan (2007 -2012) a. Peraturan tersebut pada dasarnya memberikan berbagai insentif. kamar mandi tidak ada ventilasi dan lainlain). Program Rusunami bersama Pengembang Program 1. yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya . ada kamar tidur yang tidak mendapat cahaya langsung. Pengembang lalu menyikapinya secara pragmatis. ketika terjadi dua kali kejadian pen­ ting. Gambar 8 Peresmian Program 1000 Tower di Rusunami Pulogebang Gambar 9 Beberapa Contoh Desain Rusunami yang Tidak Memenuhi Persyaratan Teknis 31 .200. fasilitas yang mem­ beri kemudahan perijinan.05/PRT/M/2007.000. fasilitas dalam bidang perpa­ jakan dan lain-lain. Maka ter­ ciptalah suatu pasar baru.ke atas. mulai dari penaikan harga secara halus (peningkatan kualitas. lewat pembangunan rusunami di lahan Perumnas di Pulogebang. namun pihak pemerintah tidak mampu melakukan hal tersebut karena alasan-alasan “birokratis”. Pada waktu sebe­ lumnya. Pengembang minta harga disesuai­ kan. seperti terlihat pada Gambar 9.

dan juga Pergub DKI (misalnya insentif KLB) belum secara selaras direvisi kembali. Pasar ini tadinya merupakan “exit” dari pengembang swasta yang terlanjur masuk ke program 1. Ancaman lain adalah tim penye­ lidik pajak yang mengancam akan memberi sanksi pidana bagi pengembang yang memberikan bagian dari rusunami yang diusulkan termasuk program 1.Laporan Utama Aspek penurunan kualitas desain inilah yang mendo­ rong Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) mengirim surat secara khusus ke Gubernur DKI. Diskusi aspek teknis ini berlangsung hampir 2 tahun sampai tahun 2009. Para pengembang swasta yang sudah masuk ke program ini -dengan sudah melakukan investasi. termasuk masalah kepadatan hunian yang berimbas ke insentif KLB yang ter­ cantum dalam Pergub Nomor 137/2007. b. melalui pembinaan yang berkesinambungan pada para pelaku pembangunannya.000 tower. Pasar ini ternyata sangat kuat. ekonomis dan yang penting tidak bocor). Pemerintah melalui Kemenpera akhirnya merevisi harga jual rusunami menjadi Rp. Ke­ seluruhan sikap pemerintah ini dianggap “pengkhianatan”. untuk meninjau kembali persyaratan teknis rusunami. Baru pada tahun 2011 . dan bahkan terkesan menganggap pengem­ bang berusaha mengambil untung “terlalu besar”. Pada tahun 2007 – 2012. Kemen PU sampai saat ini konsisten mengembangkan program rusunawa berdasarkan aspek teknis dan teknolo­ gis. agar dapat dijual pada segmen pasar baru tersebut. yang menyebabkan pengembang rusunami harus membayar denda. Pasar ini tadinya tidak terpikirkan oleh pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun. seperti terlihat pada Gambar 10. serta di daerah oleh beberapa Pemda seperti Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya. dengan jumlah rusun yang dibangun meningkat secara proporsional. namun aturan dari Kementerian lain yang mendu­ kung (misal perpajakan). yang secara efektif merevisi berbagai insentif.000 tower. Pukulan paling mematikan adalah keluarnya revisi Per­ gub tentang rusun.4 tahun setelah ditetapkan standar prototipe .216 juta. seperti yang dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum pada peresmian rusunawa mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Jatinangor seperti terlihat pada Gambar 11. Di luar dari carut marut tersebut. walau di lapangan terkadang masih tumpang tindih. Program Rusunawa dari APBN/APBD Program rusunawa dari APBN/APBD ditangani di pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). maka peningkatan kualitas dapat dilakukan secara sistematis. jadi tidak perlu bergantung lagi pada “janji-janji” pemerintah.masih berharap bahwa Pemerintah – yang sudah mengundang mereka masuk – untuk bisa ‘memahami’ entusiasisme mereka dalam mendu­ kung program 1. sehingga para pengembang swasta secara resmi ramai-ra­ mai mengundurkan diri dari program 1. tepat waktu. selagi dilakukan diskusi untuk menyepakati aturan teknis. kepada penghuni yang tidak memenuhi persyaratan MBR. suatu legasi yang tidak terbantahkan adalah munculnya pasar baru “Apar­ temen Murah” yang berharga Rp.000 tower. Jelas bahwa saat ini pengembang swasta sudah punya pilihan di pasar “Apartemen Murah”. De­ ngan cara yang konsisten ini. Gambar 10 Pembangunan Rusunawa Kementerian PU 2007 – 2012 dengan prototipe T-24 Gambar 11 Menteri PU dalam Peresmian Rusunawa Kampus ITB 2011 32 . yang memang terdiri dari banyak instansi.000 tower. hampir semua rusunawa diba­ ngun dengan prototipe T-24 dengan menggunakan metoda pracetak. sehing­ ga secara alami para pengembang menggunakan prinsipprinsip aspek teknis dan teknologis yang tercantum dalam Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 untuk mendapat­ kan bangunan yang efisien. tidak sepenuh­ nya bisa satu suara dalam menyikapi hal ini. Di pihak pemerintah sendiri. Birokrasi tidak dapat memahami mengapa pengembang meminta penye­ suaian harga. Para pengembang swasta sudah menyatakan secara verbal akan kembali mendukung program 1. namun pada dasarnya sikap mereka adalah “wait and see” apakah peme­ rintah konsisten dalam merevisi regulasi yang terkait. tampil­ an baik. Pihak DKI lalu membekukan proses perijinan rusunami. yang kemudian di­ lakukannya “razia” penyegelan banyak rusunami yang tidak memiliki IMB.000 tower. namun dengan carut marut yang ada mereka memutuskan menjual produk yang sudah terlanjur dibangun dengan sama sekali tidak menggunakan fasilitas insentif pemerintah.200 jutaan.Kementerian PU menyatakan bahwa sudah di­ capai taraf mutu rusunawa yang baik (fungsional. yaitu Pergub Nomor 29/2009. Pembagian tugas antara Kemen PU dan Kemenpera sebenarnya cukup jelas. Pada tahun 2012.

Edisi 3 .000 Tower ke Depan Berbagai pengalaman penerapan yang dijabarkan sebe­ lumnya. dan dibuat sesuai tematik dominan penghuninya (misalnya tematik nelayan. Uji Coba 10 lantai tipe 36 dan 24 Baru setelah aspek teknis dan teknologis dapat dikuasai dengan baik oleh para pelakunya. Pem­ da DKI bertekad untuk membangun rusun tingkat tinggi untuk MBR dalam jumlah yang sangat banyak. Jika diikuti pasti akan 33 . sehingga sampai saat ini belum bisa terwujud. terjadi perubahan orientasi yang tidak sepenuhnya berdasar kajian teknis dan teknolo­ gis yang tepat. Sebagai uji coba. di era Gubernur baru.000 tower. program ini tidak dapat optimal dijalankan. Pengabaian ini menyebabkan banyaknya pembangunan rusun tahun 2012 yang tidak tepat waktu dan kualitas yang tidak baik. Kemenpera justru meng­ gagas konsep rusun super tinggi (di atas 24 lantai). Kemen PU akan melang­ kah ke variasi desain prototipe yang lain. untuk DKI Jakarta. Untuk rusunawa “reguler” jumlah dilipat gandakan dengan pengurangan jumlah lantai hanya men­ jadi 2 – 3 lantai. Pada tahun 2012. namun perlu dicatat bahwa tanpa didukung persiapan aspek teknis dan teknologi yang tepat. Pada tahun 2012. mempunyai pencirian etnik Betawi. Konsep ini merupakan loncatan yang terlalu jauh dari aspek teknis dan teknologis. Pemda DKI Jakarta sampai saat ini masih mengikuti pola Kemen PU untuk rusunawa bertingkat medium sam­ pai 6 lantai.Maret 2013 Gambar 12 Rusunawa Rempoa. Pencanangan ini dilakukan sendiri oleh Menteri PU pada tahun 2013. se­ perti terlihat pada Gambar 12. Ada kesan bahwa bangunan 2 – 3 lantai “mudah” dibuat. karena hal tersebut memang sudah merupakan kebutuhan khusus. dan bahkan sebagian direncanakan di atas jembatan kali Cili­ wung. Kemen PU berharap desain ini dapat menjadi contoh nyata bagi pihak-pihak lain yang akan membangun rusun bertingkat tinggi. Gubernur secara spesifik sudah menyampaikan agar de­ sain rusun tidak “kaku” dengan berbasis hanya fungsional. Di sisi lain. yaitu penggunaan desain prototipe dan metoda pracetak. serta peningkatan jumlah rusun per tahun secara gradual. pasar tekstil). Masukan untuk Program 1. sehingga tidak memerlukan persiapan as­ pek teknis dan teknologis yang terlalu “serius”. Saat ini sedang terjadi diskusi yang intens antarberbagai pihak terkait. Kemenpera sampai tahun 2011 mengikuti pola Ke­ men PU. dilakukan pem­ bangunan rusunawa bertingkat 10 double loaded corridor dengan kombinasi unit tipe 36 dan 24 di Rempoa. terlihat jelas aspek teknis dan teknologis adalah aspek alamiah penting yang harus diperhatikan oleh selu­ ruh pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program 1. yaitu tipe yang lebih besar (mengarah ke tipe 36 sesuai dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) dan bertingkat tinggi. yang dikhususkan untuk pegawai Kemen PU.

sehingga cocok untuk antisipasi karakter Gubernur DKI yang baru. baik bertingkat me­ dium maupun bertingkat tinggi. Akan sangat menarik jika konsep ini bisa diterapkan pada produk rusun dengan sistem prefabrikasi dengan desain prototipe tertentu yang sudah memenuhi kajian teknis dan teknologis yang benar. yang pada akhirnya akan membawa bangsa Indone­ sia menuju gerbang kemakmuran dan kesejahteraan se­ perti yang diinginkan oleh kita semua. yang pasti mendatangkan azab. Penutup Pada setiap pekerjaan konstruksi. sehingga peran Pemerintah sebenarnya sangat diharapkan disini. Para pengembang memang saat ini sudah mem­ punyai pasar baru “Apartemen Murah Kelas 200 jutaan se­ bagai ekses dari program 1. diharapkan dapat meningkatkan ke­ mampuan teknis dan teknologisnya baik secara faktual (de facto) maupun secara hukum (de jure). terutama di DKI). setiap rusun harus melalui proses tender desain dan tender pelaksana­ an.000 tower pada dasarnya adalah program de­ ngan tujuan mulia untuk memberi kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah bawah untuk mendapatkan hunian yang layak. maka pengguna jasa dapat membeli langsung ke pemasok tanpa melalui tender. dengan memanfaat­ kan peluang e-purchasing dalam Pasal 110 Perpres 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. justru akan membawa azab. Untuk program rusunawa dari APBN/APBD. Kemen­ terian Pekerjaan Umum diharapkan untuk terus konsis­ ten menjadikan aspek teknis dan teknologis sebagai dasar utama.Laporan Utama membawa berkah. Keseluruhan harga produk dikaji dengan tim independen. Jadi keinginan Gubernur yang selalu disampaikan dalam tiap kesempatan “Jika lahan. yang pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya 60% tinggal di perkotaan. mempunyai ciri Betawi. pemerintah harus mendukung hal yang su­ dah diterobos Kemenpera yang sudah menaikkan harga jual berdasarkan kajian teknis dan teknologis. sehingga program pembangunan rusunawa dapat dilakukan kembali dengan baik. Cara ini sangat memotong waktu imple­ mentasi program dengan tetap dalam koridor hukum yang berlaku (sudah diterapkan misalnya pada normalisasi su­ ngai dengan turap beton). dan kapasitas produksi. perijinan dan dana sudah siap. juga perlu dibuat terobosan me­ ngenai cara pengadaan barang dan jasa bersumber dari APBN dan APBD. harga “Apartemen Murah” ini akan berangsur-angsur naik jika tidak ada penyeimbang. Untuk asosiasi. namun jika diabai­ kan atau diingkari. perlu persiapan yang baik dari aspek teknis dan teknologis. yang ditetapkan ke­ wajarannya oleh tim penilai khusus dan di­ sahkan bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Peme­ rintah (LKPP). Program 1. sehingga dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak yang akan mengembangkan rusun. Hunian yang layak akan menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan kuat. Untuk Pemda DKI. sama saja dengan pengingkaran hukum alam (yang me­ rupakan juga Hukum Tuhan). dan mempu­ nyai tematik sesuai fungsi sesuai harapan Gubernur dapat terlaksana nantinya dengan baik. Kemampuan faktual adalah peningkatan sumber daya manusia. Untuk program rusunami yang konsepnya melibatkan pengembang. besok langsung cor” dapat terjembatani. sedangkan Kemen­ pera sepertinya justru sedang “jatuh” dalam masalah ini. lalu disahkan oleh LKPP. agar apartemen rusun tingkat tinggi yang terjang­ kau akan tetap ada bagi masyarakat berpenghasilan me­ nengah bawah. aspek teknis dan teknologis merupakan aspek natural yang harus menjadi pertimbangan utama para penentu kebijakan (Pemerin­ tah) dan pemangku kepentingan (Pengembang dan para profesional). *Anggota Tim Pakar HUD Institute/ Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I).000 tower. dengan re­ gulasi-regulasi di sektor lain terutama di sektor fiskal (di Kementerian Keuangan) dan insentif (di Pemda. kualitas manajemen. Kemampuan secara hukum adalah membuat para pelaku konstruksi mempunyai sertifikat keahlian dan badan usa­ hanya mempunyai sertifikat badan usaha yang khusus un­ tuk teknologi non konvensional (misalnya seperti sistem pracetak dan sistem formwork untuk struktur) seperti yang digariskan oleh Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007. agar pembangunan rusuna­ wa bertingkat tinggi dalam jumlah banyak dengan desain yang “tidak kaku”. Terdapat terobosan menarik yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemda DKI saat ini. peralatan pendukung. biasanya justru gagal menghasilkan perencana dan barang yang tepat mutu dan waktu. Kementerian Perumahan Rakyat agar kembali ke “khittah” nya. Kemen PU saat ini sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan regulasi yang ada. Pada pasal ini dapat dibuat standar harga produk.000 tower saat ini menunjukkan bahwa jika program di­ lakukan dengan pertimbangan teknis dan teknologis yang benar akan membahwa kemaslahatan. sehingga tidak terlalu berharap akan “janji-janji” pemerintah tersebut. 34 . Berdasar­ kan pengalaman sifat pasar. Jika produk dan harganya sudah masuk daftar. Pengalaman pembangunan rusun dari sejak dimulai secara sistematis sejak 1974 sampai pada program 1. Jika diabaikan atau bahkan diingkari. Cara pelelangan yang berpatok pada “harga terendah” sepertinya jika terapkan secara naif. Dengan pola yang ada. Dari aspek hukum.

14A.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.HUT Bank BTN ke 63 HUT REI ke 41 HUT Bapertarum PNS ke 20 HUT Otonomi Daerah ke 17 Sukseskan Program 1.com 35 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

ulama dan masyarakat yang dikenal dengan nama Sekolah Mengaji. Bahkan beberapa kota besar dalam waktu dekat akan naik kelas menjadi kota metropolitan. Menjadi menarik kemudian melihat dari dekat bagaimana sebuah kota mempersiapkan diri menjadi sebuah metropolitan.05 persen per tahun (2011). pertambahan penduduk yang tinggi. serta penduduknya yang multi etnis. yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani”. lapangan pekerjaan didominasi perdagangan dan jasa. Hal ini dibuktikan dengan langkah antisipatif pemerintah kota melalui penyebaran pusat kegiatan dengan memindahkan pusat pemerintahan kota ke wilayah yang lebih rendah kepadatannya. pemerintah kota berinisiatif mengundang para pengembang yang mengajukan ijin untuk melakukan ekspose di hadapan walikota dan seluruh SKPD. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Peningkatan kapasitas layanan air minum pun dilakukan bekerja sama dengan investor. dan pembangkit listrik tenaga gas. Birokrat tidak sekedar pegawai pemerintah tetapi juga 36 . Terkait transportasi publik dilakukan penambahan jumlah bus kota. serta jaringan jalan. Pembenahan pendidikan dilakukan melalui gerakan bersama antara pemerintah. Terjadi keterpaduan antara pendidikan formal dan pendidikan moral. Ciri-ciri sebuah metropolitan telah lama disandangnya. Penyediaan fasilitas yang menjadi prioritas adalah saluran drainase yang didahului dengan penyusunan rencana induk pengembangan drainase sebagai upaya mengatasi sumber foto: istimewa banjir. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan preventif. setidaknya melalui visinya. H. Intinya. Sekilas Kota Pekanbaru Sejak tahun 2010. Langkah Antisipatif dan Kreatif Pemerintah kota Pekanbaru terlihat siap dalam menyongsong keberadaan kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat mencapai 9. Firdaus. Pertemuan ini juga menjadi ajang saling bertukar informasi antara pemerintah dan pengembang sehingga terbentuk kesamaan paradigma pembangunan kota. Untuk mencegah pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali. diperkirakan tahun 2013 angka 1 (satu) juta jiwa telah tercapai. dan pemangku kepentingan lainnya. pembangkit listrik tenaga sampah. Misalnya saja. Setiap pimpinan unit menandatangani pakta integritas dan mempunyai indikator kinerja yang dievaluasi setiap 3 (tiga) bulan. penyiapan infrastruktur kota juga dilakukan sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. menjadi pendorong tingginya laju pertumbuhan penduduk. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4. Selain itu.Laporan Khusus Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan P ertumbuhan kota-kota besar di Indonesia terbilang sangat pesat. Pengelolaan sampah juga menjadi kepedulian dengan memanfaatkan TPA sistem sanitary landfill dan melibatkan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah.47 persen per tahun. Pembenahan birokrasi dilakukan dengan perubahan paradigma dari atasan-bawahan menjadi mitra kerja. Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera. Tulisan ringkas ini merupakan hasil pengamatan langsung. dan bincang-bincang dengan walikota Pekanbaru. Masyarakat didorong berperilaku hidup bersih dan sehat. setelah Medan dan Palembang. Peningkatan kapasitas listrik terpasang juga dilakukan melalui berbagai sumber baik pembangkit listrik tenaga uap dari batubara. Di antara kota besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 1 (satu) juta jiwa adalah kota Pekanbaru. Langkah ini terbilang sistematis karena didahului oleh revisi tata ruang. penambahan koridor. pengembangan sumber daya manusia melalui ‘gerakan’.

Dibutuhkan waktu setahun sebelum ijin yang dibutuhkan dapat diperoleh. sehingga terdapat surplus sebesar Rp.com 11 Fakta Kota Pekanbaru Fakta1: Pekanbaru mencapai luas 632. dbestlists. Tingginya tingkat urbanisasi telah diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja informal. dibentuk forum komunikasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pengembang.45 triliun). walaupun secara absolut bukan yang terkecil).939 jiwa (2011). dan perorangan (26%). transfer) PDAM dengan investor Korea untuk penambahan layanan air minum.91. Upaya menjaga lingkungan hidup juga telah dilakukan (green city) melalui upaya penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bekerja sama perguruan tinggi besar. dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas rata-rata nasional. Sumber: Pekanbaru dalam Angka 2012. dan berbatasan dengan kabupaten Siak. penambahan kapasitas layanan fasilitas umum. Selain itu.Maret 2013 menjadi agen perubahan.16% de­ ngan pengangguran relatif besar mencapai 9. Fakta 9: Terdapat 3 (tiga) perguruan tinggi besar yaitu Universitas Riau (30 ribu mahasiswa). dilalui oleh su­ ngai Siak yang merupakan jalur kapal besar dari dan ke daerah peda­ laman. Kesesuaian dengan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Walaupun belum terjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan KSPN (lihat juga wawancara dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas). Fakta 11: Realisasi Pendapatan Daerah (Rp.26 km2. selain mengoperasikan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah secara sanitary landfill.05% (terbesar di propinsi Riau). yang cukup signifikan adalah tingkat urbanisasi yang tinggi dan kendala pembebasan lahan. sementara hanya sedikit yang bekerja pada lapangan usaha pertanian (4.47%.Edisi 3 . rumah makan. eceran. Hal ini diakui baik oleh pemerintah kota maupun para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).45% (proporsi terkecil di propinsi Riau. yaitu 4. dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (17 ribu) Fakta 10: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78.33%. Beberapa skema investasi yang akan dan sedang dilakukan adalah kerja sama perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan investor Australia untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah.2 juta. dilakukan penyebaran pusat kegiatan melalui revisi rencana tata ruang.1. operate. Di antaranya DPD APERSI Riau yang melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui penyediaan Rubrik Pojok APERSI bekerja sama dengan koran lokal. Keluhan utama para pengembang adalah lamanya proses perijinan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. liveable city dan green city.4 miliar. kabupaten Kampar. jasa kemasyarakat­ an. Fakta 6: Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 3. Fakta 4: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64. pemerintah kota sedang bersiap bekerja sama dengan swasta membangun fiber optic bawah tanah untuk mencapai Pekanbaru Cyber City. Sementara agar kotanya nyaman ditinggali (liveable city). sumber foto: www. dan penyediaan Pojok APERSI bekerja sama dengan pusat pertokoan lokal. Perkembangan kota yang pesat juga diantisipasi oleh pengembang. yaitu smart city. terdiri dari 12 kecamatan dan 58 kelurahan. Fakta 3: Jumlah penduduk mencapai 937. Sementara kendala pembebasan lahan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan.7%). kerja sama BOT (build.72 (terbesar di propinsi Riau). penyediaan lokasi berdagang pedagang kaki lima berikut bantuan modal memanfaatkan dana CSR (corporate Social responsibility) perusahaan dan pembentukan koperasi. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan perumahan (OM). sosial. Selain itu. Terkendala Pembebasan Lahan Di antara beragam permasalahan yang dihadapi. dan kerja sama perusahaan daerah dengan investor domestik untuk membangun fiber optic bawah tanah dalam upaya menjadikan kota Pekanbaru sebagai cyber city. Fakta 7: Pendapatan per kapita mencapai Rp. Kepadat­ an penduduk tertinggi mencapai 12.45. Keterbatasan anggaran disikapi dengan menarik investor bekerja sama dengan perusahaan daerah. Setidaknya terkait smart city. Universitas Islam Riau (16 ribu).54 triliun) lebih besar dari Realisasi Pengeluaran (Rp.1. dan kabupaten Pelalawan. dan hotel (40%). Fakta 8: Pertumbuhan ekonomi sebesar 9. 37 .710 jiwa per km2. Fakta 2: Lokasi Pekanbaru dipandang strategis karena berada tepat di te­ ngah-tengah propinsi Riau dan pulau Sumatera. serta menjadikan keberagaman etnis sebagai obyek pariwisata budaya. Fakta 5: Penduduk sebagian terbesar bekerja pada lapangan usaha perdagangan besar. namun terlihat upaya pemerintah kota Pekanbaru sudah menerapkan 3 (tiga) pendekatan pembangunan perkotaan.

yaitu Pertama. Kami segera menyusun master plan drainase sebagai pedoman pembangunan pusat.Laporan Khusus Tahun 2030. Tahun 2013. Terkait prasarana jalan. Untuk itu. direncanakan akan ada 6 koridor baru. Firdaus.) tetapi ternyata empat tahun malah berkurang menjadi 14. Pria yang masih terlihat energik ini menerima kami dalam sebuah wawancara yang akrab di ruang kerja pribadinya di kediaman resmi Walikota Pekanbaru pada suatu siang medio Maret 2013. H. pada akhir ta­ hun 2013 akan beroperasi pembangkit listrik tenaga uap dari batubara dengan kapasitas 2 kali 110 MW (mega watt-red) di kecamatan Tenayan. Sementara kondisi angkut­ an umum yang hanya tersedia 20 unit bus kota bantuan pemerintah pusat. Saat ini.T. M. menjadi menarik mendengarkan langsung dari Walikota Pekanbaru. 38 .. Ter­ dapat 2 (dua) konsentrasi kami. H. apa saja yang telah dan akan dilakukan? Banjir masih terjadi di bantaran sungai Siak dan be­ berapa daerah lainnya karena ketinggian yang rendah dan kondisi drainase yang kurang baik. Terkait penyediaan infrastruktur metropolitan sebagai konsentrasi pertama anda.000 ton per hari. dan kemacetan mulai terjadi. baru menjabat selama setahun lebih. propinsi dan kota. S. Pertama-tama kami ingin mengetahui konsep anda dalam menyikapi keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan? Penduduk kota Pekanbaru saat ini telah mencapai 1 (satu) juta jiwa. PIP (pusat investasi pemerintah-red) Kemen­ terian Keuangan memberi bantuan investasi untuk meng ‘upgrade’. Kami merencanakan akan menambah tenaga listrik dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. yang berarti Pekanbaru telah ‘naik kelas’ menjadi kota Metropoli­ tan. tantangan dan permasalahannya. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU.membangun wilayah kota yang merata. Hal ini dikare­ nakan perkembangan kota tertumpu di pusat kota. Untuk itu. seperti listrik. Kedua. dan pengembangan outer ring road yang tersambung ke rencana jalan tol Pekanbaru-Dumai. Firdaus. Taksi berargo juga telah tersedia. Tepatnya beliau dilantik pada 26 Januari 2012. Kemudian infrastruktur lain.000 SR. kami sedang mempersiapkan pengoperasian tambahan angkutan umum 70 unit. Sumber dananya berasal dari investasi swasta asing (Austra­ lia) bekerja sama dengan perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan membentuk sebuah konsorsium. Sebenarnya kerja­ sama dimulai 7 tahun lalu. Selain itu. Pada awalnya terdapat 25 ribu SR (sambungan rumah red. dalam menyikapi perkembangan ini kami telah menyiapkan visi yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang madani”. kami merencanakan akan memanfaatkan gas yang akan menghasilkan 30 Kilo Watt. sangat tidak memadai. Firdaus. kondisi mulai membaik dengan penambahan SR dalam dua bulan terakhir. Kota Pekanbaru Menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia telah berkembang cukup pesat sehingga penduduknya saat ini telah mencapai angka 1 juta jiwa. langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan berbagai peluang. Berikut ini petikan hasil wawancaranya. dilakukan penambahan jaringan jalan sehingga terjadi peningkatan rasio jaringan jalan. membangun fisik kota dengan menyediakan infrastruktur metropolitan. Diantaranya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil dari non fosil berupa sampah yang berkapasitas 1.T. yang akan menghasilkan 40 Kilo Watt per hari. Saat ini ada 2 koridor. H. Air menjadi persoalan. Disamping juga. Untuk mengejar peningkatan jumlah layanan sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru. PDAM Tirta Siak putus kontrak kerjasama dengan Belanda 3 tahun lalu.

yang tidak saling mendukung. Apa langkah yang telah dan akan dilakukan? Pada tahun 2012 telah dilakukan revisi tata ruang. Direncanakan distribusi ke masyarakat tetap oleh PDAM.500 miliar oleh perusahaan swasta nasional konsorsium dengan perusahaan daerah untuk membangun fiber optic bawah tanah. Keca­ matan Rumbai untuk perumahan. sudah berjalan baik pada 7 sekolah dan sudah terkumpul dana Rp. Terutama mengantisipasi tingginya tingkat pertumbuh­ an penduduk yang mencapai 4. Rumbai Pesi­ sir sebagai kawasan pariwisata. Apa yang terjadi sekarang? Kemungkinan konflik terjadi karena perencanaan yang kurang matang dan pelaksanaan di lapangan yang tidak selalu bersinergi. Masalah drainase antarperumahan yang mengakibat­ kan banjir. Ini menunjukkan kepedulian kami untuk menjaga lingkungan. kami juga menjalin kerjasama BOT (Build.300 mahasiswa) ditambah beberapa kampus kecil. dilengkapi pusat rekreasi berupa kebun binatang dipadu dengan wisata air. Transfer red. Awalnya selama enam bulan pertama pro­ sesnya seperti biasa.31 juta. Kenapa? Kita harapkan tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya konflik. Kemudian juga diupayakan penataan ruang de­ ngan membagi kawasan berdasar fungsi tertentu sehingga masingmasing mempunyai daya tarik agar dapat memicu per­ tumbuhan. Dalam upaya mencapai Pekanbaru sebagai Cyber City. berupa penyediaan RTH di da­ lam kampus. pusat bisnis baru. Tahun ini pengelolaan sampah sudah sanitary land fill. Selain itu di kecamatan Tampan. Pembangunan kota secara merata menjadi konsentrasi kedua. RTH menjadi multi fungsi. Masyarakat juga dilibatkan dalam mengelola bank sampah di sekolah. terjadi lonjakan migrasi penduduk yang mendorong meningkatnya minat beli rumah khususnya MBR. yaitu kecamatan Tenayan sebagai pusat pemerintahan dan kawasan industri. Ini bisa membuat masyarakat berkonflik. Begitu dievaluasi di lapangan ternyata sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru 39 . RTH difungsikan sebagai kolam retensi untuk antisipasi berkurangnya daerah rawa.Terdapat 3 (tiga) wilayah kecamatan yang akan dikembangkan. apakah Anda masih punya cukup waktu untuk itu? Kita sempatkan. namun kami membatasi jumlah tower nya agar tidak ter­ jadi ‘hutan tower’. telah disepakati investasi Rp. Kita antisipasi. apakah terdapat daerah kumuh disini? Alhamdulilah tidak ada yang kumuh. Bantaran sungai jadi water front city dikombinasikan dengan wisata air. kami mulai mengambil kebijakan pembangunan rumah secara vertikal baik berupa rusunawa maupun rusunami. para pengembang diminta untuk melakukan ekspose. REI (Real Estate Indonesia-red). Nantinya kebutuhan penyimpanan data akan terlayani untuk keselu­ ruhan kota. sejak bencana alam di Sumatera Barat. Ini yang saya beri pengertian pada pengembang maupun asosiasi sebagai rumah besar para pengembang.Maret 2013 200 ribu SR. Ini merupakan ha­ sil kerjasama yang baik dengan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia-red). terdapat dua kampus besar Universitas Riau (30. Pertama.000 mahasiswa) dan Universitas Islam Riau (26. beberapa hal yang signifikan telah dilaku­ kan. Selain itu. dengan menyiapkan sumur resapan. Hasil evalu­ asi menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang timbul terjadi karena ketidaksinkronan atau kurangnya koordinasi antarperumahan. Dalam revisi ini. Penyediaan tanah untuk masyarakat menjadi perhatian kita. Akses tol ini termasuk hub MP3EI di Sumatera. selain menjaga banjir. Tahun depan sampah akan jadi bahan baku listrik. Bahkan kita punya perda (pera­ turan daerah-red) untuk sumur resapan. termasuk terminal barang (darat dan laut). Seperti kerjasama dengan Universitas Islam Riau. bagaimana kesiapan kota Pekanbaru? Tata ruang untuk perumahan sudah ditetapkan. Saat ini. dan CBD (Central Business District-red) baru sebagai super blok kota Pekanbaru. Kami menyadari lahan yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif. UNRI dan Politeknik.) 30 tahun dengan Korea yang saat ini sedang dalam tahapan studi kelayakan.47 persen per tahun. Operate. Sebelum mengeluarkan ijin prinsip membangun. Infrastruktur telekomunikasi dilayani oleh semua opera­ tor. memindahkan pusat pemerintahan kota dari pusat kota sekarang ke wilayah bagian selatan Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya. Kami juga menjaga air tanah. Itu lah saya katakan pada teman pengembang untuk membangun masyarakat madani dimulai dengan perencanaan yang baik termasuk perencanaan perumahan. Kembali kepada perkembangan kota Pekanbaru yang demikian pesat. Terkait dengan ekspose yang dilakukan sebelum memperoleh ijin prinsip membangun.Edisi 3 . Terkait bidang perumahan dan permukiman. Mulai tahun lalu telah dimulai pengadaan tanah dalam rangka memenuhi 30 per­ sen Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyiapan RTH telah dimulai. Saat ini. dan Perumnas. Total sambungan pada tahun 2018 akan mencapai 150 ribu SR. RTH juga difungsikan sebagai tempat berolahraga. yang berada di ruas jalan lingkar luar Pekanbaru yang mempunyai akses ke rencana jalan tol Pekanbaru–Dumai. dan kantor kelurahan.

pemerintah-masyarakat. Semua (urusan pembebasan tanah-red. Walikota sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru yang lama berbeda cara berpikirnya dengan saya. Telkom dan Pegadaian untuk menyedia­ kan bantuan modal untuk UMKM (Usaha Mikro. Kalangan pengembang juga masih terkendala oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses perijinan di BPN (OM). 40 . Kecepatan masih belum sama tapi sudah terlihat perubahan. perbankan. 20 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama. Paling PKL (pedagang kaki lima-red. rumah tangga. Ini semua dalam sebuah gerakan dan tidak sporadik. paham dan melaksana­ kannya. pembangunan kota Pekanbaru tidak hanya fisik kota tapi juga sumberdaya manusianya terutama karena mempunyai sumberdaya alam terbatas. Diminta menandatangani pakta integritas. cintai lingkungan. Setiap bulan kami menerima migran sekitar 2. Ini perlu disuarakan. Kan butuh biaya besar dan tidak menyelesaikan masalah. Pada saat ekspose tidak hanya di depan saya tapi termasuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red) terkait. Bagaimana anda mengantisipasinya? Hasil penelitian salah satu perguruan tinggi terkemuka menyatakan bahwa 20-30 tahun mendatang kota Pekanbaru berpeluang menjadi kota nomor satu di pulau Sumatera.000 orang dengan tingkat pendidikan rendah.). dan sehat. Pemerintah tidak bisa dengan kekuatan sendiri tapi harus ada 3 (tiga) unsur yang bekerjasama yaitu pemerintah (ek­ sekutif dan legislatif ). Konkritnya mulai Mei tahun lalu ada program Sekolah Me­ ngaji. Satu tahun awal belum melakukan mutasi. Karenanya kami melakukan pembinaan PKL melalui pembentukan koperasi dan menyediakan tempat.Laporan Khusus hasilnya tidak bisa (diterima-red). Sekolah mengaji itu gerakan. Kembali kepada ajaran agama. Hasilnya.30 miliar. Selain itu. Dua program andalan dalam pengembangan sumberdaya manusia. bisa menangkap. Saat ini baru saja sekitar 2 (dua) bulan dilaku­ kan penggantian (staf dan pimpinan unit-red).) termasuk juga investasi dengan bekerjasama swasta untuk membangun Pasar Induk. Menyediakan waktu 40 menit sebelum jam pertama sekolah. Bagaimana dengan kesiapan aparatur? Saya menyadari kondisi sumberdaya manusia dari peme­ rintah. Dicegah di hulu. Kita mengajak menyatukan persepsi untuk mencintai lingkungan yang bersih. Dirubah menjadi preventif. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Jadi selama enam bulan sampai setidaknya setahun ini akan diminta ekspose. pemerintahmasyarakat-ulama. Kedua. Pemba­ ngunan sumberdaya manusia dimulai dengan pemberian pemahaman ajaran agama. Pembangunan sumberdaya manusia penting. Pekanbaru tidak punya sumberdaya alam. ini tidak dipungkiri menjadi kendala yang membuat lambatnya pelak­ sanaan pembangunan (pembebasan lahan-red. yang jadi andalan kami adalah jasa termasuk pasar dan PKL. Pemahaman yang sama dulu.) pada Raker APEKSI menyatakan beban tugas begitu berat. lingkungan permukim­ an. dan 20 menit mendengar terjemahan dan pemahaman kandung­ an Al-Qur’an. Kendala dan hambatan utama dalam menjalankan semua konsep ini? Sampai hari ini yang signifikan belum ada paling riakriak kecil. kemudian prestasi dievaluasi. Percepatan pembangunan yang diinginkan membutuhkan dukungan sumberdaya manusia yang memadai. Ujungnya tercipta masyarakat agamis penuh toleransi dapat bekerja sama berdampingan tanpa membedakan suku agama. Mulai dari diri sendiri. Tahun lalu dari alokasi dana Rp. Sekarang tidak menggunakan kata itu tapi mitra (partner) kerja. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan merubah paradigma. Kami juga bekerjasama dengan PTP V. Kerugian besar buat bangsa ini jika BPN tidak cepat menangani ini. Yang lalu ada bapak buah dan anak buah. Selama ini asumsinya (pelayanan kesehatan masyarakat-red) dengan menyediakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang bersifat kuratif. dan pendidikan formal dan keagamaan.86 miliar. Kita sampaikan kepada mereka ini bukan untuk mempersulit. hanya cair Rp. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Maka men­ jadi kepedulian kami. dan seterusnya seluruh kota. Karenanya.) juga membahas tentang pembebasan lahan. Semua pihak hadir karena ini menyamakan persepsi. lingkungan sehat juga gerakan. Deputi BPN (Badan Pertanahan Nasional-red. pertama terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Raker APEKSI (Aso­ siasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia-red. Menciptakan masyarakat sehat. pelayanan kesehatan. Kecil dan Menengah-red. Hanya diberi waktu 2 (dua) kali tiga bulan. Jadilah kota yang bersih sehat dan tertata rapi. paradigma yang belum sama. Perubahan mendasar dalam manajemen. Apalagi Tahun 2013 diberlakukan aturan yang baru. Dibutuhkan perubahan sangat mendasar. Konkritnya.) tidak lagi di Tim 9 tapi di BPN.). lambatnya pembangunan infrastruktur karena kesulitan pembebasan lahan. Pegawai di­ minta menjadi agen perubahan agar tercipta masyarakat yang madani. Setelah setahun baru dilakukan perubahan. keluarga. jumlah personil terbatas.

Maret 2013 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Edisi 3 .5 April 2013 41 .000 Tower Sukseskan Program PEMERINTAH KOTA PEKANBARU 5 April 2007 .

Laporan Khusus

Wawancara Direktur Perkotaandan Perdesaan Bappenas

Ir. Hayu Parasati, MPS.

I

“Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini”
Sekarang ini prosesnya sedang dicoba ditetapkan melalui Perpres atau kalau memungkinkan jadi Undang-Undang. Indikatornya harus jelas ada bench marking (tolok ukur). Sementara itu, atas desakan stakeholder dibuatlah RUU Perkotaan yang sedang disiapkan di Kemendagri. Materinya sama. Secara paralel. Saat ini telah dibentuk Tim Koordinasi Pembangunan Perkotaaan (TKPP). Tim Pengarah Kemenko Perekonomian, Kemenpera, Kemen PU, Kemendagri, dan Bappenas. Koordinatornya Menteri PPN/KepalaBappenas. Salah satu tugas TKPP adalah menggodok KSPN melalui Pokja (kelompok kerja-red). Pokja dibentuk berdasar isu yang dibahas. Karena sedang menyusun KSPN maka dibentuklah Pokja KSPN. Sementara ini masih berjalan agak lambat, padahal isunya berkembang terus. Ada keinginan dari kalangan di luar pemerintah yang meminta dilibatkan dalam Pokja KSPN, termasuk juga perguruan tinggi. Bisa digambarkan garis besar substansi dari KSPN tersebut? Tentunya ada visi pembangunan perkotaan, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat. Pendekatannya adalah smart city, green city, dan liveable city. Smart city diartikan sebagai kota inovatif, kreatif dan berbasis IT (information and technology-red), liveable city adalah kota layak huni, berkeadilan dan mengakui keragaman, dan green economy city adalah kota produktif, hijau dan berketahanan iklim. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan masing-masing ke dalam bench marking atau tolok ukur. Sehingga pencapaiannya dapat terukur. Namun sampai saat ini, kami belum sepenuhnya berhasil menerjemahkan tolok ukur perkotaan tersebut ke dalam indikator dan parameter. Masing-masing (pendekatanred.) sudah dilakukan banyak lokakarya, yang seharusnya menyatu dan tidak terpisah.

ndonesia telah menjadi salah satu negara dengan populasi perkotaan terbesar di Asia Timur dan Pasifik. Pada tahun 2010, tercatat 49,8 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perkotaan (Bank Dunia, 2012). Fenomena ini terus berlanjut, dan ditengarai dalam waktu dekat beberapa kota besar akan bertumbuh menjadi kota metropolitan, yaitu kota dengan jumlah penduduk minimum 1 (satu) juta jiwa. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengetahui antisipasi pemerintah baik berupa kebijakan, strategi maupun program yang dilaksanakan. HUDmagz berkesempatan mewawancarai Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas, Ir. Hayu Parasati, MPS. yang bertanggung jawab menyiapkan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Berikut hasil wawancaranya. Bagaimana perkembangan penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN)? Kegiatan penyusunan KSPN dimulai dalam bentuk Proyek Reformasi Birokrasi Perkotaan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.Mereka bikin implementasi di beberapa lokasi dan terdapat komponen kebijakannya berupa kebijakan pengelolaan perkotaan. Ternyata implementasinya jalan duluan karena TAnya (technical assistance/bantuan teknis-red), berupa penyusunan kebijakan, berlarut-larut. Implementasinya bikin pasar, terminal dan lainnya terlepas dari penyusunan kebijakannya. Sementara TA-nya tanggung. Reformasinya hanya menyangkut birokrasinya saja. Akhirnya diperbesar menjadi KSPN. Kebetulan pembangunan perkotaan dinamikanya tinggi tapi tidak punya payung kebijakan secara makro. Walaupun penyelesaiannya mengambil waktu yang cukup lama. Padahal sudah dilakukan diskusi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.

42

Edisi 3 - Maret 2013
Rencananya, agar workable (indikator dan parameterred.) maka dibagi dalam tahapan, yaitu standar minimum dan standar ideal. Tahun 2025, minimal ada kota yang memenuhi standar ideal. Ada SPP (Standar Pelayanan Perko­ taan) tahun 2025, semua perkotaan terpenuhi. Saat ini, Kemendagri sedang menyusun SPP tetapi hanya aspek pelayanan publik. Seharusnya menyangkut tiga pendekatan tadi, karena berbicara perkotaan banyak aspek lain yang perlu disentuh, seperti ketenagakerjaan dan lainnya. Jalannya paralel. Ibu-nya belum ada tapi anaknya sudah dibuat. Selain SPP, kita juga sudah punya indikator yang ditetap­ kan dalam RPJMN. Misalnya Indeks Kriminalitas salah satu bagian dari livable city. Ini dijadikan standar minimum saat ini. Kota-kota sendiri belum tahu jika terdapat indikator ini. SPP nanti akan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Jadi akhir tahun ini, regulasi terkait kebijakan pembangunan perkotaan seperti Perpres, dan PP dapat diselesaikan. Tentunya substansi kebijakannya masuk dalam RPJMN 20152019. Dengan demikian, kita berharap tahun 2015 sudah mulai dilaksanakan. Kalau melihat perkembangan perkotaan termasuk metropolitan saat ini, sepertinya berjalan sendiri saja. Apakah benar begitu? Ya, karena belum ada acuan. Belum ada kebijakan yang jelas. Walaupun demikian, sebenarnya kota-kota sudah banyak melakukan inisiatif bahkan inovasi yang kalau diperhatikan sebenarnya sejalan dengan apa yang sedang digodok menjadi kebijakan pembangunan perkotaan. Semua tergantung pimpinannya. Saat ini, pemerintah kota Surabaya, Yogya, Balikpapan, Makasar, Palembang, dan Denpasar telah bertemu dengan pemerintah pusat dan menyatakan minatnya untuk medapatkan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka pembangunan perkotaan. TKPP menjadi satu-satunya pintu (one gate policy) dalam memasilitasi kota tersebut. Dibantu juga oleh Bank Dunia. TKPP diberdayakan secara nasional, kebijakan disiapkan segera, prosedur disiapkan dengan bantuan lembaga donor. Apakah dalam TKPP ada pembahasan isu perkotaan? Ada tetapi kaitannya dengan Jabodetabekjur (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur-red.), yaitu menyinkronkan pelaksanaan pembangunan antarwilayah melalui BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabekjur. Efektifitas BKSP dievaluasi. Ternyata terbatas hanya melakukan kompilasi saja tetapi pelaksanaannya tidak berperan. Telah di evaluasi bahwa pelaksanaan usulan BKSP harus diangkat ke atas minimal Wapres. Sebetulnya ada dasarnya yaitu Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTRKSN) Perkotaan. Tidak perlu jauh-jauh membahas isu yang akan ditangani, sementara ini tidak ada satu pun propinsi yang telah melaksanakan RTRKSN ini. Apakah ada koordinasi antara BKTRN dan TKPP? Selama ini sepertinya belum, karena TKPP sendiri belum efektif. Tadinya karena konsep utuh kebijakan perkotaan belum jadi, maka kami belum berani melakukan tindakan. Karena kan harus ada dasarnya. Bagaimana peran Bappenas dan kementerian teknis dalam konteks pembangunan perkotaan? Apakah keterlibatan masyarakat sudah diakomodasi? Saat ini yang aktif berperan dalam pembangunan perkotaan adalah Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri. Bappenas bertanggung jawab menyelesaikan KSPN termasuk menggolkan regulasinya baik berupa peraturan presiden atau bahkan undang-undang, dan menyiapkan program pembangunan perkotaan. Kementerian PU sudah lebih maju, misal Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah menyusun konsep green city misalnya. Bahkan sudah juga mengembangkan beberapa parameter yang terkait dengan tupoksi mereka. Sebenarnya parameter yang telah ditetapkan oleh mereka telah mencakup keseluruhannya tetapi karena bukan tupoksi mereka sehingga tidak dielaborasi. Keterkaitan antara kota dan desa juga sudah mulai dielaborasi. Ada hal lain lagi. Nantinya RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah-red.) yang ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum diselaraskan dengan KSPN. Kemendagri yang saat ini sedikit tertinggal. Sementara TKPP nantinya berperan menyebarluaskan informasi termasuk pembelajaran pembangunan perkotaan. Terkait keterlibatan masyarakat, masih dalam bentuk keterlibatan beberapa LSM seperti Rujak Center, dan beberapa individu dari perguruan tinggi dari berbagai daerah dan asosiasi perencana (OM).

43

Pendapat

Pencapaian dan Agenda Kedepan
Oswar Mungkasa2 Pengantar elaksanaan konsep desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama bahkan sejak sebelum kemerde­ kaan, dan mencapai puncaknya pada era reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan yang kemudian direvisi masing-masing menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Walaupun demikian, penerapan konsep desentralisasi dan otonomi daerah di Indo­ nesia sampai saat ini dianggap masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih ditemukan banyak kele­ mahan dalam pelaksanaannya, baik dari kelengkapan regulasi, kesiapan pemerintah daerah, maupun penerimaan masyarakat sendiri. Terlepas dari itu semua, desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi suatu keniscayaan dengan mempertimbangkan amanat UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia yang telah menegaskan hal tersebut. Dengan demikian, menjadi lebih berharga kemudian meninjau kembali pencapaian se­ lama ini dan merumuskan agenda desentralisasi dan otonomi ke depan. Dengan keterbatasan yang ada, tulisan ini pada intinya mencoba merumuskan agenda tersebut. Pengertian dan Filosofi Secara formal, berdasar Undang-Undang Nomor 32 Ta­ hun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi diar­ tikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah oleh Pe­ merintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban daerah oto­ nom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan peme­ rintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004). Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia:

1

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai hari Otonomi Daerah di Indonesia. Hari otonomi daerah diperingati pertama kali pada tahun 1997. Untuk itu, tulisan ini dimaksud­ kan sebagai salah satu upaya memperingati Hari Otonomi Daerah tersebut. Selamat dan semoga otonomi daerah mencapai tujuannya menyejahterakan masyarakat Indonesia dalam waktu tidak lama lagi. Amin pusat kepada daerah otonom bermakna peralihan kewenang­ an secara delegasi, lazim disebut delegation of authority. De­ ngan demikian, pemberi delegasi kehilangan kewenangan itu, semua beralih kepada penerima delegasi. Berbeda ketika pe­ limpahan wewenang secara mandatum, pemberi mandat atau mandator tidak kehilangan kewenangan dimaksud. Mandat­ aris bertindak untuk dan atas nama mandator. Sebagai kon­ sekuensinya bahwasanya pemerintah pusat kehilangan ke­ wenangan dimaksud. Semua beralih menjadi tanggungjawab daerah otonom, kecuali urusan pemerin­ tahan yang oleh undang-undang dinyata­ kan sebagai urusan pemerintah pusat.3 Walaupun demikian, menurut Devas (1997), pengertian dan penafsiran ter­ hadap desentralisasi ternyata sangat be­ ragam, dan pendekatan terhadap desentralisasipun sangat bervariasi dari negara yang satu ke negara yang lain. Tetapi, secara umum definisi dan ruang lingkup desentralisasi selama ini banyak diacu adalah pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta.  Menurut Suwandi (2005), filosofi dari otonomi daerah adalah (i) eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis; (ii) setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan ke­ sejahteraan dan demokrasi; (iii) kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik; (iv) pelayanan pubik dapat bersifat pelayanan dasar maupun bersifat pengembangan sektor unggulan. Reformasi Regulasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dimulainya otonomi daerah pada era reformasi di Indo­ nesia ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang No­
1. Versi lengkap dari tulisan ini dengan judul Desentralisasi dan Otonomi daerah di Indonesia: Konsep, Pencapaian dan Agenda Ke Depan dapat di akses on line di www.academia.edu/2759012/Desentralisasi_dan_Otonomi_Daerah_di_ Indonesia_Konsep_Pencapaian_dan_Agenda_Kedepan 2. Pemimpin Redaksi HUD Magazines. (sandi.putra61@gmail.com) 3. Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menetapkan, bahwasanya urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal, dan agama.

P

44

Pertama. dengan DAU yang bertujuan untuk mengurangi ke­ timpangan Berkenaan dengan pembagian urusan pemerintahan ter­ kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance).bantuan keuangan (grant) atau dikenal sebagai dana perim­ undang tersebut secara substansial mengubah  beberapa para­ bangan. artinya tidak saling membawahi. dilakukan juga perubahan pola bantuan dan ministrasi. perkataan lain terjadi peningkatan  68% dari jumlah daerah Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun terbagi dua. dan tugas pembantuan. pelaksanaan pe­ hun 2011. Pembiayaan penyelenggaraan resmi dicanangkan per 1 Januari 2001. Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara Adapun indikator pengukuran efektifitas pelaksanaan oto­ dan bersifat kemitraan. Dengan provinsi. pemenuh­ dia. 22 Tahun 1999. Oleh sebab itu. merintahan yang menugaskan. Hal ini dimaksudkan sumbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. (iv) lapangan yang sama dan sejajar. (vi) pember­ Perimbangan Keuangan Daerah. kota) (Wikepe­ layanan dasar seperti pendidikan dasar. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mengatur persyaratan ad­ Selain itu. Sub­ agar pembentukan daerah dapat menjamin terselenggaranya sidi Daerah Otonom dan Dana Inpres dihapuskan dan diganti pelayanan secara optimal. yang merupakan hasil revisi dayaan ekonomi. (v) pengembangan infrastruk­ Sementara berdasar UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang tur seperti jalan. an kebutuhan hidup minimal. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi dae­ beban APBD. 175 kabupaten dan 34 Kota. dapat pembagian urusan yang spesifik. kabupaten. 2013 (*) Angka ini tidak termasuk 1kabupaten administratif dan 5 kota administratif di DKI Jakarta. urusan yang bersifat con­ telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 217 buah yang current atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat. Urusan lahir 18 daerah otonom baru. pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas Kemudian. (iii) pemenuhan hak dasar. 26 8 34 Aspek penting lainnya adalah aspek Jumlah provinsi Jumlah kabupaten 234 175 409 demokratisasi yang diukur dari unsur keter­ libatan masyarakat dalam menentukan jumlah kota 59 34 93 pejabat publik di daerah. Kedua. atau pun kabupaten/Kota. dekonsen­ Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Salah satunya adalah desentralisasi dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka dekonsentrasi dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konti­ tugas pembantuan dibiayai atas beban anggaran tingkat pe­ num bukan bersifat dikotomis. Oleh karenanya. Dalam pembentukan daerah. di antara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan (ii) kualitas SDM. kerja dan angka pengangguran. yustisi. yakni urusan wajib dan urusan pilihan. Undang. yang secara trasi. kepala daerah diberikan ke­ rah di Indonesia memasuki babak baru dengan terbitnya UU wenangan untuk memungut pajak/retribusi (tax assignment) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang dan pemberian bagi hasil penerimaan (revenue sharing) serta telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2004. terdiri dari 8 provinsi. dan agama.Edisi 3 .Maret 2013 mor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Un­ terhadap UU Nomor 25 Tahun 1999. layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah harus berpedoman kepada Standar Tabel 1 Perkembangan Jumlah Daerah Otonom antara Tahun 1999 – 2013 Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan JUMLAH DAERAH OTONOM 1999 PERUBAHAN 2010 oleh Pemerintah. kesehatan. urusan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah Pusat. Selengkapnya pada Tabel 1. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan ber­ digma penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam UU dasarkan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN dan No. prasarana lingkungan dasar Hasil evaluasi efektifitas pelaksanaan otonomi daerah dan sebagainya. moneter dan fiskal Sejak dicanangkannya otonomi daerah pada tahun 2000. pengaturan pembiayaan dang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi. Jumlah Total Daerah Otonom(*) 319 217 536 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumber: Wikipedia. nasional. penerangan dan air minum. keamanan. 2013). Sehingga daerah otonom men­ wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pe­ jadi sebanyak 536 unit (propinsi. dipilih secara langsung oleh rakyat. Kesimpulan ini merupakan Selanjutnya agar penyediaan pelayanan kepada masyarakat hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas pada ta­ mampu memenuhi ukuran kelayakan minimal. Sedangkan yang bersifat pilihan adalah hal menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah belum yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan mencapai tujuan yang hakiki dari otonomi daerah yaitu me­ kesejahteraan. pertahanan. teknis dan fisik kewilayahan. (vii) kualitas pengelolaan pemerintahan ber­ 45 . meliputi poli­ Pencapaian Desentralisasi dan Otonomi Daerah tik luar negeri. ningkatkan kesejahteraan rakyat. Kedudukan yang setara bermakna bahwa nomi daerah yang dipergunakan adalah (i) angka Kemiskinan.

bahwa kebijakan de­ sentralisasi juga tak luput dari serangkaian permasalahan se­ perti munculnya pembengkakan organisasi daerah. (ii) kebi­ jakan instansi pusat saling bertentangan. setidaknya berbagai kalangan mempercayai terdapat banyak hal positip dari penerapan konsep otonomi daerah di Indonesia. sedangkan pada level propinsi dan kota di bawah 22%. berupa desentralisasi KKN dan duplikasi Perda yang justru berlawanan dengan spirit otonomi daerah. 2010). l Pelaksanaan otonomi daerah belum efektif Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Pola ini menjadi sebuah pilihan utama karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengembangkan sifat wirausaha (enterpreneurship). maka sejak era otonomi watak KKN lebih bersifat hori­ zontal dengan setiap lini penyelenggara pemerintah (daerah) mengambil bagian yang sama. ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). diantaranya (i) se­ makin meningkatnya tingkat kemandirian dan kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan ekonomi daerahnya. terdapat 87 regulasi sektoral yang mengatur 31 urus­ an yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. terjadinya oligarki politik oleh elit lokal maupun gejala pembangkangan daerah terhadap pemerintah pusat. dan (iii) pemerintah daerah saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka ha­ dapi. 2010) 46 . retribusi. bukan optimalisasi.Pendapat dasar prinsip Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). 2012). Contoh lainnya. perolehan pendapat­ an daerah. Masalahnya adalah. yaitu (i) meningkatnya kepedulian dan pengharga­ an terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal. (Jatmiko. (iii) benturan antara wewenang instansi pemerintah karena pembagian wewenang yang tidak sistematis. Di sisi lain. disertai peningkatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. serta semakin membaiknya fungsi in­ termediasi bank umum. (ii) terbukanya potensi kegaduhan yang disebab­ kan oleh ketidaksiapan daerah dan ketidakleng­ kapan desain regulasi untuk mengimplementasikan proses desentralisasi. bahwa daerah akan melakukan upaya maksimalisasi.  SMERU (2002)  mengungkap fakta banyaknya daerah yang memberlakukan berbagai pu­ ngutan baru yang berpotensi menghambat iklim investasi dan gairah bisnis lokal (Utomo. Temuan lain oleh Hidayat (2003). (ii)  perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Isu. dapat dikategorikan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian. peningkatan PAD tersebut dibarengi dengan kebijakan-ke­ bijakan duplikatif sehingga sangat memberatkan masyarakat dan pelaku ekonomi pada khususnya4. l Ekstensifikasi sumber pendapatan Daerah yang berlebihan Salah satu konsekuensi otonomi daerah ada­ lah kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengelolaan keuangannya. ditunjukkan dari terjadinya perencanaan ekonomi daerah yang lebih mempertimbangkan aspirasi masyarakat di daerah (bottom-up planning). yang berdampak pada munculnya    risiko bawaan. Tantangan dan Kendala Memperhatikan pengalaman pelaksanaan otonomi daerah. Namun berdasar hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). Berdasarkan kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). Perda yang bermasalah pada level kabupaten pada tahun 2006 bahkan mencapai 65. pertumbuhan ekonomi. baik dalam bentuk pajak. dampak negatif juga terjadi dian­ taranya (i) banyak kebocoran (korupsi) dan peng­ gunaan anggaran yang tidak efisien dan efektif. 2011). ternyata pelaksanaan otonomi daerah belum berhasil meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. Pada kasus ini tentu saja pemerintah daerah telah berperan sebagai pen­ cari rente (Rent-Seeker) (Sari dkk.63% dari seluruh total Perda yang diproduksi. (ii) perkembangan pereko­ nomian yang signifikan. maupun non-pungutan. Sementara hasil kajian  IRDA  (2002) menunjukkan de­ sentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi penting. pemerintah daerah mencoba meningkatkan penerimaan daerah akibat orientasi kepada PAD yang berlebihan. Menteri Keuangan pada tahun 2003 telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut 206 Perda di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Langkah ekstensifikasi pajak daerah akan menimbulkan 4.  Walaupun demikian. Terlepas dari perdebatan tentang dampak positip dan negatip dari otonomi daerah. Setidaknya 29 bidang urusan diantaranya tumpang tindih. Ditengarai beberapa faktor menjadi penyebab tum­ pang tindihnya regulasi sektoral yaitu (i) pertentangan antara undang-undang dengan peraturan pelaksanaannya. Jika sebelumnya watak KKN lebih bersifat vertikal dengan institusi di atas mengambil bagian yang paling besar. yaitu l Tumpang tindih regulasi sektoral dan desentralisasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Langkah yang dilakukan adalah melalui pola tradisional dengan mengintensifkan dan mengekstensifkan pemungutan pajak dan retribusi. pendapatan per kapita. Sebagian besar perdaperda tersebut dianggap menjadi penyebab munculnya high cost economy (ekonomi biaya tinggi) sehingga tidak mendu­ kung upaya peningkatan iklim usaha di Indonesia. (iv) perbedaan antara peraturan perun­ dangan dengan yurispudensi dan Surat Edaran Mahkamah Agung (Direktorat Otonomi Daerah.

Kondisi ini bermuara pada masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang oto­ nomi daerah. Sebagai ilus­ trasi.Maret 2013 beban yang terlalu besar buat masyarakat umum dan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya beban masyarakat secara tidak proporsional dan menimbul­ kan ekonomi biaya tinggi sehingga dapat melemahkan per­ tumbuhan ekonomi daerah. pada beberapa daerah. Beberapa faktor menyumbang pada terjadinya kondisi ini. Berdasar kajian Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerin­ tahan (2010). sehingga mempengaruhi terhadap semangat dan budaya kerja birokrasi. Beberapa bentuk korupsi yang masih terjadi diantaranya (i) penggelembungan nilai barang dan jasa pada proses peng­ adaan barang dan jasa. pengurusan pensi­ un dan sebagainya. Namun dengan banyaknya daerah otonom baru. Akibatnya konsep “urusan” lebih dikaitkan dengan “keuangan”... (ii) pola pembinaan karir yang belum mempunyai aturan yang jelas dan pasti.9 triliun. Oleh karenanya keterlibatan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. (iii) pungutan liar dalam penerimaan pe­ gawai. Beberapa agenda yang dipandang perlu dan segera untuk dilakukan adalah: l Penyusunan Desain Besar Otonomi Daerah Tahun 20152025 Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama. nelayan daerah lain tidak boleh me­ nangkap ikan di luar daerahnya (Sari dkk. (ii) bersifat parsial. Di­ samping persoalan adanya ketimpangan antara besarnya dana yang dialokasikan dengan hasil yang dicapai dalam pemba­ ngun­ an daerah otonom baru serta munculnya konflik hori­ sontal yang cenderung semakin meningkat. dibutuhkan langkah nyata dalam menanggapi isu dimaksud. sementara berdasar fakta pencapaian otonomi daerah. keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi Otonomi Daerah belum terlihat jelas. yaitu (i) desain kebijakan sangat kental dengan pola pikir ‘inward looking’ sehingga penataan daerah diterjemahkan hanya sebagai pembentukan daerah otonom baru. dan wali kota (Sari dkk. 2012) l Kesalahpersepsian terhadap keberhasilan otonomi daerah yang diukur dengan kemampuan keuangan daerah Keberhasilan otonomi daerah seringkali dipersepsikan sebagai keberhasilan suatu daerah hanya dalam aspek ke­ mampuan keuangan daerah. ber­ dampak terhadap semakin besarnya dana pembangunan dae­ rah otonom baru yang dialokasikan dari APBN. Bahkan pemahaman masyarakat cenderung bertentangan dengan jiwa otonomi daerah. bahkan terlihat bahwa pertambahan wilayah administratif kabupaten/ kota hasil pemekaran bertambah secara signifikan sejak dimu­ lainya kebijakan desentralisasi ini. retribusi dan iuran (Sari dkk.Edisi 3 . 2011).33 triliun. Sebagai ilustrasi. (iv) pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah. rumah ibadah. l Kondisi SDM aparatur pemerintahan dan legislatif yang be­ lum menunjang sepenuhnya pelaksanaan  otonomi daerah Keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ber­ gantung kepada kemampuan aparaturnya. 2. 2012). yaitu (a) masih rendahnya profesionalitas birokrasi. sehingga loyalitas aparatur pemerintah cenderung lebih kuat kepada kekuatan politik dari pada kepentingan masyarakat l Partisipasi masyarakat masih belum memadai Masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kebijakan yang diberlakukan. terdapat sejumlah kelemahan dalam pelaksana­ an penataan daerah di Indonesia. Ditengarai rendahnya pencapaian ini banyak ditentukan oleh kapasitas dan integri­ tas sumberdaya manusia yang masih jauh dari memadai. hanya 20 % pemerintah daerah mampu menyelenggarakan otonomi daerah dan ber­ buah kesejahteraan rakyat di daerah. di­ sebabkan antara lain pola rekruitmen yang belum sempurna (menyangkut perencanaan kebutuhan dan seleksi). namun pelaksanaannya masih terkesan 5. pembayaran gaji. 47 . yaitu hak daerah untuk menggali sumber keuangan dan bukan untuk memberikan pelayanan.. (ii) Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah). Agenda ke Depan Memperhatikan isu utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yang telah banyak mempengaruhi pelaksanaan otono­ mi daerah. Sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat terdapat sebanyak 158 kasus korupsi yang menimpa kepala daerah yang terdiri atas gubernur. 1. (vi) penyelenggaraan proyek fiktif. yang langsung “bersentuhan” atau berkepentingan dengan kebijakan tersebut. Dilain pihak. karena masyarakat sesungguh­ nya adalah pelaku utama. ditemui fakta bahwa pemekaran wilayah tersebut terlihat tidak disiapkan dengan baik sehingga ditemui kabupaten baru yang hanya berpenduduk 12 ribu jiwa. panti asuhan dan jompo). yang ternyata masalah di atas juga disebabkan oleh lemahnya aturan per­ syaratan dan penahapan pembentukan daerah otonom baru. bupati. l Belum optimalnya hasil pemekaran daerah Pemekaran wilayah merupakan salah satu dampak ikutan dari penerapan kebijakan desentralisasi di Indonesia. penerimaan pajak. (v) pemberian bantuan fiktif. (Harmantyo. Secara umum. sehingga kepenting­ an per daerah yang menjadi acuan. kenaikan pangkat. l Korupsi di Daerah masih marak Fenomena lain yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah adalah bergesernya praktik korupsi dari pusat ke dae­ rah5. tahun 2003 sebesar Rp. (vii) manipulasi hasil pe­ nerimaan penjualan. pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp. 2012). (vi) penyelewengan dana proyek. 47. (iii) masih kuatnya pengaruh kekuat­ an politik pada birokrasi daerah.

perlu disiapkan langkah penyiapan naskah akademik dengan me­ libatkan berbagai pihak. dan pada saat bersamaan juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. permen. (20) tindakan hukum ter­ hadap aparatur Pemda. namun sangat sedikit daerah yang­ berinovasi untuk menetapkan sendiri kualitas pelayanan publiknya (Dwipayana. dimana kelambanan di kementerian sektoral dalam mengeluarkan NSPK berimbas pada tidak adanya standar kualitas penye­ lenggaran urusan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. dan peningkatan kualitas rapat koordinasi wilayah. (9) aparatur daerah. pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota). Undang-Undang Nomor 22 Ta­ hun 1999 hanya efektif selama 5 tahun dan direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. (10) peraturan daerah. ter­ masuk regulasi di pusat (undang-undang. (4) pemi­ lihan kepala daerah. Untuk itu. dan Kriteria). tumpang tindih. baik dalam lingkup nasional maupun lokal  Kecenderungan pemerintah nasional tidak melakukan penyesuaian kelembagaan dengan rezim desentralisasi se­­ hingga yang terjadi justru “pembengkakan” struktur kelembagaan di pusat. Salah satu masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 berasal dari Hakim Konstutusi Akil Mochtar (2012).  Banyaknya urusan pemerintahan yang menyaratkan NSPK (Norma. (3) daerah berciri kepulauan. (12) keuangan daerah. yang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 22 isu strategis yang dirumuskan dalam RUU Pemerintahan Daerah antara lain: (1) pembentukan daerah otonom. 2011). l Peningkatan kualitas pengendalian program melalui pengem­ bangan sistem informasi otonomi daerah yang menerapkan manajemen pengetahuan Salah satu kelemahan pelaksanaan otonomi daerah adalah tidak terpantaunya kegiatan secara memadai. Desain Besar ini akan dilengkapi dengan peta jalan yang sekaligus merupakan masukan bagi penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019. (19) pembinaan dan peng­ awasan. beberapa hal yang perlu di­ lakukan adalah peningkatan kualitas para pimpinan dan staf perencana melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan berkala. PP. (5) peran gubernur sebagai Wakil Peme­ rintah Pusat di Daerah. juknis). (15) kawasan perkotaan. (2) pembagian urusan pemerintahan. (6) Muspida. undang-undang otonomi daerah kemungkinan besar juga perlu direvisi. dan.  Kerancuan yang terjadi menyusul model susunan pe­ merintahan yang menempatkan provinsi sebagai daerah otonom sebagaimana kabupaten/kota. l Penyempurnaan regulasi otonomi daerah dan sinkronisasi dengan regulasi sektoral terkait Agenda utama yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi keseluruhan regulasi terkait otonomi daerah. Prosedur. peningkatan kualitas data. Untuk itu. (8) kecamatan. (16) kawasan khusus. (22) dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). (13) pelayanan publik. Untuk itu. Standar.  Pembagian kewenangan menjadi urusan wajib dan urus­ an pilihan yang belum jelas dan cenderung seragam untuk seluruh daerah sehingga menimbulkan banyak kesulitan karena tak seluruhnya sesuai dengan karaktersitik dan ke­ butuhan daerah. pembenahan sistem informasi. l Peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah Pembangunan daerah yang berkualitas masih sulit dica­ pai. juklak. (18) desa.Pendapat berubah-ubah bahkan pada era reformasi perubahan regu­ lasi terkait otonomi daerah berlangsung dalam waktu yang singkat. Sebagai konsekuensi logis­ nya. yaitu:  Ketidakjelasan pembagian ke­ wenangan antara pemerintah pusat. ketika proses perencanaan pembangunan daerah belum mendapat perhatian. perlu dikembangkan konsep 48 . padahal wilayah provinsi meliputi wilayah kabupaten/kota. di­ sepakati terdapat beberapa isu yang belum mampu dijawab oleh desain desentralisasi saat ini. Aki­ batnya hasil evaluasi pelaksanaan otonomi daerah menjadi kurang berkualitas. (14) partisipasi masyarakat. (11) pembangunan daerah. dan tarik-menarik kewenangan antarlevel peme­ rintahan (pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sebagai ilustrasi. dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan tepat waktu. (17) kerjasama antardaerah. (7) perangkat daerah. maupun daerah (perda). Berdasar penelitian dan diskusi yang diselenggarakan Pro­ gram Pascasarjana S2 Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada selama tahun 2008-2009. provinisi dan kabupaten/ kota yang berakibat pada per­ bedaan interprestasi.  Situasi pembuatan kebijakan desentralisasi/otonomi dae­ rah yang cenderung terpecah-pecah sehingga menghasil­ kan peraturan perundang-undangan yang saling ber­ tentangan atau tidak tepat sasaran. baik sektoral maupun yang terkait langsung dengan otonomi daerah. yang terutama diakibatkan oleh kesulitan mengakses data pencapaian. Walaupun ada keleluasaan bagi daerah untuk bergerak sebelum NSPK keluar. (21) inovasi daerah.

dan rentang kendali. dibutuhkan suatu grand design (desain besar) yang dapat menjadi suatu acuan bagi langkah pemekaran daerah. demografi. (v) geografi. (b) peng­ gabungan dan penyesuaian daerah otonom. (iii) manajemen keuangan. Beberapa hal yang akan tercakup adalah sistem informasi. (ii) nilai dasar pembentukan daerah otonom terdiri atas efisiensi administrasi (daya saing daerah dan skala ekono­ mi dan jumlah beban propinsi) dan efektifitas adminis­ trasi (rentang kendali. (vii) sosial ekono­ mi. Diantara yang dapat dilakukan adalah efisiensi anggaran. topografi. sehingga keterlibatan pemangku kepentingan men­ jadi suatu keniscayaan. (iii) penyelesaian batas daerah. Saat ini telah tersedia suatu makalah kebijakan bertema Desain Besar Penataan Daerah6 di Indonesia. sistem insentif/di­ sinsentif. Penataan daerah meliputi (i) pemekaran dan pembentukan daerah. sumber daya alam/buatan. Forum yang ada selama ini dapat dioptimalkan perannya dalam meningkatkan keterlibatan pemangku ke­ pentingan. pendistribusian dan bahkan meningkatkan data dan informasi tersebut menjadi pengetahuan. kondisi sosial ekonomi. (d) penetapan estimasi jumlah maksimal daerah otonom di Indonesia ta­ hun 2010-2025 (selengkapnya pada Tabel 2 ). mekanisme monitor­ ing dan evaluasi. 49 . (iv) demografi. Menjadi agenda pemerintah selanjutnya untuk mereview dan menginternalisasikan Desain Besar ini kedalam Desain Besar Otonomi Daerah dan regulasi terkait khususnya undang-undang otonomi daerah Beberapa ide utama dalam dokumen ini diantaranya ada­ lah (i) terdapat 4 (empat) elemen dasar penataan daerah. ketersediaan akses melalui keberadaan pusat informasi di tiap daerah. sistem pendidikan pegawai. (iv) pengalihan status daerah serta pemindahan ibukota (Kemitraan bagi Tata Pemerintahan. yang di­ padu dengan pengembangan reformasi birokrasi di daerah. Akibatnya masyarakat hanya menjadi obyek. Tabel 2 Estimasi Jumlah Maksimal Kabupaten/Kota di Indonesia (2010-2025) Daerah otonom Jumlah provinsi Jumlah kabupaten/kota Jumlah daerah otonom 2010 33 491 524 Penambahan 11 54 65 2025(*) 44 545 589 (*) Diolah berdasarkan estimasi tim Desertada Kemendagri (2010) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenah­ an birokrasi daerah melalui reformasi birokrasi Fenomena rendahnya kualitas sumberdaya manusia di daerah yang telah berlangsung lama perlu segera dihentikan. kabupaten/kota. yaitu agama. Untuk itu. ekologi. l 6. dibutuhkan suatu forum yang dapat membantu mengakomodasi semua kepentingan. (ii) penghapusan dan penggabungan daerah. yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dan mengaktualisasikan representasi lokal. (vi) perta­ hanan dan keamanan. aksesibilitas dan potensi wilayah). perairan kepulauan.Maret 2013 manajemen pengetahuan yang pada intinya menjaga aliran data dan informasi mulai dari pengumpulan data dasar. baik pemerintah. dan kerjasama dengan swasta. l Pembenahan forum komunikasi otonomi daerah Pelaksanaan otonomi daerah menjadi kepentingan semua pihak. digunakan 7 (tujuh) formulasi dari berbagai sudut pandang. yaitu geografi. yaitu (a) pembentukan daerah persiapan sebagai tahap awal sebelum ditetapkan sebagai daerah otonom. Untuk itu. yaitu hidrologi. dengan pertimbang­ an kepadatan penduduk. Untuk itu. tingkat kemakmuran. (ii) manajemen pemerintahan. revitalisasi perusa­ haan daerah. l Pembenahan proses pemekaran daerah melalui penyusunan Desain Besar Penataan daerah Sebagaimana telah diketahui bahwa pemekaran daerah ternyata pada akhirnya tidak mendukung tujuan pelaksanaan otonomi daerah. bahkan pada titik tertentu menjadi beban bagi pelaksanaan otonomi daerah. Dengan demikian diharapkan dukungan masyarakat akan membantu meningkatkan kuali­ tas otonomi daerah. demokrasi pemerintahan (aspirasi dan kendali masyarakat. yang merupa­ kan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan dikoordinasikan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Gover­ nance Reform). menyelenggarakan dengar pendapat publik. melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi secara partisipatif. dan lainnya. keterwakilan). penjenjangan karir. 2010).Edisi 3 . peng­ olahan. yaitu (i) administrasi publik. dan ketahanan nasional. pemantauan dan evaluasi secara partisipatif Selama ini proses desentralisasi dan otonomi daerah ter­ lalu fokus pada aspek kepemerintahan. persebaran dan etnis. budaya. dengan melupakan bahwa filosofi otonomi daerah diantaranya adalah keterlibat­ an aktif masyarakat dalam proses ini. Dimulai dengan penyusunan sistem kepegawaian daerah yang berisi pola rekrutmen. dengan pertimbangan jumlah penduduk. dan pihak di luar pemerintah termasuk masyarakat. l Pengembangan alternatif sumber pembiayaan pemerintah daerah Kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mem­ peroleh sumber pembiayaan di daerah perlu disikapi dengan menyiapkan terobosan alternatif pembiayaan. dibutuhkan upaya bertahap untuk mulai melibatkan masyarakat dimulai dengan melaku­ kan sosialisasi secara intensif. (c) penataan daerah yang memiliki karakteristik khusus. l Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dimungkinkan juga pertukaran data dan informasi secara aktif diantara pemerintah daerah. Untuk melihat jumlah ideal dari propinsi. luas wilayah.

tidak harus membayar iuran sanitasi maupun sampah dan ongkos pe­ meliharaan rumah pun ringan. muncul instruksi presiden untuk mena­ ngani permukiman kumuh pada tanah negara dan secara eksplisit menyatakan bahwa perbaikan permukiman ku­ muh itu dilakukan dengan membangun rumah susun. Sedang pembangunan rumah su­ sun di Klender (Jakarta). Rumah Susun dan Rumah Menara: Dapatkah Mengganti Permukiman Kumuh? Kampung yang menjadi kumuh. Misi tersebut belum akan berubah selama permukiman kumuh masih ada. Pertambahan penduduk dan per­ luasan kota yang tak terbendung. dan sebagainya. Klender (Jakarta).Pendapat Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? Tjuk Kuswartojo* P embangunan rumah susun massal sebagai produk kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah pe­ rumahan dan perkotaan di Indonesia baru muncul awal tahun 80an. Surabaya dan kota lain­ nya. Resiko tinggi meng­ huni kampung kumuh seperti banjir. Dimulai dengan membangun rumah susun 4 lantai di Jakarta. Apa yang dianggap uji coba dan contoh yang baik seperti rumah susun di Dupak dan Sombo (Sura­ baya). kecua­ li harus menghadapi resiko tersebut. Dengan demikian. menjadikan kehidupan dan manajemen kota makin sulit. Ka­ rena dengan sifat kebutuhan dan tingkat pendapatannya. yang ada adalah UU Nomor 6 Tahun 1962 tentang Pokok-Pokok Perumah­ an yang terfokus pada hubungan sewa menyewa perumahan. sekedar eksperimen untuk mendapatkan pengalam­ an teknis. sejak awal pembangun­ an rumah susun dianggap sebagai solusi untuk dua misi. Skala pembangunan terlampau ke­ cil dibanding luas dan banyaknya rumah di permukiman kumuh. Pembangunan rumah susun di Kebon Kacang (Jakarta) juga merupakan eks­ perimen untuk menggantikan permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. UU ini beriringan dengan pembangunan rumah susun di Kebon Kacang. Persoalannya adalah bagaimana agar rumah susun menjadi solusi yang tepat dan efektif itulah yang menjadi soal. adalah solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar beban menghuni lebih ringan dan terjangkau. Pertama untuk meningkatkan kualitas per­ kotaan dengan mengganti permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. di Suka­ jadi (Bandung). pembangunan rumah susun memang tidak pernah sungguh-sung­ guh menjadi instrumen peningkat­ an kualitas permukiman kumuh. Kedua untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang terus meningkat oleh per­ tambahan penduduk. Apalagi resiko meng­ huni tersebut dikompensasikan juga dengan hubungan keakrab­ an sosial yang terbangun di kampung tersebut. tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. penyakit oleh kondisi lingkungan. makin memberatkan masyarakat maupun pemerintah kota. atau Kepunden (Semarang) sumber foto: istimewa 50 . Kampung kumuh pasti de­ kat de­ ngan tempat mencari nafkah. Bandung. begitulah slogan yang dicanangkan. kebakaran. biasanya juga murah. Apalagi rencana pembangunan jang­ ka panjang telah mencanangkan kota tanpa permukiman kumuh 2025. peratur­ an pemerintah tentang persyaratan yang lebih teknis terkait rumah susun diterbitkan pada tahun 1988. Karena selama itu. kehadiran payung hukum rumah susun mendahului payung hukum perumahan dan permukiman yang lebih menyeluruh dan komprehensif. Dengan demikian. penyakit menular dan mungkin juga penggusuran. Sementara itu. Pada waktu itu belum ada undang-undang tentang perumahan dan permukiman. air gratis. Tahun 1990. kemudian diterbitkan undangundang rumah susun untuk memberi landasan hukum tentang kepemilikan dan kewajiban serta tanggung jawab penghuninya. Sukajadi (Bandung). Kalaupun rumah tersebut harus menyewa. Membangun tanpa menggusur. Masalah inilah yang diatasi dengan membangun kota secara vertikal. tidak ada pilihan lain bagi suatu lapisan masyarakat. Tahun 1985. Palembang dan seba­ gainya oleh Perumnas sebagai al­ ternatif rumah sederhana. semuanya terpaksa harus dihadapi. Rumah susun sebagai pengganti permukiman kumuh sudah diselenggarakan sejak 25 tahun yang lalu.

kebijakan tower ini harus karta juga dapat ditampung.000 sehingga tidak puluhan. Dengan demikian. Kalau hari naik di atap KRL mondar mandir ke Ja­ memang demikian. para pengembang mau. Karena dengan kepadatan penduduk yang begitu tah serta kemudahan perizinan akhirnya Perumnas dan tinggi. Muncullah gagasan mem­ aktivitas ekonomi. pasti beberapa pengembang mau membangun tower tersebut. bangun tower.300. hambat pembangunan. dokter dan agen Mengapa tower.000 sampai Rp. tetapi masyarakat yang saban kekumuhan di pinggiran Ciliwung. yang akan menyelamatkan Bagaimana hubungannya dengan per­ Jakarta dari banjir dan juga memberi udara mukiman kumuh. disertai dana subsidi untuk menghuni. masih menyibukkan para penjabat kementerian. Mengapa bukan rumah susun empat/ ternyata rumah menara tidak menjawab soal lima lantai seperti yang telah ada. Tipe studio sekarang permukiman liar dan kumuh di Hongkong tahun lima­ disewakan dengan harga Rp. Dengan eksplisit. 30. untuk mengganti rumah kumuh. Karena lokasinya. rapannya bahwa perumahan ini tidak hanya pun demikian masih ada sisa pemikiran un­ diperuntukkan bagi penghuni permukiman tuk tetap membangun tower guna mengatasi kumuh saja. penyewa tipe studio hun 2007. penghuni apartemen terkena kewajiban membayar ongkos Didorong oleh niat meningkatkan skala pembangun­ manajemen antara Rp. seper­ investor kecil yang tidak terlalu menghitung pengembalian ti misalnya pembangunan rumah susun untuk mengatasi walaupun tetap mau untung. Tentu saja lis­ trik dan air harus mungkin trenyuh dan risau melihat sebaran. Memang benar pem­ agar penduduk yang dapat ditampung bisa . Seperti apa yang temen sederhana karena harganya pada waktu itu ”hanya” terjadi dengan tower Kalibata. Walaupun demikian sehingga akhirnya rumah susun mengumuh juga. Berbagai usaha kecil. hijau yang luas.000 gal di kampung. wakil presiden dan beberapa menteri. apartemen lokasi dan luasnya permukiman kumuh dan Gading Nias dan Kalibata kini tampak hidup menjadi yakin bahwa rumah menara adalah dan bahkan bisa menumbuhkan banyak solusi yang tepat. lebih banyak. menun­ Kelapa Gading. sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta waktu itu meng­ otak atik struktur bangunan.9. persyaratan yang diajukan Rp.. tentu saja permukiman kumuh. Ide itu memba­ harus diselesaikan soal siapa yang berhak dan bagaimana wa serta banyak soal. Karena pasti ong­ Begitulah..rumah menara bangunan ini dilaksanakan tanpa menggusur. sayuran. Mungkin hanya suatu lontaran ide tanpa telaah puluhan tahun di permukiman kumuh juga perlu diperha­ yang mendalam.000 orang/hektar. tumbuh di kompleks kecil sehingga bisa diperoleh ruang terbuka tersebut. 51 .000 de­ ngan helikopter mengamati permukiman sampai Rp. karena penggunaan tanahnya properti kecil-kecilan.85 juta per unit satu kamar tidur dan Rp.Edisi 3 . salon..900. tidak menjawab Tower yang diba­ngun tersebut nggak nyam­ pung maksimum 400 orang/hektar sedang tower bisa lebih dari 2. terbang misalnya seluas 20 m2 harus menyediakan Rp.144 juta per Gubernur mengakibatkan beliau dituduh sebagai peng­ unit dua kamar tidur. penjual sayurlantai.. Bagaimana membiayainya. pengamatan dari helikopter itu meneguhkan kos tinggal di tower akan jauh lebih tinggi dari pada ting­ kebijakan perumahan yang dikenal dengan program 1. tetapi oleh terfragmentasi sehingga tidak memberi efek nyata. Beliau-beliau tersebut pemeliharaan. bayar juga.Maret 2013 tidak direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut.15. Terlebih lagi karena manajemen pengoperasian terlalu jauh berbeda dengan indekosan sekitar Jalan dan pemeliharaan rumah susun tersebut sangat lemah Thamrin atau Jalan Gatot Subroto. Hubungan sosial yang terbangun selama tower. Karena Apartemen yang telah dibangun itu ternyata diserbu itu. tukang pijit. Disebut apar­ tut persyaratan teknis yang tinggi pula. tetapi nyatanya menjadi kebijakan yang tikan dan difasilitasi di kompleks tower. pembangunan rumah susun terkesan inkremental dan bukan oleh yang membutuhkan rumah. Rumah susun bisa menam­ karena memang tidak ada yang harus digusur. Nah ini yang tidak ada.180. segar. Kalibata dan Pulo Gebang. Selain itu. meminimkan kebutuh­ tidak terlalu suka dengan kebijakan towerisasi rumah mu­ an ruang dan utilitas. Walau­ kumuh. ditambah dengan subsidi pemerin­ rah itu. Ketinggian bangunan itu sendiri. menjadi beban berat bagi sarana dan prasarana kota di ka­ Hadirlah kemudian kompleks apartemen ”sederhana” di wasan tersebut. pada suatu waktu di ta­ persegi per bulan. Ha­ soal permukiman bung dengan permukiman kumuh. di mana lokasinya dan berapa Meski tidak menjadi keputusan dan pernyataan yang luas lahan yang dibutuhkan untuk memulainya. apakah mengelola tower pengganti permukiman kumuh tersebut.000 per bulan untuk sumber foto: istimewa kumuh di Jakarta.000 jiwa menempati persil seluas 12 Ha.000 per meter an massal dengan lebih cepat. rumah susun lebih dari 10 mulai dari warung makanan.

penyediaan air bersih akan menjadi beban menghuni. Dari segi ini. tetapi tidak jelas apa masalah yang sesungguhnya.128. Artinya pemerintah juga harus ikut menanggung ongkos pemeliharaan. Subsidi Ongkos Menghuni Ongkos pemeliharaan. Masalah yang sering dikemukakan para penjabat bahkan para tokoh perumahan konon adalah backlog membesar. *) Pemerhati kebijakan permukiman. Pada waktunya subsidi memang dapat dicabut. apalagi masyarakat miskin yang tinggal di kampung kumuh . Masyarakat yang begitu beragam. perbaikan. mungkin akan mengatasi ongkos transpor dan me­ ngecilkan resiko menghuni. Ini bukan masalah simptomatik. perkotaan dan lingkungan hidup 52 . Apalagi sebagian besar masyarakat tersebut berpenghasilan dari sumber-sumber informal yang sulit diketahui besarannya. Subsidi beban menghuni tersebut mungkin bisa juga dihubungkan dengan beban pemerintah daerah untuk pe­ nanganan kebakaran dan pemeliharaan kesehatan. Apalagi bila bangunan itu berupa menara lebih dari duapuluh lan­ tai. tetapi banyak solusi yang ditawarkan bahkan dilaksa­ nakan. Begitulah jadinya. yang perlu kita dicari adalah solu­ si. yang pasti tidak dalam jangka penggantian menteri atau pimpinan daerah. Masyarakat miskin yang tinggal di ko­ long jalan layang atau di genangan air memang tidak akan mampu tinggal di rumah susun sewa. tetapi menjadi le­ bih keliru lagi karena tidak diungkapkan kekurangan itu dimana dan terjadi untuk lapisan masyarakat yang mana. Istilah backlog yang digunakan menyatakan kekurangan rumah itu pun sesungguhnya keliru. rumah susun adalah solusi. berla­ pis dan dengan kesenjangan yang tinggi menjadi soal be­ rat untuk dapat menentukan besaran dan sasaran subsidi dengan tepat. Pajak bumi dan bangunan pun akan menjadi lebih tinggi.Pendapat Rumah susun. Masyarakat yang hi­ dup dibawah garis kemiskinan.000 per bulan. ternyata disambut dingin-dingin saja oleh masyarakat. setelah subsidi terse­ but berlangsung selama lebih dari 50 tahun. mengindikasikan ada kesenjangan antara pendapatan dan ongkos menghuni. sanitasi. Kapan pencabutannya perlu dipantau dan dikaji secara mendalam. kecuali pemerintah juga memberikan sub­ sidi beban menghuni tersebut. ongkos menghuni akan berlipat ganda sehingga tidak dapat di­ jangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Subsidi yang saat ini disediakan oleh pemerintah nasional. tidak mungkin apartemen sesederhana apapun bisa menggantikan permu­ kiman kumuh. Pemerintah Inggris baru mencabut susbsidi yang dilaksanakan lewat peru­ mahan publik (public housing). Kalaupun masalah itu dikemukakan. sering hanya berupa masalah simptomatik dan bukan masalah yang mendasar. mendapat respon masyarakat dan mempu­ nyai efek konstruktif. Keamanan konstruksi. ada soal lain yang harus ditangani dengan sungguhsungguh. Walaupun demikian. tetapi kiralogi (ilmu kira-kira begitulah ) untuk retorika politik. tidak mungkin menang­ gung ongkos sewa rumah susun seperti Marunda. Sering kita dengar. air bersih. ternyata tidak didasari pada pemahaman atas apa masalahnya. selain subsidi ongkos konstruksi. apartemen murah atau apapun nama­ nya. intalasi keamanan dan lift akan menjadi beban menghuni. Keluhan Dinas Perumah­ an DKI Jakarta atas besarnya penunggak sewa perumahan Marunda yang konon ”hanya” Rp. Selain itu. yaitu bagaimana mengelola subsidi tersebut agar sumber foto: istimewa tepat sasaran.

dan kedua. Hasil penelitian Fatwan Tadjung (1999) di Rusun Benhil DKI Jakarta yang me­ nyimpulkan masih 30 persen penghuni asli masih bertahan hidup di rusun dan selebihnya penghuni lain bukan kelompok sasaran. Pemberdayaan bagi MBR penghuni rusun telah sering di­ lakukan oleh pemerintah. Berbagai masalah dan faktor penyebab dalam penghunian rusun bagi MBR dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a. Bias investasi pembangunan rusun Munculnya masalah ini terlihat dari penghunian rusun yang jatuh pada masyarakat non target group. Mengapa pemberdayaan diperlukan? Hal ini dikarenakan: Pertama. Termarjinalisasi penghuni rusun Masalah ini terjadi karena MBR penghuni rusun tidak sanggup membiayai biaya angsuran dan biaya operasional hidup di rusun. Masalah dan faktor penyebab Pembangunan rusun ditujukan untuk mengatasi kebu­ tuhan perumahan MBR di perkotaan yang tidak mampu mendapatkan sarana dan prasarana tempat huni­ an (rumah) yang layak. rendahnya akses MBR tersebut juga disebabkan oleh pe­ rilaku oknum pejabat di Dinas Perumahan yang tidak 53 . dengan adanya keberdayaan yang tinggi dalam proses pembangun­ an rusun. M. Mun­ culnya masalah ini disebabkan oleh adanya harga rusun tak terjangkau oleh MBR dan praktik pemasaran rusun sulit diakses MBR. Namun. 1996). K ata pemberdayaan masih terus didesakkan ke­ pada pemerintah oleh para pakar dan penggiat pembangunan guna membantu masyarakat mis­ kin (lemah) yang tak berdaya menghadapi permasalahan yang muncul dari implementasi kebijakan pembangunan. penghuni­ nya adalah PNS dan lainnya yang tidak berhak atas rusun. Penghunian rusun belum optimal Dalam kasus di beberapa kota besar di Indonesia. dalam proses pembangunan rusun dan pemanfaatannya masih menimbulkan banyak masalah bagi penghuni rusun yang hingga kini sulit terpecahkan. Dalam ba­ nyak rusun yang ada.Maret 2013 Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial Drs. dan di sisi lain disebabkan pengembang ingin rusun yang dibangunnya cepat terjual. masih nampak tingkat penghunian rusun belum optimal. Masalah apa saja yang muncul dalam penghunian rusun bagi MBR di berba­ gai kota besar Indonesia?. Gerakan pemberdayaan atau empowerment bagi MBR penghuni rusun diperlukan karena gerakan tersebut didasar­ kan pada gagasan “memberikan kekuatan (power) kepada yang lemah (powerless) sehingga dengan kepemilikan kekuat­ an seseorang dapat melaksanakan proses aktualisasi (Pranar­ ka. terutama di DKI Jakarta.Edisi 3 . Adanya akses yang rendah bagi MBR untuk menghuni rusun dikarenakan persyaratan tertentu. Nursalim. Namun. c.Si. kebijakan pembangunan rusun masih sering tidak berpihak kepada MBR. Bagi MBR. dan berkelan­ jutan. Hal ini disebabkan oleh harga rusun tidak terjangkau MBR di satu sisi. dan bagaimanakah implementasi pemberdayaan yang dapat mengatasi problem peng­ hunian sumber foto: istimewa rusun oleh MBR? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam artikel pendek ini dan selanjutnya diharapkan memuncul­ kan diskursus tentang permasalahan penghunian rusun bagi MBR perkotaan. b. Adanya fenome­ na ini membuktikan bahwa dalam peng­ hunian rusun telah terjadi marjinalisasi terhadap peng­ huni rusun. Demikian pula. terjangkau. maka kesejahte­ raan hidup mereka dalam meng­ huni rusun dapat sustainable. seperti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan struk gaji sulit dipenuhi oleh MBR. yang terjadi masih mun­ cul sejumlah permasalahan di dalamnya. karakteristik sosial ekonomi dan budaya MBR yang lemah sering memunculkan permasalahan dalam penghunian rusun. Demikian pula. pemberdayaan sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (MBR) penghuni rumah susun (rusun) di perko­ taan.

perkembangan tingkat ekonomi penghuni. berkelanjut­ an dan kurang dapat melahirkan kader-kader penghuni rusun sebagai ahli pemberdayaan untuk diri mereka. Berbagai masalah penghunian rusun yang telah dipaparkan di muka men­ jadi bukti bahwa pemberdayaan penghuni rusun belum diimplementasikan secara tepat dan benar. e. Kehidupan sosial. lembaga jasa swasta juga tidak tertarik memberikan layanan asuransi penghunian rusun karena dipandang tidak menguntungkan dan ba­ nyak ruginya bila dilakukan. dalam kegiatan pembangunan rusun masih sering MBR tidak dilibatkan dalam perencanaan bentuk (desain) rusun yang akan ditempati. sebe­ narnya telah disertakan program pemberdayaan penghuni rusun. ekono­ mi. Masalah ini muncul karena kurang adanya pembinaan pemerintah yang tepat dan intensif terhadap penghuni rusun. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah lebih mengesankan pada mo­ bilisasi dan instruktif. ekonomi. Disamping itu. Artinya. Adapun ketidakefektifan pem­ berdayaan penghuni rusun melalui pendekatan “TRI DAYA” ada­ lah dalam implementasinya lebih terkesan bersifat proyek. ekonomi. Implementasi Pemberdayaan Kata pemberdayaan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun. dan lingkungan) telah dilakukan oleh pemerintah/ pemda. ter­ lihat bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. dan rusun dijadikan ke­ giatan tempat kriminal (transaksi narkoba). terdapat dalam pasal 11 ayat (1) berbunyi ”Pemerintah melakukan pembinaan penyelenggaraan rumah susun secara nasional untuk me­ menuhi tertib penyelenggaraan rumah susun” dan pada ayat (2) butir g dinyatakan bahwa pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan penghuni rusun dengan konsep pendekatan “TRI DAYA” (sosial. dan lingkung­ an belum dilakukan secara konprehensif. f. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya kehidupan yang harmonis para peng­ huni. Sebagai aki­ batnya. Di samping itu. Hal ini karena tidak adanya per­ hatian pemerintah untuk peduli melindungi harta dan jiwa penghuni rusun. dan lain-lain. kondisi ekonomi tidak semakin baik. Munculnya masalah ini disebab­ kan oleh tingkat kesadaran penghuni yang masih rendah dalam memelihara rumah yang disewa. seperti telah dipaparkan di depan telah memun­ culkan masalah ketidakmampuan bertahan hidup di rusun karena terbebani biaya operasional perawat­ an rusun yang tinggi. Demikian pula. pemberdayaan tersebut belum memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsung­ an hidup penghuni rusun. memperlihatkan kondisi fisik bangunan rusun yang se­ makin rusak dan kumuh. Hal ini dapat dibuktikan dari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memecat seorang pejabat Dinas Perumahan yang menghalang-halangi masyarakat korban banjir me­ nempati rusun yang disediakan Pemda. Dampak dari kondisi ini menimbulkan eksodus pindah ru­ mah yang jauh dari tempat beker­ janya sehingga menyebabkan be­ ban hidup untuk biaya sosial dan ekonomi menjadi semakin tinggi. Belum adanya asuransi penghunian Hingga saat ini MBR penghuni rusun di berbagai kota besar di Indonesia masih belum tenang hidupnya jika mendapat musibah atau bencana seperti bangunan runtuh dan terjadinya kebakaran. dan budaya hidup MBR di rusun semakin berkembang. Pemda DKI tidak melakukan pengawasan yang tegas dan terkesan membiarkan proses terjadinya kerusakan rusun yang berlarut-larut. rusun dalam keadaan kumuh. Rusaknya sarana dan prasarana rusun Suatu realita yang dapat dijumpai. termasuk penghuni 54 . sumber foto: Peduli Menara Latumeten program penguatan kehidupan sosi­ al. terutama pada peng­ huni rusunawa. Akan tetapi yang terjadi banyak penghuni men­ jual rusun dengan pindah ke lain tempat. d. misal di rusun di Penjaringan DKI Jakarta. Dengan memperhatikan bunyi ketentuan tersebut.Pendapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Dari kenyataan implementasi pemberdayaan tersebut tidak berarti apa yang telah dilakukan pemerintah salah. Akan tetapi dalam implementasi. Sosialisasi sebagai pemberdayaan pada tahap awal pem­ bangunan rusun masih memosisikan masyarakat calon penghuni rusun sebagai obyek pembangunan. budaya kurang berkembang Pembangunan rusun di perko­ taan adalah untuk menyejahtera­ kan MBR. Formalitas Pemberdayaan Dalam paket kebijakan pembangunan rusun. Akan tetapi implementasi pemberdayaan penghuni rusun perlu disempurnakan baik mengenai teknik pendekatan maupun pengaturan pihak-pihak yang terlibat dalam pem­ berdayaan penghuni rusun.

ekonomi dan budaya penghuni rusun. dari pemerintah. kemudahan berbagai perijinan. dan bu­ daya (lingkungan) seperti yang telah dilakukan pemerintah masih relevan untuk dilanjutkan. namun pemerintah harus mendengarkan aspi­ rasi MBR. sudah saatnya pemerintah/ pemda memasilitasi tersedianya tenaga pendamping dari masyarakat (LSM atau Perguruan Tinggi) untuk dilibat­ kan dalam kegiatan memberikan bimbingan dan pelatihan ke arah terwujudnya proses pembelajaran sosial. pendekatannya harus dirubah dari pendekatan proyek ke pendekatan non proyek. dari rakyat. keberdayaan penghuni rusun juga harus diwujudkan dalam pilihan lokasi yang strategis dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi massal. Sedang­ kan siapa yang melaksanakan.Edisi 3 . (ii) Tahap partisipatoris. Dan. tapi yang lebih penting untuk memenuhi kepentingan penghuni. dan perilaku bersih dan betah tinggal di rusun (budaya). dan berkelanjutan yang menjadi harapannya. Pembangunan rusun Pada tahapan pembangunan rusun (rusunami dan rusunawa). Ketiga tahapan tersebut dapat dilakukan pada implementasi pemberdayaan masyarakat BMR peng­ huni rusun. Perencanaan rusun Rusun dibangun tidak hanya untuk kepentingan pihak pembangun (swasta atau pemerintah). untuk rakyat.Maret 2013 rusun sehingga dapat membantu meningkatkan kehidup­ an sosial. dengan cara sebagai berikut a. 55 . dari pemerintah bersama masyarakat. Seperti diungkapkan di depan bahwa kebijakan yang tepat bagi peningkatan kesejahteraan MBR penghuni rusun adalah dilakukan melalui pemberdayaan. Un­ tuk kepentingan kedua. (v) pe­ nyuluhan kebersihan lingkungan. Meski sumber foto: www. oleh pemerintah bersama masyarakat. Melalui pendekat­ an ini akan menimbulkan kepercayaan (trust) yang tinggi dari calon penghuni MBR bahwa pemerintah benar-benar memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak. ekonomi. Untuk kepentingan pertama. segala keinginan dan harapan yang ada pada calon-calon penghuni rusun harus benar-benar didalami dan diakomodasi dalam pembuatan rencana pembangun­ an rusun. apa yang direncanakan pemerintah harus benar-benar untuk kepentingan MBR. kesejahteraan keluarga (ekonomi). pemerintah daerah harus berani menyusun RTRW yang memungkinkan MBR dapat ting­ gal di rusun yang dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi umum. dan untuk rakyat. b. Penghunian rusun Pemberdayaan melalui “TRI DAYA” pada penghuni rusun. Peran pemangku kepentingan pembangun rusun perlu ditingkatkan perannya sehingga mempercepat terwujud­ nya kehidupan penghuni rusun yang harmonis (sosial). ekonomi. yaitu (i) Tahap inisial. Di samping itu.com pada tahap awal pembangunan rusun porsi pemerintah dominan. Oleh karenanya. oleh pe­ merintah. dan 3. Di samping itu. pembangunan dan penghunian rumah susun. pemberdayaan pada penghuni rusun harus di­ orientasikan pada terciptanya kemampuan daya beli dan sewa rusun. kita dapat mengacu pada tahapan pemberdayaan seperti dikemukakan Prijono (1996). dan budaya penghuni rusun. terjangkau. Tahap emansipatif. (iii) memasilitasi kemudahan memper­ oleh modal ke lembaga keuangan bank dan non bank. (ii) bimbingan keterampilan kewirausahaan. untuk rakyat. Uluran tangan yang diberikan dapat berwujud pemberian (i) jaminan asu­ ransi kepenghunian rusun. Pemerintah/pemda dalam implementasi pember­ dayaan harus melibatkan peran serta masyarakat de­ ngan memberikan fasilitasi terbentuknya forum peran serta dalam pemanfaatan rusun (Pasal 132 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). (iv) bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat. yaitu penguatan kehidupan sosial. dan didukung oleh pemerintah ber­ sama masyarakat.koran-jakarta. Sosialisasi program dan perencanaan rusun perlu dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah serta menerapkan bottom up planning. c. dan lainnya kepada pengembang rusun MBR sehingga harga rusun tidak mahal baik untuk dimiliki atau disewa. pemerintah wajib memberi­ kan insentif (pajak). Bagaimanakah imple­ mentasi pemberdayaan MBR dapat membantu memecah­ kan berbagai problem yang muncul dalam penghunian rusun? Implementasi yang tepat dalam pemberdayaan peng­ huni rusun dapat dilakukan pada tahap perencanaan. Namun.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Pendapat Sukseskan 56 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Program 1.5 April 2013 .

dan pada akhirnya akan memberi kontribusi pada terciptanya kemacetan yang menetap. melalui Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2007. 57 . Jika tata ru­ ang tidak menjadi rujukan. Hal yang perlu dipertimbangkan dan mendapat catatan adalah apakah sistem dan jaring­ an transportasi yang diuraikan pada Pasal 21 yang terkait Sistem dan Jaringan Transportasi mampu mewa­ dahi kebutuhan mobilitas akibat pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dijabarkan pada Pasal 18. disertai kebijakan yang sering berubah-ubah karena tuntutan perkembangan zaman aki­ bat tekanan kapitalisme (neo-liberal) dan perubahan so­ sial yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang amat cepat menjadi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang. Pola Transportasi Makro ini memiliki tiga langkah strategi untuk mengatasi masalah kema­ cetan. sosial dan politik.Pendapat Edisi 3 . memiliki komitmen yang tinggi serta in­ tegritas yang kuat untuk berpihak pada sisi kepentingan publik yang lebih besar dalam penataan sistem tata ruang kota dan sistem tranportasinya. secara khusus pernah menyoroti perubahan tata guna lahan yang semakin sulit dikendalikan.Maret 2013 Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta n Bagian kedua (Tamat) D Yayat Supriatna* i dalam Perda RTRW Jakarta 2030. Jakarta memerlukan struktur birokrasi dan aktor pimpinan daerah yang kompeten. namun karena memang aturan yang disusun di dalam rencana tata ruang belum dilengkapi dengan berbagai ketentuan aturan pelaksanaannya. Arahan pengembangan transportasi yang dikembang­ kan adalah menjadikan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan menerapkan kebijakan manajemen permintaan (TDM) serta penyediaan jaringan jalan seba­ gai pendukungnya. kegagalan menyinergikan aspek tata guna lahan dan transportasi menjadikankota yang tidak rapi. sinergi kedua komponen termuat dalam aturan tentang struktur ruang dan sistem transportasi pada Pasal 17 hing­ ga Pasal 40. Kondisi empiris menunjukkan bahwa bangkitan lalu lintas akibat perubahan tata guna lahan pada masa ber­ lakunya RTRW Jakarta 2000–2010 tidak mampu diwa­ dahi/dilayani oleh pertumbuhan jaringan transportasi. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumpang tindih kewenangan yang tidak jarang menimbulkan ben­ turan konflik kepentingan disebabkan ego sektoral atau benturan kepentingan ekonomi. seperti beragamnya penafsiran dan pemahaman yang terbatas terhadap setiap produk hu­ kum yang terkait dengan penataan ruang. Percepatan Pembenahan Sistem Saat ini untuk membenahi masalah transportasi. Hal yang menjadi pertanyaan apakah untuk membangun Jakarta saat ini dan kedepannya masih tetap menggunakan rencana tata ruang atau tidak. Muat­ an materi yang perlu mendapat perhatian secara khusus di RTRW Jakarta 2030 adalah sistem pusat kegi­ atan yang direncanakan pada Pasal 18. dimana letak kemandulan dari rencana tata ruang Jakarta? Terdapat beragam penyebab lemahnya implementasi suatu rencana tata ruang. Terjadinya inkonsistensi dan juga tidak konsekuennya dalam mengimplementasikan. Pem­ prov DKI telah menerapkan kebijakan Pola Transportasi Makro. Tidak dapat ditutupi. Faktor lemah­ nya penegakan hukum. bukan hanya disebabkan kelemahan aparatur. Sehingga dalam pelaksanaannya pun kerap terpaksa harus “meninggalkan” peraturan yang sudah ditetapkan. Harian Kom­ pas (2010). Bahkan hasil evaluasi terhadap RTRW 2000-2010 menunjukkan indikasi ter­ ja­ dinya penyimpangan terhadap tata ruang cu­ kup tinggi.

adalah dengan munculnya ribuan ojek sepeda motor sebagai sarana yang paling efektif mengatasi kemacetan. Hampir sebagian besar isi rencana jauh dari realisasi yang diharapkan. Peneliti P4W –IPB serta Pengguna Komuter Line Bogor –Jakarta. Kapasitas anggaran APBD yang terbatas dan mi­ nimnya dukungan finansial yang kuat dari peme­ rintah pusat men­ jadi kendala untuk menyelesaikan semua masalah di dalam sistem. adalah keterkaitan dengan unsur-unsur penunjangnya seperti kepastian ter­ hadap pa­ sokan gasnya dan bagaimana menata ulang dengan jalurjalur busway yang sudah berjalan selama ini. Hal lain yang cukup menambah ruwet adalah terkait pembebasan lahan yang berlarut-larut akibat sengketa hukum dan harga pembebasan yang kadangkala sulit untuk mencari nilai kesepakatan. di­ harapkan layanan yang mencakup beberapa simpul kegiat­ an utama di Jakarta dapat dipenuhi tanpa kendala. belum sepenuhnya berjalan karena berbagai ken­ dala operasional dan sosialisasi peraturannya yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Untuk meng­ atasi berbagai dilema dalam pembenahan transportasi di Jakarta. Fenomena yang menarik saat ini akibat tidak berjalannya sistem. LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang diharapkan akan selesai pada tahun 2020. salah satu rekomendasi yang penting untuk dijalankan Pemprov DKI adalah harus tetap konsisten dengan semua hasil rencana dan kebijakan yang telah disusun. Penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peng­ adaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. dan semua dokumen rencana dibuat dengan biaya yang cukup besar. Esensi yang pa­ ling krusial untuk di tingkat makro adalah masalah finan­ sial. yang melingkupi LRT Monorail Green Line dan Blue Line. Kita belum ba­ nyak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan elevated bus­ line. masalah pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruk­ tur jalan dapat me­ nemukan jalan keluarnya. Hingga saat ini belum banyak tindakan yang sudah dilakukan untuk menata ratusan sepeda motor yang menyebar dan bergerombol di pintu-pintu masuk gedunggedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan di se­ antero Jakarta. Setiap rencana perlu untuk segera ditindak lanjuti. pembangunan angkutan massal. *Staf Pengajar Teknik Planologi – Universitas Trisakti. Implikasi dari setiap penundaan adalah akan munculnya masalah baru yang lebih parah. Seharusnya berdasarkan target yang ditetapkan da­ lam Pergub 103 Tahun 2007. menjadi catatan tersen­ diri tertundanya berbagai target pembangunan angkutan massal. sebagai alternatif pengganti monorail. Termasuk di da­ lamnya upaya langkah-langkah percepatan yang dikemu­ kakan oleh Wakil Presiden terhadap 17 langkah strategis mengatasi kemacetan di Jakarta. sejak tahun 1974 Jakarta sudah memiliki lebih dari 12 Dokumen Rencana Sistem Transportasi yang minim realisasi. Jika mengkaji dari berbagai studi transportasi yang telah dilakukan di Jakarta. walau ada pertimbangan dengan adanya model seper­ ti ini diharapkan efektifitas layanan akan lebih me­ ningkat karena tidak adanya penyerobotan terhadap jalur bus ka­ rena bersifat khusus. Sementara untuk pembangunan jaringan LRT. Tetapi yang menjadi catatan penting dari pengelolaan Transjakarta. Penggiat di SUDForum. pencapaian pemba­ ngunan 15 koridor busway sudah harus tercapai pada tahun 2010. dan pe­ nerapan re­ gulasi untuk sisi pengendalian kendaraan pribadi. terdapat banyak catatan buruk yang harus diperbaiki. 58 . Dengan semakin tingginya jumlah pengguna busway. Hal ini didasarkan pertimbangan penahapan pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi dengan menyinergikan konsep pengembangan jaringan Bus Priority (Busway). Diharapkan dengan turunnya berbagai peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP dan Perda yang dapat diberlakukan di wilayah Jakarta. Kebijakan di tataran makro harus tegas dan jelas serta mampu menjelaskan siapa yang harus bertanggungjawab untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Koridor 1 sam­ pai 8 telah terpenuhi targetnya dari 2004 sampai 2007. Semua hasil kajian adalah hasil kerja keras para ahli dan masukan dari masyarakat. tetapi diperlukan kerja keras serta konsisten dengan amanat yang telah diberikan. Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor. Direncanakan mengembangkan model elevated busline. Akibat keterbatasan ruang. Tingginya nilai lahan dan semakin padatnya kota. Pembenahan sistem transportasi perlu segera dilaku­ kan. baik pada tataran makro (kebijakan dan kewilayah­ an) hingga pada tataran mikro (tingkat operasional di lapang­ an). upaya menambah ruas jalan semakin sulit. Pengembangan BRT telah beroperasi sejak tahun 2004. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya dengan wacana.Pendapat antara lain melalui strategi pembangunan infra­ struktur jalan. Terjadi kelambatan pembangunan yang seha­ rusnya dijelaskan kepada masyarakat faktor penyebabnya. karena penundaan dan sekedar berwacana. sehingga masyarakat dapat memahami sejauh mana tingkat keserius­ an Pemprov DKI untuk membenahi angkutan umumnya. Berdasarkan rencana. Indikator banyaknya hambatan dan kelambatan sudah banyak yang diketahui. Peru­ bahan konsep sebaiknya dikaji ulang dan disertai dengan me­ rubah ketentuan Peraturan Gubernur yang mengatur peri­ hal Pola Transportasi Makro. waktu dan dana. Kendala terbesar untuk memba­ ngun infrastruktur dan pembenahan angkutan massal adalah masalah ruang/lahan. si­ sanya koridor 9 sampai 15 ditetapkan selesai 2007 sampai 2010. yang dimulai sejak tahun 2005/2006 resmi dibatalkan oleh Gubernur sehingga tidak dapat diketahui bentuk ren­ cana alternatif apa yang akan dikembangkan selanjutnya.

terbukti menambah jalan malah mendorong pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi.Maret 2013 MRT Atasi Macet Jakarta? Harun al-Rasyid Lubis. dan memperpendek jarak pergerakan penduduk lewat penataan ruang kota yang efisien. Diperlukan keterpaduan kebijakan dan strategi untuk mempercepat implementasi pengembangan dan perbaikan angkutan umum. polusi bertambah dan mutu lingkungan terus merosot. membangun jalan (tol) dalam kota yang memadai untuk mengakomodasi lalu lintas. paralel dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan pribadi (mobil. MRT Masa Depan Gambar 2. Ph. tidak mungkin lagi dicari jalan keluarnya melalui ritual predict and provide. Target untuk menurunkan hingga 26% emisi rumah kaca pada tahun 2020 yang diungkap Presiden SBY dalam G20 Pittsburgh Summit. Metro Bandung dan Medan. Hasilnya jalan semakin macet. Kenyataan yang terjadi. Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung K emacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota me­ tropolitan seperti Jabodetabek. Angkutan Umum Berbasis Rel Masa Depan 59 .D Associate Professor. motor). Surabaya.Edisi 3 . seharusnya disambut dan merupakan pintu dialog kebijakan publik untuk merinci target dan action planning penataan transportasi kota yang Gambar 1.

dan angkot. Gambar 3. Tahap II target operasi tahun 2018. Ragam Kapasitas. ticketing. pembangunan MRT (mass rapid transit) koridor Utara-Selatan Tahap I. dengan target daya angkut 630 ribu per hari (2037?). 60 . Untuk kondisi Jakarta.1 km.Bunderan HI sepanjang 15.Pendapat berkelanjutan.Barat sepanjang 87 km masih dalam tahap studi. namun semua belum terintegrasi dengan apik.Kp Bandan 8. Dengan kecepatan dan target pembangunan MRT. yang berkapasitas lebih kecil ditempatkan sebagai pengumpan. setelah berwacana selama 30 tahun. Angkutan berbasis rel. KRL sepanjang 150 km sudah beroperasi dan saat ini mengangkut sekitar 400 ribu penumpang per hari.2 km layang dan 6 km terowongan sekarang memasuki tahap konstruksi. metromini. Tahap II HI. MRT Tahap I direncanakan beroperasi tahun 2016.2 juta penumpang per hari) dalam dua tahun mendatang. sampai kini dimaklumi baru sampai batas basa-basi. lihat Gambar 1. Jarak Tempuh dan Kecepatan Angkutan Umum. asalkan ada kepemimpinan dan komitmen anggaran yang kuat terutama dari Pemerintah Pusat. MRT Tahap III dan Tahap IV koridor Timur. maupun secara kelembagaan dalam jangka panjang. Hal ini bisa direalisasi dalam jangka pendek. Gambar 3 menunjukkan beragam kapasitas. Transjakarta (busway) dengan 12 koridor operasi hari ini sudah mengangkut 320 ribu penumpang per hari. Lebak Bulus . Gambar 2. Daya angkut KRL ditargetkan berlipat tiga kali (1. bila fokus dengan 12 koridor saja dan ditambah dengan jalur-lalur pengumpan (feeder) diperkirakan bisa meng­ angkut 1. dengan target daya angkut setelah tiga tahun operasi ( 2020) berkisar 412 ribu per hari. Sekarang melalui PT KCJ (anak perusahaan PT KAI) tengah berbenah operasi KRL dan menambah armada.Kota .2 km terdiri dari 9. yang sangat potensial dipadukan secara fisik. seperti bis. Pemerintah DKI Jakarta dan DPR/DPRD. hanya satu dari beragam jenis moda angkutan umum yang ada di Jakarta. termasuk rencana monorel bila dipadukan bersama BRT Transjakarta total diperkirakan memiliki daya angkut riil saat ini tidak kurang dari 4 juta penumpang per hari. menyajikan jaringan angkutan umum berbasis rel masa depan. Di Jakarta. Akankah MRT dapat mengatasi macet Jakarta? Kebijakan pendukung apa yang penting untuk percepatan realisasi MRT dan target angkutnya? Saat ini sesungguhnya jaringan angkutan umum sudah lumayan banyak di Jakarta dan sekitarnya mencakup metromini. terkecuali ada program fokus dan kebijakan lain untuk menunjang target jangka pendek. busway dan kereta api KRL Jabodetabek. bus konvesional.5 juta penumpang per hari. dan dapat dilipatgandakan dalam jangka menengah. jarak tempuh dan kecepatan moda angkutan umum yang dapat dirancang untuk saling menunjang. Moda yang berkapasitas besar ditempatkan pada koridor utama yang padat. Keberadaaan MRT sendiri. ini membutuhkan restrukturisasi yang sangat mendasar untuk memadukan beragam moda angkutan umum yang sudah ada. pengembangan KRL juga TransJakarta saat ini sulit dibayangkan potensi di atas dapat dicapai. Setiap pengembangan koridor angkutan umum apapun jenisnya hampir dipastikan akan bersentuhan dengan trayek angkutan umum yang lama. segera menyusul.

Memilih pasangan-pasangan paket kebijakan yang saling mendukung merupakan kunci sinergisitas kebijakan dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Mengingat setiap paket kebijakan dapat memiliki dampak yang berbeda. misalnya.Edisi 3 . manajemen operasi. Sehingga keberhasilan merancang strategi terpadu dapat didekati melalui dua prinsip: i) sinergi antarberagam instrumen paket kebijakan. memberikan insentif bagi pengembangan kawasan baru untuk mendukung investasi jalur perkeretaapian. seperti menyiapkan fasilitas park & ride untuk mendukung pengembangan angkutan umum perkeretaapian ataupun bus. Sesungguhnya ada strategi terpadu yang lebih komprehensif menyangkut bagaimana memadukan beragam paket instrumen kebijakan dalam upaya meningkatkan kinerja transportasi yang berkelanjutan. hasilnya tidak sekedar penjumlahan manfaat (additive) dari masing-masing paket. tak dapat dihin­ dari memerlukan keterpaduan otorita atau kordinasi sesama kelembagaan publik.5 atau 2. Istilah sinergi sumber foto: istimewa terkadang diartikan memiliki sifat komplementer dengan dua paket kebijakan bila diterapkan bersamaan akan berdampak saling mendukung dan menghasilkan dampak yang lebih luas. subsidi angkutan umum). tetapi le­ bih melebar mencakup bisnis kota. sehari-hari orang diarahkan menggunakan angkutan umum berbasis utama rel (kereta api) yang ditunjang oleh trayek umpan (feeder) moda angkutan umum lain. swasta dan peran serta masyarakat. khususnya di kota metropolitan yang beragglome­ rasi. penutupan jalan. merelokasi parkir onstreet dan mengadakan ruang parkir off-street untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kapasitas jalan.Maret 2013 Strategi Transportasi Terpadu yang Berkelanjutan Kebijakan pendukung lain yang diperlukan untuk mencapai target daya angkut di atas mencakup 2 hal berikut: (i) beragam upaya Transport Demand Management (TDM) baik yang menyangkut pembatasan fisik/ruang (kendali ruang parkir. baik di internal Pemda dan antarPemda se Jabodetabek. Upaya mengintegrasi paket kebijakan untuk mewu­ judkan transportasi yang berkelanjutan. Upaya ini harus dimotori oleh Gubernur dan Kepala Daerah di sekitar wilayah metropolitan guna membangun protap perencanaan. pembatasan waktu (flexi hours. masih merupakan barang langka dan sulit diwujudkan. plat kendaraan ganjil/ genap) maupun fiskal (jalan berbayar/ERP. kenyamanan akses berjalan kaki untuk jarak dekat dan bersepeda (tersedia gratis) untuk menjangkau 1. 2002). Dalam cakupan lebih sempit lembaga sejenis dapat dimulai dari badan Otorita Angkutan Umum saja. tarif.5 km selanjutnya. bisa jadi dua instrumen paket kebijakan bersifat counter-productive. tiket elektronik. (ii) Transit Oriented Development (TOD). mengembangkan kapasitas lembaga. belum bermanfaat dan belum efektif berjalan. serta dilengkapi fasilitas park & ride. kebanyakan baru terfokus sampai keterpaduan fisik transportasi khususnya jalan dan operasional angkutan umum: tingkat pelayanan. daripada bila salah satu diimplementasi secara terpisah. Sinergi diartikan bila dua paket dilaksanakan bersamaan. pilihan strategi dapat mencakup: a) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang me­ nyang­ kut beragam moda angkutan b) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang menyang­ kut pengadaan infrastruktur. tata ruang dan angkutan dirancang sedemikian rupa agar untuk sampai ke tujuan. Beberapa contoh dapat disampaikan. atau pun bersinergi memberikan nilai positif. sembari berusaha memecahkan masalah-masalah jangka pendek (quick wins) yang mendukung implementasi agenda transportasi yang berkelanjutan. Integrasi ataupun efektifitas kerjasama antarpemda dalam menangani permasalahan bersama menyangkut utilitas publik. akan menghasilkan manfaat ekstra. atau ii) menghilangkan halangan (barrier) yang menghambat eksekusi suatu kebijakan. pembiayaan dan informasi c) Keterpaduan antarberagam upaya kebijakan tansporta­ si dan tata ruang d) Keterpaduan sektoral bukan hanya transportasi. Dalam literatur “Implementing Sustainable Urban Travel Policies” (ECMT. Pertanyaannya adalah tingkat keterpaduan dan keberlanjutan seperti apa yang ingin ditargetkan? Upaya dan debat tentang ini. Wilayah metropolitan seperti Jabodetabek haruslah menyiapkan protap perencanaan transportasi yang dilengkapi kolaborasi institusi publik (pemda). traffic calming). Keberadaan BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabek yang sudah ada. kesehatan dan pendidikan e) Keterpaduan otorita/kelembagaan antarpemerintah­ an. menaikkan tarif parkir. 61 .

Dalam Pasal 25 ayat (1) resolusi tersebut menyatakan bah­ wa: ” Setiap orang berhak atas pangan. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlu­ kan. (iv) Menerapkan kebijakan perumahan sesuai arahan kebijakan dan program pemerintah. di tingkat pusat dibentuk Djawa­ tan Perumahan Rakyat sebagai bagian dari Departemen Pekerjaan Umum. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Per­ tama di Bandung pada tanggal 25–30 Agustus 1950. yang mengamanatkan kepada kita sebagai pewaris bangsa untuk secara bersama-sama menyelenggarakan pembangunan perumahan yang la­ yak bagi rakyat yang telah hidup merdeka. sejak tahun 1976 Bank BTN menyalurkan pemberian Kredit Pemilik­ an Rumah (KPR). Kredit Griya Multi dan Kredit Griya Sembada. di tingkat provinsi didirikan Yayasan Kas Pembangunan Perumahan Rakyat yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan yang bersifat koperatif. KP Rumah Toko (Ruko). Esensi dari kongres ini menyatakan bahwa Negara (harus) ikut campur dalam masalah perumahan rakyat secara sungguhsungguh. (ii) Mengembangkan aset publik untuk menunjang peran di atas. Hatta. REI lahir dalam kondisi serba kekurangan. potensi-potensi masyarakat lebih banyak di­ bahas dan salah satu rekomendasinya adalah dikembang­ kan Pembangun­ an Perumahan Bertumpu pada Kelompok (P2BPK). (iii) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan produktif dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip menjamin keamanan dan pemanfaatan aset-aset negara.”.. Perumnas diarahkan untuk berperan: (i) Melayani kebutuhan perumahan rakyat sebagai kebutuhan publik. dengan tugas utama saat pendirian postspaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan. Kredit Swagriya. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukim­ an II (1992). (ii) dirumuskan norma dan syarat minimum perumahan rakyat dan segera ditetapkan da­ lam Undang-Undang. Penegasan status Bank Tabungan Negara (BTN) seba­ gai bank milik negara ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968. Sebelumnya persatuan Perusahaan Real Estate Indone­ sia (REI) didirikan pada hari Jumat bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta.Pendapat Jas Merah: Landasan Kebijakan Oleh Zulfi Syarif Koto* Landasan Penyelenggaraan Perumahan di Indonesia enyelenggaraan perumahan rakyat semula berawal dari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A. dan seterusnya . dibentuk Peng­ urus Se­ mentara yang dipimpin Ir. Moh. REI belum mem­ punyai pengurus. Pem­ bangunan Jaya. Dalam perjalanannya peranan Bank BTN terhadap pembangunan perumahan bertambah luas dengan diluncurkannya KPR Non Subsidi dalam bentuk KPR Komersil. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukiman I (1972). karena itulah tanggal 10 De­ Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) P sember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. Adapun jenis produknya yakni KPR subsidi. Pada tanggal 29 Januari 1974. Sebagai tindak lanjut. Nomor 739/ KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Ling­ kungan Hunian yang Berimbang. Seperti apa yang disampaikan dalam Pidato Wakil Presiden RI ketika itu. Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (SKB Tiga Menteri) Nomor 648-384 Tahun 1992. dilahirkan Badan Usaha Milik Negara bidang perumahan dan permukiman yaitu PERUM PERUM­ NAS. beradab dan bermartabat (memiliki harga diri). Menindaklanjuti tugas tersebut. “Satu Rumah Sehat untuk Satu Keluarga”. pada 18 Februari 1972. dan (iii) membentuk badan yang menangani pembangunan dan pembiayaan perumahan. pemerintah memberikan tambahan tugas kepada Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan perumah­ an rakyat. Keterkaitan antara perumah­ an dan tata ruang muncul dalam dokumen Ke­ bijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan 1990 yang kemu­ dian diperkenalkan konsep perumahan dengan pen­ dekatan lingkungan hunian berimbang (1:3:6) berdasar Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri. Kongres Perumahan Rakyat tahun 1950 telah menghasilkan 3 keputusan yaitu (i) setiap provinsi meng­ usahakan berdirinya perusahaan pembangunan perumahan rakyat. Sebagai tindak lanjutnya dikembangkan Lembaga Jas Merah: Adaptasi Judul Pidato Presiden RI (Bung Karno) dalam Peringatan HUT RI Tahun 1966: “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH!!” 62 . dan baru sepekan kemudian. Saat itu. yang juga kemudian diikuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Ciputra dari PT. pakaian.. Pada tanggal 10 Maret 1992 lahir Undang-Undang Nomor 4 tentang Perumahan dan Permukiman. H.

khususnya MBR). khususnya MBR. (vi) pemupukan dana murah. memecahkan berbagai permasalahan.Edisi 3 . dan tepat sasaran. Dalam uji coba yang dilakukan di Cengkareng. yaitu Kemenpera. dan (viii) daya beli atau daya cicil ma­ syarakat menengah ke bawah. dan melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang pembangunan perumahan dan per­ mukiman. khususnya MBR semakin meningkat. yang semula hanya bertumpu pada dana pemerintah (APBN/APBD). Pada akhirnya. Keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/pemerintah daerah dalam penyediaan peru­ mahan bagi masyarakat perlu disikapi dengan upaya mendorong kemitraan antarpelaku (badan usaha). pembenahan dengan segera terhadap permasalahan 6 (enam) K dalam penyelenggaraan perumahan dan kawas­ an permukiman. *Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I)/the HUD Institute 63 . b. Gagasan Pemikiran Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Mempertimbangkan gambaran sejarah landasan kebijak­ an perumahan rakyat tersebut di atas. Jamsostek. Komitmen. mendorong kebersamaan dan kemitraan antarpelaku (ba­ dan usaha) secara maksimal melalui konsep PPP (Public private partnership) termasuk memasilitasi pemanfaatan dana CSR bagi pembangunan perumahan guna menyi­ kapi keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/ pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat. (iii) kepedulian atau keberpihak­ an pemda provinsi. yang dikenal dengan isti­ lah Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Di daerah. Kemente­ rian Perumahan Rak­ yat bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mengembangkan P2BPK (Pembangunan Perumahan Bertumpu pada Kelompok) melalui proyek Community Based Low-Cost Housing Pro­ ject. di­ bentuk Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangun­ an Perumahan dan Permukiman Nasional (BKP4N) yang tugasnya menyiapkan rumusan kebijaksanaan. Keseluruhannya akhirnya bermuara pada Tabungan Perumahan Rakyat c. Pembiayaan perumahan berbasis perbankan perlu dileng­ kapi dengan pembiayaan khusus perumahan yang di­ jalankan oleh lembaga keuangan bukan bank. mengingat proporsi MBR di Indonesia masih cukup besar. PT. Kerjasama. e. (iv) keswa­ dayaan. Bandung ini dikembangkan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok masyarakat dengan melakukan pergeseran orientasi dari menyediakan (provi­ ding) kepada memampukan (enabling).Maret 2013 Keswadayaan Masyarakat (LSM) bidang pembangunan perumahan sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kepada kredit perbankan. termasuk memasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pembangunan perumahan dan permukiman. Melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1994. dan lain-lain secara maksimal melalui konsep Kesepakatan Bersama (MoU). Perumahan ada­ lah untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. sehingga urgensi­ nya keberadaan tabungan perumahan rakyat dapat segera direalisasikan dalam Undang-Undang (sesuai amanat da­ lam Pasal 124 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang PKP). Kerjasama Swasta Pemerintah/Public-Private Partnership. Perlunya memperluas paradigma pendanaan perumahan. Kelemah­ an 6 K tersebut perlu dipadukan dengan elemen kepe­ mimpinan. Komunikasi. Koordinasi. misalnya Bapertarum PNS. menjadi konsep pendanaan yang juga mengakomodasikan dukungan dari berbagai sumberdaya pendanaan yang lebih luas dan beragam (consolidated fund). Disamping itu. khususnya MBR semakin meningkat. diharapkan agar institusi perumahan rak­ yat (dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat) da­ pat memastikan atau mewujudkan beberapa hal. kesetiakawanan. Jakarta dan Rancaekek. Taspen. (v) kemitraan yang setara dan sinergis dengan para pemangku kepentingan PKP semakin meningkat dan terarah. Perumahan merupakan hak dasar rakyat. antara lain: (i) backlog perumahan semakin menurun. termasuk memobilisasi skema pendanaan ru­ mah swadaya. BKP4N dibantu oleh Badan Pengen­ dalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah Tingkat II (BP4D). masa tenor yang panjang dan bunga murah dapat terwujud. dan BTN. dan Kontrol. maupun kota terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Perum Perumnas. tepat mutu. yang disertai penguatan kelembagaan perumahan dan kawasan per­ mukiman yang berkesinambungan di daerah. d. dana pensiun BUMN. (vii) stimulan fisik maupun non-fisik berupa insentif dan disinsentif dapat tepat waktu. tetapi politik perumahan harus lebih tegas dan berpihak kepada kaum lemah dan tidak mampu. Insya Allah. Tentunya termasuk pe­ nguatan 3 (tiga) pilar pembangunan perumahan. f. yang terdiri dari: Konsepsi. Dengan demikian dibutuhkan upaya evalua­ si program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). perlu dirumuskan be­ berapa gagasan pemikiran yang paling tidak terdiri dari: a. PT. Pada tahun 1992. Melekat dengan P2BPK dikembangkan mekanisme pembiayaan Kredit Tri­ guna (BTN) yang mencakup Kredit Pemilikan Kaveling Siap Bangun (KP-KSB). (ii) luas­ an perumahan dan kawasan permukiman (PKP) kumuh semakin berkurang. kabupaten. Asabri. atau kegotong royongan ma­ syarakat semakin meningkat. skema subsidi dan skema ban­ tuan infrastruktur perlu diperluas. dengan karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi kepentingan rakyat (masyarakat menengah ke bawah. sehingga consolidated fund dan multipurpose financing lebih bisa dilayani.

atau kasus perampokan rumah oleh orang yang mengaku-aku orang dekat korban. Ketika pemilik lahan itu bernama kerajaan. Dewasa ini. atau di dalam lahan terdapat rumah dengan segala perangkatnya. Benteng-benteng khas dari kerajaankerajaan Eropa mencerminkan hal ini. pencoleng atau bahkan pemulung. Ketika simbol-simbol ini menjadi tidak atau kurang ber­ makna bagi sebagian orang. maka bongkahan batu yang ditumpuk teratur memanjang sudah cukup untuk ke­ mudian disebut pagar. tidak melihat pada motif. Dengan dipagarinya suatu bidang tanah. Tanpa pagar. Secara teknis. Jika ada kasus pembobolan ru­ mah berupa orang yang berpura-pura mengambil barang milik tuan rumah. di mata orang-orang yang sudah siap dan punya tekad melakukan tin­ dak pidana. Pada kenyataannya. Ketika di dalam lahan terdapat properti yang lain. oleh karenanya. Tidak lupa pula.001 fungsi. Ha­ nya saja.Pendapat Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis Adrianus Meliala * J ika pagar berfungsi sebagai penghalang masuknya orang atau binatang yang tidak diundang. melewati suatu wilayah tanpa ijin pun tidak boleh. dibangun­ lah pos jaga di tempat orang keluar-masuk. Ketika jaman menjadi lebih maju. Dengan fungsi baru ini. pagar sebenarnya cukup berupa ditancapkannya sebuah bambu berwarna tertentu. Inilah pula kelemahan CCTV. Di siang bolong pula. Alhasil. pohon atau monumen itu men­ simbolisasikan siapa yang menjadi pemilik tanah tersebut. Dengan kata lain. Bambu. katakan­ lah terdapat peternakan atau perkebunan. maka terciptalah konsepsi sederhana tentang kepemilikan lahan. Tidak cukup dengan itu. saking besar dan panjangnya. bisa dipergunakan tinjauan atau perspektif sosio-kriminologis. itulah penyusup model baru yang seringkali tampil perlente dan. CCTV hanya melihat per­ gerakan orang. maka pagar atas suatu wilayah yang dikuasai raja pada dasarnya bernama pagar juga. maling. Sebagai contoh. Terkait penyusup-penyusup itu. seperti sering dilakukan Etnis Gipsy di Eropa. penyusup tidak sela­ manya dikenal sebagai pencuri. Tak lupa pula disertai ancaman seperti “dilarang masuk” atau “dilarang mendirikan bangunan” dan sebagainya. Sehingga. tetapi bisa jadi mun­ cul terang-terangan. CCTV bukan lagi penghalang. entah itu berupa invader atau intruder. dibuatlah pagar dari kawat berduri mengelilingi lahan tertentu. Tembok yang gagah pun seakan takluk oleh para penipu ini. terbukti dari adanya penguasaan lahan oleh orang yang tidak berhak. didirikan­ nya sebuah pohon yang khas atau ditumpuknya batu menjadi semacam monumen. sebagai suatu sistem penga­ manan wilayah paling mutakhir. maka pagar itu disertai dengan persenjataan un­ tuk mempertahankan diri dan wilayah dari serangan lawan. maling dan sebagainya. menjadi wajar jika tampilan pagar bisa beragam mewakili beragam fungsi­ nya tadi. maka orang bisa tidak berdaya apa-apa ketika ada orang iseng atau orang jahat hendak meng­ 64 . niat serta kesiapan orang untuk melakukan suatu tindak pidana. juga apa anehnya? Memang tidak aneh jika hanya dua hal di atas saja yang merupakan fungsi pagar. Namanya saja benteng. di mulut lahan. apa anehnya? Jika pagar berfungsi sebagai pencegah hilangnya harta-benda yang terdapat dalam rumah. Agak berbeda adalah situasi di Eropa yang pada kebanyak­ an palang tertulis trespasser will be prosecuted. Apa­ lagi jika ada orang yang membuat bangunan tidak permanen hingga semi-permanen. simbol kepemilikan lahan berubah menjadi patok yang terbuat dari batu dan semen atau berbentuk sebuah papan yang bertuliskan nama pemilik lahan. termasuk di sini dasar hukum yang diacu. pagar cenderung dibangun tinggi-tinggi atau dikelilingi kawat berduri. pagar bisa memiliki 1. guna memahaminya. hal itu disebut dengan maintaining defensible space. Oleh karena itu pula. maka “pagar simbolik” ini cenderung tidak banyak lagi dimanfaatkan. maka pagar le­ bih berfungsi sebagai pencegah penyusup (intruder). yang sebe­ lah sana milikmu. maka bentuk pagar juga berubah ketimbang pagar yang dipakai untuk mempertahankan diri dari orang yang ingin menguasai (invader). di palang papan nama yang telah dibuat tertulis pula “awas anjing galak”. Sebagai gan­ tinya. Target Hardening Perbincangan di atas pada dasarnya terkait dengan pagar dalam fungsinya sebagai alat bantu si pemilik untuk memper­ tahankan diri dari gangguan. pagar merepresentasi­ kan suatu kepemilikan atas tanah. tidak disangka-sangka. bahkan juga dilengkapi Closed-Circuit Television (CCTV). yang dibalik pagar ini milikku. Para penyusup itu kita ke­ nal dengan sebutan pencuri. kemudian memiliki se­ butan khusus yakni benteng (fortress). Pada ekstrim yang lain. Kepemilikan Pada fungsinya yang paling purba. lihatlah Tembok Cina. Untuk fungsi itu.

D Kriminolog & Guru Besar FISIP UI. Singkatnya. tetapi sudah menjadi instrumen dalam rangka aktualisasi diri. entah dengan cara melom­ pati atau membobol pagar. salah satunya. Tidak hanya itu. Seiring dengan itu. aspek keamanan.Edisi 3 . dengan adanya pagar. ju­ ga bisa dihadirkan melalui pagar. Enerji so­ sial itu berasal dari kehadiran tetangga atau orang yang lewat (passers-by) yang bisa membantu saat. jika pengamanan di pintu masuk lemah atau bobol (entah karena satpam tidak ada di tempat atau sudah diperdaya). misalnya.Maret 2013 ganggu. semua rumah dalam cluster bisa dikatakan tidak berdaya apa-apa lagi (defenseless). Ph. pertahanan diri dibangun melalui sistem yang membatasi dan menyaring orang-orang yang hendak menemui mereka. nilai atau besaran dari target yang hendak dilin­ dungi. Guna memperlihatkan preferensi pemilik rumah. tetapi telah menjadi “penjara baru” yang mengurung mereka sendiri. Inilah con­ toh ketika niat untuk meningkatkan status malah bisa beru­ jung pada ketidakamanan diri sendiri dan keluarga. Akibatnya. di pihak lain. Interaksi sosial yang minim. Dengan metode satu pintu. Tiba-tiba saja orang iseng atau jahat itu sudah ada di depan pintu rumah dan bisa segera masuk rumah dengan cara mencungkil pintu atau jendela. Kemampuan finansial yang kuat serta kepercayaan diri dan ditunjang oleh perangkat komunikasi yang canggih. apartemen atau asrama. maka terhadap mere­ ka yang tinggal di hotel. bah­ kan boleh dibilang tidak ada kontak sama sekali antarpenghu­ ni apartemen. Jika. Atau. Tentunya ada saja orang yang memilih tidak mau meng­ andalkan pada enerji sosial dan lebih percaya sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri. kunci yang diberi password atau dengan bantuan tenaga pengaman. Sebaliknya. orang lebih mampu bertahan. Namun demikian. Nama­ nya juga orang dari kelas menengah hingga elite. peng­ huni apartemen meninggal berhari-hari tanpa ada yang tahu. Upaya untuk bertahan pun bisa dilakukan secara lebih ber­ variasi. bisa dibangun pagar bergaya Gothik yang penuh ukiran. kita memiliki uang yang amat banyak. *) Prof. maka banyak perumahan memakai konsep cluster yang menyinergikan banyak hal. Adrianus Meliala. Itulah prinsip target hardening. sebagai suatu target kejahatan. Komisioner pada Komisi Kepolisian Nasional Dapat dihubungi di adrianusmeliala@gmail. adalah cara lain menancapkan status sosial pemilik rumah. Dengan ban­ tuan CCTV. Hal ini memang ada benarnya. Mengingat dalam rangka mempertahankan defensible space dan melakukan target hardening diperlukan biaya tidak sedikit. Namun demikian. terjadinya kasus perampokan yang pelakunya orang dekat korban. Ujung-ujungnya. kehadiran pintu pagar yang angker plus satpam berkumis. perlu di­ ingatkan terkait azas proporsionalitas dan fungsionalitas. pagar tidak lagi sekadar menjadi simbol ke­ pe­ milikan atau mekanisme mempertahankan diri. adalah pemandangan sehari-hari. Sebaliknya. katakanlah. rumah-rumah didalamnya tidak perlu lagi membuat pagar. Oleh kare­ na itu. orang hanya boleh keluar-masuk dari pintu yang selalu dijaga tersebut. Masih dalam rangka defensible space. sifatnya sangat subyektif dan penuh cita rasa pribadi. tidak kontra produktif dengan perspektif pencegahan kejahatan (crime prevention) yang seyogyanya built-in atau termaktub dengan sendirinya dalam perencanaan rumah tinggal atau properti lainnya. bagi banyak orang dapat menggantikan dukungan enerji sosial jika terjadi ketidakamanan pada diri orang tersebut. upaya tersebut perlu disesuaikan dengan bahaya yang mungkin datang serta probabilita datangnya bahaya dan. untuk apa tergantung pada masyarakat di lingkungan sekitar yang se­ ringkali lebay. amat wajar apabila dilakukan pengamanan yang tidak hanya ketat tetapi juga berlapis dan bersenjata. Nuansa tradisional. jangankan intruder. sehingga defensible space ditarik pada tingkat blok atau cluster. maka dapat diperkirakan tidak banyak pihak yang akan mengganggu kita. misalnya. Hal ini sering terjadi ketika ada penyusup yang masuk rumah. dibangunlah pagar bergaya Yunani. maka orang iseng atau jahat itu pertama-tama perlu melewati pagar terlebih dahulu. tidak bisa meman­ faatkan enerji sosial yang terdapat di luar rumah. tinggi dan tertutup pada dasarnya menempatkan rumah dan penghuni rumah dalam keadaan terisolasi dan. mendengar teriakan atau kegaduhan dari dalam rumah. muncul fenomena ketidakamanan model baru. dengan pagar. jika terjadi apa-apa. telepon internal. keberadaan kita (dalam hal ini ru­ mah atau properti lainnya) menjadi lebih kuat. De­ ngan kata lain. yang bisa bertemu kita pun bukanlah sembarang orang. Pagar yang terlalu kokoh. misalnya. Singkatnya. Inilah fenomena yang terjadi pada komunitas baru masyarakat perkotaan yang hidup di apartemen penca­ kar langit di Jakarta.com 65 . jika kita bukan seseorang yang kaya-raya. seyogyanya keinginan untuk mengejar es­ tetika sekaligus pengedepanan status. Hal ini jauh lebih efisien dari segi biaya. dalam rangka “memperkeras” diri agar tidak menjadi target kejahatan yang mudah dikerjai. Unit tempat tinggal bukan lagi sebagai pagar. Sebagai contoh. Kehidupan mereka amat “dipagari” oleh dinding-dinding unit tempat tinggal mereka. yang dengan demikian melumpuhkan semua sistem pengamanan yang ada. Status Pagar bisa menjadi tidak bisa diprediksi lagi tampilannya ketika dikaitkan dengan status sosial pemilik pagar tersebut. terlepas dari apakah itu rumah mewah atau rumah sederhana. katakanlah. Masalahnya. yang tentunya tidak terlalu mudah. tidak mudah dikerjai. Jika pemilik mengingin­ kan pagar yang tetap memungkinkan orang “melongok” ke dalam rumahnya yang megah.

L’Avenue AGUNG PODOMORO GROUP Green Bay Pluit 66 .

yang dalam pengerjaannya dapat para pelaku konstruksi nasional. Bangunan Rusunawa terbuat penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dari konstruksi beton. mulai mulai dari tahap perencanaan. dan sistem pra­ cetak penuh. pa sistem pembangunan: sistem konvensional. pemanfaat­ diambil dari alam. pracetak sebagian dan pembangunan.Konsep Edisi 3 . Bahan bangunan utama yang digunakan usaha menjaga kelestarian bumi. pat optimalisasi penggunaan energi selama konstruksi. Sistem pracetak be­ sampai dibongkar dan kembali ke alam. dipergunakan. diproduksi.0 warming). Prinsip dasar dari tipe pembangunan ini ada­ untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan lah penggunaan energi yang optimal secara integratif dengan suatu produk dan siklus hidupnya. konstruksi. beserta kebutuhan masing-masing pada setiap jenis P Gambar 8. Hairul Sitepu dan HR Sidjabat Konsep Perhitungan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan embangunan yang berkelanjutan (Sustainable Referensi perhitungan energi tiap item pekerjaan Construction) merupakan suatu topik yang saat konstruksi didasarkan referensi [5]. proses industri dan menghasilkan output agar kita bisa karena menerapkan penggunaan material melakukan perbaikan proses dan dampak Bagian Kedua* dan metoda kerja yang efisien sehingga dida­ yang lebih aman ke lingkungan. sistem Pemanfaatan sumberdaya tersebut dapat berdampak pracetak sebagian. Software ini ton merupakan suatu sistem pembangunan yang me­ mengalkulasi input seperti kuantitas bahan baku suatu menuhi kaidah konstruksi hijau (green construction). agar juga mulai mem­ dilakukan melalui 3 alternatif pelaksanaan konstruksi. Analisis Bahan Baku Pembangunan Rusunawa dampak lingkungan dilakukan pada pembangunan ru­ Pembangunan rusunawa membutuhkan banyak mah susun di Batam. Proses penyetaraan ini berkembang di dunia konstruksi internasio­ untuk perbandingan tiap item dilakukan dengan metoda nal sebagai respon atas isu pemanasan global (global LCA (life cycle analysis) melalui software Simapro 5. Penelitian optimasi energi konstruksi dan a. yang dilakukan dengan bebera­ sumberdaya alam sebagai bahan baku konstruksi. Hasil terhadap kerusakan alam. sehingga dapat menjadi bagian dalam pracetak penuh. Pembangunan Rusun di Batam 2010 .Maret 2013 sebagai Sistem Sistem Pracetak Beton Konstruksi Hijau: Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan di Pembangunan Rumah Susun di Batam Oleh: Hari Nugraha Nurjaman. pertimbangkan optimalisasi energi dalam perencanaan yaitu secara konvensional.2011 67 . dipelihara an sampai pada pembongkaran.

Kebutuhan Bahan Bangunan Masing-masing Alternatif pada Tabel 2 Pada Tabel.kPt). Apabila pra­ cetak tersebut dipercaya dapat memberikan man. lingkungan perairan kronis (5. yaitu: (1) kandungan racun paling besar (8. relocability. yaitu: kup signifikan dan kecepatan pelaksanaan pembangun­ (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (5. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gibb [4] disebabkan oleh material-material mencemari badan yang mengemukakan bahwa beberapa prinsip beton air permukaan dalam jangka waktu yang lama. menjadi hanya 5-6 bulan.13 kPt).66 x 10-5 kPt). (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis sedikit diban­ dingkan beton konvensional. disusul oleh semen (4.2 terlihat pemakaian besi tulangan beton pada pracetak sebagian berkurang secara signifikan. penggunaan tenaga kerja secara total lebih (5. tidak diperlukan lagi pada pracetak Elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah sebagian dan pracetak penuh. berbahaya terhadap manusia dan organisme hidup lainnya yang akan memanfaatkan perairan tersebut.56 kPt).(4. peningkatan jaminan lingkungan perairan akut. gunaan tenaga kerja terampil lebih banyak di beton pra Kandungan racun lingkungan perairan kronis cetak [10]. dan sebagainya. baik sebagai perancah *) Teknologi Pracetak yang digunakan adalah dari salah satu produsen nasional maupun sebagai cetakan sebanyak 603 m3.55 an dari semula 8 bulan. namun peng.pencemaran tersebut tidak ditangani dengan serius faat lebih dibandingkan beton monolit terkait dengan dan benar dampaknya akan berlanjut ke pencemaran pe­ ngurangan waktu dan biaya.55 kPt). Di. gunaan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga adalah dalam pembiayaan yang berkurang secara cu. LCA Beton Konvensional Hasil pembobotan menunjukkan bahwa hampir Hasil analisis skor tunggal menunjukkan bahwa besi seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak beton merupakan elemen yang memberikan dampak lingkungan dominan. kelebihan lain dari peng.air untuk beton (3.17 kPt). predicability. b.dampak lingkungan dominan (impact categories). Kondisi yang sama juga pada penggunaan kayu.93 x 10-7 kPt) dan penggunaan han bangun­ an lebih efisien. Sistem Pracetak Column Slab 68 . Hal tersebut akan sangat kualitas. Selain penggunaan ba.19 kPt). (2) kandungan racun lingkungan perairan akut lain pihak. terutama dari komponen pelat yang menggunakan sistem grid prategang seperti terlihat pada Gambar 9. (2) kandungan Gambar 9. dari 180 ton pada konvensional menjadi 77 ton pada Besi tulangan beton 180 ton 77 ton 122 ton pracetak sebagian. Berdasarkan hasil pembobotan.Konsep pelaksanaan konstruksi dapat dilihat Tabel 2. Penghematan besi Cetakan kayu 41 m3 yang sangat signifikan ini didapat karena Perancah kayu 562 m3 sistem pracetak yang digunakan adalah sistem column-slab yang sangat efisien.truk (1.

keramik dan sanitari.81 kPt). hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.00 kPt). besi beton dan semen merupakan kontributor proses terbesar yang berdampak terhadap lingkungan. (3) kandungan racun lingkung­ an tanah kronis (3. Kebutuhan energi konstruksi yang dianggap wajar untuk bangun­ an perumahan adalah 240 kWh/m2 [9] sehingga sumber foto: istimewa 69 .06 kPt). e. dan yang paling hemat adalah sistem pracetak sebagian yaitu 175 kWh/m2.57 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1.82 kPt). Pengurangan bahan baku dinding ini disubtitusi seluruhnya oleh beton pracetak.17 kPt). kontributor proses yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (3. yaitu pembangunan rusunawa menggunakan beton konvensional.6 kPt. bata merah. Seperti pada penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. d.59 kPt).Edisi 3 . Hasil skor tunggal secara agregat menunjukkan penggunaan beton pracetak sebagian memiliki kinerja sedikit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan beton pracetak penuh dalam hal dampak lingkungan yang ditimbulkan daur hidup kontributor prosesnya. dan beton pracetak penuh.7 kPt). tetapi di sisi lain meningkatkan volume penggunaan beton pracetak. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (3. LCA Beton Pracetak Sebagian Hasil analisis skor tunggal penggunaan beton pracetak sebagian menunjukkan bahwa semen merupakan elemen yang bisa memberikan dampak paling besar (4.66 x 10-5 kPt). Jika dilihat dari kebutuhan energi pembangunan sistem konvensional merupakan sistem pembangunan yang terboros yaitu 272 kWh/m2. Seperti halnya dalam penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. beton pracetak sebagian. pasir dan bata merah. Bahkan dampak lingkungannya relatif lebih tinggi. seperti semen. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (1. Hal ini bisa diturunkan menjadi hanya 13.12 x 10-5 kPt).06 kPt).8 kPt dengan penggunaan beton pracetak penuh dan menjadi hanya 13. Bahan bangunan utama yang mempunyai dampak lingkungan terbesar adalah besi beton. Hasil pembobotan menunjukkan hampir seluruh ele­ men berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.Maret 2013 racun lingkungan perairan akut (5. ka­ rena pe­ ningkatan volume penggunaan semen dan besi sebagai bahan pokok penyusun beton pracetak. Sementara perbedaan kemampuan antara penggunaan beton pracetak penuh dan beton Pracetak sebagian 6% (0. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3. Selain hal tersebut. Analisis Perbandingan energi konstruksi alternatif berdasarkan analisis daur hidupnya (LCA) dilakukan terhadap tiga pilihan. Sementara elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (5.91 kPt). yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perair­ an kronis (4. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (4. sehingga dampak lingkung­ an akibat pemanfaatan bata me­ rah berkurang secara signifikan. Dampak lingkungan secara keseluruhan akibat daur hidup kontributor proses penggunaan beton konvensional sebesar 18.0 kPt dengan penggunaan beton semi pracetak.56 kPt) c. sebagaimana disajikan pada Tabel-3.79 kPt). semen. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3.8 kPt) dalam menurunkan dampak lingkungan.75 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. alumini­ um.19 kPt). disusul oleh semen (3. LCA Beton Pracetak penuh Hal yang membedakan material yang digunakan dalam pembuatan rusuna menggunakan beton pracetak penuh dengan pracetak sebagian adalah pengurangan penggunaan bahan baku bagi pembuatan dinding dan plesterannya. disusul oleh besi beton (3. disusul sistem pra­ cetak penuh 219 kWh/m2. Hasil analisis skor tunggal menunjukkan besi beton merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar (6.

82 x 107 9. 2.774. K.25 ha untuk setiap bangunan Rusunawa. Proses eksplorasi sumber daya alam berpotensi pencemaran lingkungan perairan dan tanah. BPS (2010). Pelaksanaan konstruksi dengan pracetak sebagian juga dapat menghemat penggunaan energi sebesar 446. Besi beton dan semen merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar. proses produksi.8 KWH bila dibandingkan dengan konvensional. Perbandingan Dampak Lingkungan Bahan Bangunan Utama Alternatif Pelaksanaan dan Bahan Bangunan Utama Potensi Pencemar Konvensional: -besi beton -semen -aluminium Pracetak sebagian: -semen -besi beton -bata merah Pracetak penuh: -besi beton -semen -keramik & sanitari Katagori Dampak Lingkungan (Pt) Racun perairan kronis 5. A. Secara umum semen terbuat dari batu kapur. Morgen. (2001). R. Hampir seluruh elemen bahan bangunan berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. 8. Tanda-tanda terdapatnya pencemaran akibat besi di perairan adalah apabila terdapat suasana asam dalam kondisi aerob [2]. maka akan dapat dihemat hutan seluas 1.F. pembakaran. (3) kandung­ an racun lingkungan tanah kronis. akan diperoleh batangan atau lembaran besi. Off-Site fabrication.39 x 108 Racun perairan akut 4. John Wiley and Son.97 x 106 3. diolah. New York. Sijabat. clicker dan gypsum. Diseminasi Peraturan Perundang-undangan Bangunan Gedung dan Lingkungan. kadar besi yang berlebihan dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin. pember­ sihan. Pusat Pengembangan Perumahan Kemenpera. Database Manual General Introduction. Nasir. A. Berdasarkan beberapa hasil perbanding­ an diatas. Sustainability of Highrise Building. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. PT Estop Indonesia. 6.Y (2011).A. Goedkoop. Data Sensus Penduduk. *) Bagian Pertama dimuat pada HUD Magazines Edisi Pertama daftar pustaka 1. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis.008. Nurjaman (2007). sehingga mulai dari pengambilan di alam. 70 . lalu dicampur.95 x 107 3. Besi sebagai bahan baku pembuatan besi beton. me­ rupakan kontributor proses yang memiliki dampak terbesar dalam pembangunan rusunawa terhadap lingkungan. Waveland Press. pemeliharaan sampai pembongkaran akan mencemari lingkungan. pem­­ bangunan rumah susun bertingkat medium dengan sistem prace­ tak dapat dianggap memenuhi kriteria konstruksi hijau.94 x 108 2. Textbook of Limnology.85 x 108 2. (1999). pemilahan. sehingga memenuhi kriteria konstruksi hijau yang sangat memperhatikan efisiensi energi. Seminar Konstruksi Ramah Lingkungan. Sistem Bangunan Pracetak untuk Rumah Susun dan Rumah Sehat Sederhana.199. Kekurangan penggunaan beton pracetak sebagian adalah penggunaan tenaga kerja secara total lebih sedikit dibandingkan beton konvensional. Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. biaya lebih murah dan penghematan penggunaan kayu dibanding konvensio­ nal. H. (2010). USA. sedangkan proses pembakaran akan berakibat pemanasan global dan pelepasan debu berakibat polusi udara. Jakarta. perakitan. Effendi. sementara air untuk beton dan penggunaan truk merupakan elemen dengan dampak terkecil. Indonesia. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.68 x 106 2. Cole. kawat. Germany. Semua proses mulai dari pengambilan di alam. H. Kementerian Pekerjaan Umum.N.27 x 108 4. (1988). Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH [3] Bahan lain yang memiliki dampak terbesar adalah semen.253. ulir. Bahan bangunan lain yang berpengaruh pada sitem pracetak adalah kayu yang dapat dihemat sebesar 603 m3.981.39 x 107 1. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. penggilingan.29 x 107 Racun tanah kronis 2. salah satu dampak yang akan muncul pencemaran pada perairan.43 x 107 1. USA 5. dan lain-lain se­ suai kebutuhan.11 x 107 Energi (kWh) 1. misalnya besi beton polos. Jakarta. Semua bahan baku ini dieksplorasi dari alam. Secara umum besi terbuat dari biji besi. pencampuran. (2011). (2) kandungan racun lingkungan perair­ an akut.Illinois. Standardisasi Pengujian Material Ramah Lingkungan. namun penggunaan tenaga kerja terampil lebih banyak. batu bara dan limestone. Germany. pasir silika. pasir besi. M and M.792.97 x 107 3. yang pada gilirannya akan dapat mempertahankan penyerapan CO2. Analisis juga menunjukkan bahwa sistem pra­ cetak sebagian adalah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pra­ cetak penuh. Oele. Indonesia. PRé (Product Ecology Consultant).11 x 108 2. balok.G. tanah liat. 10.Konsep Tabel 3.9 1. pemeliharaan sampai pembongkaran akan berdampak pada lingkungan. Telaan Kualitas Air. Graubner. Inc.65 x 106 ter pohon 1 m dan jarak pohon di hutan 25 m. 7. pelat. penggunaan. (2000). Munich.A. 4. dipanaskan dalam oven. pipa air dan pakai­ an. Sabbarudin. Gibb.9 1.18 x 108 2. 3. Selanjutnya dilakukan proses deform sesuai kebutuhan. G. USA. sistem pelaksanaan pracetak sebagian merupakan yang paling ramah lingkungan. Jakarta. Munich.R dan H. 9. Indonesia. New Icon of Dubai.92 x 107 2.53 x 107 1. bak mandi.7 806. Achieving High Performance Building through Green Building Rating Tools in Indonesia. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. Makasar. Apabila rerata diame- Penutup Pelaksanaan konstruksi dengan meng­ gunakan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh mempunyai kelebihan dalam percepatan waktu pelaksanaan. T Mielecke (2010). C. lalu setelah melalui proses pendinginan dalam air.

5 April 2013 Sukseskan APERSI 71 .Maret 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Edisi 3 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

analisis pola dan durasi suhu. 1981) Adapun sejumlah advis rinci mengenai data peran­ cangan dan konservasi energi. • Pemanasan secara pasif (passive solar heat).: istimewa Prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Wied W. air. serta pembangunan-kembali) (Office of the Federal Environmental Executive.0) yang muncul pada akhir tahun 1998 di Amerika Serikat. 2003). sejumlah tipe bangunan yang menjadi tonggak (milestone) periode 1970-1993 didominasi oleh perkantoran (misal: Environmental Defense Fund Offices. pepohonan. midrise. 1985). highrise). 2003). desain. material yang digunakan suatu bangunan dan tapak. 1989]. serta material sebaiknya direncanakan untuk penyerapan dan penyimpanan panas. 1979). jika layak maka pemanfaatan sinar matahari. jenis kaca. sejalan dengan upaya mengatasi isu energi di jamannya. 2003) mengalami tantangan penyusutan sumberdaya akibat era minyak-murah II (1950-1974) (Burberry. hujan. ”Form and Stability” karya Ralph Knowles. 1979) serta embargo OPEC (1973).Konsep sumber foto/ill. Inventarisasi G sebuah dokumen komprehensif berjudul “Housing” terbit pada tahun 1981 [mendahului Bruntland Report. • Konstruksi. ahli lingkungan. Winaktoe* Konservasi Energi sebagai Isu-Historis Green Building dan Desain Rumah Susun reen building didefinisikan sebagai praktik (i) peningkatan efisiensi energi. serta ”Silent Spring” karya Rachel Carson (Cassidy. desain bangunan disarankan untuk menyertakan perencanaan dan pemeliharaan agar suhu dapat dikelola secara optimum (mencegah overheating maupun overcooling). sudut penyinaran matahari. 72 . perbukitan dapat diinternalisasi ke dalam desain. yakni ”Design with Climate” karya Victor Olgyay. perilaku angin sangat dibutuhkan sebagai dasar penetapan sistem pengendalian lingkungan. UN World Commission on Environment and Development. (ii) reduksi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan (melalui orientasi. 1992) (Burberry. dokumen ini juga memberi perhatian khusus mengenai konservasi energi yang berlaku untuk berbagai tipe rumah susun (lowrise. Sebuah hal yang menarik bahwa di luar kerangka milestone tersebut. rumah (mi­ sal: Audubon House. LEED menjadi salah satu alat penilaian peringkat green building yang populer dan kerap menjadi rujukan penyusunan alat penilaian di luar Amerika Serikat. antara lain: • Data Iklim. konstruksi. Sebagaimana tercatat dalam White Paper on Sustain­ ability: A Report on the Green Building Movement. 1987 dan AIA Committee on the Environment (COTE). Isu energi ini menjadi fokus dari Leadership in Energy and Environmental Design (LEED versi 1. Kesadaran konseptual green building ini muncul usai penggunaan teknologi era 1930-an (penggunaan HVAC secara masif serta ikon glass box architecture) (Cassidy. serta pakar ekologi menilai-ulang kebijak­ an membangun yang mendayagunakan sistem heating and cooling secara masif tersebut seiring dorongan akibat sejumlah dokumen. pemeliharaan. Konservasi energi pada rumah susun pada dasarnya diarahkan untuk mengendalikan jumlah panas yang dilepaskan (heat loss) oleh selubung ba­ ngunan sedemikian sehingga area kaca sebaiknya direduksi sedangkan dinding/atap haruslah terinsulasi (Macsai dkk. • Pengendalian suhu udara (temperature control). operasional­ isasi. Pada era 1970-an. perge­ rakan matahari. bagian-bagian bangunan harus tersambung erat untuk mencegah kebocoran (leakage) udara maupun air. sejumlah arsitek. USA. • Orientasi.

4%) (DJLEB. kualitas udara ruang-dalam. reduksi limbah. pencahayaan 33%) (ITB.000 m2) sebagai subyek yang wajib mengaplikasikan prinsip-prinsip hijau (green).Maret 2013 Perluasan Adopsi Prinsip-prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Pada kasus Indonesia. efisiensi lahan akan melekat pada desain rumah susun. mampu didaur-ulang). serta non-Pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip green building diharapkan dapat berimbas pada komoditas rumah susun pula. desain rumah susun diarahkan untuk mengoptimasi penggunaan lahan mengingat keterbatasan lahan-layak serta carbon footprint yang dihasilkan dari setiap pembangunan. • Reduksi toksik. relatif sejalan dengan prinsip efisiensi energi yang diusung green building movement maka ade­ quate shelter menyertakan ”lighting. Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta telah secara spesifik menempatkan rumah susun (minimum total luas lantai 50. 1992) maupun residensial (AC 11%. desain rumah susun diarahkan untuk memrioritaskan penggunaan material dengan nilai indikator lingkungan yang baik (embodied energy rendah. heating. 1994). Kementerian Pekerjaan Umum (Draft Permen PU tentang Pedoman Teknis Bangunan Hijau). • Efisiensi lahan. • Kualitas udara ruang-dalam. desain rumah susun diarahkan sebagai wahana yang mampu memelihara kesehatan penghuni melalui pengendalian terhadap berbagai elemen desain yang berpotensi meracuni air. material bangunan ramah lingkungan. 3-14 Juni 1996) di Istanbul. embodied carbon yang rendah. kebisingan/akustik.Edisi 3 . udara. • Reduksi limbah. Pada kasus penerapan skema self build dan sweat policy yang melibatkan kontribusi tenaga penghuni sebagai bagian skema pembiayaan unit maka material juga haruslah memiliki indikator labour intensive serta cost effective. Dana Mitra Lingkungan (DML) 73 . Itikad positip Pemerintah Pusat. keberadaan sistem penilai­ an green building. desain rumah susun diarahkan untuk mengendalikan laju panas (heat rate) yang memasuki selubung bangunan serta. ventilasi) sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam membangun rumah layak. ventilation” (pencahayaan. desain rumah susun diarahkan untuk melakukan upaya penghematan penggunaan air baik di dalam (aplikasi fixtures yang efisien) maupun di luar bangunan (reduksi run off serta meningkatkan ground­ water recharging). Turki. substansi dari komponen yang hendak diinternalisasi antara lain: • Efisiensi energi. Pemerintah Daerah. Secara khusus. suhu. sebagaimana yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangun­ an Gedung Hijau). maka prinsip efisiensi air. telah mendeklarasikan agar berbagai negara menjamin perwujudan ad­ equate shelter for all. tanah. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengelola produksi dan transformasi limbahnya agar tidak membebani ekosistem. • Efisiensi air. serta bau (odor). merestrukturisasi sumber-sumber energi listrik melalui pening­ katan proporsi penggunaan renewable energy. komponen bangunan yang berhubungan dengan kenyamanan-termal agaknya akan tetap mendominasi isu desain rumah susun. Manifestasi fisik dari prinsip green building tersebut dapat saja bervariasi namun. maupun GBCI (Greenship) diperkirakan akan memperluas prinsip-prinsip yang harus diinternalisasi rumah susun. reduksi toksik. Selain efisiensi energi. termasuk rumah susun. pencahayaan 17. Kini merupakan momentum yang tepat untuk menyinergikan kriteria adequate shelter dengan regulasi green building agar rumah susun turut berkontribusi pada kesinambungan fungsi ekosistem. Pada sisi lain. paling tidak. • Material bangunan ramah lingkungan. *Green Development Initiatives. Penutup United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II. secara bertahap. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengendalikan kenyamanantermal. sebagaimana terindikasi melalui komposisi penggunaan listrik pada bangun­ an secara umum (AC 66%.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 74 Sukseskan .000 Tower Sukseskan BAPERTARUM-PNS Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower 5 April 2007 .Program 1.5 April 2013 Program 1.

serta bantuan pemerintah dan bantuan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan. Memberikan kemampuan kepada PNS dan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam pemilikan rumah yang layak melalui bantuan pembiayaan dari dana tabungan perumahan PNS dan dana perumahan lain dari masyarakat non PNS. yang berarti juga terdapat perbedaan penghasilan. serta bantuan fasilitas teknis dengan bekerjasama secara kemitraan strategis dengan pihak terkait dalam pengadaan rumah 2.9 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut terdiri dari berbagai golongan yaitu mulai dari golongan I sampai dengan IV. sehingga berkontribusi dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat Struktur Organisasi Ketua: Struktur Organisasi Pelaksana Sekretariat Tetap Presiden Republik Indonesia Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Ketua Harian merangkap anggota: Menteri Negara Perumahan Rakyat Kepala Pelaksana Anggota: 1.Maret 2013 (Taperum) PNS yang bereputasi baik dan dipercaya serta handal dalam pemupukan dan pengelolaan dana perumahan BAPERTARUM-PNS Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Misi R umah sebagai kebutuhan dasar manusia. yang berpengaruh kepada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Tabungan perumahan PNS dapat membentuk dana untuk mengatasi kendala tersebut yang merupakan kegotong-royongan diantara Pegawai Negeri Sipil dalam upaya peningkatan kesejahteraan antara Pegawai Negeri Sipil. 2. Dari tiga kebutuhan dasar tersebut . Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Sub Satuan Pengawasan Bidang Pelayanan Penyaluran Taperum-PNS Sub Satuan Pengawasan Bidang Operasional Divisi Perencanaan Propram dan Evaluasi Sub Divisi Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Divisi Umum Divisi Keuangan dan Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Pengelolaan Dana PNS Sub Divisi Propram dan Anggaran Sub Divisi Monitoring dan Evaluasi Sub Divisi Umum Sub Divisi Humas dan Protokol Sub Divisi Sumber Daya Sub Divisi Manusia Hukum (SDM) Sub Divisi Administrasi Keuangan 75 . Memberikan pelayanan yang terintegrasi dan memuaskan dengan pengelolaan serta pemupukan dana untuk pembiayaan perumahan yang bernilai bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan tetap. pemenuhan kebutuhan akan rumah merupakan hal yang paling sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya. antara lain : 1. disamping sandang dan pangan. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Pegawai Negeri Sipil yang jumlahnya hampir mencapai 3. 1. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 4.Profil Visi Menjadi pengelola Perumahan EdisiTabungan 3 . Menteri Keuangan 2. Terbatasnya kemampuan Pegawai Negeri Sipil untuk membayar uangmuka pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR 3. terutama rumah. Yang melatarbelakangi didirikannya BAPERTARUM-PNS. BAPERTARUM-PNS didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk memiliki rumah yang layak. Sejak didirikan tahun 1993 BAPERTARUM-PNS telah melakukan beberapa kebijakan dan upaya yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pelayanannya kepada PNS. Menteri Dalam Negeri Satuan Pengawasan Internal (SPI) 3. merupakan harapan setiap manusia untuk dapat memenuhinya.

Misi Perusahaan Program 1. produk berkualitas. dan sistem yang terintegrasi. pelayanan terbaik. Visi Perusahaan Memberi berkah bagi masyarakat dengan membangun kepeloporan ekonomi nasional.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Sukseskan 76 .Menjadi pemain utama ekonomi nasional yang didukung oleh tenaga kerja yang prima.000 Tower 5 April 2007 .

T. Riau. KETUA IV secara virtual (pre-recorded)..E. : DR. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan KETUA I kami tidak bisa menghadirkan gagasan : R. Zulfi Syarif Koto Umum AP2ERSI terpilih menyatakan. Yusuf Fitriadi S. menyatakan menyambut baik dan menyatakan selamat datang kepada AP2ERSI untuk turut berkiprah dalam bidang perumahan nasio­ nal disertai harapan agar AP2ERSI akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan nasional .. Yusuf Fitriadi SE (Pikiran Rakyat). yang mengagendakan tor. H. antusiasme peserta begitu besar sejak persidangan Pertama. Tag perjuangan AP2ERSI adalah Pro Rakyat-Pro MBR. Dany Juanda datangani Nota Kesepahaman dengan PT Jawa Barat yang melahirkan AP2ERSI dari Cemerlang Mandiri Selaras (Distributor WABENDUM I : Hasan Kurniawan S. (ii) Platform organisasi AP2ERSI sebagai asosiasi penggiat perumahan skala nasional.H.Maret 2013 METAMORFOSA Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) sumber foto: AP2ERSI etelah enam tahun beraktifitas sebagai asosiasi penggiat perumahan di Jawa Barat. karena kapasitas dan kredibilitasnya WASEKUM I : Drs. DPP S.E. Pada persidangan Ke­ dua yang dipimpin oleh Ketua DPD Provinsi Aceh dan DPD Nusa Pada MUBES I AP2ERSI tersebut di selenggarakan Diskusi Panel Tenggara Barat didampingi Ketua Komite Pengarah. garakan pembangunan rumah murah di pengalaman enam tahun sebagai peng. serta mengapresiasi perjuangan AP2ERSI WASEKUM II WASEKUM III : Ir.M. Pada hari pertama tanggal 16 April 2013. Hampir senada mereka menyampaikan KETUA VI liau mendadak harus ke luar negeri”.Profil Edisi 3 . Jusuf Kalla dan para panelis. menyatakan “kami Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) Umum dengan dukungan bulat dari DPD Asosiasi Pengembang memilih Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai pemMasa Bakti 2013-2018 Provinsi Aceh. terjadi ba­ bertajuk “Solusi Pemenuhan Backlog Rumah Rakyat” de­ ngan nyak koreksi dan interupsi yang membahas perubahan Anggaran Pembicara Kunci.H. Zulfi Syarif Koto Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta platform (The Hud Institute). Wahyu Nugroho ANGGOTA : Irwan A. Atri Kusumaningsih M. Dr. diimbuh pandangan dari seluruh DPD.M. (iii) Pemilihan Ketua Umum AP2ERSI masa bakti 2013-2018 giat perumahan di Jawa Barat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi AP2ERSI saat ini untuk tetap konsisten sebagai asosiasi yang berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). berhasil terpiKomite Pengarah MUBES I AP2ERSI. Ir. M. Purwadhi : H. Ahmad Zailani Mpd. DKI SEKRETARIS UMUM : Drs. Nusa Tenggara Ba. dukungan kepada H. Pada MUBES yang bertajuk “Metamorfosa AP2ERSI menjadi Organisasi Nasional: Semakin Pro-Rakyat Pro-MBR” tersebut. Perkasa Alam S. birokrat dan praktisi Jakarta.E. H.E. Drs. Ferry Sandiyana KETUA VII Mengawali program kemitraannya. Insya allah dalam waktu dekat AP2ERSI akan be­ kerjasama dengan salah satu BUMN untuk membangun rumah murah bagi para pekerjanya. Kalimantan Utara.E. ditindaklanjut dengan BOSOWA GROUP DEWAN PEMBINA : DR. Gunawan Agus Sumarno S.T. Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat (AP2ERSI) kini siap untuk berkiprah sebagai asosiasi penggiat perumahan di tingkat nasional de­ ngan dukungan 8 (delapan) DPD tingkat Provinsi.. DEWAN PENASIHAT KETUA : Ir. : Azhar Hariman S. Persidangan Ketiga. organisasi skala regional menjadi asosiasi WABENDUM II : Diana LB. Indonesia. DR. Lili Asdjudiredja Dalam sambutan Pelantikannya Ketua KETUA untuk bekerjasama dalam menyelengANGGOTA : Ir. Dengan dukungan peme­ rintah dan banyak pihak kami yakin rencana untuk memba­ ngun perumahan rakyat yang termurah akan bisa terwujud. Jawa Barat. H. Sodik Mujahid Mpd. Perubahan AP2ERSI menjadi asosiasi penggiat perumah­ an nasional dikukuhkan pada MUBES I AP2ERSI yang berlangsung pada tanggal 16-17 April 2013 di Grand Preanger–Bandung. M. Yomanius Untung Spd. KETUA II : Adin Restiadi secara langsung dan terbuka dengan KETUA III dan fikiran beliau secara langsung tetapi : Nuslih Jamiat S. Deputi bidang Pembiayaan Kemenegpera RI. H. Menteri Negara Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Ir Sri Hartoyo. Sumatera Utara. Sayang pada Diskusi panel kali ini rat. Agus Rachman S. Limbong Semen BOSOWA Jawa Barat) yang akan penggiat perumahan skala nasional. 77 . H.BENDAHARA UMUM : Nina Herlina bisnis. Ir. karena beKETUA V : M. Endrawan Natawiria sebagai negarawan. M. DEWAN PENGURUS PUSAT lih H Ferry Sandiyana SE sebagai Ketua Endrawan Natawiria. Agus Irsyad AP2ERSI pada MUBES I tersebut menan: Ir.H. disepakati 3 (tiga) agenda utama yaitu (i) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga AP2ERSI. Nugraha (Kemenegpera) dengan moderaOrganisasi AP2ERSI. bicara kunci karena pengalaman beliau KETUA UMUM : H Ferry Sandiyana SE Kepulauan Riau. Dalam keterangannya Ketua pemilihan Ketua Umum. Dua Program utama kami adalah pengembangan organisasi dan kemitraan.

5 April 2013 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Sukseskan 78 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

Liputan Edisi 3 . komposisi KPR subsidi akan ditingkatkan komposisinya menjadi 65%. yang baru diangkat 28 Desember 2012. Pada sesi siangnya. Turut hadir para anggota Dewan Pembina yaitu Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009). Asset Bank BTN per Desember 2012 diperkirakan mencapai lebih dari Rp. Secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua Lebih Fokus dan Berjejaring R apat Kerja dan Tasyakuran dalam rangka per­ ingatan ulang tahun kedua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indo­ nesia (LP P3I) atau dikenal sebagai the HUD Institute di­ laksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 secara sederhana di Wisma PKBI Kebayoran Baru Jakarta Selatan. menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah. sementara pangsa KPR subsidi hingga 98%. dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek. Dana Pihak Ketiga. Dijelaskan Maryono. Direktur Utama BTN. tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit.922 outlet Kantor Pos. Pameran ini hanya diikuti oleh satu bank (BTN) dengan banyak pengembang” kata Maryono. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kan­ tor layanan. hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan. Pernyataan Pers selengkapnya dapat diakses http://www.com/doc/120289940/Evaluasi-Pembangunan-Pe­ rumahan-Rakyat-Tahun-2012-dan-Rekomendasi-Tahun2013 (OM). sumber foto: LP P3I/the HUD Institute 79 . Zulfi Syarif Koto selaku Ketua Umum menyampaikan Laporan Tahunan. sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan.” kata Maryono. yang pada intinya dapat diterima oleh Dewan Pembina yang diwakili oleh Yusuf Asy’ari. sejak tiga tahun lalu. Laba diperkirakan tumbuh masingmasing di kisaran 20% sampai dengan 30% dengan rasio keuangan yang sehat.678 kantor layanan. Bank BTN Memasuki Usia ke-63 idak terasa BTN telah memasuki usia ke 63 pada tanggal 9 Februari 2013 lalu.” beber Maryono (OM. sedangkan sisanya untuk KPR non subsidi 35%. diikuti sekitar 218 developer yang menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan. Kredit. “Kami sebagai pemimpin pasar di bidang KPR dengan menguasai pangsa KPR sekitar 25%. Kedepan. dilanjutkan dengan pernyataan Pers Tahunan LP P3I /the HUD Institute dengan topik “Evaluasi Pembangunan Perumahan Rakyat Tahun 2012 dan Rekomendasi Tahun 2013”. termasuk wartawan. Ini menunjukkan potensi pasar perumahan masih besar. Pada kesempatan tersebut. Pameran kali ini merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.100 Triliun. BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. Teguh Satria (Ketua Umum DPP REI 2007-2010). “Ini bukti komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam mewujud­ kan pembiayaan perumahan.1 juta orang di seluruh Indonesia. Peringatan dimulai pagi harinya dengan rapat terbatas anggota mendengarkan Laporan Pengurus dan tanggapan Dewan Pembina. para pengurus. Bank BTN saat ini sudah masuk pada kelompok besar perbankan nasional. yang pada intinya me­ nyoroti berbagai isu perumahan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian para pemangku kepentingan. “Ke depannya LP P3I akan mulai memantapkan fokus kegiatan dan melebarkan jejaring ke daerah. dari berbagai sumber).Maret 2013 T Menajamkan Fokus Bisnis dan Mengutamakan Good Corporate Governance memberikan KPR lebih dari 3. termasuk 2. ”Kami menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun tahun ini. hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3. scribd. kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit. dari rumah subsidi. Menurut Maryono. Tema yang diangkat adalah `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’. Dalam rangkaian peringatan HUT BTN. Dengan demikian diharapkan isu perumahan menjadi lebih dipa­ hami oleh pengambil keputusan baik di tingkat pemerin­ tah pusat maupun daerah” jelas Zulfi.

000 Tower 80 .5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.Sukseskan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

Sedikitnya 700 orang tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir selama 13-15 Maret 2013 lalu. Bupati dan Walikota. hingga periode ini yang di nakhodai Ir. Enggartiasto Lukito. Ir. Drs. Bupati Tanah Datar juga menghidangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tradisi “Makan Bajamba”. Alm. Malam Selamat Datang dilakukan di ke­ diaman dinas Gubernur Sumatera Barat. pada hari pertama HUT. Bupati/Walikota se Sumatera Barat dan pejabat instansi terkait. Kondisi ini tentunya tidak serta merta terwujud tanpa adanya prakarsa awal dan konsistensi sosok figur para pendi­ ri yang mendeklarasikan pembentukan REI oleh Ir. Selain kegiatan temu ramah dan presentasi peluang investasi daerah. diharapkan REI semakin mampu Berkarya Mem­ bangun Negeri mendukung program penyediaan perumahan dan permukiman yang seimbang dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuh­ an rumah bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.Maret 2013 M Berkarya Membangun Negeri Puncak HUT REI ke-41 sumber foto: REI emasuki usia yang tidak muda lagi. Usia ke-41 bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah organisasi yang telah menorehkan berbagai prestasi di dunia properti Indonesia. Ferri Soneville. Lukman Purnomosidi. Ke depan. dan semangat para mantan Ketua Umum REI. serta instansi terkait. “Tidak semua tamu bisa menikmati makan bajamba di Istana Basa ini. Disana hadir para sesepuh REI. Sebagai mitra kerja Pemerintah dan ber­ sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Ir. yakni 41 tahun. Siswono Yudo Husodo. Yan Mogi. selain dijamu oleh penguasa negeri. Ir. diharapkan peran REI makin berkibar dengan proaktif me­ nyelesaikan sejumlah masalah di industri properti. Ir. Ir. Setyo Maharso masih membingkai pigura REI mencapai tujuan menjadi organisasi yang semakin maju berperan memberi­ kan kontribusinya bagi seluruh anak negeri. Dan kedatangan 600 orang REI secara serentak di Istana Basa hari ini menurut kami sangat 81 . REI adalah salah satunya yang menu­ rut kami harus merasakan bagaimana masyarakat Minang menjalankan tradisinya. para tamu undangan juga dijamu dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah. Sumatera Barat. Melewati masa waktu dengan berbagai ke­ ada­ an dan perubahan menjadikan REI semakin dewasa. Esoknya. Keberadaan REI sebagai organisasi perusahaan wadah pengembang bersama seluruh anggotanya yang telah 41 tahun berkiprah berperan di dalam sebuah perjalanan panjang penuh tantangan menempuh arah tujuan turut serta mengemban amanah berkontribusi kepada Negara dan Bangsa Indonesia demi memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman serta menggerakkan pertum­ buhan ekonomi nasional melalui berbagai jenis pembangunan properti. Ir. Ir. Agus­ man Efendi. Momentum HUT REI ke 41 sangat penting bagi organisasi untuk sejenak merenung dan menengok kebela­ kang mengevaluasi tapak tilas sejarah perjalanannya dengan senantiasa merajut kebersamaan membangkitkan semangat daya juang dalam menghadapi tantangan dan peluang guna menapak hari esok yang lebih baik dan bermakna. industri pendukungnya. seperti Gubernur. REI telah berperan penting dalam memajukan dunia properti Indonesia. maka perayaan kali ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi wisata. MS Hidayat. Soekarjo W. memberikan parameter positif bagi dunia usaha dan iklim investasi sehingga mampu melakukan perannya sebagai organisasi perusahaan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya dan mendorong pertumbuh­ an industri properti dalam membangun negeri. Di sana selain me­ nikmati berbagai hiburan tradisional. perbank­ an. Eric Samola. Alm. me­ ning­ katkan perannya menjadi mitra kerja strategis peme­ rintah dan men­ jalin kerjasama konstruktif dengan pemangku kepentingan dan berbagai lembaga. peserta mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung. FX Teguh Satria. Puncak Perayaan HUT REI Puncak Peringatan HUT REI 41 tahun 2013 telah berlangsung di Padang. Edwin Kawilarang. Seperti tradisi REI dalam merayakan HUT-nya setiap tahun. Ciputra pada tanggal 11 Februari 1972.Liputan Edisi 3 .

para Bupati/walikota dan wakil Gubenur Sumatera Barat Pada kesempatan tersebut. kita mengharap­ kan bahwa REI ini tidak hanya menunggu kebijakan peme­ rintah. Wakil Bupati Tanah Datar dalam sambutannya. Bukittinggi. Hadir pada kegiatan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian.” harap Hendri Arnis. rom­ bongan selanjutnya menikmati berbagai acara wisata dan belanja kuliner. Tahun 2010 REI meresmi­ kan 100 ribu unit RST di Lamongan. terutama untuk golongan menengah ke bawah. Harusnya oleh pemerintah dimasukkan dalam kelompok sektor strategis sehingga saya yakin kalau itu masuk dalam kelompok sektor strategis maka kebijakankebijakan pemerintah akan menjadi diperhatikan karena masuk ke dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Kali ini peresmian dilakukan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka kabupaten Solok. Apalagi. Selain melakukan kegiatan wisata juga bakti sosial ke berbagai panti asuhan serta menyerahkan bantuan perbaik­ an sarana infrastruktur. Kemudian setelah memberikan kerangka konstruktif kita meng­ awalnya supaya menjadi kebijakan. “REI dalam usia yang ke-41 tahun ini. Tahun 2008 sebanyak 100 ribu unit di Jonggol. Bupati. Irman Gusman. Sumatera Barat oleh Ketua DPD RI. menikmati sate Mak Syukur. dan walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan mem­ berikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur.  sumber foto: REI sumber foto: REI “Gubernur. Ini peresmian RST yang keempat. sektor properti belum dimasukkan da­ lam kelompok itu. Keesokan harinya rombongan menuju Pantai Air Manis Padang. Jawa Timur. ke depan REI tidak hanya menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerin­ tah. Pemerintah.” ucap Erlangga. “Yang sekarang. Malamnya. rom­ bong­ an kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bukit­ tinggi. Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang.000 Unit RST Yang istimewa dalam HUT REI ke 41 tahun ini adalah puncak perayaan HUT REI juga dibarengi dengan kegiatan Peresmian 100. dilanjutkan ke Padang Panjang. kemudahan perizinan dan bantuan lain. Belum lagi dampak setelah pembangunan dilaksanakan pasti kawasan itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. untuk selanjutnya beristirahat di kota Padang. Selesai menikmati beragam sajian khas minang. 82 . Menurut Erlangga Satriagung. Irman Gus­ man berpesan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia mendukung percepatan pengembangan perumahan sejenis bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. utamanya untuk golongan menengah ke bawah. Ketua DPD REI Jatim.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) yang dibangun oleh anggota REI di seluruh Indonesia. Di Jam Gadang dan Pasar Atas. Karena kalau hanya menunggu akan bersifat reaktif. Peresmian 100.” jelasnya. Ketua DPD RI. baik pusat maupun daerah harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk terus membangun peru­ mahan rakyat.” kata Irman. tapi REI harus mampu memberikan konsep-konsep yang strategis kepada pemerintah untuk dijadikan kebijakan. Erlangga berharap sektor pro­ perti dimasukkan ke dalam kelompok sektor strategis terkait dengan pembangunan ekonomi nasional karena mengingat sektor ikutannya yang banyak sekali. Ke de­ pan kita harus lebih aktif sebagai suatu tim agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di sektor properti ini. Menurutnya industri properti diyakini dapat memberikan pengaruh kepada sektor lain. tapi harus lebih aktif memberikan kerangka konstruktif untuk kemajuan dunia properti Indonesia.Kami mengundang investor untuk melihat secara langsung potensi negeri kami.Liputan istimewa. PP Nomor 38 Tahun 2007 mengatur kewajiban bagi pemerintah daerah untuk juga melakukan pembangunan perumahan rakyat. dia menambahkan.  Harapan Sejumlah Daerah REI sebagai sebuah organisasi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor properti di Indonesia diharap­ kan berperan lebih aktif lagi memasuki usia ke-41. Siangnya dilanjutkan dengan wisata keliling kota dan membantu program perbaikan ling­ kungan permukiman kumuh yang ada di kota Padang.

Djan Faridz. Kami dari keluarga besar Sumatera mengucapkan terima kasih kepada REI diberi kepercayaan atas penyelenggaraan HUT REI ke-41 di Sumatera Barat dan ini istimewa rasanya bagi kami di daerah karena tidak hanya ulang tahun saja. bangunan sesuai spesifikasi. Menurut Ketua DPD REI Sumatera Barat. Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak. Menurut Maharso. sesuai aturan KPR FLPP. ada juga peresmian 100. “Cuma tidak layaknya apa. Ini akan membawa dampak positif bagi keluarga REI Sumatera Barat dan juga kepada pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat Sumatera Ba­ rat. REI banyak berkontri­ busi terhadap kemajuan kota-kota di daerah. sewaktu membuka Rakernas REI 2012 lalu yang berjanji akan datang kembali meresmikan perumahan sederhana yang sudah dibangun oleh pengembang REI dan meminta lokasi peresmian RST. karena seluruh rumah sudah terbangun dan menggunakan KPR FLPP.Edisi 3 . ilmu. tetapi peluang.” terang Maharso. 83 . Alkudri. Mudah-mudahan rezeki ini tidak berkaitan dengan uang saja. kesempat­ an. dilakukan Presiden RI. akhirnya batal hadir akibat tidak adanya rekomendasi dari Menteri Perumahan Rakyat. mengungkapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut. sumber foto: REI Presiden Batal Hadir A di Acara Peresmian 100 ribu Unit RST walnya seperti peresmian 100. Ada juga MoU Kota Baru Mandiri. memiliki saluran air bersih. REI terus berkarya untuk negeri.000 rumah sederhana.” jelas Alkudri.Maret 2013 Sebagai tuan rumah HUT REI ke-41. Tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mela­ lui pajak dan retribusi. jalan yang layak. “Penciptaan multiplier efek itu adalah menggerakkan 175 industri lainnya. kota Padang akan mendapatkan sejumlah dampak positif. REI sebagai organisasi profesi juga sangat membantu masyarakat dengan program-prgram yang menguntungkan baik bagi anggota maupun masyarakat. REI tetap eksis sebagai organisasi yang sangat memperhatikan anggotanya. Ajang HUT REI ke-41. Rifa Yendi berharap. sebaiknya di luar wilayah pulau Jawa. (fendi).” kata Rifa Yendi. Sementara Ketua DPD REI Riau. Setyo Maharso. Namun tahun ini presiden tidak bisa hadir karena tidak turunnya rekomendasi dari kementerian teknis. Kita menginginkan REI suatu organisasi yang dapat melindungi anggota dan organisasi yang bisa tetap mengikuti perkembangan ekonomi sebagai roda perekonomian Indonesia. Jadi. Padahal Deputi Pembiayaan Kemenpera sudah melihat langsung dan mengatakan sudah layak karena harga jualnya Rp 75 juta per unit. REI juga sudah mendapatkan rekomendasi dari BTN serta gubernur. lanjut Alkudri juga menjadi ajang silaturahim antaranggota yang dapat memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat. “Harapan kita mottonya silaturahim yang baik akan tumbuh rezeki. HUT REI itu kan juga ajang silaturahim. pengalaman dan jaringan” tutur Alkudri. tetapi juga meningkatkan perekono­ mian dan menciptakan lapangan kerja baru. Padahal pemilihan lokasi tersebut menurut Setyo berdasarkan saran dan permintaan Presiden secara lisan. di ulang tahunnya yang ke-41.000 unit RST yang dibangun anggota REI pada tahun sebelumnya. dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat. “Kita berharap ke depannya REI tetap eksis dalam arti kata tetap mengetahui permasalahan yang dihadapi anggota dan ada solusi yang terbaik. tidak dijelaskan Menpera. Tidak hanya bagi anggotanya.

5 April 2013 Sukseskan Memperingati 6 Tahun Program 1.Liputan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower REAL ESTATE INDONESIA 84 .

Teguh Satria. harmoni dan berimbang. Saat ini. Ardika menyambut baik per­ menekankan pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia de­ temuan ini sebagai langkah mengembalikan kebanggaan ngan mempertimbangkan banyaknya potensi yang dimi­ kita semua terhadap warisan budaya bangsa sendiri.warisan budaya secara harmoni dan Asia Pasific. menyamakan persepsi terkait Tujuan pembentukan FIABCI adalah membantu dan Presiden FIABCI Asia Pacific. yang memasilitasi dan mendorong bisnis di seluruh dunia.Liputan Edisi 3 . notaris. Sementara I Gede Ardika.1995 REI pernah menegaskan re­ gulasi mengenai penggunaan nama REI ini dihadiri sekitar 150 pe­ tan dan lainnya. yang artinya Federasi Realestat Interna. ekonomi bagi masyarakat. Ditam­ bahkannya pula. Taiwan.300 praktisi pro­ Ardika disambut baik oleh Ketua Umum DPP REI. negara yang terwakili dalam FIABCI. Namun. Jepang dan Malaysia. pejabat Consultative di dalam Konsil Ekonomi dan Sosial donesia terbukti tidak mengurangi pemerintahan. juga hadir nara sumber dari Australia. miskin. FIABCI memiliki status khusus sebagai Special Indonesia. Setyo mengomentari an budaya. perbankan. “Pak Ciputra telah tarian warisan budaya. FIABCI berimbang Pesan yang disampaikan oleh juga Ketua Umum DPP REI pe­ merupakan asosiasi nir laba dan sebuah federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili riode 2007-2010 ini. pers memegang peranan mua warisan budaya itu tidak bisa dikelola secara optimal penting dalam mengomunikasikan pesan pelestarian wa­ demi kepentingan wisata budaya dan penggalian potensi risan budaya bangsa ini. hampir se­ sebagai tujuan wisata. Sumber: Situs FIABCI Indonesia. di Asia Pasifik. Tugas utama nilai ekonomi. mengung­ 1.” ujar Singapura dan Shanghai meru­ Ketua Umum Persatuan Perusa­ haan Real Estate Indonesia (REI) FIABCI adalah akronim bahasa Perancis “Federation pakan contoh kota yang berhasil Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis melakukan pengembangan kawasan Setyo Maharso. kapkan pertemuan ini untuk perti individual. Selain pengemPertemuan yang digagas oleh bang. Pondok Indah dan saran atas hak properti dan perumahan bagi rakyat Puri Indah dapat laku dengan nama REI serta elemen terkait lainnya. Untuk itu. konsul. mony” di Bandung tanggal 23-24 Maret 2013. Setyo Maharso. yang intinya kami bangkan jejaring.Maret 2013 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit hadir selain dari Indonesia. Indonesia bergabung dengan FIABCI sejak tahun sudah seharusnya mendidik klien. Indonesia dapat kehilangan keunikannya liki tetapi belum dimanfaatkan dengan baik.5 juta tenaga profesional dan 3. mengem. Masyarakat kita tema “Cultural Heritage and Urban Develompent in Har­ seolah kehilangan kecintaannya pada berbagai kearifan dan identitas lokal. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Persatuan gedung dan berbagai fasilitas lainnya menggunakan nama Perusahaan Realestate Indonesia (REI). Terbukti dari nama-nama konstruksi. pemangku kepentingan lainnya juga terlibat pada periode tahun 1992 sampai FIABCI bekerja sama dengan seperti broker properti. dana istilah asing. Penggunaan nama In­ serta yang berasal dari berbagai elemen seperti arsitek. yang sional (International Real Estate Federation). anggota FIABCI disini adalah mengeluarkan rekomendasi dan membuktikan. pengembangan kawasan secara 1977. (OM) Sementara nara sumber yang S Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan sumber foto: detikfinance Sekilas FIABCI 85 . Untuk itu. dan mengoptimalkan kesempatan bahwa implementasi ide ini harus dimulai dari pengembang. Singapura. Setyo Maharso. selaku Ketua Indonesian emangat menyerasikan pembangunan perkotaan dan Heritage yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata.” tambahnya. perlindungan warisan budaya mewarnai 16th FIAB­ dalam paparannya menekankan bahwa saat ini masyarakat CI Asia Pcific Regional Secretariat Summit yang ber­ kita tengah dalam kebingungan besar. Teguh Satria. pengembangan kawasan waris­ anggotanya meningkatkan pengetahuan. dan merupakan salah satu perwakilan dari 60 Sementara Teguh mengingatkan. Penang. penggerak peles­ (Economic and Social Council-ECOSOC). Sementara Presiden FIABCI Immobiliers”. ”Kota-kota di Indonesia memiliki banyak warisan pe­ yang berdampak pada berkurangnya daya tarik Indonesia ninggalan arsitektur bernilai tinggi.

Keanggotaannya terbuka bagi semua praktisi yang terlibat dalam disiplin real estate. 2 Jalan Kiara.com FIABCI Asia Pacific (Federasi Real Estate Internasional) FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah asosiasi nir-laba yang memperoleh keistimewaan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berstatus mitra konsultasi PBB dan merupakan federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili lebih dari 1. Presiden FIABCI Asia-Pasifik Teguh Satria ANCOL MANSION 86 .300 individu praktisi real estate. Plaza No.fiabci-asiapacific. Mont’ Kiara Kuala Lumpur 50480 Email: info@fiabci-asiapacific Situs: www.Alamat: Suite E 12-12 Wisma Sunrise. FIABCI telah berusia 62 tahun dan tersebar di 60 negara dan bertujuan membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan menyalurkan kesempatan bisnis real estate ke seluruh anggotanya.5 juta profesional dan 3.

Kini program penanaman berbagai jenis bambu. Mereka terpaksa hidup di bantaran Ciliwung dan sering terjangkit penyakit akibat air Ciliwung yang tercemar. buah-buahan dan tanaman langka Jakarta akan dilaksanakan pada bantaran Ciliwung di daerah Cikoko. dan pameran daur ulang sampah. Melalui Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko dan komunitas peduli Ciliwung lainnya yang berjumlah 25 komunitas di hulu hingga hilir Ciliwung. 87 . Kali ini dengan tema memperingati Hari Peduli Sampah diselenggarakan aksi bertema “Aksi Masyarakat untuk Penyelamat­ an Sungai Ciliwung” di Cikoko.500 m² di bantaran sungai Ciliwung yang terabaikan. maka kini komunitas Ciliwung telah menjadi solusi untuk lingkungannya (Miya-DML). penanaman pohon. Acara dihadiri oleh masyarakat Komunitas Ciliwung.Baithasar Kambuaya MBA. Per­ masalahan berupa fluktuasi debit air yang tidak terkendali yang mengaki­ batkan banjir.Liputan Edisi 3 . sayur mayur. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan dan 7 Organisasi Perempuan. Semangat Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko yang kembali beraktivitas memperbaiki lahan pertanian perkotaan yang mereka kembangkan telah memperoleh perhatian dari berbagai pihak. Masyarakat di bantaran Ciliwung sering dianggap sebagai sumber masalah daripada sebagai solusi. sayur mayur dan tanaman buahbuahan. masih mewarnai keseharian sungai Cili­ wung. serta sampah yang dibuang ke sungai dari hulu hingga hilir Ciliwung. talk show.Dr. Pancoran. sepanjang + 2 km. Jakarta Timur. Walaupun kemudian pada Januari 2013 dihantam oleh debit air Ciliwung yang tinggi. meskipun sumber pence­ maran juga berasal dari masyarakat yang tinggal jauh dari Ciliwung melalui kontribusi sampah mereka. Cawang. Di lahan seluas 1. Lokasi acara menjadi salah satu daerah kunjungan Kementerian sumber foto: DML Lingkungan Hidup Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia. Talk Show menghadirkan nara­ sumber Menteri Lingkungan Hidup Prof. Acara ini diisi dengan pemutaran film “Solusi Sampah oleh Komunitas Ciliwung”. yang telah menjadi salah satu praktek unggulan (best practice) di Indonesia. Pada kesempatan ini. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan komunitas masyarakat dan institusi lainnya secara berkala menyelenggarakan aksi dengan memanfaatkan momen tertentu. sejak tahun 2012 telah ditanami ber­ bagai macam tanaman langka Jakarta. juga diresmikan ‘polisi Ciliwung’. Tempat ini terpilih kare­ na Mat Peci yang diprakarsai oleh Kelompok Tani mengembangkan pertanian perkotaan beserta kegiatan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik men­ jadi barang daur ulang yang memi­ liki nilai tambah untuk membantu perekonomian mereka. Kepala Badan Pe­ ngendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Ja­ karta Muhammad Tauhid dan Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Erna Wi­ toelar. yang beranggotakan masyarakat Ci­ liwung dengan tugas mengawasi dan mencegah kegiatan yang merusak sungai Ciliwung.Maret 2013 “Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung” ermasalahan Ciliwung berupa penurunan kualitas dan kuan­ titas air sungai masih belum memiliki solusi yang terpadu. pencemaran kualitas air sungai berstatus mutu tercemar ringan hingga berat akibat limbah rumah tangga maupun industri. Direktur Jenderal Cipta Karya P Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Ernawi. baik pemerintah dan dunia usaha untuk membantu usaha restorasi lahan pertanian perkotaan dan kegiatan pengolahan sampah mereka. Acara ini tidak terlepas dari kerja keras komunitas Ciliwung di Cikoko yaitu Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang dinakhodai oleh Usman.

Liputan

“Bersama Menyelesaikan Masalah”

Rapat Kerja Daerah REI Batam

R

EI Khusus Batam baru saja (18 April 2013), menyeleng­ garakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan dengan tema “Bersama Kita Menyelesaikan Permasalahan Pengembang untuk Pembangunan Pro­ perti Berkualitas di Batam”. Rakerda dipersiapkan seba­ gai ajang konsultasi antara pengem­ bang de­ ngan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada rapat kerja tersebut turut hadir Ketua Umum DPP REI, wakil dari Kementerian Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri yang berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pemikiran. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar, me­ negaskan pemerintah akan me­ nyiapkan lahan untuk membantu pembangunan perumahan, terutama yang berpenghasilan rendah. Selain itu, diingatkan juga tentang penting­ nya pertumbuhan industri properti dalam menggerakkan bidang usaha lain. “Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap kehadiran pengembang akan menggerakkan 140 bidang usaha,” papar Rildo. Pada kesem­ patan yang sama, Direktur Jenderal

Bina Pembangunan Daerah, yang diwakili oleh Direktur Perkotaan, mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan perkotaan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo, menyoroti kendala perijinan sebagai akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan pemerintah kota Batam yang berujung benturan kewenangan perijinan pengelolaan lahan. Ketua UmumDPP REI, Setyo Maharso, menekankan prospek pertumbuhan Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) perlu diantisipasi oleh pemerintah dengan mempermu­ dah pengurusan izin pembangunan properti yang diperlukan. “Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mempermudah perizinan,” harapnya. Dari sisi pengembang, diharapkan pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan status hutan lindung. Banyak ditemui lahan yang telah dibangun oleh pengembang dan telah bersertifikat, ternyata lokasinya merupakan kawasan hutan lindung. “Banyak pengembang di Batam yang menghadapi ketidakpastian hukum lahan setelah lahan-lahan dialokasikan,” ujar Djaja Roeslim,

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam.Bahkan, beberapa perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata dibangun di sejumlah kawasan hutan lindung seperti Mukakuning. Selain itu, kendala proses perijinan IMB yang baru ternyata menjadikan biaya IMB membengkak. “Sekarang malah ada izin Amdal Lalin yang biayanya lebih besar dari pada mengurus IMB-nya,” sambung Djaja. Tak kalah pentingnya adalah keberadaan peraturan yang tidak sinkron. ”Yang kami alami di Batam, kami memiliki dua intitusi pemerintahan yaitu BP Batam dan Pemko Batam yang sering kali kita alami peraturannya tidak sinkron,” kata dia. REI Khusus Batam juga meng­ usulkan agar pemerintah segera menangani kawasan rumah liar atau rumah illegal melalui penyediaan rusunawa atau rusunami. Dengan catatan, dibangun pada lokasi yang dekat dengan sentra industri. Selain itu, usai Rakerda diseleng­ garakan BTN REI Ekspo di Mega Mall Batam Centre yang rutin diselenggarakan setiap Rakerda REI Batam (OM, dari berbagai sumber).

88

Agenda
Hari Air Dunia 2013 di Indonesia

Edisi 3 - Maret 2013

“Gotong Royong Peduli Air”

H

ari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air (minum) dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia dicetuskan untuk pertama kali pada saat Nations Conference on Environment and Development (UNCED) dan di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Tiap tahun peringatan hari air dunia mempunyai tema yang berbeda, pada tahun 2013 ini Hari Air seDunia XXI, biasa disingkat HAD, mempunyai tema”Water Cooperation”. Tema “Wa­ ter Cooperation” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan air berupa peningkatan akses, alokasi serta pelayanan atas air. Biasanya per­ ingatan HAD dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan temanya. Pemerintah sendiri baru akan mengadakan peringatan puncak HAD pada bulan Mei 2013. Salah satu kegiatan pe­ rayaan HAD yang cukup besar di Jakarta dilakukan secara bersamasama oleh sekitar 17 foto: GBC/DML institusi baik peme­ rintah, swasta, maupun LSM selama tiga hari pada tanggal 18, 21 dan 22 Maret 2013. Acara puncaknya dilaksanakan di sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikoordinasikan oleh GCB bekerja sama dengan kelompok kerja Indonesia Water Mandate yang merupakan forum dukungan Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peringatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Asia Pulp & Paper (APP), PAM JAYA, PALYJA, Aetra, Nestlé Indonesia, Unilever, Express Group, SmartFM, Green Radio, Martina Berto, Coca-Cola Amatil Indonesia, Danone Aqua, Palang Merah Indonesia, PPM Manajemen. Rangkaian peringatan hari air sedunia tersebut dimulai dengan dialog yang bertema “Tantangan dan Solusi Permasalahan Air untuk Agenda Pasca 2015” pada tanggal 18 Maret 2013. Dilanjutkan pada tanggal 21 Maret2013 dengan pameran edukasi air, kunjung­ an ke instalasi air bersih Palyja untuk anak-anak dan ibu-ibu yang bertujuan agar mereka mengetahui bagaimana proses penjernihan air, sehingga mereka bisa menghargai air yang diperoleh. Diadakan juga pelatihan kesiapsiagaan banjir untuk ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat. Selain itu, ada rangkaian aktivitas permainan bertema-

kan air untuk anak-anak, pertunjukan musik bertema lingkungan, dan dialog antarkomunitas peduli sungai dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Depok. Pada acara dialog tersebut, sesama komunitas yang peduli sungai saling belajar dan berbagi pengalaman dari apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap sungai dan outputnya untuk pemeliharaan sungai. Komunitas peduli sungai Berantas merupa­ kan salah satu komunitas yang berhasil dalam memperbaiki kualitas air sungai dan mengumpulkan jenis flora fauna di sungai Berantas. Hal ini disebabkan karena Ecoton sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja penuh di sungai ini mampu memadukan kegiatan antarkomunitas sungai Brantas dari hulu sampai hilir. Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia pada tanggal 22 Maret2013, Forum Air Jakarta (FAJ) mendeklarasikan dirinya dengan motto “Bersama untuk Keterjaminan Air”. Pembentukan FAJ bertujuan menyediakan forum diskusi, wadah bekerja sama bagi semua pemangku kepentingan, untuk mencari solusi bagi ketersediaan sumber air minum yang berkelanjutan. Anggota FAJ sebagian besar merupakan penyelenggara acara Hari Air Dunia 2013 ini, yaitu PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA, Dewan SDA DKI Jakarta, Bappeda DKI, Forkami, Komunitas Ciliwung, Perum Jasa Tirta II, Perpamsi, KPAM DKI Jakarta, Dana Mitra Lingkungan, dan beberapa individu pemerhati masalah air minum di Jakarta. Pembentukan FAJ difasilitasi oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Salah satu komitmen menarik dinyatakan oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang menargetkan tersedianya tambahan lubang resapan biopori sebanyak 10.000 lubang di Jakarta dalam setahun ke depan. Pada tanggal 22 Maret 2013 yang merupakan puncak peringatan hari air sedunia ini diadakan Dialog Multi-stakeholder bertema ”Solusi Air Berbasis Masyarakat”. Peserta berasal dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas ciliwung, komunitassungai Brantas, komunitas sungai Gajahwong dan LSM yang peduli terhadap sungai Ciliwung. Dialog tersebut bertujuan untuk berbagi informasi kebijakan pemerintah serta pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan HAD juga diserahkan bantuan dari hasil penggalangan dana GCB berupa beberapa mesin pencacah plastik, alat pembuat lubang biopori foto: GBC/DML dan alat pembuat gas berbahan baku kompos kepada beberapa komunitas sepanjang sungai Ciliwung (Miya GCB/ DML).

89

Agenda

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah

sumber foto: InSWA

K

amis siang tanggal 21 Februari lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat menjadi pusat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. TPST Rawa­ sari pada hari itu dipenuhi oleh para pelaku, praktisi dan pemerhati pengelolaan sampah padat. Tepat tujuh tahun yang lalu, 69 rumah penduduk ambruk diterjang longsor ratusan kubik sampah TPA Leuwigajah. Sebanyak 157 nyawa menjadi korban tragedi pengelolaan sampah terbesar sepanjang sejarah di Indonesia, dua kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah. ‘’Inilah musibah yang barangkali tercatat pertama kali dalam sejarah peradaban manusia, ratusan nyawa melayang gara-gara tertimbun sampah,’’ Wakil Ketua Umum InSWA Mohammad Helmy mengawali uraiannya mengingatkan setiap orang yang hadir untuk menoleh kembali kepada kejadian di TPA terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. ‘’Jarak kampung yang terkena longsoran sampah lebih kurang 1,5 Km dari TPA Leuwigajah,’’ tambah Mohammad Helmy. Bayangkan betapa tingginya gunungan sampah tersebut hingga mampu menimbun dua kampung yang jaraknya cukup terbilang jauh dari TPA. Inilah cermin pengelolaan sampah yang umum dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta jiwa ini. Padahal sistem pembuang­ an sampah open dumping ini merupakan sistem paling primitif dalam terminologi pengelolaan sampah kota di manapun di dunia. Pengelolaan sampah kota belum menjadi program strategis peme­ rintah daerah. Sebagai gambaran betapa minimnya alokasi angga­­­ r­ an untuk pengelolaan sampah kota, seperti disebutkan Mohammad Helmy, adalah yang terjadi di salah kota di Kalimantan. Dengan produksi sampah 300 ton per hari, pemerintah daerah tersebut hanya mengalokasikan biaya operasionalnya Rp. 200 juta per tahun. ‘’Sungguh dana yang tidak layak untuk pengelolaan sampah di sebuah kota,’’ ujar Helmy prihatin. Perilaku Tidak Tertib dan Kendala Lahan Selain miskin dukungan pendanaan pengelolaan sampah, perilaku dan mental masyarakat yang miskin kesadaran membuang sampah dengan tertib juga cukup memusingkan. Pemerintah Jakarta Pusat, contohnya, telah menempatkan tong-tong sampah yang dirasa sangat cukup. Tapi tetap saja, masyarakat seakan tidak peduli dengan sampahnya. Contoh nyata bisa dilihat di kawasan Monas yang sampahnya masih terlihat berserakan, padahal jelas-jelas tong

sampah telah disediakan lebih dari cukup di sana. Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang diwakili sekretarisnya Bambang Musyawardana mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan dalam mencari solusi yang tepat mengenai pendekatan dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Selain hal itu, kendala yang saat ini di­ hadapi Jakarta Pusat adalah kekurangan lahan dalam mengimplementasikan Bank Sampah. ‘’Kami berharap pihak swasta bisa membantu program ini dari segi desain penempatan Bank Sampah agar tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembangunannya,’’ ujar Bambang Musyawardana. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat dan Kebersihan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Ajang P. Pinem mengatakan, pe­ ngelolaan sampah di tingkat masyarakat saat ini tergantung sekali pada seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bisa menggerakkan masyarakatnya. Untuk pengelolaan skala komunal, TPST Rawasari menjadi percontohan, namun belum ada dua TPST yang seperti ini. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, untuk perbaikan semua aspek pengelolaan sampah, menurutnya, telah melakukan beberapa langkah maju. Seperti dikatakan Ajang P Pinem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Seperti diamanatkan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun juga tanggung jawab masyarakat, pelaku industri serta pengelola kawasan,’’ kata Ajang menjelaskan. Apalagi dari sampah yang dihasilkan, tambahnya, komposisi terbesar berasal dari rumah tangga yakni 53%, diikuti industri sebanyak 47%. Menurut Ajang lagi, Perda pengelolaan sampah bertujuan agar pengelola kawasan seperti apartemen, mal, hotel, rumah sakit, pabrik-pabrik dan sebagainya harus bisa mengelola sampahnya sendiri hingga tuntas. Pengelola kawasan juga harus menyediakan sarana untuk pemilahan sampah dari sumber dan juga membuat program Bank Sampah di kawasannya. ‘’Dalam surat perjanjian pembangunan gedung untuk izin penggunaan bangunan juga tertulis kewajiban seperti itu. Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) mewajibkan setiap pengguna tanah memiliki Instalasi Pe­ ng­ olahan Air Limbah (IPAL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta menyediakan sarana pengelolaan sampah. ‘’Dengan begitu nantinya akan mengurangi volume sampah yang di buang ke TPA,’’ papar Ajang mengakhiri (InSWA).

90

semacam kesepakatan tak tertulis yang ada di pikiran bawah sadar manusia (Budi Prayitno). Sungai adalah tempat tumbuh dan berkembang biota sungai yang juga menjadi bagian biodiversitas kota yang saat ini menjadi isu penting pada perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan. Kolam dan sungai membantu mengurangi gejala UHI melalui proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling). tetapi pembangunan satu bangunan yang melintang sungai akan memberi preseden bagi bangunan lain yang kemudian akan menutupi sungai. Jembatan yang melintang sungai dapat menjadi ornamen kota yang indah tetapi bangunan hunian yang melintang sungai akan sangat mengganggu. dan desain dapat diwujudkan. permukaan basah seperti kolam dan sungai berfungsi mengurangi gejala Urban Heat Island (UHI) akibat permukaan penyerap panas seperti aspal dan beton (termasuk atap dan dinding bangunan). Phytoplankton akan mati karena tidak memperoleh cahaya matahari cukup yang berakibat turunnya oksigen terlarut.Serba Serbi Edisi 3 . Sungai yang ditutupi akan mengganggu kehidupan biota tersebut. selain memperluas permukaan hijau. misalnya. Biota sungai tersebut memerlukan cahaya matahari. Dengan demikian. Sungai yang curam bahkan bisa menjadi urban canyon alami. Atmospheric boundary layer (lapisan batas atmosfir) di kota cukup tinggi karena padatnya bangunan. Pemandangan alami tersebut tidak dapat digantikan oleh kemenerusan jalan raya. Pergerakan angin terhalang oleh bangunan. Membuat bangunan melintang sungai akan mengganggu fungsi tersebut. terutama kota padat. Sungai memiliki fungsi sebagai wind path (lorong angin) yang akan membantu pergerakan angin di kota. Itu menjadi pesan yang jelas bahwa membuat bangunan hunian melintang di atas sungai tidak dapat diterima akal sehat. Orang suka melihat pemandangan dari atas jembatan karena salah satunya adalah efek indah kemenerusan aliran sungai. Secara alami. Memang untuk skala kecil penutupan itu dapat ditolerir. biaya. sungai menjadi penghias kota yang unik. Lajur sungai menjadi kesempatan bagi angin untuk bergerak bebas dan mengembangkan kecepatan.Maret 2013 Mengapa kita sebaiknya tidak membangun bangunan di atas sungai Di perkotaan. Bangunan hunian melintang sungai dalam skala besar dihindari di seluruh dunia walau secara teknologi. Ini diperlukan dalam ventilasi kota. sumber foto: istimewa 91 . Di atas sungai orang bisa mendapatkan pelepasan pandangan yang biasanya sesak (sumpek) oleh bangunan. kota juga perlu memperluas permukaan basah dan membiarkan permukaan basah yang secara alami sudah ada (seperti sungai) tetap terbuka.

air limbah yang mencemari lingkungan dan seterusnya telah menjadi fenomena biasa di perkotaan Indonesia. melalui pengelolaan proses urbanisasi. Hasilnya secara umum menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keefektifan proses pelelangan dan pembiayaan untuk ketiga jenis ukuran keberhasilan. seperti pengolahan kembali air limbah. baik di tingkat kota Asia maupun global. (ii) konsep-konsep kota hijau seperti green urbanism. Roger Allport. bentuk dan desain kota. yaitu keuangan. Judul: Green Cities Editor: Michael Lindfield dan Florian Steinberg Penerbit: Asian Development Bank (ADB). termasuk juga tentunya para konsultan. pemanfaatan air hujan. dan pengelolaan. sehingga berdampak pada kemacetan. yaitu situasi dan gangguan terhadap proyek. (iii) upaya yang perlu dilakukan dalam menanganinya. (vi) pengelolaan sampah padat. 92 . (vii) sumber pembiayaan kota hijau. terfokus pada (i) masalah lingkungan yang dihadapi kota Asia sebagai dampak urbanisasi. keefektifan proses pelelangan dan pembiayaannya. dilakukan penelitian terhadap 19 buah proyek transportasi perkotaan di 13 lokasi berbeda pada 9 negara. Sebagian terbesar berupa kereta api. kefektifan perencanaan. setelah membaca buku ini. sebagian kecil bus dan jalan terowongan bawah tanah. bahkan tidak sedikit yang gagal. kepadatan kota. melalui upaya pengurangan timbulan sampah. dan pengajar di perguruan tinggi (OM).Info Buku B uku ini pada dasarnya mengungkapkan fenomena tingkat urbanisasi yang demikian tinggi di kota-kota Asia yang berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan perkotaan. Judul: Success and Failure in Urban Transport Infrastructure Projects Penulis: Stephen Glaister. sistem transportasi dan logistik dengan lebih efisien dan efektif. Untuk itu. banjir. Materi buku ini secara garis besar terbagi dalam 10 (sepuluh) bab yang membahas (i) teknologi dan pengembangan tata ruang sebagai katalisator pengembangan kota hijau. Kondisi kota-kota di Indonesia dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi mulai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. yaitu Manila MRT 2 dan Manila MRT 3. (iv) pengembangan sistem transportasi menuju kota hijau. peran pemerintah pusat. terdapat dua proyek MRT yang menjadi sasaran penelitian. 413 K ondisi transportasi khususnya di kota metropolitan dan kota besar telah menjadi prioritas pemerintah kota dimana pun di dunia. kendali politik. Laporan ini merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh KPMG International untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. Pada intinya. menjadi menarik untuk mengetahui faktor yang berdampak terhadap keberhasilan maupun menjadi kendala proyek transportasi perkotaan. Peristiwa kemacetan. Hasil penelitian menunjukkan Manila MRT 2 tingkat keberhasilannya rendah. mulai dari eksekutif maupun legislatif. Richard Brown. keberadaan sampah yang tidak tertangani. ketidaktersediaan air yang layak. Tony Travers Penerbit: KPMG International Tahun: 2010 Halaman: ii. misalnya program konsumsi energi rendah-karbon. mengurangi polusi udara dan air. (viii) konsep smart cities. dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi semua pihak. Berkaitan dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di DKI Jakarta. sementara Manila MRT 3 relatif lebih baik. Proyek yang lainnya berada pada kondisi sedang saja. Keberhasilan dinilai dari 3 (tiga) hal. Untuk mengetahui dampaknya. (ii) implikasi masalah lingkungan tersebut terhadap lingkungan global. Hal ini disebabkan pertumbuhan kota yang demikian cepat melampaui kemampuan pemerintah kota menyediakan transportasi publik yang memadai. pembaca diharapkan dapat memahami bahwa untuk mencapai kondisi kota hijau dibutuhkan upaya mengurangi penggunaan energi. London Dockland’s Light Railway (DLR). dan pengolahan kembali. Dengan demikian. Pada bagian ini diperkenalkan beberapa upaya baik melalui teknologi dan pengaturan tata ruang yang dapat mengurangi penggunaan energi. (iii) pendekatan energi sebagai bagian dari kota hijau. kebijakan dan daya tahan. dan Nottingham Express Transit (NET). 22 berikut penjelasan terhadap signifikansi dampak dari masingmasing faktor. Sementara proyek yang dipertimbangkan gagal pada ketiga ukuran keberhasilan adalah London Underground Limited Public Private Partnership (LUL PPP). Pemerintah dan Pemerintah DKI dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini (OM). disimpulkan proyek tranportasi perkotaan yang paling berhasil adalah Manchester Metrolink Phase 1. Dengan demikian. (v) pemanfaatan air secara efisien. Manila Tahun: 2012 Halaman: xiv. Khususnya. atau zero waste city. Namun upaya pemerintah kota menyediakan fasilitas transportasi tidak selamanya berhasil. Dipertimbangkan terdapat 6 (enam) faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. pemerhati perkotaan. keberadaan buku ini mungkin bisa menjadi sumber pencerahan bagi para pengambil keputusan. Berdasar perbandingan terhadap ketiga ukuran keberhasilan.

penyelenggaraan pengadaan tanah. tata cara pengangkatan dan status tenaga profesional (PNS dan non PNS) (OM). kewajiban dan peran serta masyarakat (OM). Sementara peraturan perundang-undangan belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. 93 . sumber dana pengadaan tanah. Secara rinci juga dijelaskan tentang sekretariat KP3EI mencakup kedudukan. Dalam Perpres ditekankan bahwa MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai tahun 2025. namun demikian pengadaan tanah harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. MP3EI memberi arah yang lebih jelas.Maret 2013 Terkait penyusunan dan pelaksanaan MP3EI. P Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagai koordinator pelaksanaan MP3EI. yang diketuai oleh Presiden dan Ketua Harian ditunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. yang terdiri dari 7 bab dan 61 pasal.Info Regulasi Edisi 3 . Untuk itu. keberlanjutan dan keselarasan. keterbukaan. Dokumen MP3EI tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini. Pada rubrik Regulasi kali ini. fokus dan terukur. kesejah­ teraan. Kepentingan umum dianggap lebih prioritas dibanding kepentingan individu. pimpinan. maupun sebagai acuan penyusunan kebijakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersangkutan terkait percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. beberapa diantara regulasi tersebut disajikan secara ringkas. Koridor Ekonomi Indonesia. dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak yang Berhak. penetapan susunan organisasi dan tata kerja. negara. Pemantauan dan Evaluasi MP3EI. terdapat beberapa regulasi penting yang menjadi acuannya. Prasyarat dan Strategi MP3EI. Dalam Perpres ini juga disebutkan KP3EI dibantu oleh Tim Kerja. kepastian. hak. kemanfaatan. keadilan. sebagai berikut. demokratis dan adil. berisikan pengaturan terkait pokok-pokok pengadaan tanah. Pelaksanaan. kesepakatan. (ii) fungsi MP3EI sebagai acuan para menteri dan pimpinan lembaga nonkementerian untuk menetapkan kebijakan sektoral. (iv) penetapan KP3EI sumber foto: istimewa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum S alah satu kendala terbesar dalam pembangunan khususnya infrastruktur di Indonesia adalah ketersediaan tanah. dan KP3EI didukung oleh Sekretariat KP3EI. (iii) MP3EI merupakan acuan bagi badan usaha dalam menetapkan modal di Indonesia. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan. dibutuhkan suatu Undang-Undang tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Undang-Undang ini ditetapkan pada tanggal 14 Januari 2012. Keberadaan MP3EI merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan untuk melengkapi dokumen perencanaan agar perekonomian nasional lebih berdaya saing. keikutsertaan. strategi yang tepat. Secara khusus Perpres ini menetapkan beberapa hal utama yaitu (i) MP3EI terdiri dari 4 (empat) bagian meliputi Pendahuluan. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. eraturan Presiden (Perpres) ini diluncurkan sebagai dasar pelaksanaan MP3EI. Terjadi tarik menarik antara pemilik tanah dan pihak pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum.

org S World Green Building Council www. FIABCI didirikan di Perancis oleh Federasi Nasional Manajer Properti Perancis (CNAB). Layanan ProxioPro menjangkau lebih dari 500. tetapi sebagai sebuah sumber data dan informasi terkait MP3EI. sisa memilih dari Daftar Komunitas yang ada di laman situs ini. Berita Koridor yang secara khusus mengungkapkan data terkait 6 (enam) koridor.go. Sebagian terbesar isinya menyangkut MP3EI dimulai dari penjelasan ringkas KP3EI. Seputar KP3EI yang mengetengahkan berita kliping. Ber­ gabung dengan layanan ini memungkinkan kita dikenal oleh dunia internasional. Walaupun beberapa informasi masih belum tersedia.org W orld Green Building Council sebagai pemilik situs ini menyiapkan dengan baik materi yang ter­ sedia. dan daftar komunitas terkait kota tua. Layanannya tanpa bayar. bahan presentasi. inisiatif strategis. Selain itu. Beberapa informasi tambahan dapat diperoleh dari situs ini melalui E-Library seperti buku MP3EI (edisi Bahasa dan Inggris). Namun hal paling menarik dari situs ini adalah tersedianya layanan resources berupa kumpulan dokumen. kita juga bisa mengakses situs FIABCI regional.000 agen properti di 100 negara. dan Jawaban pertanyaan (FAQ) MP3EI. Kota Tua Jakarta kotatuajakarta. Melalui situs ini kita juga bisa meng­ akses situs FIABCI regional. agenda dan kegiatan. itus ini merupakan situs resmi Federasi Perusahaan Pengembang Dunia yang dikenal dengan singkat­ an FIABCI yang berasal dari singkatan bahasa Perancis. Sebagaimana situs sejenis. disini tersedia juga apa dan siapa.Info Situs Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) www.fiabci. Tersedia beragam informasi terkait keberadaan kota tua Jakarta.id S itus ini merupakan situs KP3EI. sejarah. Disayangkan bahwa situs ini tidak termutakhirkan lagi setidaknya 6 (enam) bulan terakhir. Hal yang paling menarik adalah ProxioPro yaitu sebuah layanan pe­ masaran dan jeja­ ring global eksklusif bagi profesional pro­ perti. Mengakses situs ini akan sangat membantu kita memahami apa dan sia­ pa. situs ini sudah cukup memadai. dan daftar proyek investasi. regulasi.kp3ei. Situs ini juga dilengkapi dengan Rencana Induk Kota Tua Jakarta yang dapat diunduh. Taiwan. dan berita ter­ kait FIABCI. mulai dari petunjuk obyek wisata. Situs KP3EI merupakan situs terlengkap tentang MP3EI.org S itus ini dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Kota Tua yang diberi tugas oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola kawasan kota tua Jakarta termasuk melaksanakan penyebarluasan informasi. (OM) 94 .worldgbc. FIABCI (The International Real Estate Federation) www. agenda dan kegiatan. Jika ingin bergabung dengan salah satu komunitas kota tua Jakarta. Termasuk juga kita dapat meng­ akses situs Green Building Coun­ cil Regional. visi misi dan strategi utama MP3EI. dan video yang dapat diunduh. juga tersedia informasi tentang bea siswa oleh yayasan yang dibentuk FIABCI. dan be­ rita terkait. sejarah kota tua. Situs ini sangat menarik khususnya bagi para pencinta kota tua. Bagian paling menarik dari situs ini adalah tersedianya info terkini tentang agenda kegiatan maupun berita terkait kota tua Jakarta. yang sekaligus merupakan situs resmi MP3EI. Berita terbaru adalah akan diselenggarakannya Kongres FIABCI ke 64 pada tanggal 24-29 Mei 2013 di Taichung. Selain juga terdapat situs khusus Koridor Ekonomi Jawa. latar belakang. Melalui situs ini. Tersedia juga video kota tua Jakarta dan beragam buku sejarah Batavia.

Maret 2013 95 .Edisi 3 .

000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan Program 1.5 April 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 96 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.