BAB II KONSEP PERSALINAN LETAK SUNGSANG A.

Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Manuaba, 1998 : 157) Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Obstetri Fisiologi hal: 221) Letak sungsang adalah letak memanjag dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentasi bokong ). ( Obstetri Patologi hal: 169) Persalinan adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. (http://yatinem.wordpress.com / 2009/02/22/asuhan-kebidanan-dengan-multigravida-letak-sungsang/) Letak sungsang dimana janin yang memanjang (membujur) dalam rahim kepala di fundus (Mochtar, 1998, 1998 : 350) Letak sungsang pada persalinan justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir (Manuaba, 1998 : 360) Letak sungsang adalah dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah cavum uteri (Sarwono P, 1992 : 606) Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. (http://obsginfkunram.blogspot.com/2009/02/letak- sungsang.html ) Persalinan letak sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. Letak sungsang merupakan keadaan di mana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (wiknjosastro, 2008 : 606). Presentasi sungsang terjadi bila bokong atau tungakai janin berpresentasi ke dalam pelvis ibu (Hacker, 2001 : 254)

Punggung biasanya terdapat kiri depan. Plasenta yang terletak didaerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. hamil kembar. letak bokong murni paling sering dijumpai. Air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. tumor – tumor pelvis dan lain – lain. Tergantung pada terabanya kedua kaki atau lutut atau hanya teraba satu kaki atau lutut disebut letak kaki atau lutut sempurna dan letak kaki atau lutut tidak sempurna. Frekwensi letak sungsang lebih tinggi pada kehamilan muda dibandingkan dengan kehamilan aterm dan lebih banyak pada multigravida daripada primigravida. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. Letak bokong kaki (presentasi bokong kaki) disamping bokong teraba kaki dalam bahasa Inggris “Complete Breech :”. massa di leher. Fiksasi kepala pada pintu atas panggul tidak baik atau tidak ada. Disebut letak bokong kaki sempurna atau tidak sempurna kalau disamping bokong teraba kedua kaki atau satu kaki saja. Klasifikasi Letak Sungsang Letak sungsang sendiri dibagi menjadi: Letak bokong Murni : presentasi bokong murni. plasenta previa. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. . hidrosefalus.B. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. dalam bahasa Inggris “Frank Breech“. Etiologi Faktor-faktor yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya ialah prematuritas. misalnya pada Panggul sempit. hidramnion. C. Bokong saja yang menjadi bagian depan sedangkan kedua tungkai lurus ke atas. rnultiparitas. plasenta previa dan panggul sempit. hidrosefalus. anencephalus. Kelainan fetus juga dapat menyebabkan letak sungsang seperti malformasi CNS. Letak lutut :(presentasi lutut) dan letak kaki (presentasi kaki) dalam bahasa Inggris kedua letak tersebut disebut “Incomplete Breech :”.( Obstetri Patologi hal :169 ) Dari letak – letak tersebut. Kadang-kadang juga disebabkan oleh kelainan uterus (seperti fibroid) dan kelainan bentuk uterus (malformasi). aneuploid. Faktor predisposisi dari letak sungsang adalah:      Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong.

    Janin mudah bergerak. Sebab yang tidak diketahui. seperti uterus arkuatus . Janin sudah lama mati. bikornis. Keadaan plasenta 1) Plasenta letak rendah 2) Plasenta previa c.seperti pada hidramnion. Keadaan jalan lahir 1) Kesempitan panggul 2) Deformitas tulang panggul 3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala 2. Sudut Ibu a. Penyebab letak sungsang dapat berasal dari: 1. Sudut janin Pada janin tedapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat 2) Hedrosefalus atau anesefalus 3) Kehamilan kembar 4) Hidroamnion atau aligohidromion 5) Prematuritas . Keadaan rahim 1) Rahim arkuatus 2) Septum pada rahim 3) Uterus dupleks 4) Mioma bersama kehamilan b. multipara Gemeli (kehamilan ganda) Kelainan uterus. mioma uteri.

auskultasi denyut jantung janin di atas umbilikus. (Manuaba. dan ibu sering merasa benda keras ( kepala ) mendesak tulang iga. tapi jenis kelamin anak hanya dapat ditentukan kalau oedem tidak terlalu besar. bundar dan melenting pada fundus uteri. dagu menyerupai jung os sacrum sedangkan mulut disangka anus. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta palinglambat. 1998 : 352)  Palpasi Pada palpasi teraba bagian keras. Yang menentukan ialah bentuk os sacrum yang menyerupai deretan processi spinosi yang disebut crista sacralis media. Melalui hukum gaya berat. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. Punggung anak dapat diraba pada salah satu sisi perut dan bagian – bagian kecil pada pihak yang berlawanan. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. Dengangerakan kaki janin. beberapa fetus tidak seperti itu. letak sungsang atau letak lintang. di bawah pusat. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. USG dan Foto sinar-X. Sayangnya. Terutama kalau caput succedaneum besar. frekuensi letak sungsang lebih tinggi. Di atas symphyse teraba bagian yang kurang bundar dan lunak. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Pergerakan anak teraba oleh ibu di bagian perut bawah. Patofisiologi Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. (Mochtar.Dalam keadaan normal. bokong harus dibedakan dari muka karena kedua tulang pipi dapat menyerupai tubera ossis ischii. . pemeriksaan dalam. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. 1998 : 361 ) D. pemeriksaan Leopold. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. E. Antara tonjolan tulang tadi dapat diraba anus dan genitalia anak. Diagnosa Diagnosis letak bokong dapat ditentukan dengan persepsi gerakan janin oleh ibu. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala.

 Pemeriksaan foto rontgen : Bayangan kepala pada fundus. yaitu meletakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke samping kiri atau kanan. Mekanisme Persalinan . mengetahui jumlah cairan amnion. Konseling dan diskusikan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan persalinan tersebut. Bunyi minggu bagian terendah janin bukan kepala. jelaskan pada pasien mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan letak sungsang. F.  Beri konseling mengenai gerakan knee-cheest.  Lakukanlah rujukan atau kolaborasi dengan dokter kandungan untuk melakukan USG pada usia kehamilan 35-36 minggu. karena janin masih cukup kecil dan cairan amnion masih cukup banyak sehingga kemungkinan besar janin masih dapat memutar dengan sendirinya. Untuk itu bila pada waktu antenatal ditemukan letak sungsang hal yang harus dilakukan adalah:  Beritahu hasil pemeriksaan yang sebenarnya.  Konseling kepada ibu mengenai pilihan untuk melahirkan jika saat umur kehamilan 35-36  pusat. Gerakan ini disebut juga sebagai gerakan “anti sungsang”  Jika diketahui janin letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu tida perlu dilakukan intervensi apapun. Kegunaan gerakan ini adalah untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi janin agar bagian kepala janin tetap berada di bawah. letak plasenta dan keadaan plasentanya.  Pemeriksaan dalam Dapat diraba os sakrum. tuber ischii dan anus. G. kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin. Penanganan Selama Kehamilan Mengingat bahaya.bahayanya. Kalau pembukaan sudah besar maka pada pemeriksaan dalam dapat teraba 3 tonjolan tulang ialah tubera ossis ischii dan ujung os sacrum sedangkan os sacrum dapat dikenal sebagai tulang meruncing dengan deretan processi spinosi di tengah – tengah tulang tersebut.. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindari. Untuk mengetahui presentasi janin. kadang-kadang kaki (pada letak kaki). Auskultasi DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dan jantung terdengar pada punggung anak setinggi pusat.

Tungkai dan kaki dapat lahir secara spontan atau atas bantuan penolong persalinan. Pada presentasi belakang kepala. yaitu pervaginam dan Sectio Caesarea : 1. Mekanisme persalinan pada posisi tranversal ini . Bahu selanjutnya mengalami desensus dan mengalami putar paksi dalam sehingga diameter bis-acromial berada pada diameter antero-posterior jalan lahir. Tubuh anak menjadi lurus ( laterofleksi berakhir ) sehingga panggul anterior lahir dibawah arcus pubis. terjadi putar paksi luar bokong sehingga punggung berputar keanterior dan keadaan ini menunjukkan bahwa saat itu diameter bisacromial bahu sedang melewati diameter oblique pintu atas panggul. Setelah bokong lahir. Engagemen dan desensus bokong terjadi melalui masuknya diameter bitrochanteric bokong melalui diameter oblique panggul. Pada presentasi sungsang. Pada saat bertemu dengan tahanan jalan lahir terjadi putar paksi dalam sejauh 45 dan diikuti dengan pemutaran panggul anterior kearah arcus pubis sehingga diameter bi-trochanteric menempati diameter antero-posterior pintu bawah panggul. Pervaginam Terdapat perbedaan dasar antara persalinan pada presentasi sungsang dengan persalinan pada presentasi belakang kepala. Setelah putar paksi dalam. Melalui gerakan laterofleksi tubuh janin. Selanjutnya kepala anak lahir melalui gerakan fleksi. panggul posterior lahir melalui perineum. Segera setelah bahu. kepala anak yang umumnya dalam keadaan fleksi maksimum masuk panggul melalui diameter oblique dan kemudian dengan cara yang sama mengalami putar paksi dalam sehingga bagian tengkuk janin berada dibawah simfisis pubis. bila kepala sudah lahir maka sisa tubuh janin akan mengalami proses persalinan selanjutnya dan umumnya tanpa kesulitan. Panggul anterior anak umumnya mengalami desensus lebih cepat dibandingkan panggul posterior.Jenis persalinan pada presentasi sungsang ada 2.Engagemen bokong dapat terjadi pada diameter tranversal panggul dengan sacrum di anterior atau posterior. desensus bokong terus berlanjut sampai perineum teregang lebih lanjut oleh bokong dan panggul anterior terlihat pada vulva. lahirnya bokong dan bagian tubuh janin tidak selalu dapat diikuti dengan persalinan kepala secara spontan. Dengan demikian maka pertolongan persalinan sungsang pervaginam memerlukan keterampilan khusus dari penolong persalinan.

resiko ibu dan anak jauh lebih besar dibandingkan persalinan pervaginam pada presentasi belakang kepala. Selama proses persalinan. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Persiapan tenaga penolong persalinan – asisten penolong persalinan – dokter anak dan ahli anaesthesi. Persalinan Bahu c. Manual aid (partial breech axtraction. Berdasarkan tenaga yang dipakai dalam pervaginam. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. Persalinan Kepala melahirkan janin . Mekanisme persalinan sungsang pervaginam berlangsung melalui “seven cardinal movement” yang terjadi pada masing-masing tahapan persalinan sungsang pervaginam: a. b. perbedaan terletak pada jauhnya putar paksi dalam ( dalam keadaan ini putar paksi dalam berlangsung sejauh 90). Pada saat masuk kamar bersalin perlu dilakukan penilaian secara cepat dan cermat mengenai : keadaan selaput ketuban. c. Cara ini disebut cara Bracht. Dilakukan pengamatan cermat pada DJJ dan kualitas his dan kemajuan persalinan. fase persalinan.sama dengan yang sudah diuraikan diatas. assisted breech delivery). Kadang-kadang putar paksi dalam terjadi sedemikian rupa sehingga punggung anak berada dibagian posterior dan pemutaran semacam ini sedapat mungkin dicegah oleh karena persalinan kepala dengan dagu didepan akan jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan dagu di belakang selain itu dengan arah pemutaran seperti itu kemungkinan terjadinya hiperekstensi kepala anak juga sangat besar dan ini akan memberi kemungkinan terjadinya “after coming head” yang amat besar. kondisi janin serta keadaan umum ibu. Persalinan spontan (spontaneous breech). Persalinan Bokong b. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu: a. tanpa tarikan ataupun manipulasi selain menyangga bayi. Ekstraksi sungsang (total breech extraction). Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong.

Kemudian bayi diletakkan diperut ibu dan dilakukan asuhan pada bayi baru lahir. Disebut fase lambat oleh karena pada fase ini umumnya tidak terdapat hal-hal yang membahayakan jalannya persalinan. Pada fase ini. bahu. sehingga untuk mempercepat kelahiran bahu dan kepala dilakukan manual aid atau manual hilfe. . lengan dan kepala janin dapat dilahirkan. Pada fase ini. Manuver untuk melahirkan BAHU DAN KEPALA : Pertolongan persalinan secara Bracht Bokong dan pangkal paha janin yang telah lahir dipegang dengan 2 tangan. dan hanya membantu melakukan proses persalinan sesuai dengan mekanisme persalinan letak sungsang. Disebut fase cepat oleh karena dalam waktu < 8 menit ( 1 – 2 kali kontraksi uterus ) fase ini harus sudah berakhir.Persalinan sungsang pervaginam secara spontan (sungsang “Bracht”) dibagi menjadi 3 tahap : 1. Pertolongan pada tahap persalinan ini tidak boleh tergesa-gesa oleh karena persalinan kepala yang terlalu cepat pada presentasi sungsang dapat menyebabkan terjadinya dekompresi kepala sehingga dapat menyebabkan perdarahan intrakranial. Fase Lambat Pertama Tahapan persalinan dari bokong sampai umbilikus. kemudian dilakukan hiperlordosis tubuh janin ke arah perut ibu. Tetapi tidak selalu bahu dan kepala berhasil dilahirkan. 2. sehingga lambat laun badan bagian atas. Pada manuver ini penolong sama sekali tidak melakukan tarikan. 3. tali pusat berada diantara kepala janin dengan PAP sehingga dapat menyebabkan terjadinya asfiksia janin. Fase lambat Kedua Tahapan persalinan dari mulut sampai seluruh kepala. Fase Cepat Tahapan persalinan dari umbilikus sampai mulut. penolong bersikap pasif menunggu jalannya persalinan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful