Glukosa Darah (Serum/Plasma

)
Posted by Riswanto on Thursday, March 11, 2010 Labels: Tes Kimia Darah

Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot rangka. Kadar glukosa dipengaruhi oleh 3 macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon-hormon itu adalah : insulin, glukagon, dan somatostatin. Insulin dihasilkan oleh sel-sel β, mendominasi gambaran metabolik. Hormon ini mengatur pemakaian glukosa melalui banyak cara : meningkatkan pemasukan glukosa dan kalium ke dalam sebagian besar sel; merangsang sintesis glikogen di hati dan otot; mendorong perubahan glukosa menjadi asam-asam lemak dan trigliserida; dan meningkatkan sintesis protein, sebagian dari residu metabolisme glukosa. Secara keseluruhan, efek hormone ini adalah untuk mendorong penyimpanan energi dan meningkatkan pemakaian glukosa. Glukagon dihasilkan oleh sel-sel α, meningkatkan sintesis protein dan menstimulasi glikogenolisis (pengubahan glikogen cadangan menjadi glukosa) dalam hati; ia membalikkan efek-efek insulin. Somatostatin dihasilkan oleh sel-sel delta, menghambat sekresi glukagon dan insulin; hormone ini juga menghambat hormone pertumbuhan dan hormone-hormon hipofisis yang mendorong sekresi tiroid dan adrenal. Saat setelah makan atau minum, terjadi peningkatan kadar gula darah yang merangsang pankreas menghasilkan insulin untuk mencegah kenaikan kadar gula darah lebih lanjut. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya, akan berpengaruh terhadap konsentrasi glukosa dalam darah. Penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemia) terjadi akibat asupan makanan yang tidak adekuat atau darah terlalu banyak mengandung insulin. Peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) terjadi jika insulin yang beredar tidak mencukupi atau tidak dapat berfungsi dengan baik; keadaan ini disebut diabetes mellitus. Apabila kadar glukosa plasma atau serum sewaktu (kapan saja, tanpa mempertimbangkan makan terakhir) sebesar ≥ 200 mg/dl, kadar glukosa plasma/serum puasa yang mencapai > 126 mg/dl, dan glukosa plasma/serum 2 jam setelah makan (post prandial) ≥ 200 mg/dl biasanya menjadi indikasi terjadinya diabetes mellitus. Kadar glukosa puasa memberikan petunjuk terbaik mengenai homeostasis glukosa keseluruhan, dan sebagian besar pengukuran rutin harus dilakukan pada sampel puasa. Keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi kadar glukosa (mis. diabetes mellitus, kegemukan, akromegali, penyakit hati yang parah, dsb.) mencerminkan kelainan pada berbagai mekanisme pengendalian glukosa. Uji gula darah post prandial biasanya dilakukan untuk menguji respons penderita terhadap asupan tinggi karbohidrat 2 jam setelah makan (sarapan pagi atau makan siang). Untuk kasus-kasus hiperglikemia atau bahkan hipoglikemia yang tak jelas, biasanya dilakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO). TTG oral dipengaruhi oleh banyak variable fisiologik dan menjadi

kalikan nilai yang diperoleh dengan 1. Darah arteri. diperkirakan terjadi penurunan kadar glukosa 1-2% per jam. tetapi hampir seluruh laboratorium melakukan pengukuran kadar glukosa dengan sampel serum. Pengumpulan darah dalam tabung bekuan untuk analisis serum memungkinkan terjadinya metabolisme glukosa dalam sampel oleh sel-sel darah sampai terjadi pemisahan melalui pemusingan (sentrifugasi). serum harus segera dipisahkan dari sel-sel darah. penderita diambil darah vena sebanyak 3-5 ml tepat dua jam setelah makan. Penderita diminta untuk makan dan minum seperti biasa. kadar vena lebih rendah daripada arteri atau kapiler. Selama berpuasa penderita tidak boleh melakukan akitifitas fisik yang berat. tidak boleh merokok. Jumlah sel darah yang tinggi dapat menyebabkan glikolisis yang berlebihan sehingga terjadi penurunan kadar glukosa. Untuk uji glukosa post prandial. dan kapiler memiliki kadar glukosa yang setara pada keadaan puasa. PROSEDUR Jenis spesimen Dulu. sehingga serum dapat melarutkan lebih banyak glukosa.15 untuk menghasilkan kadar glukosa serum atau plasma. Pada suhu kamar. dan tetap diperbolehkan minum air putih.subjek dari bahan interpretasi diagnostik yang berbeda-beda. dan dikumpulkan dalam tabung bertutup merah (tanpa antikoagulan) atau dalam tabung . Untuk uji glukosa darah puasa. Untuk mengubah glukosa darah lengkap. dan tetap diperbolehkan minum air putih. glukosa tetap stabil selam beberapa jam di dalam darah. lalu puasa lagi selama 2 jam. sedangkan setelah makan. Pagi hari setelah puasa (misalnya jam jam 8 pagi). Sedangkan pada suhu lemari pendingin. Pengambilan darah pada lengan yang terpasang selang IV dapat dilakukan asalkan aliran selang dihentikan paling tidak selama 5 menit dan lengan diangkat untuk mengalirkan cairan infuse menjauhi vena-vena. Suhu lingkungan tempat darah disimpan sebelum diperiksa turut mempengaruhi tingkat glikolisis. vena. Pencemaran 10% oleh cairan dextrose 5% (D5W) dapat meningkatkan kadar glukosa dalam sampel sebesar 500 mg/dl atau lebih. Penambahan natrium fluoride (NaF) pada sampel darah dapat menghambat glikolisis sehingga kadar glukosa dapat dipertahankan bahkan dalam suhu kamar. Selama berpuasa penderita tidak boleh melakukan akitifitas fisik yang berat. pengukuran glukosa dilakukan dengan menggunakan sampel darah lengkap ( whole blood). Serum memiliki kadar air yang tinggi daripada darah lengkap. penderita diminta berpuasa selama 10 jam sejak malam sebelum diambil darah (misalnya mulai puasa jam 9 malam). Uji toleransi glukosa intravena jarang diindikasikan untuk tujuan diagnosis. NaF digunakan untuk mencegah glikolisis yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium. Untuk mencegah glikolisis tersebut. tidak boleh merokok. penderita diambil darah vena 3-5 ml dikumpulkan dalam tabung bertutup merah (tanpa antikoagulan) atau dalam tabung tutup abu-abu (berisi NaF). Pengumpulan spesimen Pengambilan darah harus dilakukan pada lengan yang berlawanan dengan lengan tempat pemasangan selang IV.

• Gula darah post prandial DEWASA : Serum dan plasma : sampai dengan 140 mg/dl. yang bekerja hanya pada glukosa dan tidak pada gula lain dan bahan pereduksi lain. Anak : 60 – 100 mg/dl LANSIA : 70 – 120 mg/dl. glukosa diperiksa dengan memanfaatkan sifat mereduksi glukosa yang non spesifik dalam suatu reaksi dengan bahan indikator yang memperoleh atau berubah warna jika tereduksi. kadar hematokrit yang rendah dapat meningkatkan secara semu kadar glukosa darah. atau berdasarkan konsumsi oksigen pada suatu elektroda pendeteksi oksigen. Darah lengkap : sampai dengan 120 mg/dl ANAK : sampai dengan 120 mg/dl . Metodologi Dahulu. penderita tidak perlu puasa dan pengambilan dapat dilakukan di sembarang waktu. sekarang banyak tersedia berbagai merek monitor glukosa pribadi yang dapat digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah dari tusukan di ujung jari. Darah lengkap : 60 – 100 mg/dl. NILAI RUJUKAN • Gula darah sewaktu DEWASA : Serum dan plasma : sampai dengan 140 mg/dl. Chemistry analyzer (mesin penganalisis kimiawi) modern dapat menghitung konsentrasi glukosa hanya dalm beberapa menit. Alat ini cukup bermanfaat untuk mengetahui kadar glukosa darah dan untuk menyesuaikan terapi. Oleh sebab itu. Namun. • Gula darah puasa DEWASA : Serum dan plasma : 70 – 110 mg/dl. Perubahan enzimatik glukosa menjadi produk dihitung berdasarkan reaksi perubahan warna (kolorimetri) sebagai reaksi terakhir dari serangkaian reaksi kimia.tutup abu-abu (berisi NaF). Di luar laboratorium. Untuk uji glukosa darah sewaktu atau acak/random. Darah yang telah diperoleh disentrifus. Nilai panik : kurang dari 40 mg/dl dan > 700 mg/dl ANAK : Bayi baru lahir : 30 – 80 mg/dl. dan sebaliknya (efek serupa juga berlaku untuk protein serum yang rendah atau tinggi). Darah lengkap : sampai dengan 140 mg/dl. pengukuran glukosa menggunakan metode enzimatik yang lebih spesifik untuk glukosa. maka dengan metode ini kadar glukosa bisa lebih tinggi 5-15 mg/dl. penderita harus secara berkala membandingkan hasil pengukuran alatnya dengan pengukuran glukosa laboratorium klinik (baku emas) untuk memperkirakan kemungkinan interferensi fisiologik serta fluktuasi fungsi alat mereka. Metode ini umumnya menggunakan enzim glukosa oksidase atau heksokinase. Karena banyak jenis pereduksi lain dalam darah yang dapat bereaksi positif. alat ini memiliki kekurangan dimana hasil pengukuran terpengaruh oleh kadar hematokrit dan juga protein serum. kemudian serum atau plasmanya dipisahkan dan diperiksa kadar glukosa. Darah lengkap : sampai dengan 120 mg/dl ANAK : sampai dengan 120 mg/dl LANSIA : Serum dan plasma : sampai dengan 160 mg/dl. Sekarang.

antara lain : 1. syok. Penyerapan terjadi dalam suatu volume yang mempunyai penampang luas yang sama 3. hipertiroidisme. PENINGKATAN KADAR (hypoglycaemia) : reaksi hipoglikemik (insulin berlebih). hipoglikemia fungsional (aktifitas berat). kanker pankreas. levodopa. • Trauma. CHF. gagal. stress dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.LANSIA : Serum dan plasma : sampai dengan 160 mg/dl. kejang. reaksi stress akut (fisik atau emosi). • Aktifitas yang berat sebelum uji laboratorium dilakukan dapat menurunkan kadar gula darah. pembedahan mayor. asam etakrinat). sirosis hati. cedera tabrakan. Pengaruh obat : ACTH. hiperinsulinisme. • Penundan pemeriksaan serum dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. asidosis diabetik. eritroblastosis fetalis. salisilat. Senyawa yang menyerap dalam larutan tersebut tidak tergantung terhadap yang lain dalam larutan 4. penyakit hati yang parah. PENURUNAN KADAR Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium • Obat-obatan (kortison. hipopituitarisme. hipotermia aktifitas. sindrom pasca gastrektomi (dumping syndrome). obat antituberkulosis. Darah lengkap : sampai dengan 140 mg/dl. MASALAH KLINIS (hyperglycaemia) : diabetes mellitus. galaktosemia. malnutrisi. diuretik (hidroklorotiazid. feokromositoma. hipofungsi korteks adrenal (penyakit Addison). Pengaruh obat : insulin yang berlebih. Tidak terjadi peristiwa flouresensi atau fosforisensi 5. obat anestesi. kortison. kegemukan (obesitas). Pada Hukum Lambert-Beer. Sinar yang digunakan dianggap monokromatis 2. hiperaktivitas kelenjar adrenal (sindrom Chusing). Indeks bias tidak tergantung pada konsentrasi larutan. ginjal. • Merokok dapat meningkatkan kadar gula darah serum. terdapat beberapa batasan. akromegali. pankreatitis akut. pembentukan insulin ektopik oleh tumor/kanker (lambung. MCI akut. luka bakar. ingesti alkohol akut. penyakit hati yang berat. “loop” diuretik) dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. hati. Ureum Darah (Serum) . infeksi. furosemid. tiazid. beberapa penyakit penimbunan glikogen. intoleransi fruktosa herediter. paru-paru).

2010 Labels: Tes Kimia Darah Hampir seluruh ureum dibentuk di dalam hati.14. Namun. asam urat) pada gagal ginjal. Azotemia mengacu pada peningkatan semua senyawa nitrogen berberat molekul rendah (urea. Masalah Klinis 1. terutama yang berasal dari makanan. yaitu nitrogen urea darah (blood urea nitrogen. yaitu penyebab prarenal. hindari hemolisis. Kumpulkan 3-5 ml darah vena pada tabung bertutup merah atau bertutup hijau (heparin). March 3. Centrifus darah kemudian pisahkan serum/plasma-nya untuk diperiksa. Pada orang sehat yang makanannya banyak mengandung protein. dan pascarenal. Kadar ureum (BUN) diukur dengan metode kolorimetri menggunakan fotometer atau analyzer kimiawi. Nilai Rujukan Dewasa : 5 – 25 mg/dl Anak-anak : 5 – 20 mg/dl Bayi : 5 – 15 mg/dl Lanjut usia : kadar sedikit lebih tinggi daripada dewasa. sehingga konsentrasi urea dapat dihitung dengan mengalikan konsentrasi BUN dengan 60/28 atau 2. dari metabolisme protein (asam amino). Zat ini dipekatkan dalam urin untuk diekskresikan. Peningkatan Kadar Peningkatan kadar urea disebut uremia. Kadar rendah biasanya tidak dianggap abnormal karena mencerminkan rendahnya protein dalam makanan atau ekspansi volume plasma. Penderita dianjurkan untuk puasa terlebih dulu selama 8 jam sebelum pengambilan sampel darah untuk mengurangi pengaruh diet terhadap hasil laboratorium. kreatinin. Mekanisme tersebut meliputi : . Penyebab uremia dibagi menjadi tiga.Posted by Riswanto on Wednesday. Konsentrasi urea umumnya dinyatakan sebagai kandungan nitrogen molekul. Pengukuran berdasarkan atas reaksi enzimatik dengan diasetil monoksim yang memanfaatkan enzim urease yang sangat spesifik terhadap urea. bila kadarnya sangat rendah bisa mengindikasikan penyakit hati berat. Nitrogen menyumbang 28/60 dari berat total urea. Urea berdifusi bebas masuk ke dalam cairan intra sel dan ekstrasel. Prosedur Untuk mengukur kadar ureum diperlukan sampel serum atau plasma heparin. Kadar urea bertambah dengan bertambahnya usia. konsentrasi ureum dinyatakan sebagai berat urea total. Kadar dalam darah mencerminkan keseimbangan antara produksi dan ekskresi urea. juga walaupun tanpa penyakit ginjal. renal. Ureum berasal dari penguraian protein. ureum biasanya berada di atas rentang normal. sekitar 25 gram urea diekskresikan setiap hari. Pada keseimbangan nitrogen yang stabil. Uremia prarenal terjadi karena gagalnya mekanisme yang bekerja sebelum filtrasi oleh glomerulus. BUN). Namun di beberapa negara.

terjadipengurangan sintesis dan sebagian karena retensi air oleh sekresi hormone antidiuretik yang tidak semestinya. kloramfenikol. obat atau logam nefrotoksik. obat antihipertensi (metildopa. kanamisin. diet tinggi protein. Peningkatan kadar BUN dengan kreatinin yang normal mengindikasikan bahwa penyebab uremia adalah nonrenal (prarenal). kandung kemih. diuretic (hidroklorotiazid. kadar yrea terus meningkat. Obstruksi leher kandung kemih atau uretra bisa oleh prostat. Rasio BUN terhadap kreatinin merupakan suatu indeks yang baik untuk membedakan antara berbagai kemungkinan penyebab uremia. kehilangan darah. nekrosis korteks ginjal. sering urea rendah asam-asam amino tidak dapat dimetabolisme lebih lanjut. peradangan. 2. perdarahan saluran cerna. atau peradangan. penyakit kolagen-vaskular. leukemia (pelepasan protein leukosit). Sedangkan obat yang dapat menurunkan kadar urea misalnya fenotiazin. Penurunan kadar urea juga dijumpai pada malnutrisi protein jangka panjang.. dan dehidrasi. batu. Pada karsinoma payudara yang sedang dalam pengobatan dengan androgen yang intensif. diversi nitrogen ke fetus. perdarahan ke dalam jaringan lunak atau rongga tubuh. Obstruksi ureter bisa oleh batu. Penurunan Kadar Penurunan kadar urea sering dijumpai pada penyakit hati yang berat. hipertensi maligna. Penggantian kehilangan darah jangka panjang. tumor. antibiotic (basitrasin. Urea yang tertahan di urin dapat berdifusi masuk kembali ke dalam darah. sulfonamide. atau karena retensi air. morfin. Pada sirosis hepatis. demam. 2) peningkatan katabolisme protein seperti pada perdarahan gastrointestinal disertai pencernaan hemoglobin dan penyerapannya sebagai protein dalam makanan. furosemid. tumor. atu saline intravena. luka bakar. amiloidosis. neomisin. Rasio BUN/kreatinin rendah (<12)>20) dengan kreatinin normal dijumpai pada uremia prarenal. gentamisin. dekstran. permintaan pemeriksaan BUN hampir selalu disatukan dengan kreatinin (dengan darah yang sama). litium karbonat. bisa menurunkan kadar urea akibat pengenceran. Uremia renal terjadi akibat gagal ginjal (penyebab tersering) yang menyebabkan gangguan ekskresi urea. kadar urea kadangkadang terlihat menurun. mungkin akibat akskresi melalui saluran cerna. Pada dialysis atau transplantasi ginjal yang berhasil. sedangkan kadar kreatinin cenderung mendatar. keadaan katabolik. Pada gangguan ginjal jangka panjang yang paranh. glukosa. asam etakrinat. Pada nekrosis hepatik akut. Uremia pascarenal terjadi akibat obstruksi saluran kemih di bagian bawah ureter. sefaloridin (dosis besar). diabetes mellitus. Pada akhir kehamilan. ini bisa karena peningkatan filtrasi glomerulus. guanetidin). Gagal ginjal kronis disebabkan oleh glomerulonefritis. atau urethra yang menghambat ekskresi urin. Gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh glomerulonefritis.1) penurunan aliran darah ke ginjal seperti pada syok. penyakit tubulus ginjal. triamteren). propanolol. Untuk menilai fungsi ginjal. cedera fisik berat. Rasio BUN/kreatinin biasanya berada pada rentang 12-20. seperti : obat nefrotoksik. arteriosklerosis. atau kesalahan pembedahan. vankomisin). pielonefritis. Beberapa jenis obat dapat mempengaruhi peningkatan urea. Rasio BUN/kreatinin tinggi (>20) . hemolisis. metisilin. kadar urea rendah karena kecepatan anabolisme protein yang tinggi. salisilat. Peningkatan BUN lebih pesat daripada kreatinin menunjukkan penurunan fungsi ginjal. urea turun lebih cepat daripada kreatinin.

dan transport substansi khusus.dengan kreatinin tinggi dijumpai pada azotemia prarenal dengan penyakit ginjal. . peningkatan bilirubin. atau hemolisis. tetapi dapat terganggu oleh adanya hiperlipidemia. Penetapan ini sebenarnya mengukur nitrogen karena protein berisi asam amino dan asam amino berisi nitrogen. • Pengaruh obat (misal antibiotik. kecuali bila penderita banyak minum. diet tinggi protein dapat meningkatkan kadar ureum. faktor koagulasi. sumber nutrisi. • Diet rendah protein dan tinggi karbohidrat dapat menurunkan kadar ureum. kadar total protein akan menjadi lebih tinggi 3 – 5 % karena pengaruh fibrinogen dalam plasma. Hepatosit-hepatosit mensintesis fibrinogen. Bila menggunakan bahan pemeriksaan plasma. Sebaliknya. dan 60 – 80 % dari bermacam-macam protein yang memiliki ciri globulin. Penetapan kadar protein dalam serum biasanya mengukur protein total. dehidrasi dapat memberikan temuan kadar tinggi palsu. Indeks refraksi mudah dilakukan dan tidak memerlukan reagen lain. Globulin-globulin yang tersisa adalah imunoglobulin (antibodi) yang dibuat oleh sistem limforetikuler. yaitu berdasarkan pembiasan cahaya oleh protein yang larut dalam serum. enzim. antihipertensif) dapat meningkatkan kadar BUN Protein Serum Posted by Riswanto on Wednesday. Sejumlah besar asam amino dapat membentuk suatu senyawa protein yang memiliki banyak ikatan peptida. dan mempertahankan keseimbangan cairan intra dan ekstraseluler. Pemberian cairan yang berlebihan dapat menyebabkan kadar BUN rendah palsu. hormon. bagian sistem buffer plasma. azotemia pascarenal. dan sebaliknya. Cara yang paling sederhana dalam penetapan protein adalah dengan refraktometer (dipegang dengan tangan) yang menghitung protein dalam larutan berdasarkan perubahan indeks refraksi yang disebabkan oleh molekul-molekul protein dalam larutan. Protein-protein kebanyakan disintesis di hati. Secara umum protein berfungsi dalam sistem komplemen. karena itu dinamakan polipeptida. gagal ginjal. Total protein terdiri atas albumin (60%) dan globulin (40%). dan albumin atau globulin. 2009 Labels: Tes Kimia Darah Protein adalah suatu makromolekul yang tersusun atas molekul-molekul asam amino yang berhubungan satu dengan yang lain melalui suatu ikatan yang dinamakan ikatan peptida. diuretik. December 23. albumin. Ada satu cara mudah untuk menetapkan kadar protein total. Bahan pemeriksaan yang digunakan untuk pemeriksaan total protein adalah serum. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium • Status dehidrasi dari penderita harus diketahui. Berbagai protein plasma terdapat sebagai antibodi.

Perhitungan elektroforesis merupakan perhitungan yang lebih akurat dan sudah menggantikan cara perhitungan rasio A/G. malignansi tertentu. sedangkan rasio yang rendah ditemukan pada penyakit hati dan ginjal. intoksikasi air.0 g/dl • ANAK : protein total : 6. ◦ PENINGKATAN KADAR : dehidrasi.8. diare berat.8. muntah. kanker gastrointestinal.7 g/dl. Nilai Rujukan • DEWASA : protein total : 6. sindrom malabsorbsi. kolitis ulseratif. yaitu albumin dan globulin. preeklampsia. gagal ginjal kronis. aspirin. .9 . Nilai rujukan A/G adalah > 1.4 g/dl Masalah Klinis • Protein total ◦ PENURUNAN KADAR : malnutrisi berkepanjangan.0 g/dl. penyakit hati yang berat. diet rendah protein.4 . albumin : 3. mieloma multipel. Sedangkan globulin dihitung dari selisih kadar antara protein total dan albumin yang diukur. malabsorbsi.0.5. Albumin sering dikuantifikasi sendiri. Rasio A/g merupakan perhitungan terhadap distribusi fraksi dua protein yang penting. Penurunan albumin serum dapat menyebabkan cairan berpindah dari dalam pembuluh darah menuju jaringan sehingga terjadi edema.5. sulfonamid. diare. gangguan ginjal. kolitis ulseratif. Pengaruh obat : penisilin. luka bakar yang parah. sarkoidosis.6. ◦ PENINGKATAN KADAR : dehidrasi (hemokonsentrasi).5. sindrom gawat pernapasan. gagal ginjal akut.7. albumin : 4.Saat ini. muntah yang parah. albumin : 2.6 . luka bakar yang parah. • Albumin ◦ PENURUNAN KADAR : sirosis hati.0 . Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : • Diet tinggi lemak sebelum dilakukan pemeriksaan. Penyerapan dipantau secara spektrofotometri pada λ 545 nm. pengukuran protein telah banyak menggunakan analyzer kimiawi otomatis.4 g/dl • NEONATUS : protein total : 4. kelaparan. penyakit Hodgkin.5. Albumin dapat meningkatkan tekanan osmotik yang penting untuk mempertahankan cairan vaskular.0 g/dl. enteropati kehilangan protein.4 g/dl. Nilai rasio yang tinggi dinyatakan tidak signifikan. asam askorbat. Pengukuran kadar menggunakan prinsip penyerapan (absorbance) molekul zat warna. albumin : 4.0 . • Sampel darah hemolisis. malnutrisi berat.2 . Protein total biasanya diukur dengan reagen Biuret dan tembaga sulfat basa.0 . Pengaruh obat : heparin.8 g/dl • BAYI : protein total : 6.5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.