Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

Modul 6

Tujuan Praktikum

• • •

Mampu melakukan konfigurasi dasar pada Server dan Router. Mampu menyiapkan konfigurasi dasar sebuah Web Server. Praktikan dapat mengerti dan memahami cara kerja DNS server serta mampu mengkonfigurasi DNS server.

Mampu menyiapkan sebuah topologi jaringan sederhana.

Laporan Praktikum : Pada percobaan kali ini penilaian tidak didasarkan pada laporan praktikum, melainkan pada keberhasilan konfugurasi yang anda lakukan. Topologi

 
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

Aplikasi VMWare Aplikasi VMWare merupakan salah satu software yang dapat digunakan untuk mengadakan sebuah perangkat PC Virtual. Dalam aplikasi VMWare, dikenal dua buah terminologi yang digunakan untuk membedakan antara PC Virtual dan PC sesungguhnya, yaitu : Host OS dan Guest OS. Host OS adalah OS yang berada pada PC sesungguhnya, tempat dimana kita menjalankan aplikasi VMWare, dan Guest OS adalah OS yang berjalan di dalam aplikasi VMWare atau OS yang ada di PC dalam VMWare/Virtual PC, sebuah perangkat PC Virtual beserta OS didalamnya, diperlakukan sebagai kumpulan file yang tidak akan menganggu jalannya OS yang ada di Host OS. Seperti halnya sebuah perangkat PC sesungguhnya, dalam penggunaan VMWare, baik antara Guest OS, maupun dengan Host OS, dapat saling terhubung membentuk sebuah jaringan virtual. Dalam aplikasi VMware, jaringan virtual ini dikenal dengan nama VMNet. VMnet menyatakan nama sebuah jaringan yang terdapat dalam satu segmen (satu network address ). Misalkan dua buah Guest OS, dimana masing-masing network interface card (NIC) menggunakan VMNet2, maka kedua Guest OS tersebut terdapat hubungan yang memiliki network address yang sama DNS Seperti yang kita ketahui, dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya, oleh karena itu setiap komputer yang terhubung ke internet harus memiliki ip address sebagai alamatnya. Pengalamatan di protokol Internet yang menggunakan kombinasi angka cukup sulit untuk diingat. Penggunaan alamat dengan nama akan lebih mudah diingat. Untuk itu diperlukan suatu pemetaan alamat IP Address ke nama host yang ada dan sebaliknya. Pada awalnya digunakan teknik yang dinamakan host table. Masing-masing host/komputer menyimpan daftar kombinasi nama komputer dan alamat IP Address, pada HOSTS files (/etc/hosts). Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copykan versi terbarunya. File ini amat sederhana isinya seperti dalam contoh berikut :
irma@jarkom:~$ cat /etc/hosts 127.0.0.1 localhost 127.0.1.1 jarkom.localdomain 192.168.20.200 jarkom.net

jarkom jarkom

Keterangan : ¾ Kolom 1 adalah nomor IP ¾ Kolom 2 adalah FQDN (Fully Qualified Domain Name) ¾ Kolom 3 adalah nama host File /etc/hosts diatas menunjukkan bahwa nama localhost dipetakan pada IP
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

127.0.0.1, jarkom dan jarkom.net dipetakan pada IP 192.168.20.200. Dari ilustrasi di atas, dapat dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan. Pada tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan sistem basis data terdistribusi yang dinamakan DNS (Domain Name System). spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, ketika kia hendak mengakses sebuah domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan sebagai buku telpon, dimana kita hanya menghafalkan nama orangnya saja, sedangkan jika hendak menghubungi orang tersebut, maka kita harus memutar nomor telpon melalui pesawat telpon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name ke DNS server, lalu oleh DNS server akan dipetakan ke IP address. Domain Name System (DNS) Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti: ¾ Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer). ¾ Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah. ¾ Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. Struktur DNS Format penamaan host di Internet dibuat memiliki hirarki. Skema hirarki tersebut digambarkan berbentuk tree (pohon). Satu node/titik membentuk tree, memiliki beberapa subnode. Subnode ini membentuk tree yang memiliki beberapa subnode lagi, dan seterusnya. Pada masing-masing node ini terdapat label. Node berlabel ini disebut domain. Domain ini bisa berupa nama host, subdomain atau top level domain.

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

Model Tree Domain Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”). Top-Level Domains Top level domain digunakan untuk menunjukkan jenis perusahaan, instansi, lembaga atau negara tempat komputer ini berada. Top Level Domain (TLD) ini dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu : ¾ TLD generik (generic domain) ¾ TLD negara (country domain) ¾ TLD arpa Pada mulanya TLD yang dipakai ialah TLD generic. TLD generic ini terdiri atas tujuh jenis domain yang terdiri atas tiga huruf. Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains: ¾ com digunakan oleh organisasi bersifat komersial (ibm.com, microsoft.com). ¾ edu (Berkeley.edu, purdue.edu, mit.edu) digunakan untuk lembaga pendidikan(universitas). ¾ gov, digunakan untuk lembaga pemerintahanb (whitehouse.gov, odci.gov). ¾ int digunakan oleh organisasi internasional(nato.int). ¾ mil digunakan oleh badan kemiliteran Amerika Serikat(army.mil, navy.mil, af.mil). ¾ net digunakan oleh penyedia jaringan Internet(ibm.net, mci.net). ¾ org digunakan oleh organisasi nonkomersial (greenpeace.org). Second-Level Domains
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Jarkom, jarkom.net terdapat komputer (host) seperti server1.jarkom.net dan subdomain class.jarkom.net. Subdomain class.jarkom.net juga terdapat komputer (host) seperti client1.class.jakom.net. Host Names Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name. Prinsip Kerja DNS Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

1. Resolvers mengirimkan queries ke name server 2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message 3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server Aplikasi Name Server

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

Ada beberapa buah program name server yang dapat diaplikasikan di sistem operasi unix dan variannya, diataranya software Berkeley Internet Name Domain (BIND), DJBNS dan DENTS. Saat ini perangkat lunak name server yang lazim dipakai adalah BIND, aplikasi ini bersifat client server. Dalam prakteknya BIND dapat di fungsikan sebagai Authoritative Name Servers dan Caching Name Servers. Authoritative Name Servers Pada konfigurasi ini BIND dapat difungsikan sebagai primary server atau slave server yang sama-sama memiliki otoritas untuk menjawab permintaan yang datang dari pengguna terhadap domain yang di tanganinya. Primary Server Primary Server adalah name server utama dari sebuah domain. Name server ini memuat informasi domain langsung dari media penyimpanan di server yang langsung diatur oleh administrator. Misalkan, ns1.indo.com merupakan primary server dari domain indo.com maka setiap ada penambahan dan perubahan host di domain indo.com harus langsung di update pada zona file db.indo.com Secondary Server Secondary Server adalah DNS server yang tidak memelihara langsung zona file dari suatu domain. Secondary server akan mengupdate zona file dari primary server. Proses updating secondary server dari primary server disebut zona transfer. Secondary server digunakan untuk mengurangi traffic query permintaan ke primary server. Client cukup mengirim query ke secondary server. Setiap ada perubahan pada primary server akan diupdate secara otomatis oleh secondary server. Sebuah DNS server dapat merupakan primary server dari beberapa zona sekaligus dan dapat juga merupakan secondary server dari beberapa domain sekaligus. Caching Name Server Caching Name Server yaitu server tidak mempunyai kewenangan terhadap domain tertentu, dia akan menjawab permintaan terhadap nama domain dari nameserver lain. Dengan menjalankan Caching-only DNS Server maka setiap permintaan dari pengguna akan diteruskan ke DNS server root domain (.) yang dapat diakses oleh DNS server tersebut. Daftar server untuk root domain ini disimpan pada suatu file hint.conf. Untuk lebih detailnya yang berkaitan dengan konfigurasi DNS server akan di uraikan pada halaman lampiran. Istilah-Istilah Dalam DNS SOA MNAME – SOA: Start Of Authority SOA MNAME adalah field yang menunjukkan master server pada puncak/root dari zona authority. hanya diperbolehkan terdapat satu master server tiap zona authority. Contohnya domain jarkom.net memiliki SOA MNAME ns.jarkom.net SOA RNAME SOA RNAME adalah email address dari orang atau organisasi yang bertanggung jawab pada zona ini. Format field ini berbeda dengan format email biasa (yaitu
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

memakai tanda ‘@’). Format yang digunakan dalam field ini adalah mailboxname.domain.tld. Misalnya Irma.jarkom.net akan ekuivalen dengan Irma@jarkom.net SOA Serial Number SOA Serial Number adalah field yang menunjukkan serial number dari DNS server. Field ini berisi nilai unsigned 32 bit mulai dari 1 hingga 4294967295 dengan jumlah increment maksimal 2147483647. Dalam implementasi BIND (Berkeley Internet Name Daemon), field ini didefiniskan dalam 10 digit. Format yang paling populer dalam penamaan serial number ini adalah yyyymmddss dengan yyyy adalah tahun, mm adalah bulan, dd adalah tanggal, dan ss adalah jumlah perubahan yang dilakukan pada hari itu. Nilai dari field ini harus diubah ketika terjadi perubahan pada zone file. Perubahan ini wajib dilakukan karena server lain menyimpan informasi mengenai zona berdasarkan serial number. Selama serial number server tidak berubah, maka data di cache juga tidak akan berubah. SOA REFRESH SOA REFRESH adalah field yang menunjukkan waktu slave server akan merefresh zona dari master server. Field ini dalam satuan detik dengan nilai signed 32 bit. RFC1912 merekomendasikan 1200 hingga 43200 detik. 1200 detik jika datanya cepat berubah dan 43200 detik jika data jarang berubah. SOA RETRY SOA RETRY adalah field yang menunjukkan berapa lama waktu jeda antara percobaan slave server mengkontak master server jika kontak pertama mengalami kegagalan ketika slave master me-refresh cache dari master server. Field ini dalam satuan detik dengan nilai signed 32 bit. Nilai yang ideal tergantung keadaan dan kecepatan network local. Biasanya nilainya adalah 180 (dua menit) hingga 900 (tiga belas menit) atau lebih tinggi. SOA EXPIRE SOA EXPIRE adalah field yang menunjukkan berapa lama zona-data masih authoritative. Field ini hanya berlaku untuk slave atau secondary server. Ketika nilai ini telah expired, maka slave master akan mengontak master server untuk membaca SOA record pada zona dan merequest AXFR/IFXR jika serial number berubah. Jika slave gagal mengontak master, maka slave akan terus mencoba mengontak master dan masih melayani query hingga waktu SOA EXPIRE habis. Setelah itu slave akan berhenti melayani query hingga kontak ke master server berhasil. RFC 1912 merekomendasikan 1209600 hingga 2419200 (2-4 minggu). SOA MINIMUM TTL SOA MINIMUM TTL adalah nilai default TTL (Time To Live) untuk semua record pada zone file. Field ini dalam satuan detik. Implementasi BIND9 mendefinisikan field ini dalam nilai negatif. CNAME CNAME, Canonical Name for Alias adalah record yang menjelaskan primary name untuk owner. Nama ownernya disebutkan dalam alias. Formatnya adalah: CNAME
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

MX MX adalah record yang menjelaskan tentang domain mail exchange. Formatnya adalah sebagai berikut: [domain-name] IN MX [Preference] [Exchange] Dimana: Preference adalah 16 bit integer yang menunjukkan preferences dari suatu domain dengan domain lainnya. Semakin kecil nilainya maka preferencesnya semakin bagus. Exchange adalah domain yang akan menangani mail exchange untuk owner name A A adalah field yang menunjukkan alamat Ipv4. Nama owner akan ekuivalen dengan IP address yang didefinisikan setelah record A. PTR PTR adalah domain name pointer, yaitu record yang menunjuk ke lokasi tertentu dalam domain name space AAAA AAAA adalah record seperti record A yang menunjukkan alamat class alamat IPv6 yang spesifik dengan data format 128 bit (sesuai dengan format bit Ipv6). TXT TXT adalah record yang menunjukkan text strings, digunakan untuk menangani teks yang berisi deskripsi suatu domain. Semantiknya tergantung dengan domain name dimana teks ditemukan. Linux Server Sistem operasi server yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Linux Ubuntu Server 8.10, dimana dalam file instalasi standarnya, system operasi ini sudah menyertakan pilihan untuk menambahkan service DNS server dan Web Server. Berbeda dengan system operasi windows, dalam sistem operasi linux ini memiliki struktur direktori yang berbeda
                 
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

 
/ Root |---root The home directory for the root user |---home home merupakan folder direktori dari user | |----bebekganteng | |----Namamuganteng |---bin folder dimana perintah perintah berada: cd (change directory), ls (list), cp (copy) |---sbin folder dimana perintah perintah yang mempunyai priviledges lebih tinggi berada. membutuhkan sudo su untuk menjalankannya |---proc berupa filesystem.direktori ini berisi informasi tentang parameter kernel dan system configuration | | |---usr berisi commands, libraries, man pages, games and static files | | | |----bin folder dimana perintah perintah berada, selain itu perintah lain di /bin atau /usr/local/bin. | |----sbin folder dimana perintah perintah yang mempunyai priviledges lebih tinggi berada. membutuhkan sudo su untuk menjalankannya | | | |----include Header files untuk C programming language. | | | |----lib | |----local tempat untuk menginstall software dan file. | |----man halaman Manual | |----info | |----doc Dokumentasi berada disini | |----tmp | |----X11R6 | | | |----X386 |---boot kernel images |---lib libraries yang dibutuhkan oleh service dan program | |----modules kernel modules yang di load, | |---dev Device akan berada disini: Disk drive(harddisk), serial ports |---etc Konfigurasi file dari service service yang berjalan berada disini | |----skel | |----sysconfig konfigurasi linux system: keyboard mouse, disk, calendar dll |---var berisi file yang selalu berubah seperti mail, news, printers log files, man pages, temp files | |----file | |----lib | |----local Variabel data untuk program yang diinstal di /usr/local. | |----lock Lock files diletakkan disini, mengunci service/system yang tidak bisa dijalankan lebih dari satu | |----log semua log file diletakkan disini | | | |----run File dalam folder ini berisi informasi tentang system yang sedang berjalan. | | next booted | |----spool Directori untuk e-mail, printer spool, dan service lain yang membutuhkan spool | |----tmp file temporary diletakkan disini terutama file temporary yang harus bertahan lama | | | |----catman cache untuk manual page |---mnt folder untuk meletakkan folder (nightlogin1, nightlogin2) |---tmp file temporary

         
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

 

Tatacara Praktikum:
Tugas 1. Menyiapkan Router. Tugas 1.a. Menyiapkan Virtual PC. 1. Buka aplikasi VMWare, buatlah virtual PC baru dengan cara memilih new virtual machine . 2. Untuk pilihan virtual machine configuration, pilih typical. 3. Untuk pilihan Guest operating system, pilih other. 4. Untuk virtual machine name, beri nama Mikrotik dan simpan pada folder baru dengan nama mikrotik . 5. Pada pilihan network connection, saat ini dipilih no network connection, karena akan disesuaikan pada tahap berikutnya. 6. Pada pilihan Disk Capacity, gunakan 0.5 GB, dan pilih opsi allocate all disk space now. Sampai tahap ini, sebuah virtual PC sudah terbangun, tetapi sebelum instalasi OS dijalankan, ada beberapa parameter yang harus disesuaikan, diantaranya : 1. Lakukan penyesuaian memory maksimal yang akan digunakan Guest OS dengan memilih opsi Edit virtual machine settings.

2. Atur agar memory menggunakan 128 MB 3. Pada CD-ROM(IDE 1 : 0), pilih pada menggunakan Use ISO image, file *.iso untuk mikrotik ada di folder D:/jarkom
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

4. Tambahkan dua buah Ethernet adapter dengan memilih Add.., kemudian pada network connection pilih VMNet2 pada Custom: Spesific virtual network , ulangi langkah yang sama untuk menambahkan VMNet3.

5. Jalankan virtual PC dengan Start this virtual machine. 6. Agar input device (keyboard/mouse) dapat berpindah ke dalam Guest OS, lakukan double-click pada tampilan layar Guest OS, dan untuk mengembalikan input device kembali ke Host OS, gunakan Ctrl+Alt. Tugas 1.b. Instalasi Router. 1. Setelah virtual PC dijalankan, proses instalasi sebuah OS dimulai. 2. Gunakan pilihan “a” untuk instalasi semua fasilitas yang ada pada router OS, kemudian pilih “i” untuk memulai. 3. Pada pertanyaan untuk menyimpan konfigurasi lama, pilih “n” dan lanjutkan proses dengan memasukan “y” pada pertanyaan “continue?”, lakukan reboot saat muncul perintah untuk melakukan reboot. 4. Gunakan default username yang ada dari router OS, yaitu admin pada Mikrotik login:, untuk password dibiarkan kosong. Tugas 1.c. Konfigurasi Router. Seperti halnya perangkat jaringan lainnya, sebelum dapat terhubung dengan perangkat lain, terlebih dahulu harus dilakukan pengalamatan ip / ip addressing. Pada kali ini pada router mikrotik terdapat dua buah network interface yaitu ether1 yang terhubung dengan VMNet2, dan ether2 yang terhubung dengan VMNet3. 1. Lakukan pengalamatan ip pada tiap network interface yang ada dengan perintah

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

[admin@MikroTik]> ip address add address=[alamat ip] netmask=[subnet mask] interface=[nomor netwok interface]

2. Untuk melihat hasil pengalamatan ip yang sudah kita masukan, dilakukan dengan perintah [admin@MikroTik]> ip address print. 3. Untuk merubah alamat IP yang sudah kita assign pada network interface tertentu, terlebih dahulu kita menghapus alamat IP yang sudah diberikan, yang dilakukan dengan perintah: [admin@MikroTik]> ip address remove x , dengan x adalah nomer interface dibawah # Pada percobaan kali ini, untuk kongurasi Mikrotik router OS, digunakan aplikasi bantuan Winbox yang dapat digunakan untuk kongurasi berbasis GUI. Winbox dapat digunakan dengan mengakses ip address gateway computer yang terhubung dengan mikrotik. Pada percobaan kali ini, antara Gues OS (Mikrotik Router OS) dengan Host OS ( Windows XP ) terhubung dalam satu jaringan VMNet2, sehingga pada Host OS, terlebih dahulu harus ditambahkan Virtual Nerwork Interface Card yang terhubung dengan VMNet2, dengan cara : 4. Pilih menu Edit – Virtual Network Settings hingga muncul tampilan Virtual Network Editor.

5. Pada tampilan Virtual Network Editor, pilih pada tab Host Virtual Adapter 6. Tambahkan sebuah virtual adapter baru, dengan cara Add.. , pilih VMnet2.
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

7. Pada tab DHCP , hapus VMnet2 dari daftar yang ada dengan menggunakan Remove 8. Lakukan static ip addressing pada VMnet2 yang ada pada Host OS ( Windows XP ) pada Control Panel-Network Connections dengan cara propertiesinterner protocol (TCP/IP) properties, dengan gateway IP address pada network interface Mikrotik Router OS yang terhubung pada VMnet2.

9. Pastikan antara Host OS ( Windows XP ) sudah terhubung dengan Guest OS ( Mikrotik Router OS ) dengan ping ke ip gateway. 10. Buka aplikasi Winbox, dan akan terlihat tampilan

Tugas 2. Menyiapkan Server. Tugas 2.a. Menyiapkan Virtual PC 1. Buka aplikasi VMWare, buatlah virtual PC baru dengan cara memilih new virtual machine .
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

7. Untuk pilihan virtual machine configuration, pilih typical. 8. Untuk pilihan Guest operating system, pilih other. 9. Untuk virtual machine name, beri nama Mikrotik dan simpan pada folder baru dengan nama Ubuntu Server . 10. Pada pilihan network connection, saat ini dipilih no network connection, karena akan disesuaikan pada tahap berikutnya. 11. Pada pilihan Disk Capacity, gunakan 1.5 GB, dan pilih opsi allocate all disk space now. Sampai tahap ini, sebuah virtual PC sudah terbangun, tetapi sebelum instalasi OS dijalankan, ada beberapa parameter yang harus disesuaikan, diantaranya : 7. Lakukan penyesuaian memory maksimal yang akan digunakan Guest OS dengan memilih opsi Edit virtual machine settings dan atur agar memory menggunakan 256 MB 8. Pada CD-ROM(IDE 1 : 0), pilih pada menggunakan Use ISO image, file *.iso untuk Ubuntu server ada di folder D:/jarkom 9. Tambahkan satu buah Ethernet adapter dengan memilih Add.., karena antara router dan server terhubung dalam sutau jaringan VMNet3, maka pada network connection pilih VMNet3 pada Custom: Spesific virtual network.

10. Jalankan virtual PC dengan Start this virtual machine.   Tugas 2.b. Instalasi Server.  1. Setelah virtual PC dijalankan, maka instalasi server dimulai, ikuti setiap tahaptahap awal yang ada.

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

2. Untuk Network Configuration Method , pilih Configure Network Manually, gunakan IP address 192.168.20.200 , netmask 255.255.255.0 , dengan gateway adalah IP address Ethernet Adapter pada Mikrotik Router OS yang terhubung dengan VMnet3 , yaitu 192.168.20.2. Name Server address adalah IP dari DNS server yang akan digunakan, untuk sementara ini, pada bagian IP, dikosongkan terlebih dahulu.

3. Untuk Hostname dan domain name gunakan jarkom .

4. Pada bagian Partitioning Method pilih Guided – Use entire disk, lanjutkan instalasi dengan parameter default yang ada.

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

5. Untuk Full name, gunakan nama anda sedangkan untuk username, gunakan nimNIM anda, misal nim12345, untuk password, gunakan yang mudah diingat.

6. Pilih no pada pertanyaan Set up an encrypted private directory?. 7. Kosongkan HTTP Proxy, dan No automatic updates.

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

8. Pada “software selection” pilih DNS server, LAMP server, OpenSSH server dengan menggunakan spacebar, untuk password MySQL root user gunakan yang mudah diingat.

Setelah semua proses instalasi selesai, login menggunakan username dan password anda masing masing. Setalah login, pastikan antara Ubuntu Server dan Mikrotik sudah saling terhubung dengan melakukan ping ke gateway Ubuntu server yaitu ip address pada Mikrotik yang terhubung ke VMnet3, 192.168.20.2 ,dan untuk berhenti dari proses ping, gunakan Ctrl+C. Pastikan dari Host OS ( Windows XP ) sudah dapat terhubung dengan Guest OS ( Ubuntu Server ) dengan melakukan ping ke ip address milik ubuntu server , yaitu 192.168.20.200.

Tugas 3. OSI Aplication Layer service Tugas 3.a. Web Server Untuk memastikan service Web Server pada Ubuntu server sudah berjalan, lakukan dengan mengakses 192.168.20.200 dari web browser host OS ( pastikan proxy tidak digunakan di browser ). Karena perintah perintah yang ada di Linux pada dasarnya berupa command line maka untuk melakukan remote administration dapat dilakukan dengan mudah tanpa memakan bandwidth yang besar. Salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk melakukan remote administration adalah Putty. 1. Untuk memulai remote administration menggunakan putty, terlebih dahulu kita harus mengetahui alamat ip komputer tujuan.

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

   

2. Pada kali ini jenis koneksi yang digunakan adalah SSH, dimana pada server, port standar yang digunakan untuk koneksi ke service SSH ini adalah port 22, Setelah terhubung ke komputer tujuan, login menggunakan username dan password anda. 3. Setelah berhasil login edit file index.html pada direktori web. 4. Sebelumnya, masuk ke user root, dengan perintah nim12345@jarkom: sudo su , masukan password root anda. 5. Pindah ke direktori web /var/www dengan perintah directory):root@jarkom:/home/username$cd /var/www/ 6. Kemudian lihat isi direktori (list):root@jarkom:/var/www$ls. dengan menggunakan cd (change ls

perintah

7. index.html merupakan default halaman web anda, editlah halaman tersebut dengan mengisikan nama dan nim anda. 8. Edit file index.html dengan root@jarkom:/var/www$vim index.html. program vim editor:

9. Posisikan vim menjadi insert mode dengan menekan tombol insert. 10. -editlah file anda – dengan mengisikan nama dan nomer induk anda. 11. tekan escape untuk keluar dari insert mode 12. simpan file anda dengan mengetik esc kemudian :wq sebagai perintah write n quit Hasil index.html yang baru dapat kemudian akses kembali webpage di mesin anda dengan ketikkan http://ipubuntuserveranda dari browser pada host OS. Agar alamat ubuntu server anda dapat diakses menggunakan nama domain, bukan menggunakan alamat IP, maka nama domain anda harus terdaftar dalam sebuah DNS Server yang terhubung dengan computer anda (Host OS ). Pada percobaan kali ini, service DNS server yang digunakan, berada pada ubuntu server. Tugas 3.b. DNS Server 1. Pastikan apakah package Bind telah terinstal pada server dengan perintah
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

dpkg -l |grep bind9

2. Sebelum melanjutkan langkah selanjutnya, pastikan anda berada pada mode root, jika belum, gunakan perintah: sudo su untuk masuk sebagai root. 3. Masuk pada direktori bind dengan perintah: cd /etc/bind. 4. Lakukan perbaikan terhadap file named.conf.local menggunakan text editor vim editor, dengan perintah: vim /named.conf.local root@jarkom:/etc/bind# vim named.conf.local
// Do any local configuration here // // Consider adding the 1918 zones here, if they are not used in your // organization //include "/etc/bind/zones.rfc1918"; zone "jarkom.net" { type master; file "/etc/bind/db.jarkom"; }; zone "20.168.192.in-addr.arpa" { type master; file "/etc/bind/db.jarkom.rev"; };

5. Periksa apakah file dengan nama db.jarokm dan db.jarkom.rev sudah ada pada direktori kerja dengan perintah: ls -l
root@jarkom:/etc/bind# ls -l total 44 -rw-r--r-- 1 root root 237 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 271 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 237 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 353 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 270 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 2878 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root bind 907 2008-08-28 -rw-r--r-1 root bind 313 named.conf.local -rw-r--r-1 root bind 572 named.conf.options -rw-r----- 1 bind bind 77 2009-04-26 -rw-r--r-- 1 root root 1317 2008-08-28 root@jarkom:/etc/bind#
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

01:42 db.0 01:42 db.127 01:42 db.255 01:42 db.empty 01:42 db.local 01:42 db.root 01:42 named.conf 2009-04-26 04:25 2008-08-28 01:42

03:58 rndc.key 01:42 zones.rfc1918
 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM 

6. Karena file db.jarkom dan db.jarkom.rev belum ada, buatlah dua buah file tersebut dengan menggunakan kerangka yang ada di file db.empty dengan cara menyalin file tersebut dengan nama baru.
root@jarkom:/etc/bind# cp db.empty db.jarkom root@jarkom:/etc/bind# cp db.empty db.jarkom.rev

7. Ulangi langkah nomor 5, dan pastikan file db.jarkom dan db.jarkom.rev sudah ada.
root@jarkom:/etc/bind# ls -l total 52 -rw-r--r-- 1 root root 237 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 271 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 237 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 353 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root bind 353 2009-04-26 -rw-r--r-- 1 root bind 353 2009-04-26 -rw-r--r-- 1 root root 270 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root root 2878 2008-08-28 -rw-r--r-- 1 root bind 907 2008-08-28 -rw-r--r-1 root bind 313 named.conf.local -rw-r--r-1 root bind 572 named.conf.options -rw-r----- 1 bind bind 77 2009-04-26 -rw-r--r-- 1 root root 1317 2008-08-28 root@jarkom:/etc/bind#

01:42 db.0 01:42 db.127 01:42 db.255 01:42 db.empty 04:30 db.jarkom 04:33 db.jarkom.rev 01:42 db.local 01:42 db.root 01:42 named.conf 2009-04-26 04:25 2008-08-28 01:42

03:58 rndc.key 01:42 zones.rfc1918

8. Lakukan modifikasi terhadap isi file db.jarkom sesuaikan dengan kebutuhan menggunakan text editor.
root@jarkom:/etc/bind# vim db.jarkom ; BIND reverse data file for empty rfc1918 zone ; ; DO NOT EDIT THIS FILE - it is used for multiple zones. ; Instead, copy it, edit named.conf, and use that copy. ; $TTL 86400 @ IN SOA ns.jarkom.net. irma.jarkom.net. ( 1 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 86400 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS jarkom.net. IN A 192.168.20.200 IN MX 10 mx.jarkom.net. ns IN A 192.168.20.200
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id   

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM  mx www IN IN A CNAME 192.168.20.200 ns

9. Lakukan modifikasi terhadap isi file db.jarkom.rev sesuaikan dengan kebutuhan menggunakan text editor.
root@jarkom:/etc/bind# vim db.jarkom.rev ; BIND reverse data file for empty rfc1918 zone ; ; DO NOT EDIT THIS FILE - it is used for multiple zones. ; Instead, copy it, edit named.conf, and use that copy. ; $TTL 86400 @ IN SOA ns1.jarkom.net. irma.jarkom.net. ( 1 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 86400 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS ns.jarkom.net. 200 IN PTR ns.jarkom.net.

10. Restart service DNS yang sedang berjalan dan pastikan hasilnya OK, jika ada kegagalan, periksa kembali langkah – langkah sebelumnya. root@jarkom:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart * Stopping domain name service... bind9 [ OK ] * Starting domain name service... bind9 [ OK ] 11. Buka jarkom.net dari web browser anda, pastikan halaman web pada server sudah bisa diakses dengan mengetikan jarkom.net pada alamat di web browser anda. 12. Beberapa tool yang dapat digunakan untuk troubleshooting DNS, diantaranya nslookup (untuk pengguna windows dan keluarga nix) dig dan host (untuk keluarga nix) penggunaannya adalah sebagai berikut:
root@jarkom:/etc/bind# dig jarkom.net axfr ; <<>> DiG 9.5.0-P2 <<>> jarkom.net axfr ;; global options: printcmd jarkom.net. 86400 IN ns.jarkom.net. irma.jarkom.net. 1 604800 86400 86400 jarkom.net. 86400 IN jarkom.net. jarkom.net. 86400 IN 192.168.20.200 jarkom.net. 86400 IN MX
Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

SOA 2419200 NS A 10
 

 

Modul Praktikum Jaringan Komputer  JTETI FT UGM  mx.jarkom.net. mx.jarkom.net. 86400 IN 192.168.20.200 ns.jarkom.net. 86400 IN 192.168.20.200 www.jarkom.net. 86400 IN ns.jarkom.net. jarkom.net. 86400 IN ns.jarkom.net. irma.jarkom.net. 1 604800 86400 86400 ;; Query time: 11 msec ;; SERVER: 192.168.20.200#53(192.168.20.200) ;; WHEN: Sun Apr 26 04:55:37 2009 ;; XFR size: 8 records (messages 1, bytes 207)

A A CNAME SOA 2419200

            Tambahan  aplikasi Wireshark  Seperti  halnya  pada  percobaan  percobaan  yang  lalu,  dalam  kondisi  nyata,  isi  sebuah  paket  dapat diamati salah satunya dengan menggunakan aplikasi Wireshark.  Untuk memulai menggunakan aplikasi ini , terlebih dahulu harus kita tentukan pada network  interface  mana  packet  akan  di  capture  ,  pada  percobaan  kali  ini,  pilihlah  VMWare  virtual  Ethernet  adapter,  kemudian  proses  dapat  dimulau  dengan  menggunakan  start.  Ada  beberapa  hal  yang  bias  diamati  menggunakan  aplikasi  wireshark,  diantaranya  source  ,  destination,  protocol,  dan  untuk  pengamatan  yang  lebih  detail,  dapat  diamati  MAC  address  tujuan maupun asal, maupun port tujuan dan port asal   

Cisco Networking Academy ‐ Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM  Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281, Telp : 0274‐7474779, http://cna.te.ugm.ac.id 

 

 

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful