You are on page 1of 26

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Karsinoma pankreas merupakan penyebab kematian paling sering nomor dua dari semua keganasan saluran cerna. Tumor dapat berasal dari duktus pankreatikus (99%) atau dari sel asinar (1 %). Lebih dari 90% kanker pankreas tampak di stage terakhir dari penyakit, observasi ini menekankan peran radiologi dalam deteksi awal dan penentuan respectability dari tumor. Peran radiologi diagnostik dalam menunjukkan tumor dan hubungannya dengan vaskularisasi yang mengelilinginya akan menentukan kemungkinan reseksi kuratif. Diagnosis dari kanker pankreas jarang dibuat pada stage awal. Inilah alasan utama kegagalan dalam mengobati kebanyakan pasien. Berbagai macam sarana diagnostik dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis dari kelainan pankreas seperti kanker pankreas, diantaranya pemeriksaan radiologis seperti foto maag-duodenum dengan barium, pemeriksaan canggih dengan menggunakan computerized tomography (CT scan), magnetic resonance imaging (MRI), atau pemeriksaan yang invasive seperti endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), angiografi, bahkan laparoskopi. 1.2 Tujuan dan Manfaat Makalah ini diselesaikan guna melengkapi tugas dalam menjalani program pendidikan profesi dokter di Departemen Radiologi di Rumah Sakit H Adam Malik Medan, selain itu juga untuk memberikan pengetahuan kepada penulis dan pembaca mengenai gambaran radiologis karsinoma pankreas.

1

BAB 2 ISI 2.1 Definisi Dari semua keganasan pada gastrointestinal, adenokarsinoma pancreas, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini,merupakan penyebab kematian paling sering nomor dua dari kanker. Pada praktek klinis, kanker pankreas bersinonim dengan adenokarsinoma duktus pancreas, dimana 90% dari tumor ganas primer berasal dari kelenjar pankreas.

Gambar CT scan pada pasien dengan kanker pancreas menunjukkan adanya massa dengan lowattenuating pada kaput pankreas.

2

Tumor dapat berasal dari duktus pankreatikus (99%) atau dari sel asinar (1 %).Pada potongan coronal ini tampak suatu massa membungkus dan menyempitkan vena portal. Susunan vaskular pada 3 . Arteri mesenterika superior letaknya persis di belakang kaput pankreas. Sebagian besar dari panjang pankreas terletak di depan vena lienalis. kaput pankreas terletak sebelah dorsal hati. 2. observasi ini menekankan peran radiologi dalam deteksi awal dan penentuan respectability dari tumor. Peran radiologi diagnostik menunjukkan tumor dan hubungannya dengan vaskularisasi yang mengelilinginya dan hasil menentukan kemungkinan reseksi kuratif.2 Anatomi dan Histologi Pankreas Pankreas adalah suatu organ retroperitoneal yang terletak melintang mulai dari pars desendens duodenum sampai ke hilus limpa dan secara anatomi terbagi atas kaput. Inilah alasan utama kegagalan dalam mengobati kebanyakan pasien. sebelah anterior vena kava inferior. Lebih dari 90% kanker pankreas tampak di stage terakhir dari penyakit. Diagnosis dari kanker pankreas jarang dibuat pada stage awal. korpus dan kauda.

Enzim yang diproduksi disimpan dan dilepaskan oleh sel dari bagian eksokrin. pankreas eksokrin manusia mengeluarkan enzim dan proenzim berikut: tripsinogen. Stimulasi nervus vagus juga merangsang sekresi pankreas. elastase dan amilase. Hormon ini terutama mempengaruhi proses pengeluaran granul zimogen. tidak dalam sel asinar. mereka memiliki inti bulat dan merupakan sel penghasil protein khas. Pankreas adalah campuran kelenjar eksokrin dan endokrin yang memproduksi enzim dan hormon pencernaan. Pada sajian histologis dapat dibedakan dengan organ lain berdasarkan tidak adanya duktus striata dan adanya pulau Langerhans pankreas. Sel demikian hanya ditemukan pada asini pankreas. agaknya disekresi oleh sel duktus. Sekretin merangsang sekresi yang banyak cairan. fosfolipase A2. kurang aktivitas enzim dan kaya akan bikarbonat. memisahkan lobuli pankreas. Ia memiliki jalinan kapiler yang luas. karboksipeptidase. Selain air dan ion. ribonuklease. triasilgliserol lipase. Aksi 4 . deoksiribonuklease. Asinus eksokrin pankreas terdiri atas beberapa sel serosa yang mengelilingi lumen. Bagian eksokrin pankreas adalah kelenjar asinar kompleks dengan struktur serupa dengan kelenjar parotis.daerah abdomen atas tersebut dapat digunakan sebagai titik-titik pengenal (landmark) pemeriksaan USG pankreas. Sekret ini berfungsi menetralisasi kimus asam sehingga enzim pankreas dapat berfungsi pada batas pH netralnya secara optimal. Duktus intrakalaris menjadi duktus interlobular yang lebih besar yang dilapisi oleh epitel silindris. Inti yang dikelilingi sitoplasma pucat adalah bagian dari sel sentroasinar yang merupakan bagian intraasinar dari duktus interkalaris. Ciri khas lain adalah bagian awal duktus interkalaris menjulur ke dalam lumen asini. Hormonnya disintesis dalam kelompok sel-sel dari jaringan endokrin yang dikenal sebagai pulau-pulau Langerhans. Kolesistokinin merangsang sekret yang tidak begitu banyak tetapi kaya enzim. Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh 2 hormon yaitu sekretin dan kolesistokinin yang dihasilkan oleh sel enteroendokrin dari mukosa duodenum. kimotripsinogen. Sel-sel ini ssangat terpolarisasi. Asinus dikelilingi oleh lamina basal yang ditunjang selubung serat-serat retikular halus. Pankreas ditutupi simpai tipis jaringan ikat yang mencabangkan septa ke bagian dalamnya.

5 .terintegrasi kedua hormon ini menghasilkan banyak sekret getah pankreas yang kaya enzim.

Gambar CT scan normal pankreas 6 .

Perokok dan diabetes meningkatkan resiko dua kali lipat pada populasi umum.Gambar ultrasonografi abdomen normal memperlihatkan pankreas 2.3 Etiologi Faktor penyebab pasti yang mengindikasikan peningkatan kanker pankreas belum diketahui. pekerja di industri besi. Pankreatitis kronis yang didapat tampaknya tidak berhubungan kuat dengan kanker pankreas. 7 . Individu dengan pankreatitis kronis herediter memiliki predisposisi mengalami kanker pankreas. Penyalahgunaan alkohol terdapat pada 4% pasien. Paparan terhadap asbestos tidak berhubungan dengan karsinoma pancreas. dan coke and gas plant employees. paparan terhadap karsinogen industrial termasuk faktor penyebab. Diet tinggi protein dan tinggi lemak. Peningkatan insidensi dilaporkan pada ahli kimia. Ada hubungan antara kanker pancreas dan DM. Pankreatitis herediter muncul pada 40% pasien dengan karsinoma pankreas. merokok. Hubungan antara alkohol dan kanker pankreas secara tidak langsung berhubungan dengan perkembangan alkohol menginduksi pankreatitis.

Hanya 4-16% dari tumor dapat direseksi pada saat diagnosis.6 Tanda dan Gejala Gejala klinis dan tanda berkembang lama dan bergantung pada letak tumor.5%.5 Epidemiologi Kanker pankreas penyebab kematian kelima dari kanker di Amerika Serikat. 2. adenokarsinoma dapat diklasifikasikan: Duct cell origin Duct cell adenocarcinoma Giant cell carcinoma Giant cell carcinoma (epulis-osteoid) Adenosquamous carcinoma Microadenocarcinoma Mucinous (colloid) carcinoma Cystadenocarcinoma (mucinous) Acinar cell carcinoma Cystadenocarcinoma (acinar cell) Acinar cell origin Kebanyakan tumor memproduksi mucin (75%) dan berlokasi di caput pancreas. Kanker pankreas lebih umum pada pria dibandingkan wanita. atau bukti penyebaran tumor pada saat penegakan diagnosa. Sekitar 80-90% pasien mengalami metastase regional dan jauh saat diagnosa ditegakkan dan tidak cocok diterapi dengan reseksi.2. Adenokarsinoma dari caput pankreas memiliki harapan hidup 3 tahun hanya 2% dan survival rate 5 tahun setelah reseksi sekitar 20%. Lebih banyak pada usia 60-80 tahun. Jaundice dengan nyeri yang kurang tidak umum dan terlihat pada 13% pasien. Nyeri merupakan gejala konsisten paling sering. asites malignan. Overall survival rate sekitar 0. Sekitar 34% muncul dengan hanya nyeri dan sekitar 46% 8 .4 Klasifikasi Secara patologi. 60% mengalami metastasis ke hati. Tumor pada corpus dan caudal pankreas memiliki gejala yang lambat. 2. Pada pasien ini.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan bilirubin.8 Staging American Joint Committee for Cancer (AJCC) membuat staging kanker karsinoma : T stages    T1 . Nyeri berat yang menetap mengindikasikaan penyebaran tumor ke perineural lymphatics. Hematemesis dan melena jarang terjadi pada kasus lama dan hal ini disebabkan invasi langsung sekitar duodenum atau lambung atau akibat hipertensi portal dari obstruksi vena portal dan limpa.7 Pemeriksaan Fisik Gall bladder dapat teraba (Courvoisier sign) dijumpai pada 25% pasien dengan tumor yang dapat dioperasi. or stomach T3 .No direct extension of the primary tumor beyond the pancreas T2 . dibandingkan dengan peningkatan bilirubin pada obstruksi duktus yang disebabkan choledocholithiasis. Lebih dari 90% pasien muncul ketika stage terakhir pada perjalanan penyakit. Jaundice obstruktif terlihat pada 75% pasien. di mana menunjukkan penyakit lebih lanjut. incompatible with surgical resection 9 . 2. dan massa di abdomen yang dapat dipalpasi dijumpai pada 10% dan asites pada 5%. Tanda klinis positif mengindikasikan penyakit yang incurable.Limited direct extension to duodenum. Berat badan berkurang dan anoreksia dijumpai pada 7% pasien.Advanced direct extension. Bilirubin total cenderung meningkat dengan obstuksi yang malignant. bile duct. Tanda lain termasuk onset baru diabetes pada 25-50% pasien. Tumor pada body dan tail tampak lambat.nyeri dan jaundice. Peningkatan serum amilase kurang umum dan terlihat sekitar 5% pada pasien kanker karsinoma. Nyeri juga muncul ketika tumor membesar. karena tidak menyebabkan efek tekanan segera pada duktus. 2. Hepatomegali terlihat pada 65% pasien dan mengindikasikan metastasis ke hati. meskipun tandanya tidak spesifik. Bilirubin terkonjugasi dan alkali phosphatase level lebih tinggi pada pasien dengan obstruktif jaundice dibandingkan dengan penyakit parenkim hati. dan fatigue. thrombophlebitis.

9 Pemeriksaan Radiologis Foto polos abdomen tidak mempunyai peranan dalam membantu penegakan diagnosis dari karsinoma pankreas. membentuk tampilan 3-terbalik. TX .Regional lymph nodes not assessed M0 . Hal ini disebut sebagai antral pad sign. Dapat juga tampak gambaran double contour dari batas medial dari duodenal descending.Direct extension not assessed N0 .Distant metastases present MX . Infiltrasi mukosa duodenal dapat menyebabkan suatu gambaran spikula dengan irregularitas dan penebalan dari mukosa duodenum. Perubahan ini juga dapat menunjukkan suatu respon desmoplastik dari keganasan. Kalsifikasi pankreas dapat dilihat hanya pada sekitar 2% dari pasien dengan karsinoma pankreas yang memiliki koplikasi pankreatitis kronis.Regional lymph nodes not involved N1 . 10 .No distant metastases M1 .Distant metastases not assessed N stages    M stages    2. Batas medial dari doudenum descending dapat tertarik ke arah medial pada levela ampula. Hal ini disebut sebagi Frostberg 3 sign. Uji barium saluran cerna atas dapat menunjukkan adanya impresi ekstrinsik oleh massa pada aspek posteroinferior dari antrum lambung. Massa nodular pada karsinoma yang berasal dari ampula dapat juga dilihat pada pemeriksaan ini.Regional lymph nodes involved NX .

11 . Pada pemeriksaan barium meal tampak gambaran double contour dari lengkung doudenum.Pada pemeriksaan barium meal ini tampak karsinoma kaput pankreas menginvasi lengkung duodenum mengakibatkan deformitas dari bentuk mukosa. Karsinoma pada kaput pankreas.

12 . Oleh karena itu ultrasonografi dapat digunakan untuk menilai pancreatitis akut atau kronik dan mendeteksi massa pada pankreas. sampai ke fleksura lienalis. drainase. dan aspirasi pancreas. Pemeriksaan barium enema dapat menunjukkan adanya kehilangan bentuk haustral dari kolon transversalis. Pemeriksaan ini dapat juga menunjukkan infiltrasi kolon dengan adanya kontur tepi usus yang menjadi tidak teratur sepanjang kolon transversalis. tidak hanya untuk menilai pancreas itu sendiri melainkan juga untuk mendeteksi batu empedu dan dilatasi biliar. Ultrasonografi (USG) Ultrasonografi diindikasikan pada semua pasien dengan akut pancreatitis. Ultrasonografi merupakan metode pencitraan utama untuk menilai pasien dengan jaundice dan nyeri abdomen. Ultrasonografi dapat digunakan untuk melakukan biopsi terpandu.Pada pasien ini tampak gambaran Frostberg 3 sign.

Pancreas merupakan organ retroperitoneal yang terletak menutupi vertebra . Normal kaput pancreas. Pancreas (P) lebih echogenic dibandingkan dengan parenkim hati (L). Akibat massa yang menekan duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya pseudocyst. Secara ultrasonografi gambaran karsinoma pancreas adalah massa hipoechoic dan pada pemeriksaan ultrasonografi bisa didapati dilatasi duktus biliar dan pankreatikus. 13 . parenkim pancreas terlihat homegen dan isoechoic sampai hiperechoic dibandingkan dengan parenkim liver. aorta dan vena kava inferior.Pada USG yang normal.

inferior vena cava. A. Massa terlihat hipoechoic dibandingkan dengan parenkim pancreas normal.Karsinoma pancreas dengan obstruksi duktus biliar.5cm yang menyumbat common bile duct. gambaran long aksis dari common bile duct menunjukkan massa 3. Dari hasil ultrasonografi didapati massa pada caput pankreas 14 . left renal vein.

Perubahan pada bentuk dari kelenjar tanpa adanya pembesaran adalah tanda yang penting dan mengarahkan pada adanya suatu tumor. Tumor pankreas ini juga dapat terjadi nekrosis 15 . Jika jaringan lemak interstitial ini absen dan jika massa seluruhnya solid. oleh karena itu pada CT scan akan menunjukkan massa fokal dengan attenuation yang lebih rendah dibandingkan dengan jaringan pankreas yang normal. atrofi pankreas.Computerized Tomography (CT Scan) Saat ini CT scan merupakan pemeriksaan yang paling banyak digunakan dan paling sensitif untuk karsinoma pankreas. dan pembesaran fokal ini dapat dilihat pada 96% dari pasien dengan adenokarsinoma pankreas. Massa pada kanker pancreas biasanya kurang vaskular dibandingkan dengan pankreas normal. Adanya jaringan lemak interstisial didalam massa menunjukkan adanya lobulasi fokal dari pankreas normal. Seiring dengan waktu massa ini mengalami pembesaran fokal. Penurunan dari nilai attenuation terjadi pada 83% dari pasien. Pembesaran fokal dapat juga dapat terjadi pada penyakit yang jinak. hilangnya ketajaman tepi dari struktur di sekitarnya. Pankreas normal mempunyai nilai attenuation 30-50 HU. Gambaran CT scan yang mengarahkan pada adanya suatu kanker pankreas diantaranya adalah: perubahan morfologi dari kelenjar dengan adanya abnormalitas dari nilai attenuation CT. obliterasi dari jaringan lemak peripankreas. Margin dari massa dengan attenuation yang rendah ini biasanya poorly defined. dimana ukuran yang normal dari caput pankreas adalah konsisten dengan karsinoma pankreas ketika terdapat atrofi korpus dan ekor dari pankreas. dan biopsi direkomendasikan. Beberapa tumor yang kecil biasanya akan menyebabkan obstruksi duktus biliaris dan tampak awal. keterlibatan dari pembuluh darah disekitar dan kelenjar limfe regional. Gambaran ini dapat dilihat pada 20% dari pasien dengan kanker pankreas. Perubahan ukuran biasanya fokal. kemungkinan massa ini abnormal. dilatasi duktus pankreas. Ukuran merupakan indikator yang sulit dipercaya dari adanya suatu tumor. Pembesaran yang difus lebih jarang terjadi dan biasanya lebih mengarahkan pada pankreatitis. Multisection CT merupakan pemeriksaan lini pertama yang harus dilakukan untuk mendeteksi kanker ini dan mengevaluasi tingkat resektibilitasnya. oleh karena itu hal ini kurang spesifik. dan obstruksi dari common bile duct (CBD). massa biasanya akan berkembang menjadi suatu keadaan yang inoperable.

Obstruksi dengan dilatasi yang uniform dari duktus pankreas distal tanpa adanya kalkuli duktus (dibandingkan dengan dilatasi ireguler pada pankreatitis akut) dan atrofi kelenjar distal juga merupakan karakteristik pada temuan CT scan. obstruksi dan dilatasi dari CBD dapat dilihat. Keterlibatan dari vaskular pada kanker pankreas menentukan apakah suatu tumor dapat di lakukan tindakan bedah atau tidak dan dapat dilihat pada CT scan sebagai penyempitan. Ekstensi melibatkan jaringan lemak peripankreas dan struktur sekitarnya dapat dilihat pada CT scan pada 92% dari pasien kanker pankreas. Jaringan lemak peripankreas menunjukan peningkatan attenuation.sentral dengan densitas rendah. seliak. Diantara pasien dengan dilatasi duktus. splenikus. ginjal. hepatis. Ukuran duktus pada kanker pankreas adalah berkisar 5-10 mm. Duktus pankreas berdilatasi sampai lebih dari 50% diameter anteroposterior dari kelenjar dengan atrofi akibat kanker pankreas tersebut. Abnormalitas attenuation dari jaringan lemak peripankreas sugestif terhadap pelebaran atau invasi dari tumor melebihi batas dari kelenjar pankreas. terjadi pada sekitar 17-55% pasien. Metastasis ke hati umum terjadi pada kanker pankreas. Dilatasi duktus pankreas proksimal dari obstruksi terjadi pada 88% dari tumor caput pankreas dan 60% dari neoplasma korpus pankreas. Common bile duct dapat berpindah ke anterior dan medial ketika massa 16 . duodenum. Metastasis ke kelenjar limfe regional dilaporkan bervariasi dari 38-65%. gastroduodenal dan renalis sinistra. 75% mengalami dilatasi baik duktus pankreatikus maupun biliaris. Lebih dari setengah kanker pankreas terjadi pada kaput pankreas. lambung. Ascites dapat ditemukan pada 13% pasien dengan kanker pankreas. dan kemudian membentuk suatu pseudokista kecil. fleksura lienalis dari kolon. mesokolon transversalis. Pada pankreatitis kronik dilatasi duktus ini kurang dari 50% dari diameter anteroposterior. Dilatasi duktal terjadi pada 58% dari pasien. Adapun arteriarteri yang terlibat berdasarkan frekuensi berturut adalah arteri mesentrika superior. Penyebaran tumor posterior ke porta hepatis dapat dilihat pada 68% dari pasien. dan vertebra. Sirkulasi vena kolateral dapat dilihat akibat oklusi vena dengan contrastenhanced pada pembuluh darah di sekitar lambung dan hilum splenik. perubahan letak ataupun obliterasi dari lumen pembuluh darah oleh tumor. Adanya ascites mengindikasikan adanya metastasis peritoneal. porta hepatis. Penyebaran ke organ sekitarnya dapat melibatkan limpa. dimana duktus ini dapat mulus ataupun tidak beraturan.

Lihat adanya stent biliaris (kepala panah) yang dimasukan untuk mengatasi obstruksi CBD oleh tumor. Namun.pankreas menyebabkan obstruksi duktus distal. 17 . Jaringan pankreas lainnya tampak normal (panah terbuka). gallbladder (bintang) masih melebar. Pada pasien ini hanya setelah pemberian kontras akan membuat lesi menjadi tampak dengan lowattenuation dikelilingi oleh jaringan pankreas sekitar yang normal. Dilatasi dukuts intrahepatis dan dilatasi dari gall Gambaran CT scan menunjukan adanya massa hipodense pada kaput pankreas (panah).

Lihat adanya lesi hipodens irreguler kecil multipel pada lobus kanan hati (panah terbuka) menunjukkan adanya metastasis ke hati. Duktus pankreatikus tampak dilatasi (kepala panah). 18 . Gambaran CT scan menunjukkan suatu tumor nekrotik yang besar pada kaput pankreas (panah).Pada pasien ini kanker telah menginfiltrasi duodenum dan para-aortic space.

19 . Sebuah biliary stent (kepala panah) dimasukkan untuk mengatasi obstruksi common bile duct (CBD).Pada gambar tampak metastasis kelenjar limfe yang telah terjadi kalsifikasi. Gambaran CT scan menunjukkan adanya tumor pada kaput páncreas (panah) yang nampak sebagai lesi dengan bulky massa dengan contrast enhancement yang sama dengan jeringan páncreas sekitar yang normal. Batu empedu kecil (panah terbuka) tampak pada kantung empedu yang melebar.

Ketika hal ini terjadi pada kaput pankreas akan mengakibatkan blok komplit dari CBD. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) Gambaran pankreatografi kanker pankreas abnormal pada 95% pasien. Duktus pankreas antara titik obstruksi dan papila Vater biasanya normal. Adanya vascular encasement merupakan salah satu kontraindikasi dari tindakan bedah. Sedangkan pada pankreatitis duktus ini biasanya abnormal. Temuan ini penting untuk membedakan karsinoma pankreas dari pankreatitis. Duktus yang tidak terisi dikarenakan kesalahan teknik merupakan penyebab penting dari temuan postif palsu.Karsinoma pankreas dengan adenopathy dimana telah menginvasi jeringan sekitar dan telah mengakibatkan encasement dari coeliac axis. Duktus pankreas menunjukkan dilatasi duktus proksimal dari titik obstruksi dengan pemotongan tiba-tiba kolom kontras. Sebagian besar karsinoma pankreas berasal dari epitel duktal dan menimbulkan obstruksi duktus komplit dan parsial. 20 . ERCP memiliki tingkat sensitivitas 95% dan sensitifitas 85% untuk keganasan pankreas. Pengisian inkomplit dapat dibedakan dari obstruksi sejalan dengan kolom kontras menghilang secara gradual.

striktur dengan tepi yang ireguler. Namun jika endoscopic stenting gagal ataupun dikontraindikasikan. membedakannya dengan obstruksi duktus pankreatikus utama pada pankreatitis kronis. dan obstruksi komplit atau tingkat tinggi dari CBD. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Penggunaan MRI telah sangat berkembang dalam tahun-tahun terakhir ini. Rute terbaik untuk melakukan drainage masih kontroversi.Karsinoma pankreas mengakibatkan oklusi komplit dari duktus pankreatikus utama (panah). dan hal ini akan terus berlanjut. percutaneous biliary drainage dapat direkomendasikan. Keterlibatan pankreas dan CBD. Namun hal ini juga dapat terlihat pada pankreatitis. Namun suatu penelitian yang membandingkan CT dan MRI 21 . Striktur yang terpisah jauh jaraknya serta penyempitan dengan tepi yang mulus mengindikasikan suatu penyakit yang jinak. Obstruksi biliaris oleh keganasan pankreas yang menyebabkan jaundice memerlukan tindakan biliary stenting. merupakan tanda yang spesifik untuk karsinoma. dinamakan double-duct sign. Lihat bahwa cabang-cabang di sisi duktus proksimal dari obstruksi mempunyai kaliber yang normal. Gambaran yang lebih meyakinkan adanya suatu neoplasma adalah adanya lesi biduktal dengan jarak yang dekat yaitu < 1cm.

pankreatitis dan kontrol dapat saling overlapping. biasa lebih mahal. dan waktu relaksasi T2 dari kanker pankreas adalah 67 ms ± 29. Perubahan pada karakteristik sinyal kurang spesifik untuk tumor karena waktu relaksasi dari jaringan pada kanker pankreas. Pada gambaran T1-weighted MRI tampak gambaran parenkim pankreas normal yang cerah (p) mengelilingi tumor kecil dengan intensitas lebih rendah (panah). lebih kompleks. seperti ukuran. dan pada kanker pankreas adalah sekitar 660 ms ± 115. kontur. 22 . Waktu relaksasi rata-rata T1 dari pankreas normal adalah 507 ms ± 98. bentuk. dan karakteristik intensitas sinyalnya. dimana jika suatu massa tidak dapat ditunjukkkan pada CT dan USG. Kemampuan Mri dalam menunjukkan adanya suatu karsinoma pankreas bergantung pada adanya deformitas kelenjar tersebut. MRI dapat digunaka untuk mengevaluasi pankreas. dan sering dibatasi oleh adanya artefak-artefak. Oleh karena itu peranan MRI adalah sebagai suatu problem solving. Wakturelaksasi T2 pada pankreas normal adalah 59 ms± 9. Mri memerlukan waktu yang lebih lama.dalam mendeteksi dan assessment dari karsinoma pankreas menemukan bahwa kedua modalitas ini sama kemampuannya.

23 . dengan intensitas sinyal yang lebih rendah dibandingkan jaringan pankras normal disekitarnya.Setelah pemberian gadolinium pada gambaran T coronal m menunjukan obstruksi duktus pankreatikus dan CBD oleh ill-defined tumour (t). Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP) sama sensitifnya dengan ERCP dan dapat mencegah eksplorasi yang tidak diinginkan pada saluran empedu dan pankreas pada pasein dengan sangkaan karsinoma pankreas dimana jika tindakan endoskopi tidak diinginkan.

splenic artery (14%). Keganasan pada pancreas biasanya ditunjukkan dengan arterial encasement dari peripancreatic vessel atau pembuluh dalam pancreas. hepatic artery (11%). Arteriogram selektif diperoleh dengan menyuntikkan kontras beriodin melalui axis celiac dan arteri superior mesenterika dengan beberapa teknik pembesaran yang dibutuhkan untuk hasil lebih detail. 24 . dan left renal artery (0. penyumbatan vena dan venous encasement dengan pembuluh darah kolateral dapat dijumpai. Pembuluh darah yang terlibat adalah superior mesenteric artery (33%).MRCP menunjukkan adanya obstruksi duktus pankreas dan CBD oleh kanker pankreas. Saat penyakit berlanjut. Encasement vena mesenterika superior oleh tumor terlihat pada 23% pasien dan pembungkusan splenic vein oleh tumor pada 15% pasien dengan infiltrasi vena porta 4%.6%). Karsinoma pancreas relative avaskular dan berhubungan dengan vaskularisasi baru pada 50% pasien. gastroduodenal artery (3%). Angiografi Angiografi merupakan prosedur invasif yang membutuhkan operator yang terampil dan teknik radiografik kualitas tinggi. celiac artery (11%).

Penggabungan yang baik antara MRA dan angiografi konvensional. Angiografi memiliki keakuratan hanya 70% dalam menentukan diagnosa spesifik dari karsinoma pankreas. nilai prediksi negatif dari tumor yang resectable sebanyak 96% untuk helical CT angiografi dan axial helical CT dibandingkan dengan hanya helical CT sebesar 70%. Pada studi 84 pasien. Angiografi konvensional dibutuhkan untuk penilaian arteri intrahepatik dan cabang dari arteri mesenterika superior. 25 . Gd-enhanced MRA berguna pada penilaian arteri mesenterika proksimal dan penilaian hipertensi portal. Karsinoma pankreas merupakan lesi hipovaskular. Helical CT angiografi menunjukkan informasi penting tentang pembuluh darah peripancreatic pada pasien karsinoma pancreas. Adanya hipervaskular dengan perubahan khas dengan dilatasi dari pembuluh darah didalam páncreas merupakan gambaran pancreatitis. Penambahan dari helical CT angiografi meningkatkan kemampuan radiologist untuk memprediksi resectability dari tumor pankreas. maka angiografi telah menggantikan metode pilihan untuk penilaian penyakit parenkim pancreas. Karsinoma páncreas dapat dibedakan dengan pancreatitis.Penyumbatan total pada splenic vein terlihat pada 34% pasien dan peyumbatan total pada vena mesenterika superior sebanyak 10%. Sirkulasi mesenterika dievaluasi dengan menggunakan MRA dan dibandingkan dengan angiografi konvensional.

1997. G. The Pancreas. Y.. Case Studies in Medical Imaging: Radiology for Students and Trainees.. G.medscape. In: Sutton.. Wong.. Yuen. 359-394. C. Murfitt.. London: Churchill Livingstone. A.Carlos. C.com/article/370909-overview [accessed 29 Agustus 2010]. Available from: http://emedicine. D. Pancreas. Hepatobiliary System.. Ultrasonografi Pankreas.. Junqueira. Radiologi Diagnostik. et al. J. Boylan. Manchester: Departement of Radiology. 26 . 2003. Eastman... 2005. MKN. S. T. 787-824. New York: Thieme. 2008.. W. Antonio. Adenocarcinoma. Jakarta: EGC. A. L.DAFTAR PUSTAKA Anand... Histologi Dasar 8th Ed. D. Textbook of Radiology and Imaging 7th Ed. New Cork: Cambridge University Press. J. P. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Chan. Crossin.. 213-214.. 2010. T. Boer. 2006.. In: Ahuja. 2006. Wald. Getting Started in Clinical Radiology: From Image to Diagnosis. Dalam: Rasad. N... Pennine Acute Hospitals NHS Trust.