REFERAT LEUKOREA (FLOUR ALBUS

)

Disusun oleh

ATIKAH BINTI SU AZMI (11-2008-140)

Dokter Pembimbing Dr. Ari K, SpOG

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA KEPANITERAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH BAKTHI YUDHA DEPOK 2 JANUARI 2013-14 APRIL 2013

ekonomi.1 Penelitian secara epidemiologi. rasa rendah diri. Leukorea patologis dapat juga disebabkan oleh neoplasma/keganasan.3 . kehamilan. Kendala yang dihadapi oleh para wanita dan para dokter adalah seringnya dijumpai kasus yang kronis karena ketidaktahuan dari wanita dan terapinya tidak adekuat. publikasi atau cerita tetangga atau teman di kantor tentang akibat adanya leukorea ini menyebabkan sebagian kecil wanita mencari pertolongan pada dokter tetapi sebagian lagi berusaha mencari kesembuhan dengan pengobatan tradisional seperti dibasuh dengan air sirih dan minum ramuan jamu. karena rangsangan seksual. Sebagian besar keputihan disebabkan oleh golongan jamur kandida meskipun dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang lain seperti kuman gonococus. namun masih dianggap steril (fisiologis). herpes genitalis. menopause. human papiloma virus. usia reproduksi sehat maupun usia tua dan tidak mengenal tingkat pendidikan. meskipun kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita dengan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah. dan sosial budaya. Lebih dari sepertiga penderita yang berobat ke klinik-klinik ginekologi di Indonesia mengeluh adanya leukorea (fluor albus) dan lebih dari 80% diantaranya adalah yang patologis. Leukorea yang patologis diakibatkan oleh infeksi pada alat reproduksi bagian bawah atau pada daerah yang lebih proksimal. saat ovulasi. treponema. leukorea patologis dapat menyerang wanita mulai dari usia muda. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual. Leukorea juga sering merupakan komplikasi yang dikeluhkan oleh penderita diabetes mellitus dan pemakai kortikosteroid atau antibiotik dalam waktu lama. pembilasan vagina yang rutin. herpes genitalis. kandida. mood/stress. Rasa tidak nyaman.BAB I PENDAHULUAN Leukorea merupakan salah satu masalah yang banyak dikeluhkan wanita mulai dari usia muda sampai usia tua. benda asing. trikomonas. cemas akan kemungkinan kanker. ketidaktentraman bekerja. dan erosi. yang bisa disebabkan oleh infeksi gonokokkus. Leukorea fisiologis dapat terjadi pada bayi baru lahir. saat menars. klamidia. dan sebagainya.1 Masalah leukorea ini bagi wanita terasa sangat mengganggu baik dalam kehidupannya sehari-hari maupun dalam hubungan dengan suami. penggunaan kontrasepsi hormonal. Dalam program keluarga berencana leukorea juga merupakan salah satu efek yang sering dikeluhkan oleh akseptor pemakai kontrasepsi hormonal dan IUD.2 Keputihan (fluor albus) merupakan masalah yang sangat besar bagi wanita.1.

Sebelum pubertas. bau. maupun konsistensinya. kemugkinan itu merupakan tanda adanya sesuatuyang salah. Gardner menyatakan bahwa leukorea adalah keluhan penderita berupa pengeluaran sekresi vulvovagina yang bervariasi baik dalam jumlah. kanker ovarium) . normalnya perempuan tidak memiliki keputihan.1. Cairan ini dalam keadaan normal tidak sampai keluar. Fungsinya tubuh vagina adalah untuk membersihkan dan melindungi vagina. kecuali jika terjadi infeksi atau iritasi vagina. Etiologi Etiologi leukorea sampai sekarang masih sangat bervariasi sehingga disebut multifaktorial. Definisi Leukorea (fluor albus/white discharge/keputihan/vaginal discharge/duh tubuh vagina) adalah pengeluaran cairan dari alat genitalia yang tidak berupa darah.2. Akan tetapi.kanker uterus. ataukeluhannya disertai dengan nyeri. kadar estrogen menurun dan keputihan juga akan menurun. Setelah pubertas.1 Kebanyakan duh tubuh vagina adalah normal. jika duh tubuhyang keluar tidak seperti biasanya baik warna ataupun penampakannya.4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Duh tubuh vagina merupakan kombinasi dari cairan dan sel yang secaraberkelanjutan melewati vagina. sedangkan cairan yang keluar dari vagina tidak semua merupakan keadaan yang patologis. estrogen (hormon wanita) menyebabkan vagina memproduksi sekret (cairan) yang menjaga tetap lembab dan bersih. Non infeksi (noninfective) · Fisiologis · Polip servikal dan ektopi · Benda asing seperti tampon yang tertinggal (retained tampon) · Dermatitis vulva · Lichen planus erosif · Keganasan traktus genitalia (kanker servik. Cairan ini keluar dari vagina sebagai duh tubuh vagina (leukorea). 1 Beberapa etiologi dari leukorea antara lain:6 1.5 2. Setelah menopause.

4.2 2. Lapisan epitel vagina tidak mempunyai kelenjar dan folikel rambut. 50% kasus vaginosis bakterial adalah asimtomatik sehingga prevalensi yang sebenarnya masih belum diketahui. Penyebab infeksi tersering adalah kandidiasis vulvovaginal yang menyerang sekitar 75% wanita selama masa reproduksi mereka. Klasifikasi 2. saat menarch. rangsangan seksual sebelum dan pada waktu koitus akibat transudasi dinding vagina. karena pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin. pembilasan vagina secara rutin.3. saat kehamilan. · Infeksi kandida. maupun jumlahnya.4. dinding depan dan dinding .1 Vagina merupakan organ berbentuk tabung yang panjangnya berkisar antara 8 – 10 cm.3%.6 Leukorea atau keputihan merupakan keluhan dari alat kandungan yang banyak ditemukan di poliklinik KIA. disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan dari candida albicans. Frekuensi leukorea di bagian Ginekologi RSCM Jakarta adalah 2. 3. Kebidanan dan Kulit Kelamin.· Fistula 2. paling sering terjadi pada wanita seksual aktif yang memiliki riwayat penyakit menular seksual berulang. saat ovulasi. saat pemakaian kontrasepsi hormonal. berasal dari sekret kelenjar serviks uteri yang menjadi lebih encer. Sexually transmitted infection: · Chlamydia trachomatis · Neisseria gonorrhoeae · Trichomonas vaginalis 2. stress.2% dan di RS Sutomo Surabaya adalah 5. berdinding tipis dan elastis yang ditutupi epitel gepeng berlapis pada permukaan dalamnya. Leukorea fisiologis Leukorea fisiologis adalah cairan yang keluar dari vagina yang bukan darah dengan sifat yang bermacam-macam baik warna. Nonsexually transmitted infection: · Vaginosis bakteri.1. mood (perasaan hati). Leukorea fisiologis terdapat pada bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari. karena pengaruh estrogen dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. bau. Epidemiologi Penyebab tersering dari leukorea patologis pada wanita hamil adalah vaginosis bakterial yang kejadiannya dua kali lebih sering dari kandidiasis vaginal.

Leukorea patologis oleh jamur biasanya disebabkan oleh spesies kandida. stapilokokus. jamur. beberapa sel darah putih (leukosit). dan warna dari leukorea berubah-ubah sesuai dengan perubahan hormon di dalam tubuh kita menurut siklus haid. gardnerella vaginalis.4. cairan yang keluar dari vagina biasanya . dan erosi. cairan transudasi dari dinding vagina. dan serviks.belakang saling bersentuhan. Suasana asam inilah yang mencegah tumbuhnya mikroorganisme patologis. Bakteri-bakteri yang normal terdapat dalam vagina antara lain basil doderlein yang berbentuk batang-batang gram positif dan merupakan flora vagina yang terbanyak. Progresivitas mikroorganisme patologis secara kinis akan memberikan suatu reaksi inflamasi di daerah vagina.5 pada wanita dalam masa reproduksi. terutama yang paling luar (superfisial) yang terkelupas dan dilepaskan ke dalam rongga vagina. Jumlah. 2.1 Sekret vagina secara normal mengandung: sel epitel vagina. vagina. menopause. benda asing. Infeksi oleh bakteri diantaranya gonokokkus. sekresi dari endoserviks berupa mukus. Pada keadaan normal. Sistem imun tubuh akan bekerja membantu fungsi dari basil doderlein sehingga terjadi pengeluaran lekosit PMN maka terjadilah leukorea. virus. neoplasma/keganasan pada alat genitalia.2. treponema pallidum. tuba fallopi.1 Basil doderlein mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga suasana vagina dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme patologis karena basil doderlein mempunyai kemampuan mengubah glikogen dari epitel vagina yang terlepas menjadi asam laktat. klamidia trakomatis. sehingga vagina tetap dalam keadaan asam dengan pH 3.1 leukorea normal bisa merupakan kombinasi hasil sekresi dari vulva. beberapa jenis kokus seperti streptokokus.1 Apabila terjadi suatu ketidakseimbangan suasana flora vagina yang disebabkan oleh beberapa faktor maka terjadi penurunan fungsi basil doderlein dengan berkurangnya jumlah glikogen karena fungsi proteksi basil doderlein berkurang maka terjadi aktivitas dari mikroorganisme patologis yang selama ini ditekan oleh flora normal vagina.0 – 4. Leukorea patologis Leukorea patologis disebabkan oleh infeksi bakteri. parasit. dan eschericia coli. uterus. konsistensi. sekresi dari saluran yang lebih atas dalam jumlah yang bervariasi serta mengandung berbagai mikroorganisme terutama laktobasilus doderlein. cairan yang keluar dari vagina wanita dewasa sebelum menopause terdiri dari epitel vagina.

seperti handuk atau bibir kloset. walaupun jarang dapat juga ditularkan melalui perlengkapan mandi. Cairan di vagina sering berbau.1 . kadar glikogen menurun dan basil doderlein berkurang. menyerupai air sabun dan berbau.1 Adanya benda asing seperti tertinggalnya kondom atau benda tertentu yang dipakai pada waktu senggama. Vagina menjadi kering dan lapisan sel menjadi tipis.kental. berwarna putih susu. Menurut Hamperl dan Kaufman (1959) penyebab erosi ini tidak diketahui. Pada keadaan seperti ini akan terjadi pengeluaran cairan yang banyak disertai bau busuk akibat terjadinya proses pembusukan tadi dan seringkali disertai oleh adanya darah yang tidak segar. tetapi vagina tampak kemerahan dan timbul rasa nyeri bila ditekan atau perih bila berkemih. akibatnya terjadi pembusukan dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang bertambah untuk memberikan makanan dan oksigen pada sel kanker tersebut. berbuih. Etiologi terbanyak leukorea karena parasit biasanya disebabkan trikomonas vaginalis. tanpa rasa gatal. vagina tampak kemerahan akibat peradangan. Pada saat menopause sel – sel pada serviks uteri dan vagina mengalami hambatan dalam pematangan sel akibat tidak adanya hormon pemacu.1 Kanker akan menyebabkan leukorea patologis akibat gangguan pertumbuhan sel normal yang berlebihan sehingga menyebabkan sel bertumbuh sangat cepat secara abnormal dan mudah rusak. Keadaan ini memudahkan terjadinya infeksi karena tipisnya lapisan sel epitel sehingga mudah menimbulkan luka dan akibatnya timbul leukorea. yaitu estrogen. Bila daerah merah ini terkelupas akan memudahkan terjadinya infeksi penyerta dari flora normal di vagina sehingga timbul leukorea. Jika rangsangan ini menimbulkan luka akan sangat mungkin terjadi infeksi penyerta dari flora normal yang berada di dalam vagina sehingga timbul keputihan. Leukorea oleh parasit ini tidak selalu gatal.1 Leukorea pada menopause tidak semua patologis.1 Pada masa reproduksi wanita. umumnya epitel kolumnar endoserviks lebih keluar ke arah porsio sehingga tampak bagian merah mengelilingi ostium uteri internum. kemungkinan terjadi akibat kenaikan estrogen. dan sering disertai rasa gatal. adanya cincin pesarium yang digunakan wanita dengan prolapsus uteri dapat merangsang pengeluaran cairan vagina yang berlebihan. Leukorea akibat infeksi virus sering disebabkan oleh kondiloma akuminata dan herpes simpleks tipe 2. Cara penularan penyakit ini melalui senggama. Cairan yang keluar dari vagina biasanya banyak.

Pasien yang tinggal di asrama atau bersama dengan temantemannyakemungkinan tertular penyakit infeksi yang menyebabkanterjadinya leukorea cukup besar. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dalam1 . Contoh kebiasaan yang kurang baik adalah tukar menukar peralatan mandi atau handuk.1 2. Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan melakukan anamnesis. Bila leukorea timbulnya akut dapat diduga akibat infeksi atau pengaruh zat kimia ataupun pengaruh rangsangan fisik.9 b. Hal yang harus ditanyakan adalah jumlah. c. d. Harus dipikirkan kaitannya dengan pengaruh estrogen.1. frekuensinya dan telah berapa lama kejadian tersebut berlangsung. f. Pada penggunaan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan sekresi kelenjar serviks. Bayi wanita atau pada wanita dewasa.2.5. Pada kedua keadaan ini leukorea yang terjadi biasanya merupakan hal yang fisiologis. herpes genitalis. pemeriksaan fisik.5. Hal ini perlu ditanyakan secara detail karena dengan mengetahui hal – hal tersebut dapat diperkirakan kemungkinan etiologinya.5. keruh/jernih. Hal yang perlu ditanyakan adalah kontak seksual terakhir dan dengan siapa dilakukan. ada/tidaknya darah. pemeriksaan dalam serta pemeriksaan laboratorium. Usia. Sifat leukorea. h. g. Kontak seksual. leukorea yang terjadi mungkin karena pengaruh estrogen yang tinggi dan merupakan leukorea yang fisiologis. dan sebagainya. Anamnesis Yang harus diperhatikan dalam anamnesis adalah: a.2. Pemakaian IUD juga dapat menyebabkan infeksi atau iritasi pada serviks yang meragsang sekresi kelenjar serviks menjadi meningkat. e. Menanyakan kepada pasien kemungkinan hamil atau menstruasi. dan konsistensinya. Pada wanita dengan usia yang lebih tua harus dipikirkan kemungkinan terjadinya keganasan terutama kanker serviks. 2. bau. Metode kontrasepsi yang dipakai. Perilaku. kondiloma akuminata. Keadaan ini dapat diperberat dengan adanya infeksi jamur. Wanita dalam usia reproduksi harus dipikirkan kemungkinan suatu penyakit hubungan seksual (PHS) dan penyakit infeksi lainnya. Masa inkubasi. warna. Untuk mengantisipasi leukorea akibat PHS seperti gonorea.

pemeriksaan spekulum untuk melihat vagina dan serviks. Pada trikomonas vaginalis dinding vagina tampak merah dan sembab.5. dan nyeri tekan. labio mayora dapat bengkak. berbenjol-benjol dan ulseratif disertai adanya jaringan nekrotik. Kadang terbentuk abses kecil pada dinding vagina dan serviks yang tampak sebagai granulasi berwarna merah dan dikenal sebagai strawberry appearance. memberikan gambaran seperti bunga kol. berbenjol-benjol. gagal ginjal. Kadang-kadang kelenjar Bartolini ikut meradang dan terasa nyeri waktu berjalan atau duduk. Disamping itu tampak sekret yang kental berwarna coklat dan berbau busuk. Pemeriksaan laboratorium1 Beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah: . pesarium. tampon vagina. Pada pemeriksaan serviks dapat ditemukan erosi yang disertai lendir bercampur darah yang keluar dari ostium uteri internum. Adanya benda asing dapat dilihat dengan adanya benda yang mengiritasi seperti IUD. kondom yang tertinggal dan sebagainya. Infeksi Gardnerella vaginalis memberikan gambaran vulva dan vagina yang berwarna hiperemis.Pemeriksaan fisik secara umum harus dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan penyakit kronis. Bila secret banyak dikeluarkan dapat menimbulkan iritasi pada lipat paha atau sekitar genitalia eksterna. edema dan sekret yang mukopurulen. Pada kandidiasis vagina dapat ditemukan peradangan pada vulva dan vagina. sekret yang melekat pada dinding vagina dan terlihat sebagailapisan tipis atau berkilau. Pada kanker serviks awal akan terlihat bercak berwarna merah dengan permukaan yang tidak licin. kelainan yang dapat ditemui adalah orifisium uretra eksternum merah.3. yang jika diangkat meninggalkan bekas yang agak berdarah. 2. merah. Untuk menilai cairan dinding vagina. Gambaran ini dapat berkembang menjadi granuler. Pada pemeriksaan melalui spekulum terlihat serviks merah dengan erosi dan sekret mukopurulen. Pada kanker serviks lanjut. pada dinding vagina sering terdapat membran-membran kecil berwarna putih. hindari kontaminasi dengan lender serviks. pemeriksaan pelvis bimanual.10 Pada infeksi karena gonokokkus. serviks menjadi nekrosis. infeksi saluran kemih dan infeksi lainnya yang mungkin berkaitan dengan leukorea. Pemeriksaan yang kusus harus dilakukan adalah pemeriksaan genitalia yang meliputi: inspeksi dan palpasi genitalia eksterna. ulseratif dan permukaannya bergranuler.

Pewarnaan gram. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi herpes genitalis dan human papiloma virus dengan pemeriksaan ELISA. Penilaian sediaan basah. Tes Pap Smear.1. e.6. Memakai alat pelindung. Preventif1 Pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Penilaian diambil untuk pemeriksaan sediaan basah dengan KOH 10%. tanpa ditemukan laktobasil. tetapi seringkali kuman tidak tumbuh sehingga harus hati-hati dalam penafsiran. Sedangkan kandida albikans dapat dilihat jelas dengan KOH 10% tampak sel11 ragi (blastospora) atau hifa semu.0 – 4. b. Penentuan pH. f. Vaginitis nonspesifik yang disebabkan gardnerella vaginalis pada sediaan dapat ditemukan beberapa kelompok basil. Sel-sel ini disebut clue cell yang merupakan ciri khas infeksi gardnerella vaginalis. Pemeriksaan serologis. dan banyak sel-sel epitel yang sebagian besar permukaannya berbintik-bintik. Neisseria gonorrhea memberikan gambaran adanya gonokokkus intra dan ekstraseluler. lekosit yang tidak seberapa banyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan tertularnya penyakit karena hubungan seksual. d. Pemakaian obat antibiotic dengan dosis profilaksis atau dosis yang tidak tepat juga akan merugikan karena selain kuman tidak terbunuh juga terdapat kemungkinan kebal terhadap obat jenis tersebut.6. c.a. Penatalaksanaan 2. salah satunya dengan menggunakan kondom. Kondom dinilai cukup efektif dalam mencegah penularan PHS. diantaranya: a. Penentuan pH dengan indikator pH (3. Trikomonas vaginalis akan terlihat jelas dengan garam fisiologis sebagai parasit berbentuk lonjong dengan flagelanya dan gerakannya yang cepat.5) b. Gardnerella vaginalis memberikan gambaran batang-batang berukuran kecil gram negatif yang tidak dapat dihitung jumlahnya dan banyak sel epitel dengan kokobasil. . Kultur. Dengan kultur akan dapat ditemukan kuman penyebab secara pasti. dan pemeriksaan sediaan basah dengan garam fisiologis. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya keganasan pada serviks 2. Pemakaian antiseptik cair untuk membersihkan vagina pada hubungan yang dicurigai menularkan penyakit kelamin relatif tidak ada manfaatnya jika tidak disertai dengan pengobatan terhadap mikroorganisme penyebab penyakitnya. Pemakaian obat atau cara profilaksis.

Untuk gonokokkus dapat diberikan: tetrasiklin 4x250 mg peroral/hari selama 10 hari atau dengan kanamisin dosis 2 gram IM. bukan secara mendadak. c.Pemakain obat mengandung estriol baik krem maupun obat minum bermanfaat pada pasien menopause dengan gejala yang berat. b. Sedangkan pada wanita hamil dapat diberikan eritromisin 4x250 mg peroral/hari selama 10 hari atau spektinomisin dosis 4 gram IM. 2. Parasit. Pada infeksi trikomonas vaginalis diberikan metronidazol 3x250 mg peroral selama 10 hari. Untuk mencegah timbulnya residif tablet vagina mikostatin ini dapat diberikan seminggu sebelum haid selama beberapa bulan. Obat lainnya metronidazole 3x250 mg peroral/hari selama 7 hari (untuk pasien dan suaminya). c. 2. Pada infeksi kandida albikans dapat diberikan mikostatin 10. Kanker serviks dapat dicegah secara dini dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala. Treponema pallidum diberikan Benzatin Penisilin G 2.4 juta unit IM dosis tunggal atau Doksisiklin 2x200 mg peroral selama 2 minggu. Gardnerella vaginalis dapat diberikan clindamycin 2x300 mg peroral/ hari selama 7 hari. Pemeriksaan dini.6. 1. Kuratif1 Terapi leukorea harus disesuaikan dengan etiologinya a. 3.2. Karena sering timbul rekurens. Bakteri. . pemakaian kondom dan pengobatan pasangannya. Selain itu dapat juga digunakan sediaan klotrimazol 1x100 mg intravaginal selama 7 hari. Dengan pemeriksaan pap smear dapat diamati adanya perubahan selsel normal menjadi kanker yang terjadi secara berangsur-angsur. Obat lainnya adalah sefalosporin dengan dosis awal 1 gram selanjutnya 2x500 mg/hari selama 2 hari.000 unit intravaginal selama 14 hari. Obat lainnya adalah itrakonazol 2x200 mg peroral dosis sehari. Klamidia trakomatis diberikan tetrasiklin 4x500 mg peroral/hari selama 7 – 10 hari. Jamur. 4. maka dalam terapi harus diperhatikan adanya infeksi kronis yang menyertainya.

Pendekatan yang memandang pasien sebagai manusia seutuhnya yang tidak terlepas dari lingkungannya harus dipikirkan.01 mg/hari selama 21 hari persiklus. Pengobatan yang diberikan adalah pemberian krem estrogen dan obat peroral yaitu stilbestrol 0. 2.5% di tempat dimana kutil berada. Human papiloma virus: pemberian vaksinasi mungkin cara pengobatan yang rasional untuk virus ini. Dapat diberikan obat topikal podofilin 25% atau podofilotoksin 0. serta pemberian obat topikal larutan neutral red 1% atau larutan proflavin 0. Virus. 2. Pengobatan pada kasus ini adalah dengan menghindari alergen penyebabnya.5 mg/hari selama 25 hari persiklus atau etinil estradiol 0.d. Perlu diperhatikan semua faktor predisposisi timbulnya keluhan leukorea serta pengobatan pada pasangannya. 2. Vaginitis alergika. Untuk mengobati pasien ini perlu pendekatan psikologis bahwa ia sebenarnya tidak menderita kelainan yang berarti dan hal tersebut timbul akibat konflik emosional. e.7. Vaginitis psikosomatis. Bila kondiloma berukuran besar dilakukan kauterisasi. 1. Kondiloma akuminata dapat diobati dengan menggunakan suntikan interferon suatu pengatur kekebalan. 1. Vaginitis kronis/rekurens. Pada kasus yang dicurigai vaginitis alergika tetapi tidak diketahui penyebabnya dapat diberikan antihistamin. tampon. 3. Komplikasi . tetapi vaksin ini masih dalam penelitian. Vaginitis lainnya. Vaginitis atropika. sabun. Bila pada kultur ditemukan hasil positif sebaiknya diberikan pengobatan sebelum menstruasi selama 3 bulan berturut-turut dengan clotrimazole 1x100 mg intravaginal selama 5 hari atau ketokonazole 2x200 mg dimulai hari pertama haid. 4.1%. 3. pembalut wanita. misalnya terhadap tissue. Virus Herpes tipe 2: dapat diberikan obat anti virus dan simtomatis untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal.

Fungsi dari duh tubuh vagina adalah untuk membersihkan dan melindungi vagina. jika duh tubuh yang keluar tidak seperti biasanya baik warna ataupun penampakannya. Leukorea (fluor albus/white discharge/keputihan/vaginal discharge/duh tubuh vagina) adalah pengeluaran cairan dari alat genitalia yang tidak berupa darah. kemugkinan itu merupakan tanda adanya sesuatu yang salah.6 · Kandidiasis mengalami kesembuhan rata-rata 80 . Kebanyakan duh tubuh vagina adalah normal. maupun jumlahnya. Leukorea fisiologis terdapat pada bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari. Duh tubuh vagina merupakan kombinasi dari cairan dan sel yang secara berkelanjutan melewati vagina. bau. karena pengaruh estrogen dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. rangsangan seksual sebelum dan pada waktu koitus akibat . dan dalam waktu yang lama dapat terjadi infertilitas6 · Seperti halnya apabila benda asing bertahan di dalam tubuh dapat terjadi toxic shock syndrome6 · Polip servikalis umumnya tidak membahayakan walaupun dapat menyebabkan infertilitas pada waktu berkembang sangat besar6 · Adanya komplikasi yang spesifik berhubungan dengan leukorea pada kehamilan seperti kelahiran prematur.· Pada kasus yang tidak diobati. infeksi vagina sederhana dapat menyebar ke traktus reproduksi bagian atas dan menybabkan penyakit lain yang lebih serius. Prognosa · Vaginosis bakterial mengalami kesembuhan rata-rata 70 – 80% dengan regimen pengobatan yang telah dibahas sebelumnya. ruptur membrane yang prematur.95%.6 BAB III KESIMPULAN Leukorea merupakan salah satu masalah yang banyak dikeluhkan wanita mulai dari usia muda sampai usia tua. Akan tetapi. berat badan bayi lahir rendah. Etiologi leukorea sampai sekarang masih sangat bervariasi sehingga disebut multifaktorial. atau keluhannya disertai dengan nyeri. Leukorea fisiologis adalah cairan yang keluar dari vagina yang bukan darah dengan sifat yang bermacam-macam baik warna.8.6 2. dan endometritis paska kelahiran. saat menars.6 · Trikomoniasis mengalami kesembuhan rata-rata 95%. karena pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.

tes pap smear.id/files/cdk/files/cdk_074_kulit_%28i%29. saat kehamilan. mood (perasaan hati).Kariadi Semarang.undip. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. gardnerella vaginalis. dan erosi. jamur. perilaku. kultur. saat pemakaian kontrasepsi hormonal.id/12387/1/2004PPDS3634.Diagnosis ditegakkan dengan melakukan anamnesis. (Diakses tanggal25 maret 2013).pdf. klamidia trakomatis. kontak seksual. berwarna putih susu. DAFTAR PUSTAKA 1. masa inkubasi. parasit. penilaian sediaan basah. Leukorea patologis disebabkan oleh infeksi bakteri. dan pemeriksaan dini. 2.co. pemakaian obat atau cara profilaksis. pewarnaan gram. Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan adalah penentuan pH. stress. Jakarta: Pusat Penelitian Penyakit Menular. Karakteristik Penderita Fluor Albus di Puskesmas Cempaka Putih Barat I Jakarta. virus. Dewi R M. Yang harus diperhatikan dalam anamnesis adalah usia. pembilasan vagina secara rutin. Semarang: Bagian Obstetri Dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Departemen kesehatan RI. dan sering disertai rasa gatal. Ramayanti. Infeksi oleh bakteri diantaranya gonokokkus. saat ovulasi. cairan yang keluar dari vagina biasanya kental. menopause. neoplasma/keganasan pada alat genitalia. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dalam yang perlu diperhatikan adalah ciri-ciri duh tubuh di alat reproduksi wanita tersebut yang akan disesuaikan dengan penyebabnya. metode kontrasepsi yang dipakai. 2004. pemeriksaan dalam serta pemeriksaan laboratorium. vagina tampak kemerahan akibat peradangan.ac.kalbe. Sedangkan terapi kuratif harus disesuaikan dengan etiologinya. Diunduh dari:http://www. Preventif diantaranya memakai alat pelindung. berasal dari sekret kelenjar serviks uteri yang menjadi lebih encer. benda asing. Leukorea patologis oleh jamur biasanya disebabkan oleh spesies kandida. menanyakan kepada pasien kemungkinan hamil atau menstruasi.pdf . (Diakses tanggal 25 maret 2013). sifat leukorea. pemeriksaan serologis. Penatalaksanaan leukorea meliputi preventif dan kuratif. Pola Mikroorganisme Fluor Albus Patologis Yang Disebabkan Oleh infeksi Pada Penderita Rawat Jalan Di Klinik Ginekologi Rumah Sakit Umum Dr. Reny M. Tjitra E. Diunduh dari: http://eprints. pemeriksaan fisik. treponema pallidum.transudasi dinding vagina.

10. Vaginal Discharge: What’s Normal? What’s Not?. (Diakses tanggal 25 maret 2013). Diunduh dari: http://www.3. Vaginal Discharge Syndrome (VDS). Self Care Health Advice For Live.au/documents/doctor/AdvantageBioCare_S TI_Flowchart. (Diakses tanggal 25 maret 2013).org/uploads/Articles/Vaginal_Discharge%5B2%5D. Tidy C.htm. Diucapkan Dihadapan Rapat Terbuka Universitas Sumatera Utara.com/ImgUpd/Vaginal_Discharge. 4. Diunduh dari: http://www.advantagebiocare. Kampus USU.co. Diunduh dari: http://www. Advantage Health Care.rafflesmedicalgroup.pdf 5.pdf 9. (Diakses tanggal 25 maret 2013).com.nationalpharmacies.groupeelva. Vaginal Discharge (Speculum And Microscope). 8. Mayo clinic staff. Anonim. Diunduh dari: http://www. (Diakses tanggal 25 maret 2013). Diunduh dari: http://www.com/health/vaginal-discharge/MY00097.Anonim.patient. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam BidangIlmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin Pada Fakultas Kedokteran. (Diakses tanggal 25 maret 2013).com.kflapublichealth.uk/doctor/Vaginal-Discharge.au/library/Vaginal_Discharge_Oct2011_V 4. Pharmaceutical Society Of Australia. (Diakses tanggal 25 maret 2013). Vaginal Discharge. Vaginal discharge. Mikologi Dan Mikologi Kedokteran Beberapa pandangan Dermatologis. Anonim. (Diakses tanggal 25 maret 2013).pdf.pdf. (Diakses tanggal 25 maret 2013).mayoclinic. 11. Anonim. Anonim. Vaginal Discharge. An Accredited Local Public Health Agency Affiliated With Queen’s University.ca/Files/Resources/224_vaginal_discharge. 6. Medan: Gelanggang Mahasiswa.id/id/files/pidato/ppgb/2005/ppgb_2005_mansur_amirsyam _nasution.Anonim.ac. Diunduh dari: http://www.pdf. Reviewed June 2010. vaginal discharge. Diunduh dari: . 2005. Diunduh dari: http://www. KFL & A Public Health. Diunduh dari: http://www.pdf.usu. Nasution M A. 7. Pubished October 2010. (Diakses tanggal 25 maret 2013). Patient Advisories: Vaginal Discharge.

pdf.za/Uploads/549aff83-6a6b-44f5-bb80d224ed465d92/Vag%20Dis. .ac.http://familymedicine.ukzn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful