BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, dan mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sejalan dengan visi Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) tersebut, maka diharapkan Program Keluarga Berencana Nasional akan memberikan kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk, untuk memastikan bahwa setiap orang atau pasangan mempunyai akses informasi dan pelayanan KB agar dapat merencanakan waktu yang tepat untuk kehamilan, jarak kehamilan dan jumlah anak, dengan demikian diharapkan tidak ada kehamilan yang tidak diinginkan melainkan setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan (BKKBN, 2009). Metode kontrasepsi AKDR dapat menjadi pilihan utama untuk menjarangkan kehamilan dengan periode usia akseptor antara 20-35 tahun, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 2-4 tahun. Metode kontrasepsi ini sangat efektif karena memiliki kelebihan yaitu efektifitas dan reversibilitas yang tinggi, dapat dipercaya, murah harganya, dan mudah dalam pelaksanaannya serta kegagalan yang disebabkan karena kesalahan akseptor relatif kecil (BKKBN, 2009).

1

B.

Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang kontrasepsi AKDR sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami sebagai mahasiswa kebidanan.

2

Pengertian AKDR adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik. 2010). 2009). dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduktif (Handayani. diikat dengan benang lalu dimasukkan kedalam rongga rahim (Handayani. 2010). (Hartanto. menghalangi fertilisasi. 3 . dan masa aktif fungsi kontrasepsinya). AKDR atau spiral adalah suatu alat yang dimasukkan kedalam rahim wanita untuk tujuan kontrasepsi (Handayani. mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan kedalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang (Handayani.BAB II PEMBAHASAN A. bahan. 2010). 2010). dipasang langsung di dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan. diletakkan dalam kavum uteri sebagai usaha kontrasepsi. dan menyulitkan telur berimplantasi dalam uterus (Hidayati. AKDR adalah suatu usahah pencegahan kehamilan dengan menggulungkan secarik kertas yang terbuat dari secarik kertas. ukuran. 2010). AKDR atau IUD adalah suatu alat kontrasepsi modern yang telah dirancang sedemikian rupa (baik bentuk. AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan kedalam rahim yang sangat efektif. reversibel dan berjangka panjang. AKDR atau IUD atau spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur.

AKDR Non-hormonal Pada saat ini AKDR telah memasuki generasi ke-4. Nova-T. Cu T 380 A (daya kerja 8 tahun). CUT. Spring Coil.Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dalam rahim sebagai pencegah kehamilan. Pada jenis Medicated IUD 4 . Cara kerjanya sebagai benda asing dalam rahim dapat menimbulkan reaksi peradangan setempat. Intra uterine device (IUD) relatif aman dan efektif dalam mencegah kehamilan (Hidayati . Cu T 220 (daya kerja 3 tahun). Multiload. Mulai dari generasi pertama yang terbuat dari benang sutra dan logam sampai generasi plastik (polietilen) baik yang ditambah obat atau tidak. Cu-7. Jenis-Jenis 1. b. a. dan Graten Ber Ring. Altigon. 2) Bentuk tertutup (Closed Device): Misalnya: Ota-Ring. Nova T (daya kerja 5 tahun). 2009). B. Cu T 300 (daya kerja 3 tahun).Marguiles. Tembaga yang terdapat di dalam IUD mempengaruhi reaksi biokimia dalam rahim yang menyebabkan disfungsi sperma sehingga tidak mampu melakukan pembuahan. ML-Cu 375 (daya kerja 3 tahun). Menurut Tambahan atau Metal 1) Medicated IUD: Misalnya: Cu T 200 (daya kerja 3 tahun). Cu-7. Menurut bentuknya AKDR dibagi menjadi 2: 1) Bentuk terbuka (Open Device): Misalnya: Lippes Loop. Karena itu berpuluh-puluh macam AKDR telah dikembangkan.

5 .angka yang tertera dibelakang IUD menunjukkan luasnya kawat halus tembaga yang ditambahkan. 3) 4) 5) b. IUD yang mengandung hormonal a. Progestasert –T = Alza T 1) Panjang 36 mm. misalnya Cu T 220 berarti tembaga adalah 220 mm2. Lippes Loop dapat dibiarkan in-utero unuk selama-lamanya sampai menopause. 2) Un Medicated IUD: Misalnya: Lippes Loop. Daya kerja 18 bulan. labar 32 mm. Cara insersi Lippes Loop: Push Out. melepaskan 65 µg progesteron setiap hari. Multiload dan Nova-T. Antigon. Tekhnik insersi: Plunging (modified withdrawal) LNG 20 1) Mengandung 46-60 mg Levonolgestrel. 2) Mengandung 38 mg progesteron dan barium sulfat. Tabung insersinya berbentuk lengkung. Cara insersi: Withdrawal. sepanjang tidak ada keluhanan persoalan bagi akseptornya. Marguiles. dengan pelepasan 20µg per hari. dengan 2 lembar benang ekor warna hitam. Saf-T Coil. IUD yang banyak dipakai di Indonesia dewasa ini dari jenis Un Medicated yaitu Lippes Loop dan yang dari jenis Medicated Cu T. Cu-7. 2) Sedang diteliti di Finlandia. 2.

5 per 100 wanita per tahun. Cara Kerja Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui dengan pasti. Mekanisme kerja AKDR sampai saat ini belum diketahui secara pasti. 4) Penghentian pemakaian oleh karena persoalan-persoalan perdarahan ternyata lebih tinggi dibandingkan IUD lainnya. 2. Jenis AKDR yang paling efektif adalah ion logam tembaga (Wiknjosastro. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus. 6 . Rincian mekanisme kerja AKDR adalah sebagai berikut: 1. ada yang berpendapat bahwa AKDR sebagai benda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat. cara kerja AKDR secara umum adalah: 1. 3.3) Angka kegagalan /kehamilan angka terendah: <0. 2008). Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri. Menurut Saifudin (2006). Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi. Beberapa ahli berpendapat bahwa AKDR dalam kavum uteri menimbulkan peradangan pada endometrium yang dapat menghancurkan blastokist dan sperma. karena 25% mengalami amenore atau perdarahan haid yang sangat sedikit (Handayani. dengan serbukan leukosit yang dapat melarutkan blastokist atau sperma. C. 2010).

sedangkan setengah jumlah 7 . Sifat-sifat dari cairan uterus mengalami perubahan-perubahan pada pemakaian AKDR yang menyebabkan blastokist tidak dapat hidup dalam uterus. Semua wanita telah melakukan senggama sekitar waktu ovulasi. Sebagai kontrasepsi darurat (dipasang setelah hubungan suksual terjadi) dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme yang lebih mungkin adalah dengan mencegah terjadinya implantasi atau penyerangan sel telur yang telah dibuahi.. Ini terbukti dari penelitian di Chili: a. 6. 3. 7. yang menyebabkan sering adanya kontraksi uterus pada pemakaian AKDR yang dapat menghalangi nidasi.Diambil ovum dari 14 wanita pemakai IUD dan 20 wanita tanpa menggunakanan kontrasepsi. AKDR yang mengeluarkan hormon akan mengentalkan lendir serviks sehingga menghalangi pergerakan sperma untuk melewati kavum uteri. Pergerakan ovum yang bertambah cepat dalam tuba fallopii. Dari penelitian-penelitian terakhir. 5. b. 4. didangka bahwa IUD juga mencegah spermatozoa membuahi sel telur (mencegah fertilitas). Produksi lokal prostaglandin yang meninggi.Ternyata ovum dari wanita akseptor IUD tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda fertilitas maupun perkembangan embrionik normal. Sebagai metode biasa (yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi) AKDR mengubah transportasi tuba dalam rahim dan memepengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi.2.

Penelitian ini menunjukkan bahwa IUD antara lain bekerja dengan cara mencegah terjadinya fertilisasi... Belum ada AKDR yang 100% efektif. 8 . a.Lendir serviks yang menjadi lebih kental/tebal karena pengaruh progestin (Handayani:2010). d.. 9. 8. b. D.ovum pada wanita ynag tidak menggunakan kontrasepsi menunjukkan tanda-tanda fertilisasi dan perkembangan embrionik normal. c. Untuk IUD yang mengandung Cu: a. b. 2. Untuk IUD yang mengandung hormon progesteron. Angka Kegagalan AKDR Munurut Hartanto (2010)..Mengganggu pengambilan estrogen endogeneuse oleh mukosa uterus.Mengganggu metabolisme glikogen. sebagai alat kontrasep AKDR memiliki kelemahan antara lain : 1. dimana Cu menghambat reaksi carboniyc anhydrase sehingga tidak memungkinkan terjadinya implantasi dan juga mugkin menghambat aktivasi alkali phosphatase.Antagonisme kationic yang spesifik terhadap Zn yang terdapat dalam enzim carboniyc anhydrase yaitu salah satu enzim dalam traktus genitalia wanita. 1 – 3 kehamilan per 100 wanita per tahun.Gangguan proses pematangan proliferatif sekretoir sehingga timbul penekenan terhadap endometrium dan terganggunya proses implantasi endometrium tetap berada dalam fase decidual/progestational.Menganggu jumlah DNA dalm sel Endometrium. c..

Angka kegagalan untuk setiap jenis Lippes loop First Generation Cu dua kehamilan per 100 wanita per tahun. makin tinggi angka ekspulsi dan pengangkatan/pengeluaran IUD.3.6-0. Umur : makin tua usia.8 kehamilan per 100 perempuan dalam satu tahun pertama (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan). 2). Frekuensi senggama. efektivitasnya tinggi. dan mengandung CU atau progesteron. 2.IUD-nya: Bentuk. Sangat efektif 0. 4. terjadinya kehamilan dan pengangkatan/pengeluaran karena alasanalasan medis atau pribadi. 3.Akseptor (1). Efektivitas dari bermacam-macam IUD tergantung pada : a. Ukuran. Angka kegagalan untuk Second Generation Cu adalah 1 kehamilan per 100 wanita per tahun dan 1-4 kehamilan per 100 wanita setelah 6 tahun pemakaian. Efektivitas IUD dinyatakan dalam angka kontinuitas (continuation rate) yaitu berapa lama IUD tetap tinggal in-utero tanpa: Ekspulsi spontan. b. makin rendah angka ekspulsi dan pengangkatan/pengeluaran IUD. Keuntungan-Keuntungan AKDR Hartanto (2010) menyimpulkan beberapa keuntungan AKDR antara lain : 9 . 3). Sebagai kontrasepsi. Paritas : makin muda usia. makin rendah angka kehamilan. terutama pada nuligravida. Efektivitas AKDR menurut Suparyanto antara lain : 1. (Handayani:2010) E.

5. 8. 4. 3. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan. Ekspulsi lebih jarang. 4. Kehilangan darah haid lebih sedikit. baik pada insersi interval. Meningkatkan kenyamanan hubungan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat. 10. Ukuran tabung inserter lebih kecil Arum dan Sujiyatini (2008) juga mengungkapkan bahwa AKDR memiliki keuntungan-keuntungan yaitu : 1. 2.8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). 9. 10 . 2. 7. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi). Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Sebagai kotrasepsi. Sangat efektif 0. 6.1. post-partum maupun post-abortus. 3. Dapat lebih ditolerir oleh wanita yang belum punya anak atau wanita dengan paritas rendah. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR (CuT-380A).6 – 0. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume Air Susu Ibu (ASI). efektifitasnya tinggi. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti).

Gangguan pada suami dan ekspulsi : Suami kadangkala dapat merasakan adanya benang saat bersanggama. 13. Rasa nyeri dan kejang di perut : Biasanya rasa nyeri terjadi segera setelah pemasangan AKDR 3. Terjadi perdarahan (spotting antara menstruasi). F. 2. 2. Kerugian Secara garis besar Arum dan Sujiyatini (2008). Membantu mencegah kehamilan ektopik.11. Sedangkan menurut Wiknjosastro (2008). Saat haid lebih sedikit. 11 . Dapat digunakan sampai menopouse (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir). AKDR juga dapat menimbulkan beberapa efek samping antara lain : 1. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan. 12. 3. 4. mengungkapkan bahwa AKDR sebagai alat kontrasepsi juga memiliki beberapa kerugian juga kekurangana yaitu : 1. Perdarahan : Umumnya pada saat pemasangan AKDR dapat terjadi perdarahan sedikit-demi sedikit namun cepat berhenti. Terjadi perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan). Haid menjadi lebih lama dan banyak.

Ibu usia produktif. tumor jinak payudara. 2. 3. 12. TBC non-pelvik.G. Tidak menyukai untuk mengingat-ingat minum pil. Keadaan nulipara. Ibu dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi. Sedang hamil (diketahui hamil atau kemungkinan hamil). 10. Perdarahan pervaginam yang tidak di ketahui penyebabnya 12 . skistosomiasi. Tidak menghendaki metode hormonal. varises. Sedang memakai antibiotika atau obat anti kejang. Resiko rendah dari IMS. sakit kepala. kanker payudara. Ibu yang menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Ibu pasca melahirkan dan tidak menyusui bayinya. 13. epilepsi. pusing-pusing. Yang Tidak dapat menggunakan Keadaan ibu yang tidak dapat menggunakan AKDR menurut Arum dan Sujiyatini (2008) yaitu : 1. Ibu yang mengalami abortus dan tidak terlihat adanya tanda infeksi. 2. malaria. stroke diabetes. 11. 6. 4. Ibu perokok. Ibu menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi. jantung. Yang dapat menggunakan AKDR Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan AKDR menurut Arum dan Sujiyatini (2008) antara lain : 1. 5. 7. H. Gemuk ataupun kurus. 8. 9.

4. Sedang menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim. 2. 6. 3. I. 6. menjelaskan bahwa waktu yang baik dapat dipilih untuk pemasangan AKDR yaitu : 1. 7. 4. Langkah-langkah pemasangan AKDR Langkah 1 1. Waktu Pemasangan AKDR yang baik Hutahaean (2010). 2. Bersamaan dengan menstruasi Segera setelah bersih menstruasi Pada masa akhir puerperium Tiga bulan pasca persalinan Bersamaan dengan seksio sesarea Bersamaan dengan abortus dan kuretase Hari kedua atau ketiga pasca persalinan J. 5. 7. 5. Kanker alat genital Ukuran rongga rahim kurang dari 5cm.3. Diketahui menderita TBC pelvic. 13 . Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilakan klien mengajukan pertanyaan. Pastikan klien telah mengosongkan kandung kencingnya. Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti apabila akan diberitahu bila sampai pada langkah tersebut. 3.

Langkah 4 Masukkan lengan AKDR Copper T-380 A di dalam kemasan sterilnya. Lakukan pemereiksaan spekulum untuk memeriksa adanya cairan vagina. pembengkakan kelenjar getah bening (bubo). dan pemeriksaan mikroskopis bila diperlukan. pembengkakan kelenjar bartholini dan kelenjar skene.Langkah 2 1. Langkah 6 Masukkan sonde uterus untuk menentukan posisi uterus dan kedalaman kavum uteri. bakterial vaginosis (preparat basah Saline dan KOH serta pemeriksaan pH) untuk memeriksa adanya gonorea atau klamidia. Periksa genitalia eksterna untuk memeriksa adanya ulkus. 3. Langkah 5 Tenakulum untuk menjepit serviks poada posisi jam 1 atau jam 11. Memasukkan sonde sekali masuk dengan tekhnik tanpa sentuh (no touch) dimaksudkan untuk mengurangi risiko infeksi. 14 . posisi uterus. trikomonas. Lakukan pemeriksaan panggul untuk menetukan besar. servisitis. Untuk memeriksa adanya nyeri goyang serviks dan tumor pada adneksa atau pada kavum douglasi. konsistensi dan mobilitas uterus. 2. Lagkah 3 Lakukan pemeriksaan mikroskopik bila tersedia dan ada indikasi untuk memeriksa adanya jamur.

Langkah ini menjamin bahwa lengan AKDR akan berada tetap di tempat yang setinggi mungkin dalam kavum uteri. Pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan. dorong kembali tabung inserter dengan pelan dan hati-hati sampai terasa ada tahanan fundus. Dengan cara ini lengan AKDR akan berada tepat di fundus (puncak kavum uteri).Langkah 7 1. Pastikan leher biru tetap dalam posisi horizontal. 3. 2. Sesuai dengan arah dan posisi kavum uteri. Masukkan dengan pelan dan hati-hati tabung inserter yang sudah berisi AKDR kedalam kanalis servikalis dengan mempertahankan posisi leher biru dalam arah horizontal. Keluarkan pendorong dengan tetap memegang dan menahan tabung inserter. kanalis servikalis dan vagina berada dalam satu garis lurus. sedang tangan lain menarik tabung inserter sampai pangkal pendorong. 5. 4. dorong tabung inserter sampai leher biru menyentuh serviks atau sampai terasa ada tahanan dari fundus uteri. Tarik tenakulum (yang masih menjepit serviks sesudah melakukan sonde uterus) sehingga kavum uteri. Atur letak leher biru pada tabung inserter sesuai dengan kedalaman kavum uteri. 6. 15 .

Langkah-langkah pencabutan AKDR Langkah 1 Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan persilakan klien untuk bertanya. Langkah 9 Lakukan dekontaminasi alat-alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai dipakai. Langkah 8 Buang bahan-bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan. 2. 16 . Ajarkan pada klien bagaimana cara memeriksa benang AKDR (dengan model bila tersedia). Pada waktu benang tampak tersembul keluar dari lubang serviks sepanjang 3-4 cm. K. Lepas tenakulum. potong benang tersebut degan menggunakan gunting mayo yang tajam. Langkah 10 1. Bila ada perdarahan banyak dati tempat bekas jepitan tenakulum. Bersihkan permukaan yang terkontaminasi. Langkah 2 Memasukkan spukulum untuk melihat serviks dan benang AKDR.7. tekan dengan kasa sampai perdarahn terhenti. Keluarkan sebagian tabung inserter dari kanalis servikalis. Minta klien menunggu di klinik selam 15-30 menit setelah pemasangan AKDR. 8.

Langkah 4 1. Pencabutan normal. Memberitahu mungkin timbul sakit tapi itu normal. Bila benang putus saat ditarik tetapi ujung AKDR masih dapat dilihat maka jepit ujung AKDR tersebut dan tarik keluar. 3. AKDR biasanya dapat dicabut dengan mudah. putar pelan-pelan sambil tetap menarik selama klien tidak mengeluh sakit. 2. Meminta klien untuk tenang dan menarik napas panjang. Bila sebagian AKDR sudah tertarik keluar tetapi kemudian mengalami kesulitan menarik seluruhnya dari kanalis servikalis. Mengatakan kepada klien bahwa sekarang akan dilakukan pencabutan. Bola dari pemeriksaan bimanual didapatkan sudut antara uterus dengan kanalis 17 .Langkah 3 Mengusap serviks dan vagina dengan larutan antiseptik 2 sampai 3 kali. Untuk mencegah benangnya putus. Pencabutan sulit. Bila benang AKDR tidak tampak. masukkan klem atau alat pencabut AKDR kedalam kavum uteri untuk menjepit benang atau AKDR itu sendiri 4. Bila tidak ditemukan pada kanalis servikalis. tarik dengan kekuatan tetap dan cabut AKDR dengan pelan-pelan. Jepit benang di dekat serviks dengan menggunakan klem lurus atau lengkung (ekstraktor) yang sudah didisinfeksi tingkat tinggi atau steril dan tarik benang pelan-pelan. tidak boleh menarik dengan kuat. periksa pada kanalis servikalis dengan menggunakan klem lurus atau lengkung.

gunakan tenakulum untuk menjepit serviks dan lakukan tarikan ke bawah dan ke atas dengan pelan-pelan dan hati-hati. sambil memutar klem. 18 . 2006).servikalis yang sangat tajam. Jangan menggunakan tenaga besar (YBPSP.

Cara kerjanya sebagai benda asing dalam rahim dapat menimbulkan reaksi peradangan setempat.macam kontrasepsi AKDR yaitu : 1.BAB III PENUTUP A. B. 19 . Tembaga yang terdapat di dalam IUD mempengaruhi reaksi biokimia dalam rahim yang menyebabkan disfungsi sperma sehingga tidak mampu melakukan pembuahan. AKDR Non-hormonal IUD yang mengandung hormonal Dalam pemakaian AKDR sebaiknya calon akseptor memahami keuntungan dan kerugian kontrasepsi AKDR dan efek samping serta cara kerja AKDR melalui penjelasan atau KIE baik lisan maupun tertulis. tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. 2. Saran Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Saat klien datang pada kunjungan ulang harus ditanyakan ada masalah dalam penggunaan kondom dan kepuasan dalam menggunakannya. Intra uterine device (IUD) relatif aman dan efektif dalam mencegah kehamilan. Penyusun berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Kesimpulan AKDR merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dalam rahim sebagai pencegah kehamilan. Macam.

com/2011/04/konsep-iud-intra-uterune-divice. Pengantar Statistik Pendidikan. Rineka Cipta. Ilmu Kebidanan. Trans Info Media Jakarta. Raja Grafindo Persada. 2010. Metode Kontrasepsi AKDR. 2006. S.DAFTAR PUSTAKA Abied. A. H. Prosedur penelitian. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi..S. Pustaka Sinar Harapan. D. Hartanto.. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 20 .masbied. Panduan Lengkap KB Terkini. Online : http://www.. 2004. 2006. Jakarta. PenerbitMitra Cendekia. Jakarta. Saifudin. H. Jakarta Arum. Jakarta. Hutahaean. Online http://drsuparyanto.com. Arikunto. 2011. 2008. Sujiyatini. AKDR.blogspot. PT.. S. Jogyakarta. 2008.N.html Sudiono. 2010. Asuhan Keperawatan Dalam Maternitas dan Ginekologi.. Wiknjosastro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful