Sejarah Pendidikan Agama Islam Masa Abbasiyah

A. PENDAHULUAN Sejarah pendidikan Islam erat kaitannya dengan sejarah Islam, karena proses pendidikan Islam sejatinya telah berlangsung sepanjang sejarah Islam, dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya umat Islam itu sendiri. Melalui sejarah Islam pula, umat Islam bisa meneladani model-model pendidikan Islam di masa lalu, sejak periode Nabi Muhammad SAW, sahabat dan ulama-ulama sesudahnya. Para ahli sejarah menyebut bahwa sebelum muncul sekolah dan universitas, sebagai lembaga pendidikan formal, dalam dunia Islam sesungguhnya sudah berkembang lembaga-lembaga pendidikan Islam non formal, diantaranya adalah masjid. Masjid pada masa Nabi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat menyiarkan ilmu pengetahuan pada anak-anak dan orang-orang dewasa, disamping sebagai tempat peradilan, tempat berkumpulnya tentara dan tempat menerima duta-duta asing. Bahkan di masa Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah, masjid yang didirikan oleh penguasa umumnya dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pendidikan seperti tempat belajar, ruang perpustakaan dan buku-buku dari berbagai macam disiplin keilmuan yang berkembang pada saat itu. Sebelum al-Azhar didirikan di Kairo, sesungguhnya sudah banyak masjid yang dipakai sebagai tempat belajar, tentunya dengan kebijakan-kebijakan penguasa pada saat itu. Islam mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, terutama pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada saat itu, mayoritas umat muslim sudah bisa membaca dan menulis dan dapat memahami isi dan kandungan al-Quran dengan baik. Pada masa ini murid-murid di tingkat dasar mempelajari pokok-pokok umum yang ringkas, jelas dan mudah dipahami tentang beberapa masalah. Pendidikan di tingkat dasar ini diselenggarakan di masjid, dimana alQuran merupakan buku teks wajib. Pada tingkat pendidikan menengah diberikan penjelasanpenjelasan yang lebih mendalam dan rinci terhadap materi yang sudah diajarkan pada tingkat pendidikan dasar. Selanjutnya pada tingkat universitas sudah diberikan spesialisasi, pendalaman dan analisa. B. PEMBAHASAN 1. Tujuan pendidikan pada masa Abbasiyah Pada masa Nabi masa khoilfah rasyidin dan umayah, tujuan pendidikan satu saja, yaitu keagamaan semata. Mengajar dan belajar karena Allah dan mengharap keridhoan-Nya. Namun pada masa abbasiyah tujuan pendidikan itu telah bermacam-macam karena pengaruh masyarakat pada masa itu. Tujuan itu dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Tujuan keagamaan dan akhlak Sebagaiman pada masa sebelumnya, anak-anak dididik dan diajar membaca atau menghafal Al-Qur‟an, ini merupakan suatu kewajiban dalam agama, supaya mereka mengikut ajaran agama dan berakhlak menurut agama. b. Tujuan kemasyarakatan

Para pemuda pada masa itu belajar dan menuntut ilmu supaya mereka dapat mengubah dan memperbaiki masyarakat, dari masyarakat yang penuh dengan kejahilan menjadi masyarakat yang bersinar ilmu pengetahuan, dari masyarakat yang mundur menuju masyarakat yang maju dan makmur. Untuk mencapai tujuan tersebut maka ilmu-ilmu yang diajarkan di Madrasah bukan saja ilmu agama dan Bahasa Arab, bahkan juga diajarkan ilmu duniawi yang berfaedah untuk kemajuan masyarakat. c. Cinta akan ilmu pengetahuan Masyarakat pada saat itu belajar tidak mengaharapkan apa-apa selain dari pada memperdalam ilmu pengetahuan. Mereka merantau ke seluruh negeri islam untuk menuntut ilmu tanpa memperdulikan susah payah dalam perjalanan yang umumnya dilakukan dengan berjalan kaki atau mengendarai keledai. Tujuan mereka tidak lain untuk memuaskan jiwanya untuk menuntut ilmu. d. Tujuan kebendaan Pada masa itu mereka menuntut ilmu supaya mendapatkan penghidupan yang layak dan pangkat yang tinggi, bahkan kalau memungkinkan mendapat kemegahan dan kekuasaan di dunia ini, sebagaimana tujuan sebagian orang pada masa sekarang ini.[1] 2. Tingkat-tingkat Pengajaran Pada masa Abbasiyah sekolah-sekolah terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. Tingkat sekolah rendah, namanya Kuttab sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Di samping Kuttab ada pula anak-anak belajar di rumah, di istana, di took-toko dan di pinggir-pinggir pasar. Adapun pelajaran yang diajarkan meliputi: membaca Al-Qur‟an dan menghafalnya, pokok-pokok ajaran islam, menulis, kisah orang-orang besar islam, membaca dan menghafal syair-syair atau prosa, berhitung, dam juga pokokpokok nahwu shorof ala kadarnya.[2] 2. Tingkat sekolah menengah, yaitu di masjid dan majelis sastra dan ilmu pengetahuan sebagai sambungan pelajaran di kuttab. Adapun pelajaran yang diajarkan melipuri: Al-Qur‟an, bahasa Arab, Fiqih, Tafsir, Hadits, Nahwu, Shorof, Balaghoh, ilmu pasti, Mantiq, Falak, Sejarah, ilmu alam, kedokteran, dan juga music. 3. Tingkat perguruan tinggi, seperti Baitul Hikmah di Bagdad dan Darul Ilmu di Mesir (Kairo), di masjid dan lain-lain. Pada tingkatan ini umumnya perguruan tinggi terdiri dari dua jurusan: 1) Jurusan ilmu-ilmu agama dan Bahasa Arab serta kesastraannya. Ibnu Khaldun menamainya ilmu itu dengan Ilmu Naqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini meliputi: Tafsir Al-Qur‟an, Hadits, Fiqih, Nahwu, Sharaf, Balaghoh, dan juga Bahasa Arab. 2) Jurusan ilmu-ilmu hikmah (filsafat), Ibnu Khaldun menamainya dengan Ilmu Aqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini meliputi: Mantiq, ilmu alam dan kimia, Musik, ilmuilmu pasti, ilmu ukur, Falak, Ilahiyah (ketuhanan), ilmu hewan, dan juga kedokteran.[3] 3. Perkembangan ilmu pengetahuan di masa Abbasiyah

dan Ahmad bin Hanbal. Ibnu Huzail. Al-Hallaj. Pengetahuan keagamaan seperti fikih. ilmu alam. lalu diterjemahkan dan dipelajari di perpustakaan yang merangkap sebagai lembaga penelitian. sofa. dan Al-Mus‟udi. muncul sejumlah tokoh wanita dibidang ketatanegaraan dan politik seperti Khaizura. Abu Bakar Ar Razy. D I bidang seni musik. Dalam ilmu Tafsir ada Al-Thabari dan Zamakhsyari. Malik bin Anas. Imam Syafi‟I. dan lain-lain. hadis. Al-Biruni. Di bidang Sejarah.000 masjid di Bagdad berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran pada tingkat dasar. ilmu kimia. Dalam ilmu kalam ada Washil bin Atha. Dalam ilmu hadits. Imam Muslim. . India. Baitul Hikmah. Hasan al-Bashri.[5] 1. muncul Shalikhah Shuhda. muncul Zainab Umm Al Muwayid. juga terjadi kemajuaan di bidang perdagangan dan melalui ketiga kota ini dilakukan usaha ekspor impor. Dalam bidang ilmu kedokteran hewan ada Al-Jahiz. Zubaidah. dan lain-lain) ke dalam bahasa Arab. dan Maturidi. dan sebagainya. 2. ilmu hewan.[4] 3. Tokoh-tokohnya antara lain sebagai berikut : Ilmuwan untuk mengungkap rahasia alam. wool. Socrates. 3. Ibnu Maskawaihi. Dalam ilmu tasawuf terdapat Rabi‟ah AlAdawiyah. Buku-buku yang diterjemahkan meliputi ilmu kedokteran. Hasan Al Basri. Di bidang optika ada Ibnu Haytsam. Ibnu „Arabi. seperti karya Aristoteles. Al-Khawarizmi. filsafat. Persia. hiasan. perabot dapu atau rumah tangga. Mesir. kaum muslim dapat mempelajari ilmu-ilmu ilmuilmu itu langsung dalam bahasa arab sehingga muncul sarjana-sarjana muslim yang turut memperluas peyelidikan ilmiah. Imam Malik. dan Bahrun. Menerjemahkan buku-buku dari bahasa asing (Yunani. Dalam bidang filsafat antara lain tercatat Al-Kindi. kain katun. dan Abu Yazid Al-Bustami. Imam Hambali. Ibnu Sina (Avicenna) dan Ibnu Rusydi (Averroes). Di bidang geografi ada Al-Khawarizmi. Sejak Akhir abd ke-10. Sekitar 30. Umar Khayyam dan Al-Thusi. yang dimulai dengan mencari manuskripmanuskrip klasik peninggalan ilmuwan Yunani Kuno. memperbaiki atas kekeliruaan pemahaman kesalahan pada masa lampau. Sejak upaya penerjemahan meluas. dan Ikhwanussafa. mantiq (logika). Di bidang kesusastraan dikenal Zubaidah dan Fasl. Dalam bidang ilmu fiqih terkenal nama Abu Hanifah. Al-Syafi‟ie. aljabar.Pada masa abbsiyah ini terdapat perkembangan ilmu pengetahuan.Farabi. 2. sutra. Plato. Ibnu Sina dan seterusnya yang tidak muat lembaran ini jika diurut satu persatu. Ar-Razi (Rhazes). dan menciptakan pendapat-pendapat atau ide baru. dan lain-lain. dan ilmu falak. Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi (Averroes). Di bidang kehakiman. Ullayyah dikenal dan sangat tersohor pada waktu itu. sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran baru. Di bidang ilmu kimia terkenal nama Ibnu Hayyan. Pada masa bani Abbasiyah. mustalah hadis. Manuskrip-manuskrip tersebut kemudian dibawa ke Baghdad. usul fikih.Syiria Ibrani. Imam Bukhari. Di bidang sains ada Al-Farghani. dan ilmu bahasa semakin berkembang karena di zaman Bani Umayyah usaha ini telah dirintis. Hasil idustri yang diekspor ialah permadani. yang paling populer adalah Bukhari dan Muslim. satin. Pada masa ini muncul ulama-ulama terkenal seperti Imam Abu Hanifah. pesawat. Bidang pendidikan mendapat perhatian yang sangat besar. antara lain sebagai berikut: 1. Al-Ya‟qubi. tafsir. Al-Asy‟ari. Di bidang kedokteran tercatat nama Al-Thabari. Al. ilmu ukur. Ulayyah.

Tahap kedua (abad ke 11) kegiatan pendidikan dan pengajaran diatur oleh pemerintah dan pada masa ini sudah dipengaruhi unsur non-Arab. M.Perkembangaan pendidikan pada masa bani abbasiyah dibagi 2 tahap.[7] C. Jakarta: Prenada Media. 2000. PENUTUP Demikianlah sedikit uraian tentang Sejarah Pendidikan Islam pada masa Abbasiyah. Sejarah Pendidikan Islam. yang akan mengajarkannya menghapal dan membaca Al-Quran lalu dia akan mengajarkannya syair. Hasan. Mamud. Sebagai penutup penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Raja Grafindo Persada. Sunanto. sejarah.Nur. Yatim. kurikulum pendidikan tingkat dasar yang terdiri dari pelajaran membaca. yaitu : pertama. karena ilmu yang erat kaitannya dengan agama seperti bahasa. yang diajarkan melulu agama. Musyrifah. edisi 19 Maret 2001. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam. Peran Islam dalam Kemajuan Eropa. Jakarta: PT. Yunus. saya akan menyuruh orang mengajarinya naik kuda dan memanggul senjata kemudian dia akan mondar-mandir di lorong-lorong kampungnya untuk mendengarkan suara orang-orang yang minta pertolongan…”. kemudian ia bertanya pada ibunya. . prinsip-prinsip dasar Matematika dan pelajaran syair. Pada pendidikan tinggi. kurikulum pendidikan tinggi. kurikulum sejalan dengan fase dimana dunia Islam mempersiapkan diri untuk memperdalam masalah agama. Ada juga kurikulum yang dikembangkan sebatas menghapal Al-Quran dan mengkaji dasar-dasar pokok agama. menulis. hadist. Badri. Berikut sebuah riwayat yang bisa memberikan gambaran tentang kurikulum pendidikan pada tingkat dasar pada saat itu. 1990. Dan apabila dia sudah dewasa. Kedua. Ibunya berkata kepada Yazid: “…apabila ia sudah berusia lima tahun saya akan menyerahkannya kepada seorang muaddib (guru). 2004. Ada juga yang menambahnya dengan mata pelajaran nahwu dan cerita-cerita. Jakarta: PT. tafsir dan hadis juga diajarkan. Kurikulum Pendidikan Pada Masa Abbasiyah Kurikulum yang dikembangkan dalam pendidikan Islam saat itu. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Karena merasa tertarik dengan anak itu. Akan tetapi bukan berarti pada saat itu. Tentunya tulisan ini masih sangat jauh untuk mengungkap secara detail dan sempurna tentang Sejarah Pendidikan Islam pada masa Abbasiyah.[6] 4. menyiarkan dan mempertahankannya. tata bahasa. Untuk itu penulis yakin makalah ini masih membutuhkan banyak koreksi dan masukan. Al Mufadhal bin Yazid menceritakan bahwa pada suatu hari ia berjumpa seorang anak-anak laki dari seorang baduwi. Hidakarya Agung. Daftar Pustaka Basri. Serambi Indonesia. Tahap pertama (awal abad ke-7 M sampai dengan ke-10 M ) perkembangan secara alamiah disebut juga sebagai system pendidikan khas Arabia.

Hidakarya Agung. Kasiran. Hlm. Sejarah Pendidikan Islam. 99 [7] Ibid. . 1985. 54 [3] Musyrifah Sunanto. Jakarta: Prenada Media. M. hlm. Serambi Indonesia. 1985. Sejarah Pendidikan Islam. Peran Islam dalam Kemajuan Eropa. 1985. Raja Grafindo Persada. Hlm. Moh. Hlm. Hlm. 88 [5] Hasan Basri. Sejarah Pendidikan Islam. [6] Zuhairini. 57. dkk. Moh. dkk. [1] Mamud Yunus. 100. Hlm. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. edisi 19 Maret 2001.Nur. Sejarah Pendidikan Islam. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam. Kasiran. Kasiran. Jakarta: PT. dkk. Moh.Zuhairini. [4] Zuhairini. 2004. 1990. 2000. Jakarta: DEPAG. Jakarta: DEPAG. 46 [2] Badri Yatim. Jakarta: DEPAG. Jakarta: PT.

karena dengan menginternalisasikan nilai keimanan berdasarkan tauhid segala kepercayaan yang sesat itu dapat dibersihkan dari jiwa manusia.wordpress. Tauhid merupakan salah satu nilai pokok dalam pendidikan masa itu.com/2009/04/14/pendidikan-islam-sebelum-periode-madrasah/ PENDIDIKAN ISLAM SEBELUM PERIODE MADRASAH Pendidikan islam sebelum periode madrasah Pendahuluan Dalam sejarah awal perkembangan islam pendidikan islam sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah merupakan upaya pembebasan manusia dari belenggu akidah ayang sesat yang dianut oleh kelompok Quraisy dan upaya pembebasan manusia dari segala bentuk penindasan suatu kelompok terhadap kelompom lain yang dipandang rendah status sosialnya. .SUMBER http://dakir.

ia mendirikan sebuah halaqoh para ilmuan dirumahnya yagn memperoleh perhatian secara pribadi. Tertutup artinya hanya mengajarkan pengetahuan agama dan yang terbuka artinya menawarkan pengeatahuan umum. Sejarah pendidikan islam mengalami masa pada periode sebelum adanya madrasah. sebelum pendidikan islam menuju pada masa madrasah. Pada makalah ini akan menjelaskan tentang lembaga pendidikan islam sebelum masa periode madrasah hingga menuju pada seluk beluknya. Kuttab Atau Maktab Kuttab atau maktab berasal dari kata dasar yang sama yaitu kataba yang artinya menulis.Seiring berjalannya waktu. Sementara George Maksidi dalam hal yang sama menyebutkan sebagai lembaga pendidikan eksklusif (tertutup) dan lembaga pendidikan inklusif (terbuka). termasuk filsafat. diklasifikasikan atas dasar muatan kurikulum yang diajarkan. Pembahasan Lembaga pendidikan islam sebelum masa periode madrasah Pada umumnya lembaga pendidikan islam sebelum masa periode madrasah atau disebut juga masa klasik. intelektual yang terjadi di halaqah. Sehingga diharapkan akan mengantarkan pengetahuan tentang pendidikan islam pada masa tersebut. maka ini dapat berarti bahwa aahalaqoh-halaqoh berlangsung di rumah-rumah itu tertentu berukuran kecil. Mengenai waktu dan gambaran penyelenggaraan halaqoh ditemukan contoh praktis. Atas dasar ini. sedangkan kuttab adalah istilah untuk zaman modern. Lembaga-lembaga pendidikan islam sebelum masa periode madrasah adalah sebagai berikut: 1. Munculnya lembaga-lembaga pendidikan non-formal sebelum periode madrasah tersebut diatas memperlihatkan adanya kepedulian terhadap pentingnya pendidikan bagi warga masyarakat juga menunjukkan adanya dinamika pendidikan islam yang amat dinamis. Dari sudut tata krama yang mengajarkan bahwa seseorang yang memandang tamu ke rumahnya harus menyediakan makanan dan minuman.a hal ini misalnya terlihat pada tata krama dan tradisi. serta menunjukkan sebuah model pendidikan ayang demokratis. ia mengatakan bahwa maktab adalah istilah untuk zaman klasik. halaqah. Namun Abdullah Fajar membedakannya. dimana yang pertama mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan yang kedua mengajarkan pengetahuan umum. rumah. Di mana pada waktu itu banyak berdiri kuttab. . Ibnu Sina misalnya menyelenggarakan halaqoh mulai dari waktu fajar hingga pertengahan waktu pagi. Demikian pula al-Ghazali setelah uzlah. kemudian meningkat kepada pengajaran alQur‟an dan pengetahuan agama tingkat dasar. lembaga pendidikan islam di masa klasik menurut Charles Michael Stanton digolongkan ke dalam dua bentuk yaitu lembaga pendidikan formal dan non formal. Kebanyakan para ahli sejarah pendidikan islam sepakat bahwa keduanya merupakan istilah yang sama dalam arti lembaga pendidikan islam tingkat dasar yang mengajarkan membaca dan menulis. perpustakaan. Sedangkan Kuttab atau maktab berarti tempat untuk menulis atau tempat dimana dilangsungkan kegiatan tulis menulis. bebas terkendali. bahkan juga toleransi. Dalam hal ini kurikulumnya meliputi pengetahuan agama dan pengetahuan umum. salon kesustraan dan sebagainya. masjid.

Oleh karena itu ketika nabi hijrah ke Madinah maka sarana yang pertama kali beliau bangun adalah masjid. masjid mempunyai peran penting masyarakat islam yang berfungsi sebagai tempat bersosialisasia. 4. Berkembangnya pengajaran di kuttab yang mulai mengajarkan pengetahuan umum disamping ilmu agama. dan tempat pendidikan. Sebelum masjid dibangun. kaligrafi. Dengan demikian begitu maraknya pendidikan islam pada masa klasik. Walaupun rumah bukanlah tempat yang ideal memberikan pelajaran namun banyak rumah ulama yang dipakai sebagai tempat belajar. Kairo. Hal ini mencakup pengajaran membaca dan menulis. dari India disebelah timur sampai Spanyol di belahan barat. khususnya yang berkaitan dengan nabi Muhammad SAW. Hala ini merupakan akibat dari adanya persentuhan antara islam dengan warisan budaya Helenisme. 2. Pembangunan masjid selalu mendapat perhatian ulama sehingga umat islam berhasil menguasai wilayah. sejarah nabi. Sebagai transmisi keilmuan. Rumah Rumah disini yang dimaksud adalah rumah-rumah ulama. gramatikal bahasa arab. ketika Rosul di Mekkah beliau menggunakan rumah al-Arqam sebagai tempat memberi pealajaran bagi kaum muslimin. 3. Ulama-ulama yang tidak diberi kesempatan mengajar dilembaga formal akan mengajar dirumah mereka. tempat ibadah. Selain itu juga menggunakan rumah beliau sebagai temapta berkumpul untuk belajar islam. rumah muncul lebih awal daripada masjid. Masjid Sejak masa nabi. Diadakannya pengajaran dan perdebatan ilmiah dirumah-rumah tidak lain adalah karena terpaksa atau darurat. Mereka justru bangga karena pelajar-pelajar datang kerumah mereka untuk bertanya dan belajar. khususnya masa keemasan pendidikan islam. Rumah ulama memberikan peranan penting dalam mentransmisikan ilmu agama dan pengetahuan umum. Lembaga pendidikan amasjid tersebar ke plosok wilayah islam. Adapun masjid-masjid yang menjadi pusat perhatian dan kebanggan adalah masjid jami‟ yang ada dikota-kota besar seperti Bagdad.Philips K Hitti mengatakan bahwa kurikulum pendidikan di kuttab berorientasi kepada alQuraa‟an sebagai suatu texbook. Majlis . sehingga banyak membawa perubahan dalam bidang kurikulum pendidikan islam. Hal ini menunjukkan tidak ada rasa terganggu atau berat hati bila rumah mereka dipakai untuk tempat belajar. mengenai kurikulum ini Ahmad Amin pun menyepakatinya. Bahkan dalam perkembnangan berikutnya kuttab dibedakan menjadi dua yaitu akuttab yang mengajarkan pengetahauan non agama (seculer learning) dan kuttab yang mengajarkan ilmu agama (religius learning) Dengan adanya kurikulum tersebut dapat dikatakan bahwa kuttab pada awal perkembangan merupakan lembaga pendidikan yang tertutup dan setelah adanya persentuhan dengan peradaban Helenisme menjadi lembaga pendidikan yang terbuka terhadap pengetahuan umum termasuk filsafat. Belajar di rumah-rumah ulama merupakan fenomena umum di masyarakat islam. Damaskus.

Majlis ini bisa berlangsung antara 20-30 tahun dan jumlahnya peserta yang mengikuti majlis ini dapat mencapai ratusan ribu orang.a atau majlisal-Syafi‟i artinya majlis yang mengajarkan fiqih Imam Syafi‟i. Majlis al-Munazharah yang diselenggarakan secara spontan. demikian jauga khalifah al-Ma‟mun dari Dinasti Abbasiyyah. ilmu kalam dan sebagainya.000 sampai 120. Majlis al-Munazharah yang bersifat seperti kontex terbuka antara beberapa ulama yang diselenggarakan dengan mengumpulkan beberapa ulama. Majlis al-Munazharah yang diselenggarakan atas perintah khalifah. Majlis ini diselenggarakan sebagai sarana untuk berkumpul dan saling mengingat dan mengulang pelajaran yang sudah . majlis al-Nabawi. Dalam artian majlis ini tidak hanya mengkaji pada displin ilmu tentang hadits akan tetapi mencakup hingga pada kajian tentang fiqih. artinya majlis yang dilaksanakan oleh nabi. Menurut Muniruddin Ahmed ada tujuh macam majlis. d) Majlis al-Muzakarah Majlis ini merupakan inovasi murid-murid yang belajar hadis. Misalnya. seperti majlis yabng disampaikan oleh Ashim ibn Ali di masjid al-Rusafa diikuti oleh 100. Ulama tersebut membentuk majlis untuk mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dalam islam majlis digunakan sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan sehingga majlis banyak ragamnya. majlis nahwu atau majlis kalam. nahwu. Untuk model ini biasanya hanya dipakai untuk mencari popularitas ulama saja. Pada perkembangan berikutnya di saat dunia pendidikan islam mengalami zaman keemasan.000 orang. b) Majlis al-Tadris Majlis ini merujuk kepada majlis selain daripada hadis seperti majlis fiqih. khalifah Muawiyyah sering mengundang para ulama untuk berdiskusi diistananya. 4. Majlis al-Munazharah yang lebih bersifat edukatif dan dilaksanakan secara kontinue 3. sebagai berikut a) Majlis al-Hadis Majlis ini diselenggarakan oleh ulama atau guru yang ahli dalam bidang hadis.Istilah majlis telah dipakai dalam pendidikan sejak abad pertama islam. Pertemuan ini terjadi secara tidak sengaja. majlis berarti sesi di masa aktifitas pengajaran atau diskusi berlangsung dan belakangan majlis diartikan sebagai sejumlah aktifitas pengajaran. Ada beberapa macam majlis al-Munazharah yaitu: 1. sebagai contoh. Menurut Syalabi. 2. Diluar istana majlis ini ada yang dilaksanakan secara continue dan spontanitas. c) Majlis al-Munazharab Majlis ini dipergunakan sebagai sarana untuk perdebatan mengenai suatu masalah oelh para ulama. ia merujuk pada arti tempat-tempat pelaksanaan belajar mengajar. bahkan ada yang berupa kontes terbuka dikalangan ulama.

Faktor-faktor ayangb menyebabkan perkembangan itu antara lain ialah meluasnya penggunaan kertas untuk menyalin kitab-kitab. Artinya proses belajar mengajar disini dilaksanakan dimana murid-murid melingkari gurunya. Disamping itu. Beberapa perpustakaan umum yang terkenal ialah perpustakaan Bayt al-Hikmah di Bagdad yang didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid dan berkembang pesat pada masa Khalifah alMakmun. f) Majlis Adab Majlis ini adalah tempat untuk membahas masalah adab yang meliputi puisi. materi hadis. Seorang guru biasanya duduk dilantai menerangkan. korelasi hadis dengan bidang ilmu tertentu. Halaqoh Halaqoh artinya adalah lingkaran. Pada perkembangan berikutnya majlis alMuzakarah ini dibedakan berdasarkan materi yang didiskusikan yaitu meliputi sanad hadis. Disebut juga majlis ini adalah perdebatan antara ulama fiqih atau hukum islam. e) Majlis al-Syu‟ara Majlis ini adalah lembaga untuk belajar syair dan juga sering di pakai untuk kontes para ahli syair.diberikan sambil menunggu kehadiran guru. 5. membaca karangannya atau memberikan komentar atas karya pemikiran orang lain. bermunculnya para penyalin kitab. dan berkembangnya halaqoh para sastarawan dan ulama. Kegiatan halaqah ini bisa terjadi di masjid atau dirumah-rumah. Jadi tidak dibedakan antara usia dan jenjang pendidikannya. g) Majlis al-Fatwa dan Nazar Majlis ini merupakan sarana pertemuan untuk mencari keputusan suatu masalah di bidang hukum kemudian difatwakan. silsilah dan laporan bersejarah bagi orang-orang yang terkenal. seorang amir yang sangat cinta kepada ilmu dan pendiri kota . Afrika Utara yang didirikan oleh Ibrahim II dari Dinasti Aghlabi. penghargaan terhadap ilmu mendorong kaum muslimin untuk membeli kitab-kitab dari berbagai negeri. perpustakaan Bayt al-Hikmah di Ruqadah. serta tentang kitab-kitab musnad. Perpustakaan Perpustakaan merupakan tempat dimana terdapat kumpulan-kumpulan atau koleksi buku yang dapat dibaca-baca bahkan dipinjam. Dengan demikian perpustakaan menjadi pusat pendidikan dan kebuadayaan islam yang sangat penting. 6. perawi hadis. semua umur dan jenjang berkumpul bersama untuk mendengarkan penjelasan guru. Perpustakaan berkembang luas pada masa Abbasiyyah. Sistem halaqoh tidak mengenal sistem klasik. hadis-hadis dho‟if. baik perpustakaan umum maupun perpustakaan pribadi.

Kaum muslimin pada masa awal membutuhkan pemahaman al-Qur‟an sebagai apa adanya. Semuanya laki-laki. Ibnu Khaldun mencatat bahwa pada awal kedatangan islam orang-orang Quraisy yang pandai membaca dan menulis hanya berjumlah 17 orang. 7. 9. Ribath biasanya dihuni oleh sejumlah orang-orang miskin. Faktor munculnya lembaga pendidikan non formal sebelum periode madrasah Pendidikan islam dalam sejarah tercatat terbagi menjadi beberapa periode: yaitu salah satunya adalah pada periode sebelum madrasah. Seperti Khan al-Narsi yang berlokasi di Alun-alun Karkh di Bagdad. Mereka bersama-sama melakukan praktik-praktik sufistik. Salon kesusasteraan Salon kesusasteraan adalah suatu majlis khusus yang diadakan oleh khalifah untuk membahas berbagai mecem ilmu pengatahuan. selain itu khan juga berfungsi sebagai sarana untuk murid-murid dari luar kota yang hendak belajar hukum islam disuatu majlis seprti khan yang dibangun oleh Di‟lij ibn Ahmad Ibn Di‟jil pada akhir abad ke 10M di Suwaiqat Ghalib dekat makam Suraij. Beberapa faktor yang mendorong munculnya lembaga-lembaga tersebut adalah antara lain: Pertama. Disamping melakukan praktek sufistik. Semua ini menunjukkan bahwa kaum muslimin menaruh perhatian yang besar terhadap ilmu. Khan Khan berfungsi sebagai penyimpanan barang-barang dalam jumlah besar atau sebagai sarana komersial yang memiliki banyak toko. mereka juga memberi perhatian kepada kegiatan keilmuwan. Tercatat banyak sekali berdiri berbagai macam lembaga-lembaga pendidikan pada saat itu. terdorong oleh motivasi-motivasi untuk mengembangkan keilmuan. . Pada umunya ribath dibangun untuk sufi laki-laki. begitu juga butuh keterampilan membaca dan menulis. Dalam majlis sastra tersebut bukan hanya dibahas dan didiskusikan masalah-masalah kesusasteraan saja melainkan berbagai macam ilmu pengatahuan dan berbagai kesenian. 8. beribadah dan mengajarkan pelajaran agama didalamnya. Ribath Ribath adalah tempat kegiatan kaum sufi yang ingin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan mengkonsentrasikan diri untuk ibadah semata-mata. Disamping perpustakaan umum terdapat pula perpustakaan khusus yang didirikan oleh para Amir di istana dan ulama dirumah mereka. tetapi ada juga ribath yang dibangun untuk sufi wanita dimana mereka bertempat tinggal.raqadah pada tahun 264H/878H. Jumlah perpustakaan pribadi ini tidak terhitung. Majlis ini bermula sejak zaman Khulafaurrasyidin yang biasanya memberikan fatwa dan musywarah serta diskusi dengan para sahabat untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi pada masa itu. Perpustakaan Dar al-Hikmah Cairo yang didirikan oleh alHikmah bin Amrillah pada tahun 395H. Diamping fungsi diatas khan juga digunakan sebagai sarana untuk belajar privat.

Majlis. salon kesusasteraan. Halaqoh. Pendidikan islam melalui masa periode pra madrasah yang mana pada masa ini banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan islam. karena itu sasaran pun pada mulanya ditujukan untuk orang-orang dewasa. Masjid.Kedua. Menjadi semakin meluas tingkatan usianya. terdorong berkembangnya kebutuhan pada masa awal islam untuk mendakwahkan islam. sehingga sampai pada usia anak-anak. Kesimpulan Pada sejarah perkembangan islam sbelum pendidikan islam menuju pada periode pendidikan islam di madrasah. yaitu Kuttab atau Maktab. Perpustakaan. ribath dan khan. Rumah. Faktor yang mendorong munculnya lembaga-lembaga tersebut yaitu dikarenakan oleh fakator motifasi demi berkembangnya keilmuan dan terdorong oleh berkembangnya kebutuhan pada masa awal islam untuk mendakwahkan islam .

Al.pada masa inilah Negara islam menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tak tertandingi. Akibatnya pada masa ini banyak para ilmuan dan cendikiawan bermunculan sehinnnngga membuat ilmu pengetahuan menjadi maju pesat.Rasyid. dan . kesehatan. lahirlah pendidikan dan pengajaran islam. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman khalifah ini. sebagaimana disebutkan melanjutkan kekuasaan dinasti bani Umayyah. yang bermula dengan berdirinya kerajaan Abbasiyah di Bagdad. Kerajaan islam di Timur yang berpusat di Bagdad dan Cordova telah menunjukan dalam segala cabang ilmu pengetahuan sehingga kalau kita buka lembaran sejarah dunia pada masa keemasan. untuk menerjemahkan buku-buku Yunani.Abbas. pada masanya sudah terdapat paling tidak sekittar 800 orang dokter. pemandian-pemandian umum juga dibangun. Pada masa Al-Ma‟mun inilah Bagdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. lembaga pendidikan. dinasti didirikan oleh Abdullah Alsaffah Ibnu Muhammad Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Al. Pada masa ini pula umat islam banyak melakukan kajian kritis terhadap ilmu pengetahuan. Sehingga lahir sekolah-sekolah yang tidak terhitung banyaknya. ia mengkaji penerjemah-penerjemah dari golongan kristen dan penganut golongan lain yang ahli. dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait Al.[1] Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti islam yang sempat membawa kejayaan umat islam pada masanya. Pendahuluan Sejak lahirnya agama islam. meninggalkan kampung halamannya karena cinta akan ilmu pengetahuan. pergi kepusat-pusat pendidika. dan farmasi didirikan. Pada permulaan masa Abbasiyah pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat hebatnya di seluruh negara islam. penerjemahan buku-buku asing digalakan. dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. dokter. ilmu pengetahuan. Ia juga banyak mendirikan sekolah. pada tahun 750 M dan berakhir dengan kerajaan Abbasiyah pada tahun 1258 Masehi. Kesejahteraan sosial. B. Pada masa pemerintahannya. Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun AlRasyid (786-809 M) dan puteranya Al-Ma‟mum (813-833 M).Hikmah.Ma‟mun pengganti Al. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad Saw. Anak-anak dan pemuda berlomba-lomba untuk menuntut ilmu pengetahuan. Disamping itu. Zaman keemasan islam dicapai pada masa dinasti-dinasti ini berkuasa. tersebar di kota sampai ke desa-desa. Kekayaan yang dimanfaatkan Harun Arrasyid untuk keperluan sosial. rumah sakit. pendidikan. kekota inilah para pencari datang berduyun-duyun. Pendidikan Islam dan Segala Aspeknya Kekuasaan dinasti bani abbas.PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN BANI ABBASIYAH A. pendidikan dan pengajaran islam itu terus tumbuh dan berkembang pada masa khulafaurasyidin dan masa bani Umayyah. pusat penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar dan menjadi perpustakaan umum dan diberi nama ”Darul Ilmi” yang berisi buku-buku yang tidak terdapat di perpustakaan lainnya.

yaitu kataba yang artinya menulis. Philip K. Bangunan madrasah tersebut tersebar luas di kota Bagdad. yang didirikan oleh seorang perdana menteri bernama Nidzamul Muluk (456-486 M). Bahkan dalam perkembangan kuttab dibedakan menjadi dua.  Majlis Munadharah.[2] 1. Lembaga-lembaga pendidikan sebelum madrasah Adapun lembaga-lembaga pendidikan islam yang sebelum kebangkitan madrasah pada masa klasik.  Darul Hikmah. sekolah shuffah juga menawarkan pelajaran dasar-dasar menghitung. astronomi. hal ini mencakup pengajaran membaca dan menulis. gramatikal bahasa arab. Lembaga-lembaga Pendidikan. Sejarah Nabi hadits. a. adalah[3]: 1. Sedangkan kuttab atau maktab berarti tempat untuk menulis atau tempat dimana dilangsungkan kegiatan tulis menulis. Muro. Kuttab atau maktab berasal dari kata dasar yang sama. 2. tempat pertemuan para pujangga. Balkan. dalam perkembangan berikutnya. Dengan adanya perubahan kurikulum tersebut dapat dikatakan bahwa kuttab pada awal perkembangan merupakan lembaga pendidikan yang tertutup dan setelah adanya persentuhan dengan peradaban helenisme menjadi lembaga pendidikan yang terbuka terhadap pengetahuan umum. Hitti mengatakan bahwa kurikulum pendidikan dikuttab ini berorientasi kepada al-qur‟an sebagai suatu tex book.pada masa ini pula kota Bagdad dapat memancarkan sinar kebudayaan dan peradaban islam keberbagai penjuru dunia. Kuttab atau maktab. Suffah Pada masa Rasulullah SAW. kaligrafi. para ulama. khususnya yang berkaitan dengan Nabi SAW. termasuk filsafat.  Kuttab. Diantara bangunan-bangunan atau sarana untuk penndidikan pada masa Abbasiyah yaitu:  Madrasah yang terkenal ketika itu adalah madrasah Annidzamiyah. gedung perpustakaan pusat. ilmuan. kedokteran. Tabaristan. yaitu kuttab yang mengajarkan pengetahuan non agama (secular learning) dan kuttab yang mengajarkan ilmu agama (religius learning). yakni tempat belajar bagi para siswa sekolah dasar dan menengah. suffah adalah suatu tempat yang dipakai untuk aktivitas pendidikan biasanya tempat ini menyediakan pemondokan bagi pendatang baru dan mereka yang tergolong miskin disini para siswa diajari membaca dan menghafal al-qur‟an secara benar dan hukum islam dibawah bimbingan langsung dari Nabi. . cendikiawan dan para filosof dalam menyeminarkan dan mengkaji ilmu yang mereka geluti. geneologi dan ilmu filsafat. Naisabur dan lain-lain.

termasuk filsafat.3. Seorang guru biasanya duduk dilantai menerangkan. majlis digunakan sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan sebagai majlis banyak ragamnya. hal ini menyebabkan karakteristik masjid berkembang menjadi dua bentuk yaitu mesjid sebagai tempat sholat jum‟at atau jami dan masjis biasa. Majlis. Perkembangan masjid sangat signifikan dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. menurut Muniruddin Ahmad ada 7 (tujuh) macam majlis. masjid telah menjadi pusat kegiatan dan informasi berbagai masalah kaum muslimin. Masjid Semenjak berdirinya di zaman Nabi SAW. Majlis al-fatwa dan al-nazar 5. Majlis al-hadits b. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dalam islam. Halaqah artinya lingkaran. 4. Artinya proses belajar mengajar disini dilaksanakan dimana murid dan meringkari gurunya. membacakan karangannya. tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Urgensi masyarakat terhadap masjid menjadi semakin kompleks. . Majlis al-manazharah d. yang lebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan. Majlis al-syu‟ara f. sebagai berikut: a. terlebih lagi pada saat masyarakat islam mengalami kemajuan. Namun. atau memberikan komentar atas karya pemikiran orang lain. Pada perkembangan berikutnya disaat dunia pendidikan islam mengalami zaman keemasan. baik yang menyangkut pendidikan maupun sosial ekonomi. mulanya ia merujuk pada arti tempat-tempat pelaksanakan belajar mengajar. Kegiatan di halaqah ini tidak khusus untuk megajarkan atau mendiskusikan ilmu agama. Majlis muzakarah e. majlis berarti sesi dimana aktivitas pengajaran atau berlangsung. Majlis al-tadris c. Istilah majlis telah dipakai dalam pendidikan sejak abad pertama islam. Majlis al-adab g. Halaqah.

Badiah (padang pasir. rumah sakit juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan . Disamping tokobuku. perpustakan juga memilki peranan penting dalam kegiatan transfer keilmuan islam. Toko-toko buku memiliki peranan penting dalam kegiatan keilmuan islam. pada awalnya memang hanya manjual buku-buku. Khan biasanya difungsikan sebagai penyimpanan barang-barang dalam jumlah besar atau sebagai sarana komersial yang memiliki banyak toko. percabaan dalam bidang kedokteran dan obat-oibatan dilaksanakan sehingga ilmu kedoteran dan obat-obatan cukup pesat. 9. 10. qodhi. Rumah sakit. Ribath adalah tempat kegiatan kaum sufi yang ingin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan mengkonsentrasikan diri untuk semata-mata ibadah. Ribarth. Khan. Oleh karena itu badiah-badiah menjadi pusat untuk pelajaran bahasa arab yang asli dan murni. Rumah sakit juga merupan tempat praktikum sekolah kedoteran yang didirikan diluar rumah sakit. khotib dan iman masjid. namun para ulama dizaman klasik banyak yang mempergunakan rumahnya secara ikhlas untuk kegiatan belajar mengajar dan pengembangan ilmu pengetahuan. bahkan pertemuan rutin sering dirancang dan dilaksanakan disitu. Rumah sakit pada zaman klasik bukan saja berfungsi sebagai tempat merawat dan mengobati orang-orang sakit. khan al narsi yang berlokasi di alun-alun karkh di bagdad. Pada masa itu. Rumah sebenarnya bukan temapat yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. tetapi juga mendidik tenaga-tenaga yang berhungan dengan perawatan dan pengobatan.Kurikulum pendidikan dimasjid biasanya merupakan tumpuan pemerintah untuk memperoleh pejabat-penjabat pemerintah. tetapi berikutnya menjadi sarana untuk berdiskusi dan berdebat. Rumah – Ulama. ulama-ulama dan para ahli ilmu pengetahuan pergi kebadiah-badiah dalam rangka mempelajari bahasa dan . Sehingga banyak anak-anak khulifah. 7. 8. 6. seperti. dusun tempat tinggal badui) Badiah merupakan sumber bahasa arab yang asli dan murni. dan mereka tetap mempertahankan keaslian dan kemurnian bahasa arab. Toko-toko buku dan perpustakaan. 11. seperti.

dibuatlah tempat khusus untuk belajar yang dikenal madrasah. madrasah tyersebut berada diwilayah Persia. Namun demikian. b. Madrasah sudah eksis semenjak awal islam seperti bait al-hikmah yang didirikan Al-Makmun di Bagdad abad ke-3 H. Pada awal telah berdiri madrasah yang menjadi cikal bakal munculnya madrasah nizamiyah. misalnya madrasah al-baihaqiyah. salah seorang wajir dinasti saljuk sejak 456 H/1068 M sampai dengan wafatnya. menurutnya madrasah sebagai konsekuensi logis dari semakin ramainya pengajian di masjid yang fungsi utamanya adalah ibadah. ia berasumsi bahwa madrasah pertama adalah madrasah nizhamiyah yang didirikan tahun 457 H. Yaitu pendidikan menjadi fungsi bagi negara dan madrasah-madrasah dilembagakan untuk tujuan pendidikan sektarian dan indoktrinasi politik. Madrasah Nizhamiyah. Meskipun madrasah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran didunia islam baru timbul sekitara abad ke-14 H. maka pendidikan islam mesasuki periode baru. Dengan begitu badiah-badiah telah berfungsi sebagai lembaga pendidikan. Disisi lain. . Sejarah dan motivasi pendirian madrasah Beberapa paradigma dapat digunakan dalam memandang sejarah dan motivasi pendirian madrasah. Dengan berdirinya madrasah. ini bukan berarti bahwa sejak awal perkembangannya islam tidak mempunyai lembaga pendidikan dan pengajaran. madrasah sa‟idiyah dan madrasah yang terdapat di Khusan. 485 H/1092 M). Madrasah selalu dikaitkan dengan nama nidzam al-mulk (W. tepatnya di daerah Nisyapur. Madrasah 1. Paling tidak ada 3 teori tentang timbulnya madrasah: a. Lahirnya lembaga pendidikan formal dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan dari sistem pengajaran dan pendidikan yang pada awalnya berlangsung di mesjid-mesjid.kesusastraan arab. 2. b. Menurut al-makrizi. c. madrasah itu kurang dikenal mengingat motivasi pendirian madrasah itu sendiri pada waktu itu masih bersifat ahliyah (keluarga) berdasarkan wakaf keluarga dan sejarah baru mencatat sesuatu bila telah menjadi fenomena yang meluas. dengan usahanya membangun madrasah nizhamiyah diberbagai kota utama daerah kekuasaan saljuk begituh dominannya peran nidzam almulk adalah orang pertama yang membangun madrasah. Dari informasi diterima diatas dapat diketahui bahwa madrasah yang pertama di Nisyapur. Agar tidak kegiatan ibadah. syalabi mengemukakan bahwa perkembangan dari masjid ke madrasah terjadi secara tidak langsung.

madrasah ursufiyah. Maliki. Informasi tentang madrasah mendapat dukungan banyak dari berbagai leteratur. kurikulum.Madrasah nizhamiyah merupakan pertotipe awal bagi lembaga pendidikan tinggi. 3. Biasanya. Diantara madrasah Abu Hanifah. tradisi ini dilanjutkan kedalam periode islam. Tempat dimana dia mengajar. pendanaan. penghormatan kepada guru semakin tinggi terhadap guru sekolah menengah dan pendidikan tinggi. mu‟addib. Namun sayang para sejarawan tidak cukup tertarik berbicara madrasan di Mekah dan Madinah. belum lagi termasukguru pribadi dan para muaiyyid atau asisten (guru-guru yunior). b. adalah julukan untuk guru-guru sekolah dasar dan menengah. arti harfiyahnya orang yang beradab atau guru adab. Tinggi rendahnya penghormatan terhadap guru pada awal abad-abad pendidikan muslim tergantung atas dua faktor. di Persia: penghormatan kepada guru merupakan suatu tradisi lama dalam pendidikan zoroastrian. mudarris adalah satu julukan propesional untuk seorang murid atau pembantu. ustad. Lebih lanjut secara kuantitatif madrasah di Mekah lebih banyak dibandingkan di Madinah. syaikh. Madrasah di Mekah dan Madinah. syaikh atau guru . Pemerintah atau penguasa ikut terlibat didalam menentukan tujuan. imam. Muallim biasanya julukan bagi guru sekolah dasar. Kendati madrasah nizhamiyah mampu melestarikan tradisi keilmuan dan menyebarkan ajaran islam dalam persi tertentu. mudarris. Guru-guru sekolah dasar kurang dihargai karena pengetahuannya yang amat sederhana dan karena tingkat pendidikan tampaknya sudah menjadi daya tarik. Tetapi keterkaitan dengan standarisasi dan pelestarian ajaran kurang mampu menunjang pengembangan ilmu dan penelitian yang inofatif. madrasah muzhafariah. Tingkatan dimana ia belajar. 2. sedangkan madrasah megah yang dijumpai di Mekah adalah madrasah qoi‟it bey. Ada enam tipe guru yaitu muallim. dan merupakan karakteristik tradisi pendidikan islam sebagai suatu lembaga pendidikan resmi dengan sistem asrama. tenaga pengajar. yaitu: 1. didirikan oleh Sultan Mamluk di Mesir. Ia sama dengan asisten profesor dan membantu mahasiswa menjelaskan hal-hal yang sulit mengenai kuliah yang diberikan profesornya. mu‟addib. Hal ini mengakibatkan pelacakan informasi tentang permasalahan tersebut kurang lengkap. Kehidupan guru a. Guru dalam pendidikan muslim[4]. 2. Tipe-tipe guru. sarana fisik dan lain-lain. ia juga dianggap sebagai tonggak baru dalam penyelenggaraan pendidikan islam.

khususnya dalam hal pengangkatan dan pemberian izin untuk menjadi pengajar di masjid. karena guru terhimpun dalam suatu organisasi yang mempunyai fower yang dapat mengendalikan kepentingan kholifah. Bentuk pola sikap guru pada pendidikan islam klasik berdasarkan pada nilai-nilai hubungan yang ada pada pola bentuk sikap Rasulullah dan Sahabat dalam mendakwahkan islam. pola kesederajatan dan pola uswatun hasanah. pola kekeluargaan. celana lebar. artinya mereka mempunyai tanggung jawab yang penuh dalam pendidikan tersebut.  Pola kekeluargaan Pada masa ini guru memposisikan dirinya dan siswa seperti orang tua dan anak. rok. rompi. dan jaket. d. dan menganggap interaksi itu berlangsung sesuai dengan panggilan jiwa dan untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT.  Pola keikhlasan Pola keikhlasan mengandung makna bahwa interaksi yang berlangsung bertujuan agar siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan tanpa mengharap ganjaran materi dari interaksi tersebut. bahkan kekuasaannya mempunyai andil yang besar dalam kekuasaan kholifah. Pada pola ini guru senantiasa bersikap:  Lemah lembut dalam proses belajar mengajar. Pola interaksi guru dan siswa pada pendidikan islam klasik a. yaitu pola keikhlasan. mengenakan tutup kepala Persia.  Bijaksana dalam memberikan pujian atau hadiah dan hukuman pada anak. 3. imam adalah guru agama tertinggi. Semuanya ditutup dengan jubah atau aba mantel luar dan taylasan diatas surban. Pola sikap guru terhadap siswa dalam interaksi edukatif pada pendidikan islam klasik. Organisasi guru[5] Keberadaan guru mempunyai pengaruh yang penting dalam suatu pemerintahan. Pakaian guru Selama pemerintahan abbasiyah para guru mengikuti gaya Persia.besar adalah julukan khusus yang menggambarkan keunggulan akademis atau teologis.  Pola kesederajatan . dan mencurahkan kasih sayang seperti menyayangi anak sendiri.  Guru tidak bersikap pilih kasih. c.

 Pola al uswah al hasanah Pada pendidikan islam klasik. 2. yaitu: a) Ketaatan terhadap guru secara langsung. kewajiban antara siswa terhadap guru berada diantara cinta terhadap Allah dan cinta kepada orang tua. Pola ketaatan Ketaatan seorang siswa terhadap gurunya membawa barokah dalam proses pencarian ilmu. guru merupakan penyebab eksistensi hakiki kita dan penyebab kita memperoleh kebahagiaan sempurna. 3. karena menurut Ibnu Miskawaih. interaksi yang terjadi antara guru dan siswa tidak hanya terjadi pada proses belajar mengajar. yaitu:  Pola satu arah Pada pola komunikasi terjadi hanya satu arah. Dengan demikian pola yang dimunculkan bernuansa demokratis. menghormati guru dan semua orang yang mempunyai ikatan keluarga dengan guru. seorang guru bertindak sebagai instruktur dan senantiasa mendorong siswa untuk lebih menghapal. Gambaran ketaatan siswa dalam interaksinya dengan guru dibagi 2 (dua). b) Ketaatan terhadap keluarga guru. tetapi berlangsung juga di tengah masyarakat. Pola kasih sayang Menurut ibn naiskawaih. dimana guru menjadi agen moral sekaligus model dari moral yang diajarkan. Pola sikap siswa terhadap guru dalam interaksi edukatif 1. b. pola interaksi seperti ini membuat guru menghargai potensi yang dimiliki anak. Untuk itu. guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menyampaikan sesuatu yang belum dimengerti. Pola komunikasi guru dan siswa dalam proses belajar mengejar pada pendidikan islam klasik. tetapi cukup menunggu diluar.Guru dalam interaksinya senantiasa memunculkan sikap tawadhu terhadap siswanya. yaitu jangan berjalan didepan guru. dan lain-lain.  Pola banyak arah . Pendidikan islam pada masa ini sudah mengenal beberapa bentuk komunikasi dalam proses belajar mengajar. jika bertamu kerumah guru hendaknya tidak mengetuk pintu. maka siswa dalam interaksi dengan guru merupakan upaya mencari ridhonya (kerelaan hatinya).

ekonomis masyarakat yang melingkupinya. tidak ada tingkatan dalam pendidikan islam. aritmatika dan hukum-hukum geometri. ilmu hitung. Kurikulum pada tingkat ini bervariasi tergantung pada tingkat kebutuhan masyarakat. dan sebagainya. tahun 976) meringkas kurikulum agama sebagai berikut: Ilmu Fiqih. berpariasi tergantung pada syaikh yang mau mengajar para mahasiswa tidak terikat untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. 2) Ilmu-ilmu filosofis: matematika. dilembaga kuttab biasanya diajarkan membaca dan menulis disamping al-qur‟an. geometri. karena anak-anak dari segi fisik dan mental telah siap menerima pendiktean. Kurikulum pendidikan tinggi. a. Kurikulum pendidikan tinggi. siswa dan siswa. sulap. Kurikulum pendidikan islam 1. ilmu tentang tanda dan isyarat. demikian juga guru tidak mewajibkan kepada mahasiswa untuk mengikuti kurikulum tertentu. peperangan-peperangan. .Pola ini komunikasi terjadi tidak hanya antara guru dan siswa. dan lain-lain. karena sebuah kurikulum dibuat tidak akan pernah lepas dari faktor sosiologis. jurusan ilmuilmu agama dan jurusan ilmu pengetahuan. ilmu nahwu. Ini berlangsung dalam diskusi dan perdebatan masalah-masalah ilmiah. Tidak ada kurikulum khusus yang diikuti oleh seluruh umat islam. Di istana orang tua (para pembesar istana) adalah yang membuat rencana pelajaran tersebut sesuai dengan anaknya dan tujuan yang dikehendaki. Rencana pelajaran untuk pendidikan istana ialah pidato. b. ilmu angka-angka. astronomi. tetapi siswa dan guru. Kurikulum pendidikan rendah Sebelum berdirinya madrasah. kimia. Kurikulumpendidikan islam sebelum berdirinya madrasah. satra. tetapi hanya satu tingkat yang bermula dikuttab dan berakhir didiskusi halaqah. arti baca gramatika. politis. ilmu arudh. sejarah. Namun demikian. dagang. Ikhwan Al-Ahafa mengklasifikasikan ilmu-ilmu umum kepada: 1) Disiplin-disiplin umum: tulis baca. jimat. Al-Khuwarazmi (Yusuf al-kutub. ilmu sihir. syair dan bahasa. cara bergaul dengan masyarakat disamping pengetahuan pokok. ada perbedaan antara kuttab-kuttab yang diperuntukanbagi masyarakat umum yang ada diistana. dan sebagainya. logika. seperti al-qur‟an. Kurikulum pendidikan tingkat ini dibagi kepada dua jurusan. ilmu kalam. Sedangkan kurikulum yang ditawarkan oleh Ibnu Sina untuk tingkat ini adalah mengajari al-qur‟an. kadang diajarkan bahasa nahwu dan arudh. ilmu kitabah (sekretaris). musik.

sejarah. kesustraan. dan terutama dalam ilmu teologi perkembangan logika dikalangan umat islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut. sosiologi. Berdirinya madrasah. etika. logika. teologi. tapi pada sisi lain membawa dampak yang buruk bagi dunia pendidikan setelah hegomoni negara terlalu kuat terhadap madrasah ini. merupakan sumbangan islam bagi peradaban sesudahnya. akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al ra‟yi (tafsir rasional). hukum. kota yang berada ditengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh. ”pemakruhan” penggunaan nalar setelah runtuhnya Mu‟tazilah. Dalam bidang tafsir. Tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Kurikulum setelah berdirinya madrasah. Perkembangan Ilmu Keislaman Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju. Berbeda dengan Abu Hanifah. baik psikologi. terutama melalui gerakan terjemahan. mendirikan madrasah dianggap krusial. karena itu mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional dari pada hadis. mereka yang punya minat besar terhadap ilmu-ilmu ini terpaksa belajar sendiri-sendiri. Biasanya sebuah madrasah dibangun untuk seorang ahli fiqih yang termasyhur dalam suatu mazhab yang empat. Pada zaman keemasan islam. Pendapat dua tokoh mazhab hukum ditengahi oleh imam Syafi‟i (767-820 M) dan imam Ahmad ibn Hambal (780-855 M). ilmu-ilmu profan yang sangat dicurigai dihapus dari kurikulum madrasah. aktivitas-aktivitas kebudayaan pendidikan islam tidak mengizinkan teologi dan dugma membatasi ilmu pengetahuan mereka. Pendirian lembaga pendidikan tinggi islam ini terjadi di bawah patronase wazir Nizam Al-Mulk (1064 M). Muridnya dan sekaligus pelanjutnya. tafsir bi al-ma‟tsur yaitu. Umpamanya Nuruddin Mahmud bin Zanki telah mendirikan di Damaskus dan Halab beberapa madrasah untuk mazhab Hanafi dan Syafi‟i dan telah dibangun juga sebuah madrasah untuk mazhab ini di kota Mesir. Karenanya ilmu-ilmu profan banyak berkembang di lembaga nonformal. interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi SAW dan para sahabatnya. Kedua. bukan saja membawa kemajuan dibidang ilmu pengetahuan umum. menjadi Qodhi Al-Qudhal dizaman Harun Al-Rasyid. sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiranfilsafat dan ilmu pengetahuan. Sejalan dengan perkembangan zaman dan tingkat kebutuhan. matematika. . historiografi. sejak awal sudah dikenal dua metode penafsiran. Abu Yusuf. pada satu sisi. arsitektur.2. Akibatnya kurikulum madrasah ini dibatasi hanya pada wilayah hukum (fiqih) dan teologi. pertama. filsafat. Imam-imam mazhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. kedokteran. imam Malik (713-795 M) banyak menggunakan hadis dan tradisi masyarakat madmah. C. seni. Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya di pengaruhi ole perkembangan yang terjadi di Kuffah. mereka meyelidiki setip cabang ilmu pengetahuan manusia. Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Abbasiyah. tafsir bi al-ra‟yi yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran dari pada hadis dan pendapat sahabat.

Disamping empat pendiri mazhab besar tersebut. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya pasilitas dan transportasi. Diantaranya sekolah tinggi kedokteran yang terkenal:  Sekolah tinggi kedokteran di Yunde Shafur (Iran)  Sekolah tinggi kedokteran di Harran (Syria)  Sekolah tinggi kedokteran di Bagdad. Para Ilmuan Muslim dan Kepakarannya a. karena bahasa arab semakin berkembang memerlukan ilmu bahsa yang menyeluruh. murji‟ah. Teologi rasional mu‟tazilah muncul diujung pemerintahan bani Umayah. Perkembangan Ilmu-ilmu Non Keislaman (Kedokteran. dan mu‟tazilah. Adapun para dokter yang populer pada masa itu antara lain:     Abu Zakaria Yuhana bin Miskawaih. akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. Dan pada zaman bani Abbasiyah juga ilmu tasawuf dan ilmu bahasa mengalami kemajuan. Abu Zakaria Ar-Razy kepala rumah sakit di Bagdad dan seorang dokter ahli penyakit campak dan cacar. ilmu tasawuf adalah ilmu syari‟at. badi‟. akan tetapi karena pengikutnya tidak berkembang pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman. Sekolahsekolah tinggi kedokteran banyak didirikan diberbagai tempat. dan dia juga orang pertam yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. seperti khawarij. seorang ahli formasi di rumah sakit Yunde Shafur. sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadis bekerja. begitulah rumah-rumah sakit besar yang berfungsiselain sebagai perawatan para pasien. . bayan.[6] D. Hunain bin Ishak (194-264 H/ 810-878 M) seoranng ahli penyakit mata ternama.juga sebagai ajang peraktek para dokter dan calon dokter. Inti ajarannya adalah tekun beribadah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan meninggalkan kesenangan perhiasan dunia dan bersembunyi diri beribadah. shorof. Kedokteran Seiring dengan ilmu-ilmu lain. dan hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur‟an. Filsafat. Selain itu dalam bidang sastra. Namun pemikirannya yang sudah kompleks dan sempurna baru dirumuskanpada masa pemerintahan bani Abbas periode pertama.dalam ilmu bahasa ini didalamnya mencakup ilmu nahwu. Ilmu bahasa pada daulah bani Abbasiyah berkembang dengan pesat. penulisan hadis juga berkembang pesat pada masa bani Abbas. arudl. pada masa pemerintahan bani Abbas banyak mujtahid mutlak lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan mazhabnya pula. ilmu kedokteran juga sempat mencapai masa keemasannya. Sabur bin sahal. dan lainlain). Astronomi. direktur rumah sakit Yunde Shafur. ma‟any. dan lain-lain. daulah Abbasiyah telah melahirkan banyak dokter ternama. Aliran teologi sudah ada sejak masa bani Umayah.

Persia. seorang ahli astronomi yang terkenal dimasanya. etika. Ilmu Astronomi Ilmu astronomi atau perbintangan berkembang dengan baik. Dan ilmu falak arab jahiliyah. Ibnu Sina (370-428 H/ 980-1037 M). Ilmu bintang memegang peranan penting dalam menentukan garis politik para khalifah dan amir. dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles dan karyanya tak kurang dari 12 buah buku. Kaldan. seorang astronomi. Al Munqidz Minadlalal b.[8] c. kaum muslimin pada masa bani Abbasiyah mempunyai modal yang terbesar dalam mengembanngkan ilmu perhitungan. Mereka menggodok dan mempersatukan aliran-aliran ilmu bintang yang berasal atau dianut oleh Yunani. Filsafat Melalui proses penerjemahan buku-buku filsafat yang berbahasa Yunani para ulama muslim banyak mendalami dan mengkaji filsafat serta mengadakan perubahan serta perbaikan sesuai dengan ajaran islam. . kenegaraan. Mizanul Amal d. seperti filsafat dan sosiologi.[7] b. dan g. logika. Tahafutul Falasifah c. yakni alat pengukur tinggi dan jarak bintang. bahkan sampai mencapai puncaknya. sehingga disana terdapat aliran yang disebut averroisme. Ibnu Sina berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia diantara karyanya adalah Al. Abu Nasr Al-Faraby (390 H/961 M). Abul Wafak. Ia seorang ilmuan yang multi dimensi. beliau dijuluki sebagai hujjatul islam. seorang pencipta atrolobe. juga ilmu-ilmu lai. Ihyaulumuddin e. Al-Fazzari. Al Farabi banyak menulis buku tentang filsafat. Al-Ghazali (450-505 H/1058-1101 M). Miyazul Ilmi. Sebab itulah lahirla filsafat islam yang akhirnya menjadi bintangnya dunia filsafat diantara para ahli filsafat yang terkenal pada waktu itu adalah:    Abu Ishak Al-Kindi (1994-260 H/809-873 M). yakni dari suku kindah. karyanya tidak kurang dari 70 buah diantaranya: a. karya-karyanya tidak kurang dari 236 buah buku. ia adalah satu-satunya filosof berkebangsaan asli arab. jalan kesatu dan kedua telah ditemukan oleh ilmuan yang berkebangsaan Yunani. India.Qur‟an fi al rhibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah. seorang menemukan jalan ketiga dari bulan. banyak berpengaruh di barat dalam bidang filsafat. yakni selain mengasai ilmu kedokteran. Mahkun Nazar f. Rahyan Al Bairuny. jiwa. Diantara para ahli ilmu astronomi pada masa ini adalah:     Al-battani atau Albatagnius. Maqashidul Falasifah  Ibnu Rusyd di barat lebih dikenal dengan nama Averoes.

(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2002 Djazimi. 25-26 Abuddin Nata. Sejarah Pendidikan Islam. h. Ilmu Farmasi dan Kimia Pakar ilmu farmasi dan kimia pada masa dinasti Abbasiyah sebenarnya sangat banyak. e. Abu Mansyur Al Falaky. 1994 Badri Yatim. Op Cit. 2004). 152 Mehdi Nakosteen. DAFTAR PUSTAKA Abuddin Nata. 49 Mahrus As‟ad. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Kontribusi Islam atas Dunia Intelektual Barat. (Surabaya: Risalah Gusti. Raja Grafika Persada. Jakarta: PT. d. diantara para tokohnya yaitu:   Umar Al Farukhan. Al-Khawarizmi. Sejarah Kebudayaan Islam. Asas-asas Pendidikan Islam. Untuk mendukung perkembangan ilmu ini. 76-77 . Sejarah Kebudayaan Islam. (Jakarta: PT. 1994). Ia adalah seorang ilmuan farmasi yang produktif menulis. h. tetapi yang paling terkenal adalah ibnu Baithar. Sejarah Peradaban Islam. Ilmu Pendidikan Islam. dkk. 2004 Ahmad Tafsir. seorang pakar matematika muslim yang mengarang buku Al-Gebra (Al-jabar). Ilmu Matematika Bidang ilmu matematika juga mengalami kemajuan pesat. 2001 Hasan Langgulung. Bandung: Amico. Sejarah Peradaban Islam. seorang insinyur dan arsitek kota Bagdad. karyanya adalah Almughni (memuat tentang obat-obatan) dan lain-lain. (Bandung: CV Amirco. disamping observatorium milik pribadi ilmuan. h. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2003). Dan dia juga yang menemukan angka nol. Sejarah Pendidikan Islam. h. 2002). Jakarta: Alhusna Zikra. 2000 As‟ad Mahrus. seorang ahli ilmu falaq. 32-42 [4] [5] Abuddin Nata. para khalifah telah banyak membangun observatorium diberbagai kota. Raja Grafika Persada. h. 2000 [1] [2] [3] Badri Yatim. Serang: IAIN ”SMH” Banten.

Ahmad Tafsir. 26-27 . Opcit Ibid. 60 [6] [7] [8] Mahrus As‟ad. h. (Bandung: Remaja Rosdakarya 2000). Ilmu Pendidikan dalam Persepektif islam. h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful