PT.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

BAB II RUANG LINGKUP STUDI
2.1. LINGKUP RENCANA KEGIATAN

2.1.1. Status dan Lingkup Rencana Usaha / Kegiatan yang Akan Ditelaah Status Studi AMDAL PT. YYY merupakan perusahaan swasta nasional yang dikhususkan membidangi usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit (Akte Pendirian pada Lampiran 1). Sebagai langkah awal dilakukan pembuatan studi kelayakan teknis dan ekonomis. Studi ini disamping akan dijadikan sebagai kelayakan teknis dalam kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, juga sebagai bahan penilaian dampak lingkungan rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang akan dilaksanakan. Studi kelayakan teknis yang telah dilakukan menghasilkan bahwa secara teknis kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di lahan rawa dengan batas koordinat seperti pada Tabel 2-1 layak dilakukan, dan secara ekonomis juga menguntungkan untuk diusahakan. Sehingga untuk mengetahui apakah juga layak secara lingkungan, maka akan dilakukan studi AMDAL. Pelaksanaan Amdal itu sendiri dilakukan secara berurutan, yaitu dimulai dengan penyusunan studi kelayakan teknis dan ekonomis terlebih dahulu yang disusun tahun 2006, kemudian dilanjutkan penyusunan Amdal dan diakhiri nantinya dengan kemungkinan modifikasi proyek dengan upaya pengelolaan. lahan, survei, dan lain-lain). Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha/Kegiatan dengan Rencana Tata Ruang Secara administratif, rencana lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terletak di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Untuk mencapai lokasi proyek dapat ditempuh melalui jalan darat dan sungai. Melalui jalan darat dari Kota Martapura ke arah timur, masuk jalan akses pengangkutan batubara di desa Pada saat studi ini dilakukan kegiatan masih pada tahap persiapan (perijinan, inventaisasi pemilik

RUANG LINGKUP STUDI (2-1)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Surian kemudian menuju ke arah utara melalui jalan tanah yang telah diperkeras dengan laterite menyusuri saluran sekunder masuk ke Desa Alalak Padang atau ke Desa Makmur Karya dari arah selatan. Sedangkan melalui jalan sungai dari Kota Martapura dengan menggunakan perahu sampai ke Sungai Rangkas Tengah, dilanjutkan kearah Simpang Lima dan berbelok ke utara menuju daerah transmigran Jejangkit dengan waktu tempuh 1,5 jam. Untuk lebih jelasnya, lokasi rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY disajikan pada Gambar 2.1. Selanjutnya titik-titik koordinat wilayah rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY secara lebih rinci dapat dilihat dalam Tabel 2.1. Tabel 2-1. Koordinat Lokasi Perkebunan dan pabrik kelapa Sawit PT. YYY Lintang Selatan (LS) 03º01’05,4” 03º04’42,3” 03º08’19,2” 03º10’02,5” 03º11’09,1” 03º11’09,1” 03º07’46,2” 03º02’31,5”

Bujur Timur (BT) 114º49’54,6” 114º56’00,1” 114º53’51,8” 114º55’16,9” 114º52’48,6” 114º49’21,7” 114º49’52,6” 114º49’43,4”

Salah satu hal penting yang diperhatikan dalam penyusunan Amdal perkebunan ini adalah kesesuaian lokasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Rencana Tata Ruang Kabupaten Banjar. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Rencana Tata Ruang Kabupaten Banjar lokasi proyek termasuk dalam Kawasan Budidaya Tanaman Perkebunan Lahan Basah (KBTPLB). Hal ini menunjukan bahwa lahan rencana perkebunan PT.
RUANG LINGKUP STUDI (2-2)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

YYY tidak melanggar kaidah tata ruang yang ada baik di provinsi maupun kabupaten. Untuk lebih jelasnya, penetapan kawasan pembangunan lahan perkebunan PT. YYY dengan RTRW selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.3. Sedangkan menurut Kepmenhut No. 453 selengkapnya dapat dilihat Gambar 2.4. Rencana Usaha / Kegiatan Penyebab Dampak Aspek penting yang dilingkup dalam proses studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY adalah sebagai berikut : (i) rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang dibatasi pada komponen kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak perubahan secara mendasar terhadap komponen lingkungan, (ii) komponen lingkungan hidup yang ditelaah, dimana dibatasi hanya pada komponen lingkungan yang mengalami perubahan secara mendasar akibat serangkaian kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, (iii) kegiatan lain yang ada di sekitar lokasi proyek. Lingkup kegiatan pada perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar mencakup penguraian tahapan kegiatan, metode perkebunan, dan pengolahan kelapa sawit yang dapat diuraikan sebagai berikut : (1.) Rencana Jadwal Pelaksanaan Proyek

Secara umum aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit oleh PT. YYY dibedakan atas 3 (tiga) tahapan kegiatan, yakni tahap pra-konstruksi, konstruksi dan operasi. Ketiga tahapan kegiatan di atas terbagi kedalam 2 (dua) kegiatan utama yaitu perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit. pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan Tahap kegiatan pada pemanenan tanaman. sektor perkebunan kelapa sawit meliputi pembersihan lahan, pesemaian/pembibitan, Sedangkan tahap kegiatan pada sektor pengolahan kelapa sawit meliputi pengangkutan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil, CPO) dan minyak inti sawit (kernel palm oil, PKO).

RUANG LINGKUP STUDI (2-3)

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-1.PT. Peta Lokasi Proyek RUANG LINGKUP STUDI (2-4) .

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-2.PT. Kesesuian tata ruang dengan RTRWP RUANG LINGKUP STUDI (2-5) .

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-3. Kesesuaian dengan RTRW Kabupaten Banjar RUANG LINGKUP STUDI (2-6) .

PT. Status lahan menurut Kepmenhut No. 453 RUANG LINGKUP STUDI (2-7) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-4.

1 2 B. pejabat pemerintah. Proses pelingkupan dilakukan melalui studi pendahuluan di lapangan. Kegiatan A. 1 2 Prakonstruksi Pengadaan lahan Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi Pembukaan lahan Mobilisasi Peralatan Material Pembangunan Sarana Prasarana Pembangunan pabrik Operasi Pembibitan Penanaman Pemeliharaan Pemanenan RUANG LINGKUP STUDI (2-8) Jadwal rencana kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. hasil pertemuan dan konsultasi dengan berbagai pihak (pemrakarsa. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemilihan kegiatan yang menimbulkan dampak dan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak ditetapkan melalui suatu proses pelingkupan (scoping). Tabel 2-2.PT. serangkaian diskusi antara anggota tim. YYY 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 s/d 2034 X X X & X 3 4 C. tokoh masyarakat dan/atau yang mewakili masyarakat yang terkena dampak) dan telaahan berbagai laporan studi sebelumnya yang relevan dengan rencana kegiatan proyek serta termasuk penjaringan lewat pengumuman di koran daerah (Lampiran 2).2. 1 2 3 4 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X . para pakar. Selengkapnya rencana jadwal pelaksanaan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit disajikan pada Tabel 2.

sedangkan rencana penggunaan lahan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT.000 hektar.350 hektar. Penggunaan Lahan 1 Areal Tanaman 2 Jalan dan Saluran 3 Emplasemen 4 Pabrik 5 Penampungan Air Baku 6 IPAL 7 Fasilitas Umum Jumlah RUANG LINGKUP STUDI (2-9) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 5 6 7 Pengolahan Pengangkutan Pengolahan Limbah X X X X X X X X X X X X X Sumber : PT. sebagian besar akan digunakan sebagai kebun kelapa sawit yang diproyeksikan hingga mencapai 14.000 No.4.) Rencana Penggunaan lahan Berdasarkan izin lokasi yang dimiliki rencana luas tapak proyek perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT.3. YYY selengkapnya disajikan pada Tabel 2.000 ha (20% dari luas inti) Dari areal tapak proyek perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. dan pabrik 15 hektar serta pembangunan fasilitas umum (107 hektar). YYY adalah seluas 15. emplasemen (108 hektar).PT.000 hektar. Rencana pemanfaatan lahan kebun PT. Site plan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY disajikan pada Gambar 2. YYY Luas (ha) 14. selain itu juga digunakan untuk jalan dan saluran (420 hektar). YYY seluas 15. YYY (2007) (2. Dengan demikian luas plasma yang harus dikembangkan oleh perusahaan minimal 3. Tabel 2-3.350 420 108 15 2 5 100 15.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-5. YYY RUANG LINGKUP STUDI (2-10) . Site plan kebun dan pabrik kelapa sawit PT.PT.

maka kapasitas pabrik dapat dihitung.5 ton minyak inti sawit/ha/tahun pada tingkat oil extraction rate (rendemen CPO) 23 – 26% dan kernel extraction rate (rendemen inti) 6.000 ha. YYY dengan kelas kesesuaian potensial untuk kelapa sawit yang termasuk S2 (cukup sesuai) dengan S3 (sesuai marjinal) diperkirakan produksi sebesar 20 .350 ha x 20 ton TBS/ha x 10.4. Pada pengelolaan kebun yang baik.5%.25 ton TBS/ha/tahun.PT.350 ha serta areal pabrik pengolahan seluas 22 ha.5%) : (25 hari x 20 jam) = 60.5 ton CPO dan 0.5 – 8% (Asmono et al. Kapasitas pabrik pengolahan kelapa sawit PT.5). dapat diperoleh sekitar 5.27 ton TBS/jam (dalam hal ini PT. Dengan asumsi tiga shift kerja perhari (20 jam kerja perhari) dengan 25 hari kerja perbulan serta kapasitas produksi maksimum yang disesuaikan dengan produksi bulanan diperhitungkan sebesar 10. maka untuk mengolah seluruh produksi TBS tersebut akan dibutuhkan pabrik dengan kapasitas minimal (14. seperti yang disajikan Tabel 2. Berdasarkan perkiraan potensi produksi.7. produksi TBS dari perkebunan kelapa sawit PT. areal yang akan tertanam kelapa sawit diproyeksikan akan mencapai 14. RUANG LINGKUP STUDI (2-11) .000 ton TBS/tahun.) Rencana Produksi Kebun dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dari tapak proyek seluas 15. YYY merencanakan kapasitas pabrik terpasang 80 TBS/jam). Tanaman kelapa sawit tenera unggul yang bersumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit dapat menghasilkan 23 ..5 . 2001). YYY adalah 80 ton TBS/jam. Dengan tingkat produktivitas yang demikian.350 ha akan dihasilkan produksi maksimal 260. Dengan perkiraan produksi ini maka bila luas tanaman kelapa sawit mencapai 14.28 ton TBS/ha/tahun (Tabel 2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (3.

5 3 3 5 8.65 5 1 3 .0 1 9.2 5 5 1 1 .2 6.) (ton/ ha.776 1 3 .5 2 0 2 75 .4 Jumlah (ton/ tahun) 5 6.3 Rendemen Minyak (%) 2 3-2 6 2 3-2 5 2 3-2 5 2 3-2 6 2 3-2 5 2 3-2 6 2 3-2 6 2 3-2 6 Produksi Minyak Inti (ton/ ha.61 6 8.81 5 4.4 1 4.49 0.600 2 1 8.3 5.62 0.65 5 1 3 .7 2 9 5 8.0 2 0.0 5.808 5 2 .8 7.2 95 84.1 00 2 3 7.1 68 5 0.5-7.1 2 0 2 1 8.4 5 5 1 3 . Proyeksi produksi TBS kebun inti.2 3 3 6.7 5. YYY Proyeksi produksi TBS Produksi Produksi CPO PKO (ton/ tahun) (ton/ tahun) 1 2 ./ thn.1 00 2 5 3 .1 2 0 2 06.2 1 3 61 .5 2 7 47.776 1 3 .45 5 1 0.0 1 5 . Varietas Kerapatan Tanaman (phn.808 5 0.3 7 0 63 ./ thn.) 6.2 1 5 .54 0.6 7.0 1 2 .088 7.8-7.7 7.480 1 0.906 1 0.5 60 2 5 5 .3 5 0 1 4.1 00 2 75 .3 5 0 1 4.85 3 5 4.3 7 0 60.PT.0 1 6.94 8 1 9.5 2 0 2 64 ./ thn.972 1 96.0 2 0.85 5 8.040 2 5 2 .5 7. CPO dan inti sawit di PT.3 5 0 1 4.5-7.) 6.640 2 06.3 5 0 1 4.5 2 7 2 . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-4.772 1 1 .5 1 7.9-7.2 2 0./ tahun) 9./ thn.60 0.6 1 7.54 0.0 5.6 1 8.4 7.2 1 9.43 0 2 2 9.0-6.51 0.) (ton/ ha. (2 005) RUANG LINGKUP STUDI (2-12) .3 3 2 Tahun 2 01 0 2 01 1 2 01 2 2 01 3 2 01 4 2 01 5 2 01 6 2 01 7 2 01 8 2 01 9 2 02 0 2 02 1 2 02 2 2 02 3 2 02 4 2 02 5 2 02 6 2 02 7 2 02 8 2 02 9 2 03 0 Luas (ha.0-6.4 1 9.699 9./ ha.) 40-55 65-85 65-85 65-85 60-70 60-80 55-70 60-75 32 30 31 32 31 30 36 39 2 5-2 8 2 4-2 7 2 4-2 7 2 2 -2 4 2 4-2 5 2 4-2 7 2 6-2 7 2 5-2 8 7.2 1 4.5 Produksi CPO Rata-rata (ton/ ha.3 5 0 1 4.62 8 1 2 .7-6./ thn.05 5 1 1 .2 1 8. Karakter varietas unggul kelapa sawit No.3 2 8 1 73 .8 1 6.906 1 0.3 6.003 3 5 .472 2 8.1 68 47.85 5 1 2 .74 9 5 2 .640 Sumber : PT.03 5 40.845 1 1 .65 5 9.3 5 0 1 4.) 143 143 130 130 143 130 143 130 Kecepatan Potensi Produksi Potensi Produksi Potensi Hasil Pertumbuhan TBS TBS Rata-rata CPO (cm/ thn.089 5 8.01 4 45 .2 02 1 2 .7 5 3 1 5 2 .9 7.05 5 1 1 .62 1 Sungai Pancur 1 2 Sungai Pancur 2 3 Dolok Sinumbang 4 Bahjambi 5 Marihat 6 Avros 7 Le Me 8 Yangambi Sumber : Yan Fauzi et al.0 2 0.3 5 0 1 4.3 5 0 Produktivitas (ton/ ha.3 5 0 1 4.896 2 2 1 .893 63 .) 0.600 2 2 9.3 5 0 1 4.4 1 7.45 5 1 4.) (ton/ ha.1 00 2 69.85 5 1 2 .2 5 5 7.660 1 2 1 .0 1 5 .9 7.3 3 2 1 0.05 5 7. YYY Tabel 2-5.2 -2 5 6.2 86 5 0.3 5 0 1 4.56 0.480 1 1 .

0 m3 (dengan rasio 1 : 1). Keperluan air untuk operasional kebun dan pengolahan kelapa sawit PT. m3/hari. sehingga pada saat kapasitas maksimum PKS mengolah produksi 80 ton TBS/jam dibutuhkan air sebanyak 80 m 3/jam atau 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Pemakaian Air Kantor da n Peruma ha n Ka ryawan Pencucia n Pabrik Pressing Sta tion Hydrocylone/ Ripple Mile Vacum Injector Stea m Boiler Bearing Coller. YYY Sumber Air Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Jumla h (m / jam) 2 . Fa n Bea ring . sedangkan pengambilan air langsung dari Sungai Barito dengan jarak ± 7 km merupakan alternatif lain.4 47 . YYY disajikan pada Tabel 2. Kebutuhan air untuk mengolah 1 ton TBS adalah 1.000 liter/ha/hari atau 2. Kebutuhan air tersebut akan dipenuhi dari Sungai Barito dengan cara membuat waduk penampungan air baku seluas sekitar 2 ha yang dibuat di dekat bangunan pabrik. Menurut perhitungan teknis. Tabel 2-6.4 mm/hari (34.600 m3/hari (setara 20 jam kerja mesin/hari).) Rencana Penggunaan Sumberdaya Air Air digunakan untuk berbagai keperluan. Keperluan air untuk PKS dihitung berdasarkan kapasitas riil PKS. antara lain untuk pembibitan. kantor. dan PKS.1 3 5 . Under Furnace Turbo Alterna tor Clarifikasi Jumla h Peng g una an Air RUANG LINGKUP STUDI (2-13) . Penyiraman tidak perlu dilakukan jika turun hujan pada hari tersebut Rumahtangga karyawan diperkirakan Kantor diperkirakan akan memerlukan air 25 dengan curah hujan minimum 8 mm. YYY rencananya akan dipenuhi dari sungai terdekat yang di perbesar kapasitasnya sehingga mampu menampung air dalam jumlah yang besar guna memenuhi kebutuhan PKS terutama pada saat musim kemarau. rata-rata kebutuhanan air di pembibitan setara dengan curah hujan 3.6.PT.5 6 4 8. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (4. memerlukan air sebesar 950 m3/hari.1 1 1 1 6. namun untuk perhitungan penggunaan air nantinya dihitung berdasarkan kapasitas maksimum PKS. Rencana penggunaan air untuk keperluan kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. Secara rinci penggunaan air untuk kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. rumah tangga karyawan.1 3 No.25 liter per polibag).

maka semakin besar pula dosis bahan kimia yang ditambahkan.) Rencana Sistem Perjernihan Air Sebelum didistribusikan untuk memenuhi keperluan PKS dan rumahtangga karyawan. Proses ini selain akan menghasilkan air yang memenuhi persyaratan.PT. Secara periodik akan dilakukan pengangkatan sedimen agar kolam penampungan tetap dalam keadaan design yang diinginkan (kapasitas tetap). Dari clarifier tank ini. Tingkat pemberian koagulan ini tergantung pada kualitas air yang diambil dari sungai. berupa silinder mendatar yang dilengkapi dengan pipa RUANG LINGKUP STUDI (2-14) . Proses penjernihan air adalah sebagai berikut: 1) Air dari Sungai Barito dialirkan melalui pipa berdiameter 6 inci dan ditampung di kolam penampungan (clarifier tank). Pemberian koagulan ini dilakukan dengan cara menginjeksikan koagulan melalul pipa sebelum air sampai di clarifier tank. air dari Sungai Barito dipompa ke instalasi air (water treatment) untuk dijernihkan.125 ppm dan soda ash 25 – 50 ppm. Proses ini biasanya menggunakan deaerator. Untuk itu perlu dilakukan pemurnian air sehingga sesuai dengan standar. Deaerasi adalah suatu proses untuk melepaskan gas-gas yang terlarut di dalam air seperti gas O2 dan CO2. Sedimen yang terangkat kemudian diangkut dengan menggunakan truk dan disebarkan pada daerah yang relatif rendah (cekungan). juga menghasilkan bahan sediment. Demineralisasi bertujuan untuk menghilangkan kandungan mineral di dalam air dengan jalan substitusi anion dan kation. Pengolahan air untuk boiler dilakukan dengan proses demineralisasi dan cleaerasi. air jernih ditampung pada beberapa water tank untuk didistribusikan menuju tempat yang membutuhkan air. 2) Boiler memerlukan air yang mumi dan bebas ion. agar tidak merusak boiler dan mesin-mesin lainnya. Selanjutnya resin yang sudah jenuh dan harus segera dilakukan proses regenerasi. semakin rendah kualitas air yang diambil. Air yang masuk ke dalam kolam diberi bahan kimia sebagai koagulan seperti tawas dengan dosis 50 . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (5. Dalam proses ini kation yang digunakan adalah resin dengan prinsip kerja menjerap kation maupun anion yang terdapat dalam air sehingga air menjadi bebas ion.

PT.7. Penggunaan genset untuk PKS diperlukan untuk masa awal pengolahan pabrik. Mesin genset akan menggunakan solar sebanyak. 2.000 liter perbulan (2 unit genset 30 KVA). Genset Turbin masing-masing berkapasitas 300 KVA sebanyak 2 unit dan 1000 KVA sebanyak 3 unit. cair. Pengolahan kelapa sawit di PKS. dan kantor Untuk induk menggunakan Divisi listrik dari emplasement menggunakan Untuk genset genset berkapasitas 70 KVA sebanyak 2 unit. Gambaran jenis-jenis limbah yang dihasilkan oleh PKS secara lengkap disajikan pada Gambar 2. Suhu air di dalam deaerator sekitar 105 oC. penerangan. sumber energi tambahan berasal dari turbin (boiler) dari PKS manakala proses pengolahan CPO berlangsung.) Rencana Penggunaan Energi Sumber energi diperlukan untuk kegiatan kebun.d. air yang masuk harus berlawanan dengan sistem yang masuk sehingga udara yang terlarut di dalam air akan keluar sempuma. (7. RUANG LINGKUP STUDI (2-15) . dan PKS rencananya bersumber dari mesin genset. kantor.6 dan Gambar 2. 1998). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT injeksi steam yang mengarah ke atas.) Rencana Pengolahan Limbah Limbah yang dihasilkan dari perkebunan dan PKS adalah limbah padat. diperlukan energi listrik 15 s. perumahan. 17 kW/ton TBS (Bapedal. Prinsip kerjanya. perumahan berkapasitas karyawan 80 KVA. Khusus untuk PKS dan perumahan disekitarnya. (6. Keadaan ini dapat mengurangi jumlah gas terlarut. selain itu kondisi air dengan suhu tersebut sangat baik karena dapat berfungsi sebagai panas pendahuluan sebelum masuk ke dalam boiler. Oli bekas dan operasional genset sebanyak 84 liter/bulan akan dikumpulkan dalam drum berukuran 200 liter untuk selanjutnya dijual kepada pengumpul resmi atau dimusnahkan sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 86 tahun 1990 tentang Tata Cara Pemusnahan Pelumas Bekas dan Pengawasamya. gas.

RUANG LINGKUP STUDI (2-16) . fungsi dan limbah pengolahan minyak sawit (CPO) (Bapedal. Tahap proses. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tahap Proses Fungsi Limbah/Dampak Sterilisasi (Pengukusan) • Mempermudah perontokan • Mengurangi kadar air • Inaktivasi enzim lipase • Limbah cair panas • Kebisingan Perontokan (Treshing) • Memisahkan buah dari tandan • Limbah padat • Kebisingan Pelumatan (Digesting) • Menghancurkan daging buah • Melepaskan sel yang • Kebisingan Ekstraksi Minyak • Memisahkan minyak daging buah dari bagian lain • Limbah padat (sabutyang bercampur dengan inti sawit) Pemurnian (Klarifikasi) • Membersihkan minyak dari kotoran lain • Limbah padat (sludge) • Limbah cair panas Gambar 2-6.PT. 1998).

dll) Limbah cair Kebisingan Pengempaan Mengeluarkan minyak dari inti sawit Limbah padat (bungkil) Minyak Inti Sawit Gambar 2-7. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tahap Proses Fungsi Limbah/Dampak Ampas dan Biji Pemisahan Biji dan Serabut Memisahkan biji dari sabut dan kotoran lain Limbah padat Pengeringan Mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti sawit Pemecahan Biji (nut Cracking) Memecah cangkang dengan cara lemparan Debu dan Kebisingan Pemisahan Inti Sawit dengan Cangkang Memisahkan inti sawit dari cangkang dan kotoran lain Limbah padat (cangkang. 1998) RUANG LINGKUP STUDI (2-17) . fungsi dan limbah pengolahan minyak inti sawit (PKO) (Bapedal. Tahap proses.PT. batu.

serabut.4%). Limbah padat hasil pengolahan kelapa sawit berupa janjangan kosong. dan tahap pemurnian (klarifikasi) yang menghasilkan lumpur. RUANG LINGKUP STUDI (2-18) Dengan demikian limbah padat dari rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit . pelepah. cangkang (5. Limbah padat dari proses pengolahan kelapa sawit dapat dipergunakan sebagai pupuk. Jumlah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit diperkirakan berupa janjangan kosong (21. Total limbah padat yang dihasilkan PKS diperkirakan sebesar 43. Serabut akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk operasional boiler. dan lumpur (sludge). Pada kegiatan pembukaan lahan dihasilkan limbah kayu yang tidak dimanfaatkan. Janjangan kosong akan dimanfaatkan sebagai pupuk atau mulsa yang akan disebarkan pada lahan kebun Cangkang akan dijual kepada pihak luar sebagai bahan alternatif bahan bakar pengganti batubara.1%). Limbah daun.16 ton/jam atau 263 ton/hari.9%). pelepah serta serasah dapat dimanfaatkan untuk menutup tanah sebelum penanaman dan dibiarkan menjadi humus. mulsa. pemisahan biji kelapa sawit dengan sabut yang menghasilkan serabut. serabut (12.95%. daun dari pohon dan semak belukar. cangkang. kelapa sawit. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (a) Limbah Padat Limbah padat pada pembangunan kebun dan PKS meliputi limbah padat dari hasil kegiatan pembukaan lahan dan operasional PKS. Sedangkan lumpur yang mengendap pada IPAL setelah dikeringkan akan digunakan untuk pupuk bahan organik di areal perkebunan.PT. secara keseluruhan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. dan lumpur (4. Tahapan proses produksi yang menghasilkan limbah ini adalah pada tahap pemisahan buah dari tandan yang menghasilkan janjangan kosong. tahap pemecahan biji dengan inti sawit yang menghasilkan cangkrang.5%). Dengan kapasitas pabrik 80 ton TBS/jam maka limbah padat total sebesar 13. serta serasah dimanfaatkan untuk menutup tanah dan dibiarkan menjadi humus. ranting. Limbah kayu yang dihasilkan pada saat pembukaan lahan akan dimanfaatkan untuk menahan tanggul/tukungan individual dan limbah daun. dan dijual sebagai bahan bakar alternatip bagi industri.

1 4 . proses klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon di PKS.3 3 0.1 03 . Dengan demikian pada pengoperasian pabrik kelapa sawit secara penuh dengan kapasitas 80 ton TBS/jam akan menghasilkan limbah cair sebesar 48 ton/jam atau 920 ton/hari. RUANG LINGKUP STUDI (2-19) .72 0 1 . Nantinya janjangan kosong akan dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian ditaburkan di atas permukaan tanah pada lahan penanaman kelapa sawit.8 % dan mengandung bahan organik yang sangat tinggi. Pengomposan limbah padat kelapa sawit dilakukan dengan sistem aerobik dengan memanfaatkan mikroorganisme aerobik (kapang. No.1 2 6 41 1 90 . Praktek ini akan mengurangi penggunaan pupuk pabrikan hingga 50%.000 2 1 . Hasil penelitian limbah cair pabrik kelapa sawit tersebut disajikan pada Tabel 2.72 0 3 . (b) Limbah Cair Limbah cair yang akan dihasilkan dari seluruh proses produksi CPO diperkirakan maksimal sebesar 60% dari jumlah TBS yang diolah.3 .2 80 1 5 . Limbah cair tersebut berbentuk kental berwarna coklat. Selain pemanfaatan mikroorganisme tersebut dalam pengomposan ditambahkan starter atau aktivator dari kotoran lemak. Tabel 2-7.7.PT.2 00 .6 4. bakteri dan actinomicetes).075 3 .0 Baku Mutu 1 00 3 5 0 2 5 0 5 0 2 5 6. 1 2 3 4 5 6 Kualitas limbah cair pabrik kelapa sawit Satua n mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l Limbah Cair Kisara n Rata -rata 8. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemanfaatan janjangan kosong sebagai pupuk organik memerlukan waktu degradasi 6 bulan sampal 1 tahun melalui proses pengomposan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kualitas limbah cair yang dihasilkan berpotensi mencemari badan air penerima limbah.9 Parameter Ling kung an BOD COD TSS Nitrog en Total Minya k dan Lema k pH Sumber: PPKS dalam IPB (2000) Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi). dan berbau dengan kandungan lemak 60 ppm dan minyak 0.3 5 .65 .1 00 3 4 .4.5 0.700 3 1 .1 70 1 2.

2 3 0.2.0 .3 2 0 60 -5 90 Ekstraksi 3 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Karakteristik limbah cair PKS menurut sumbernya Parameter Mutu Rebusan 4 .3 3 0 45 0.0 60-80 3 0.1 1 0 1 80 .7 .0 0.6. Tabel 2-8.000 6.3 0.3 .0 1 .9 .5 2 .2 .9 3 0 .8 .6 2 0.900 90 .5 00 .2 .1 .5 3 . - Rencana Pengelolaan Limbah Cair PT.60.8.3 .8 .60.3 .5 .000 .0 . senyawa organik dapat dirombak (mengalami degradasi) secara mikrobiologis oleh mikroba (bakteri aerob maupun anaerob).5 45 . No.0 1 .1 2 0. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Namun.8 .5 3 0 7.0 1 0.7 0 0.5 .8 .1 .6 1 .2 .000 .2 3 2 0.1 6. Kolam-kolam limbah didesain menggunakan tanggul dari beton RUANG LINGKUP STUDI (2-20) .000 .000 nd Hidriksilon dan Boiler 4 .0 2 3 0.4 .8 3 6 .5 1 8.1 .000 5 00 .6 0.3 .6 1 1 .000 2 5 0.0 .6 .3 5 .000 .8 dan Tabel 2.5 3 0.5 1 .6.2 6 Keseluruhan 3 .0 45 .1 40 2 60 .000 2 0. No.2 7.3 0.3 1 .47.5 1 5 .9 4 .0 .67.0-6.72 0 Klarifikasi 4.82 0 pH Suhu (oC) Minya k dan Lemak (ribu mg / L) Pa data n Total (ribu mg / L) Pa data n Tersuspensi (ribu mg / L) BOD (ribu mg / L) COD (ribu mg / L) Total P (mg / L) Total N (mg / L) Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (2004).8 . YYY merencanakan penanganan limbah cair tersebut dengan sistem pengolahan limbah dalam IPAL.4 .40.000 .9 . Karakteristik fisika dan kimia LCPKS segar disajikan dalam Tabel 2.4 1 0.64.0 .0 3 0 47.3 5 .1 .4 .3 5 0 Suhu Total Pada tan Total Pada tan Tersuspensi Total Pada tan Terla rut BOD COD Minyak Total N Total P Total K Total Ca Total Mg Sumber: PPKS dalam IPB (2000) Tabel 2-9.70.60 2 4.7 5 0.60.8. 1 pH 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 Karakteristik fisika dan kimia LCPKS Pa rameter Sa tua n o C mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l Kisara n Nila i 4 .1 .000 .1 .5 3 1 .6 0.3 8.4 .47.4 00 1 .88 1 .6 -3 .2 .8.1 5 .000 1 5 .9.000 1 5 .PT.77 6.1 .000 40.0 1 6.1 4. Desaign IPAL nantinya disesuaikan dengan kondisi fisik lahan basah.5 42.

PT. Gas buangan ini dibuang ke udara terbuka dan dikendalikan dengan pemasangan penangkap debu (dust collector) untuk mengikat debu dalam sisa gas pembakaran. Desain kolam limbah (PPKS. Desain kolam limbah untuk PKS PT.8. RUANG LINGKUP STUDI (2-21) . Gambar 2-8. Debu dari dust collector secara reguler ditampung dan dibuang ke lapangan untuk penimbunan daerah rendah yang ada di sekitar perkebunan. Palmina dengan kapasitas 80 ton TBS/jam dengan tujuan untuk dibuang ke perairan umum dengan kandungan BOD kurang dari 100 ppm mengacu pada desain kolam limbah dari PPKS selengkapnya disajikan pada Gambar 2. kemudian dialirkan melalui cerobong asap setinggi 25 m dari permukaan tanah. 2006) (a) Limbah Gas (Udara) dan Kebisingan Limbah udara berasal dari pembakaran solar pada generating set dan pembakaran sabut pada boiller. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT untuk mencegah penyebaran limbah ke perairan umum ketika musim hujan.

6) Rencana Tangki Timbun Sebagai kelengkapan prasarana pabrik pengolahan kelapa sawit PT. namun dengan produksi yang relatif kecil (buah pasir). konstruksi dan operasi. mengingat mesin yang digunakan umumnya mesin-mesin yang besar. tanaman kelapa sawit sudah dinyatakan tidak layak ekonomis lagi untuk dipanen dengan pertimbangan perbandingan biaya pemeliharaan dan produksi. Tanaman yang tidak produktif lagi akan ditebang dan kembali diremajakan (replanting) yakni dengan menanam tanaman kelapa sawit baru. 8) Tahapan Rencana Kegiatan Penyebab Dampak Rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. Sejak tanam hingga umur empat tahun baru berbuah dan dapat dipanen.PT. Umur tanaman kelapa sawit ditentukan selama 30 tahun sejak saat ditanam. 7) Rencana Umur Kegiatan Umur kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terbagi atas 3 tahap kegiatan. selanjutnya terus mengalami penurunan produksi hingga umur 25 tahun. Selanjutnya relatif umur 7 hingga 15 tahun. YYY tidak dapat ditentukan mengingat bahan baku dapat diperbaharui dengan cara melakukan pengaturan waktu tanam dan peremajaan tanaman kelapa sawit apabila tanaman sudah mengalami penurunan produksi.000 ton. yaitu tahap pra-konstruksi. yang ditimbulkan diuraikan sebagai berikut : Uraian komponen kegiatan yang ditelaah pertahapan kegiatan berkaitan dengan dampak RUANG LINGKUP STUDI (2-22) . tanaman kelapa sawit mengalami produksi puncak yakni rata-rata 20-30 ton TBS/ha. khusus pada lahan basah produksi pada kisaran umur tersebut dapat mencapai 35 ton TBS/ha. Umur 25 tahun ke atas. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin-mesin produksi di PKS cukup tinggi. YYY berencana membangun dua unit tangki timbun CPO dekat dengan PKS masingmasing dengan kapasitas 2./tahun./tahun.

YYY berdasarkan pertimbangan : 1) Hasil studi rencana teknis kebun dan pabrik serta sarana prasarana lainnya. Memberikan saran dan rekomendasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di calon lokasi yang sesuai dengan kesesuaian lahannya. sehingga dapat ditentukan jenis tanah yang sesuai (land suitable) guna mendukung peruntukan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. 1. 5. 3.PT. sebagai berikut. RUANG LINGKUP STUDI (2-23) . (2) Pengadaan dan Pembebasan Lahan Penentuan lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT a) (1) (2) (3) (4) Tahap Pra Konstruksi Survei Lahan Pengadaan dan Pembebasan Lahan Rekrutmen Tenaga Kerja Mobilisasi Peralatan (1) Survei Lahan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi pengukuran atau pemetaan topografi. jalan. pengambilan air termasuk di dalamnya perencanaan kemajuan kebun. 2. Untuk mengetahui kesesuaian atau kelayakan teknis dan ekonomis dalam hubungannya dengan perencanaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Mendeliniasi lokasi lahan yang cocok untuk kebun dan infrastruktur lainnya serta memberikan faktor pembatasnya 4. Pengecekan tanah untuk menentukan lokasi yang tepat untuk perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta sarana penunjangnya. penentuan trace / aligmen lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta kebutuhan prasarana lainnya termasuk penyclidikan tanah (soil investigation). Merancang kedudukan lokasi pabrik. Secara umum survei/sigi yang dilakukan pada dasarnya untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.

administrasi. pembangunan fasilitas dan sarana prasarana lainya.3. Penetapan dan alokasi lahan plasma ditentukan dari lahan yang ditawarkan oleh masyarakat melalui koordinasi KUD. Dalam program plasma ini. baik keperluan kebun maupun pabrik kelapa sawit. 3 ) Aksesibilitas yang mudah dari calon lokasi ke tempat kegiatan lainnya. yang dikelola melalui koperasi (KUD) yang akan dibentuk sebelumnya. penggunaan lahan untuk kepentingan kebun dan pabrik pengolahan serta sarana (3) Rekrutmen Tenaga Kerja Rencana keperluan tenaga kerja untuk kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit akan menangani bidang manajemen. dan prasarananya sudah diuraikan pada Tabel 2. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan kebun dan PKS diperkirakan sebanyak 1. persemaian. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2) Areal rencana lokasi merupakan areal yang sesuai dengan RTRWP Kalimantan Selatan dan RTRW Kabupaten Banjar. Komitmen perusahaan dalam pengelolaan kebun menggunakan program plasma. program plasma akan mulai dilakukan paling lambat pada akhir tahun 2008. Peran serta masyarakat sekitar kebun nantinya akan dilibatkan dalam program plasma. dan perencanaan teknik meliputi operasional pembukaan lahan.PT. pembuatan jalan. pemanenan dan pengangkutan serta pengolahan. tenaga kerja dari masyarakat lokal. setiap kepala keluarga (KK) akan mengelola lahan maksimal seluas 2 Ha. pemeliharaan. Direncanakan. tenaga teknis kebun. Dalam kegiatan pengadaan dan pembebasan lahan untuk areal kebun pada prinsipnya tidak dilakukan kompensasi (ganti rugi). Jika tanah yang sudah digarap masyarakat tersebut berada dalam lokasi proyek (berdasarkan izin lokasi). Dengan demikian pola Rencana YYY (30 tahun). Bidang pekerjaan RUANG LINGKUP STUDI (2-24) .982 orang meliputi staff administrasi (tenaga kerja tetap) hingga buruh lepas yang menangani kegiatan pembukaan lahan. kemitraan ini selama satu siklus perkebunan PT. Pada tahap konstruksi sebagian besar komponen kegiatan dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan Sedangkan pada tahap operasi diperlukan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. maka lahan tersebut akan menjadi enclave atau dijadikan cadangan kebun plasma.

YYY untuk tenaga kerja adalah memberdayakan tenaga kerja lokal minimal 60 % dari jumlah yang diperlukan dengan syarat harus memenuhi kualifikasi. sedangkan struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 2. keterampilan dan pendidikan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. RUANG LINGKUP STUDI (2-25) . MEKANIK SEKSI KEPALA BAGIAN SEKSI TENAGA HARIAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN Gambar 2-9. Melalui program CSR nantinya. GENERAL ESTATE MANAGER MANAGER KEBUN INTI MANAGER PABRIK ASISTEN KEPALA KEPALA TATA USAHA ASISTEN KEPALA KEPALA TATA USAHA ASISTEN KEPALA DEKSI SEKSI ANALISIS KEPALA SEKSI MANDOR I.10.9. Struktur Organisasi Perkebunan Kelapa Sawit PT. Komitmen PT.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT yang meliputi jumlah dan kualifikasi serta asal tenaga kerja yang dibutuhkan disajikan pada Tabel 2. YYY. pembinaan masyarakat sekitar dalam peningkatan keterampilan yang diperlukan perusahaan akan dilakukan supaya kualifikasi tenaga kerja dapat memenuhi standarisasi tenaga kerja yang diperlukan.

YYY di lokasi perkebunan terdapat tenaga kerja dengan posisi : Pengurus Kebun (1 orang). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-10.2 x rencana luas lahan. Kepala Pembibitan (1 orang) dan tenaga security (20 orang). selanjutnya dilakukan proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Rencana penggunaan tenaga kerja Pekerja Per Satuan Tugas Pekerja Tetap LakiLaki Perempuan Jumlah Yang diperlukan LakiLaki Pekerja Tidak Tetap Perempuan Jumlah Yang diperlukan Clerk Supervisi Public Relation Security Legal Nurseries Incorse of Newplanting Immature Oil Palm Upkeep Mature Oil Palm Plucking Tecnical Driver Emplacement Watcmen Total 2 1 3 4 3 13 1 1 3 1 3 4 3 14 3 1 4 6 4 18 11 56 1 8 2 45 6 270 109 131 19 17 22 697 1 1 244 100 346 12 57 1 8 2 45 6 514 209 131 19 17 22 1. tenaga kerja sekitar 0. YYY. Asisten Survei (1 orang). Rencana kebutuhan tenaga kerja PT. Pada saat ini di kantor PT. YYY harus melalui berbagai tahap dan memenuhi Standard Operational Procedor (SOP) yang tetap ditetapkan perusahaan maupun peraturan perundangan yang berlaku. dengan rasio jumlah RUANG LINGKUP STUDI (2-26) .922 Sumber: PT. YYY disajikan pada Tabel 2. Asisten Agronomi (3 orang). Kepala Seksi (1 orang).10. Proses penerimaan tenaga kerja diawali dengan mempublikasikan pengumuman secara terbuka melalui media masa. 2006 Proses penerimaan tenaga kerja PT.043 19 112 2 14 4 84 9 958 375 214 48 39 44 1. YYY sudah menyerap tenaga kerja harian sekitar 120 orang. Sedangkan dua lokasi pembibitan PT.PT.

Pengangkutan menggunakan jalur darat akan melewati jalan negara/provinsi dan jalan kabupaten hingga mencapai lokasi proyek. kayu untuk pondasi dan bahan lainnya dibeli di tempat penjualan terdekat kemudian diangkut ke masing-masing lokasi pembangunan sesuai dengan kapasitas dan volume yang dibutuhkan. Pengangkutan peralatan tersebut dilakukan melalui jalur sungai/laut dengan menggunakan kapal dan jalur darat juga digunakan untuk mengangkut peralatan dan material yang berasal dari daerah sekitar tapak proyek (lokal). Material serperti semen. jumlah. Penjelasan mengenai jenis kegiatan. koral. dan operasional kebun.5 m3 / 7 unit 5 m3 / 4 unit 6 unit 30 ton / 12 unit 18 unit 15 unit 7 unit 2 unit 12 ton / 5 unit 12 ton / 1 unit 4 ton / 1 unit 1 unit Cara Pengarahan Lewat sungai Lewat sungai Dijalankan Dijalankan Dijalankan Diangkut truk Dijalankan Dijalankan Dijalankan Dijalankan Dijalankan Diangkut truk RUANG LINGKUP STUDI (2-27) . pasir. jenis peralatan. Peralatan didatangkan secara langsung oleh kontraktor. Mobilisasi peralatan ini meliputi kegiatan pengerahan dan pengangkutan peralatan-peralatan berat yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan baik untuk pembukaan lahan.11. Tabel 2-11. pembuatan jalan. kapasitas dan cara mobilisasi peralatan yang akan digunakan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2. dan pembangunan sarana dan prasarana. Peralatan yang akan dipergunakan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (4) Mobilisasi Peralatan Mobilisasi peralatan mencakup kegiatan pemindahan peralatan dari dan ke dalam lokasi proyek yang dilakukan pada awal dan akhir kegiatan konstruksi. YYY No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 B 1 Peralatan Kendaraan / Alat Berat Excavator Buldozer kapal / Klotok Dump truck Fram Tractor Water pump Pick up Jeep Truk Tanki Truk Kernel Traktor Peralatan Bengkel Mesin compressor (Tian Li) Kapsitas/Jumlah 1.

Kapak i. Dodos g. Menara Pantau c. Pisau enggrek J. Ganco h. Chisel f. Arit c. peta – peta). Pesawat Orari RUANG LINGKUP STUDI (2-28) 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 set 1 pcs 1 Pcs 1 set 1 Pcs 1 Pcs 1 set 1 Pcs 1 Pcs 1 set 1 set 1 set 3 set 2 set 1500 buah 1500 buah 1 set 250 buah 150 buah 200 buah 200 buah 200 buah 200 buah 200 buah 5 unit 3 unit 8 unit Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk . penanaman dan pemeliharaan. a. Cangkul b. Pompa b. a. kompas.PT. Angkong Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan. Hand Sprayer e.500 A) Mesin bor duduk Mesin gerinda potong Elektrik drill Disc grinder 4" Chain block 5 ton Tangga alumunium 6 m Safety belt Nazzia taster Torque wrench (britool 20-100 Ft) Torque wrench (britool 200-600 Ft) Blender set Garage jack 10 ton Hydroulic jack 10 ton Teri removal Oil can Multy tester AC/DC Bearing puller Bearing puller Hand riveter Ring piston wrench Mechanical tool standard Peralatan Penunjang Lainnya Peralatan survey dan pembuatan Blok Tanam (Theodolite. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 C 1 2 3 Mesin compressor (Robin EY 15) Mesin las (Tian Li portable) Travo las (50 . Peralatan pembibitan. Hotu d. meteran.

Tahapan kegiatan pembukaan lahan meliputi: Bloking dan Pancang Rumpukan yang memenuhi Luasan dimaksud akan dialokasikan untuk areal perkebunan dan pengolahan kelapa sawit kesesuaian untuk tanaman sawit akan dijadikan kebun.PT. Kegiatan pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dengan sistem mekanis dengan alat berat excavator tanpa pembakaran sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 38/KB. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 4 Pabrik PKS (80 ton TBS/jam) 1 unit 2 unit 3 unit 1 unit 2 unit 2 unit 5 Generator Set Turbin 300 KVA 6 Generator Set Turbin 1. beserta fasilitas penunjangnya.95 tentang Petunjuk Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Pembakaran Untuk Perkebunan. Kayu-kayu hasil pembukaan lahan dipergunakan untuk membangun jembatan. Blok yang dibuat berukuran RUANG LINGKUP STUDI (2-29) . namun bagi lahan yang kurang sesuai Pekejaan bloking adalah pekerjaan memberikan batas areal yang akan dikerjakan yang didahului oleh tim survey ke dalam lahan dan menentukan batas-batas yang sesuai dengan program yang akan dikerjakan.000 ha.BUN/05. Diangkut truk dan trailer Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk b) Tahap Konstruksi (1) Pembukaan Lahan (2) Pembangunan Sarana dan Prasarana (3) Pembangunan PKS (1) Pembukaan Lahan Areal yang diperuntukan bagi lokasi proyek adalah seluas 15.110/SKI/DJ. perumahan dan jalan. Bagi lahan dialokasikan untuk tujuan lain.000 KVA) 7 Generator Set (80 KVA) 8 Generator Set (70 KVA) 9 Generator Set (30 KVA) Sumber : PT. YYY (2006). Pekerjaan ini disesuaikan dengan master plan kebun yang telah dibuat dan membuat petak-petak blok sebagai batasan terkecil untuk bididaya tanaman kelapa sawit.

saluran drainase. a) Pembangunan Jalan. perumahan karyawan. jalan lingkungan dalam kawasan pemukiman. Keperluan jalan pada RUANG LINGKUP STUDI (2-30) . kebun dan pabrik memerlukan pembangunan jalan penghubung berupa jalan utama (main road). Pembangunan jalan dan jembatan direncanakan 5 % dari total areal perkebunan. Jembatan. pembangkit listrik. gorong-gorong. kantor. pintu air. Untuk main road memiliki orientasi mata angin Utara – Selatan. (3) Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit berupa : jalan. Pekerjaan lanjutan adalah dengan memancang untuk pembuatan rumpukan yang akan diteruskan dengan perumpukan mekanis oleh alat berat excavator. Komponen-komponen tersebut bekerja secara terintegrasi dan harmonis satu sama lain. Rumpuk Mekanis Rumpuk mekanis adalah pekerjaan pembersihan lahan yang akan ditanami kelapa sawit dengan cara mengumpulkan pohon-pohon atau tanaman-tanaman yang ada di areal/lahan secara teratur dan rapi membentuk barisan-barisan sampai areal siap ditanami kelapa sawit dan tidak mengganggu tanaman budidaya.000 m atau seluas 30 hektar. Jalan Kebun Jalan kebun dapat dibuat lebih awal sebelum land clearing. jalan koleksi (collecting road). Orientasi tersebut dimaksudkan untuk manajemen pengelolan jalan dimana jalan collection road harus mendapat lama penyinaran yang lebih lama dibandingkan dengan main road. jembatan. sarana air bersih. jembatan dan gorong-gorong. IPAL dan fasilitas penunjang lainya. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 300 m X 1000 m sehingga luas tiap blok berjumlah 30 hektar. pos Checker. dan Gorong-Gorong Untuk kelancaran transportasi. Jalan kebun dirancang sebagai batas setiap blok kebun yang memiliki dimensi 300 m x 1. sedangkan collecting road Timur – Barat. Setelah dilakukan bloking diteruskan dengan pembuatan parit sebagai batas blok dan sebagai bahan badan jalan yang akan dibuat belakang hari setelah memenuhi standart penggunaan jalan perkebunan.PT.

Saluran yang dibangun kedua sisi jalan utama (main road). Selain jalan di atas. Jalan panen berfungsi sebagai jalan bagi tenaga kerja dalam mengangkut buah dari pohon ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dan juga sebagai jalan bagi tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan merawat tanaman.000 m untuk collecting road. Lebar main road 10 m dan collecting road 6 m. namun demikian bila telah menghasilkan maka untuk kelancaran transportasi CPO keluar kebun jalan diaspal. Pembuatan kedua jalan ini menggunakan material uruk dari pembuatan saluran drainase primer (main drain) dan sekunder (sub-drain).PT. Lebar jalan panen dibuat 1. yaitu : (a) Saluran Primer. Ada tiga saluran yang nantinya akan dibuat pada kebun PT. Pembangunan Saluran Drainase dan Jembatan/Gorong-gorong Keberhasilan kegiatan perkebunan kelapa sawit di lahan rawa sangat tergantung pada pengelolaan air (water management).0 meter searah dengan main road pada interval pada satu setiap dua gawangan (barisan tanaman kelapa sawit). nantinya di dalam kebun akan dibuatkan jalan panen (pasar pikul). Jalan penghubung tersebut Pada tahap direncanakan dengan klasifikasi sama dengan jalan kabupaten. RUANG LINGKUP STUDI (2-31) . Perencanaan saluran drainase meliputi perencanaan pembuatan saluran dan bangunanbangunan pendukungnya seperti jembatan/gorong-gorong dan pintu-pintu air. Palmina. Jaringan saluran drainase dibangun untuk mengatasi faktor-faktor pembatas yang terdapat pada kegiatan budidaya perkebunan kelapa sawit di lahan rawa sehingga nantinya sesuai untuk budidaya kelapa sawit. merupakan saluran yang dapat menampung limpasan air dari saluran cabang maupun dari sungai yang berada dan berbatasan dengan lahan perkebunan. pembangunan biasanya jalan ini diperkeras dengan sirtu.0 – 2. Jalan Penghubung Jalan penghubung adalah jalan yang menghubungkan pusat kegiatan proyek dengan jalan propinsi atau jalan kabupaten. Setiap jalan yang melintas saluran drainase atau badan air alami akan dilengkapi dengan jembatan permanen atau gorong-gorong beton. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT setiap blok adalah 300 m untuk main road dan 1.

lebar dasar 1 m dan kedalaman 1. Jarak antara saluran cabang ini adalah 1 km melebar dan 2 km membujur. dan afdeling). mushola. pintu saluran dapat dibuka. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Dimensi saluran utama adalah lebar atas 2 meter. Saluran koleksi ini berukuran lebar atas 1. artinya setiap 10 baris tanaman kelapa sawit akan dibuat satu saluran tersier. lebar dasar 1. Dalam keadaan darurat.PT. (c) Saluran tersier. Saluran Cabang bermuara dan tegak lurus ke Saluran Utama. gudang. Pada bagian ujung Saluran Cabang dilengkapi dengan pintu pengendali (stop log) yang berfungsi untuk mengatur tinggi muka air. penjernih air dan guest house.5 meter. merupakan saluran yang dibangun pada satu sisi jalan koleksi (collection road). misalnya banjir. (b) Saluran Sekunder.5 m. merupakan saluran yang dibuat pada bagian tengah blok kebun dengan bentuk menyerupai sisir dengan interval 1 : 10. plasma. b) Pembangunan Kantor dan Perumahan Bangunan kantor dan perumahan perusahaan antara lain berupa bangunan kantor pusat perkebunan (inti. dan klinik kesehatan. Bangunan perumahan karyawan baik staf maupun non staf dirancang untuk memiliki kondisi yang layak dan memadai. garasi kendaraan. Saluran tersier berfungsi untuk mempercepat proses drainase dalam blok kebun.5 m yang berfungsi untuk menampung aliran air dari saluran tersier dan menjadi stabilisator limpasan air dari Saluran Utama. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kantor dan perumahan dipilih dengan mempertimbangkan persyaratan lingkungan antara lain sebagai berikut : (a) (b) (c) (d) Lahan harus sesuai dengan peruntukan bangunan Lingkungan yang sehat dan nyaman bagi para penghuni Fasilitas air bersih cukup tersedia Sanitasi yang baik dan mudah diterapkan RUANG LINGKUP STUDI (2-32) . Komplek perumahan dilengkapi dengan bangunan fasilitas umum seperti sekolah. dan kedalaman 2 meter. Pada jarak 300 m dari ujung saluran utama dipasang pintu pengendali yang berfungsi untuk mengendalikan muka air di saluran utama.

dll. dibuat sebanyak 3 (tiga) buah dan ditempatkan 2 orang petugas yang dilengkapi dengan peralatan teropong. Bangunan menara pantau terbuat dari kayu dengan ketinggian ± 12 meter. Dengan rasio 1:1 antara TBS yang diolah dan keperluan air. Topografi yang ideal untuk pabrik dipilih yang datar namun demikian pembuatan loading ramp dibutuhkan tempat yang lebih tinggi dari unit rebusan sehingga perlu dilakukan penimbunan. Pemilihan lokasi pabrik ini dilakukan dengan memperhitungkan adanya batasanbatasan yang umum berlaku antara lain mengenai penggunaan sumber air dari sungai agar mensuplai kebutuhan air untuk pengelolaan sepanjang tahun. RUANG LINGKUP STUDI (2-33) . pencurian. Rencana kapasitas pabrik pada tahap pertama adalah 40 ton TBS/jam dan akan ditingkatkan menjadi 80 ton TBS/jam. YYY dan emplasemennya direncanakan dibangun pada areal seluas 123 ha. Menara pantau dibangun pada lokasi strategis vang berfungsi sebagai pemantau kegiatan-kegiatan di dalam perkebunan dan pengolahan kelapa sawit seperti memantau kondisi lahan terhadap bahaya api di musim kemarau. Pembangunan PKS Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Tersedianya sumber air yang memadai merupakan salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam menentukan letak lokasi suatu pabrik. Rencana badan air yang akan digunakan untuk keperluan pabrik sebagai sumber air adalah sungai-sungai terdekat (Sungai Barito) dengan lokasi dibangunnva pabrik. antara lain berupa menara pantau. alat komunikasi.PT. disamping faktorfaktor lainnya seperti jarak angkut bahan baku dan hasil produksi yang diusahakan sependek mungkin untuk menekan biaya pengangkutan dan lain sebagainya. dan gangguan keamanan lainnya. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c) Pembangunan Fasilitas Penunjang Lainnya Bangunan fasilitas penunjang lainnya berfungsi untuk mendukung kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang akan dilakukan oleh perusahaan. 4).600 m3 air setiap harinya. maka pada kapasitas maksimun 80 ton TBS/jam selama 20 jam diperlukan 1.

Perencanaan pembangunan pabrik haruslah selaras dengan rencana penanaman dan rencana produksi TBS. Lay out (tata letak) pabrik kelapa sawit PT. fisik dan kimia. 2004). sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) hanya dapat didirikan apabila pcrusahaan tersebut mempunyai kebun yang mampu memasok 50 % dari kapasitas PKS yang akan dibangun (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Untuk ketepatan letak pabrik pada saatnya perlu dilakukan penelitian tanah (Sounding and Drilling) sebelum pembangunan pabrik dimulai.10. Direncanakan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Pertimbangan lain yang diperhatikan adalah arah angin yang sering terjadi di lokasi sedapat mungkin asap dari cerobong pabrik tidak mencemari udara di lingkungan komplek permukiman karyawan atau penduduk sekitamya termasuk tingkat kebisingannya. Pengembangan tanaman kelapa sawit selalu disertai dengan pembangunan pabrik. Menurut SK Menteri Pertanian No. YYY akan berlangsung selama 1 tahun mulai dibangun tahun ke 3 dan diharapkan dapat diselesaikan diuji coba dan dioperasikan pada tahun ke 4 untuk mengolah TBS dan menghasilkan CPO serta PKO. YYY disajikan dalam Gambar 2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lokasi yang dipilih harus memiliki daya dukung tanah yang cukup baik karena tanah harus mampu menopang semua bangunan dan peralatan pabrik yang dibangun diatasnya.PT. dari suatu PKS meliputi : 1) 2) 3) 4) 5) Jembatan timbang Penerimaan TBS dan penimbangan (Loading ramp) Stasiun Rebusan (Sterilization) Stasiun Pelepaan Buah (Tresching) Stasiun Kempa (Pressing) RUANG LINGKUP STUDI (2-34) Pabrik kelapa sawit tersusun atas unit-unit proses yang memanfaatkan kombinasi perlakuan mekanis. Bagian-bagian . Pabrik kelapa sawit (PKS) adalah unit ekstraksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) dari TBS kelapa sawit. Hal ini disebabkan minyak sawit mudah mengalami perubahan kimia dan fisika selama minyak dalam tandan dan pengolahan.107/Kpts/2000. Disamping itu lokasi pabrik harus bebas banjir dan memiliki drainase vang baik.

Lay-out pabrik kelapa sawit PT.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-10. YYY RUANG LINGKUP STUDI (2-35) .

Persemaian Persemaian atau pengadaan bibit kelapa sawit dilakukan dalam dua tahap yaitu persemaian tahap I (pre nursery) dan tahap II pembibitan (main nursery). Lokasi untuk persemaian dipilih pada areal yang tetap.PKO Pengelolaan limbah. Untuk menghindari kerusakan pada kecambah. Bagian atas kantong kecambah diusahakan tetap mengembung. cukup sumber air RUANG LINGKUP STUDI (2-36) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Stasiun Klarifikasi (Clarification) Stasiun Deparicarping Stasiun Pengutipan Inti Stasiun Ketel Unit Pembangkit Energi Tangki Timbun CPO Oil trep Effluent treatment dan sludge decanter system Kolam penyediaan air Bangunan Kantor Laboratorium Bengkel Tempat ibadah dan pos jaga.PT. Tahap Operasi Persemaian Penanaman Pemeliharaan Pemanenan Pengangkutan Pengolahan CPO . bila kecambah yang diterima bagian dari tanaman tidak dapat langsung ditanam maka harus disimpan pada tempat yang sejuk dan lembab. datar.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT penyiraman. kecambah ditutup dengan tanah sekitar 1. Kecambah . Areal persemaian yang telah dipilih terlebih dahulu dilakukan pembersihan dari gulma . Kantong plastik kecil (baby polybag) ukuran 15 x 20 cm tebal 0. bebas banjir dan bebas dari gangguan binatang liar. Ukuran papan 12 x 20 cm. maka penyemaian diberi label atau / papan nama yang berisikan nomor. Pemeliharaan. Persemaian Tahap I (pre nursery) Lokasi Pada persemaian tahap I ini kegiatannya relatif lebih mudah karena arealnva lebih kecil dan hemat pemakaian kantong plastik (polybag) besar karena bibit di persemaian ini merupakan hasil seleksi kecambah yang sudah baik. kelompok kecambah.08 mm yang telah diisi dengan top soil sampai tinggi mencapai 1 cm dari bibir kantong. termasuk pekerjaan tambah tanah dan konsolidasi bibit.5 cm.5 cm dengan posisi bagian akar (tandannya tumpul dan kasar) menghadap ke atas. patah. Sebelum penyemaian. Untuk mengetahui perkembangan bibit hingga di lapangan. Jadi yang disemai hanya kecambah yang normal saja.PT.kecambah yang menunjukkan gejala kelainan (abnormal). disusun rapat membentuk bedengan kayu diberi plang kayu agar kantong tidak tumbang. Bibit dalam semaian dilakukan penyiangan 2 minggu sekali.1.0 . Bibit dirawat dalam persemaian selama 3 bulan. seyogyanya dipilih disentral areal atau pada areal rencana lokasi pabrik. Persiapan areal persemaian. Antara bedeng yang satu dengan bedeng yang lain diberi jarak sekitar 50 cm yang berfungsi untuk jalan kontrol. Seleksi dan Penyamaian Kecambah. busuk dan sebagainya dibuang. warna dasar di cat kuning dan tulisan hitam. Selanjutnya RUANG LINGKUP STUDI (2-37) . Kecambah ditanam tepat di tengahtengah kantong dalam lobang yang dibuat dengan jari sekitar 1. Persemaian disiram 2 kali sehari (pagi dan sore) terkecuali jika hari hujan dengan curah hujan minimal 8 mm. jumlah dan tanggal semai pada setiap bedeng. bedeng-bedeng ini disiram terlebih dahulu selama lebih kurang satu minggu.

Kantong plastik besar ukuran 42.500 . Untuk mengetahui perkembangan bibit. Persemaian Tahap II (main nursery) Pada persemaian tahap II atau pembibitan ini adalah tempat membesarkan bibit dari pre nursery yang telah diseleksi dan dipindahkan ke dalam kantong plastik sebesar berukuran 43. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Seleksi Semai.5 cm x 50 cm. Kecambah-kecambah yang menunjukkan gejala kelainan fisik dan fisiologis disingkirkan. Pemeliharaan. Kemudian tanah beserta bibit kecil ditanam dalam kantong plastik besar.5 bulan yang telah diseleksi dipindahkan ke kantong plastik besar vang telah disusun di lapangan. Areal pembibitan dilengkapi dengan instalasi air untuk penyiraman bibit dan parit drainase untuk mengalirkan air pada waktu hujan. bibit kecil dipadatkan dan diratakan.PT. tiap kelompok harus diberi papan nama yang memuat nomor kelompok. Bibit dari pre-nursery yang telah berumur sekitar 3. Jika hari hujan dengan curah RUANG LINGKUP STUDI (2-38) . diatur pada areal pembibitan dengan jarak tanam 85 x 85 x 85 cm (segi tiga sama sisi).500 per hektar.15 %. pemupukan.2 mm. Lamanya bibit dalam pembibitan utama sekitar 8 . Seleksi semai dapat dilaksanakan pada saat penyiangan. yakni bila dijumpai pertumbuhan bibit yang tidak normal dan keadaannya tidak mungkin lagi sembuh. Penanaman per nomor kelompok. setelah itu ditanam di sekitar bola tanah. Jumlah air yang dibutuhkan per bibit dalam kantong plastik besar setiap hari dua liter. penyiangan. pemberantasan hama dan penyakit. jumlah bibit dan tanggal tanam dalam kantong besar. Pemeliharan pemibibitan utama mencakup pelaksanaan pekejaan penyiraman. demikian juga pada tiap-tiap kantong harus diberi nomor kelompok. Besamya seleksi pada tahap persemaian ini sekitar 10 . Penanaman dapat dilaksanakan dengan cara memotong kantong plastik kecil pada bagian bawahnva. Persiapan areal.5 x 50 cm.3 dan tebal 0. berlobang-lobang sebesar 0.12 bulan. maka semai tadi harus segera di cabut dan dibuang.14. penyiraman dapat dilaksanakan pagi dan sore hari.2 mm yang telah diisi dengan top soil sampai tinggi sekitar 1 cm dari bibir kantong. Sebelum ditanam kantong plastik dibiarkan selama 1 minggu agar tanah cukup padat dan kelembaban merata dengan jarak tanam ini jumlah bibit yang diperoleh sekitar 13. tebal 0.

maka penyiraman pada hari itu dapat ditiadakan. Untuk mendapatkan bibit yang baik dan menghindari perawatan pada bibit abnormal. pada umur tanaman 0 . umur tanaman 3 . Pegangkutan bibit ke lapangan bisa menggunakan traktor dengan trailer atau truk sampai di tempat areal yang akan ditanam. maka seleksi bibit dilaksanakan tiap 2 bulan sekali sampai saat akan dipindahkan ke lapangan.10 bulan dengan NPK (12:12:17:2) sebanvak 10 gram/tanaman/2 minggu dan Kieserite sebanyak 5 gram/tanaman/2 minggu. Adoretus (Lepadoretus). Sedangkan penyiangan dilaksanakan dengan rotasi sekitar 20 . Bila tanah dalam polybag berkurang hingga bonggol bibit terbuka maka ditimbun tanah kembali dan dipadatkan.20%. Bahan yang digunakan adalah kecambah dari varietes "Tenera" yang bersumber dari London Sumatera Ind. Pemberantasan hama dan penyakit dilaksanakan secara kimiawi. selanjutnya untuk sampai di lobang tanam bibit diangkut secara manual (dilangsir). Pemesanan kecambah kelapa sawit dilakukan 1 tahun atau paling lambat enam bulan sebelum bibit diperlukan. Kumbang malam (Apogonia). Direncanakan luas areal persemaian adalah 42 ha. Penyiangan dapat dilaksanakan dengan menggunakan herbisida yang telah terdaftar resmi.30 hari sekali tergantung dari pertumbuhan rumput. RUANG LINGKUP STUDI (2-39) . Seleksi Bibit. Seleksi bibit dimaksudkan untuk menyingkirkan semua bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang normal serta bermutu baik untuk ditanam di lapangan.000 bibit per hektar. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT hujan di atas 10 mm.5 gram/tanaman/2 minggu. bibit diputar agar akar yang menembus polybag putus. Pemberantasan hama dan penyakit yang umum terdapat pada pembibitan adalah belalang (Valanga). dengan kapasitas 12. bila terdapat polybag yang miring segera ditegakan dan polybag pecah diganti. penyakit collante dan bercak daun (Culvularia dan Helminthosporium). Besarnya seleksi pada saat pembibitan ini sekitar 15 . Lebih kurang 2 minggu sebelum diangkut ke lapangan.PT. Pemupukan pada pembibitan dilaksanakan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Bibit dalam pembibitan utama secara berkala dilaksanakan pemeriksaan.3 bulan dengan menggunakan NPK (15:15:6:4) sebanyak 2. Penyiraman dapat dilaksanakan dengan cara manual memakai selang plastik atau gembor.

000 dan tahun 2008 sebanyak 360.0 15. Tabel 2-12.12.0 5. tikus dan cacing. Pengelolaan naungan dilaksanakan sampai umur 1. digunakan dicantumkan dalam Tabel 2. Pupuk yang diberikan adalah urea atau pupuk majemuk dengan konsentrasi 0. Pemupukan dilakukani jika diperlukan.PT.000 bibit.5 10. sehingga bibit hanya memperoleh pencahayaan sekitar 30 %.0 7. YYY.18 20 22 Pupuk majemuk 15-15-6-4 5. Cangkang dapat ditabur dalam bibit sebanvak 0. belalang. jangkrik. YYY Umur bibit (minggu) 2 4 6 8.12 14.0 5.0 Kiserit 5. Sedangkan penyakit adalah Helminthosporium antracnose blast.5 kg/polibag. Gulma yang tumbuh dalam pembibitan dicabut dengan tangan setiap 2 minggu sekali. Jalan dan parit dibuat agar berfungsi dengan baik.0 penyakit dilakukan secara dini dan berkesinambungan. Pemberian serasah (mulching) berupa sisa tanaman atau cangkang sawit dapat mengurangi penguapan air dan pemupukan. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan kerusakan kecambah. Dosis pupuk pada pembibitan kelapa sawit PT.5 bulan. pada lahan datar. sekaligus dilakukan penambahan tanah pada kantong-kantong plastik yang kurang tanahnya. Hama dan penyakit yang umum mengganggu bibit muda seperti semut.16. YYY berada di lokasi pembibitan utama. Terletak di tengah lokasi perkebunan PT. bibit yang siap disalurkan ke pembibitan utama ditentukan maksimal 75%.0 Dosis pupuk (g/bibit) Pupuk majemuk 1212-17-2 15. Jenis dan dosis pupuk yang RUANG LINGKUP STUDI (2-40) . Penggemburan tanah dilaksanakan agar tanah dalam Pengendalian hama dan polibag tidak memadat yang mulai dilaksanakan setelah bibit berumur 3 bulan.20% atau 2 gram/liter melalui penyemprotan. Jumlah bibit yang tersedia pada tahun 2007 sebanyak 160. dekat dengan sumber air dan berada di lokasi penanaman. Pembibitan awal (PN) PT. Seleksi dilakukan terhadap bibit yang menyimpang atau rusak.10.

0 35.5 8 11.6 4.5 6 8.0 25.5 7 10.0 Keterangan Pre nuersery Main nursery sda sda sda sda sda sda sda Siap salur .0 52.9 Diameter batang (cm) 1. Rata-rata pertumbuhan bibit kelapa sawit jenis D x P Jumlah pelepah 3 3.9 114.0 5. Pengumpulan bibit dilakukan dengan cara mengelompokkan untuk memudahkan seleksi dan menghitung jumlah bibit.5 10 15. Bibit yang dibawah standar atau tidak normal dimusnahkan.5 5 5.0 20.0 39.5 11 16.5 5.20 hari sebelum diangkat. Pengangkutan bibit dilakukan secara hati-hati untuk menghindari rusaknya akar dan pecahnya tanah dalam polibag.0 25.0 25.5 7.5 12 18.PT.3 88.8 6.0 20. Tabel 2-13. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 24 26 28 30 32 34 36 Jumlah Sumber : PT YYY (2007) 67.8 dan 12 bulan.5 5.2 64.0 32.5 4 4. Bibit dipindahkan ke kebun setelah umurnya 12 .7 1. Dalam 15 .3 1.5 9 13. (2) Penanaman Setelah pembukaan lahan selesai.8 2. Seleksi dilakukan pada umur 4.5 Sumber: PT YYY (2007).0 20.5 10.0 Seleksi bibit dilakukan untuk pemilihan bibit yang mutunya sesuai dengan standar. maka untuk menentukan titik tanam dilakukan pemancangan.5 1. Jarak antar pancang merupakan jarak tanam yang menentukan RUANG LINGKUP STUDI (2-41) Rata-rata pertumbuhan bibit kelapa sawit jenis D x P Umur (bulan) Tinggi (cm) 20. akar bibit yang keluar dari polibag dan menembus tanah dipotong dengan cara memutar bibit 180o lalu dilakukan penyiraman yang intensif.0 7.0 25.8 101.1 126.14 bulan.0 180. disajikan pada Tabel 2.7 3.5 15.13.

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

jumlah populasi jumlah tanaman per hektar. Rencana jarak tanam yang digunakan 9,2 m segitiga sama sisi (pancang mata lima), sehingga jumlah populasi tanaman 134 - 136 pokok / hektar. Sebelum penanaman, terlebih dahulu dibuat lubang tanam. Pembuatan lubang

tanam dilakukan minimal 2 minggu sebelum tanam. Pada titik pancang dibuat lubang tanam 60 cm x 60 cm dan dalam 60 cm. Pancang diletakkan di samping lubang. Setelah itu diberi pupuk TSP sebanyak 0,5 kg/lubang. Pada waktu Selanjutnya tanah dipadatkan penanaman, kantong plastik dibuang kemudian bibit ditimbun sehingga tinggi leher tanaman sama dengan tinggi permukaan lobang. agar tanaman tidak miring. Setelah bibit berumur 10 - 12 bulan dilakukan seleksi, kemudian bibit dipindah tanam. Sehari sesudah tanam, dilakukan pemeriksaan mengenai kedalaman tanam dan kondisi tanaman apakah miring, tergenang air, atau bibit abnormal. Terhadap bibit yang abnormal diadakan perbaikan atau diganti. Direncanakan, penanaman pada tahun pertama (2007) mencapai areal seluas 800 ha, tahun kedua (2008) seluas 1600 ha, tahun ketiga (2009) seluas 5.250 ha, dan tahun keempat (2010) seluas 6.255 ha. Dengan demikian, dari tahun keempat (2010) hingga tahun ke-28 (2034) luas keseluruhan kebun kelapa sawit PT. YYY mencapai luas 13.350 ha. Rencana alokasi penanaman kelapa sawit pada areal kebun PT. YYY disajikan pada Tabel 2.14 (3) Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan terhadap kebun kelapa sawit PT. YYY terbagi atas 2 tahap yaitu Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM). Termasuk dalam kegiatan pemeliharaan ini adalah kegiatan pemeliharaan sarana prasarana (jalan pikul, jalan panen dan saluran drainase).

RUANG LINGKUP STUDI (2-42)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Tabel 2-14. Rencana alokasi penanaman kelapa sawit di kebun PT.YYY No. 1 2 3 4 5 6 Uraian Pembuatan Lahan Pembibitan Penanaman Pemeliharaan TBM-1 Pemeliharaan TBM-2 Pemeliharaan TBM-3 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Jumlah -------------------------- hektar ----------------------45 2.100 5.250 6.255 14350 40 100 120 260 2.000 5.000 7.350 14.350 2.000 5.000 14.350 2.000 7.000 -

Sumber : PT YYY (2006).

a) Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan Tanaman Penutup Tanah

Untuk mengurangi penguapan air dan agar tidak ditumbuhi gulma pesaing, terutama selama tajuk tanaman belum menutup, maka ditanam tanaman penutup tanah (land cover crop, LCC). Kriteria yang digunakan dalam memilih penutup tanah, antara lain : (i) bukan pesaing tanaman, (ii) mudah diperbanyak, pertumbuhannya cepat dan tidak mengandung hama dan penyakit berbahaya bagi tanaman pokok, (iii) memberikan bahan organik yang tinggi, (iv) memiliki kemampuan menekan gulma. Umumnya LCC yang dipergunakan adalah jenis kacangan (leguminosa) yang bcrsifat menjalar, seperti Calopogonium caeruleum (CC), Calopogonium monocoides (CM), Pueraria phaseoloides (PP), Centrosema pubescens (CP) dan Macuna cochinchinensi (MC). Berbagai komposisi campuran penanaman kacangan dianjurkan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan perbandingan campuran tergantung dari daya tumbuh biji dan persediaannya seperti ditunjukkan oleh Tabel 2.15.

RUANG LINGKUP STUDI (2-43)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Tabel 2-15.

Rencana komposisi campuran penanaman kacangan penutup tanah di kebun kelapa sawit PT. YYY Jenis kacangan (kg/ha) CP PP 8 12 8 8 1 2,3 3,4 -

CC PJ 1 1 3 2 3 3 4 1 5 2 6 0,6 7 0,6 8 3 Sumber : PT. YYY (2006).

No.

CM 2,3 3

MC 2

Untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik, tanaman kacangan tersebut dipupuk dengan dosis seperti pada Tabel 2.16 Tabel 2-16. Jenis dan dosis pemupukan tanaman kacangan penutup tanah di kebun kelapa sawit PT. YYY Umur (bulan) 1 3 6 Tahun ke-2 Sumber : PT. YYY (2006). Pemberantasan Tumbuhan Pengganggu (Gulma) Jenis pupuk 15-15-6-4 Rack Fosfet (RP) Rack Fosfet (RP) Rack Fosfet (RP) Dosis (kg/Ha) 40 80 120 200

Gulma yang tumbuh di sekitar bibit atau tanaman kelapa sawit perlu diberantas sebab dapat merugikan tanaman pokok, bahkan menurunkan produksi. Gulma menjadikan tanaman pokok berkompetensi dalam memperoleh air, unsur hara, bahaya maupun CO2. Selain itu, gulma dapat berperan sebagai tanaman inang bagi hama dan penyakit. Tabel 2.17. Beberapa gulma pada kebun kelapa sawit disajikan dalam

RUANG LINGKUP STUDI (2-44)

dilakukan pengendalian gulma pada tanaman penutup tanah kacangan yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi areal agar tetap murni tanaman kacangan. houstonianum Boreira latifolia Gleichenia linearis Mimosa invisa Amaranthu spinosus Dalam pemeliharaan tanaman penutup tanah. dilaksanakan pada tanaman berumur 7-12 bulan. dilaksanakan pada umur tanaman 0-6 bulan dengan rotasi 2 minggu. cyperoides Rhynchospora corymbosa Ottocloa nodosa Panicum repens Mikania micrantha Eupatopium odoratum Ageratum conyzoides Ageratum. (v) penyiangan dengan cangkul untuk membuang gulma perdu. Nama Latin Imperata cvlindrica Axonopus compressus Passpalum conjugatum Cyperus rotundus Cyperus. sehingga yang tumbuh hanyalah tanaman penutup tanah saja. RUANG LINGKUP STUDI (2-45) . (iv) penyiangan yang dilakukan sehingga tersisa tanaman penutup tanah sekitar 70 % dan rumput lunak 30 %.PT. (iii) penyiangan yang tersisa hanyalah tanaman penutup tanah sekitar 8 % dan rumput lunak 15% dilakukan pada umur tanaman 7-12 bulan dengan rotasi 3 bulan. Berbagai tingkat penyiangan gulma. adalah: (i) membuang semua gulma (clean weeding). (ii) membuang semua gulma. dikerjakan sesaat ketika lahan akan ditanami kacangan penutup tanah. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-17. dilaksanakan pada tanaman berumur 13-30 bulan. (2005). Beberapa gulma pada tanaman kebun kelapa sawit No Nama 1 Alang-alang 2 Rumput pahit 3 Paitan 4 Teki-tekian 5 Teki-tekian 6 Krisan 7 Bambu-bambuan 8 Lampujangan 9 Mikania 10 Putihan 11 Babadotan 12 Wedusan 13 Kentangan 14 Pakis kawat 15 Kucingan 16 Bayam duri Sumber : Yan Fauzi et al. dan (vi) penyiangan dengan membabat sampai batas tinggi yang dikehendaki (30 cm) sedangkan alang-alang harus dihilangkan sama sekali.

4 kali dalam satu tahun.5 %. menggunakan bahan glyphosate dengan dosis 300 ml/ha/rotasi. Pemeliharaan piringan cara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM 3. Wiping gulma dilakukan menggunakan herbisida glyphosate dengan konsentrasi 0. dan TBM 3 = 150 cm. agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman pokok. TBM 2 = 125 cm. penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah ditentukan. Garuk Piringan (Cyrcle Weeding) Minimum Piringan tanaman dibuat pada saat menjelang pemupukan pertama.5 HK/ha/rotasi.0 m sesuai dengan perkembangan umur tanaman. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pengendalian gulma dengan wiping dilakukan secara rutin agar tanaman selalu bebas dari gulma. Pemupukan Setelah bibit tanaman di lapangan. 4 kali/tahun = 3. Perawatan piringan tanaman dilakukan dengan cara menggaruk rumput-rumput yang tumbuh dengan menggunakan alat khusus.18 RUANG LINGKUP STUDI (2-46) . 4 kali/tahun = 4. jaringan . Adapun dosis pemupukan tentative untuk areal rencana proyek disajikan dalam Tabel 2. sehingga tanah bersih dari rumput. tanaman sudah harus dipupuk.0 HK/ha/rotasi. Dalam cara manual. dosis pemakaian herbisida tersebut 6-10 ml/ha/rotasi.jaringan yang dibuka dengan diameter 1 m dan diperlebar hingga 3. Pelaksanaannya harus ekstra hati-hati. Pada areal bebas gulma. Rotasi pemeliharaan piringan biasanya dilakukan 3 . 4 kali/tahun. Pemeliharaan piringan pohon dilakukan dengan cara manual dan cara kimia.0 HK/ha/rotasi. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit. dengan rotasi 4 x setahun (R. Rotasi kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut :  TBM 1  TBM 2  TBM 3 = 2. yaitu: TBM 1 = 100 cm.6).PT. Secara ideal pemupukan dilakukan setelah pekerjaan garuk piringan selesai sehingga pupuk dapat digunakan oleh tanaman secara maksimum.

00 0.15 0. Manfaat dari pekerjaan ini adalah menghindarkan sumber penyakit dari tandan atau bunga busuk yang tidak dipanen karena belum memenuhi kriteria.35 Sumber : PT.50 0. Kastrasi Kastrasi adalah tindakan kultur teknis untuk membuang semua bunga pada waktu tanaman berumur 12 . Merangsang pertumbuhan vegetatif dan waktu panen dapat disesuaikan dengan rencana.00 0. RUANG LINGKUP STUDI (2-47) .50 0.50 3.10 0. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-18.05 1.50 24 0.10 0.25 0. Pemberian pupuk NPK.50 0.50 0.75 0.25 5 0.10 0.00 0.20 0.70 0.10 3 0. Dosis pemupukan tanaman kelapa sawit menurut umur tanaman Umur (Bulan) Urea 1 0.50 0.35 0.25 12 0.75 0.25 4. Penggunaan serangga ini sudah terbukti berperan aktif sebagai pelaksana penyerbukan alamiah yang berhasil meningkatkan produksi.60 2007.50 0. MOP dan tanah mineral (Kieserite) serta borate pada umur selanjutnya dilakukan dengan menaburkan pupuk secara merata sampai sejauh lebar tajuk.20 1.75 3.20 bulan.PT.20 1.20 0.40 cm.75 32 0. atau jika sekitar 35% tanaman telah berbunga. YYY.50 0. ZnSO4 0.50 3.75 0.50 0.50 20 0.00 Pemberian pupuk N pada umur 1 bulan dilakukan dengan cara menabur pupuk mulai dari pangkal batang sampai sejauh 30 .10 0.60 Dolomit 0.02 0.35 0. Jenis dan Dosis Pupuk (Kg/pokok) RP MOP Kieserite HGF-B CuSO4 0.50 0.50 16 0.25 8 0.10 0.75 Jumlah 4.50 0.25 0.50 28 0.10 0.03 0.50 0. Penyerbukan Hadirnya serangga Elaedibius cameranicus dalam teknik budidaya kelapa sawit akhir-akhir ini setelah menghilangkan pekerjaan penyerbukan buatan yang biasanya dilakukan setelah kastrasi.10 0.15 0.75 0.

sedangkan untuk babi dengan jerat babi (perangkap). Agar panen dapat berjalan lancar diperlukan persiapan panen yang mencakup : 1) Pembuatan atau pembukaan jalan panen untuk mempermudah pemanen mengangkut buah 2) Pembuatan tempat pengumpulan hasil (TPH) sebelum diangkut ke pabrik 3) Pemangkasan (tunas) pendahuluan untuk mempermudah pemotongan tandan 4) Pembuatan titik pikul pada areal terdapat parit / drainase. Tanaman yang mati sebagai akibat serangan penyakit tersebut sebaiknya dibongkar dan dibakar. Pada gejala serangan dini dapat juga dilaksanakan secara manual (kutipan) atau hand picking.PT. Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang biasanya menyerang pada tanaman kelapa sawit yang masih muda adalah tikus. Jenis jamur lain yang sering menyerang adalah Marasmius. dan babi. Pemberantasan hama ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan dengan larutan insektisida yang sesuai dengan bahan aktif tetradifon. Mahasena . klopirifos. corbetti dan Metisa plana. jamur ini menyerang buah menjadi busuk. triazolos. Setora nitens. Jenis penyakit yang biasa menyerang penyakit akar dan penyakit daun anthracnose pada tingkat lanjut serangan ini menyebabkan tanaman layu dan mati. karbaril. Sedang hama lain yang kadang timbul adalah ulat api (Famili Limacucididae) dan ulat kantong (Famili Psychidae) dilakukan dengan PHT menggunakan tanaman bunga pukul 12. Penyakit lain yang umumnya menyerang tanaman muda adalah RUANG LINGKUP STUDI (2-48) Dari dua famili tersebut yang sering dijumpai menyerang tanaman adalab Thosea asigna. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT - Persiapan Panen Panen umumnya dapat dimulai dari setelah tanaman kelapa sawit berumur 32 bulan. Untuk mengatasi hal ini biasanya diberi umpan beracun dengan menggunakan Klerat untuk tikus. Cara pemberantasannya dilakukan dengan cara sanitasi kebun.

Busuk pangkal batang dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu yang diproduksi oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dengan dosis seperti diperlihatkan dalam Tabel 2. padat populasi kritis 3-5 ekor/ha pada TBM I. RUANG LINGKUP STUDI (2-49) . Kehilangan daun sebanyak 50 % pada tanaman berumur 1-2 tahun akan menurunkan produksi 12-24 %. 15-20 ekor/ha pada TBM III. penggunaan tanaman secara resisten. Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit dilaksanakan dengan cara: monitoring populasi. pemanfaatan musuh alami Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit. Kumbang penggerek pucuk dikendalikan dengan cara : monitoring populasi setiap 6 baris diperiksa 1 tahun baris.3 g/pohon atau 3 butir kapur barus/pohon setiap 1-2 bulan. menggunakan ferotrap terdiri dari I kantong feromon sintetik (Etil-4 metil oktanpate) yang digantung dalam ember plastik (1 fetot ferotrap/60 hari). pemeliharaan. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT penyakit tajuk (Crown Deseases) karena penyakit ini disebabkan oleh faktor genetis maka penggunaan bibit harus dihindarkan dari pohon induk yang mempunyai sifat ini. Serangan Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit akan mengakibatkan turunnya produksi. pemberantasan secara kimia dengan insektisida butiran karbofuran 0. Penggunaan pestisida digunakan apabila populasi serangan melebihi ambang batas ekonomi atau dengan kata lain dalam rangka pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). pengendalian secara mekanis merupakan komponen utama dan pengendalian dengan pestisida merupakan komponen penunjang.19. pengendalian ketika populasi hama sudah kritis. pemupukan berimbang.PT. Busuk tandan (Marasinus bunch rot) dikendalikan dengan cara : mengurangi kelembaban jarak tanam optimal. Adapun langkahlangkah yang harus dilakukan dalam konsep PHT yaitu : melaksanakan teknologi budidaya secara benar. penyemprotan dengan fungisida seperti Difolatan 4 F atau Actidione. penghancuran tempat meletakkan telor.

Rencana dosis dan aplikasi biofungisida Marfu di kebun kelapa sawit PT. YYY (2007). pada prakteknya dapat dibagi atas kelompok dan umur tanaman sebagai berikut: RUANG LINGKUP STUDI (2-50) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-19.YYY No Sasaran Bibit kelapa sawit • Tanah pengisi polibag main nursery Dosis gr/pohon Cara aplikasi 1 2 3 4 Dicampurkan dengan tanah pengisi Ditaburkan di permukaan tanah di dalam polibag pada • Bibit di main nursery 10 saat pemindahan bibit ke main nursery Perlindungan tanaman muda pada areal tanaman ulang Dimasukkan ke lubang • Lubang tanam 200 tanam • Tanah hasil galian lubang 200 Dicampur ke dalam tanah tanam • TBM I 200 Ditaburkan pada piringan • TBM II 200 Ditaburkan pada piringan • TBM III 200 Ditaburkan pada piringan Eradikasi sumber penularan Rajangan tanaman sakit 200 Ditaburkan Dimasukkan ke dalam 4 Lubang tanam sisipan 200 lubang Tanah hasil galian lubang 200 Ditaburkan tanam sisipan Pengobatan tanaman sakit dengan gejala lanjut • Tanaman penimbun Dicampurkan merata ke 1000 dalam 1 m3 pangkal batang Sumber : PT. termasuk kepentingan pengawasan yang terus menerus atas keberadaan hama dan penyakit Pemeliharaan tanaman menghasilkan. b) Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Untuk dapat berhasil dengan baik. pemeliharaan tanaman menghasilkan juga harus dilakukan dengan cara intensif.PT.

RP dun TSP . kiserit dan dolomit. Pemupukan Dosis pemupukan pada tanaman yang menghasilkan hendaknya didasarkan pada hasil analisis daun yang direkomendasikan oleh badan penelitian atau bagian riset. dongkel anak kayu dan sembung rarnbat.25 tahun) Tingkat intensitas pemeliharaan pada ketiga kelompok tersebut adalah sama kecuali dalam dosis pemupukan mulai dikurangi bahkan dihentikan dua tahun menjelang penanaman ulang (replanting). S. Cara pelaksanaannya pada dasarnya sama dengan perawatan tanaman penutup tanah pada tanaman belum menghasilkan. Cl. Zn dan Cu).14 tahun) tanaman tua (umur 15 . K. Jenis pupuk yang akan digunakan adalah: SP36. Rotasi pekerjaan ini relatif lebih lama karena efek dari herbisida tersebut sehingga rotasinya 3 . Mg. Pemeliharaan Jaringan Pemeliharaan jaringan pada tanaman menghasilkan dapat dilakukan dengan cara kimiawi dengan menggunakan larutan herbisida (bahan aktif glyposate. P.20. Tabel 2-20.5 tahun) tanaman remaja (umur 6 . atau sejenisnva) dengan atomizer sprayer. No 1 2 Urea ZA Spesifikasi pupuk berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Jenis pupuk N N RUANG LINGKUP STUDI (2-51) Unsur hara Kandungan Min 46% 21% . Pedoman pemupukan yang akan dilakukan sebagai berikut : Pemupukan TM dilakukan dengan memberikan unsur hara makro (N.PT. Pekerjaan pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM) yang perlu dilakukan antara lain mencakup : Perawatan Gawangan Perawatan gawangan meliputi pemberantasan alang-alang. dan Ca) dan unsur mikro (B. sumber K adalah MOP dan abu. dalopon.4 kali dalam setahun. Pemupukan mengacu standar nasional yang spesifikasinya ditunjukkan dalam Tabel 2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 1) 2) 3) tanaman muda (umur 1 .

fisik dan kimia tanah). hasil pengamatan tanaman secara visual di lapangan. 23% Min 28% Min 10% Setara CaO Maks 3% Maks 3% Min 50% Min 80% 35 % Min 60% Maks 26% Maks 21% Maks 30% Maks 30% Maks 30% Maks 5% Maks 3% Maks 5% 100% Min 50% Dalam tahapan penentuan dosis pupuk dilakukan pembuatan kesatuan contoh daun (KCD) dan pengambilan contoh daun. hari hujan dan penyebaran). Pada areal datar. produktivitas tanaman. untuk semua jenis pupuk.PT. Dosis pupuk ditentukan berdasarkan faktorfaktor : tanah (jenis.Lolos saringan 25 mesh 4 SP-36 P2O5 5 K2O K2O 6 Kieserit MgO S MgO CaO Al2O3 + Fe2O3 Kadar air 7 Dolomit SiO2 Ni Kehalusan : . dilakukan pada saat curah hujan 60-200 mm/bulan. hasil uji penelitian pemupukan.Lolos saringan 80 mesh . dengan selang waktu 2 bulan RUANG LINGKUP STUDI (2-52) . hasil analisis hara daun dan tanah. umur tanaman. 1985. pupuk Pemupukan ditaburkan di piringan pohon. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT S P2O5 (total) P2O5 (larut asam sitrat) Ca + Mg A12O3 + Fe2O3 3 Rock phosphate Kadar air Kehalusan : . realisasi pemupukan 2 tahun sebelumnya. sedangkan di areal bergelombang-berbukit serta areal yang sering tergenang air dilaksanakan dengan cara dibenam.Lolos saringan 25 mesh Sumber : Pedoman Pusat Penelitian Marihat.Lolos saringan 80 mesh . iklim (curah hujan.

kemudian digrader dan dipadatkan dengan compactor. triana 4 D. Penggunaan insektisida merupakan tindakan terakhir dan dipilih jenis yang aman terhadap lingkungan. mendosia 11 A. nitens 3 D. bisura 7 B. Populasi kritis UPDKS disajikan pada Tabel 2. asigna 2 S. inclusa 10 D. - Pemberantasan Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilaksanakan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) terhadap UPDKS dan tikus. memanfaatkan musuh alami dan mengutamakan pelestarian. phidippus Sumber: PT YYY (2007). parasitoid dan predator. Penggunaan pestisida digunakan apabila populasi serangan melebihi ambang batas ekonomi atau dengan kata lain dalam rangka pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). pengendalian secara RUANG LINGKUP STUDI (2-53) .21. Perawatan parit juga dilaksanakan setiap 6 bulan. bisura 8 M. diducta 5 D. Monitoring UPDKS dilakukan dengan mengamati 1 pohon contoh/ha. penggunaan tanaman secara resisten. piana 9 D. Tabel 2-21. Pengendalian berdasarkan monitoring populasi. Jalan utama dirawat setiap 6 bulan sekali dengan pengerasan.PT. bradleyi 6 D. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemeliharaan jalan dan parit dilakukan dengan perawatan. setiap 1 bulan. Tingkat populasi kritis ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) Populasi kritis (Jumlah ulat/pelepah) 5 – 10 5 – 10 20 – 30 10 – 20 10 – 20 10 – 20 4–5 5 – 10 5 – 10 5 – 10 2–5 No Jenis UPDKS 1 S. Adapun langkahlangkah yang harus dilakukan dalam konsep PHT yaitu : melaksanakan teknologi budidaya secara benar.

Penyakit BPP (busuk pangkal pinang) yang disebabkan oleh Genoderma boninse. karat daun (red rust). dosis dan cara aplikasi insektisida dalam pcngendalian UPDKS di kebun kelapa sawit PT. Tanaman yang terserang RUANG LINGKUP STUDI (2-54) .500 g/ha 300 . Beberapa jenis tikus yang dapat dijumpail di areal kebun sawit adalah tikus belukar (Rattus tiomanicus). ulat bulu & ulat kantung Ulat api dan ulat bulu Ulat bulu Dipterex 95 SP Sumber : PT. penyakit busuk tandan buah dikendalikan dengan cara dibongkar bersama akarnya dan dimusnahkan. Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan untuk pengendalian UPDKS disajikan pada Tabel 2. dan (ii) menggunakan musuh alami. Rencana jenis. khusus bagi kelangsungan hidup parasitoid dan predator UPDKS. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT mekanis merupakan komponen utama dan pengendalian dengan pestisida merupakan komponen penunjang. YYY. Jenis insektisida Contoh Bahan aktif produk Bacillus thuringiensis Bacillus thuringiensis Deltamet-rin Triklorfon Thuricida HP Bactospeine Decis 2.750 g/ha 1000 g/ha Cara aplikasi Semprot fogging Fogging Semprot/ fogging Hama sasaran Ulat api. Penggunaan insektisida sintetik diupayakan sebagai tindakan terakhir dan sedapat mungkin dipilih jenis insektisida serta teknik aplikasi vang paling aman bagi lingkungan. YYY (2007). dengan dosis 200 g/pohon.500 g/ha 375 . tikus rumah (Rattus diardii) dan tikus huma (Rattus exulans). tikus sawah (Rattus argentiventer).5 ES No 1 2 3 4 Dosis 300 . Pengendalian tikus akan dilakukan dengan cara monitoring populasi tikus setiap bulan sekali. Lubang bekasnya dan 6 pohon sekitarnya ditaburi Marfu P.22 Tabel 2-22. yang selanjutnya dikendalikan dengan : (i) menggunakan rodentisida (klerat) RMB bila populasi sudah tinggi.PT.

(iii) melaksanakan panen secara teratur dengan pusingan < 10 hari. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT ringan dibuang 4 lubang di piringan pohon sedalam 30 cm. Jika serangannya berat (30 . Pemeliharaan Saluran Drainase RUANG LINGKUP STUDI (2-55) .1-0. Pengendalian penyakit karat daun (red rust) yang disebabkan oleh ganggang hijau (algae) C. koper oksida. seperti penyiangan di piringan pohon serta penunasan pelepah cara teratur. kemudian dimasukkan 75 g Marfu P/lubang. ephaleuros cukup dengan penunasan secara teratur setiap < 9 bulan. (ii) melakukan eradiasi dengan membuang dan membakar semua tandan busuk. secara manual dilakukan dengan cara slashing dibabat tandas.14 hari.PT. Tetapi biasanya dikerjakan secara kimiawi sejalan dengan waktu pemeliharaan piringan.2 % disemprot hingga membasahi permukaan daun yang terserang.40 %).0.2 % dengan pusingan 10 . Pelapah hasil pemotongan dibagi dua dan diletakkan di gawangan yang bukan digunakan sebagai jalan panen. Pemeliharaan Jalan Pikul Pemeliharaan jalan pikul dilakukan dengan cara manual ataupun kimiawi. pakis dan tanaman lain yang tumbuh dibatang dan buah busuk dibuang. Bayleton 250 cc (triadimetol) dengan konsentrasi 0. dengan konsentrasi 0. baru dilakukan pengendalian dengan menggunakan fungisida berupa khlorotanil. Tunasan harus merapat ke batang dan berbentuk tapak kuda. (iv) mengendalikan serangan tikus dan hama Tirathaba.1 . Pengendalian penyakit busuk tandan buah yang disebabkan oleh Marasmus palmivorus dilakukan dengan cara : (i) mengatur kelembaban kebun.8 bulan sekali dengan system songgo dua yang berarti dua pelepah dibawah buah tertua ditinggalkan dan merata keliling pohon. (v) melaksanakan penyemprotan dengan fungisida. Actidiore (sikloheksimid). triadimefon. mankozeb. Penunasan Penunasan dilakukan dengan putaran 6 . antara lain Difolatan 4 F (kaptafol). Pada waktu menunas.

tempat pengumpulan hasil (TPH) sudah harus dibuat. jalan panen.lambatnya 6 (enam) bulan sebelum panen dimulai. Pemangkasan Daun Tua Pemangkasan daun tua dilakukan 9 bulan sekali. Buah pertama yang keluar (buah pasir) belum dapat diolah di PKS karena kandungan minyaknya yang rendah. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Saluran drainase dipelihara secara rutin dengan cara pembersihan dan pembuangan lumpur dan tanaman yang tumbuh di saluran.18 g/butir yang duduk pada bulir. Buah sawit normal berukuran 12 . Pelepah daun dikumpulkan dan ditumpuk pada gawangan mati atau diantara tanaman diluar jalan panen dan piringan sebagai sumber bahan organik dan mencegah pencucian unsur organik. sehingga setelah ditunas jumlah pelepah daun tersisa 48 – 54 pelepah. titipan panen. (4) Pemanenan Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah pada umur 30 bulan setelah tanam.30 kg/tandan. TBS inilah yang dipanen dan diolah di PKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Cara panen yang banyak diterapkan di perkebunan kelapa sawit dewasa ini adalah sistem giring.000 buah sawit. Bulir-bulir ini menyusun tandan buah yang berbobot rata-rata 20 . Pekerjaan sensus pokok dilakukan setahun sekali. pemanenan diberi acak tertentu dari lahan yang akan dipanen dan si pemanen mengerjakan beberapa gawang. Setiap TBS berisi sekitar 2. Acak merupakan acak RUANG LINGKUP STUDI (2-56) . Pemeliharaan Jalan Panen Selambat . 2004). Pada sistem ini. Pada saat penunasan diusahakan sampai songgo dua pada tanaman dibawah 10 tahun dan songgo satu untuk tanaman diatas 10 tahun yang sudah menggunakan egrek.PT. Sensus Pokok Sensus pokok bertujuan untuk mengetahui jumlah pohon dan kondisi pohon. Setiap bulir berisi sekitar 10 .18 butir tergantung kepada kesempurnaan penyerbukan. TPH dibuat dengan ukuran 3 x 3 meter dan harus selalu bersih dari gulma.

Pada tandan buah yang masih mentah (fraksi 0 dan 1) kandungan minyak CPO sangat rendah. bagian fraksi dan staf pabrik. Untuk mendapatkan mutu CPO yang baik.5 m). sedangkan apabila tinggi tanaman sudah tidak lagi RUANG LINGKUP STUDI (2-57) . Untuk mendapatkan jumlah dan kualitas minyak CPO yang baik maka dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemanen. Jumlah Brondolan Tidak ada 1 . Penentuan matang panen vang umum diterapkan adalah 2 brondolan per kg berat tandan. Keuntungan dari cara ini ialah cepat dipanen dan diangkut keluar.PT. Tabel 2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT tidak tetap dan bila selesai dikerjakan pemanenan pindah ke acak berikutnva yang telah ditetapkan.5 . sedangkan bila TBS terlalu matang (fraksi 4 dan 5) maka kualitas minyak menjadi rendah karena kadar asam lemak bebasnya tinggi.100 Buah dalam brondol dan terdapat buah busuk Warna Buah Hitam Hitam Kemerahan Merah Kekuningan Merah Kekuningan Tingkat Kematangan Sangat mantah Mentah Kurang matang Matang Matang Lewat matang Lewat matang Sumber:PT YYY (2006). Tandan buah segar yang telah dipanen harus segera ditangani dan diusahakan secepatnya diproses dalam pabrik. Tabel 2-23.5 buah luar brondol 12.12.50 buah luar brondol 50 . Fraksi 00 0 1 2 3 4 5 Tingkat kematangan buah berdasarkan banyaknya brondolan yang jatuh. Pelaksanaan panen pada tahap awal (pohon setinggi 2 . Pada kondisi 2 dan 3 kandungan minyak dalam TBS relatif tinggi dengan kadar garam asam lemak bebas (FFA) yang rendah. maka mutu yang diolah harus berdasarkan kriteria kematangan yang optimal yaitu kondisi buah tingkat fraksi 2 dan 3. dilakukan dengan menggunakan dodos.25 buah luar brondol 25 . pengawas lapangan.75 75 . sehingga cepat sampai di pabrik. Kriteria untuk dapat mulai dipanen antara lain : jumlah kerapatan panen lebih dari 60 % dan mutu tandan sudah baik (berat tandan rata-rata di atas 3 kg).23 menyajikan derajat kematangan buah berdasarkan banyaknya brondolan yang jatuh.

(5) Pengangkutan TBS dan CPO Buah kelapa sawit memiliki sifat perisable (segera mengalami kerusakan penurunan kualitas dan rendemen) bila tidak segera diolah (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. maksimal 8 jam setelah panen. TBS harus segara diolah (Tim Penulis PS. Pengangkutan TBS dengan menggunakan traktor dan trailer dilakukan jika alat angkut truk mengalami kerusakan atau jumlah TBS melimpah diluar daya angkut truk. maka diperlukan truk pengangkut sebanyak 67 unit truk per hari.PT. sedangkan inti sawit diangkut dengan truk kernel. Angkutan CPO. Untuk menghindari hal itu. CPO akan diangkut ke dermaga dengan menggunakan truk tangki berkapasitas 12 ton CPO. kemudian pangkal tandan diberi nomor dan brondol ditempat terpisah.600 ton TBS/hari tersebut akan dilakukan 267 trip pengangkutan TBS per hari. Untuk kapasitas PKS sebesar 80 ton TBS/jam dan operasional PKS selama 20 jam/hari akan diperlukan TBS sebesar 20 jam x 80 ton TBS/jam = 1. TBS yang diangkut berasal dari kebun inti dan plasma. Pengangkutan buah dilakukan dari tempat yang paling jauh guna memudahkan memikul tandan ke TPH. Pada TPH buah disusun secara terbalik sebanyak 5 . 2001). maka untuk 1.600 ton TBS/hari = 352 ton CPO/hari. Jika setiap truk dalam sehari dapat mengangkut sebanyak 4 trip. Tandan buah segar hasil pemanenan harus segera diangkut ke pabrik untuk diolah lebih lanjut. kandungan asam lemak bebasnya semakin meningkat. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT memungkinkan (> 5 m) maka alat panen yang digunakan adalah kapak dan galah bambu dilengkapi pisau enggrek pada ujungnya. diangkut menggunakan truk tangki CPO. Angkutan TBS. Jika menggunakan truk dengan kapasitas 6 ton.600 ton TBS/hari akan dihasilkan CPO sebanyak 22 % x 1. Kapasitas pengapalan adalah 3. TBS diangkut ke PKS menggunakan truk.10 tandan per baris. Buah serta brondol diangkut ke TPH setelah gagang tandan dipotong serapatnya. Pada buah yang tidak segara diolah.000 RUANG LINGKUP STUDI (2-58) . 2004).600 ton TBS/hari. CPO dan inti sawit. Dari 1. traktor dan trailer. sehingga untuk mengangkut CPO setiap hari diperlukan 30 trip angkutan.

Pengangkutan TBS.600 ton TBS/hari = 90 ton PKO/hari. Tabel 2-24. Dari 1.11. TBS tersebut harus ditimbang terlebih dahulu pada jembatan penimbangan (weighing bridge). CPO dan inti sawit Jenis Angkutan Truk Traktor + Trailer Truk Tangki Truk Kernel Jumlah Angkutan 67 15 8 1 Kapasitas Angkutan (ton unit) 6 8 12 12 Bahan yang Diangkut TBS CPO Inti Sawit Sumber : PT. setiap 8 – 9 hari akan ada sekali pengapalan. Sebelum dimasukan ke dalam loading ramp. Fraksionasi hasil pengolahan tandan buah segar disajikan pada Gambar 2. Dengan demikian. a) Perebusan (Sterillizer) Tandan buah segar setelah ditimbang.10. dimasukkan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja berlubang-lubang (cage) dan langsung dimasukan ke dalam RUANG LINGKUP STUDI (2-59) . Tandan Buah Segar diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit menggunakan truk. sedangkan jumlah angkutan yang diperlukan setiap pengapalan sebanyak 17 trip dengan menggunakan truk kapasitas 12 ton. Direncanakan kapasitas PKS PT.PT. PKO akan diangkut ke dermaga. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT ton CPO per sekali pengapalan. Kebutuhan jenis dan jumlah alat angkut TBS. YYY (2006) (6) Pengolahan Jumlah dan kapasitas hasil minyak CPO yang diperoleh sangat dipengaruhi kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. kapasitas pengapalan adalah 2.000 ton CPO per sekali pengapalan. CPO dan PKO disajikan pada Tabel 2.600 ton TBS/hari akan dihasilkan PKO sebanyak 0. Dengan demikian. setiap 20 – 25 hari akan ada sekali pengapalan. YYY adalah 80 ton TBS/jam. Sedangkan diagram alir dari proses pengolahan kelapa sawit disajikan pada Gambar 2. dengan operasional PKS 20 jam/hari. Angkutan PKO.24.05 % x 1.

Tandan buah yang sudah direbus dimasukkan ke dalam thresher dengan menggunakan hoisting crane. kemudian dimasukkan ke dalam lori perebusan yang berkapasitas 2.PT. RUANG LINGKUP STUDI (2-60) . Kondensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat Pit.2 .5 % minyak ikutan pada temperatur tinggi. (b) agar buah mudah lepas daril tandannya dan (c) memudahkan pemisahan cangkang dan anti dengan keluarnya air dari biji. Secara garis besar urutan kerjanya adalah sebagai berikut: (1) Buah kelapa sawit yang sudah tiba di pabrik dan sudah ditimbang.5 ton setiap lori.290 kg/ton TBS. Proses ini biasanya berlangsung selama 90 menit menggunakan uap air yang berkekuatan antara 280 .3. buah yang masih melekat pada tandannya akan dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan sehingga buah tersebut terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh fit conveyor ke digester. Proses perebusan ini dimaksudkan untuk: (a) mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kualitas minyak.0 kg/cm2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Sterilizer yaitu bejana perebusan yang menggunakan uap air bertekanan antara 2. b) Perontokan Buah dan Tandan (Thresher) Pada threser. Buah beserta lorinya direbus dalam tempat perebusan (sterilizer) selama 60 menit. Dengan proses ini dapat dihasilkan kondensat yang mengandung 0. (2) Pelepasan buah dan pelumatan.

Fraksionasi hasil pengolahan TBS (3) Buah yang sudah direbus dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah (stripping.5%) AIR 16.5%) CPO KASAR (43.9% UNSUR Mg (0. Minyak ditampung dan dilakukan pemurnian. Minyak yang sudah keluar dialirkan ke dalam Crude Oil Tank (tangki minyak mentah).5%) BIJI & AMPAS (23.9%) BIJI (10.5% UNSUR P (0. Tandan kosong diangkut ke tempat pembakaran.4%) Gambar 2-11.4%) AMPAS (12. thresher). (6) Pemurnian (clarification) RUANG LINGKUP STUDI (2-61) .PT. (4) Pengeluaran minyak.5%) UNSUR N (1.1% UNSUR K (1.5%) AIR (1.5%) CPO 22. centrifugal atau press continuous screw. (5) Dilakukan pengepresan dengan menggunakan alat tipe hidraulic.5%) SOLID 4. Buah yang sudah lumat dipres sehingga minyak keluar dan dipisahkan dari ampasnya. digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam proses sterilisasi.4%) KERNEL (5%) CANGKANG (5. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TANDAN BUAH SEGAR (100%) PENGUAPAN BLOW DOWN (11.9%) SERAT (11.1%) BRONDOLAN (67%) TANDAN KOSONG (21. kemudian buah telah rontok itu di bawa ke dalam mesin pelumat (digester).

silo dan dikeringkan. Selanjutnya CPO ini disimpan dalam tangki timbun (CPO storage). (9) Sisa pengepresan yang berupa ampas. Biji yang tidak pecah Pemisahan biji dari sabut menggunakan proses pengeringan dan pengembusan. Dari sini akan dihasilkan minyak sawit mentah (CPO). 10) Pabrik biji (kernel plant) Ukuran ampas kempa (cake breaker conveyor) : berfungsi membawa ampas kempa ke pemisah serabut dan biji (nut / fibre seperator. dengan conveyor masuk ke drum pemisah biji (nut grading drum). di bawa ke alat pembuang sisa daging buah (depericarper).PT. Pemisah getar : Dari nut cracker dimasukkan ke kolom pembersih (dust separator) yang membebaskan mass cracker dari abu dan benda ringan lainnya. depericarper). Silo pengering inti (kernel dryer) : Berfungsi mengeringkan inti yang berasal dari hydrocyclone sampai kadar air sesuai dengan ketentuan (7%). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (7) Minyak yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam tangki pemumian. Pemisah ampas biji (depericarper) Pemeram biji : berfungsi memeram biji sampai kering. kemudian diangkut ke RUANG LINGKUP STUDI (2-62) . Selanjutnya sampai ke alat pemecah biji (nut cracker). Hydrocyclone: Berfungsi memisahkan inti dengan cangkang. (8) Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah. Pemecah biji (nut cracker): berfungsi memecah biji yang sudah diperam dan hasil pecahannya dimasukkan ke vibrating gaute. Mass cracker yang sudah bersih masuk ke pemisah getar yang berfungsi membebaskan biji yang tidak pecah. Gudang inti (kernel storage) : Penyimpanan produksi inti (kernel) disimpan dalam goni isi 80 kg atau disimpan dalam gudang bentuk curah. Biji yang sudah terpisah. diproses ulang ke nut cracker.

4% Minyak 0. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TBS 100% PEREBUSAN Tandan Rebus 88.2% 1.7% TANGKI PENGUMPUL LIMBAH CAIR Air Blowdown 11. Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit RUANG LINGKUP STUDI (2-63) .2% PURIFIER PENGERINGAN 1.1% SCREW PRESS 23.5% Sludge 26.2% Air 7.3% DEPERICARTER II Sludge Centrifugal 26.4% 5.1% Limbah Cair 55 % UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Gambar 2-12.2% Sledge 26.PT.2% TANGKI TIMBUN CPO TANGKI TIMBUN CPO PEMISAHAN DENGAN AIR 39.0% GUDANG KERNEL Minyak 0.0% 2.9% Pupuk/Abu 0.5% PENEBAHAN Tandan Kosong 21.5% Buah Rebus 67% Penguapan 0.2% Limbah Cair 9.9% VACUM DRYER CPO 22.6% Ampas 12.9% Minyak bersih 4.4% Air Blowdown 11.05% Minyak bersih 17.0% CRACKER CANGKANG Air PEMISAH ANGIN 14.5% BOILER DEPERICARTER I 10.2% 4.1% DIGESTER Pembakaran di Unit Incenerator Minyak 17.3% AIR CLARIFIER Air 7.

akan diperoleh minyak mentah. Minyak mentah (crtide oil) kemudian dipompakan ke dalam decenter guna memisahkan solid dan liquid. Dalam proses penyaringan minyak mentah tersebut perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan tersebut. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c) Pengolahan Minyak dari Daging Buah Brondolan buah (buah lepas) yang dibawa oleh fruit conveyor dimasukan ke dalam digester atau peralatan pengaduk. Selanjutnya dialirkan ke vacum driver untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Pada fase padat yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung ke dalam sludge tank yang kemudian dialirkan ke sludge seperator untuk memisahkan minyaknya. Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak (oil sludge) dikirim ke pemisah ampas dan biji (Depericarper). Pada fase cair yang berupa minyak air dan masa jenis ringan ditampung pada continuous setting tank. arnpas dan biji. minyak dialirkan ke oil tank. kemudian dilakukan penyaringan (vibrating screen). maka minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (oil storage tank). Dalam proses pengadukan (digester) ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80 – 90oC. supaya buah terlepas dari biji. e) Proses Pengolahan Inti Sawit Ampas kempa yang terdiri dari biji dan serabut dimasukkan ke dalam depericaper melalui cake brake conveyor yang dipanaskan dengan uap air agar sebagian kandungan air dapat diperkecil. Kemudian melalui sarvo balance. harus dilakukan pemindahan kandungan pasirnya pada sand trap. sehingga press cake terurai dan memudahkan RUANG LINGKUP STUDI (2-64) . Sebelum minyak mentah tersebut ditampung pada crude oil tank. d) Proses Pemurnian Minyak Minyak dari oil tank dialirkan ke dalam oil purifier untuk depericaper melalui cake brake conveyor yang dipanaskan dengan uap air. Setelah masa buah dari proses pengadukan selesai Untuk proses pengepresan ini perlu tambahan panas Dari pengepressan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepressan (screw press) agar minyak sekitar 10 -15% terhadap kapasitas pengepressan. keluar dari biji dan fibre.PT.

terlebih dahulu diproses ke dalam nut grading drum untuk dapat dipisahkan ukuran besar kecilnya biji yang disesuaikan dengan fraksi yang telah ditentukan. d.12. YYY. KIU) yang secara kumulatif akan menimbulkan sifat dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT.24 jam agar air turun dari sekitar 21 % menjadi 4%. 600C dan 700C dalam waktu 14 . biji utuh dengan cangkang/inti. Nut kemudian dialirkan ke nut craker sebagai alat pemecah. maka dialirkan melalui winnowing kernel (kernel storage). dengan sifat yang saling RUANG LINGKUP STUDI (2-65) . dengan sifat yang saling memperkuat (sinergetik) terhadap berupa penurunan kualitas air. tanah. Kharisma Inti Usaha (PT. Kegiatan-kegiatan yang Ada di Sekitar Rencana Lokasi Proyek dan Dampak yang Ditimbulkannya Kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar rencana lokasi kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. Pemisahan terjadi akibat perbedaan berat dan gaya isap blower. Masa cangkang bercampur inti dialirkan masuk ke dalam kernel drier untuk proses pengeringan sampai kadar airnya mencapai 7 % dengan tingkat pengeringan 500C. sebelum diangkut dengan truk ke pabrik pemroses berikutnya. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT proses pemisahan.800C selama 18 . Sebelum biji dimasukkan ke dalam nut craker. Selanjutnya guna memisahkan kotoran. Biji tertampung pada Nut Silo yang dialiri dengan udara panas antara 60 . flora dan fauna darat. YYY. Masa biji pecah dimasukkan ke dry separator (proses pemisahan debu dan cangkang halus) untuk memisahkan cangkang halus.16 jam. Sebelah Selatan adanya Aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY digambarkan pada Gambar 2.PT. sedangkan uraian secara singkat kegiatan dimaksud sebagai berikut: Sebelah Utara adanya Aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. Pada depericaper terjadi proses pemisahan fibre dan biji. Monrad lntan Barakat yang secara kumulatif juga akan menimbulkan sifat dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT.

1.PT. (resapan. aktivitasnya mengeluarkan limbah ceceran minyak dan oli mesin tranportasi sungai yang mereka gunakan. tanah. Sebelah Timur ada aktivitas penebangan hutan galam. 2.2. Oleh sebab itu pemilihan alternatif dalam penyusunan studi AMDAL ini akan memperhitungkan aspek tata ruang. Selain itu ada juga dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT. juga kegiatan lain yang berkaitan atau tumpang tindih dengan pengunaan lahan lainnya yang dilakukan oleh pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan dan aktivitas masyarakat umum (jalan negara. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT memperkuat (sinergetik) terhadap berupa penurunan kualitas air. flora dan fauna darat. Rantau Badauh dan Cerbon). pasar dan fasilitas umum lainnya). air di Sungai Barito serta pemukiman penduduk desa sepanjang sungai tersebut yang terdapat di sekitar tapak proyek (Kecamatan Jejangkit. RUANG LINGKUP STUDI (2-66) . lahan gambut). UPT). Kegiatan ini secara kumulatif akan menimbulkan sifat YYY. terutama kemungkinan keberadaan kawasan lindung. pusat pemerintahan. pencari purun dan jebakan sumur ikan di dalam hutan alam terutama pada musim kemarau. Putra Bangun Bersama (PBB). Alternatif-alternatif yang Akan Dikaji dalam AMDAL a. terdapat di dalam dan sekitar tapak proyek dimana aktivitasnya akan menyebabkan degradasi hutan galam dan purun sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan hutan galam dan sekitamya. Selain itu aktivitas pemukiman akan mengeluarkan limbah domestik sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan sungai. Dasar Pemikiran dalam Mengkaji Alternatif Seperti disinggung di muka bahwa langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Amdal adalah adanya kesesuaian lokasi proyek dengan Tata Ruang Wilayah. pemukiman penduduk (desa. aktivitas transportasi. Sebelah Barat ada aktivitas perkebunan dan pabrik kelapa sawit milik PT.

13. Kegiatan-kegiatan di sekitar proyek yang berpotensi menimbulkan dampak RUANG LINGKUP STUDI (2-67) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2.PT.

sulfat masam dan masalah tata air). (ii) Faktor-Faktor biofisik (Agroklimat) cukup mendukung. b) Secara ekonomi efektif dan efisien (bersifat ekonomis. Jika lokasi berada pada kawasan hutan lindung atau cagar alam. terutama sangat terkait dengan realitas posisi tapak proyek PT. Kriteria yang dipergunakan dalam menetapkan suatu alternatif meliputi : a) Menghasilkan alternatif kegiatan PT. maka dilakukan enclave (dikeluarkan) dari RUANG LINGKUP STUDI (2-68) . dan (iii) Tidak berdampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. maka dilakukan pelepasan kawasan hutan.PT. rencana lokasi proyek. termasuk di dalamnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam seperti lahan dan air). YYY terhadap komponen lingkungan yang terdapat di dalam tapak proyek dan sekitamya. Secara sosial bersifat akseptabel (dapat diterima masyarakat). Hal ini terutama berimplikasi pada perlunya suatu telaahan alternatif yang mempertimbangkan : (i) tersediannya ruang dan lahan yang tidak tumpang tindih dengan penggunaan lain. konstruksi bangunan yang sesuai dengan kodisi lahan basah dan terletak dalam satu wilayah administratif (Kabupaten Banjar). YYY yang menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan yang paling kecil dan menghasilkan dampak positif yang paling besar. YYY yang hampir seluruhnya berupa lahan basah (kemungkinan tanah bergambut. tanaman yang diusahakan lebih adaptif pada suasana lingkungan lahan kering. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak negatif yang dapat muncul dari kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. jika lokasi proyek berada pada kawasan hutan produksi. tetapi secara pengelolaan lingkungan masuk dalam satu daerah pengaliran sungai yang sama (DAS Barito). Alternatif lain yang perlu dikaji dalam studi ini. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Menyangkut dengan tata ruang. c) d) Secara teknologi dapat diaplikasi oleh pemrakarsa.

YYY. Adapun langkah-langkah adalah sebagai berikut : (1) Langkah pertama dalam memilih suatu alternatif adalah dengan jalan menilai kelayakan suatu lahan yang rencananya digunakan untuk lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY dalam studi Amdal dapat dillhat pada Gambar 2.PT. Proses seleksi teknologi yang dilakukan adalah berdasarkan pertimbangan berbasis lahan basah seperti yang telah banyak diterapkan pada Perkebunan Besar Swasta di Sumatera dan Malaysia. (2) Langkah kedua adalah penilaian pemilihan teknologi konstruksi. kantor. Prosedur untuk Memilih Alternatif Secara skematis alur proses atau prosedur pemilihan alternatif kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. jalan. tata air dan budidaya kelapa sawit sebagai komoditas potensial yang akan dikembangkan di lokasi proyek. Selatan. dimana lahan minimal berharkat sesuai (S3) untuk budidaya tanaman kelapa sawit. Sebagai contoh kebun diletakkan pada areal yang nilai kesesuaiannya berharkat cukup sesuai (S3). pabrik. (3) Langkah ketiga dalam menetapkan suatu alternatif adalah dengan join melakukan evaluasi rencana pembangunan fisik (tata letak) seperti kebun. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT b. pengaturan tata air serta konstruksi fisik. Dalam hal ini proses yang dilakukan adalah seleksi kesesuaian lokasi dengan Tata Ruang Wilayah dan evaluasi kesesuaian lahan. Dalam tahapan ini akan terpilih tata letak yang memenuhi nitai kesesuaian lahan dan nilai estitika lingkungan. kantor dan mess karyawan diletakkan pada areal yang nilai kesesuaianya berharkat tidak sesuai untuk tanaman kelapa sawit (N2) dan instalasi pengolahan limbah jangan diletakkan dengan pemukiman penduduk. mess karyawan dan yang lainnya berdasarkan kesesuaian lahan dan estitika lingkungan.13. Dalam proses ini akan dipilih desain atau teknologi yang berkesesuaian dengan keadaan lingkungan spesifik lahan basah di Kalimantan RUANG LINGKUP STUDI (2-69) .

PT. sarana dan prasarana Tinjauan Kesesuaian Tata Letak Proses : • Limbah cair • Limbah Padat • Limbah Gas Seleksi Proses : • Aerob • Anaerob • Land application Proses terpilih dengan Zero Waste Gambar 2-14. Bagan alir proses pemilihan alternatif (4) Langkah keempat. dll Seleksi kesesuaian lahan dan estetika lingkungan Lahan terpilih untuk sarana prasarana: Kebun. kimia. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT INPUT Rencana kebun & pabrik kelapa sawit PT. RUANG LINGKUP STUDI (2-70) . Seleksi yang dilakukan meliputi seleksi sistem pengolahan limbah (fisik. adalah pemilihan alternatif proses terutama masalah pengelolaan limbah yang dihasilkan baik itu limbah cair maupun limbah padat. pabrik. Palmina Utama (sesuai izin lokasi) PROSES Seleksi tata ruang: • RTRWP Kal – Sel • RTRWK Banjar OUTPUT Kawasan / Areal terpilih sebagai lokasi proyek Tinjauan Kesesuaian Tata Ruang Teknologi : Seleksi teknologi • Sistem berbasis spesifikasi Desain/Teknologi Budidaya lahan basah di Terpilih • Tata air Kalimantan Selatan • Kontruksi Tinjauan Kesesuaian Teknologi/Desain Tata letak : • Kebun • Pabrik • Jalan • Kantor.

termasuk menelaah (a) peta tapak proyek dan keterkaitannya dengan kegiatan sekitar termasuk studi mengenai kondisi komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak kegiatan proyek PT. Komponen Lingkungan Fisik-Kimia a. Identifikasi yang dilakukan dengan menelaah seluruh aspek kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang akan dilakukan PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT biologi) dan pemanfaatan limbah yang efisien sehingga hasil akhir pada proses industri minyak kelapa sawit didapatkan dengan limbah yang minimum ( zero waste ) atau produksi bersih. YYY. Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal 2. Disamping itu juga merupakan stasiun Meterologi yang relatif lebih lengkap.. 2002). (b) rencana pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan PT. maka data iklim ini cukup representatif untuk digunakan. termasuk desain pengelolaan limbah cair dan padat. Menurut Koppen (1918) dalam Kartasapoetra (1988) daerah dengan tipe iklim demikian memiliki RUANG LINGKUP STUDI (2-71) . 2.1.2. lklim Pengkajian kondisi iklim di wilayah studi didasarkan pada hasil pengamatan dan pengumpulan data yang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dimatching dengan Stasiun Klimatologi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Stasiun Klimatologi Pelabuhan Udara Samsudin Noor terletak kurang lebih 40 km dari lokasi daerah studi.PT. Berdasarkan hasil pengumpulan data curah hujan dapat diketahui bahwa lokasi sekitar wilayah studi termasuk daerah beriklim tropika basah (tipe iklim Af/Am menurut Koppen) dengan musim kemarau (musim kering) yang singkat atau tipe iklim B menurut Schmidt dab Ferguson dengan jumlah bulan kering (<60 mm) sebanyak 1 sampai 2 bulan dalam satu tahun (Arifin dkk. YYY serta komponen lingkungan yang berada di dalam tapak proyek PT. YYY. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Stasiun Meteorologi tersebut merupakan stasiun yang berada pada garis lintang dan elevasi yang berdekatan dengan wilayah studi.2. YYY dan sekitarnya.

0 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Rata .2 28.PT. Total rata-rata Curah Hujan (CH) tahunan adalah 1.9 78.4 28.22 hari. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT karakteristik sebagai berikut : suhu udara selalu tinggi dengan suhu selalu tinggi sepanjang tahun dan curah total tahunan < 2.0 81.0 81.25).5 27.29.9 28. Atau rata – rata 81%.0 81.90C.0 79. Data suhu dan kelembaban udara rata-rata dari Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan (Tabel 2. Tabel 2-25.5 28.000 mm. tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 221 mm dan terendah pada bulan Agustus 62 mm.646 mm dan jumlah Hari Hujan (HH) adalah 155 hari. 2007.3 Kelembaban (%) 82. tertingi terjadi pada bulan Januari dan terendah bulan Agustus. sedangkan bulan kemarau terjadi biasanya antara bulan April hingga bulan September. Kelembaban udara berkisar antara 78 – 830C.9 28. No. RUANG LINGKUP STUDI (2-72) .0 77.0 81. Sedangkan CH berkisar antara 7 . Pada Tabel 2.6 26.Rata Sumber :Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan.26 menunjukkan bahwa CH berkisar antara 61 221 mm.8 27.3 28.0 83.0 81.0 79.0 80.2 29. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata suhu udara dan kelembaban udara Bulan Suhu Udara Ratarata (0C) 27.6 28. menunjukkan bahwa suhu tidak berkisar antara 26.9 27.9 .50C dan rata-rata bulanan 280C serta suhu udara maksimum 30.0 81. Selanjutnya musim hujan biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga bulan Mei.

dengan arah angin bergerak dari barat ke timur. Kualitas Udara dan Kebisingan 1) Kualitas Udara RUANG LINGKUP STUDI (2-73) . Lama penyinaran matahari ini sudah dapat dikatakan 100 % karena penyinaran matahari pada waktu siang hari berlangsung lebih dari 8 jam.PT. b. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Kecepatan angin rata . ke arah selatan (75%). yakni barat-timur.4 .646 Hari Hujan (hari) 22 21 18 16 12 17 10 7 8 10 15 19 155 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Rata . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata Curah Hujan (CH) dan Hari Hujan (HH) bulanan Curah Hujan (mm) 221 218 213 186 137 104 82 61 92 117 203 192 1. Hasil pengukuran arah dan kecepatan angin sesaat sekitar lokasi pengamatan menunjukkan bahwa arah angin selama 24 jalan menuju pada empat mata angin. timur-barat.05 jam. selatan-utara.rata bulanan berkisar antara 5 – 9 knot dengan arah angin dominan bertiup ke arah timur (60%). Tabel 2-26. Kecepatan angin berkisar antara 0. dan utara-selatan. Pada saat studi dilaksanakan kecepatan angin rata-rata sebesar 5 hingga 9 knot.63 jam 11.2.52 jam dengan rata-rata sebesar 9. ke arah barat (39%) dan ke arah utara (42%).Rata Sumber : Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan Prosentase lamanya penyinaran matahari (n/N) rata-rata bulanan pada lokasi pekerjaan sesuai dengan stasiun meteorologi yang adalah berkisar antara 5. No.1 m/dt.

Kharisma Inti Usaha disajikan pada Tabel 2. arah dan kecepatan angin.67 3.69 97. Kharisma Inti Usaha 2) Kebisingan Data tingkat kebisingan di kawasan pembangunan kekun kelapa sawit milik PT.8 50. Gambaran data kualitas udara di lokasi rencana proyek disajikan pada Tabel 2. Kharisma Inti Usaha Pulau Pinang Utara Sungai Bahalang Sungai Puting Kebisingan (dBA) 40. Kharisma Inti Usaha RUANG LINGKUP STUDI (2-74) . 41 1999)*) Sumber : Dokumen ANDAL PT.04 400 30.27 Tabel 2-27.92 6.55 3. Hasil pengukuran kualitas udara pada sekitar lokasi kegiatan PT.000 TSP 108 859 103 4. Kharisma Inti Usaha 2 Pulau Pinang Utara 3 Sungai Bahalang 4 Sungai Puting Baku Mutu Udara Ambien Nasional (PP no.28 Tabel 2-28.8 Sumber : Dokumen ANDAL PT.42 0. No 1 2 3 4 Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada sekitar lokasi kegiatan PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Parameter kadar debu dan gas-gas di udara yang diukur erat kaitannya dengan dampak yang diperkirakan mungkin terjadi terhadap kualitas udara selama kegiatan proyek terutama tergantung dari banyaknya sumber pencemar yaitu aktivitas yang berlangsung (seperti kegiatan angkutan / transportasi yang melintas pada saat pengukuran).38 900 NO2 CO (µg / m3) 1.69 188.7 63. kelembaban.051 230 1 Lokasi PT.1 67.25 5.PT. YYY Lokasi sampling Lokasi PT. YYY No Lokasi sampling SO2 0. dan variabel lain seperti suhu.36 5.83 74.45 221.

diselingi dengan kegiatan gunung api Kelompok Pitanak. Gerakan Tektonik terakhir terjadi pada Kala Akhir Miosen. Pada awal Kapur Akhir. Pada Jaman Kapur Awal. Wilayah studi merupakan bagian palembahan Sungai Barito. Fisiografi dan Geologi Fisiografi Wilayah studi umumnya berada pada ketinggian antara tiga meter sampai dengan tujuh meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan lahan datar (0-2 %). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c. Kemudian pada Kala Miosen terjadi transgresi laut yang membentuk Formasi Warukin. dan melipat kuat batuan Tersier dan pra-Tersier. Pada awal Eosen terendapkannya Formasi Tanjung dalam lingkungan Paralas. menyebabkan batuan yang tua terangkat. kegiatan tektonik menyebabkan tersesarkannya batuan ultramafik dan malihan keatas Kelompok Alino. Geologi Kegiatan tektonik daerah ini diduga telah berlangsung sejak Jaman Jura. keduanya masih termasuk kelompok lahan-lahan aluvial ( alluvial lands). Fisiografi tergolong fisiografi rawa belakang (back swamp) dan beting pasir tua (old poin bar). yang menyebabkan bercampurnya batuan ultramafik dan batuan malihan. Pada kala Oligosen terjadi genang laut yang membentuk Formasi Berai. Kondisi ini menyebabkan daerah ini sering mengalami banjir musiman dan tergenang dalam waktu lama. yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air sungai. Pada akhir Kapur Awal terbentuk kelompok Alino yang sebagian merupakan Olistotrom. yaitu suatu teluk pantai geosinklinal dan dataran rendah aluvial yang terbentuk dari RUANG LINGKUP STUDI (2-75) .PT. yaitu suatu dataran pantai tua dengan dataran sungai yang mengalami pengangkatan. Wilayah Studi merupakan bagian dari apa yang dikenal sebagai Cekungan Barito. Pada Kala Paleosen kegiatan teknonik menyebabkan terangkatnya batuan Mezolikum. Sejalan dengan itu terjadilah penyesaran naik dan penyesaran geser yang diikuti sesar turun dan pembentukan Formasi Dahor pada Kala Pliosen. disertai penerobosan batuan andesit porfir. atau sebelumnya terjadi penerobosan granit dan diorit yang menerobos batuan ultramafik dan batuan malihan. membentuk Tinggian Meratus.

Sesudah zaman glasial Pleistosen dataran ini tergenang. Tingkat perkembangan terakhir dicapai di bawah transgresi laut sesudah zaman Pleistosen. kerikil. pasir. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT endapan-endapan sungai zaman Resen atau Kwarter. lempung dan lumpur yang diperkirakan terbentuk pada masa Kenozoikum pada zaman Kuarter kala Holosen dan diduga berumur kurang lebih 10.0 m dari permukaan tanah. Endapan kwarter sampai resen terdiri dari endapan aluvium. Stratigrafi wilayah studi dari muda ke tua adalah sebagai berikut : 1. kwarsa. kerikil linorit meliputi daerah yang lebih tinggi. Cekungan Barito sampai dengan kota Amuntai terdapat di wilayah bagian barat Pegunungan Meratus dan merupakan sabuk luar yang seolah-olah melingkari lahan kering yang elevasinya lebih tingi. Lapisan atas tanah (top soil) Terdiri dari bahan organik dan lempung abu-abu berkerikil dan berpasir sampai kedalaman sekitar 2. Satuan Lempung Lunak RUANG LINGKUP STUDI (2-76) . Struktur geologi wilayah studi cenderung di dominasi oleh lempung dengan sisipansisipan pasir halus. pasir. kemudian secara berangsur–angsur terisi endapan Kapuas dan Kahayan. yaitu terdiri dari lempung hitam keabuan yang lunak dengan sisipan-sisipan pasir halus meliputi daerah yang sebagian besar berupa rawa dan endapan diluminium. Semula wilayah ini masih termasuk dalam relik sahul – sunda. Vegetasi ini mengikat lumpur dan material lain yang terbawa arus dan mempengaruhi pembentukan endapan–endapan yang heterogen. kerakal.PT. terdiri dari pasir lempungan sampai lempung pasiran.000 tahun. Dengan mundurnya laut selama zaman Pleistosen pembentukan tanah pada cekungan Barito menjadi semakin jelas (Gambar 3-2). Korelasi satuan batuan di daerah wilayah studi merupakan endapan permukaan dan batuan sedimen berjenis Aluvium yang meliputi kerikil. lanau. Cekungan marin terus-menerus terisi oleh endapan sungai sehingga terbentuk suatu paya (marsh) atau rawa pasang surut yang ditumbuhi vegetasi spesifik rawa. 2.

Mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah.359 m sampai dengan +2. Satuan Lempung Sedang Pada lapis di bawah lempung lunak masih merupakan satuan lempung berwarna abu-abu sedang yang lembab sedikit berpasir.2 mm.0 m sampai dengan – 60 m.860 m sampai dengan –29.14 m. YYY dari peta Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VI Banjarbaru termasuk ke dalam Kawasan Areal Penggunaan Lain. dengan lapisan cukup tebal. Ruang. YYY secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. dengan fraksi dominan adalah lempung. 4. Pada lapis di bawahnya masih didominasi satuan lempung abu-abu lunak berjenis lempung berliat. maka areal rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lempung berwarna abu-abu kecoklatan mengandung sisa tanaman dengan tekstur lempung liat berdebu. Areal rencana proyek ini mengambil luasan sebesar 15. 453/Kpts11/1999 Tanggal 17 Juni 1999. RUANG LINGKUP STUDI (2-77) .000 ha dengan merevitilisasi lahan – lahan yang selama ini belum tergarap (lahan tidur). yakni pada kedalaman elevasi – 35. Lapisan ini cukup tebal. plastisitas sedang-tinggi dengan butir terbesar 0. Namun demikian berdasarkan hasil penapisan dengan SK Menhutbun No. d.2) lokasi proyek sebagian besar termasuk dalam Kawasan Budidaya Tanaman Pertanian Lahan Basah. Satuan Pasir Pasir putih kasar sampai padat sedikit berkerikil mendominasi lapisan ini. baik itu Rencana Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (lihat Gambar 2. lapisan ini berada antara kedalaman – 26 m sampai dengan – 30 m.359 m. 3.PT. Lahan dan Tanah Lokasi rencana Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit PT. yaitu antara elevasi rata-rata +0. Satuan ini berada pada elevasi +3.

pada fase ini merupakan suplai endapan dari Sungai Barito dan sungai lainnya seperti Sungai Kahayan dan pada akhir fase ditandai dengan terbentuknya mulut sungai tua dekat Barambai (sebelah barat wilayah studi) sehingga garis pantai sejajar dengan Barambai. RUANG LINGKUP STUDI (2-78) . Sedimentasi fase I.000 .500 sampai dengan 1. maka tanah-tanah di wilayah studi dan regional di sekitarnya terbentuk melalui salah satu dari fase sedimentasi sebagai berikut: 1.3. terjadi 5.PT. seperti kanal Saka Ramai di Desa Batik Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala yang memiliki lebar 6 meter dan dalam 2 meter serta Kanal Antasan Muning yang membelah cekungan rawa di sekitar lokasi proyek. teras sungai. Kanal . yang termasuk didalamnya dataran banjir (tanggu1 sungai alami.000 .700 tahun yang lalu. purun dan paku-pakuan. dataran alluvial. beting pasir).500 tahun yang lalu. Secara geomorphologi wilayah studi termasuk dalam endapan alluvial. Vegetasi yang berkembang biasanya galam. 2. Sedimentasi fase II. Di bagian Selatan juga terdapat kanal-kanal untuk drainase SPT Galam rabah. Sebagian dari wilayah ini sudah dibuatkan oleh pemerintah beberapa saluran drainase untuk membuang kelebihan air. terjadi 4.000-3. tasik sungai. dan adanya lapisan gambut. pada fase ini suplai endapan berasal dari Sungai Barito dan Sungai Pulau Petak dan pada akhir fase garis pantai terletak di Tabunganen. topografi. Penggunaan lahan lain di lokasi studi adalah areal persawahan merupakan sawah yang kebanyakan tadah hujan yang banyak tersebar di 1evee sungai dan rawa belakang (back swamp) dan termasuk dalam landform alluvial. Berdasarkan perbedaan fisiografi. Pola penggunaan lahan yang dominan pada wilayah ini adalah hutan rawa yang didominasi oleh vegetasi galam (Melaleoca leucadendrum) yang merupakan ciri khas tumbuhan pioner pada wilayah tanah sulfat masam.000 sampai dengan 4. umur. Hutan rawa adalah hutan yang tersebar pada daerah dengan tipologi lahan basah baik berupa rawa pasang surut maupun rawa pedalaman. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lokasi proyek hampir seluruhnya merupakan daerah rawa yang berkembang dari satuan lahan dataran alluvial.kanal tersebut sekarang ini sudah merubah sistem tata air yang ada di wilayah rawa belakang (back swamp). rawa belakang.

000 . Sulfic Endoaquepts dan Typic Endoaquepts. maka tanah di wilayah studi terdiri lima Satuan Peta Tanah (SPT) yang meliputi tanah-tanah Typic Haplosaprists. Penyebaran dan luasan masing-masing SPT selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2-29. (4) sumber besi. dan oksidasi pirit. termasuk pada wilayah studi. desalinisasi. Terbentuk RUANG LINGKUP STUDI (2-79) . yang berasal dari sedimen mengandung besi oksida dan hidroksida. Dengan demikian tanah-tanah wilayah studi terbentuk melalui sedimentasi fase I. baik dari air laut. Tanah-tanah yang terbentuk umumnya gambut ( histosols) dan aluvial muda (entisols). air pasang payau atau air tanah yang kaya akan sulfat. homogenisasi. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 3. Sedimentasi fase III. yaitu tanah-tanah yang mulai berkembang. karena satu atau lebih syarat tersebut di atas sulit terpenuhi. (3) bahan organik sebagai sumber energi bakteri. terjadi proses perkembangan tanah. Dalam kondisi sekarang pirit tidak akan terbentuk lagi. yaitu tanah-tanah dengan katagori belum berkembang. perkembangan lapisan coklat. Karakteristik diagnostik dari tanah-tanah ini adalah terangkatnya bahan sulfidik dan berkembangnya horison sulfurik yang memungkinkan terbentuknya tanah sulfat masam (acid sulfate soils).700 tahun yang lalu sampai sekarang dan proses sedimentasi terus berlangsung.PT. Pada kondisi lahan yang pernah terbuka. Sulfic Endoaquents. dan (5) waktu. Pada kondisi tanah alami dan belum pernah dibuka. Sementara pada bagian dataran banjir selalu mendapatkan bahan aluvium baru yang berlapis-lapis menutupi bahan sulfidik dibawahnya. Inceptisols. sementara lapisan bahan organik menipis. Proses tanah utama yang terjadi dan masih berlangsung hingga sekarang adalah pematangan fisik. Terric Sulfisaprists. gleisasi pada levee dan ridge. (2) adanya sumber sulfat. karena Kondisi penting yang memungkinkan terbentuknya pirit (FeS2) adalah: (1) lingkungan anaerob. Berdasarkan pengamatan tanah di lapang dan hasil analisis tanah di laboratorium. laju akumulasi bahan organik lebih cepat daripada dekomposisinya sehingga terbentuk lapisan gambut terutama pada bagian lahan yang cekung. Di dalam sedimen saat itu terjadi proses pembentukan senyawa pirit kondisinya memenuhi. terjadi 1.

saprik. drainase sangat terhambat. 2006. sangat masam. drainase sangat terhambat. berlempung halus. sangat masam.130 40. sangat masam Typic Endoaquepts. berlempung halus. sangat masam Jumlah Sumber: Studi Kelayakan PT.drainase sangat terhambat. SPT 4 (Sulfic Endoaquepts) RUANG LINGKUP STUDI (2-80) .drainase terhambat. saprik.617 Luas % 10.09 Rawa belakang 4 Bahan Aluvium 6.drainase terhambat. SPT 3 (Sulfic Endoaquents) Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium. berlempung halus. drainase terhambat. fisiografi rawa belakang. SPT 2 (Terric Sulfisaprists) Lapisan organik dengan perkembangan saprik. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-29. fisiografi rawa belakang.78 3 764 5.78 2 Bahan organik/ Aluvium 3. Datar (0-3 %) Fisiografi Beting pasir tua Bentuk Wilayah Bahan Induk Ha Bahan organik 1.000 21.266 21. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan organik. sangat masam. YYY.223 15.drainase terhambat. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium/organik. sangat masam Terric Sulfisaprists. sangat masam Sulfic Endoaquepts. fisiografi beting pasir tua.drainase terhambat.87 5 3. sangat masam Sulfic Endoaquents.48 100 SPT 1 (Typic Haplosaprists) Lapisan organik dengan perkembangan saprik.PT. Legenda satuan peta tanah di wilayah studi No SPT 1 Uraian Tanah Typic Haplosaprists.

Barito diprakirakan 20 – 90 cm. SPT 5 (Typic Endoaquepts) Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. Pada mulut Sungai Barito fluktuasi pasang sekitar 2. drainase terhambat. Penggenangan air di lahan pada musim hujan berdasarkan fluktuasi pasang S. Gerakan pasang surut mengikuti kekuatan Pasang tinggi terjadi dua kali daya tarik benda-benda langit. dalam sebulan. baik alami maupun buatan yang memberikan suatu kondisi spesifik. Pada umumnya lahan di wilayah studi lebih banyak dipengaruhi oleh pasang tinggi saja.25 m pada pasang besar dan 1. e. sangat masam. sehingga dalam satu bulan dapat terjadi pasang tinggi (springtide) dan pasang ganda (neaptide). Anak-anak sungai bermuara pada kedua sungai tersebut.4 m pada pasang kecil. fisiografi rawa belakang. Hidrologi Terdapat dua Sungai utama dan sejumlah sungai-sungai kecil serta saluran-saluran. Sedangkan pasang ganda terjadi diantara dua pasang tinggi dan dapat terjadi dua kali dalam 24 jam. drainase terhambat. RUANG LINGKUP STUDI (2-81) . Tata air di wilayah studi sangat dipengaruhi oleh pasang surut semi diurnal dari Sungai Barito dan juga Sungai Alalak. Sifat hidrologi juga dipengaruhi oleh saluran buatan seperti Sistem Garpu Jejangkit dan Antasan Muning. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. Sungai utama tersebut adalah Sungai Barito yang terletak di sebelah barat dan Sungai Alalak di sebelah Selatan wilayah studi.4 m pada musim hujan. yaitu pada bulan purnama dan bulan mati. Pada daerah Marabahan gerakan pasang pada Sungai Barito mencapai 1. sangat masam.PT.6 m pada musim kering dan 1. fisiografi rawa belakang.

9 1897 148 134 224 163 168 141 124 145 163 172 167 148 27.4 300 300 300 300 300 275 249 195 159 153 201 300 3032 148 134 224 163 168 139 118 109 104 154 167 148 1776 243 153 22 121 31 -2 -6 -36 -59 -18 0 137 587 RUANG LINGKUP STUDI (2-82) .9 KAT mm dKA T 0 0 0 0 0 -25 -26 -54 -36 -6 48 99 0 ETA Sur/Def C 391.6 26.1 215. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan data iklim dihasilkan perhitungan neraca air di wilayah studi yang Bulan Desember – Mei merupakan disajikan pada Tabel 2-30 dan Gambar 2-10. Neraca air di wilayah studi N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Suh Bulan Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agus Sep Okt Nop Des Jumla h u o CH ETP CHETP 243 153 22 121 31 -27 -32 -90 -95 -24 48 236 587.4 27.4 28. bulan-bulan surplus air di lahan.9 384. Tabel 2-30.2 27.1 55. 3 APW L 0 0 0 0 0 -27 -59 149 -244 -268 0 0 448.PT.3 28.5 28.6 287. karena air pasang menahan air gravitasi.8 148.6 246.2 199.4 30.1 28.5 68.9 27. Pada kondisi ini lahan menjadi tergenang.5 2488.7 92.3 28 27. Bulan Juni – Oktober lahan cendrung terdrainase.5 114.4 284. karena pasang yang berpengaruhi hanya pasang tinggi.

49 750 221 28 20 78 14 108 Sungai Puting Hilir2) 27 50 26 6.9 1.035 15. Gambaran mengenai contoh data kualitas air sungai di wilayah Sungai Barito selengkapnya disajikan dalam Tabel 2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 380 340 300 260 mm Air 220 180 140 100 60 20 be r O kt ob er Fe br ua ri Ja nu ar i be r op em N Ag us tu s Bulan Curah Hujan ETP Sur/Def Gambar 2-15.3 0.5 120 Sungai Puting Hulu2) 27 50 23 4 110 Baku Mutu oC cm µmhos/ cm NTU mg/L mg/L D es e -60 Se pt em M m be r ar et Ju ni Ap ri l M Ju li ei -20 Deviasi 3 1000 50 RUANG LINGKUP STUDI (2-83) . Hasil analisis kualitas air di sekitar wilayah studi Parameter FISIKA Temperatur Kecerahan Konduktivitas Kekeruhan TDS TSS Satuan Lokasi sampel Kecamatan Cerbon') Sungai Muning S-1 S-2 S-3 Hilir2) 28.282 195 143 28.7 0. YYY f.0 51. antara lain Sungai Barito dan Sungai Nagara dengan anakanak sungainya. Kualitas Air Kualitas air pada sekitar wilayah perkebunan PT.31 Tabel 2-31. Neraca air di lahan PT.0 29. YYY meliputi beberapa aliran sungai besar dan kecil .PT.

KalSel No.463 - 4 7.041 0.5 0. pH.68 - 4 7.043 0.014 0.002 0.2 49.023 0. Nitrit.568 2.05 Tahun 2007. maka terdapat beberapa Parameter yang menjadi pembatas sehingga sumber air tersebut tidak layak untuk dijadikan sebagai baku air minum. 05 tahun 2007 tentang Peruntukan Air Sungai di Provinsi Kalimantan Selatan (Kelas I) Perairan Sungai Batik di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala tidak ditentukan dalam SK.02 Keterangan : 1) 2) S-1 S-2 S-3 Baku Mutu : : : : PD.063 0.5 0. Dari sejumlah parameter kualitas air untuk peruntukan air sungai di Kalimantan Selatan kelas I (air yang peruntukanya dapat digunakan air baku air minum. Baramarta (2003) PT Pro Natres Development (1995). Gubernur Kalimantan Selatan No. cuci dan kakus.204 2.031 40 0. amoniak.85 22.80 68.49 17.2 0. diduga disebabkan oleh kondisi alamiah setempat yaitu sumber air tersebut dominan dipengaruhi oleh sumber air rawa yang banyak mengandung pirit dapat menyebabkan pH turun.8-5 0.25 0.COD dan sulfat serta Besi.62 360 0.51 24.4 0.03 40 0.027 104 0 3. besi dan sulfat meningkat serta diperkuat dengan RUANG LINGKUP STUDI (2-84) .10 11. disamping keperluan untuk mandi. DO. Gub.22 01. Sungai Barito Sungai Batik Rawa Cerbon SK.1 0. BOD 5.1 0. dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut) berdasarkan surat keputusan tersebut.67 0.18 798 0.12 3. namun berdasarkan pengamatan lapangan menunjukkan sumber air dimanfatkan oleh masyarakat sebagai baku air minum.-15 40.81 364 1.3 0.04 0.PT.07 0.08 0.035 40 0.5 10 2 10 400 0.3 0.041 87 0.051 155 0 4 71. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT KIMIA Ph DO NH3-N N03-N BOD5 COD S02-S Sulfida Total Fosfat Chlorida Mangan (Mn) Total Fe CN mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 5.294 - 6-9 6 0.2 600 0. Tingginya nilai parameter tersebut sehingga berada di luar kisaran yang diprasyaratkan.823 2.0 4.037 0 3.51 15. seperti TSS.14 487 0.2 3.0 0.

Vegetasi daerah rencana tapak proyek umumnya merupakan vegetasi alami. eceng gondok (Eichornia crassipes). 2. keladi (Colocasia esculenta). kangkung (Ipomea aquatics). Komponen Lingkungan Biologi a.rumputan seperti bundung. YYY berada pada kawasan lahan basah (rawa air tawar). keladi (Colocasia esculenta). padi (Oryza sativa). berbagai tanaman palawija. 2) Fauna Darat RUANG LINGKUP STUDI (2-85) .2. dll. purun (Thypa Sp. jingah (Ghita rengas). hering (Seleria Sp. kumpai batu. hampalam (Licuala spinas).). kuini (Mangifera odorata). kumpai minyak.). banta (Leersia hexandra). Biologi Darat 1) Flora Darat Rencana tapak proyek kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. Jeruk (Citrus Sp. Umumnya vegetasi tingkat tinggi (pohon) yang tumbuh di areal budidaya masyarakat terdapat pada pematang / galangan atau gundukan / tukungan yang sengaja dibuat untuk meninggikan tanah agar terhindar dari rendaman air rawa secara permanen. Sebagian besar tipe vegetasi rawa air tawar ini didominasi oleb jenis-jenis vegetasi yang tahan terhadap rendaman air rawa seperti galam (Melaletica leucadendron). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT dasar perairan dan tanah setempat merupakan tanah sulfat masam yang dapat menyebabkan perairan manjadi asam. rumbia (Mitroxylon sagu) dan bungur (Langerstromia speciosa) yang termasuk dalam kelompok vegetasi tingkat tinggi.PT. bakung/jungkal (Crinum asiaticum). Sedangkan vegetasi budidaya terdapat di luar tapak proyek berdekatan dengan sungai dan/atau pemukiman penduduk sekitar antara lain dari jenis kelapa (Cocos nucifera).). kiambang (Pistia stratiolis). dll. Sedangkan untuk jenis tanaman padi dan palawija lainnya ditanam pada musim permukaan air rawa turun / surut sehingga tanah menjadi kering saat musim kemarau. kasturi (Mangifera delmiyana).2. juga kelompok vegetasi tingkat rendah dari jenis rumput .

bondol kalimantan/pipit hirang (Lonchura malacca).PT. ular daun hijau (Trimeresurus albolabris). kutilang (Pycnonotus aurigaster). tikus rumah (Rattus tenezumi). Jenis Reptil antara lain: phyton/ular sawa (Phylon reticulatus). empuloh janggut/karuang (Alophoixus bres). tekukur (Streptopelia bitorquata). pelatuk (Dinopium rafflesi). reptil dan amphibia yang memiliki kemampuan menangkap dengan kuku maupun taring . bondol rawa/pipit habang (Lonchura lencogastra). Spesifikasi ini sebagian ditunjukkan dari kenampakan bentuk paruh jenis-jenis aves pemakan ikan yang terdapat disana. RUANG LINGKUP STUDI (2-86) . bekantan (Nasalis larvatus). dll. dll. biawak (Veranus nebolosus).taringnya. koreo padi/burak-burak (Amaurornis phoeniciurus). cucak rawa (Pynonotus zeylanicus). kucica kampung (Copsychus saularis). tikus sawah (Rattus argentiventer).). Jenis Mamalia antara lain: berang-berang (Lutra sumatrana). Elang hitam (Icnaetus malayensis). bangau tongtong/sebaru (Leptoptilos javanicus). kobra/ tadung mura (Biodae). bentet kelabu (Lanius schach). punai besar (Treron capellei). elang bondol (Haliastur indus). juga berupa fauna jenis mamalia. layang-layang rumah (Delidhon dasypus). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan tipe habitat yang terdapat di areal studi yaitu rawa tentunya jenis-jenis fauna darat yang terdapat umumnya fauna yang mampu hidup di daerah rawa pula atau daerah yang melimpah air. tupai (Tupaia javanica). kedidi /junggit batang (Calidris emminckii). musang (Paradoxurus hermaphroditus). burung hantu/katatupi (Ketupa ketupu). pecuk-padi kecil (Phalacrocorax niger). bonglon/tokek (Mabuya multifasciata). Species fauna darat yang ada umumnya menyukai air dan pakan berupa macam-macam biota air terutama ikan. dll. cekakak cina (Halcyon pileata). ular cincin emas/tadung (Boiga Sp. kucing hutan (Felis bengalensis). bubut besar (Centropus sinensis). kuntul kerbau/bangau halus (Babulcus ibis). kera ekor panjang (Macacafascicularis). bingkarungan (Calotus jubatus).species fauna yang terdapat didaerah studi antara lain: Jenis Aves (burung-burungan) seperti bambangan kuning/tapalan (Ixobrychus sinensis). kucica hutan (Copsychus malabaricus). Berdasarkan pertemuan langsung saat observasi maupun informasi penduduk sekitar tapak proyek species .

buaya muara (Crocodylus porosus). umumnya ditemukan di lahan rawa yang RUANG LINGKUP STUDI (2-87) . Tumbuhan air yang ditemukan di lokasi studi (Kabupaten Banjar) cukup bervariatif. Microspora. Frustulia. Scenedesmus. Spongilla dan Anabaenase. EIlipters. (1) Tumbuhan dari kelompok free foating ditemukan pada perairan tergenang dan selalu berair sepanjang tahun. Oscillatoria. bulus/bidawang (Callagur borneensis). Gonatozygon. submerged dan rooted floating. labi – labi/biukuk (Chitra indica). Diatomae Phyprophyta untuk golongan fitoplankton dengan jenis seperti berikut : Navicula. Biota Air Gambaran mengenai biota perairan untuk keperluan memenuhi isi Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan ditujukan kepada komunitas plankton. jenis ditemukan yakni. gayanggang. Nitzschia. Dalam kondisi volume perairan rawa meningkat dan genangan yang meluas merupakan kondigi ideal pertumbuhan tumbuhan air kelompok ini. tumbuhan air dan nekton yang berasosiasi langsung maupun tidak langsung dengan habitat setempat dari hasil pengamatan sesaat dan hasil pengumpulan data sekunder. Chaoborus. Spirotsenia. b. Diflogaster. Sungai Tapin. yaitu : free floating. emergent. Kelompok tumbuhan air ini lebih menyukai perairan yang dalam dengan kondisi tenang. Achnanthes. bentos. Eonotia Gomphonea. Diatomae. Kayu apu (Pistia stratiotes L). dll. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Jenis Amphibi antara lain: katak sawah/hijau (Rana limnocharis).PT. (Salvinia molesta) dan gulma itik ( Azolla pinnata). Dixa. Lymnaea. Rotaria dan Cyclops. Pada perairan Sungai Puting. Sungai Negara dan Sungai Barito plankton yang sering ditemukan dari genus Cyanophy. yaitu enceng gondok (Eichornia crassipes). Untuk zooplankton ditemukan dari genus Entromostraca ditemukan. Closterium. katak hujan/hitam (Rana erythraea). Nymphulla. buaya sapit (Tomistoma sehlegelli). namun demikian berdasarkan pola hidupnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori. Benthos lebih difokuskan pada macrozoobenthos dan jenis yang sering ditemukan adalah seperti. Chlorophyta. Chironomus. Sphaerium dan gyraulus. Cymbella. Pediastrum. (2) Tumbuhan air dari kelompok emergent.

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

kering pada musim kemarau baik di rawa dataran banjir maupun rawa pasang surut. Jenis tumbuhan air ini adalah diantaranva : genjer (Limocharis flava), kangkung (Ipomea aquatica), banta (Leersia hexandIra) dan rumput lingsing (Cyperus javanicus). Pada saat kedalaman air meningkat hingga menenggelamkan kelompok emergent ini, maka bersamaan itu juga kelimpahan kelompok ini menurun. (3) Tumbuhan air dari kelompok submerged, umumnya ditemukan berasosiasi dengan kelompok emergent yaitu pada perairan dangkal dan terbuka sehingga memungkinkan cahaya mataahari masuk mencapai kedalaman air. Jenis tumbuhan air dari kelompok ini adalah :Lukut cai (Hydrila verticilata) dan ganggang (Ceratophyllum demersum). (4) Tumbuhan air dari kelompok rooted floating, umumnya ditemukan hampir menyebar di seluruh permukaan perairan rawa yang relatif dangkal pada saat musim hujan dan di lebak-lebak yang masih berair pada musim kemarau. Jenis tumbuhan air ini di antaranya : Teratai halus (Nympaeae nouchali). Berdasarkan kondisi fisiografis, ekosistem perairan di wilayah studi termasuk dalam perairan darat (inland waters) dan masih berada dalam jangkauan pengaruh oceanografis, terutama pasang surut. Meskipun demikian pada kondisi normal salinitas air di wilayah studi masih berada dalam kisaran perairan tawar (fresh water), yaitu 5 ppm, baik pada saat surut maupun saat pasang. Jenis-jenis ikan yang ditemukan dan teridentifikasi melalui hasil tangkapan nelayan dapat dilihat pada Tabel 2-32.

Tabel 2-32. Jenis-jenis ikan yang terdapat diperairan wilayah studi dan sekitarnya No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Indonesia/local Gabus Betok Sepat rawa Tambakan Mihau Kihung Baung Pipih Nama Ilmiah Channa striatus Anabas testudineus Trichogaster trichopterus (Helostoma temminckii Channa pleurophthalmus Channa melanopterus Mystis nemurus Netoplerus chilata
RUANG LINGKUP STUDI (2-88)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Jelawat Puyau Seluang batang Baung Senggiringan Lais Lundu Lais tabiring Tapah Udang galah

Leptobardus hoevenii Osteochilus hasselti Rasbora einthoveni Mystis nemurus Mystis wolffi Cryptopterus micronema Mystis micracanthus Belodontichthys dinema Wallago leeri Macrobrachium rosenbergii)

Dari jenis-jenis ikan yang disebutkan di atas tidak terdapat jenis ikan yang termasuk dalam daftar merah jenis ikan terancam punah yang dikeluarkan oleh IUCN (1990). Namun demikian berdasarkan wawancara dengan nelayan di Sungai Barito beberapa ikan seperti jelawat (Leptobarbus hoevenii), lais tabiring (Belodontichthys dinema), dan tapah (Wallago leeri) sudah mulai jarang ditemukan di perairan Sungai Batito.

2.2.3. Komponen Lingkungan Sosial a. Demografi

Secara administratif lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terletak di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar. Gambaran mengenai keadaan penduduk di lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY dapat dillhat pada Tabel 2.33. Tabel 2-33. Penduduk berdasarkan jenis kelamin dan kepadatan di lokasi proyek No 1 2 3 Desa Tapin Tengah Candi Laras Utara Cerbon Luas (km2) Laki laki Penduduk (jiwa) Perempuan Jumlah 9.349 7.825 3.129 18.023 15.401 6.379 Rasio Jumlah seks KK 93 98 104 4.975 4.003 1.657 Kepadatan (jiwa/km2) 76 21 30

342,20 8.674 327,85 7.641 206,00 3.250

RUANG LINGKUP STUDI (2-89)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Rantau 261,81 6.075 6.041 Badauh 5 Jajangkit / 339,00 8.344 8.246 Mandastana 6 Benua 45 Hanyar 7 Garis 8,71 Hanyar 8 Makmur 15 Karya Sumber : Hasil: Pengolahan Data Sekunder, 200 7

4

12.116 16.590 531 127 879

103 99

2.648 4.239 1 2 142 59

43 49

Dari Tabel 2.33 di atas tingkat kepadatan penduduk berkisar antara 21 jiwa hingga 76 jiwa/km2 . Nilai tingkat kepadatan yang demikian termasuk kategori daerah yang sangat jarang (karena kurang dari 500 jiwa/km2). Selanjutnya nilai sex rasio berkisar antara 93 hingga 104. Nilai angka yang demikian berarti kecuali Kecamatan Tapin Tengah, maka kecamatan yang lain dapat dikategorikan seimbang antara jumlah laki-laki dengan perempuan, dimana kondisi seimbang sex rasio berkisar 95 - 105. Hal ini juga berarti jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Tapin Tengah, Candi Laras Utara dan Kecamatan Jajangkit lebih banyak daripada jumlah penduduk lakilaki. Kondisi di atas mengindikasikan bahwa di desa dalam wilayah studi ini merupakan salah satu desa yang bukan merupakan tujuan pendatang (yang umumnya laki-laki) untuk mencari pekerjaan tanpa diikuti keluarganya. Hal yang terjadi di lokasi studi lebih disebabkan pola migrasi dimana umumnya merupakan salah satu daerah yang tidak banyak menerima migran karena wilayahnya yang relatif mempunyai kendala fisik jika dibandingkan kecamatan lain yang ada di Kalimantan Selatan. b. Sosial Ekonomi

Pada umumnya penduduk yang berada di wilayah studi sebagian besar ekonomi rumah tangga mereka masih bertumpu pada sektor primer yakni di bidang pertanian. Usaha tani yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah studi sebagian besar adalah pertanian padi sawah. Varietas padi yang ditanam umumnya padi lokal seperti siam, lemo dan Karan dukuh, dengan masa pertanaman sekitar 5 - 7 bulan. Produksi padi yang dihasilkan relatif rendah, yakni hanya sekitar 2,5 ton perhektar.
RUANG LINGKUP STUDI (2-90)

20. Usaha kayu atau menebang kayu galam yang dilakukan sejak dulu hingga kini masih dikerjakan oleh sebagian penduduk setempat.5.500.per tahun. c. perdagangan.75 hektar. industri kecil dan karyawan.000 sampai Rp 29. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Luas lahan garapan mereka berkisar antara 0. Dari pekerjaan ini mereka bisa mendapatkan 10-20 batang dengan harga berkisar Rp. Tingkat penggunaan benih padi (lokal) sebesar 30 kg per hektar..0 hektar dengan rata-rata seluas 0. 500 – Rp 1.000 per hari. Sosial Budaya Di wilayah studi adat istiadat yang berlaku pada umumnya adalah adat Banjar dan ada juga yang memadukan tradisi ajaran agama dengan adat istiadat setempat dan RUANG LINGKUP STUDI (2-91) .Rp. dan Thiodan.500. Walaupun demikian dalam menaggulangi gangguan hama dan penyakit mereka umumnya menggunakan obat-obatan jenis obat-obatan yang banyak digunakan adalah T'himex kemudian Dharmabas. Dalam pelaksanaan usaha tani padi sawah umumnya petani responden tidak menggunakan pupuk. Secara umum gambaran mata pencaharian atau lapangan usaha penduduk di lokasi studi adalah petani dan peramu hutan (84. Selain penangkapan ikan juga dilakukan pada saat musim air pasang dengan menggunakan alat tangkap tempirai.PT. Selanjutnya jika ditinjau dari pendapatan penduduk di wilayah studi.000. kecuali ternak itik karena tempat pengembalaannya yang relatif luas.450. sedangkan sisanya berusaha di bidang jasa.500 per batang sesuai dengan diameter dan panjangnya. 8. rengge. meskipun menurut penduduk usaha mencari kayu sekarang cukup sulit karena hutan kayu galam telah menipis sehingga mereka harus ke tempat yang jaraknya cukup jauh.000 pertahun dengan kisaran antara Rp 2. rata-rata sekitar adalah Rp.5 sampai 1. Dari pekerjaan ini rata-rata hasil yang diperoleh berkisar antara Rp. Usaha tani lain seperti mencari dan memelihara kolam ikan (beje dan susungaian) hanya sebagai pekerjaan sampingan dikala musim kemarau dapat dipanen dan pekerjaan di sawah belum dimulai.75/o). lukah.000 . Beternak dalam artian komersial tidak dilakukan baik itu ternak besar maupun ternak kecil (unggas).

Salah satu adat yang sudah mulai ditinggalkan misalnya adat selamatan memulai musim tanam (taradak). tahlillan. koperasi.PT. lembaga keagamaan. lembaga pemerintahan desa. aqiqah. jual beli. Namun demikian adat tradisi yang berbaur dengan kehidupan keagamaan masih dirasakan seperti : batasmiah. Berdasarkan kondisi ini terilhat bahwa peranan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga relatif seimbang Perkembangan lembaga sosial umumnva sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT sedikit kelompok masyarakat Desa Transmigrasi (Jejangkit) yang melaksanakan adat istiadat dari desa asalnya. lembaga pendidikan. Pranata sosial atau lembaga masyarakat pada dasarnya merupakan kumpulan norma .50% dan hanya oleh laki-laki sebanyak 16. sewa. dimana pengambil keputusan dalam keluarga secara bersama (kompromi) antara laki-laki dan perempuan sebanyak 84.norma sosial sebagai upaya manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnva dan menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan. Tradisi adat yang ada pada masyarakat saat ini dilaksanakan dalam suasana keprihatinan mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang juga belum membaik terutama kurun waktu lima tahun belakangan. Isra dan Mi’raj) hingga ke upacara perkawinan. terutama menyangkut pola hubungan dalam keluarga inti (batih). lembaga ekonomi (sistem upah. serta persepsi dan sikap masyarakat terhadap RUANG LINGKUP STUDI (2-92) .50%. Pola pengambilan keputusan rumah tangga cukup homogen. yasinan. peringatan hari besar islam (Maulid. gadai. Menyusutnya jumlah ikan dan menipisnya hutan galam yang dapat dieksploitasi serta sawah yang tidak dapat menghasilkan berimbas pada tingkat pelaksanaan kegiatan adat dan tradisi oleh penduduk. dan lembaga lainnya. Beberapa lembaga sosial yang berkembang di wilayah studi berupa keluarga. dan lain-lain). Khusus untuk kegiatan keagamaan sekarang ini lebih banyak dilakukan di mesjid atau di surau dan jarang sekali dilakukan di rumah. Aspek budaya masyarakat di lokasi studi yang menonjol adalah dominasi masyarakat agraris (petani padi sawah) dengan masyarakat "Hunting" yakni peramu hasil hutan (galam) dan hasil perikanan.

Terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit ini. Koperasi. dan lain-lain. maupun kekuasaan. pekerjaan. Kelompok-kelompok ini merupakan organisasi sosial yang cukup berperan dalam kehidupan sosial masyarakat. tokoh informal dengan masyarakat. berpengaruh terhadap warganya. sedangkan (13. Sikap dan Persepsi Masyarakat umumnya kepala desa merupakan salah satu tokoh informal setempat yang cukup Sikap dan persepsi masyarakat terhadap sesuatu sangat ditentukan oleh pengetahuan dan pemahamannya terhadap objek dari sikap itu sendiri. Pendekatan sosial melaluil kelompok ini sangat efektif dalam mencapai tujuan untuk sosialisasi program dan memberikan pengertian kepada masyarakat. Umumnya mereka berpendapat sebanyak (91. berdasarkan data awal hasil wawancara sesaat maka sebanyak (87. Selain itu. Pada wiayah studi kepala desa.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT lembaga tersebut. Lembaga pemerintahan desa cukup berperan dalam Bahkan menampung dan mewujudkan aspirasi masyarakat. ulama. Dasar pelapisan sosial ini dapat terjadi karena faktor pendidikan. karena melalui kelompok-kelompok inilah segala permasalahan dibicarakan dan keputusan diambil. latar belakang budaya dan kondisi lingkungan (baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial) suatu masyarakat juga turut menentukan sikap dan persepsinya terhadap sesuatu. kelompok dan organisasi sosial yang terbentuk lebih ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial dalam kerangka hidup bermasyarakat. Rukun Kematian.0%) setuju terhadap rencana kegiatan RUANG LINGKUP STUDI (2-93) . ketua RT. walaupun sebenarnya ada seperti aparat desa dengan warga masyarakat. Karang Taruna. dan tokoh masyarakat merupakan tokoh informal yang dihormati dan sering dimintakan pendapatnya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Pelapisan sosial umumnya tidak begitu jelas.00%) justru belum mengetahuinya. Dalam wilayah studi. Selain itu. keberadaan lembaga pemerintahan desa ini sangat diakui kedudukannya oleh masyarakat. ekonomi. d. Kelompok dan organisasi sosial yang ada antara lain Kelompok Tani. Posyandu.00%) responden sudah mengetahui.

misalnya mencuci lantai halaman rumah.7 % penduduk membuang kotorannya di pekarangan rumah. dengan acuan luas lantai minimal untuk satu orang penghuni adalah 7 m 2.3% memiliki jamban keluarga sendiri yang letaknya ada yang di dalam rumah dan ada juga yang diluar rumah. sedangkan 60% lainnya membuang sampahnya disekitar rumah. Sanitasi Perumahan Sanitasi perumahan penduduk di sekitar lokasi rencana kegiatan proyek yang dilihat dari kepadatan hunian. sebanyak 77.4. sedangkan orang (9. Dari segi pembuangan kotoran manusia. Menurut luas ventilasi rumah. sebanyak 77 % rumah penduduk memiliki luas ventilasi yang memenuhi syarat yaitu > 10%.2. Komponen Lingkungan Kesehatan Masyarakat a. Menurut pencahayaan dalam ruang sebanyak 85% memiliki pencahayaan yang cukup dan terang. c. hanya 15% rumah penduduk yang memiliki pencahayaan yang kurang. 2. Pembuangan Sampah dan Kotoran Pengelolaan sampah oleh penduduk dapat dijelaskan bahwa 40% penduduk membuang sampahnya pada lubang sarnpah yang mereka buat sendiri di sekitar rumah. suhu dan kelembaban udara dalam ruang. cuci maupun memasak/minum penduduk 95 % menggunakan sumur gali dan sisanya 5% menggunakan air permukaan lain. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tersebut.PT. b.0%) tidak setuju. Sebagian besar penduduk mengeluhkan air yang mereka gunakan kadang agak keruh dan berasa. sedangkan sisanya 22. Air sumur gali oleh sebagian kecil masyarakat digunakan penduduk untuk keperluan lainnya. penerangan dan kebersihan dapat dijelaskan bahwa hampir 100 % jumlah hunian tergolong tidak padat. untuk mengatasi hal itu penduduk melakukan sedimentasi RUANG LINGKUP STUDI (2-94) . kepadatan hunian ini sangat erat kaitanya dengan kebutuhan udara dalam ruang dan keleluasaan pribadi di dalam rumah. Penyediaan Air Bersih Penyediaan air bersih untuk keperluan mandi.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dan Pola Pencarian Pengobatan Sarana pelayanan kesehatan yang ada di lokasi proyek dan sekitamya tidak tersedia secara memadai.43 %. yaitu di bidan desa serta paramedis yang ada di desa. Umumnya penyakit yang menonjol adalah ISPA mencapai 75. Dari data yang ada terlihat penyakit pada urutan pertama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pemapasan Atas). malaria dan penyakit menular lainnya. maka penduduk merujuknya ke Puskesmas atau ke dokter praktik maupun ke rumah sakit. Kecamatan. Selebihnya adalah penyakit diare. obat nyamuk semprot. Jika bidan dan tenaga paramedis ini dianggap tidak dapat menangani. mereka seringkali menggunakan air hujan untuk kebutuhan fisiologis. Pola Penyakit Status kesehatan masyarakat di lokasi studi dapat digambarkan dari angka paparan sepuluh penyakit terbesar.PT. penyakit kulit infeksi. diare.85%. penyakit infeksi mencapai 11. malaria dan disentri perlu diwaspadai pada rona awal ini. d. Vektor Penyakit Dalam wawancara dengan penduduk mereka menyatakan bahwa di rumah mereka banyak nyamuk dan untuk mengatasi hal itu mereka menggunakan obat nyamuk bakar. Puskesmas Pembantu. Beberapa penyakit berbasis lingkungan yaitu ISPA. Dokter. Bidan dan Tenaga Paramedis lebih banyak terdapat di ibukota Umumnya penduduk memanfaatkan pelayanan kesehatan. hasil wawancara pada sebagian masyarakat akhir-akhir ini beberapa masyarakat terserang penyakit kulit RUANG LINGKUP STUDI (2-95) . dan sebagian lagi tidur menggunakan kelambu. Bila waktu musim kemarau tiba dan ada intrusi air laut. e. Sarana kesehatan berupa adalah Puskesmas. f. penyakit ini erat kaitamya dengan kualitas udara (air borne diseases) baik di luar rumah (outdoor) maupun di dalam rumah (in door). Selain itu penduduk juga menyimpan obat-obatan seperlunya sebagai langkah antisipasi jika terserang penyakit. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT dengan cara mendiamkannya pada suatu tandon dalam waktu beberapa hari. Selain itu penduduk juga menyimpan obat-obatan seperlunya sebagai langkah antisipasi jika terserang penyakit.

Hal ini sangat terkait dengan adanya vektor pembawa (Anopheles). Malaria merupakan penyakit endemis yang telah ada di masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. media perkembangbiakan (breeding places) serta penderita sebagai sumber penalaran penyakit. Dengan adanya permukiman – permukiman masyarakat di sekitar hutan maka risiko timbul dan berjangkitinya penyakit demam berdarah pada masyarakat semakin mudah. Peningkatan kejadian malaria ini lebih diakibatkan oleh pertumbuhan tempat perkembangbiakan vektor akibat kondisi lingkungan yang berair. meliputi kondisi perumahan secara umum. maka potensi penyebaran penyakit di masyarakat umumnya dipengaruhi oleh lingkungan. Adanya genangangenangan air pada permukaan tanah merupakan tempat perkembangbiakan yang baik. pencahayaan dan ventilasi ditambah pencemar udara di lingkungan sekitar rumah atau tempat kerja. Population at risk penyakit pernafasan adalah anak-anak. g. lansia serta tenaga kerja yang terpapar faktor risiko. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT hal ini dapat terjadi akibat faktor lingkungan. Resiko kejadian penyakit saluran pernafasan seperti ISPA dan pneumonia terkait dengan kualitas udara di tempat tinggal masyarakat. kualitas air serta perkembangbiakan vektor di alam. RUANG LINGKUP STUDI (2-96) . Resiko Pencemaran Lingkungan Melihat resiko penyakit yang berkembang di masyarakat. balita. meliputi kualitas udara.PT. faktor penyebab dan faktor manusia. Faktor lingkungan yang erat hubungannya dengan penyakit kulit infeksi adalah kualitas air (water borne disease) penyakit yang yang ditularkan melalui air. Anopheles telah ada sejak beberapa waktu yang lalu justru di daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful