You are on page 1of 69

ESP-Environmental Support Programme Danida

Panduan Penyusunan dan Pemeriksaan Dokumen UKL-UPL

Perkebunan Kelapa Sawit

Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan dukungan: Danish International Development Agency (DANIDA) melalui Environmental Sector Programme Phase 1 .Panduan Penyusunan dan Pemeriksaan Dokumen UKL-UPL Kelapa Sawit Perkebunan Desember 2007 Diterbitkan oleh: Deputi Bidang Tata Lingkungan .

Selain itu. (021) 85904925 PO BOX 7777 JAT 13000 e-mail: amdal@menlh. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Gedung A Lantai 6 Jl. Dampak lingkungan yang akan terjadi dari suatu kegiatan sangat bergantung pada rencana kegiatan yang akan dilakukan dan lokasi kegiatan (media lingkungan. Diterbitkan oleh Deputi Bidang Tata Lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 2007 dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup tersebut di atas adalah dengan diterbitkannya panduan lepas yang berjudul PANDUAN PENYUSUNAN DAN PEMERIKSAAN DOKUMEN UKL-UPL (UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. MM. Untuk menjamin terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup tersebut maka pemerintah diamanatkan untuk menerbitkan norma. buku ini juga tersusun berkat kerjasama antara Pemerintah Kerajaan Denmark dengan Pemerintah Republik Indonesia.Pengantar Peningkatan kualitas pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup merupakan sebuah keniscayaan dalam pelaksanaan desentralisasi kewenangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. dan kriteria.id Website: http:\\www. pelaku usaha di bidang perkebunan kelapa sawit serta para penyusun dan pemeriksa dokumen UKL-UPL. melalui DANIDA. serta kesehatan masyarakat setempat). standar. tenaga. Panjaitan Kav 24 Kebon Nanas.I. atau pihak-pihak lain yang membutuhkan. Hermien Roosita. pemikiran dan informasi teknisnya. Kami berharap buku ini dapat bermanfaat dan membantu pemerintah daerah. prosedur. Jakarta. Desember 2007 Deputi MenLH Bidang Tata Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup.id Disclaimer Panduan ini adalah pedoman lepas yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan peraturan perundangan yang berlaku. Environmental Sector Programme Phase 1. Photo: Taufik Ismail iv Departemen Pertanian Republik Indonesia . Buku ini disusun bersama dengan tim dari Departemen Pertanian yang telah menyumbangkan waktu.go. Ir. sosial ekonomi dan budaya.menlh. D. Jakarta 13410 Telp/Faks.go.

Hazairin Harahap. Farid Mohammad (Kementerian Negara Lingkungan Hidup) M. Reza Fahlevi. Toppeaks. Zarkoni (Qipra Galang Kualita) v .S. Bambang Ryadi Soetrisno. antara lain: Direktorat Perkebunan . Ira Haryani. Ani Widyawati. Rachma Venita. Bayu Rizky Tribuwono.Departemen Pertanian Herdradjat Natawidjaja. Arief Adryansyah. Muhammad Askary (Kementerian Negara Lingkungan Hidup) Isna Marifa. Darno. Tarmadi. Herna Komara. Woro Palupi. Nuraman Sjach (Qipra Galang Kualita) 49 50 52 54 55 56 57 57 58 59 PENDUKUNG Pemi Suthiatirtharani. Susanto Kusnadi. Daftar Isi PENGANTAR DAFTAR ISI TUJUAN DAN FUNGSI BUKU 1 KEBUN KELAPA SAWIT Hasil Budidaya Kelapa Sawit Lahan Kebun Kelapa Sawit Tahapan Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Pembukaan Lahan Kebun Kelapa Sawit Sarana dan Prasarana Pembibitan Pabrik Kelapa Sawit 2 POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Dampak Lingkungan dan Pengelolaannya Boks: Klasifikasi Jenis Upaya Pengelolaan Dampak Potensi Dampak Lingkungan Terkait Lokasi Potensi Dampak Lingkungan Terkait Perolehan Lahan Potensi Dampak Lingkungan Terkait Pembukaan Lahan Potensi Dampak Lingkungan Terkait Kesempatan Kerja dan Peluang Usaha Potensi Dampak Lingkungan Terkait Mobilisasi Peralatan Potensi Dampak Lingkungan Terkait Limbah Upaya Pengelolaan Dampak Upaya Pemantauan Dampak Pemantauan Kondisi Wilayah Terkena Dampak 3 DOKUMEN UKL-UPL KELAPA SAWIT Makna UKL-UPL Fungsi Dokumen UKL-UPL Sistematika Dokumen 4 MEMERIKSA DOKUMEN UKL-UPL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Sekilas Pemeriksaan Tahapan Pemeriksaan Kiat Memeriksa Substansi Dokumen Langkah 1: Kenali Lokasi Kegiatan Langkah 2: Pahami Rencana Kegiatan Langkah 3: Pelajari Dampak Lingkungan Langkah 4: Kaji dan Bahas DAFTAR ISTILAH DAFTAR PUSTAKA ii iii iv 1 3 7 8 10 14 14 15 17 18 20 22 23 24 27 28 29 30 36 39 41 42 44 46 PENGARAH Hermien Roosita (Kementerian Negara Lingkungan Hidup) KETUA PELAKSANA Sri Wahyuni Herly (Kementerian Negara Lingkungan Hidup) PENYUSUN Endah Sri Sudewi. Mawan Wicaksono. Rudy Yuwono. Deasy Sekar T. Widhi Handoyo. Murdwi Astuti. Harni Sulistyowati. Estamina. Micko Riezky. Sartono Danish International Development Agency (DANIDA) melalui Environmental Sector Programme (ESP) Phase 1.Apresiasi Ucapan terimakasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan dan penerbitan buku ini. Istiqomah GRAFIS E. Dyah Susilokarti. Tanuwijaya. Sunandar. Esther Simon. (Qipra Galang Kualita) EDITOR Ary Sudijanto.

kegiatan yang tidak termasuk dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL. Buku ini sengaja disusun dengan menghadirkan banyak diagram. SISTEMATIKA BUKU PANDUAN Buku ini dimulai dengan memperkenalkan pembaca tentang perkebunan kelapa sawit dengan menampilkan semua komponen yang berkaitan dengan sosok dan kegiatannya. Setelah itu. Pada bagian selanjutnya atau bab 3. dan kiat dalam memeriksa dokumen UKL-UPL. Diharapkan bahwa buku ini tetap dapat dimanfaatkan oleh pembaca dengan pengetahuan terbatas tentang lingkungan hidup ataupun tentang perkebunan kelapa sawit. mengetahui dampak-dampak lingkungan yang dapat disebabkan oleh kegiatan sektor perkebunan kelapa sawit. pembaca dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari pembangunan kebun kelapa sawit. bagi usaha dan atau kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) wajib melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Photo: Heri GP vi . konstruksi. SASARAN PEMBACA Kelompok sasaran utama buku ini adalah instansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup di tingkat pemerintah daerah Provinsi atau Kabupaten/Kota. pada bab 2. dan matriks pengelolaan dan pemantauan. diharapkan bahwa pembaca dapat menjalankan tugasnya dengan bekal pengetahuan yang lebih lengkap tentang kegiatan sektor perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu. akan dibahas mengenai dokumen UKL-UPL kebun kelapa sawit. Dengan adanya buku ini.TUJUAN DAN FUNGSI BUKU Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). agar dapat dipahami oleh pembaca dengan latar belakang pendidikan yang beragam. sistematika dokumen. Dalam bab ini. Buku ini juga dapat digunakan oleh pemrakarsa untuk menyusun dokumen UKL-UPL. fungsi dokumen UKL-UPL. dan bahasa yang sederhana. tahapan pemeriksaan. hingga tahap operasional. Buku ini disusun dengan tujuan agar pihak-pihak yang terkait dapat mengenal kegiatan sektor perkebunan kelapa sawit. mulai dari tahap prakonstruksi. gambar. yang menjabarkan tujuan pemeriksaan. pembaca akan mendapat penjelasan mengenai potensi dampak lingkungan yang berkaitan dengan pembangunan kebun kelapa sawit. Potensi dampak lingkungan yang diulas adalah potensi yang berkaitan langsung dengan pembangunan pembangunan kebun kelapa sawit mulai dari tahap prakonstruksi sampai tahap operasional. Kegiatan sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu kegiatan yang harus dilengkapi dengan UKL-UPL dan kewenangan rekomendasi lingkungannya ada di tingkat daerah. adalah bagian yang membahas mengenai memeriksa dokumen UKL-UPL perkebunan kelapa sawit. Bagian tersebut membahas mengenai makna UKL-UPL. khususnya instansi yang terlibat dalam proses pemeriksaan UKL-UPL dan pengawasan pelaksanaan UKL-UPL. serta pengelolaannya. Bagian terakhir atau bab 4. wajib menyusun dokumen UKL-UPL.

Pohon kelapa sawit sendiri di Indonesia sudah mulai dikenal sejak sebelum perang dunia kedua. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan nama oil palm. Di Indonesia. Jack) berasal dari Afrika. perkebunan kelapa sawit banyak dikembangkan di Sumatera dan Kalimantan.Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis. Kebun Photo: Taufik Ismail 1 . Kelapa sawit dibudidayakan dalam bentuk usaha perkebunan besar. Peninggalan perkebunan kelapa sawit saat itu banyak terdapat di Sumatera Utara. Sedangkan saat ini. Tanaman kelapa sawit memiliki bentuk menyerupai pohon kelapa. tanaman kelapa sawit termasuk tanaman pendatang.

Daging buahnya pun padat. Bunga dan buahnya berupa tandan. Pada tahun 2005 kapasitas produksi CPO Indonesia mencapai 13. Photo: Heri GP 2 . Hasil buah per pohon setiap panen bisa mencapai 50 – 60 kilogram. Saat ini Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit dunia. serta memiliki cabang yang banyak. Jika masak akan berwarna merah kehitaman. Buahnya kecil.Kelapa sawit menyukai tanah yang subur dan tempat terbuka. Kelapa sawit bisa menghasilkan buah sampai umur 60 tahun.8 juta ton pada tahun 2004. Kelapa sawit berkembang biak dengan biji dan dapat tumbuh subur di daerah tropis.6 juta ton. naik dari 10. Kapasitas produksi minyak kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2010 diharapkan dapat mencapai lebih dari 20 juta ton (Rencana Makro Deptan RI. Daging dan kulit buahnya mengandung banyak minyak. 2007). Tanaman ini mulai berbuah sekitar umur 5 – 6 tahun. tetapi beberapa jenis hasil persilangan dapat berbuah setelah berumur 36 bulan atau sekitar 3 tahun. Pohon kelapa sawit dapat mencapai tinggi sampai 24 meter.

masih dapat digunakan untuk bahan baku industri pupuk atau dijadikan pakan ternak.000 kilo liter biodiesel. peralatan.000 hektar (ha). persiapan panen yang akurat akan memperlancar pelaksanaan panen. yang diperoleh dari ampas setelah minyak sawit diambil.HASIL BUDIDAYA KELAPA SAWIT Hampir semua bagian pohon kelapa sawit dapat dijadikan bahan baku industri (lihat diagram di halaman berikut). Minyak sawit juga dapat digunakan sebagai bahan utama biodiesel atau bahan bakar nabati pengganti minyak solar. Begitu juga sludge atau lumpur endapan sisa bahan olah. Dari buah kelapa sawit dapat diperoleh minyak untuk bahan baku industri pangan maupun non pangan. pengangkutan. Hasil utama pohon kelapa sawit adalah buah kelapa sawit. Untuk menggantikan 2% kebutuhan solar nasional. Buah kelapa sawit juga menghasilkan sabut untuk industri bubur kertas (pulp). dinding partisi (particle board). 3 Photo: Heri GP . Disini. Untuk keperluan tersebut akan dibutuhkan lahan perkebunan seluas 200. Permintaan yang besar di masa datang akan berdampak pada ekspansi penggunaan lahan perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran. Persiapannya meliputi kebutuhan tenaga kerja. Buah yang dihasilkan pohon kelapa sawit disebut tandan buah segar (TBS) atau Fresh Fruit Bunch (FFB). atau dibakar sebagai energi yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakan mesin di pabrik pengolahan kelapa sawitnya sendiri. Keberhasilan panen akan menunjang pencapaian produktivitas tanaman karena pengelolaan tanaman dan pemeliharaan yang baik serta sesuai prosedur tidak akan ada artinya apabila panen tidak dilakukan secara optimal. serta sarana panen. akan diperlukan 720. dan pengetahuan kerapatan panen. Panen yang dimaksud adalah memotong tandan dari pohon sampai pengangkutan ke pabrik. Boks: Pemanenan Pemanenan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam kegiatan kebun kelapa sawit.

Sedangkan tandan kosong dan batang sawit juga masih memiliki kegunaan yang banyak. bahan pengisi.Dari biji buah kelapa sawit dapat dihasilkan inti sawit yang merupakan minyak sawit untuk minyak makan kualitas utama dan bahan baku mentega.es krim . atau sebagai bahan bakar mesin untuk pabrik itu sendiri. bahan baku industri kimia. Cangkang biji kelapa sawit bisa dijadikan karbon aktif.bahan bakar . atau bahan pengisi.karbon pakan ternak cangkang .yoghurt emulsifier margarin minyak goreng minyak makan merah shortening susu kental manis vanaspati . tandan buah segar tandan kosong sawit buah s inti sawit pulp & kertas kompos karbon rayon cangkang ampas sawit minyak inti sawit . misalnya untuk bahan baku industri kertas. Bungkil atau ampas biji kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan untuk pupuk dan pakan ternak.

Penggunaan cangkang. Penggunaan kompos mengurangi biaya untuk keperluan pupuk kimia dan juga sangat baik untuk menjaga kestabilan lingkungan. dan tankos adalah bagian pohon kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ketel uap.senyawa eposi .pulp & kertas awit mesokarp minyak sawit mentah medium density fibre board serat bahan bakar cangkang pelumas biodiesel senyawa ester lilin kosmetik farmasi Cangkang. sabut.asam lemak sawit . Pelepah.senyawa hidroksi . Produksi pupuk kompos selain untuk keperluan kebun sendiri juga dapat dijual. Sabut. pelepah. Selain untuk energi.fatti amina . pelepah.furniture pelepah dan batang sawit . pelepah. sabut. Infpgrafik: Toppeak . dan tandan kosong bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos. sabut. dan Tandan Kosong (Tankos) untuk Bahan Bakar Cangkang.pakan ternak .fatti alkohol . dan tankos pohon kelapa sawit sebagai bahan bakar dapat mengurangi penggunaan BBM.

Jika pembukaan lahan ternyata memasuki habitat spesies flora dan fauna yang dilindungi. Spesies flora dan fauna sebenarnya tidak hanya dilindungi di dalam habitatnya tetapi juga di luar habitatnya. Atau kawasan yang dibuka merupakan daerah lintasan satwa liar yang dilindungi. misalnya orangutan. Spesies flora dan fauna yang dilindungi harus tetap dijaga dan tidak boleh diganggu. Pembukaan lahan bisa terjadi di kawasan yang dahulunya merupakan habitat satwa endemik. perlu diperhatikan beberapa spesies flora-fauna endemik (hanya dapat hidup di kawasan tertentu) atau yang dilindungi undang-undang. 6 . harus ada usaha agar spesies yang dilindungi tersebut tidak terlalu banyak mendapatkan gangguan. misalnya gajah atau harimau sumatera.Tabel Kesesuaian Lingkungan untuk Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit sumber: Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Kelapa Sawit. Deptan 2006 Boks: Flora-Fauna yang Dilindungi Jika membuka kebun di kawasan hutan yang statusnya diperbolehkan untuk dibuka.

Selain status lahan. Biasanya berupa kawasan hutan produksi atau hutan untuk penggunaan lain yang dikonversi menjadi kawasan perkebunan. tekstur tanah. Tanaman kelapa sawit juga membutuhkan beberapa persyaratan lingkungan yang cocok. tetapi kebun kelapa sawit di kawasan gambut perlu memperhatikan fungsi ekositem gambut. Kelapa sawit dapat tumbuh subur di lahan gambut. Oleh karena skala produksi perkebunan kelapa sawit sangat besar. Status penggunaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit harus jelas. penggunaan lahan untuk perkebunan hanya diperbolehkan pada kawasan yang sudah memiliki status tanah Hak Guna Usaha (HGU). sumber dan tata air (drainase). Di beberapa daerah. pH tanah. Pembangunan perkebunan kelapa sawit di kawasan budidaya kehutanan untuk semua besaran diwajibkan AMDAL. apakah telah mendapat kesepakatan yang disetujui bersama. Konservasi Internasional Photo: Heri GP 7 . Budidaya kelapa sawit membutuhkan persyaratan lokasi yang berkaitan dengan iklim. hal yang perlu diketahui berkaitan dengan lahan adalah mengenai flora-fauna. topografi. dan tanah yang tidak banyak mengandung batu. Penggunaan lahan masyarakat harus dipertimbangkan secara cermat. Kawasan hutan lindung atau hutan yang dijaga untuk keperluan penyangga fungsi ekosistem. waktu bulan kering. dan lahan yang sesuai. kemiringan. serta luas dan batas-batas areal yang pasti. ketinggian. tidak diperbolehkan untuk usaha perkebunan. Kawasan hutan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai lahan kebun kelapa sawit adalah kawasan hutan yang telah dikonversi. Photo: Dok. dan hutan konservasi atau hutan untuk keperluan pelestarian dan perlindungan flora-fauna.LAHAN KEBUN KELAPA SAWIT Perkebunan Kelapa Sawit dapat digolongkan sebagai usaha budidaya tanaman tahunan. maka usaha perkebunannya membutuhkan lahan yang luas. antara lain dengan membangun drainase yang baik. kondisi tanah. seperti curah hujan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan lokasi dan mencocokkan kesesuaian lingkungan untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit. dan fasilitas lainnya.TAHAPAN PEMBANGUNAN KEBUN KELAPA SAWIT Persiapan Studi kelayakan Kegiatan awal pembangunan kebun kelapa sawit adalah studi kelayakan. Penyediaan air dan pemeliharaan benih Pembibitan memerlukan banyak air. Perencanaan tataruang juga berkaitan dengan pembagian areal untuk lokasi pembibitan. penyemprotan biasanya dilakukan seminggu sekali. Lokasi pembibitan ditentukan bersamaan pada saat membuat perencanaan luas dan tata ruang kebun. bebas banjir. menjaga kerusakan sumber-sumber air agar tidak terganggu dan menjaga persediaan air saat musim kemarau. Bibit tanaman yang baru tumbuh harus dijaga agar tetap basah. akses jalan. Konservasi adalah upaya perlindungan. erosi. dan terdiri dari beberapa blok untuk memudahkan pengawasan. dan mencegah banjir. Perencanaan luas kebun dan tataruang Luas kebun biasanya disesuaikan dengan kapasitas pabrik. Selain kondisi tanaman yang harus lembab. Tata ruang kebun biasanya dibagi dalam beberapa unit manajemen. perawatan. Konservasi lahan dan air Bagian dari pembukaan lahan adalah konservasi lahan dan air untuk menghindari kerusakan lahan akibat longsor. tata air atau drainase. Pembibitan Pemilihan lokasi lahan pembibitan Kebutuhan lokasi pembibitan biasanya sekitar 1 – 1. diperlukan naungan untuk mencegah tanaman terpapar langsung dari sinar matahari. dan bebas gangguan baik manusia maupun binatang. jaringan jalan dan jembatan. Pembukaan Lahan Tatacara pembukaan lahan Pembukaan lahan harus dilakukan dengan teknik dan tatacara yang benar (tanpa melakukan pembakaran).5% dari luas kebun. Pada saat tanaman mulai tumbuh biasanya sudah mulai dibutuhkan pemupukan dan penyemprotan pestisida. memiliki akses jalan yang baik. 8 .000 ha. dan faktor pendukung lainnya. komplek perkantoran dan perumahan. pabrik. menghindari polusi udara akibat asap. dekat dengan areal penanaman. bangunan konservasi. Lokasi pembibitan yang dipilih biasanya memiliki topografi rata. atau dikenal dengan sebutan afdeling. dan mengatur panen. Untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit. Tujuan konservasi lahan dan air adalah untuk melindungi tanah. Tujuan pembukaan lahan yang benar adalah untuk menghindari kebakaran lahan dan hutan. dekat dengan sumber air. Dalam kegiatan ini juga dikumpulkan data mengenai ketersediaan sumber air. dan menyediakan bahan organik untuk memperbaiki struktur kesuburan tanah. Pabrik dengan kapasitas 30 ton per jam dapat dipasok oleh kebun dengan luas 6.

Pada bulan-bulan itu. Pembuatan ini biasa disebut dengan mengajir atau memancang.5 m x 9. Oleh karena itu. Selama masa TBM. kegiatan lalu lintas pengangkut buah dari kebun relatif lebih sepi. Pemeliharaan Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Tanaman belum menghasilkan adalah tanaman yang baru ditanam dari bibit sampai berumur 30-36 bulan. Musim panen paling rendah biasanya hanya terjadi pada bulan Januari sampai Juni. Pengangkutan tandan buah segar (TBS) menuju pabrik biasanya menggunakan truk. pohon kelapa sawit dapat berbuah sepanjang tahun. dan pemeliharaan jalan rintisan. di sekitar titik tanam. Setiap blok memiliki luas sekitar 400 m x 400 m atau lebih.5 m. kegiatan pengiriman buah segar dari kebun ke pabrik dilakukan siang dan malam.5 tahun. penyisipan tanaman yang mati atau kurang subur. Saat pemeliharaan TBM. pemeliharaan penutup tanah. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Photo: Heri GP Tanaman kelapa sawit mulai berbunga pada umur 12-14 bulan. 9 . buah segar yang baru dipetik harus segera dikirim ke pabrik. pemupukan. pemangkasan pelepah. Panen yang menguntungkan secara ekonomis baru terjadi pada saat tanaman berumur 2. Pada umur 5 tahun. membawa kecambah. diperlukan beberapa jenis pekerjaan yang secara teratur harus dilaksanakan. Kepadatan tanaman biasanya 130 tanaman per ha pada jarak tanam 9. Untuk menghasilkan persentase perolehan minyak (rendemen) yang baik. Lubang tanam biasanya berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. jumlah tandan yang dapat dipanen sudah mencapai lebih dari 60%. Dalam radius 1. Penanaman bibit dilakukan oleh satu regu yang terdiri dari 3 orang pekerja untuk membuat lubang. Panen Tanaman kelapa sawit sudah dapat berbuah produktif setelah umur 3 tahun. Sebelum mengajir. dan menutup tanah. atau berat rata-rata tandan sudah lebih dari 3 kilogram. biasanya dibuat blok-blok dan jalan rintisan. Penanaman Pelaksanaan penanaman diusahakan pada musim hujan untuk menjaga agar tanaman mendapat cukup air. persiapan sarana panen dan pemeliharaan jalan dan parit drainase. yaitu konsolidasi tanaman dengan selalu menjaga tanaman agar tidak goyah dan tetap berdiri tegak.5 m dengan sistem segitiga. Tanaman kelapa sawit akan berproduksi optimal jika dipelihara dengan baik. Pembuatan lubang tanaman Pembuatan lubang tanam dilakukan 2 (dua) minggu sebelum penanaman. Saat itu. Pemeliharaan TM meliputi pengendalian tanaman liar yang mengganggu (gulma). pemupukan. Puncak produksi terbaik adalah setelah umur 5 (lima) tahun.Penanaman Persiapan penanaman Persiapan penanaman dilakukan dengan membuat petak-petak barisan tempat lokasi tanaman akan ditanam. pengendalian hama dan penyakit. biasanya dilakukan juga seleksi tanaman untuk memilih tanaman yang berkualitas baik. harus dibersihkan gulma atau tanaman pengganggu. pengendalian hama dan penyakit.

parit. Pada musim hujan. Setelah membuat teras. Saat pembukaan lahan. Hal yang penting diperhatikan dalam membuka lahan tanpa pembakaran adalah tatacara dan tahapan teknis kegiatan yang disusun secara bertahap dan sistematis. rorak dan benteng. Teras berguna untuk menjaga tanah yang miring. Konservasi lahan dapat dilakukan secara fisik dan biologi. 2007) Daerah ini selain bermanfaat untuk habitat satwa juga penting untuk mencegah kerusakan vegetasi penutup tanah. Pilihan teknik dan waktu konservasi tanah sangatlah penting. Lebar teras biasanya sekitar 4 m dengan sudut kontur 8 – 10 derajat. Membangun teras dapat dilakukan dengan menggunakan buldoser. yaitu pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning) dan konservasi lahan dan air. (sumber: Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Kelapa Sawit. tanah yang miring jika dikupas diharapkan tidak akan terjadi longsor. atau menggunakan tanaman penutup. Teknik Konservasi Lahan dan Air Konservasi lahan bisa dilakukan dengan berbagai teknik seperti teras. Lahan yang perlu mendapat perhatian untuk dikonservasi terutama yang memiliki bentuk berombak dan berbukit dengan kemiringan lereng 8 – 30%. tidak boleh dibuka.Pembukaan Lahan Kebun Kelapa Sawit Tahap paling awal dan penting dalam membangun kebun kelapa sawit adalah ketika pembukaan lahan. Pembukaan lahan tanpa bakar dapat menghindari kebakaran hutan dan mengurangi polusi asap yang sangat mengganggu. Daerah dengan kemiringan lebih dari 30% atau sebelah kiri dan kanan daerah aliran sungai selebar 200 m. ada dua kegiatan yang perlu mendapat perhatian. Konservasi lahan juga sangat bermanfaat untuk perawatan tanaman di kemudian hari. Konservasi secara fisik dilakukan dengan membuat teras dan saluran untuk jalan air. daerah dengan kemiringan lebih dari 15% menjadi sangat rawan jika vegetasi penutup tanahnya dibuka. Pada topografi areal yang bergelombang atau berbukit. sebelum dilakukan penanaman. Jika teknik yang dilakukan salah. 10 . diharuskan menerapkan teknik konservasi lahan dan air. akan bisa berakibat sebaliknya. erosi. dan banjir. Diameter teras biasanya 4 – 8 m dengan posisi miring ke arah dinding bukit. Saat ini membuka lahan dengan membakar sudah dilarang (lihat boks di halaman berikut). Konservasi lahan penting untuk mencegah longsor.

Photo: Heri GP Photo: Heri GP . Tanaman penutup biasanya menggunakan jenis tanaman dari keluarga tanaman leguminocae atau kacang-kacangan yang akan ditanam sebelum menanam kelapa sawit. parit berfungsi sebagai saluran air untuk mencegah agar air tidak tergenang. Konservasi lahan secara biologis dilakukan dengan cara menanam tanaman penutup tanah pada lahan yang terbuka. Tanaman kacang-kacangan berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi penguapan air di sekitar tanaman. Air yang tergenang akan mengganggu perkembangan akar tanaman.Dalam konservasi lahan.

12 .

Bahan kimia yang digunakan merupakan herbisida dengan dosis penyemprotan harus sesuai dengan aturan dan petunjuk yang disarankan. memotong pohon dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong kayu (chainsaw). Penyemprotan yang efektif hanya dilakukan pada saat musim kemarau. membuat jalan dan parit.Boks: Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (zero burning) Tahap-tahap pembukaan lahan tanpa bakar meliputi pembuatan blok-blok. Membersihkan semak Pembukaan lahan alang-alang dan semak diperbolehkan secara kimia. mengumpuk (menumpuk dan mengatur potongan kayu). memotong kayu besar. membuat teras. Perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan bahan kimia akan mempengaruhi kualitas air di lokasi sekitar penyemprotan. Photo: Dok DEPTAN istimewa 13 . Memotong pohon Secara mekanis. menumbangkan. Ketika memotong. yaitu dengan menggunakan racun alang-alang. dan menanam tanaman kacangan sebagai penutup permukaan tanah. Pekerjaan menumpuk secara mekanis dilakukan dengan menggunakan buldoser. penumbangan pohon. dan menumpuk pohon yang telah ditumbangkan perhatikan sumber air tanah yang sudah ada agar tidak rusak. pembuatan jalur penumpukan potongan pohon.

Sedangkan untuk sistem pembibitan dua tahap (double stage). Untuk pembibitan menggunakan satu tahap (single stage).Sarana dan Prasarana Setelah pembukaan lahan. Bibit yang sudah ditanam dalam polybag perlu mendapat naungan agar tidak terkena matahari secara langsung. Penentuan Lokasi Pembibitan Lokasi pembibitan diusahakan memiliki topografi yang datar. Pembibitan kelapa sawit dapat dilakukan dengan menggunakan satu atau dua tahap pembibitan. bibit ditanam pada polybag kecil (22 cm x 14 cm) selama sekitar 3 bulan. dan perumahan karyawan. Untuk tanaman dengan kerapatan 130 pohon per ha. Pembibitan dua tahap memiliki keuntungan karena dapat mengatur ketersediaan bibit dan dapat dilakukan seleksi bibit yang baik. Untuk kawasan lahan gambut. Pembangunan dimulai dengan pembukaan jalan akses. biasanya sekaligus dilakukan pembangunan sarana dan prasarana. 14 Photo: Heri GP . sekaligus dengan sistem drainase dan jembatan penghubung. memupuk. dilakukan dengan menanam bibit langsung pada polybag ukuran besar (50 cm x 40 cm). dan bebas banjir. Pemeliharaan bibit biasanya dilakukan dengan cara menyiram. diperlukan 180 – 185 kecambah per ha. pembibitan terletak di lokasi yang mengandung tanah mineral. mengendalikan tanaman liar pengganggu atau gulma. setelah itu baru dipindahkan ke polybag besar. dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Pembibitan Bibit kelapa sawit biasanya disediakan dalam bentuk kecambah. dekat dengan blok yang akan ditanam. kompleks perkantoran. Termasuk dalam pembangunan sarana dan prasarana adalah pembangunan pabrik. Lokasi pembibitan sebaiknya juga dekat dengan sumber air dan memiliki akses jalan untuk memudahkan pengawasan.

8 – 3 kg/cm3. Buah yang lolos sortir akan masuk ke bagian pemasakan dengan menggunakan lori atau kereta pengangkut. Sterilisasi adalah upaya suci hama agar buah kelapa sawit yang akan diproses bebas dari bakteri dan jamur. persentase buah yang tidak lepas dari tandan akan tinggi. buah kelapa sawit disortir untuk penilaian mutu. Pabrik umumnya terdiri dari beberapa bagian untuk proses pengolahan yaitu: Bagian Pengangkutan TBS dari Kebun ke Pabrik TBS (Tandan Buah Segar) yang baru dipanen dari kebun diangkut ke pabrik dengan menggunakan truk. 15 Photo: Heri GP . Lama pemasakan sekitar 90 menit. Bagian Pemasakan/Perebusan dan Sterilisasi Lori yang berisi TBS lolos sortir dimasukkan ke ketel rebusan secara mekanis. Tahap ini memerlukan pengawasan yang sangat ketat. Bagian Pelepasan Buah dari Tandan dan Penumbukan Setelah perebusan. serat. Bagian Pembongkaran Buah (Loading Ramp) Di bagian pembongkaran. Sesudah itu. Sebab apabila tekanan uap terlalu rendah. Uap air panas. Setiap 1 ton TBS diperlukan sekitar setengah ton uap air yang dihasilkan dari ketel uap. dan tandan buah yang sudah kering. buah yang sudah ditumbuk dibawa ke bagian pengadukan (digester).Pabrik Kelapa Sawit Sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit diwajibkan mempunyai kebun kelapa sawit yang dapat memenuhi minimal 20 persen dari kebutuhan bahan baku. Dengan menggunakan ban berjalan (conveyor). Ketel uap yang menghasilkan uap air panas dihasilkan dari perebusan air menggunakan bahan bakar dari cangkang. petugas langsung melakukan penimbangan. Bagian Penimbangan Setelah buah kelapa sawit sampai di pabrik. Pemasakan buah kelapa sawit menggunakan ketel yang dipanaskan dengan uap air pada tekanan 2. selain digunakan untuk memasak buah. Pabrik ini biasanya terletak di dekat atau di dalam areal perkebunan. buah kelapa sawit dipindahkan ke loading ramp untuk dibongkar dan disortir. Pemasakan ini berfungsi sebagai sterilisasi buah sebelum diproses lebih lanjut. Buah yang lepas akan jatuh ke bawah dan mengalami penumbukan. juga digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik untuk keperluan pabrik. Bagian yang tidak lolos akan dibuang dan dikeringkan menjadi bahan bakar ketel uap. lori berisi buah ditarik ke luar dan ditumpahkan di atas mesin pelepas buah dari tandan (stripping).

biji yang sudah terlepas dari cangkang. CPO yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki timbun CPO. 16 Photo: Heri GP . biji yang telah terpisah dari cangkang dan kotoran dimasukkan ke dalam alat pemisah getar. Proses pemurnian menggunakan sistem penguapan dan pengendapan sentrifugal untuk memisahkan antara minyak. Mesin ini akan memisahkan biji dan cangkang. Daging buah yang banyak mengandung minyak akan terpisah dengan biji sawit yang masih terbungkus tempurung. Serat dan tempurung yang terlepas bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar untuk tungku ketel uap. Biji yang sudah terkupas disebut sebagai inti sawit. kemudian dimasukkan dalam karung kemasan. dan kotoran. Inti sawit yang sudah bersih dimasukkan dalam alat pengering untuk menurunkan kadar air menjadi 7% sesuai dengan persyaratan. Bagian Pemurnian Minyak (Clarification) Minyak yang dihasilkan dari pengempaan dan pemisahan kemudian dimurnikan secara bertahap untuk menghasilkan minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil). Bagian Pengempaan untuk Memeras Minyak Sawit Proses pengempaan bertujuan untuk mengeluarkan minyak dan cairan. minyak yang diperoleh kemudian ditampung dalam tangki pengumpul. Biji yang sudah pecah dan cangkang biji selanjutnya masuk ke dalam mesin hydrocyclone. debu. Melalui saringan getar. Bagian Inti Sawit Biji kelapa sawit yang masih memiliki tempurung dan serat akan diolah dengan cara membersihkan serat dan memisahkan tempurungnya. Mengempa adalah memeras dengan menggunakan tekanan (pressing). Serat yang terlepas dihisap menggunakan alat yang disebut fibre cyclone. air. Biji kelapa sawit yang belum pecah akan dimasukkan kembali ke mesin pemecah biji untuk mengulangi proses yang sama. Inti sawit yang telah sesuai standar.Bagian Pengadukan (Digestion) Pada bagian pengadukan. Biji yang telah cukup kering selanjutnya dimasukkan ke mesin pemecah biji. Biji kelapa sawit yang masih mengandung tempurung akan dimasukkan ke dalam mesin pengering. Pemisahan bertujuan untuk memisahkan bagian biji yang belum pecah. buah yang sudah setengah hancur diaduk hingga daging buah terlepas dari biji. Cangkang yang sudah terpisah dapat langsung diumpan untuk dimasukkan menjadi bahan bakar tungku ketel uap atau ditampung terpisah untuk bahan industri lainnya. Daging buah yang banyak mengandung minyak dimasukkan dalam mesin press untuk mengeluarkan minyak dan cairan lainnya. Dari mesin pemecah. dan cangkang.

Uraian berikut akan membahas beberapa potensi dampak lingkungan dari tahap prakonstruksi. dan bentang alam.Potensi Dampak Lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit Pembangunan perkebunan kelapa sawit maupun untuk perluasannya yang terjadi di Sumatera. dan berbagai daerah lain di Indonesia dapat dipastikan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. terutama terhadap ekosistem. hidrologi. konstruksi. dan operasional terkait dengan pembangunan perkebunan kelapa sawit. Kalimantan. Photo: Taufik Ismail 17 .

serta konstruksi dan operasi pabrik pengolahan buah kelapa sawit. Kegiatan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dapat berpengaruh terhadap besaran dan sifat dampak antara lain adalah perolehan dan pembukaan lahan. kegiatan tersebut sebaiknya tidak direalisasikan. serta perubahan kesuburan tanah akibat penggunaan pestisida. Sedangkan rona lingkungan yang turut terpengaruh antara lain adalah kondisi ekosistem. sering pula muncul potensi konflik sosial dan munculnya penyebaran penyakit tanaman endemik. mengapa. 18 . Keputusan layak-tidaknya suatu kegiatan untuk direalisasikan harus mempertimbangkan berbagai dampak lingkungan yang mungkin muncul. bagaimana. perubahan ketersediaan dan kuantitas air yang diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan. kapan. Pada umumnya dampak yang ditimbulkan oleh usaha budidaya tanaman perkebunan berupa erosi tanah. lengkap. dan di mana harus mampu dijawab. persebaran hama. penyakit dan gulma pada saat operasi kebun. Dampak lingkungan suatu kegiatan perlu dikenali sejak dini. lokasi dan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang besar dengan tanaman yang seragam (monokultur). bentang alam. Selain itu. dan jelas (lihat diagram). Dokumen UKL-UPL harus memuat setiap kemungkinan dampak lingkungan dari rencana kegiatan perkebunan kelapa sawit yang akan dijalankan secara spesifik. Setidaknya aspek apa. Jika potensi dampak negatifnya terlalu besar dan dianggap melebihi potensi dampak positifnya. Perhatian khusus tentu perlu diberikan terhadap dampak-dampak yang menyebabkan perubahan berarti. hidrologi. dan sikap penduduk yang tinggal di wilayah sekitar perkebunan.DAMPAK LINGKUNGAN DAN PENGELOLAANNYA Dampak lingkungan diartikan sebagai perubahan kondisi maupun fungsi dari suatu komponen lingkungan hidup akibat keberlangsungan suatu komponen kegiatan.

pemrakarsa harus merencanakan upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungannya.Pernyataan mengenai suatu potensi dampak lingkungan harus mencakup uraian mengenai sumber dampak dan jenis dampak. pak. Untuk tiap potensi dampak. Kedua up uraian mengenai aspek sumber dampak dan aspek penerima damrencana ini juga harus dinyatakan dengan sejelas-jelasnya. Kedua rencana ini juga harus dinyatakan dengan sejelas-jelasnya. Dampak Lingkungan dengan Lengkap Menyatakan Potensi Boks: Menyatakan Potensi Dampak Lingkungan secara Lengkap 19 . pemrakarsa haPernyataan suatu dampak lingkungan harus mencakrus merencanakan upaya mengenai pengelolaan danpotensi pemantauan dampak lingkungannya. Untuk tiap potensi dampak.

Tahap Pemulihan Upaya ini ditujukan untuk memulihkan kerusakan yang nantinya terjadi pada suatu komponen lingkungan. pemrakarsa akan mengembalikan lingkungan ke fungsi atau kondisi semula. Tahap Penanggulangan Upaya penanggulangan ditujukan untuk memperbaiki kerusakan atau kerugian yang nantinya terjadi pada suatu komponen lingkungan. Klasifikasi jenis upaya pengelolaan dampak dapat dilihat di bawah ini. harus memuat rencana mencegah. mengendalikan. Umumnya upaya ini juga dilakukan di sisi sumber dampak. Misalnya. untuk setiap potensi dampak negatif. pengolahan limbah cair berguna untuk mengurangi besaran dampak yang mungkin terjadi pada badan air penerima. harus memuat rencana untuk memaksimalkannya. upaya penanaman kembali bekas lahan di kiri dan kanan tepi sungai yang terlanjur dibuka. Dalam hal ini. Contohnya penambahan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh suatu proyek. Tahap Pengendalian Pengendalian ditujukan untuk membatasi besaran dan sebaran suatu potensi dampak. melalui kesepakatan dengan masyarakat yang terkena dampak. Misalnya. Misalnya. Tahap Maksimalisasi Upaya ini ditujukan untuk memaksimalkan pemunculan suatu potensi dampak positif. Tahap Minimalisasi Minimalisasi ditujukan untuk mengurangi pemunculan suatu potensi dampak negatif. Upaya pengelolaan dampak dapat direncanakan pada sisi sumber dampak dan dapat juga pada sisi komponen lingkungan terkena dampak. Misalnya. untuk setiap potensi dampak positif. Eliminasi umumnya dilakukan dengan mengubah spesifikasi suatu sumber dampak sehingga potensi dampak tidak jadi muncul. atau menanggulanginya. Tahap Eliminasi Upaya ini ditujukan untuk mencegah atau menghilangkan sama sekali kemungkinan terjadinya suatu potensi dampak negatif. Upaya ini umumnya dilakukan di sisi sumber dampak. mengatur jadwal pengangkutan bahan konstruksi sehingga gangguan kebisingan dapat dikurangi.Boks: Klasifikasi Jenis Upaya Pengelolaan Dampak Dalam upaya pengelolaan dampak lingkungan hidup. 20 Photo: Heri GP . Sebaliknya. mengurangi.

Hasil pemantauan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan perlu-tidaknya ada upaya tambahan untuk mengendalikan dampak yang muncul. Pengalaman menunjukkan bahwa upaya pemantauan seringkali berhasil mengidentifikasi adanya dampak lain yang terjadi. sebaran. 21 Photo: Heri GP . Relevansi antara suatu potensi dampak dan upaya pengelolaannya harus jelas. Pemantauan dampak lingkungan dilakukan untuk mengenali keberadaan. misalnya di lokasi pengolahan air limbah dan di beberapa lokasi yang diperkirakan terkena dampak. dan besaran dampak yang terjadi pada suatu komponen lingkungan terkena dampak. Upaya pengelolaan dampak harus dinyatakan sespesifik dan sejelas mungkin (lihat diagram).Dalam beberapa hal. pemantauan perlu dilakukan terhadap sumber dampak selain tentunya terhadap komponen lingkungan terkena dampak.

uraian di atas menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit mempunyai potensi dampak negatif terhadap ekositem dan pola pemanfaatan lahan dan ruang. Pada kawasan gambut. Pembuatan jalan akses ke lokasi lahan perkebunan sama artinya dengan membuka aksesibilitas wilayah. Dampak bisa muncul terus menerus saat musim hujan atau musim kemarau. Dampak negatif bisa terjadi. Berkaitan dengan lokasi. dan perburuan liar flora-fauna yang dilindungi. pencurian kayu (illegal logging). seperti kawasan terpencil menjadi lebih terbuka. misalkan kawasan gambut yang merupakan daerah sumber air atau kawasan tangkapan air untuk suatu daerah yang luas. Selain itu juga akan muncul dampak positif.POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT LOKASI Lokasi lahan yang digunakan untuk perkebunan akan mengalami perubahan peruntukan dan fungsi ekosistem. dan bencana lingkungan yang besar lainnya. kebakaran lahan gambut. Karakteristik Potensi Dampak Terjadinya dampak berlangsung terus selama lahan digunakan sebagai perkebunan. kekeringan. Dampak yang ditimbulkan oleh konversi lahan adalah perubahan pola pemanfaatan lahan dan ruang. Aksesibilitas wilayah bisa berdampak positif atau negatif. pembukaan lahan dapat berakibat pada terganggunya fungsi resapan air di kawasan tersebut. 22 Photo: Heri GP . seperti kawasan hutan menjadi terancam oleh kegiatan perambahan. Wilayah yang selama ini tertutup akan mudah dijangkau masyarakat. Jika lahan yang digunakan merupakan lahan dekat dengan kawasan hutan. Jika kawasan tersebut memiliki fungsi ekosistem yang penting. diperkirakan akan menimbulkan dampak lain seperti pembalakan liar dan pemanfaatan kayu. misalnya terhadap keberadaan objek khusus. pengaruh dampak akan sangat besar dan luas. Kerusakan ekosistem yang parah akan menimbulkan banjir.

dan pola mata pencarian. Qipra . Pada saat pembebasan lahan dilakukan. Urusan perolehan lahan tak jarang menimbulkan sengketa di antara penduduk. Di sisi lain. perkebunan. Karakteristik Potensi Dampak Beberapa potensi dampak yang terkait dengan perolehan lahan mulai bermunculan pada tahap prakonstruksi atau di saat pemrakarsa akan menentukan lokasi perkebunan. Hambatan ini dapat mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat terhadap rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit. Sebagai konsekuensi. kerukunan penduduk . kegiatan bisa berdampak langsung pada pola mata pencarian mereka sebelumnya. Transaksi jual-beli lahan akan mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. khususnya di lahan-lahan yang pemilik atau penggunanya merasa terganggu oleh rencana pembebasan lahan tersebut. Lahan yang sama diakui oleh dua pihak atau lebih. Potensi dampak negatif dapat tersebar ke seluruh wilayah yang direncanakan menjadi perkebunan kelapa sawit. Jika kebetulan lahan itu merupakan bagian dari tanah pertanian. Hal ini tentu dapat merusak kerukunan penduduk.POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT PEROLEHAN LAHAN Hambatan yang timbul pada saat pembebasan lahan adalah dari masyarakat yang tidak rela melepaskan tanahnya dan dari harga jual yang tidak sesuai. hak dan kepemilikan masyarakat. Masyarakat yang menolak menjual lahan akan berseberangan posisi dengan masyarakat lain yang mau menjual lahannya. hak dan kepemilikan masyarakat terhadap lahan tersebut akan hilang. Persengketaan antarpenduduk dapat juga terjadi akibat status kepemilikan tanah yang tidak jelas. 23 Photo: Dok. atau lahan yang digunakan masyarakat asli. potensi dampak positif akan terasa pada meningkatnya pendapatan masyarakat karena memperoleh biaya ganti rugi dari pemrakarsa. Uraian di atas menunjukkan bahwa potensi dampak lingkungan yang terjadi terkait dengan perolehan lahan untuk perkebunan kelapa sawit memiliki potensi dampak negatif terhadap: penerimaan masyarakat. potensi dampak akan memuncak.

bahkan harimau pernah dilaporkan memangsa pekerja yang sedang bekerja di kebun kelapa sawit. Qipra . juga pada morfologi lahan dan stabilitas lahan. Di beberapa tempat terjadi kemunculan kembali satwa yang dilindung seperti gajah.POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT PEMBUKAAN LAHAN Kegiatan pembangunan perkebunan kelapa sawit dimulai dengan pembukaan lahan. Kegiatan pembukaan lahan akan mengubah tutupan lahan (land coverage). orangutan. Hal tersebut menyebabkan perubahan perilaku pada satwa liar karena terjadinya perubahan habitat. Perkebunan kelapa sawit akan mengganti flora-fauna yang beragam dengan pohon-pohon kelapa sawit yang monokultur. Pada saat penataan. parit dan blok kebun untuk memudahkan pengawasan. seperti pola aliran air permukaan. atau harimau 24 pada lokasi tersebut. Munculnya satwa liar di kebun kelapa sawit akan menimbulkan banyak gangguan. Photo: Dok. Gajah dan orangutan diketahui memakan pucuk pohon kelapa sawit. Pembukaan lahan di dekat kawasan hutan akan sangat berpengaruh pada populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan terutama yang dilindungi oleh undangundang. Penataan lahan untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit perlu mengatur jaringan jalan. kualitas dan kuantitas air permukaan dan bawah permukaan. lahan yang digunakan akan mengalami perombakan secara fisik.

kualitas dan kuantitas air permukaan dan bawah permukaan. Hal yang sama terjadi pada stabilitas lahan. terutama pada saat pembibitan. Keragaman hewan dan tumbuhan di lokasi kegiatan tidak akan kembali seperti semula. Residu kimia dari pupuk dan pestisida akan tertinggal dalam tanah. Photo: Dok. Herbisida diperlukan untuk mengurangi pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu pada saat pemindahan dari lokasi pembibitan ke kebun. Qipra . pola aliran air permukaan. penggunaan pupuk dan pestisida (termasuk insektisida dan herbisida) akan meningkat. morfologi lahan. Agar kondisi sifat fisik dan kimia tanah dapat terpulihkan maka sebaiknya penggunaan pestisida. pola perlintasan dan migrasi hewan. Dampaknya bersifat tetap dan berlangsung selama perkebunan berjalan. dan sifat fisik dan kimiawi tanah. stabilitas lahan.Ketika kelapa sawit mulai ditanam. tidak bersifat tetap. Secara langsung residu ini akan mengubah sifat fisik dan kimiawi tanah. Karakteristik Potensi Dampak Berubahnya tutupan lahan hendaknya diperhatikan ketika akan membuka lahan. sedangkan insektisida digunakan untuk mengurangi risiko serangan hama pada tanaman muda. Uraian di atas menunjukkan bahwa potensi dampak pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit memiliki potensi dampak negatif terhadap tutupan lahan (land coverage). populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan. kualitas dan kuantitas air permukaan dan bawah permukaan. Sebaliknya pada kondisi morfologi lahan akan mengalami perubahan yang tidak akan kembali seperti semula. Begitu juga dengan populasi dan sebaran hewan yang terganggu dan pola lintasan atau migrasinya yang berubah hendaknya menjadi perhatian. herbisida. Perubahan pada pola aliran air permukaan. Apabila penataan dilakukan dengan benar maka kondisinya akan kembali seperti semula. Sifat-sifat dampak ini tidak dapat berbalik. dan pupuk mengikuti aturan yang diperbolehkan.

sehingga mempengaruhi populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan (keanekaragaman hayati). Kebakaran lahan umumnya terjadi pada lahan yang baru dibuka (Tahap Konstruksi). melumpuhkan berbagai kegiatan di daerah sekitar. Sebaran kabut asap mempengaruhi pencahayaan. kebakaran hutan yang terjadi lebih lama dan baru berhenti saat musim hujan tiba. dalam beberapa hal terutama ketika musim kemarau. Kebakaran lahan akan sangat cepat menyebar bahkan pada kawasan yang sebelumnya mendapat pengawasan ketat. suhu udara. suhu udara. tetapi bisa juga terjadi saat operasional. kebakaran lahan mempunyai potensi dampak negatif terhadap kualitas udara. Kebakaran lahan akan berdampak pada penurunan kualitas udara yang diakibatkan oleh kabut asap.Boks: Kebakaran Lahan Meski saat ini membuka lahan dengan cara membakar sudah dilarang. Kebakaran lahan bisa terjadi secara alamiah atau karena kelalaian manusia. Pada musim kemarau. Dampak kebakaran lahan sangatlah besar karena biasanya akan merembet ke kawasan hutan. Kebakaran lahan dan hutan di Indonesia mendapat sorotan dunia dan dianggap sebagai penyubang yang besar pada pemanasan global (Global Warming). dan juga berdampak di lokasi yang jauh dari tempat lahan yang terbakar. Kesimpulannya. kebakaran lahan tidak bisa dihindari. Akibatnya adalah akan banyak jenis flora dan fauna yang mati. 26 Istimewa . Perlu diwaspadai beberapa lokasi yang rawan agar mendapatkan pengawasan ekstra sehingga tidak menjadi pemicu kebakaran. dan populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan. pencahayaan.

peluang usaha. misalnya pada musim kemarau yang membutuhkan pengawasan kebun atau permintaan tenaga kerja menurun pada saat panen rendah. Uraian di atas menunjukkan bahwa konstruksi dan operasional pabrik kelapa sawit memiliki potensi dampak negatif terhadap hubungan antarpenduduk. Interaksi antara pendatang dengan masyarakat asli juga akan berdampak pada hubungan antarpenduduk. sampai dengan kegiatan administrasi dan operasional pabrik.Photo: Rulli POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT KESEMPATAN KERJA & PELUANG USAHA Pembangunan perkebunan kelapa sawit biasanya menimbulkan peluang usaha yang melibatkan banyak tenaga kerja sehingga berpeluang menciptakan kesempatan kerja. Untuk jenis pekerjaan sederhana dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. pembersihan lahan. dan meningkatnya pendapatan masyarakat. 27 . Meski banyak terjadi kesempatan kerja. peluang usaha. Kebutuhan tenaga kerja biasanya berkaitan dengan pembukaan lahan. Hal ini memungkinkan terjadinya kesempatan interaksi atau hubungan antarpenduduk pendatang dan masyarakat asli. potensi dampak positif akan terasa dengan adanya kesempatan kerja. Karakteristik Potensi Dampak Dampak yang berkaitan dengan kesempatan kerja dan peluang usaha muncul di tahap konstruksi sampai operasi. biasanya akan mengambil tenaga kerja dari penduduk sekitar yang akan meningkatkan kesempatan kerja dan masyarakat juga akan meningkat. penanaman dan pemeliharaan tanaman. Selain dari penduduk sekitar ada pekerja perkebunan yang merupakan pendatang. pembuatan jalan akses. Jumlah tenaga kerja berfluktuasi sesuai dengan tahapan kegiatan. Di sisi lain. kualifikasi pekerjaan dan keahlian yang tersedia di lokasi memiliki potensi menciptakan konflik sosial dan berakibat pada terganggunya hubungan antarpenduduk. Sebagian besar dampak bersifat sementara dan dapat muncul kembali ketika kondisinya memungkinkan. panen.

Biasanya hanya terjadi pada daerah lintasan antara kebun dan pabrik. Apalagi saat kegiatan panen kelapa sawit berlangsung setiap hari. Sifat dampak tidak tetap dan lokal.POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT MOBILISASI PERALATAN Mobilisasi alat dan bahan pada tahap prakonstruksi. konstruksi. kondisi fisik jalan. 28 Photo: Heri GP . dan operasional berpotensi untuk mengganggu tingkat kenyamanan kawasan. terutama saat panen. juga mengurangi tingkat kelancaran berlalu-lintas. Di tahap konstruksi. Karakteristik Potensi Dampak Dampak negatif berkaitan dengan kenyamanan kawasan dapat berlangsung mulai tahap konstruksi sampai tahap beroperasinya perkebunan. berlangsung pada saat dilakukannya mobilisasi alat dan bahan. dan kelancaran berlalu-lintas. Gangguan tersebut diakibatkan oleh lalu-lalangnya kendaraan pengangkut di jalur jalan yang dekat dengan pemukiman penduduk. Uraian di atas menunjukkan bahwa kegiatan panen dan kegiatan perkebunan lainnya memiliki potensi dampak negatif terhadap: kenyamanan kawasan. berlangsung ketika pengangkutan hasil dari kebun ke pabrik. Pada tahap operasi. Selain merusak kondisi fisik jalan yang dilaluinya.

getaran. dan kebersihan bersifat tetap dan dapat terus berulang selama pabrik beroperasi. maupun dari kegiatan lainnya. kualitas air permukaan. kualitas air permukaan. perebusan. Karakteristik Potensi Dampak Dampak yang mempengaruhi kualitas udara. dan keapikan kawasan. seperti kualitas udara dan air permukaan bisa menyebar luas ke daerah lainnya. sabut. harus dilakukan dengan baik agar kebersihan dan keapikan kawasan dapat terjaga. Proses pencucian. sampai pemurnian di pabrik kelapa sawit akan banyak menghasilkan limbah cair dan limbah padat. genset. Limbah cair harus diolah dalam IPAL sebelum dilepas ke saluran perairan terbuka atau perairan umum agar tidak mempengaruhi kualitas air permukaan. cangkang. Beberapa dampak. 29 Photo: Heri GP . kebisingan. pabrik. pelepah kering.POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN TERKAIT LIMBAH Penggunakan mesin dan ketel di pabrik untuk mengolah TBS sampai menjadi CPO (Crude Palm Oil) akan menghasilkan asap dari mesin. yang sering dimanfaatkan untuk bahan bakar tungku ketel uap. Jika kualitas air limbah yang dilepas ke perairan terbuka masih di atas baku mutu. Penanganan limbah padat dari aktivitas perkebunan. dikhawatirkan akan mempengaruhi populasi dan keragaman flora dan fauna perairan. dan tungku yang akan mempengaruhi kualitas udara. Sedangkan limbah padat yang dihasilkan adalah tandan kosong (tankos). Uraian di atas menunjukkan bahwa limbah pencemaran pabrik kelapa sawit memiliki potensi dampak negatif terhadap: kualitas udara.

Dampak yang terjadi akan sulit dikelola. sebagian lagi hanya akan bersifat mengurangi dan mengendalikan potensi dampak yang lain.UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK Ada 5 pendekatan yang perlu dilakukan untuk mengelola seluruh potensi dampak lingkungan baik dari segi pengembangan dan pengoperasian perkebunan kelapa sawit. 30 . Tolok ukur dampak dapat diukur dengan menggunakan pendekatan batas ambang yang diperbolehkan. Tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. kawasan hutan habitat flora dan fauna yang dilindungi UU. dan kawasan yang memiliki sumber daya air untuk wilayah sekitarnya. lahan dengan kemiringan terjal (>15%). Kawasan seperti itu dilindungi dalam UU sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung dan sebaiknya dihindari dalam pemilihan lokasi perkebunan. Pemilihan Lokasi K Keterangan: Pengelolaan Dampak disesuaikan dengan potensi dampak lingkungan yang akan terjadi Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi yang dimaksud adalah meletakkan rencana lokasi perkebunan pada daerah yang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana makro (roadmap Departemen Pertanian) sehingga tidak perlu lagi dilakukan konversi lahan. Daerah dengan fungsi ekosistem khusus. Pendekatan lainnya mungkin dapat memaksimalkan dampak positif yang ditimbulkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengeliminasi beberapa potensi dampak. misalnya seperti wilayah masyarakat asli (tanah ulayat/adat). sangat sensitif untuk dikonversi.

31 Photo: Dok. masyarakat setempat dapat bermitra dengan perusahaan kebun kelapa sawit. Tujuan mencari kesepakatan ditentukan berdasarkan musyawarah antara pemrakarsa dengan pemilik lahan dan mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku. Selain sebagai tenaga kerja. Usaha untuk mencapai kesepakatan merupakan salah satu langkah penanggulangan potensi dampak negatif yang akan dirasakan masyarakat. Model lain dari kesepakatan yang dicapai dengan masyarakat adalah melalui kemitraan. Qipra . Dalam hal ini pendekatan lain masih tetap dibutuhkan. Penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dapat menjadi contoh yang baik untuk menunjukkan manfaat positif. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada terjadinya keresahan di masyarakat adalah penggunaan lahan yang Pendekatan Kesepakatan sangat besar. Meski masyarakat bersedia melepas lahannya untuk perkebunan kelapa sawit.Pendekatan Kesepakatan dengan Masyarakat Kesesuaian lokasi dapat meleset ketika rencana ternyata masuk dalam lokasi pemukiman dan budidaya masyarakat. misalnya melalui musyawarah untuk mencari kesepakatan dengan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat dapat membangun dan mengelola kebunnya sendiri. tetapi keresahan masyarakat tetap tinggi karena masyarakat jelas akan kehilangan mata pencarian. Sementara itu perusahaan membantu masyarakat membangun perkebunan dan membeli hasil dari perkebunan milik masyarakat.

Pendekatan Sosial Pendekatan sosial sebaiknya dilakukan melalui pertemuan tatap-muka dan dialog langsung dengan penduduk. Pendekatan sosial bukan hanya menyampaikan keinginan pemrakarsa tetapi menjalin kembali hubungan antarpenduduk. kepemilikan. maupun penjelasan melalui radio juga dapat membantu. Untuk memberikan masukan berkaitan dengan status lahan. harga jual lahan. kepemilikan lahan. Pendekatan sosial akan memberi tempat untuk masyarakat membicarakan hak. Dalam musyawarah tersebut akan bertemu berbagai kepentingan yang ada dalam masyarakat. dan sebagainya. dan kepentingannya. Pembagian leaflet. baik yang menerima maupun menolak. Ada baiknya beberapa wakil penduduk dilibatkan dalam perencanaan sejak awal. 32 Photo: Dok Qipra . pencarian tenaga kerja. penempelan poster.

dan teknik pengolahan dan budidaya. bibit sawit diperoleh dari pusat sumber benih yang telah memiliki legalitas dari pemerintah dan reputasi yang baik. pembangunan jalan sebaiknya diusahakan melewati bagian sungai yang sempit agar tidak banyak mengubah dan membongkar fisik sungai. pabrik. kualitas udara buangan dari cerobong asap tungku ketel. jalan produksi. misalnya. Perbaikan desain terutama disarankan dalam memperbaiki kualitas air buangan IPAL. Pendekatan perbaikan tataletak kebun. yaitu dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).Perbaikan Desain Pendekatan perbaikan desain (rancang bangun) terutama berkaitan dengan tataletak kebun. atau tambahan peralatan saringan debu. dan jalan kontrol) sesuai topografi lahan. 33 Photo: Dok Qipra . mengatur jalur jalan (jalan utama. Apabila melalui aliran sungai. Misalnya. Sedangkan teknik pengolahan dan budidaya tanaman bisa diperbaiki melalui penggunaan bibit yang lebih baik dan tahan penyakit.

Perlu dibuat pos dan menara pengawas kebakaran dalam perkebunan. Untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas. tandan kosong atau pelepah untuk bahan bakar harus dipastikan kondisinya benar-be- Photo: Heri GP . Pemusnahan sampah tumbuhan dilakukan dengan cara menimbun dan membuat kompos untuk menghindari pembakaran. Penjadwalan operasi kendaraan diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan lalu-lintas dan waktu istirahat penduduk diharapkan tidak terganggu. Pemanfaatan kayu tebangan. mengurangi. maupun menanggulangi beberapa potensi dampak negatif yang banyak terjadi. sebaiknya dibuat sekat bakar untuk membatasi penyebaran api ketika terjadi kebakaran lahan. Pembuatan pola kerja shift atau penggiliran waktu kerja guna menambah jumlah dan memberikan pemerataan peluang kerja bagi penduduk sekitar. Beberapa aturan prosedur kerja atau ketentuan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut. 34 Perhatikan prosedur pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning).Pengaturan Prosedur Kerja Pendekatan ini diharapkan dapat mengeliminasi. Pembuatan embung-embung atau kubangan untuk menyimpan air yang berguna untuk persediaan air musim kemarau.

nar kering. Qipra 35 . Penggunaan alat-alat keselamatan kerja merupakan hal yang mutlak khususnya bagi mereka yang bekerja di ketinggian. baik bagi para pekerja maupun bagi para penduduk di sekitar lokasi proyek. Photo: Dok. Limbah kayu lainnya juga dapat ditumpuk pada daerah cekungan dan dibiarkan menjadi kompos. Tungku rebusan (boiler) harus dilengkapi dengan penangkap debu (dust collector). Pembuatan pondasi teras dengan batang kayu bekas tebangan untuk mengurangi kemungkinan erosi tanah permukaan. Daerah berbukit atau bergelom- bang. dapat dilakukan dengan menanam tanaman kacangan sebagai cover crops di tepi kiri-kanan saluran drainase dan areal lain yang terbuka. Pada areal tepi kiri dan kanan badan sungai harus disisakan jarak selebar 200 m dan tidak boleh dibuka agar ada sisa lahan untuk satwa liar. atau daerah dengan kemiringan lebih dari 15% sebaiknya tetap dipertahankan. Perhatian khusus perlu diberikan pada prosedur keselamatan kerja. Untuk mengurangi tingkat erosi.

rekrutmen tenaga kerja. pemantauan terhadap kondisi wilayah atau ekosistem setempat (tutupan lahan. serta pemantauan terhadap limbah yang dihasilkan dari kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. misalnya terletak di lokasi sesuai dengan tata ruang dan rencana makro (roadmap) yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian. Sebagian pemantauan dapat dilakukan hanya pada tahap prakonstruksi dan tahap konstruksi. Pemantauan juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan kawasan. populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan. Pemantauan lainnya yang sangat penting adalah apakah lokasi dan kapasitas pabrik yang didirikan dipastikan sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. Tetapi. dan pemantauan limbah yang dihasilkan pabrik dan penanganannya.UPAYA PEMANTAUAN DAMPAK Upaya pemantauan yang perlu dilakukan terhadap perkebunan kelapa sawit antara lain adalah pemantauan terhadap lahan dan lokasi perkebunan dan pabrik. kualitas dan kuantitas air. Pemantauan Masyarakat di Wilayah Terkena Dampak Pemantauan pada saat prakonstruksi sampai operasional kebun dan pabrik. Pengamatan biasanya bersifat subjektif. dan harapan lainnya). sifat fisik dan kimia tanah. dan kualitas udara). konstruksi. Pengumpulan data atau informasi dapat dilakukan dengan cara berikut : Pengamatan atau observasi lapangan. pendapatan atau penghasilan masyarakat. Pemantauan Lahan dan Lokasi Perkebunan dan Pabrik Pemantauan ini terutama dilakukan pada saat tahap prakonstruksi untuk memastikan apakah lokasi perkebunan dan pabrik sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. umumnya dilakukan untuk mengetahui penerimaan atau persepsi masyarakat (kepuasan terhadap kompen36 . morfologi dan stabilitas lahan. pola aliran air permukaan. hak dan kepemilikan masyarakat. dan operasional perkebunan dan pabrik. serta pola mata pencarian penduduk. pemantauan terhadap masyarakat wilayah terkena dampak. khususnya yang diakibatkan oleh keberadaan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Akurasi datanya pun sulit dipertahankan. hubungan antarpenduduk. Secara garis besar kegiatan pemantauan meliputi: pemantauan terhadap lahan dan lokasi perkebunan dan pabrik. pemantauan kondisi wilayah terkena dampak. apakah bahan baku yang dibutuhkan sudah dapat dipenuhi dari kebun milik sendiri. serta kondisi fisik jalan untuk lalu lintas kendaraan. misalnya berapa jarak antara kebun dan pabrik. lalu-lalangnya kendaraan selama pembukaan lahan. pola kemitraan. pemantauan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. sasi yang diberikan. Sebagian lagi dapat dilakukan pada tahap operasi di lahan perkebunan maupun di pabrik.

Pada tahap prakonstruksi dan konstruksi. Ini adalah metode yang lebih terstruktur dan dapat dibandingkan dari waktu ke waktu. Wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat (formal dan informal). dapat dipilih metode analisis kualitatif maupun kuantitatif yang biasa digunakan sebagai metode analisis bidang sosial. misalnya kompleks perumahan pekerja. Survei membutuhkan tenaga dan biaya yang relatif besar dan berpotensi menimbulkan pertanyaan tambahan dari masyarakat. Survei masyarakat. Lokasi lainnya yang dapat juga dipantau adalah lokasi domisili tenaga kerja di luar komplek perumahan tenaga kerja dan daerah perlintasan kendaraan pabrik selama tahap konstruksi sampai operasional. perkampungan masyarakat sekitar. misalnya setiap satu tahun atau dua tahun sekali. Analisis data harus disesuaikan dengan pengumpulan data yang dipilih (di atas). Pada tahap operasi. serta tidak berpotensi menimbulkan keresahan tambahan. Lokasi pemantauan terhadap masyarakat bisa dilakukan secara langsung pada pemukiman sekitar. Untuk hal ini.pengamatan tidak membutuhkan tenaga dan biaya yang banyak. Jangka waktu pemantauan terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan frekuensi yang berbeda-beda. pemantauan dapat dilakukan tanpa harus menunggu terjadinya masalah. Cara ini adalah yang paling efektif untuk menjaring pendapat masyarakat dan mendapatkan gambaran kondisi mereka secara lebih akurat. dan kawasan lainnya yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung. Biaya dan tenaga yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. frekuensi pemantauan yang agak tinggi (setiap bulan) layak dilakukan. 37 Photo: Brizkyt .

38 .

misalnya lokasi yang sudah diperkirakan akan mengalami tekanan lebih sering dan berat. dan herbisida telah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku? Pemantauan penggunaannya dilakukan dengan mengukur beberapa sampel tanah dan air di lokasi. stabilitas lahan. Jangka waktu pemantauan disesuaikan dengan jadwal kegiatan kebun. Misalnya apakah saluran air. Pengambilan data dalam pemantauan dilakukan di lapangan dengan pengambilan sampel secara langsung. dan suhu udara. Data yang diambil dapat diukur di lapangan menggunakan peralatan langsung atau dibawa ke laboratorium. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan titik pemantauan yang sesuai dengan kebutuhan. sebaiknya data mengenai kondisi ekosistem kebun. seperti tepi sungai. jalan dan jembatan berfungsi dengan baik? Apakah terjadi banjir pada musim hujan. dan sebagainya. pola aliran air permukaan. apakah cukup tersedia air atau peralatan pendukung untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan? Tujuan pemantauan untuk memastikan kesiapan jika kemungkinan terjadi kebakaran lahan yang tak terduga. Jika lokasi kebun dekat dengan kawasan hutan. Apakah fungsi lokasi untuk menjaga keseimbangan air masih baik? Apakah penggunaan pupuk. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tahap operasi kebun dan pabrik. pestisida. setiap panen. Qipra 39 . kestabilan tanah. seperti tutupan lahan. apakah satwa liar yang dilindungi masuk dalam lokasi kebun? Tujuan pemantauan ini untuk mencari jalan keluar jika di lokasi kebun ternyata sering masuk satwa dilindungi dan bahkan merusak kebun. sifat fisik dan kimia tanah. dan sebagainya. tidak ada tanda-tanda tanah longsor atau erosi. kualitas dan kuantitas air permukaan. misalkan setiap perawatan kebun. morfologi lahan.Pemantauan Kondisi Wilayah Terkena Dampak Pada tahap konstruksi kebun maupun pabrik. setiap musim kemarau. populasi dan sebaran hewan dan tumbuhan. Photo: Dok. Parameter yang dipilih ditentukan sesuai dengan kebutuhan analisis. kualitas udara. daerah dengan kemiringan >15%. dimiliki. Pemantauan juga untuk memastikan bahwa satwa liar yang dilindungi tidak mendapat gangguan baik dari luar maupun dari pekerja kebun kelapa sawit. setiap musim hujan. Pada saat musim kemarau. pencahayaan. Metode analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan sampel yang terukur.

saluran limbah. sekitar outlet pembuangan limbah. Analisis data dilakukan di lapangan dan di laboratorium yang memenuhi syarat sesuai dengan parameter yang diukur. sehingga perlu ada komponen kegiatan yang diperbarui? Pemantauan terutama dilakukan untuk mengetahui kualitas udara. selama kegiatan. dan keluaran hasil kegiatan lainnya. kualitas air. Tujuan pemantauan untuk mengetahui halhal berikut: Apakah semua ketentuan yang berkaitan dengan besaran dan kualitas limbah yang disyaratkan telah dipenuhi? Apakah prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh manajemen telah dijalankan dengan benar? Apakah masih terjadi penyimpangan meski semua prosedur telah dijalankan dengan benar. Jangka waktu pemantauan disesuaikan dengan jadwal kegiatan dengan pertimbangan membandingkan pada saat tidak ada kegiatan. misalnya sampah dan limbah padat. dan beberapa lokasi perairan atau udara terbuka.Photo: Heri GP Pemantauan Limbah Pabrik Pemantauan ini dilakukan pada saat pabrik sudah berjalan (operasional). Metode analisis data dilakukan secara kuantitatif. dan setelah kegiatan. Data yang diambil berdasarkan pada sampel yang ditentukan berkaitan dengan aktivitas. Lokasi pemantauan dilakukan di sumber limbah. Atau dengan pemeriksaan secara acak setiap satu bulan atau waktu yang ditentukan sesuai kebutuhan. 40 .

41 .Dokumen UKL-UPL Perkebunan Kelapa Sawit Suatu kegiatan tetap diharuskan memiliki rencana upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan hidup meski tidak masuk dalam daftar wajib AMDAL. Salah satu kegiatan yang dinyatakan perlu untuk menyusun dokumen UKL-UPL adalah Perkebunan Kelapa Sawit apabila lahan yang digunakan seluas 25 hektar sampai dengan kurang dari 3. Upaya tersebut dituangkan dalam dokumen yang dikenal sebagai dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).000 ha.

diwajibkan untuk membuat AMDAL. 11 tahun 2006). Sementara itu. Photo: Heri GP Sesuai aturan KLH (Permen KLH No. diharuskan untuk menyusun Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup yang dituangkan dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).MAKNA UKL-UPL Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah menetapkan berbagai jenis kegiatan yang dalam perencanaannya diwajibkan untuk menjalani proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). kegiatan budidaya tanaman perkebunan tahunan dengan atau tanpa unit pengolahan dalam kawasan budidaya non-kehutanan luas sama dengan atau lebih dari 3.000 ha. 86 tahun 2002 disebutkan bahwa kegiatan yang tidak wajib-AMDAL diwajibkan untuk membuat UKL-UPL. kegiatan yang tidak masuk dalam daftar wajib-AMDAL. 42 . Dalam Kepmen LH No.

dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL). dokumen UKL-UPL hanya terdiri dari satu dokumen saja. Sementara itu. dan murah.Dokumen UKL-UPL berisi uraian upaya-upaya yang akan dilakukan pemrakarsa dalam 1) mengelola berbagai potensi dampak positif dan negatif usulan kegiatannya dan 2) memantau berbagai potensi dampak yang dikhawatirkan muncul dari usulan kegiatannya. identitas pemrakarsanya. Selain itu. 43 . dan dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Kegiatan-kegiatan wajib UKL-UPL umumnya memiliki skala kegiatan yang lebih kecil dari kegiatan-kegiatan wajib AMDAL. Kewajiban untuk menyusun dokumen UKL-UPL umumnya ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang tidak menimbulkan dampak besar dan penting. dokumen UKL UPL memuat deskripsi kegiatan yang direncanakan. Proses AMDAL menghasilkan 4 (empat) jenis dokumen. yaitu dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL). dan surat pernyataan pemrakarsa untuk melaksanakan upaya-upaya tersebut. cepat. Dokumen UKL-UPL disusun relatif lebih mudah. dokumen ANDAL.

. Selain itu. pemerintah perlu memeriksa apakah upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang dijanjikan oleh pemrakarsa dianggap memadai. dokumen UKL-UPL juga sering dipakai pemerintah sebagai acuan melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan pemrakarsa dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Lebih lengkap mengenai perizinan perkebunan kelapa sawit dapat dilihat pada Peraturan Menteri Pertanian No. Dengan demikian. upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan bisa direncanakan untuk setiap dampak yang diprakirakan akan muncul di tahap prakonstruksi sampai tahap operasi kegiatan. 26/Permentan/OT. jalan raya. Boks: Izin dan Persetujuan Formal PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Dokumen paling awal yang harus dibuat dalam proses perizinan pembangunan perkebunan kelapa sawit adalah UKL-UPL.140/2/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. misalnya penutupan perkebunan menjadi kawasan peruntukan lain. perusahaan pengelola wajib memiliki Izin Usaha Perkebunan atau IUP–B. Usaha budidaya tanaman perkebunan dengan luas 25 ha atau lebih yang memiliki unit pengolahan TBS 5 ton/ jam atau lebih. diwajibkan memiliki izin usaha perkebunan untuk pengolahan atau IUP-P. Hal yang perlu diketahui sebelum menyusun dokumen UKL-UPL adalah tata cara dalam mengurus izin dan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perizinan. sebelum izin dikeluarkan. Syarat untuk memperoleh IUP-P lainnya adalah pengelola harus dapat memenuhi 20% bahan baku dari kebunnya sendiri. Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. wajib memiliki izin. Jika luas lahan perkebunan yang dikelola lebih dari 25 ha. Sedangkan pengolahan TBS kurang dari 5 ton per jam wajib didaftar oleh Bupati/Walikota untuk diberikan Surat Tanda Daftar Usaha Industri Pengolahan Hasil Perkebunan 44 (STD-P) dari Bupati/Walikota. dokumen UKL-UPL berfungsi sebagai acuan untuk menyempurnakan desain usulan kegiatannya. Industri pengolahan kelapa sawit yang memiliki kapasitas produksi CPO dari pengolahan TBS (tandan buah segar) 5 ton per jam atau lebih.140/2/2007. atau lainnya. dokumen UKL-UPL juga berfungsi sebagai acuan untuk melakukan upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan hidup secara rutin dan periodik dari kegiatan tersebut nantinya. yaitu usaha budidaya tanaman perkebunan dan usaha industri pengolahan hasil perkebunan. Dari sisi pemerintah. Perusahaan perkebunan yang melakukan kegiatan usaha perkebunan dengan luas kurang dari 25 ha wajib didaftar oleh Bupati/ Walikota dan akan mendapatkan Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya Perkebunan (STD-B) dari Bupati/Walikota.FUNGSI DOKUMEN UKL-UPL Fungsi dokumen UKL-UPL dapat dilihat dari beberapa sisi. Setelah kegiatan beroperasi. 26/Permentan/OT. Izin usaha perkebunan atau IUP yang menempati lokasi lintas wilayah Kabupaten/Kota. Dokumen UKL-UPL bisa disiapkan oleh pemrakarsa sendiri di tahap perencanaan sebelum realisasi kegiatan di lapangan. Rekomendasi diberikan dengan memperhatikan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan rencana makro atau roadmap Departemen Pertanian RI. Dari sisi pemrakarsa. dokumen UKL-UPL pada umumnya dipakai sebagai syarat untuk memberikan izin pada pemrakarsa. Dokumen inilah yang akan menjadi dasar rekomendasi Bupati/Walikota untuk menerbitkan izin pembangunan kebun kelapa sawit. seperti perumahan. Dalam hal ini. bahwa usaha perkebunan dapat dibagi menjadi dua. akan diberikan oleh Gubernur dengan rekomendasi dari Bupati/Walikota.

atau izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Penggunaan Bangunan (IPB) untuk pembangunan gedung.Boks: Kewajiban Pascapersetujuan Saat kegiatan dimulai. Secara periodik. Bahwa tidak ada dampak lain yang muncul selain dari dampak yang telah diperkirakan. Photo: Brizkyt Sebelum pembangunan dimulai biasanya dibutuhkann beberapa perizinan. Bahwa tidak ada aturan yang dilanggar oleh pelaksanaan kegiatan pembangunan kebun kelapa sawit. Frekuensi laporan pelaksanaan UKL-UPL bisa berbeda-beda. Bahwa semua upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang ada dalam dokumen UKL-UPL telah dijalankan dan efektif mencapai sasaran. Jika terjadi pelanggaran. Jika ada yang tidak dapat dijalankan atau tidak mencapai sasaran. laporan tersebut harus menjelaskan alasan dan jalan keluar yang ditawarkan. pemrakarsa wajib untuk melaksanakan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sebagaimana tercantum dalam dokumen UKL-UPL-nya. 45 . Dokumen UKL-UPL memiliki fungsi yang setara dengan dokumen RKL-RPL. pemrakarsa juga wajib melaporkan hasil dari upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukannya. Jika ada. hal tersebut perlu dijelaskan dalam Laporan Pelaksanaan UKL-UPL. misalnya izin prinsip. sesuai dengan kebutuhan di daerah dan jenis kegiatan. Mencermati kecenderungan (trend) parameter lingkungan yang dipantau dari sejak laporan pertama sampai laporan terakhir untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencemaran atau kerusakan di masa mendatang. perlu dijelaskan upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki kinerja lingkungan dan mencegah terulangnya pelanggaran tersebut. Laporan pelaksanaan UKL-UPL yang baik seharusnya mampu menjelaskan dan membuktikan hal-hal berikut. izin lokasi.

kondisi fisik jalan. kenyamanan bermukim. pembukaan dan pembersihan lahan. minimalisasi. perolehan dan pembelian lahan. rekrutmen tenaga kerja. seperti harga lahan dan bangunan. kesempatan kerja. dokumen UKLUPL untuk kegiatan PERKEBUNAN KELAPA SAWIT memiliki sistematika dokumen sebagaimana digambarkan dalam diagram berikut. dan lainnya sebagaimana diuraikan dalam Bagian 2 buku ini) Upaya Pemantauan Dampak (langkah-langkah pemantauan untuk mengetahui besaran pengaruh dampak yang terjadi seperti pemantauan terhadap persepsi masyarakat. maksimalisasi. pemberian kompensasi. seperti konversi lahan. perlintasan kendaraan. Sunandar 46 .SISTEMATIKA DOKUMEN Mengikuti ketentuan Pedoman Pelaksanaan UKL-UPL (Kepmen LH No. dan waktu dan durasi pemunculan dampak) Program Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (uraian lengkap tentang upaya mengelola dan memantau berbagai potensi dampak Perkebunan Kelapa Sawit. hubungan antarpenduduk. seperti lokasi sumber dampak. seperti penyesuaian jalur. operasional kebun dan pabrik. sebaran dampak. pendapatan masyarakat. Uraian disampaikan secara ringkas dalam format matriks yang mudah dicerna) Sumber Dampak (komponen kegiatan yang berpotensi menjadi penyebab dampak. pengendalian. 1 Identitas Pemrakarsa (informasi umum tentang perusahaan dan personil penanggung jawab yang memprakarsai kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit) Nama Perusahaan/Lembaga (nama resmi dari perusahaan pemilik Perkebunan Kelapa Sawit) Nama Penanggung Jawab Kegiatan (nama personil yang bertanggung jawab langsung atas pengembangan kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit dan atas penyusunan dokumen UKL-UPL-nya) Alamat Lengkap (alamat kantor dan nomor telepon/faks dari penanggung jawab kegiatan) Dampak Lingkungan yang Akan Terjadi (uraian lengkap tentang dampak-dampak lingkungan yang mungkin terjadi dari kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit. disampaikan secara ringkas dalam format matriks yang mudah dipahami) Upaya Pengelolaan Dampak (langkah-langkah eliminasi. penanggulangan. dan pemulihan. pemantauan terhadap limbah pabrik. 86 Tahun 2002). dan lainnya sebagaimana diuraikan dalam Bagian 2 buku ini) Tolok Ukur (nilai atau batasan parameter acuan yang digunakan untuk menilai makna dari hasil pemantauan) Infografis: E. dan lainnya sebagaimana diuraikan dalam Bagian 2 buku ini) Komponen Lingkungan yang Terkena Dampak (komponen-komponen lingkungan hidup yang diperkirakan akan terkena dampak. perbaikan desain. dan lainnya sebagaimana diuraikan dalam Bagian 2 buku ini) Besaran Dampak (ukuran kuantitatif atau kualitatif yang dapat menunjukkan besarnya potensi dampak yang terjadi pada suatu komponen lingkungan) Keterangan (informasi yang dirasakan perlu untuk memperjelas uraian setiap potensi dampak.

dan gambar teknis yang dirasakan perlu untuk memperjelas uraian) Nama Rencana Kegiatan (nama resmi kegiatan sesuai kesepakatan antara pemrakarsa dan instansi lingkungan) Lokasi Rencana Kegiatan (nama administratif dari semua daerah yang menjadi lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. peta. berikut diagram. foto.Rencana Usaha atau Kegiatan (uraian ringkas tentang kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit yang sedang direncanakan. termasuk lokasi kantor dan perumahan pekerja perkebunan) Skala Kegiatan (luas lahan [ha] dan kapasitas pabrik pengolahan (ton/jam) Perkebunan Kelapa Sawit yang direncanakan) Garis Besar Komponen Rencana Kegiatan (komponen-komponen kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan sebagaimana dijelaskan dalam Bagian 1 buku ini) Rentang Waktu Kegiatan (lamanya waktu keberlangsungan setiap komponen kegiatan) Tanda Tangan Penanggung Jawab Kegiatan (bukti komitmen pemrakarsa Perkebunan Kelapa Sawit untuk melaksanakan hal-hal yang diuraikan dalam dokumen UKL-UPL) 47 .

Termasuk ke dalam informasi rona lingkungan tersebut adalah hal-hal berikut. Kesehatan masyarakat sekitar. terutama jenis-jenis penyakit dengan prevalensi tinggi. Dokumen UKL-UPL juga harus disertai dengan surat pernyataan yang ditandatangani penanggung jawab kegiatan. Boks: Sebaiknya Informasi Rona Lingkungan Dicantumkan Informasi rona lingkungan sebaiknya dicantumkan dalam dokumen UKL-UPL perkebunan kelapa sawiit. Pola kepemilikan dan pemanfaatan lahan di seluruh lokasi yang akan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit Kondisi sosial-ekonomi. dan keterbukaan masyarakat akan perubahan. dokumen UKL-UPL perkebunan kelapa sawit sebaiknya juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai rona lingkungan awal (lihat boks). Pencantuman informasi tersebut akan sangat bermanfaat di kemudian hari.Walaupun tidak disyaratkan mutlak dalam peraturan. terutama yang berhubungan dengan sumber pendapatan. • • • • Kondisi topografis dan geografis lokasi pabrik. 48 . tingkat pendidikan.

Jika dianggap sudah memadai. Bagian ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pemeriksaan dokumen tersebut. Photo: Brizkyt 49 .MEMERIKSA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DOKUMEN UKL-UPL Dokumen UKL-UPL diserahkan pemrakarsa ke Instansi Lingkungan untuk diperiksa. Instansi Lingkungan akan memberikan surat rekomendasi yang menyatakan bahwa rencana pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit sudah memiliki rencana upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang memadai.

SEKILAS TENTANG PEMERIKSAAN Pemeriksaan bertujuan untuk memeriksa apakah upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang direncanakan dan dijanjikan pemrakarsa sudah dianggap memadai untuk setiap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh usulan kegiatan pembangunan kebun kelapa sawit. 7 Hari Kerja Pemeriksaan Dokumen Pihak Pemeriksa Sama seperti kegiatan-kegiatan lainnya. instansi ini wajib mengajak wakil instansi teknis pembina (Dinas Pertanian). 50 Photo: Dok Qipra . Jika dianggap memadai. Dalam prosesnya. Dengan penyampaian informasi yang sederhana dan lugas dalam UKL-UPL. Waktu Pemeriksaan Proses pemeriksaan dokumen UKL-UPL tidak sepanjang dan serumit penilaian AMDAL. dokumen UKL-UPL kegiatan industri perkebunan kelapa sawit diperiksa oleh instansi lingkungan. pemrakarsa akan memperoleh surat rekomendasi yang dapat dipakai untuk mengurus izin atau persetujuan lainnya. pemeriksaan dokumen seharusnya juga dapat dilakukan dalam waktu yang singkat dan efisien.

Sejak menerima suatu dokumen UKL UPL, Instansi Lingkungan memiliki waktu 7 (tujuh) hari kerja untuk memeriksa dokumen tersebut. Jika kelengkapan dokumen dirasa kurang, dokumen akan dikembalikan kepada pemrakarsa untuk melengkapi atau memperbaiki dokumen UKL-UPL. Setelah pemrakarsa melengkapi dan mengembalikan dokumen, Instansi Lingkungan mempunyai waktu 7 hari lagi untuk memeriksa kelengkapan dokumen sekali lagi, hingga dikeluarkan surat rekomendasi. Jika dokumen UKL-UPL yang pertama disampaikan tidak membutuhkan revisi, Instansi Lingkungan harus mengeluarkan surat rekomendasi dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak dokumen itu diterima oleh Instansi Lingkungan.

7 Hari Kerja

Penerbitan Rekomendasi

7 Hari Kerja

Perbaikan Dokumen

Hasil Pemeriksaan
Pemeriksaan dokumen UKL-UPL akan menghasilkan surat rekomendasi dari Instansi Lingkungan. Isinya menyatakan bahwa Instansi Lingkungan telah: memeriksa dokumen UKL UPL, sepakat dengan pemrakarsa bahwa upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan telah memadai, sepakat bahwa isi UKL UPL dapat digunakan oleh pemrakarsa sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan di lapangan, dan meyakini kegiatan tersebut berlangsung. Rekomendasi ini nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi instansi pemberi izin untuk memproses permohonan izin yang dibutuhkan pemrakarsa. Tanpa rekomendasi dari Instansi Lingkungan, instansi pemberi izin, dilarang mengeluarkan izin bagi pemrakarsa. Dan jika diberikan izin, upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang terdapat dalam dokumen UKL-UPL harus tertuang dalam izin sebagai syarat yang harus dipenuhi pemrakarsa.

Kewenangan Pemeriksaan Dokumen UKL-UPL
Pemeriksaan sebagian besar dokumen UKL-UPL sekarang merupakan kewenangan pemerintah daerah Kabupaten/Kota. Pemeriksaan dokumen UKL-UPL kegiatan perkebunan kelapa sawit pada umumnya dilakukan oleh Instansi Lingkungan di tingkat pemerintah daerah Kabupaten/Kota.

Infografis: E. Sunandar

51

TAHAPAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan dokumen UKL-UPL sebaiknya dilakukan dalam 3 tahapan berikut, yaitu: 1) pemeriksaan dasar, 2) pemeriksaan kelengkapan dokumen, dan 3) pemeriksaan substansi.

Pemeriksaan Dasar
Sebagai dasar dari berbagai tahap pemeriksaan, pertanyaan-pertanyaan berikut ini harus dijawab terlebih dahulu. • Apa betul usulan kegiatan perkebunan hanya perlu dokumen UKL-UPL? Pastikan tidak ada ketentuan spesifik yang membuat usulan kegiatan ini perlu menjalani proses AMDAL. • Apa betul lokasi perkebunan tidak ada yang bertentangan dengan ketentuan tata-ruang dan rencana makro Departemen Pertanian (roadmap)? Pastikan lokasi perkebunan tidak terletak pada kawasan dilindungi. • Apa betul kewenangan untuk memeriksa dokumen UKL-UPL ini ada pada tingkat pemerintahan ini? Jika Anda aparat di tingkat pemerintah daerah Kabupaten/Kota, pastikan bahwa usulan kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit ini tidak membutuhkan rekomendasi dari tingkat pemerintah daerah Provinsi ataupun Pusat. Jika semua jawaban di atas adalah YA pemeriksaan dokumen UKL-UPL tersebut dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

52

Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen
Periksa kelengkapan dokumen dengan menggunakan check list semacam ini. Untuk mempermudah pemeriksaan kelengkapan ini, gunakan saja Daftar Isi pada dokumen UKL-UPL yang Anda terima. Jika semua jawaban di atas adalah ADA, pemeriksaan dokumen UKL-UPL tersebut dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Pemeriksaan Substansi
Tujuannya untuk memastikan bahwa substansi teknis dokumen UKL-UPL dapat dianggap memadai. Dua hal yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan substansi dokumen UKL-UPL adalah hal-hal berikut. • Seluruh informasi dalam dokumen dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dinyatakan dengan sebenar-benarnya. • Semua potensi dampak yang dicantumkan dalam dokumen memiliki upaya pengelolaan dan pemantauannya.

53

54 Photo: Brizkyt . 2) pahami rencana kegiatan. Langkah-langkahnya terdiri dari: 1) kenali lokasi kegiatan. 3) cermati dampak lingkungan. Berikut ini dijelaskan beberapa langkah memeriksa substansi dokumen UKL-UPL.KIAT MEMERIKSA SUBSTANSI DOKUMEN Pemeriksaan substansi dilakukan untuk memastikan bahwa dokumen UKL-UPL telah memenuhi persyaratan yang diinginkan. dan 4) kaji dan bahas.

. Kenali desa atau kelurahan yang akan masuk di wilayah Perkebunan Kelapa Sawit. unan ana ma wisata perkeb an renc tujuan d h g a n r a e u a -r hd an tata o Adaka etentu k u? a n a itu? aerah it h d a i r d e o Bagaim n a a d i bangun lahan d itu? han dan milikan daerah la e i p r e a k d a ana pola an harg ? pasar d o Bagaim i is rah itu d n o n di dae ana k la im ja a g ik a oB disi fis ana kon im a g longsor? a B o ungan k si atau g o r n i e l n n a a t Kerusak a daerah yang ren banjir? d a h bumi? sering ah itu? o Apaka i gempa di daer ah yang m n r a e la a k a d u g a n a e ris h ad ernah m ling me o Apaka h yang p yang pa a rendah? a r p e a a d n h ang. pertan g h o Adaka n r a a e s t a im b a k . ata dah? h ka olong in . g h ting sala duk lah-ma i pendu uknya tergolong u? m o n o Masa o k d e it u tau sosialdaerah an pend bunan a e k r e p Kondisi na yang kepadat aan penduduk di eradaan h ma ejahter uduk? oleh keb s d e u n k g e g o Daera p t n a a n gk ghasila an terg erah ana tin ber pen akan ak da di da a m ir u k h o Bagaim s r a i e d d u ip s d nja k yang ang me uk yang k-proye pendud o Apa y e y n o a r p in k n ? h keya t denga a sawit o Adaka syaraka n kelap a a h m la n o a g g pen n hubun pabrik galama n e p a n a at? asyarak o Bagaim m i d i a ut? dijump terseb g sering n a y a p Di akhir tahap. Pelajari kondisi umum dari daerah tersebut sampai Anda dapat menjawab serangkaian pertanyaan berikut. sungai. dan d kunga e g s n li o Adaka i.Langkah 1: KENALI LOKASI KEGIATAN Baca uraian tentang rencana lokasi kegiatan di dalam dokumen UKL-UPL. Bandingkan informasi yang ada dalam dokumen dengan informasi kualitatif yang Anda miliki dari sumber-sumber lain. Jika dokumen UKL-UPL memiliki penjelasan tentang Rona Lingkungan Awal. ? ebunan asi perk k lo r a it it? alam rah sek indungi? i di dae ala Saw il f p Kondisi d a e r K g g n n o a a p n ana to fauna y erkebu alam P ra atau o Bagaim d lo f k u s s ie a h spes indungi? akan m o Adaka yang dil au yang n n u a a s d a u a w at ian. admap) o b r k ( o je r ? b o k . pelajari bagian ini. apa kekurangannya? Jika beda. kit a o Penya Apakah dokumen UKL-UPL sudah menggambarkan kondisi lingkungan lokasi kegiatan? Jika belum. jawablah pertanyaan berikut. apa bedanya? 55 . pemu alamny h lahan an alam kondisi o Adaka t g u n H a y ? u a h man aerah it o Daera an aerah-d h d a i l d n n a a n untuk lah uk ertania P Perunt itas penggunaan jarah? e n s e s m u e ayor Depart atau sit o Apa m udaya.

sam o Bagaimana pai tanaman proses kegiat menghasilkan an pa ne n dilakukan buah di kebu dari mulai pe n. pe bibit dari ar mbukaan eal pembibita lamatan kerj Tahap Opera a yang akan n ke areal pe diterapkan pe si nanaman? mrakarsa? o Bagaimana proses pemel iharaan tana (TM) yang di man belum m lakukan pem enghasilkan rakarsa? (TBM). sampai pengolahan bu ah di o Jika dilaku kan program kemitraan. ba prosedur pem gaimana pros bukaan lahan. transporta metikan si buah ke pa pabrik? brik. Pelajari juga jadwal kegiatan yang tersedia dalam dokumen. Pahami setiap komponen kegiatannya. m an ul memindahkan o Bagaimana ai dari penyia prosedur kese pan lahan. Qipra . bakar. da pemrakarsa n se ak ba an gainya) merekrut te o Bagaimana naga kerja? pola pengupah an ya ng akan dilakuka o Bagaimana n pemrakars prosedur peng a ke para te angkutan ba o Jika ada w naga kerja? han dan alat ilayah teriso ? la si ya ng ak o Bagaimana an dibuka pe mrakarsa. undanglah tenaga ahli. kan pemraka o Bagaimana rsa dalam m proses pencar enentukan lo kasi Perkebu ian dan pembe o Berapa luas nan Kelapa S basan lahan lahan keselu awit? ya ng ak an ru dilakukan pe han yang akan o Apakah se mrakarsa? digunakan un mua kompone tuk perkebun n kegiatan P an? erkebunan Ke pedoman tekn lapa Sawit su is yang berlak dah direncan u? (misalnya Tahap Konst akan sesuai jalan dan jem ruksi dengan atur batan. apa kekurangannya? Jika ada perbedaan. lahan tanpa edur kerjanya pembibitan. pembu an dan kaan lahan ta o Bagaimana npa bakar. Di akhir tahap ini. apa perbedaannya? 56 Photo: Dok. sampa ? da n pe na na i m de an ng . jawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Sebaiknya tenaga ahli ini tidak terlibat dalam proses perizinan kegiatan tersebut dan tidak terlibat dalam perencanaan kegiatan. Apakah informasi dalam dokumen UKL-UPL cukup memberikan gambaran dan pemahaman tentang rencana kegiatan tersebut? Jika belum. ap karsa untuk a upaya yang meyakinkan dilakukan pe masyarakat mradilakukan pe te ntang kegiat mrakarsa? an kemitraan yang o Pemantaua n apa yang ak an dilakukan selama mas a operasi? O Siapa saja Tahap Prakon yang dilibat struksi Apabila jenis kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit kurang Anda pahami.Langkah 2: PAHAMI RENCANA KEGIATAN Baca uraian tentang rencana kegiatan dalam dokumen UKL-UPL. terutama komponen kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.

apakah Anda dan rekan-rekan sanggup melakukannya. Langkah 4: KAJI DAN BAHAS Apakah semua dampak yang disebutkan oleh pemrakarsa memang sama dengan yang Anda dan tim yakini akan terjadi? Adakah yang terlewat dalam dokumen UKL-UPL? Apakah ada masalah lingkungan yang bisa menjadi semakin buruk dengan adanya kegiatan baru yang diusulkan? Apakah pemrakarsa sudah mengantisipasi hal ini dengan upaya pengelolaan dan pemantauan yang memadai? Apakah frekuensi pelaporan pelaksanaan UKL-UPL sudah memadai? Pastikan bahwa dokumen UKL-UPL telah mengantisipasi dengan baik dampak keseluruhan yang diakibatkan oleh pengalihan fungsi lahan terhadap lokasi perkebunan. Perhatikan peraturan. Bandingkan berbagai potensi dampak yang diuraikan di bagian Potensi Dampak Lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit buku ini. Anda harus dapat menjawab pertanyaan: Apakah janji pemrakarsa dalam UKL-UPL dapat diterima sebagai upaya memadai untuk mencegah dan menanggulangi dampak lingkungan akibat rencana kegiatan? O Kalau jawaban Anda dan tim adalah BELUM. dan pemantauan yang ditawarkan dalam UKL-UPL sudah tepat? O Jika sebagian upaya pemantauan lingkungan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (termasuk instansi Anda). standar operasional atau baku mutu yang akan digunakan untuk pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan. Di akhir tahap ini. O Apakah teknologi atau pendekatan sosial dan institusi yang ditawarkan dalam UKL-UPL dapat secara efektif mengurangi dan mengendalikan dampak terhadap lingkungan? O Apakah jangka waktu. mulai siapkan surat rekomendasi dan rangkuman upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang Anda akan usulkan menjadi syarat pemberian izin bagi instansi pemberi izin. beri mereka waktu untuk melakukan perbaikan dokumen. Setelah revisi dokumen Anda terima ulangi langkah 3 dan 4 di atas. 57 . Apakah ada anggaran untuk melakukan pemantauan tersebut? (dipisahkan dan dibuat boks terpisah). frekuensi dan lokasi pengelolaan. Pada akhir analisis. berarti Anda sebaiknya mengundang pemrakarsa untuk membahas hal-hal yang Anda dan tim anggap belum memadai beserta alasannya. Yakinkan bahwa semua potensi dampak yang menurut Anda dapat terjadi sudah dicantumkan dalam dokumen UKL-UPL yang sedang Anda periksa. O Kalau jawaban Anda dan tim adalah SUDAH. jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. dan kapan dampak tersebut akan terjadi). Hal ini dilakukan untuk menjaga aspek relevansi dari substansi dokumen UKL-UPL.Langkah 3: PELAJARI DAMPAK LINGKUNGAN Cermati informasi yang diberikan mengenai dampak-dampak dari kegiatan (besarannya. lokasinya. Dari informasi yang ada. Pelajari juga bagian yang menjelaskan upaya pengelolaan dampak serta upaya pemantauan yang ditawarkan oleh pemrakarsa. Jika pemrakarsa menyanggupi koreksian yang Anda minta. yakinkan bahwa setiap dampak yang dinyatakan pemrakarsa sudah ada upaya pengelolaan dan pemantauannya.

Drainase Parit yang berfungsi untuk mengalirkan air ke permukaan tanah. CPO Singkatan dari Crude Palm Oil atau minyak kelapa sawit. TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) Lokasi pengumpulan buah kelapa sawit di kebun yang terletak di tepi jalan pengumpul. Tandan Kosong Tandan buah segar (TBS) yang telah dipipil sehingga tidak mengandung buah lagi. AMDAL Singkatan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan.000 hektar (areal datar) atau 800 hektar (areal bukit). Jarak tanaman tergantung pada kerapatan tanaman yang diinginkan. Conveyor Alat pemindah material yang berjalan terus menerus. biasanya digunakan untuk memindahkan buah kelapa sawit atau bahan lainnya di pabrik kelapa sawit (PKS). Drainase buatan bisa berbentuk parit. Brondolan Buah kelapa sawit yang terlepas dari tandan. . Jarak Tanam Jarak penanaman antar tanaman di dalam barisan tanaman dan antar baris tanaman. yaitu peraturan pemerintah yang menjadi ukuran/indikator apakah rencana usaha dan/atau kegiatan dapat menimbulkan dampak besar dan penting bagi lingkungan hidup sesuai dengan kriteria mutu lingkungan hidup dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. kolam. Blok Areal tanaman seluas kurang lebih 30 hektar dengan panjang 1.000 meter dan lebar 300 meter. yaitu produk utama pabrik kelapa sawit (PKS). Ajir Pancang yang digunakan untuk menentukan lubang tanam atau titik dimana tanaman akan ditanam. atau waduk yang berfungsi untuk mengumpulkan air dari suatu areal tertentu dan mengalirkannya ke tempat pembuangan atau dengan sendirinya akan meresap ke dalam tanah. Collection Road Jalan pengumpul yang menghubungkan blok-blok kebun kelapa sawit.Daftar Istilah Afdeling Wilayah kerja perkebunan yang meliputi areal seluas kurang lebih 1.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gajah Mada University Press. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1996 tentang: Hak Guna Usaha. Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional No. 2007. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Keputusan Bersama Menteri Kehutanan. 2. Dirjen Holtikultura. tentang Jenis Usaha Atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.Daftar Pustaka Canter.050/7/90. Environmental Impact Assessment. 364/KPTS-II/1990. tentang: Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1996. Gunarwan. Pahan. Yogyakarta.23-VIII-1990 tentang Ketentuan pelepasan kawasan hutan dan pemberian hak guna usaha untuk pembangunan usaha pertanian. . Jakarta Desember 2006. Undang Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang: Pokok Agraria. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Peraturan Menteri Pertanian No. Iyung. McGraw-Hill 2nd ed. Jakarta. Penebar Swadaya. Larry W. Suratmo. NOMOR: 86 TAHUN 2002. Soemarwoto. Departemen Pertanian – Direktorat Jenderal Perkebunan: Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Kelapa Sawit. Undang Undang Nomor 18 tahun 2004 tentang: Perkebunan.310/9/2006 Jenis Komoditi Tanaman Binaan Dirjen Perkebunan. Nomor: KEP-11/MENLH/3/1994. Otto. 519/KPTS/ HK. 26/Permentan/OT. Dirjen Tanaman Pangan. Jakarta 2006. Peraturan Menteri Pertanian No. Analisis Dampak Lingkungan. Cet. No. Yogyakarta. Departemen Pertanian – Direktorat Jenderal Perkebunan: Pedoman Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Bakar. 2004. Cet 3. Undang Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang: Pengelolaan Lingkungan Hidup.511/KPTS/PD.140/2/2007 Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Bangunan dan Pakai atas Tanah. Undang Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang: Kehutanan. 1990. Cet. 10. Gajah Mada University Press.