You are on page 1of 18

Kasus Integratif : Alpha Omega Electronics LeRoy Wiliams, wakil direktur utama bagian produksi di AOE, khawatir dengan

masalah yang terkait dengan perubahan misi strategis perusahaan. Dua tahun yang lalu, pihak manajemen puncak AOE telah memutuskan untuk menggeser strategi bisnis perusahaan dari posisi tradisionalnya sebagai produsen berbiaya rendah untuk produk elektronik sehari-hari, kea rah strategi diferensiasi produk. Sejak itu, AOE telah meningkatkan variasi ukuran, gaya, dan fitur lini-lini produknya. Guna mendukung pergeseran dalam fokus strategis ini, AOE telah menanamkan investasi besar pada otomatisasi. Akan tetapi, sistem akuntansi biaya AOE belum diubah. Contohnya, overhead pabrik masih dialokasikan berdasarkan jam tenaga kerja langsung, walaupun otomatisasi telah secara drastis mengurangi jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Akibatnya, investasi perlengkapan dan mesin baru menghasilkan peningkatan signifikan dalam tariff overhead pabrik. Situasi ini telah menimbulkan masalah-masalah berikut : 1. Para supervisor produksi mengeluhkan tidak masuk akalnya sistem akuntansi tersebut. Mereka diberikan penalti atau denda karena melakukan investasi yang meningkatkan efisiensi keseluruhan. Memang, dengan menggunakan perlengkapan baru yang canggih tersebut harga pokok produksi beberapa produk kini lebih mahal. Akan tetapi perlengkapan baru tersebut telah meningkatkan kemampuan produksi dan secara simultan mengurangi produk cacat. 2. Para eksekutif bagian pemasaran dan desain produk memiliki semua informasi harga pokok produk tetapi tidak dapat menggunakannya untuk menetapkan harga atau untuk menetapkan potensi tingkat laba produk baru. Bahkan beberapa pesaing telah mulai memberikan harga pada produk mereka di bawah harga pokok produk AOE. 3. Walaupun beberapa langkah telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas, sistem akuntansi biaya tidak memberikan ukuran yang memadai untuk mengevaluasi pengaruh langkah-langkah tersebut dan untuk menunjukkan area yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut. Bahkan LeRoy merasa frustasi dengan ketidakmampuannya untuk menghitung pengaruh peningkatan kualitas yang telah terjadi. 4. Laporan kineja terus berfokus terutama pada ukuran keuangan. Akan tetapi, para manajer lini di pabrik mengeluh bahwa mereka membutuhkan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu atas aktivitas fisik seperti unit yang diproduksi, tingkat produk cacat, dan waktu produksi. LeRoy telah menyampaikan kekhawatirannya pada Linda Spurgeon, direktur utama AOE, yang setuju bahwa masalah-masalah tersebut sangat serius. Linda kemudian mengadakan pertemuan dengan LeRoy, Ann Brandt, wakil direktur utama bagian sistem informasi dan Elizabeth Venko, controller AOE. Pada pertemuan tersebut, Elizabeth dan Ann setuju untuk mempelajari bagaimana mengubah sistem akuntansi biaya perusahaan agar dapat lebih akurat mencerminkan proses produksi AOE yang baru. Guna memulai proyek ini,

sistem siklus pengeluaran memberikan informasi mengenai perolehan bahan baku dan juga mengenai pengeluaran lain yang dimasukkan ke dalam overhead pabrik. Gambar 14. Sebaliknya. Seperti yang digambarkan dalam kasus ini. sistem informasi siklus produksi mengirimkan informasi ke siklus pendapatan mengenai barang jadi yang telah dibuat dan tersedia untuk dijual. Ketersediaan informasi terbaru dan akurat mengenai biaya produksi merupakan hal yang sangat penting untuk dapat secara efektif mengelola siklus produksi. Informasi mengenai kebutuhan bahan baku dikirim ke sistem informasi siklus pengeluaran dalam bentuk formulir permintaan pembelian. Gambar 14-1 memperlihatkan bagaimana siklus produksi dihubungkan dengan sub sistem lainnya dalam Sistem Informasi Akuntansi yang ada di suatu perusahaan. yang selanjutnya akan memberikan data mengenai biaya dan ketersediaan tenaga kerja. Terakhir informasi mengenai harga pokok penjualan akan dikirim ke sistem informasi buku besar dan pelaporan.LeRoy setuju untuk mengantar Elizabeth dan Ann keliling pabrik agar mereka dapat melihat serta memahami bagaimana teknologi yang baru tersebut dapat mempengaruhi aktivitas siklus produksi perusahaan. Sebagai gantinya. Informasi mengenai tenaga kerja yang dibutuhkan akan dikirim ke siklus sumber daya manusia. Sistem informasi siklus pendapatan memberikan informasi (pesanan pelanggan dan prediksi penjualan) yang digunakan untuk merencanakan produksi serta tingkat persediaan. Pendahuluan Siklus produksi adalah suatu rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait dengan pembuatan produk yang terjadi secara terus-menerus dan saling berkaitan.1 : Context Diagram Siklus Produksi . kekurangan sistem informasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas siklus produksi dapat menimbulkan masalah bagi sebuah produksi.

perencanaan dan penjadwalan. Pengetahuan ini akan memungkinkan mereka untuk bekerja bersama dengan fungsi sistem informasi untuk memastikan bahwa Sistem Informasi Akuntansi dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola empat aktivitas dari siklus produksi tersebut.Gambar 14-2 memperlihatkan empat aktivitas dasar dalam siklus produksi yaitu desain produk. Gambar 14. serta akuntansi biaya. Walaupun keterlibatan utama para akuntan adalah pada langkah keempat yaitu akuntansi biaya. operasi produksi. mereka juga harus memahami proses dan informasi yang dibutuhkan dalam langkah-langkah lainnya.2 : Level 0 Data Flow Diagram Sistem Produksi . Gambar 14-2 juga memperlihatkan informasi penting yang mengalir di antara setiap aktivitas tersebut dan siklus Sistem Informasi Akuntansi lainnya.

Perintah yang terkait juga dikirimkan ke interface CIM (Computer Integrated Manufacturing) untuk menuntun operasi mesin terkomputerisasi. Guna mengembangkan spesifikasi tersebut. bagian teknis mengakses kedua file tersebut untuk mempelajari desain produk yang hampir sama. permintaan bahan baku akan dikirim ke bagian penyimpanan persediaan untuk mengotorisasi pelepasan bahan baku ke bagian produksi. Catatan baru kemudian ditambahkan ke file perintah produksi untuk mengesahkan produksi barang yang ditentukan. Bagian perencanaan produksi menggunakan informasi tersebut dan tingkat persediaan saat ini untuk mengembangkan jadwal induk produksi. Gambar 14. Spesifikasi dari departemen teknis untuk produk-produk baru menimbulkan pembuatan catatan baru dalam daftar bahan baku dan file daftar operasi. Pada saat yang sama.3 : Sistem ERP Pada Siklus Produksi . Daftar operai yang akan dilakukan ditampilkan untuk bengkel kerja terkait. Bagian tersebut juga mengakses file buku besar dan persediaan untuk informasi mengenai biaya desain produk alternatif. Departemen penjualan memasukkan prediksi penjualan dan informasi pesanan khusus pelanggan.Sistem Informasi Siklus Produksi Gambar 14-3 memperlihatkan Sistem Informasi Akuntansi on-line umum untuk siklus produksi. seperti yang digunakan di beberapa perusahaan. catatan-catatan baru ditambahkan ke file barang dalam proses untuk mengakumulasi data biaya. Terakhir.

Hilangnya data Kinerja yang kurang baik Buat cadangan dan perencanaan pemulihan dari bencana. memasukkan data penggunaan pemindai kode mengakibatkan data biaya garis jika memungkinkan. yang harus ada untuk mengurangi ancaman dan eksposur tersebut. batasi akses ke data biaya Pelaporan yang lebih baik dan tepat waktu. Ancaman Utama . Investasi yang tidak optimal Tinjau dan setujui perolehan dalam aktiva tetap aktiva tetap. Kesalahan pencatatan dan Pengendalian edit entri data. Data terinci mengenai biaya jaminan dan perbaikan. Kelebihan produksi atau Sistem perencanaan produksi kekurangan produksi.Tabel 14-1 menjelaskan beberapa ancaman dan eksposur-eksposur utama dalam siklus produksi beserta prosedur pengendalian tambahan. Identifikasikan semua aktiva tetap. Pencurian atau perusakan Batasi akses fisik ke persedian dan aktiva tetap persediaan dan aktiva tetap. yang lebih baik. yang tidak akurat rekonsiliasi jumlah yang tercatat dengan perhitungan fisik secara periodik. disamping dokumen serta catatan yang memadai. Tabel 14-1 : Beberapa Ancaman dan Pengendalian dalam Siklus Produksi Produk / Aktivitas Desain produk Ancaman Prosedur Pengendalian Perencanaan dan penjadwalan Operasi Produksi Akuntansi Biaya Desain produk yang kurang Perbaiki informasi tentang baik pengaruh desain produk atas biaya. pengendalian anggaran. Dokumentasikan semua perpindahan persediaan sepanjang proses produksi.

serta jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu unit produk jadi. Ancaman dan Pengendalian Desain produk yang kurang baik akan menaikkan biaya dalam beberapa hal. ketahanan. Tujuan langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. Tujuan aktivitas ini adalah mendesain sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas. Metode Perencanaan Dua metode perencanaan produksi yang umum adalah perencanaan sumber daya produksi (manufacturing resource planning = MRP II) dan sistem produksi just in-time. karena barang diproduksi sebagai ekspektasi atas permintaan pelanggan. Daftar operasi kadang kala disebut sebagai lembar pergerakan karena menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak di sepanjang pabrik. . Pertama adalah daftar bahan baku (bill of materials-BOM) yang menyebutkan nomor bahan baku.DESAIN PRODUK Langkah pertama dalam siklus produksi adalah desain produk. Proses Aktivitas desain produk menciptakan dua dokumen utama. Produk yang didesain kurang baik akan lebih banyak menimbulkan biaya jaminan dan perbaikan. Analisis atas jaminan dan biaya perbaikan dapat mengidentifikasikan penyebab utama kegagalan produk. Sistem MRP II sering disebut sebagai push manufacturing. Beberapa kriteria ini salaing bertentangan satu sama lain. Kedua adalah daftar operasi. Mengunakan terlalu banyak komponen khusus ketika memproduksi produk yang hampir sama akan meningkatkan biaya yang berhubungan dengan pembelian dan pemeliharaan persediaan bahan baku. dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. menyebutkan apa yang dilakukan di setiap langkah dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan oleh aktivitas tersebut. MRP II adalah kelanjutan dari perencanaan sumbr daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan penjualan. yang menyebutkan kebutuhan tenaga kerja dan mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut. PERENCANAAN DAN PENJADWALAN Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Informasi itu dapat kemudian digunakan untuk mendesain ulang produk agar dapat meningkatkan kualitas. hingga membuat desain produk merupakan tugas yang menantang. Hal ini sering kali juga mengakibatkan proses produksi yang tidak efisien karena banyaknya kerumitan dalam perubahan produksi dari suatu jenis produk ke produk lainnya. deskripsi. dan fungsi.

dan sumber daya manusia. sementara sistem produksi JIT menggunakan rentang waktu perencanaan yang lebih pendek. JIT sering kali disebut sebagai pull manufacturing. rencana produksi harus tetap untuk beberapa minggu ke depan agar dapat memberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan bahan baku. Permintaan bahan baku mengesahkan pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik. Production order akan mengesahkan jumlah produksi yang ditetapkan dalam suatu produk. tempat bahan tersebut dibutuhkan. dan move tickets. Selanjutnya kompleksitas penjadwalan meningkat secara dramatis sejalan dengan semakin banyaknya jumlah pabrik. produksi. dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Jadi. permintaan bahan baku. serta waktu perpindahan. karena barang diproduksi sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan. Guna melakukan hal ini. sistem produksi just in-time memperluas prinsip sistem pengendalian persediaan just in-time untuk seluruh proses produksi. Tujuan produksi JIT adalah meminimalkan atau meniadakan persediaan bahan baku. Perpindahan selanjutnya dari bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumentasikan dalam move tickets. . perlengkapan. yang mengidentifikasikan bagian-bagian yang dipindahkan. dan barang jadi. Informasi mengenai pesanan pelanggan. dan tingkat persediaan barang jadi digunakan untuk menetapkan tingkat produksi. memperlihatkan kelebihan sistem ERP yang terintegrasi yaitu kemampuan untuk dengan mudah berbagi data diantara siklus pendapatan. Secara teoritis.Seperti halnya MRP II yang merupakan perpanjangan dari sistem pengendalian persediaan MRP. MPS digunakan untuk mengembangkan jadwal terinci yang menspesifikasikan produksi harian dan menetapkan apakah bahan baku perlu dibeli atau tidak. pengeluaran. permintaan pembelian akan dihasilkan serta dikirim ke bagian pembelian untuk memulai proses perolehan bahan. Dalam perencanaan dan penjadwalan ini menghasilkan tiga dokumen lainnya yaitu . ketika sebuah pesanan pelanggan baru diterima. sistem produksi JIT hanya berproduksi sebagai tanggapan atas pesanan pelanggan. lokasi perpindahan. Walaupun bagian jangka panjang MPS dapat diubah berdasarkan perubahan kondisi pasar. production order. Permintaan ini dibandingkan dengan tingkat persediaan saat ini. dan jika bahan baku tambahan dibutuhkan. Sistem ERP yang Terintegrasi Gambar 14-4. prediksi penjualan. kita perlu “melebihkan” daftar bahan baku untuk memenuhi tujuan produksi yang tercantum dalam MPS. Sstem MRP II dapat mengembangkan rencana produksi hingga untuk 12 bulan ke depan. barang dalam proses. Dokumen Kunci dan Formulir Master Production Schedule (MPS) menspesifikasikan seberapa banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. baik MRP II maupun sistem produksi JIT merencanakan produksi di depan. Jadi. Akan tetapi MRP-II dan JIT berbeda dalam segi lamanya rentang waktu perencanaan.

Kelebihan produksi juga meningkatkan risiko menanggung produksi yang tidak terpakai. daripada bahan kebutuhan pokok dan sehari-hari. membuat pesanana pembelian untuk meminta barang tersebut. Gambar 14. Apabila produksi tambahan diperlukan untuk memenuhi pesanan tersebut. . Sebaliknya. yang akan membandingkannya dengan tingkat persediaan saat ini. karena produk inovatif tersebut secara inheren lebih sulit untuk diperkirakan permintaannya daripada produk lainnya. seperti busana butik. Jadi model data yang di desain dengan baik akan memfasilitasi integrasi berbagai sistem informasi perusahaan agar dapat secara optimal merespons pesanan baru dari pelanggan. seperti kebanyakan bahan makanan. data dikirim ke sistem pengendalian persediaan. sehingga menciptakan potensi masalah pada arus kas karena sumber daya terikat dalam persediaan. data tersebut akan segera diteruskan ke modul perencanaan dan penjadwalan.4 : Sistem ERP yang Terintegrasi Ancaman dan Pengendalian Kelebihan produksi dapat mengakibatkan kelebihan pasokan barang atas permintaan jangka pendek. kekurangan produksi dapat mengakibatkan kehilangan penjualan dan ketidakpuasan pelanggan. Informasi ini dibagi dengan sistem manajemen sumber daya manusia untuk mengidentifikasikan kebutuhan bahan baku. risiko kelebihan dan kekurangan produksi lebih tinggi untuk produk baru yang inovatif.sistem tersebut dapat dengan cepat memeriksa tingkat persediaan saat ini. dan kemudian kebutuhan atas tenaga kerja dapat ditentukan. dan jika perlu. Akan tetapi.

OPERASI PRODUKSI Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi actual dari produk. yang dapat mengarah pada analisis yang salah atas kinerja keuangan dan dalam kasusu persediaan. Merupakan hal yang juga penting untuk memastikan bahwa perintah produksi yang benar telah dikeluarkan. Northrop Corporation dahulu menggunakan 16. Jadi. Perbaikan membutuhkan prediksi penjualan yang akurat dan baru serta data mengenai jumlah persediaan. Sumber-sumber data ini dapat digunakan secara periodic untuk meninjau dan menyesuaikan jadwal induk produksi. Baik staf administrasi bagian pengendalian persediaan maupun pegawai bagian produksi yang menerima bahan baku. harus menandatangani permintaan tersebut untuk mengakui pelepasan barang ke bagian produksi. Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan. CIM dapat secara signifikan mengurangi biaya produksi. harus dikumpulkan secara teratur. peniadaan kertas dan peningkatan efisiensi mengurangi biaya sebesar 30 persen.000 lembar kertas yang berisi instruksi kerja dasar yang berhubungan dengan manufaktur badan pesawat. Persetujuan dan otorisasi yang memadai atas perintah produksi adalah pengendalian lainnya untuk mencegah kelebihan produksi barang tertentu. Ancaman dan Pengendalian Pencurian persediaan dan aktiva tetap adalah ancaman utama bagi perusahaan manufaktur. kekurangan produksi. seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh computer. Permintaan tambahan bahan baku di luar jumlah yang disebutkan dalam daftar bahan baku juga harus didokumentasikan dan disahkan oleh personel tingkat . semuanya ini adalah informasi yang dapat disediakan oleh sistem siklus pendapatan dan pengeluaran. Sebagai tambahan. Guna mengurangi risiko kehilangan persediaan.Perencanaan produksi yang lebih akurat dapat mencegah kelebihan dan kekurangan produksi. tetapi mereka harus memahami bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi Sistem Informasi Akuntansi. akses fisik ke persediaan harus dibatasi dan semua semua perpindahan harus didokumentasikan. disebut sebagai computer-integrated manufacturing (CIM). perbedaan tersebut berdasarkan jenis produk yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi. Salah satu caranya adalah dengan membatasi akses ke program penjadwalan produksi. Salah satu pengaruh CIM adalah pergeseran dari produksi massal ke produksi sesuai pesanan. permintaan bahan baku harus digunakan untuk mengesahkan pelepasan bahan baku ke bagian produksi. Contohnya. Para akuntan tidak diminta untuk menjadi ahli dalam setiap segi CIM. informasi mengenai kinerja produksi terutama yang berhubungan dengan tren total waktu produksi setiap produk. Penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi. Sebagai tambahan dari hilangnya aktiva. pencurian juga mengakibatkan kelebihan saldo aktiva. Ketika terminal on-line diinstal di setiap lokasi perikatan .

supervisor. Pengembalian bahan baku apa pun yang tidak digunakan dalam produksi juga harus didokumentasikan. Terakhir. Pemisahan tugas yang memadai merupakan hal yang penting untuk menjaga persediaan. Ancaman lainnya adalah perolehan tidak sah aktiva tetap. harus merekomendasikan pengeluaran modal yang besar. yang dicerminkan melalui pembuatan perintah produksi permintaan bahan baku. Menyerahkan tanggung jawab pada para manajer atas pemgembalian departemen mereka untuk aktiva tetap akan memberikan intensif tambahan untuk mengendalikan pengeluaran semacam ini. yang dapat mengakibatkan kelebihan investasi dan mengurangi tingkat laba. sehingga dapat memelihara catatan persediaan secara akurat. Perbedaan apapun antara perhitungan fisik dengan jumlah yang diselidiki harus diselidiki. Pemindai kode garis dan terminal on-line digunakan untuk mencatat perpindahan persediaan. Para manajer yang ada di perusahaan harus diserahkan tanggung jawab dan akuntabilitas untuk aktiva tetap yang berada di bawah kendalinya. tergantung dari ukuran permintaan pembelian. Konsekuensinya. dan kartu perpindahan adalah tanggung jawab perencana produksi atau belakangan ini menjadi tanggung jawab sistem informasi itu sendiri. seorang pegawai yang tidak memiliki tanggung jawab penyimpanan harus secara periodic menghitung persediaan yang dimiliki. yang harus memverifikasi bahwa setiap transaksi telah disahkan dan dilaksanankan secara benar. . Pengendalian yang hampir sama dibutuhkan untuk menjaga aktiva tetap. Sebuah laporan mengenai semua transaksi aktiva tetap harus dicetak secara periodik dan dikirim ke controller. yang memberikan rincian mengenai arus kas yang diperkirakan dan biaya-biaya lain serta manfaat dari pengeluaran yang diajukan. persediaan dan aktiva tetap juga dapat terkena risiko kehilangan karena kebakaran atau bencana lainnya. Pelepasan aktiva tetap harus disahkan secara dengan benar dan didokumentasikan. Prosedur yang dilibatkan dalam mengesahkan pembelian aktiva tetap berbeda. Supervisor pabrik memiliki tanggung jawab atas persediaan barang dalam proses. Fungsi otorisasi. Move tickets atau kartu perpindahan harus digunakan untuk mendokumentasikan perpindahan selanjutnya persediaan dalam proses produksi di perusahaan. yang akan menghindarkan dari proses persetujuan formal. Semua rekomedasi semacam ini harus ditinjau oleh eksekutif senior atau oleh komite eksekutif dan berbagai proyek akan diurutkan berdasarkan prioritas. Seorang supervisor atau manajer. Terakhir. aktiva tetap harus diidentifikaikan dan dicatat. Oleh karenanya asuransi yang mencukupi harus dibuat untuk memberikan perlindungan atas kehilangan semacam ini dan memberikan penggantian atas aktiva tersebut. pengendalian akses yang baik dan uji kesesuaian adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa hanya personel yang berhak sajalah yang memiliki akses ke catatan-catatan tersebut. Memelihara penyimpanan fisik persediaan bahan baku dan barang jadi adalah tanggung jawab bagian penyimpanan persediaan. Pengeluaran modal yang lebih kecil biasanya dapat dibeli secara langsung di luar anggaran departemen.

memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. karena sering kali biaya yang sama dapat dialokasikan dalam beberapa cara. Contohnya. suatu sistem akuntansi biaya harus dapat mengumpulkan biaya berdasarkan kategori dan kemudian membebankan biaya-biaya tersebut ke produk tertentu dan unit organisasional tertentu. kemudian menghitung biaya ratarata untuk semua unit yang diproduksi. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan Proses Agar dapat berhasil mencapai tujuan pertama. Berikut ini adalah keempat kategori data biaya yang harus dikumpulkan dalam sistem akuntansi biaya : . perhitungan biaya proses (process costing) membebankan biaya ke setiap proses. memberikan informasi untuk perencanaan. dan evaluasi kinerja operasi produksi. Perhitungan biaya pesanan (job order costing) membebankan biaya ke batch produksi tertentu. Sebaliknya. tetapi ke produk tertentu untuk menetapkan harga dan keputusan bauran produk. untuk beberapa tujuan berbeda. atau pusat pengerjaan dalam siklus produksi. Guna mencapai tujuan yang kedua. atau pekerjaan tertentu. biaya supervisor pabrik dapat dibebankan ke beberapa departemen untuk tujuan evaluasi kinerja. bukan pada metode pengumpulan data.AKUNTANSI BIAYA Langkah terakhir dari siklus produksi adalah akuntansi biaya. dan digunakan ketika produk atau jasa yang dijual terdiri dari bagian-bagian yang dapat diidentifikasi secara terpisah. Jenis-jenis Sistem Akuntansi Biaya Sebagian perusahaan menggunakan perhitungan biaya pesanan (job order costing) dan proses (process costing) dalam membebankan biaya produksi. Pilihan penghitungan biaya berdasarkan pesanan atau proses hanya mempengaruhi metode yang digunakan untuk membebankan biaya-biaya tersebut ke produk. pengendalian. suatu sistem akuntansi biaya harus didesain untuk mengumpulkan data real-time mengenai kinerja aktivitas produksi agar pihak manajemen dapat membuat keputusan tepat pada waktunya. Tiga tujuan utama sistem akuntansi biaya adalah : 1. 2. Perhitungan process costing digunakan ketika barang atau jasa yang hampir sama diproduksi dalam jumlah missal dan unit terpisash tidak dapat dengan mudah diidentifikasi. Hal ini membutuhkan pengkodean yang hati-hati atas data biaya selama pengumpulan. 3.

3. Biaya Overhead Pabrik Biaya produksi yang tidak secara ekonomis layak untuk ditelusuri secara langsung ke pekerjaan atau proses tertentu dianggap sebagai biaya overhead pabrik. dengan hati-hati menilai bagaimana perubahan bauran produk dapat mempengaruhi total overhead pabrik. Contohnya biaya penggunaan air. Sebagian besar bahan baku diberi kode garis agar data penggunaan dapat dikumpulkan dengan cara memindai produk tersebut ketika dilepaskan dari. Dokumen ini mencatat jumlah waktu yang digunakan seorang pekerja untuk setiap tugas pekerjaan tertentu. Penghematan waktu dengan menggunakan kode garis untuk mengotomatiskan pengumpulan data memberikan pengaruh yang signifikan. asuransi. mereka harus melakukan lebih dari hanya mengumpulkan data dan mengidentifikasikan faktor-faktor dasar yang menggerakkan perubahan biaya total. perusahaan AOE menggunakan dokumen kertas yang disebut kartu waktu kerja (job time ticket) untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas tenaga kerja. Guna meningkatkan efisiensi proses ini. sistem tersebut juga dapat mencatat informasi dan mengidentifikasi mesin dan peralatan yang digunakan serta durasi setiap penggunaan. pajak gedung untuk pabrik. perlengkapan lain-lain. pengeluaran permintaan bahan baku memicu debit barang dalam proses untuk bahan baku yang dikirim ke bagian produksi. dan utilitas lainnya. Contoh. yang harus digesekkan para pekerja ke alat pembaca kartu atau pemindai kode garis ketika mereka memulai dan mengakhiri tugas apapun. barang dalam proses akan dikredit untuk bahan baku yang tidak digunakan dan dikembalikan ke persediaan. Apabila bahan baku tambahan dibutuhkan. . debit tambahan akan dilakukan pada barang dalam proses. dan gaji supervisor pabrik. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana produksi. Akan tetapi. Data mengenai penggunaan mesin dan peralatan dikumpulkan di setiap tahap proses produksi. Para akuntan dapat memainkan peran penting dalam mengendalikan biaya overhead . 4. Kini. listrik. seperti yang ditunjukkan gambar 14-3 para pekerja memasukkan data ini dengan menggunakan terminal on-line di setiap bengkel kerja pabrik. sewa. sering kali dapat digunakan untuk mendapatkan data tentang biaya tenaga kerja. Bahan Baku yang digunakan Ketika produksi dimulai. Penggunaan Mesin dan Peralatan Ketika perusahaan mengimplementasikan CIM untuk mengotomatisasi proses produksi. atau dikembalikan ke persediaan.1. 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Dahulu. AOE mempertimbangkan untuk berganti ke kartu identifikasi berkode. Sebaliknya. memberikan proporsi yang lebih besar dari biaya produk yang berhubungan dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk membuat produk tersebut. ketika para pekerja mencatat aktivitas mereka di bengkel kerja tertentu.

banyak biaya overhead tidak berubah secara langsung dengan perubahan volume produksi. Ketika semua hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan. terminal on-line harus digunakan untuk entri data.Ancaman dan Pengendalian Pencatatan dan pemrosesan data aktivitas produksi yang tidak akurat dapat menurunkan efektivitas penjadwalan produksi dan merusak kemampuan pihak manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan operasi produksi. jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan dalam produksi akan menurun. untuk membebankan overhead ke produk. ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM (ABC SYSTEM) Sistem biaya tradisional menggunakan basis yang digerakkan volume seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. mengalokasikan jenis biaya overhead ini ke produk berdasarkan pada volume output akan melebihkan biaya produk yang dibuat dalam jumlah besar. Activity Based Costing System (ABC System) dapat memperbaiki dan meningkatkan alokasi biaya di bawah sistem biaya berdasarkan proses dan pesanan. Ketidakakuratan dalam laporan keuangan dan laporan manjerial dapat membiaskan analisis kinerja di masa lampau dan keinginan investasi di masa mendatang atau perubahan dalam operasi. mengalokasikan overhead berdasarkan pada input tenaga kerja langsung dapat mendistorsi biaya antar produk. Akibatnya. dengan mengukur biaya aktivitas dasar. ABC System dapat memberikan informasi pada pihak manajemen untuk mengevaluasi konsekuensi keputusan strateginya. Oleh karena itu. Akan tetapi. . Perhitungan ini mencoba untuk menelusuri biaya ke berbagai aktivitas dan secara berurutan hanya mengalokasikan biaya-biaya tersebut ke produk atau departemen. data biaya yang tidak akurat dapat mengakibatkan keputusan yang tidak tepat tentang produk mana yang diproduksi dan bagaimana menetapkan harga jual saat ini. Password dan ID pemakai harus digunakan untuk membatasi akses hanya ke pegawai yang berhak saja. Kesalahan dalam catatan persediaan dapat mengarah pada kelebihan maupun kekurangan produksi barang. dan alat lainnya. jumlah overhead yang dibebankan per unit tenaga kerja akan meningkat secara dsignifikan. Hal ini juga akan terlalu merendahkan biaya produk yang dibuat dalam batch kecil. Sebagai tambahan. perbedaan kecil jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan dua produk dapat mengakibatkan perbedaan yang signifikan dalam biaya produk. Contohnya. Tujuan yang mendasari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah untuk menghubungkan biaya ke strategi perusahaan. pembaca kartu. seperti penanganan bahan baku atau pemrosesan pesanan pembelian. Strategi perusahaan menghasilkan keputusan tentang barang dan jasa apa yang akan dibuat. Hasilnya. Jadi. Sejalan dengan peningkatan dalam otomatisasi pabrik. Prosedur pengendalian terbaik untuk memastikan bahwa entri data akurat adalah dengan mengotomatiskan pengumpulan data dengan menggunakan pemindai kode garis.

sebagai dasar untuk mengalokasikan overhead pabrik. Overhead keseluruhan pabrik. Ketika mengimplementasikan sistem ABC. apabila sebuah perusahaan memproduksi tiga lini produk. Biaya-biaya lainnya. seperti pembelian bahan baku dapat dialokasikan antar produk berdasarkan jumlah relative pesanan pembelian yang dibutuhkan untuk membuat setiao produk. Contohnya. Sistem ABC mencoba untuk menghubungkan biaya-biaya ini ke produk tertentu jika memungkinkan. jumlah pesanan pembelian yang diproses adalah salah satu cost driver dari biaya bagian pembelian. sistem ABC akan membebankan semua biaya yang sesuai dengan peraturan lingkungan hanya ke satu rangkai produk tersebut. 2. Cost driver adalah segala sesuatu yang memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya. Sementara sebagian besar sistem biaya tradisional menyatukan semua biaya overhead menjadi satu. Sebaliknya sistem perhitungan tradisional sering kali menggunakan variabel keuangan. Sistem ABC menggunakan lebih banyak pool biaya untuk mengakumulasi biaya tidak langsung (overhead pabrik). para akuntan mengamati operasi produksi dan mewawancarai para pekerja pabrik dan supervisor untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana biaya berhubungan dengan produksi. Sistem ABC mencoba untuk merasionalisaikan alokasi overhead ke produk dengan mengidentifikasikan cost driver. salah satunya menghasilkan limbah berbahaya. Contohnya.Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara sistem tradisional dengan sistem ABC : 1. . Contohnya. Sistem ABC mencoba untuk secara langsung menelusuri lebih banyak biaya overhead ke produk. Sistem ABC mengakumulasi biaya-biaya ini untuk satu batch dan kemudian mengalokasikannya ke unit yang diproduksi dalam batch tersebut. Biaya-biaya ini berlaku untuk semua produk. pemberian kode garis untuk memfasilitasi penelusuran berbagai bahan yang digunakan dalam setiap produk atau tahapan proses. Jadi sistem ABC biasanya mengalokasikan biaya dengan menggunakan tariff departemen atau pabrik. Kategori ini meliputi biaya-biaya seperti sewa atau depresiasi. Kemajuan dalam IT membuat hal ini memungkinkan. Sistem ABC membedakan overhead ke dalam tiga kategori yaitu :  Overhead yang berhubungan dengan batch.   3. Overhead yang berhubungan dengan produk. seperti nilai uang pembelian.

2 : Perbandingan Laporan ABC System dengan Traditional Cost System Manfaat dari ABC System Berikut ini adalah manfaat dari penggunaan ABC System yaitu diantaranya adalah : 1. perusahaan dapat menetapkan harga produk lainnya terlalu mahal. karena terlalu sedikitnya pengumpulan biaya yang digunakan. perusahaan akan menemukan bahwa mereka dapat memotong harga untuk mencegah masuknya pesaing dari pasar dan tetap mendapatkan laba untuk setiap penjualan. walaupun penjualan meningkat. Ironisnya. Sistem biaya tradisional cenderung membebankan terlalu banyak overhead ke beberapa produk dan terlalu sedikit ke produk lainnya. Kedua.Tabel 4. perusahaan dapat menerima kontrak penjualan untuk beberapa produk dengan harga di bawah biaya produksi yang sesungguhnya. laba menurun. yaitu yang pertama. Akibatnya. Hal ini dapat mengarah pada dua jenis masalah. apabila data biaya yang lebih akurat tersedia. Sistem ABC menghindarkan dari terjadinya masalah ini karena overhead dibagi ke dalam tiga . Memberikan keputusan yang lebih baik bagi manajemen. sehingga mengundang pesaing baru untuk masuk ke pasar.

menunjukkan persentase unit barang yang dihasilkan. laporan kinerja dengan sistem ABC akan membantu mengarahkan perhatian manajerial ke bagaimana kebijakan dalam suatu area mempengaruhi biaya di area lainnya. adalah syarat kedua dalam rumus tersebut. Productive processing time. Productive capacity dapat ditingkatkan dengan memperbaiki efisiensi tenaga kerja dan mesin.kategori dan dibebankan menggunakan cost driver yang berhubungan sebab akibat dengan produksi. data biaya produk akan lebih akurat dan sistem ABC juga menggunakan data untuk memperbaiki desain produk. Perbedaan ini dicerminkan dalam rumus berikut ini : Cost of activity capability = cost of activity used + cost of unused capacity Dalam cara ini. adalah syarat ketiga dalam rumus tersebut. Apabila sistem tradisional hanya mengukur pengeluaran untuk memperoleh sumber daya. seperti yang diperlihatkan dalam rumus ini : Throughput = (Total unit produced/Processing time) x (Processing Time/Total Time) x (Good units/Total units) Productive capacity. . menunjukkan jumlah maksimum unit yang dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini. Oleh karenanya. dapat meningkatkan perolehan. Throughput : Sebuah Ukuran Efektivitas Produksi Throughput mencerminkan jumlah unit barang yang diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. atau dengan cara menyederhanakan spesifikasi desain produk. melalui pengaturan ulang tata letak pabrik untuk melancarkan perpindahan bahan baku. Yield. Throughput ini terdiri dari tiga faktor. yang masing-masing faktor dapat dikendalikan secara terpisah. 2. untuk mengurangi waktu kegagalan mesin atau dengan cara lebih efisien menjadwalkan kiriman bahan baku dan perlengkapan untuk mengurangi waktu tunggu. Dengan menggunakan bahan baku berkulitas lebih baik atau meningkatkan keahlian pekerja. sistem ABC mengukur baik jumlah yang dikeluarkan untuk memperoleh sumber daya maupun konsumsi sumber daya tersebut. Productive processing time dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pemeliharaan. Peningkatan Pengelolaan Biaya Para pendukung berargumentasi bahwa manfaat lain dari ABC System adalah secara jelas mengukur hasil tindakan manajemen atas keseluruhan tingkat laba. menunjukkan persentase total waktu produksi yang digunakan untuk membuat produk tersebut. adalah syarat pertama dalam rumus tersebut.

perencanaan dan penjadwalan produksi. Hal ini menyebabkan distorsi biaya produk karena perbedaan kecil antara jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk merakit setiap bagian. Internal failure costs. dan akuntansi biaya. Prevention costs. Elizabeth memutuskan bahwa jalan keluarnya adalah tidak hanya mengubah dasar alokasi. 3. AOE akan mengimplementasikan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. terjadi ketika produk sudah dijual ke pelanggan. Biaya tersebut meliputi biaya klaim keandalan produk. Sebagai gantinya. overhead masih dialokasikan berdasarkan jam tenaga kerja langsung.Informasi Mengenai Pengendalian Kualitas Informasi mengenai biaya kualitas dapat membantu perusahaan menetapkan pengaruh tindakan –tindakan yang diambil untuk meningkatkan perolehan dan mengidentifikasikan area-area yang harus ditingkatkan lebih jauh. dihubungkan dengan pengerjaan ulang.Perusahaan dapat secara terus menerus berinvestasi dalam IT untuk meningkatkan efisiensi ketiga aktivitas pertama tersebut. berhubungan dengan perubahan proses produksi yang di desain untuk mengurangi tingkat kecacatan produk. . Berdasarkan penelitian yang dilakukannya. Setelah menyelesaikan kunjungan keliling di pabrik. produk-produk yang diidentifikasikan sebagai cacat sebelum penjualan. agar sebuah usaha bias mendapatkan semua manfaat dari perubahanperubahan ini. Biaya pengendalian kualitas dapat dibagi menjadi empat area yaitu : 1. termasuk pembicaraan dengan controller dari perusahaan lain yang baru mengimplementasikan sistem ABC pada perusahaannya. berhubungan dengan pengujian untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas. 2. Contohnya. 4. Eksternal failure costs. jaminan dan biaya perbaikan. hilangnya kepuasan pelanggan. atau pembuangan. Akan tetapi. Beberapa pool biaya berbeda akan digunakan untuk mengakumulasikan biaya overhead dan cost driver yang tepat akan diidentifikasikan untuk digunakan dalam pembebanan biaya ke produk tertentu. Inspection costs. operasi produksi. walaupun operasi produksi di AOE sebagian besar otomatis. Elizabeth Venko merasa bahwa harus ada beberapa perubahan besar yang dibutuhkan untuk sistem akuntansi biaya yang ada di AOE. modifikasi terkait harus dilakukan atas sistem informasi untuk akuntansi biaya. Elizabeth yakin bahwa perubahan ini akan mengatasi masalah AOE berkaitan dengan penetapan harga produk dan keputusan bauran produk. SOLUSI KASUS ALPHA OMEGA ELECTRONICS Siklus produksi terdiri dari empat aktivitas dasar yaitu desain produk. dan kerusakan reputasi perusahaan.

Pertama. prinsip akuntansi yang sesuai dengan GAAP harus dikembangkan dalam pembuatan laporan keuangan yang ditujukan untuk penggunaan internal perusahaan. Ann Brandt menyadari bahwa ketiga perubahan ini akan membutuhkan desain ulang database siklus produksi AOE. mendukung proposal tersebut dan setuju untuk mendanai perubahan yang dibutuhkan. bukan hanya yang melibatkan pengerjaan ulang dan pembuangan saja yang harus dikumpulkan. . data mengenai semua biaya yang berkaitan dengan pengendalian kualitas. LeRoy Williams puas bahwa perubahan-perubahan memang diarahkan sesuai dengan keluhannya mengenai sistem siklus produksi yang ada di AOE saat ini. Elizabeth dan Ann menyajikan rencana mereka untuk pertemuan eksekutif berikutnya. hal ini dapat dicapai dengan baik melalui pengembangan model data berdasarkan teknologi RFID. Linda Spurgeon. Kemudian Linda Spurgeon berbicara dengan Elizabeth dan Ann dalam pertemuan berikutnya untuk mengadakan kerja sama dalam rangka mengubah sistem informasi siklus manajemen sumber daya manusia atau penggajian di AOE. laporan kinerja harus meliputi ukuran keuangan dan non keuangan. Kedua. Berdasarkan pengalamannya terdahulu sewaktu mendesain ulang sistem informasi pendapatan dan pengeluaran AOE.Elizabeth juga memutuskan bahwa ada tiga perubahan besar yang dibutuhkan dalam laporan yang dihasilkan oleh suatu sistem informasi. Ketiga.