You are on page 1of 17

Bed Side Teaching

KEHAMILAN PRETERM
Oleh : Erni Yessyca Rizky Rahmaniyah

Pembimbing : Dr. Hj.Putri Sri Lasmini, Sp.OG-K

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS RS DR. M. DJAMIL PADANG 2012

Kehamilan Preterm 1. 1 kali saat TM II. dan 2 kali saat TM III.3 Asuhan Antenatal Care 1. berat badan dan tinggi badan. Kunjungan Pertama. a) Kehamilan cukup bulan (term / aterm) : masa gestasi 37-42 minggu (259 . 2 Tahap-tahap perkembangan janin 1. dihitung dari hari pertama haid terakhir (menstrual age of pregnancy).294 hari) lengkap b) Kehamilan kurang bulan (preterm) c) Kehamilan lewat waktu (postterm) : masa gestasi kurang dari 37 minggu (259 hari) : masa gestasi lebih dari 42 minggu (294 hari) 1. sebaiknya sebelum kehamilan 12 minggu • • • • Informasi umum pasien Informasi tentang riwayat kesehatan pasien Riwayat obstetric pasien sebelumnya Pemeriksaan fisik mencakup tanda-tanda anemia.TINJAUAN PUSTAKA 1. 3. tekanan darah. 1 Jadwal ANC menurut WHO Menurut WHO untuk wanita hamil minimal dapat melakukan ANC sebanyak 4 kali yaitu 1 kali saat TM I. 1 Masa kehamilan/gestasi Masa sejak terjadinya konsepsi sampai dengan saat kelahiran. dan pemeriksaan vagina dengan speculum termasuk Pap smear .

urin. dilakukan pada usia kehamilan mendekati 32 minggu. kecuali ada tanda-tanda anemia).bila terjadi perdarahan pemeriksaan vagina dilarang. penyakit. • • Mengulang pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan penyakit pasien Catat kondisi pasien yang tidak ditemukan sewaktu kunjungan pertama (kecelakaan. dan golongan darah • • Pemberian suplemen besi Memberikan edukasi dan informasi kesehatan selama kehamilan Pemberian suntikan TT Kunjungan ke-2. perdarahan/keputihan dari vagina. dll Periksa tekanan darah Pemeriksaan Leopold Pemeriksaan vagina bilapada kunjungan pertama tidak dilakukan. • • • • Pemeriksaan Hb ulang jika pada pemeriksaan Hb pertama < 7 gr% Pemberian suplemen besi Pemberian nasehat dan edukasi tentang kehamilan Member tahu jadwal kunjungan berikutnya yaitu pada kehamilan mendekati usia 32 minggu Kunjungan ke-3. alcohol. dll) • • • • • • • Catat setiap perubahan pada tubuh pasien Tanya gerakan bayi Periksa BJA Tanya tentang kebiasaan ibu : merokok. . dilakukan pada kehamilan mendekati 26 minggu.• Pemeriksaan darah (sebaiknya pemeriksaan Hb hanya dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau kunjungan ke-3.

2 2. dll Pengukuran TD. dan jika ada segera pergi ke RS atau klinik bersalin. • Jika tidak ada tanda-tanda persalinan pada usia kehamilan 41 minggu segera pergi ke RS. 30-40% dengan membran yang intak. Persalinan preterm menyebabkan kira-kira 70% morbiditas dan mortalitas pada neonatus. timbang BB dan pemeriksaan hemoglobin Tanya gerakan anak dan periksa BJA Kunjungan ke-4. Angka morbiditas dan mortalitas pada bayi yang prematur mencapai 80% dari angka kematian perinatal. berdarahan.• • • • Jika pasien tidak dating pada kunjungan ke-2. • • • Pemeriksaan presentasi bayi dan penurunan bagian terbawah bayi Menilai panggul sempit atau tidak Memberikan semua informasi tentang tanda-tanda persalinan.1 Persalinan preterm merupakan hal yang berbahaya karena mempunyai dampak meningkatnya kematian perinatal.2. sebaiknya pada usia kehamilan antara 36-38 minggu. keputihan. pemeriksaan Leopold. 1 Epidemiologi Kelahiran preterm terjadi sekitar 6-8% kehamilan. Pemeriksaan fisik dan laboratorium seperti kunjungan sebelumnya 2. Persalinan preterm Persalinan yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan kurang dari 37 minggu.3 2. pemeriksaan dilengkapkan pada kunjungan ke-3 Tanya keluhan pasien: nyeri punggung. 2 Etiologi . Kelahiran preterm akhir adalah persalinan saat usia kehamilan antara 34 sampai 36 minggu. urinalisis.

dan 30 sampai 35 persen karena ketuban pecah dini preterm (Goldenberg dkk.8). kebanyakan kasus ketuban pecah dini preterm terjadi tanpa faktor risiko. yaitu: a. indeks massa tubuh rendah (kurang dari 19. 3. 2001).1 2. 2. Penyimpangan dari pertumbuhan janin yang normal 2. Aktivasi desidua d. dan merokok. penyakit ginjal. Faktor-faktor lain yang terlibat termasuk status sosial ekonomi rendah. Goldenberg dkk (2008b) mengulas tentang patogenesis persalinan preterm dan beberapa mekanisme yang terlibat dalam patogenesis persalinan preterm tersebut. 2008). kecil untuk masa kehamilan. diabetes. Penurunan produksi progesterone (progesterone withdrawal) b. Namun. Inisiasi oksitosin c. 30 sampai 35 persen dilakukan atas indikasi. Preeklamsia. 3 Faktor-faktor yang Berkontribusi dan Mendahului Persalinan Preterm 2. 2. plasenta previa. 2. Ketuban pecah dini preterm dapat berasal dari beragam mekanisme patologis.Dari seluruh persalinan preterm. dan malformasi kongenital. defisiensi zat gizi. 3 Persalinan Preterm Spontan Persalinan preterm paling sering (45% kasus) terjadi karena persalinan spontan. isoimunisasi Rh. termasuk infeksi intra-amnion. Penyebab-penyebab lainnya yang kurang umum adalah hipertensi kronis. perdarahan yang tidak dapat dijelaskan. dan abrupsio plasenta (solusio plasenta) adalah indikasi-indikasi yang paling umum untuk dilakukannya intervensi medis yang mengakibatkan kelahiran preterm. 2. 2 Ketuban Pecah Dini Preterm Ketuban pecah dini preterm adalah pecahnya ketuban sebelum masuk persalinan dan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Wanita dengan ketuban pecah dini preterm sebelumnya mengalami peningkatan risiko untuk terjadi lagi selama kehamilan berikutnya (Bloom dkk.1 2. 40 hingga 45 persen disebabkan karena persalinan preterm spontan. 1 Abortus Imminens 1 . gawat janin. 1 Indikasi Medis dan Obstetrik Ananth dan Vintzileos (2006) menggunakan data kelahiran Missouri dari tahun 1989 hingga tahun 1997 untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan persalinan atas indikasi sebelum usia kehamilan 35 minggu.

Ehrenberg dkk (2009) mendapati bahwa wanita dengan berat badan berlebih (overweight) yang berisiko mengalami persalinan preterm. Neggers dkk (2004) mendapatkan sebuah hubungan yang signifikan antara berat lahir rendah dan kelahiran preterm pada wanita yang terluka karena penyiksaan fisik. 3. solusio plasenta.Perdarahan per vaginam pada awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan keluaran yang buruk nantinya. Keterkaitan lainnya meliputi status sosial ekonomi dan status pendidikan yang rendah. 3. 3.1 2. penambahan berat badan ibu yang tidak adekuat. 2008. dan penggunaan obat terlarang memiliki peran penting baik dalam insidensi dan keluaran dari neonatus dengan berat lahir rendah. Afrika-Amerika. dan Afro-Karibia secara konsisten dilaporkan berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan preterm (Goldenberg dkk. Perempuan kulit hitam mengalami peningkatan risiko persalinan preterm yang berulang. dan semua rekan-rekan mereka). 1996. Mercer. Littleton. Namun. 4 Perbedaan Ras dan Etnis Di Amerika Serikat dan di Inggris. 2 Faktor Gaya Hidup Merokok. Weiss dkk (2004) melaporkan keluaran-keluaran pada kasus-kasus perdarahan pervaginam pada usia kehamilan 6 sampai 13 minggu pada hampir 14.000 wanita. 2008).1 2. 2008b). 5 Bekerja Selama Kehamilan Penelitian-penelitian mengenai pekerjaan dan aktivitas fisik terkait dengan persalinan preterm telah memberikan hasil yang bertentangan (Goldenberg dkk. Baik perdarahan ringan dan berat dikaitkan dengan persalinan preterm yang mengikutinya. Para peneliti menyiratkan bukti adanya peningkatan risiko intrinsik persalinan prematur pada populasi ini. 3 Faktor psikologis Faktor-faktor psikologis seperti depresi. 3. 2007. Li.1 2. dan stres kronis telah dilaporkan berhubungan dengan kelahiran preterm (Copper. 2. dan kehilangan kehamilan (keguguran) sebelum usia kehamilan 24 minggu yang mengikutinya. kecemasan. memiliki angka persalinan sebelum usia kehamilan 35 minggu yang lebih rendah dibandingkan wanita yang berisiko mengalami persalinan preterm dengan berat badan normal. 2002. Selain itu. ada . wanita yang diklasifikasikan sebagai kulit hitam.

Dalam editorial yang menyertai.1 2. 3. 10 Persalinan Preterm Sebelumnya Sebuah faktor resiko utama untuk persalinan preterm adalah persalinan preterm sebelumnya (Spong.10). 2007).beberapa bukti bahwa jam kerja yang panjang dan kerja fisik yang berat mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko persalinan preterm. 8 Cacat Lahir Dalam sebuah analisis data sekunder dari uji coba ( Trial) First.95-4. Dolan dkk (2007) mendapati. 7 Penyakit Periodontal Inflamasi gusi adalah sebuah inflamasi anaerobik kronis yang menimpa sebanyak 50 persen wanita hamil di Amerika Serikat.and Second Trimester Evaluation of Risk (FASTER). Dalam sebuah meta-analisis baru-baru ini. Beberapa penelitian tersebut juga mengimplikasikan keterlibatan gen-gen imunoregulatoris dalam menyebabkan korioamnionitis pada kasus-kasus persalinan preterm akibat infeksi. 3. 3.1 2. CondeAgudelo dkk (2006) melaporkan bahwa interval yang lebih pendek dari 18 bulan dan lebih lama dari 59 bulan dikaitkan dengan meningkatnya risiko untuk kelahiran preterm dan bayi yang kecil-untuk-masa kehamilan. 6 Faktor-Faktor Genetik Kelahiran preterm yang mempunyai karakteristik rasial.1 2. bahwa cacat lahir terkait dengan kelahiran preterm dan berat lahir rendah. 9 Interval antar Kehamilan dan Kelahiran Preterm Interval antar kehamilan yang pendek telah diketahui untuk beberapa waktu dikaitkan dengan keluaran perinatal yang jelek. Stamilio dkk (2007) menyimpulkan bahwa data yang digunakan tidak cukup kuat untuk merekomendasikan skrining dan pengobatan penyakit periodontal terhadap wanita hamil.83 (CI 1. setelah mengendalikan berbagai faktor perancu. Tabel 1 menunjukkan insidensi kelahiran preterm berulang .1 2. 3.Terdapat sekumpulan literatur yang terus bertambah mengenai varian-varian genetik yang mendukung konsep ini. familial. dan berulang telah menyebabkan asumsi bahwa genetika mungkin memainkan peran kausal. Vergnes dan Sixou (2007) melakukan metaanalisis terhadap 17 penelitian dan menyimpulkan bahwa penyakit periodontal secara bermakna terkait dengan kelahiran preterm-odds ratio 2.1 2. 3.

yang pada gilirannya merangsang produksi prostaglandin dan/atau enzim pendegradasi matriks. yang interval antar kontraksi 5 hingga 8 menit atau kurang dan disertai dengan satu atau tanda dibawah ini : 1. 2. 2001).000 wanita yang melahirkan di Parkland Hospital (Bloom dkk. . Lebih dari sepertiga perempuan yang dua bayi pertamanya lahir preterm kemudian hari melahirkan bayi ketiga yang preterm juga. Penting diketahui bahwa penyebab persalinan preterm sebelumnya juga berulang. 4 Diagnosis1. Prostaglandin merangsang kontraksi uterus.5 Karena kontraksi uterus saja dapat menyebabkan kekeliruan dalam menegakkan diagnosis persalinan preterm maka Herron (1982) memerlukan kriteria berikut ini untuk mencatat persalinan preterm yaitu kontraksi yang teratur setelah kehamilan 20 minggu atau sebelum 37 minggu. 2. Dalam hipotesis ini. Risiko persalinan preterm berulang pada wanita-wanita yang persalinan pertamanya preterm meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan wanita-wanita yang neonatus pertamanya lahir aterm. 3. Koitus selama awal kehamilan tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kelahiran preterm berulang. Perubahan progresif pada serviks. Dihipotesiskan bahwa infeksi intrauterin memicu persalinan preterm melalui aktivasi sistem imun bawaan (innate immne system). Kebanyakan -70 persendari persalinan berulang dalam penelitian ini terjadi dalam kurun waktu 2 minggu dari usia kehamilan dari persalinan preterm sebelumnya. 2.pada hampir 16. Diperkirakan bahwa 25 sampai 40 persen dari kelahiran preterm diakibatkan oleh infeksi intrauterin. 3. sedangkan degradasi matriks ekstraseluler pada selaput ketuban janin menyebabkan ketuban pecah dini. Penipisan serviks 80% atau lebih.4. Dilatasi serviks 2 cm atau lebih. mikroorganisme menimbulkan pelepasan sitokin-sitokin inflamasi seperti interleukin dan tumor necrosis factor (TNF). 11 Infeksi Goldenberg dkk (2008b) telah meninjau peran infeksi pada kelahiran preterm.

American College of Obstetricians dan Gynecologists merekomendasikan bahwa pemberian tokolitik dipertimbangkan ketika terdapatnya kontraksi rahim yang teratur disertai perubahan cervix atau adanya dilatasi dan pendataran cervix yang cukup besar. 2. 5. Faktor yang amat bermakna ialah : 1. 1 Tirah Baring . His yang progresif 4.diagnosa dini dari wanita hamil dengan resiko untuk persalinan preterm adalah : 1. 2. Tekanan panggul yang sering disebabkan oleh desensus janin. 5 Penatalaksanaan Persalinan Preterm1. 5. 4. Riwayat preterm 2. Keluarnya mukus dari serviks. lunak dan sudah ada pembukaan pada kehamilan preterm amat besar kemungkinannya untuk partus demikian pula dengan kotraksi reguler yang lebih dari 3 kali dalam sejam. Ketebalan serviks dan pembukaan 3. Kram intestinal degan atau tanpa diare. Karena ketidaktentuan ini. 3. Nyeri punggung bawah.5 Pasien harus diobservasi selama 30 sampai 60 menit untuk menentukan penanganan yang tepat.Keluhan atau gejala lain dari yang dapat membantu yang dapat menegakkan .4. Kram mirip menstruasi. Penyakit ibu Serviks yang tebalnya kurang dari 1 cm. Diagnosis Persalinan Preterm Persalinan preterm perlu ditetapkan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan dengan akibat terapi yang berlebihan atau terlambat. Anamesis dan pemeriksaan fisik faktor risiko persalinan penting sekali sehingga dapat menggolongkan kasus kepada risiko tinggi atau rendah. sering sedikit berdarah. Walaupun sejumlah obat-obatan dan intervensi lain telah digunakan untuk mencegah terjadinya persalinan prema/tur. 2. tidak ada yang menunjukkan hasil yang benar-benar efektif.

yang menemukan tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa hal tersebut membantu. 2. 5. 2. Wanita dipilih secara acak untuk menerima 500 ml kristaloid lebih dari 30 menit dan 8 hingga 12 mg morfin sulfat intramuskular memiliki hasil akhir yang sama dibandingkan dengan mereka yang dengan tirah baring. hasil akhirnya ternyata serupa. 6 Manajemen rekomendasi untuk Persalinan Preterm Pertimbangan di bawah ini harus diberikan pada wanita dengan persalinan preterm : . 5. Walaupun wanita dengan kontraksi prematur diterapi dengan 0. Kovacevich dan kawan-kawan melaporkan bahwa tirah baring selama 3 hari atau lebih meningkatkan terjadinya komplikasi tromboemboli 16 dari 1000 wanita dibandingkan dengan hanya 1 dari 1000 wanita dengan kegiatan yang normal. 3 Medikamentosa Reseptor Beta-Adrenergik Ritodrine Terbutaline Magnesium Sulfat Inhibitor Prostaglandin Calsium Channel Blocker Donor Nitrir Oksida Kortikosteroid Glukokortikoid digunakan untuk meningkatkan produksi pada surfaktan paru-paru janin untuk mengurangi kejadian respiratori distres pada janin. Preparat yang biasa digunakan adalah betamethasone 12 mg intramuskular yang dapat diulangi tiap 12 atau 24 jam. 2 Hidrasi dan Sedasi Helfgott dan kawan-kawan membandingkan hidrasi dan sedasi dengan tirah baring pada percobaan acak 119 wanita yang sedang dalam perawatan kelahiran prematur. 2.25 mg terbutaline subkutan mungkin dapat terjadi kontraksi yang berhenti lebih cepat secara signifikan dibandingkan dengan wanita yang tidak mendapatkan terapi.Keberhasilan tirah baring baik di rumah sakit maupun di rumah untuk mencegah terjadinya persalinan prematur diteliti oleh Goldenberg dan kawan-kawan.

antara lain Respiratory distress syndrome. observasi ketat dengan meninjau kontraksi rahim dan denyut jatung janin sudah tepat dan pemeriksaan serial dilakukan untuk menilai perubahan cervix. b. 7 Komplikasi Persalinan Preterm Pada Bayi4. 4. Untuk kehamilan kurang dari 34 minggu pada wanita yang tidak menunjukkan kemajuan persalinan. wanita dengan persalinan preterm dipantau untuk kemajuan persalinan dan keadaan janin. beberapa dokter mempercayai kemungkinan untuk mencoba mencegah kontraksi untuk menunda kelahiran ketika wanita diberikan glukokortikoid dan profilaksis B streptococcus. Untuk kehamilan kurang dari 34 minggu. tetapi diberikan di University of Alabama di Rumah Sakit Birmingham.1. Komplikasi jangka pendek Komplikasi jangka pendek pada bayi yang lahir preterm selalu dikaitkan dengan pematangan paru janin yang belum sempurna. Komplikasi jangka panjang Allen dkk (1993) mengemukakan bahwa bayi-bayi yang lahir pada usia kehamilan 23-24 minggu yang berhasil diselamatkan menunjukkan komplikasi kelainan otak yang cukup berarti. . 6. 2. glukokortikoid diberikan untuk merangsang pematangan paru janin. Komplikasi jangka pendek lain yang sering terjadi adalah intra venticular haemorrhagae dan Necrotizing enterolities. anti mikroba diberikan untuk mencegah infeksi streptococcus grup B pada neonatus. 2. 5. Walaupun terapi tokolitik tidak digunakan di Rumah Sakit Parkland. Untuk persalinan aktif. Konfirmasi persalinan preterm secara lengkap.5 Adapun komplikasi yang sring terjadi pada persalinan preterm pada bayi antara lain : a. Untuk kehamilan 34 minggu atau lebih. 3. Untuk kehamilan kurang dari 34 minggu pada wanita tanpa indikasi maternal dan janin dilakukannya persalinan.

In: Williams Obstetrics. Cunningham M. dimana 21 % memiliki IQ . 2005. Pernoll. 8 Prognosis 5 Jika terdapat fasilitas perawatan neonatus intensif yang bagus maka prognosis neonatus prematur menjadi lebih baik. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 45 % dari bayi-bayi preterm yang hidup memerlukan saran pendidikan khusus.Hill. Angka mortalitas dan morbiditas lebih tinggi pada janin yang lebih kecil. Neonatus dengan berat 2000-2500 gram mempunyai angka survival rates lebih dari 97%. Edisi 4 cetakan ke 1. et all. dan diantara 1000-1500 gram angka survival rates 65-80%.Hack dkk (1994) melakukan pengamatan terhadap 60 anak yang lahir dengan berat 750 gram sampai dengan usia sekolah ternyata mempunyai masalah dalam hal ketrampilan. McGraw. 23 nd ed. . 3. 2. Ilmu Kebidanan. Preterm Birth. Decherney Alan H and Martin L. Current Obstetric & Ginecologic Diagnostic & Treatment Edition 8. diantara 1500-2000 gram angka survival rates lebih dari 90%.2008. 70 dan banyak yang mengalami hambatan pertumbuhan dan daya penglihatan yang dibawah normal. Winkjosastro G.H.D. 2. America: Appleton & Lange. DAFTAR PUSTAKA 1.

In: Maternal-Fetal Medicine.4. BAB II STATUS PASIEN Identitas Pasien Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Suku : Ny. 5 th ed. Saunders. 5. Preterm Labor and Delivery. 2004. Preterm Delivery. In: Obstetrics and Gynecology Principle for Practise.D. McGraw-Hill. Iams J. S Umur Pekerjaan Pendidikan : 28 tahun : Wiraswasta : SMA . 2001. S : 31 tahun : Guru : S2 : Minang Nama suami : Tn.R. Goepfert A.

HPHT 25-6-2011 TP :1-4-2012. sebelumnya pasien kontrol ke bidan satu kali sebulan. diabetes melitus dan hipertensi. M. muntah (-). perdarahan (-) Riwayat menstruasi : haid pertama usia 11 tahun. Riwayat hamil tua : mual (-). Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien tidak pernah menderita penyakit jantung. Keluar lendir bercampur darah dari kemaluan tidak ada. keputihan (-). siklus haid teratur.Agama Alamat No. banyaknya 2-3 x ganti duk/hari. ginjal. ini merupkan kontrol kehamilan pertama ke RSUP Dr. Keluar air-air yang banyak dari kemaluan tidak ada. Djamil Padang pada tanggal 13 Februari 2012 pukul 11. teratur tiap bulan. nyeri haid (-) Riwayat demam (-). perdarahan (-) ANC : ke bidan. . BAK dan BAB biasa.30 WIB dengan : Keluhan Utama: Kontrol kehamilan Riwayat Penyakit Sekarang: Kontrol kehamilan. muntah (+).maju 2 hari setiap bulannya (siklus 1x28 hari). MR Anamnesis : Islam : Cimpago Permai Blok I1 : 773769 Seorang pasien perempuan berusia 31 tahun datang ke Poliklinik Kebidanan RS Dr. Riwayat hamil muda : mual (+). Djamil Padang. Pasien tidak haid sejak 8 bulan yang lalu. trauma (-). hepar. Gerakan anak dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan. lama haid 4-5 hari. M. Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari tidak ada. paru. Keluar darah yang banyak dari kemaluan selama kehamilan tidak ada.

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Umum: Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Frekuensi nafas Suhu TB BB saat hamil BB sebelum hamil BMI sebelum hamil : baik : compos mentif cooperatif : 120/90 mmHg : 90 x / menit : 20 x / menit : 37 ºC : 160 cm : 76 kg : 60 kg : 25.Sekarang Riwayat Kontrasepsi : tidak ada Riwayat imunisasi : tidak ada Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak merokok. Riwayat Perkawinan : 1 x pada tahun 2011 Riwayat Kehamilan/ Abortus/ Persalinan : 1/0/0 1. narkoba dan jamu.97 Kesan : gizi baik (normal) . Suami pasien tidak merokok. tidak mengkonsumsi alkohol.- Riwayat alergi obat ada (amoksicilin dan asam mefenamat) Riwayat Penyakit Keluarga: Ayah dan ibu pasien menderita diabetes melitus Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular dan kejiwaan.

floating : tidak dilakukan His : (-) Brakston His : (+) Inspeksi : perut tampak membuncit sesuai kehamilan preterm TFU : 29 cm TBA : 2480 gram : timpani . perfusi baik.Mammae . kolostrum (+) : linea mediana hiperpigmentasi.Muka . wheezing -/Abdomen: status obstetrikus Genitalia : status obstetrikus Ekstremitas : akral hangat.keras. kelenjer tiroid tidak membesar. areola dan papila hiperpigmentasi. KGB tidak membesar Toraks : Jantung : Inspeksi: Iktus tidak terlihat Palpasi: Iktus teraba 1 jari medial linea midklavikula sinistra RIC V Perkusi: batas jantung dalam batas normal Auskultasi: irama jantung teratur.lunak dan noduler : teraba tahanan terbesar di sebelah kiri teraba bagian-bagian kecil janin di sebelah kanan : teraba masa bulat. sikatrik (-) Palpasi : L1 L2 L3 L4 Perkusi : FUT teraba diantara pusat dan procesus xifoideus teraba massa besar. refleks fisiologis +/+.Abdomen : kloasma gravidarum (-) : membesar. ronkhi -/. edema -/-. Status Obstetrikus : ..Mata : konjungtiva tidak anemis. sklera tidak ikterik Leher : JVP 5-2 cmH2O. striae gravidarum (+). refleks patologis -/-. bising (-) Paru : Inspeksi: pergerakan dada simetris kiri dan kanan Palpasi: fremitus kanan sama dengan kiri Perkusi: sonor Auskultasi: vesikuler.

Pemberian tablet Fe.Auskultasi : bising usus (+) normal.Genitalia: Inspeksi : V/U tenang. vitamin dan mineral yang cukup. Minum air putih minimal 9 gelas per hari. DJJ :146x/menit . perdarahan per vaginam (-).asam folat dan Kalk. tumor (-) Diagnosis : G1P0A0H0 gravid preterm 33-34 minggu Janin hidup tunggal intrauterin presentasi kepala Sikap : Pemeriksaan laboratorium darah dan urin rutin Pemeriksaan gula darah dengan TTGO Jelaskan kepada pasien tentang tanda-tanda inpartu dan apa yang harus dilakukan pasien apabila tanda-tanda tersebut muncul Anjurkan kepada pasien mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Anjurkan menggunakam KB setelah persalinan. lemak. Pemeriksaan USG DISKUSI . Jelaskan mengenai rencana persalinan. Rencana : Kontrol ulang 2 minggu lagi bila tidak ada tanda-tanda persalinan. protein. Anjurkan untuk menyusui secara dini dan mengkonsumsi ASI eksklusif setelah anak lahir.