You are on page 1of 25

Bed side teaching

INFEKSI GENITAL WANITA

OLEH: Nurfadhilah Wilma Venia Rahmat Mike Gemitia Putri 06120016 06923003 06923029

PRESEPTOR Dr. H. Defrin, Sp.OG

BAGIAN ILMU OBSTRETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS RSUP DR M. DJAMIL PADANG 2012

1

BAB I TINJAUAN PUSTAKA A. INFEKSI GENITAL WANITA Pada wanita rongga perut langsung berhubungan dengan dunia luar dengan perantaraan tractus genitalis. Untuk mencegah terjadinya infeksi dari luar dan untuk menjaga jangan sampai infeksi meluas, masing-masing alat tractus genitalis memiliki mekanisme pertahanan.. Pada umumnya vulva lebih resisten terhadap infeksi , kecuali jika kemasukan kuman-kuman yang benar-benar patogen. Penutupan vulva oleh labia mayora dan labia minora sedikit banyak telah memberikan perlindungan terhadap infeksi. Vagina wanita dewasa mempunyai epitel yang cukup tebal dan glikogen serta basil Doderlein yang memungkinkan pembuatan asidum laktum sehingga terdapat reaksi asam dalam vagina, memperkuat daya tahan vagina. Pada serviks uteri kelenjar-kelenjar mengeluarkan lendir yang alkalis serta mengental dibagian bawah kanalis servikalis sehingga menuyulitkan kuman untuk masuk ke atas. Getaran rambut getar pada mukosa tuba fallopii menyebabkan jalanya arus ke arah uterus , dan ini disokong oleh gerakan peristaltik tuba yang merupakan halangan pada infeksi untuk terus meluas ke rongga peritoneum. Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) semakin disadari telah menjadi masalah kesehatan dunia dan masalah kesehatan masyarakat yang serius tetapi tersembunyi. Infeksi alat reproduksi dapat menurunkan fertilitas, mempengaruhi keadaan umum dan mengganggu kehidupan sex. Berdasarkan penyebabnya, infeksi genital dibagi menjadi : 1. Infeksi endogen oleh flora normal komensal yang berlebihan termasuk didalamnya kandidiasis dan vaginosis bakterialis. 2. Penyakit menular seksual yaitu infeksi genital yang ditularkan melalui hubungan seks dengan pasangan yang telah terinfeksi termasuk diantaranya trikomoniasis ,gonore, chlamidia , condiloma akuminata , herpes genital dan lain-lain. 3. Infeksi iatrogenik yaitu disebabkan melalui prosedur medis yang kurang atau tidak steril. 2

flour albus) adalah gejala penyakit yang ditandai oleh keluarnya cairan dari organ reproduksi. Peptostreptococcus. LEUKOREA Leukorea (white discharge. Bacteroides. Selain itu sekret vagina juga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal.5. seringkali lebih kental dan berbau.Gejala yang paling sering ditemukan pada penderita ginekologik adalah leukore (keputihan). khususnya dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. vagina. Flora normal vagina meliputi Corinebacterium. Penyebab paling penting dari leukorea patologik ialah infeksi. adanya gejala ini diketahui penderita karena mengotori celananya. kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar. tidak mengganggu. Dalam kondisi normal. Leukore (white discharge. Radang vulva. Leukorea fisiologik terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang sedang pada leukorea patologik terdapat banyak leukosit. Keputihan adalah salah satu alasan yang paling sering mengapa perempuan memeriksakan diri ke dokter. sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Pada perempuan. Disini cairan mengandung banyak sel darah putih dan warnanya kekuning-kuningan sampai hijau. Penyeb paling penting dari leukore patologik adalah infeksi. Dapat dibedakan antara leukorea yang fisiologik dan yang patologik. Disini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau. sebagai pelicin dan pertahanan dari berbagai infeksi. Organ yang paling sering terkena infeksi adalah vulva. sekret vagina tersebut tampak jernih. putih keruh atau berwarna kekuningan ketika mengering pada pakaian. tidak terdapat darah. dan rongga rahim. keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. vagina. leher rahim. dan bukan berupa darah. seringkali lebih kental dan berbau. bercampur dengan bakteri. Gardnerella. Sekret ini non-irritan. Lingkungan dengan pH asam memberikan fungsi perlindungan yang dihasilkan oleh lactobacilli Leukorea merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita ginekologik. pada adneksitis gejala tersebut dapat pula 3 .54. Dalam kondisi normal. dan memiliki pH 3. fluor albus. serviks dan kavum uteri dapat menyebabkan leukorea patologik. Mobiluncuc. Leukore dapat dibedakan antara yang fisiologik dan patologik. Mycoplasma dan Candida spp. sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk membersihkan diri.

Chlamidia trachomatis. disebabkan oleh pengeluaran transudasi dari dinding vagina. d. c. ETIOLOGI Fluor albus fisiologik pada perempuan normalnya hanya ditemukan pada daerah porsio vagina. apabila tumor itu dengan permukaannya untuk sebagian atau seluruhnya memasuki lumen saluran alat-alat genital.timbul. Iritasi : Sperma. Bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari: disini sebabnya ialah pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin. b. Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus. Selanjutnya leukorea ditemukan pada neoplasma jinak atau ganas. 4 . e. Infeksi : • • • • • • • • Bakteri : Gardanerrella vaginalis. Waktu disekitar ovulasi. Sedang fluor albus abnormal (patologik) disebabkan oleh 1. pelicin. Pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita dengan penyakit menahun. dan Gonococcus Jamur : Candida albicans Protozoa : Trichomonas vaginalis Virus : Virus Herpes dan human papilloma virus 2. dan pada wanita dengan ektropion porsionis uteri. dengan neurosis. dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih encer. Leukore disini hilang sendiri akan tetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya. Neisseria gonorhoae. kondom Sabun cuci dan pelembut pakaian Deodorant dan sabun Cairan antiseptic untuk mandi. Waktu disekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen. Sekret patologik biasanya terdapat pada dinding lateral dan anterior vagina Fluor albus fisiologik ditemukan pada : a.

Hal-hal yang mempermudah pertumbuhan ragi adalah penggunaan antibiotik yang berspektrum luas. Benda asing 6. yang akan bervariasi karena umur. Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh Candida sp. dan jumlah dari sekret vagina bisa dikatakan suatu yang normal. tetapi perubahan itu selalu diinterpretasikan penderita sebagai suatu infeksi. Perubahan lingkungan vagina seperti peningkatan 5 . Beberapa perempuan pun mempunyai sekret vagina yang banyak sekali.• • • Pembersih vagina. Sel ragi akan berkompetisi dengan flora normal sehingga terjadi kandidiasis. glikogen. Lactobacillus acidophilus menghasilkan endogen peroksida yang toksik terhadap bakteri pathogen. pasangan seksual baru dan frekuensi seksual yang tinggi. kehamilan. diabetes yang tidak terkontrol. Karena aksi dari estrogen pada epitel vagina.8-4. cairan yang keluar dari vagina mengandung sekret vagina.5 dan pada level ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain. Fistula 5. Infeksi Candida terjadi karena perubahan kondisi vagina. penggunaan kontrasepsi. sel-sel vagina yang terlepas dan mucus serviks. kadar estrogen yang tinggi. pemakaian pakaian ketat. 3. siklus menstruasi. estrogen. kehamilan. produksi glikogen. Tumor atau jaringan abnormal lain 4. penggunaan pil KB. Dalam kondisi normal. pH vagina dan hasil metabolit lain. Celana yang ketat dan tidak menyerap keringat Kertas tisu toilet yang berwarna. Lingkungan vagina yang normal ditandai adanya suatu hubungan yang dinamis antara Lactobacillus acidophilus dengan flora endogen lain. Radiasi 7. albicans. lactobacillus (Doderlein) dan produksi asam laktat yang menghasilkan pH vagina yang rendah sampai 3. terutama C. Penyebab lain : • • Psikologi : Volvovaginitis psikosomatik Tidak dikatehui : “ Desquamative inflammatory vaginitis” PATOGENESIS Meskipun banyak variasi warna. khususnya disebabkan oleh jamur. konsistensi.

menstruasi. infestasi cacing yang berulang. stres dan hormon dapat merubah lingkungan vagina tersebut dan memacu pertumbuhan bakteri patogen. higiene yang buruk dan pada perempuan yang sering menggunakan pembersih vagina. Penggunaan obat immunosupresan juga menajdi faktor predisposisi kandidiasis vaginalis. Organisme ini menghasilkan produk metabolit misalnya amin. Mycoplasma hominis dan Mobiluncus yang normalnya dapat dihambat. Vaginitis sering disebabkan karena flora normal vagina berubah karena pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami proliferasi. Antibiotik kontrasepsi. ruam kulit dan nyeri. anemia. Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan beberapa gejala fluor albus: Keputihan yang disertai rasa gatal. Candida albicans berkembang dengan baik pada lingkungan pH 5-6. Pada penderita dengan Trikomoniasis. Pada vaginosis bacterial. diyakini bahwa faktor-faktor itu dapat menurunkan jumlah hidrogen peroksida yang dihasilkan oleh Lactobacillus acidophilus sehingga terjadi perubahan pH dan memacu pertumbuhan Gardnerella vaginalis.5. juga pada perempuan dengan keadaan umum yang jelek . Amin juga merupakan penyebab timbulnya bau pada flour albus pada vaginosis bacterial. hubungan seksual. disinfektan yang kuat GEJALA KLINIS Segala perubahan yang menyangkut warna dan jumlah dari sekret vagina merupakan suatu tanda infeksi vagina. yang menaikkan pH vagina dan menyebabkan pelepasan sel-sel vagina.produksi glikogen saat kehamilan atau peningkatan hormon esterogen dan progesterone karena kontrasepsi oral menyebabkan perlekatan Candida albicans pada sel epitel vagina dan merupakan media bagi prtumbuhan jamur. Sekret vagina yang bertambah banyak Rasa panas saat kencing Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal 6 . Flour albus mungkin juga didapati pada perempuan yang menderita tuberculosis. Perubahan ini bisa asimtomatis atau sampai sampai menimbulkan gejala infeksi. perubahan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi pertumbuhan dan virulensi dari Trichomonas vaginalis.

Biopsi. Kultur urin untuk menyingkirkan infeksi bakteri pada traktus urinarius Sitologi vagina Kultur sekret vagina Radiologi untuk memeriksa uterus dan pelvis Ultrasonografi (USG) abdomen Vaginoskopi Sitologi dan biopsy jaringan abnormal Tes serologis untuk Brucellosis dan herpes Pemeriksaan PH vagina. Gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah genital Tidak ada komplikasi yang serius Infeksi klamidia Biasanya tidak bergejala. Pap smear. putih abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis.- Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk Vaginosis bacterial Sekret vagina yang keruh. encer. Bau semakin bertambah setelah hubungan seksual Trikomoniasis Sekret vagina biasanya sangat banyak kuning kehijauan. 7 . berbusa dan berbau amis. Test biru metilen. Penilaian swab untuk pemeriksaan dengan larutan garam fisiologis dan KOH 10% Pulasan dengan pewarnaan gram . Kandidiasis Sekret vagina menggumpal putih kental. Sering kencing dan terdapat perdarahan vagina yang abnormal PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang dilakukan : Pemeriksaan darah lengkap. Sekret vagina yang berwarna kuning seperti pus. pemeriksaan biokimia dan urinalisis.

glandula bartholini. Untuk pengobatan. Vulvitis dapat didiagnosa dari perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik serta pelvic examination. VULVITIS Terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut : mons veneris. penggunaan bahan sintetik pada pakaian dalam. merah . prosedur atau terapi. labia mayora.B. MACAM-MACAM INFEKSI GENITALIA WANITA 1. labia minora. 8 . beberapa hal yang dapat menyebabkan vulvitis adalah penggunaan spermicida. Radang pada vulva (vulvitis) merupakan radang selaput lendir labia dan sekitarnya. Pada radang vulva biasanya vulva membengkak. Sebab timbulnya vulvitis diantaranya adalah : • • • • • • • Higiene yang kurang Gonococcus Candida albicans Trichomonas Oxyuris Pediculi pubis Diabetes Selain penyakit diatas. vaginal sprays dan bedak. vestibulum dengan orifisium uretra eksternum. serta pemeriksaan Pap tes yang dapat mendeteksi adanya infeksi/ inflamasi. nyeri dan kadangkadang disertai rasa gatal. dan lainlain. menggunakan pakaian yang lembab untuk waktu yang lama. dan glandula paraurethralis. Untuk prosedur diagnostik dapat dilakukan pemeriksaan berupa pemeriksaan darah dan urin. pada prinsipnya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • • • • Umur dan perjalanan penyakit Penyebab penyakit Jenis dan tingkat keparahan gejala Toleransi terhadap obat-obatan. klitoris.

Pada bartholinitis akuta ditemukan : • • Kelenjar yang membesar. akan tetapi tindakan ini dapat menyebabkan perdarahan. Akan tetapi apabila kista bartholini tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan gangguan. Herpes genitalis biasanya didapat dari hubungan seksual. pembedahan merupakan tindakan yang sering dilakukan. Selain obatobatan.2 Herpes genitalis Pada tahun 2003 di UK. akan tetapi dapat pula disebabkan oleh streptokokus. karena biasanya penderita tidak merasakan atau mengalami gejala apa-apa. 1. Trichomonas dapat diobati dengan derivat imidazol. nyeri dan lebih panas dari daerah sekitarnya. 9 . kadang dirasakan sebagai benda berat dan/ atau menimbulkan kesulitan pada koitus. yaitu kontak dengan penderita yang terinfeksi. Akhir-akhir ini dianjurkan marsupialisasi sebagai tindakan tanpa risiko dan dengan hasil yang memuaskan. merah. yang dinamakan herpes simpleks. Isi dapat berubah cepat menjadi nanah yang dapat keluar dari duktusnya. atau jika duktus tersumbat dapat menjadi abses. dan 9% pada wanita.1 Infeksi pada glandula bartholini (Bartholinitis) Infeksi ini sering timbul pada gonorea. 1. Angka kejadiannya pun meningkat 19% pada pria. Misalnya pada infeksi oleh kumankuman dapat diberikan salep yang mengandung antibiotika. lebih dari 18. antimyotika. pediculi dengan DDT. tindakan pembedahan tidak perlu dilakukan. Tindakan ini terdiri atas ekstirpasi. atau basil koli.000 orang pengunjung klinik terdeteksi genital herpes. Dalam hal pengobatan. Kista bartholini tidak selalu mnyebabkan keluhan. Biasanya dipakai hidrocortisone.Terapi yang paling baik adalah terapi kausal. oxyuriasis dengan piperazin. Penggunaan estrogen cream atau hormone replacement therapy dapat direkomendasikan pada wanita postmenopaus. Herpes genital adalah infeksi yang disebabkan oleh herpesvirus. Kadang-kadang seseorang tidak mengetahui bahwa ia terinfeksi herpes virus. pemeliharaan higiene pribadi sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi ini.

1. Pemberantasan virus juga dapat dilakukan dengan larutan 1% neutral red atau 0. dan yang mengeringkan daerah yang kena infeksi. akan tetapi beberapa orang lainnya dapat terjadi terus-menerus.Gejala yang ditimbulkan mempunyai episode : • • • • Gejala biasanya dimulai antara 2-12 hari setelah kontak (biasanya 4 hari). • Tingtur podofilin 25% 10 . Adanya leukore oleh sebab lain memudahkan tumbuhnya virus dan kondiloma akuminata. krim 5-fluorourasil 1 – 5%. tetapi sebagian lain hanya merasakan sebagai keluhan ringan saja. Sebagai terapi dapat dilakukan terapi simptomatis dengan obat-obatan yang dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal. Dapat terjadi rekurensi. karena pada tingkat ringan tidak menimbulkan gejala (silent). asam triklorasetat 50%. bertangkai dan permukaan berjonjot dan ditulrkan melalui hubungan seksual. Diagnosis herpes genitalis dapat dibuat dengan jalan pembiakanpada luka-luka di vulva. daerah perianal.3 Condiloma acuminata Kondiloma acuminate (kutil genitalis) disebakan oleh Human Papiloma Virus (HPV) tipe ttt.1% larutan proflavine. Beberapa penderita dapat mengalami rekurensi. Kadang-kadang seseorang bisa merasakannya sebagai gejala yang berat. vagina atau serviks dan dengan tes serologik. vagina dan serviks uteri. pada perineum. Keluhan yang biasa timbul berupa kutil yang timbul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi dan leukore. diikuti penyinaran sinar flouresensi (20-30 watt) untuk 10-15 menit dengan jarak 15-20cm. Pengobatan kondiloma dilakukan dengan cara : 1) Kemoterapi: tingtur podofilin 25%. Lokasinya pada bagian vulva. Biasanya rekurensi lebih sering terjadi pada tipe 2 dibandingkan tipe 1. Akibat yang ditimbulkan dari serangan dapat berbeda-beda pada tiap individu.

Dapat diberikan pada wanita hamil. intralesi. Untuk lesi di meatus uretra.kulit disekitarnya dilindungi dgn vaselin agar tdk iritasi. nyeri abdomen. keringat dankulit dingin supresi sumsum tulang. • Krim 5-fluorourasil 1 – 5% dipakai setiap hari sampai lesi hilang. N2O 3) Bedah skalpel 4) Bedah listrik (elektrokauterisasi) 5) Bedah laser 6) Interferon : i.m. muntah. topikal (krim) 7) Imunoterapi : imunostimulator (isoprinosin) 2. Beberapa keadaan yang dapat memudahkan infeksi: • • • • • Coitus. tetapi juga alat-alat perangsang sex pada orang dewasa. Higiene yang kurang. Corpus allienum: terutama pada anak-anak. N2. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0. Atrofi epitel vagina pada masa senil dimana epitel vagina kurang mengandung glycogen dan menjadi tipis. terutama kalau smegma preputium mengandung kuman-kuman Tampon-tampon didalam vagina misalnya untuk menampung darah haid. Diulangi setelah 3 hari. setelah 4 – 6 jam dicuci. disebabkan oleh berbagai macam virus dan bakteri. VAGINITIS Vagina dilindungi terhadap infeksi oleh pH yang rendah didalam vagina yang disebabkan oleh adanya basil Doderlain. Vaginitis adalah salah satu peradangan atau infeksi pada lapisan vagina.3 cc ok toksik (mual. Vaginitis terjadi ketika flora vagina 11 . trombositopenia. Hati-hati ulkus yg dalam. Penderita tidak miksi selama 2 jam setelah terapi 2) Bedah beku : CO2. leukopenia). ggn prnafasan. Kontra indikasi : wanita hamil • Asam triklorasetat 50% dipakai sekali seminggu.

berwarna abu-abu. Pemeriksaan pH vagina 12 . Vaginitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dn jamur. seperti: • • • • • • • • • • • • • Trichomoniasi Pelvic inflammatory disease(PID) Gonorrhea Chlamydia Syphilis Chancroid Human immunodefeciency virus dan Alergi terhadap bahan kimia Gejala : Vagina berwarna merah dan keputihan Gatal pada daerah kemaluan Perih pada lubang vagina Keluar cairan berbau tak sedap Vagina terasa panas/terbakar Anamnesis Penderita biasanya mengeluh vagina yang berbau tidak enak (amis). Pemeriksaan Laboratorium a. Kadang-kadang terdapat peradangan ringan.telah terganggu oleh adanya mikroorganisma patogen atau perubahan lingkungan vagina yang memungkinkan mikroorganisme patogen berkembang biak/berprolofikasi. Bau amis sering dinyatakan sebagai satu-satunya gejala yang tidak menyenangkan dan bervariasi dari ringan sampai berat. Pada pemeriksaan ditemukan cairan vagina dengan konsistensi dari encer sampai seperti lem. yang jumlahnya ber-variasi dari sedikit sampai banyak. Cairan ini cenderung melekat pada dinding vagina dengan rata dan terlihat sebagai lapisan tipis atau kilauan difus. homogen dan berbau amis. Bila dihapus tampak mukosa vagina yang normal.

e. ataupun gonokokus. 13 . agar casman.5 dapat menyingkirkan kemungkinan adanya vaginosis bakterial. trikomonas dan clue cell. Hasil dinyatakan positif bila tercium bau amoniak. leukosit. gelas obyek hendaknya didekatkan ke hidung. encer sampai seperti lem.5. vaginalis. c. agar vaginalis. Pemeriksaan kultur Bermacam-macam media dianjurkan untuk pemeriksaan kultur antara lain agar coklat. d.5.5).Pada penderita vaginitis bakterial dijumpai pH vagina > 4. b. Tes amin dengan KOH 10% (tes Whiff) Tes amin ini mula-mula dilakukan oleh Pfeifer dkk. Cairan vagina ditandai gejala : • • kualitas cairan homogen. sedangkan tanpa keluhan pH 4. Pewarnaan gram Pada vaginitis bakterial jumlah bakteri G. Sebagai media transport dapat digunakan media transport Stuart atau Amies Kriteria Diagnosis a. tetapi tidak spesifik untuk vaginitis bakterial. trikomonas. human blood agar.danMobiluncus sp. Karena bau yang timbul bersifat sementara. Pemeriksaan pH va-gina ini bersifat sensitif. Peptostreptococeus sp. Bau yang timbul me-rupakan produk metabolisme yang kompleks yaitu poliamin yang pada suasana basa akan menguap. agar pepton starch dan Columbiacolistin-nalidixic acid. Kultur biasanya dilakukan pada suhu 37° C selama 4872 jam. ke-abu-abuan. Menurut Fleury (1983) pada penderita vaginitis dijumpai pH 5 5. meningkat 100 sampai 1000 kali lebih banyak daripada normal. Eschen-bach (1988) berpendapat pH < 4. Tes ini cukup dapat percaya karena bersifat sensitif dan spesifik bila dikerjakan de-ngan baik. Dari pemeriksaan mikroskopis cairan vagina tidak ditemukan jamur. (1978) yaitu dengan meneteskan KOH 10% di atas gelas obyek yang ada cairan vagina.5. lak-tobasilus. Pemeriksaan garam faal Dalam pemeriksaan ini dapat dilihat antara lain. Bac-teroides sp. b. pH > 4.

douching dan kehamilan. termasuk di antaranya Gardnerella vaginalis. Selulitis vaginal. Faktor risiko tambahan untuk terjadinya bakterial vaginosis termasuk pemakaian IUD. Infeksi ini disebabkan oleh perkembangbiakan beberapa organisme.4).75%. d. vaginalis). Bukti-bukti menunjukkan bahwa bakterial vaginosis adalah faktor risiko untuk terjadinya ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. Pemeriksaan kromatografi gas-liquid: ratio suksinat-laktat meninggi (> 0. sekali sehari selama 5 hari Clindamicyn cream 2%.• • tercium bau amina yang amis pada penambahan KOH 10%. Mycoplasma hominis dan Peptostreptococcus species. penyakit radang panggul (PRP) dan endometritis. 2. Pengobatan vaginosis bacterial : 1. bakterial vaginosis merupakan penyebab vaginitis yang terbanyak. dua kali sehari selama 7 hari Metronidazol gel 0. intravaginal. Pengobatan infeksi ini selama kehamilan menurunkan risiko tersebut. c. Pengobatan rekomendasi Metronidazol 500 mg. Akibat buruk lain termasuk di antaranya adalah peningkatan frekuensi hasil Papanicolaou (Pap) smears abnormal. PRP dan endometritis dapat terjadi jika perempuan menjalani prosedur ginekologis yang infasif ketika sedang menderita bakterial vaginosis. sebelum tidur selama 7 hari 2. intravaginal. Walaupun angka prevalensi bakterial vaginosis lebih tinggi pada klinik-klinik kelamin dan pada perempuan yang memiliki pasangan seks lebih dari satu. Pemeriksaan kultur.1 Vaginosis Bakterial Di Amerika Serikat. Pengobatan alternative 14 . Mobiluncus species. mencapai sekitar 40 sampai 50% dari kasus pada perempuan usia reproduksi. Clue cell (Gard. Berbagai penelitian membuktikan bahwa mengobati pasangan dari perempuan yang menderita bakterial vaginosis tidak memberi keuntungan apapun dan bahkan perempuan yang belum seksual aktif juga dapat terkena infeksi ini. peran dari penularan secara seksual masih belum jelas. oral.

oral. atau IUD. tiga kali sehari selama 7 hari Clindamicyn 300mg. oral. Mengobati laki-laki pasangan seksual dari seorang perempuan yang menderita kandidiasis tidak perlu dilakukan. Kandidiasis vulvovaginal rekuren/berulang didefinisikan sebagai terjadinya empat atau lebih episode kandidiasis vulvovaginal dalam periode satu tahun. mungkin merupakan akibat dari peningkatan penggunaan produkproduk anti jamur yang dijual bebas. oral.2 Kandidiasis Vulvovaginal Serikat dan yang terbanyak di Eropa. melakukan hubungan seks lebih dari empat kali per bulan dan oral seks. Risiko kandidiasis vulvovaginal juga meningkat pada perempuan dengan diabetes yang sedang hamil atau minum antibiotik. Faktor risiko untuk terjadinya kandidiasis vulvovaginal sulit untuk ditentukan. dua kali sehari selama 7 hari Kandidiasis vulvovaginal adalah penyebab vaginitis terbanyak kedua di Amerika 3. Pengobatan kandidiasis vulvovaginitis : 15 . dua kali sehari selama 7 hari Metronidazol 250mg. Chorioamnionitis pada saat hamil dan syndrome vestibulitis vulva pernah dilaporkan. Pengobatan pada ibu hamil 2. frekuensi dari spesies non-albicans (misalnya. Candida tidak ditularkan secara sexual. dan episode kandidiasis vulvovaginal tidak berhubungan dengan jumlah pasangan seksual yang dimiliki. Agen penyebab yang tersering (80 sampai 90%) adalah Candida albicans. Sekitar 75% dari perempuan pernah mengalami kandidiasis vulvovaginal suatu waktu dalam hidupnya. kecuali laki-laki tersebut tidak disunat atau ada peradangan pada ujung/glans penis. dua kali sehari selama 7 hari Metronidazol 500mg. Faktor risiko yang lain termasuk melakukan hubungan seksual pertama kali ketika umur masih muda. diaphragma dan spermicide. Komplikasi kandidiasis vulvovaginal jarang terjadi.- Clindamicyn 300 mg. oral. dan sekitar 5% perempuan mengalami episode rekurensi. Belum jelas apakah rekurensi ini terjadi karena berbagai faktor predisposisi atau presipitasi. Candida glabrata) meningkat. Saat ini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko untuk terinfeksi penyakit ini meningkat pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral.

1suppositori selama 3 hari Vaginal suppository. Metronidazol 4. 100mg. 2 tablet selama 3 hari Crem 2%. 1suppositori selama 3 hari 2. angka insidensi vaginitis trichomonal terus meningkat di kebanyakan negara-negara industri. sebuah organisme yang motile dengan 4 flagella. Pasangan seksual harus diobati dan diberi instruksi untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai ke dua pihak sembuh.100mg. Trikomoniasis mungkin berhubungan dengan ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. intavaginal selama 3 hari Vaginal tablet. selama 7 hari Vaginal tablet. merokok dan pasangan seksual lebih dari satu. Faktor risiko untuk trikomoniasis termasuk penggunaan IUD.1200mg. 1suppositori selama 7 hari Vaginal suppository. 16 . 100mg.80mg. Butoconazol Cream 2%. 100. adalah penyebab ke tiga terbanyak dari vaginitis.1.200mg. Penyakit ini mengenai 180 juta perempuan di seluruh dunia dan merupakan 10 sampai 25% dari infeksi vagina.000mg. Saat ini. Trichomonas vaginalis menular melalui hubungan seksual dan ditemukan pada 30 sampai 80 persen laki-laki pasangan seksual dari perempuan yang terinfeksi. Sekitar 20%-50% dari perempuan dengan trichomoniasis tidak mengalami gejala apapaun.3 Trikomoniasis Protozoa Trichomonas vaginalis. selama 7 hari Vaginal suppository. Terconazol 2. 1suppositori selama 1 hari Vaginal tablet. Clotrimazol 3. 1 tablet selama 14 hari Vaginal suppository. Trikomoniasis berhubungan dan mungkin berperan sebagai vektor untuk penyakit kelamin lain. intravaginal. Nystatin 5. Berbagai penelitian membuktikan bahwa penyakit ini meningkatkan angka penularan HIV.

Servisitis non infeksi disebabkan oleh trauma lokal. herpes simplex virus (HSV). seksual. Pengobatan alternative 3. Servisitis dapat dibedakan menjadi servisitis akuta dan servisitis kronika. oral.Pengobatan Trikomoniasis : 1. Serviks merah dan membengkak dengan mengeluarkan cairan yang mukopurulen. • Servisitis akut infeksi diawali di endoserviks dan biasanya ditemukan pada gonorea dan pada infeksi post abortum atau postpartum yang disebabkan oleh streptokokus. ulkus molle dan granuloma inguinale dan pada tuberkulosis dapat ditemukan radang pada serviks. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi servisitis kronik. oral. Pengobatan rekomendasi Metronidazol 2 g. Penyebab infeksi lebih sering ditemukan daripada non infeksi. Neisseria gonorrhoeae. dua kali sehari selama 7 hari 2. Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut . radiasi atau keganasan. SERVISITIS Servisitis ialah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. • Servisitis kronika ditemukan pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan. seperti Chlamydia trachomatis.merupakan radang pada serviks uteri. sifilis. Terjadinya cervisitis dipermudah oleh adanya robekan serviks. single dose tinidazol 2 g. Trichomonas vaginalis. single dose Mikonazol 500 mg. Karena epitel selaput lendir canalis cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka lebih mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina. oral. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan: dan biasanya penyebab infeksi ditularkan melalui hubungan 17 . Luka-luka kecil atau besar memudahkan kuman masuk ke dalam endoserviks dan kelenjar-kelanjarnya dan infeksi menahun. Pada beberapa penyakit kelamin seperti gonorea. stafilokokus dan lain-lain. or human papillomavirus (HPV).

serviks bisa menjadi hipertrofi dan mengeras. hanya pada mikroskopik ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Sobekan pada serviks uteri lebih luas dan mukosa endoserviks lebih kelihatan dari luar (ekstropion). Mukosa mudah terkena infeksi dari vagina. 3. Doxycycline (Vibramycin). Servisitis ini tidak menimbulkan gejala. Karena radang menahun. 2. Sekret mukopurulen bertambah banyak. Sekret yang dikeluarkan terdiri atas mukus bercampur nanah.1. kecuali pengeluaran sekret yang agak putih-kuning. SALPHINGITIS 18 . Serviks kelihatan normal. single dose. 2 g IM. Acyclovir (Zovirax) First episode: 400 mg PO for 7-10 d. Terapi yang dapat diberikan : Antibiotika • • • • • • • Ceftriaxone (Rocephin) 125 mg IM once Cefixime (Suprax) 400 mg PO once Spectinomycin (Trobicin). 100 mg PO selama 7 hari Erythromycin base (E-Mycin) 500 mg PO selama 7 hari Metronidazole (Flagyl) 2 g PO once Antiviral. Pada porsio uteri disekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epitel porsio disekitarnya. • Famciclovir (Famvir) First episode: 250 mg PO for 7-10 d Recurrent attack: 125 mg PO for 5 d Suppression: 250 mg PO for 1 y 4. alternatively 200 mg PO 5 times for 7-10 d Recurrent attack: 200 mg PO 5 times qd for 5 d.

terapi yang digunakan adalah pemberian antibiotik. Paling sering disebabkan oleh infeksi gonococcus. • menoragi dan dismenore. Infeksi dapat terjadi sebagai berikut : Naik dari cavum uteri Menjalar dari alat yang berdekatan seperti dari apendiks yang meradang Hematogenterutama salpingitis Tb. Terapi tergantung dari beratnya gejala. Defense kiri dan kanan diatas ligamentum poupart Mual dan muntah : ada gejala abdomen akut karena terjadi perangsangan peritoneum. Peritonitis dapat terjadi karena pyosalping yang pecah. Salpingoophoritis lebih sering disebut adnexitis.Salphingitis merupakan infeksi pada tuba fallopii. Selain istirahat. Toucher :  nyeri bila porsio digoyangkan  nyeri kiri dan kanan uterus  kadang ada penebalan tuba  tuba yang sehat tak dapat diraba. pasien sakit keras. Kalau tekanan hidrosalping cukup besar maka cairan dapat menjalar ke dalam cavum uteri. Dalam kasus yang ringan salpingitis asimptomatik. terjadi perlkatan dengan usus yang dapat diraba sebagai tumor. Gejala dari salphingitis antara lain : • • • • • • Demam tinggi denagn menggigil. Salpingitis merupakan salah satu penyebab dari infertilitas . Nyeri kiri dan kanan diperut bagian bawah terutama kalau ditekan. Salpingitis dapat menjalar ke ovarium sehingga juga terjadi oophoritis. disebut tumor adnex. seperti : 19 . disamping itu oleh staphilococcus. streptococcus dan bakteri tbc. Kadang dapat pula terjadi pyosalping dan pyovarium dan setelah pus diabsorbsi terjadi hidrosalping. sehingga dapat keluar cairan dari genitalia penderita. Kadang ada tenesmus ani karena proses dekat pada rectum atau sigmoid. Sekunder dari salpingitis dapat terjadi oophoritis. Karena adnexitis.

IV) dikombinasikan dengan Doxyciclin (100mg. Nyeri saat berhubungan seksual tidak ada. • • • • • • Nyeri saat buang air kecil tidak ada. PO) dan doxycyclin (100mg. Clindamicyn (900mg. M. Ampicilin (3g. IV) 4. Riwayat trauma di kemaluan tidak ada.keluhan ini telah dirasakan sejak 2 hari yang lalu.00 WIB dengan: Keluhan Utama:Nyeri perut sebelah kiri menjalar kepinggang sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit Riwayat Penyakit Sekarang • Nyeri perut sebelah kiri menjalar kepinggang sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit. Cefotetan (2g. IV) 3. tidak berbau. IV) atau Cefoxitin (2g.kental. Buang air kecil warna dan jumlah dalam batas normal.Pasien berobat ke praktek dokter spesialis penyakit dalam. Pendarahan diluar siklus haid tidak ada. 20 . Djamil Padang pada tanggal 27 Maret 2012 jam 09. tidak disertai. IV) dikombinasikan dengan doxyciclin (100mg. buang air kecil sedikit-sedikit tapi sering tidak ada.1. IV) 2. Ceftriazon (250 mg.warna kekuningan . PO) ILUSTRASI KASUS Seorang pasien wanita umur 34 tahun (MR:779391 ) datang ke poliklinik RSUP Dr. IM) dikombinasikan dengan probenesid (1g. IV) dikombinasikan dengan gentamicyn (2mg/kg BB.dan dari hsil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada saluran kemih. Riwayat keputihan ada .Nyeri hilang timbul setelah 2 bulan yang lalu pasien pasien pernah dirawat di RS. rasa tidak puas setelah buang air kecil tidak ada.kerinci dengan keluhan yang sama selama 3 hari dan diagnosis oleh dokter infeksi saluran kemih. IV) atau cefoxitin (2g.

Riwayat trauma di kemaluan tidak ada. Anak II usia 12 tahun/perempuan/ berat badan lahir 3 kg/ cukup bulan/ ditolong dokter. Riwayat penurunan berat badan dalam bulan terakhir tidak ada. Riwayat kebersihan diri: mandi 2 x sehari. lamanya 5-7 hari. Riwayat demam tidak ada. BAB jumlah dan konsistensi biasa.8 kg/ Prematur/ ditolong dokter. Riwayat menggunakan celana ketat tidak ada. terakhir suntik bulan maret 2012. DM.• • • • • • • • • Riwayat bengkak di perut tidak ada. Penggunaan obat-obat dalam jangka waktu lama tidak ada. HPH1= tahun 2000 Riwayat Perkawinan 1 x tahun 1998 ( saat menikah pasien berusia 20 tahun ) Riwayat Kehamilan/Abortus/Persalinan: 2/0/2 • • Anak I usia 14 tahun/laki-laki /berat badan lahir 1. ginjal. Riwayat menggunakan sabun pencuci vagina ada (kadang-kadang) Riwayat Menstruasi: Menstruasi pertama umur 13 tahun. nyeri hebat saat haid tidak ada. Riwayat Pemakaian Kontrasepsi • Suntik KB setiap 3 bulan sejak 12 tahun yang lalu. hati. paru-paru. ganti celana dalam 2 x sehari. siklus haid 27-28 hari. 21 . Riwayat Penyakit Dahulu • Tidak pernah menderita penyakit jantung. 2-3 x ganti pembalut/hari.

:Auskultasi : Suara nafas vesikuler . :Auskultasi : Irama teratur . kejiwaan dan keganasan.. : Fremitus sama kiri dan kanan. : Ikut cordis leraba ljari medial lmcs RIC V : Perkuasi : Batas jantung dalam batas normal. menular. Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keturunan.wheezing -/Jantung : Inspeksi : Palpasi : Iktus cordis tidak terlihat.• Tidak pernah menderita penyakit keganasan. : Sonor di kedua lapangan paru.kelenjer tiroid tidak membesar. sklera ikterik (-) : JVP 5-2 cmH20.Bising (-) 22 . Riwayat Operasi Sebelumnya • Tidak ada Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Gizi TB BB Mata Leher Thoraks Paru : Inspeksi dan :Palpasi :Perkusi :Simetris statis. kiri dan kanan saat keadaan dinamis : Sedang : CMC : 120/80 mmHg : 84 x/menit : 37 °C : Baik : 161 cm : 59 kg : Konjungtiva anemis (-).Rhonki -/.

tampak cairan putih seperti susu kekuningan menumpuk di forniks posterior Portio : Multipara.Status Ginekologis Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Genitalia: Inspeksi Inspekulo Vagina : Tumor (-). ukuran sebesar jempol kaki orang dewasa. laserasi (-). sebesar telur ayam : Lemas kiri dan kanan : Tidak menonjol : Uretra / vulva tenang : Tidak tampak membuncit : Tidak teraba massa. tumor (-) CUT AP CP Diagnosis Leukorea e. Defans muscular (-) : Timpani : Bising using (+) normal 23 . fluksus (-). fluksus (+). tumor (-). Nyeri tekan (+). ukuran sebesar jempol kaki orang dewasa. OUE tertutup VT Bimanual Vagina : Tumor (-) Portio : Multipara. Nyeri lepas (-). laserasi (-).c susp. Vaginosis bakterialis Sikap • • • Swab vagina (sediaan basah dan kultur) Cek labor darah rutin Urin rutin : antefleksi.

tampak cairan putih seperti susu kekuningan. Pemeriksaan Penunjang yang dianjurkan untuk pasien ini adalah swab vagina ( sedian basah dan kultur ) untuk menentukan agen penyebab infeksi. dan tidak disertai rasa gatal. Pada pemeriksaan inspekulo ditemukan fluksus(+). dan terdapat riwayat keluar lendir dari kemaluan. Diagnosis ini ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. mual dan muntah. M. Pasien memiliki riwayat penggunaan sabun pencuci vagina. Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan adanya nyeri tekan pada perut sebelah kiri.Terapi • • Antibiotik Analgetik Diskusi Seorang pasien wanita umur 34 tahun datang ke poliklinik RSUP Dr. menumpuk di forniks posterior. Dari anamnesis didapatkan bahwa keluhan pasien adalah nyeri perut sebelah kiri menjalar ke pinggang sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit. warna kekuningan. Terapi etiologis diberikan berdasarkan hasil kultur swab vagina. kental. Djamil Padang pada tanggal 30 maret 2012 dan didiagnosis menderita leukorea ec susp. vaginosis bakterialis. Penatalaksanaan pada pasien ini mencakup pemberian antibiotik spektrum luas untuk mengobati penyebab sementara menunggu hasil kultur dan pemberian analgetik mengurangi keluhan nyeri pinggang. tidak berbau. 24 .

Smith.htm.emedicine.kesrepro.DAFTAR PUSTAKA 1. www. Amiruddin. Wiknjosastro.. Scott. www. http://situs.htm.LKiS : Jogjakarta 3.info/pmshivaids/okt/2003/pms05 .emedicine.htm. Qomariyah. 2009. 25 . Siti Nurul. diakses tanggal 1 April 2012. diakses tanggal 1 April 2012. 2003. Behrman. Cetakan Ketiga. 4. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo : Jakarta 2. diakses tanggal 1 April 2012. Rachimhadi..com/gonorrhea. 2007. 2003. B. Trijatmo. www. 5. Amy J. Saifuddin. Edisi kedua . 6. Varkey.emedicine. diakses tanggal 1 April 2012.com/trichomoniasis. Fluor Albus in Penyakit Menular Seksual. 2008. Anita B. H. 1999.com/cervicitis. Radang dan Beberapa penyakit lain pada alat genital wanita in Ilmu Kandungan. D.htm.