You are on page 1of 68

KESEHATAN

THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

ADOLESCENTS’ HEALTH

ISSUE 5 / JANUARY 2007 EDISI 5 / JANUARI 2007

KESEHATAN REMAJA

TIDAK DIPERJUALBELIKAN / NOT FOR SALE

CONTENTS AND EDITORIAL

EDITORIAL

Health providers are key ­actors in adolescent’s healthy development “I “I am not an adult, and I am not a child. [I am] in the

Contents

ADOLEsCENTS’ HEALTH

middle” (1). No longer a child, not yet an adult, here are adolescents! Even if more than half of the world’s population is below 25, with four out of five young people living in deve­loping countries, issues linked with adolescence are often overlooked. ­In Indonesia, one fifth of Indonesian’s population are ado­lescents (13-19 years old) who are engaged in risky beha­viors without being aware of the long-term consequences of their actions. In Aceh province, several data show that a lot of adolescents’ health problems find their roots in tobacco and other substances abuse, interpersonal vio­ lence, accidents, and unprotected sexual intercourses that lead to sexually­ transmitted diseases including HIV/AIDS. Moreover, not all young people are equally vulnerable. In Aceh, young people are still suffering from psychological distress due to years of armed conflicts and the tsunami disaster. Then gender considerations should not be neglected. Young girls are likely to be engaged in unprotected sexual activity and exposed to risky early childbirth. Adolescence is a very complex transition to body self-integrity and autonomy that every young adult should know. But young Achenese people have actually a very little understanding of their own maturation and changes. Despite the above described situation described and the associated huge needs, adolescents’ health problems are not very differently handled from those of adults or younger children. The underlying cause is a lack of specific medical care and psychological support. And even if existing, privacy during consultations is not always respected. As a result, adolescents have a low access to health services. They are not well-prepared to cope with problems, whatever they may be, from first menstruation to peers’ pressure in using hemp. The need of available specific adolescent health services no longer requires justifications. These “friendly” services, which are starting now to be developed in the country and in Aceh, should be strengthened and health providers appropriately trained. Through this issue dedicated to adolescents’ health, Health Messenger team wish to improve health providers’ skills by giving them basic, practical and updated information that could respond to the following questions: what is adolescence in Indonesia? what are the stages­ of physical and emotional maturation? how to prevent risky behaviors? how to interact with adolescents? what is the role of the community? what about national, local policies and other initiatives? We hope that this issue will be a useful instrument for health workers to give appropriate counseling and care to adolescents, which is, after all, the most important thing. Lastly, it’s necessary to create a safe and supportive environment to ensure that adolescents will be respected and listened to. Adolescents can go through their vulnerability as long as they have benefits of an adequate guidance from adults. Parents, teachers, community members, health workers, public authorities, international agencies, local and national NGOs, all of them are key players who should not only work together to meet young people’s multiple needs, but systematically involve adolescents in implementing and assessing programs. Adolescents are tomorrow’s adult population: their health and well-being are crucial! Several partners joined us for this edition. We would like to deeply thank YAKITA, BKKBN, ASHO, Aceh Partnership in Health (APiH), UNICEF, CARE International, SAMARITAN’S PURSE International Relief, World Health Organization (WHO) and the Provincial Health Office (PHO, Dinas Kesehatan Propinsi) for their useful contributions. As usual, all readers are most welcome to send any questions or suggestions to enrich the magazine. Enjoy your reading! Florence Colas, HM’s publication manager
(1) No Home without Foundation: A Portrait of Child-headed Households in Rwanda, Cohen, C. and Hendler, New York: Women’s Commission for Refugee Women and Children, 1997.

Source: Samaritan’s Purse

IN OUR COUNTRY 02 What are adolescence and puberty? Adolescents’ health in Indonesia A case study:“What are the available services for adolescents in puskesmas?” PUBLIC Health 08 A better access to services: the concept of “Adolescent Friendly Health Services” (AFHS) GENERAL Health 14 How does the adolescent’s body develop? How does the adolescent’s personal identity develop? What does an adolescent’s life look like in Aceh? Monitoring adolescents’ risky behaviors in Aceh WELL-BEING 34 From the field: a stimulating place for positive and useful psychosocial activities in Panga sub-district (Aceh Jaya district) REPRODUCTIVE HEALTH 40 At-risk early pregnancies Why we should focus on “mothers-girls” education A well-balanced diet for early pregnancies To go deeper 52 The consultation: how to communicate with a young person? Health Education 56 Reducing adolescents’ vulnerability: advices for health workers Glossary Useful contacts society 60 How the society can addres adolescents’ psychosocial needs? LETTERS TO THE EDITOR questionnaire 64

HEALTH MESSENGER N° 05

ADOLESCENTS’ HEALTH

DAFTAR ISI DAN EDITORIAL

Daftar isi
KESEHATAN REMAJA 03 DI TANAH AIR KITA Apakah pengertian remaja dan pubertas? Kesehatan remaja di Indonesia Kasus yang dipelajari: “Pelayanan apa saja yang tersedia bagi remaja di puskesmas?” 09 KESEHATAN PUBLIK Akses yang lebih baik untuk memperoleh pelayanan: merupakan konsep “Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja” (PKRR) 15 KESEHATAN UMUM Bagaimana tubuh remaja berkembang? Bagaimana kepribadian remaja berkembang? Seperti apa kehidupan remaja di Aceh? Mengamati prilaku beresiko remaja di Aceh 35 KESEJAHTERAAN Dari lapangan: tempat yang mendukung untuk pelaksanaan kegiatan psikososial yang positif dan berguna di Kec. Panga (Kab. Aceh Jaya) 41 KESEHATAN REPRODUKSI Kehamilan dini yang beresiko Mengapa kita harus berfokus kepada pendidikan “ibu-gadis” Diet seimbang untuk kehamilan dini 53 LEBIH MENDALAM Konsultasi: bagaimana berkomunikasi dengan anak muda? 57 Pendidikan Kesehatan Menurunkan kerentanan remaja: Saran untuk petugas kesehatan Kosa kata Kontak yang bisa dihubungi 61 masyarakat Bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhan psikososial remaja? SURAT UNTUK EDITOR 64 Kuesioner

EDITORIAL
Penyedia layanan kesehatan merupakan pemeran utama untuk perkembangan remaja yang sehat
“Aku bukan orang dewasa, dan bukan anak-anak. [Tapi aku berada] diantara keduanya” (1). ­ Bukan anak-anak lagi, namun belum bisa dikatakan orang dewasa, itulah remaja! Meskipun lebih dari setengah jumlah penduduk dunia berumur di bawah 25 tahun, 4 diantara 5 anak muda ini tinggal di negara berkembang, masalah mengenai remaja sering sekali diabaikan. Di Indonesia, 1/5 dari jumlah penduduk adalah remaja (13-19 tahun) yang berpeluang berprilaku beresiko tanpa mewaspadai akibat jangka panjang dari prilaku tersebut. Di propinsi Aceh, beberapa data menunjukkan bahwa banyak masalah kesehatan remaja berakar dari kebiasaan merokok dan penyalahgunaan narkoba, kekerasan interpersonal, kecelakaan, serta hubungan seksual yang tidak aman yang bisa mengakibatkan penyakit menular seksual termasuk HIV/ AIDS. Di samping itu, tidak semua remaja bisa dianggap rentan. Di Aceh misalnya, anak muda masih menderita tekanan psikologis dikarenakan konflik bersenjata selama bertahuntahun dan juga karena bencana tsunami. Kemudian perbedaan jenis kelamin seharusnya tidaklah diabaikan. Remaja perempuan lebih cenderung terlibat dan dihadapkan kepada masalah seksual yang tidak aman dan persalinan usia muda beresiko. Remaja adalah masa transisi integritas-diri dan kemandirian yang sangat kompleks yang harus difahami oleh orang dewasa. Akan tetapi anak muda di Aceh mempunyai pemahaman yang sangat kurang tentang kedewasaan dan perubahan mereka. Meskipun dari gambaran situasi yang dijelaskan di atas dan hubungannya dengan kebutuhan kolosal, masalah kesehatan remaja tidak ditangani secara khusus. Penyebab utamanya adalah kurangnya penanganan khusus secara medis dan dukungan psikologis. Dan meskipun ada, ke-privacy-an selama konsultasi tidak selalu dijamin. Akibatnya, para remaja akan memiliki akses yang rendah ke pelayanan kesehatan. Mereka tidak dipersiapkan dengan matang untuk mengatasi berbagai masalah; se­ perti masalah menstruasi pertama sampai kepada masalah dorongan teman sebaya untuk penggunaan ganja. Kebutuhan yang tersedia untuk pelayanan masalah kesehatan remaja tidak perlu ditanyakan lagi. Pelayanan “ramah”, yang sekarang sedang mulai dikembangkan di Indonesia dan Aceh, haruslah diperkuat lagi dan petugas kesehatan harus betul-betul terlatih. Melalui edisi yang membahas masalah kesehatan remaja ini, tim P2K berniat untuk meningkatkan keahlian petugas kesehatan dengan memberikan informasi dasar yang praktis dan terkini yang diharapkan bisa merespon persoalan seperti: bagaimana keadaan remaja Indonesia? apa saja tahapan perubahan fisik dan emosi? bagaimana mencegah prilaku beresiko? bagaimana berinteraksi dengan remaja? apa peranan masyarakat? bagaimana dengan kebijakan nasional dan lokal serta berbagai inisiatif lain? Kami mengharapkan edisi ini akan menjadi alat bantu yang berguna bagi petugas kesehatan untuk memberikan konseling dan penanganan yang tepat kepada remaja, yang merupakan hal yang paling penting diantara semuanya. Akhirnya, sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung remaja. Orangtua, guru, anggota masyarakat, petugas kesehatan, pemerintah publik, organisasi internasional, NGO lokal dan internasional, adalah merupakan pemeran utama yang tidak hanya bekerjasama memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak muda yang beragam, tapi secara sistematis melibatkan remaja dalam pelaksanaan dan evaluasi program. Beberapa partner bergabung untuk penyelesaian edisi ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YAKITA, BKKBN, ASHO, Aceh Partnership in Health (APiH), UNICEF, CARE International, SAMARITAN’S PURSE International Relief, World Health Organization (WHO) dan Dinas Kesehatan Propinsi, atas kontribusi yang telah diberikan. Seperti biasa, semua pembaca dipersilahkan mengirimkan pertanyaan atau saran-saran untuk meningkatkan mutu majalah ini. ­ Selamat membaca! Florence Colas, manager publikasi P2K
(1) Tidak ada Rumah tanpa Fondasi: Gambaran Prilaku-anak dalam Rumah tangga di Ruanda,Cohen, C, dan Hendler, New York: Komisi Perempuan untuk Pengungsi Wanita dan Anak-anak, 1997.

KESEHATAN REMAJA

PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 

• accidents. In the meantime. Why do adolescents need care and support? Most of the time.IN OUR COUNTRY / ADOLESCENTS’ HEALTH IN OUR COUNTRY Adolescents’ health in Indonesia By Provincial Health Office (PHO) – “Family Health and Nutrition” sub-department. health workers should have a thorough knowledge of this particular stage of life. Adolescents should be informed of their physical and emotional changes. Besides these enormous physical changes. health workers should have a thorough knowledge of the puberty stage. which is a substantial rate. GOOD TO REMEMBER Changes during adolescence are normal and will be experienced by every human being! GOOD TO REMEMBER Puberty itself could be defined as the process of physical changes and sexual maturation by which a child’s body becomes an adult body capable of reproduction. According to the World Health Organization (WHO) classification. This complicated . • drugs abuse (tobacco and other substances). influen­ ces (positive or negative) outside the family ones become increasingly important. rapid social changes or media influence.and competitive . counseling from health care providers as well as a safe and supportive environment are necessary. but they also can not be considered as “adults” as they are going through a transition period. adolescents’ knowledge of risky behaviors and their impacts on health (reproductive health in particular) is still limited in Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) province. As adolescents remain fragile and need care. Thus. due to several underlying causes like poverty of families (some adolescents can not attend school and have to work). adolescence is the most complex period for individuals as it is the period of psychological transition between childhood and adulthood. Compared to other stages of the life cycle. GOOD TO REMEMBER  HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . Adolescents’ health in Indonesia In Indonesia. Rika Setiawati (AMI) and Health Messenger team What are adolescence and puberty? ­ Adolescents are individuals. • violence. adolescents’ abuse of Napza (narcotics. At the same time. whereas the United Nations Children’s Fund (UNICEF) says that youth is between 15 and 24 (the term of “young people” refers itself to the composite age group of 10-24 years). psychotropics and other addictions) and HIV/AIDS infections were quite unusual. Moreover. l Adolescents represent 20 % of the Indonesian population. In the early 90’s. as well as limited initiatives from the government. It also means that adolescents may no longer benefit from the attention and care that usually­ goes to children. either man or woman. Adolescence boundaries are less well-defined than puberty ones as it refers more to the whole psychosocial adolescents’ development. the age of this group is between 10 to 19 years old. adolescents refuse to be called “children”. All these reasons are the leading causes of adolescents’ risky behaviors. Things have now changed. in order for them to grow and develop. who are in ­ the middle of a transition period between childhood and adult. but they may not get the protections associated with being an adult either. especially young girls. Adolescents are currently more and more involved in risky behaviors. which mainly are: • risky sexual behaviors which consequences are sexual transmitted diseases or early/at-risk pregnancies. This situation is mainly due to the lack of communication and ­ information from parents.situation makes them struggle for life. adolescents also experience emotional/psychological changes that clearly appear in their attitudes and behaviors. adolescents represent 20 % of the Indonesian population. injuries. There is also an urgent need of a spontaneous­ and integrated public management of adolescents’ health care and adolescents’ reproductive health in particular. In order for this support to be effective. we should not forget that adolescence period is fragile and that young people are vulnerable. and well-monitored. health workers and the community.

yang sedang berada di tengah-tengah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. konseling dari penyedia layanan kesehatan dan lingkungan yang aman serta mendukung diperlukan untuk tumbuh dan berkembang. psikotropika dan zat candu lainnya) dan infeksi HIV/ AIDS masih jarang ditemukan. dan juga karena kurangnya inisiatif pemerintah. Sehingga. Hal ini juga berarti bahwa remaja tidak lama lagi mendapatkan perhatian dan kepedulian yang biasanya diberikan kepada anakanak. diantaranya: • prilaku seksual beresiko yang berakibat penyakit menular seksual atau kehamilan di usia dini beresiko. Menurut klasifikasi World Health Organization (WHO). kesehatan (khususnya kesehatan reproduksi) masih terbatas. tetapi mereka juga tidak bisa dianggap sebagai “orang dewasa”. terdapat 20% remaja dari total jumlah penduduk. Situasi yang kompleks – dan penuh persaingan – membuat mereka bertarung untuk hidup. dikarenakan berbagai faktor penyebab seperti kemiskinan keluarga (beberapa remaja tidak dapat bersekolah dan harus bekerja). Pubertas sendiri dapat diartikan sebagai proses perubahan fisik dan pendewasaan seksual. sementara United Nations Children’s Fund (UNICEF) mengatakan bahwa orang muda adalah antara umur 15 dan 24 tahun (istilah “orang muda” merujuk kepada penggabungan kelompok umur 10-24 tahun). petugas kesehatan dan masyarakat. • kecelakaan diri. Sementara para petugas kesehatan harus mempunyai pengetahuan sistematis tentang tahapan puber ini. Agar dukungan ini menjadi efektif. tapi mereka juga mungkin tidak mendapatkan perlindungan dengan menjadi seorang dewasa. Batasan masa remaja lebih sempit dibandingkan masa pubertas. baik laki-laki maupun perempuan. Kemudian ada sebuah kebutuhan yang urgen yaitu sebuah managemen integritas dan tanggap dari publik terhadap layanan kesehatan remaja dan kesehatan reproduksi remaja secara khusus. Rika Setiawati (AMI) dan Tim P2K Apakah masa remaja dan pubertas itu? ­ Remaja adalah individu. karena kurangnya perhatian orangtua. dan diawasi secara tepat. penyalahgunaan Napza (Narkotika. merupakan angka yang besar. Kesehatan remaja di Indonesia Di Indonesia. Sementara. Dibandingkan dengan tahapan lain dari siklus kehidupan.  PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Mengapa remaja membutuhkan perhatian dan dukungan? Biasanya remaja menolak jika kita sebut sebagai “anak-anak”. cepatnya perubahan sosial atau pengaruh media. karena pertumbuhan badan menunjukkan bahwa mereka sedang menuju masa transisi. Namun semuanya sudah berubah. • penyalahgunaan narkotika (tembakau dan substansi lainnya). Para remaja sekarang terlibat lebih jauh lagi dalam hal prilaku beresiko. pengaruh (positif maupun negatif) dari luar keluarga menjadi semakin sangat penting. petugas kesehatan harus mempunyai pengetahuan sistematis mengenai tahap istimewa kehidupan ini. untuk propinsi NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) pe­ ngetahuan remaja akan prilaku beresiko dan pengaruhnya pada KESEHATAN REMAJA PENTING UNTUK DIINGAT Perubahan selama masa remaja adalah normal dan akan dialami oleh setiap manusia. l Remaja terdiri dari 20 % dari total jumlah penduduk Indonesia. • kekerasan. yaitu perubah­ an dari tubuh anak-anak menjadi tubuh dewasa yang mempunyai kemampuan reproduksi. Semua alasan ini adalah penyebab utama perilaku beresiko remaja. karena masa ini merupakan masa transisi psikologis dari anak-anak menuju dewasa.DI TANAH AIR KITA / KESEHATAN REMAJA DI TANAH AIR KITA Kesehatan remaja di Indonesia Oleh DINKES Propinsi – subdinas “Kesehatan Keluarga dan Gizi”. Sekaligus kita jangan melupakan bahwa masa remaja merupakan masa yang rapuh sehingga orang muda sangat rentan. remaja juga mengalami perubahan emosional/ psikologis yang dengan jelas muncul dalam tingkah dan prilakunya. PENTING UNTUK DIINGAT Remaja seharusnya diberitahu tentang perubahan fisik dan emosionalnya. terutama gadis remaja. kelompok umur ini berada pada usia antara 10 sampai 19 tahun. karena dia cenderung merujuk pada aspek perkembangan psikososial remaja. Disamping perubahan besar ini. Karena remaja masih rapuh dan perlu perhatian. Awal dekade terakhir. masa remaja merupakan masa yang paling kompleks bagi setiap individu.

my main job is to conduct and manage general activities. methodology?) Doctor: There are no differences in our procedures and prescriptions (i. We don’t have special “standards” for teenagers. It’s about one or two persons per week only.e. ma­ nagement. In order to get an overview regarding this issue. “We don’t have special standards for teenagers. Then. HM: Do adolescents often come here for consultations? Doctor: Yes.” HM: Does your puskesmas provide special services for ado­ lescents? (like special room. we can wonder how health workers are managing ado­lescents’ problems in the frame of consultations.IN OUR COUNTRY / ADOLESCENTS’ HEALTH IN OUR COUNTRY What are the available services for adolescents in puskesmas? By Health Messenger team If puskesmas are not well-equipped to provide specific health services to adolescents. Health Messenger (HM): What are your daily activities in this puskesmas? Doctor: I’ve been working here for about seven months. adolescents are used to come here but we actually have not so many visits. Health Messenger team interviewed a doctor working in a puskesmas of Pidie district (Aceh province). because they are included in the same age category (other age categories are for babies and children under 5 years old). I provide medical service through consultations. medicine) when we examine either teenagers or adults. as a doctor. As I am the person in charge of this puskesmas. ADOLESCENTS’ HEALTH Source: AMI  HEALTH MESSENGER N° 05 .

. Terdapat kekurangan pelatihan formal mengenai konsultasi semacam ini. program mental dan lain-lain.DI TANAH AIR KITA / KESEHATAN REMAJA DI TANAH AIR KITA Pelayanan apa saja yang bisa diperoleh remaja di puskesmas? Oleh Tim Pembawa Pesan Kesehatan Jika perlengkapan puskesmas kurang memadai untuk pelayanan kesehatan khusus bagi remaja. Kendati demikian puskesmas mempunyai beberapa program yang berhubung­ an dengan masalah remaja.] untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi”. P2K: Bagaimana dengan kolega (staff) anda. apakah me­reka juga menggunakan skrining pri­ badi? Dokter: Tidak. para remaja sudah terbiasa datang kemari tapi sebenar­ nya jumlah kunjungannya tidak begitu banyak. atau terkadang mereka menyembunyikan hal-hal sensitif. Kemudian sebagai seorang dokter. Jadi kita tidak punya standar khusus untuk remaja.  Pembawa Pesan Kesehatan (P2K): Kegiatan apa saja yang biasanya anda lakukan di puskesmas ini sehari-hari? Dokter: Saya sudah berada di sini kira-kira selama 7 bulan. ataupun metodologi?) Dokter: Tidak ada perbedaan dalam prosedur dan resep kita (obat-obatan) jika kita memeriksa seseorang baik dewasa maupun remaja. tim Pembawa Pesan Kesehatan (P2K) mewawancarai seorang dokter di salah satu puskesmas di kabupaten Pidie Propinsi  Nangroe Aceh Darussalam. Untuk mendapatkan sedikit gambaran mengenai hal ini. jadi tugas utama saya adalah menjalankan dan mengatur kegiatankegiatan umum. Hal ini sama pen­ tingnya untuk petugas kesehatan mental (contohnya pada bulan ini kita sudah memberi tahu kepada perawat kesehatan mental untuk mempelajari lebih banyak lagi me­ ngenai metodologi ini). se­perti program HIV. yang merupakan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan ke­luarga. kenalan.. karena mereka digolongkan ke dalam kategori kelompok umur yang sama (kategori lainnya adalah bayi dan balita). Remaja bukanlah orang dewasa. memberikan beberapa pertanyaan menyangkut pribadi kepada remaja tersebut. P2K: Apakah hal itu berarti tidak ada Program Pelatihan Khusus untuk menangani masalah remaja? Dokter: Ya. saya juga memberikan pelayanan medis (konsultasi/ pengobatan). saya coba menggunakan anamnesis yang lebih mendalam. dan meningkatkan kesadaran mereka tentang betapa pen­tingnya skrining tersebut.” P2K: Apakah puskesmas yang Anda pimpin ini punya layanan khusus untuk remaja? (seperti ruangan khusus. “Saya menggunakan metode saya sendiri [. saya menggunakan metode saya tersendiri. Saya merupakan kepala puskesmas ini. kita akan merasa penasaran bagaimana caranya petugas kesehatan mengatasi masalah remaja tersebut selama konsultasi.masalah sekolah dan masalah keuangan.  PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Dalam hal ini. P2K: Bisakah anda menjelaskan lebih banyak lagi mengenai metode pribadi anda ini? Dokter: Untuk mengetahui maKESEHATAN REMAJA salah yang betul-betul mendasar. “Kita tidak memiliki standar khusus untuk remaja. P2K: Apakah itu berarti bahwa kita bisa menganggap masalah remaja dan masalah dewasa itu sama? Dokter: Tentu saja tidak. Oleh karena itu petugas kesehatan harus belajar sendiri sedikit demi sedikit. Sebagian besar dari mereka tidak bisa secara gamblang menyampaikan masalahnya. P2K: Apakah remaja sering datang kemari untuk berobat? Dokter: Iya. karena mereka tidak tahu bagaimana caranya. tidak ada. manajemen. Kira-kira hanya 1 sampai 2 orang per minggu.

” HM: What about your colleagues. indeed. We must be very empathetic to make sure that they tell us the truth. or child unit? Doctor: There is no reason to implement special units for the moment because the current system follows medical school system: doctors are used to study in medical schools where pedia­ tric. HM: You mentioned psychosomatic problems. Most of them can not properly describe their problems. I use my own specific methodology. life style and so on. HM: Any more suggestion regarding­ this issue? Doctor: Every health worker should know that adolescents are fragile. Anyway. These problems should be diagnosed in consultations. What is the main adolescent’s problem in this field? Doctor: Most of adolescents’ pro­ blems are linked with family. but from other lessons like mental health. learn about adolescents’ problems. In that case. That’s why for the moment we have to deal with this system. He/she has just […] to try to listen carefully and understand them”. Should parents be there or not. it’s always very difficult to interview them and identify what the real (hidden) problem is. Thus. So that they will find out how to fulfill their needs. l  HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . mental program etc. Otherwise it will lead to behavior problems. We often meet adolescents who have large families including many sisters and brothers.­ do they also use a personal screening?­ ­ Doctor: No they don’t. family. religion. and it works. We can. but some of ado­ ­ lescents also have psychosomatic pro­ blems. what are adolescents’ main diseases?­ Doctor: We diagnose common diseases like infections. or sometimes they hide the sensitive point. if necessary. or do they come alone? Doctor: Many of them come alone. HM: Could you explain more about this “personal” methodo­ logy? Doctor: In order to find out what the crucial problem is. “I use my own methodology […] asking many personal questions. there are! Consultations with girls are more difficult. and that they need deep attention and care… “Every health worker should know that adolescents are fragile. Therefore health workers have to learn by themselves step by step.­ If they are the oldest ones. financial problems. Most of them need special support and care from all components of their life: parents. there was no adolescent unit. Many of them just show isolated signs like headache. they don’t have the opportunity to enjoy their life and develop their own world. HM: Are there differences ­ during examinations between girls and boys? ­ Doctor: Yes. And when I was previously­ working in a hospital (from the same district). HM: How do you “treat” ado­ lescents’ problems? Doctor: As I explained above. I try to conduct deep anamneses. Teenagers are not adults yet. teacher and community. like HIV program. infectious diseases etc. asking many personal questions to the adolescent. we treat them like adult persons. There is a lack of formalized trainings about these kinds of consultations. We should keep in mind that they are adolescents. Regarding health workers. or they feel dizzy… HM: Do you sometimes ask parents to leave the room? ­ Doctor: Yes. HM: Does it imply that we should consider adolescents’ problems as the same as adults’ ones? Doctor: Of course not. environment. because they don’t have any idea on how to proceed. We just have to pay attention when we meet patients between the ages of 15 and 20 years old. I think that in the future an appropriate training for every health worker should be organized in order to harmonize health workers’ practices and knowledge. depending­ on education. But for their psychological problem we can suggest them to refer to our mental ser­ vice program. if I suspect that there is a significant and confidential problem. they feel like alienated.IN OUR COUNTRY / ADOLESCENTS’ HEALTH IN OUR COUNTRY HM: Does it imply that there is no specific training program focusing­ on adolescence? Doctor: There is no special training. the best way to handle adolescents’ problems is just to try to listen to them carefully and understand them. the puskesmas usually runs some programs linked with ado­ lescence problems. HM: Regarding your expe­ rience.­ However. as those linked with family conditions. Then psychosomatic problems can appear. and increase their awareness about the importance of these screenings. it means that they have to take care of the ­ others. HM: Do you think health centers should set up special units for adolescents like mother and child unit. relationships. “Most of adolescents’ problems are linked with the family […] It’s always very difficult to identify what the real (hidden) problem is. There are many factors that can affect adolescents’ health. adult and geriatric units are only re­ cognized. It’s much as important as for mental health workers (for example this month we’ve told our health mental nurse to learn more about this methodology). nutrition. or they face difficulties to fall asleep.” HM: Do adolescents usually come with their parents. school problems.

P2K: Bagaimana cara anda “mengobati” masalah remaja? Dokter: Seperti yang sudah saya jelaskan di atas. gizi. De­ngan demikian. Tetapi selalu sangat sulit untuk me­ ngetahui masalah sebenarnya (yang tersembunyi). Sebagian besar mereka membutuhkan dukungan dan perhatian lebih dari semua komponen di sekitarnya seperti orang tua. Kami sering me­nemukan remaja yang punya ke­luarga cu­kup besar.  “Sebagian besar masalah ­remaja berhubungan dengan keluarga (. P2K: Apakah menurut anda pusat-pusat kesehatan harus membuat unit-unit khusus untuk remaja seperti unti KIA. atau unit Anak? Dokter: Tidak ada alasan untuk mengimplementasikan unti khusus untuk saat ini. Memang kita bisa mempelajari masalah remaja. apakah penyakit utama remaja? Dokter: Kami menemukan beberapa penyakit biasa. akan mengakibatkan masalah-­masalah prilaku. Banyak dari me­reka yang hanya memperlihatkan masalah dengan  tanda-tanda tersendiri seperti sakit kepala. atau kesulitan untuk bisa tidur. P2K: Apakah anda mempunyai saran yang lain mengenai wacana ini? Dokter: Setiap pekerja kesehatan­ harus menyadari bahwa remaja itu rapuh. Kita hanya harus memperhatikan dengan seksama jika ada pasien umur antara 15 dan 20 tahun. cara terbaik untuk mena­ngani masalah remaja adalah de­ngan cara berusaha mendengarkan de­ngan seksama dan mengerti me­reka. Jika tidak. agama. jadi kita mengobati mereka seperti mengobati orang dewasa. keluarga. gaya hidup dan lain-lain. penyakit infeksi dan lain-lain. De­ngan atau tanpa orang tua yang mendampingi.. berarti mereka harus menjaga saudara­nya yang lain. Dia harus [. tidak ada unit khusus untuk remaja. seperti kasus-­kasus infeksi. karena sistem yang ada mengikuti aturan yang sedang berlaku. Kita harus bisa menunjukkan rasa empati agar bisa mendapatkan keterangan dari permasalahan sebenarnya. Akan tetapi untuk masalah psikologisnya kita bisa menyaran­ kan mereka untuk merujuk ke bagian program layanan kesehatan mental kita. Oleh karena itu untuk sementara kita harus mengikuti sistem ini.. l P2K: Apakah biasanya para remaja tersebut datang dengan KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05  . atau me­ reka datang sendirian? Dokter: Banyak diantara me­reka yang datang sendirian.. P2K: Apakah terkadang anda meminta si orang tua untuk keluar ruangan? Dokter: Iya. mereka merasa seperti diasingkan.] berusaha untuk bisa mendengarkan dengan seksama dan mengerti mereka”. pelatihan yang tepat bagi setiap petugas kesehatan akan dirancang untuk menselaraskan praktek dan pengetahuan petugas kesehatan itu sendiri. tetapi sebagian ­ besar mereka mengeluhkan gangguan psikosomatik. dewasa dan geria­tric. mereka tidak punya ke­ sempatan untuk menikmati kehidup­ annya dalam dunianya sendiri. termasuk punya ba­nyak saudara baik perempuan maupun saudara laki-laki.DI TANAH AIR KITA / KESEHATAN REMAJA DI TANAH AIR KITA Akan tetapi. yaitu jika saya memperkirakan ada masalah yang signifikan dan bersifat sangat rahasia. Kita harus mengingat bahwa mereka adalah remaja.). Lalu mereka akan me­nemukan cara bagaimana memenuhi kebutuhan­-­kebutuhannya. Apa saja yang menjadi masalah remaja pada bidang ini? Dokter: Sebagian besar masalah remaja berhubungan de­ngan keluarga. Dan ketika saya dulu bekerja di sebuah Rumah Sakit (dalam Kabupaten yang sama). tapi dari pelajaran yang berbeda seperti kesehatan mental. dan mereka membutuhkan perhatian dan kepedulian yang lebih mendalam. Jika mereka adalah anak tertua. Me­ngenai petugas kesehatan. P2K: Menurut pengalaman anda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan para remaja. Kemudian masalah psikosomatik muncul. Di sekolah kesehatan (Universitas Kedokteran): para dokter bia­ sa belajar pada sekolah kesehatan dimana hanya dikenal unit pediatrik. jika saya merasa hal ini perlu. “Setiap pekerja kesehatan seharusnya mengetahui bahwa remaja itu rapuh. selalu sangat sulit untuk mewawan­ carai para remaja ini dan mencari tahu masalah-masalah yang sebenar­nya (yang tersembunyi). tergantung kepada pendidikan..” didampingi orang tua. menurut saya untuk masa mendatang. Masalah-masalah seperti ini haruslah dapat diagnosa sewaktu konsultasi. P2K: Apakah terdapat perbedaan selama mengadakan peme­ riksaan antara remaja perempuan dan laki-laki? Dokter: Iya betul. atau pe­ rasaan pusing. dan nyata­ nya berhasil. guru dan juga masyarakat. Konsultasi de­ ngan remaja putri lebih sulit. P2K: Tadi anda menyebutkan masalah psikosomatik.

swift referral. • provide information. 3) Adolescent-friendly healthcare providers who: • are technically competent in ado­lescent-specific ­ problems and provide care relevant to each client’s maturation and social circumstances. so that they are: • well-informed about their rights and the offered services. to: • promote the value of health services. • treat all clients with equal care and respect. when necessary. • are non-judgmental and con­ siderate. • guarantee privacy and confidentiality. • offer privacy. 2) Adolescent-friendly procedures that facilitate: • confidential registration of patients. In many countries surveys ­ eveal that: r • Adolescents lack knowledge about what services are available and how to access them. do not restrict the provision of health services based on gender. • are motivated. or those with poorly trained staff. • provide information and support to encourage each adolescent to make his/her own choices for his/her unique needs. after series of regional consultations organized by WHO to prepare the agency (WHO) global consultation on adolescent friendly health services which took place in Geneva in 2001. • consultations with or without appointments. the concept of “Adolescent Friendly Health Services” (AFHS) emerged. gradually in Aceh province. • They will not use unfriendly services. The concept of “adolescent friendly health services” has been developed to identify adolescents’ needs and responses that can be given to this group in terms of services or equipment in health facilities. Based on this situation. The AFHS program requires the following characteristics: 1) Adolescents-friendly policies that: • take into account the special needs of vulnerable groups. • The services are not easily rea­ chable (far from their home). 7) Appropriate and comprehensive services that: • address adolescents’ phy­sical ADOLESCENTS’ HEALTH . • short waiting times and. or. • have convenient working hours. • They will not use services that don’t give a high priority to confidentiality. 5) Adolescents’ involvement.PUBLIC HEALTH / AFHS PROGRAM PUBLIC HEALTH A better access to services: the concept of “Adolescent Friendly Health Services” (AFHS) By Health Messenger team With the contribution of Dr Enny Setiasih (World Health Organization . • encouraged to respect the rights of others. • have good interpersonal and communication skills. religion or age.WHO .  HEALTH MESSENGER N° 05 • pay a special attention to gender factors. if they are.Jakarta) Adolescents have a low access to appropriate counseling and care services. it is expensive. ethnic origin. 6) Community’s involvement and dialogue. • encourage parental support. dis­ability. education and communication (IEC) materials. • involved in the services asses­s­ ment and provision. 4) Adolescent-friendly health facilities that: • provide a safe environment at a convenient location in an appealing ambiance. • encourage peer-to-peer services­ in order to increase coverage and accessibility. • ensure that services are either­ free or affordable by ado­ lescents. and promote autonomy so that adolescents can consent to their own treatment and care. It has now started to be implemented in countries like Indonesia.

• mempunyai motivasi. • antrian tunggu yang singkat dan jika perlu rujukan gerak cepat. Enny Setiasih (World Health Organization . ketidakmampuan. ­ • Mereka tidak akan menggunakan layanan yang tidak bersahabat.KESEHATAN PUBLIK / PROGRAM PKRR Akses yang lebih baik untuk mendapatkan pelayanan: merupa­kan konsep “Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja (PKRR)” Oleh Tim P2K Melalui kontribusi dr. • yakinkan mereka bahwa semua layanan apakah itu gratis atau terjangkau oleh remaja. KESEHATAN REMAJA 2) Prosedur Ramah remaja memfasilitasi: • registrasi pasien yang rahasia. dan promosikan ­ kebebasan sehingga remaja bisa konsentrasi kepada pe­ ngobatan dan perawatannya sendiri. • Mereka tidak akan mengguna­ kan layanan yang tidak memberikan prioritas tinggi dalam hal ke-rahasia-an. Berdasarkan situasi ini. PKRR membutuhkan karakteristik sebagai berikut : 1) Kebijakan ramah remaja ­ aitu: y • memperhatikan kebutuhan khusus dari kelompok rentan. • tidak bersifat menghakimi dan penuh pertimbangan. maka konsep “Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja” dimunculkan. agama atau umur. • memperlakukan semua klien de­ngan perhatian dan penghargaan yang sama. • jamin ke-privasi-an dan kerahasia-an. • perhatian khusus untuk faktor gender. jangan membatasi keadaan la­ yanan kesehatan­ berdasarkan gender. • Layanan tersebut tidak mudah dijangkau (jauh dari rumah). kemudian secara bertahap akan diimplementasikan untuk provinsi Aceh.WHO . suku bangsa. atau jika la­yanan tersebut mahal. atau jika layanan kekurangan tenaga terlatih. Ada beberapa rentetan konsultasi regional yang dibuat oleh WHO untuk mempersiapkan Konsultasi Global WHO pada layanan kesehatan ramah remaja yang diadakan di Jenewa pada tahun 2001. Sekarang hal tersebut sudah mulai diimplementasikan di beberapa negara seperti Indonesia. Konsep “layanan kesehatan ramah remaja” sudah dikembangkan untuk mengidentifikasikan kebutuhan remaja dan respons apa saja yang bisa diberikan untuk pelayanan atau peralatan pada sarana kesehatan. Survey di beberapa negara menyatakan bahwa: • Para remaja kekurangan pe­ ngetahuan tentang layanan apa saja yang tersedia dan bagaimana memperolehnya.Jakarta) KESEHATAN PUBLIK Para remaja mempunyai akses yang rendah atau bahkan tidak punya akses mendapatkan konseling dan kepedulian yang benar. dan memberikan layanan yang se­ suai dengan tingkat kedewasaan dan keadaan sosial setiap klien. • mempunyai kemampuan antarperseorangan dan kemampuan komunikasi. • konsultasi dengan atau tanpa jadwal antrian tunggu ­ 3) Siapa saja penyedia layanan kesehatan ramah remaja: • mereka adalah teknisi yang berkompetensi dalam bidang khusus masalah remaja. • memberikan informasi dan du PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 .

especially for those who have experienced the tsunami disaster and/or suffered from armed conflicts. For this reason. provide and extend a comprehensive package of health care and referral activities to other relevant services. In the frame of the AFHS.g Perkumpul­ an Keluarga Berencana Indonesia/ PKBI. health authorities (MoH. counseling and referrals. including 420 health centers (out of 2680). puskesmas are offering­ other activities such as awareness sessions in schools. streets. It also includes counseling­ methods­ that will allow them to become “facilitators”. The ACHS program focuses on preventive. there is no doubt that health centers should provide proper and efficient services to adolescents. • can improve the quality of staff’s work. workplaces. adolescents are first looking for their friends when needing advices. Then. NAD province started the implementation of the AFHS program in 4 districts (Banda Aceh. Aceh Jaya and Aceh Barat) through two puskemas per district. but such initiative remains limited (in the country).Counseling. Four provinces involved in Adolescents Care Health Services (ACHS) program The Adolescent Care Health Services (ACHS) is one of the strategies developed to improve the quality of health services provided for ado­ lescents in NAD province.The AFHS program started in 2003 in Indonesia. In order to be able to do so. Aceh Besar. Yayasan Pelita Ilmu/YPI). The ACHS have been adapted from the Adolescent Friendly Health Service (AFHS) (explained above). only 3 hospitals have trained their staffs based on the AFHS program.PUBLIC HEALTH / AFHS PROGRAM PUBLIC HEALTH and psychological needs. The aim of the program is to provide quality services to adolescents in health centers. PHO and DHO) from NAD province developed “a peer approach”. . coun­ seling services. • THE ROLE OF PEER COUNSELORS Several surveys highlighted the fact that instead of asking adults. Adolescents Friendly Health Services are strongly needed. they will be able to inform their friends regarding the available health services and associated rights. and gradually covered 16 provinces (out of 33). This system should help to increase the health services coverage in terms of information. This program is supported by the Mi­ nistry of Health and UNFPA. Some NGOs already have implemented the AFHS (e. trained health workers­ are the keys of success. depending on the available human resources.WHO . IEC and medical care are essentials for health centers performing the AFHS program. but other activities such as peer counselor training (see above). LSE (“life skills-based education”. supply of mate­ rials and other primary health care ADOLESCENTS’ HEALTH . trained health managers and staff were able to start providing the AFHS services in Medan. religious or education departments.a developmental approach to help the youth to deal with their daily problems and risky situations) are optional. Each district developed models of the AFHS in one or two health centers. Puskemas should be on the front line Considering both adolescents’ problems and needs. • have proper equipment and supplies to deliver essential care package.Jakarta) The AFHS program in Indonesia . 10 HEALTH MESSENGER N° 05 The “Adolescents Care Health Services” (ACHS) program in NAD province For many adolescents in NAD. as well as special rooms for consultations. and the fact that puskesmas are on the front line for providing services to communities. but also in schools. consultations with adolescents. On the same year. The objective is to train ado­ lescents from high schools on health issues. curative and rehabilitative efforts. In 2005. local needs and priorities. with the technical assistance of WHO. Up to now. The “Adolescent Friendly Health Services”(AFHS) in Indonesia and NAD province By Provincial Health Office (PHO) – sub-department “Family Health and Nutrition” and Health Messenger team With the contribution of Dr Enny Setiasih (World Health Organization . It also involves other sectors of NAD province such as social. 8) Effective health services for adolescents that: • are guided by evidence­-based protocols and guidelines.

• bisa meningkatkan mutu para pekerja kesehatan.sub-dinas “Kesehatan Keluarga dan Gizi” dan Tim P2K Melalui kontribusi dr. sebuah pendekatan pengembangan yang mengarah kepada bantuan bagi remaja untuk mempelajari bagaimana menghadapi berbagai kesulitan pada kehidupan sehari-hari dan situasi beresiko) adalah pilihan lain tergantung kepada sumber daya manusia. Puskesmas harus menjadi lini-terdepan Mengingat kebutuhan dan masalah remaja. • mempunyai peralatan dan persediaan yang memadai untuk melahirkan paket layanan yang esensial.Konseling. 7) Layanan yang baik dan komprehensif adalah: • memperhatikan kebutuhan fisik dan psikologis setiap remaja. secara bertahap menjangkau 16 propinsi (dari 33 propinsi). akan tetapi kegiatan lain mis: trai­ning konselor-sebaya.Jakarta) Program PKRR di Indonesia .Program PKRR dimulai di Indonesia pada tahun 2003. dan fakta yang ada bahwa puskesmas berada di lini terdepan untuk penyediaan la­ yanan kepada masyarakat. akan tetapi dengan jangkauan yang terbatas. • menyediakan dan memperluas paket layanan kesehatan dan rujukan yang komprehensif kepada layanan yang relevan. • menumbuhkan layanan sesama sebaya untuk meningkatkan luasnya daerah jangkauan dan kemudahan akses. 4) Sarana kesehatan ramah remaja yaitu: • menyediakan lingkungan yang aman pada lokasi yang nyaman. • menyediakan informasi dan materi yang mendidik (IEC). Termasuk juga metode konse­ling yang merupakan dasar bagi me­ reka untuk menjadi “fasilitator”.WHO . terutama bagi yang sudah me­ ngalami kejadian tsunami dan/ atau yang pernah berada di te­ngah-tengah konflik bersenjata. termasuk 420 pusat kesehatan (dari 2680). kebutuhan dan prioritas lokal.KESEHATAN PUBLIK / PROGRAM PKRR kungan untuk merangsang setiap remaja membuat pilihannya sendiri dalam pemenuhan kebutuhannya yang unik. • terlibat dalam assessment pela­ yanan dan ketentuannya. 8) Layanan kesehatan yang efektif untuk remaja: • dipandu oleh protokol dan panduan fakta yang ada. Enny Setiasih (World Health Organization . 5) Dengan adanya keterlibatan remaja. menimbulkan dukungan dari orang tua. Karena alas­an tersebut. konseling dan rujukan. • mempunyai waktu/ jam kerja yang nyaman. ­ program AFHS ini benar-benar sangat dibutuhkan. pejabat kesehatan (Menteri Kesehatan. KESEHATAN REMAJA “Pelayanan Kesehatan Peduli­ Remaja (PKPR)” di Propinsi NAD Bagi sebagian remaja di NAD. • PERANAN KONSELOR SEBAYA Beberapa survey menunjukkan bahwa remaja cenderung meminta saran kepada teman sebaya daripada bertanya kepada orang dewasa. maka mereka: • mendapat informasi yang tepat tentang layanan dan hak-hak mereka. Beberapa NGO/ LSM sudah melaksanakan program PKRR ini (misalnya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia/ PKBI. Sistem ini diharapkan bisa meningkatkan jangkauan layanan kesehatan dalam hal informasi. IEC dan perawatan medis adalah sangat penting bagi pusat-pusat kesehatan untuk melaksanakan program PKRR tersebut. . tidak ada keraguan bahwa pusat-pusat 11 PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Sampai sekarang. DINKES propinsi dan DINKES kabupaten) propinsi NAD mengembangkan sebuah pendekatan “teman sebaya”. jalan­ ­ an dan tempat kerja. LSE (Pendidikan dasar keterampilan hidup. Yayasan Pelita Ilmu/ YPI). • terangsang untuk menghargai hak-hak orang lain. Tujuannya adalah memberikan pelatihan kepada remaja SMA me­ngenai wacana ke­sehatan. KESEHATAN PUBLIK “Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja (PKRR)” di Indonesia dan NAD Oleh Dinas Kesehatan Propinsi . Kemudian mereka bisa memberikan penjelas­an kepada temantemannya tentang pela­yanan yang tersedia dan hak-hak mereka yang berkaitan dengan pelayanan ini. hanya ada 3 buah rumah sakit yang sudah memberikan training PKRR kepada stafnya. • menawarkan ke-privasi-an. Tujuan dari program ini adalah untuk menyediakan pelayanan yang berkualitas untuk remaja pada pusatpusat ke­sehatan sekolah. 6) Keterlibatan dan dialog masyarakat untuk: • mempromosikan nilai daripada layanan kesehatan.

5%). difficulties in learning. 8%). counseling is conducted in the doctor’s private room. This program now introduces more information through direct and oral speeches. Adolescents usually come from high or junior high schools and/or are advised by peers or reproductive health counselors. nutrition problems linked with anemia (20. and information through local television. 7%). As other “Adolescents Friendly Health Centers” in other provinces. 3%). focusing on both adolescents’ reproductive health and Napza problems. . Most of the time. Informasi dan edukasi • Konseling • Layanan Medis • Rujukan • Layanan lainnya Puskesmas Puskesmas PKPR Partnership Jaringan dan Lintas-sektor 1. Pusling • Konseling 3. Targeting female adolescents In 2004 the government colla­ borated with PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga . 7%) and weight problems ­ (0. Unfortunately. Problem identified in puskesmas are linked with: .The health facility working hours: * It doesn’t fit to adolescents’ needs who are attending school or are busy with other activities * It is opened one day or a few days per week .Family Welfare Empowerment Organization) in organizing in Banda Aceh and Aceh Besar awareness sessions in high schools. 4%). (19. PHO also contributes to the empowerment of teachers’ know­ ledge regarding adolescents’ reproductive health issues through workshops and by strengthening adolescents’ reproductive health services in primary health care facilities. 12 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH .Health workers specific qualifications : * Not all health workers have attended ACHS trainings. Cases reported by puskesmas implementing the ACHS program are: menstruation disorders (38. posters. Melalui non sarana kesehat­ an pada kelompok remaja • • • • Kajian sederhana TIM : puskesmas. 6%). psychological disorders ­­ (0. the criteria of ACHS have not been fully achieved. l PUBLIC HEALTH Skema implementasi Program PKPR Puskesmas Dalam Gedung Standar minimum • Komunikasi. the health services were developed on a step by step basis. (dental problems (18. kabupaten SDM: Pusat dan Provinsi Sarana Luar Gedung Source: PHO / Dinkes Prop.PUBLIC HEALTH / AFHS PROGRAM ser­vices. It should be noted that a survey about the role of social and ­family in implementing the ACHS program will be soon carried out. . tobacco use (1. due to the limitation of resources. ­ * They don’t have enough counseling skills. Melalui • Identifikasi Kesehatan • Pemeriksaan berkala • Konseling 2.The offered services: There are only a few cases connected with adolescents’ repro­ ductive health. or in other rooms used for mother and child consultations. including­ “asking­-­replying” sessions with puskesmas’ staffs who are acting as facilitators.A lack of space that guarantees privacy: Most of puskesmas have no specific/separated counseling rooms. Other welcomed initiatives are managed by NGOs to provide informations on adolescents’ reproductive health through distributions of leaflets.

Prakarsa bijak lainnya diatur oleh beberapa LSM untuk menyediakan informasi tentang kesehatan remaja melalui pendistribusian selebaran. kriteria PKRR belum terpenuhi secara maksimal. Program PKPR ­ difokuskan pada masalah usaha pencegahan. masalah gizi yang berhubungan dengan anemia (20. Empat propinsi terlibat dalam Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) adalah merupa­ kan salah satu strategi yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan untuk remaja di propinsi NAD. merokok (1.5%). DINKES propinsi juga memberikan kontribusi untuk peningkatan pengetahuan guru-guru mengenai wacana kesehatan reproduksi remaja melalui semi­ nar-seminar dan dengan pe­ nguatan pelayanan kesehatan reproduksi remaja pada saranasarana pelayanan kesehatan ­ dasar seperti di ­pus­kesmas. Departemen Agama dan Departemen Pendidikan. Kemudian masing-masing Kabupaten mengembangkan model PKRR pada 1 atau 2 pusatpusat kesehatan. hal ini dikarenakan keterbatasan sumber dayanya. PKPR di NAD telah diadaptasi dari PKRR (seperti dijelaskan di atas). . Masalah yang dijumpai di puskesmas adalah: .Waktu Pelayanan: *Tidak sesuai dengan kebutuhan remaja *Dibuka sehari atau beberapa hari perminggu . dengan topik kesehatan reproduksi remaja­ dan Napza. konsultasi dengan remaja. organisasi internasional dan LSM • Menguatkan partisipasi keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan ke­ sehatan remaja • Memastikan adanya partisipasi aktif para remaja untuk pelaksanaan program ini KESEHATAN PUBLIK 13 PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Ke­ giatan lain dalam bingkai PKRR adalah: sesi penyuluhan di sekolah. Aceh Jaya dan Aceh Barat) melalui 2 puskesmas per Kabupaten. Sekarang program ini lebih banyak berge­ rak untuk penyediaan informasi melalui orasi langsung. Agar bisa melaksanakan hal tersebut. Aceh Besar. dengan bantuan teknis oleh WHO.Ruangan: Sebagian besar puskesmas tidak mempunyai ruangan khusus untuk konseling. Program ini didukung oleh Menteri Kesehatan dan UNFPA. penyembuhan dan rehabilitasi di puskesmas.4%). masalah gigi (18. Seperti “Pusat Kesehatan Ramah Remaja” di berbagai propinsi lain. petugas kesehatan terlatih merupa­ kan kunci keberhasilannya. pelayanan kesehatan untuk remaja telah berkembang tahap demi tahap. Para remaja biasanya dari murid SMA atau SMP dan/ atau remaja yang dianjurkan oleh konselorsebaya atau konselor kesehatan reproduksi. dan berbagai layanan kesehatan dasar lainnya. sesi ­­tanyajawab dengan staf puskesmas yang berperan sebagai fasilitator. Harus dicatat bahwa survey tentang peranan lingkungan sosial dan peranan keluarga dalam pelaksanaan program PKPR akan dilaksanakan untuk masa mendatang. penyediaan materi. layanan konseling. kebijakan dan kegiatan seharusnya: • Meningkatkan mutu ke­ tersediaan pelayanan ke­ sehatan remaja • Menguatkan kerjasama antar institusi.6%).KESEHATAN PUBLIK / PROGRAM PKRR kesehatan seharusnya menyediakan layanan yang tepat dan efisien kepada remaja.3%). poster-poster.Kualifikasi khusus Petugas Kesehatan: *Tidak semua petugas kesehatan­ KESEHATAN REMAJA yang mengikuti training PKPR *Tidak mempunyai keahlian konseling yang memadai Remaja perempuan merupa­ kan sasaran Pada tahun 2004 pemerintah bekerjasama dengan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) melaksanakan sesi penyuluh­ an di SMA untuk daerah Banda Aceh dan Aceh Besar. karena mereka tergolong kelompok yang sangat rentan.7%) dan masalah kegemukan (0. Sayangnya.Pelayanan yang ditawarkan: Hanya ada sedikit kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi remaja . Kasus yang dilaporkan oleh puskesmas yang melaksanakan program PKPR adalah: gangguan haid (38. Juga melibatkan sektor-sektor lain di Propinsi NAD seperti Dinas Sosial. Sejak tahun 2005.8%). Pengelola ke­ sehatan dan berbagai penyedia la­yanan kesehatan sudah dilatih terlebih dahulu untuk menyediakan layanan PKRR di Medan pada tahun yang sama. Remaja perempuan merupakan kelompok “sasaran”. gangguan psikologis (0. Seringkali konse­ ling dilaksanakan di ruangan pri­ badi dokter. se­ perti halnya pentingnya ruangan khusus untuk konsultasi. l PENTING UNTUK DIINGAT Untuk menyediakan lingkungan yang mendukung.7%). atau ruangan lain yang biasanya digunakan untuk kon­ sultasi Ibu dan Anak. dan juga berbagai informasi melalui siaran televisi lokal. propinsi NAD telah memulai program PKRR pada 4 kabupaten (Banda Aceh. gangguan belajar (19.

Menstruation is experienced by every girl. signs are changes in the voice tone. the signs are the first menstruation or breasts develop­ ment. What are the physical changes experienced by girls? “. The functions of the vagina are linked­ with the coitus and giving birth. with an outer and an inner one. it means that you are starting to be adult. Then. Its means that she becomes a woman (she can give birth to a child). the body will start to experience some changes which mainly are: • Skin and hair are starting to be greasy • Pimples are appearing on the face • Sweat is more important • Arms and legs become longer • Hands and legs become bigger • Bones of the face become developed. Nowadays. what is this?” . If. my breasts become bigger.“Oh Mama.“That’s ok. some of the hormones/essences of the body (especially estrogen and progesterone hormones)­ are becoming active. Then there is a clitoris. In the first phase of the cycle. the body goes through the maturation process. Female adolescents need to pay attention on hygiene during their periods lasting for about 4-7 days per month. I am bleeding. this tissue and blood are shed.Oh. some girls can feel unstable. no problem. muscles development and “wet” dreams. while passing through the fallopian tube. I see body hair appearing!” When reaching the adolescence stage. at least 3 times a day. I am scared Mama. At this particular moment. It’s a pair of soft genital labia. It is what we call menstruation. through the cycle an ovum (egg) is released from an ovary. What is menstruation? When and how does it occur? . Those signs are quite common among women and are normal. but it should normally happen GOOD TO REMEMBER when reaching 12 years old. reproductive organs. In addition. For female adolescents. Rika Setiawati (AMI) and National Family Planning Coordination Board (BKKBN) GENERAL HEALTH During adolescence. During menstruation. The process continues monthly until pregnancy occurs or ovulation ceases at menopause. the lining of the uterus (or endometrium) undergoes rapid proliferation of cells in preparation for pregnancy. both outer and inner. by often changing the protection. a girl can be early menstruated at the age of 9-10 years old. What are woman’s reproductive organs? The outer organ is what we call “vulva”. For male adolescents. a hole of urinary duct and a hole of vagina duct. look. This discharge is called menstruation. GOOD TO REMEMBER ADOLESCENTS’ HEALTH . They can be easily tired during this time. but also before and after them. so that the girl doesn’t look like a child anymore • Breasts are growing • Bottom becomes bigger • Hips become wider and wider • Vagina starts to produce some liquid • Body hair appears around the armpit and vagina • Ovary becomes bigger • Menstruation occur 14 HEALTH MESSENGER N° 05 The main physical changes for a girl are: breasts development and first menstruation. will develop in a different way. I also get pimples. These physical changes will stop when reaching around 20 years old.GENERAL HEALTH / BODY DEVELOPMENT How does the adolescent’s body develop? By Health Messenger team. the ovum is not fertilized by a sperm. and in ‘that area’.” Menstruation is part of the mens­ trual cycle. This reproductive organ is a bit hidden because of its position between the upper thighs. uncomfortable or have pain below the navel. which occurs about every 28 days.

tubuh akan mulai mengalami perubahan. ketika dalam perjalanannya melalui tuba fallopi tidak dibuahi oleh sperma. sekurang-kurangnya 3 kali sehari. artinya kamu sudah mulai beranjak dewasa”. PENTING UNTUK DIINGAT Menstruasi adalah bagian dari siklus haid. akan dilepaskan dan terjadilah pendarahan. Aku takut Mak. Jika. Bagi remaja putra. Pelepasan ini disebut menstruasi. karena tidak berguna lagi. Tanda-tanda tersebut sangat biasa dijumpai diantara para perempuan dan hal itu adalah normal. tetapi normalnya terjadi pada saat usia 12 tahun. tanda-tandanya adalah haid pertama atau pertumbuhan payudara. beberapa hormon/ zat-zat dalam tubuh – terutama hormon estrogen dan progesteron – menjadi aktif. akan berkembang dengan cara yang berbeda. dan ada pertumbuhan bulu di daerah tertentu!” Pada saat mencapai tingkatan remaja. perubahan juga terjadi pada organ reproduksi. apa ini?” . Pada fase pertama siklus ini. dan juga pe­ rasaan tidak nyaman atau sakit di bagian bawah pusat. Kemudian. seorang gadis bisa mengalami proses menstruasi lebih awal pada usia 9-10 tahun. Remaja perempuan perlu memperhatikan masalah kebersihan selama periode ini yang lamanya 4-7 hari perbulan. Bagi remaja putri. dengan siklus tertentu sebuah sel telur (ovum) dilepaskan dari ovarium (indung telur). Selama haid. Belakangan ini. sehingga remaja perempuan tidak nampak seperti anak-anak lagi • Buah dada/ payudara membesar • Bokong semakin membesar • Pinggul semakin lebar • Vagina mulai memproduksi cairan ­ • Tumbuhnya bulu pada daerah ketiak dan pubis • Ovarium semakin membesar • Terjadinya haid Apakah haid itu? Kapan dan bagaimana munculnya? . baik organ luar maupun organ dalam.“Udah. KESEHATAN UMUM Perubahan fisik utama pada gadis adalah: perkembangan payudara dan haid pertama. Itu namanya haid. pada beberapa gadis muncul perasaan tidak stabil dari segi emosionalnya. mereka bisa gampang capek. secara garis besar yaitu: • Kulit dan rambut mulai ber­ minyak • Tumbuhnya jerawat di wajah • Keringat yang bertambah banyak • Lengan dan kaki bertambah panjang ­ • Tangan dan kaki bertambah besar ­ • Pertumbuhan pada tulang pipi. aku berdarah. dinding rahim (atau endomentrium) mengalami perkembangan sel yang pesat yang memungkinkan terjadinya kehamilan.KESEHATAN UMUM / PERKEMBANGAN TUBUH Bagaimana tubuh remaja berkembang? Oleh Tim P2K. nggak apa-apa.Oh. Proses ini terjadi setiap bulan sampai terjadiKESEHATAN REMAJA Haid atau menstruasi dialami oleh semua gadis. yang terjadi kira-kira setiap 28 hari. pertumbuhan otot dan mimpi “basah”. Perubahan fisik apa saja yang dialami oleh remaja putri? “. Selama waktu ini. nya kehamil­an atau pada saat ber­ akhirnya proses ovulasi pada masa menopause. Yang artinya dia menjadi seorang perempuan (yang bisa melahirkan anak) PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 15 . tubuh mengalami proses pendewasaan. Rika Setiawati (AMI) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Selama masa remaja.“Aduh Mak. aku juga mulai jerawatan. payudaraku makin membesar. juga sebelum dan sesudahnya. tandanya adalah perubahan suara. Selain itu. Pada saat tersebut. maka jaringan ini. Perubahan fisik ini akan berhenti ketika mencapai umur sekitar 20 tahun. dengan sering mengganti pembalut.

The ovum is produced in ovarium. What are wet dreams and masturbation? .400 thousands when a girl reaches the adolescence stage. The size of both fallopian tubes on the two sides of the womb is as big as a grape. the remaining skin that covers the penis is cut (circumcision) for about 1-1. where the sperm is produced. fresh avocado.5 centimeters. Sperm produces 100-300 millions of spermatozoids every day. instigating and groping the sensitivity of the body. Masturbation is touching. When a male baby is born. It brings enjoyable feelings achieved by an orgasm and the ejaculation. The fallopian duct is a duct that will be used by the ovum on its destination from the ovarian to the womb. there are in her ovarium like 1 – 2 million ovum cells. I am a man now. which are called “ wet dreams” The expelling of sperm can also happen when a male adolescents stimulates his genitals. What are the physical changes experienced by boys? . Testicles (a pair of) are contained in the scrotum which is made from very soft and wrinkled skin. Urine comes out from man’s body through a small hole in the tip of the penis.e.“Wow. Just have a look at my muscles.” Testosterone explains the ­ ollowing changes: f • Skin and hair start to be greasy • Pimples are appearing on the face • Sweat is more important • Arms and legs become longer • Hands and legs become bigger The main physical changes for a boy are: the voice tone (heavier). so that penis can easily be cleaned. When empty.“Oh. Nugroho) pit and around pubis Other changes are including the fact that the body starts to produce sperm. i. male adolescents produce sperm. The womb is also an elastic place. These organs are between thighs. When a female baby is born.GENERAL HEALTH / BODY DEVELOPMENT Female anatomy (Source: Dr. the development of muscles and the occurrence of wet dreams. Sperm can be drained off through the process of “ejaculation”. GENERAL HEALTH The cervic uterus is a kind of entrance to the womb that can be opened­ so that the foetus is able to come out during the delivery process. This activity is called masturbation. The invisible parts of man’s reproductive organs are testicles. and my voice is heavy now. and every day. For hygiene and sanitary reasons. Ejaculation could happen naturally­ (without consciousness) through­ erotic dreams. the form and the size almost look like a young. so that the boy doesn’t look like a child anymore Shoulder and chest become bigger and larger Weight and length increase Adam’s apple appears Beard and mustache appear The tone of the voice becomes heavier Penis and testicles develop Body hair appears around the arm- GOOD TO REMEMBER 16 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . expelling of sperm through the penis. What are men’s reproductive organs? ­ The outer visible reproductive organs are penis and scrotum. they are easier to see than woman’s reproductive organs. where the foetus can grow. which will decrease to 300 . penis is covered by a kind of outer skin. Penis is made from soft spongy tissue and blood vessels. why it is wet?” As mentionned before. • • • • • • • • Bones of the face develop. my Adam’s apple and my mustache. The womb is made of a strong muscle and is like a wide hole.

dan pesimis. penis ditutupi oleh sejenis kulit luar.“Wow. Jika lakilaki masturbasi dengan meraba penisnya. PENTING UNTUK DIINGAT Apakah mimpi basah dan masturbasi? . sehingga penis mudah dibersihkan. meremas dan meraba organ sensitif tubuh. Ejakulasi bisa terjadi secara alami (di luar kesadaran) melalui mimpi. Ketika seorang bayi laki-laki lahir. dan etika budaya. Apa saja perubahan fisik yang dialami oleh laki-laki? . Namun untuk remaja yang Bagian organ reproduksi yang memiliki pe­rasaan agama yang tak terlihat adalah testis. Organ tersebut berada diantara paha. lebih mudah dilihat daripada organ reproduksi wanita. Rahim juga adalah sebuah tempat yang elastis. Menurut ilmu ke­sehatan. Pengeluaran sperma pada se­ orang remaja juga bisa terjadi melalui rangsangan pada kelaminnya. Penis terbuat dari jaringan yang lembut serta elastis dan dari pembuluh darah. Di saat rahim kosong. KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 KESEHATAN UMUM 17 . ovum dihasilkan dari ovarium. Ketika seorang anak perempuan lahir. yaitu mengeluarkan sperma dari penis. Tuba falopi adalah saluran yang digunakan ovum selama perjalanannya dari ovarium menuju rahim. serta suaraku sudah besar”. Fungsi vagina adalah untuk seng­ gama (koitus) dan melahirkan. kulit penutup tersebut dipotong (di­ sunat) sepanjang kira-kira 1-1. • • • • Perubahan utama pada fisik bagi seorang remaja laki-laki adalah: suara (menjadi lebih berat).5 cm. dimana kuat. Untuk alasan kebersihan dan kesehatan. sehingga janin bisa keluar selama proses persalinan. terdapat sekitar 1-2 juta sel ovum pada ovariumnya. karena melakukan hasilkan 100-300 juta spermatozoa perbuatan yang dilarang agama setiap harinya. dimana janin bisa tumbuh. kok basah ya?” Sebagaimana disebutkan di atas. Sperma meng. Sperma bisa di­ salurkan melalui proses “ejakulasi”. aku benar-benar seorang lelaki sekarang. tetapi remaja Male anatomy (Source: Dr. Ukur­ an kedua tuba fallopi pada kedua sisi rahim adalah sebesar buah anggur. Akan menghadirkan perasaan yang menyenangkan melalui orgasme dan ejakulasi. Masturbasi adalah menyentuh. Skrotum berisi Testis (sepasang) yang terbuat dari kulit yang sangat lembut dan keriput. yang disebut mimpi basah. perempuan bisa melakukannya de­ngan menyentuh klitorisnya. Urine keluar dari tubuh melalui lubang kecil pada ujung penis. dia akan merasa bersalah sperma dihasilkan. Testosteron menimbulkan perubahan berikut ini: • Kulit dan rambut mulai berminyak • Munculnya jerawat pada wajah • Keringat bertambah banyak • Lengan dan kaki bertambah panjang • Tangan dan kaki bertambah besar • Tulang pipi makin membesar. Coba lihat otot. Rahim terbuat dari otot yang kuat dan nampak seperti lobang yang lebar. bentuknya seperti buah alpokat yang muda dan segar. Ini disebut masturbasi. Leher rahim adalah semacam pintu masuk yang bisa terbuka menuju rahim. jakun dan kumisku. pertumbuhan otot dan datangnya mimpi basah. remaja laki-laki menghasilkan sperma tiap hari. Nugroho) perempuan juga bisa melakukannya. Masturbasi le­bih sering dilakukan remaja lakilaki.KESEHATAN UMUM / PERKEMBANGAN TUBUH Apa sajakah organ reproduksi  wanita? Organ luar terdiri atas area yang dikenal sebagai vulva dengan struktur pembangun sepasang labia (bibir) bagian luar dan dalam yang menutupi klitoris. lubang saluran ken­ cing dan liang peranakan (Vagina). Apa sajakah organ reproduksi laki-laki? Organ luar yang bisa dilihat adalah penis dan skrotum (kantong buah zakar). jadi tidak nampak seperti anakanak lagi • Bahu dan dada bertambah besar dan lebar • Meningkatnya berat dan tinggi badan Munculnya jakun Tumbuhnya jenggot dan kumis Suara menjadi lebih berat Pertumbuhan pada penis dan buah zakar • Timbulnya bulu di daerah ketiak dan pubis Perubahan lainnya termasuk bahwa tubuh mulai menghasilkan sperma. yang akan berkurang menjadi 300-400 ribu sel ketika memasuki usia remaja.“Aduh. masturbasi tidak mengganggu ke­ sehatan.

and prepare different psychological processes in adolescents’ life.Eating a variety of foods (adolescents are likely to get to many calories intake from fast and junk food!). muscles and joints. Talking about sexual issues between adolescents and adults is not common in Indonesia. including becoming over- 18 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH .­ Not more than 30 % of the whole nutrition should come from fat pro­ ducts. If friends usually provide the main source of information regarding this aspect. eggs and nuts). lack of safe facilities. ­ * Fruits and natural juices. Regular practice of physical activity helps young people: • to build and maintain healthy bones. Medically. mine­ rals and fiber. poultry. but female adolescents can do it as well. They provide A and C vitamins. weight or developing weak bones. when they seem to have some. peanuts). Adolescents need to be helped to manage these “new” sexual urges. • to develop movement and coordination. ­ GOOD TO REMEMBER Monitoring needs in nutrition and physical activity A healthy nutrition Adolescents’ proper nutrition can prevent many medical pro­ blems. Iron is necessary for the development of strong muscles and the production of blood. l Masturbation does not disturb health. parents and teachers to manage “new” sexual urges. and simple ignorance of the benefits.Choosing a diet: * made of unsaturated fats (that can be found in olive. Meanwhile we should pay attention to adolescents’ food habits. Playing games promote positive social integration and opportunities for self-expression. • to develop efficient function of the heart and lungs. Health wor­ kers could provide information about sexual orientation and reproductive health not only to adolescents.Balancing the food they eat with adequate physical activity. cereals). the deve­ lopment of strong bones in particular. Health workers should inform them. about the best nutrition advices to keep them healthy including: . it’s not always a complete one. What are the effects of all these changes? The changes of the body during puberty influence sense. because of doing something disapproved by religion or cultural ethics. GOOD TO REMEMBER GENERAL HEALTH Sexual orientation Sexual orientation remains a cri­ tical issue for adolescents. If men can have masturbation by groping their penis. * Vegetables. Adolescents need to be helped by health workers. building selfconfidence. as well as potassium. as well as their families. regular soft drinks or regular ice cream. They are usually more sensitive because of hormonal changes. oil…) can be danger­ous because of cholesterol. as too much saturated fat (such as dairy products.g. feelings of achievement.Choosing a diet with plenty of: * Grain products (rice. • to control body weight. feelings of embarras­ sment or incompetence. such as iron or magnesium. even if things are different in urban areas. social interaction and integration. Giving them more time would be better than immediately asking them about their problems. ­ . * moderate in sugars and salt. We should tell them (and explain why it is necessary) to avoid buying high calorie desserts or snacks such as snack chips. Canned fruit in heavy syrups and sweetened fruit juice should be avoided! * that provides enough calcium (e. women can do it by touching their clitoris. bread. They provide vitamins including A and C ones and folate. iron and zinc (meat. but to parents and teachers as well. milk) and iron to meet the gro­ wing body’s requirements. . and fiber.GENERAL HEALTH / BODY DEVELOPMENT Masturbation is often conducted by male adolescents. * that provides proteins. masturbation will not disturb health. coconut. dry beans. The importance of physical activity ­ Many factors prevent young people from being regularly physically active: lack of time and motivation. minerals. • to prevent and control feelings of anxiety and depression. They provide vitamins. But some adolescents who have strong religious feelings may feel guilty and pessimistic. reducing fat. including­ B vitamin. insufficient support and guidance from adults. . It will also ensure that adolescents will physically grow to their full potential. perception. fish.

dan kurangnya pengetahuan akan manfaatnya. otot dan sendi-sendi yang sehat.KESEHATAN UMUM / PERKEMBANGAN TUBUH Masturbasi tidak mengganggu kesehatan. kurangnya sarana yang aman. • mengontrol berat badan. tetapi juga untuk orangtua dan guru. serta serat. termasuk vitamin B. kelapa. Jika seorang teman biasanya bisa menjadi narasumber yang menyediakan informasi mengenai aspek ini. kurang memadainya dukungan dan bimbingan dari orang dewasa. karena lemak yang berlebihan ( seperti produk susu kaleng. polong-polongan. l KESEHATAN UMUM 19 KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Apa pengaruh dari perubahanperubahan ini? Perubahan pada tubuh selama pubernitas mempengaruhi rasa. Berbicara mengenai masalah seksual antara remaja dan orang dewasa merupakan hal yang tidak lazim di Indonesia. * me­ngandung protein. Sementara itu kita harus memperhatikan kebiasaan pola makan remaja. Pentingnya aktivitas fisik Banyak faktor yang membuat anak muda tidak bisa menjalankan latihan fisik secara teratur: kurangnya waktu. persepsi dan menyiapkan proses psikologis tertentu dalam kehidup­ an remaja. diantaranya: -  Makan makanan beraneka (remaja cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan sembarang makanan!) -  Seimbangkan makanan yang dikonsumsi dengan frekuensi ke­giatan fisik ­ . telor dan kacang-kacangan). • mencegah dan mengontrol pe­ rasaan capek dan depresi. . mineral dan serat. Bermain game menumbuhkan integrasi sosial yang positif dan kesempatan untuk mengekspresikan diri. Harus disampaikan (dan dijelaskan mengapa hal ini penting) agar menghindari pembelian makan- an pencuci mulut atau jajanan yang ba­nyak mengandung kalori seperti kerupuk. interaksi dan integrasi sosial. perasaan berprestasi. mi­nyak…. Remaja perlu dibantu untuk menangani dorongan seksual “baru” ini. sereal). Petugas kesehatan dan keluarga harus memberitahu mereka tentang gizi terbaik yang dianjurkan agar mereka tetap PENTING UNTUK DIINGAT dalam keadaan sehat. • meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru yang efektif • meningkatkan pergerakan dan koordinasi. membangun kepercayaan diri. zat besi dan seng (da­ging. meskipun berbeda untuk daerah perkotaan. Mengandung vitamin A dan C dan folat.Memilih makanan berupa: * Zat pembangun (nasi. me­ ngurangi lemak. tetapi itu tidaklah selalu lengkap. ikan. persaan malu atau merasa tidak mampu berkompetensi. minuman kaleng atau es krim. disaat mereka sudah menunjukkan tanda-tandanya. Jus dengan buah yang dikalengkan dan jus buah dengan pemanis buatan sebaiknya dihindari! * me­ngandung cukup kalsium (mis. PENTING UNTUK DIINGAT Remaja perlu dibantu oleh petugas kesehatan. ­ * mengandung garam dan gula seimbang. Mengandung banyak vitamin. * Buah dan jus alami. Mengan­ dung vitamin A dan C. termasuk masalah kelebihan berat-badan atau kerapuhan tulang. dan juga kalium. seperti zat besi atau magnesium. Petugas kesehatan bisa menyediakan informasi mengenai orientasi seksual dan kesehatan reproduksi bukan hanya untuk remaja. kacangkacangan). Latihan fisik yang teratur dapat membantu anak muda untuk: • membangun dan merawat tulang.Memilih makanan yang: * me­ngandung sedikit lemak (yang bisa dijumpai pada zaitun. Tidal lebih dari 38% dari semua jenis gizi dihasilkan dari produkproduk berlemak. roti. mineral.) bisa berbahaya karena kolesterol yang dikandungnya. Orientasi seksual Orientasi seksual memberikan wacana yang kritis bagi para remaja. Zat besi sa­ngat penting untuk pertumbuhan otot yang kuat dan produksi darah. orangtua dan guru untuk menangani dorongan seksual “baru“ ini Mengamati kebutuhan gizi dan kegiatan fisik Gizi yang sehat Remaja dengan gizi sempurna bisa tercegah dari berbagai masalah medis. susu) dan zat besi agar tubuh secara umum bisa berkembang. *Sayuran. Hal tersebut juga bisa memastikan bahwa remaja secara fisik akan tumbuh secara potensial. khususnya untuk pertumbuhan yang kuat. Mereka biasanya lebih sensitif karena perubahan hormon. Memberikan mereka lebih banyak waktu akan lebih baik daripada bertanya spontan mengenai perubah­ an mereka.

a feeling that someone is a good-for-nothing. If they fail ­ to fulfill this stage. teachers or friends) is quite difficult for the adolescent. Although family is influential in the frame of the ado­lescent’s development. At 10 years old. GENERAL HEALTH Why is the stage of “learning & doing” before adolescence so important? According to Erik Erikson. Successful experiences give the children a feeling of competence and mastery. religion or other movements. Rika Setiawati (AMI) and National Family Planning Coordination Board (BKKBN) If we know that adolescence is a transitional period for children to become adults.can help ado­lescents a lot in changing and choosing their identity. inferior feelings­ will be expressed by young adolescent when entering the next stage. The great event is attending school for the first time. The basic task for adolescents is to integrate the various identifications they bring from childhood into a more complex identity. The 4th stage. It is as if someone was coming in a store to buy a new jacket and tries several until he finds the one that fits. They have to integrate various sources of influences and identifications in order to build their own identity. while failure brings a sense of inadequacy and inferiority. in friends’ houses and at home.GENERAL HEALTH / IDENTITY DEVELOPMENT How does the adolescent’s personal identity develop? By Health Messenger team. These changes. based on adolescents’ development stages and linked with society. Here are some explanations that every health worker should know. Their motto is “I am what I learn”. force the youth to consider a variety of roles. children say: “I am what I learn”. adolescents ask themselves: “Who am I?”. along with social pressure to take occupational and educational decisions. These groups provide opportunities to try out new roles. the 5th stage of the human development is related to the adolescence period. autonomy and initiative. Peer groups are one of the most influencing factors that affects ado­ lescent’s development. Therefore. adolescence is also the time when GOOD TO REMEMBER At 15 years old. But this learning phase occurs also on the streets. 20 HEALTH MESSENGER N° 05 GOOD TO REMEMBER Adolescence and the variety of identifications In the 5th stage. roughly from 6 to 12 years old. The world of adolescents do­ minated by friends and peers Adolescents need more space to define who they are but it doesn’t mean they don’t need a guide in shaping their values and attitudes. Rapid psychological changes produce a “new” body with unfamiliar sexual urges. They get knowledge and initiatives. going through this stage without appropriate support from society and environment (pa­ rents. the building of identity reaches a climax.friends above all . which can lead to identity problems. GOOD TO REMEMBER ADOLESCENTS’ HEALTH . Source: Samaritan’s Purse How can social influences be a “guide”? Youth search their own identity in peer groups. is the time when children want to enter in the lar­ ger world of knowledge and work. These years are establishing basic trust. we don’t always have an exact knowledge of the psychological changes­ that can explain some adolescents’ behaviors later. clubs. Social and familial environment .

rasa rendahdiri akan diekspresikan ketika memasuki tahap­an selanjutnya yang bisa membawa masalah kepribadian. tahap kelima dari pertumbuhan manusia berhubungan erat dengan masa remaja. Tahun-tahun tersebut merupakan pembentukan keperca­yaan. klub. Masa terpenting adalah masa awal memasuki sekolah. Tugas dasar bagi remaja adalah untuk menggabungkan identifikasi beragam yang mereka bawa dari masa anak-anak menuju kepri­ badian yang lebih kompleks. di rumah teman dan di rumah sendiri. KESEHATAN REMAJA PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . tetapi kita tidak selalu punya pengetahuan ­ yang pasti akan perubahan psikologis yang mempengaruhi beberapa prilaku remaja. Masa remaja dan identifikasi yang beraneka ragam Pada tahapan ke-lima. didasarkan kepada tingkat pertumbuhan remaja dan dikaitkan dengan keadaan sosial. sementara kegagalan memberikan rasa kekurang-mampuan dan kerendah­-dirian. 21 PENTING UNTUK DIINGAT Pada usia 15 tahun. memaksa anak muda untuk memerankan bermacam peranan. sebuah perasaan bahwa dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Bagaimana pengaruh sosial bisa menjadi “pemandu”? Anak muda mencari jati dirinya di kalangan teman sebaya. Diketahui bahwa pengaruh yang dibawa oleh teman bisa saja positif atau negatif. Hal ini seperti jika seorang datang ke sebuah toko untuk membeli jaket kemudian mencoba beberapa jaket untuk mendapatkan ukuran yang pas. KESEHATAN UMUM Mengapa tahap “belajar & bekerja” sebelum remaja sangat penting? Menurut Erik Erikson. kemandirian dan keinisiatif-an dasar. Meskipun keluarga merupakan faktor penting dalam pertumbuhan remaja. tapi bukan berarti mereka tidak butuh pembimbing untuk membentuk harga diri dan sikapnya. remaja bertanya kepada dirinya: “Siapa aku?” Mereka harus menggabungkan semua sumbersumber pengaruh dan identifikasi yang ada untuk membentuk kepribadiannya sendiri. Keberhasilan memberikan pe­ rasaan mampu bersaing dan pe­ rasaan unggul pada anak-anak. Rika Setiawati (AMI) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kita memang mengetahui bahwa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Motto me­ reka adalah “Aku adalah apa yang kupelajari”. Siswa SMP belajar bagaimana cara merokok sementara siswi SMP belajar bagaimana cara berdandan. Perubahan-perubahan ini. adalah waktu dimana anak-anak berkeinginan memasuki dunia pengetahuan dan pekerjaan yang lebih luas. Jika me­reka gagal memenuhi tahapan ini. Dunia remaja didominasi oleh teman dan sebaya Remaja membutuhkan lebih ba­ nyak waktu untuk mengetahui siapa mereka. Kelompok-kelompok ini memberikan kesempatan untuk mencoba peranan baru. guru ataupun teman) sangat sulit bagi remaja. kira-kira umur 6 sampai 12 tahun. agama atau perkumpulan lainnya. Lingkungan sosial dan keluarga – teman berada pada posisi teratas – bisa banyak membantu remaja untuk merubah dan memilih jati dirinya. Kelompok teman sebaya adalah salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan remaja. Tetapi tahap belajar ini juga muncul di jalanan. pembentuk­ an kepribadian mencapai titik puncaknya. Oleh karenanya untuk melalui tahapan ini tanpa dukungan yang tepat dari masyarakat dan lingkung­ an (orangtua. Tahap ke-empat. sejalan dengan tekanan sosial dalam pe­ ngambilan keputusan memilih pekerjaan dan pendidikan. Perubahan yang cepat ini menghasilkan tubuh “baru” de­ngan dorongan seksual yang tidak biasa.KESEHATAN UMUM / PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Bagaimana identitas diri remaja berkembang? Oleh Tim P2K. Berikut ini ada beberapa penjelasan yang harus diketahui oleh setiap petugas kesehatan. masa remaja juga adalah waktu dimana ketika remaja menghabiskan banyak waktu dan energinya bersama teman dekatnya.

Creating or joining peer groups to show their identities. using the group as a reference where he can become someone. Some high school students could be influenced to take drugs because of peer pressure. etc.feelings related to this stage? All behaviors during adolescence are a branch of the “process of a new ‘I am’ development”.” In general they like charming actors.Having an idol as the one they like or they love. trying forbidden/dangerous things. their personality will be fragmented. “I am” = the group. violence. . A junior high school boy learns how to smoke while junior high school girls learn about dres­ sing up. l ­ Some typical (and normal) adolescents’ sentences! . In big cities. The ways of expres­sing it depends of sex/gender identities (see the table below). I have a problem.). Information about idols.“Roni.” “I am sorry Mum but the TV show is very good now. without ­judging their life. the same jewels.. more to fulfill their dreams and fantasy. I’ve just broken up with my girl friend. but it does not mean that they think about a real intimacy relationship. etc. Girls like boys. competition is very important. he said I had much homework to do!” . .Having an idol as a reflection of “I want to be like…” In general the idol is a masculine figure (football player. 22 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH .. while at the same time others could be motivated to achieve better academic performances by observing their friend’s success. thinking that everybody in the world pays attention to them. that’s why its members can wear the same clothes. What happened?” “Grandma.Feeling of existence. actor. But at least. no one can be sure this kind of influence is safe for the adolescent’s psychological development. . Patricia Miller. It is well known that the influence that friends brings could be either positive or negative. such as: belonging to a minority group (feelings of rejection). etc. I will clean up after!” GENERAL HEALTH References: . lacking something like a core. .Development of Psychology Theories. etc. Girls are not as opened as boys to show “rebel” attitudes. joining clubs. . . in a positive or a negative way. .Starting looking at girls. charming singers. this movie is not for children.. We should be careful regarding these risk factors.Learning new things and challenging with peers.. In that stage. Girls . feeling ill at ease if they smell bad or if they are too thin or too fat. In this regard.and normal . Boys .GENERAL HEALTH / IDENTITY DEVELOPMENT teenagers spend most of their time and energy with close friends.Starting to think more about their body and “beauty”. adolescents easily get information from such sources. because I was ­ angry with Papa.Feeling that adults can not understand them well. challenges.. uncertainty regarding their sexual orientation. 1993. trends. fashion. a boy “is not” a girl. What are the special .“You look so sad.. For example: they become aware about trends and fashion.. Luciano L’Abate..“Sorry little brother. basketball player. using same words. . .Starting to like a boy as a reflection of the need of affection. . .Trying to show to the society that they are strong:“I am boy”.Handbook of Development Family Psychology and Psychopathology. so they don’t care if they disobey rules. 1994. Boys are more “opened” to show “rebel” attitudes. Other factors can play.” “How could you say that? I am not a child anymore! Don’t you see that I’m a big man?” .Feeling of existence. It means that the common core of these behaviors is a result of an effort from adolescents to say “I exist”. They can affect adolescents as they can be the leading causes of some risky beha­viors (see the following article). The risk of identity fragmentation If adolescents can not integrate their new identifications and roles. etc. They want to show that they are “able” to have a girlfriend.. etc..Feeling that adults can not understand them well. building relationships. bands. clean up your room.. It’s usually a reflection of “I would like to be with. friends can give support to peers and accept their changes. or inability to choose between many occupational roles. it’s really a big mess here. TV and media influence TV and media help adolescents to perceive society and give them a support to develop their identity. may in­ fluence adolescents’ perception. overly strong identification with one of the parent. Yet. thinking that everybody in the world pays attention to them.

acara TV nya lagi seru banget. . actor. “Kok kamu ngomong gitu? Aku kan bukan anak-anak lagi! Kamu lihatkan aku udah besar?” .“Maaf Dek. Pada tahapan itu. perhiasan yang sama.“Roni…bereskan kamarmu. kepribadiannya akan terpecah. lebih kepada pemenuh­ an impian dan fantasinya. Pengaruh TV dan media TV dan media membantu remaja mengenal lingkungan sosial dan memberi mereka dukungan untuk mengembangkan kepribadiannya. Artinya inti daripada prilaku ini adalah sebagai hasil dari usaha remaja untuk mengatakan “aku ada”. aku baru saja putus sama pacar. mencoba hal terlarang/ berbahaya.Perasaan ke-eksistensi-an. Mereka mau menunjukkan bahwa mereka “mampu” mencari pacar. “Maaf Bu ya.Mulai menyukai laki-laki sebagai refleksi kebutuh­an kasih sayang. . karena itulah setiap anggotanya biasa memakai pakaian yang sama. merasa kawatir kalau me­reka bau atau terlalu kurus ataupun terlalu gemuk. Resiko disintegrasi kepribadian Jika remaja tidak bisa mengintegrasikan identifikasi dan peranan barunya. . Remaja perempuan .Teori Pengembangan Psikologi. Luciano L’Abate. identifikasi yang terlalu kuat dari orangtua. berfikir bahwa semua orang di dunia ini memperhatikannya. menggunakan istilah yang sama. karena aku marah sama Papa…kata­nya aku punya banyak PR!” . menjalin hubungan. . jadi mereka tidak peduli jika mereka melanggar aturan. 1993.Buku Pedoman Pengembangan Psikologi dan Psikopatologi Keluarga. Apa saja perasaan khusus – dan perasaan normal – ­ sehubung­an­ dengan tahapan ini? Semua perilaku selama remaja adalah sebuah cabang dari “proses perkembangan ‘diriku’ yang baru”. Informasi mengenai idola. Kita harus mewaspadai faktor-faktor resiko ini. . dll. Cara penyampaiannya. penyanyi yang menawan. dengan menggunakan kelompok sebagai sarana dimana me­reka bisa menjadi se­seorang. Dalam hal ini. nanti saya bereskan!” Referensi: . remaja dengan mudah bisa memperoleh informasi dari berbagai sumber. laki-laki “bukanlah” perempuan.Merasa bahwa orang dewasa tidak bisa mengerti mereka. bergabung di klub. Misalnya: mereka jadi sangat peduli dengan mode dan fashion. teman bisa memberikan dukungan kepada teman sebayanya dan menerima perubahan mereka.Mempunyai idola sebagai refleksi dari “Aku mau seperti si…” Secara umum idolanya adalah lelaki perkasa (pemain sepakbola. dll). KESEHATAN UMUM Remaja laki-laki . seperti kehilangan intinya.Aku lagi ada masalah. dll. . Biasanya ini adalah refleksi dari “Aku mau sama si…” Umumnya mereka menyukai aktor yang mempesona. Perempuan tidak bisa terbuka seperti laki-laki untuk menunjukkan sikap “memberontak”.Membentuk atau bergabung dengan kelompok sebaya untuk menunjukkan identitas mereka. pemain basket. Memang tidak ­ ada seorangpun yang tahu pasti apa­ kah pengaruh tersebut aman untuk perkembangan psikologis si remaja. Akan tetapi setidaknya. fashion. Di kota-kota besar. Masalahnya mungkin diperkuat oleh status kelompok minor (perasaan ditolak). band. .“Kamu kok sedih kali…Ada apa?” “Nek…. model. baik dengan cara positif atau sebaliknya. sementara yang lain termotivasi untuk mendapatkan prestasi akademis yang lebih baik dengan melihat keberhasilan teman-­temannya.Mencoba hal-hal dan tantangan baru bersama teman sebaya. tergantung sex / jenis kelamin (lihat tabel). . Patricia Miller. 1994. mungkin saja mempengaruhi persepsi remaja. tetapi bukan berarti mereka memikirkan hubungan keintiman yang sesungguhnya. ketidakmenentuan orientasi seksual.KESEHATAN UMUM / PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Beberapa siswa SMA bisa saja terpengaruh memakai narkoba karena tekanan sebaya. “Aku”= kelompokku. tanpa menghakimi kehidupannya. dll. . atau terlalu ba­nyak peranan kerja yang harus dipilih. KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 23 . kekerasan dan lain-lain. tantangan. Perempuan menyukai laki-laki. berfikir bahwa semua orang di dunia ini memperhatikannya.Berusaha menunjukkan kepada masyarakat bahwa me­ reka kuat: “Aku laki-laki”. l Beberapa kalimat remaja yang khas (dan normal)! . kamarmu berantakan sekali”.Mulai melirik perempuan. Faktor-faktor tersebut bisa mempengaruhi remaja yang akan menjadi penyebab munculnya ber­ bagai kasus prilaku beresiko. . filmnya bukan untuk anak-anak”.Merasa bahwa orang dewasa tidak bisa mengerti mereka. persaingan sangatlah penting. .Mulai berfikir lebih banyak tentang tubuhnya dan “kecantikan”. Laki-laki lebih “terbuka” menunjukkan sikap “memberontak”.Memiliki idola dari orang yang mereka sukai atau cintai. dll.Perasaan ke-eksistensi-an.

when. If it was ADOLESCENTS’ HEALTH .GENERAL HEALTH / AN ADOLESCENT’S LIFE What does an adolescent’s life look like in Aceh? By Health Messenger team GENERAL HEALTH How does adolescent’s daily life look like? What about school. we started to worry: “When will I get menstruation. friends.can provide more appropriate and complete responses. family. HM: What about hormonal signs like acne? Acne was not a problem. But in case of a big pimple we were used to say to the girl: “Did you fall in love? Who is he? Tell us!” And we were laughing. Here is an interview with a young girl. but our sisters were used to behave like that. it’s too big. HM: What about menstruation? It was the same regarding the first time of menstruation. but I didn’t have any boyfriend. it’s too small!”. leisure time? What are his/her problems and expectations? What about his/her self-image? With a better knowledge of adolescents’ needs. We all knew that we patiently had to wait until we reached 18 years old. What were your feelings­ regarding­ these physical changes? Our feelings were quite good! In fact we were worried that these changes could not come! Like 24 HEALTH MESSENGER N° 05 breasts. when we could be ­“allowed” to have Source: Samaritan’s Purse Body perception Health Messenger (HM): During adolescence the body develops. when…?” while others friends at school were asking: “Why don’t you have them? You should see a doctor!” In junior high school we were used to count how many girls had menstrual cycles and how many had not. we were welcoming­ these developments because the meaning was that we were not kids anymore. And that was my dream. She’s now ­­20 years old and has just come out adolescence period. health ­workers . I don’t know exactly where this tradition comes from. I was only sharing­ these feelings with my female friends. It’s part of our culture! Expectations HM: Adolescence is a period of expectations.families and communities as well . buttocks… Even if we were never satisfied by saying “oh. dreams… Did you have some? Between 13 and 18 years old I had three friends (girls). late to come. As I had some difficulties in being confident.

P2K: Apakah anda mendapat support (dukungan) dari keluarga? Saat itu terasa sangat tidak mudah untuk berkomunikasi de­ngan anggota keluarga saya karena semuanya memikirkan diri mereka sendiri dan memikirkan bagaimana mereka bisa bertahan. teman. Tapi dalam hal jerawat besar (jerawat batu). Persepsi Tubuh Pembawa Pesan Kesehatan (P2K): Selama masa remaja.KESEHATAN UMUM / KEHIDUPAN SEORANG REMAJA Bagaimana gambaran kehidupan seorang remaja di Aceh? Oleh Tim Pembawa Pesan Kesehatan Seperti apa kehidupan remaja itu? Bagaimana dengan sekolah. saat dimana kami “diijin­ kan” untuk berpacaran. “Kapan aku mulai mens. Kalau mi­ salnya datangnya terlambat. ini terlalu besar. Harapan P2K: Masa remaja merupa­ kan masa yang penuh harapan. Hal itu merupakan bagian dari budaya kita. tapi saudarasaudara perempuan kami biasa bersikap seperti itu. Kami semua sadar bahwa kami ha­ rus sabar menunggu sampai umur 18 tahun.. kapan. kapan. Umurnya sekarang 20 tahun dan baru saja melewati masa remaja. bilang sama kami!” kemudian kami tertawa. pantat/ bokong… Meskipun kami tidak pernah merasa puas “oh. nggak tahu mau bagaimana. ­waktu luang? Bagaimana dengan masalah dan pengharapan mereka? ­Bagaimana dengan citra dirinya? Dengan lebih mengetahui kebutuhan para remaja. perasaannya sama saja. tubuh mengalami pertumbuhan. pokoknya terasa sangat sulit. Saya tidak tahu pasti darimana datangnya tradisi ini. ini terlalu kecil!”. dan juga impian…Apakah anda juga punya harapan atau impian tersendiri? Antara umur 13 dan 18 tahun. kami menyambut gembira perubahan ini karena dengan demikian berarti kami bukan anak-anak lagi. Karena saya memang punya masalah kepercayaan diri. kami biasanya menghitung berapa banyak gadis yang sudah mens dan berapa yang belum. senang! Malah kami khawatir kalau perubah­ an ini nggak ada! Seperti payudara. Yah. Jadi dari waktu ke waktu saya semakin malas mengikuti pelajaran.?” Jika temanteman di sekolah bertanya: “Kenapa kamu nggak dapat mens? Sebaik­ nya jumpai dokter!” Sewaktu masih di SMP. apalagi sewaktu kita lagi enggak punya duit. atau sedang bermasalah de­ ngan orang lain. Tapi hal itu tidak berhasil. Dan sebenar­nya itu adalah impian saya. Tapi rasa­nya terlalu lama menunggu saat itu tiba.bisa memberikan respon ­ yang lebih menyentuh dan respon yang lebih lengkap. saya punya 3 atau 4 orang teman (perempuan). Tapi kadang-kadang saya nggak bisa konsentrasi karena masalah keluarga yang masih ada dalam benak saya. P2K: Bagaimana dengan menstruasi? ­ Mengenai menstruasi pertama. Bahkan guru SMA saya me­ngatakan jika saya ingin sukses saya harus membuka fikiran saya (lebih terbuka) dan membicarakan semua persoalan saya kepada seseorang yang dapat dipercaya. saya hanya membagi perasaan saya ini bersama ­ teman-teman perempuan saya. Situasinya tetap sama saja. 25 PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Berikut ini kutipan wawancara dengan salah seorang dari remaja. kemudian SMA (15 sampai 18 tahun). P2K: Bagaimana dengan tandatanda hormonal seperti jerawat? ­ Jerawat bukanlah masalah. pekerja kesehatan -keluarga dan juga masyarakat. ya…. Bagaimana perasaan anda me­ ngenai perubahan fisik ini? Perasaannya. kami biasa bilang pada se­ sama remaja putri: “Apa kamu jatuh cinta? Siapa dia? Ayo dong. kami mulai cemas. tapi saya nggak pu­ nya teman laki-laki (pacar). KESEHATAN REMAJA KESEHATAN UMUM Kehidupan sosial P2K: Apakah kamu sekolah? Pertama saya sekolah SMP (dari umur 13 sampai 15 tahun).

who is not so nice. we were just enjoying the present time.­ ­ I started­ because there were no other ways or medicine for us to get rid of our problems. And I want to be opened to new things! l GENERAL HEALTH 26 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . then I was simply going. it’s not a problem. for example). then in senior high school (from 15 to 18 years old). poor or rich. when you live in a city… you can get married at 21 or 25 years old. If adolescents can not open their heart. talk about their problems (most of them are. So I changed my style. Even if we knew the bad effects of cigarettes on health… Anyway. has TV! Intimate relationships HM: What about boyfriends? Now I’m 20 years old and I have a boyfriend. ­ Drug use HM: Many adolescents are used to smoke. It was such a long time waiting for this moment to come! Social life HM: Did you go to school? First I was in junior high school (from 13 to 15 years old).GENERAL HEALTH / AN ADOLESCENT’S LIFE one. Self image HM: Did you have a particular way of dressing and attitude? No. family ones). I just wanted to “close” my heart. are in love?” Then I ­realized that the clothes could play an important role to be more attractive. even if I will have a family. Then our activities were mainly focusing on talking. We can ­ get models from famous movies and stars (who wear fashion clothes) so that we can feel like him or her… very famous. But it was not worth trying. Even my teacher in senior high school advised me to open my mind and talk about my problems to someone I could trust. things are more complicated. I had to make out with what I had: I couldn’t wear nice women clothes like skirts. indeed! Models can come also from commercials as well (air style. it means that they got married at 15 years old! Cognition HM: What do you think of ado­ lescence in general? Adolescence is a sensitive period. Have you ever tried? Yes I have. which were still in my mind. HM: To your opinion. trying to find solutions to our problems together. I know many cases of friends having a child. and I didn’t care about people’s thoughts. HM: What are you expecting in the future? I want to work. HM: But now you’re looking like a “girl”. if I wanted to succeed in life. I was just wearing tee-shirts. Between 13 and 19 years old. But for me when you start to work. What happened? I changed when I left senior high school. I was 15 years old then. step by step… HM: How did you get this new style? We had. They didn’t know what happened in my mind anyway. HM: Could you find support from your family? It was not easy to communicate with members of my family at that time because they were all thinking­ about themselves and how they could survive. Not only I was really looking like a boy. At that time I was wondering:­ “Why this boy and this girl. But as they are 19 years old. everything from television. what could be done to improve the wellbeing of adolescents? Families should be much more involved in adolescents’ psychological problems! The level of their involvement is very poor. So from time to time I was too lazy to attend lessons. but I also ­ was acting­ like a boy: if I had decided to go somewhere. in my opinion. It’s very difficult. Perhaps I should get married now. doing homework together… and if we got bored we were used to walk around together. We were smoking in the toilets at school. or outside. in the countryside. I had not. to be like a “strong” women who didn’t have “any problem”. And every family. We didn’t have any choice! Smoking was helping us to forget a bit about our problems and get some fresh air. But sometimes I could not concentrate due to family problems I had. I started to smoke very early. In that way interaction with health workers should be improved. the consequence is that they will be reluctant to get married and have a family. However. and my mother knows about it. HM: How was your leisure time? My leisure time was only spent and enjoyed with my friends. when you don’t have money. to pay attention to someone else’ problems. in senior high school. and we still have. as health workers are now used (since tsunami) to ask and deal with our mental health. The situation remained the same. I mean we didn’t want to think about what could happen after. as they will be afraid to do the same mistakes made by their parents. TV is very important for our identity. We were sharing everything! We were learning lessons together. we didn’t care. And I really wanted to find a boyfriend.

miskin atau kaya. Kami bisa mendapatkan model dari film-film dan bintang film terkenal (yang biasa­nya memakai pakaian modis) sehingga kami bisa merasa seperti sang bintang tersebut…yang sa­ngat terkenal. P2K: Bagaimana anda memperoleh gaya (stelan) baru ini? Kami punya. Penggunaan Obat-obatan P2K: Banyak remaja yang sudah ­biasa merokok. Antara umur 13 dan 19 tahun. Bukan hanya nampak seperti lakilaki. Jadi itu berarti mereka ­nikah umur 15 tahun! ­ Pemahaman P2K: Secara umum. Ibu saya juga tahu. memang! Model juga bisa diperoleh dari beberapa iklan (air style contohnya). Maksud saya. P2K: Apa yang anda harapkan untuk masa mendatang? Saya ingin bekerja walaupun nanti saya akan mempunyai ke­ luarga. Kami berbagi semuanya! Kami belajar bersama. tinggal di kota… kamu bisa menikah umur 21 atau 25 tahun. Akan tetapi bagi saya jika kamu sudah bekerja. Apakah anda sudah mencobanya? Iya sudah. Saya memulainya karena tidak ada cara lain atau obat yang bisa meringankan permasalahan kami. akibatnya me­ reka akan alergi atau ngeri dengan pernikahan dan mempunyai keluarga: mereka takut akan membuat kekeliruan yang sama seperti orang tuanya. P2K: Tetapi sekarang…anda nampak seperti seorang “gadis”. agar nampak seperti seorang wanita “perkasa” yang tidak punya “masalah”. apa yang bisa diperbuat untuk meningkatkan kesejahteraan para remaja ini? Keluarga harus lebih banyak terlibat pada masalah psikologis remaja ! Tingkat keterlibatannya masih sangat rendah. P2K: Menurut pendapat anda. Saya hanya ingin “menutup” hati. Pada waktu itu saya heran: ”Mengapa pria dan perempuan ini yang rupanya tidak begitu cakap bisa saling jatuh cinta?” Lalu saya menyadari bahwa pakaian mempunyai peranan agar kita nampak lebih menarik. Sehingga kegiatan-­kegiatan kami terfokus pada ngobrol. punya TV! Hubungan keakraban P2K: Bagaimana mengenai pacar? ­ Sekarang umur saya 20 tahun dan saya sudah punya pacar. membicarakan masalah-masalahnya (sebagian besar menurut saya adalah masalah keluarga). Jadi saya mulai mengubah gaya. Ada apa? Saya berubah sesudah tamat SMA. TV sangat pen­ting bagi kepribadian kami. buat PR bersama…dan kalau sudah bosan kami jalan-jalan bersama. Jika remaja tidak bisa membuka hatinya. kami nggak mau memikirkan apa yang bakal terjadi nantinya. Kami merokok di toilet sekolah. dan sampai sekarang masih ada. Dengan cara demikian interaksi dengan petugas kesehatan akan meningkat. Umur saya waktu itu 15 tahun. tapi saya juga bertingkah se­perti laki-laki: jika saya sudah memilihnya. Namun di da­ erah bukan perkotaan nampaknya lebih rumit. Kami nggak pu­ nya pilihan! Dengan merokok kami merasa terbantu untuk melupakan sedikit masalah kami dan bisa merasa sedikit lega. Saya tahu beberapa kasus ­ teman-teman saya yang sudah ­ pu­nya anak. atau di luar sekolah. hal itu bukan suatu masalah. dan bersama-sama berusaha mencari solusi masalah-masalah yang kami hadapi. saya harus merasa puas dengan apa yang saya punya: Saya nggak bisa memakai pakaian wanita yang sewajarnya seperti rok. sebagaimana sekarang (semenjak tsunami) petugas kesehatan sudah ­ terbiasa menanyakan dan berurus­ an dengan masalah kesehatan mental kita. Saya cuma pakai T-Shirt (kaos ­ oblong). dan saya nggak peduli tanggapan orang. menurut anda bagaimana masa remaja itu? Remaja adalah merupakan masa yang cukup sensitif. Lagipula mereka tidak tahu apa yang terjadi dalam benak saya. pokoknya kami senang saat itu.KESEHATAN UMUM / KEHIDUPAN SEORANG REMAJA P2K: Bagaimana dengan waktu ­luang anda? Waktu luang banyak saya lalui bersama teman-teman. sedikit demi sedikit. Mungkin saya ­harus menikah sekarang. semuanya dari televisi. tapi umur mereka ­ masih 19 tahun. Dan saya mau terbuka untuk menghadapi hal-hal baru! l KESEHATAN UMUM 27 KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Sementara saya ingin mencari seorang pacar. Citra diri P2K: Apakah anda punya gaya tersendiri dalam berpakaian dan berperilaku? Nggak. Saya sudah lama mencobanya. Dan ­ biasanya setiap keluarga. Walaupun kami tahu efek buruk rokok terhadap kesehatan…Tapi kami nggak peduli. sewaktu SMA. saya akan tetap menjalaninya.

• low income. Hepatitis C or HIV/AIDS virus infection. which are: • lack of family and community supports. anxiety. 2500 • insomnia. Adolescents of Aceh province are more and more involved in risky sexual behaviors.Jakarta) Source: YAKITA GENERAL HEALTH Most of the students of Aceh are adolescents (15-24 years old) who may feel thrilled to try new and prohibited things. 2877 • irritability.) . Thus.   3500 stigmatization. frustration. Here are some important informations about these risks. so that health workers can strengthen their capacities to provide counseling both to adolescents and parents.2000 1376 tion. GOOD TO REMEMBER These risks factors are quite common in Aceh province and can be the underlying leading causes of some adolescents’ emotional AIDS cases based on age group / Kasus AIDS berdasarkan kelompok umur alterations. 1000 Adolescents affected by these 451 500 210 193 feelings are. ­ th th th th th diket 28 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH HIV/AIDS. then.GENERAL HEALTH / RISKY BEHAVIORS Monitoring adolescents’ risky behaviors in Aceh By YAKITA and Health Messenger team With the contribution of Dr Enny Setiasih (World Health Organization . ado­lescents of Aceh province tend to be more and more involved in unsafe sexual behaviors. they are likely to be engaged in risky behaviors without being aware of the consequences of their actions on their health. loneliness. • high mobility. during ado­ lescence.  07  %). 3000 • boredom. • overly harsh or inconsistent pa­ renting. then to prevent problems. as they may feel <1 th 1­4 th 5­14 th 15-19 20-29 30-39 40­49 50-59 >60 th Tdk neglected. These are: ­ • loss of self-esteem. • confusion. These behaviors are the leading causes of early and unwanted­ pregnancy (see “Reproductive Health” section). ­ Unsafe and risky sexual behaviors ­ According to the results of the assessment conducted by YAKITA in November 2005. sexually transmitted di­seases (STDs) including sexual transmitted infections (STIs). lonely and stigmatized. and informations collected during the implementation of the “Muda Berdaya” (“Em­powered Youth”) program. as a consequence The highest rate of AIDS cases­ reached in December 2005 shows that the age group between 20 and 29 years old is highly concerned (54. lack of energy. • peers involved in antisocial activities. Risk factors Some risk factors can increase adolescents’ vulnerability. which means that the infection should have started some years younger. resentment. • academic failure / being involved in petty crimes in school. Until the 90’s the main way of HIV transmission was sexual Source: PHO (Dinkes Prop. defects in concentra. 1500 • frequent changing mood. more likely than 116 33 29 24 12 other ones to be engaged in some 0 risky behaviors.

• keterlibatan sebaya dalam ke­ giatan anti-sosial. • pendapatan yang rendah. kurang energi. 31). Faktor-faktor resiko tersebut biasa dijumpai di propinsi Aceh dan bisa menjadi penyebab timbulnya perubahan emosional remaja. Sampai tahun 1990-an­ cara KESEHATAN REMAJA KESEHATAN UMUM penularan utama HIV adalah melalui hubungan seksual yang kemudian secara perlahan-­lahan me­rambah melalui pemakaian jarum suntik bekas pengguna narkoba (48. mereka sepertinya terlibat perilaku beresiko tanpa mewaspadai akibat dari ­ perbuatannya itu terhadap kesehatan. • mobilitas yang tinggi. Dengan demikian. remaja di propinsi Aceh cenderung terlibat lebih jauh dalam perilaku seksual tidak aman. Diantaranya: • kehilangan rasa percaya diri. sehingga petugas kesehatan bisa meningkatkan kapasitasnya dalam hal penyediaan konseling untuk remaja dan orangtua.WHO -Jakarta) Sebagian besar pelajar di Aceh adalah remaja (15-24 tahun). • kekerasan yang berlebihan dari orangtua. penyakit menular seksual (PMS) termasuk infeksi menular seksual (IMS). • perubahan mood yang berulang­ ulang. • susah tidur.9% dari kelompok umur yang sama). dendam. • bingung. kesepian dan diasingkan. timbulnya stigma. Remaja yang dipengaruhi pe­ rasaan-perasaan tersebut diatas. HIV/ AIDS merupakan salah satu akibatnya Angka tertinggi kasus AIDS terjadi pada bulan Desember 2005 yang menunjukkan bahwa kelompok umur 20 sampai 29 tahun harus mendapat perhatian (54. Berikut ini disajikan beberapa informasi pen­ting terkait resiko yang dimaksud. maka cenderung akan melakukan prilaku beresiko. yang berarti bahwa infeksi sudah mulai bebe­ rapa tahun lebih awal selama masa remaja. 29 PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . • lekas marah. ­ Faktor resiko Beberapa faktor resiko bisa meningkatkan kerentanan remaja. • kegagalan akademis/ terlibat tindak kriminal di sekolah.07%). • rasa jemu. yang mungkin berkeinginan untuk mencoba hal baru dan terlarang. frustasi. kecemasan. Bagaimana caranya agar terhindar dari HIV/ AIDS? Petugas Kesehatan harus menyampaikan kepada remaja halhal sebagai berikut: • jangan berganti-ganti pasangan­ seksual dari yang satu ke yang lain. Hepatitis C atau infeksi virus HIV/ AIDS. yaitu: ­ • kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat. kesepian. Perilaku seksual yang tidak aman dan beresiko Dari hasil assessment yang dilakukan YAKITA November 2005 lalu dan informasi yang dikumpulkan selama pelaksanaan program “Muda Berdaya”. karena mereka merasa diabaikan. Remaja di Propinsi Aceh semakin terlibat lebih jauh dengan perilaku seksual yang beresiko Kurangnya pengetahuan dan dukungan adalah hal yang mendasari Berbagai survey menunjukkan kenyataan bahwa adanya kekurangan pengetahuan mengenai HIV/ AIDS dikalangan remaja di Indonesia (lihat tabel hal. kemudian mencegah masalah ini.KESEHATAN UMUM / PRILAKU BERESIKO Mengamati perilaku beresiko remaja di Aceh Oleh YAKITA dan Tim P2K Melalui kontribusi Dr Enny Setiasih (World Health Organization . kegagalan berkonsentrasi. Perilaku ini merupakan penyebab utama kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diharapkan (lihat di bab “Kesehatan Reproduksi”).

avoid injecting drugs).9 64. • screening all donated blood before transfusion. • • • • • • There is a lack of knowledge about HIV/AIDS among young people in Indonesia.boys and girls should have a more positive idea about their interrelations. Gender education is also necessary.0 75. not only because of peer pressure but because hemp is a way to help them to get rid of boredom. 9 % of the same age group).5 23.9 1779 Male 79. as adolescents .1 8.214 601 1179 636 Have heard 78. Then adolescents should be told that HIV/AIDS is NOT transmitted by shaking-hand.4 51. according to some shopkeepers in Banda Aceh like Zulfikar. University of Indonesia. UNFPA and National Family Planning Coordination Board.3 75.8 Number of respondents 1. kissing.5 3209 Adolescents should get a more positive idea of the opposite sex.3 Men Believe there is a way to avoid it 58.2 26.262 1. How to prevent from HIV/AIDS? Health workers should tell adolescents: • not to change over from one sexual partner to others partners. ”many adolescents use hemp”.7 Believe there is a way to avoid it 61. Demographic Institute .6 92. A lack of knowledge and support.7 76.Faculty of Economics. Percentages of unmarried women and men (15-24 years old) who have already heard about HIV/AIDS and who believe that it could be prevented Women Variable & Category Age: 15-19 Age: 20-24 Place of residence : urban Place of residence : rural Have heard 84.1 50. • to avoid indistinct blood transfusion. Effects of tobacco use are: Short-term effects: addiction process stains on fingers and teeth reduced sport performance Long-term effects: risks of cancers. 30 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH .079 Source: Indonesia young adult’s reproductive health survey (IYARHS). n° 4).GENERAL HEALTH / RISKY BEHAVIORS Percentages of youth (15-24 years old) who have ever heard about HIV/AIDS.1 1430 35.1 79. ­ • to use condoms while having sexual intercourse. as a dangerous trend Moreover.4 85.6 72.377 964 1. cardiovascular and respiratory diseases in later life accidental injuries problems related to oral hygiene GOOD TO REMEMBER Source: Survey about adolescents’ high-risk behaviors.1 1666 Sex Female 73. GENERAL HEALTH intercourses­ but it has now slowly shifted to injecting drug users (IDUs) transmission ­­ (48. using the same latrines… Transparent and friendly sex education should be provided by: • improving the knowledge of health workers about HIV/AIDS (see the previous issue of HM. 2002.6 Number of respondents 1.7 90. • to use sterilized materials like needles (in all cases. • providing health education materials on care or prevention. All donated blood should be screened before transfusion. We should add that early pregnancies are also a consequence of risky sexual behaviors (see “reproductive health” section) Substances abuse Observation of young people in universities shows that the number of male university students who are smoking cigarettes once out of the university building is very high. including sexuality and HIV/ AIDS.0 91.5 20.1 71. GOOD TO REMEMBER Hemp.8 1543 Total 76. 2002. by sex and living areas   Ever heard about HIV/AIDS Never heard Number of respondents Living area Urban Rural 91. as immediate causes Various surveys highlight the fact that there is lack of knowledge about HIV/AIDS among young people in Indonesia (see the table).

5 20. penyakit jantung dan penyakit pernafasan di kemudian hari.6 Jumlah responden 1.3 75.1 35.6 72. 2002 KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 31 . Pendidikan gender juga penting sebagaimana remaja ­. memakai WC yang sama… ­ Persentase jumlah pemuda (15-24 tahun) yang sudah pernah mendengar tentang HIV/ AIDS.9 8. P2K no.6 92. • hindari transfusi darah yang tak jelas sumbernya. termasuk seksualitas dan HIV/. • penyediaan materi pendidikan kesehatan pada perawatan atau pencegahan.214 601 1.Fakultas Ekonomi. Efek dari penggunaan tembakau adalah: Efek jangka pendek: • adiksi • membekas pada jari dan gigi • mengurangi aktivitas olah raga Efek jangka panjang: • resiko mengidap kanker. 4). menurut Zulfikar­ penjaga toko di Banda Aceh.8 Jumlah responden 1377 964 1. Para remaja seharusnya memiliki pemikiran yang lebih positif mengenai lawan jenis mereka Kehamilan di usia dini merupakan akibat dari prilaku seksual beresiko (lihat pada bab “kesehatan reproduksi”) Penyalahgunaan zat Observasi terhadap anak muda di beberapa Universitas menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa laki- PENTING UNTUK DIINGAT laki yang merokok di luar gedung sangat tinggi. berdasarkan jenis kelamin dan daerah tempat tinggal Daerah tempat tinggal Kota Pernah mendengar tentang HIV/ AIDS Tidak pernah dengar Jumlah responden 91.7 76.3 Laki-laki Yakin ada cara untuk menghindarinya 58. KESEHATAN UMUM Adanya kekurangan pengetahuan mengenai HIV/ AIDS di kalangan remaja Indonesia. • jauhi Narkoba. Kemudian para remaja harus diberitahu bahwa HIV/ AIDS TIDAK ditularkan melalui: jabat tangan. 2002.9 1779 Jenis Kelamin Laki-laki 79. UNFPA dan BKKBN. pelaksanaan skrining atas semua donasi darah sebelum ditransfusikan. Institut Demografi .0 91.2 26.1 79.5 3209 Total Sumber: Survey perilaku resiko tinggi pada remaja.7 90. ciuman.8 1543 76. ­ Persentase jumlah laki-laki dan perempuan pranikah (15-24 tahun) yang sudah pernah mendengar HIV/ AIDS dan yakin ada cara untuk menghindarinya Perempuan Variabel dan Kategori Pernah dengar 84. Universitas Indonesia .laki-laki dan perempuan -­­ ­juga seharusnya memiliki pemikiran positif tentang hubung­an timbal PENTING UNTUK DIINGAT • baliknya.262 1.1 1666 Perempuan 73.1 71.709 Umur: 15-19 Umur: 20-24 Tempat tinggal: kota Tempat tinggal: desa Sumber: Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI).4 85.KESEHATAN UMUM / PRILAKU BERESIKO • pakai kondom sewaktu berhubungan seksual. • pelaksanaan skrining atas semua donasi darah sebelum ditransfusikan. • gunakan barang-barang yang sudah disterilkan seperti jarum suntik.179 636 Pernah dengar 78. Pendidikan seks yang trans­ paran dan bersahabat harus diberikan melalui: • peningkatan pengetahuan para petugas kesehatan tentang HIV/ AIDS (lihat pada edisi P2K sebelumnya.0 75. • kecelakaan • masalah yang berhubungan dengan kebersihan mulut.4 51.1 1430 Desa 64. sebagai trend yang berbahaya Lebih jauh lagi.1 50.5 23. Ganja.7 Yakin ada cara untuk menghindarinya 61.

blood pressure is not stable. from Lhok Nga.­ to succeed in this. which illustrates the importance of the problem. as various risk factors can play. through: • educational opportunities. This results in a vicious circle. Adolescents won’t stop if we only say: ”Hey. sometimes without helmets.GENERAL HEALTH / RISKY BEHAVIORS A student of a university laughed at us when we asked ”How many people you know are using hemp?”. Note: the assessment was conducted in Banda Aceh. we can not easily identify addictions-related problems. If hemp is common. Then. Situations increasing the likelihood of accidents Unintentional injuries are the leading causes of death among young people. they will be engaged in illegal activities like stealing. stop drugs!”. the probability that it happens is obvious. there are almost 2000 motorbikes monthly imported in Aceh since the tsunami. As a consequence. as well as emotions. GENERAL HEALTH We should know that the rate of ”risk-taking” among adolescents is high. whereas extacy and putaw traffics develop. In Janto jail (Aceh Besar district) almost 80 % of prisoners have had drug problems and most of them are adolescents. Moreover they should know that the use of hemp changes their abilities to react to any adverse situation. More­over. GOOD TO REMEMBER 32 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . as the way they ride is dangerous: high speed. adolescents often feel ”invincible”. they were used to hide it. if alcohol problems are not as important as in other big cities in Indonesia. Anyway. especially road traffic accidents among young boys. • being involved in participative programs. as they feel ”invincible”. nobody knows how to do so. Though there is no any accurate data on related accidents. One of the effects is that heart pumps faster. Then many of them have unprotected sexual behaviors. Problems related to addictions are interrelated Addiction problem remains complicated. prevention is very low. There is nobody to provide advices on ”how to be a self-estimateed adolescent without drugs”. and on addictions impacts. This invicible feeling explains that the rate of ”risk-taking” among adolescents is high. which are a gate for e the virus infection. Prevention of accidents Adolescents should be informed about the use of safety equipment (helmets) and security rules. with no respect of security marks. • an access to informations about drugs and at-risk behaviors (peers are the best information ­ providers) and also about life principles (ethics and spirituality). Yet. shabu-shabu (methampethamine) becomes a trend as well. They ignore risks and/or don’t understand them. For example. the results of the questionnaire confirm that 78 % out of the 40 interviewed teenagers say that there are drugaddicted people in Aceh. First of all adolescents should be given strong reasons to act differently. when ­ they need to be more careful. they should be told that the use of hemp influences time and distance­ perceptions so that their abilities to quickly react to any adverse situation­ are reduced. but sometimes we speak about “Aceh” because most of the interviewees come from other cities in Aceh. they will need money to buy drugs. it could become one in Aceh. please. However. What are urgent needs? Despite the rise of addiction problems. saying that their condition is the same than in Banda Aceh. to get money. when people are addicted. Wulan (23 years old). in and out of school. they will use interpersonal violence. since Aceh is a religious pro­ vince. ­ ffects of drugs. “Invincible” feelings Health workers and parents should know (and they should inform adolescents as well) that physical change during adolescence is like a ”spurt of growth”. because of the GOOD TO REMEMBER The way adolescents ride ­ is dangerous. Rina (24 years old) replied: ”It’s easier­ to answer how many people do not use it!”. l GOOD TO REMEMBER Almost 80 % of prisoners of Janto jail have had drug pro­ blems and most of them are adolescents. Unsafe riding According to one of the suppliers in Banda Aceh. reported that if there are many young people smoking.

KESEHATAN UMUM / PRILAKU BERESIKO ­ banyak remaja yang menggu“ nakan ganja”. Karena itu mereka harus menyadari penggunaan ganja merubah kemampuan mereka untuk dapat bereaksi terhadap situasi yang buruk. Seorang mahasiswa sebuah universitas menertawakan kami ketika ditanyakan “Berapa orang yang kamu tahu memakai ganja?” Rina (24 tahun) menjawab: “Lebih mudah menjawab berapa orang yang tidak memakainya!” Wulan (23 tahun) dari Lhok Nga. Para remaja ini tidak akan berhenti jika kita ha­ nya bilang: “Udah dong. Meskipun tidak ada data akurat mengenai angka kecelakaan. tidak mudah bagi kita mengidentifikasi remaja yang memiliki masalah adiksi tersebut. ketika seseorang sudah kecanduan. sementara mereka perlu untuk lebih berhati-hati. mereka melakukannya sembunyisembunyi. tetapi kadang-kadang kita menyebut kata “Aceh” karena sebagian besar remaja yang di­wawancarai berasal dari luar Aceh. 78% diantaranya menyatakan bahwa banyak pecandu narkoba di Aceh. Masalah adiksi memang sangat­ kompleks. namun pencegahannya masih sangat rendah. melalui: ­ • kesempatan  pendidikan. juga emosi yang tidak stabil. keKESEHATAN REMAJA Cara remaja berkendara cukup berbahaya. Tidak ada seseorang yang memberikan nase­ hat “bagaimana menjadi seorang remaja yang penuh pemikiran tanpa narkoba”. bukan hanya karena dorongan teman sebaya tapi juga karena ganja merupakan sebuah cara bagi mereka untuk meringan­ kan kebosanan. Hal ini adalah merupakan lingkaran setan. mereka juga harus diberitahu bahwa penggunaan ganja mempengaruhi persepsi ruang dan waktu sehingga kemampuannya untuk bereaksi secara spontan terhadap situasi yang buruk akan berkurang. Selanjutnya. sementara peredar­ an extacy dan putaw juga sedang mewabah.  di dalam atau di luar sekolah. Cara berkendara yang tidak aman Menurut salah satu pemasok di Banda Aceh. Masalah yang berhubungan dengan adiksi adalah saling terkait. untuk bisa mendapatkan uang mereka akan terdorong melakukan hal-hal yang ilegal seperti mencuri. mungkinan hal itu bakal terjadi cukup jelas. Pencegahan kecelakaan Para remaja harus diberi pengertian tentang kegunaan peralatan keamanan (helm) dan peraturan keamanan. mereka akan butuh duit untuk membelinya. dan berbagai faktor resiko turut berperan. Akan tetapi. yang merupakan pintu gerbang infeksi virus. Perasaan “tak terkalahkan” Petugas kesehatan dan orang tua harus tahu (dan juga harus membe­ ritahukannya kepada remaja) bahwa perubahan selama masa remaja adalah seperti “spurt of growth/ pertumbuhan yang melejit”. Iya. bisa saja akan menjadi masalah yang serius di Aceh. tidak mengiraukan rambu-rambu dan kadang-kadang tidak memakai helm.000 unit sepeda motor yang masuk perbulannya ke Aceh semenjak tsunami. Aceh Besar) hampir 80% warga binaannya mempunyai masalah de­ ngan narkoba dan sebagian besar diantara mereka adalah remaja.  Kemudian banyak diantara mereka yang menjalankan perilaku seksual tidak aman. supaya berhasil. Perasaan tak terkalahkan ini menunjukkan bahwa angka ­ “pengambilan resiko” di kalangan remaja masih tinggi. berhentilah pakai narkoba!” Pertama sekali para remaja harus diberikan alasanalasan kuat agar berubah. yang menggambarkan betapa pen­ tingnya masalah ini. • turut terlibat dalam programprogram partisipatif. Jika ganja merupakan hal biasa. yang mengatakan kondisi me­reka sama dengan kondisi di Banda Aceh. l Catatan: assessment dilakukan di Banda Aceh. Salah satu efeknya adalah denyut jantung yang semakin cepat. sering dikarenakan oleh pe­ ngaruh narkoba. tekanan darah yang tidak stabil. shabu-shabu (methampethamine) juga sudah menjadi marak. mereka akan melakukan pemalakan­/ ­ kekerasan. Dan karena Aceh adalah propinsi yang religius. se­bagaimana cara me­ reka berkendara cukup berbahaya: kecepatan tinggi. Se­ bagai contoh. PENTING UNTUK DIINGAT KESEHATAN UMUM 33 PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 . Akibatnya si remaja sering merasa “invincible/ tak terkalahkan”. Apa saja kebutuhan yang mendesak? Meskipun masalah adiksi semakin meningkat. ­ • mendapatkan informasi tentang narkoba dan perilaku beresiko (rekan sebaya merupakan penyedia informasi yang paling tepat). khususnya kecelakaan lalu lintas pada remaja laki-laki. dan juga prinsip hidup (etika dan spiritual). jika masalah miras belum seperti di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Di penjara Jantho (Kab. hampir 2. mengatakan bahwa biarpun banyak remaja yang merokok. Mereka mengabaikan resiko dan/atau mereka memang tidak memahaminya. ­ Meningkatnya kemungkinan terjadinya kecelakaan Kecelakaan tidak disengaja meng­akibatkan kematian di kalang­ an remaja. hasil kuessioner dari 40 orang remaja. dan pengaruh adiksi. memang tidak ada yang tahu bagaimana caranya. Kemudian.

Moreover. but a psychosocial recovery as well. talking and sharing common problems with friends. Others. However. the tsunami recovery continued.BEING less. HM: Talking. it would be more complete if they could use this time to develop themselves in a more positive and constructive way. usually ride up and down the road. found the lack of appropriate­ youth activities as an opportunity to provide children and adolescents with a safe environment for playing. as an opportunity to relieve them from grief and trauma.­ Samaritan’s Purse International Relief Adolescence is a period of time in life when individuals have not only the will to discover the world. playing with their mobile phone. not only a “physical” recovery such as with permanent houses and buildings. adolescents need to know and assess their strengths. or just walking up and down the road (this activity is a very common one for girls). Unfortunately. walking… what do you think of these very simple activities? MN: It has to be said that these activities are not use34 HEALTH MESSENGER N° 05 WELL . HM: What is the aim of the Samaritan’s Purse program in Panga? ­ MN: Samaritan’s Purse International Relief.­ and also to give them a chance to develop their interests. The approximate number of students of three junior high schools and one high school in town is about five hundred students. In December 2005 Kelompok Kreativitas Anak dan Remaja (KAR) (Children and Adolescent Creativity Group) was launched. who come from surrounding villages or sub-villages around Keude Panga. through the Children Development Program (CDP) in Panga sub-district (started in July 2005). Along with searching for their identity. ­ Health Messenger (HM): What about adolescents in Panga sub-district? Meisi Naomi (MN): Panga is one sub-district in Aceh Jaya district with quite a large population of adolescents. but are also involved in defining and asserting their own identity. We asked Meisi Naomi Kacaribu (Child Development­ Program Counselor) for some details. Yet. The ADOLESCENTS’ HEALTH .WELL-BEING / PSYCHOSOCIAL ACTIVITIES A stimulating place for positive and useful psychosocial activities in Panga sub-district (Aceh Jaya district) By Meisi Naomi Kacaribu and Jessica Tabler (Samaritan’s Purse International Relief) Child & Adolescent Creativity Group Program. The aim of Samaritan’s Purse’s project in Aceh Jaya is to help adolescents to assert their identities through activities that not only match with their desires but are also adapted­ to their abilities. or they go to nearby beaches to meet peers. Most of them are busy with jobs involving manual labor such as gathering wood or rubber. who have motorbikes. Originally the program aimed to help the tsunami affected young people. adolescents are busy with finding activities that fit the most to their personality. There are also other teenagers who are working instead of attending school. because adolescents need to spend a lot of time playing. for creativity. the community doesn’t have the facilities which could allow and support appropriate activities focused on adolescents’ needs. HM: How do adolescents spend their leisure time there? MN: Most of the adolescents in Panga spend their leisure time talking with friends.

atau pergi ke tepi pantai bersama teman lainnya. Sebenarnya program ini bertujuan untuk membantu anak-anak muda korban tsunami. tetapi juga mencari jati diri dan mengenalinya. Panga? Meisi Naomi: Panga adalah salah satu kecamatan di Aceh Jaya yang mempunyai jumlah remaja yang cukup besar. Akan tetapi. atau cuma sekedar jalan-jalan keliling (biasanya dilakoni oleh kaum wanita). sebagai kesempatan PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 35 LEBIH MENDALAM KESEHATAN REMAJA . yang berasal dari desa dan dusun sekitar Keude Panga.KESEJAHTERAAN / KEGIATAN PSIKOSOSIAL Tempat yang mendukung kegiatan psikososial yang positif dan berguna di Kec. P2K: Ngobrol. Samaritan’s Purse International Relief Remaja adalah masa dimana seseorang bukan hanya berkeinginan menjelajahi dunia. karena remaja juga perlu menghabiskan banyak waktunya untuk bermain. Selama proses pencarian identitas diri ini. Pada bulan Desember 2005. Kelompok Kreativitas Anak dan Remaja (KAR) dibentuk. akan lebih lengkap jika mereka bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk mengembangkan diri dengan cara yang lebih positif dan konstruktif. dan juga memberikan me­ reka kesempatan untuk menstimulasikan dan mengembangkan minatnya. Panga (yang dimulai pada bulan Juli 2005) melalui Program Pengembangan Anak (PKA). Panga (Kab. tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan mereka itu sendiri. Tujuan Proyek Samaritan’s Purse di Aceh Jaya adalah untuk membantu remaja mengenali jati dirinya melalui kegiatan yang bukan hanya sesuai dengan hasrat mereka. keba­ nyakan adalah pekerja buruh harian seperti pengumpul kayu atau getah. P2K: Apa tujuan Program Samaritan’s Purse yang ada di Panga? MN: Samaritan’s Purse International Relief di Kec. ngobrol dan berbagi masalah sehari-harinya bersama teman. P2K: Bagaimana biasanya cara remaja menghabiskan waktu luangnya? MN: Kebanyakan remaja di Panga menghabiskan waktu luangnya dengan ngobrol bersama kawan. biasanya menghabiskan waktu luangnya jalan-jalan keliling naik motor. Perkiraan jumlah murid dari 3 Sekolah Mene­ ngah Pertama dan 1 Sekolah Menengah Atas yang ada mendekati angka 500 orang murid. Pembawa Pesan Kesehatan (P2K): Bisakah anda menjelaskan keadaan remaja di Kec. remaja sibuk dengan mencoba mencari kegiatan apa saja yang paling sesuai dengan kepribadiannya. Aceh Jaya) Oleh Meisi Naomi Kacaribu dan Jessica Tabler (Samaritan’s Purse International Relief)­ Program Kelompok Kreativitas Anak & Remaja. menemukan kurangnya aktifitas positif pemuda yang bisa menyediakan lingkungan yang aman untuk bermain dan berkreasi bagi anak-anak dan remaja. Ada juga remaja-remaja lainnya yang bekerja (tidak sekolah). main HP. Remaja perlu mencari tahu dan memahami apa saja kemampuannya. Kami meminta beberapa informasi dari Meisi Naomi Kacaribu (Konselor Program Pengembangan Anak). Sayangnya masyarakat tidak memiliki sarana ataupun fasilitas yang bisa mentoleransi dan mendukung kegiatan-kegiatan positif yang berfokus kepada kebutuhan remaja. jalan-jalan… bagaimana pendapat anda mengenai kegiatan sederhana ini? MN: Tentu saja kegiatan ini bukan tidak berguna. Bagi yang punya sepeda motor.

Samaritan’s Purse has provided each polindes with a library.WELL-BEING / PSYCHOSOCIAL ACTIVITIES Run Race Competiiton (Source: Samaritan’s Purse) Prop.BEING ADOLESCENTS’ HEALTH . The gardening project is also a new experience for the older KAR participants. football. singing. and other crafts such as origami. which were built by Samaritan’s Purse. It included: races. The beach excursion day usually consists of swimming for a few hours. The youth especially enjoy various sports 36 HEALTH MESSENGER N° 05 WELL . tug of war. and then of course eating. reading­ and watching movies or cartoons. chili. volleyball and ping-pong/table-tennis. The facilitators of KAR Program have also implemented se­veral “out of ordinary activities” such as a beach excursion day and also a gardening project: The beach excursion day has proven to be very therapeutic for all ages. discuss and solve problems related to the past week’s activities. The polindes are located in Alue Piet and Ladang Baro sub-villages.­ Other activities include puzzles. The adolescent group. egg fruit. when the harvest time comes. ado­ lescents are able to overcome the tsunami trauma they might still feel. First they are given seeds (watermelon. Nuri activities take place every Saturday between 4 and 6pm. HM: Where do these activities take place? MN: KAR program activities take place every week in two polindes. The facilitators meet with each other every week to report.) such as badminton. to maps or books with spiritual purposes (related to Islam). the know­ledge gained. novels. HM: How are these activities organized? MN: Children and adolescents are divided into three age groups and meet on different days of the week.). an eating competition using kepuruk as well as a drawing contest. Through swimming in the ocean. The facilitator is responsible for planning and implementing activities for that day. fertilizer and tools for gardening. they start working together in their teams to produce the best garden. as well as sewing activities for the girls. and the quality of fruit/vegetables produced. focuses on junior and high school ages (1318 years old). In addition to these activities. Such competitions can help adolescents to have a bet• KAR Program also adjusted its objectives to focus more on children and adolescents’ development. painting. etc. They are divided into groups and each of them competes to produce the best crops. Each group has two facilitators to help them during the activities. The young people come from the surrounding villages and sub-­villages near the polindes. sack race. Upcoming events for the Nuri Group include a smoking and drug abuse campaign. and all the seeds have produced fruits. corn. both located in Panga sub-district. also known as “Nuri Group”. HM: Could you describe these creative activities? MN: Activities vary from week to week and are determined by the KAR facilitators. spinach. The most common activities include: drawing. The available books vary from stories or educational books. playing football or badminton. Each garden is assessed by facilitators on a weekly­ basis. the facilitators will choose the winner based on teamwork. Then. magazines. Finally. In October 2006 Samaritan’s Purse organized a competition between the Nuri Groups of each polindes.

Panga. novel. dan juga beberapa buku agama (yang berhubungan dengan agama Islam). Seorang gadis berumur 14 tahun. tarik tambang. main bola atau bulu tangkis di pantai. Hari wisata pantai bisa menjadi salah satu terapi untuk semua umur. dan alat pertanian. dan juga tentu saja makan. terong.KESEJAHTERAAN / KEGIATAN PSIKOSOSIAL untuk meringankan mereka dari kesedihan dan trauma. Kegiatan lainnya teka-teki. buku pendidikan. Fasilitator Program KAR juga melaksanakan bebe­ rapa “kegiatan di luar rutinitas” seperti hari wisata pantai dan juga program pertanian (tanaman pangan). Setiap kebun/ lahan akan dievaluasi oleh fasilitator setiap minggunya. Sementara Ita. remaja mampu mengatasi trauma yang mungkin saja masih terasa sebagai akibat dari tsunami. Kegiatan kelompok Nuri berikutnya adalah mengenai Kampanye merokok dan penya­ lahgunaan narkotika. lomba lari jarak pendek (sprint). Kelompok remaja yang dikenal dengan nama “Kelompok Nuri”. ilmu didapat dan hasil kebun bermutu juga didapat. PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 37 LEBIH MENDALAM KESEHATAN REMAJA . Aktivitas yang paling rutin adalah menggambar. P2K: Dimana aktivitas-aktivitas ini berlangsung? MN: Aktivitas Program KAR berlangsung setiap minggu di 2 Polindes yang dibangun oleh Samaritan’s Purse. atlas. majalah. serta kegiatan menjahit untuk perempuan. Program pertanian merupakan pengalaman baru bagi anggota KAR yang lebih senior. pupuk. Sebagaimana proses pemulihan dampak tsunami masih berlanjut. diskusi dan memecahkan permasalahan yang dijumpai pada kegiatan mingguan. Anak-anak dan remaja pesertanya berasal dari desa dan dusun sekitar Polindes. Kegiatan wisata pantai ini biasanya mencakup: renang selama beberapa menit. Setiap kelompok mempunyai 2 orang fasilitator yang membantu mereka selama kegiatan bermain. Kemudian mereka mulai bekerja sama dalam kelompoknya untuk menghasilkan lahan/ kebun terbaik. fasilitator akan memi­lih pemenang berdasarkan kelompok. melukis. dan bertemu pada hari yang berbeda setiap minggunya. Pemuda khususnya. yang mengatakan bahwa dia betul-betul menikmati aktivitas-aktivitas di Polindes. mulai dari buku cerita. bayam. Perlombaan tersebut bisa membantu para remaja untuk lebih mengetahui kemampuan mereka dan merasa bangga dengan hasil yang diperoleh. Kurataini. dan perlombaan menggambar. sangat gemar pada bidang olah raga seperti bulu tangkis. P2K: Bagaimana kegiatan ini dilaksanakan? MN: Anak-anak dan remaja dibagi ke dalam 3 kelompok umur. P2K: Apakah para remaja senang dengan kegiatan pendidikan tersebut? Apakah anda sudah memperoleh tanggapan? MN: Sebagian besar remaja nampaknya menikmati/ senang dengan kegiatan-kegiatan ini. membaca dan nonton film atau kartun. Saya senang karena saya bisa membaca beberapa buku dan main bersama teman-teman”. dari Polindes Alue Piet berkata: “Saya merasa senang datang ke KAR. dan masing-masing kelompok bersaing untuk menghasilkan panen yang terbaik yang kemudian dinyatakan sebagai pemenang. lomba makan kerupuk. cabai dll). Kompetisinya termasuk lomba karung. di saat panen tiba dan semua bibit sudah berbuah. P2K: Bisakah anda menjelaskan kegiatan-­kegiatan kreativitas tersebut? MN: Kegiatannya beragam dari minggu ke minggu dan ditentukan oleh fasilitator. gadis berumur 15 tahun ini memberikan tanggapan yang sama. difokuskan untuk usia SMP dan SMA (13-18 tahun). Selain kegiatan ini. Fasilitator bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada hari tersebut. Pertama. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Samaritan’s Purse juga sudah melengkapi perpustakaan untuk setiap Polindes. terutama menghabiskan waktu bersama teman-temannya. yang mana hal tersebut sangat bagus untuk mengembangkan jati diri dan kepercayaan dirinya (ke-pedeannya). juga berkata bahwa dia merasa senang dengan Program KAR karena dia berkesempatan untuk menggambar dengan kelir air berwarna. Kegiatan Nuri berlangsung pada setiap hari Sabtu antara jam 4 dan 6 sore. Bulan Oktober 2006. 14 tahun. akan tetapi dalam hal psikologis juga. Program KAR juga mensinkronkan tujuannya untuk lebih fokus lagi pada pengembangan anak dan remaja. sepak bola. bukan hanya pemulihan “fisik” saja seperti pembangunan rumah serta bangunan permanen lainnya. dan berbagai kerajinan tangan seperti origami (seni melipat kertas). Melalui kegiatan berenang di laut. Sri. yang keduanya berada di Kec. mereka diberikan bibit (semangka. Fasilitator bersama-sama mengadakan pertemuan setiap minggu untuk memberikan laporan. bola volley dan ping-pong. Samaritan’s Purse membuat suatu pertandingan antar kelompok Nuri dari masingmasing Polindes. Buku-bukunya beraneka ragam. Lokasinya ada di Dusun Alue Piet dan Ladang Baro. jagung. bernyanyi. ­Akhirnya.

NGOs and other institutions. most of the members of Nuri Group are boys. community members. However. the location was still too far for some of them. said that even though parents were happy with these activities. Adolescents could easily­ gather in similar clinics or other health posts in the village. Sri. Some of these sub-villages are still quite far from polindes. Kuta Tuha and Pulo Ie).WELL-BEING / PSYCHOSOCIAL ACTIVITIES ter knowledge of their abilities and to be proud of their achievements. HM: Do they appreciate these educational activities? Did you receive any feedback? MN: Most of the participants seem to enjoy these activities. In fact they work during mornings and participate in KAR program during their Saturday afternoons. The medical staff like community health workers or midwives could help in planning activities. one of the adolescents. there are still some of them who don’t consider this program as a way to improve the psychological well-being of their children. it reaches approximately 10 % (that is to say 40 out of 500 adolescents). I’m happy there because I can read books and play with my other friends. The well-being of an adolescent should be the result of a common effort between parents. HM: Are parents involved in this project? MN: Samaritan’s Purse expects parents to support this program by encouraging their children to be involved. which is excellent for developing selfidentity and self-confidence. said. Polindes Alue Piet co­vers three sub-villages (Alue Piet.BEING 38 Source: Samaritan’s Purse HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . Then Marzati. On this day parents are invited to join and see KARS activities. HM: How many adolescents are involved in the program? What about the program coverage? MN: About 20 adolescents come to polindes Alue Piet and approximately 15-20 of them attend Ladang Baro Nuri Group every week. HM: What could be done to strengthen participation? MN: It is our hope that other villages will promote si­milar activities for adolescents. Unfortunately. Aron Patah). gave us the same feedback. Kurataini. When we compare the number of children and adolescents who participate in the program with the total number of young people in the whole sub-district. One noteworthy fact about the Nuri Group is that some boys who don’t attend school actually attend the KAR program. also said that she enjoys KAR program because she has the opportunity to draw with water color paint. Ita. In order to encourage their participation. saying that she really enjoys the activities in polindes especially spending time with her friends. Ingin Maju. 14 years old. We will try to do our best in the future to achieve this goal. HM: Why is their involvement a bit low? MN: It can be explained through the assigned co­ verage area for each polindes. while polindes Ladang Baro covers another three subvillages (Ladang Baro. Nonetheless.” Another 15 year old girl. Samaritan’s Purse promotes a “parent’s day” for each group. Samaritan’s Purse would like to support such programs in other remote villages. which is not conducive to a large percentage of attendance. l WELL . Parents attending “Parent’s Day” can really be spokesmen of the program to others parents. Samaritan’s Purse continues to strive to provide sufficient coverage for the targeted sub-villages of Alue Piet and Ladang Baro. medical staff. A 14 year old girl from polindes Alue Piet. “I like to come to KAR.

Kuta Tuha dan Pulo Ie). l Program pertanian (Sumber: Samaritan’s Purse) LEBIH MENDALAM dingkan jumlah anak-anak dan remaja yang berpartisipasi dalam program ini dengan jumlah keseluruhan anak-anak dan remaja di Kec. sementara Polindes Ladang Baro mencakup 3 dusun lainnya (Ladang Baro. Pada hari tersebut. Samaritan’s Purse mengharapkan agar orang tua bisa mendukung dengan mendorong anak-anaknya untuk terlibat dalam program ini. P2K: Apakah orang tua turut dilibatkan dalam program ini? MN: Untuk mendukung program ini. Di masa mendatang. Namun sayangnya. Marzati. bagi sebagian mereka lokasinya masih terlalu jauh untuk ditempuh. Polindes Alue Piet mencakup 3 dusun (Alue Piet. staf medis. Samaritan’s Purse mempromosikan “Hari Orang Tua” kepada masing-­masing kelompok. para orang tua akan diundang untuk bergabung dan melihat kegiatan KAR. kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai target ini. Aron Patah). Ingin Maju. Namun demikian. bahwa beberapa remaja pria yang tidak bersekolah juga mengikuti program KAR ini. anggota masyarakat. yang mempengaruhi jumlah persentase kehadiran. mengatakan walaupun orang tua merasa senang anak-anaknya bisa mengikuti ke­giatan-kegiatan tersebut. Samaritan’s Purse masih berusaha keras untuk meningkatkan target angka cakupan untuk dusun Alue Piet dan Ladang Baro. Orang tua yang menghadiri “Hari Orang Tua” ini diharapkan agar menjadi pemberi informasi mengenai program ini kepada orang tua yang lain. Samaritan’s Purse akan mendukung program-program tersebut di desa terpencil lainnya. sebagian besar anggota kelompok Nuri adalah laki-laki. NGO dan institusi lainnya. masih ada beberapa orang tua yang tidak yakin bahwa program ini bisa meningkatkan keadaan psikologis yang baik bagi anak-anaknya. Jika kami ban­ P2K: Mengapa jumlahnya cenderung rendah? MN: Hal ini bisa dijelaskan melalui daerah cakup­ an untuk masing-masing Polindes. P2K: Apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan partisipasi? MN: Harapan kami adalah agar desa lainnya bisa mempromosikan kegiatan serupa untuk para remaja. dan kemudian Sabtu sore menyi­sihkan waktunya untuk mengikuti program KAR. Bahkan beberapa dari dusun tersebut cukup jauh dari Polindes. salah seorang partisipan remaja. Panga. angkanya kira-kira mencapai 10% (40 dari 500 remaja). Klinik atau Pos Kesehatan serupa lainnya yang ada di desa bisa difungsikan sebagai tempat pertemuan bersama bagi para remaja. Akan tetapi. Ke-sejahtera-an remaja akan bisa dicapai dengan adanya usaha bersama antara orang tua. Anak-anak ini kerja pagi hari.KESEJAHTERAAN / KEGIATAN PSIKOSOSIAL Satu kenyataan yang perlu digarisbawahi mengenai kelompok Nuri ini. KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 39 . Staf medis seperti pekerja kesehatan masyarakat atau bidan juga bisa membantu dalam hal perencanaan kegiatan. P2K: Berapa orang remaja yang terlibat? Bagaimana­ dengan angka cakupan program? MN: Sekitar 20 orang remaja di kelompok Nuri Polindes Alue Piet dan kira-kira 15-20 orang remaja di kelompok Nuri Ladang Baro setiap minggunya.

According to the data from Indonesian Health Profile (Profil Kesehatan Indonesia) in 2000. Then the ratio of cervix and corpus is 1:1. In addition. Pelvis is often too small for their baby to fit in. the greater are the risks: the level of morbidity and mortality rates for young mothers and their infants is 2-4 times higher compared to the rates related to pregnant women of 20-35 years old. GOOD TO REMEMBER 40 HEALTH MESSENGER N° 05 . and many of them have to deal with ­ at-risk early pregnancies. The young mother’s uterus (corpus) is smaller due to the process of uterine growth. which is called “cephalopelvic disproportion”. Pelvis is often too small for their baby to fit in. Early marriages contribute to this substantial number. The ratio or proportion of corpus to ­ isthmus and uterine cervix is still immature. while it’s 2:1 for adult women. with a rural rate (51 %) higher than the urban one (37 %). 46 % of women are pregnant under 20 years old and are linked with early pregnancies.­ These immature reproductive organs ­ explain why young pregnant girls are at risk for their own health and for their babies’ health. ­ The high rate of at-risk early pregnancies Adolescence pregnancy is related to girls of 19 years old or younger. most of the young girls in Indonesia­ have a small stature. data collected from a maternal and child health survey in 2000 show that the average age of first pregnancy is 18 years old. ADOLESCENTS’ HEALTH GOOD TO REMEMBER Early pregnancies are at risk because adolescents’ organs are still immature. Their babies face mortality risks before reaching the age of one year old (which is ­50 % ­ higher than for babies born from women in their twenties). one out of five people is an adolescent. Health care providers should be aware of the urgent need to provide both medical and psychological support.REPRODUCTIVE HEALTH / AT RISK EARLY PREGNANCIES At-risk early pregnancies By Dr Nur Fardian (CARE International Indonesia) In Indonesia. REPRODUCTIVE HEALTH Source: AMI In Indonesia. Adolescent pregnancy is associated with morbidity and mortality rates for both mothers and infants. Half of them are female. The younger the mothers are. Why early pregnancies are at risk? Immature organs During puberty. bones and reproductive organs develop. either expected or unexpected. Forty six percent of women are pregnant under 20 years old. especially in rural areas. ado­ lescents between 10 and 19 years old represent 21 % of the indonesian population. In Indonesia.

data Survey Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan bahwa usia rata-rata ibu yang hamil untuk pertama kali adalah 18 tahun. semakin besar resiko yang akan dialami: angka kematian dan ke­ sakitan bagi bayi yang lahir dari ibu muda dan si ibu sendiri adalah 2-4 kali lebih tinggi dibanding kehamilan pada wanita usia 20-35 tahun. banyak para remaja putri ter­ utama di Indonesia memiliki postur tubuh yang kecil.. Organ yang Immatur ( belum berkembang sempurna) Selama pubertas.Pelvis cenderung masih terlalu kecil. Dalam hal ini. PENTING UNTUK DIINGAT Di Indonesia. yang tentu saja harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang lengkap( namun ini menjadi masalah bagi mereka yang tinggal di daerah yang jauh dari fasili tas yang memiliki layanan operasi Caesar. dimana kasus ini malah lebih sering terjadi). Rasio atau perbandingan Organ kandungan wanita muda antara corpus ke isthmus dan cervix belumlah sempurna. Para bayi dari ibu muda ini akan menghadapi resiko kematian sebelum mereka mencapai usia satu tahun (yang berarti 50% lebih tinggi dibanding para bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berusia dua puluh tahunan). 21% populasi penduduk Indonesia berusia remaja antara 10-19 tahun. Di Indonesia. Tenaga kesehatan seharusnya peduli akan pentingnya kebutuhan yang mendesak terhadap dukungan medis dan psikologis bagi kelompok ini. tulang dan organ reproduksi mengalami perkembangan. rasio corpus dan cervix hanya 1:1. Mengapa Kehamilan Muda Beresiko? Usia Kehamilan di usia remaja terjadi pada usia 19 tahun atau kurang. Menurut data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2000. Selain itu. 46 % wanita hamil berusia di bawah 20 tahun.KESEHATAN REPRODUKSI / KEHAMILAN DINI BERESIKO Kehamilan dini beresiko Oleh Dr Nur Fardian (CARE International Indonesia) Di Indonesia. Kehamilan di usia remaja juga dikaitkan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian baik bagi ibu dan bayinya. Perkawinan usia dini memberi kontribusi terhadap angka ini. Organ reproduksi yang immatur ini menjelaskan mengapa kehamilan muda memiliki resiko bagi kesehatan ibu dan bayinya. karena adanya disproporsi kepala panggul seperti yang telah dijelaskan di atas. Corpus uterus(kandungan) ibu muda lebih kecil karena proses pertumbuhan uterus itu sendiri masih berlang­ sung dan belum sempurna. satu dari lima penduduk berada dalam rentang usia remaja. ter­ utama di daerah pedesaan. dimana daerah pedesaan memiliki angka le­ bih tinggi (51%) dibanding perkotaan (37%). PENTING UNTUK DIINGAT KESEHATAN REPRODUKSI Kehamilan muda beresiko karena belum maturnya organ di usia remaja Apa saja penyulit bagi ibu muda selama persalinan? Persalinan usia muda menimbulkan resiko bagi keselamatan ibu dan anak. keadaan yang kita kenal sebagai “cephaloKESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 41 . Semakin muda sang ibu. baik yang diinginkan maupun tidak.Partus macet. sementara pada wanita dewasa adalah 2:1. Resiko itu antara lain: . Dan separuh dari jumlah itu adalah remaja putri dan banyak di antara mereka harus mengalami resiko kehamilan di usia muda. Tingginya angka dini beresiko kehamilan pelvic disproportion’’ (disproporsi kepala panggul) sangat mungkin terjadi. menyebabkan kesulitan saat persalinan. Dan 46 % perempuan di Indonesia hamil di bawah usia 20 tahun. pertolongan persalinan harus melalui operasi­ Caesar.

In this case. During their early pregnancies. assistance is necessary to deliver the baby by Caesarean section.The control of body temperature and blood sugar level can be difficult to manage. Then she can feel a great pain. both physical and emotional (that usually ensues in being rejected by society). An early antenatal care. ada­ p­ted for all early pregnancies. as the knowledge of female adolescents concerning their reproductive health is still low (see the article about mothers-girls education in this section). is necessary to ensure that the baby will be healthy. These risks are: • Obstructed labor due to ce­ phalopelvic disproportion explained above. The consequence is that the girl will not be able to control her bladder or bowels anymore. leaving a hole (fistula).Low birth weight babies may have organs not fully developed. .As a consequence. What are the complications for babies after deliveries? Regarding information above. bleeding­ in the brain. intestinal problems or mental retardation. which can then rot away. Fistula which is very common and a result of an obstructed labor not handled in an appropriate way. The long pressure of the baby’s head against the young mother’s pelvis cuts off blood supply in the soft tissue surrounding the bladder. • Postpartum (or post delivery) hemorrhage due to anemia. Infants born from young mothers­ are 2 to 6 times more ­likely to have low birth weight due to immaturity and intrauterine growth retardation. . rectum and vagina. ­ young mothers tend to be more anemic than older ones (see the article about nutrition in this section). l ­ GOOD TO REMEMBER • Another fact is that having first child during adolescence makes young women more likely than older ones to have more children overall and to have shorter intervals between births. which is easier to manage in a well-equipped health facility­ (access to appropriate care remains a problem in remote areas where early pregnancies ­ are numerous). low weight born babies are more than 20 times likely to die in their first year of life compared to normal weight babies. there is no doubt that young mothers’­ health can affect a lot their babies: . These babies are more than 20 times likely to die in their first year of life than normal weight babies. 42 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . REPRODUCTIVE HEALTH Source: Samaritan’s Purse The greater risk for babies born from young mothers is low birth weight. which can lead to lung problems such as respiratory distress syndrome.REPRODUCTIVE HEALTH / AT RISK EARLY PREGNANCIES What are the complications for young mothers during deli­ veries? Deliveries of pregnant young ladies are at risk for their health and life.Young mothers often have poor eating habits and they are likely to have an inadequate pregnancy weight (see the article about nutrition). Hemorrhage is one of the most common causes of maternal mortality. .

• KESEHATAN REPRODUKSI PENTING UNTUK DIINGAT Resiko terberat bagi bayi yang lahir dari ibu muda adalah berat badan lahir yang rendah. . atau pendarahan otak. l KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 43 Sumber: AMI . dan juga penolakan masyarakat terhadap dirinya. Pelayanan antenatal yang sedini mungkin harus dilakukan bagi semua kehamilan di usia muda. termasuk masalah akibat anemia. guna memastikan kesehatan bayi. 20 kali lebih mudah mengalami kematian selama satu tahun pertama kehidup­ annya dibanding dengan bayi dengan berat badan normal.Fistula. Dan konsekuensinya adalah bayi dengan berat badan lahir rendah. ke­ sehatan ibu muda berpengaruh sangat besar terhadap bayi: • Ibu muda sering menjalani pola makan yang buruk dan kadang • mengalami pertambahan berat badan selama hamil yang tidak adekuat (lihat juga artikel tentang “gizi”). yang dapat menimbulkan masalah pada paru-paru seperti: “respiratory distress syndrome”. Kontrol terhadap suhu tubuh dan kadar gula darah mungkin sulit di atur.KESEHATAN REPRODUKSI / KEHAMILAN DINI BERESIKO . Se­ bagai konsekuensinya adalah sang ibu tidak dapat lagi mengontrol pengosong­an kandung kemih. dan masalah pencernaan atau retardasi mental. atau pencernaannya. Pendarahan merupakan penyebab tersering bagi kematian ibu. rektum dan vagina.6 kali lebih sering mengalami berat badan lahir rendah karena prematur dan retardasi pertumbuhan selama dalam rahim.Pendarahan pasca persalin­ an. Selama kehamilannya. Bayi ini 20 kali lebih mudah me­ ngalami kematian selama satu tahun pertama kehidupannya dibanding dengan bayi dengan berat badan normal. merupakan pe­nyulit yang paling sering sebagai akibat dari partus macet yang tidak ditangani­ dengan cepat dan tepat. • Bayi dengan berat badan lahir rendah mungkin mengalami pertumbuhan organ yang tidak berkembang sempurna. Apa saja penyulit bagi bayi pasca persalinan? Berdasar informasi di atas. Fakta lain adalah bahwa memiliki anak pertama di usia remaja menjadikan ibu muda ini cenderung memiliki anak lebih banyak dan jarak antar kehamilan yang lebih singkat dibanding ibu yang lebih dewasa. Bayi yang lahir dari ibu muda 2. kemudian membusuk yang selanjutnya dapat menimbulkan lubang (fistula). karena pengetahuan remaja ­ putri tentang kesehatan reproduksi masih sangat rendah (lihat juga artikel tentang pendidikan ibu dan ­ gadis). Tekanan dari kepala bayi yang lama terhadap pelvis ibunya me­ ngurangi aliran darah ke jaringan lunak di sekitar kandung kemih. ibu muda cenderung mengalami anemia dibanding ibu yang lebih tua (lihat juga artikel tentang nutrisi).  Yang kemudian menyebabkan sang ibu merasakan nyeri secara fisik dan kesedihan secara emosional.

meanwhile my GOOD TO REMEMBER An estimated 70 000 girls aged 15 to 19 years old die each year during pregnancy and childbirth. and 20 % of those involve adolescents. If nothing is done to help young mothers to change their lives. A young girl experience in Aceh “My pregnancy happened du­ ring adolescence period. An increased maternal and infant mortality and morbidity An estimated 70 000 girls aged from 15 to 19 years old die each year during pregnancy and childbirth. First. But what should we do if mothers are children themselves? There is an urgent need to support young first-time ­ mothers’ education and services and. selfconfidence. Then I had to play the role of parent too early! I had to think about how to ma­nage domestic problems such as the schedule for washing all clothes. health and economic survival. practical skills and hope for a bright future. as well as their children. when to get pregnant and the ideal family size. The fact sheet published by the Indonesian Planned Parenthood Association. Not only it affected my health system. She may be unaware of services available nearby for her and her children. Educated mothers also provide better hygiene and nutrition for their children. but it also forced me to become an adult earlier. United Nations Population Fund (UNFPA) and the National Family Planning Coordination Board (BKKBN) show that every year. but she may also be cut off from informal opportunities to gain useful knowledge and life skills. to seek pre/post-natal care. and more than one million infants born from adolescent girls die before their first birthday. The crucial role of education in preventing risks One of the most effective ways to help girls who are at risk of becoming mothers at a dangerously early age is to focus on girls’ education. etc. they tend to follow a predictable and tragic script that brings hardship and challenges in the areas of education. So not only does her formal education stop. she also might not be wellprepared to take important decisions in life such as planning. Why are young girls cut off from information? A girl who leaves school usually looses connections with peers and adult role models. The fact sheet also reports that approximately 2.REPRODUCTIVE HEALTH / MOTHERS-GIRLS EDUCATION Why we should focus on “mothers-girls” education By Mardewi (CARE International Indonesia) With the contribution of Rika Setiawati (AMI) Research has consistently shown that when mothers have health care. Added to this. negotiating better health care for themselves and their families.. first of all. REPRODUCTIVE HEALTH A girl who leaves school usually looses connections with peers and adult role models. I had to face economic pro­blems after delivery when I had to start to rear my child. approximately 15 million adolescents between the ages of 15-19 years old give birth. Both formal education and non-formal trainings give girls knowledge. thinking about rea­ ring my child. 44 HEALTH MESSENGER N° 05 GOOD TO REMEMBER ADOLESCENTS’ HEALTH . And she is less likely to share her problems. they have a best chance to survive and thrive. They are more proactive about seeking care for ­illness. education and economic opportunities. the necessary amount of money for domestic expenses. dealing with my husband. Indeed. to follow doctors’ recommendations and have births attended by trained medical workers. and they are more aware of preventive measures such as vaccinations.3 million abortions are performed in Indonesia every year. educated mothers are more likely to use family planning to space their births at healthy intervals. to make them more directly reachable.

mereka cenderung akan mengikuti alur yang tragis dan sudah bisa diprediksi. Mungkin dia tidak akan menyadari ketersediaan layanan bagi dirinya sendiri dan anak-anaknya yang tak termanfaatkan olehnya. mengikuti pemeriksaan ANC dan PNC. Akan tetapi bagaimana jika si ibu itu sendiri masih kanak-kanak? Ada kebutuhan yang urgen untuk mendukung pendidikan dan pelayanan bagi para ibu muda. Jadi bukan hanya pendidikan formalnya yang terputus. pendidikan dan ekonomi. bila wanita itu berpendidikan maka ia akan lebih cendrung untuk ber-KB agar dapat mengatur jarak kehamilan dengan selang waktu yang sehat. dan pertama-tama. Kenaikan angka kematian dan cacat Ibu dan Bayi Kira-kira sejumlah 70. yang akan mengakibatkan kesulitan dan tantangan dalam bidang ke­tahanan pendidikan. mengikuti rekomendasi dokter dan menjalani persalinan dengan bantuan pekerja kesehatan terlatih. dan BKKBN menunjukkan bahwa setiap tahun. diperkirakan hampir 15 juta orang remaja umur 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya. kapan waktu terbaik untuk hamil dan jumlah keluarga yang ideal. Baik pendidikan formal maupun pelatihan non-formal. Para ibu yang berpendidikan ini juga akan menjaga kebersihan dan gizi yang lebih baik untuk anak-anak mereka. untuk membuat mereka lebih terjangkau secara langsung.3 juta kasus aborsi ditemukan di Indonesia setiap tahun. Memang. Dan dia akan memiliki lebih sedikit kemungkinan berpendapat dalam pengambilan keputusan untuk hal-hal yang penting. kesehatan dan ekonomi. Mereka lebih proaktif untuk mendapatkan perawatan atas peKESEHATAN REMAJA nyakit. KESEHATAN REPRODUKSI PENTING UNTUK DIINGAT Diperkirakan terdapat 70. seperti perencanaan. dan lebih dari 1.000 orang bayi yang dilahirkan oleh remaja meninggal sebelum ulang tahun pertamanya (sebelum berumur 1 tahun). UNFPA. Lembaran informasi ini juga melaporkan bahwa kira-kira 2. Jika tidak ada yang diperbuat untuk bisa membantu ibu muda untuk mengubah kehidupannya.000 remaja perempuan umur 15 sampai 19 tahun meninggal setiap tahun selama kehamilan dan persalinan. serta me­ reka lebih waspada akan langkahlangkah pencegahan se­perti vaksinasi. dan menegosiasikan layanan kesehatan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarganya. keahlian praktis dan harapan untuk masa depan yang cerah. Selebaran yang dipublikasikan oleh Indonesian Planned Parenthood Association (Assosiasi Orangtua Berencana Indonesia).KESEHATAN REPRODUKSI / PENDIDIKAN IBU-GADIS Mengapa kita lebih berfokus kepada­ pendidikan “Ibu-gadis” Oleh Mardewi (CARE International Indonesia) Dengan kontribusi Rika Setiawati (AMI) Penelitian telah menunjukkan bahwa jika para ibu mendapatkan peluang layanan kesehatan. dan 20% diantaranya melibatkan remaja.000. kepercayaan diri.000 orang remaja putri umur 15 sampai 19 tahun meninggal setiap tahun selama kehamilan dan persalinan. Peran utama pendidikan dalam mencegah berbagai resiko Salah satu cara yang paling efektif untuk membantu remaja putri agar terhindar dari resiko menjadi ibu muda. hal ini akan memberikan pengetahuan. Alasan remaja putri dapat kehilangan informasi Seorang gadis yang putus sekolah dapat kehilangan hubungan dengan kawan sebaya dan juga orang-orang di sekitarnya yang bisa menjadi contoh. adalah dengan memberikan pendidikan kepada mereka. PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 45 . namun kesempatan-kesempat­an nonformal untuk memperoleh pe­ngetahuan dan keahlian yang berguna juga turut hilang atau menjauh darinya. maka si ibu dan anak-anaknya akan memiliki kesempatan terbaik untuk bertahan hidup dan berkembang.

both pregnant mothers and lactating mothers gather in order to share their experiences during pregnancy and lactation. to increase their knowledge of options they may not know.Setiap Tahunnya 15 juta Remaja Melahirkan. .. breastfeeding. health providers are not trained to pay attention to the unique needs of young first-time mothers who may require more time and more thorough explanations than older women. even if the girl goes to see a doctor.bkkbn. pregnancy exercises and safe delivery. I also had to be independent from my parents . in many poor communities. I can share my feelings­ regarding my present and past pregnancy”. Newly married girls and young first-time mothers need health services and support designed to meet their special needs. health programs must reach out to girls.go. ­ How to reach young mothers? Experts have found that it is not enough to provide family planning and reproductive health services in communities where girls marry and become pregnant at young ages. GOOD TO REMEMBER Devi Suryani (Source: Care International) Devi Suryani (on the picture). Here is her feedback: “Through the COME activity. breaking­ off with fears and isolation. Save the Children. To be effective. or one time per week. l References: . participated in a COME activity in Umong Seuribee Village. Thus.” The frequent lack of trained health workers Then. the Ministry of Health developed “Adolescent Friendly Health Ser­vices” (AFHS) program. Gathering and sharing experiences through supportive groups For example. health programs must reach out girls.id pada 6 Januari 2007.bkkbn. which resulted in a miscarriage. she may lack the selfesteem and the required knowledge ­ to get proper information and advice. . This activity is conducted three days in a row per month. Through this activity.Anak-anak Mempunyai Anak. experience and autonomy.id on 6th of January 2007. Mei 2004. Pernyataan Ibu se-Dunia 2004. To be effective. In addition.COME Guideline.Panduan COME. But there are other programs that serve girls who become pregnant. Sometimes I wanted to run away. CARE International Indonesia. giving these young mothers and their babies a better chance to survive. Aceh Besar.go. May 2004.REPRODUCTIVE HEALTH / MOTHERS-GIRLS EDUCATION friends could still ­play around. State of the World’s Mothers 2004. taking into consideration the unique risks they face. through the COME (Center of Mother Education) / SABAR Ibu (Sarana Belajar Ibu) ­ programs conducted by CARE. go to school or college.Children Having Children. download from http://www. I had to carry many responsibilities on my shoulders and actually I was not ready to face this kind of pressure. there is a huge need to learn about how to have a healthy pregnancy. she can gain support from other people in the same condition and share knowledge and experience.or let’s say that it was not easy anymore to ask for help. as well as their limited knowledge. Referensi: . April 2004. CARE International Indonesia. Save the Children. 46 HEALTH MESSENGER N° 05 GOOD TO REMEMBER Village midwives can act as facilitators or resource persons. but I could not because I had a child.. Her first one occured when she was 18 years old. My head was like blowing­ up and I was afraid I could not handle all these tasks. since when a girl becomes pregnant for the first time. have free time for fun. . 19 years old and two months pregnant. GOOD TO REMEMBER ADOLESCENTS’ HEALTH . In Indonesia. This is her second pregnancy. . a safe delivery and how to care for her baby and herself. April 2004. This can also help the adolescent mothers to learn together. Lhoong sub-district. REPRODUCTIVE HEALTH Young first-time mothers may require more time and more thorough explanations than ­ older women. based in pus­ kesmas and hospitals (see “Public Health” section).Every year 15 million adolescents gave birth. diunduh dari http://www. etc. A number of successful programs around the world are helping girls to delay pregnancy. breaking off from fears and isolation. village midwives can act as facilitators or resource persons who can give antenatal care or postnatal care during this gathering. Each session lasts approximately one-two hours with different topics such as good nutrition during pregnancy.

Terlebih lagi. KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 47 . Melalui kegiatan ini. persalinan­ yang aman dan cara merawat bayi serta dirinya. olahraga di waktu hamil dan persalinan yang aman. Pengalaman Remaja Putri yang cepat berumah tangga di Aceh “Kehamilan saya terjadi selama masa remaja. untuk meningkatkan pengetahuan mereka atas adanya pilihan-pilihan yang mungkin tidak mereka ketahui sebelumnya. para pekerja ­ kesehatan tidak dilatih untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus dari ibu muda (yang hamil untuk pertama kalinya). Supaya lebih efektif. tidak cukup hanya dengan membuat KB dan layanan kesehatan tersedia di tengah-tengah masyarakat yang gadis-gadisnya menikah dan hamil pada usia muda. di kalangan masyarakat miskin. menyusui. Menteri Kesehatan mengembangkan program Layanan Kesehatan yang Bersahabat bagi Remaja (AFHS). Bahkan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan formal dan informalnya. program-program kesehatan harus menjangkau gadisgadis muda. bisa saja kepercayaan diri dan pengetahuannya kurang memadai untuk memperoleh informasi serta saran yang dibutuhkan. Setiap sesi lamanya kira-kira satudua jam dengan topik yang berbeda seperti gizi yang baik selama kehamilan. Singkatnya. Berkumpul dan berbagi penga­ laman melalui kelompokkelompok pendukung ­ Sejumlah program telah sukses di seluruh dunia dalam membantu perempuan untuk menunda kehamilannya. sa­ngat perlu mempelajari bagaimana mendapatkan kehamilan yang sehat. Sebagai contoh. menembus rasa takut dan isolasi. karena seorang gadis yang hamil untuk pertama kalinya. Hal ini tidak saja mempengaruhi kesehatan saya. meskipun si ibu pergi menjumpai dokter. Hal ini juga bisa membantu ibu muda (yang masih remaja) belajar bersama. urusan suami. memberikan para ibu-ibu muda ini dan ba­yinya kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup dan berkembang. Pengantin baru dan ibu muda membutuhkan layanan kesehatan dan dukungan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka.KESEHATAN REPRODUKSI / PENDIDIKAN IBU-GADIS PENTING UNTUK DIINGAT Seorang gadis yang sudah tidak bersekolah biasanya kehilang­ an­­ hubungan dengan kawan sebaya dan orang disekitarnya yang bisa menjadi contoh. yang membutuhkan lebih banyak waktu dan penjelasan daripada wanita-wanita yang lebih tua. menembus ketakutan dan isolasi.” Seringnya kekurangan pekerja kesehatan terlatih Kemudian. melalui COME (Pusat Pendidikan Ibu)/ SABAR Ibu (Sarana Belajar Ibu) yang dilaksanakan oleh CARE. saya harus menghadapi masalah ekonomi setelah persalin­ an di saat saya sudah punya anak. saya harus menanggung banyak tanggungjawab dan sebenarnya saya belum siap untuk menghadapi tekanan semacam ini. dengan mempertimbangkan resiko yang mereka hadapi. me­ ngatur keuangan untuk pengeluaran sehari-hari. PENTING UNTUK DIINGAT Ibu muda (yang hamil untuk pertama kalinya) membutuhkan lebih banyak waktu dan penjelas­ an daripada wanita-wanita yang lebih tua/dewasa. tapi juga memaksa saya untuk menjadi orang dewasa sebelum waktunya. sekolah atau kuliah. program kesehatan harus bisa menjangkau kalangan remaja perempuan. pengalaman­ dan kemandirian yang terbatas yang mereka miliki. Kegiatan ini dilaksanakan 3 hari perbulan. bidan desa bisa ber­peran sebagai fasilitator yaitu se­bagai narasumber yang bisa memberikan layanan pra dan pasca melahirkan selama acara ini. Kemudian saya harus memainkan peranan sebagai seorang orang tua di usia yang terlalu dini! Saya harus memikirkan masalah pengaturan kegiatan di rumah seperti mengatur jadwal mencuci kain/ pakaian. Di Indonesia. Namun ada program lainnya yang melayani gadis-gadis hamil. begitu juga dengan pengetahuan. Bagaimana menjangkau Ibu Muda? Para ahli telah menemukan bahwa. memikir­ kan cara membesarkan anak dan lain-lain. atau sekali seminggu. PENTING UNTUK DIINGAT Agar lebih efektif. l Lihat referensi hal. sementara teman-teman saya masih bisa bermain-main. para ibu hamil dan menyusui berkumpul bersama untuk saling berbagi pengalaman selama kehamilan dan menyusui. Pertama. yang berpusat di puskesmas dan Rumah Sakit (lihat pada Bab “Kesehatan publik”).46 KESEHATAN REPRODUKSI PENTING UNTUK DIINGAT Bidan Desa bisa berperan se­bagai fasilitator atau nara­ sumber.

5-18 11. her recommended Suggested total weight gain during pregnancy BMI before pregnancy (kg/m2) Low (< 19. Additional vitamins and minerals are also more significantly needed within this age group. Here are some explanations about deficiencies risks.C. high in vitamin C but low in vitamin A (vitamin A should be taken from papaya or banana). A well-balanced food intake This situation is worsened by an unhealthy diet among adolescents before they become pregnant.:National Academy Press. Women who get married at an early age will have on ­average a longer exposure to the risk of pregnancy. calcium. D and B6. Thus. zinc. with the additional nutrition needed for the growth and development of 48 HEALTH MESSENGER N° 05 the foetus. when pregnant women eat food that contains high iron such as meat.REPRODUCTIVE HEALTH / AN APPROPRIATE DIET A well-balanced diet for early pregnancies By Mardewi (CARE International Indonesia) Nutrition during early pregnancies should be highly considered as ado­ lescents have specific needs including complete nutrients (minerals. Subcommittee on Nutritional Status and Weight Gain During Pregnancy. The extra calories needed during pregnancy are easy to obtain from a daily additional serving of grains. 1990. it will indirectly influence the high level of fertility in a society. she also should eat food that has rich vitamin C such as fruits. The age of first marriage for women­ in Indonesia has a significant impact on the health. premature. both for the development of the foetus and their own growth. Nutrition during pregnancy. vegetables. For example: if before pregnancy the adolescent has a Body Mass Index (BMI) of 21 kg/m2 . and vitamins A. nutritional status and mortality/morbidity of women­ and children. How to define a proper weight gain? The nutrition treatment for pre­ gnant adolescents starts with defining the daily energy needs. Added to this. But if the adolescent’s height is below 157 cm. However it should be noticed that there is a rise regarding the age of first-time marriage for women. vitamins). 2003). adolescent pregnancy might be risky.8) Normal (19. to 5 % among the women aged between 20-24 (Central Bureau for Statistic and ORC Macro­. Washington D.0-11. then she needs to gain as much as 16 kg weight during pregnancy.5 ≥6 REPRODUCTIVE HEALTH Source: Institute of Medicine. For example. ADOLESCENTS’ HEALTH . The Institute of Medicine recommends that pregnant adolescents have to be en­couraged to strive for weight gains toward the upper end of the range recommended for adult mothers (see the table below). folic acid. iron. The percentage of women who got married at the age of 15 has gone down from 10 % among the women aged between 30-34. there is an effect of interaction between nutrients. The nutrition needed by the pregnant adolescents is competing between their needs for their own growth and development. fruits and low fat milk or other dairy products. Why pregnant adolescents have higher nutrition needs? Looking at the issue from a nutrition perspective. as well as advices to avoid serious complications in pregnancies and deliveries for young mothers and their babies. Many of them do not have the proper food intake that supplies nutrients such as carbohydrate protein.5-16 7.8-26) High (> 26-29) Obese (> 29) Weight Gain (kg) 12. Various risks such as anemia. The data from 2002-2003 Indonesian Demographic­ and Health Survey show that as many as 20 % of women aged between ­­­­­­­45-59 years old were married at the age of 15. such as orange fruits. The variety is the key to a well-balanced diet since all food is complementary in nu­ trients. low birth weight. since vitamin C enhances iron absorption. riboflavin. infant mortality and sexually transmited disease increase among ado­ lescents who became pregnant before the age of 16.

Beragam resiko terjadinya anemia. Riboflavin. Data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2002-2003 menunjukkan sebanyak 20% dari perempuan ber­umur 45-59 tahun menikah pada usia 15 tahun.KESEHATAN REPRODUKSI / DIET YANG TEPAT Diet seimbang untuk kehamilan usia dini Oleh Mardewi (CARE International Indonesia) Keadaan gizi selama kehamilan usia dini harus mendapat perhatian tersendiri sebagaimana remaja membutuhkan gizi khusus dan lengkap (mineral dan vitamin). kematian bayi dan penyakit menular seksual meningkat pada remaja yang hamil sebelum usia 16 tahun. sebagaimana disarankan untuk mencegah komplikasi serius selama kehamilan dan persalinan bagi ibu muda dan juga bayinya. buah-buahan dan susu berlemak rendah atau produkproduk susu kaleng lainnya. 2003). kehamilan pada remaja merupakan hal yang beresiko. Persentase perempuan yang menikah pada usia 15 tahun menurun dari 10% pada perempuan berusia 30-34 tahun menjadi 5% pada perempuan berusia 20-24 tahun (BPS dan ORC Macro. dia juga harus mengkonsumsi makanan yang kaya KESEHATAN REPRODUKSI Resiko kehamilan usia dini berhubungan erat dengan perkawin­ an usia muda. keduanya untuk perkembangan janin dan juga untuk pertumbuhan remaja itu sendiri. misalnya vitamin A. Berikut ini beberapa penjelasan tentang resiko kekurangan vitamin. Asupan makanan mereka banyak KESEHATAN REMAJA PENTING UNTUK DIINGAT Remaja yang hamil harus bisa mendapatkan berat badan ideal­ dan tambahan asupan gizi se­perti vitamin dan mineral. Keaneka ragaman makanan tersebut adalah merupakan kunci dari diet seimbang karena semua makanan merupakan pelengkap gizi. status gizi dan angka morbiditas/mortalitas dari ibu dan anak. yang tidak mencukupi zat-zat gizi seperti Karbohidrat. Kalori ekstra dibutuhkan untuk kehamilan akan sangat mudah diperoleh dari tambahan makanan pokok (nasi) seperti. Kenapa remaja yang hamil mempunyai kebutuhan gizi yang lebih tinggi? Ditinjau dari segi gizi. PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 49 . Seng. zat besi dan ­ kalsium. Sebagai contoh. hal ini berdampak secara tidak langsung terhadap tingginya fertilitas di masyarakat.kebutuhan gizi untuk pertumbuhan si remaja dan . Zat Besi.kebutuhan gizi tambahan untuk perkembangan janin. Kehamilan usia dini mempu­ nyai resiko tinggi adalah dikarenakan: . hal yang harus diingat adalah bahwa adanya peningkat­an usia pada perempuan menikah. Protein. bayi berat lahir rendah (BBLR). Perempuan yang menikah dini memiliki masa subur yang lebih lama. Usia pertama kali menikah akan memberi dampak pada tingkat kesehat­an. bayi prematur. seperti jeruk. me­ ngandung vitamin C yang cukup tinggi tapi sedikit mengandung vitamin A (jadi kita harus memperoleh vitamin A dari pepaya atau pisang). D dan B6. ketika seorang wanita hamil mengkonsumsi makanan yang me­ngandung zat besi tinggi seperti daging. Asupan makanan yang seimbang Keadaan ini diperparah dengan perilaku pola makan yang tidak sehat pada remaja sebelum mereka hamil. Gizi yang diperlukan oleh para remaja yang hamil ini berkompetitif antara kebutuhan mereka terhadap pertumbuhan dan perkembang­an diri sendiri dan untuk tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. PENTING UNTUK DIINGAT Namun demikian. sayuran. Dan kita juga mengetahui adanya faktor inter­ aksi dari masing-masing gizi makan­ an tersebut. Kalsium. Asam Folat dan Vitamin A.

female adolescents have a greater risk in experiencing malnurishment. R.2 +0.A. C (mg) Calcium (mg) Phospor (mg) Magnesium (mg) Iron (mg) Iodium (mcg) Zinc (mg) Selenium (mcg) Manganese (mg) Flour (mg) 2200 50 600 5 15 55 1. a lack of calcium increases the risks of osteoporosis in the future. Anemia can increase the risk of premature baby. 1997.3 +0.2 Trim.0 30 1.Indonesia Demographic & Health Survey 2002-2003.. Se­vere anemia (less than 7gr/l) can directly cause maternal death as mild/moderate anemia has a correlation with causing maternal death. which will require a more intensive care. Nu­trition 2002 Update. which is more common among female adolescents than female adults.2 +10 +150 +0 +30 +13 +50 +9. J. Young mothers and anemia problems Iron needs. In 2001. .6 Trim.3 +0. It is mainly linked with the foetus needs.4 +0. while pregnant. around 42 % of pregnant women detected ­ anemia.Insel P. But in general. III +300 +17 +300 +0 +0 +0 +0. in ”The use of appropriate technology for reduction of maternal & perinatal mortality & morbidity”.2 24 75 1000 1000 240 26 150 14. Jakarta. young mothers should have a good nutrition and. Proceeding the VI National Congress of the Perinasi & International Symposium. it is more rational to intervene before women start to bear and nurture children. To avoid anemia. K (mcg) Thiamine (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg) Folic Acid (mcg) Pyridoxine (mcg) Vit. Adolescent Nutrition. Anemia occurs because of the lack of iron and folic acid in the body. . pale face. 2002. Elaine Turner & Don Ross. It is important to keep in mind that pregnant adolescents need high nu­ tritious food not only for the sake of the growth of the foetus. Manado.1 1. REPRODUCTIVE HEALTH The “recommended dietary allowance” advised for Indonesians (per person per day) Female adolescents/ Gadis Remaja (age: 16-18) Pregnancy (trimesters) /Kehamilan (tiga bulanan) Energy (kcal) Protein (gram) Vit.edu/nutritionpregant. How to prevent nutrition deficiencies during pregnancies? If taking into consideration the previous aspects. The  “recommended  dietary allowance” in Indonesia ­ The below table explains the Re­commended Dietary Allowance which is advised for Indonesians (per person per day). Furthermore.48.2 +0.3 +0. CBS (Central Bureau for Statistic). Compared to male adolescents. such as morning sickness. Jakarta. the iron need increases 3 times compared with before pregnancy normal condition. down­ loaded from http://scc. D (mcg) Vit. common symptoms of anemia are: tiredness. More­ over. . l References: . II +300 +17 +300 +0 +0 +0 +0. When delivering. dizzy feelings.0 14 400 1.2 +10 +150 +0 +30 +0 +50 +1.4 +0. foetus growth retardation and low birth weight. An en­ try point for safe motherhood.3 +5 +0. Adolescent ­Friendly Health Service.3 +4 +200 +0.0 +5 +0. 2003.4 +0.Nutrition for Pregnant Women. heartburn.2 Trim.2 +0.3 +4 +200 +0. The situation. E (mg) Vit.3 +4 +200 +0.2 50 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH .Kusin. compared to the ones that actually are during pregnancy. Anemia can be detected by conducting a blood hemoglobin check (Hb) reaching less than 11 gr/L. The other factors that need to be considered are the occurrence of other common problems during pregnancy. A (RE) Vit.uchicago. Supplementa­ tion during pregnancy will be very difficult to handle in terms of nutrition deficiency due to the fact that it started before pregnancy.2 +5 +0. but also for their own growth. an intervention in this field during adolescence period is more feasible since there are less food items being considered as taboo or not appropriate. This causes iron anaemic problem. Calcium intake is also important since the bone mass during ado­ lescence is not fully formed. I +100 +17 +300 +0 +0 +0 +0. .6 2. The risks.htm on 26 December 2005.Department of Health. It is due to the fact that females are engaged in heavy household work and economical productive activities from early life without an increase in food intake. and constipation.REPRODUCTIVE HEALTH / AN APPROPRIATE DIET weight gain will be as the minimum amount recommended in the mentioned table p. according to the National Health Survey. B12 (mcg) Vit. Jones & Vartlett Pu­ blishes.2 +10 +150 +0 +30 +9 +50 +4. should consume iron & folic acid table supplementation.

kebutuhan zat besi meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan kondisi normal sebelum kehamilan. Jakarta. maka akan lebih rasional untuk melakukan intervensi sebelum remaja-remaja ini hamil dan mempunyai anak.A. berhubungan dengan kebutuhan bayi yang berkembang di dalam tubuh.Nutrisi bagi Ibu Hamil. yang memang lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan pada wanita dewasa. 2003 . gejala anemia adalah: capek. Prosiding Kongres Nasional Perinasia & Simposium Internasional ke VI. menurut Survey Kesehatan Nasional. Anemia bisa meningkatkan resiko bayi prematur. Kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari. 1990.. 1997.8-26) Tinggi (> 26-29) Obesitas (> 29) 12. Di saat persalinan. Berat badan yang direkomendasikan selama kehamilan IMT Sebelum Berat Kehamilan (kg/m2) Badan (kg) Rendah (< 19.edu/nutritionpregant. Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja. Washington D.Departemen Kesehatan. Tahun 2001. KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 51 . remaja putri memiliki resiko lebih besar mengalami kurang gizi karena meskipun mereka biasanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan bekerja di luar rumah pada saat yang bersamaan tetapi asupan gizi mereka tidak ditingkatkan. karena vitamin C bisa menyerap/ meng­absorbsi zat besi. Dibandingkan remaja putra. heartburn/rasa terbakar di ulu hati dan konstipasi yang perlu mendapatkan perhatian lebih intensif.8) Normal (19. Namun jika remaja tersebut mempunyai tinggi badan kurang dari 157 cm. Manado. Rekomendasi diet di Indonesia Tabel di hal.KESEHATAN REPRODUKSI / DIET YANG TEPAT akan vitamin C seperti buah-buahan. dalam ”Penggunaan teknologi yang cocok untuk mengurangi kesakitan & kematian ibu dan perinatal”. pe­rasaan pening. Tambahan vitamin dan mineral juga semakin dibutuhkan pada kelompok umur ini.htm pada 26 Desember 2005.: Harian Akademi Nasional. diunduh dari http:// scc. Bagaimana cara memiliki berat badan yang ideal? Perawatan gizi bagi remaja yang hamil dimulai dengan menentukan kebutuhan energi harian. Nutrisi Selama Kehamilan. Terlebih lagi. .5-18 11. 2002.5 ≥6 gizi besi. 50 “Rekomendasi asupan diet untuk masyarakat Indonesia (per orang per hari)” menjelaskan Angka Kecukupan Gizi Rata-rata yang Dianjurkan bagi orang Indonesia (per orang per hari). Jones & Vartlett Publishes.Survey Kesehatan dan Demografi Indonesia 2002-2003. Nutrisi Remaja. Contoh: Jika sebelum hamil remaja tersebut mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 21 kg/m2 maka berat badannya perlu di­naikkan sebanyak 16 kg selama kehamilan. sekitar 42% wanita hamil menderita anemia. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah berbagai masalah yang biasa timbul saat kehamilan seperti ­ mual dipagi hari. Situasi.Insel P. Sebuah titik awal untuk keselamatan ibu. Anemia bisa dideteksi dengan melaksanakan pemeriksaan hemoglobin darah (Hb) kurang dari 11gr/L. Bagaimana mencegah kekurangan gizi selama kehamilan? Dengan mempertimbangkan halhal tersebut. menghambat pertumbuhan janin dan kelahiran dengan berat badan rendah.uchicago. Suplementasi selama kehamilan akan menjadi sangat sulit untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi sebelum masa kehamilan. Untuk mencegah anemia. intervensi pada saat remaja lebih mudah dilakukan karena ragam makanan tabu dan pantangan lebih sedikit dibandingkan pada saat hamil. l Asupan gizi selama masa kehamilan sangat penting tetapi itu tidaklah cukup: seharusnya sudah dimulai dari masa remaja Ibu muda dan masalah anemia Kebutuhan zat besi. BPS (Biro Pusat Statistik) Jakarta. . J. R. KESEHATAN REPRODUKSI Sumber: Institut Obat-obatan. ibu muda harus disarankan untuk memiliki gizi seimbang dan selama hamil harus mengkonsumsi tablet suplemen­ zat besi dan asam folat.C. Resiko. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum terbentuk secara maksimal. Subkomite Status Nutrisi dan Berat Badan Ideal Selama Kehamilan.5-16 7. Perlu diingat bahwa remaja yang hamil memerlukan zat-zat gizi yang tinggi bukan hanya untuk pertumbuh­ an janin tetapi untuk pertumbuhan remaja itu sendiri. wajah pucat. . Anemia timbul karena kekurangan zat besi dan asam folat dalam tubuh. Nutrition 2002 Update. Anemia yang parah (kurang dari 7gr/l) bisa langsung menyebabkan kematian ibu sebagaimana anemia ringan mempunyai korelasi dengan penyebab kematian ibu. Hal ini mengakibatkan masalah anemia PENTING UNTUK DIINGAT Referensi: . Tetapi secara umum. The Institute of Medicine merekomendasikan agar remaja hamil menaikkan berat badan semaksimal mungkin dari yang direkomendasikan pada ibu hamil yang dewasa (lihat tabel berikut).Kusin. maka diharapkan berat badannya bertambah sebanyak jumlah minimal yang direkomendasikan pada tabel di atas.0-11. Elaine Turner & Don Ross.

TO GO DEEPER / THE CONSULTATION

The consultation: how to communicate with a young person?
TO GO DEEPER
By Dr Alison Morgan (Adolescent health advisor for the Aceh Partnership in Health - APiH - program, ­ Australian International Health Institute - University of Melbourne), Dr Mick Creati (Burnet Institute) and Health Messenger team

Young people attend health services for many reasons, but may not tell what is exactly worrying them. They might just complain of minor diseases and health workers may miss an underlying problem or real concern. Young people do not usually talk about other issues unless trust and good communications skills are involved. Health workers, if introducing simple changes, can improve the way they care for young people.
The aim of changes regarding communication is to increase the young person’s chance of adherence to treatments. Health workers should keep in mind that exchanging ideas with young people is more efficient in order to obtain adherence than simply telling them what to do. Why do we need to have a different approach with young people? ­ Young people often think that: • They are not given enough time to express their point of views, • Their opinions are dismissed. Young people are often worried that what they say in a consultation will not be kept confidential. Many young people will present with a parent, but it is important to also give them the opportunity to speak to a doctor or a nurse alone. How can we increase access to health services? A youth, appealing “friendly service” has the following cha­ racteristics: - Youth are involved: They might help to decorate the clinic, or decide when opening hours should be. - A drop-in approach: Young people often don’t plan in advance a visit and many will just walk into a clinic. If they are told to come back later they may not return, so it is better for them to wait and see someone at the time they present. - Peer counselors presence: Many young people want to talk about the many challenges they are facing, and having peer counselors (other young people trained in this field or other counselors) available at the clinic is important. - Affordable fees: Young people do not have much money of their own. Thus, high fees will be a barrier limi­ ting their access to the services. - Outreach services to inform youth: Young people are best placed to tell their peers where to get good health care. - Referrals are available (e.g. Voluntary Counseling and Testing) (VTC): Many young people may be worried about HIV or other health problems. VTC is a service offering the possibility to perform HIV testing and counseling sessions after it. - Characteristics of the facility: * Separate space - with posters or other information that is relevant to young people, * Comfortable (if possible, it should not look like a clinic!), * Convenient business hours – many clinics close when young people are finishing work or school – so a clinic that is open in early evenings. * Convenient location. How to increase adherence? To increase adherence, health providers involved in youth friendly services should fill the following characteristics: • Be trained or know how to deal sensitively with young people, • Respect young people, • Ensure privacy and confi­ dentiality.

It’s important to give ado­lescents the opportunity to speak to a doctor or a nurse alone. 52 HEALTH MESSENGER N° 05

GOOD TO REMEMBER

ADOLESCENTS’ HEALTH

LEBIH MENDALAM / KONSULTASI

Konsultasi: bagaimana cara berkomunikasi dengan seorang anak muda?
Oleh dr. Alison Morgan (Penasehat Kesehatan Remaja untuk program Aceh Partnership in Health - APiH -, Institut Kesehatan Internasional Australia – Universitas Melbourne), dr. Mick Creati (Institut Burnet) dan Tim P2K

LEBIH MENDALAM

Anak muda (atau bisa kita katakan dengan remaja) mendatangi pelayanan kesehatan dengan berbagai macam alasan, akan tetapi kadang kala bisa saja mereka tidak mengatakan hal apa yang menjadi masalah mereka sebenarnya. Seringkali mereka mengeluh masalah kesehatan yang lebih sepele dan petugas kesehatan mungkin tidak mengetahui masalah yang sebenarnya. Remaja biasanya tidak membicarakan masalah-masalah lain kecuali mereka bisa mempercayai sang petugas ataupun si petugas bisa berkomunikasi dengan cara yang baik.
Tujuan dari perubahan cara komunikasi­ ini adalah untuk meningkatkan kesempatan ketaatan remaja dalam mendapatkan perawatan. Hal yang menarik pada remaja, hubung­ an antara petugas kesehatan dan si remaja lebih banyak berpengaruh pada tingkat ketaatannya daripada penjelasan hal sederhana yang harus dilakukan remaja. Mengapa kita perlu memiliki pendekatan tersendiri terhadap remaja? Remaja sering berfikir bahwa: • Mereka tidak diberikan waktu yang cukup untuk memperoleh lintas sudut pandangnya, • Pendapat mereka tidak dihiraukan. Remaja seringkali merasa khawatir tentang apa saja yang disampaikannya selama konsultasi tidak akan dirahasiakan. Banyak remaja yang akan datang dengan orang tuanya, namun sangatlah penting untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara secara pribadi dengan dokter atau perawat. Bagaimana cara kita meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan? Satu cara untuk meningkatkan akses adalah dengan menciptakan layanan kesehatan yang menyentuh anak muda. Pelayanan ramah remaja terdiri dari karakter berikut: - Remaja dilibatkan: Mereka bisa saja membantu dekorasi klinik, atau menentukan jam-buka klinik. -Memposisikannya sebagai klien: Remaja seringkali tidak merencanakan lebih dahulu kedatangannya dan banyak yang hanya berjalan menuju klinik. Jika dikatakan untuk kembali lagi mungkin mereka tidak mau, jadi lebih baik bagi mereka untuk menunggu dan menjumpai se­ seorang pada waktu kehadirannya. -Ketersediaan Peer Konselor: Banyak remaja yang ingin mence­ ritakan tantangan yang mereka hadapi, dan ketersediaan peer konselor (remaja yang sudah terlatih pada bidang ini ataupun konselor lainnya) di klinik adalah sangat penting.
KESEHATAN REMAJA

- Alasan biaya: Remaja biasanya tidak punya banyak uang, jadi biaya yang tinggi akan menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan. - Jangkauan layanan untuk memberikan informasi kepada remaja: Remaja adalah merupakan tempat terbaik untuk menyampaikan kepada teman sebayanya dimana bisa memperoleh layanan kesehatan yang baik. -Tersedianya rujukan (misalnya Konseling dan Pemeriksaan Voluntary) (VTC): Banyak remaja yang merasa khawatir dengan HIV atau masalah kesehatanlainnya.VTCadalahlayanan yang dibentuk untuk menyediakan konseling kepada masyarakat untuk melaksanakan test HIV dan kemudian memberikan konseling mengenai hasil test tersebut. -  Karakter  fasilitas  tersebut adalah: *Ruangan yang tersendiri dilengkapi poster atau keterangan lain yang berhubungan dengan remaja, *Nyaman (jika memungkinkan,

PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 53

TO GO DEEPER / THE CONSULTATION

How to well communicate in a consultation? How to deal with parents’ pre­ sence and confidentiality? - If parents are present, greet the young person first. - Be up front with the young person and in front of the parents. - Young person must be given some time alone during the consultation. You should say: “Anything that you tell me stays between you and me, and I won’t tell your parents or anyone else. The only exception is if you tell me you’re going to harm yourself or anyone else.” How to welcome adolescent and introduce the consultation? - Greet the young person by her/ his name and give your full name. - Ask the young person why they (he/she and his/her parents) are here! - Be always clear. - Make sure that the length of consultation suits young people.

TO GO DEEPER

screening should give you information related to adolescent’s daily life. It will maybe help you to identify some “at risk” behaviours. HEADSS means: H (Home), E (Education and employment) A (Activity), D (Drugs), S (Sexual health), S (Suicide risk/ depression screening). The four worlds of young persons are: home – school/work – friends – him/herself. When you make a HEADSS screening, you should ask the following questions: - Home: “Where do you live and who lives with you?” - Education/Employment: “Are you good at school?”, “Do you like going to school?”, “What grades do you get?” - Activities: “What do you do for fun?”, “What sort of things do you do with your friends?” - Drugs: “Many kids at your age are getting into cigarettes and alcohol. Have you ever tried them?” ­ “What about other drugs like cannabis­ etc.?” - Sexual health: “Do you have menstrual symptoms? “A lot of kids are getting interested in sex at your age. What about you? [or] Have you ever had a sexual relationship with anyone?” - Suicide/depression: The “risk” screening is identifying low mood like “life is not worth living”. When answers to the above listed­ questions are given by adolescents, health workers should keep in mind that their support, advices and encouragements are strongly needed. Adolescents will face challenges more effectively if they feel well supported through practical and emotional ways.

Health workers should take time to listen to adolescents and discuss about their feelings and emotions. Communication is probably the most important key to an effective care! How can health workers provide psychological support? - Inform the adolescent : Understanding the situation and its ma­ nagement can reduce anxiety. Do not hesitate to repeat the information several times. - Take time to listen to the patient: Listen to the sick person’s fears, express understanding and acceptance of his/her feelings. Take time to listen to him/her, in confidence. Showing emotions is not a weakness! - Be positive: Avoid confrontation. Try to replace the defeatist or negative attitudes and thoughts expressed by patients with a more positive outlook. Use words that patients find important and reassuring. - Be clear and honest: Speak with simple sentences. - Show solidarity: Tell ado­lescents that they are not the only ones fa­cing such problems. - Keep contact: Check on patients on a regular basis. “Treatments” goals should take into account the individual needs of a young person, which is crucial to engage him/her in a way that ge­ nerates good adherence.l

GOOD TO REMEMBER

GOOD TO REMEMBER

Both clinical and developmental screenings are necessary.

GOOD TO REMEMBER

How to make a physical examination? - Don’t forget that protection of modesty and privacy is vital. - A doctor has to examine adolescent patients, but care must be taken, especially if the doctor is male and the patient female (or vice-versa). In this case, it is better to have someone else, a nurse or other trusted person also attending the examination. How to manage a developmental screening? The “HEADSS” developmental

Adolescent’s anxiety can be reduced if he/she understands what is happening in his/her mind.

GOOD TO REMEMBER

54 HEALTH MESSENGER N° 05

ADOLESCENTS’ HEALTH

Tunjukkan solidaritas : Katakan kepada para remaja bahwa bukan hanya mereka yang punya masalah seperti itu.Memberi informasi kepada remaja: Memberi pengertian terhadap situasi dan menanganinya bisa mengurangi kecemasan remaja. • Menghargai remaja. Tujuan “pengobatan” ini adalah untuk memenuhi kebutuhan individual remaja. Luangkan waktu untuk mendengarkannya. sehingga menimbulkan loyalitas. -Tanyakan kepadanya mengapa mereka (dia dan orang tuanya) datang! -Selalulah jelas/ bisa dimengerti. petugas kesehatan memberikan dukungan. Remaja akan lebih efektif menghadapi tantangan dalam hidup jika mereka merasa didukung de­ ngan baik melalui praktek dan cara emosional. Melalui jawaban mereka dari pertanyaan-pertanyaan di atas. E (Education and Employment/Pendidikan dan Pekerjaan). .Teruslah berhubungan : Periksalah si pasien secara teratur. Bagaimana melaksanakan skrining pengembangan? Skrining pengembangan bisa memberikan anda informasi gaya hidup remaja. selama peme­ riksaan berlangsung sebaiknya ada orang lain yang turut menemani di ruang tersebut apakah perawat atau orang lain yang dapat di percaya. banyak klinik yang tutup bersamaan habisnya dengan jam kerja atau jam sekolah-jadi klinik yang masih buka pada waktu sore. Menunjukkan emosi bukanlah sebuah kelemah­an! . D (Drugs/Obatobatan). • Menjamin privacy dan kerahasiaan. de­ngan penuh keyakinan.Dokter memeriksa si remaja dan harus melakukan tindakan penangan­ an. Bagaimana caranya petugas kesehatan memberikan dukungan psikologis? (saran untuk pekerja kesehatan) . -Beri tahu nama lengkap anda. apa saja yang kamu lakukan bersama teman-temanmu?” -Obat-obatan: “Banyak anakanak seusiamu yang sudah merokok dan minum-minuman keras. yang merupakan hal vital untuk membimbingnya. Anda harus mengulangi informasi tersebut beberapa kali.Berfikiran positif: Hindari konflik. . HEADSS berarti: H (Home/ Rumah). Berusahalah merubah sikap mengalah dan sikap negatif dan sok pamer dengan sikap yang lebih positif. terlebih dahulu sampaikan salam kepada si remaja.LEBIH MENDALAM / KONSULTASI jangan nampak seperti klinik!). Cuma ada pengecualian yaitu kalau jika kamu mengatakan kamu hendak mencelakakan dirimu atau orang lain”. Apakah kamu sudah pernah mencobanya?” “Bagaimana dengan obat-obatan seperti ganja dan lain-lain?” -Kesehatan seksual: ”Apakah kamu mempunyai gejala-gejala menstruasi?”. l LEBIH MENDALAM PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 55 . *Tempat yang menyenangkan Bagaimana meningkatkan ke­ taatan/ kepatuhan? Untuk meningkatkan kepatuhan. Dan kemudian si pasien merasa diperhatikan dan merasa nyaman. dan saya tidak akan mengatakannya kepada orang lain. “Kamu peringkat berapa di kelas?” -Aktivitas: “Kegiatan apa yang kamu senangi?”. Kerangka “HEADSS sangat berguna untuk pelaksanaan skrining semacam ini. -Si remaja harus diberikan waktu untuk berkonsultasi secara pribadi. Bagaimana caranya menyambut si remaja dan memperkenalkan seputar tentang konsultasi ini? -Sapa dia dengan menyebut namanya. . *Waktu/ jam yang sesuai. A (Activity/Kegiatan). . nasehat serta bantuan yang mereka butuhkan. Bagaimana dengan kamu sendiri? [atau] Apakah kamu KESEHATAN REMAJA sudah pernah melakukan hubungan sex/ intim dengan orang lain?” -Bunuh diri/ depresi: Skrining “resiko” untuk mengidentifikasikan mood yang rendah seperti “hidup ini tidak berarti”.Luangkan waktu untuk mendengarkan keluhan si pasien : Mendengarkan kecemasan pasien dan menunjukkan pengertian dan menerima perasaannya. Hal itu akan membantu anda untuk mengidentifikasikan beberapa prilaku beresiko. “Kamu senang bersekolah?”. -Berdiri di depan si remaja dan di hadapan si orang tua. penyedia layanan kesehatan “ramah remaja” harus mengikuti karakter berikut: • Terlatih atau tahu bagaimana cara berhubungan erat dengan remaja. Bagaimana berkomunikasi yang baik selama konsultasi? Bagaimana menselaraskan kehadiran orang tua dan kerahasiaan? -Jika orang tua turut serta. -Pastikan bahwa lamanya konsultasi sesuai dengan si remaja Bagaimana melakukan peme­ riksaan fisik? -Jangan lupa bahwa perlindung­ an kesopanan dan ke-privacy-an adalah vital. “Secara sederhana. S (Suicide Risk/Resiko bunuh diri/skrining depresif).Selalulah jelas (dapat dimengerti) dan jujur : Berbicaralah dengan kalimat yang sederhana . “Banyak anak-anak seusiamu yang merasa tertarik dalam hal hubungan seks. Anda harus mengatakan: “Semua yang kamu katakan itu antara kamu dan saya. S (Sexual Health/Kesehatan Seksual). anda perlu menanyakan hal-hal berikut ini: -Rumah: “Dimana kamu tinggal dan siapa saja yang bersamamu?” -Pendidikan/ pekerjaan: “Apakah kamu sekolah?”. sedangkan si dokter dan pasien berlawanan jenis. Ketika anda melakukan skrining­ HEADSS.

Improving the skills of health providers that could match with the specific needs of adolescents is necessary. in brief: * They strive for autonomy. which are. Health workers should know that there are many protective factors for adolescents’ development coming from the environment. * They are curious. • There are not so many places where an appropriate assistance can be provided for the youth to think and act positively. experimental. young people are supposed to build/get: • body self-integrity • autonomy and independence • personal identity and selfesteem ­ • peer relationships • recreational goals • education and vocational goals • sexuality An adult is a person who is autonomous. wider family. responsible. health workers should know that: • There is a lack of knowledge among adolescents about their health. Health workers should know that adolescents have the following­ characteristics: • Physiological characteristics. like high nutritional requirements necessary for their growth and development • Psychological characteristics. GOOD TO REMEMBER However. workplaces. • avoidance of tobacco and drug use. ­ communicative. Adolescents should also know that better safe practices like the ones associated with having protected­ sexual intercourse could prevent them from very serious di­ seases like HIV/AIDS. sports and youth organizations. Health workers should know that through adolescence. From a ge­ neral point of view. * They have limited self-esteem and confidence. including: • Social supports within the community including parents. HEALTH EDUCATION ADOLESCENTS’ HEALTH . Every health worker and every adult has the responsibility to provide counseling and care to adolescents. * Peers become more and more influent. assertive. • avoidance of violent behaviors. teachers. * They get a body consciousness (girls in particular). Here are some practical advices to improve health workers’ capacities in attending the needs of this very vulnerable population. Young people have high and special requirements they should absolutely be aware of. • School attendance. 56 HEALTH MESSENGER N° 05 influenced by media. • They are not likely to share their problems with the community.HEALTH EDUCATION / ADVICES TO HEALTH WORKERS Reducing adolescents’ vulnerability: advices for health workers By Health Messenger team When health workers are dealing with adolescents who are facing problems. especially with their parents who should be on the front line. they should take care of their health as early as possible and continuously. Adolescents may face their problems more easily if they are well supported and listened to. * They don’t really attend health centers. both to monitor and prevent problems. they should be able to deliver proper adolescent-friendly health services. They should tell adolescents (and parents) that being involved in properly guided physical activity and sports with peers could foster the adoption of other healthy behaviors including: • a healthy diet. Health workers should know how to respond to adolescents’ health problems (and provide prevention) coming from unhealthy and risky behaviors. • Close peer friends. and reproductive health in particular. * There is a risk of food related disturbances (abuse of junk and fast food leading to issues like obesity).

Anak-anak muda mempunyai kebutuhan yang tinggi dan khas yang harus diwaspadai. bertanggungjawab. organisasi olahraga dan pemuda. Mereka harus memberitahu para remaja (dan orangtua) bahwa de­ ngan terlibat kegiatan fisik dan olahraga terbimbing bersama rekan sebaya dapat membantu perkembang­ an pengaplikasian prilaku sehat lainnya.PENDIDIKAN KESEHATAN / SARAN UNTUK PETUGAS KESEHATAN Menurunkan kerentanan remaja: saran untuk para petugas kesehatan Oleh Tim P2K Di saat petugas kesehatan menghadapi remaja yang mempunyai masalah. * Beresiko terhadap gangguan yang berhubungan dengan makanan (makanan sembarangan dan cepat saji yang menimbulkan masalah seperti obesitas). termasuk: • Dukungan sosial dari masyarakat termasuk orangtua. • tercegahnya prilaku kekerasan. * Menyadari pertumbuhan tubuhnya (khususnya perempuan). Petugas kesehatan harus tahu bahwa ada banyak faktor pelin­ dung perkembangan remaja yang berasal dari lingkungannya. • Karakter psikologis. khususnya kesehatan reproduksinya. Petugas kesehatan harus tahu bahwa melalui remaja. Petugas kesehatan harus me­ ngetahui bahwa remaja memiliki karakter sebagai berikut: • Karakter fisiologis. Setiap petugas kesehatan dan orang dewasa mempunyai tanggungjawab untuk memberikan konseling dan kepedulian kepada remaja. * Mereka tidak serius mendatangi pusat-pusat kesehatan. Meningkatkan keahlian penyedia kesehatan yang sejalan dengan kebutuhan khas remaja adalah penting. * Rekan sebaya menjadi lebih berpengaruh. Kendati demikian. • tercegahnya dari pemakaian tembakau dan obat-obatan. tegas dan komunikatif. * Mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri yang terbatas. Dari sudut pandang umum. petugas kesehatan harus tahu bahwa: • Adanya kekurangan pengetahuan di kalangan remaja tentang kesehatannya. • Kehadiran di sekolah. tempat kerja. PENTING UNTUK DIINGAT PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 57 PENDIDIKAN KESEHATAN . • Sahabat karib yang merupakan teman sebaya. termasuk: • diet yang sehat. seperti yang berhubung­ an dengan hubungan seksual yang KESEHATAN REMAJA aman bisa mencegah mereka dari penyakit-penyakit berbahaya se­ perti HIV/ AIDS. anak-anak muda seharusnya bisa memba­ ngun/ mendapatkan: • integritas diri • kemandirian dan kebebasan • identitas pribadi dan kepercayaan-diri • hubungan dengan rekan sebaya • darmawisata • tujuan pendidikan dan pekerjaan • seksualitas Seorang dewasa adalah seorang individu yang mandiri. mereka harus menjaga ke­ sehatannya sedini mungkin dan berkesinambungan. Remaja akan lebih mudah menghadapi masalahnya jika mereka didukung dan didengarkan dengan baik. Petugas kesehatan harus tahu bagaimana merespon masalah kesehatan remaja (dan memberikan pencegahan) yang berasal dari prilaku tidak sehat dan beresiko. Para remaja juga harus tahu bahwa praktek-praktek aman yang lebih baik. sanak saudara. baik pengawasan­ dan pencegahan masalah. guru. yang secara ringkas seperti: * Berusaha untuk mandiri. Berikut ini ada beberapa saran praktis untuk peningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam pemenuhan kebutuhan­ populasi yang sangat rentan ini. seperti kebutuhan nutrisi yang tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. ­ seharusnya mereka mampu melahirkan pelayanan kesehatan yang sesuai dan bersahabat bagi remaja.

who are in the middle of a transition period bet­ween child and adult. health workers­ should tell adolescents that: • Communication and confidence are the keys to solve their pro­ blems. • Involving young people in programming and assessments.wasantara. 6 . 08126978822 Email: asho_aceh@yahoo.Adolescents are indivi­ duals. Iskandar. • They should share their feelings­ with their parents. Health workers should do their best to improve the quality of these services and cooperate to these interventions. 0651635387 Email: achepartnerships@gmail. empathy is the main key of a successful communication between adolescent and adults. Banda Aceh NAD Telp.During­ consultations.AIDS is the abbreviation of Acquired Immune Deficiency Syndrome.Screening is the examination of usually symptom-free individuals to detect those with signs of a given disease (physical or mental problems). n° 177/J Lampriet-Bandar Baru Banda Aceh – NAD PO. T. - Napza (Narkotika. Lampineung Telp. 0651 740 7543 Email: bkkbn@aceh. 085260888478 Email: rungkhom_82@yahoo. “If you are shy to ask. as a doctor or a midwife. Tgk. It is caused by a sudden reduction in estrogens and progesterone. Adolescent’s healthy physical and psychological development depends on the supports adults can provide. psychotropics and other addictions. . no. It decreases the immunity system because of the HIV virus infection (Human Immuno Virus).com APiH (Aceh Partnership in Health) Jl.Masturbation is touching one’s genitals in ways that feel good sexually. . This disease is a unity of symptoms (because of occurring of decreasing). Mohd.5 days. 24 Ulee Kareng. a friend. • Evaluating current programs. Nyak Arief.com HEALTH EDUCATION 58 HEALTH MESSENGER N° 05 ADOLESCENTS’ HEALTH . It is the way we face life problems and interact with others.id ASHO (Atjeh Student’s of Health Organization) Jl. a teacher. In this regard.com BKKBN (National Family Planning Coordination Board) Jln. .Menstruation is the term given to the periodic discharge of blood. then you will get lost!” (Indonesian proverb) Useful contacts YAKITA Muda Berdaya & Youth Center Banda Aceh Program Jl.com AssHIVa IAIN Islamic Institute Telp. • If they are not sure. Daud Beureueh. psikotropika dan zat adiktif lain) are related to narcotics. lr.Mental health is the way we manage our reaction to environmental stimulations. of if they don’t want to speak with parents.NAD Telp. l Glossary .id MAP (Medan Aceh Partnership) Jl. T. Syik Lorong E Ruko No. .Beurawe Banda Aceh . tissue fluid and mucus from the endometrium (lining of the uterus) that usually lasts from 3 .The reproductive system is the ensembles and interactions of organs and/or subs­ tances within an organism that strictly pertain to reproduction. Kapai Kleing. Tgk. . Banda Aceh Telp. 06517430104 Email: map_nad@yahoo. their expe­ riences can help them a lot in having a better knowledge of ado­ lescence period. Health workers should know that major interventions related to adolescents’ health in Aceh are focused on: • Improving “youth friendly health services” (especially ensuring confidentiality during consultations). Parents can talk about their own past experiences so that their children can identify to them and then better understand what adolescence is.net.HEALTH EDUCATION / ADVICES TO HEALTH WORKERS Health workers’ role is crucial in providing information.Post Traumatic Stress Disorder (PSTD) is a strong reaction to traumatic experiences that can last for many months or years. • Implementing a national and local youth policy. BOX 125. . Health workers should not forget that care and counseling will allow adolescents to overcome this specific period and be active in their lives.co. Taman Makam Pahlawan n° III/4 Kampung Ateuk Banda Aceh Tel. a religious leader. they should then communicate with people they trust and whom they know they can help. 0651 23213 Email: MBNAD@yahoogroups. . or the eldest person in their family. either man or woman.

psikotropika dan zat adiksi lainnya. empati merupakan kunci utama keberhasil­an komunikasi antara remaja dan orang dewasa. Gangguan Stress Pasca Trauma (GSPT) adalah rekasi kuat ter­ hadap pengalaman trauma yang bisa berakhir sampai beberapa bulan atau beberapa tahun. • Pelaksanaan kebijaksanaan • kepemudaan nasional dan lokal. petugas kesehatan harus mengatakan kepada remaja bahwa: • Komunikasi dan kepercayaan merupakan kunci pemecahan masalah. Hal ini disebabkan oleh reduksi estrogen dan progesterone yang tiba-tiba.com BKKBN (National Family Planning Coordination Board) Jln. yang tengah berada pada masa transisi antara anak-anak dan dewasa Menstruasi/ haid adalah masa yang diberikan untuk pembuangan darah.com AssHIVa IAIN Islamic Institute Telp. dan kemudian mereka akan lebih mengerti tentang apa itu masa remaja. • Mereka harus membagi pe­ rasaannya dengan orangtua. Taman Makam Pahlawan n° III/4 Kampung Ateuk Banda Aceh Tel. Napza (Narkotika. Syik Lorong E Ruko No. Daud Beureueh. Orangtua bisa menceritakan pengalaman masa lalunya sehingga anak-anak mereka bisa mengidentifikasikan terhadap dirinya. teman. Pengevaluasian program yang sedang berjalan. Lampineung Telp. 08126978822 Email: asho_aceh@yahoo. 0651 23213 Email: MBNAD@yahoogroups. seperti dokter atau bidan. psikotropika dan zat adiktif lain) adalah yang berhubungan dengan narkotika. Kesehatan mental adalah cara mengatur reaksi kita terhadap rangsangan lingkungan.net. no. pemuka agama.NAD Telp. Petugas kesehatan harus tahu bahwa intervensi utama yang berhubungan dengan kesehatan remaja di Aceh berfokus kepada: • Meningkatkan “pelayanan ke­ sehatan ramah remaja” (khususnya penjaminan kerahasiaan selama konsultasi). Penyakit ini adalah gejala penyatuan karena terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (human Imuno Virus).com APiH (Aceh Partnership in Health) Jl. atau orang tertua dalam keluarga. Selama konsultasi. 0651635387 Email: achepartnerships@gmail. 6 . kita harus berada di lini terdepan. pengalaman orangtua bisa sa­ ngat membantu remaja untuk mendapat pengetahuan yang lebih baik mengenai masa remaja. • Jika mereka ragu. Nyak Arief. Peranan petugas kesehatan sa­ ngat menentukan dalam penyedia­ an informasi. Masturbasi adalah sentuhan kepada alat kelamin untuk mendapatkan perasaan seksual yang diinginkan. mereka harus berkomunikasi dengan orang yang dapat dipercaya dan yang dianggap dapat membantu. Dalam hal ini. Petugas kesehatan seharusnya berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan mutu pelayanan dan bekerjasama dalam intervensi ini.PENDIDIKAN KESEHATAN / SARAN UNTUK PETUGAS KESEHATAN Mereka cenderung tidak mau berbagi masalahnya dengan masyarakat khususnya dengan orangtua. Banda Aceh NAD Telp. n° 177/J Lampriet-Bandar Baru Banda Aceh – NAD PO. “Malu bertanya sesat ­di ­jalan” (Pepatah lama) Kontak yang bisa dihubungi YAKITA Muda Berdaya & Youth Center Jl. Banda Aceh Telp. T. 0651 740 7543 Email: bkkbn@aceh.l Kosa Kata Remaja adalah individu. Mohd. Iskandar. Sistem Reproduksi adalah kait­ an atau hubungan timbal balik antar organ dan/ atau substansi yang ada dalam organisme yang berhubung­­ an langsung dengan reproduksi. BOX 125. Petugas kesehatan jangan lupa bahwa kepedulian dan konseling akan menjadikan remaja mampu meng­ atasi masa istimewa ini dan menjadi aktif di dalam kehidupannya. • Melibatkan anak-anak muda dalam program dan assessment. lr. Ini merupakan cara kita menghadapi masalah kehidupan dan cara berinteraksi de­ ngan orang lain. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syn­ drome. Tgk.wasantara. jaringan cairan dan lender dari endometrium (saluran uterus) yang biasanya berlangsung 3-5 hari. Kapai Kleing. • Perkembangan fisik dan psikologis yang sehat pada remaja tergantung kepada dukungan yang bisa diberikan oleh orang dewasa. jika mereka tidak mau membahasnya de­ ngan orangtua. guru. 06517430104 Email: map_nad@yahoo. 085260888478 Email: rungkhom_82@yahoo. T. 24 Ulee Kareng.id ASHO (Organisasi Kesehatan Pelajar Aceh) Jl.id MAP (Medan Aceh Partnership) Jl.co. Skrining adalah pengujian terhadap gejala-bebas individu untuk KESEHATAN REMAJA mendeteksinya dengan ­tanda-­tanda penyakit yang diberikan (masalah fisik atau mental).com PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 59 PENDIDIKAN KESEHATAN . • Tidak banyak tersedia tempat dimana bantuan bisa diberikan kepada remaja untuk berfikir dan bertindak positif. Tgk. baik laki-laki maupun perempuan.Beurawe Banda Aceh .

these issues have been recognized in Aceh.7% 48. means that adolescents loose energy. the whole society is responsible of adolescents’ care.. forced marriage and sexually transmitted diseases. and half of them reported hopelessness and depression. All these disorders are called “post traumatic stress disorders” (PTSD. especially at the village level. GAM. especially girls.SOCIETY / ASSISTANCE TO ADOLESCENTS How the society can address adolescents’ psychosocial needs? By Maki Noda (UNICEF) With the contribution of Maimun (Atjeh Student of Health Organization . As a result. This assessment revealed the perception of the society (village and religious leaders.8% 54. In Aceh province. linked with the loss of values and feelings of anger and revenge.7% 63. social support (loss of family members).0% 39. motivation and ambition. Sixty percent of the respondents identified ­psychosocial distress among children and adolescents. are likely to be ­engaged in sexual abuses. education (high rate of school drop-out. see HM n°1).62 Total 789 573 538 492 432 359 299 260 254 % 87. many young people in ­ Aceh seem not to care about their future.7% 16. Militias) Child criminality/delinquency Stigmatization/targeting of children or discrimination towards certain children (rape victims. We should add that the use of hemp worsens the problem. Its psychological impact. ADOLESCENTS’ HEALTH . Dinas Social (Social Affairs department) with UNICEF support conducted in late 2005 an assessment about the situation of children and adolescents in conflict affected areas (10 districts) in NAD.9% 192 188 186 150 900 21. In Aceh. children of GAM members. Traumatic events and psychological disorders in Aceh The assessment indicates that children and adolescents have experienced very violent events linked with conflicts in Aceh province that have lasted more than thirty years.7% 59.2% 28.7% 100. called ”no motivation syndrome”­.ASHO) and Rika Setiawati (AMI) SOCIETY Adolescents are vulnerable.­ government officials and NGO workers) towards these affected young people (see the tables). war and natural disaster have affected their psychological well-being and their trust in the future. These PTSD deeply affected­ adolescents due to other factors of vulnerability which are: age (a traumatic event during the sensitive period of ado­lescence). armed conflicts increase the cases­ in which adolescents.9% 33. Even though there was no statistics during the conflict. many key actors should play their role of guidance.3% 20..0% impacts are also reinforced by the traumatic event as the tsunami disaster in NAD and NIAS in late 2004). and which have had a significant impact on their psycho­social well-being. depending on the interaction they have with their environment. and low access to education) and few economic opportunities.9% 20.9% 28.2% 242 26. Psychosocial 60 HEALTH MESSENGER N° 05 What does the community think the main problems children face are? School drop-out Health problems Psychosocial problems Abandonment of children Children send away from their communities for their own security Child labor Domestic violence Children associated with fighting forces (TNI.) Violence among children and youth Pregnancy among girls Substance abuse by children and youth Small arms in the community TOTAL OF RESPONDENTS Source: see p. Globally speaking. As adolescents’ health depends on the support adults can provide.

.63 Total 789 573 538 492 432 359 299 260 254 242 192 188 186 150 900 % 87.7% 63.7% 100% masa sensitif remaja). pegawai pemerintahan dan pekerja NGO) terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap kalangan anak-anak muda ini (lihat tabel 1). Karena kesehatan remaja tergantung kepada dukungan yang bisa diberikan oleh ­ orang dewasa. Kejadian traumatis dan gangguan psikologis di Aceh Assesment ini mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja telah mengalami kejadian yang sangat keras sehubungan dengan konflik di propinsi Aceh yang terjadi selama lebih dari 30 tahun. perkawinan paksa dan penyakit menular seksual. Semua gangguan ini disebut “gangguan stress pasca trauma” (GSPT.. banyak anak muda di Aceh nampaknya tidak peduli dengan masa depan mereka. Di propinsi Aceh. terutama untuk tingkat pedesaan. anak mantan anggota GAM. dan rendahnya akses terhadap PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 61 KESEHATAN REMAJA . Dan akibatnya.3% 20. Meskipun selama konflik tidak ada data statistik. GSPT ini memberikan dampak yang begitu dalam kepada remaja dikarenakan berbagai faktor kerentanan. Di Aceh.0% 39.2% 28. dan yang mempunyai dampak kepada kesejahteraan psikologis mereka.2% 26. perang dan bencana alam telah mempengaruhi kesejah­ teraan mental dan kepercayaan mereka untuk masa mendatang. konflik bersenjata mening­ katkan kasus pada setiap remaja.8% 54.MASYARAKAT / BANTUAN KEPADA REMAJA MASYARAKAT Bagaimana masyarakat bisa ­memenuhi kebutuhan psikologis remaja? Oleh Maki Noda (UNICEF) Melalui kontribusi Maimun (Organisasi Kesehatan Pelajar Aceh – ASHO) dan Rika Setiawati (AMI) Remaja sangat rentan. dan setengah dari mereka dilaporkan tidak punya harapan dan depresi. lihat P2K no.9% 33. apa masalah utama yang dihadapi anak? Anak yang putus sekolah Masalah kesehatan Masalah psikososial Anak yang terabaikan Anak yang diungsikan dari komunitasnya karena alasan keamanan Anak yang dipekerjakan Kekerasan rumah tangga Anak yang diasosiasikan dengan kekuatan bersenjata Kriminalitas anak/kenakalan remaja Stigmatisasi/menjadikan anak sebagai target diskriminasi (misal korban perkosaan. dukungan sosial (kehilangan anggota keluarga).) Kekerasan antar anak dan remaja Kehamilan yang tidak direncanakan di antara anak wanita Penyalahgunaan zat terlarang oleh anak dan remaja Senjata api ringan di masyarakat  TOTAL RESPONDEN Sumber: lihat hal. masalah ini sudah dikenal di Aceh. Assesment ini memberikan gambaran persepsi masyarakat (pemuka kampung dan ulama. cenderung berada dalam kekerasan seksual. kehilangan harga diri dan perasaan marah serta ingin balas dendam.9% 20. 1).9% 28.7% 16. pendidikan (tingginya angka anakanak putus sekolah. Berbicara secara umum. Dinas Sosial dengan dukungan dari UNICEF melakukan assessment pada tahun 2005 mengenai situasi anak-anak dan remaja pada area konflik (10 Kabupaten) di NAD. seluruh masyarakat bertanggungjawab akan kepedulian remaja. yaitu: usia (kejadian traumatis selama Menurut masyarakat setempat. banyak aktor penentu yang harus memainkan peranannya ­ sebagai panduan.9% 21. tergantung interaksi yang berlaku di lingkungannya. 60 persen responden diantaranya anak-anak dan remaja dijumpai menderita tekanan psikologis.7% 59. khususnya perempuan.7% 48.

IRC.9% 49. Once we loose their trust. Only a few organizations. In addition. health workers. few professional opportunities and the fact that they are not psy­ chologically mature yet to be able to handle these problems. together with national agencies such as RPuK and PULIH. Assistance to adolescents is still low Psychosocial needs of young people in Aceh who are still experiencing traumatic problems should be handled­ by society. sub-district and community level. as a result of the conflict. like YAKITA. The participation of children and adolescents has been observed through Child Centres supported by ­UNICEF. e. religious leaders. UNICEF July 2006.g.0% 30.3% 100 % from the conflict and the disaster. teachers. But due to the sensitivity and the complexity of the issues. which is worsened by many others factors like lack of social and family support. Sharing with them some alternatives in order “to be what they want to be”.g. Acceptance of these views is crucial to encourage adolescents to do so. college. the assistance or the access to the assistance is not well-known. it is very hard for them to recover it since they have lost this kind of feeling. We should be very careful about what we tell them and what we can provide. And if the government provides literacy courses (non-formal education) and vocational trainings for vulnerable ado­ lescents.. The responsibility of adults/parents in guidance and counseling Parents. are providing a specific assistance for adolescents. A necessary community-based referral system Along with the increased participation of ado­lescents. Adolescents should be encouraged to express their views This participation of adolescents in planning and implementation of programs and activities is essential to accommodate their ideas to the community ­recovery 62 HEALTH MESSENGER N° 05 GOOD TO REMEMBER Assistance provided to adolescents should be strengthened. but also provide opportunities and places for them to express their views.2% 18. The esta­ blishment of a referral system is now being implemented­ by Dinas Social with UNICEF.. etc. village leaders. autonomy.) Feeling of revenge and anger Delinquency Violence/aggressive behavior Drugs use TOTAL OF RESPONDENTS Total % 512 449 446 406 401 369 324 272 165 900 56.SOCIETY / ASSISTANCE TO ADOLESCENTS What are the common problems communities have faced with young people (6-18 years old)? Boredom/inactivity resulting from lack of access to social services Boredom/inactivity resulting from lack of community-based activities Hopelessness Depression/sadness Loss of values (lack of respect for parents. the communities should know what their abilities are in order to respond to adolescents’ special needs. will be more useful rather than to make them choose a single option.9% 49. Psychosocial interventions are more focused on younger children.. such as choosing school. teachers or any adult are also responsible in informing adolescents about the society rules and helping­ them finding their future orientations. e. Unstable political context and the tsunami had a psychological impact on acehnese youth people. parents. club. adolescents will face some difficulties in reaching the next stage of development. they will get their own perspective about “good or “bad” friends and/or things to do. in order to provide informations on services and resources available at the provincial. parents should communicate their own past experiences so that ado­lescents can identify themselves. l SOCIETY Source (both tables): “Multi-Sectoral Assessment on the Situation ­ of Children in Conflict Affected Areas of NAD”. If parents do not. in order to avoid psychological long-term effects. especially at the village level. The aim of the referral system is to gather all actors working in the youth area. Thanks to these discussions.0% 36. Save the Children and Child Fund support. not much attention has been given. they should have the opportunity to express their views. GOOD TO REMEMBER ADOLESCENTS’ HEALTH .1% 44. district. government officials.6% 41. especially at the ­ village level. Child Fund and International Rescue Committee­ have also set up the same kind of system in their community development mechanism/projects. Moreover. Community members should not only understand the importance of ado­ lescents’ care and the need of their participation.6% 45.

bersama-sama dengan organisasi nasional seperti RPuK dan PULIH. klub. tidak banyak perhatian yang dapat diberikan. mereka akan mempunyai tanggapan masing-masing tentang teman dan/ atau hal “baik atau buruk” untuk dilaksanakan. yang berarti remaja kehilangan energi. mis: pegawai pemerintahan.6% 45. yang menyediakan bantuan khusus untuk remaja. guru. Chid Fund dan IRC juga sudah membuat sistem yang sama pada mekanisme/ proyek pengembangan masyarakat mereka. akan lebih berguna daripada membuat mereka memilih pilihan tunggal. untuk memberikan informasi pelayanan dan sumber daya yang tersedia pada tingkatan propinsi.1% 44. Kita juga harus menambahkan bahwa penggunaan ganja memperburuk masalah. Akan tetapi karena kepekaan dan kerumitan masalah ini.MASYARAKAT / BANTUAN KEPADA REMAJA MASYARAKAT Masalah apa yang biasanya dihadapi masyarakat dalam menghadapi anak/ remaja berumur dari 6 sampai 18 tahun? Kejenuhan dan tidak adanya aktivitas sebagai dampak dari kurangnya akses layanan sosial Kejenuhan dan tidak adanya aktivitas sebagai dampak dari kurangnya kegiatan berbasis komunitas/kemasyarakatan Keputusasaan/tidak adanya harapan tentang hidup dan masa depan Depresi dan kesedihan yang berlarut-larut Hilangnya nilai-nilai ( kurang menghargai orang tua…) Perasaan dendam dan amarah Kenakalan Kekerasan/perilaku agresif Penggunaan Narkoba TOTAL RESPONDEN Total % 512 56. untuk menghindari dampak psikologis jangka panjang. kabupaten.6% 41. remaja akan menghadapi beberapa kesulitan dalam pencapaian tahapan pertumbuhan selanjutnya. Jika orangtua tidak melaksanakannya. Hanya sebagian kecil organisasi. pendidikan) dan faktor ekonomi.0% 36. seperti YAKITA.9% 49. Berkat diskusi ini. seperti memilih sekolah. Partisipasi anak-anak dan remaja telah ditinjau melalui Child Centers (Lembaga Anak-anak) yang didukung oleh UNICEF. Tujuan daripada sistem rujukan ini adalah untuk menghimpun semua aktor bekerja dalam lingkup anak muda. pemuka agama. Pengaruh psikologis juga diperparah oleh kejadian traumatik seperti bencana tsunami di NAD dan Nias akhir tahun 2004.baik. IRC. dan lainlain. orangtua seharusnya menceritakan pengalaman masa lalunya sehingga remaja bisa mengidentifikasi dirinya. guru atau orang dewasa lainnya juga bertanggungjawab menginformasikan remaja tentang aturan masyarakat dan membantu mereka menemukan orientasi masa depannya. petugas kesehatan.0% 30. Penerimaan pandangan ini sangat menentukan untuk mendorong remaja melakukan hal-hal tersebut. Save the Children dan Chil Fund. Anggota masyarakat tidak hanya harus mengerti pentingnya kepedulian remaja dan partisipasinya. Berbagi alternatif pilihan de­ ngan mereka agar ”menjadi apa yang mereka inginkan”. Intervensi psikososial yang dilakukan selama ini lebih difokuskan terhadap anak-anak yang lebih muda. disebut “gejala kehilangan motivasi”. masyarakat harus mengetahui bahwa kemampuannya adalah untuk menjawab kebutuhan khas remaja. l Sumber (kedua table): “Assesment multi-sektoral mengenai Situasi Anak-anak di Daerah Konflik di NAD”. mis: kemandirian. Pentingnya sistem rujukan berbasis masyarakat Sejalan dengan ditingkatkannya partisipasi remaja. kecamatan dan masyarakat. Sebagai tambahan. orangtua. perguruan tinggi. Remaja harus didorong untuk mengekspresikan pandangannya Partisipasi remaja dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan-kegiatannya sangat penting untuk menampung ide-ide mereka terhadap pemulihan KESEHATAN REMAJA PEMBAWA PESAN KESEHATAN N° 05 63 . UNICEF Juli 2006. sebagai akibat dari konflik. tetapi juga memberikan ke­sempatan dan tempat kepada mereka untuk meng­ ekspresikan pandangannya.9% 449 446 406 401 369 324 272 165 900 49. motivasi serta ambisi. khususnya untuk tingkat desa. Jika kita kehilangan keperca­yaan me­ reka. maka akan sangat sulit bagi mereka untuk memulihkan kepercayaan itu kembali karena mereka sudah kehilangan perasaan ini. bantuan atau akses untuk mendapatkan bantuan ini tidak akan dikenal .3% 100 % masyarakat dari konflik dan bencana. Tanggungjawab orang dewasa/ orangtua di dalam bimbingan dan konseling Orangtua. Ini adalah dampak psiko­ logis. Dan jika pemerintah menyediakan kursus baca-tulis (pendidikan non-formal) dan pelatihan kerja kepada remaja yang rentan. Bantuan kepada remaja masih rendah Kebutuhan psikososial anak muda di Aceh yang masih mengalami masalah trauma seharusnya ditangani oleh masyarakat. kepala desa.2% 18. Pengembangan sistem rujukan sekarang sedang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dengan dukungan UNICEF. Kita harus sangat berhati-hati tentang apa yang kita sampaikan dan apa yang bisa kita berikan kepada mereka.

2. Semua benar 6. Berat lahir yang rendah c. Namun masalahnya adalah bahwa P2K sulit diperoleh di beberapa tempat terutama daerah terpencil. Apa ciri utama masa remaja bagi seorang perempuan? a. Apakah pengertian remaja? a. Semua benar 2.3 lebih menarik dan lebih jelas dibandingkan edisi sebelumnya. Saya harap distribusi untuk edisi selanjutnya dapat ditingkatkan lagi. Saran: Saya harap edisi selanjutnya akan menyediakan informasi kesehatan lainnya yang bisa digunakan dengan mudah oleh petugas kesehatan. Karena banyaknya perubahan anatomi dan fisiologis d. P2K benar-benar bisa dijadikan sebagai panduan yang tepat di tempat kerja kita. Pertumbuhan fisik anak muda c. Jerawat. Gizi buruk si wanita hamil b. Semua jawaban benar Jawaban Kuis ini akan diberikan pada edisi berikutnya 64 HEALTH MESSENGER N° 05 . bidan Komentar: P2K menyediakan informasi yang berguna dan bermanfaat bagi petugas kesehatan.4 Terima kasih kepada semua petugas kesehatan yang bertugas di puskesmas Aceh Selatan yang mana telah meluangkan waktunya untuk memberikan pendapat dan saran-saran mereka. dan menjadi panduan yang berguna dan praktis di lapangan. Laki-laki dan perempuan umur 10 sampai 19 tahun b. Kekerasan d. KUIS KUIS 1. Munculnya jakun 5. terutama bidan yang menyalurkan ilmunya kepada masyarakat. Bayi prematur d. Tubuh semakin tinggi d. Jenis prilaku beresiko yang bagaimana yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kehidupan remaja? a. Kecanduan obat-obatan c. Kemudian saya lihat bahwa isi P2K no. Karena banyaknya perubahan psikologis c. Individu yang berada pada masa transisi antara anak-anak dan dewasa d. perawat Saran: Saya harap P2K akan terus berlanjut dengan artikel yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apa resiko utama akibat kehamilan dini? a.SURAT KEPADA EDITOR Berikut ini adalah beberapa hasil kuessioner dari P2K no. Komentar anda ini akan sangat membantu dalam hal perbaikan edisi selanjutnya! Fitratul Husna. Hubungan seksual yang tidak aman b. dan digunakan dalam kegiatan sehari-hari kita. “Mimpi basah” b. Menstruasi d. Perkembangan fisik c. Apa ciri utama masa remaja bagi seorang laki-laki? a. saya merasa bahwa saya mendapat banyak informasi yang relevan dari majalah ini. Semua jawaban di atas adalah benar 3. Mengapa kita harus fokus pada kesehatan remaja? a. Pertumbuhan tulang pipi b. Tubuh semakin tinggi ADOLESCENTS’ HEALTH 4.3 (“Untuk Keselamatan Ibu”) dan dikumpulkan oleh tim P2K selama distribusi P2K no. Nurwanita. Karena periode ini adalah masa yang kompleks b. Hastaty Hasan. 1 dan P2K no. perawat Komentar: Setelah membaca P2K no. c.

National Family Planning Coordination Board (BKKBN). Telepon: 0651 7410 229.com Illustrator: Mulyadi Phone: 0813 6017 5700 Email: mujadi2005@yahoo. Josyane Peret and Géraldine Venisse (tim medical AMI). Rika Setiawati (Aide Médicale Internationale .program. Aceh Besar – Banda Aceh Telepon: (0651) 635544 Tata Letak: Edi IP Phone: 0812 697 4450 Email: langit22@yahoo. Tomasz Starega (WHO). Dr Enny Setiasih (WHO) Well-being: Meisi Naomi Kacaribu. komitmen dan kesabarannya.AMI) Public Health: Dr Enny Setiasih (World Health Organization .Jakarta). Distribusi: AMI (koordinasi: Elise Masiulis) Donatur: AmeriCares Pembawa Pesan Kesehatan dipublikasikan oleh Aide Médicale Internationale (AMI) Jln Rukun Damai Utama N° 9. Jessica. YAKITA. Australian International Health Institute . Special thanks to Stephan Magnaldi and Dr Ioana Cretescu-Kornett (medical coordinator – AMI’s head office) for thoroughly proofreading all articles despite HM tight schedule.Jakarta). NAD.University of Melbourne).ASHO). Jessica Tabler (Samaritan’s Purse International Relief) Kesehatan Reproduksi: Dr Nur Fardian.CONTRIBUTORS Publication Manager: Florence COLAS Telepon: 0813 7033 5117 Email: indonesia. Thérèse Benoît (kepala misi AMI).com Kontributor: Di tanah air kita: Dinas Kesehatan propinsi. Dr John Sugiharto (APiH). Zul Habibi (ASHO).AMI) Kesehatan Publik: Dr Enny Setiasih (World Health Organization . Mardewi (Care International Indonesia). Distribution: AMI (coordination: Elise Masiulis) Donor: AmeriCares Health Messenger is published by Aide Médicale Internationale (AMI) Jln Rukun Damai Utama N° 9.co.id Printing: PT.com Juru Gambar: Mulyadi Phone: 0813 6017 5700 Email: mujadi2005@yahoo.com Contributors: In our country: Provincial Health Office (PHO). Dr Enny Setiasih (WHO) Kesejahteraan: Meisi Naomi Kacaribu. Dr John Sugiharto (APiH). Raya Lambaro Km. Rika Setiawati (AMI) To go deeper: Dr Alison Morgan (Adolescent health advisor for the Aceh Partnership in Health .WHO .co. Kesehatan Umum: Rika Setiawati (AMI). SIAGIAN Telepon: 0813 7533 7891 Dengan kontribusi Yuli MARTUNIS Telepon: 0813 6086 8086 Medical Editor: Dr Irfan RISWAN Telepon: 0813 6038 7007 Email: medicaleditorhm@yahoo.WHO . Phone: 0651 7410 229 www. Rika. NAD. Rika. Meisi. Zul Habibi (ASHO). Tomasz Starega (WHO). Hasbi Amiruddin and Hidayat (AssHIVa). Rika Setiawati (AMI) Lebih Mendalam: Dr Alison Morgan (Penasehat kesehatan remaja untuk program Aceh Partnership in Health . www. Rika Setiawati (AMI) Kontak yang bisa dihubungi dan saran-saran merupakan kontribusi: Minha Husaini (UNICEF). Dr Mick Creati (Institut Burnet) Masyarakat: Maki Noda (UNICEF).org . Institut Kesehatan Internasional Australia .com Assistant and translator: Zulfahri H. Kampung Pineung. Aceh Besar – Banda Aceh Telepon: (0651) 635544 Layout Edi IP Phone: 0812 697 4450 Email: langit22@yahoo. 5. Rika Setiawati (AMI) Have also contributed in providing useful contacts and advices: Minha Husaini (UNICEF). Thérèse Benoît (AMI’s head of mission). Meisi. Raya Lambaro Km. Terima kasih kepada seluruh kontributor P2K no. Julie Chansel.5 Tanjung Permai Manyang PA. Kampung Pineung. ACEH MEDIA GRAFIKA Jl. SIAGIAN Telepon: 0813 7533 7891 Dengan kontribusi Yuli MARTUNIS Telepon: 0813 6086 8086 Editor Medikal: Dr Irfan RISWAN Telepon: 0813 6038 7007 Email: medicaleditorhm@yahoo.org KONTRIBUTOR Manajer Publikasi: Florence COLAS Telepon: 0813 7033 5117 Email: indonesia. Dr M. Thanks to all HM5 contributors.amifrance. Mardewi (Care International Indonesia). Minha. 4.ASHO). Banda Aceh 23116. Minha.5 Tanjung Permai Manyang PA.amifrance. Ucapan terima kasih khusus kepada Stephan Magnaldi dan Dr Ioana Cretescu Kornett (koordinator medikal – kantor pusat AMI) atas pengesahan berkelanjutan terhadap artikel P2K no. Hasbi Amiruddin dan Hidayat (AssHIVa). Dr Nasrullah Jafkar (BKKBN).id Percetakan: PT. PHO General Health: Rika Setiawati (AMI). and to Dr Enamul Haque and Dr Dukagjin Kelmendi for their proofreadings (respectively in: “General Health” and “In our country / reproductive health” sections). 4. dan kepada Dr Enamul Haque dan Dr Dukagjin Kelmendi atas pengesahannya (pada bab: “Kesehatan umum” dan “Di tanah air kita /kesehatan reproduksi”).com Asisten dan Penerjemah: Zulfahri H. and to Dewi. Dr Mick Creati (Burnet Institute) Society: Maki Noda (UNICEF).APiH -.5 meskipun dengan waktu yang singkat. Julie Chansel. Jessica.hm@gmail. DinKes Prop. Maimun (Atjeh Student of Health Organization . Maimun (Atjeh Student of Health Organization .Universtas Melbourne). Yuyun and Alison for their help. dan kepada Dewi. Dr M. Yuyun dan Alison atas bantuan. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Josyane Peret and Géraldine Venisse (AMI’s medical team). Rika Setiawati (Aide Médicale Internationale .hm@gmail. commitment and patience. YAKITA. Jessica Tabler (Samaritan’s Purse International Relief) Reproductive Health: Dr Nur Fardian.APiH . Dr Nasrullah Jafkar (BKKBN). Banda Aceh 23116. ACEH MEDIA GRAFIKA Jl.

­­ suku. Aide Médicale Internationale (AMI) is a French NonGovern­mental Organization established­ in 1979.amifrance. natural disasters. ras dan agama. dan kualitas­ tinggi (www. cultural and ­ religious opinions.­ efisiensi. In complement to its activities in the field. serta praktik kehidupan beragama masyarakat­ setempat. their specific ­ political.­­­ AMI has been working in Indonesia since March 2005. epi­demi. racial or religious discrimination. org). AMI also commits itself to adjust its operations to the needs identified in partnership with the civil population and to respect the local population’s dignity. believes and practices. AMI intervenes in more than 8 countries to ­ provide medical­ assistance to the most vulnerable populations in diversified­ envi­ronments (war and armed ­ conflicts. budaya. Untuk melengkapi aktifi­tasnya­ di lapangan. AMI launched Health Messenger in December­ 2005 to provide Indonesian health workers. AMI berkomitmen untuk bekerjasama­ dengan ­ penduduk lokal dan menghormati kebiasaan me­reka. AMI operates as a ­ neutral actor.­ AMI bekerja­ secara­ netral de­ngan ­ semangat solidaritas. dsb) tanpa­ membedakan kepentingan politik.­ bangkrutnya­ peme­rintah.amifrance. bankruptcy of governments.­ AMI telah­ bekerja di Indonesia­ sejak Maret­ 2005. AMI bergerak­ dalam ­ bidang kesehatan di lebih dari 8 negara ­ dengan menyediakan ­ peralatan kesehatan ­untuk meng­atasi ber­bagai situasi­ ­lingkungan yang tidak stabil (karena­ perang ­ dan konflik senjata. epidemics.­ kelaparan.­ AMI menerbitkan majalah ­ Pembawa Pesan Kesehatan bulan ­ Desember 2005­ untuk ­ menolong para ­ pekerja ­ ke­sehatan Indonesia dan ­ menambah pengetahuan ­ serta keterampilan mereka. with a spirit of solidarity. kepen­tingan politiknya. ­ .­ ethnic.­ in the province of Aceh.­ ­ bencana alam.org). efficiency­ and quality (www.­ hungers etc.Aide Médicale Internationale (AMI) adalah sebuah ­ organisasi non-pemerintah dari ­Perancis yang berdiri pada ­tahun 1979. with a ­ continuous training tool appropriate­ to improve their knowledge and skills.)­­ without any political.