You are on page 1of 2

Proses floatasi pada PT Freeport

ROUGHER GUIDE: Escondida's up-to-date flotation circuit features the VisiSoFroth technology

HUBBLE BUBBLE: on-line image analysis of flotation froth allow variables to be calculated in real-time Mill menghasilkan konsentrat tembaga dan emas dari bijih yang ditambang dengan memisahkan mineral berharga dari pengotor yang menutupinya. Langkah-langkah utamanya adalah penghancuran, penggilingan, pengapungan, dan pengeringan. Penghancuran dan penggilingan mengubah besaran bijih menjadi ukuran pasir halus guna membebaskan butiran yang mengandung tembaga dan emas untuk proses pemisahan dan untuk menyiapkan ukuran yang sesuai ke proses selanjutnya. Pengapungan (Flotasi) adalah proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat tembaga-emas. Bubur konsentrat (slurry) yang terdiri dari bijih yang sudah halus (hasil gilingan) dan air dicampur dengan reagen dimasukkan ke dalam serangkaian tangki pengaduk yang disebut dengan sel flotasi, di mana penambahan udara dipompa ke dalam slurry tersebut. Reagen yang digunakan adalah kapur, pembuih (frother) dan kolektor. Pembuih membentuk gelembung yang stabil, yang mengapung ke permukaan sel flotasi sebagai buih. Reagen kolektor bereaksi dengan permukaan partikel mineral sulfida logam berharga sehingga menjadikan permukaan tersebut bersifat menolak air (hydrophobic). Butir mineral sulfida yang hidrofobik tersebut menempel pada gelembung udara yang terangkat dari zona slurry ke dalam buih yang

yang dinamakan Modified Deposition Area (Daerah Pengendapan Dimodifikasi). konsentrat ini dikeringkan sampai kandungannya hanya 9% air dan kemudian dikapalkan untuk di jual.mengapung di permukaan sel. masuk polishing mill lalu ke sirkuit flotasi cleaner dengan bahan kimia (reagent)yang 'memilah' dengan mengapungkan partikel mineral berharga menjadi konsentrat emas. yang menyerupai buih deterjen metalik. yang merupakan pemisahan secara fisik mineral yang mengandung tembaga dan emas dari batuan bijih. Proses ini berulang dalam 10 tangki besar sel flotasi hingga kandungan mineral berharga yang sudah rendah sekali dinamakan tailing yang bakal menjadi limbah. Sistem pengendapan tailing tersebut dilakukan sesuai rencana pengelolaan tailing yang komprehensif dari PTFI. Flotasi Produk ini diolah dalam sirkuit flotasi rougher-scavenger. yaitu sebuah sistem yang direkayasa dan dikelola bagi pengendapan dan pengendalian tailing. Dalam proses tersebut tidak digunakan merkuri maupun sianida. PTFI menggunakan proses pengapungan (flotasi). meluap dari bibir atas mesin flotasi kedalam palung (launders) sebagai tempat pengumpulan mineral berharga. Buih yang bermuatan mineral berharga tersebut. Sebuah daerah aliran sungai mengangkut sedimen tersebut menuju sebuah areal pengendapan yang telah ditentukan di kawasan dataran rendah dan pantai. Tailing akhir ini disalurkan menuju suatu sistem pembuangan alami yang mengalir dari Mill menuju Daerah Pengendapan Ajkwa yang diModifikasi (ModADA). Pasir yang tak bernilai dikumpulkan di dasar sel flotasi yang terakhir sebagai limbah yang disebut 'tailing'. Konsentrat (dalam bentuk slurry. 65% padat menurut berat) dipompa ke Portsite melalui empat jaringan pipa slurry sepanjang 115 km. perak dan tembaga. Mineral berharga yang terkumpul didalam palung tersebut adalah 'konsentrat'. . Sesampainya di Portsite. sebagaimana telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia.