You are on page 1of 10

EPIDEMIOLOGI DALAM HIPERKES (Occupotional Epidemiology

)
a) Pengertian Epidemiologi Epidemiologi berasal dari kata epe, demos dan logos yang arti dari tiap kata adalah epi=atas, , demos=penduduk, dan logos =studi. Dari arti kata di atas maka epidemiologi adalah studi yang mengenai apa yg menimpa penduduk . Dalam arti luas di maksudkan sutu studi mengenai terjadinya dan distribusi keadaan , penyakit, dan perubahan penduduk , begitu juga determinandeterminan dan akibat yang terjadi pada penduduk. Ciri dari epidemiologi adalah studi pada kelompok penduduk (bukan individu) . Artinya bahwa seorang epidemiologist melakukan anamnese , melakukan pemeriksaan labolaturium , menyusun diagnosa serta melakukan tindakan pengobatan pada kelompok sasaran tertentu. Dalam konsep ini epidemiologi ada 3 faktor konstribusiyg menyebabkan seorang mendrita sakit , yaitu faktor agent , faktor host, dan faktor lingkungan. b) Faktor –faktor konstribusi epidemiologi • Faktor agent Dapat berupa organisme yg secara langsung menyebabkan penyakit, di perusahaan , faktor etiologik timbulnya keadan sakit pada para pekerja ada berbagai macam diantaranya adalah :  c pekerjaan salah, yg semua itu akan menyebabkamn perubahan fisik tubuh para pekerja .  Golongan mental psikologik, hal ini terlihat misalnya pada hubungan kerja yg tidak baik antara sesama pekerja , pekerja dengan pimpinan. •
[Type text]

Faktor host
Page 1

Pnyakit karena adanya pengaruh kepekaan (sentifitas) atau daya tahan tubuh terhadap paparan (exposure) masuknya bibit penyakit . seperti : umur. c) VARIABEL EPIDEMIOLOGI Dari uraian di atas .  Diperoleh sewaktu perjalanan hidupnya seperti keadaan gizi. jika harus memperhatikan 3 variabel yaitu : • Variabel orang Yg akan mempengaruhi frekuensi penyakit cukup banyak seperti umur. suku bangsa . host & lingkungan tetapi kita tidak bisa menerangkan bagaimana perkembangan /perjalanan penyakit itu lebih lanjut. yg sangat tergantung dari beberapa faktor agar pekerja tidak mudah timbul sakit . pekerjaan (langsung & tidak langsung). faktor kimiawi dan faktor-faktor sosioekonomi. keturunan dll. jenis kelamin .Dalam hal ini tenaga kerja itu sendiri . • Faktor lingkungan Yang meliputi keadaan-keadan yg dapat mempengaruhi kesehatan karyawan perusahan misalnya faktor miologik. yg secara garis besar dapt di bagi menjadi 2 kelompok :  Ditentukan sejak pembuahan dalam rahim. olahraga) . seorang pekerja bisa terganggu karena adanya tidak seimbangan antara agent. jenis kelamin. Untuk bisa mengenal apakah penyakit yg di deritav oleh seorang pekerja dapat berkembang atau menular / mengenai pekerjaan lain . suhu . Faktor yg di maksudkan adalah  Faktor kekebalan imunisasi  Faktor gizi  Faktor pelayanan kesehatan yg ada di perusahan. &kebiasaan hidup. imunisasi . perilaku kebiasaa (merokok. status perkawinan . [Type text] Page 2 .

Peranan waktu dalam mempengaruhi tigginya frekuensi gangguan kesehatan pada pekerja di tentukan oleh karna adanya : . d) Penelitian epeidemiologi [Type text] Page 3 . -Perubahan sifat agent.  Para pekerja yg yg sehat (dari kelompok pekerja/karyawan yg berada atau bekerja di tempat kerja tersebut menjadi sakit dengan frekuensi yg sama dengan pekerja yg sudah ada di sana. Apakah gangguan kesehatan yg timbul adanya hubungannya dengan tempat pekerjaan dapat di lihat dari kriteria sbg berikut :  Frekuensi gangguan kesehatan tinggi pada pekerja/ karyawan yg berada atau bekerja di tempat kerja tersebut. siang atau malam . • Variabel waktu Variabel waktu sbg faktor timbulnya gangguan bisa dalam hitungan menit.• Variebel tempat Variabel tempat merupakan faktor yg menentuka berkembangnya penyakit karena akan mempengaruhi host (orang) &agent.Perubahan kegiatan dari host. jam. -Lamanya waktu kontak antara host & agent. misalnya biasa bekerja waktu siang hari di rubah menjadi malam hari. hari bulan .  Gangguan kesehatan yg sama tidak di temukan/ dengan frekuensi rendah di temukan pada kelompok pekerja yg meninggalkan tempat kerja tersebut.

Dikenal 2 cara yaitu observasi terhadap apa yg telah terjadi (pasif) atau secara aktif melakukan manipulasi (interverensi) e) Jenis-jenis studi [Type text] Page 4 . seorang dokter perusahaan dapat menjawab pertanyaan sbg berikut : -Siapa saja yg terkena penyakit (karakteristiknya) -Dimana penyakit itu awal mulai timbul (tempat timbulnya penyakit) -Bilamana penyakit itu timbul (awal & akhirnya) -Mengapa penyakit timbul (variabel terikat &variabel bebasnya apa saja.Untuk pat mengetahui cara mencegah penyakit akibat kerja. kita dapat mengenal berbagai studi/ risel/penelitian & penggunaanya tergantung dari keperluan.  Data yg di kumpulkan dari satu kelompok dengan karasteristik tertentu (populatian at risk )  Tidak melakukan uji statistik (tidak membuktikan hipotesa). di tempat kerja apa dan dimana. Yg disampaikan hanya frekuensi datanya. berapa orang dari kelompok mana saja.  STUDI EPIDEMIOLOGI Studi ini hanya ingin mengetahuai berapa banyak / besarnya dalamnya akiubat kerja yg terjadi :  Mencari siapa saja.  STUDI EPIDEMIOLOGI ANALITIK Dalam studi ini kita ingin mengetahui apa penyebab timbulnya penyakit. Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas .

Studi kohort merupakan studi yg dapat menghasilkan informasi yg paling meyakinkan tentang terjadinya penyakit. Ada dua kelompok pekerja yg teliti yaitu ada yg terpapar dan yg tidak terpapar. Terpapar (exposure) Penyakit Ada Tidak ada Ya a c Tidak b d [Type text] Page 5 . Case control study Studi ini bersifat retrospektif. Perbandingan antara bagi yg terpapar oleh faktor yg menyebabkan sakit & dengan yg tidak terpapar. Terpapar Ada Tidak ada Kasus Sakit a b Kontrol Sehat c d Odds Ratio axd /bxc  Cohort study Studi ini bersifat prospektif (melihat kedepan). Perbedaan timbulnya penyakit antara terpapr dengan yg tidak terpapar dengan menghitung AtributableRisk (AR). Dilakukan perbandingan antara sekelompok orang yg menderita penyakit (kasus) dengan kelompok orang yg tidak menderita penyakit (kontrol) lalu dari kedua kelompok ini di hitung berapa orang yg pernah terpapar & tidak pernah terpapar oleh suatu faktor yg neyebabkan sakit.

Atributable Risk (AR) = a / (a+c) –b (b+d) Keuntungan dan kerugian antara studi kasus kontrol dan studi kohort sbg berikut : Keuntungan dan kerugian Variabel Waktu Pekerjaan Bias Daya ingat Studi Kasus Kontrol Pendek Murah Sedikit Banyak Mudah Studi kohort Lama Mahal Banyak Sedikit (tidak ada) Tidak ada masalah Studi kasus kontrol mudah di pergunakan oleh seorang dokter perusahaan . syaratnya adalah kepekaan dan ketalitian dokter perusahaan itu dalam melakukan anamnese dan pemeriksaan yg dilakukan di samping tersediaanya alat pemeriksa kesehatan yg sesuai dengan keperluan.  STUDI INTERVENSI [Type text] Page 6 .Relative risk (RR) = a / (a+c) : b /(b+d) RR meupakan angka besarnya kemungkinan terkena penyakit secara relatif antara orang yg terpapar dan yg tidak terpapar.

maka kita dapat mengikuti langkah-langkah seperti yg di tunjukkan dalam bagan tersebut. Populasi studi (sampling) [Type text] Page 7 .Dengan kasus kontrol dan kasus kohort kita dapat memperkirakan apa resiko yg akan terjadi akibat adanya pemaparan sesuatu . Dalam studi intervensi kita dapat memanipulasi pada variabel yg diteliti lalu kita bandingkan hasilnya antara yg di manipulasi dengan yang tidak di manipulasi. Untuk memperjelas bagaimana kita melakukan intervensi. maka untuk membuktikan kepastian penyebab timbulnya penyakit kita lakukan studi intervensi .

[Type text] Page 8 . lebih-lebih jika gejala penyakitnya mirip dengan gejala penyakit yang bisa terjadi ditempat kerja . misalnya batuk.Populasi sampel (randominasi) Kelompok studi (eksperimental) Kelompok kontrol (Kelompok pembanding) Pengumpulan data awal Pengumpulan data awal (waktu sama dengan intervernsi) Manipulasi/intervens i Tidak manipulasi Pengumpilan data akhir Pengumpulan data akhir (setelah intervensi) (sama seperti kelompok intervensi) Bandingk an f) Manfaat epidemiologi dalam hiperkes Terjadinya akibat kerja seringkali sulitdi ketahui secara dini.

beban kerja dan lingkungan kerja  Hasil yg diperoleh dapat di gunakan untuk :  Membuat klasifikasi penyakit akibat kerja  Menyusun rencana program kesehatan kerja  Melakukan pemantauan atas pelayanan kesehatan pekerja  Melakukan penilaian atas program kesehatan kerja. seorang dokter perusahaan paling sedikit harus memahami prinsip-prinsip dasar epidemiologi. Pengetahuan epidemiologi oleh seorang dokter perusahaan akan berguna dalam hal :  Menetapakan besarnya maslah gangguan kesehatan yg di derita karyawan  Menetapkan etiologi timbulnya gangguan kesehatan/kecelakaan  Memperkirakan bagian tubuh mana yg mudah terserang penyakit  Memperkirakan bagaimana terjadinya/tersebarnya penyakit  Menetapkan faktor lingkungan yg berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan karyawan atau masyarakat di sekitar perusahan  Menetapkan perubahan pola penyakit yg terjadi pada karyawan atau masyarakat di sekitar perusahan  Menjelaskan hubungan interaksi antara kapasitas kerja . [Type text] Page 9 .Dengan adanya kendala dan masalah tersebut di atas .

[Type text] Page 10 .