You are on page 1of 6

REDUKSI FOTOKIMIA GARAM BESI (III) ATAU CETAK BIRU 1.

Skema Kerja 100ml Asam Oksalat 0,1M + 100ml Besi (III) Klorida 0,1M - dicampurkan dalam beaker glass 600ml dicelupkan 4helai kertas tik ke dalam larutan tersebut sampai seluruh kertas basah dikeluarkan kertas yang basah itu dan diletakkan di antara kertas saring selama 15-20 menit disusun suatu cetakan dengan urutan mulai dari bawah, kardus, kertas karbon, kaca, kertas tik yang sudah dikeringkan tadi, negatif, kertas tik, kaca dan kardus Hasil dijemur atau dikenai sinar selama 10menit dan 20menit dengan membuka tutup kardus paling atas dicelupkan kertas tik ke dalam larutan K3Fe(CN)6 0,1M dicelupkan kertas tik ke dalam larutan K2Cr2O7 0,03M dicuci dengan HCl 0,1M dicuci dengan air kran

2. Fotokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari interaksi antara atom ataupun senyawa dengan cahaya. Hasil analisis Percobaan Reduksi Fotokimia Garam Besi (III) bertujuan untuk mempelajari reaksi reduksi garam besi (III) secara fotokimia sehingga konsep reaksi fotokimia dan pemanfaatannya untuk cetak biru dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. . Hasil pengamatan 2.2 Penyinaran 20menit 3.1 Penyinaran 10menit 2.

+ 6H+ + 3C2O42. Pencampuran larutan asam oksalat dan besi (III) klorida akan mengakibatkan reaksi redoks dengan persamaan setengah reaksi sebagai berikut. sehingga karakter atau sifat reduktornya meningkat. Didalam air asam oksalat akan terlarut dan terion sesuai persamaan reaksi berikut : H2C2O4(s) + H2O(l)  C2O42-(aq) + H3O(aq) Sedangkan besi (III) klorida Bila dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis yang merupakan reaksi eksoterm (menghasilkan panas) sesuai persamaan reaksi berikut : FeCl3(s) + 3H2O(l)  Fe(OH)3(aq) + 3HCl(aq) Hidrolisis ini menghasilkan larutan yang coklat. adanya foton juga mengakibatkan molekul anion oksalat lebih mudah mengeksitasikan elektron untuk teroksidasi.+ 6H2O + 2CO2 2Fe(OH)3(aq) + 3H2C2O4 (aq)  2FeC2O4 (aq) + 6H2O (l) + 2CO2 (g) Larutan yang mengandung kation Fe3+ dan anion oksalat sebagai reduktor lemahnya membuat kation Fe3+ lebih mudah tereduksi menjadi Fe2+ oleh adanya suatu energi seperti foton dari cahaya.Langkah pertama mencampurkan larutan asam oksalat dengan larutan besi (III) klorida di dalam ruangan yang gelap tanpa cahaya sama sekali. cahaya berfungsi sebagai inisiator sekaligus katalis dalam reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Dalam hal ini. Seharusnya larutan asam oksalat dicampurkan dengan larutan diamoniumfosfat sebelum dicampur dengan besi (III) klorida agar reaksi reduksi yang terjadi ketika dicampur besi (III) klorida berlangsung lambat karena ion besi akan membentuk ikatan yang sangat stabil dengan ion PO43. asam dan korosif.dan akan . karena karakteristik foton sebagai partikelgelombang yang mirip dengan elektron. Selain itu. Tujuannya untuk memperlambat terjadinya reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ yang reaksinya berlangsung sangat cepat bila terkena cahaya. Reduksi Oksidasi Reaksi total : 2Fe3+(aq) + 2e. 2Fe2+ + 2C2O42. 2Fe2+(aq) : C2O42-(aq)  2CO2(g) + 2e: 2Fe3+(aq) + C2O42-(aq)  2Fe2+(aq) + 2CO2 (g) Atau dapat ditulis reaksi keseluruhannya : 2Fe3+ + 6OH. Oleh karena itu larutan yang sangat reaktif terhadap adanya cahaya ini pencampurannya dilakukan di dalam ruangan yang gelap.

Setelah penyinaran selam 10 dan 20 menit kertas peka masing-masing dicelupkan berturut-turut ke dalam larutan kalium heksasianoferat (III) [K3Fe(CN)6] 0. kertas peka.membutuhkan energi yang besar pada reaksi selanjutnya. larutan kalium dikromat (K2Cr2O7) 0. Kardus paling atas dibuka agar sinar dapat mengenai kertas peka. Pemilihan kertas saring karena kertas saring memiliki pori yang lebih besar dibandingkan kertas tik.1M. larutan HCl 0. Selanjutnya disusun sebuah cetakan berupa tumpukan.. Setelah dicelupkan. kertas dikeringkan dengan cara diletakkan di antara dua kertas saring. Kertas tik yang sudah kering inilah yang selanjutnya digunakan sebagai kertas peka. semua proses ini masih dilakukan di dalam ruangan gelap. sehingga mampu menyerap larutan yang menempel pada kertas tik dan akan mempercepat proses pengeringan. Larutan K3Fe(CN)6 akan membentuk . selanjutnya bagian yang berlubang pada negatif akan membuat cahaya mengenai kertas peka.1 M. kertas peka. Kertas tik sebanyak 4 lembar dicelupkan ke campuran larutan tersebut agar campuran larutan meresap ke dalam kertas. paling bawah dimulai dari potongan kardus. Secara teoritis. Negatif dibuat dari kertas karton yang berlubang. Karena itulah fungsi penambahan diamoniumfosfat (NH4)2HPO4 juga dapat lebih memperlambat raksi reduksi. Setelah cetakan siap maka dilakukan penyinaran dengan sinar matahari atau dijemur. Di bagian bawah tidak akan terkena cahaya karena diberi penutup berupa kertas karbon. dan kaca. negatif. sedangkan di daerah yang tertutup atau terhalang dari cahaya Fe3+ tidak akan mengalami reduksi. Kertas saring berfungsi untuk menyerap cairan dari kertas tik tersebut sehingga dapat mempercepat proses pengeringan. kaca. Namun karena keterbatasan bahan hal tersebut tidak dilakukan. dan terakhir dicuci dengan air kran. Tutupi lagi dengan potongan kardus sebelum dilakukan penyinaran. Objek diletakkan pada bidang datar (bukan dipegang) supaya arah sinar merata dan tetap.1 M. semakin lama cahaya dibiarkan mengenai kertas peka akan semakin banyak Fe3+ yang mengalami fotoreduksi menjadi Fe2+. kertas karbon. Pada percobaan ini digunakan variasi waktu lama penyinaran 10 dan 20 menit. Di daerah inilah akan terjadi reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ secara fotokimia.

yang tersisa sehingga gambar lebih tampak jelas. Air kran berfungsi untuk menghilangkan ion pengotor yang tersisa serta kelebihan HCl yang digunakan. Pada percobaan ini diperoleh 2 hasil percobaan berupa cetak biru dengan variasi lama penyinaran 10 dan 20 menit. Kertas tik seluruhnya masih berwarna putih. Kesalahan ini terjadi justru pada saat pembuatan larutan asam oksalat dan larutan besi (III) klorida. 2Cr3+ + 2[Fe(CN)6]4Selanjutnya dicuci dengan HCl yang berfungsi untuk mengikat kotorankotoran yang tidak hilang dari pencucian larutan kalium dikromat. Larutan ini mereduksi heksasianoferat(III) menjadi heksasianoferat(II) sehingga warna yang dihasilkan menjadi lebih biru dari sebelumnya. Kesalahan perhitungan massa asam oksalat dan besi (III) klorida menyebabkan konsentrasi kedua larutan bukan 0. Fe3+ + [Fe(CN)6]4dan ion-ion tersebut bereaksi kembali : 4Fe3+ + 3[Fe(CN)6]4. Setelah itu. Kemudian kertas peka dicelupkan lagi ke dalam larutan kalium dikromat yang berfungsi untuk mengikat kotoran-kotoran dari pencucian pada larutan sebelumnya dan juga mengikat kelebihan ion [Fe(CN)6]3. Reaksi kimianya sebagai berikut : [Fe(CN)6]3. Secara prosedur tidak ada perlakuan yang salah atau kurang baik. Seharusnya asam oksalat dilarutkan sebanyak 2.+ CrO72.075 gram ke dalam 100ml . Namun percobaan kali ini tampaknya gagal secara fatal. Reaksi pembentukan kompleks berwarna biru ini merupakan reaksi oksidasi ion Fe2+ menjadi ion Fe3+ oleh ion [Fe(CN)6]3. Tidak tampak gambar atau hasil dari cetak biru sama sekali.sesuai persamaan reaksi sebagai berikut : Fe2+ + [Fe(CN)6]3. Fe4[Fe(CN)6]3 (Kompleks berwarna biru) Kertas peka yang terkena cahaya akan berwarna biru setelah dilakukan pencucian sedangkan yang terhalang cahaya akan tetap berwarna putih akibat dari reaksi pembentukan kompleks berwarna biru tersebut. untuk hasil yang lebih maksimal dicuci lagi dengan air kran. Warna biru menandakan bahwa ion Fe3+ telah mengalami reduksi menjadi ion Fe2+ secara fotokimia dengan membentuk senyawa kompleks Fe4[Fe(CN)6]3 .1 M.kompleks berwarna biru dengan ion Fe2+ sehingga memperjelas gambar yang ada pada kertas peka sekaligus membuktikan adanya hasil reaksi reduksi Fe3+.

Jilid 2.Kimia Anorganik Dasar. Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah : 1. Kimia Fisik.L dan Day. 1999. Jember : UJ Underwood.akuades tetapi pada percobaan ini asam oksalat yang dilarutkan hanya 0.26 gram ke dalam 100ml akuades tetapi pada percobaan ini besi (III) klorida yang dilarutkan hanya 0.Kimia Fisik. Wilkinson. 4. Jakarta: Penerbit Erlangga Cotton.1999. P.A.W.198 gram.Analisis Kimia Kuantitatif.1997. 2012.1989. Begitu juga pada besi (III) klorida seharusnya dilarutkan sebanyak 1.Jakarta: Erlangga . Daftar Pustaka Atkins.126 gram.Jakarta: UI-Press Sukardjo. Edisi ke-4. Reaksi reduksi garam besi (III) menjadi besi (II) secara fotokimia dapat menghasilkan kompleks berwarna biru karena adanya reaksi antara ion Fe2+ dengan ion [Fe(CN)6]35. R.Jakarta: PT. Reaksi reduksi garam besi (III) menjadi besi (II) sangat dipengaruhi oleh adanya cahaya sehingga semakin lama penyinaran akan semakin banyak ion besi (III) yang tereduksi dan hasil yang didapatkan akan lebih bagus. 2. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. A. Rineka Cipta Tim Penyusun.