PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No.

Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5 : Coklat : Coklat kehitaman : Hitam logam : Logam : Tidak ada : Hackly : 3,2 – 3,5 Kawat Tembaga 3  Berat Jenis Sifat Kemagnetan : 8,93 g/ml : Ferromagnetik Kaca 5,5  Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 01 : 30 NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral : Melleable : Opak : Cu : Isometri : Native element : Kuprit, Malakit, Azurit, Khalkosit, Bornit, Epidot, Kalsit,

Prehnit, Datolit, Khlorit, Zeolit Nama Mineral : Tembaga (Copper)

Proses Pembentukan : Dibuat dari bjih tembaga dengan cara pengapungan.

Keterdapatan

: Ditemukan terutama di zona oksidasi dari endapan biji

sulfida, batuan sedimen yg berdekatan dengan ekstrusi basa, dan di dalam ronggarongga batuan basalt. Keterangan : Mineral tembaga (Cu) tergolong native element. Dalam

pengelompokan logam, tembaga termasuk logam bukan besi. Mineral tembaga memiliki karakteristik sistem kristal isometrik, belahan tidak ada, kekerasan 2,5 sampai 3, kilap logam, warna merah muda, kusam yang cepat menjadi merah tembaga dan kemudian berubah menjadi coklat, gores/cerat hitam logam, optik opak. Tembaga merupakan logam yang berwarna kuning dan keras bila tidak murni. Tembaga mudah ditempa dan bersifat elastis sehingga mudah dibentuk menjadi pipa, lembaran tipis dan kawat. Tembaga juga merupakan konduktor panas dan listrik. Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap korosi. Pada udara yang lembab permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna hijau. Pada kondisi yang istimewa yakni pada suhu sekitar 300°C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang berwarna hitam.

Persebaran tembaga di Indonesia ditemukan hampir merata di berbagai provinsi, yaitu di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan. Penggunaan tembaga dalam kehidupan sehari-hari untuk peralatan listrik dan mobil, kabel, alat-alat radio, lemari es, AC, telepon, amunisi, kapal terbang, peluru kendali, campuran logam (perunggu dan kuningan), industri kimia, bahan celup dan rayon, alat-alat rumah tangga dan bangunan, perhiasan, dsb.

Referensi : -http://adnorthya.blogspot.com/2012/05/mineral-tembaga.html diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 13 WITA.
-http://aghnanisme.blogspot.com/2012/10/tembaga-keberadaan-sifat-pembuatan-

dan.html diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 12 WITA. -http://wwwnuansamasel.blogspot.com/2011/03/mineral-tembaga-cu.html pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 06 WITA. -Simon dan Schusters.ROCKS AND MINERALS. diakses

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No. Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5  Berat Jenis Sifat Kemagnetan : Abu-abu metalik : Coklat : Hitam : Logam : Distinct : Even : 2,5 – 2,8 Kawat Tembaga 3  : 7,2 – 7,6 g/ml : Diamagnetik Kaca 5,5  Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 02 : 13 NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral Nama Mineral : Brittle : Opak : Pbs : Isometri : Sulfida : Sphaleite, Argentite, Kalkopirit, Pirit, Barit, dan Fluorit : Galena (Pbs)

Proses Pembentukan : Mineral Galena merupakan mineral alterasi yang berasal dari mineral Andalusite pada zona alterasi skarn, terbentuk pada vein hidrotermal dengan suhu 300 – 500 (hipotermal). Keterdapatan Keterangan : Terdapat dalam urat-urat hidrotermal : Galena merupakan mineral timah hitam yang termasuk bahan

galian logam bukan besi. Memiliki sistem kristal isometrik, belahan sempurna, kekerasan 2,5, berat jenis 7,2-7,6, kilap logam, warna dan gores/cerat abu-abu timah, optik opak. Terbentuk dalam batuan sedimen, urat-urat hidrotermal dan juga pegmatit. Dalam urat-urat hidrotermal berasosiasi dengan mineral-mineral perak, sfalerit, pirit,markasit, khalkopirit, serusit,anglesit, dolomit, kalsit, kuarsa, baris, dan fluorit. Dapat pula ditemukan dalam deposit metamorfismekontak. Persediaan mineral galena banyak ditemukan di Perancis, Romania, Austria, Belgium, Italy, Spain, Scotland, Inggris, Australia, dan Mexico. Galena juga terdapat di Gunung Hermon di daerah Israel sebelah utara. Di daerah Amerika Serikat mineral galena ini terjadi paling khususnya di daerah lembah Mississippi mineral ini juga terdapat di bagian tenggara Missouri dan di daerah lingkungan serupa di Illinois, Iowa dan Wisconsin. Timah hitam sendiri dipergunakan dalam baterai, pembuatan kabel, amunisi, campuran logam, industri cat, keramik, insektisida, refining minyak dan karet, industri kimia, industri nuklir, stabilitas pada plastik, dan lain-lain.

Referensi : -http://lasonearth.wordpress.com/geology/mineralogi/mineral/galena/ diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 51 WITA. -http://ongkiboomy.blogspot.com/2012/10/mineral-sulfida_3277.html diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 54 WITA.
-http://wwwnuansamasel.blogspot.com/2011/03/mineral-galena-pbs.html

diakses

pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 22. 49 WITA. -Simon dan Schusters.ROCKS AND MINERALS.

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No. Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5 : Putih mengkilat : Putih pucat : Putih : Mutiara : Indistinct : Uneven : 3,5 -4 Kawat Tembaga 3 Kaca 5,5  Berat Jenis Sifat Kemagnetan : 2,95 g/ml : Diamagnetik Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 03 :NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral karbonat Nama Mineral : Aragonit : Brittle : Translucent : CaCO3 : Orthorombik : Karbonat : Mineral yang komposisi kimia sama seperti nitrat dan

Proses Pembentukan : Terbentuk pada lingkungan yang mempunyai temperatur tinggi dengan penyinaran matahari yang cukup Keterdapatan Keterangan : Ditemukan pada suhu rendah dari uap panas atau rongga. : Mineral ini terbentuk melalui proses kristalisasi magma, hal

ini dapat dilihat dari ciri fisik dari mineral berikut yaitu warna segar putih bening,warna lapuk putih, cerat putih, kilap kaca yaitu suatu kenampakan cahaya yang dipantulkan dari suatu mineral berupa kenampakan seperti pecahan kaca. Mineral diatas mempunyai belahan jelas dimana tidak begitu rata,dapat pecah pada arah lain dengan mudah, pecahan even yaitu bidang pecahan halus agak kasar, mendekati bidang rata, kekerasan 5,5-6, berat jenis 2.95, tenacity dari mineral ini adalah sectile dimana mineral ini dapat diiris dengan pisau, bentuk kristal orthorombik. Mineral ini terdapat pada batuan dengan komposisi kimia yang sama yaitu kabonat (CaCo3), namun mineral ini menyusun batuan yang komposisi mineral berbeda. Kegunaan dari mineral ini yaitu sabagai bahan penelitian.

Referensi : -http://kepalabatu43.blogspot.com/2011/02/mineralogi-batuan-karbonat.html diakses pada tanggal 17 April 2013 pukul 23. 11 WITA. -http://tentangpertambangandangeologi.blogspot.com/2009/12/mineral-aragonit.html diakses pada tanggal 17 April 2013 pukul 23. 13 WITA. - Setia Graha, Doddy. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung: Nova. -Simon dan Schusters.ROCKS AND MINERALS.

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No. Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5  Berat Jenis Sifat Kemagnetan : Putih bening : Putih : Putih : Kaca : Distinct : Concoidal : 1,5 -2 Kawat Tembaga 3  : 2,1 - 2,35 : Diamagnetik Kaca 5,5  Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 04 : 50 NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral Nama Mineral : Flexibel : Translucent : SiO2 : Monoklin : Sulfat : Belerang : Gypsum

Proses Pembentukan : Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gypsum juga dapat dibentuk secara rekayasa dengan reaksi kimia yaitu cukup dengan membiarkannya berada pada daerah yangterjadi

oksidasi sulfit. Ketika asam sulfat bereaksi dengan kalsium karbonat maka akan menghasilkan gypsum. Hal ini terjadi pada keadaan oksidasi, sementara pada keadaan reduksi, sulfat dapat direduksi kembali menjadi sulfit oleh bakteri pereduksi sulfat. Keterdapatan : Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut, mata air

panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api. Keterangan : Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan

kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau, gua dan di lapiangaram karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit (CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gipsum yang berada di atas suhu 108 °F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit. Gipsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m, namun kristal gipsnya masuk ke dalam sistem kristal orthorombik. Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. Gipsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 – 2. Berat jenis gipsum antara 2,31 – 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0 °C yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada 40 °C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Gipsum memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. Gipsum memiliki kilap kaca. Gores gipsum berwarna putih, memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan hingga translucent, serta memiliki sifat menolak magnet atau disebut diamagnetit.

Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gipsum yaitu : Drywall, bahan perekat, penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19, gipsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaister, digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika Serikat. Campuran bahan pembuatan lapangan tenis, sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. Contohnya ketika kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu, gipsum digunakan sebagai bahan bangunan. Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal. Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan, untuk bahan baku kapur tulis, sebagai salah satu bahan pembuat portland semen, sebagai indikator pada tanah dan air, sebagai agen medis pada ramuan tradisional China yang disebut Shi Gao.

Referensi : - http://id.scribd.com/doc/66382538/Gypsum diakses pada tanggal 17 April 2013 pada pukul 23.05 WITA - http://en.wikipedia.org/wiki/Gypsum diakses pada tanggal 17 April 2013 pada pukul 23.30 WITA http://dunia-atas.blogspot.com/2012/10/mengenal-gypsum.html diakses pada

tanggal 18 April 2013 pada pukul 00.05 WITA -Simon dan Schusters.ROCKS AND MINERALS.

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No. Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5 : Ungu : Keputihan : Putih : Kaca : Indistinct : Concoidal : 5 – 5,6 Kawat Tembaga 3 Kaca 5,5  Berat Jenis Sifat Kemagnetan : 3,15-3,20 : Diamagnetik Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 05 :NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral dan Kalsit Nama Mineral : Apatite : Sectile : Translucent : SiO2 : Hexagonal : Sulfat : Molibdenit, Ilmenit, Magnetit, Hornblende, Mika, Nepheline

Proses Pembentukan : Terbentuk pada daerah vulkanisme sebagai mineral aksesori di dalam batuan beku yang terbentuk.

Keterdapatan Keterangan

: Durango, Meksiko, Bancroft, Ontario, Jerman dan Rusia. : Ciri dari mineral ini yaitu warna segar putih kemerahan, lapuk

keputihan, cerat putih, kilap kaca, belahan tidak jelas, pecahan tidak rata, kekerasan 5,5–6 (kaca), berat jenis 3,15-3,20 gr/cm3, sifat kemagnetan feromagnetik karena dapat ditarik magnet dengan kuat, tenacity rapuh yaitu mudah hancur, komposisi kimia Ca5 ( F, Cl, OH ) ( PO4 ), sistem kristal hexagonal dan termasuk dalam golongan mineral fosphate karena terdiri dari anion fosphate ( PO4 ), berdasarkan ciri fisik mineral dapat kita namakan mineral ini adalah Apatit. Mineral ini terbentuk dari proses kristalisasi magma yaitu proses utama dari pembentukan batuan vulkanik dan plutonik. Mineral ini berasosiasi

dengan molibdenit, ilmenit, kalsit dan magnetit. Mineral ini terdapat pada batuan beku. Mineral ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk fosfat dan pembuatan asam fosfat. Sementara kristal yang transparan dan berwarna indah dipotong dan dibentuk menjadi batu mulia walaupun cukup lunak.

Referensi : -http://www.galleries.com/Apatite diakses pada tanggal 18 April 2013 pada pukul 00.23 WITA - http://syawal88.wordpress.com/2009/06/26/mineral-alterasi/ diakses pada tanggal 18 April 2013 pada pukul 00.28 WITA - http://uvala09.blogspot.com/2012/11/praktikunm-mineral-cuuyyy.html diakses pada tanggal 18 April 2013 pada pukul 00.33 WITA -Simon dan Schusters.ROCKS AND MINERALS.

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI HARI/TGL ACARA No. Urut No. Peraga Warna  Segar  Lapuk Cerat Kilap Belahan Pecahan Kekerasan Kuku 2,5 _ Berat Jenis Sifat Kemagnetan : Putih bening : Kuning kecoklatan : Putih sampai keabuan : Kaca : Sempurna : Hackly :3 Kawat Tembaga 3  : 2,71 : Diamagnetik Kaca 5,5  Pisau Baja 6,5  Kikir Baja 7  : JUMAT/12 APRIL 2013 : MINERAL ALTERASI : 06 : 22 NAMA : APRILA F. P NO. MHS : D 611 12 259

Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi Tenacity Diaphaneity Komposisi Kimia System Kristal Golongan Mineral Asosiasi mineral Nama Mineral : Sectile : Transparant : CaCO3 : Isometri : Karbonat : Sulfide, Kuarsa, Fluorite, Barit, Dolomite, Siderit : Calsite

Proses Pembentukan : Adanya subtitusi unsur Ca oleh unsur logam seperti Mg, Fe, Mn.

Keterdapatan

: Pada lingkungan batuan beku, sedimen, metamorf dan

melalui proses hidrotermal Keterangan : Dapat terbentuk pada lingkungan batuan beku, sedimen,

metamorf dan melalui proses hidrotermal. Merupakan mineral utama dalam batugamping, atau pulam/marmer (marble). Dapat juga diendapkan di sekitar/di sekeliling mata air, atau aliran air, berupa travertin, tufa, atau sinter-gamping. dapat ditemukan dalam keadaan murni dan tidak, tergantung kepada kandungan mineral pengotornya. Mineral pengotor ini terbentuk karena adanya subtitusi unsur Ca oleh unsur logam seperti Mg, Fe, Mn. Dalam prosentase tertentu mineral pengotor kalsit akan membentuk mineral kapur lain seperti dolomit, ankerit dan kutnakorit. Cadangan yang diketahui merupakan klasifikasi cadangan tereka di daerah Indarung (10,1 juta ton), Sumatera Barat (10 juta ton) dan Begelan di Kabupaten Purwokerto (0,1 Juta ton), di sepanjang pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan dan utara (sebagian kecil). Manfaat Kalsit yaitu meliputi sektor pertanian (misalnya dalam pembuatan campuran pupuk), industri kimia (pembuatan bahan-bahan kimia), makanan, logam, bangunan (sebagai ornament, bahan bangunan, hiasan, pembuatan patung) dan untuk membuat semen, campuran semen, keperluan pertanian untuk pembenah tanah.

Referensi : - Simon and Scuters.1977. Rock and Minerals.Fa fireside Book.New York
-calcite, jenis mineral kalhttp://www.blogger.com/img/blank.gifsit, kapur kalsit,

mineral kalsit, what is calcite
-http://geo-student.blogspot.com/2010/01/macam-macam-mineral-dan-

kegunaannya.html - Graha, Doddy Setia. 1987.Batuan dan Mineral.Bandung: Nova

ASISTEN

PRAKTIKAN

ISHAQ M. Z

APRILA F. PARMA

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful