Minggu, 15 Mei 2011

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN
21:41 SULUH PENDIDIKAN No comments BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi dalam masyarakat. Dalam pengertian yang luas, komunikasi adalah suatu proses penyampaian maksud atau amanat kepada orang lain dengan menggunakan saluran tertentu (Keraf, 1996:5). Kata-kata kunci dalam pengertian komunikasi ini adalah proses, maksud atau amanat orang lain dan aktivitas komunikasi itu bersifat dinamis. Kegiatan komunikasi dimulai dari keinginan komunikator untuk menyampaikan suatu hal, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas mental dalam mengolah gagasan yang akan disampaikan, penataan gagasan itu ke dalam kode-kode kebahasaan (dalam komunikasi verbal). Maksud atau amanat komunikasi bisa berupa informasi tentang fakta, peristiwa, ungkapan ide, pendapat, perasaan, keinginan, dan sebagainya. Hal-hal itu dituangkan dalam aspek kebahasaan yang berupa kata, kalimat, paragraf (komunikasi tulis) atau paraton (komunikasi lisan), ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis, serta unsur-unsur prosodi (intonasi, nada, irama, tekanan, tempo) dalam bahasa lisan. Penyusunan aspek-aspek kebahasaan itu berkaitan erat dengan bahasa sebagi sitem lambang bunyi dengan karakteristiknya. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa dengan sistem yang tunggal. Sebagai bahasa yang hidup, bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi atau ragam-ragam, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalam proses komunikasi (Sloka, 2006:118). Variasi-variasi tersebut sejajar, dalam pengertian tidak ada yang lebih tinggi daripada yang lain. Salah satu variasi tersebut “diangkat” untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu. Variasi tersebut dinamakan bahasa baku atau standar. Variasi-variasi yang lain, yang disebut variasi nonbaku atau nonstandard,

Oleh karena itu bahasa yang digunakan harus mengikuti kaidah-kaidah kebahasaan yang ada. penulis merasa penting untuk menganalisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar). Bertolak dari hal tersebut. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah bahasa baku. Bagaimana perbaikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 1.tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya. Kesalahan penggunaan bahasa bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda antara orang yang satu dan yang lainnya. yaitu sebagai alat komunikasi dalam situasi yang tidak resmi. Mengapa hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah? 3.3 Tujuan 1. 1. Apa saja kesalahan bahasa yang terdapat dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan . Apa saja kesalahan bahasa yang terdapat dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 2.2 Rumusan Masalah 1.

kata ulang. kata majemuk. Dalam sistem ejaan suatu bahasa. Mengapa hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah? 3. Ejaan didasarkan pada konvensi semata-mata. Lambang fonem itu dinamakan huruf. koma. Bagaimana perbaikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? BAB II Landasan Teori 1. tanda kutip. 2) ketetapan tentang bagaimana menuliskan kalimat dan bagian-bagian kalimat dengan pemakaian tanda-tanda baca seperti titik. titik dua. Susunan sejumlah huruf dalam suatu bahasa disebut abjad. tanda tanya. tanda seru. kata berimbuhan dan partikel-partikel dituliskan. 1985:31). Ejaan Ejaan ialah pelambangan fonem dengan huruf (Badudu.Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 2. kemudian disahkan atau diresmikan oleh . jadi lahir dari hasil persetujuan para pemakai bahasa yang bersangkutan. dalam sistem ejaan termasuk juga 10 ketetapan tentang bagaimana satuan-satuan morfologi seperti kata dasar. ditetapkan bagaimana fonem-fonem dalam bahasa itu dilambangkan. Selain pelambangan fonem dengan huruf. titik koma. Ejaan itu disusun oleh seorang ahli bahasa atau oleh suatu panitia yang terdiri atas beberapa orang ahli bahasa.

memahami benar situasi kebahasaan yang dihadapi.pemerintah. sudah baiklah bahasa seseorang apabila sudah mampu mengemban amanat tersebut. yakni bahasa Indonesia yang baik tidak selalu benar dan bahasa Indonesia yang benar tidak selalu baik (Sloka. Disikapi dari sudut ini. atau sebaliknya. ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap pengguna bahasa Indonesia agar bahasa yang digunakannya itu baik dan benar. Ejaan yang kita pakai dewasa ini disebu Ejaan yang Disempurnakan yaitu ejaan yang telah disusun oleh Lembaga Bahasa Nasional (LBN). Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Peranan bahasa yang utama adalah sebagai sarana komunikasi. sebagai alat penyampai maksud dan perasaan seorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). ejaan yang kita pakai ialah Ejaan Soewandi (Ejaan Republik) dan ejaan ini pun merupakan Ejaan van Ophuysen yang disempurnakan. Bertitik tolak dari pengertian tersebut. Demikian pula halnya dalam bahasa Indonesia. 3. Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini! Susunan yang salah Susunan yang benar . 2006:112). Ejaan yang sudah disusun itu kemudian ditinjau kembali sebelum disahkan oleh pemerintah. Namun. 2. sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang menaati kaidah-kaidah kebahasaan. tidak selamanya bahasa yang baik itu benar. Kedua syarat yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut: pertama. Jadi. sesudah itu baru bagian keterangannya. mengingat bahwa situasi kebahasaan itu bermacam-macam adanya. Masyarakat pemakai bahasa mematuhi apa yang telah ditetapkan itu. Sebelum ini. tidak selamanya bahasa yang benar itu baik. memahami baik-baik kaidah bahasa Indonesia dan kedua. bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi pemakaiannya. Beberapa Kaidah Dasar Bahasa Indonesia (1) Susunan kata bahasa Indonesia mengikuti hukum DM (Diterangkan-Menerangkan) Susunan kata bahasa Indonesia mengikuti hukum DM berarti bahwa kata yang penting (diterangkan) disebutkan atau dituliskan lebih dulu.

atau “sor-singgih”. Tidak seperti bahasa Jawa dan Bali yang mengenal “unggah-ungguh. Contoh: . Ia tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian.Lovina Hotel Hotel Lovina Pertama kali Kali pertama Lanjut usia (Lansia) Usia lanjut (Sialan) Mini bus Bus mini Vokal grup Grup vokal Lain kali Kali lain (2) Tidak mengenal perubahan bentuk kata benda akibat penjamakan Penjamakan dalam bahasa Indonesia menggunakan pengulangan kata (reduplikasi) (seperti kertas-kertas. kerbau-kerbau. rombongan. kaum. tidak mengenal perubahan bentuk kata kerja sehubungan dengan orang yang melakukan pekerjaan tersebut. regu). sekolah-sekolah). Penjamakan juga bisa dilakukan dengan penambahan kata bilangan jamak (seperti para. Bentuk tunggal Bentuk jamak mahasiswa para mahasiswa alumnus alumni politikus politisi musikus musisi (3) Tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian Bahasa Indonesia adalah bahasa yang demokratis.

kami mengucapkan terima kasih. (4) Bahasa Indonesia baku menggunakan bahasa gramatikal (subjek.) secara eksplisit dan konsisten pada setiap kalimatnya. Bahasa Indonesia Standar atau Baku Bahasa Indonesia bukanlah bahasa dengan sistem yang tunggal. predikat. yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalamproses komunikasi. menggunakan awalan medan ber. Variasi-variasi tersebut sejajar. . yaitu sebagai alat komunikasi dalam situasi yang tidak resmi. (1) Bahasa Indonesia baku menggunkan ucapan (lafal) baku (dalam ragam bahasa lisan) (2) Bahasa Indonesia baku menggunakan ejaan resmi (dalam ragam bahasa tulis). 5. dll. dalam kata kerja kalimatnya. yang disebut variasi nonbaku atau nonstandard. 4. dalam pengertian tidak ada yang lebih tinggi daripada yang lain. baik leksikal maupun gramatikal. Variasi tersebut dinamakan bahasa baku atau standar. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Standar Bahasa Indonesia standar atau bahasa Indonesia baku memiliki sejumlah ciri.(kalau ada) secara eksplisit dan konsisten. Salah satu variasi tersebut “diangkat” untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu. bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi atau ragam-ragam. (3) Bahasa Indonesia baku membatasi unsur bahasa daerah. (5) Bahasa Indonesia baku menggunakan konjungsi bahwa atau karena (bila ada) secara eksplisit dan konsisten pada kalimatnya. (6) Bahasa Indonesia baku. Sebagai bahasa yang hidup.Atas kedatangan Bapak-bapak. tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya. Variasi-variasi yang lain.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 1.(7) Dalam bahasa Indonesia baku. . Kekuatan dan arah hubungan antara tingkat Pemahaman Media Belajar dan Motivasi mengajar para Guru dengan efektivitas Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura. (3). Jurusan Teknologi pendidikan 2. (9) Dalam bahasa Indonesia baku. (11) Bahasa Indonesia baku menghindari pemakaian unsur-unsur leksikal yang terpengaruh oleh dialek atau bahasa sehari-hari. partikel –lah. 3. (2) Hubungan antara Motivasi Mengajar pada Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura. 4. (8) Bahasa Indonesia baku menggunakan kata depan (bila ada) yang tepat. -kah. pun (bila ada) digunakan secara eksplisit dan konsisten. (10) Bahasa Indonesia baku menggunakan konstruksi sintetis. DATA KESALAHAN 1. Hubungan antara pemahaman Media Belajar dan Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura. pemakaian pola aspek-pelaku-tindakan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). .

10.5 % 2. maka dalam penelitian ini tidak meneliti sampel tetapi meneliti populasi. 6. Populasi penelitian ini adalah guru SMA Negeri di kota Amlapura. ANALISIS 1. Kesalahan yang terdapat pada data pertama terletak pada kesalahan penulisan huruf. (1) pemanfaatan media belajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori tinggi. signifikan dengan α = 0. Hubungan bersama-sama antara pemahaman media belajar. Kesalahan yang terdapat pada data kedua adalah sebagai berikut. motivasi mengajar dengan pemanfaatan media belajar tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan α = 0. . sebesar 0. karena populasi penelitian ini sedikit. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Perbaikannya adalah sebagai berikut.5. 8. Jurusan Teknologi Pendidikan 2.954 9. (2) pemahaman media belajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori tinggi sedang motivasi mengajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori sedang. huruf awalnya harus ditulis dengan huruf kapital.766. 7. Metoda pengumpulan data menggunakan kuesioner. Mengapa salah? Penulisan nama jurusan yang merupakan institusi. tes dan lembaran observasi sedangkan tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis product moment dan tehnik analisis regresi ganda untuk mengetahui hubungan secara bersama-sama antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Perbaikannya adalah sebagai berikut. dan Pemanfaatan.Hal tersebut salah karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup. . Belajar. 3. . .) setelah (1).Karena kalimat tersebut merupakan kalimat pemerian.Kesalahan juga terdapat pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Hubungan. .Tidak adanya tanda baca titik dua (:) . Kesalahan yang terdapat pada data nomor tiga adalah sebagai berikut.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya.Penggunaan kata untuk ..Penggunaan kata untuk menjadikan kalimat tersebut pleonastis. .Penulisan kota menggunakan huruf kecil pada awal katanya Mengapa salah? .Penggunaan tanda titik (. .Penggunaan tanda titik (. jadi sebaiknya digunakan huruf kecil.Tidak adanya tanda baca titik dua (:) setelah kata mengetahui. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) hubungan antara pemahaman media belajar dan pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura. Penggunaan kata bertujuan saja sudah cukup. .) setelah (2). .Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul. . Media.

Penulisan kota harus diawali dengan huruf kapital karena diikuti nama kotanya.Hal tersebut salah karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup.Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul.Kesalahan juga terdapat pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Hubungan. Pemahaman. Jadi.Penulisan kota menggunakan huruf kecil pada awal katanya. 4.Kesalahan pemakaian antara dan dengan. .. Mengapa salah? . kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan. Media.Kata antara memiliki pasangan tetap dan. Motivasi.Penggunaan tanda titik (. . Perbaikannya adalah sebagai berikut. (2) hubungan antara motivasi mengajar pada guru dan pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura. . Guru. dan Pemanfaatan. . . . Belajar. . dan Belajar. Mengajar.Kesalahan pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Kekuatan. Kesalahan yang terdapat pada data nomor empat adalah sebagai berikut. Mengapa salah? .) setelah (3) .Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. . Motivasi. Guru. jadi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. Pemanfaatan Media.

Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital. . .Penggunaan kata dalam. Kesalahan yang terdapat pada data nomor lima adalah sebagai berikut. . . . .Penggunaan kata penelitian. jadi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. 5..Kalimat yang panjang dan tidak jelas. .Sebaiknya dijadikan sebuah kalimat baru agar tidak terlalu panjang dan lebih enak dibaca. .Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital.Karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup.Penulisan kota yang diawali dengan huruf kecil. Mengapa hal tersebut salah? .Karena ide/gagasan yang dikandung kalimat berikutnya berbeda. Untuk itu tanda koma di belakang Amlapura sebaiknya diganti dengan tanda titik dan kata karena diawali dengan huruf kapital. . (3) kekuatan dan arah hubungan antara tingkat pemahaman media belajar dan motivasi mengajar para guru dengan efektivitas pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura. Sebaiknya kalimat tersebut dipecah menjadi dua kalimat sehingga batas-batas ide/gagasan dalam kalimat tersebut jelas. Perbaikannya adalah sebagai berikut.

batas-batas ide/gagasan tersebut akan menjadi jelas.Kata product moment tersebut merupakan istilah/kata asing. Yang baku adalah metode. Perbaikannya adalah sebagai berikut. . .Karena yang bisa meneliti adalah peneliti bukan penelitian.Kata tehnik tidak baku.Setelah kata observasi tidak diisi tanda baca berupa koma (. Mengapa hal tersebut salah? .Kesalahan pemakaian antara dan dengan.Karena ide/gagasan yang dikandung kalimat berikutnya berbeda.Penulisan istilah/kata product moment yang merupakan bahasa asing tidak dicetak miring. seharusnya ditulis dengan huruf miring.). Sehingga. . . maka peneliti tidak meneliti sampel tetapi meneliti populasi. .Kata metoda adalah kata yang tidak baku. . Jadi. Populasi penelitian ini adalah guru SMA Negeri di Kota Amlapura. 6.. Karena populasi penelitian ini sedikit.). . dengan penggunaan tanda baca berupa koma (.Penulisan tehnik. . .Penggunaan kata dalam membuat kedudukan subjek dalam kalimat tersebut menjadi tidak jelas.Kesalahan penulisan kata metoda. Oleh karena itu kata peneltiian sebaiknya diganti dengan penelitian. Kesalahan yang terdapat pada data nomor enam adalah sebagai berikut. . Yang baku adalah teknik.

Kata antara memiliki pasangan tetap dan. (2) pemahaman media belajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori tinggi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital.Kalimat yang rancu bisa menyebabkan pembaca kebingungan.Penulisan kota yang diawali dengan huruf kecil. Perbaikannya adalah sebagai berikut. Kesalahan yang terdapat pada data nomor tujuh adalah sebagai berikut. Oleh karena itu kata sedang harus diganti dengan sedangkan dan di depannya diberi tanda baca berupa koma (.Setiap kata pada awal kalimat harus diawali dengan huruf kapital. . Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. . .) Perbaikannya adalah sebagai berikut. .Kalimat yang rancu. tes dan lembaran observasi.Penggunaan huruf kecil pada awal kalimat.. Jadi. 7. sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis product moment dan teknik analisis regresi ganda untuk mengetahui hubungan secara bersama-sama antara variabel bebas dan variabel terikat. . kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan. . (1) Pemanfaatan media belajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori tinggi. Mengapa salah? . sedangkan motivasi mengajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori sedang.

766. . Jadi.8.). Perbaikannya adalah sebagai berikut. Kesalahan yang terdapat pada data nomor delapan adalah penggunaan tanda titik (. kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan. Kesalahan yang terdapat pada data nomor sembilan adalah sebagai berikut.) yang tidak tepat. Hubungan antara pemahaman media belajar.Kalimat yang rancu . motivasi mengajar dan pemanfaatan media belajar tidak menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dengan α = 0. . Mengapa salah? Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (.Kesalahan pemakaian antara dan dengan. Sebaiknya kata bersama-sama dihilangkan dan kata terdapat diganti dengan menunjukkan. signifikan dengan α = 0. Mengapa salah? .Penggunaan tanda titik (. .954 9. .Kata antara memiliki pasangan tetap dan.) yang tidak tepat. .Kalimat yang rancu akan membingungkan pembaca.). Perbaikannya adalah sebagai berikut.Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (.

).5 % BAB III PENUTUP 3. (2) huruf awal pada awal kalimat tidak ditulis dengan huruf kapital. 2.1 SIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah dan hasil. maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1. (6) kesalahan pemakaian antara dan dengan. (4) karya tulis ilmiah harus menggunakan kata yang . (3) kalimat yang rancu. Hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah karena: (1) tanda baca tidak sesuai atau berlebihan. (3) kalimatnya ada yang pleonastis atau tidak jelas unsur subjek dan predikatnya.) yang tidak tepat. Kesalahan dalam abstrak berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar meliputi: (1) penggunaan tanda baca yang tidak tepat. (4) penggunaan kata yang tidak baku. Mengapa salah? Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (. Perbaikannya adalah sebagai berikut. Kesalahan yang terdapat pada data nomor sepuluh adalah penggunaan tanda titik (. serta pembahasan yang telah penulis paparkan.10. (5) penulisan istilah asing yang salah. (2) kesalahan penulisan ejaan. sebesar 0.

2 SARAN Setelah penulis melakukan analisis terhadap abstrak skripsi yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar. (1) Mengurangi tanda baca yang berlebihan/menambahkan tanda baca yang dirasakan perlu. Perbaikannya adalah sebagai berikut. (5) istilah asing tidak dicetak dengan huruf miring. (6) antara memiliki pasangan tetap dan. ikutilah kaidah-kaidah kebahasaan yang ada. Untuk itu. 3.baku. (2) Mengganti huruf awal kata pada awal kalimat dengan huruf kapital. Hasil analisis ini boleh digunakan sebagai pedoman tetapi alangkah baiknya jika Anda menggunakan bukubuku atau referensi lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda. penulis menyarankan kepada para penulis skripsi atau karya ilmiah lainnya agar berhati-hati dalam penggunaan bahasa Indonesia karena bahasa yang digunakan oleh seseorang menunjukkan kepribadian pemakainya. . (6) memasangkan antara dengan dan. 3. (5) menulis istilah asing dengan huruf miring. (3) mengurangi kata-kata yang membuat kalimat tersebut menjadi pleonastis atau mengubah kalimatnya agar jelas unsur subjek dan predikatnya. (4) mengganti kata yang tidak baku dengan yang baku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful