RANGKUMAN PERILAKU KEORGANISASIAN

BAB 9 : PROSES ORGANISASI
1.

PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen
dasar sebagai berikut :
Pengirim pesan, penerima pesan dan pesan
Semua

fungsi

manajer

melibatkan

proses

komunikasi.

Proses

komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :

Diagram Proses Komunikasi

1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan
kepada seseorang dengan harapan
dapat dipahami oleh orang yang
menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah
informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan.
Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir
secara baik dan jelas.
a.
b.
c.
d.

Materi pesan dapat berupa :
Informasi
Ajakan
Rencana kerja
Pertanyaan dan sebagainya

ISNA RAMADANIA . 13211739 . 2 EA 27

1

RANGKUMAN PERILAKU KEORGANISASIAN

2.

Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga
pesannya dapat
dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer
menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan,
(tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan
adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau
menunjukkan arah tertentu.
3.

Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,
papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat
dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan,
situasi dsb.
4.

Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya)
maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan
tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
5.

Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari
sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti
pesan yang dimaksud oleh pengirim
6.

Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi
kesan dari
penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan
seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap
sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk
mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar
dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain
yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan
pada umumnya merupakan balikan langsung
yang mengandung
pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu
akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan
pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi
balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari
pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi,
saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk
menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga
balikan dapat memperjelas persepsi.
7.

Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan
tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap
situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal
yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah
menafsirkan pesan yang diterimanya.

ISNA RAMADANIA . 13211739 . 2 EA 27

2

RANGKUMAN PERILAKU KEORGANISASIAN

2.
Proses Pengambilan Keputusan Kerja
Pada hakekatnya, pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang
sistematis terhadap hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data,
penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan
yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Pengertian di atas menunjukkan lima hal dengan jelas, yaitu:
1.
Dalam proses pengambilan keputusan tidak ada hal yang terjadi
secara kebetulan.
2. Pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan secara sembrono, karena
cara pendekatan kepada pengambilan keputusan harus didasarkan kepada
sistematika tertentu, yaitu:
 Kemampuan organisasi, dalam arti tersedianya sumber-sumber yang
nantinya akan digunakan untuk melaksanakan keputusan yang diambil.
 Tenaga kerja yang tersedia serta kualifikasinya.
 Situasi lingkungan intern dan ekstern yang akan mempengaruhi
jalannya roda dministrasi dan manajemen di dalam organisasi.
3. Bahwa sebelum sesuatu masalah dapat dipecahkan dengan baik,
hakekat daripada masalah itu harus diketahui dengan jelas. Perlu
diperhatikan bahwa pada hakekatnya pengambilan keputusan adalah
pemecahan masalah dengan sebaik-baiknya.
4. Bahwa pemecahan masalah tidak dapat dilakukan dengan mengarang,
akan tetapi harus didasarkan kepada fakta-fakta yang terkumpul dengan
sistematis, terolah dengan baik dan tersimpan secara teratur sehingga faktafakta atau data itu sungguh-sungguh dapat dipercayai dan bersifat up to
date.
5. Bahwa keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari
berbagai alternatif yang ada, setelah alternatif-alternatif itu dianalisa dengan
matang.
Pengambilan keputusan yang tidak didasarkan kepada kelima hal
diatas akan dihadapkan kepada berbagai masalah seperti:

Tidak tepatnya keputusan karena kesimpulan yang diperoleh dari
fakta-fakta dan data yang tidak up to date dan tidak dapat dipercayai.

Tidak terlaksananya keputusan karena tidak sesuai dengan
kemampuan organisasi untuk melaksanakannya, baik ditinjau dari segi
manusia, uang maupun material.

Ketidakmauan orang-orang pelaksana untuk melaksanakannya
karena tidak terlihat dalam keputusan yang diambil sesuatu hal yang
menunjukkan adanya sinkronisasi antara kepentingan organisasi dan
kepentingan pribadi orang-orang di dalam organisasi tersebut.

Timbulnya penolakan terhadap keputusan karena faktor lingkungan
belum disiapkan untuk menerima akibat daripada keputusan yang diambil.

ISNA RAMADANIA . 13211739 . 2 EA 27

3

RANGKUMAN PERILAKU KEORGANISASIAN

Kesemuanya ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan
sebagai tugas terpenting dan terutama bagi seorang pemimpin yang baik,
bukan merupakan tugas yang mudah dan bahwa apabila seseorang ingin
diakui sebagai seorang pemimpin yang baik, orang tersebut sepanjang
kariernya perlu secara teratur dan kontinyu mengembangkan kemampuan
mengambil keputusan. Apabila kemampuan mengambil keputusan tidak
dikembangkan secara teratur dan kontinyu, bukan tidak mungkin seseorang
yang menduduki jabatan pimpinan akan dihadapkan kepada dilemma,
frustasi dan kegagalan.2 Wallohu a’lam.
Baik-buruknya
seseorang
menjalankan
peranannya
sebagai
pemimpin, dengan nama apapun pemimpin itu dikenal seperti:
administrator, manager, kepala, ketua dan sebagainya, pada hakekatnya
dinilai dari kriteria prosentasi keputusannya direalisasi dan sampai dimana
keputusan-keputusan itu mempercepat proses pencapaian tujuan
organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan perkataan lain,
semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam suatu organisasi, ia akan
memerlukan semakin banyak managerial skill dan kurang kebutuhan akan
technical skill3 (insya’ Alloh Ta’ala), oleh karena ia sudah semakin
berkurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional.4

Dalam abad modern seperti sekarang ini tugas mengambil keputusan
tidak mudah oleh karena: Organisasi dewasa ini ditandai oleh kompleksitas
kegiatan aneka ragam produk yang dihasilkan, intrikasi daripada hubungan
kerja serta meningkatnya tuntutan daripada para langganan organisasi yang
mesti dilayani.

Pada
umumnya
organisasi-organisasi
besar
dan
kompleks
dihadapkan kepada ledakan informasi yang menuntut penanganan informasi
itu oleh para ahli informasi dengan keterampilan yang tinggi. Artinya,
pimpinan dalam mengambil keputusan dihadapkan kepada volume informasi
yang besar sehingga mereka memerlukan para pembantu yang ahli memilih
informasi apa yang diperlukan oleh siapa untuk mengambil keputusan apa.
Untuk tugas pelayanan yang demikian inilah suatu sistem informasi bagi
pimpinan perlu diciptakan, dikembangkan dan dipelihara.

Keputusan yang diambil selalu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologis
yang mempunyai implikasi sosiologis, ekonomis, budaya, politis, finansial dan
bahkan sering juga ideologis. Oleh karenanya, proses pengambilan keputusan
seyogianya didasarkan kepada sistem yang multi fungsional dan
interdisciplinary karena system yang demikianlah yang memperhitungkan
faktor-faktor ekologis tersebut dengan cukup.

Semakin langkanya sumber-sumber yang tersedia untuk digunakan
guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Pendekatan dalam management science yang semakin bersifat
matematis dan menggunakan data-data yang dapat dikuantifikasi.
Kelompok pimpinan dewasa ini sesungguhnya lebih beruntung
dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di masa lalu karena sebagai
akibat daripada kemajuan yang sangat pesat dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka kini telah tersedia berbagai alat yang
dapat digunakan oleh pimpinan untuk mempermudah dan mempercepat
pelaksanaan tugasnya selaku pengambil keputusan.
ISNA RAMADANIA . 13211739 . 2 EA 27

4

RANGKUMAN PERILAKU KEORGANISASIAN

Akan tetapi kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
menuntut agar para pimpinan semakin bertekad untuk mengembangkan
dan memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang baik.

ISNA RAMADANIA . 13211739 . 2 EA 27

5

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful