METODOLOGI TRISS

Suryadi Soedarmo

Bag.Bedah FK-UKI / RS UKI
I. Umum Skoring penting dalam banyak disiplin kedokteran. Kegunaan skoring secara umum adalah : = Memberikan nilai tertentu pada suatu keadaan patologis tertentu, sehingga dapat dipakai sebagai bahan pertukaran informasi. = Untuk dapat meramal prognosis Skoring dalam trauma dapat dibagi 2 : - Skoring fisiologis : Menilai keadaan fisiologis penderita = Skoring GCS – dipakai pada TRISS = CRAMS Score (untuk pra-rumah sakit) = Skoring APACHE (umumnya untuk ICU) = Skoring RTS (Revised Trauma Score) – dipakai pada TRISS - Skoring anatomis Menilai beratnya cedera secara anatomis = ICD (International Classification of Disease) = AIS (Abbreviated Injury Scale) – dipakai pada TRISS = ISS (Injury Severity Scale) – dipakai pada TRISS, sebenarnya merupakan hasil penjumlahan dari peng-kuadratan 3 skor AIS terbesar. Skoring fisiologis dapat berubah-ubah tergantung perubahan patologis yang terjadi, serta terapi yang diberikan. Skor GCS=3 pada seorang penderita saat datang, mungkin dipengaruhi oleh gangguan Airway, Breathing ataupun Circulation, sehingga setelah resusitasi skor GCS ini mungkin naik. Skoring anatomis pada umumnya tidak berubah, namun dapat berubah sesuai dengan prosedur diagnostik yang kemudian dilakukan. Sebagai contoh perdarahan epidural pada CT Scan sebanyak 80 cc (AIS=4), pada saat kraniotomi ditemukan menjadi 110 cc (AIS=5).

Setelah dihitung skor GCS.6972 Nilai terendah RTS adalah 0 sedangkan tertinggi adalah 7.II.: GCS=2. ekstremitas dan spine. 2.2908) = 5. Sebagai konsensus. SBP=4 dan RR=4 Setelah ini dilakukan perhitungan persamaan regresi sbb. abdomen (termasuk pelvis). toraks. SBP dan RR kemudian dilakukan rekoding (lihat tabel 1) 0 1 2 3 4 GCS 3 4–5 6–8 9 – 12 >12 SBP 0 >0 – 49 50 – 75 76 – 89 >89 RR 0 >0 – 5 6 -9 > 29 * 10 – 29 * tachypnoe Seorang laki-laki. yakni skor GCS.8408. : RTS=(GCS*0. Tekanan darah sistolik (SBP) dan laju pernafasan (RR). Revised Trauma Score Merupakan hasil regresi dari 3 variabel lain.9368)+(SBP*0.9368) + (4 * 0. kepala. : RTS=(2 * 0. leher. Perhatikan bahwa semakin tinggi RTS semakin baik keadaan fisiologis penderita. Variabel yang dipakai pada TRISS 1. AIS (Abbreviated Injury Scale) Suatu daftar dimana dapat dicari skor-nya. SBP=90 dan RR=20 dengan demikian akan mendapatkan nilai (setelah rekoding) sbb.2908) Dengan demikian maka penderita A akan mempunyai nilai RTS sbb. AIS versi 85 terdiri dari 7 area yakni eksternal. maka ke-3 variabel ini yang diambil adalah saat datang di UGD (admittance RTS). penderita A.7326)+(RR*0. .7326) + (4 * 0. 54 tahun dengan GCS=6.

Jika misalnya ada edema serebri (regio kepala. sprain mendapatkan nilai 1. umur (<55 tahun dan ≥ 55 tahun) dan trauma tajam. = Agak membingungkan adalah penurunan kesadaran. maka pada regio ekstremitas. dan dapat lebih menerangkan mortalitas pada trauma kepala. Saat ini pemakaian AIS 90 di UKI masih dalam perencanaan. lihat daftar AIS). Bila umur 55 tahun atau lebih mendapatkan nilai 1. Umur : Dilakukan rekoding. namun jauh lebih rumit. Sebagai contoh penderita A dengan perdarahan epidural 110 cc. sedangkan fraktur femur mendapatkan nilai 3. AIS=3) dan perdarahan epidural <100c (regio kepala AIS=4) maka untuk area kepala diambil nilai=4. kontusio paru dan luka terbuka 10 cm daerah dada. sedangkan paling berat adalah 5.Masing-masing area terbagi menurut derajat kegawatannya (severity). = Bila pada satu area terdapat lebih dari satu cedera. 4. Toraks : AIS=3. Walaupun cedera pada 5 regio. Catatan ISS : semakin ringan cedera semaikin kecil ISS. Beberapa catatan AIS : = AIS 90 lebih teliti. lalu dijumlahkan. maka untuk area itu hanya diambil yang tertinggi. . paling ringan adalah 1. bila kurang dari 55 tahun mendapatkan nilai 0. yang pada AIS 90 lebih mudah dinilai. fraktur femur tertutup. yang kemudian dikuadratkan. 5. ISS Diambil 3 regio dengan AIS terbesar. atau tumpul. Eksternal : AIS =1 Maka ISS penderita A adalah ISS = 52 + 32 + 32 = 25 + 9 + 9 = 43 Perhatikan bahwa AIS=1 untuk daerah eksternal dinafikan. 3. akan mendapatkan masing-masing : Kepala : AIS=5. Sebagai contoh. = Apabila ada suatu cedera yang “incompatible with life” maka AIS otomatis = 75 (maximal injury. Perhitungan Ps (Probability of Survival) Yang dipakai adalah RTS. ISS maksimal adalah 75. Ekstremitas : AIS=3. tetap diambil 3 regio (ini hasil penelitian). Pada regio kepala perdarahan epidural >100 cc mendapatkan angka 5. ISS.

1.5 tetapi mati : unexpected death Ke. Kemudian dilihat kesudahan (outcome) sebenarnya.4 kemungkinan ini dapat dimasukkan dalam tabel 2 X 2 sbb.5 dan hidup : expected survival D. Ps=0 pasti mati.5 Mati A D Hidup B C Tabel di atas dapat dibandingkan dengan 38.1. sedangkan kurang dari 0. untuk melihat apakah seri kita cukup baik.6029 Trauma Tumpul : b = 0. atau buruk.0000…. Ps > 0.9052 * Umur .5.0.. kedua angka ini tidak akan pernah ditemukan. Lebih besar dari 0.0768 * ISS .1430 * RTS .0.2470 Step 2 : Menghitung Ps : Ps=1/(1+exp(-b)) Catatan mengenai Ps : Ps berkisar antara 0 sampai 1 (probabilitas).5 dan mati : expected death B. sedangkan terbesar adalah 0. Ps < 0. Setelah menghitung Ps biasanya akan dilakukan pemotongan pada cutpoint 0. Ps > 0.9544 * RTS . Nilai paling kecil adalah 0.1516 * ISS .0.5 kemungkinan hidup. : Ps < 0. apakah benar-benar mati atau hidup.5 tetapi hidup : unexpected survival C. Ps < 0. .6676 * Umur .Perhitungan ini melalui 2 step : Step 1 : Memasukkan ke-4 variabel tadi kedalam salah satu dari 2 persamaan berikut : Trauma Tajam : b = 1. sedangkan Ps=1 pasti hidup. Dengan demikian akan didapatkan 4 kemungkinan : A.99999….2.000 kasus hasil Multiple Trauma Outcome Study di USA.5 kemungkinan mati.5 Ps > 0.