PERKEMBNGAN PSIKOLOGI AGAMA PADA LANSIA

BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk yang ekploratif dan potensial. Dikatakan makhluk ekfloratif, karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia di sebut makhluk potensial karena pada manusia tesimpan sejumlah kemampuan bawan yang dapat di kembangkan. Selanjutnya, manusia juga disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya, karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia memerlukan bantuan luar dirinya. Bantuan dimaksud antara lain dalam bentuk bimbingan dan pengarahan dari lingkungannya. Bimbingan dan arahan yang di berikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakikatnya di harapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yang sudah tersimpan sebagai potensi bawaannya. Karena itu, bimbingan yang tidak searah dengan potensi yang dimiliki akan berdampak negatife bagi perkembangan manusia. Perkembangan yang negatife tersebut akan terlihat dalam berbagai sikap dan tingkah laku yang menyimpang. Bentuk dan tingkah laku menyimpang ini terlihat dalam kaitannya dengan kegagalannya manusia untuk memenuhi kebutuhan, baik bersifat fisik dan psikis. Sehubungan dengan hal itu, maka dalam mempelajari perkembangan jiwa keagamaan perlu dilihat dulu kebutuhan-kebutuhan manusia secara menyeluruh.Sebab, pemenuhan kebutuhan yang kurang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani akan menyebabkan timbulnya ketimpangan dalam perkembangan. Dalam bukunya pengantar Psikologi kriminil Drs. Gerson W. Bawengan, SH. Mengemukakan pembagian kebutuhan manusia berdasrkan pembagian yang di kemukakan

oleh J.P. Guilford yaitu kebutuhan individual, kebutuhan social dan kebutuhan manusia akan agama.1[1] Jiwa keagamaan yang termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung dari perkembangan aspek fisik dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa kesehatan fisik akan berpengaruh pada kesehatan mental. Selain itu perkembangan di tentukan oleh tingkat usia. Para ahli psikologi perkembangan membagi membagi perkembangan manusia manusia berdasarkan usia menjadi beberapa tahapan atau priode perkembangan. Secara garis besarnya priode perkembngan itu di bagi menjadi: 1) Masa prenatal; 2) Masa bayi; 3) Masa kanak-kanak ; 4) Masa pra pubertas ; 5) Masa pubertas ; 6) Masa dewasa ; 7) Masa usia lanjut.setiap masa perkembangan memiliki cir-ciri tersendiri termasuk perkembangan jiwa keagamaan. Sehubungn dengan kebutuhan manusia dan priode perkembangan tersebut, maka dalam kaitannya dengan perkembngan jiwa keagamaan akan dilihat bagaimana pengaruh timbal balik antara keduanya. Dengan demikian, perkembangan jiwa keagamaan akan dilihat dari tingkat usia. Dalam makalah ini penulis akan membahas perkembngan psikologi agama pada lansia (lanjut usia), dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

BAB II PEMBAHASAN PERKEMBNGAN PSIKOLOGI AGAMA PADA LANSIA

1[1] H. Jalaluddin, Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada, 2004) hal 87

A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN DAN LANSIA a.Pengertian perkembangan. Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, seperti yang dikatakan oleh Van din diale perkembngan berarti perubahan kualitatif ini berarti perkembangan bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek. 2[2] Dalam proses perkembangan perubahan- perubahan prilaku menurut tingkat usia sebagai masalah antisiden (gejala yang mendahului dan konsekensinya). Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serampak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dalam kemunduran keduanya mulai dari kemunduran sampai dengan berakhir dengan kematian. Dala tahun-tahun pertama pertumbuhan berperan sekalipun perubahan-perubahan yang bersifat kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin pada bagian selanjutnya kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti, rambut tumbuh terus dan sel-sel terus berganti pada usia lanjut beberapa bagian tubuh dan alam pikiran lebih banyak berubah dari pada yang lain. Seringkali pola perubahan itu mirip kurva berbentuk lonceng pada awalnya naik dengan tiba-tiba mendatar selama usia pertengahan dan turun secara perlahan atau mendadak pada usia lanjut,perlu di catat pola ini tidak pernah berbentuk garis lurus walaupun dapat terjadi priode stabil yang singkat atau berkepanjangan dalam kemampuan yang berbeda b. pengertian lansia
2[2] Elizabeth B.hurlock, Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang hayat: (Erlangga ,1980) hal 450

lanjut usia (lansia) menurut UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 1 ayat 2 adalah seseorang yang telah mencapai usia enam puluh tahun ke atas. Selanjutnya pada pasal 5 ayat 1 disebutkan bah wa lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa lanjut usia mempunyai kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 3[3] Manusia usia lanjut dalam penilaian banyak orang adalah manusia yang tidak produktif lagi. Kondisi fisik rata-rata sudah menurun sehingga dalam kondisi yang uzur ini berbagai penyakit siap menggorogoti mereka. Dengan demikian, di usia lanjut ini terkadang muncul semacam pemikiran bahwa mereka barada pada sisa-sisa umur menunggu kematian Dari ayat-ayat itu jelas, lansia seperti halnya warga negara yang lain memiliki hak dan kewajiban sama dengan warga negara lain yang belum memasuki usia lanjut. Masa ini dimulai sekitar usia 60, ketika seseorang mulai meninggalkan masa-masa aktif di masyarakat dan bersiap untuk hidup lebih menyendiri. Sangat berbeda dengan rata-rata orang yang ketakutan dengan datangnya usia tua, maka bagi Erikson ini adalah masa yang sama pentingnya dengan fase-fase sebelumnya. Bahkan, masa ini mungkin masa yang paling penting karena ini adalah masa terakhir di mana kita harus bersiap untuk meninggalkan dunia ini4[4] B. SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA. Untuk menetapkan secara pasti kapan psikologi agama mulai di pelajari memang agak sulit. Baik dalam kitab suci, maupun dalam sejarah tentang agama-agama tidak terungkap secara jelas mengenai hal itu. Namun demikian, walupun secara tidak lengkap, ternyata yang menjadi

3[3] Partini Suardiman Kepala Pusat Studi Sumberdaya Lansia UNY 4[4] Steve simajuntak. Com.11.2007

ruang lingkup kajian psikologi agama banyak di jumpai baik melalui imformasi melalui kitab suci agama maupun sejarah agama. Perjalanan hidup sidarta gautama dari seorang putra raja kapila-wastu yang bersedia mengorbankan kemegahan dan kemewahan hidup menjadi seorang petapa menunjukkan bagaimana kehidupan batin yang dialaminya dalam kaitan dengan keyakinan agama yang di anutnya. Proses purubahan keyakinan agama ini mengungkapkan pengalaman keagamaan yang mempengaruhi dari tokoh agam budha. Dan proses itu kemudian dalam psikologi agama disebut dengan konversi agama. Sidarta gautama yang putra raja itu, sejak kecil sudah hidup dalam lingkungan istana yang serba mewah. Tetapi, ketika usia remaja, saat melihat kehidupan masyarakat, sidarta menyaksikan berbagai bentuk penderitaan manusia dari yang tua, sakit dan orang yang meninggal dunia. Pemandangan seperti itu tak pernah di lihat sidarta sebelumnya. Dari dialog dengan pengawalnya, sidarta berkesimpulan bahwa kehidupan manusia penuh dengan penderitaan, mengalami usia lanjut dan seturusnya mati. Segala yang di saksikan sidarta membatin dalam dirinya, hingga pada suatu malam ia keluar dari istana dan meninggalkan segala kemewahan hidup. Selenjutnya sidrata mengalami konversi agama dari pemeluk agama hindu kepada pendakwah agama baru yaitu agama budha. Proses yang hampir serupa juga di lukiskan dalam alqura‟an tentang cara Ibrahim as. Memimpin ummatnya untuk bertauhid kepada Allah. Ketika malam semkin gelap di melihat sebuah bintang dan berkata: “Inilah tuhanku”. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “saya tidak suka kepada tuhan yang tenggelam.” Kemudian, tatkala melihat bulan terbit, dia berkata: ”inilah tuhanku.”Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “sesungguhnya jika tuhanku memberi

petunjuk kepadaku. Kajian semacam itu dapat membantu pemahaman tentang cara bertingkah laku. sebagai kumpulan dari materi kuliah william james di empat universitas di Skotlandia. Perumpamaan ini melukiskan bagaimana proses konversi terjadi.” (QS 6:76-78).5[5] Barangkali. tatkala melihat matahari terbit ia berkata: “inilah tuhanku. berpikir dan mengemukakan prasangka ke agamaan (Robert H. Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. Thouless. sekitar masa itu psikologi yang semakin berkembang di gunakan sebagai alat untuk kajian keagamaan. kenyataan yang serupa ini menimbulkan anggapan bahwa kelahiran psikologi agama merujuk pada kalangan pemula yang merujuk kepada ilmuan barat.ini yang lebih besar” maka tatkal mentari itu terbenam. yang kemudian di jadikan objek kajian psikologi agama. Berdasarkan sumber barat. yang berusaha meyakinkan pengikutnya tentang kekeliruan mereka menyembah benda-benda alam yang hakikatnya hanya ciptaan dan tidak layak di sembah. semenjak terbit buku The Varieties Of Religious Ekperience tahun 1903. kasus-kasus seperti itu belum dipelajri secara ilmiah. para ahli psikologi agama menilai bahwa kajian psikologi agama mulai popoler pada abad ke-19. 1992:1) Menurut Thouless. walaupun dalam informasi kitab suci tersebut di kiaskan kepada Ibrahim as. Namun.”Kemudian. pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. Terlalu banyak contoh-contoh yang dapat di kemukakan tentang hubungan antara kesadaran dan pengalaman agama dengan sikap dan tingkah laku para pengikut agama. sesunguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. dia berkata “hai kaumku. 5[5] Jalaluddin. hingga hanya di anggap sebagai peristiwa keagamaan biasa. 2007) hal 29 .

C. masa bayi. Ilmu Psikologi agama tergolong cabang psikologi yang berusia muda berdasarkan informasi dari berbagai literature. Dr. Padahal. Kedu orang ini di kenal sebagai pelopor psikologi agama di Indonesia. Hurlock (1991) menyebutkan tahap perkembangan tersebut adalah periode pranatal.sumber barat umumnya merujuk awal kelahiran psikologi agama adalah dari karya Edwin Diller dan Starbuck dan William james. . kajian-kajian tentang psikologi agama tidak hanya terbatas pada masalah yang menyangkut keagamaan secara umum melainkan masalah-masalah khusus. masa awal kanak-kanak. zakiah daradjat sendiri. khususnya di wilayah kekuasaan islam kajian-kajian yang tentang hal serupa belum sempat di masukkan. yaitu oleh Prof zakiah daradjat ada sejumlah buku yang beliau tulis untuk kepentingan buku pegangan bagi mahasiswa di lingkungan IAIN. Sejak saat itu.maka langkah awal dari kajian psikologi agama mulai di akui para ahli psikologi dan dalam jangka waktu 30 tahun kemudian banyak buku-buku lain di terbitkan sejalan dengan konsep yang serupa. Di tanah air sendiri tulisan mengenai psikologi agama di kenal sekiatar tahun 1970-an. masa remaja awal. dapat di simpulkan bahwa kelahiran psikologi agama di dukung oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu. sebaliknya di dunia timur. Sumber. Mukti Ali dan Prof. kuliah mengenai psikologi agama juga sudah di berikan. tulisan Muhammad Ishaq ibn Yasar pada abad 7 masehi berjudul Al-syiar wa al-Maghazi memuat berbagai fragumen dari biografi nabi Muhammad Saw ataupun Risalah Hay Yaqzan Fi Asrar Al-Hikmat Al Masyriqiyyat yang di tulis oleh Abu Bakr Muhammad Ibn Abd Al Malim Ibn Tufail juga memuat masalah yang erat kaitannya dengan psikologi. SIKAP KEBERAGAMAAN PADA LANSIA Perubahan terjadi pada manusia seiring dengan berjalannya waktu dengan melalui tahaptahap perkembangan. masa akhir kanak-kanak. Di luar itu. bayi. Khususnya di Fakultas Tarbiyah oleh Prof. A.

Ada yang dapat mengembangkan pandangan positif terhadap apa yang telah mereka capai. masa dewasa madya. 1997) menyebutnya dengan sebutan ”Integrity versus Despair”. 2003).masa remaja. jika demikian ia akan merasa lebih utuh dan puas (integrity). sehingga mereka memandang hidup mereka secara keseluruhan dengan ragu-ragu. Masing-masing tahapan tersebut mempunyai tugas perkembangan dan karakteristik yang berbeda-beda. Melalui tahap-tahap perkembangan tersebut. yaitu periode penutup dalam rentang hidup seseorang di saat seseorang telah “beranjak jauh” dari periode tertentu yang lebih menyenangkan. Hal ini Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi (Krase. Pada tahap perkembangan ini. Dengan kata lain. Salah satu contohnya adalah perubahan fisik pada lansia mengakibatkan dirinya merasa tidak dapat mengerjakan berbagai aktivitas sebaik pada saat muda dulu. Erikson (dalam Santrock. Pada masa-masa ini. tetapi ada pula yang memandang kehidupan dengan lebih negatif. apa yang telah mereka lakukan selama perjalanan mereka tersebut. usia lanjut ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. 1995 dalam Papalia. seiring dengan bertambahnya usia. masa dewasa awal. sampai sejauh tertentu. Sama seperti setiap periode lainnya dalam rentang kehidupan seseorang. Efek-efek tersebut menentukan. individu melihat kembali perjalanan hidup ke belakang. Hurlock (1991) ingin menjelaskan bahwa menjadi tua pada manusia adalah suatu hal yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. suram. putus asa (despair). 1991). apakah pria atau wanita lanjut usia (lansia) tersebut akan melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk (Hurlock. dan masa usia lanjut. Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan Papalia (2001) yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada lansia dapat menyebabkan perubahan pada kondisi jiwanya. manusia akan menjadi tua. Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam .

Ryff juga menyebutkan bahwa PWB menggambarkan sejauh mana individu merasa nyaman. Dimensi-dimensi tersebut antara lain otonomi.Argyle mengutip sejumlah penelitian yang dilakukan ole Cavan yang mempelajari 1. sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agamamenyebabkan lansia kemudian menjadi demotivasi dan menarik diri dari lingkungan sosial. kebahagian dunia dan akhirat. agama merupakan nilai yang membawa manusia kepada kebahagian dunia dan akhiarat Kehidupan keagaman pada usia lanjut menurut hasil penelitian psikologi agama ternyata meningkat. dan bahagia berdasarkan penilaian subjektif serta bagaimana mereka memandang pencapaian potensi-potensi mereka sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para lansia adalah dengan berusaha mencapai kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Temuan menunjukkan secara jelas kecendrungan . dan membutuhlan perhatian lebih. 1989). Masalah-masalah lain yang terkait pada usia ini antara lain loneliness. tujuan hidup. perasaan tidak berguna. Dari beberapa tiori diatas memgambarkan bahwa tujuan hidup berdasarkan nilai-nilai yang di jalani oleh setiap manusia merupakan pondasi dasar yang membuat manusia mencapai kesejahteraan hidup. Bradburn (dalam Ryff. damai. keinginan untuk cepat mati atau bunuh diri. penguasaan lingkungan. 1989) mendefinisikan psychological well-being (PWB) sebagai kebahagiaan dan dapat diketahui melalui beberapa dimensi. serta penerimaan diri (Ryff. pertumbuhan pribadi. hubungan positif dengan orang lain. Masalah-masalah ini dapat membuat harapan hidup pada lansia menjadi menurun Melihat masalah-masalah yang potensial terjadi pada lansia maka perlu diperoleh suatu cara untuk mencegah atau mengurangi beban dari masalah-masalah tersebut. M.kehidupan mereka.200 orang sampel yang berusia 60-100 tahun.

Dalam buku psikologi agama jalaluddin menuliskan beberapa ciri-ciri keberagaman manusia pada usia lanjut secara garis besarnya adalah: 1. hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kegiatan seksual secara biologis boleh jadi tidak ada lagi pada usia lanjut. Robert H Thouless cendrung berkesimpulan bahwa yang menentukan berbagai sikap keberagaman di umur tua adalah depersonalisasi. Kehidupan keberagaman pada usi lanjut sudah mencapai tingkat kemantapan 2.untuk menerima pendapat keagamaan yang semakin meningkat pada umur-umur ini sedangkan pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat baru muncul sampai dengan seratus persen setelah usia 90 tahun 6[6] Dalam banyak hal. (Chambridge Universiti Press. 108. tak jarang para ahli psikologi menghubungkan kecendrungan peningkatan kehidupan keberagaman dengan penurunan gairah seksual. sejalan dengan penurunan kemampuan fisik dan frustasi semacam itu di nilai sebagai satu-satunya faktor yang membentuk sikap keagamaan. Meningkatkan mulai munculnya pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara lebih sungguh-sungguh 6[6] Ibid hal 103 7[7] Robet H Thouless. An Introdaction to the psikologiy. Tetapi menurut Robet H Thoules pendapat tersebut terlalu berlebih lebihan. sebab katanya. namun kebutuhan mencintai dan di cintai tetap ada poda usia tua 7[7] Menganalis hasil penelitian M. Cohen. 1997) hal. . Kecendrungan hilangnya identifikasi diri dengan tubuh dan juga cepatnya akan datang kematian merupakan salah satu faktor yang menentuakan sikap keberagaman.Menurut pendukung pendapat ini manusia usia lanjut mengalami frustasi di bidang seksual. Argyle dan Elie A.

dan menerima kekurangan di masa tua (Daaleman. 2000 dalam Santrock. 4. 1999. seperti adrenalin. 2003) yang menyatakan bahwa ada asosiasi yang positif antara religiusitas atau spiritualitas dengan well being. Sikap kebragaman cendrung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia. Pengurangan hormon stress ini dihubungkan dengan beberapa keuntungan pada aspek kesehatan. & Gonzales.3. seperti aktivitas sosial. serta asosiasi yang negatif dengan bunuh diri. 2006). dan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. 2006). 1998 dalam Santrock. dukungan sosial. Smiley. Koenig & Larson. menemukan dan mempertahankan perasaan berharga dan pentingnya dalam kehidupan. 1988 dalam Santrock. penyimpangan. Hal ini mungkin terjadi karena dengan beribadah dapat mengurangi stress dan menahan produksi hormon stres oleh tubuh. Hasil studi menyebutkan bahwa aktivitas beribadah atau bermeditasi diasosiasikan dengan panjangnya usia (McCullough & Others. Studi lain di San Diego menyatakan hasil bahwa lansia yang orientasi religiusnya sangat kuat diasosiasikan dengan kesehatan yang lebih baik (Cupertino & Haan. . 2006). kepuasan pernikahan. serta sifat-sifat luhur. Agama dapat memenuhi beberapa kebutuhan psikologis yang penting pada lansia dalam hal menghadapi kematian. komunitas agama memainkan peranan penting pada lansia. Secara sosial. 1999 dalam Santrock. Hasil studi lainnya yang mendukung adalah dari Seybold&Hill (2001 dalam Papalia. dan keberfungsian psikologis. Studi lain menyatakan bahwa praktisi religius dan perasaan religius berhubungan dengan sense of well being. Perasaan takut kepada kematian ini berdampak pada peningkatan pembentukan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan abadi (akhirat) Sebuah penelitian menyatakan bahwa lansia yang lebih dekat dengan agama menunjukkan tingkatan yang tinggi dalam hal kepuasan hidup. 2006). harga diri dan optimisme. kriminalitas. Timbul rasa takut kepada kematian yang sejalan dengan pertambahan usia lanjut 6. Meningkatnya kecendrungan untuk menerima pendapat keagamaan 5. . Fry. dan kesempatan untuk menyandang peran sebagai guru atau pemimpin. Perera &Studenski. 2004. terutama pada wanita dan individu berusia di atas 75 tahun (Koenig.

1989 dalam Santrock 1999). middle-aged. Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam kehidupan mereka. Chatters. 1992 dalam Santrock 1999). Agama dapat memainkan peran penting dalam kehidupan orang-orang tua (Mcfadden. Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi (Krase. Dalam survey lain dapat dilihat bahwa apabila dibandingkan dengan younger adults. Com . 1998 dalam Santrock 1999). dukungan sosial. 2003). 2000 dalam Santrock.200 .11. Dalam studi lain disebutkan bahwa komitmen beragama berkaitan dengan kesehatan dan well-being pada young. 1999).8[8] BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN DAFTAR PUSTAKA 8[8] Psikology about. Secara sosial.. dewasa di old age lebih memiliki minat yang lebih kuat terhadap spiritualitas dan berdoa (Gallup & Jones. serta menerima kehilangan yang tak terelakkan dari masa tua (Koenig & Larson. 1995 dalam Santrock 1999). 1996). & Taylor. seperti aktivias sosial.termasuk sistem kekebalan tubuh yang semakin kuat (McCullough & Others. menemukan dan menjaga sense akan keberartian dan signifikansi dalam hidup. Dalam suatu studi dikemukakan bahwa self-esteem older adults lebih tinggi ketika mereka memiliki komitmen religius yang kuat dan sebaliknya (Krause. 1995 dalam Santrock. Agama dapat menambah kebutuhan psikologis yang penting pada older adults. 2006). dan older adult berkebangsaan Afrika-Amerika (Levin. 1995 dalam Papalia. Komunitas religius dapat menyediakan sejumlah fungsi untuk older adults. membantu mereka menghadapi kematian. sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agama (Gallup & Bezilla. dan kesempatan untuk mengajar dan peran kepemimpinan.

Jiwa keagamaan yang termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung dari perkembangan aspek fisik dan demikian pula sebaliknya. . Melalui tahap-tahap perkembangan tersebut. dan masa usia lanjut. karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. masa remaja.200 orang sampel yang berusia 60-100 tahun. Dikatakan makhluk ekfloratif. masa akhir kanak-kanak. Manusia di sebut makhluk potensial karena pada manusia tesimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat di kembangkan.Manusia adalah makhluk yang ekploratif dan potensial. masa dewasa awal. Selain itu perkembangan di tentukan oleh tingkat usia. masa dewasa madya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan ole Cavan yang mempelajari 1. Oleh karena itu. Masing-masing tahapan tersebut mempunyai tugas perkembangan dan karakteristik yang berbeda-beda. masa bayi. . bayi. Hurlock ingin menjelaskan bahwa menjadi tua pada manusia adalah suatu hal yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Temuan menunjukkan secara jelas kecendrungan untuk menerima pendapat keagamaan yang semakin meningkat pada umur-umur ini sedangkan pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat baru muncul sampai dengan seratus persen setelah usia 90 tahun. Hurlock menyebutkan tahap perkembangan tersebut adalah periode pranatal. Kehidupan keagaman pada usia lanjut menurut hasil penelitian psikologi agama ternyata meningkat. masa awal kanak-kanak. masa remaja awal.Perubahan terjadi pada manusia seiring dengan berjalannya waktu dengan melalui tahaptahap perkembangan. sering dikatakan bahwa kesehatan fisik akan berpengaruh pada kesehatan mental.

dan menerima kekurangan di masa tua. Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi. menemukan dan mempertahankan perasaan berharga dan pentingnya dalam kehidupan. kebutuhan akan agama merupakn hal yang tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan manusia.Agama dapat memenuhi beberapa kebutuhan psikologis yang penting pada lansia dalam hal menghadapi kematian.Agama merupakan pondasi dasar yang dapat menentukan kebahagian dunia dan akhirat . Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam kehidupan mereka. sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agama.

2007) 5.hurlock. 1997) 6.com . Com. Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang hayat: (Erlangga . Jalaluddin. Partini Suardiman Kepala Pusat Studi Sumberdaya Lansia UNY 4.DAFTAR PUSTAKA 1. Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. 7. An Introdaction to the psikologiy. Steve simajuntak. Elizabeth B. (Chambridge Universiti Press. 2004) 2.1980) 3. Jalaluddin. Robet H Thouless. Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. Psikology about.

psikologis. preventif. panik.RI. setelah sakit cukup berat dan lama. Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a) Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain). 2. diantaranya setelah menajalani masa pensiun. Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi. Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasis) sehingga membawa lansia kearah kerusakan / kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis yang mendadak. depresif. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. apatis dsb. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. kultural. meliputi aspek fisiologis. Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia. preventif. yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia. Sementara Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa pada lansia yang menyangkut aspek promotof. misalnya bingung. Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif 3. yaitu : 1. sosial. Psikologi Lansia Ada 4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien Geriatri dan Psikogeriatri. setelah kematian pasangan hidup dan lainlain. psikologis maupun sosial yang saling ber interaksi satu sama lain. 1992:6) Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lansia yang menyangkut aspek promotof. b) Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. ekonomi dan lain-lain (Depkes.Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik. 4. Hal itu .

kematian sanak keluarga dekat. golongan steroid. istirahat dan bekerja secara seimbang. Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap psikologi lansia. Penurunan Kondisi Fisik Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology). tidur. kekurangan gizi. gangguan metabolisme. atau trauma psikis. enerji menurun. Perubahan Aspek Psikososial . baru selesai operasi : misalnya prostatektomi. Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat. Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti : Gangguan jantung.biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat. misalnya tenaga berkurang. penggunaan obat-obat tertentu. depresi. sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: 1. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. psikologik maupun sosial. maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial. 2. vaginitis. misalnya kematian pasangan hidup. Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :      Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya. pikun dsb. karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik. Hal ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. tulang makin rapuh. tranquilizer. dsb. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. terpaksa berurusan dengan penegak hukum. gigi makin rontok. seperti antihipertensi. Pasangan hidup telah meninggal. 3. misalnya makan. kulit makin keriput. misal diabetes millitus.

perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. tenang dan mantap sampai sangat tua. Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality). Dalam kenyataan ada menerima. 2. kegiatan. pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya. baik positif maupun negatif. persepsi. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. 4. Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality). apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak. pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. peran. banyak keinginan yang kadangkadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit. Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy). karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. ada yang merasa senang memiliki jaminan hari tua dan ada juga yang seolah-olah acuh terhadap pensiun (pasrah). biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak. . tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana. 3. 5. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. koordinasi. Beberapa perubahan tersebut dapat dibedakan berdasarkan 5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut: 1. pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara. Dampak positif lebih menenteramkan diri lansia dan dampak negatif akan mengganggu kesejahteraan hidup lansia. pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome.Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Meskipun tujuan ideal pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. 4. jabatan. karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya. kedudukan. ada yang takut kehilangan. Masing-masing sikap tersebut sebenarnya punya dampak bagi masing-masing individu. pengertian. apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya. bukan hanya diberi waktu untuk masuk kerja atau tidak dengan memperoleh gaji penuh. apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya. Fungsi kognitif meliputi proses belajar. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan. Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy). pemahaman. Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. Bagaimana menyiasati pensiun agar tidak merupakan beban mental setelah lansia? Jawabannya sangat tergantung pada sikap mental individu dalam menghadapi masa pensiun. Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy). tindakan. status dan harga diri. Agar pensiun lebih berdampak positif sebaiknya ada masa persiapan pensiun yang benar-benar diisi dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan diri.

agar tidak merasa terasing atau diasingkan. Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. apalagi hidup dalam perantauan sendiri. menganggur. Psikologi Lansia Read more: Psikologi Lansia Tips dalam Teknologi Pengajaran untuk Orang Lanjut Usia      inShare . terorganisasi dan terarah bagi masing-masing orang yang akan pensiun. sehingga lansia tidak membayangkan bahwa setelah pensiun mereka menjadi tidak berguna. Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas pada umumnya lansia yang memiliki keluarga bagi orang-orang kita (budaya ketimuran) masih sangat beruntung karena anggota keluarga seperti anak. Karena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kdang-kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. mengumpulkan barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil. cara membuka usaha sendiri yang sangat banyak jenis dan macamnya. Namun bagi mereka yang tidak punya keluarga atau sanak saudara karena hidup membujang. cicit. penghasilan berkurang dan sebagainya. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. mengurung diri. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. 5. Model pelatihan hendaknya bersifat praktis dan langsung terlihat hasilnya sehingga menumbuhkan keyakinan pada lansia bahwa disamping pekerjaan yang selama ini ditekuninya. atau punya pasangan hidup namun tidak punya anak dan pasangannya sudah meninggal. Misalnya cara berwiraswasta. Misalnya badannya menjadi bungkuk. sanak saudara bahkan kerabat umumnya ikut membantu memelihara (care) dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. cucu. pendengaran sangat berkurang. selama yang bersangkutan masih sanggup. seringkali menjadi terlantar. masih ada alternatif lain yang cukup menjanjikan dalam menghadapi masa tua. Untuk merencanakan kegiatan setelah pensiun dan memasuki masa lansia dapat dilakukan pelatihan yang sifatnya memantapkan arah minatnya masing-masing. Jika perlu dilakukan assessment untuk menentukan arah minatnya agar tetap memiliki kegiatan yang jelas dan positif. penglihatan.Persiapan tersebut dilakukan secara berencana.

(2011) PROBLEMATIKA ORANG LANJUT USIA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI PONDOK SEPUH MASJID AGUNG PAYAMAN MAGELANG. Anda akan dapat dengan mudah mengajar mereka apa pun yang mereka perlu tahu. Tetapi dengan Pendidikan yang tepat. Abstract . 06410173 . Hal ini juga direkomendasikan bahwa Anda tidak menggunakan kata-kata teknis yang dapat membingungkan mereka lebih.NIM. Dalam pengertian ini. PROBLEMATIKA ORANG LANJUT USIA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI PONDOK SEPUH MASJID AGUNG PAYAMAN MAGELANG TIKA ANI SAPUTRI . Dengan cara ini. Skripsi thesis. yang terbaik adalah bahwa Anda membiarkan mereka menggunakan teknologi yang Anda berbicara tentang pada waktu yang sama. terutama internet. Hal berikutnya yang harus Anda miliki adalah kesabaran. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Anda perlu mulai dari yang sangat dasar sehingga mereka tidak akan memiliki waktu sulit memahami gagasan bahwa Anda mengajar mereka. Kebanyakan elderlies takut teknologi yang kita miliki saat ini bahwa mereka tidak ingin menggunakannya. Terakhir. Berikut adalah beberapa tips yang Anda mungkin ingin mempertimbangkan jika Anda ingin mengajarkan Teknologi untuk lansia. penting bahwa Anda mengajarkan mereka langkah demi langkah pada teknologi itu sendiri. Penggunaan analogi ini juga salah satu teknik yang terbukti efektif karena membantu orang tua entah bagaimana memvisualisasikan konsep teknologi yang kita miliki saat ini. Hal pertama yang harus Anda masukkan ke dalam pikiran adalah bahwa pengajaran hal-hal baru untuk orang tua mungkin sulit karena mungkin terdapat berbagai alasan tentang mengapa sulit bagi mereka untuk memahami dengan teknologi terbaru yang kita miliki saat ini. mereka juga mungkin dapat mengambil keuntungan penuh dari manfaat bahwa teknologi yang kita miliki saat ini yang ditawarkan. Full text not available from this repository. saat Anda mengajarkan mereka konsep teknologi yang mereka perlu tahu. Pengajaran orang tua membutuhkan kesabaran karena mereka tidak mungkin dapat memahami konsep-konsep teknologi terbaru yang kita miliki saat ini segera. untuk Orang tua sebenarnya dianggap sebagai salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan karena hal yang dikenal sebagai "kesenjangan generasi". digg Pengajaran teknologi.

yaitu: pertama: faktor latar belakang pendidikan santri.4). Problematika yang dihadapi santri atau orang lanjut usia Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang dibagi menjadi dua faktor. Komponen tersebut ialah: tujuan. dengan mengambil lokasi di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an bagi orang lanjut usia dan apa saja problem-problem yang sering dihadapi santri dalam pembelajaran al-Qur'an dan bagaimana usaha guru-guru dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang serta untuk mengungkap problematika yang dihadapi santri dalam pembelajaran tersebut. wawancara. (2).8). Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono. dan apabila tidak bisa membaca al-Fatihah maka dianjurkan untuk wiridan sepanjang surat al-Fatihah. dan dari makna tersebut ditarik suatu kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan (observasi).ABSTRAK Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa pada saat ini banyak orang tua kualitas dalam membaca al-Qur'an sangat kurang dan Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang merupakan wadah satu-satunya untuk mengembangkan dan membimbing lanjut usia dalam keagamaan dan pembelajaran al-Qur'an khususnya. div LANJUT USIA LANJUT USIA Pengertian Lanjut Usia (Lansia) Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi. dan dokumentasi. pendidik. . Pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan. kedua: faktor kemampuan dan umur santri. merupakan kelompok yang baru memasuki lansia. Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) menjadi tiga kelompok yakni : a) Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun). Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. materi dan kegiatan belajar mengajar. 1999. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). paserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides. 1999. 1994). Usaha guru dalam mengatasi problematika ini guru menyarankan kepada santri yang tidak mampu lagi untuk membaca al-Qur'an agar membaca surat al-Fatihah sesuai dengan mahrajnya. metode dan evaluasi.

TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIDAK BERARTI”. Namun tidak perlu berkecil hati. c) Kelompok lansia resiko tinggi. Sehat adalah suatu hadiah dari menjalankan hidup sehat. yang maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur. Cara Hidup Sehat Cara hidup sehat adalah cara-cara yang dilakukan untuk dapat menjaga. untuk mencapainya ada berbagai cara yang dapat dilakukan.b) Kelompok lansia (65 tahun ke atas). yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun. Hidup Sehat Setiap orang pasti berkeinginan untuk terus dapat hidup sehat dan kuat sampai tua. Cara Hidup Sehat Pada Lansia Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Sebelum membahas tentang cara hidup sehat sebaiknya terlebih dahulu diketahui apa itu sehat. memelihara dan menyayangi kesehatan. terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera jiwa dan raga juga sosialnya. segala keinginannya terpenuhi. Jadi walaupunb usia sudah lanjut. Ada satu pendapat yang mengatakan “KESEHATAN TIDAK BERARTI SEGALA GALANYA. ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut. harus selalu optimis. Makan makanan yang bergizi dan seimbang Banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Akan tetapi kesehatan itu milik kita yang paling berharga. karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. salah satu caranya adalah berperilaku hidup sehat. Karena banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sehat adalah tidak sakit secara fisik saja. Oleh karena itu jika ingin terus menerus meningkatkan kesehatan harus menjalankan cara-cara hidup sehat. mempertahankan dan meningkatkan kesehatan seseorang. harus tetap menjaga kesehatan. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga. Adapun cara-cara tersebut adalah: 1. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. bisa saja hidupnya sederhana atau biasa saja. kecepatan . Dengan tambahnya usia seseorang. merawat.

gurih. Menu bagi lansia hendaknya mengandung zat gizi dari berbagai macam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga. tangan dan lengan. Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium. Padahal tulang adalah penopang utama bagi . k. perlu dipenuhi secara adekuat. terutama tulang kaki. yoghurt. dan sebagainya. seperti susu non fat.5 – 2 liter Manusia perlu minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitasnya. e. Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi lansia 50% adalah hidrat arang yang bersumber dari hidrat arang komplex (sayur – sayuranan. d. Air sangat besar artinya bagi tubuh kita. Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah besar. oleh karena itu. hal ini disebabkan karena berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. batu ginjal dan lain-lain. Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang besar yang bersumber pada buah. Membatasi penggunaan garam. jadi bila tubuh kekurangan cairan. Hindari makanan yang terlalu manis. Minum air putih 1. g. daya tahan dan kelenturan tulang juga berkurang. karena air membantu menjalankan fungsi tubuh. Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang.kacangan. h. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat. b. Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes. Jadi kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya. ginjal. i. sayur dan beraneka pati. Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah. terutama lemak hewani. Makan disesuaikan dengan kebutuhan 2. f. mencegah timbulnya berbagai penyakit di saluran kemih seperti kencing batu. maka fungsi. 1991): a. Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan – bahan yang segar dan mudah dicerna. yang dikonsumsi dengan jumlah bertahap.5 – 2 liter per hari. hindari makanan yang mengandung alkohol. seperti kacang – kacangan. atau sayuran hijau. misalnya : untuk jantung. Air juga sebagai pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya. j. kebutuhan gizi bagi para lanjut usia. pembangun dan pengatur. biji – bijian). ikan. bayam.metabolisme tubuh cenderung turun. kacang. usus. dan minimal kita minum air putih 1. pernafasan. dan goreng – gorengan. Sebaiknya jumlah lemak dalam makanan dibatasi. c. hati.

bersifat aerobik dan atau kalistenik.tubuh untuk melakukan aktivitas. jalan kaki. Diyakini bahwa tidur sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan dan proses penyembuhan penyakit. darah tinggi. mencuci tangan sebelum makan atau sesudah mengerjakan sesuatu dengan tangan. mendaki bukit. es maupun sirup. Untuk mengolah makanan di dalam tubuh usus sangat membutuhkan air. lintas alam. membersihkan . Penurunan kemampuan akan semakin terlihat setelah umur 40 tahun. minuman beralkohol. Jadi istirahat dan tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. melainkan juga kebersihan lingkungan. 5. Dengan latihan otot manusia lanjut dapat menghambat laju perubahan degeneratif. meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat proses penyembuhan penyakit juga pada saat tidur tubuh mereparasi bagian-bagian tubuh yang sudah aus. Manfaat lain dari minum air putih adalah mencegah sembelit. Dan air mineral atau air putih lebih baik daripada kopi. Beberapa contoh olahraga yang sesuai dengan batasan diatas yaitu. teh kental. Oleh karena itu. Umumnya orang akan merasa segar dan sehat sesudah istirahat. Yang termasuk kebersihan tubuh adalah: mandi minimal 2 kali sehari. senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan. antara lain beban ringan atau sedang. tidak kompetitif atau bertanding. Tentu saja tanpa air yang cukup kerja usus tidak dapat maksimal. dan muncullah sembelit. bila usia lanjut ingin berolahraga harus memilih sesuai dengan umur kelompoknya. Olah raga usia lanjut perlu diberikan dengan berbagai patokan. 4. 3. dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf. waktu relatif lama. Olah raga teratur dan sesuai Usia bertambah. sehingga saat lansia kemampuan akan turun antara 30 – 50%. soft drink. tidur yang cukup Sepertiga dari waktu dalam kehidupan manusia adalah untuk tidur. ruangan dan juga pakaian dimana orang tersebut tinggal. Menjaga kebersihan Yang dimaksud dengan menjaga kebersihan disini bukan hanya kebersihan tubuh saja. Istirahat. Bahkan minuman-minuman tersebut tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari terutama bagi para lansia yang mempunyai penyakitpenyakit tertentu seperti DM. tingkat kesegaran jasmani akan turun. karna tidur bermanfaat untuk menyimpan energi. obesitas dan sebagainya. dengan kemungkinan adanya penyakit.

tetapi juga mental dan bathin. lansia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen gizi. sikat gigi setiap kali selesai makan. . bersihkan dari debu dan kotoran setiap hari. seisi rumah.atau keramas minimal 1 kali seminggu. termasuk kamar mandi dan WC harus dibersihkan secara periodik. pusar. Walaupun tidak sedang sakit lansia perlu memeriksakan kesehatannya secara berkala. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mental dan bathin tenang dan seimbang adalah: a. anus. Kebersihan lingkungan. vagina. karena dengan pemeriksaan berkala penyakit-penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatanya lebih mudan dan cepat dan jika ada faktor yang beresiko menyebabkan penyakit dapat di cegah. karpet. Memeriksa kesehatan secara teratur Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan lansia. Tapi perlu diingat dan diperhatikan pemberian suplemen gizi tersebut harus dikonsultasikan dan mendapat izin dari petugas kesehatan. tetapi bila lansia tersebut masih mampu diusahakan untuk mandiri dan hanya diberi pengarahan. 7. Oleh karena itu jika diperlukan. Hal ini akan menyebabkan jiwa dan pikiran menjadi tenang. Minum suplemen gizi yang diperlukan Pada lansia akan terjadi berbagai macam kemunduran organ tubuh. penis ). Pakain. sprei. Namun perlu diingat dan disadari bahwa kondisi fisik perlu medapat bantuan dari orang lain. Di dalam ruangan atau rumah. jauh dari sampah dan genangan air. mudah-mudahan dapat mencapai umur yang panjang dan tetap sehat. sehingga metabolisme di dalam tubuh menurun. tutupi makanan di meja makan. Hal tersebut menyebabkan pemenuhan kebutuhan sebagian zat gizi pada sebagian besar lansia tidak terpenuhi secara adekuat. 6. membersihkan kuku dan lubang-lubang ( telinga. dihalaman rumah. gorden. memakai alas kaki jika keluar rumah dan pakailah pakaian yang bersih. Ikutilan petunjuk dan saran dokter ataupun petugas kesehatan. 8. hidung. Mental dan batin tenang dan seimbang Untuk mencapai hidup sehat bukan hanya kesehatan fisik saja yang harus diperhatikan. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepadaNya.

Stres juga dapat menyebabkan atau memicu berbagai penyakit seperti stroke. minuman kaleng. buah dan sayur awetan. jarang bergerak karena segala sesuatu atau pekerjaan dapat lebih mudah dikerjakan dengan adanya tekhnologi yang modern seperti mencuci dengan mesin cuci. penyakit jantung dan lain-lain. c. mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya karena ingin lebih lama menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi. duduk bersantai di alam terbuka. Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita dari kelelahan. bepergian dengan kendaran walaupun jaraknya dekat dan bisa dilakukan dengan jalan kaki. Rekreasi dapat dilakukan di pantai dekat rumah. gaya hidup pada zaman modern ini telah mendorong orang mengubah gaya hidupnya seperti makan makanan siap saji. merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan. Hindari stres. asma. sambal botolan. taman dekat rumah atau halaman rumah jika mempunyai halaman yang luas bersama keluarga dan anak cucu. Penampilan kita juga akan tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. menyapu lantai dengan mesin penyedot debu. Rekresi Untuk menghilangkan kelelahan setelah beraktivitas selama seminggu maka dilakukan rekreasi. Tertawa dan senyum murah tidak perlu membayar tapi dapat menadikan hidup ceria. darah tinggi. Dengan adanya hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman dapat membuat hidup lebih berarti yang selanjutnya akan mendorong seseorang untuk menjaga. Back to nature (kembali ke alam) Seperti yang telah terjadi. 11. pikiran dan melemaskan otot yang telah lelah karena aktivitas sehari-hari. karena hidup sehat bukan hanya sehat jasmani dan rohani tetapi juga harus sehat sosial. Rekreasi dapat menyegarkan otak. Gaya hidup seperti itu tidak baik untuk tubuh dan kesehatan karena tubuh kita . Tersenyum dan tertawa sangat baik. dan sehat. dapat disesuaikan denga kondisi dan kemampuan. Rekreasi tidak harus mahal. 9. Hubungan antar sesama yang sehat Pertahankan hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman.b. makanan kalengan. bahagia. karena akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. 10.

METODE PENDIDIKAN AGAMA UNTUK DEWASA DAN MANULA METODE PENDIDIKAN AGAMA UNTUK DEWASA DAN MANULA A. tubuh jadi rusak karena makanan yang tidak sehat sehingga tubuh menjadi lembek dan rentan penyakit. Dalam diri kita selain mempelajari tentang perkembangan jiwa keduniaan. kita juga mempelajari jiwa keagamaan karena kita harus melihat kebutuhan-kebutuhan manusia secara menyeluruh sebab kebutuhan manusia yang kurang seimbang antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani akan menyebabkan timbul ketimpangan dalam perkembangan. karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia memerlukan bantuan dari luar dirinya. Oleh karena itu salah satu upaya untuk hidup sehat adalah back to nature atau kembali lebih dekat dengan alam. Semua yang dilakukan tidak berlebihan Untuk menciptakan hidup yang sehat segala sesuatu yang kita lakukan tidak boleh berlebihan karena hal tersebut bukannya menjadikan lebih baik tetapi sebaliknya akan memperburuk keadaan. Dikatakan makhluk eksploratif. Jadi lakukanlah atau kerjakanlah sesuatu hal itu sesuai dengan kebutuhan. Kita tidak harus menjauhi tekhnologi tetapi paling tidak kita harus menghindari bahan makanan kalengan. Bantuan yang dimaksud antara lain dalam bentuk bimbingan dan pengarahan dari lingkungannya. Selanjutnya manusia juga disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya. Bimbingan dan pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri. makanan siap saji dan harus lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar dan juga minum air putih. yang sudah tersimpan sebagai potensi bawaannya. Pendahuluan Manusia adalah mahluk sosial yang eksploratif dan potensial. Karena itu bimbingan yang tidak searah dengan potensi yang dimiliki akan berdampak negatif bagi perkembangan manusia. karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. 12. minuman kalengan. . Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat dikembangkan secara nyata. karena kurang bergerak.menjadi manja. makanan yang diawetkan.

manhaj. metode adalah suatu sarana untuk menemukan. terkadang digunakan kata al-thariqah. dalam arti jalan yang bersifat non fisik.[5] Dalam bahasa arab. Yaitu jalan dalam bentuk ide-ide yang mengarahkan seseorang untuk mencapai tujuan yang ditentukan. al-wasilah. khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. sementara Hasan Langgulung pendapatnya tentang metode sangat simpel yaitu jalan untuk mencapai tujuan. dan nilai-nilai serta keterampilan melalui institusi pendidikan. menguji. Menurut Imam Barnadid. Metode Pendidikan Islam Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan. Selanjutnya jika kata metode dikaitkan dengan pendidikan. Oleh karena itu sering dikatakan kesehatan fisik akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental. dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut[2]. sikap. Menurut Tadrif (1989) yang di kutip oleh Muhibin Syah metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur-prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan. Dalam pemakaian yang umum. Maksud dari tujuan ini bermaksud ditempatkan pada posisinya sebagai cara menemukan. Dengan demikian. dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan ilmu atau sistematisasi suatu pemikiran[3]. manhaj berarti sistem dan alwasilah berarti perantara atau meditor.[7] . dapat membawa arti bahwa metode adalah jalan untuk menanamkan pengetahuan. B. A Zayadi menegaskan bahwa metode lebih memperlihatkan sebagai alat untuk mengolah dan mengembangkan suatu gagasan sehingga menghasilkan teori atau temuan. Al-thariqah berarti jalan. metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis. termasuk dalam usia dewasa dan usia lanjut. yaitu meta dan holos. Meta berarti “melalui” dan holos berarti “jalan” atau “cara”[1]. metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. demikian pula sebaliknya.[4] Muhibin Syah menjelaskan metode secara harfiah yang berarti “cara”. kata metode diungkapkan dalam berbagai kata.Jiwa keagamaan termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung pada aspek fisik.[6] Dari pendekatan kebahasaan tersebut terlihat bahwa metode lebih menunjukan kepada jalan. menguji. Selain itu perkembangan juga ditentukan oleh tingkat usia.

mengingat objek didik yang bermacam-macam serta situasi kondisi yang berbeda. Dalam Al-Qur‟an.Adapun fungsi metode pendidikan secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional pendidikan[8]. Dari rumusan-rumusan di atas dapat dimaknai bahwa metode pendidikan Islam adalah berbagai macam cara yang digunakan oleh pendidik agar tujuan pendidikan dapat tercapai. metode yang tepat guna bila ia mengandung nilai nilai yang intrinsik dan eksrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam. metode ini dikenal sebagai sarana yang menyampaikan seseorang kepada tujuan penciptaannya sebagai khalifah di muka bumi dengan melaksanakan pendekatan dimana manusia ditempatkan sebagai mahluk yang memiliki potensi rohaniah dan jasmaniah yang kedua-duanya dapat digunakan sebagai saluran penyampaian materi pelajaran. C . pendidik tidak dapat mengandalkan satu metode saja dan menyatakan mutlak benarnya metode tersebut serta menganggap bahwa metode tersebut dapat diterapkan pada situasi dan kondisi objek didik yang bermacam-macam. Dari dua pendekatan ini dapat disimpulkan bahwa metode berfungsi mengantarkan suatu tujuan kepada objek sasaran dengan cara yag sesuai dengan pengembangan objek sasaran tersebut. Thalib mengatakan bahwa fungsi metode pendidikan adalah memberikan jalan kepada pendidik berbagai cara yang baik yang dapat dipergunakan dalam mendidik sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada pada objek didikan[10]. Sedangkan dalam konteks lain. harus selalu mempertimbangkan aspek aspek lain dari pembelajaran. tempat. seperti karakter peserta didik. Dalam pendidikan Islam. Sikap Keberagaman Pada Orang Dewasa Usia dewasa merupakan usia yang sudah memiliki tanggung jawab serta sudah menyadari makna hidup. karena metode pendidikan hanyalah merupakan salah satu aspek dari pembelajaran. Adapun M. suasana dan waktu . maka tidaklah bijaksana apabila pendidik hanya mengandalkan satu metode saja. Oleh karena itu dalam mendidik. dengan kata lain orang dewasa sudah memahami nilai-nilai yang .beda. menguji dan menyusun data yang di perlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu[9]. metode dapat merupakan saran untuk menemukan. maka dalam menentukan metode apa yang akan digunakan.

5. Berdasarkan hal ini. Secara berangsur dan silih berganti gejala-gejala alam tadi diselaraskan dengan jalan hidupnya. Manusia Usia Lanjut Dan Agama Akhmad yamani mengemukakan bahwa tatkala Allah SWT membekali insan itu dengan nikmat berpikir dan daya penelitian. Bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas. Sebaliknya. pemilihan nilai-nilai tersebut telah didasarkan atas pertimbangan pemikiran yang matang. maka sikap keberagamaan seseorang diusia dewasa sulit untuk diubah. Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang. 2. insan primitif telah menemukan apa yang dicarinya pada gejala alam itu sendiri. 4. sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku. 3. Pokoknya. baik sistem nilai yang bersumber dari ajaran agama maupun yang bersumber dari norma-norma lain dalam kehidupan. Kemantapan jiwa orang dewasa ini setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana sikap keberagamaan pada orang dewasa. Sejalan dengan tingkat perkembangan usianya maka sikap keber-agamaan pada usia dewasa antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. diberinya pula rasa bingung dan bimbang untuk memahami dan belajar mengenali alam sekitarnya sebagai imbangan atas rasa takut terhadap kegarangan dan kebengisan alam itu. Bersikap positif terhadap ajaran dan norma-norma agama dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan . Tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri sehingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup. Hal inilah yang mendorong insan tadi untuk mencari-cari insan tadi untuk suatu kekuatan yang dapat melindungi dan membimbingnya di saat-saat yang gawat. Mereka sudah memiliki tanggung jawab terhadap sistem nilai yang sudah dipilihnya. Kemungkinan ini akan memberi peluang bagi kecenderungan munculnya sikap yang anti agama . jika seorang dewasa memilih nilai yang bersumber dari nilai-nilai non agama.dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya.[11] D. bukan sekedar ikut-ikutan. Cenderung bersifat realistis. Orang dewasa sudah memiliki identitas yang jelas dan kepribadian yang mantap. Dengan demikian timbullah . jikapun terjadi perubahan mungkin proses itu terjadi setelah didasarkan pada pola pemikiran dan pertimbangan yang matang. itupun akan dipertahankannya sebagai pandangan hidupnya.

Terlihat kecenderungan untuk berbagi perasaan.penyembahan terhadap api. tidak hanya terbatas pada agama islam. Kemampuan dasar untuk beragama islam (ad-dinul Qayyimaah) . Mawahib (bakat) dan Qabiliyyat (tendensi dan kecenderungan) yang mengacu pada keimanan kepada Allah. Dan yang kedua. Komponen itu terdiri atas : a. Menurut Muzayyin Arifin. minum. bulan. matahari. atau benda-benda lain dari gejala-gejala alam tersebut.1983 : 97). bertukar pikiran dan memecahkan berbagai problema kehidupan dengan orang lain ( Rit Atkinson. Selain itu dorongan beragama juga merupakan kebutuhan insaniah yang tumbuhnya dari gabungan berbagai faktor penyebab yang bersumber dari rasa keagamaan. Jadi potensi manusia dan agama wahyu itu merupakan satu hal yang tampak dalam dua sisi. Fitrah dapat dilihat dari dua segi yaitu : Pertama.segi naluri sifat pembawaan manusia atau potensi tauhid yang menjadi potensi sejak lahir.ibaratnya mata uang logam yang mempunyai sisi yang sama. Didalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia. seperti : makan.di mana faktor iman sebagai intinya.dapat dilihat dari segi wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya. Mereka yang menginjak usia ini (sekitar 25-40 Th) memiliki kecenderungan besar untuk berumah tangga . b. Kemampuan dasar untuk beragama secara umum. Sejalan dengan hal itu maka dorongan beragamapun menuntut untuk dipenuhi sehingga pribadi manusia mendapat kepuasan dan ketenangan. c. Pada tahap kedewasaan awal terlihat krisis psikologi yang dialami oleh karena adanya pertentangan antara kecenderungan untuk mengeratkan hubungan dengan kecenderungan untuk mengisolasi diri. . Menurut Robert Nuttin dorongan beragama merupakan salah satu dorongan yang bekerja dalam diri manusia sebagaimana dorongan-dorongan lainnya. berdasarkan pandangan ulama yang telah memberikan makna terhadap istilah fitrah manusia yang diangkat dari firman Allah dan sabda nabi di atas.kehidupan sosial yang lebih luas serta memikirkan masalah-masalah agama yang sejalan dengan latar belakang kehidupannya. intelek dan lain sebagainya. maka dapat diambil kesimpulan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan dasar berkembangnya manusia yang dianugrahkan Allah kepadanya.

serta sifat-sifat luhur. Oleh karena itu para lanjut usia perlu memahami dan mengerti akan berbagai informasi tentang perubahanperubahan yang terjadi pada dirinya dan bagaimana menyikapinya sehingga dapat menikmati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan sampai akhir hayatnya yaitu dengan khusnul khotimah. aktifitas menurun. masyarakat dan generasi mendatang. 2. pensiun dan kejadian hidup lainnya yang dapat menyebabkan pemikiran yang negatif. berbagai kemunduran fisik. sering mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan mereka kehilangan semangat. Mulai muncul pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara lebih sungguhsungguh. . Pada lanjut usia akan terjadi kehilangan ganda (triple loss) sekaligus yaitu kehilangan peran.Selanjutnya pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif. Selama proses menuju lanjut usia. Timbul rasa takut kepada kematian yang meningkat sejalan dengan usia yang bertambah lanjut. 5. Berbagai latar belakang yang menjadi penyebab kecenderungan sikap keagamaan pada manusia usia lanjut . 4. maka pada usia ini terjadi krisis akibat pertentangan batin antara keinginan untuk bangkit dengan kemunduran diri. menopouse-andropouse. individu akan banyak mengalami berbagai kejadian hidup yang penting (important life event) yang sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Kehidupan keagamaan pada usia lanjut sudah mencapai tingkat kemantapan . 3. Karena itu umumnya pemikiran mereka tertuju pada upaya untuk kepentingan keluarga. Tetapi dalam hubungannya dengan kejiwaan. Meningkatnya kecenderungan untuk menerima pendapat keagamaan. sangkar kosong (empty nest). Adapun di usia selanjutnya yaitu setelah usia di atas 65 tahun manusia akan menghadapi sejumlah permasalahan. hambatan kontak sosial dan berkurangnya komitmen. Sikap keagamaan cenderung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia . Adapun sikap keberagamaan pada usia lanjut justru mengalami peningkatan dan untuk proses seksual justru mengalami penurunan. antara lain klimaterium.[12] Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan persoalan pada diri lanjut usia. Permasalahan pertama adalah penurunan kemampuan fisik hingga kekuatan fisik berkurang.secara garis besar ciri-ciri keberagamaan di usia lanjut adalah : 1.

e. Kecenderungan menerima pendapat keagamaan meningkat. Lanjut usia lebih percaya bahwa agama dapat memberikan jalan bagi pemecahan masalah kehidupan. Kehidupan keagamaan sudah mencapai tingkat kemantapan. Sikap cenderung mengarah pada kebutuhan saling mencintai dengan sesama serta sifat-sifat luhur lainnya. hal ini ditunjukan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hawari.[15] Keintensifan pada kehidupan agama pada lanjut usia tidak hanya mempunyai sisi nilai positif pada aspek kejiwaannya saja. tetapi memiliki sisi positif pada aspek fisik dan sosialnya.Lanjut usia yang religius penyembuhan penyakitnya lebih cepat dibandingkan yang non religius. 4.Secara fisik lanjut usia pasti mengalami penurunan. menyangkut arti dan makna kehidupan[14] Kebutuhan spiritual (keagamaan) dapat memberikan ketenangan batiniah. c.sungguh. 3. agama juga berfungsi sebagai pembimbing dalam kehidupannya. b. 2 . adalah sebagai berikut : a. 5. bahwa : 1. Coping agama juga terkait erat dengan penyesuaian diri yang baik pada lanjut usia [16] Adapun gambaran tentang cirri-ciri spiritualitas keagamaan lanjut usia James. Lanjut usia yang religius lebih kuat dan tabah menghadapi stres daripada yang nonreligius. Muncul rasa takut pada kematian yang meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. d. menentramkan batinnya. artinya perhatian mereka terhadap agama semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Sehingga religiusitas atau penghayatan keagamaan besar pengaruhnya terhadap taraf kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Lanjut usia yang religius tabah dan tenang menghadapi saat-saat terakhir (kematian) daripada yang nonreligius. sehingga gangguan mental emosional jauh lebih kecil. hubungan interpersonal dan stres yang diakibatkan oleh kesehatan fisik. Jung yang menganggap bahwa agama adalah sarana yang ampuh dan obat yang manjur untuk menyembuhkan manusia dari penyakit neurosis. dan penyakit neurosis yang diderita oleh orang yang berusia sudah 45 tahun keatas adalah berkaitan dengan soal kematian. memiliki proporsi yang berarti dalam menghadapi suatu masalah (cope) dengan lingkungannya. Rasulullah bersabda “semua penyakit ada obatnya kecuali penyakit tua”. menurut .[13] Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh ahli psikologi dan psikiatri C. Lanjut usia yang berminat pada keyakinan agama dan melaksanakan berbagai ritual yang ada dalam keyakinan beragamanya. Lanjut usia yang religius lebih kebal dan tenang menghadapi operasi. Lanjut usia yang nonreligius angka kematiannya dua kali lebih besar daripada orang yang religius.G. tetapi pada aktivitas yang berkaitan dengan agama justru mengalami peningkatan. Mulai muncul pengalaman terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara sungguh.

Atkinson. maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Tetapi perasaan itu muncul setelah mereka memperoleh bimbingan semacam terapi psikologi. memiliki khasanah pengalaman yang kaya. Kesimpulan . maka masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan akherat mulai menarik perhatian mereka. Di satu pihak kemampuan fisik pada usia tersebut sudah mengalami penurunan.[17] E. Kesenjangan ini menimbulkan gejolak dan kegelisahan-kegelisahan batin. perhatian mereka lebih tertuju kepada upaya menemukan ketenangan batin. manusia usia lanjut merasa memperoleh tempat bergantung. arah perhatian mereka mengalami perubahan yang mendasar Bila sebelumnya perhatian diarahkan pada kenikmatan materi dan duniawi. Kajian psikologi berhasil mengungkapkan bahwa di usia melewati setengah baya. Karena secara fisik mereka dinilai sudah lemah. maka pada peralihan ke usia tua ini. Perubahan orientasi ini diantaranya disebabkan oleh pengaruh psikologis. Dengan demikian di usia lanjut ini terkadang muncul semacam pemikiran bahwa mereka berada pada sisa umur menunggu datangnya kematian. Menurut Lita L. Sebaliknya di pihak lain. Kondisi fisik rata-rata sudah menurun. sehingga dalam kondisi yang sudah uzur ini berbagai macam penyakit sudah siap untuk menggerogoti mereka. umumnya agama dapat difungsikan dan diperankan sebagai penyelamat. Allah menyatakan : ”Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu . putus asa. sebagian besar orang-orang yang berusia lanjut (usia 70-79 th) menyatakan tidak merasa dalam keterasingan dan masih menunjukkan aktifitas yang positif. maka muncul gangguan kejiwaan seperti stress.f. Kejayaan mereka di masa lalu yang pernah diperoleh sudah tidak lagi memperoleh perhatian. Sebab melalui ajaran pengamalan agama. Dalam kasus-kasus seperti ini. Sejalan dengan perubahan itu. Dalam memberi perlakuan yang baik kepada kedua orang tua. Metode pendidikan agama untuk dewasa dan manula Manusia usia lanjut dalam penelitian banyak orang adalah manusia yang sudah tidak produktif lagi. ataupun pengasingan diri dari pergaulan sebagai wujud rasa rendah diri (inferiority). Apabila gejolak-gejolak batin tidak dapat dibendung lagi. Ciri ke enam berdampak pada meningkatnya pembentukan sikap keberagamaan dan kepercayaan terhadap adanya kehidupan abadi di akhirat.” (Qs 17 : 23) F.

Dr Dadang.. Filsafat Pendidikan.. Nurina S. cet 3 (Jakarta : Bumi Aksara 1994) Hardywinoto. PSPM Bandung 2004.. Tony Setiabudhi.D. SKM. Psikologi Agama. 1997. Dana Bakti Prima Yasa H . Arifin. oleh karena itu manusia harus dididik agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dalam hukum Allah tersebut.(Jogjakarta : Andi Offset 1990) Jalaluudin. ( Jakarta : Gramedia 1998)..Islam memandang bahwa segala fenomena alam ini adalah hasil ciptaan Allah dan sekaligus tunduk kepada hukum hukumNya. 2003. Solo H Hawari. dan Dr. 10-12 Oktober 2003. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1. Jakarta. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah.Psi. Kehidupan spiritual pada lanjut usia dapat memberi ketenangan batiniah. Ilmu Pendidikan Islam. Arifin. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta. 1999. ( Jakarta : Bumi Aksara 1991) Imam Barnadid. PT Gramedia Pustaka Utama Hakim. 2003.M. Manusia harus mampu mengorientasikan hidupnya kepada kekuatan atau kekuasaan yang berada di balik ciptaan alam raya serta mengaktualisasikan hukum – hukum Allah melalui tingkah laku dalam kegiatan hidupnya. dimana spiritualitas berpengaruh besar pada kesehatan fisik dan kesehatan mental sehingga seorang lanjut usia mampu mengatasi perubahan atau stres yang terjadi dalam hidupnya dan dalam menghadapi kematiannya. . Daftar Pustaka Ahmad Zayadi. M. Ph. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek. M. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Asas-asas Pendidikan Islam Islam. Hasan Langgulung. Dr. Dengan spiritualitasnya lanjut usia lebih dapat menerima segala perubahan yang terjadi dalam dirinya dengan pasrah kepada Allah SWT. H.Si.. yang tercermin melalui kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya dan dalam menghadapi suatu masalah (coping) dengan lingkungannya. Al Qur‟an Ilmu Kedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa. Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an.

( Jakarta : Bumi Aksara 1991) hal. ( Bandung : Irsyad Baitussalam 2001) hal 11 [11] Jalaluudin.. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1... M. 61 [2] Imam Barnadid. Hardywinoto. M. Kanisius [15] Hawari. Solo [12] [17] Jalaluudin. M. 1997. 2003. M. Arifin. 10-12 Oktober 2003. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Psikologi Agama. Dana Bakti Prima Yasa [16] Hakim. Psikologi Agama. Solo [14] Syukur. 2003..(Jogjakarta : Andi Offset 1996) hal 85 [10] Muhamad Thalib 25 Asas Islami Mendidik Anak. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Asas-asas Pendidikan Islam Islam.Psi. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah. M. SKM.. ( Bandung : Irsyad Baitussalam 2001) Syukur. Nurina S. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.D. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Tony Setiabudhi.Muhibin Syah. Arifin. para lansia buta aksara diajarkan baca tulis Posted by andra lahat on 10. 183. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah. Filsafat Pendidikan Islam. 201 [6] Ahmad Zayadi.13 . 1990. Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an. Dr. cet 3 (Jakarta : Bumi Aksara 1994)hal 16 [9] Imam Barnadid.Si. Al Qur‟an Ilmu Keedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta. Ilmu Pendidikan Islam. Pengalaman dan Motivasi Beragama. (Bandung : Rosda 2003) hal [8] H. ( Jakarta : Gramedia 1998)hal.. M.(Jogjakarta : Andi Offset 1990) hal. 1990. 10-12 Oktober 2003. (Bandung : Rosda 2003) hal. PSPM Bandung 2004 hal 116 [7] Muhibin Syah. [5] Muhibin Syah. Dr. 89 [3] Hasan Langgulung. Filsafat Pendidikan. (Bandung : Rosda 2003) Muhamad Thalib 25 Asas Islami Mendidik Anak. PT Gramedia Pustaka Utama [13] Hakim. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1.. 2003. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Nico.Psi. [4] Ahmad Zayadi. PSPM Bandung 2004 hal 115. Pengalaman dan Motivasi Beragama. Jakarta. 2003.M. Kanisius [1] H. Ph. Nico. Nurina S. dan Dr. Dr Dadang. Yogyakarta. Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an. Yogyakarta. Filsafat Pendidikan. 1999. Dr. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek.Si.

“Memang program ini baru digelar. “Untuk saat ini jumlah anggota kita sebanyak sepuluh orang yang kesemuanya ini para lansia yang buta aksara.” lanjutnya.” harapnya. mungkin kita lakukan malamnya. Oleh karena itulah dalam seminggu saja kegiatan ini kita lakukan tiga kali tergantung mereka yang menentukannya. Dirinya menegaskan. “Jika mereka banyak kerjaan siangnya dan tak dapat melaksanakan pelajaraan ini.BIMBING: Ny Khoriyah sedang membimbing para ibu buta aksara di lingkungan Kota Baru. Selasa (28/9). selain memberikan pembelajaran tentang menulis dan membaca pada umumnya. Karena Lahat ini bisa bebas dari keaksaraan. Lansia Buta Aksara Diajarkan Baca Tulis LAPOS. Karena mereka ingin agar bebas dari buta aksara. Selasa (28/9). supaya pemerintah Lahat dapat memperhatikan program tersebut. Karena kegiatan ini merupakan salah satu program Muslimat NU untuk keaksaraan. Yakni bisa menulis. Tak hanya itu saja.Buta keaksaraan di Kabupaten Lahat wajib diberantas. ia mengharapkan. “Kita menginginkan supaya ada perhatian dari pemerintah. baca. Dikatakan olehnya. karena pemerintah menginginkan agar Bumi Seganti Setungguan harus bebas dari keaksaraan. . tulis maupun baca tulis dalam Alquran. baik itu membaca. termasuk malam pun juga dilaksanakan. lansia yang tidak tamatan SD dan buta keaksaraan dikumpulkan lalu diajarkan cara menulis dan membaca Alquran. Bagi Khoiriyah. dan yang tak dapat menulis juga bisa menulis. Alhamdullilah saya ditunjuk sebagai pembimbing yang mengajarkan para lansia khususnya yang buta keaksaraan di wilayah Kota Baru. Lahat . kiranya warga yang tak dapat membaca dapat membaca. “Dengan tujuan kita seperti inilah. tak hanya siang saja kegiatan tersebut digelar. dan bisa baca Alquran. dengan tujuan pemberian pembelajaran terhadap keaksaraan. para lansia yang buta akan keaksaraan dapat kita bimbing supaya nantinya mereka bebas dari keaksaraan.” kata Khoiriyah kepada Lapos. sebelum lebaran tadi.” ucapnya.” terangnya Khoriyah. Seperti apa yang dilakukan Muslimat NU Lahat sangat tepat sekali. para lansia tersebut juga diberikan pembelajaran membaca Alquran.

2. ha bulat dengan hati atau mata burung hantu dan seterusnya. Metode ini telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan para pesertanya.” pungkasnya dengan logat berbahasa Lahat. “Dan sungguh Kami telah mudahkan Alquran untuk dipelajari. susah dan takut datang dengan sendirinya. ngume bae. Tanda baca huruf hijaiyah sama dengan cara mengeja huruf latin. dem tu bahek ke umah. Guna memudahkan belajar Alquran kita dapat menggunakan metode CSQ (Creative. Namun. Metode ini cocok untuk semua kalangan baik remaja. Menurut hemat penulis seseorang yang ingin menguasai ilmu baca tulis Alquran itu minimal harus menguasai lima hal berikut ini: 1. tinggal adakah yang ingin belajar?” (QS Al-Qamar 17. Demikian juga dengan ejaannya. Untuk menghilangkan rasa tersebut perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa belajar Alquran itu mudah asalkan mengerti metode dan kiat yang efektif.22. e dan o maka huruf vokal hijaiyah terdiri dari a. Allah SWT sendiri berfirman dalam kitab suci bahwa belajar Alquran itu sangatlah mudah. Menggunakan titian kata/asosia si misalnya sin dengan sisir. Saat ini metode menghafal huruf hijaiyah yang jumlahnya 28 huruf itu dapat dilakukan lebih cepat seperti menggunakan metode titian kata. u dan o saja. nulis. karene uhang duson cume gawe kebon. dewasa sampai orangb tua lanjut usia. Cukup dengan delapan jam kemampuan membaca Alquran bisa segera terlaksana. u. Smart dan Quantum) yang berisikan lima tahap menguasai baca Alquran.Sementara Isna (60) warga Kota Baru mengatakan. “Kite ni senang nian dapat belajar. maka ejaan hijaiyah tidak demikian. i. hukum bacaan dan lain-lain. ngaji. dipahami dan dihafal. i. Jika huruf latin vokalnya terdiri dari a. 40). sebelum belajar Alquran tak jarang muncul perasaan malu. Jika ejaan latin huruf b bertemu u menjadi bu. Pe lagi dak katek ape-ape kite nich. Dan banyak menfaatnye kite belajar bace. karana kite ni nak bebas dari keaksaraan.32. Hanya saja huruf vokal hijaiyah dikurangi huruf e. Setiap muslim yang sama sekali belum bisa membaca Alquran tidak perlu khawatir. Setiap umat Islam pasti memiliki keinginan mampu menguasai ilmu Alquran dengan mudah. Setelah menguasai huruf hijaiyah siswa mengenal baris dan tanda baca. dengan metode ini banyak peserta yang telah terbebas dari buta aksara Alquran. kegiatan tersebut sangat bermakna dan bermenfaat bagi warga yang buta aksara. Jika . Kiat Belajar Alquran yang Mudah dan Menyenangkan 23. Pasalnya metode ini akan menjadi jalan keluarnya. tanda bentuk dan sebagainya. Menguasai tanda baca. Menguasai huruf hijaiyah dan makhrajnya. Huruf hijaiyah berjumlah 28 dan untuk bisa membaca Alquran 90 persen ditentukan oleh penguasaan terhadap huruf hijaiyah dan selebihnya merupakan perangkat saja seperti tanda baca.33 Anis Gunawan No comments SIAPA bilang belajar Alquran itu sulit. Apelagi kite diajarke bace. shad dengan pentol bakso. Berdasarkan pengalaman terjun langsung mengajar.

Sedangkan untuk tanwin An (atasan). penguasaan hamzah. dan lain-lain. Bagi pelajar yang masih belum lancar membaca Alquran. U (ujung) untuk istilah dhommah. Vokal A (atas) untuk istilah fathah. dobel (tasydid) dan seterusnya. tarqiq.A t – Tahrim/66: 6 ) Pada dasarnya metode yang digunakan dalam pembelajaran membaca Al Qur‟an masih dilakukan turun temurun. In (injakin). Menguasai isyarat bacaan. imalah. Oleh karena itu tajwid tidak dapat diperoleh hanya sekadar dipelajari namun juga harus melalui latihan. Un (ujungin). Di sisi lain aktifitas anak-anak dalam bermain kurang bermanfaat seolah mudah berubah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan seperti anak-anak disibukkan dengan dunia hiburannya yaitu televise. Kaidah tajwid itu berkisar pada cara waqaf. Bahkan dalam membaca Alquran seseorang yang belum lancar dan masih terbata-bata akan memperoleh dua pahala. Maksud dari isyarat baca adalah panjang. mengembalikan huruf kepada makhraj dan asalnya serta menghaluskan pengucapannya dengan cara yang sempurna tanpa berlebihan. Ibarat huruf latin. Karena Alquran juga mengandung unsur irama.huruf hijaiyah ba (sama dengan huruf b) bertemu tanda baca u (dhommah) maka dibaca bu. 5. tafkhim dan makhraj huruf. dan semakin menjauhkan alunan Al Qur‟an dari setiap generasi muda. sehingga memerlukan waktu yang sangat lama. idgham. I (injak) untuk kasrah. di dalam belajar jangan takut salah dulu karena bacaan yang salah karena belajar tidak dianggap berdosa. tergesa-gesa dan dipaksa-paksakan. BAB I PENDAHULUAN 1. Isyarat baca panjang dan pendek dalam ilmu baca Alquran sama seperti kita mengenal ketukan dalam irama lagu. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka“ (QS.Padahal kemampuan dari kecintaan membaca Al Qur‟an merupakan modal dasar dari upaya pemahamannya. video game. Latar Belakang Salah satu masalah umat islam Indonesia yang mendasar adalah berkurangnya generasi muda Islam yang mampu membaca Al Qur‟an. pendek. Pertama karena bacaannya dan kedua terbata-batanya (setiap huruf dihitung pahalanya) dan mereka akan memperoleh tempat bersama dengan para malaikat yang mulia. Untuk mengatasi . praktek dan menirukan orang yang baik bacaannya. Latihan yang Istiqamah. Menguasai hukum-hukum tajwid. Padahal dalam Al Qur‟an surat At Tahrim ayat 6 telah disebutkan: ”Hai orang-orang beriman. kasar. Ulama mendefinisikan tajwid sebagai memberikan huruf akan hak-hak dan tertibnya. huruf hijaiyah itu tidak berbunyi sebelum ada vokal dan konsonan. 3. 4.

tentang pendidikan dan pengajaran baca Al-Qur‟an di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . Perumusan Masalah 1. maka mebnaca Al Qur‟an menjadi kebutuhan umat islam sebagai ibadah. bimbingan dan pengarahan kepada siswa agar bertanggungjawab menjadi generasi bangsa untuk mengembangkan baca Al Qur‟an. Pembelajaran . Bagaimanakah proses pelaksanaan pengembangan membaca Al Qur‟an di TK elMuzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan ? 2. 2. Menurut pengetahuan penulis. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pengembangan membaca Al Qur‟an di kelas TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan 2. mencoba menagatasi keadaan di atas dengan menggunkan metode baru. 4. BAB II KAJIAN TEORI 1. Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. karena pada umumnya Taman Kanak Kanak yang lain belum banyak yang melaksanakanStudi Pengembangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. maka penulis bermaksud untuk menelitinya dengan alasan pemilihan judul sebagai berikut : 1. Berkenaan dengan hal tersebut. Salah satu cara yang diterapkan adalah dengan menggunakan metode Iqro‟. Apaka Faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan baca Al Qur‟an dengan menggunakan metode Iqro‟ ? 1. TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . Untuk mengetahui efektifitas metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan 3. Tujuan Penelitian 1. sangatlah penting sekali. Mengingat pentingnya kedudukan Al Qur‟an. 3. yang diharapkan mampu menigkatkan kualitas baca Al Qur‟an.permasalahan pendidikan formal. Pengertian Istilah Penelitian dilandasi oleh beberapa teori yang berhubungan dengan pembelajaran Al-Qur`an pada Anak Umur 4-5 Tahun dengan Metode Iqra di TK el-Muzzammil sebagai berikut : 1. Maka dari itu. Pendidikan membaca Al Qur‟an perlu sekali mendapat perhatian yang serius. fenomena ini sangat menarik untuk diteliti sejauh mana tingkat keberhasilannya. Bagaimanakah efektifitas metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan ? 3.

Perubahan itu terjadi karena pengalaman (menghadapi situasi baru) dan latihan 3. Pembelajaran berasal dari kata ”belajar” yang mendapat awalan pemdan akhiran –an.[2] 1. maka akan memperoleh satu kebaikan. Seperti firman Allah dalam surat Az Zumar ayat 41 yang artinya : “Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab ( Al Qur‟an) untuk manusia dengan membawa kebenaran”. yaitu : 1. Kitab membacanya saja ( apalagi mengerti arti dan maknanya ) termasuk ibadah yang berpahala besar. sedangkan qiro‟ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. [3] Adapun menurut istilah para ahli telah banyak membahasnya dan dapat disimpulkan manjadi 4. Al-Qur`an Al Qur‟an menurut bahasa berarti “bacaan”. Kitab yang menurut firman Allah semata. Belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisme sebagai hasil pengalaman.Pengertian pembelajaran .-an) maka dapat diartikan sebagai proses belajar. sedang Al Qur‟an berarti “dibaca”. tetapi alif satu huruf. Perubahan tingkah laku yang bukan karena latihan (pendidikan) tidak digolongkan belajar 4.[1] Maka sesuai dengan pernyataan tersebut jika kata belajar mendapat imbuhan serta akhiran (pem-…. yang membacanya merupakan suatu ibadah. Kemudian ada beberapa batasan mengenai pengertian belajar. antara lain: 1. Dalam belajar ada tingkah laku yang timbul atau berubah. Kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW. 4. yang artinya : “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah ( Al Qur‟an ). Dengan perantara malaikat Jibril dengan bahasa arab. 3. Dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ”keduanya (pem-…. Para ulama menyebutkan definisi Al-Qur‟an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW. itu satu huruf. tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya” 2. yang mempunyai arti proses”.. . hal ini berarti bahwa belajar membutuhkan waktu. Tidak ada idalmnya perkataan siapapun selain firman Allah. [4] Qoro‟a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun.-an) merupakan konfiks nominal yang bertalian dengan prefiks verbal meng-. Kitab yang diturunkan sebagai pedoman hidup untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman. seperti sabda Rasulullah SAW. lam satu huruf dan mim satu huruf”. Seperti surat An Nisaa ayat 82 yang artinya : “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur‟an ? kalau kiranya Al Qur‟an itu bukan dari sisi Allah. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat atau mengatakan : “Alif Lam Mim. berasal dari kata “qo-ro-a” yang artinya membaca.. baik tingkah laku jasmaniah maupun rohaniah 2.

sebagai nama diri dan secara gabungan nama Al Qur. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap minat dan perhatian mereka antara lain :cara menyampaikan bahan ajar. metode yang dimaksud disini adalah serangkaian komponen atau alat yang saling terkait guna mengantarkan siswa di dalam memahami bacaan atau huruf-huruf hijaiyah di dalam Al Qur‟an. ( Q. 1. Iqra Iqro‟ adalah buku yang ditulis oleh As‟ad Humam sebagai suatu alat media yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Metode Metode adalah serangkaian alat / komponen yang integrasi dalam satu bagian yang digunakan untuk mencapai tujuan. 1. Asas Peragaan Hendaknya materi yang disajikan disertai dengan peragaan secara konkrit sehingga memperjelas pengertian tentang materi dan membangkitkan minat anak. Sebagaimana firman Allah disebutkan yang artinya : “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya ( dalam dadamu ) dan ( membuat pandai ) membacanya maka ikutilah bacaannya itu”. yakni bagaimana siswa lancar atau faham ( menguasai ) bacaan Al Qur‟an. Di dalam proses pembelajaran Al Qur‟an dengan menggunakan spesifikasi tingkatan. Al Qiyamah . Asas Apersepsi Apersepsi adalah kegiatan mental dalam mengolah secara aktif tanggapan-tanggapan baru yang dipengaruhi oleh tanggapan yang telah dimiliki oleh anak. yaitu siswa harus terlebih dahulu menguasai Iqro‟ jilid satu ke jenjang dua dan seterusnya. Dimana terdapat perbedaan jenjang antara jilid satu sampai dengan enam. sehingga Al Qur‟an menjadi nama khas kitab itu. 1. Asas minat dan perhatian Bagi anak.S. Asas-asas dedaktik tersebut antara lain : 1. 1. Asas Motivasi . yang penting harus menarik perhatian mereka. yaitu : Iqro‟ jilid 1 sampai 6. 1.an secara keseluruhan mencakup penamaan ayat-ayatnya.Al Qur‟an dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. minat dan perhatian guru serta kepribadian guru. 17 – 18 ). Dedaktif Iqra Dedaktik Iqro‟ merupakan ilmu tentang interaksi belajar mengajar yang pokok yang berisi tentang prinsip-prinsip atau asas-asas mengajar sehingga bahan pelajaran dimengerti atau dikuasai siswa. [5] 1.

Asas ulangan yang teratur .Motifasi adalah usaha guru untuk membangkitkan atau mendorong kemampuan anak untuk belajar.a. memupuk rasa percaya diri. [6] 1. Asas Kerja sama Didalam hal ini ditekankan kepada keaktifan siswa secara individual berdasarkan kemampuan anak. dan memacu kreatifitas anak. maka sebagai kelanjutannya ia mulai tadarus Al Qur‟an ( mulai juz 1 dan bulan berikutnya dimulai dari juz „Amma ) Adapun pokok-pokok bahasan membaca Al Qur‟an dalam materi pokok itu. Asaas Penyesuaian kepada individu anak Dengan asas ini guru harusd memberi perhatian kepada siswa . Materi Pokok Sebagai materi pokoknya adalah pengembanagn membaca Al Qur‟an dengan menggunakan buku Iqro‟ julid 1 – 6 susunan ustadz As‟ad Humam . Untuk menerapkan asas bekerja sendiri ini. Maka masalah pembentukan kelompok harus mendapat perhatian yang seksama. Bila seorang telah mampu membaca Al Qur‟an dengan benar. dengan asas kooperatif ini dimaksudkan untuk melatih anak supaya bekerja sama dengan temannya. 1. maka tugas yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak agar menantang dan menuntut keaktifan semua potensi siswa. Beberapa hal yang dapat meningkatkan motifasi siswa misalnya. menurut masingmasing jilid akan penulis uraikan seperti di bawah ini : 1. persaingan dan kerja sama. 1. Iqro‟ jilid 1 . dengan memberi angka atau penghargaan. karena setiap siswa memiliki keuniukan sendiri. Asas Korelasi Asas korelasi mengemukakan pentingnya hubungan antara bidang pengajaran yang satu dengan bidang pengajaran yang lain 1. Asas Kooperatif Kooperatif artinya kerja sama. Asas bekerja sendiri dimaksudkan untuk melatih rasa tanggung-jawab sisw.Asas ulangan merupakan usaha untuk memelihara kontinuitas antara bahan pengajaran yang telah diajarkan dengan bahan yang baru. 1. 1.

misalnya bacaan al hamdu. 3. 7. 1. seperti pada halaman 16 -17 6. Membaca bacaan mad ( panjang ). 1. yang dimulai dari halaman 5. Pelajaran khusus makhraj-makhraj yang sukar. Mengenal dan membaca huruf berharokat dhommah. Pengenalan bacaan tanpa alif. Mengenal bacaan izhar. sebagaimana pada halaman 16 – 18. 5. Mengenal bacaan tanwin fathah. pada halaman 17. seperti pada halaman 19. seperti pada halaman 34. Pengenalan bacaan al / alif lam syamsiyah. 3. misalkan bacaan “ulaaika” . Iqro‟ jilid 2. Membunyikan huruf tunggal berharakat fathah. 4. seperti pada halaman 3 dan 4. cara membacanya adalah ditekan dan ditahan dua harokat. seperti pada halaman 16 – 20. Mengenal bacaan qolqolah. Pengenalan lafdhul jalalah. 3. Pengenalan bacaan tasydid misalnya yukabbiru. seperti pada halaman 1 – 32. 1. sebagaimana pada halaman 24-25. seperti pada halaman 36. seperti pada halaman 13 – 30 Mengenal mad untuk kasroh. seperti pada halaman 5 Mengenal bacaan tanwin dhommah. Cara membaca huruf nun sukun bertemu dengan huruf mim/ ba. . seperti pada halaman 15 – 30 2.1. Iqro‟ jilid 4 1. Iqro‟ jilid 3 Mengenal dan membaca huruh bertanda kasroh. 8. seperti pada halaman 6 Mengenal dan membaca mad bayyinah. seperti pada halaman 10. 2. Cara membaca bila ada waqof. Pengenalan bacaan ikhfa‟ syafawi. Iqro‟ jilid 5 1. Cara membacanya adalah masuk pada mim dengan dengung. 4. seperti pada halaman 8 Mengenal berbagai bentuk huruf ha. misalnya bacaan Baina sebagaiamana pada halaman 9 5. pada halaman 16 3. Mengenal dan membaca huruf dengan mad ( panjang ). Mengenal dan membaca mad untuk dhommah. seperti pada halaman 11. 2. mim mati bertemu dengan ba‟ seperti pada halaman 21. seperti pada halaman 18 – 19. Huruf wawu di belakang alif dianggap tidak ada. 6. seperti pada halaman 14. Mengenal dan membaca huruf sambung. Pengenalan huruf-huruf hijaiyah sekedarnya saja. 1. 2. mulai dari huruf alif sampai ya‟. 3. dibaca panjang 5 harakat. 1. misalnya binnudzur. Pengenalan mad khusus. seperti pada halaman 3 Mengenal bacaan tanwin kasroh. 2. 4. 5. seperti pada halaman 13. 1.

. Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ya‟ seperti pada halaman 6. Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba seperti pada halaman 9. 5. 1. Perbedaan antara pengajaran dengan menggunakan buku Iqro‟ di TPA dengan lembaga pendidikan lainnya menurut HM. pembagian kelas dapat didasarkan pada kesamaan usia anak.9. 4. sebagaimana pada halaman 29. waqof qolqolah. Perbedaan antara pengajaran dengan dua model yaitu klasikal dan kelompok. Untuk mengefisienkan waktu dan mempercepat tujuan studi pengembangan baca Al Qur‟an. Cara membacanya adalah dengan samar-samar dan dengung. Iqro‟ jilid 6 1. untuk menentukan dia harus mulai dari jilid berapa siswa diberi kelas penjajagan terlebih dahulu. Dimana proses pelaksanaannya menggunakan dua model yaitu . 3. hal ini terdapat pada halaman 28. Pengenalan cara membaca bila waqof. seperti pada surat Al Baqoroh. Pada tiap kelas terdiri dari beberapa kelompok. Bagi siswa yang baru. Pengenalan mad khusus yang bertsydid. seperti pada halaman 13. Pengenalan bacaan muqotho‟at atau membuka pada surat. yaitu menggunakan pedoman atau buku pengembangan membaca Al Qur‟an (Iqro‟) secara intensif yakni 4 bulan diharapkan siswa mampu menamatkan Iqro‟ jilid 1 – 6. 6. An Nisa dan sebagainya. waqof pada huruf hamzah dan waqof mu‟anaqoh. klasikal dan kelompok. yaitu waqof bertasydid. setiap pertemuan berlangsung selama 60 menit ( 1 jam ). tiap kelompok terdiri dari 4 -6 siswa dengan dipandu oleh seorang guru privat. Bagi siswa. Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf fa. Proses Pengembangan membaca Al Qur’an Proses pengembangan membaca Al Qur‟an dengan menggunakanbuku Iqro‟ di TK elMuzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . 2. cara membacanya yaitu panjang 6 harokat baru dengan tasydid. Pengenalan bacaan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf wau seperti pada halaman 3. Pengenalan nun mati atau bacaan tanwin bertemu dengan huruf ra‟ seperti pada halaman 27. [7] D. 10. dengan pembagian sebagai berikut: 1) 5 pertama menit untuk pembukaan 2) 40 menit untuk pembelajaran prifat 3) 10 menit adalah materi tambahan 4) 5 menit terakhir untuk acara penutup. Untuk TK . 2. disini cara membacanya huruf nun dihilangkan. naka diadakan pembagian kelas menurut umur anak sebagai berikut : 1. Budiyanto adalah terletak pada sistem dan metode yang diterapkan dalam proses pengajaran. seperti bacaan waladdolliin.

Setelah belajar Iqro‟ . Prinsip dalam proses pengajarannya. satu ustadz maksimal menghadapi 6 siswa dengal lama waktu mengajar ( privat ) 6 – 9 menit untuk sekali tatap muka. c) Materi tambahan 10 menit Materi tambahan ini disampaikan di kelas yang dipimpin oleh wali kelas atau salah satu ustadz untuk menyampaikan materi-mateari penunjang lainnya atau mengulang kembali materi yang telah disampaikan pada klasikal pertama. maka untuk dari jilid ke jilid berikutnya hanya boleh dilakukan oleh ustadz yang bersangkutan. sedangkan bagi siswa yang kurang rajin akan lambat menyelesaikan Iqro‟nya. kompetensi. Agar standar kualitas siswa dapat dikendalikan. Adapun manfaat kartu prestasi Iqro‟ ini adalah sebagai presentasi. evaluasi. atau bisa juga diisi dengan selingan yang bersifat segar seperti bermain. memberi komentar yang jelas dan komunikatif. Sedangakan ustadz-ustadznya hanya pokok bahasannya. sedangkan untuk menaikkan Iqro‟ dari halaman ke halaman dilakukan juga oleh ustadz yang bersangkutan. komunikasi antara ustadz dengan wali siswa. agar ustadz mencatat tingkat kemampuan siswa dengan kartu prestasi Iqro‟ yang dibuat rangkap. b) Studi Privat Selama 40 menit merupakan waktu untuk belajar membaca Al Qur‟an. d) Penutup ( 5 menit ) Pada acara penutup ini dilakukan pembacaan do‟a secara bersamasama yang dipimpin oleh ustadz atau siswa yang ditunjuk untuk mewakilinya. BAB III PEMBAHASAN . maka tingkat kemampuan dan hasil yang dicapai siswa dalam satu kelas akan berbeda-beda. estafet antar ustadz dan lainnya. Bagi siswa yang cerdas dan rajin akan lebih cepat untuk menyelesaikan Iqro‟. menyimak bacaan siswa.Keterangan dari masing-masing tenggang waktu adalah sebagai berikut : a) Pembukaan ( 5 menit ) Pada acara pembukaan ini ustadz memimpin membaca do‟a pembukaan dan dan mengadakan presentasiatau menunjuk seorang siswa untuk memimpin do‟a. serta tetap dalam suasan islami. Adapun untuk menyiapkan ustadz yang fasih dan berkualitasdiadakan seleksi dalam penerimaan ustadz yang akan mengajar. Karena bersifat individual.masing masing ustadz mengajar satu persatu secara bergantian dengan prinsip CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ). Siswa yang aktif membaca ayat-ayat Iqro‟. serta menegur jika ada kesalahan.

Desa cempaka Putih termasuk desa urban yang terletak di pinggiran kota Jakarta . Keluarga Sejahtera Satu ( Perlu dibantu ) dan Keluarga Sejahtera Dua ( sudah mandiri ). Sag Siti Chaironiah . wali kelas.Sedangkan hari sabtu dan minggu libur . Atas prakarsa ibu ibu Pengajian El-Muzzammil yang dipelopori oleh ibu Hj. staf administrasi dan tenaga kebersihan .1. guru Bantu . Setelah ruang belajar selesai kemudian membangun ruang guru yang dilengkapi dengan dua meja. Waktu belajar berlangsung setiap hari dari hari senin sampai hari jumat mulai dari jam 08. Warga RT 04 RW 05 masih banyak yang berpredikat Keluarga Pra Sejahtera ( miskin).Syafiah Gani dan ibu Hj. Sag Tati . Murid murid pun setiap tahun mengalami peningkatan . penimbangan anak balita dan lansia (lanjut usia). dan Posyandu Anggrek. Sedangkan posyandu sendiri dimultifungsikan kegunaannya yaitu untuk belajar anak anak TK el-Muzzammil .00 – 10 00 WIB . kursi. meja meja kecil ( terbuat dari papan sebagi alat untuk menulis dan bisa dipakai untuk dua anak ) dan tikar sebagai alas duduknya . dua lemari gantung. satu ruang WC dan tempat wudhu. SHI Jamilah . Shofiulloh. Penduduknya bercampur antara warga Betawi asli dan pendatang . Gerakan Pengajian anak anak ini ternyata mendapat sambutan yang baik dari warga setempat .Naih Bin Liun (almarhum) yang telah mewakafkan sebidang tanah untuk membangun mushalla (yang kemudian diberi nama Mushalla Asy-Syifa) dan membangun dua ruang untuk TK eL-Muzzammil . SPdi JABATAN Kepala Sekolah Wali Kelas TK A 1 Wali Kelas TK A 2 Wali Kelas TK B 1 Wali Kelas TK B2 KET Guru tetap Guru Tetap Guru tetap Guru tetap Guru tetap . Dengan local yang sederhana ini. Fatimah Surokoh berdirilah pengajian anak anak pada tahun 1992 yang dipimpin oleh ustadz H. kami mengupayakan untuk mewujudkan ruang belajar yang dilengkapi dengan papan tulis . saat ini TK el-Muzzammil memiliki staf pelaksana sebagai berikut NO 1 2 3 4 5 NAMA H. Hal ini ditandai dengan spontanitas salah seorang warga yang bernama bapak H. Sumber Daya Manusia (SDM) TK el-Muzzammil memiliki tenaga pengajar yang terdiri dari kepala sekolah. Pdi Jejeh . Shofiyyullah . Sejarah Singkat TK el-Muzzammil Taman Kanak – kanak el-Muzzammil terletak di jalan jambu no 12 RT 04 RW 05 Kampung Utan Desa Cempaka Putih Ciputat Tangerang Banten . kemudian sarana dan prasarana sudah memadai . pada awalnya hanya memiliki siswa sebanyak 20 siswa dan sekarang TK el-Muzzammil memiliki siswa sebanyak 96 siswa. Sejak tahun 2008 berdirilah TK el-Muzzammil diperuntukkan bagi anak anak usia TK yang berada di sekitar .

SPdi Jaji UB Cici Nia Wati Embon Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Kebersihan Honor Honor Honor Honor Honor Honor  B. Efektifitas Metode Iqro’ Efektifitas disini adalah dari segi hasil atau tujuan tercapai. khususnya bacaan bahasa arab dengan member rangsangan dan dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan tenang. 1. Secara klasikal santri dikelompokkan menurut kemampuan yang berdasarkan buku pelajaran. adalah dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Setiap santri / siswa yang lebih tinggi kemampuannya dalam memahami pelajaran diharapkan membantu menyimakkan siswa yang lain. yaitu menyimakkan secara langsung seorang demi seorang.6 7 8 9 10 11 Latifah . dan guru tersebut berjumlah 6 orang dan dapat membangkitkan minat belajar siswa terhadap bacaan. Sistem dan Metode yang digunakan Sistem dalam pembelajaran atau studi pengembangan baca Al Qur‟an di TK el-Muzzammil . Dalam hal ini dibuktikan dengan cara tes lisang dengan langsung ketika pelaksanaan pengajaran dan pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. demonstrasi. Guru/ Ustadz – ustadzah Guru/ Ustadz-Ustadzah adalah yang menyampaikan materi pelajaran yaitu ketika pelaksanaan pengajaran dan pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil. 1. guru hanya menerangkan pokok-pokok pelajaran secara bersama-sama. C. dan metode tes. adalah dengan menggunakan metode wawancara. observasi. Dengan hasil tes tersebut dapat diketahui efektifitas terhadap . Dasar dan Tujuan Pembelajaran Al Qur‟an Dasar dan tujuan pembelajaran Al Qur‟an adalah merupakan pendidinan nasional (Diknas ) yang menginginkan anak didiknya dapat membaca Al Qur‟an. 1. Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur`an di TK el-Muzzammil 1. Yang bertujuan bahwa di dalam pelaksanaan studi membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK elMuzzammil adalah sebagai pemberantasan buta huruf Al Qur‟andan pengenalan awal huruf arab bagi umat islam agar dapat mebaca Al Qur‟an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidahkaidah ilmu tajwid. Dalam studi pengembangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ pada siswa TK el-Muzzammil . khususnya yang beragama islam.

Sampel tersebut sebagai berikut : Untuk Kelas TK A berjumlah 31 siswa.penggunaan metode yang diterapkan dalam tercapainya tujuan yang ditetapkan.mengenai nilai – nilai dari seluruh sampel . : Sangat Baik. Aulianan Dewi Bimo Sapto Aji Erika Puspita Enggar Miyanto Indah Sulitya Refaldi Romadhon Nasirodin Ahmad Wahyu Tri Santoso Eva Safitri Rio Vandin Pranomo Nur Cholis Nia Aprilia Ilham Pangestu Nandya Athifa Ferlin Erliana Irawan Galang Bimantoro Wahyu Tri Santoso Rini Kusuma Wati Sudaryono Riyan Sekar Wijayanti Yosi Bayu Saputro Nida Arifah Oktivia Rahmawati Ismi Lestari Risa Fatmasari Andini Putri David Putra L/P P P P L P L P L L L P L L P L P P L L L P L L P L P P P P P L JILID Al-Qur`an 6 6 2 4 1 6 Al-qur`an 5 6 4 5 6 6 5 3 6 3 Al-qur`an 6 6 4 4 6 Al-qur`an 6 6 6 6 Al-qur`an 6 NILAI A B B B B B A B B A C B B B B B B B B B B C B A B A A A A B B Keterangan : A. ukuran . Dalam tahap ini penilaian dilakukan oleh para ustadz-ustadzahnya yang mengajar. membaca dengan lancar dan benar tanpa salah. NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NAMA Hawa Dwi Nur Anandira Maya Indah Lestari Dw.

: Cukup.yang telah penulis kemukakn didepan akhirnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. ukuran nilai berupa angka 70 kebawah. C. Kesimpulan Darai pembahasan tentang studi pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ pada siswa TK el-Muzzammil . ukuran nilai berupa angka 71 – 85. Dianggap berhasil / efektif suatu metode jika hasilnya lebih dari 50 % mendapat nilai B menggunaan metode Iqro‟ dalam studi pengembangan membaca Al Quur‟an di kelas TK elMuzzammil berjumlah 31 anak. berjalan sesuai dengan rencana dan target tercapai. B. tetapi masih banyak kesalahan .nilai berupa angka 85 keatas. Ustadz-ustadzahnya berjalan efektif dengan klasifikasi kelulusan Iqro‟ : NO 1 2 3 4 5 6 7 JILID Jilid 1 Jilid 2 Jilid 3 Jilid 4 Jilid 5 Jilid 6 Al-qur`an Jumlah JUMLAH SISWA 1 1 2 4 3 15 5 31 Sehingga secara umum bahwa pelaksanaan kegiatan studi pengembangan membaca Al Qur‟an dengan menggunakan metode Iqro‟ dapat dikalkulasikan dalam prosentase sebagai berikut : 42: 31 x 100 % = 14 % BAB IV PENUTUP 1. . Pelaksanaan pengajaran baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di kelas TK el-Muzzammil . membaca dengan lancar dan benar akan tetapi ada kesalahan sebanyak satu atau dua kali . : Baik. membaca dengan baik.

Pembinaan dan Pengembangan. 1996. agar menjadi bekal hidup di dunia dan di kemudian hari. Kepala Sekolah sangat mendukung adanya inisiatif meningkatkan pengembangan mebaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. berjalan efektif. hlm 1-29 PEMBELAJARAN AL-QUR`AN DENGAN METODE IQRA (TK AL-MUZAMMIL) . bahkan diantaranya telah mampu membaca Al Qur‟an. 44-45 [3] LPTQ Propinsi DIY. hlm. Jakarta: Balai Pustaka. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam penggunaan metode Iqro‟ dalam proses belajar al-Qur`an 1. 2001. Strategi Belajar Mengajar . 1989. hal.MA. Untuk guru pendidikan agama islam juga mendorong tentang membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ agar anak-anak mengerti huruf-huruf arab. 2005. Dkk. hlm. Jakarta : Rineka Cipta. 5. hlm.2. Muhaimin. [1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta : Balai Litbang LPTQ Nasional. Pedomamn Pengelolaan Majlis Pengajian Al Qur’an dan Bimbingan Ibadah. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya: CV. Dalam waktu empat (4) bulan siswa telah mampu menguasai jilid VI dengan baik. 1998. menulis.5 [4] Budiyanto. 1997. Orang tua mendukung sekali tentang baca Al Qur‟an. 2001 . memahami Al Qur’an. Jawa Tengah : Pondok Pesantren Al Ikhlas. Pedoman dan Pengelolaan. [6] Syaiful Bahri Djamaroh dan AWAn Zaini. Iqro’ Julid I – VI. Yogyakarta : AMM Kotagede. Pengembangan metode Iqro‟ dalam studi pengemabangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil . Membaca. Saran Pihak Sekolah. Jakarta : LPTQ. Citra Media. Menuju Terbentuknya Generasi Qur’ani. 1997. 664 [2] Drs. hlm 15 [7] As‟ad Humam. hlm 4 [5] Asad Humam. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful