BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Reformasi menuntut dilakukannya amandemen atau mengubah UUD 1945 karena yang menjadi causa prima penyebab tragedi nasional mulai dari gagalnya suksesi kepemimpinan yang berlanjut kepada krisis sosial-politik, bobroknya managemen negara yang mereproduksi KKN, hancurnya nilai-nilai rasa keadilan rakyat dan tidak adanya kepastian hukum akibat telah dikooptasi kekuasaan adalah UUD Republik Indonesia 1945. Itu terjadi karena fundamen ketatanegaraan yang dibangun dalam UUD 1945 bukanlah bangunan yang demokratis yang secara jelas dan tegas diatur dalam pasal-pasal dan juga terlalu menyerahkan sepenuhnya jalannya proses pemerintahan kepada penyelenggara negara. Akibatnya dalam penerapannya kemudian bergantung pada penafsiran siapa yang berkuasalah yang lebih banyak untuk legitimasi dan kepentingan kekuasaannya. Dari dua kali kepemimpinan nasional rezim orde lama (1959 – 1966) dan orde baru (1966 – 1998) telah membuktikan hal itu, sehingga siapapun yang berkuasa dengan masih menggunakan UUD yang all size itu akan berperilaku sama dengan penguasa sebelumnya. Keberadaan UUD 1945 yang selama ini disakralkan, dan tidak boleh diubah kini telah mengalami beberapa perubahan. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakekatnya merupakan tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Atau dengan kata lain sebagai upaya memulai “kontrak sosial” baru antara warga negara dengan negara menuju apa yang dicita-citakan bersama yang dituangkan dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). Perubahan konstitusi ini menginginkan pula adanya perubahan sistem dan kondisi negara yang otoritarian menuju kearah sistem yang demokratis dengan relasi lembaga negara yang seimbang. Dengan demikian perubahan konstititusi menjadi suatu agenda yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi suatu keharusan dan amat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini. Masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pendidikan Kewarganegaraan

1

a) b) c) d) e)

Bagaimanakah proses amandemen UUD 1945? Apakah isi dari Undang-Undang Dasar 1945 itu? Bagaimanakah sistem ketatanegaraan di Indonesia? Bagaimanakah hakikat demokrasi? Bagaimana sistem pemerintahan yang demokratis itu?

C. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: a) b) c) d) e) Untuk mengetahui proses amandemen UUD 1945. Untuk mengetahui isi dari Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mengetahui sistem ketatanegaraan Indonesia. Untuk mengetahui hakikat demokrasi. Untuk mengetahui sistem pemerintahan yang demokratis.

D. MANFAAT PENULISAN Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: a) b) c) d) e) Menambah pengetahuan kita tentang proses amandemen UUD 1945. Menambah wawasan kita tentang isi dari Undang-Undang Dasar 1945. Kita menjadi tahu bagaimana sistem ketatanegaraan Indonesia. Kita tahu tentang hakikat demokrasi. Kita mengetahui mengenai sistem pemerintahan yang demokratis.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

perubahan yang dilakukan adalah “baru” secara keseluruhan. Jadi. seperti lingkungan hidup yang berubah dan hubungan dengan masyarakat Pendidikan Kewarganegaraan 3 . Amandemen konstitusi (constitutional amendment) b. Nilai-nilai lama dalam konstitusi asli yang belum pernah berubah masih tetap eksis. konstitusi yang asli tetap berlaku. Jerman. Perkembangan selanjutnya muncul istilah amandemen UUD yang artinya perubahan UUD. Dengan adanya amandemen terhadap UUD 1945 maka konstitusi kita diharapkan semakin baik dan lengkap menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan dan kehidupan kenegaraan yang demokratis. Dalam hal pembaruan konstitusi. Amandemen atas UUD 1945 dimaksudkan untuk mengubah dan memperbarui konstitusi Negara Indonesia agar sesuai dengan prinsip-prinsip Negara demokrasi. Adapun bagian yang diamandemen merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. Sistem ini dianut oleh Negara seperti Belanda. kebutuhan hidup. Jadi antara bagian perubahan dengan konstitusi aslinya masih terkait. yaitu hak parlemen untuk mengubah atau mengusulkan perubahan rancangan undangundang. Istilah perubahan konstitusi itu sendiri mencakup dua pengertian (Taufiqurohman Syahuri. yang berlaku adalah konstitusi yang baru. seperti pemikiran.BAB II PEMBAHASAN 1. perubahan yang dilakukan merupakan addendum atau sisipan dari konstitusi yang asli. Jadi. 2004). Pembaruan konstitusi (constitutional reform) Dalam hal amandemen konstitusi. Istilah amandemen sebenarnya merupakan hak. dan Prancis. Mengamandemen artinya mengubah atau mengadakan perubahan. Hal ini disebabkan perubahan kehidupan manusia. Sistem perubahan ini dianut oleh Amerika Serikat dengan istilah populernya amandemen. kemampuan diri maupun kehidupan eksternal (luar) masyarakat. yaitu a. Proses Amandemen UUD 1945 Amandemen (bahasa Inggris: amendment) artinya perubahan. konstitusi suatu Negara dalam jangka waktu tertentu harus diubah. baik perubahan internal masyarakat yang bersangkutan. Mengapa UUD 1945 perlu diamandemen atau diubah? Secara filosofis. yang tidak lagi ada kaintannya dengan konstitusi lama atau asli.

Perubahan atau amandemen terhadap UUD 1945 dilakukan pertama kali oleh MPR pada Sidang Umum MPR tahun 1999 dan mulai berlaku sejak tanggal 19 Oktober 1999. Amandemen Pertama Terjadi Pada Sidang Umum MPR Tahun 1999. Suatu konstitusi yang tetap akan ketinggalan zaman dan tidak mampu lagi berfungsi sebagai pedoman bernegara. UUD 1945 sebagai konstitusi atau hukum dasar Negara Republik Indonesia juga harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan. sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Disahkan 19 Oktober 1999. 4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Amandemen atas UUD 1945 dilakukan oleh MPR sebanyak 4 kali. Perubahan pertama atas Pendidikan Kewarganegaraan 4 . MPR dalam sidang umum tahun 1999 mengeluarkan putusan mengenai UUD 1945 dengan perubahan yang kemudian dikenal dengan Perubahan Pertama. Tentang perubahan undang-undang dasar dinyatakan pada Pasal 37 UUD 1945 sebagai berikut: 1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh sekurangkurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Konstitusi sebagai landasan kehidupan bernegara harus senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. 2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Dengan demikian UUD 1945 telah mengalami 4 kali perubahan yaitu sebagai berikut: a. 3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar.lain. 5) Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. Untuk itu perlu dilakukan perubahan terhadap UUD 1945 yang sejak merdeka sampai masa pemerintahan Presiden Soeharto belum pernah dilakukan perubahan.

(3). (3). Pada perubahan ketiga. pasal 13 ayat (2). (2). Bab VIIB. Jadi pada perubahan pertama yang diamandemen sebanyak 9 pasal. Bab XA. (3). b. pasal 28B. Amandemen Ketiga Terjadi Pada Sidang Tahunan MPR. pasal 15. Pada perubahan kedua MPR RI mengubah dan/atau menambah pasal 18. pasal 8 ayat (1) dan (2). MPR dalam sidang tahunan tahun 2001 mengeluarkan putusan mengenai UUD 1945 dengan perubahan yang kemudian dikenal dengan Perubahan Ketiga. pasal 3 ayat (1). pasal 7C. (6). pasal 22D ayat (1). (4). (5). pasal 22E ayat (1). pasal 30. pasal 28C. pasal 7A. pasal 14. dan (4). (2). Perubahan ketiga atas UUD 1945 tersebut diambil dalam suatu putusan majelis dan ditetapkan berlaku pada tanggal 9 november 2001. dan pasal 21 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jadi. pasal 28E. Pendidikan Kewarganegaraan 5 . Pasal 9. pasal 36A. (5). Bab IXA. dan pasal 36C. pasal 11 ayat (2) dan (3). Bab XV. (3). (2). dan (2). pasal 36B. pasal 25E. pasal 27 ayat (3). (2). (4). c. pasal 22A. pasal 28D. Bab X. pasal 17 ayat (2) dan (3). pasal 28J. pasal 18B. Bab VIIA. dan (4). (3).UUD 1945 tersebut diambil dalam suatu putusan majelis pada tanggal 19 oktober 1999. Perubahan kedua atas UUD 1945 tersebut diambil dalam suatu putusan majelis dan ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 2000. pasal 28I. MPR dalam sidang tahunan tahun 2000 mengeluarkan putusan mengenai UUD 1945 dengan perubahan yang kemudian dikenal dengan Perubahan Kedua. (2). dan (7). pasal 28A. dan (3). pasal 18A. pasal 28H. pasal 6A ayat (1). Disahkan 18 Agustus 2000. pasal 22B. pasal 28G. dan (5). pasal 7. Amandemen Kedua Terjadi Pada Sidang Tahunan MPR. Pada perubahan pertama ini MPR RI mengubah Pasal 5 ayat (1). pasal 6 ayat (1). pasal 22C ayat (1). (3). pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). Disahkan 10 November 2001. pasal 20 ayat (5). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. pasal 28F. dan (4). pasal 19. ayat (1). pada perubahan kedua yang diamandemen sebanyak 25 pasal. pasal 7B. MPR RI mengubah dan/atau menambah pasal 1 ayat (2). Perubahan UUD 1945 tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkannya putusan yaitu 19 oktober 1999. pasal 20A. pasal 17 ayat (4). Bab XII. pasal 20.

Perubahan keempat atas UUD 1945 tersebut diambil dalam suatu putusan majelis pada tanggal 10 Agustus 2002. pasal 11 ayat (1). (2). dan (3). Bab XIV. pasal 23B. Naskah Perubahan Ketiga UUD 1945 Pendidikan Kewarganegaraan 6 . Sistem perubahan ini meniru model amandemen di Amerika Serikat. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pasal 16. Aturan Tambahan pasal I dan II. Pada perubahan keempat MPR RI mengubah dan/atau menambah pasal 2 ayat (1). (2). (2). Jadi. (4). (4). dan (4). pasal 24A ayat (1). dan (4). Sistem perubahan UUD 1945 adalah dengan addendum yaitu menyisipkan bagian perubahan ke dalam naskah UUD 1945. pasal 23A. pasal 8 ayat (3). (2). Amandemen atas UUD 1945 tersebut tidak mengakibatkan konstitusi yang asli atau UUD 1945 yang asli tidak berlaku lagi. (2). pasal 24C. dan III. Amandemen Keempat Terjadi Pada Sidang Tahunan MPR. pasal 6A ayat (4). Bab XIII. (3). (4). Naskah perubahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (2). dan (5). pasal 24 ayat (1). pasal 23 ayat (1). (2). Naskah Asli UUD 1945 2. (3). Disahkan 10 Agustus 2002 MPR dalam sidang tahunan tahun 2002 kembali mengeluarkan putusan mengenai UUD 1945 dengan perubahan yang kemudian dikenal dengan perubahan perubahan keempat. pasal 23D. Naskah Perubahan Kedua UUD 1945 4. d. hanya beberapa ketentuan yang sudah diganti dianggap tidak berlaku lagi. pasal 34 ayat (1). pasal 23G ayat (1). naskah UUD 1945 kita terdiri atas: 1. Dengan cara amandemen ini. pasal 24 ayat (3). dan (5). (3). Yang berlaku adalah ketentuan-ketentuan yang baru. dan (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pada perubahan keempat ini yang diamandemen sebanyak 13 pasal serta 3 pasal Aturan Peralihan dan 2 pasal Aturan Tambahan. (4). UUD 1945 yang asli masih tetap berlaku. (3). pasal 24B ayat (1). dan (2). pasal 33 ayat (4) dan (5). pasal 32 ayat (1) dan (2). (3). dan (5). pasal 31 ayat (1). Naskah Perubahan Pertama UUD 1945 3. Aturan Peralihan Pasal I. (3). dan (2).dan (6). Dengan demikian. pasal 37 ayat (1). (5). II. ayat (1).

Naskah UUD 1945 dengan perubahan pertama. Alinea pertama berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. ketiga. ia juga berisi cita-cita dan keinginan bangsa Indonesia dalam bernegara yaitu mencapai masyarakat yang merde. pasal 28B. Konstitusi Malaysia. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Pembukaan UUD 1945 berisi 4 alinea sebagai pernyataan luhur bangsa Indonesia. Contoh konstitusi Negara yang memiliki bagian pembukaan adalah konstitusi Jepang. Tiap-tiap alinea pembukaan UUD 1945 memiliki makna dan cita-cita tersendiri sebagai satu kesatuan. Jumlah keseluruhan pasal yang diubah dari perubahan pertama sampai keempat ada 73 pasal. bersatu. dan makmur. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Naskah Perubahan Keempat UUD 1945. Singapura. India. Bagian pembukaan pada umumnya berisi pernyataan luhur dan cita-cita dari bangsa yang bersangkutan. yaitu bagian pembukaan dan bagian pasal-pasal. Isi Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 UUD 1945 sekarang ini hanya terdiri atas dua bagian. kedua. Perubahan dilakukan dengan cara menambahkan huruf (A.5. B. kemudian pasal 28A. Namun jumlah nomor pasal tetap yaitu 37 tidak termasuk Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan. Hal ini didasarkan atas pasal II Aturan Tambahan Naskah UUD 1945 Perubahan Keempat yang menyatakan “Dengan ditetapkannya perubahan Undang-Undang Dasar ini. Hal ini berbeda dengan jenis putusan majelis lainnya. Selain berisi pernyataan kemerdekaan. Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian yang penting dalam konstitusi Negara Indonesia. berdaulat. Putusan MPR tersebut tidak menggunakan nomor putusan majelis. dan Amerika Serikat. dan keempat tersebut tertuang dalam Putusan MPR tentang UUD 1945 dan perubahannya. C dan seterusnya) setelah nomor pasal (angkanya). Alinea pertama berisi pernyataan Pendidikan Kewarganegaraan 7 . adil. yaitu ketetapan majelis dan keputusan majelis yang menggunakan nomor putusan majelis. Namun tidak semua konstitusi Negara memiliki bagian pembukaan ini. dan Australia tidak memiliki bagian pembukaan. Misalnya pasal 28. Dengan amandemen tersebut maka konstitusi Negara Indonesia UUD 1945 menjadi lebih lengkap dan bertambah jumlah pasal-pasalnya. 2. dan seterusnya. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan Pasal-pasal”.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap. sistem pemerintahan negara. dan makmur”. perdamaian abadi dan keadilan sosial. konstitusi negara. Alinea keempat sebagai berikut. berdaulat. Alinea ketiga berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Akan tetapi. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran. Alinea keempat berisikan langkah-langkah sebagai kelanjutan dalam bernegara.objektif adanya penjajahan terhadap indonesia. Pokok-pokok pikiran itu adalah : Pendidikan Kewarganegaraan 8 . adil. kemerdekaan bukanlah tujuan akhir perjuangan. Pokok-pokok pikiran ini merupakan pancaran dari Pancasila. Alinea ini mengandung makna adanya motivasi spiritual bangsa Indonesia. Alinea ini berisi pernyataan bahwa perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia selama ini telah mampu menghasilkan kemerdekaan. yang merdeka. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruuh tumpah dara Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Alinea kedua berbunyi “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Kemerdekaan adalah jembatan menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. mencerdaskan kehidupan bangsa. bersatu. Selanjutnya mengandung pernyataan subjektif bangsa Indonesia bahwa penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. bentuk negara. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. dan dasar negara. Kemerdekaan Indonesia diyakini bukan hanya hasil perjuangan dan keinginan luhur bangsa tetapi juga atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa.

4) Bab V tentang Kementerian Negara (Pasal 17) 5) Bab VI tentang Pemerintahan Daerah (pasal 18-18B) 6) Bab VII tentang dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 19 sampai 22 B) 7) Bab VII A tentang dewan Perwakilan Daerah (pasal 22C sampai 22D) 8) Bab VIIB tentang Pemilihan Umum (Pasal 22E) 9) Bab VIII tentang Hak Keuangan (Pasal 23 sampai 23D) 10) Bab VIIIA tentang Badang Pemeriksaan Keuangan (Pasal 23E sampai 23G) 11) Bab IX tentang Kekuasan Kehakiman (Pasal 24 sampai 25) 12) Bab IXA tentang Wilayah Negara (Pasal 25A) 13) Bab X tentang Warga negara dan Penduduk (Pasal 26 sampai 28) 14) Bab XA tentang Hak Asasi Manusia dan Kewajiban dasar Manusia (Pasal 28A sampai 28J) Pendidikan Kewarganegaraan 9 . b) Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Secara garis besar isi dari bagian pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut : 1) Bab I tentang Bentuk dan Kedaulatan (Pasal 1). Dalam pokok pikiran ini diterima paham negara persatuan.a) Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasarkan atas persatuan. Adapun bagian pasal-pasal dari UUD 1945 berisi pokok-pokok dari isi konstitusi. Setelah dilakukan amandemen sebanyak 4 kali maka jumlah pasal menjadi 73 pasal ditmbah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. 2) Bab II tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (Pasal 2 sampai pasal 4). berdasarkan atas asas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. 3) Bab III tentang Kekuasaan Kekuasaan Pemerintahan Negara (Pasal 4 sampai 16 (Bab IV tentang DPA dihapus)). d) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap. c) Negara berkedaulatan rakyat.

Sistem politik adalah demokrasi atau kedaulatan rakyat 1. Sistem pemerintahan adalah presidensiil. terdapat dua susunan negara. Negara federal adalah negara yang bersusun jamak. Secara teori. Bentuk Negara Kesatuan UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk susunan negara Indonesia adalah kesatuan bukan serikat atau federal. yaitu negara serikat/federal dan negara bagian. SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA Sistem Ketatanegaraan Indonesia menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut : a. d. Kekuasan dalam negara federal ada dua yaitu kekuasaan pemerintahan federal dan kekuasaan pemerintah negara bagian. Di dalam negara kesatuan. Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan (Pasal 35 sampai 36C) 20) Bab XVI tentang Perubahan Undang-Undang Dasar (Pasal 37 ) 3. Bentuk pemerintahan adalah republik c. Negara kesatuan adalah negara yang bersusunan tunggal. Terdapat dua pemerintahan. kekuasaan mengatur seluruh daerahnya ada ditangan Pendidikan Kewarganegaraan 10 . artinya negara yang didalamnya masih terdapat negara yang disebut negara bagian. Keduannya sederajat satu sama lain.15) Bab XI tentang Agama (Pasal 29) 16) Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan Negara (Pasal 30) 17) XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan (Pasal 31 sampai 32) 18) Bab XIV tentang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial (Pasal 33 sampai 34) 19) Bab XV tentang Bendera. Bentuk negara adalah kesatuan b. ada dua klasifikasi bentuk negara yaitu bentuk negara serikat atau federal dan bentuk negara kesatuan. Dasar penetapan ini tertuang dalam Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan “Negara Indonesian adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. Jadi . Suatu bentuk negara yang terdiri atas negara-negara bagian atau negara yang didalamnya tidak terdiri atas negara-negara bagian atau negara yang didalamnya tidak terdapat daerah yang bersifat negara. yaitu pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. Bahasa.

daerah kabupaten. Kata “sentralisasi” berasal dari kata Centrum yang artinya pusat atau memusat. satu kepala pemerintahan. dan satu perlemen (badan pemerintahan rakyat). yaitu pada pemerintah pusat. dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. dalam Negara Kesatuan dengan asas desentralisasi. kekuasaan untukmengatur segala urusan pemerintahan negara tersebut dapat dijalankan melalui dua cara yaitu dengan asas sentralisasi dan asas desentralisasi. Dalam praktiknya. dan kota itu mempunyai pemerintah daerah yang diatur dengan undang-undang. Pendidikan Kewarganegaraan 11 . Decentrum artinya melepas atau menjauh dari pusat. Hal ini didasarkan pada pasal 18 UUD 1945. dalam arti memiliki kekuasaan dan wewenang sendiri untuk mengelola penyelenggaraan pemerintahan di daerah itu. 2) Pemerintahan daerah provinsi. yang tiap-tiap provinsi. de artinya lepas atau melepas. Kekuasaan itu nantinya di daerah.pemerintah pusat. kabupaten. Kata “Desentralisasi” dari kata De dan Centrum. Pemerintah pusatlah yang mengatur dan mengurus segala urusan pemerintahan di seluruh wilayah negar itu. Dengan demikian. Pemerintah pusat inilah yang pada tingkat terakhir dan tingkat tertinggi dapat memutuskan segala sesuatu yang terjadi didalam negara. satu Undang Undang Dasar Negara yang berlaku untuk seluruh warga negaranya. 3) Pemerintahan daerah provinsi. Negara Indonesia sebagai negara kesatuan menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan kekuasaannya. daerah kabupaten. Negara kesatuan dengan asas sentralisasi artinya kekuasaan pemerintahan itu dipusatkan. Ketentuan dalam Pasal 18 UUD 1945 Perubahan Kedua berbunyi sebagai berikut : 1) Negara Kesatuan repiblik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. Daerah tersebut menjadi otonom. terdapat kekuasaan yang melepas dan menjauh dari kekuasaan yang ada di pusat. Pemerintah dalam negara kesatuan memiliki kekuasaan untuk mengatur seluruh urusan pemerintahan dalam negeri tersebut. Negara kesatuan dengan asas desentralisasi menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah-daerah yang ada di wilayah negara tersebut. Maka didalam negara kesatuan hanya terdapat seorang kepala negara. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

indonesia belum pernah berubah menjadi negara kerajaan atau monarki. Adapun untuk bentuk pemerintahan. Indonesia menganut sistem pemerintahan prsidensiil. Yaitu republik dan monarki atau kerajaan. Sistem Pemerintahan Presidensil Berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945. sedang “republik” adalah bentuk pemerintahan. 6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk menjalankan otonomi dan tugas pembantuan. Klasifikasi ini mengikuti ajaran Nicollo Machiavelli (1469-1527). Secara teoritis ada dua klasifikasi bentuk pemerintahan di era modern. 7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undangundang. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentuka sebagai urisan Pemerintah Pusat. sistem pemerintahan dibagi dalam dua Pendidikan Kewarganegaraan 12 . Pembedaan ini didasarkan pada segi cara penunjukan atau pengangkatan kepala negara melalui pewarisan secara turun temurun. Bentuk Pemerintahan Republik UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik bukan monarki atau kerajaan. Sekarang ini bangsa indonesia telah sepakat bahwa perihal bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik tidak akan ada perubahan.” 3. yaitu dari negara kesatuan menjadi negara serikat. 5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. dasar penetapan ini dituangkan dalam Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik ”. Bupati dan Walikota masing-masing sebagai kepa pemerintah daerak provinsi. Secara teoretis. Bentuk negara Indonesuia pernah mengalami perubahan. Hal ini ditunjukkan pada pasal 37 ayat (5) naskah UUD 1945 Perubahan Keempat yang menyatakan “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. kabupaten dan kota dipilih secara demokratis.4) Gubernur. 2. Hal ini terjadi antara Desember 1949 sampai dengan Agustus 1950. Berdasarkan pasal tersebut dapat diketahui bahwa “kesatuan” adalah bentuk negara.

Pendidikan Kewarganegaraan 13 . Dengan demikian. presiden atau raja atas saran perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Adapun ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1) Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. 2) Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemilihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Selanjutnya. kepala negara dapat membubarkan parlemen. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. 4) Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksanakan kekuasaan eksekutif. 6) Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. 3) Pemerintah atau kabinet terdiri atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensiil apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Dalam sistem ini. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentuk parlemen baru. yaitu sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensiil. Kepala negara adalah presiden dalam bentuk pemerintahan republik atau raja/sultan dalam bentuk pemerintahan monarki. Klasifikasi sistem pemerintahan parlementer dan presidensiil didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif.klasifikasi besar. Ia hanya berperan sebagai simbol kedaulatan dan keutuhan negara. Hal ini berarti bahwa sewaktuwaktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. 5) Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan.

Berdasarkan uraian di atas. Hal ini karena presiden tidak dipilih oleh parlemen. Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 5 ayat 1) 3. 3) Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen. (Pasal 4 ayat 1) 2. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau oleh suatu dewan atau majelis. maka sistem pemerintahan berkaitan dengan keberadaan lebaga eksekutif dan legislatif serta hubungan antara keduanya. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen/legislatif. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang dasar.Dalam sistem pemerintahan presidensiil. Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat (Pasal 6A ayat 1) 5. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 7C) Pendidikan Kewarganegaraan 14 . Gambaran akan sistem pemerintahan di Indonesia dinyatakan dalam pasal-pasal sebagai berikut : 1. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya (Pasal 5 ayat 2) 4. 2) Kabinet (dewan. 5) Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Adapun ciri-ciri sistem pemerintahan presidensiil adalah sebagai berikut 1) Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. 4) Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. menteri) dibentuk oleh presiden. 6) Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

Presiden Indonesia lima tahun. dan fungsi pengawasan. (Pasal 17 ayat (1) dan (2)) 13. Secara teoritis. (pasal 13) 10. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang. 2) Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Presiden memberi grasi. Kelebihan dari sistem pemerintahan presidensiil adalah sebagai berikut : 1) Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Misalnya.6. Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi. Dewan perwakilan rakyat memgang kekuasaan membentuk Undang-undang. amnesti. dan abolisi. Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum. fungsi anggaran. tanda jasa. (Pasal 15) 12. (Pasal 20A ayat (1)) 15. Pendidikan Kewarganegaraan 15 . Presiden memberi gelar. (Pasal 20A ayat (1)) Dan ketentuan pasal-pasal UUD 1945 serta dihubungkan dengan ciri-ciri sistem pemerintahan yang ada maka sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil. (Pasal 19 ayat (1)) 14. Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat. Angkatan Laut dan Angkatan Udara (Pasal 10) 7. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. masa jabatan presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 12) 9. (Pasal 14) 11. rehabilitasi. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain (Pasal 11 ayat 1) 8. dan lain-lain tanda kehormatan. Hal ini karena ciri-ciri dari sistem presidensiil tampak dalam ketentuan pasal-pasal UUD 1945. Presiden mengangkat duta dan konsul. Presiden menyatakan keadaan bahaya. sistem pemerintahan presidensiil memiliki kelebihan dan kelemahan. 3) Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatan.

Mengenai hal diatas . 1) Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atau usul DPR. atau MK. Jadi. perlu pertimbangan dan/atau persetujuan lembaga lain seperti DPR. Demikian pula lembaga-lembaga negara lainnya seperti Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi diperkuat keduanya. pemberian amnesti. Panglima TNI. berikut beberapa contoh dalam ketentuan UUD 1945. 2) Sistem pertanggung jawabannya kurang jelas. dan kepala kepolisian.4) Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri Kelemahan sistem pemerintahan presidensil adalah sebagai berikut: 1) Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. pemberian gelar. Gubernur Bank Indonesia. MA. Contohnya. 3) Pembuatan keputusan/kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Dengan adanya mekanisme tersebut maka antar lembaga negara akan terjadi saling mengendalikan ndan mengimbangi sehingga kekuasaan suatu lembaga negara tidak Pendidikan Kewarganegaraan 16 . Contohnya. Untuk meminimalkan kelemahan itu atau mencegah kekuasaan presiden agar tidak cenderung mutlak maka diadakan pengawasan atas kekuasaan presiden serta penguatan lembaga DPR sehingga bisa mengimbangi kekuasaan presiden. 2) Presiden dalam mengangkat pejabat negara peerlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. dan abolisi. 3) Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu. 4) Parlemen diberi kekuasaan lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) 5) Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi memiliki hak judicial review. pembuatan perjanjian internasional. Kelemahan utama dari sistem pemerintahan presidensil adalah kecenderungan kekuasaan eksekutif atau presiden yang mutlak. DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. dalam pengangkatan duta negara asing. tanda kehormatan. tanda jasa.

kediktatoran. Sistem politik nondemokrasi atau otoriter ini mencakup: monarki absolut. Disamping itu. Sistem politik disebut otoriter apabila kewenangan pemerintah terhadap kehidupan warganya amat luas. Mekanisme tersebut dikenal dengan istilah checks and balances (perimbangan dan pengendalian).berada diatas kekuasaan lembaga lain. rezim komunis. Pemerintah turut campur dalam mengendalikan segenap kahidupan berbangsa dan bernegara. sistem politik demokrasi bilamana negara menganut prinsipprinsip demokrasi dalam penyelenggaraan bernegara. 4. Kewenangan pemerintah terhadap aspek-aspek kehidupan warganya. Sistem politik dikatakan otoriter Pendidikan Kewarganegaraan 17 . Samuel Huntington dalam buku Gelombang Demokrasi Ketiga (2001) membuat pembedaan antara sistem politik demokrasi dan sistem politik nondemokrasi. Pemerintah negara tidak turut campur atas semua aspek kehidupan warganya . 2. Secara teoritis. Hakikat demokrasi itu sendiri adalah kekuasaan dalam negara berada di tangan rakyat. Lebih jauh dari itu. Tanggung jawab pemerintah terhadap warga negara. pemerintah atau penguasa merasa tidak perlu memberikan petanggung jawaban kepada rakyat dari negara itu. rezim otoritarian. Selain itu tidak terdapatnya pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyatnya atas segala hal yang telah dijalankan. rezim militer. Adapun sistem politik disebut demokrasi apabila kewenangan pemerintah terhadap kehidupan warga negara amat terbatas. Hal ini secara jelas dinyatakan dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. warga negara dapat mengatur sendiri kehidupannya. mencukup hampir semua aspek kehidupan warga. Sistem Politik Demokrasi Sistem politik yang dianut Negara Indonesia adalah sistem politi demokrasi. klasifikasi sistem politik di era modern ini terbagi dua yaitu sistem politik demokrasi dan sistem politik otoritarian. Pembagian atas sistem politik demokrasi dan sistem politik otoriter ini didasarkan atas: 1. Dalam sistem politik otoriter atau totaliter. dan fasis. adanya pertanggung jawaban pemerintah kepada rakyatnya atas apa yang dijalankan.

yaitu : a. Tidak ada negara yang ingin dikatakan sebagai negara yang tidak demokratis atau negara otoriter. Awal abad ini pun kita akan terus menyaksikan gelombang aneksasi paham demokrasi mewabah ke seluruh negara berbarengan dengan isu – isu global lainnya seperti hak asasi manusia. hampir semua negara mengaku bahwa sistem pemerintahannya adalah demokrasi. keadilan. Keyakinan bahwa kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintah menjadi basis bagi tegak kokohnya sistem politik demokrasi. yaitu sistem politik demokrasi yang didasarkan atas nilainilai pancasila secara rinci mengenai sistem politik demokrasi tersaji dalam bab tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI Sejak digulirkannya reformasi tahun 1998. atau b. Oleh karena itu sistem politik demokrasi di Indonesia adalah sistem politik demokrasi. wacana dan gerakan demokrasi terjadi secara masif dan luas di Indonesia. demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh para pendukungnya yang berpengaruh” (UNESCO 1949). Hasil penelitian di Indonesia menyatakan “mungkin untuk pertama kali dalam sejarah. HAKIKAT DEMOKRASI Kata demokrasi dapat ditinjau dari dua pengertian. Hampir semua Negara di dunia meyakini demokrasi sebagai “ tolak ukur tak terbantah dari keabsahan politik”. masalah gender dan persoalan lingkungan hidup. Pada saat ini. Pengertian secara istilah atau terminologis Pendidikan Kewarganegaraan 18 . Pengertian secara bahasa atau etimologis. Hal itu menunjukkan bahwa rakyat diletakkan pada posisi penting walaupun secara operasional implikasinya di berbagai negara tidak selalu sama.atau totaliter bilamana negara menganut prinsip-prinsip otoritarian dalam penyelenggaraan bernegara. Secara normatif sistem politik demokrasi yang dianut di Indonesia didasarkan atas nilai-nilai bangsa yaitu pancasila.

Meskipun ada keterlibatan seluruh warga. misalnya para anak. maka keadaan seperti diatas dalam demokrasi secara langsung yang diterapkan seperti di atas mulai sulit dilaksanakan.1. Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno yang dipraktikkan dalam hidup bernegara antara abad ke-4 SM sampai abad ke-6 SM. Hal ini dapat dilakukan karena Yunani pada waktu itu berupa negara kota (polis) yang penduduknya terbatas pada sebuah kota dan dae yang penduduknya terbatas pada sebuah kota dan daerah sekitarnya yang berpenduduk sekitar 300. Pendidikan Kewarganegaraan 19 . Badan inilah yang menjalankan demokrasi. wanita dan para budak tidak berhak berpartisipasi dalam pemerintahan. Tidak ada tempat yang menampung seluruh warga yang jumlahnya cukup banyak b. Dengan adanya perkembangan zaman dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah. Masalah yang dihadapi negara semakin kompleks dan rumit sehingga membutuhkan orang – orang yang secara khusus berorang – orang yang secara khusus berkecimpung dalam penyelesaian masalah tersebut Maka untuk menghindari kesulitan seperti di atas dan agar rakyat tetap memegang kedaulatan tertinggi. Pengertian Etimologis Demokrasi Dari sudut bahasa (etimologi) demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan cratos atau cratein yang berarti pemerintahan atau kekuasaan. dengan alasan sebagai berikut : a. namun masih ada pembatasan. artinya hak rakyat untuk membuat keputusan – keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara.000 orang. Namun pada prinsipnya rakyat tetap merupakan pemegang kekuasaan tertinggi sehingga mulailah dikenal “demokrasi tidak langsung” atau “demokrasi perwakilan”. demos-cratein atau demos-cratos berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Hasil persetujuan secara bulat mufakat sulit tercapai. dibentuklah badan perwakilan rakyat. secara bahasa. Untuk melaksanakan musyawarah dengan baik dengan jumlah yang banyak sulit dilakukan c. Jadi. Demokrasi yang dipraktikkan pada waktu itu adalah demokrasi langsung (direct democracy). karena sulitnya memungut suara dari peserta yang hadir d.

2. penerapan demokrasi tidak langsung dilakukan karena berbagai alasan. antara lain lain : a) Penduduk yang selalu bertambah sehingga pelaksanaan musyawarah pada suatu tempat tidak dimungkinkan b) Masalah yang dihadapi semakin kompleks karena kebutuhan dan tantangan hidup semakin banyak c) Setiap warga negara mempunyai kesibukan sendiri – sendiri di dalam mengurus kehidupannya sehingga masalah pemerintahan cukup diserahkan pada orang yang berminat dan memiliki keahlian di bidang pemerintahan Negara. banyak sekali definisi demokrasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli politik. yaitu : 1) Demokrasi langsung Demokrasi langsung adalah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum dan undang – undang 2) Demokrasi tidak langsung Demokrasi tidak langsung adalah paham demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan. Pengertian Terminologis Demokrasi Dari sudut pandang terminologi. Berikut ini beberapa definisi tentang demokrasi : a. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan biasanya dilaksanakan melalui pemilihan umum. Masing-masing memberkan definisi dari sudut pandang yang berbeda.Demokrasi atas dasar penyaluran kehendak rakyat ada dua macam. Menurut Harris Soche Pendidikan Kewarganegaraan 20 . Untuk negara – negara modern.

Ada satu pengertian mengenai demokrasi yang dianggap paling populer di antara pengertian yang ada. Pengertian tersebut dikemukakan pada tahun 1863 oleh Abraham Lincoln yang mengatakan demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Strong Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu. karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat. e. oleh rakyat. b. Menurut Samuel Huntington. jujur dan berkala dan didalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara. diri orang banyak dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur. sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil. dan untuk rakyat. Menurut International Commission for Jurist Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusankeputusan politik diselenggarakan oleh warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan yang bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas.F. Menurut C. Menurut Hennry B. Mayo Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil – wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan – pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik. Pemerintahan dari rakyat berarti pemerintahan itu mendapat mandat dari rakyat untuk menyelenggarakan pemerintahan. c. mempertahankan. dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah. Apabila pemerintah telah mendapat mandat dari rakyat Pendidikan Kewarganegaraan 21 . d. Rakyat adalah pemegang kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi.Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat.

sebab apabila semua rakyat menjalankan pemerintahan hal itu tidak mungkin bisa dilakukan. yaitu a. tetapi orang-orang itu pada hakikatnya yang telah dipilih dan mendapat mandat dari rakyat. maka pemerintahan itu bukan pemerintahan yang demokratis. kedaulatan rakyat (people’s sovereignty) Pendidikan Kewarganegaraan 22 . Inilah yang disebut dengan demokrasi tidak langsung. berarti telah mendapat mandat secara sah dari rakyat. pemerintah tersebut sah. Wakil rakyat inilah yang memilih dan menentukan pemerintah negara sekaligus yang akan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu dalam negara demokrasi. pemerintah harus bertanggung jawab kepada rakyat dan diawasi oleh rakyat. Pemerintah untuk rakyat berarti pemerintahan itu menghasilkan dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. pemerintahan oleh rakyat itu dijalankan oleh sekelompok orang yang disebut wakil rakyat. Rakyat secara tidak langsung melalui wakil-wakilnya membentuk pemerintahan dan mengawasi jalannya pemerintahan. Rakyat adalah pemegang tertinggi atau kedaulatan di Negara tersebut. Pemerintah oleh rakyat adalah pemerintahan negara itu dijalankan oleh rakyat. Apabila kebijakan yang dihasilkan hanya untuk sekelompok orang dan tidak berdasarkan kepentingan rakyat. Secara substansi. Selain itu. Pemerintahan demokrasi dapat dinyatakan pula sebagai sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat. Dalam demokrasi. gubernur. prinsip utama dalam demokrasi ada dua. pemerintah oleh rakyat berarti pemerintahan negara itu diawasi oleh rakyat. Seorang pemimpin seperti presiden. Agar kebijakan itu aspiratif dan untuk kepentingan rakyat. pemerintah harus berusaha sebaik mungkin agar kebijakan yang dikeluarkan adalah berasal dari aspirasi rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Pemerintahan yang dijalankan adalah pemerintahan demokrasi sebab berasal dari mandat rakyat. kebebasan atau persamaan (freedom / equity) b. Pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi disebut pemerintahan demokrasi. Dalam negara demokrasi. kepala desa. bupati. pemimpin politik yang telah dipilih oleh rakyat.untuk memimpin penyelenggaraan bernegara. Meskipun dalam praktik yang menjalankan penyelenggaraan bernegara itu pemerintah. kekuasaan pemerintahan di negara itu berada di tangan rakyat.

Mekanisme semacam ini akan mencapai dua hal. Demokrasi adalah sistem politik yang melindungi kebebasan warganya sekaligus memberi tugas pemerintah untuk menjamin kebebasan tersebut. setiap orang dianggap sama. Demokrasi berasumsi bahwa semua orang sama derajat dan hak-haknya sehingga harus diperlakukan sama pula dalam pemerintahan. tanpa dibeda-bedakan dan memperoleh akses dan kesempatan sama untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensinya. pertama. Kebebasan dianggap sebagai sarana mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari penguasa. yang lebih buruk kebijakan itu korup dan hanya melayani kepentingan penguasa. Dengan prinsip persamaan. Dengan konsep kedaulatan rakyat. Demokrasi pada dasarnya merupakan pelembagaan dari kebebasan. Persamaan merupakan sarana penting untuk kemajuan setiap orang. Perwujudan lain konsep kedaulatan adalah pengawasan oleh rakyat. bagian tak terpisahkan dari ide kebebasan adalah pembatasan kekuasaan penguasa politik. Jadi. kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan kekuasaan dan kedua. pertama.Kebebasan dan persamaan adalah fondasi demokrasi. pada hakikatnya kebijakan yang dibuat adalah kehendak rakyat dan untuk kepentingan rakyat. jika mereka menafikan kontrol/kendali rakyat maka ada dua kemungkinan buruk. Betapa pun niat baik penguasa. Pendidikan Kewarganegaraan 23 . Pengawasan dilakukan karena demokrasi tidak mempercayai kebaikan hati penguasa. terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. kebijakan mereka tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat dan kedua.

M.PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN “Negara.E. Disusun Oleh : Kelompok 8  Haris Maulana  Febriananda Wisang  Debby Ananda Putri (125020300111031) (125020300111049) (125020300111074) PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Pendidikan Kewarganegaraan 24 . Konstitusi dan Demokrasi” Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Dosen Pengampu : Drs. Djamhuri Hasjim.

2013 Pendidikan Kewarganegaraan 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful