BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pandangan bahwa perempuan yang menderita penyakit ginjal sebaiknya menghindari kehamilan, telah ada sejak abad lalu. Luaran bayi dipercaya akan kurang baik dan pasien yang menderita penyakit ginjal disarankan melakukan terminasi kehamilan. Sejak tahun 1975 rasa pesimis itu berubah menjadi rasa optimis sehubungan dengan banyaknya publikasi studi kasus mengenai kehamilan dengan penyakit ginjal yang dikonfirmasi dengan biopsi ginjal, sehingga kebanyakan perempuan dengan gangguan ginjal dapat melewati kehamilan tanpa kelainan yang berarti. Selain itu, data-data mengenai perempuan hamil dengan transplantasi ginjal sejak tahun 2000 telah memberikan hasil yang menggembirakan. Kesemuanya ini memberikan pandangan bahwa sebagian besar perempuan yang mempunyai gangguan fungsi ginjal minimal dapat hamil dengan kemungkinan kehamilannya berhasil mencapai 90%. (Prawirohardjo. 2009: 830) Di Amerika Serikat rasio kelahiran hidup dari perempuan dengan riwayat penyakit ginjal adalah 6,6 per 1.000 dari semua ras dan usia. Pada perempuan kulit putih rasio kelahiran adalah 3,0 per 1.000 kelahiran hidup dibandingkan 2,2 per 1.000 kelahiran hidup pasa kulit hitam. (Prawirohardjo. 2009: 830) Pada kehamilan normal terdapat perubahan bermakna baik pada struktur maupun fungsi dari saluran kemih, diantaranya dilatasi saluran kemih, yaitu pada kaliks, pelviks ginjal, dan ureter. Keadaan ini terjadi sebelum usia kehamilan 14 minggu karena pengaruh hormon yang melemaskan lapisan-lapisan otot saluran kemih. Pada fungsi ginjal juga terjadi peningkatan segera setelah konsepsi. Aliran plasma ginjal dan filtrasi glomerulus efektif masing-masing meningkat rata-rata 40% dan 65%. (Fadlun, 2012:14) Secara empiris, kehamilan dengan kelainan ginjal kronis merupakan kehamilan dengan resiko yang sangat tinggi. Karena kehamilan sendiri bisa
1

menyababkan kelainan-kelainan pada ginjal seperti infeksi saluran kemih, hipertensi dan lain sebagainya. Sehingga kami tertarik untuk membahasnya secara lebih lengkap pada makalah ini dengan harapan dapat digunakan sebagai acuan oleh bidan sebagai tenaga kesehatan saat memberikan uasuhan pada ibu hamil dengan penyakit ginjal.

1.2

Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum  Mahasiswa mampu melakukan asuhan antenatal care maupun intranatal care pada ibu hamil yang disertai dengan penyakit ginjal. 1.2.2     Tujuan Khusus Mengetahui Perubahan Anatomik Ginjal dan Saluran Kemih Mengetahui Perubahan Fungsional Ginjal dan Saluran Kemih Mengetahui Tes Fungsi Ginjal Mengetahui Macam-macam Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih yang Menyertai Kehamilan

1.3

Rumusan Masalah o o o o Perubahan anatomik ginjal dan saluran kemih apa saja yang terjadi selama hamil? Perubahan fungsional ginjal dan saluran kemih apa saja yang terjadi selama hamil? Bagaimana cara tes fungsi ginjal? Apa saja penyakit ginjal dan saluran kemih yang menyertai kehamilan?

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

DEFINISI Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang berwarna merah tua,

panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm. Setiap ginjal memiliki berat antara 125 – 175 gr. Pada laki-laki dan 115 – 155 gr pada perempuan. FUNGSI GINJAL : 1) Pengeluaran zat sisa organik.

Ginjal mengekskresi urea, asam urat, kreatinin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormon 2) Pengaturan konsentrasi ion-ion penting.

Ginjal mengekskresi ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan fosfat 3) Pengaturan keseimbangan asam-basa.

Ginjal mengendalikan ekskresi ion hidrogen, bikarbonat, dan amonium serta memproduksi urine. 4) Pengaturan produksi sel darah merah.

Ginjal melepas eritropoietin, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sumsum tulang 5) Pengaturan tekanan darah.

Ginjal mengatur volume cairan yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim rennin. 6) Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam.

Ginjal melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrasi nutrien dalam darah 7) 8) Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan,

atau zat kimia asing lain dari tubuh.
3

dan elektrolit sehingga mempertahankan komposisi cairan yang normal. Ureter juga mengalami pemanjangan. (Mary Baradero. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh gangguan ginjal antara lain : INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) SISTITIS GLOMERULO NEPHRITIS PIELO NEPHRITIS BATU GINJAL GAGAL GINJAL Perubahan Anatomik Ginjal dan Saluran Kemih Ginjal adalah sepasang organ retroperitoneal yang integral dengan homeostasis tubuh dalam mempertahankan keseimbangan fisika dan kimia.Penyakit ginjal dalam kehamilan adalah suatu penyakit yang menyertai wanita hamil yang disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal di atas. Ginjal mengatur cairan tubuh.. Otot kandung kemih mengalami 4 . Akibat pembesaran uterus hiperemi organ-organ pelvis dan pengaruh hormonal terjadi perubahan pada kendung kemih yang dimulai pada kehamilan 4 bulan. Pembuluh-pembuluh di daerah mukosa akan membengkak dan melebar. asiditas. Ginjal membuang sisa metabolism dan menyesuaikan ekskresi air daan pelarut. 2008 : 1) Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomik ginjal dan saluran kemih yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium. Ginjal menyekresi hormon dan enzim yang membantu pengaturan produksi eritrosit. Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm dan kembali normal setelah melahirkan. (Prawirohardjo. Kandung kemih akan berpindah lebih anterior dan superior. 2009: 830) Selain itu juga terjadi hiperlpasia dan hipertrofi otot dinding ureter dan kaliks. dan berkurangnya tonus otot-otot saluran kemih karena pengaruh kehamilan. melekuk dan kadang berpindah letak ke lateral dan akan kembali normal 8-12 minggu setelah melahirkan. tekanan darah serta metabolisme kalsium dan fosfor.

akan terjadi penurunan kadar kreatinin serum dan urea nitrogen. hipervolemik. Perubahan fisiologik penting yang timbul pada ginjal selama kehamilan antara lain :  Peningkatan aliran plasma renal (Renal Plasma Flow/RPF)  Peningkatan tingkat filtrasi glomerulus. Peningkatan ini menetap sampai usia kehamilan 36 minggu. 2009: 830) 2. 2009: 831) 5 . dan asam urat tubular. dengan adaptasi yang tampak pada semua sistem organ utama. tetapi relative masih tinggi di atas kadar perempuan tidak hamil. sodium. 2009: 831) Peningkatan RPF dimulai sejak trimester kedua yang kemungkinan disebabkan oleh efek kombinasi curah jantung yang meningkat dan resistensi vascular ginjal sebagai peningkatan produksi prostaglandin ginjal. asam amino. Akibatnya. Peningkatan GFR terjadi sejak kehamilan trimester kedua. Setelah itu. lalu terjadi penurunan 15-20%. (Prawirohardjo. (glomerular Filtration Rate/GFR)  Perubahan reabsorbsi glukosa. dengan rata-rata 137ml/menit. RPF akan meningkat 50-80% di atas kadar perempuan tidak hamil. (Prawirohardjo. Semakin tua kehamilan. efek komprehensif dari pembesaran aorta vena cava dapat menurunkan aliran darah ginjal yang efektif menjadi 20%. (Prawirohardjo. Kapasitas kandung kemih meningkat sampai 1 liter karena efek relaksasi dari hormon progesterone. nilainya akan turun mendekati 25%. GFR akan meningkat sampai 30-50% di atas nilai normal perempuan tidak hamil.2 Perubahan Fungsional Ginjal dan Saluran Kemih Kehamilan merupakan suatu kondisi hiperdinamik.hipertrofi akibat pengaruh hormon estrogen.

2012:14) Dikatakan ISK bila pada pemeriksaan urin di temukan bakteri yang jumlahnya lebih dari 10. (Prawirohardjo.3-0.2-10. juga bermanfaat dalam mengevaluasi ginjal pada perempuan hamil. Infeksi ini dapat mengakibatkan masalah pada ibu dan janin.5 <300 2. Sekitar 15 % wanita mengalami paling sedikit 1 kali serangan akut infeksi saluran kemih selama hidupnya.3 Tes Fungsi Ginjal Klirens kreatinin endogen merupakan cara utama untuk menilai GFR pada perempuan yang tidak hamil.2-7. kreatinin. mg/dl Klirens ml/menit Kreatini serum.000 /ml. mg/dl Asam urat.2 150-200 0.6 3.2-3. Organisme yang menyebabkan ISK berasal dari flora normal perineum.8 2.3 Nilai laboratorium ginjal normal pada perempuan hamil Nilai laboratorium BUN.1 Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan komplikasi medis utama pada wanita hamil.000 telah 6 . Perempuan tidak hamil 6-27 100-180 0.4. Batas normal terendah selama kehamilan mencapai 30% di atas kadar normal pada perempuan tidak hamil. (Fadlun.4 Macam-macam Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih yang Menyertai Kehamilan 2.000 koloni bakteri atau lebih per millimeter jumlah urin midstream dengan teknik catch. Beberapa peneliti berpendapat bahwa jumlah bakteri 20. 2009: 832) Table 2.5-0.2. mg/dl Protein mg/24jam total.5 <150 Perempuan hamil 7.000-50. atau terdapatnya pertumbuhan 100.

000 bakteri per cc.4. b.2009:835) 2. Bakteriuria dibagi menjadi 2 jenis: Bakteriuria tanpa gejala Jumlah bakteri kurang dari 100. b. baktrim. ( bekerjasama dengan ahli kandungan ) 7 . kelahiran prematur. dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Dampak atau pengaruh BA akan meningkatkan morbiditas ibu hamil dan bayi yang dikandung oleh ibu. Penanganan: a. Hati-hati dalam melakukan kateterisasi Pengobatan: kemasan sulfonamide.menunjukkan infeksi aktif. partus prematurus. (Prawirihardjo. a. 25-40 % menyebabkan pielonefritis akut Dapat menyebabkan abortus. dan pseudomonas.000 per cc. (Fadlun.coli. ke dalam kandung kemih dan saluran kemih yang lebih atas. tetapi yang terbanyak dan atau tersering adalah kuman-kuman naik keatas melalui uretra. negram. hal ini berkaitan dengan kejadian anemia. sakit dan nyeri kencing. Klebsiella.2 Bakteriuria dalam Kehamilan Air kencing normal mengandung kurang dari 10.aerogenes. hipertensi. 2012:14) Bakteriuria dengan gejala Disertai demam. Selain itu. Kuman yang tersering dan terbanyak sebagai penyebab adalah E. furadantin. septrin dll. Ibu yang terinfeksi ini tidak perlu pembatasan aktifitas. b. Bakteriuria dalam kehamilan: a. Walaupun infeksi dapat terjadi karena penyebaran kuman melalui pembuluh darah atau saluran limfe. IUFD. disamping kemungkinan kuman-kuman lain seperti E. Gejala dan tanda Tanpa gejala dan tanda klinis yang dapat di jadikan petunjuk adanya gangguan pada sistem urinaria.

e.4.3-2% kejadian dari seluruh kasus ISK. 9% terjadi pada trimester 1. dan 45% pada trimester 3.3 Sistitis Sistitis adalah peradangan kandung kemih disebabkan oleh bakteri atau kuman lain. 2010) Sistitis adalah termasuk infeksi saluran kemih bagian bawah. dan bakteri pada urin. 2012:15) Bila luka pada kandung kemih disertai hamaturia. 46% pada trimester 2. (Nugraheny Esti. (Fadlun.4 Pielonefritis ISK yang menyerang kaliks. (Fadlun. Kondisi ini merupakan masalah utama saluran kemih pada kehamilan. ada peningkatan jumlah leukosit. Pada mikroskopik. b. yang memiliki kemungkinan 0. Air kemih berwarna gelap sampai kemerahan.(Nugraheny Esti. c. Infeksi ini sangat berkaitan dengan statis aliran air kemih akibat perubahan sistem saluran kemih selama kehamilan. Pengaruh terhadap kehamilan serupa dengan bakteriuria. a. Paling sering E. 2012:15) 8 . 2010) 2. (Nugraheny Esti. Sekitar 1-2% wanita hamil mengalami ini. 2010) 2.4. Frekuensi berkemih meningkat dengan jumlah sedikit. Tanda dan gejala sistitis adalah sebagai berikut. sejumlah eritrosit. ( bekerjasama dengan ahli kandungan ). Sebesar 95% infeksi terbatas pada kandung kemih. dan parenkim ginjal. pelviks. Nyeri pada daerah supra simpisis / nyeri / panas pada saat berkemih (disuria). kadangkadang 1 Sampai dengan 2 tetes dikeluarkan sehingga timbul perasaan tidak puas. d. Coli atau kuman lain pada saat pemasangan kateter. Pengobatan sama seperti bakteriuria ditambah bikarbonas natrikus untuk menetralisir kencing menjadi basa. Hasil temuan menyatakan infeksi ini merupakan penyebab utama syok septic selama kehamilan.

4. Basilus proteus danpsodomonas auroginosa d. pembuluh darah dan pembuluh limpha. Sebaiknya hati-hati dalam hal pemakaian kateter.4. mual. b. coli b. Pengaruh penyakit terhadap kehamilan: 1. muntah. 2010) 9 . partus prematurus. kalau bisa dihindari b. Cara penjalaran bias melalui: dari kandung kemih naik ke atas (asenden). (Nugraheny Esti. Penanganan: a. biasanya selama 10-12 hari. Penyakit yang telah ada menjadi lebih berat karena kehamilan. menggigil. Awasi penderita untuk kemungkinan adanya residif. sakit pinggang hebat. periksa urin dijumpai leukosit yamg banyak bergumpal. Penyebab: a.1 Pielonefritis akut Frekwensi: 2% terutama pad trimester III kehamilan. nafsu makan kurang. E.2. Pielitis dan sistitis lebih mudah terjadi dalam kehamilan. Gejala :demam tinggi. Kalau harus pakai gunakan obat anti bacterial. c. Bila cepat diobati kehamilan sampai dengan cukup bulan dan persalinan normal. 2. seperti abortus. Sebelum memberikan obat lakukan uji kepekaan obat barulah diberikan obat antibacterial yang tepat. a. dan kematian janin. Wanita harus istirahat baring miring ke posisi yang tidak sakit d. Stafilokokus aureus c. e. Pengaruh kehamilan terhadap penyakit.oliguuria dan anuria. Bisa berpengaruh terhadap hasil konsepsi.

Pengobatan agak sukar karena sudah kronis. diit rendah garam. Dapat pula disertai edema paru dan uremia. sakit kepal. Factor predisposisi: tonsillitis. c.4. partus prematurus dan IUFD.4.5 Glomerulonefritis akut a. edema. Insufisiensi ginjal atau gagal ginjal Pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan: a.4. Pengaruh terhada kehamilan adalah terjadinya abortus. Penyebabnya:streptokokus beta hemolitikus A. kejang-kejang dan koma. Gejala utama adanya protein urin yang tidak menetap dan hipertensi. Wanita dengan pielonefritis akut disertai insufisiensi ginjsl dianjurkan tidak hamil.trias hematuria. Penampilan penyakit ini ada 4 macam: a. 2010) 2. 10 . b. Bila disertai edema keadaan ini disebut preeklampsi tidak murni (super imposed preeklampsi). leukosit. hpertensi d. Pengobatan: istirahat baring. (Nugraheny Esti.2 Pielonefritis kronika Penyakit ini menahun. anuria. karies dan infeksi gigi dan infeksi streptokokus ditempat lain.6 Glomerulonefritis kronika Penyakit menahun. Terhadap kehamilan: dapat terjadi abortus. Sindroma nefrotik c. Dijumpai proteinuria. 2010) 2. keseimbangan cairan dan elektrolit dan antibioik (Nugraheny Esti. hipertensi. Proteinuria menetap: tanpa kelainan sedimen. Sindroma:oliguria. Glomerulonefritis akut d. Dalam kehamilan sulit membedakan dengan eklampsi murni. b.2. Gejala klinik. antihipertensif. partus prematurus dan kematian janin e. kelainan fisus.4.

solusio plasenta. Setiap syok yang hebat dan irreversible. Keadaan dan penyakit yang dapat menyebabkannya adalah: a. dan thrombosis vena renal. Kortikosteroid dosis tinggi (Nugraheny Esti.4. b. sepsis puerperalis. Cari penyebab dan obati sesuai penyebab e. d. glomerulonefritis kronika. h. Berikan heparin untuk mencegah tromboembolisme. Oliguria Anuria Azootemia Uremia 11 . obat dan racun lainnya. c. 2010) 2. Hemolisis karena kesalahan transfuse darah. Antibiotic untuk mencegah infeksi g. Berikan diit tinggi protein f. toxemi hamil. lupus eritematosus. hipoalbuminurinemia. Penyakit. Pengobatan: d. edema. (Nugraheny Esti. c. 2010) 2.4. Gambaran klinik: a. Abortus septic terutama disebabkan clostridium welchii. b. b.b.8 Gagal ginjal akut ( accut renal failure ) Ada 2 jenis yaitu: nekrosis tubuler akut dan nekrosis kortikal.7 Sindroma nefrotik ( nefrosis ) Adalah kumpulan gejala proteinuria ( diatas 5gr/hr ). DM. sifilis. terutama dalam nifas. hiperkholeste-rolemia. Dalam persalinan seperti menghadapi preeklampsi:kala ll diperpendek dengan vakum atau forsep dan embriotomi bila anak mati. c. Penyebab: a. Keracunan: logam. amiloidosis.

(Prawirohardjo. insufisiensi ginjal. yakni 1 dari 1. (Prawiroharjo. terutama mengenai penyakit saluran kencing. Diagnosis lebih tepat dengan melakukan pemeriksaan IVP dan MRI. b. Frekwensinya sangat sedikit. dan antibiotika. Walaupun demikian.Penanganan: a.2009:841) 12 . Derajat komplikasi hamper sama (33% dibandingkan 26%). (Prawiroharjo.4. Perdarahan dan syok segera ditanggulangi Pemberian transfuse darah (Nugraheny Esti. biasanya terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Perlu anamnesis tentang riwayat penderita sebelumnya. terapi pertama adalah analgetika untuk menghilangkan rasa sakitnya.4. 2009: 841) Bila diketahui adanya urolitiasis dalam kandungan. 2010) 2. perlu juga diperhatikan karena urolitiasis ini dapat mendorong timbulnya infeksi saluran kemih atau menimbulkan keluhan pada penderitaberupa nyeri pinggang dan nyeri kuadran bawah yang mendadak. kadang berupa kolik dan hematuria.03-0.9 Batu Ginjal ( Nefrolitiasis) dan Saluran Kemih ( Urotiliasis ) Batu ginjal atau saluran kemih pada kehamilan jarang terjadi. yang membutuhkan dialisis atau transplantasi. (Prawiroharjo. diberi cairan agar banyak batu dapat kebwah karena hamper 80% batu akan dapat turun kebawah.2009:841) 2.2009:841) Hasil kehamilan bergantung pada derajat hipertensi.500 persalinan. dan infeksi saluran kemih atas.10 Ginjal Polikistik Ginjal polikistik adalah penyakit sistemik yang umumnya bersifat autosomal dominan yang progresif sampai stadium akhir penyakit ginjal. dan ada yang mengatakan 0. Komplikasi seperti hipertensi dan preeklamsi lebih sering pada perempuan dengan penyekit ginjal polikistik. untuk membantu membuat diagnosis urotiliasis. Kehamilan tampaknya tidak menyebabkan perburukan atau akselerasi / percepatan perjalanan penyakit.07 %. Pada penderita yang membutuhkan tindakan operasi sebaiknya operasi dilakukan setelah trimester pertama atau setelah pasca persalinan.

dengan mengobati gejala yang timbul sampai akhir kehamilan.2. Komplikasi yang dapat terjadi adalah abortus dan janin yang terinfeksi. (Prawiroharjo.12 Kehamilan pascanefrektomi Pada penderita yang mempunyai satu ginjal karena kelainan congenital atau pascanefrektomi. dan tuberkolosis dalam urin. dengan melakukan terminasi kehamilan bertujuan untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh proses tuberkolosis. Terapi TBC ginjal sama dengan terapi TBC organ-organ lain. tetapi hal ini sulit dilakukan karena diperlukan tindakan infasif.4. Penanganan TBC ginjal dalam kehamilan :    Konservatif. Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan leukosit.2009:841) 2. Mortalitas ibu dan bayi apabila tidak diobati berkisar 30-40%. (Prawiroharjo. Persalinan dapat berlangsung pervaginam kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu. Tes tuberculin tidak dapat dijadikan patokan karena kehamilan mengurangi sensifitas tuberculin. yang terdiri atas nefrektomi atau kombinasi aborsi dan nefrektomi. Untuk membuat diagnosis TBC ginjal diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus. Nefrektomi merupakan pilihan apabila tuberkolosis hanya terjadi pada satu ginjal. Tindakan ini diperlukan pada 69% kasus tuberkolosis ginjal dengan eksaserbasi akut pada kehamilan.4. Paliatif.2009:842) 13 . Aborsi tidak menghentikan proses tuberkolosis. dapat atau boleh hamil sampai aterm asal fungsi ginjalnya normal. Perlu pemeriksaan fungsi ginjal sebelum hamil dan selama kehamilan serta diawasi dengan baik karena kemungkinan timbulnya infeksi saluran kemih. Radikal. eritrosit.11 Tuberkolisis Ginjal Diagnosis tuberkolosis ginjal ditentukan bila ditemukan tuberkel kuman mikobakterium tuberkolosis pada ginjal.

sehingga pada perempuan tersebut harus dilakukan dialisis terus menerus untuk mempertahankan hidupnya. tumor.2. d. peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian). Selama kehamilan mungkin timbul komplikasi pada ibu dan janinnya.2009:842) Bila ginjal yang diimplementasikan tersebut berasal dari ginjal donor yang telah meninggal. adanya obstruksi. j. Kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh . Mengkonsumsi Alkohol. i. Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension). maka kemungkinan akan terjadi kerusakan atau fungsi ginjal akan memburuk setelah 1 tahun. (Prawiroharjo. f. Kekurangan mengkonsumsi air.2009:842) 2.5 ETIOLOGI a. g. Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu. e. b. 14 . Faktor pola makan yang salah dan kurang teratur. Mengkonsumsi air dingin sehabis olahraga.4. h. c. Adanya infeksi. Terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium. kelebihan sekresi hormon paratiroid. Prognosisnya cukup baik bila ginjal yang diimplementasikan tersebutberasal dari dinor yang hidup. (Prawiroharjo. Adanya penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus). asidosis pada tubulus ginjal.13 Kehamilan Pasca Transplantasi Ginjal Akhir-akhir ini terdapat laporan tentang kehamilan sampai cukup bulan setelah perempuan mengalami transplantasi ginjal. penyempitan/striktur).

7 MANIFESTASI KLINIK Gejala Umum Gejala 1: Perubahan kencing. Gejala 3: Kelelahan. terjadi tekanan atau mengalami kesulitan buang air kecil. c. 2. urin bisa berubah. Terdapat peningkatan pembuluh darah dan ruangan interstitial pada ginjal.6 PATOFISIOLOGI Dalam kehamilan terjadi perubahan-perubahan fungsional dan anatomi ginjal dan saluran kemih yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik pada ibu hamil. dan berkurangnya tonus otot saluran kemih karena pengaruh kehamilan. Ureter mengalami pemanjangan .2. yang menumpuk dalam tubuh menyebabkan pembengkakan di kaki. Hiperplasia dan hipertropi otot dinding ureter dan kaliks. jadi ketika gagal ginjal. Gejala 2: Pembengkakan. kaki. Gejala penyakit ginjal ini berkaitan dengan fungsi ginjal sebagai organ ekskresi urin. wajah. Perubahan Anatomi meliputi : a. Ginjal sehat membuat erythropoietin hormon yang memberitahu tubuh untuk membuat pembawa oksigen sel darah merah. pergelangan kaki. Jika gagal ginjal. biasanya urin pucat atau mungkin mengandung darah (hematuri). Orang yang penyakit ginjal mungkin harus bangun di malam hari untuk buang air kecil. b. melekuk. eritropoietin lebih 15 . Pada penyakit batu ginjal.1 cm dan kembali normal setelah melahirkan. dan kadang berpindah letak ke lateral dan akan kembali normal 8-12 mg post partum d. dan / atau tangan. dimana frekuensi abnormal (bisa lebih banyak atau lebih sedikit). Ginjal akan memanjang +. Gagal ginjal tidak mengeluarkan cairan tambahan. Urine bisa berbusa atau bergelembung.

Melakukan skrining untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi pada saluran kencing.sedikit. 2. Kondisi ini disebut anemia.    Harus juga dilakukan control pada tekanan darah disaat rutin melakukan control. Gejala gejala lain meliputi: Ruam kulit/gatal. Beberapa orang dengan masalah penyakit ginjal mungkin akan merasa sakit di bagian belakang atau samping terkait dengan ginjal yang terkena. Lakukan juga test urin untuk mengetahui ada atau tidaknya kadar protein dalam urin. Pusing. penyakit ginjal polikistik. 16 . dapat menyebabkan rasa sakit.8 PENATALAKSANAAN  Harus sesering mungkin melakukan kunjungan ANC. dianjurkan ibu harus melakukan control minimal 2 kali seminggu sampai usia kehamilan 28 minggu atau 7 bulan. Mual dan muntah menyebabkan kehilangan nafsu makan dapat menyebabkan penurunan berat badan. Dengan lebih sedikit sel darah merah untuk membawa oksigen. Gejala 5: Sakit/nyeri punggung. dan 1 kali dalam seminggu setelah usia kehamilan diatas 28 minggu. Gejala 4: Mual dan Muntah. kista berisi cairan pada ginjal dan kadangkadang hati. yang menyebabkan besar. otot dan otak menjadi lelah dengan sangat cepat. Penumpukan limbah dalam darah (uremia) juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Merasa dingin. Sesak napas. Rasa metalik mulut/napas amonia.

Tidak bekerja terlalu lelah. 17 . serta hindari iritasi.2. Meningkatkan daya tahan tubuh dg diet yg bergizi.9 PENCEGAHAN Minum air putih yg banyak Mecuci area vagina dg baik selalu mengosongkan kandung kemih sebelum dan setelah bak Menggunakan celana dr katun Jaga kebersihan vagina dan perineum.

1. kadang mual muntah.BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN GINJAL PADA KEHAMILAN Tanggal / jam : 09-03-2012 / 09. susah BAK. Pengkajian Data Subjektif 1.3 Alasan kunjungan [ [√ [ ]Kunjungan pertama ]Kunjungan ulang ]Kunjungan rutin 1.4 Riwayat menstruasi 18 . Fauziah.30 WIB Tempat Praktek : RS.dan bengkak pada kaki. Tulungagung I.2 Keluhan utama Ibu mengatakan sering merasa lelah.1 Identitas klien : Ny “ N” : 22 thn : Jawa / WNI : SMU : IRT :: islam : Sidadi Nama Suami Umur : Tn “T” : 24 thn Nama klien Umur Suku /kebangsaan Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Agama Alamat Suku /kebangsaa : Jawa /WNI Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Agama Alamat : SMU : IRT :: islam : Sidadi 1. nafsu makan berkurang.

. siklus menstruasi 30 hari (teratur.5 Riwayat kehamilan sekarang Ibu mengatakan hamil yang ke 1 dengan umur kehamilan 4 bulan. tidak teratur) lama menstruasi 7 hari tiap bulan. HPHT 12-112011. 1. Fe. muntah : B6 . dysmenorhoe tidak ( sebelum.Ibu mengatakan menarche umur 12 tahun. Vit C 1x1 : 1x : tidak ada keluhan : Vit C . sesudah menstruasi) fiour Albus tidak (sebelum.. Fe Penyuluhan yang dapat menganjurkan untuk tetap makan – makanan bergizi 19 ...B12 1x1 :::- Imunisasi TT dimana BPS berapa kali 2x tanggal – Keluhan selama hamil ini tidak ada Obat – obatan yang dikonsumsi selama hamil B6. konsistensi cair.. gerakan anak dirasakan pertama kali sejak umur kehamilan –. gatal . bau . HTP : 19-08-2012. hasil test kehamilan (+) tanggal test . Vit C. sesudah menstruasi) warna . selama. banyaknya darah 3x ganti pembalut. selama hamil memeriksakan kehamilannya di BPS TM I Berapa kali Keluhan Terapi TM II Berapa kali Keluhan Terapi TM III Berapa kali Keluhan Terapi : 1x : mual. gerak anak sekarang .

dan Nifas yang lalu Keha Persalinan P enol p enis j empT enyulN ifas P enyulP eks Anak s B/PB B enyusui m /M et H milan N o mur 1 .8 Riwayat Psikososial Apakah kehamilan ini diencanakan ibu mengatakan hamil ini direncanakan Apakah kehamilan ini diharapkan ibu mengatakan hamil ini diharapkan Harapan terhadap kehamilan sekarang laki – laki / perempuan . Bidan Status perkawinan Jumlah perkawinan Lama menikah : menikah / tidak menikah : 1 kali : 7 bulan / tahun Jumalh keluarga yang tinggal serumah : 4 orang Susunan keluarga yang tinggal serumah 20 . ini U enyulHamil 1. BPS .1. persalinan.6 Riwayat kehamilan.7 Riwayat KB Kontrasepsi yang pernah digunakan ibu mengatakan belum pernah KB Rencana kontrasepsi yang akan datang ibu belum merencanakan KB 1.

11 Latar belakang sosial budaya dan dukungan keluarga Kebiasaan / upacara adat istiadat saat hamil ibu mengatakan ada . 1.No Jenis kelamin Umur Hub. keluarga pendidika n pekerjaan Ket.10 Riwayat kesehatan yang lalu    Penyakit menahun : ibu mengatakan memiliki penyakit menahun (GGK) Penyakit menurun : ibu mengatakan tidak memiliki penyakit menurun (HT. 4. ♂ ♀ ♂ ♀ 49 th 47 th 24 th 18 th Ayah Ibu Suami Adik SMU SMU Swasta IRT Swasta Pelajar - 1.HT.9 Riwayat Kesehatan keluarga a) Keturunan kembar : ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada keturunan Dari pihak siapa : kembar dari pihak manapun b) Penyakit keturunan: ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada penyakit Dari pihak siapa c) Penyakit lain : keturunan (DM.Asma) dari pihak manapun : ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada penyakit Jenis penyakit : yang berpengaruh pada kehamilan (jantung) Yang menderita : dari pihak manapun 1.Asma) Penyakit menular : ibu mengatakan dalam keluarga terdapat keluarga yang menderita Hepatitis.DM. 3. contoh : 3 bulanan 21 . 2. 1.

sayur) minum ± 6 gls/hari (air putih) Sebelum hamil : 3x sehari porsi sedang (nasi. d) Selama hamil Sebelum hamil : IRT Masalah yang dirasakan : tidak ada e) Pola seksualitas : ± 1x seminggu Pola aktivitas : IRT + pekerjaan rumah dibantu kelarga dari suami Selama hamil Sebelum hamil : ± 2x seminggu Masalah yang dirasakan : tidak ada f) Perilaku kesehatan 22 . kuning ) BAK ± 2x/ hari (kuning. sayur) minum ± 6 gls /hari (air putih) Masalah yang dirasakan : mual muntah. bau khas) Masalah yang dirasakan : susah BAK c) Selama hamil Pola istirahat : Malam ± 9 jam. kuning) BAK ± 3x/ hari (kuning. siang ± 1 jam Masalah yang dirasakan : tidak ada. suami mendukung dan senang atas kehamilan ini Dukungan dari keluarga yang lain .Kebiasaan keluarga yang menghambat ibu mengatakan tidak ada Kebiasaan keluarga yang menunjang ibu mengatakan ada . lauk. bau khas) Sebelum hamil : BAB 1x sehari (lunak. contoh : selamatan Dukungan dari suami. lauk. ibu mengatakan keluarga sangat mendukung. Pola kebiasan sehari – hari a) Pola nutrisi 1. siang ± 2 jam Sebelum hamil : Malam ± 7 jam.12 Selama hamil : 3x sehari porsi sedang (nasi. b) Pola Eliminasi Selama hamil : BAB 1x sehari (padat.

Data objektif Pemeriksaan umum Keadaan umum Kesadaran : cukup : composmentis Keadaan emosional : stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Tinggi badan Berat badan LILA : 110/80 mmHg : 36. gosok gigi 2x1. Lain – lain mandi 2x1.Penggunaan obat – obatan/ alkohol / jamu / rokok / sirih dll sebelum hamil tidak Penggunaan obat / alkohol / jamu / rokok / sirih dll selama hamil tidak.80 C : 84x/ menit : 22x/ menit : 162 cm : (sebelum) 46 kg : 23. keramas 2x dalam seminggu. Inspensi Kepala Warna rambut : hitam Rontok Benjolan Ketombe Muka Mata : tidak rontok : tidak ada benjolan : tidak ada ketombe Cloasma gravidarum : tidak ada Konjungtiva Sklera : merah muda : kuning : simetris : tidak ada Hidung Bentuk Sekret 23 .5 cm (sesudah) 49 kg Pemeriksaan khusus a. ganti baju 2x1.

Polip Kebersihan Mulut dan gigi : tidak ada : bersih Hipersalivasi : tidak Gigi Gusi Stomatitis Bibir Lidah : tidak ada caries : merah muda : tidak ada : lembab : bersih : simetris : tidak ada : bersih Telinga Bentuk Serumen Kebersihan Leher Pembesaran vena jugularis : tidak Pembesaran kelenjar thyroid: tidak Axilla pembesaran kelenjar limfe : tidak Kebersihan : bersih : simetris : normal : + pada areola : menonjol +/+ : tidak ada -/: colostrom -/: bersih : sesuai UK : livide : Nigra : tidak ada Payudara Bentuk Pembesaran Hiperpigmentasi Papila mamae Benjolan / tumor Keluaran Kebersihan Perut pembesaran Striae Linea Luka parut Pembesaran lien / liver : tidak ada Punggung Anogenital 24 posisi tulang belakang : tidak ada vulva dan vagina : tidak dikaji .

Luka parut Varices Oedem Keluaran Kelainan Hemoroid Kebersihan Ekstremitas atas/ bawah Oedema varices simetris : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : kaki : tidak ada :- 2. Leopold 2 Leopold 3 Leopold 4 TFU Mc./: tidak ada : Pertengahan antara simp – pusat Nyeri tekan pada perut bagian kanan. Auskultasi Puncum maximum Tempat 25 : balotement (+) ::::: kaki : tidak dikaji : tidak dikaji . Palpasi Leher pembesaran vena jugularis : tidak ada pembesaran Pembesaran kelenjar thyroid : tidak ada pembesaran Payudara benjolan / tumor Keluaran Perut pembesaran lien / liver Leopold 1 : tidak ada :colostrom .donald TBJ Ekstremitas oedema 3.

Darah WR VDRL Urine protein Reduksi Pemeriksaan penunjang lain USG NST : tidak dikaji : tidak dikaji 26 .Frekuensi Teratur / tidak 4. Perkusi Reflek patela Pelvimetri klinis Protorium Linea inominata Conjungata vera Dinding samping Sakrum Spina ischiadika Os cocygis Arkus pubis Pemeriksaan panggul luar Distantia spinarum Distantia cristarum Konjugata externa Lingkar panggul Distantia tuberum Pemeriksaa laboratorium Darah HB : tidak dikaji : tidak dikaji : +/+ : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji : tidak dikaji Gol.

IUGR. Abortus. Ibu mengatakan hamil anak pertama Ibu mengatakan haid terakhir pada tanggal 12 november 2011 DO : HPL = 19-08-2012 KU = baik Kesadaran = composmentis Keadaan emosional = stabil TD = 110/80 mmgHg (+/+) S = 36.5 cm III) Antisipasi masalah potensial * Inspeksi .- Rotgent foto : tidak dikaji Kesimpulan Ny “N” G1Poooo UK 16 6/7 mgg balotement (+) kesan jalan lahir normal. KU ibu baik dengan gagal ginjal kronik.Mata : konjungtiva merah muda sklera kuning .L I = Pertengahan Pst – Px balotemen (+) Persalinan preterm.perut : strie livide dan linea nigra * Palpasi .Ibu mengatakan sering mual muntah Ibu mengatakan nyeri pada perut bagian kanan. Infeksi vertikal ke bayi saat persalinan. II).payudara : hiperpigmentasi (+/+) menonjol .Muka : cloasma (-) .80C N = 84x/ menit RR = 22x / menit BB = 49 Kg TB = 162cm Lila = 23.00 : . Interpretasi data dasar Tanggal Ds : 09-03-2012 /jam 10. 27 .

jam 10.px kooperatif terhadap tindakan yang akan dilakukan.30) Tujuan KH : ibu dapat melewati kehamilan TM II dengan lancar : . 50C RR : 16 – 25x /menit Kehamilan dapat dipertahankan dan tidak terganggu Intervensi 1) Lakukan pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga R : Dengan pendekatan terapeutik. 28 . tindakan dan pemeriksaan laboratorim ulang R : Penyakit ditangani oleh tenaga yang berkompeten 4) Anjurkan ibu untuk istirahat cukup R : Dengan istirahat. dapat memudahkan tenaga kesehatan bekerjasama dengan klien dan keluarga. 2) pemeriksaan R : Penambahan pengetahuan tentang kedaan Klien & keluarga . rendah natrium. Intervensi (Tanggal 09-03-2012. Identifikasi kebutuhan segera Kolaborasi dengan dokter dan tim medis lain V).IV). dan protein cukup. 5) Berikan diit tinggi karbohidrat.5 – 37. dapat meniapkan kondisi ibu dalam proses kehamilan TM II dan persalinan nanti. 3) Lakukan kolaborasi dengan dokter dan tenaga medis lain dalam Jelaskan hasil pemeriksaan pd klien dan keluarganya tentang hasil pemberian terapi.KU : baik Kesadaran : composmentis TTV TD : 110/70 – 130/90 mmHg N : 80 – 100 x/Menit S : 36.

8) Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan R : Dengan menjaga kebersihan. VI) Implementasi 1) 2) pemeriksaan 3) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan tenaga medis lain dalam Melakukan pendekatan terapeutik kepada klien Menjalin hubungan baik Saling menghormati Menjelaskan hasil pemeriksaan pd klien dan keluarganya tentang hasil pemberian terapi. tindakan dan pemeriksaan laboratorim ulang 4) Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup.R : Glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi. dapat mengurasi resiko terjadinya kecacatan dan komplikasi persalinan. dapat mengetahui keadaan dan tumbuh kembang janin serta untuk mendeteksi secara dini adanya komplikasi. 6) Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang rencana persalinan R : Memberikan inform choice 7) Anjurkan ibu untuk makan bergizi dan minum Fe setiap hari R : Dengan makan bergizi dan minum Fe rutin. dan protein cukup. 6) Mendiskusikan dengan klien dan keluarga tentang rencana persalinan 7) Menganjurkan ibu untuk makan bergizi an rutin minum Fe Makan ± 1 hari 3x dengan gizi seimbang 29 . rendah natrium. sedangkan natrium akan membebani kerja ginjal. Siang ± 1 – 2 jam Malam ± 8 – 9 jam 5) Memberikan diit tinggi karbohidrat. maka ibu dapat terhindar dari resiko infeksi jamur 9) Anjurkan ibu untuk segera datang bila terjadi keluhan R : Dengan pemeriksaan.

Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan Ibu mengatakan akan berusaha menerapkan penjelasan O : .Ibu mampu menjawab pertanyaan dari tenaga kesehatan A : Ny”N” GIPoooo UK 16 5/7 mgg dengan gagal ginjal kronik P : .Anjurkan ibu untuk istirahat cukup Anjurkan ibu untuk makan bergizi Anjurkan ibu untuk rutin minum Fe Anjurkan ibu untuk segera datang bila ada keluhan 30 .Ibu tampak faham dan mengerti .- Fe minimal 1 hari 1 tablet Mandi ± 2 – 3x dalam 1 hari Rutin ganti pakaian dalam terutama ketika basah Keramas minimal 1x dalam seminggu 8) Menganjurkan ibu untuk menjaga personel hugien - 9) Menyarankan ibu untuk segera datang bila ada keluhan Periksa ± 1 bulan 1 kali selama TM II VII) Evaluasi S : .

(Mary Baradero. Batas normal terendah selama kehamilan mencapai 30% di atas kadar normal pada perempuan tidak hamil. asam amino. sodium. Infeksi Saluran Kemih (ISK).1 KESIMPULAN Ginjal adalah sepasang organ retroperitoneal yang integral dengan homeostasis tubuh dalam mempertahankan keseimbangan fisika dan kimia. melekuk dan kadang berpindah letak ke lateral dan akan kembali normal 8-12 minggu setelah melahirkan. (glomerular Filtration Rate/GFR) Perubahan reabsorbsi glukosa. Gagal ginjal akut ( accut renal failure ). Macam-macam Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih yang Menyertai Kehamilan antara lain . Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm dan kembali normal setelah melahirkan. Sistitis. Pielonefritis. Bakteriuria dalam Kehamilan. Klirens kreatinin endogen merupakan cara utama untuk menilai GFR pada perempuan yang tidak hamil. 2009: 830) Perubahan fisiologik penting yang timbul pada ginjal selama kehamilan antara lain :    Peningkatan aliran plasma renal (Renal Plasma Flow/RPF) Peningkatan tingkat filtrasi glomerulus. 2008 : 1) Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomik ginjal dan saluran kemih yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium.BAB IV PENUTUP 4. Ureter juga mengalami pemanjangan. Sindroma nefrotik ( nefrosis ). (Prawirohardjo. Glomerulonefritis kronika. juga bermanfaat dalam mengevaluasi ginjal pada perempuan hamil. Batu Ginjal ( 31 .. Glomerulonefritis akut. dan asam urat tubular.

Pasien khususnya ibu sebaiknya mengetahui bagaimana penatalaksanaan dari masalah yang dihadapi pada dirinya serta mendukung dan berperan aktif dalam asuhan kebidanan yang diberikan 32 .2 SARAN Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya lebih komprehensif dalam melaksanakan asuhan kebidanan dan mampu memberikan pelayanan kebidanan dengan menggunakan asuhan sesuai prosedur. Tuberkolisis Ginjal. Ginjal Polikistik. Kehamilan pascanefrektomi. dan Kehamilan Pasca Transplantasi Ginjal. Ibu dengan penyakit-penyakit tersebut menyertai kehamilan memerlukan penanganan khusus. 4.Nefrolitiasis) dan Saluran Kemih ( Urotiliasis ).

2008.DAFTAR PUSTAKA Baradero. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 33 . 2009. M. Yogyakarta : Pustaka Rihama Prawirohardjo Sarwono. Asuhan Kebidanan Patologis. Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Ginjal. Esti. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika Nugraheny. Jakarta : EGC Fadlun. Asuhan Kebidanan Pathologi. 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful