Skenario C Tristan, anak laki-laki, usia 18 bulan, dibawa ke klinik bisa duduk dan merangkak.

Tristan anak pertama dari ibu usia 27 tahun. Lahir spontan ddengan bidan pada kehamilan 39 minggu. Selama hamil ibu tidak ada keluhan dan periksa kehamilan ke bidan 3 kali. Segera setelah lahir langsung menangis. Berat badan lahir 3.250 gram. Pada saat usia 6 bulan Tristan mengalami kejang yang disertai demam dan dirawat di RS selama 2 minggu. Sebelum terkena kejang dan demam itu Tristan sudah bisa tengkurap bolak-balik, sudah bisa tersenyum ke arah ibunya dan perkembangan lainnya sesuai usia. Sejak keluar dari RS Tristan mulai terlihat malas bergerak dan hanya bisa tengkurap saja. Sampai saat ini belum bisa duduk dan merangkak, belum bisa makan nasi, sehingga masih diberi bubur saring dan susu. Tristan juga belum bisa makan biskuit sendiri. Tristan sudah mengoceh, tapi belum bisa memanggil mama dan papa, bila menginginkan sesuatu dia selalu mengangis. Pemeriksaan fisik: berat badan 7,5 kg, panjang badan 75 cm, lingkaran kepala 45 cm. Tidak ada gambaran dismorfik. Anak sadar kontak mata baik, mau melihat dam tersenyum kepada pemeriksa. Menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras. Terdapat gerakan yang tidak terkontrol. Pada posisi tengkurap dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa detik. Kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, refleks tendon meningkat. Pada waktu diangkat ka posisi vertikal kedua tungkai slaing menyilang. Tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki. Hasil tes BERA: respon suara telinga kanan dan kiri 30 dB.

I.

Klarifikasi Istilah Kejang demam : Kejang yang berkaitan demam tinggi yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak. (kejang : kontraksi involunter atau serangkaian kontraksi otot-otot volunter) : merangkak adalah gerakan kontra lateral atau menyilang (tangan kiri maju, kaki kanan maju). Gerakan merangkak yang benar adalah bayi menggunakan kedua tangan dan lututnya untuk bergerak seperti hewan berkaki empat sedang berjalan: tangan kanan dan kiri beserta tungkai kanan dan kiri bergerak bergantian secara simultan. Untuk bisa merangkak, sebelumnya bayi harus bisa menahan kepala tegak tanpa bantuan dan memiliki otot tangan dan kaki yang kuat untuk menahan berat badannya. : gambaran yang menunjukan kelainan pada struktur : Refleks yang ditimbulkan oleh ketukan tajam pada
1

Merangkak

Gambaran dismorfik Refleks tendon

tendon atau otot di tempat yang tempat sehingga menghasilkan pengerutan segera otot tersebut diikuti kontraksinya. Tes Bera : (brainstem evoked respon audiometri) tes audiometrik yang bersifat objektif untuk memeriksa respon elektrofisiologis saraf pendengaran sampai ke batang otak dengan memberikan rangsangan bunyi. Gerakan tidak terkontrol (korea): gerakan yang tidak berhenti, cepat, menghentakhentak diskinetik dan involunter.

II.

Identifikasi masalah 1. Tristan, anak laki-laki, usia 18 bulan karena belum bisa duduk dan merangkak. 2. Pada usia 6 bulan Tristan mengalami kejang yang disertai demam dan dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. 3. Sebelum terkena kejang dan demam itu Tristan sudah bisa tengkurap bolak balik dan tersenyum ke arah ibunya dan perkembangan lainnya sesuai usia. Sejak keluar dai RS Tristan mulai terlihat malas bergerak dan hanya bisa tengkurap saja. 4. Saat usia 18 bulan, Tristan: a. Belum bisa duduk dan merangkak b. Belum bisa makan nasi (masih diberi bubur saring dan susu) c. Belum bisa makan biskuit sendiri d. Sudah bisa mengoceh tapi belum bisa memanggil mama papa e. Bila menginginkan sesuati dia selalu menangis 5. Pemeriksaan fisik: a. Berat badan 7,5 kg, panjang badan 75 cm, lingkar kepala 45 cm. b. Menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras c. Terdapat gerakan tidak terkonrol d. Pada posisi tengkurap dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa detik. e. Kekuatan kedua lengan dan tungkai 3, lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk, refleks tendon meningkat. f. Pada waktu diangkat ke posisi vertikal kedua tungkai saling menyilang. 6. Hasil tes BERA : respon suara telinga kanan dan kiri 30 dB.

2

III.

Analisis Masalah 1. Bagaimana tumbuh kembang normal anak laki-laki usia sampai 18 bulan? Pertumbuhan dan perkembangan normal anak usia 12- 18 bulan: Sudah bisa berjalan, mengeksplorasi rumah serta keliling rumah Mampu menyusun 2 atau 3 kotak Dapat mengatakan 5-10 kata Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing

18-24 bulan : Mampu naik turun tangga Menyusun 6 kotak Mampu menunjukkan mana mata dan hidungnya Menyusun dua kata Belajar makan sendiri Menggambar garis dikertas atau pasir Mulai belajar mengontrol buang air besar atau kecil

Normal Development Child menurut WHO, 1993:

2. Apa saja penyebab Tristan belum bisa duduk dan merangkak pada usia 18 bulan? Keterlambatan motorik kasar a. Kerusakan pada SSP, ec:  Cerebral palsy

3

 Perdarahan otak  Trauma kepala yg berat  Kelainan sumsum tulang belakang (spina bifida)  Poliomielitis  Distrofia muskulorum  Penyakit otot b. Kurangnya stimulasi c. Gangguan struktural d. Kelainan genetik ex: sindrom down e. Status gizi yang kurang  terhambatnya perkembangan neuromuskuler

Usia normal anak untuk duduk ialah saat anak berusia 7 bulan dan mulai merangkak saat usia 8 bulan. 3. Bagaimana hubungan kejang yang disertai demam yang dialami Tristan terhadap tumbuh- kembangnya? Kejang dan demam yang dialami Tristan merupakan suatu proses intracranial yang mengarah kepada meningitis atau ensefalitis. Kejang demam biasa hanya memiliki sedikit komplikasi untuk terjadinya kelainan system saraf pusat. Sementara meningitis merupakan factor resiko cukup b esar terjaadinya cerebral palsy. Pada meningitis akan terjadi intense inflammatory vasculitis yang menyebabkan obstruksi pada pembuluh darah kecil atau besar yang mengakibatkan infark. Kemudain akan terbentuk lesi nekrotik yang menun jukkan kerusakan pada otak. Selain itu hipotesis lain diajukan berkaitan dengan proses demam dan kejang. Pada kejang dan demam yang lebih dari 15 menit akan menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat pesat yang mengakibatkan tubuh menjadi hypoxemia, hiperkapnea, dan asidosis. Hal tersebut akan meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi edema otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neuron. Bila lesi tersebut terjadi pada traktus kortikospinalis makan akan terjadi peningkatan tonus, kekakuan gerak, kelemahan otot ekstrimitas dan orofacial. Sementara bila terdapat juga lesi pada ganglia basalis makan akan menyebabkan timbulnya gerakan yang tidak terkontrol dan terus menerus. Kedua hal tersebut dialami oleh Tristan yang menunjukkan terjadinya cerebral palsy.
4

4.

Mengapa Tristan belum bisa makan nasi dan biskuit sendiri? Hubungan asupan nutrisi dengan tumbuh kembang Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan dalam 3 faktor, diantaranya adalah:

-

Hilang nafsu makan Gangguan proses makan di mulut Pengaruh psikologis. Pada kasus terjadi gangguan pada proses makan : Gangguan pada proses mekanik makan (memasukkan makanan ke mulut, mengunyah dan menelan)  koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah (mengunyah) serta palsi area supranuklear bulbar (menelan), pada kasus Amri terjadi gangguan motorik yang membatasi gerakan pada otot oral-facial (oromotor dysfunction, yang diatur oleh precentral gyrus)

-

Penyebabnya adalah :

o Gerakan motorik kasar di sekitar mulut  susunan saraf pusat o Kelainan congenital o Gangguan fungsi otak Dampak hanya makan bubur dan susu pada usia 18 bulan Undernutrisi o Gangguan pertumbuhan : BB,PB, dan lingkar kepala  bisa terjadi gagal tumbuh o Rentan infeks  anoreksi  memperburuk undernutrisi o Suhu tubuh menurun

5

Diafragma dan otot perut penting untuk aliran udara yang baik.paru-paru. tenggorokan. • artikulasikan . dan langit-langit semua harus bekerja bersama untuk membentuk pengucapan kata-kata dan suku kata.Gambar 1: menunjukkan precentral gyrus yang menginervasi kekuatan motorik kasar (from: clinical neuroanatomy 25th edition) 5. lidah. Kerusakan motorik oral dapat mempengaruhi: • Pernapasan . Pada pasien Cerebral palsy terjadi kerusakan fisik otot-otot yang diperlukan untuk berbicara.otot yang mengendalikan wajah. rahang. Mengapa Tristan yang berusia 18 bulan belum bisa memanggil mama dan papa? Dalam Bicara membutuhkan perkembangan intelektual dan fisik yangbaik. dan khususnya otot-otot mengendalikan pernafasan yang diperlukan untuk pola bicara yang tepat. mulut. 6 .

• suara . mau melihat dan tersenyum pada pemeriksa. Tristan juga belum bisa menunjukkan komunikasi non verbal. 6.pita suara dikendalikan oleh otot-otot yang pada dasarnya meregangkan pita suara diantara dua kartilago. kontak mata baik.8 77 .8 .13. 7. Mengapa ketika Tristan menginginkan sesuatu dia selalu menangis? Hal tersebut dikarenakan Tristan mengalami gangguan komunikasi akibat kelemahan otot-otot mulut dan lidah (orofacial) mengakibatkan Tristan tidak dapat berbicara bila menginginkan sesuatu. Dia tidak bisa mengungkaplkan keinginannya melalui kata-kata sehingga ia cenderung menangis bila ingin meminta sesuatu.5 75 45 Anak sadar. berjalan 5 - Adanya kelainan Keterlambatan perkembangan motorik Cukup kuat untuk mengatasi gravitasi Menandakan adanya defek neurologis (cerebral palsy) Adanya lesi pada UMN Defek neurologis (CP) Normal 8 9 Kekuatan lengan dan tungkai Lengan dan tungkai kaku dan susah ditekuk Refleks tendon Waktu diangkat ke posisi vertikal Kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki 10 11 12 Meningkat Kedua tungkai saling menyilang - - 7 . menoleh ketika dipanggil + Dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa detik 3 + Normal 8.88 48 Interpretasi Rendah Rendah Mikrosefali Normal Normal 6 7 Gerakan yang tidak terkontrol Posisi tengkurap Sudah dapat menstabilkan kepala. Apa interpretasi hasil pemeriksaan fisik? No 1 2 3 4 5 Deskripsi Berat badan (kg) Panjang badan (cm) Lingkar kepala (cm) gambaran dismorfik Keadaan bayi Kasus 7.

Berat Berat Badan Tinggi Badan Berat Badan Terhadap Tinggi Badan >90 81-90 70-80 <70 Menurut Usia > 90 75-90 60-74 <60 Menurut Usia >95 90-95 85-89 <85 Tabel 4. dan BB terhadap TB. Bagaimana mekanisme keabnormalitasan hasil pemeriksaan fisik? Tingkat Malnutrisi 0. Sedang 3. Ringan 2.8. TB menurut usia.5 kg Berada di percentile -3 BB seharusnya untuk anak laki-laki usia 18 bulan adalah 10 Berdasarkan berat badan menurut umur BB skrg x 100 % = 7.5 x 100 % = 68. Panjang badan 75 cm Berada pada percentile -2 PB seharusnya anak laki-laki usia 18 bulan adalah 82 cm 8 . a. Status gizi berdasarkan BB menurut usia. Berat Badan BB 7. Normal 1.1 (malnutrisi sedang) BB persentile 50 11 b.

Berdasarkan panjang badan menurut umur PB skrg x 100 % = 72 x 100 % = 87.5 x 100 % = 78.9 % (malnutrisi sedang) 9.8 % (malnutrisi sedang) PB persentile 50 82 c.5 9 . Status Gizi Berdasarkan Berat badan menurut Panjang badan BB/BB menurut PB x 100% 7.

mau melihat dan tersenyum kepada pemeriksa menyingkirkan adanya autis. 2 = didapatkan gerakan. Refleks tendon meningkatterjadi gangguan pada UMN dan gerakan motorik halus m. Tidak ada gambaran dimorfik menyingkirkan adanya sindrom down karena salah satu penyebab gangguan tumbuh kembang pada bayi adalah sindrom down (gambaran kelainan kromosom) f. Kekuatan otot : 0 = Tidak ada kontraksi sedikit pun. g. Kekuatan kedua lengan dan tungkai 3 normalnya 5 tristan mengalami quadriplegi yang disebabkan oleh CP. namun tidak didapatkan gerakan pada persendian yang harus digerakkan pada objek tersebut. gangguan penglihatan. Menoleh ketika dipanggil namanya dengan keras terdapat gangguan pendengaran dan menyingkirkan diagnosis autism h. lumpuh total. Anak sadar.d. Lingkaran Kepala Lingkaran kepala 45 cm Berada dibawah persentil 5 (mikrosefali) e. Lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekukadanya rigiditas pada tristan yang merupakan tanda dari CP tipe spastic l. kontak mata baik. Pada waktu diangkat ke posisi vertikal kedua tungkai saling menyilangadanya rigiditas pada tristan yang merupakan tanda dari CP tipe spastic 10 . dan hal ini menyingkirkan adanya muscular distrophy(lumpuh generalisata) j. 1 = Terdapat sedikit kontraksi otot. tapi tidak mampu melawan gravitasi 3 = dapat melawan gravitasi 4 = dapat melawan gravitasi dan mampu mengatasi sedikit tahanan yang diberikan 5 = tidak ada kelumpuhan (normal) k. athetoid CP yang merupakan tipe-tipe dari cerebral palsy menurut illingworth i. Terdapat gerakan yang tidak terkontrol adanya dyskinetic CP. Pada posisi tengkurap dapat mengangkat dan menahan kepala beberapa detiknormalnya bayi mulai bisa mengangkat kepala dan menahannya (merupakan gerakan motorik kasar bayi pada usia 3 bulan) beberapa detik pada usia 3 bulan.

anak. 11 . Sehingga kelainan dari perkembangan otak ini dapat diduga sebagai salah satu penyebab dari gangguan pendengaran pada Tristan. Dapat memerikas bayi. Tidak ada kelainan anatomi pada tungkai dan kaki menyingkirkan adanya gangguan otot dan tulang 9. bersifat obyektif.n. bersifat kronis namun tidak progresif. tidak invasif. Yang dianalisis (1) morfologi gelombang (2) masa laten (3) amplitudo gelombang Tabel berikut memperlihatkan klasifikasi kehilangan pendengaran Kehilangan Klasifikasi dalam Desibel 0-15 >15-25 >25-40 >40-55 >55-70 >70-90 >90 Pendengaran normal Kehilangan pendengaran kecil Kehilangan pendengaran ringan Kehilangan pendengaran sedang Kehilangan pendenngaran sedang sampai berat Kehilangan pendengaran berat Kehilangan pendengaran berat sekali Pada Cerebral palsy adalah suatu gangguan atau kelainan yang terjadi pada fase perkembangan anak. upaya untuk melakukan deteksi pendengaran dilakukan sedini mungkin agar rehabilitasi pendengaran sudah dapat dimulai saat perkembangan otak masih berlangsung. yang diakibatkan oleh kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya. mengenai sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat. penderita koma. dewasa. BERA merupakan pemeriksaan menggunakan aktifitas listrik yang dihasilkan n.VIII sebagai respon terhadap stimulus auditorik. Apa interpretasi hasil tes BERA dan mekanisme hasil abnormalnya? Tes Bera 30 dB 0 – 25 dB Meningkat  tejadi gangguan pada pendengaran Tes Bera (Brainstem Evoked Response Auditor) BERA merupakan pemeriksaan elektrofisiologik untuk menilai integritas sistem auditorik. Berdasarkan pertimbangan tersebut.

karna kognisinya jarang kena (-).10. selanjutnya mengalami kemunduran progresif terganggu >> malnutrisi -/+ Klo + gangguan kongenital pencernaa n -/+ Jarang sekali -/+ Pertumbuhan Mikrosefali Terganggu krn gangguan otot pencernaan (otot orofaring). krn kena otak yang mengatur keseimbangan -/+ -/+ 12 . selanjutnya mengalami kemunduran progresif Normal/sedikit Terlambat pada awal umur. susah menelan + pada quadriplegi Terganggu karna gangguan otot pencernaan (otot orofaring) normal -/+ Jarang. Apa diagnosis banding pada kasus ini? CP tipe CP tipe spastic diskinetic Jenis kelamin Laki-laki > Laki-laki > perempuan perempuan Motorik kasar Terlambat Terlambatdan (duduk dan dan statis statis merangkak) CP tipe ataxic Sindrom down DMD (duscent muscle distropy Laki-laki > perempuan Terlambat dan Terlambat statis atau normal Motorik halus (belum bisa makan nasi) terlambat terlambat terlambat Normal/+ klo ada kelainan kongengit al lain Bicara bahasa Riwayat kejang BB Resiko bertambah pada quadriplegi >> spastic quadriplegi >> malnutrisi Biasa terjadi karna otot orofaring kena Jarang >> malnutrisi normal terganggu Normal/sedikit Terlambat pada awal umur.

kaki dalam fleksi plantar. Gangguan postural g.Gambaran dismorfik Gerakan yang tidak terkontrol Refleks (moro. Growth delay Pemeriksaan laboratorium 13 . Apa saja pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis ini? Pemeriksaan Fisik a. fleksi sendi paha dan lutut. Reflex tendon d. BB. KPSP c. Contracture pada persendian  Lengan dalam aduksi. menggenggam. pergelangan tangan dalam pronasi. jari-jari dalam fleksi. Growth Chart (TB. fleksi sendi siku. telapak kaki berputar ke dalam. f. posisi jari melintang di telapak tangan  Tungkai dalam sikap aduksi. Reflex primitif menetap e. tendon ↑) Kekuatan kedua lengan dan tungkai Lengan dan tungkai kaku dan susah untuk ditekuk Kedua tungkai saling menyilang pada posisi vertikal _ + + + dan depth preseption _ + + -/+ -/+ _ _ -/+ menurun menurun menurun Normal/ menurun -/+ -/+ _ menurun + rigiditas + rigiditas _ _ _ _ _ -/+ -/+ _ rigiditas _ 11. LK) b.

d. c. MRI  untuk melihat infark yang terjadi di otak f. kejang 14 . infeksi)  Asupan gizi saat hamil  Pengobatan yang pernah diterima saat hamil b. Selain pemeriksaan di atas. h. preeclampsia. Pungsi lumbal harus dilakukan untuk menyingkirkan suatu proses degeneratif. Pada CP likuor serebrospinalis normal. solution plasenta. Pemeriksaan mata dan pendengaran segera dilakukan setelah diagnosis CP ditegakkan. Pemeriksaan Elektro Ensefalografi dilakukan pada penderita kejang atau pada golongan hemiparesis baik yang berkejang maupun yang tidak. kadang-kadang diperlukan pemeriksaan arteriografi dan pneumoensefalografi 12. Penilaian psikologik perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pendidikan yang diperlukan. Foto kepala (X-ray) dan CTScan. b. Anamnesis a. e. Bagaimana cara penegakkan diagnosis dan diagnosis kerja pada kasus ini? Penegakan Diagnosis: 1. Riwayat Kehamilan  Status obstetric  Penyakit yang diderita saat hamil (plasenta previa. Hormon tiroid Pemeriksaan Penunjang a.a. g. Pemeriksaan metabolik untuk menyingkirkan penyebab lain retardasi mental. Riwayat Perinatal  Spontan/ SC  APGAR score  Riwayat asfiksia  BB lahir  Usia kehamilan  Riwayat trauma. jaundice.

posisi jari melintang di telapak tangan  Tungkai dalam sikap aduksi. Riwayat keluarga  Terjadi pada anak sebelumnya  Terjadi pada keluarga yang lain f. Pada CP likuor serebrospinalis normal. kaki dalam fleksi plantar. Hormon tiroid 4. BB. jari-jari dalam fleksi. Pemeriksaan laboratorium a. pergelangan tangan dalam pronasi. 15 . KPSP j. LK) i. Growth delay 3. Riwayat Tumbuh Kembang  Growth Chart  KPSP  Asupan gizi e. Reflex primitif menetap l.c. Pemeriksaan Fisik h. j. Growth Chart (TB. Pemeriksaan Penunjang i. fleksi sendi paha dan lutut. Reflex tendon k. m. fleksi sendi siku. telapak kaki berputar ke dalam. Pemeriksaan mata dan pendengaran segera dilakukan setelah diagnosis CP ditegakkan. Pungsi lumbal harus dilakukan untuk menyingkirkan suatu proses degeneratif. Gangguan postural n. Riwayat Posnatal  Trauma  Infeksi  Perdarahan intrakranial  Riwayat koagulopati d. Contracture pada persendian  Lengan dalam aduksi. Bisa beraktivitas? Terbatas? Tidak bisa sama sekali? 2.

dan lain – lain). Cytomegalovirus. MRI  untuk melihat infark yang terjadi di otak n. tidak dapat menahan kepala dan refleks motorik yang meningkat c. kelainan . faktor genetik. Riwayat Prenatal a. Usia ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 40 tahun. Selain pemeriksaan di atas. perdarahan plasenta. Pemeriksaan Elektro Ensefalografi dilakukan pada penderita kejang atau pada golongan hemiparesis baik yang berkejang maupun yang tidak. Rubella atau campak Jerman. o. Gangguan kemandirian: hanya bisa makan bubur saring di usia 18 bulan d. Kelainan kromosom. Apa etiologi dan faktor risiko pada kasus ini? 1. m. kelainan umbilikus. b.k. Mengalami mikrosefali e. Penilaian psikologik perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pendidikan yang diperlukan. Herpes simplexvirus) dan sifilis d. WD: Global developmental delayed ec cerebral palsy tipe campuran 13. Foto kepala (X-ray) dan CTScan. Gangguan motorik : Hanya bisa tengkurap di usia 18 bulan. Mengalami gangguan pendengaran Pada kasus terdapat 2 atau lebih gangguan perkembangan yang diakibatkan cerebral palsy. Pemeriksaan metabolik untuk menyingkirkan penyebab lain retardasi mental. c. Gangguan komunikasi : tanda bayi hanya bisa menangis atau belum bisa berbicara b. Infeksi intrauterin : TORCH (Toxoplasma. Radiasi saat masih dalam kandungan e. p. l. kadang-kadang diperlukan pemeriksaan arteriografi dan pneumoensefalografi Pada kasus terdapat: a. ibu hipertensi. Asfiksia intrauterin (abrubsio plasenta. anoksia maternal. plasenta previa. 16 perkembangan dalam kandungan.

Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya anoksia. retardasi mental atau sensory deficit). Riwayat obstetrik (riwayat keguguran. Toksemia gravidarum. Riwayat Natal a. kontaminasi air raksa pada makanan. i. plasenta previa. factor pembekuan darah dan lain-lain masih belum sempurna. h. sehingga sukar membedakannya. partus lama. c. Disseminated Intravascular Coagulation oleh karena kematian prenatal pada salah satu bayi kembar 2. Proteinuria dan Edema). infeksi plasenta. b.f. g. yang kadang– kadang bila keadaan lebih parah diikuti oleh KK (kejang–kejangataukonvulsi dan koma).Bayi 17 . misalnya perdarahan yang mengelilingi batang otak. Hal demikian terdapat pada keadaan presentasi bayi abnormal. j. hal ini mungkin terjadi karena toksemia menyebabkan kerusakan otak pada janin. mengganggu pusat pernapasan dan peredaran darah sehingga terjadi anoksia. riwayat lahir mati. Prematuritas Bayi kurang bulan mempunyai kemungkinan menderita pendarahan otak lebih banyak dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Perdarahan dapat terjadi di ruang subaraknoid dan menyebabkan penyumbatan CSS atau cairan serebrospinalis sehingga mangakibatkan hidrosefalus. riwayat melahirkan anak dengan berat badan < 2000 gram atau lahir dengan kelainan morotik. enzim. yaitu kumpulan gejala–gejala dalam kehamilan yang merupakan trias HPE (Hipertensi. Perdarahan otak Perdarahan dan anoksia dapat terjadi bersama-sama. Induksi konsepsi. Patogenetik hubungan antara toksemia pada kehamilan dengan kejadian cerebral palsy masih belum jelas. Perdarahan di ruang subdural dapat menekan korteks serebri sehingga timbul kelumpuhan spastis. Keracunan saat kehamilan. karena pembuluh darah. partus menggunakan bantuan alat tertentu dan lahir dengan seksio sesar. rokok dan alkohol. Anoksia/hipoksia Penyebab terbanyak ditemukan dalam masa natal ialah cidera otak. Namun.

kurang bulan mempunyai kemungkinan menderita pendarahan otak lebih banyak dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Kelahiran sungsang g. Resiko CP lebih tinggi diantara bayi dengan berat lahir <2500gram dan bayi lahir dengan usia kehamilan <37 minggu. d. 1994 dalam Arif Mansjoer. c. Apgar score rendah. Komplikasi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. 2008). Bayi kembar 3. faktor pembekuan darah dan lain-lain masih belum sempurna. Letak sungsang. karena pembuluh darah. enzim. d. Resiko akan meningkat sesuai dengan rendahnya berat lahir dan usia kehamilan. Racun berupa logam berat. Postmaturitas e. Apgar score yang rendah hingga 10-20 menit setelah kelahiran. sedangkan hiperbilirubinemia adalah ikterus dengan konsentrasi bilirubin serum yang menjurus kearah terjadinya kernikterus atau ensefalopati bilirubin bila kadar bilirubin tidak dikendalikan (Tjipta. Ikterus neonatorum Ikterus adalah warna kuning pada kulit. Proses persalinan sulit. Faktor-faktor resiko yang menyebabkan kemungkinan terjadinya CP semakin besar antara lain adalah: 2 a. CO. Ikterus pada masa neonatus dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak yang kekal akibat masuknya bilirubin ke ganglia basal. konjungtiva. Trauma kepala b. d. Meningitis / ensefalitis yang terjadi 6 bulan pertama kehidupan c. b. f. Masalah vaskuler atau respirasi bayi selama persalinan merupakan tanda awal yang menunjukkan adanya masalah kerusakan otak atau otak bayi tidak berkembang secara normal. Luka parut pada otak paska bedah. misalnya pada kelainan inkompatibilitas golongan darah. BBLR dan prematuritas. Riwayat Postnatal a. dan mukosa akibat penumpukan bilirubin. 18 .

asphyxia neonatorum akan berkembang menjadi CP sekitar <10%. Kehamilan ganda. dan attentional disorders.2% Hampir 70% terdapat disabilitas yang lain . strabismus. mental retardasi dan kejang. 3-5% LBW). misalnya lingkar kepala abnormal (mikrosefali). Ataxia 7%. dan pertumbuhan yang jelek. c. dan gejala extrapyramidal sekitar 9. b. i. g. Kejang pada bayi baru lahir 14. Di Australia.e. Perdarahan maternal atau proteinuria berat pada saat masa akhir kehamilan. 4% pada gestasi 32-36 minggu. Bagaimana epidemiologi pada kasus ini? a.000 kelahiran. Terdapat jugaseizures. 5-10% VLBW. Sebagian besar bayi-bayi yang lahir dengan CP memperlihatkan malformasi SSP yang nyata. hearing loss. Diplegia32% dan Quadriplegia 16%. Sekitar 70-80% of CP disebabkan factor prenatal. Pada bayi preterm (10-20% ELBW. primarily communicative.5 per 1. Perdarahan vaginal selama bulan ke 9 hingga 10 kehamilan dan peningkatan jumlah protein dalam urine berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya CP pada bayi h. 19 . Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah telah terjadi pada saat perkembangan SSP sejak dalam kandungan.95% pada bayi yang aterm(>37 weeks gestation). Hipertiroidism maternal. Malformasi SSP. Hemiplegia sekitar 36%. cognitive. Incidensi CP sekitar 2-2. belajar . f.

15. Bagaimana patofisiologi pada kasus ini? Patofisiologi Suspek infeksi (meningitis) Blokade pembuluh darah otak Iskemia Demam + kejang ↑ metabolisme tubuh ↑ konsumsi glukosa & oksigen Hipoksia otak ↑ permeabilitas pembuluh darah otak Edema otak Menekan fungsi otak Kerusakan otak Korteks serebri Mixed CP Gangguan tonus otot Gangguan koordinasi otot Gerakan yang tidak terkontrol Hanya bisa menangis Sulit belajar bahasa Basal ganglia Kerusakan saraf pendengaran Gangguan otot orofaring Belum bisa makan nasi FR kekurangan nutrisi Gangguan pertumbuhan ( BB. TB. LK yang tidak sesuai usia) Gangguan pertumbuhan otot yang tidak sesuai dengan pertumbuhan tulang Kedua tungkai menyilang saat diangkat 20 .

Pembedahan stereotatik dianjurkan pada pasien dengan pergerakan koreotetosis yang berlebihan. neurolog. c. diazepam (dosis 0. dokter mata. psikiater. b. makan. hanya simtomatik. Fisioterapi Tindakan ini harus segera dimulai secara intensif. Pengobatan kausal tidak ada. tidak boleh lebih dari 10 mg/dosis). ahli ortopedi. Occupational therapy Ditujukan untuk meningkatkan kemampuan untuk menolong diri sendiri. Pada keadaan ini perlu kerja sama yang baik dan merupakan suatu tim dokter anak. Dapat diberi injeksi toxin botulinium (mahal) e. dianjurkan untuk dilakukan pembedahan otot. psikolog. penderita dilatih supaya bisa mengenakan pakaian. dokter THT. Tindakan bedah Bila terdapat hipertonus otot atau hiperspastisitas.8 mg/kgBB/ hari-oral 6-8 jam. d. Dapat diberikan muscle relaxant seperti baclofen. Untuk mencegah kontraktur perlu diperhatikan posisi pasien pada waktu istirahat atau tidur. pekerja sosial. Orang tua turut membantu program latihan dirumah. fisioterapi. yang ditangani seorang ahli. Bagaimana tatalaksana pada kasus ini? Medik a. Obat-obatan Pasien sebral palsi (CP) yang dengan gejala motorik ringan adalah baik. Fisioterapi ini dilakukan sepanjang pasien hidup. makin banyak gejala penyertanya dan makin berat gejala motoriknya makin buruk prognosisnya. Speech therapy Diberikan pada anak dengan gangguan wicara bahasa. Nutrisi 21 . f. Bagi pasien yang berat dianjurkan untuk sementara tinggal dipusat latihan. Bila di negara maju ada tersedia institute cerebral palsy untuk merawat atau untuk menempung pasien ini. minum dan keterampilan lainnya.16.2-0. memperbaiki kemampuan motorik halus. g. tendon atau tulang untuk reposisi kelainan tersebut. occupatiional therapist. guru sekolah luar biasa dan orangtua pasien.

cara berdiri. Misalnya nasi diganti dengan: mie. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN 1. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan Padanan Bahan Makanan. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo. bubur sumsum. dll. 2. kacang ijo. Bayam diganti dengan: daun kangkung. 3. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan . Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang. ikan. biskuit. dll. berjalan) 17. i. Bagaimana prognosis pada kasus ini? Fungsionam: dubia ad malam Vitam : dubia ad bonam 18. Apa saja komplikasi pada kasus ini? 22 . tetapi merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi. Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit. h. INGAT !     Teruskan pemberian ASI Berikan makanan keluarga 3 kali sehari Berikan makanan selingan 2 kali sehari Gunakan beraneka ragam bahan makanan setiap harinya. Makanan dapat berupa makanan semisolid atau solid yang dihancurkan. tempe. kentang. tomat. wortel. terapi gangguan pendengaran Rujuk ke THT atau beri alat Bantu dengar untuk mengkoreski kelainan. duduk. telur. jangan dilakukan secara tiba-tiba. Hati ayam diganti dengan: tahu. bihun. edukasi Berikan edukasi kepada orangtua tentang etiologi dan prognosis Cerebral palsy.diberikan makanan tinggi kalori untuk memperbaiki keadaan gizi buruk. 4. Pemberian ASI diteruskan. aktivitas. Menyapih anak harus bertahap. Disamping itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari. Berikan juga informasi tentang perwatan Tristan selama di rumah (makan. roti. Pemberian dapat melalui NGT atau langsung melewati proses gastrotomy.

serta latihan duduk. amblyopia. Bertujuan untuk mengurangi beban aksial. Paling banyak ditemukan pada tipe spastik quadriplegia. Bagaimana usaha preventif pada kasus ini?   Rehabilitasi Fisioterapi Meliputi:  Teknik tradisional Meliputi latihan gerak sendi. untuk pencegahan. Masalah makan. Behavioral and emotional problems 19. refractive errors    Hearing deficits Communication disorders Seizures: terlihat pada satu dari tiga pasien Cp. dan koreksi deformitas.  Terapi wicara Bertujuan untuk mengembangkan anak agar dapat berbahasa secara pasif dan aktif. 23 . aktifitas bimanual. latihan penguatan dan peningkatan daya tahan otot. Mental retardation: ditemukan pada dua dari tiga pasien cerebral palsy. latihan aktifitas hidup sehari-hari. modifikasi tingkah laku dan sosialisasi.  Terapi Ortotik   Dilakukan dengan penggunaan bracing. berdiri dan jalan. nystagmus. stabilisasi.    Gagal berkembang.  Motor function training Dengan menggunakan sistem khusus dengan prinsip beberapa bentuk stimulasi akan menimbulkan reaksi otot yang dikehendaki dan bila dilakukan secara berulang-ulang akan berintegrasi kedalam pola gerak motorik yang bersangkutan  Terapi Okupasi Okupasional terapi meliputi latihan fungsi tangan. Ophthalmologic abnormalities: Strabismus.   Gangguan belajar. dan banyak ditemukan pada type spastic hemiplegy.

walker.  Pemakaian nightsplint mengambil keuntungan dari tonus yang menurun yang terjadi selama tidur untuk menambah regangan otot antagonis yang lemah. global developmental delayed (komunikasi. 20. mikrosefali. Hipotesis Tristan. serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). rolator. IV. usia 18 bulan. dan kemandirian) serta gangguan pendengaran akibat cerebral palsy tipe campuran (spastik quadriplegia dan diskinetik). Apa KDU pada kasus ini? 3B  Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan. mengalami gizi buruk. motorik. Alat bantu yang dipergunakan berupa kruk ketiak. 24 . anak laki-laki. dan kursi roda manual/listrik. Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan.

V. LK yang tidak sesuai usia) Gangguan pertumbuhan otot yang tidak sesuai dengan pertumbuhan tulang Hanya bisa menangis Kedua tungkai menyilang saat diangkat 25 . TB. Kerangka Konsep Suspek infeksi (meningitis) Deman + kejang Kerusakan otak Gangguan tonus otot Gangguan koordinasi otot Gerakan yang tidak terkontrol Kerusakan saraf pendengaran Sulit belajar bahasa Gangguan otot orofaring Belum bisa makan nasi FR kekurangan nutrisi Gangguan pertumbuhan ( BB.

FASE TUMBUH KEMBANG ANAK Tumbuh Kembang Normal Anak Laki-laki Saat-saat Penting dalam Perkembangan usia 0-19 bulan: Saat-saat Penting Rata-rata Makna Perkembangan (Milestone) Umur Pencapaian (bulan) Motorik Kasar Kemantapan kepala pada saat 2 Memungkinkan interaksi duduk visual yang lebih baik Menarik untuk duduk.5 Perbandingan benda tangan ke tangan lain Memegang benda dengan ibu 8 Mampu eksplorasi benda jari dan jari lainnya yang kecil Membuka lembaran buku 12 Meningkatkan otonomi saat „membaca‟ buku Mencoret-coret 13 Koordinasi visuomotor Membangun menara dari dua 15 Memerlukan koordinasi kubus penglihatan.risiko jatuh Berjalan sendiri 12 Eksplorasi.5 Fleksi trunkus. sensasi taktil Mengikuti perintah yang 7 Komunikasi nonverbal disertai gerakan tubuh Mengikuti perintah yang tidak 10 Kemampuan bahasa reseptif disertai gerakan tubuh verbal Bicara kata yang sesungguhnya 12 Mulai menyebut pertama kali Bicara 4-6 kata 15 Menguasai nama benda dan orang 26 .5 Anak lebih aktif berpartisipasi wajah dan suara social Mengoceh satu suku kata 6 Bereksperimen dengan suara. kepala 3 Tonus otot tidak tertinggal Menempatkan kedua tangan di 3 Menemukan diri garis tengah Refleks tonus leher asimetris 4 Anak dapat memperhatikan hilang tangan dari garis tengah Duduk tanpa bantuan 6 Peningkatan eksplorasi Tengkurap 6. motorik kasar dan halus Komunikasi dan Bahasa Tersenyum untuk merespon 1.5 Penggunaan benda Meraih benda 4 Koordinasi visuomotor Genggaman tanggan hilang 4 Pelepasan sukarela Memindahkan benda dari satu 5. pengendalian dekan pada orang tua Lari 16 Pengawasan lebih sulit Motorik Halus Menggenggam mainan 3.

sesuai dengan perbendaharaan kata (sekitar 50 kata atau lebih) Tidak mengingat objek ( hilang dari pandangan. pura-pura minum dari cangkir) Menggunakan tongkat atau batang untuk meraih mainan Bermain boneka pura-pura 4 8 8 Menguasai nama benda dan orang Mulai gramatisasi. sebab dan akibat Aktif membandingkan objek Mengingat objek 12 Mulai berpikir simbolis 17 dengan 17 Mampu menghubungkan tindakan untuk menyelesaikan masalah Pemikiran simbolik 27 .Bicara 10-15 kata 18 Bicara kalimat yang terdiri dari 19 dua kata Kognitif Menatap sebentar pada titik 2 tempat suatu objek menghilang Menatap tangannya sendiri Membanting dua kubus Menemukan mainan (setelah sebelumnya melihat mainan tersebut disembunyikan) Permainan pura-pura egosentris (misalnya. hilang dari pikiran) Penemuan diri.

II. Dibagi dalam 2 masa : 1. sifatnya psikofisis untuk dapat bereaksi terhadap lingkungan melalui rangsangan-rangsangan tertentu dengan cara khas. tonic neck reflek gerakan sepontan otot kuduk pada bayi normal. 2. pada bayi normal.  Reflek Suatu gerakan yang terjadi secara otomatis atau sepontan tanpa disadari. Disebut periode vital.I. masa neonate telah menjadi individu yang terpisah dan berdiri sendiri. Masa Bayi Masa antara usia 1 bulan -1 tahun. yaitu : instink. artinya bahwa periode ini mempunyai makna mempertahankan kehidupannya untuk dapat melaksanakan perkembangan selanjutnya. Dengan beberapa kemampuan. rooting reflek 28 . yaitu : perubahan suhu. menghisap da menelah serta pembuangan melalui organ sekresi.10% dari berat badan lahir. reflek dan kemampuan belajar. masa pertunate berlangsung 15-30 menit pertama sejak lahir sampai tali pusat dipotong.  Instink Kemampuan yang telah ada sejak lahir. Macam-macam reflek pada usia bayi : 1. Bila bayi ditengkurapkan maka secara sepontan akan memiringkan kepalanya. pernafasan. yaitu 5% . Keempat penyesuaian tersebut terlihat nyata dengan penurunan berat badan fisiologis selama minggu pertama – kedua. Masa ini terjadi penyesuaian terhadap lingkungan yang baru. merupakan perkembangan yang terpendek dalam kehidupan. tanpa bekerja atau berpikir lebih dahulu. Contohnya : reaksi senyum bila ibu mengajak bayi berbicara walaupun belum mengerti kata-kata yang diucapkan. Dimulai sejak lahir dan berakhir umur 2 minggu. 2. Ada 4 penyesuaian utama yang harus dilakukan sebelum anak memperoleh kemajuan perkembangan. Masa Neonatus Masa baru lahir. bayi bereaksi ketakutan bila ada orang yang mendekati dengan sikap marah.

4. cahaya yang kuat atau perubahan suhu mendadak. fase gigi peralihan keadaan dimana gigi tetap/permanent telah tumbuh disamping gigi sulung. gerakan ini kemudian diikuti dengan gerakan menghisap. bersifat reflek seolah belajar berjalan. seperti mata boneka. Bila bayi diangkat seolah-olah menyambut dan mendekap orang yang yang mengangkatnya tersebut.  Pertumbuhan gigi 1. 6. terdiri dari : gigi seri (incivus) I dan II gigi taring (caninus) = 8 buag = 4 buah gigi geraham (molar) I dan II = 8 buah 2. startle reflek reaksi emosional beberapa hentakan dan gerakan seperti mengejang pada lengan dan tangan dan sering diikuti dengan tangis yang menunjukkan rasa takut. Jumlah gigi susu 20 buah.bila menyentuh daerah bibir maka akan segera membuka mulut dan memiringkan kepala kearah tersebut. grasp reflek bila jari kita menyentuh telapak tangan bayi. 7. maka jari-jarinya akan langsung menggenggam dengan kuat. Kurang lebih pada usia 6 tahun gigi permanent yang pertama akan tumbuh disamping gigi 29 . moro reflek sering disebut sebagai reflek emosional. Gigi mulai terlihat (tumbuh) pada usia 6 bulan dan lengkap usia 2.5-3 tahun. Bisa disebabkan suara-suara yang keras dengan tiba-tiba. doll‟s eyes reflek bila kepala bayi dimiringkan maka mata juga akan bergerak miring mengikuti. stapping reflek suatu reflek kaki spontan apabila bayi diangkat tegak dan kakinya satu persatu disentuhkan pada suatu dasar maka bayi akan melakukan gerakan melangkah. 3. Bila menyentuhkan dot atau putting susu keujung mulutnya. 5. fase gigi sulung/susu gigi pada bayi baru lahir meskipun tidak kelihatan tapi sudah ada dalam rahang. Bila bayi dingkat secara kasar maka dia akan menabgis dengan kuat.

1984) 30 . fase gigi tetap/permanen  Perkembangan panca indra I. Pendengaran Pada waktu lahir belum ada pendengaran. V.sulung. III. Apabila sampai dengan usia 9-10 bulan belum bisa mendengar berarti bayi tersebut bermasalah dalam pendengaran. 3. II.5 tahun. Umur terlepasnya gigi sulung : gigi seri sulung tengah kira-kira 7.5 tahun. Perabaan Sejak lahir sudah mempunyai indra perabaan. setelah 1 bulan barundapat mengetahui letak letak suara. Rasa Panca inra yang paling lambat berkembang. Yaitu setelah mempunyai perasaan like dan dislike. IV. Tumbuhnya tetap dibelakang geraham-geraham gigi sulung yang terakhir dan sering dianggap gigi sulung juga. Penciuman Belum bisa membedakan bau kecuali menyatakan dengan kekhususan/perasaannya.  Pertumbuhan otak Kenaikan berat otak anak (lazuardi. Apabila sampai dengan usia 3 bulan belum dapat mengikuti arah bayingbayang sinar berarti bayi tersebut bermasalah dalam penglihatan. lambat laun akan menjadi baik pada usia 1 bulan dapat mengikuti sinar. buktinya : Begitu lahir merasa dingin lalu menangis Dapat merasakan perabaan dari seseorang dan merasa enak/aman atau tidak.5 tahun. Gigi taring kira-kira 11. Kemudian antara umur 6-12 tahun gigi suslung berangsur-angsur lepas dan diganti dengan gigi permanent. Sesudah 1-2 tahun. Gigi seri sulung samping kira-kira 8 tahun. Gigi geraham sulung I kira-kira 10. Penglihatan Bayi hanya dapat membedakan gelap dan terang.

Bulan kedua bayi mulai mengenal muka orang yang paling dekat (ibu). Proses ini dimulai dari otot-otot kepala ke anggi\ota badan. mulai memperhatikan apa yang dikerjakan orang disekitarnya. Jaringan otak dan system syaraf tumbuh secara maksimal selama 2 tahun. Ia mulai tersenyum sebagai suatu cara mengatakan kesenangannya. - Sekitar umur 6 bulan mulai mengenal orang-orang disekitarnya dan membedakan orang-orang yang asing baginya. kematangan alat-alat tulang.  Perkembangan social Tingkah laku social diartikan bagaimana seorang anak berinteraksi terhadap orang-orang sekitarnya.6 bulan 6 bulan -3 tahun 3 tahun . Hubungan ini terjadi melalui sentuhan atau hubungan kulit. - Akhir bulan ke 10 mulai mengobrol dengan ibunya dan menirukan suku kata dan nada . 31 . - Umur lebih dari 7 bulan mulai kontak aktif dengan orang lain yaitu dengan menunjukkan kemauannya. sumsum syaraf dan perbuatan proporsi tubuh. duduk. artinya tahap pergerakan yang terjadi karena koordinasi atau kerja sama antara bermacam-macam pergerakan melalui kematangan belajar. berdiri dan manipulasi. - Akhir tahun pertama hubungan kontak orang tua dan bayinya sedemikian jauhnya sehingga dapat diajak bermain. Segera setelah lahir hubungan bayi dan orang sekitarnya mempunyai yang sangat penting.15 gr / 24 jam Pertumbuhan otak tercepat adalah trimester III kehamilan sampai 5 – 6 bulan pertama setelah lahir.6 tahun KENAIKAN BERAT OTAK 3 gr / 24 jam 2 gr / 24 jam 0. Maka anak telah siap untuk menggunakan tubuhnya secara terkoordinasi.35 gr / 24 jam 0.UMUR 6 s/d 9 bulan kehamilan lahir . yaitu merangkak.  Perkembangan fungsional Perkembangan fungsional atau ketrampilan . Contohnya : berteriak-teriak minta perhatian. Ada 4 macam perkembangan fungsional. pengaruh hubungan itu pada dirinya dan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan.

kalimat-kalimat sederhana secara berulang sehingga ia mendapat kesempatan untuk melatih dirinya. Kehadirannya sangat diinginkan dan dikasihi yang nantinya menjadi dasar untuk pecaya pada diri sendiri. seperti wawa. Dimulai dengan hubungan yang erat antara orang tua dan bayi : mengelus-elus. yaitu : menangis. Maka dasar-dasar tingkah laku socialnya dan sikap–sikapnya disamai dirumah. memeluk. Pada umur 11-13 bul. yaitu anak belajar untuk membedakan dirinya dengan oramg lain.  Perkembangan emosi Kebutuhan utama agar mendapatkan kepercayaan dan kepastian bahwa si anakditerima dilingkungannya. Sekitar umur 1 tahun sudah dapat mengerti kata-kata. mengoceh. Umur 3-4 bulan suara-suara bernada rendah diucapkan pada saat terbangun. oleh karena itu kehidupan anak terpusat dilingkungan rumah. Proses selanjutnya ibu secara sadar atau tidak sadar menentukan batas banyaknya kepuasan yang akan diberkan kepada si anak. mama. Adanya batas-batas itu menjadikan anak stress dan frustasi yang sewaktu-waktu dapat diringankan oleh ibunya. rooming-in. Pada umur 10-11 bulan bila ditanyakan dimana bapak.  Perkembangan bahasa Ada 3 bentuk pra bahasa normal dalam perkembangan bahasa.- Umur 18 bulan dimulai adanya kesadaran akan saya dan keinginan untuk menjelajahi dan menyelidiki terhadap lingkungan sangat besar yang akan menimbulkan persoalan. Umur 9 bulan bayi mulai mengeluarkan suku kata yang diulang. Umur 5-6 bulan mulai mengobrol dengan caranya sendiri yaitu dengan mengeluarkan suara-suara yang nadanya keras. tinggi dan perlahan. isyarat. si anak akan akan mulai dihadapkan dengan orang-orang yang menyetujui dan menghalangi maunya. papa. Dalam 2 bulan pertama kehidupannya masih banyak cara menyatakan keinginan dengan menangis. sebagai usaha pertama untuk bicara. Akhir bulan ke 4 bayi dapat diajak bermain dan tertawa keras. Akibat dari interaksi antara ibu dan anak ini organisasi mental anak berkembang.an mulai terjadi perubahan penting. ia mulai menghubungkan katakata. - Tahun kedua keinginan untuk berdiri sendiri dan penolakan terhadap otoritas orang dewasa kurang menarik. karena dipengaruhi kebutuhankebutuhan keluarga. ibu atau mainannya ia akan mencari dengan mata dan memalingkan kepalanya. 32 .

2.5 cm/tahun. haus akan nama 4. Ia telah siap untuk menjelajahi lingkungan. 1. perkembangan fisik pertumbuhan dtempo yang lambat. perkembangan psikis  periode estitis yang berarti keindahan.5 – 2. Ia ingion tahu lingkungannya. bicara sosial peralihan dari bicara ego social ke bicara yang berlaku di dalam masyarakat. meraban (6-7 minggu) merupakan suatu pemainan dengan tenggorokan. 33 . Periode ini ada 3 ciri khas yang tidak ada pada periode lain. kalimat satu kata (1-18 bulan) 3. mengenal perbandingan  Bicara dalam kalimat yang panjang dan sempurna 1. Berat badan bertambah kurang lebih 0. nyanyian dan melukis. yaitu : perkembangan emosi dengan kegembiraan hidup. membandel dan tidak dapat dipaksa. Tinggi badan bertambah kurang lebih 7.  Periode penggunaan lingkungan.5 kg/tahun. Ia tidak puas sebagai penonton. Masa Kanak-kanak  Masa pra sekolah 1. kebebasan dan fantasi. dongeng. 2. suatu periode diomana kemauannya sukar diatur. mulut bibir sehingga suara menjadi lembut dan menghasilkan bunyi. bicara egosentris (2-7 tahun) isi bicara lebih mengenai diri sendiri. membuat kalimat 5. Periode keras kepala. Perkembangan bicara  Pra bicara. Ketiga unsure tersebut berkembang dalam bentuk ekspresi permainan. 2.  Periode trotz altor. III.

 Masa sekolah 1. Cerebral palsy mencakup kelompok dari kondisi yang mempengaruhi anak sehingga memiliki kekurangan dalam kontrol pergerakan. Cerebral palsy adalah sebuah gangguan dari perkembangan dan postur dikarenakan sebuah kerusakan atau lesi dari otak yang belum berkembang (Bax. 1964). moral 7. periode intelektual 2. 1993). kasih sayang dan kegembiraan. walaupun menjadi perubahan dan variasi dalam perjalanannya tergantung kelainan yang terlihat dan perkembangan pada tiap anak. dan gerakan anak dan kecenderungan postur (Pamela. minat 3. pertumbuhan tubuh. bermain 5. rasa ingin tahu. Cerebral palsy adalah masalah-masalah pada sistem saraf pusat yang berakibat tidak berkembangnya sistem saraf pusat atau mempengaruhi otak atau tulang belakang (Pamela. the sense of accomplithment (kemampuan menyesuaikan) 4. Definisi Cerebral Palsy Cerebral Palsy adalah kondisi neurologis yang terjadi permanen tapi tidak mempengaruhi kerusakan perkembangan saraf karena itu bersifat non progresif pada lesi satu atau banyak lokasi pada otak yang immatur (Campbell SK et al. hubungan keluarga 1. 1993). marah. keseimbangan otot. Perubahan ini terjadi tergantung dari beberapa faktor yakni maturasi otak. 2008). pemahaman 6.Perkembangan emosi merupakan periode yang ditandai dengan “Tempe tantrum” yaitu rasa takut yang kuat. Lesi saraf pada cerebral palsy tidak progresif. Biasanya yang dijadikan acuan onset kejadiannya sebelum 3 tahun. 2001 dalam Jan S. 34 .

2009). Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Bagian – bagian Otak Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan. et al. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. and midsaggital (Lane R.1. coronal. 2. The brain is presented in three views: lateral. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut. perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung.2. Duramater atau Lapisan Luar 35 . keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak dilindungi 3 lapisan selaput meninges. tekanan darah. a. Anatomi Fisiologi Otak Brain anatomy.

Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan disebut sulcus. kesadaran. Pada duramater dapat diamati adanya serabut elastis. logika. Keempat lobus tersebut masing-masing adalah: a. Cerebrum dibagi menjadi empat lobus. Araknoid atau Lapisan Tengah Arachnoid merupakan selaput halus yang memisahkan duramater dengan piamater. Lapisan dalam duramater terdiri dari beberapa lapis fibrosit pipih dan sel-sel luar dari lapisan arachnoid. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan. Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari cerebrum.1. Cerebrum atau Otak Besar Bagian terbesar dari otak manusia disebut cerebrum disebut juga sebagai cortex cerebri. cerebellum atau otak kecil. pembuluh darah. dan limfe. b. saraf. Kedua belahan tersebut terhubung oleh saraf. 1998). dan mengandung serabut kolagen. bahasa. Antara arachnoid dan piamater terdapat ruangan berisi cairan yang berfungsi untuk melindungi otak bila terjadi benturan. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir atau intelektual. hemisfer kanan berfungsi mengontrol sisi kiri tubuh dan terlibat dalam kreativitas serta kemampuan artistik. aktifitas motorik yang kompleks. Piamater atau Lapisan Dalam Piamater merupakan membran yang sangat lembut dan tipis penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. kemampuan 36 . persepsi. Cerebrum dibagi menjadi dua belahan. 2. Secara umum. Arachnoid berbentuk seperti jaring laba-laba. kuat. Lapisan arachnoid terdiri atas fibrosit berbentuk pipih dan serabut kolagen. Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu cerebrum atau otak besar. c. brainstem atau batang otak. Sedangkan hemisfer kiri berfungsi mengontrol sisi kanan tubuh dan untuk logika serta berpikir rasional. fibrosit.1. dan dienchepahalons (Satyanegara.Duramater kadangkala disebut pachimeningen atau meningen fibrosa karena tebal. Lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. analisa. dan kemampuan visual. yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri. memori.

denyut jantung. kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum. b. Jika terjadi cedera atau terdapat kerusakan pada area ini. Lobus Occipital ada di bagian paling belakang. kreativitas. mengatur ukuran pupil. dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. perencanaan. d. seperti pernafasan. 2. berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata. Brainstem terdiri dari tiga bagian. Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran. gerakan mata. dekat dengan ujung leher bagian atas. berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan. c. Brainstem atau Batang Otak Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. kognisi. pembesaran pupil mata. pengaturan tonus. kontrol postur dan keserasian gerak. mengatur proses pencernaan. Mid brain berfungsi dalam mengontrol respon penglihatan. 2. memberi penilaian. kontrol perasaan. Mesencephalon disebut juga mid brain adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan cerebrum dan cerebellum. dan ain-lain. Cerebrum juga berfungsi sebagai pengatur sistem saraf otonom. yaitu: a. pengaturan keseimbangan. mengatur suhu tubuh. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi. penyelesaian masalah. mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.3. pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.2. sentuhan dan rasa sakit. Cerebellum atau Otak Kecil Cerebellum terletak di bagian belakang kepala. Cerebellum berfungsi dalam pengaturan koordinasi perencanaan gerak.gerak. misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju. dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight saat datangnya bahaya. 37 . Lobus Parietal berada di tengah. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan.

Medulla oblongata bertugas mengontrol fungsi otomatis otak seperti: detak jantung. Epithalamus berhubungan dengan sistem limbik dan berperan pada beberapa dorongan emosi dasar dan integrasi informasi olfaktorius. berperan dalam perilaku dan emosi sejalan dengan hubungannya dengan system limbic. serta makan dan minum. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur. pernafasan. Patofisiologi Karena kompleksitas dan kerentanan otak selama masa perkembangannya. Fungsinya belum dapat dimengerti sepenuhnya. temperatur tubuh. c. serta mempertahankan kesadaran. keseimbangan kimia tubuh. Cerebral ischemia yang terjadi sebelum minggu ke–20 kehamilan dapat menyebabkan defisit migrasi neuronal.4. Pada 38 . Subthalamus merupakan nukleus motorik ekstrapiramida yang penting. Hypothalamus terletak dibawah thalamus yang berfungsi mengatur emosi. 2.b. Kelainan tergantung pada berat ringannya asfiksia yang terjadi pada otak. begitu juga sebaliknya. dan epithalamus. antara lain distribusi vaskular ke otak. subthalamus. b. Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Cedera otak akibat vascular insufficiency tergantung pada berbagai faktor saat terjadinya cedera. 3. efisiensi aliran darah ke otak dan sistem peredaran darah. tetapi lesi pada subtalamus dapat menimbulkan diskinesia. dan pencernaan. sirkulasi darah. Thalamus berfungsi sebagai station relay dari sensoris. menyebabkan otak sebagai subyek cedera dalam beberapa waktu. serta respon biokimia jaringan otak terhadap penurunan oksigenasi. c. Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan. hypothalamus. kondisi tidur dan bangun. d. antara minggu ke–24 sampai ke–34 menyebabkan periventricular leucomalaciaatau PVL dan antara minggu ke–34 sampai ke-40 menyebabkan focal atau multifocal cerebral injury. hormon. Dienchephalons Terdiri dari thalamus. a.

distribusi sirkulasi darah janin ke otak dapat menyebabkan tendensi terjadinya hipoperfusi sampai dengan periventrikular white matter. hipoperfusi kebanyakan merusak area batas dari arterycerebral mayor. Tidak ada hal–hal yang mengatur dimana kerusakan vaskular akan terjadi. Pada waktu antara minggu ke-26 sampai dengan minggu ke-34 masa kehamilan. Hipoperfusi dapat menyebabkan haemorrhage pada matrik germinal atau periventricular leucomalacia. Stres fisik yang dialami oleh bayi yang mengalami kelahiran prematur seperti imaturitas pada otak dan vaskularisasi cerebral merupakan suatu bukti yang menjelaskan mengapa prematuritas merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian cerebral palsy. Autoregulasi peredaran darah cerebral pada neonatal sangat sensitif terhadap asfiksia perinatal. Kelainan dapat lokal atau menyeluruh tergantung tempat yang terkena. dan kerusakan ini dapat terjadi lebih dari satu tahap dalam perkembangan otak janin. hal ini dapat melibatkan centrum semiovale dan corona radiata. Pada saat dimana sirkulasi darah ke otak telah menyerupai sirkulasi otak dewasa. Apabila area ini membawa fiber yang bertanggungjawab terhadap kontrol motorik dan tonus otot pada kaki. yang selanjutnya menyebabkan terjadinya koreoathetoid atau distonik. yang selanjutnya menyebabkan fenotip spastik quadriplegia. Kerusakan vaskular yang terjadi pada saat perawatan seringkali terjadi dalam distribusi artery cerebral bagian tengah. Terjadinya kerusakan yang meluas diduga berhubungan dengan vaskular regional dan faktor metabolik. yang dapat menyebabkan vasoparalysis dan cerebral hyperemia. Sebelum dilahirkan. serta distribusi regional dari rangsangan pembentukkan synaps. Etiologi Cerebral Palsy 39 . yang berhubungan dengan kejadian diplegia spastik. Saat lesi yang lebih besar menyebar sebelum area fiber berkurang dari korteks motorik. yang menyebabkan terjadinya fenotip spastik hemiplegia. area periventricular white matter yang dekat dengan lateral ventricles sangat rentan terhadap cedera. yang dapat menyebabkan spastisitas pada ekstremitas atas dan ekstremitas bawah. cedera dapat menyebabkan spastik diplegia. Ganglia basal juga dapat terpengaruh dengan keadaan ini.keadaan yang berat tampak ensefalomalasia kistik multipel atau iskemik yang menyeluruh. Pada keadaan yang lebih ringan terjadi patchy necrosis di daerah paraventrikular substansia alba dan dapat terjadi atrofi yang difus pada substansia grisea korteks serebri. 4.

retardasi mental atau sensory deficit). Infeksi intrauterin : TORCH (Toxoplasma. Disseminated Intravascular Coagulation oleh karena kematian prenatal pada salah satu bayi kembar maternal. Kelainan perkembangan dalam kandungan. (Soetjiningsih. perdarahan plasenta. Usia ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 40 tahun. Induksi konsepsi. Riwayat obstetrik (riwayat keguguran. Namun. dan lain – lain). kontaminasi air raksa pada makanan.1. Riwayat Natal h. 1995). c. Asfiksia intrauterin (abrubsio plasenta. plasenta previa. Toksemia gravidarum. faktor genetik. yaitu kumpulan gejala–gejala dalam kehamilan yang merupakan trias HPE (Hipertensi. kelainan kromosom. Apabila ditemukan lebih dari satu anak yang menderita kelainan ini. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya anoksia. ibu hipertensi. Anoksia/hipoksia Penyebab terbanyak ditemukan dalam masa natal ialah cidera otak. riwayat lahir mati. natal dan postnatal. j. Radiasi saat masih dalam kandungan e.2. yang kadang–kadang bila keadaan lebih parah diikuti oleh KK (kejang–kejangataukonvulsi dan koma). f. g. b.Cerebral palsy dapat disebabkan faktor genetik maupun faktor lainnya. Riwayat Prenatal a. i. riwayat melahirkan anak dengan berat badan < 2000 gram atau lahir dengan kelainan morotik. h. kerusakan pada otak dapat terjadi pada masa prenatal. hal ini mungkin terjadi karena toksemia menyebabkan kerusakan otak pada janin. Hal demikian terdapat pada keadaan 40 . Keracunan saat kehamilan. Herpes simplexvirus) dan sifilis d. 3. Patogenetik hubungan antara toksemia pada kehamilan dengan kejadian cerebral palsy masih belum jelas. 3. Rubella atau campak Jerman. maka kemungkinan besar disebabkan oleh faktor genetik. Cytomegalovirus. anoksia kelainan umbilikus. Proteinuria dan Edema). rokok dan alkohol. Menurut Soetjiningsih.

membedakannya. (Soetjiningsih. Prematuritas Bayi kurang bulan mempunyai kemungkinan menderita pendarahan otak lebih banyak dibandingkan dengan bayi cukup bulan. misalnya pada kelainan inkompatibilitas golongan darah. dan mukosa akibat penumpukan bilirubin. partus lama. infeksi plasenta. perdarahan mengganggu pusat pernapasan dan peredaran darah sehingga terjadi anoksia. factor pembekuan darah dan lain-lain masih belum sempurna.presentasi bayi abnormal. konjungtiva. plasenta previa. Kelahiran sungsang n. sedangkan hiperbilirubinemia adalah ikterus dengan konsentrasi bilirubin serum yang menjurus kearah terjadinya kernikterus atau ensefalopati bilirubin bila kadar bilirubin tidak dikendalikan (Tjipta. j. Sehingga dikatakan bahwa cerebral palsy adalah produk sampah dari suatu kemajuan unit perawatan intensif neonatal. yang mengelilingi sehingga batang sukar otak. Ikterus pada masa neonatus dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak yang kekal akibat masuknya bilirubin ke ganglia basal.Bayi kurang bulan mempunyai kemungkinan menderita pendarahan otak lebih banyak dibandingkan dengan bayi cukup bulan. faktor pembekuan darah dan lain-lain masih belum sempurna. partus menggunakan bantuan alat tertentu dan lahir dengan seksio sesar. karena pembuluh darah. Perdarahan di ruang subdural dapat menekan korteks serebri sehingga timbul kelumpuhan spastis. Bayi kembar Ternyata bahwa makin canggih unit perawatan infeksi neonatal. enzim. makin tinggi angka kejadian cerebral palsy. Perdarahan dapat terjadi di ruang subaraknoid dan menyebabkan penyumbatan CSS atau cairan serebrospinalis sehingga mangakibatkan hidrosefalus. karena pembuluh darah. 2008). Ikterus neonatorum Ikterus adalah warna kuning pada kulit. Postmaturitas l. enzim. k. m. Perdarahan otak Perdarahan dan anoksia misalnya dapat terjadi bersama-sama. 1995) 41 . i. 1994 dalam Arif Mansjoer.

dan menunjukkan perkembangan motorik yang terlambat. 5.3.3. 5. Bila terjadi hal tersebut harus segera diperiksakan ke dokter karena dapat menyebabkan hanya dapt menggunakan satu matanya saja. khoreoatetosis.5. dan semua pergerakan serba canggung. 5. Pendengaran Kehilangan pendengaran berhubungan dengan mikrosefali. Meningitis / ensefalitis yang terjadi 6 bulan pertama kehidupan c. Masalah kesulitan makan yang menetap dapat menjadi gejala awal dari kesulitan untuk mengekspresikan bahasa di masa yang akan datang. Gangguan pendengan dapat menyebabkan terjadinya gangguan bahasa atau komunikasi. Pada sebagian penderita diskinesia. d. kernikterus dapat menyebabkan ketulian sensorineural frekuensi tinggi. atau campuran. Penilaian awal kemampuan 42 . rigiditas. Luka parut pada otak paska bedah.3. terdapat gerakan-gerakan involunter seperti atetosis. 5. Menetapnya refleks primitif dan tidak timbulnya refleks-refleks yang lebih tinggi. seperti refleks landau atau parasut. Racun berupa logam berat. Terdapat spastisitas . Mulai berjalan sangat lambat.2. sitomegalovirus dan herpes simpleks).6. 5. Penderita biasanya memperlihatkan tonus yang menurun atau hipotonus. mikroftalmia dan penyakit jantung bawaan. Kesulitan makan dan komunikasi Kesulitan makan dan komunikasi ini kemungkinan disebabkan karena adanya air liur yang berlebihan akibat fungsi bulbar yang buruk. 5. Maniferstasi Klinis 5. Penglihatan Masalah penglihatan yang biasanya muncul pada anak cerebral palsy adalah juling. aspirasi pneumonia yang berulang dan terdapat kegagalan pertumbuhan paru-paru. Terdapat ataksia. CO.4. dimana disarankan untuk memeriksa ada tidaknya infeksi TORCH (toksoplasma. Trauma kepala b. Riwayat Postnatal a. gangguan koordinasi ini timbul karena kerusakan serebelum. rubella.1. tremor dengan tonus yang dapat bersifat flaksid.

5.9. 6. asimetri tonic neck reflex. 2004). 5. 5. 2004). meskipun tidak tampak nyata. sebaliknya anak yang tetap didapatkan reflek moro.berkomunikasi dilakukan dengan bantuan ahli terapi bicara dan bahasa adalah penting dilakukan untuk mengetahui alat yang sesuai sebagai alternatif untuk membantu berkomunikasi. keterlambatan dicapainya milestones. Anak dengan tipe kuadriplegi. Gangguan tingkah laku Anak cerebral palsy mengalami kesulitan dalam komunikasi dan gerak. Didapatkannya tangan dengan ukuran lebih kecil pada bagian yang hemiplegi. Gangguan fungsi intelegensi paling sering didapatkan dan menyertai terjadinya keterbatasan dalam aktifitas. Sehingga harus lebih sabar dalam menghadapinya. yang sifatnya sementara.8. Hal ini penting dilakukan untuk memantau perkembangan kognitif anak. Anak dengan hemiplegi sebagian besar dapat berjalan sekitar umur 2 tahun. walau tidak semua anak dengan cerebral palsy mengalami hal tersebut. Sebagian besar anak yang dapat duduk pada umur 2 tahun dapat belajar berjalan. extensor thrust dan tidak munculnya reflek parasut biasanya tidak dapat belajar berjalan. kadang diperlukan short leg brace. Hanya sedikit anak yang tidak dapat duduk pada umur 4 tahun akan belajar berjalan (Steven et all. Prognosis Beberapa faktor berpengaruh terhadap prognosis penderita cerebral palsy seperti tipe klinis. Keterlibatan otot-otot bulber. 25% memerlukan perawatan total. bisa disebabkan adanya disfungsi sensoris di parietal dan bisa menyebabkan gangguan motorik halus pada tangan tersebut. akan menambah gangguan yang terjadi pada tipe ini (Steven et all. adanya reflek patologik dan adanya defisit intelegensi. sensoris dan gangguan emosional. Pertumbuhan Kesulitan makan dapat menyebabkan anak tidak tumbuh dengan semestinya. biasanya setelah umur 3 tahun. 43 . sekitar 33% dapat berjalan.7. tetapi cara berjalan sering tidak normal dan sebagian anak memerlukan alat bantu. Lebih dari 50% anak tipe diplegi belajar berjalan pada usia sekitar 3 tahun. Kesulitan belajar Anak dengan gangguan komunikasi akan sulit dalam menerima suatu pemahan. Aktifitas tangan biasanya ikut terganggu. sehingga anak akan lebih mudah marah jika dia diajarkan sesuatu pelajaran atau hal baru akan mengalami kesulitan. Anak tersebut dapat kekurangan berat badan.

pekerja pendukung. Jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penderita Cerebral Palsy bervariasi seperti sheltered whorkshops. dapat melakukan aktifitas dengan atau tanpa alat bantu. gangguan kognitif berat 62% dan gangguan penglihatan berat 38%. 2002). Penelitian didapatkan harapan hidup 30 tahun pada gangguan motorik berat 42%. Dimana yang dapat bekeja secara kompetitif bila mempunyai IQ>80. pekerjaan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan adanya prediktor sukses atau tidak suksesnya bekerja pada penderita Cerebral Palsy. 44 . home based program. berbicara susah sampai normal dan dapat menggunakan tangan secara normal sampai membutuhkan bantuan (Rosenbaum et all. Pada umur 10 tahun angka kematian sekitar 10% dan pada umur 30 tahun angka kematian sekitar 13%. Hasil tersebut lebih buruk dibanding gangguan yang ringan atau sedang.Pada penderita Cerebral Palsy didapatkan memendeknya harapan hidup.

yaitu: a. Triplegi 45 . Pada penderita tipe spastik terjadi peningkatan tonus otot (hipertonus). Tipe spastik dapat diklasifikasikan berdasarkan topografinya. Monoplegi Pada monoplegi.1. Diplegi Disebabkan oleh spastik yang menyerang traktus corticospinalbillateral. Klasifikasi Cerebral Palsy berdasarkan Berdasarkan gejala dan tanda neurologis: 7. Kekakuan terjadi pada dua anggota gerak. bernapas dan menelan.1. sedangkan sistem–sistem lain normal. Hal ini terjadi ketika kerusakan otak terjadi pada bagian cortex cerebri atau pada traktus piramidalis. b.1. skoliosis dan deformitas anggota badan. Jika terus dibiarkan pederita cerebral palsy dapat mengalami dislokasi hip. hiperefleks dan keterbatasan ROM sendi akibat adanya kekakuan. mulut dan faring sehingga menyebabkan gangguan berbicara. makan. c. Selain itu juga dapat mempengaruhi lidah. Tipe Spastik Spastik berarti kekakuan pada otot. Umumnya hal ini terjadi pada lengan atau anggota gerak atas. 2009) 7. Klasifikasi Cerebral Palsy (Laurie Glazener.7. Tipe ini merupakan tipe cerebral palsy yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 70 – 80 % dari penderita. hanya satu ekstremitas saja yang mengalami spastik. Anggota gerak bawah biasanya lebih berat dibanding dengan anggota gerak atas.

menggeliat dan tak terkendali. Pada penderita tipe ataxia terjadi penurunan tonus otot atau hipotonus.1. Terdiri atas 2 tipe. Tipe ini merupakan tipe cerebral palsy yang paling sedikit ditemukan yaitu sekitar 5 – 10 % dari penderita. sehingga mempengaruhi koordinasi gerakan. tremor. Distonik Gerakan yang dihasilkan lambat dan berulang–ulang sehingga menyebabkan gerakan melilit atau meliuk-liuk dan postur yang abnormal. khususnya pada lengan. Tipe Campuran 46 . Tipe Diskinetik Merupakan tipe cerebral palsy dengan otot lengan. b. Umumnya menyerang pada kedua anggota gerak atas dan satu anggota gerak bawah. Athetosis Menghasilkan gerakan tambahan yang tidak dapat dikontrol. tungkai dan badan secara spontan bergerak perlahan.4.1.Spastik pada triplegi menyerang tiga anggota gerak. yaitu : a. 7. tangan dan kaki serta disekitar mulut. Luapan emosi menyebabkan keadaan semakin memburuk. 7. Tetraplegi atau quadriplegi Ditandai dengan kekakuan pada keempat anggota gerak dan juga terjadi keterbatasan pada tungkai.1. Tipe ini dapat ditemukan pada 10 – 15 % kasus cerebral palsy. 7. Tipe Ataxsia Pada tipe ini terjadi kerusakan pada cerebellum. Gerakan akan menghilang jika anak tidur. tetapi bisa juga timbul gerakan yang kasar dan mengejang. d. cara berjalan yang lebar akibat gangguan keseimbangan serta kontrol gerak motorik halus yang buruk karena lemahnya koordinasi.3.2. keseimbangan dan gangguan postur.

2. 47 . b. Klasifikasi cerebral palsy berdasarkan derajat keparahan fungsional: 7. Bayi merayap pada perut atau merangkak pada tangan dan lutut.Merupakan tipe cerebral palsy yang merupakan gabungan dari dua tipe cerebral palsy. Cerebral Palsy sedang (30%). penderita sama sekali tidak bisa melakukan aktifitas fisik.1.2. 7. 2002) yaitu: 7. Bayi merangkak menggunakan tangan dan lutut. Derajat keparahan cerebral palsy berdasarkan Gross Motor Function Classification Systemm atau GMFCS : Berdasarkan faktor dapat tidaknya beraktifitas atau ambulation. fisioterapi. 7. alat brace dan lain lain.2. Bayi berjalan antara 18 bulan dan 2 tahun tanpa memerlukan alat bantu atau walker.2. aktifitas sangat terbatas sekali sehingga membutuhkan bermacam bentuk bantuan pendidikan. Level 2: Bayi mempertahankan posisi duduk di lantai namun perlu menggunakan tangan menjaga keseimbangan.3. 7. Gabungan yang paling sering terjadi adalah antara spastic dan athetoid. Gross Motor Functional Classification System atau GMFCS secara luas digunakan untuk menentukan derajat fungsional penderita cerebral palsy. dibagi menjadi 5 level dan berdasarkan kategori umur dibagi menjadi 4 kelompok (Peter Rosenbaum et al. Cerebral Palsy berat (60%).3.2. Kelompok sebelum usia 2 tahun a. masih bisa melakukan pekerjaan atau aktifitas sehari hari sehingga tidak atau hanya sedikit sekali membutuhkan bantuan khusus.3. Pembagian derajat fungsional cerebral palsy menurut Motor Functional Classification System. Level 1: Bayi bergerak dari terlentang ke duduk di lantai dengan kedua tangan bebas untuk memainkan objek. menarik untuk berdiri dan mengambil langkah-langkah berpegangan pada benda. 7. Bayi mungkin menarik untuk berdiri dan mengambil langkah berpegangan pada benda. Pada penderita ini sedikit sekali menunjukan kegunaan fisioterapi ataupun pendidikan yang diberikan.1. Sebaiknya penderita seperti ini ditampung dalam rumah perawatan khusus. Cerebral Palsy ringan (10%).

atau merangkak pada tangan dan lutut tanpa gerakan bergantian atau simultan. Anak-anak merayap atau merangkak dengan tangan dan lutut (sering dengan gerakan tangan dan lutut yang tidak bergantian) untuk berpindah tempat. Bayi dapat berguling untuk terlentang dan mungkin berguling untuk telungkup. Bayi merayap maju dengan perut. tetapi mungkin memiliki kesulitan dengan keseimbangan ketika kedua tangan bebas untuk memainkan objek. 48 . Level 2: Anak-anak duduk di lantai. Anak-anak mungkin menarik pada benda yang stabil untuk berdiri. berpindah tempat dengan berjalan berpegangan pada benda dan berjalan menggunakan alat bantu atau walker. Level 3: Anak-anak duduk di lantai dengan posisi duduk W dan mungkin memerlukan bantuan orang dewasa untuk mengasumsikan duduk. Level 4: Anak-anak duduk di lantai ketika ditempatkan. Level 5: Gangguan fisik membatasi gerakan dan kemampuan untuk menjaga kepala dan trunk dalam melawan gravitasi. Anak-anak menarik benda yang tidak bergerak untuk berdiri. e. Mobilisasi diri untuk jarak pendek atau dalam ruangan tercapai melalui berguling. Semua bidang fungsi motorik terbatas. Bayi memerlukan bantuan orang dewasa untuk berguling. merayap.3. d. e. Level 3: Bayi duduk di lantai dengan tegak ketika trunk control baik. Anakanak sering membutuhkan alat bantu untuk duduk dan berdiri. 7. Bayi tidak dapat mempertahankan kepala dan trunk untuk melawan gravitasisaat telungkup dan duduk. Beberapa anak mobilisasi menggunakan kursi roda. c. Anak-anak mungkin berjalan dalam ruangan dengan jarak dekat dengan menggunakan alat bantu atau walkerdan memerlukan bantuan orang dewasa untuk mengarahkan langkahnya. Anak-anak berjalan untuk berpindah tempattanpa memerlukan alat bantu atau walker. d.2.c. b. Anak-anak merangkak dengan tangan dan lutut bergerak bergantian. Level 5: Gangguan fisik membatasi kontrol gerakan. Bergerak dari duduk ke berdiri dilakukan tanpa bantuan orang dewasa. Kelompok 2 – 4 tahun a. Level 1: Anak-anak duduk di lantai dengan kedua tangan bebas untuk memainkan objek. tetapi tidak dapat menjaga keseimbangan tanpa menggunakan tangan untuk mendukung. Level 4: Bayi memiliki head control tetapi memerlukan trunk control untuk duduk di lantai.

Sebagian anak dapat melakukan mobilitas sendiri menggunakan kursi roda bertenaga listrik dengan sangat membutuhkan adaptasi. tetapi kesulitan untuk jalan berputar dan menjaga keseimbangan pada permukaan yang rata. Level 4: Anak duduk di kursi tapi butuh alat bantu untuk kontrol badan untuk memaksimalkan fungsi tangan. Anak dapat bergerak dari lantai untuk berdiri. Level 3: Anak dapat duduk pada kursi. tetapi tidak dapat berlari atau melompat. Anak seringkali dibantu untuk mobilitas pada jarak yang jauh atau diluar ruangan dan untuk jalan yang tak rata. Anak dapat berjalan naik tangga dengan berpegangan pada tepi tangga. tetapi membutuhkan alat bantu untuk pelvis atau badan untuk memaksimalkan fungsi tangan.3. Anak dapat duduk dan bangkit dari duduk menggunakan permukaan yang stabil untuk menarik atau mendorong dengan tangannya. dan dapat naik tangga. 7. Kelompok 6 – 12 Tahun 49 . Level 1: Anak dapat duduk dan bangkit dari duduk pada kursi. Anak bisa melakukan mobilitas dengan kursi roda bertenaga listrik. tanpa membutuhkan bantuan tangan. Kelompok 4 – 6 tahun a.3. Anak tidak dapat melakukan aktifitas mandiri dan dibantu untuk mobilisasi. b. Level 5: Kelainan fisik membatasi kemampuan kontrol gerakan. Semua area fungsi motorik terbatas. Keterbatasan untuk duduk dan berdiri yang tidak dapat dikompensasi dengan alat bantu. tetapi seringkali membutuhkan obyek yang stabil untuk menarik atau mendorong dengan tangannya.4. Anak bergerak dari lantai dan dari kursi untuk berdiri tanpa bantuan obyek. Anak dibantu untuk mobilitas ditempat umum. Anak duduk dan bangkit dari duduk membutuhkan bantuan orang dewasa atau obyek yang stabil untuk dapat menarik atau mendorong dengan tangannya. Level 2: Anak duduk di kursi dengan kedua tangan bebas memanipulasi obyek. Terdapat kemampuan untuk berlari atau melompat. e.3. Anak dapat berjalan pada jarak pendek dengan bantuan walker dan dengan pengawasan orang dewasa. c. d. termasuk yang menggunakan teknologi..7. gerakan kepala dan postur tubuh. Anak berjalan tanpa alat bantu didalam ruangan dan dengan jarak pendek pada permukaan yang rata diluar ruangan. Anak berjalan baik dalam ruangan maupun diluar ruangan.

Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi Dalam makalah ini. 8. tetapi terdapat keterbatasan berjalan pada permukaan yang rata dan mendaki. e.a. b. Anak menunjukkan performa fungsi motorik kasar termasuk lari dan lompat. Level 3: Anak berjalan didalam dan diluar ruangan pada permukaan yang rata dengan bantuan alat bantu gerak.1. keseimbangan dan koordinasi berkurang. Pengertian Cerebral Palsy Spastis Quadriplegi Cerebral Palsy Spastis Quadriplegi yaitu kerusakan pada sistem saraf pusat yang berdampak tidak berkembangnya sistem saraf tersebut ditandai tonus otot yang meninggi serta semua badan terasa kaku terutama pada lengan sehingga mengalami gangguan pada bagian motorik dan terlambatnya perkembangan anak. naik tangga tanpa keterbatasan. Keterbatasan untuk duduk dan berdiri yang tidak dapat dikompensasi dengan alat bantu. d. Semua area fungsi motorik terbatas. Quadriplegi 50 . Level 2: Anak berjalan didalam dan diluar ruangan dan naik tangga dengan berpegangan di tepi tangga. Level 4: Anak bisa dengan level fungsi yang sudah menetap dicapai sebelum usia 6 tahun atau lebih mengandalkan mobilitas menggunakan kursi roda dirumah. anak menggerakan kursi roda secara manual atau dibantu bila melakukan aktifitas jarak jauh atau diluar ruangan pada jalan yang tidak rata. tetapi kecepatan. kelompok kami kami mengambil kasus mengenai Cerebral Palsy Spastis Quadriplegi. Anak tidak dapat melakukan aktifitas mandiri dan dibantu untuk mobilitas. 8. c. Sebagian anak dapat melakukan mobilitas sendiri menggunakan kursi roda bertenaga listrik dengan sangat membutuhkan adaptasi. Anak dapat melakukan mobilitas sendiri dengan kursi roda bertenaga listrik. seperti berlari atau melompat yang minimal. Anak dapat melakukan kemampuan motorik kasar. gerakan kepala dan postur tubuh. Tergantung fungsi dari tangan. Level 1: Anak berjalan didalam dan diluar ruangan. disekolah dan ditempat umum. Level 5: Kelainan fisik membatasi kemampuan kontrol gerakan. termasuk yang menggunakan teknologi. dan berjalan ditempat ramai atau tempat yang sempit. Anak masih mungkin dapat naik tangga dengan pegangan pada tepi tangga.

3. Anak dengan pola jalan menggunting akan rawan untuk jatuh ke depan.) Sendi lutut atau knee akan cenderung dalam posisi semifleksi. masih ada. 1984. Manifestasi klinis Cerebral Palsy Spastis Quadriplegi Menurut Sherrill. sedangkan jari-jari tangan dalam posisi mengepal. (Pamela.) Keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. yang menyebabkan tungkai dan kaki dalam posisi menggunting dan menyebabkan terjadinya dislokasi hip. Menurut tingkatannya Cerebral Palsy Spastic Quadriplegisecara umum diklasifikasikan dalam tiga tingkat yaitu: 51 . 12.) 8. 11.3. terjadi karena adanya kerusakan pada cerebellum. 10. 9. hal ini dapat disebabkan oleh gangguan visual.) Pada kebanyakan kasus Cerebral Plasy Spastic Quadriplegia. 8. 4. karena terjadi ketengan dari tendong achilles. 7. Pergelangan tangan atau wrist seringkali dalam posisi fleksi. ciri fisik yang sering ditemui adalah sebagai berikut: 1.) 5. Prognosis Cerebral Palsy Spastis Quadriplegi Prognosis pasien Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi dipengaruhi beberapa faktor antara lain: 8.) Lengan bawah atau forearm akan cenderung ke arah pronasi.) Spastik sering berpengaruh pada otot-otot pernafasan.) Persendian bahu atau shoulder cederung ke arah abduksi disebabkan adanya hipertonus. 2.dibeberapa klinik disebut juga sebagai double hemiplegi yaitu dua sisi tubuh terutama dilengan lebih kaku dibanding kaki.) Sendi panggul atau hip cenderung dalam posisi adduksi. Berat ringannya kerusakan yang dialami pasien. 1993) 8.) Masalah keseimbangan.2. 3. Dislokasi ini terjadi karena adanya gaya yang berlebih yang menyebabkan sendi melampaui batas normal anatominya. Ankle joint akan cenderung dalam posisi plantar fleksi.) Kepala dan leher cenderung ke arah fleksi. anak berguling dan keduduk dengan flexi patron dan tanpa rotasi trunk. 6.) Pada kasus ini Assymetrical Tonic Neck Reflex dan Moro Reflex atau ATNR yang harusnya sudah hilang pada usia 6 bulan.1.

Severe Sedangkan pasien dengan Severe Quadriplegi sangat tergantung pada alat bantu atau bantuan dari orang lain untuk berjalan meskipun hanya untuk mencapai jarak yang dekat. dan dapat bersosialisasi dengan baik dengan anak-anak normal seusianya pasien. b. misalnya untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain dalam satu rumah. 52 . Moderate Pasien dengan Moderate Quadriplegi mampu untuk berjalan saat melakukan aktifitas sehari-hari tetapi terkadang masih membutuhkan alat bantu seperti billateral crutches atau walker. Namun demikian untuk perjalanan jauh atau berjalan dalam waktu yang relatif lama dan jarak tempuh yang relatif jauh. Mild Pasien dengan Mild Quadriplegi dapat berjalan tanpa menggunakan alat bantu seperti billateral crutches atau walker.a. c. Pasien sangat tergantung pada kursi roda atau orang lain untuk melakukan aktifitas. pasien masih memerkulan bantuan kursi roda.

Nelson Ilmu Kesehatan Anak Ed. 2003 53 . 4. Shelov S. vol. E-book: Mc graw hills access medicine. Such-Neibar T: Cerebral palsy diagnosis and management: the state of the art.Daftar Pustaka 1. Murphy N. E-book: Lipincot William & willkins. Nelson. Cilinical neuroanatomy 25th edition.3. 2000. 2012. dkk.1 dan vol. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Bernstein D. 2007. Waldo. 2. 3. Curr Probl Pediatr Adolesc Health Care 33:146-169.15. Waxman G. Pediatrics for medical student 3rd edition “Cerebral palsy”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful