LAPORAN KASUS BERKAS PASIEN A. Identitas Pasien Nama Jenis Kelamin Usia Alamat No. CM : An.

Farsyah : Laki-laki : 1 tahun 9 bulan : Tanah Tinggi : -- -- -Nama Ayah Usia Nama Ibu Usia : Kanafi : 25 tahun : Sari : 20 tahun

Tanggal Berobat : 3 April 2013 B. Anamnesa Dilakukan secara alloanamnesa pada tanggal 3 April 2013 pukul 10.00 WIB 1. Keluhan Utama: Kemampuan bicara lambat 2. Keluhan Tambahan: Belum bisa merangkai kata-kata dalam satu kalimat dan pengucapan kata dalam berbicara kurang jelas. Anak sulit makan sejak usia dua tahun.

3. Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke puskesmas kecamatan johar baru dengan diantar oleh ibunya datang dengan keluhan kemampuan bicara terlambat, pasien saat ini belum bisa merangkai kata-kata dalam satu kalimat dan pengucapan kata-kata masih belum jelas. Pasien dapat mengucapkan satu kata umur sebelas bulan, tetapi hinga kini pasien hanya bisa mengucapkan satu sampai tiga kata sederhana. Ibu pasien juga mengatakan anak masih dapat melakukan tindakan yaang diperintahkan. Tetapi pasien sering terdiam jika mendengar kata-kata ibunya dan jika banyak anak-anak lain

1

sering memalingkan muka. Ibu pasien merasa khawatir adanya keterlambatan dalam berbicara pada anaknya ini, ibu pasien mengatakan seharusnya anak seusia itu sudah bisa bicara secara lancar. Menurut ibu pasien, perkembangan kemampuan berbicara pasien sangat lambat dan berbeda dengan anak-anak seusianya, artikulasi kata yang diucapkan anaknya juga kurang jelas. Ibu pasien juga mengeluhkan nafsu makan anak turun sejak usia dua tahun, sehingga ibu merasa berat badan anaknya tidak pernah bertambah, berat badan pasien sekarang 9,2kg. Ibu pasien menyangkal adanya keluhan batuk-batuk lama pada anaknya. Pasien lebih suka jajan-jajanan di luar dari pada makan-makanan yang di masak oleh ibu pasien, pasien juga ering mengkonsumsi minum-minum yang dingin. Sehari-harinya pasien lebih sering main didalam rumah dan jarang bermain dengan teman-teman sebayanya diluar rumah dan jarang bermain dengan teman-teman sebanyanya diluar rumah, pasien hanya bermainmain sendiri didalam rumah, pasien juga suka sekali menonton TV. Ibu pasien mengakui bahwa dia dulu, saat anak masih dalam kandungan maupun setelah lahir hingga sekarang jarang sekali mengjak komunikasi, memberikan stimulasi dan latihan bahasa dengan alasan ibu pasien tidak mengerti karena anak pertama dan ditambah saat pasien belum genap berusia dua tahun, ibu pasien mengandung lagi, sehingga perhatian ibu pasien terhadap pasien berkurang. Ibu pasien mengatakan saat ini anaknya sudah bisa duduk, berjalan dan makan sendiri kalaupun masih perlu dibantu. Ibu pasien merasa khawatir terhadap perkembangan anaknya yang tidak seperti anak seusianya, selain itu ibu pasien juga merasa khawatir akan nafsu makan anaknya yang tidak baik, sehingga anak terlihat kurus dan cenderung tidak pernah bertambah berat badannya. Sehingga orangtua pasien memutuskan untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke puskesmas. 4. Riwayat Penyakit Dahulu: Ibu pasien mengatakan sejak kecil pasien sering sekali sakit panas, dan terkadang juga batuk pilek. Riwayat flek paru disangkal, riwayat kejang

2

disangkal. Ibu tidak pernah mendapat suntikan Tetanus Toxoid. Kanafi bekerja sebagai pemulung.000 3 . pasien juga tidak pernah mengalami sakit berat maupun maupun trauma kepala. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan atau jamu-jamuan tidak ada. 6. Riwayat Imunisasi BCG DPT Polio Hepatitis B Campak 9. Selama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit berat. : satu bulan. Riwayat kejang disangkal. riwayat alergi disangkal. scar positif : tiga kali : tiga kali : tiga kali : tidak diberikan Kesan : imunisasi dasar tidak lengkap Riwayat sosio ekonomi Keluarga Tn kanafi berasal dari Tegal jawa tengah. kemudian pindah ke Jakarta sejak 1 bulan yang lalu. 8. riwayat flek atau batuk-batuk lama dalam keluarga disangkal.000. Riwayat kebiasaan merokok dan minuman keras tidak ada. kontrol kehamilan teratur ke bidan. Tn. 7. panjang badan 48cm. Riwayat Penyakit Keluarga: Ayah pasien saat balita mempunyai keluhannya yang sama seperti pasien yaitu gangguan keterlambatan dalam perkembangan bicara.Rp40. Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah ke bawah. Riwayat penyakit disangkal. Kanafi tinggal dirumah kontrakan berukuran 4x3 m². Keluarga Tn. Riwayat Persalinan Usia kehamilan cukup bulan. Riwayat diare (+) saat usia tiga bulan. berat badan 2900 gr Riwayat mendapat terapi penyinaran tidak ada. Pasien tinggal bersama ayah. Lama kehamilan cukup bulan. ibu dan satu saudara laki-laki yang berumur 2 bulan. lahir langsung menangis. Riwayat Kehamilan : Ibu jarang memeriksakan kehamilan kebidan. dengan penghasilan yang tidak tetap perharinya Rp 20. Pasien lahir secara spontan dan di tolong oleh bidan. 5.

Kebiasaan makan pasien dua kali sehari dalam porsi kecil. minuman-minuman yang dingin. permen. Ibu pasien membiarkan pasien bermain sendiri dirumahnya. ikan. Pasien juga cepat merasa bosan dan cenderung cengeng. Riwayat Kebiasaan Kebiasaan pasien dirumah hanya bermain-main sendiri. Tetapi pasien tidak mau makan masakan yang dimasak oleh ibunya../bulan. hanya sebagai ibu rumah tangga. 11. Ayah pasien mempunyai kebiasaan merokok di dalam rumah. ibu pasien memasak sendiri. Orang tua pasien juga jarang memberikan susu karena pendapatan keluarga yang kecil. 10 . Untuk makan sehari-hari pasien. tidak mau bermain-main dengan teman sebayanya. Perkembangan motorik Menurut ibu perkembangan motorik pasien normal sebagai berikut:  Bisa mengangkat kepala pada usia satu bulan  Bisa tengkurep pada usia tiga bulan  Bisa duduk pada usia delapan bulan  Bisa merangkak pada usia sembilan bulan  Bisa berdiri pada usia sepuluh bulan  Bisa berjalan pada usia 14 bulan 4 . tempe. telor. Ibu Pasien tidak berkerja.menu tersebut diberikan berbeda-beda setiap hari. yang kadang disertai juga bahasa Jawa. dan jika banyak orang pasien sering sekali berpaling. Pasien suka bermain mobil-mobilan dan juga menonton teevisi. Ibu jarang memberikan lauk ayam pada anaknya. Sehari-hari orang tua pasien menggunakan bahasa Indonesia. Masakan yang biasa dimasak adalah nasi. . sayur dan lauk pauk seperti tahu. chiki. pasien lebih suka jajan-jajanan diluar seperti cilok. Pasien adalah anak pertama dari dua bersaudara. pasien sulit sekali untuk makan nasi.

memberikan stimulasi dan latihan bahasa dengan alasan ibu pasien tidak mengerti karena anak pertama dan ditambah saat pasien belum genap berusia dua tahuan.  Hingga kini pasien hanya bisa mengatakan satu sampai tiga kata sederhana.9°C 5 . Pasien hanya bisa menari-nari.  Jika mendengar kata-kata ibunya pasien sering diam. ibu pasien mengandung lagi. sehingga perhatian ibu pasien terhadap pasien berkurang. A. 13. jika banyak anakanak sering berpaling. Pernapasan Suhu : Compos Mentis : E4V5M6 = 15 : 122 x /menit : 30 x/menit : 37. pasien juga tidak pernah mengenal rasa takut. Fisik 1.12. pasien cepat merasa bosan dan cenderung cengeng. Keadaan Umum : Tampak sakit sedang 2.  Pasien dapat melakukan tindakan yang diperintahkan. Pasien senang diajak nonton televisi terutama acara anak-anak.  Orang tua sering sangat sulit menterjemahkan permintaan pasien karena pasien tidak mampu mengungkapkan. Bapak pasien sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari. Perkembangan sosial : Anak diasuh sendiri oleh ibunya. Nadi Frek. Perkembangan bahasa :  Bisa mengucapkan “mama” pada usia 11 bulan. tetapi pasien tidak mampu menirukan kata-kata yang diucapkan oleh pengisi acara televisi. Tanda Vital : Kesadaran GCS Frek. ibu pasien mengakui bahwa saat anak masih dalam kandungan maupun setelah lahir hingga sekarang jarang sekali mengajak komunikasi.

terdapat sedikit serumen. pupil bulat dan isokor. mukosa mulut gak kering. simetris. : Tidak terdapat nafas cuping hidung. Status generalis : BB TB IMT : 4.3.3 kg : 67 cm : . membrana timpani utuh. : Bentuk normocephal.67 x 100% = 60. tonsil T1-T1.BB/U = 4.9% BB/TB = 4. : Bibir tidak sianosis.3/0.4% TB/U = 67/21 x 100% = 31. UUB sudah menutup. tidak ada deviasi septum. tidak ada tanda radang. ikterik (-) suhu febris (+). tidak ada sekret. : Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut tanpa rasa sakit dan mudah rontok : Konjungtiva anemis.4% Status Gizi : Kesan: Gizi Buruk <-3SD atau < 70% Status lokalis Kulit Kepala Rambut Mata Hidung Telinga Mulut : Berwarna sawo matang. sklera tidak ikterik. dan tidak hiperemis. lidah tidak kotor. dan turgor kulit baik. 6 . : Bentuk normal.3/21 x 100% = 20.

tidak ada peranjakan paru-hati Auskultasi : vesikuler kanan dan kiri. tidak terdapat murmur dan gallop Abdomen Inspeksi : Tampak datar. - Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi : pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri : fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri : sonor seluruh lapang paru. tidak teraba Hepatomegali dan spleenomegali : Suara timpani di semua lapang abdomen : Akral hangat.6 bulan 6-9 bulan : ASI : ASI jarang. trakea berada ditengah (tidak deviasi). tidak terdapat pelebaran vena Auskultasi : Bising usus normal. rhonki (-/-).21 bulan : bubur nasi. simetris. wheezing (-/-) Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus kordis terlihat : Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra : : ICS V linea stenalis dextra : ICS V linea midklavikula sinistra : ICS III linea parasternalis sinistra : bunyi jantung I dan II normal. tidak terdapat sianosis dan edema di ke- Batas jantung kanan Batas jantung kiri Batas pinggang jantung Auskultasi empat ekstrimitas Pola pemberian ASI dan makan 0. pisang dan pepaya 12. jarang mendapatkan susu formula. lauk\ pauk yang dimakan oleh keluarga 7 . bising aorta abdominalis terdengar Palpasi Perkusi Ekstrimitas : Turgor baik.- Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening. Tidak terdapat pembesaran tiroid. bubur nasi. tidak dapat kelainan kulit. tidak terdapat nyeri tekan dan nyeri lepas.

ingin menyentuh apa saja dan memasukan benda ke mulutnya. ( ya) Motorik Halus (MH) : Meraih benda-benda yang ada dalam jangkauanya atau di luar juangkauannya. : Mengeluarkan kata-kata tanpa arti. ( ya) Motorik Kasar (MK) : Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan. ( ya) 8 . ( ya) Motorik Halus (MH) : Dapat menyusun balok dan mainan. ( ya) Bahasa (B) : Menirukan suara. ngah. ( ya) Motorik Kasar (MK) : Dapat berdisi sendiri tanpa dibantu. belajar menyatakan satu atau dua kata. tempe. ( ya) Bahasa (B) Usia 6-9 bulan Personal Sosial (PS) : Mulai berpartisipasi dalam permainan. berjalan dengan dituntun. (ya) Motorik Kasar (MK) : Belajar mengangkat kepala. ( ya) : Bereaksi terhadap suara/bunyi. ( ya) Bahasa (B) Usia 3-6 bulan Personal Sosial (PS) : Mulai belajar kontak sosisal. ( ya) Motorik Halus (MH) : Belajar mengikuti objek dengan matanya. ( ya) Motorik Kasar (MK) : Dapat duduk tanpa dibantu. Kesan : pola pemberian makan kurang memperhatikan gizi seimbang 10. Riwayat Perkembangan Fisik Metode MileStones Usia 0-3 bulan Personal Sosial (PS) : Melihat ke muka orang dengan tersenyum. ( ya) Motorik Halus (MH) : Memegang benda kecil dan melempar benda-benda. ( ya) Bahasa (B) Usia 9-12 bulan Personal Sosial (PS) : Memperlihatkan minat yang besar dalam mengekspresikan sekitarnya.seperti tahu. tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain. ( ya) : Dapat mengucapkan aah.

( ya) Motorik Kasar (MK) : Berjalan sambil berjinjit. (ya) Motorik Halus (MH) : Menyusun 6 kotak/balok. (tidak) 2. berjalan mundur. (ya) Bahasa (B) : Mampu memberitakan sesuatu mengenai gambargambar. Denver II Kesan : Terdapat penyimpangan perkembangan bahasa. (ya) Motorik Halus (MH) : Menyusun 2 atau 3 balok. (tidak) 9 .( ya) Usia12-15 bulan Personal Sosial (PS) : Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.7 Usia 18-21 bulan Personal Sosial (PS) : Mulai belajar mengontrol buang air besar dan air kecil. : Mampu bernyanyi /bersajak.2. (ya) Motorik Halus (MH) : Mampu membuat untaian benda-benda. (ya) Bahasa (B) : Dapat menyebut nama bagian tubuh.2. (tidak) Motorik Kasar (MK) : Mampu berjalan naik turun tangga. (tidak) Bahasa (B) Gambar 1.6 Usia 15-18 bulan Personal Sosial (PS) : Mampu melakukan permainan petak umpet. (tidak) Motorik Kasar (MK) : Dapat bermain dan menendang bola.(tidak) 2.

C. Identitas Pasangan : Ny. Sari (20 tahun) c. Kanafi (25 tahun) b. Karakteristik Keluarga a. Identitas Kepala Keluarga : Tn. Struktur Komposisi Keluarga : 10 . Profil Keluarga 1. Usulan Pemeriksaan Penunjang Gessel Infant Scale BERKAS KELUARGA A.

Anggota keluarga yang tinggal seluruh Kedudukan No 1. Lingkungan tempat tinggal Status kepemilikan rumah : milik sendiri Daerah perumahan : Padah kumur Karakteristik Rumah dan Lingkungan Luas rumah : 4 x 3 m2 Jumlah penghuni dalam satu rumah : 4 orang Luas halaman rumah : 1 x 1 m2 Rumah tidak bertingkat Lantai rumah dari : semen beralaskan terpal plastic Dinding rumah dari : triplek Jamban keluarga : tidak ada Tempat bermain : tidak ada Penerangan listrik : 900 watt Ketersediaan air bersih ada Tempat pembuangan sampah ada Kesimpulan Pasien tinggal di rumah kontrakan. rumah tersebut tidak memenuhi syarat rumah sehat karena tidak memiliki lingkungan yang bersih. 2.Tabel 1. Farlan 2. Kanafi Ny. penerangan yang kurang ventilasi rumah yang tidak memadai.Farsyah An. Sari An. Lingkungan tempat tinggal Tabel 2. Nama Tn. 4. 3. dalam Keluarga Suami Istri Anak pertama Anak kedua Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Umur 25 th 20 th Pendidikan SD SD Pekerjaan Pemulung IRT Pasien Adik pasien Keterangan Tambahan 1 th 9 bln 2bln - Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup a. pasien tinggal dalam rumah yang tidak sehat pada daerah yang padat dan kumuh. lantai rmasih yang masih dari semen yang hanya beralaskan terpal plastik dan tempat pembuangan sampah yang tidak tertutup sehingga terlihat berserakan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. dimana rumah tersebut berukuran kecil untuk menampung 4 orang anggota keluarga. 11 .

tetapi keluarga pasien juga terkadang hanya membeli obat saja di warung terdekat. Satu kasur yang terletak di kamar tidur. Kanafi dan Ny. Satu buah setrikaan yang terletak di ruang tamu. Balita : KMS Keluarga ini mempunyai dua orang balita. Sari memiliki barang elektronik di rumahnya Antara lain. Kepemilikan barang-barang berharga Tn. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga : a. Denah rumah keluarga 4 meter wc dapur 3 meter ruang tamu 4 meter 3. b. tetapi hanya sisa satu KMS. Tempat berobat Tempat berobat anggota keluarga di Puskesmas. Satu buah kompor minyak yang terletak di dapur. yaitu : Satu buah televisi berwarna berukuran 14inci yang terletak di ruang tamu. Satu buah kipas angin yang terletak di ruang tamu. kamar tidur 3 meter 12 . karena letaknya yang tidak begitu jauh dengan rumah. dapat dijangkau dengan berjalan kaki ataupun kendaraan umum (bajaj). c. dan mempunyai dua KMS (Kartu Menuju Sehat). dengan alasan satu KMS hilang.b.

Untuk tumbuh dengan baik tidak cukup dengan memberinya makan. 4. Pelayanan Kesehatan Cara Faktor mencapai Keterangan pusat Angkutan umum Pasien Kesimpulan berobat ke pelayanan kesehatan Tarif pelayanan Terjangkau kesehatan Kualitas kesehatan pelayanan Cukup memuaskan puskesmas karena jarak rumah yang tidak begitu jauh dengan Puskesmas sehingga keluarga pasien pergi ke puskesmas angkutan Biaya dengan bejalan kaki atau menggunakan umum dengan (bajaj). asal memilih menu makanan dan asal 13 . Semua anak harus memperoleh yang terbaik agar dapat tumbuh sesuai dengan apa yang mungkin dicapainya dan sesuai dengan kemampuan tubuhnya. 5. Asuransi/Jaminan Kesehatan Keluarga ini merupakan keluarga dengan status ekonomi rendah. pengobatan di Puskesmas menggunakan gakin menurut orang tua pasien sangat membantu. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Tabel 3. Pola Konsumsi Makanan Keluarga a.c. Sehingga untuk berobat keluarga ini menggunakan kartu Gakin. Pelayanan cukup sehingga keluarga Puskesmas memuaskan pasien mau dan datang kembali untuk berobat. Kebiasaan makan : Semua orangtua harus memberikan hak anak untuk tumbuh. Untuk itu perlu perhatian/dukungan orangtua.

ikan. kalaupun makanan tersebut dalam porsi yang kecil. 6. Demikian pula sampai anak sudah mulai disapih. Pola Dukungan Keluarga 14 . chiki. Kanafi mempunyai kebiasaan makan 2 kali sehari dengan menu hidangan seadanya. sekali makan pasien tidak pernah lebih dari enam sendok makan dewasa. pasien lebih suka jajan-jananan diluar seperti cilok. Menu makanan pasien sama seperti menu makanan keluarga lainnya. sambal. Sedangkan An. mandi dan sakit Keluarga Tn. seperti tahu. pasien juga suka sekali minum es. Anak tidak tahu mana makanan terbaik dan mana makanan yang boleh dimakan.menyuapi anak nasi. Sekalipun yang ditelannya itu tidak cukup dan kurang bergizi. Semasa bayi. Selain itu juga pasien jarang diberikan susu karena keterbatasan biaya. Farsyah (pasien) makan dua kali sehari dengan porsi piring kecil. Konsumsi buah dan susu sangat jarang. Sari memanaskan masakan sisa malam hari untuk dibuat sarapan besok pagi. Akan tetapi anak membutuhkan sikap orangtuanya dalam memberi makan. Keluarga ini memasak makanan sendiri dan jarang membeli makanan di luar rumah. Bentuk perhatian/dukungan ibu terhadap anak meliputi perhatian ketika makan. Farlan (adik) hanya diberikan ASI. An. anak hanya menelan apa saja yang diberikan ibunya. Sayuran tidak setiap hari di hidangkan. sumber protein hewani seperti daging ayam. Pasien sering tidak menghabiskan makanannya. sangat jarang dihidangka Ny. tempe. Anak masih membutuhkan bimbingan seorang ibu dalam memilih makanan agar pertumbuhan tidak terganggu. b. Sehingga keluarga ini sangat jarang mengkonsumsi buah-buahan dan susu terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan asupan gizi yang seimbang. Hal ini dikarenakan keterbatasan ekonomi dan juga pengetahuan keluarga yang kurang mengenai gizi seimbang. Menerapkan pola gizi seimbang Keluarga ini tidak menerapkan pola gizi seimbang. pasien tidak pernah menghabiskan makanannnya.

Genogram 1. mengajari atau melatih pasien dalam berbicara. 15 . yaitu keluarga dengan anak usia 21 bulan. Tahapan siklus keluarga : Menurut Duvall keluarga ini berada pada tahapan sikluas keluarga yang kedua. Pasien jarang berinteraksi dengan teman-temannya. Pendapatan keluarga yang kurang sehingga kurang bisa memenuhi kebutuhan gizi pasien. Tahapan ini dimulai sejak anak pertama berusia 0 bulan dan berakhir pada saat anak berusia 30 bulan. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga : Ibu pasien peduli dan cepat menyadari keterlambatan berbahasa yang terjadi kepada anaknya. Bentuk keluarga : Keluarga terdiri atas kepala keluarga (KK) bernama Tn.a. b. Sari berusia 20 tahun serta memiliki dua anak Farsyah berusia 1 tahun 9 bulan dan Farlan berusia 2 bulan. Ibu pasien mau meluangkan waktunya untuk mengantarkan pasien ke dokter. Perhatian sedikit terbagi karena ibu pasien memiliki anak lagi di saat usia pasien masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan orang tua pasien yang kurang mengetahui akan keterlambatan bahasa pada pasien. Kanafi berusia 25 tahun dan istrinya Ny. Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family). Ibu lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. 2. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga : B. kumuh dan pencahayaan yang kurang dapat mempengaruhi perkembangan pasien. Ibu pasien cepat bertindak sehingga pasien cepat dibawah di Puskesmas untuk diobati dan dilatih dalam berbicara. Orang tua jarang mengajak komunikasi pasien. Lingkungan tempat tinggal yang padat.

Family map (gambar) Ny. Takir (51 tahun) Ny. 16 . SAri (21 tahun) An. Lingkungan tempat tinggal pasien yang padat dan kumuh serta keadaan rumah yang tidak memenuhi syarat rumah sehat karena kecil dan sempit. Kasniti (53 tahun) Tn. Mahmud (52 tahun) (49 tahun) Tn. Kanafi (25 tahun) Ny. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga 1. Khotimah Tn. Farsyah An. adanya tempat sampah di lingkungan sekitar rumah. penerangan yang kurang serta ventilasi yang tidak memadai. pada rumah tersebut dapat mempengaruhi perkembangan pasien.3. Farlan (usia 1 tahun 9 bulan) (usia 2 bulan) Keterangan Gambar : : laki-laki : pasien laki-laki : perempuan : garis pernikahan : garis keturunan : meninggal : tinggal dalam satu rumah C.

Ibu pasien juga khawatir tentang nafsu makan pasien yang berkurang. Aspek klinis Diagnosis kerja Dasar diagnosis : Speech Delay dengan gizi buruk : . . 5. kekhawatiran) Pasien dan ibunya datang ke Puskesmas dengan keluhan kemampuan bicara anaknya terlambat. Ibu pasien berharap agar anaknya dapat berbicara seperti anak yang lainnya. . Pendapatan ayah pasien sebagai pemulung yang sedikit. b. sehingga kurang untuk mencukupi kebutuhan pasien akan makanan yang bergizi. Aspek personal : (alasan kedatangan.2. Orang tua membiarkan anaknya jajan-janan diluar. Kabiasaan orang tua yang jarang melatih dan mengajak anaknya dalam berkomunikasi sehingga kurang membantu pasien dalam perkembangan bahasanya. Ibu pasien mempunyai harapan agar nafsu makan anaknya bertambah dan berat badan anaknya dapat naik. makanan ringan. harapan. anak belum bisa berbicara secara lancar dan pengucapan kata-kata yang diucapkan anaknya masih belum jelas ibu merasa anaknya susah dalam membentuk kalimat dalam berbicara. Diagnosis Holistik a. Pasien jarang berinteraksi dan bermain dengan teman-temannya juga akan membuat pasien tidak terlatih dalam berbicara. dan berat badan pasien yang terlihat tidak pernah bertambah sehingga semkain terlihat semakin kurus.9% 17 .Pengucapan kata-kata masih belum jelas BB/U = 4.Pasien belum bisa membentuk suatu kalimat dalam berbicara.3/21 x 100% = 20. 3.Pasien umur 1 tahun 9 bulan tahun hanya bisa mengucapkan satua sampai tiga kata sederhana. D.4% TB/U = 67/21 x 100% = 31. Jika tidak diobat dan dilatih dari sekarang ibu khawatir anaknya tidak dapat mengucapkan kata-kata secara normal dan ibu juga takut perkembangan anaknya dalam berbahasa akan terganggu. 4.

Ayah pasien saat balita mempunyai keluhan yang sama seperti pasien yaitu gangguan keterlambatan dalam berbicara. 4. Kebiasaan anak yang sering menonton televisi dan hanya bermain didalam rumah. Pasien jarang berinteraksi dan jarang bermain dengan teman-temannya diluar rumah. 2. 3.4% Kesan: Gizi Buruk <-3SD atau < 70% c.3/0. d. 6. Kurangnya komunikasi dari orang tua pasien terhadap anaknya sehingga kurang melatih pasien dalam hal berbicara. Aspek fungsional Pasien berada pada tingkat lima masih mampu melakukan aktivits fisik didalam maupun diluar rumah. Faktor nutrisi berpengaruh dalam terjadinya gizi buruk pada pasien ini. Makanan yang dikonsumsi oleh pasien tidak memenuhi gizi seimbang. Pengetahuan anggota keluarga yang kurang tentang keterlambatan bahasa yang terjadi pada anaknya. e. 18 . Aspek psikososial keluarga Perekonomian keluarga yang kurang sehingga kurang memenuhi kebutuhan gizi pasien. dengan pola makan hanya 2 kali sehari. 5. Aspek resiko internal 1. pasien jarang makan buah dan minum susu.67 x 100% = 60.BB/TB = 4. Kebiasaan pasien yang sering makan makanan jajan. Lingkungan rumah pasien yang padat dan kumur serta rumah pasien yang tidak memenuhi rumah sehat sehingga dapat mengganggu perkembangan pasien.

E. Rencana Pelaksanaan 19 .

penyebab. gejala) 3.Aspek Aspek personal Kegiatan 1. keluarga pasien puskesmas pasien tidak putus asa dan terus membawa pasien berkonsultasi 4. gejala). agar anak pada berkembang secara . 2. pasien puskesmas Orang tua Saat pasien Pemahaman keluarga berobat ke pasien keadaan sehingga tentang pasien. Menjelaskan pada orang tua pasien bahwa keterlambatan bahasa dalam berbicara yang terjadi pada anaknya tidak termasuk suatu penyakit yang Aspek klinik berat. menggunakan kalimat dan berbahasa. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk memberi umpan balik.Menjelaskan pada orang tua pasien bahwa status gizi pasien dapat diperbaiki agar memiliki berat badan ideal Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan Orang Saat pasien Agar orang tua pasien tua berobat ke tidak terlalu cemas dan khawatir dalam memikirkan masalah yang terjadi pada anaknya. elakukan terapi wicara dengan cara sering melakukan komunikasi dengan anak.Menjelaskan kepada orang tua pasien tentang keterlambatan perkembangan yang diderita anaknya yakni speech delay (definisi. juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan bicara. M 20 ke dokter Agar orang tua pasien tidak terlalu cemas dan khawatir dalam memikirkan masalah yang terjadi pada anaknya M Pasien Saat pasien Merangsang datang puskesmas dan saat kunjungan ke rumah pasien kemampuan bahasa tumbuh dan optimal. beriobat ke anak. 2. Menjelaskan kepada orangtua pasien tentang gizi buruk (definisi. 1. penyebab.

dan berat badan pasien yang terlihat tidak pernah bertambah sehingga semkain terlihat semakin kurus. Pengucapan kata-kata masih belum jelas : Pasien umur 1 tahun 9 bulan tahun hanya bisa mengucapkan satua 21 . Ibu pasien juga khawatir tentang nafsu makan pasien yang berkurang. Jika tidak diobat dan dilatih dari sekarang ibu khawatir anaknya tidak dapat mengucapkan kata-kata secara normal dan ibu juga takut perkembangan anaknya dalam berbahasa akan terganggu. Ad vitam : ad bonam b. Ibu pasien berharap agar anaknya dapat berbicara seperti anak yang lainnya. Ad fungsionam : ad bonam Analisis Kasus Pasien dan ibunya datang ke Puskesmas dengan keluhan kemampuan bicara anaknya terlambat. Diduga pasien mengalami keterlambatan bicara (speech delay) dan gizi buruk dengan dasar diagnosis sampai tiga kata sederhana. Prognosis a. Ad sanatioam : ad bonam c. Ibu pasien mempunyai harapan agar nafsu makan anaknya bertambah dan berat badan anaknya dapat naik.F. anak belum bisa berbicara secara lancar dan pengucapan kata-kata yang diucapkan anaknya masih belum jelas ibu merasa anaknya susah dalam membentuk kalimat dalam berbicara. Pasien belum bisa membentuk suatu kalimat dalam berbicara.

minyak sayur 27ml. gula pasir 100gr.BB/U = 4.67 x 100% = 60. menggunakan kalimat dan berbahasa dan memberitahukan kepada orangtua agar memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain guna melatih kemampuan komunikasi. Anjuran pemeriksaan tumbuh kembang di poli tumbuh kembang RSCM dan menatalaksana pasien gizi buruk sesuai dengan protab WHO yaitu: 1. diaduk sampai homogen dan volumenya menjadi 1000ml.9% BB/TB = 4. Selanjutnya lakukan transisi bertahap ke F-100 susu bubuk 85 gr. 2.3/21 x 100% = 20. 3. Formula F-75 yang terdri dari susu bubuk 25 gr. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk memberi umpan balik. Vaksin campak. 22 .3 kg : 67 cm : .4% TB/U = 67/21 x 100% = 31. gula pasir 50gr.4% Status Gizi : Kesan: Gizi Buruk <-3SD atau < 70% Melakukan terapi wicara dengan cara sering melakukan komunikasi dengan anak.BB TB IMT : 4. minyak sayur Memberikan cotrimoksazol oral 2x1 selama 5 hari. Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak selama 4 menit. mineral mix.3/0. Formula F-75 ini diberikan selama 2hari berturut-turut. juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan bicara.

bercerita. Setelah transisi bertahap berikan makanan yang sering dengan jumlah tidak terbatas (sesuai batas kemampuan anak). 4.kemampuan bicara dan bahasa(bernyanyi. Melakukan konseling Keluarga Sadar Gizi seimbang. mengenal berbagi ukuran dan bentuk).kemampuan gerak kasar (motivasi berjalan. 23 .menangkap dan melempar bola. bermain di air. melatih keseimbangan). membuang sampah pada wadah tertutup. melompat. mengancingkan baju. bermain puzzle.kemampuan gerak halus ( menggambar. mineral mix.60ml. sikap yaitu : Mewujudkan pola dan praktek keluarga konsumsi makanan yang baik dan benar dengan penerapan perilaku gizi mengkonsumsi makanan seimbang serta berperilaku hidup sehat dengan cara mencuci tangan yang baik benar. belajar makan sendiri. Berikan ini sebanyak 10ml setiap kali pemberian sampai anak tidak mampu menghabiskan atau tersisa sedikit. 3. yang mencakup pengetahuan. 1. 2. 4. dibacakan buku. memberi perintah sederhana).kemampuan bersosialisasi dan kemandirian (mengunjungi tempat bermain. Mengajarkan kepada orangtua tentang stimulasi perkembangan anak. bermain dengan teman sebaya).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful