PEMBUATAN TABLET PARACETAMOL

1.1 TINJAUAN TENTANG BAHAN OBAT 1. Latar Belakang Bahan Obat Nama bahan obat : Paracetamol Nama kimia : 4-hidroksiasetanilida [103-90-2] Struktur kimia : C8H9NO2 BM : 151,16 Kemurniaan : Mengandung tidak kurang dari 98,0 % dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2 dihitung terhadapzat anhidrat. Efek terapeutika : suatu metabolit dari fenasetin dan asetanilida digunakan sebagai suatu analgesik dan anti piretik. Efektif pada berbagai jenis keadaan artritis dan rematik termasuk nyeri otot rangka juga dada, nyeri kepala, dysmenore, myralgia, dan neuralgia. Asetaminofen sebagian berguna sebagai suatu analgesik dan anti piretik pada pasien yang sensitif terhadap aspirin dan pasien yang memiliki pengalaman terhadap reaksi yang tidak diinginkan dari aspirin. Dosis pemakaian : - Biasa dewasa oral 300 mg – 1 gr ¾ kali sehari. - Biasa pedriatis oral 175 mg / m2 kali permukaan tubuh terdiri dari : 60 mg 3-4 dd anak usia dibawah 1 tahun 60 mg - 120 mg 3-4 dd anak usia 1-2 tahun 120 mg 3-4 dd anak usia 3-5 tahun 150 mg-325 mg 3-4 dd anak usia 6-112 tahun 2. Tinjauan Farmakologi bahan obat Indikasi : Analgasik dan anti piretik, sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak diberikan terlalu lama karena kemungkinan menimbulkan nefropati analgetik Kontra Indikasi : disfungsi ginjal atau hati. Efek Samping : Eritem dan Urtikaria, gejala yang lebih berat berupa demam dan lasi pada mukosa. Penggunaan semua jenis analgesik dosis besar secar menahun dapa menyebabkan nefropati analgesik. 3. Organoleptis Warna : Pituh Bau : Tidak berbau Rasa : Sedikit pahit 4. Mikroskopis Bentuk Kristal : 5. Karakteristik fisik/fisikomekanik Titik lebur : 168 – 1720

5 Profil kelaruratan tehadap PH : Laju disolusi : Koefisien partisi : 7. Ukuran atau distribusi partikel : Sifat alir : sifat aliran yang dinyatakan dengan kecepatan aliran yaitu waktu yang diperlukan suatu kuantitas serbuk tertentu melalui corong tertentu. Karekteristik fisikokimia Kelarutan : 70 bagian air 20 bagian air mendidih 7 – 10 bagian alkohol 9 bagian propilen glikol Sangat mudah larut dalam kloroform Praktis tak larut dalam eter Larut dalam laruan alkali hidroksida pKa : (250) 9. Stabilitas Stabilitas bahan padat Terhadap suhu : Terhadap cahaya : Terhadap kelebaban : Stabilitas larutan Terhadap pelarut : Paracetamol sangat stabil dalam air . Bobot jenis mampat adalah perbandingan masa terhadap volume satelah masa tersebut dimampatkan sampai volume tetap. Kompaktibilitas : Higroskopisitas : Polimorfisme : 6.Bobot jenis : Bobat jenis benar adalah bobot jenis tanpa pori-pori Bobot jenis nyata adalah perbandingan masa terhadap volume dari sejumlah serbuk yang dituang bebas kedalam suatu gelas ukur.

8 tahun. l-kloramfenikol. larut dalam sebagian propilen glikol. bila ukuran partikel lebih kecil maka luas permukaan akan besar sehingga obat – obat akan cepat melarut dan diabsorbsi. 11. Sifat fisikokimia zat aktif. ii. Prosedur penetapan kadar Larutan baku : timbang seksama sejumlah perasetamol BPFI.Terhadap PH : Waktu paruh dalam larutan terdapat pada PH 6 diperkirakan selama 21.73 tahun pada PH 2. Ketersediaan hayati obat yang diformulasi menjadi sediaan farmasi merupakan bagian dari salah satu tujuan rancangan bentuk sediaan dan yang terpenting untuk keefektifan obat tersebut. Polimorfisme. Hidrat dan solvate. alkaloid-alkaloid dan steroid-steroid terdapat dalam bentuk isomer.larut dalam alkali hidroksida. v. Pegkajian terhadap ketersediaan hayati ini tergantung pada absorpsi obat ke dalam sirkulasi umum serta pengukuran dari obat yang terabsorpsi tersebut. sedangkan stearatnya tidak. iv. kadang – kadang beberapa bahan obat cenderung untuk mengikat beberapa molekul pelarut. Bentuk garam. 10. Bentuk isomer. seperti misalnya isomer d atau l. encerkan dengan air sampai tanda dan campur. Tapi sifat fisik eritromisin mempersulit pengisian dalam jumlah yang cukup ke dalam kapsul yang berukuran wajar. 1. Masukan 5. terhadap air sebagai blanko. misalnya d-etambutol. larut dalam 7 bagian etanol (95%)P.0 ml larutkan kedalam labu terukur 100 ml. kristal bentuk A bersifat tidak aktif.4 g/mol oPH larutan : 5-7oC . Larutan uji : timbang seksama lebih kurang 120 mg. Ukur serapan larutan uji dan larutan baku pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 244 nm. Ikatan ini disebut solvate. encerkan dengan air sampai tanda. larutkan dalam air hingaa kadar lebih kurang 12 / ml. Ampisilin anhidrat lebih mudah larut dibandingkan ampisilin trihidrat. penurunannya dikatalisis oleh asam dan basah dan waktu paruhnya 0. masukan kedalam labu ukur terukur 500 ml.28 tahun pada PH 9. larut dalam 40 bagian gliserol. larutkan dalam 10 ml metanol P. seringkali yang aktif atau diaktif hanya salah satu saja. d-amfetamin. oTitik lebur : 111oC oMasa molekular : 272. gugusan estolat dari eritromisin estolat dapat menyebabkan hepatotoksisitas. Terhadap cahaya : Terhadap oksigen : 8. larutdalam 13 bagian aseton. bentuk kristal yang kurang stabil lebih mudah larut dan kemudian cepat terabsorbsi daripada bentuk kristalnya yang stabil. dan kalau pelarutnya adalah air maka ikatan ini disebut hidrat. iii. Ukuran partikel. 1989). Rancangan kemasan primer dan sekunder Rancangan brosur Protokol uji stabilitas Bioavailabilitas paracetamol Ketersediaan hayati merupakan kecepatan dan jumlah obat yang mencapai sirkulasi sistemik dan secara keseluruhan menunjukkan kinetic dan perbandingan zat aktif yang mencapai peredaran darah terhadap jumlah obat yang diberikan. Inkompatibilitas dengan eksipien 9. d-propoksipen. Pemadatan yang tidak tepat atas bahan baku ini sebaliknya dapat menimbulkan persoalan disolusi dan ketersediaan hayati. Paracetamol oWarna : Putih oRasa : Pahit oBau : Tidak berbau oPemerian : serbuk hablur oKadar : 98 – 100 % oKelarutan : Larut dalam 70 bagian air. ester dan lainnya. 12. i. sehingga pemakaian peroral akan memberiakan blood level yang tinggi. Dalam menaksir ketersediaan hayati ada tiga parameter yang biasanya diukur yang an profil konsentrasi dalam darah dan waktu dari obat yang diberikan (Abdou. misak kloramfenikol mempunyai 2 bentuk polimorf A dan B.

pH jauh dari rentang pH optimum -akan menyebabkan zat terdegradasi karena terjadi hidrolisis.oStabilitas : Pada suhu > 40 oC akan lebih mudah -terdegradasi. oKhasiat : antipiretik oKegunaan : sebagai sampe . lebih mudah terurai dengan adanya udara dari -luar dan adanya cahaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful